Anda di halaman 1dari 2

OSTEOARTHRITIS

Definisi
Menurut American Rheumatism Association (ARA), osteoarthritis adalah sekelompok
kondisi heterogen yang menyebabkan timbulnya gejala dan tanda pada lutut yang
berhubungan dengan defek integritas kartilgo, dan perubahan pada tulang di
bawahnya dan pada batas sendi.

Faktor risiko
Osteoarthritis lebih sering diderita oleh orang usia lanjut, meskipun orang yang lebih
muda juga dapat mengalami hal yang sama. Pada orang usia muda OA terutama
terjadi akibat riwayat trauma yang dimiliki. Di bawah usia 45 tahun frekwensi OA
kurang lebih sama pada pria dan wanita tetapi di atas 50 tahun frekwensi OA lebih
banyak ada wanita daripada pria. Berat badan yang berlebihan berkaitan dengan
meningkatnya risiko timbulnya osteoarthritis. Hal ini disebabkan oleh karena sendi
lutut menopang beban yang berlebih dalam jangka waktu lama. OA lebih sering
terjadi pada orang yang pekerjaannya memberikan tekanan pada sendi-sendi tertentu.
Jenis pekerjaan juga mempengaruhi sendi mana yang cenderung terkena
osteoartrhritis.

Patofisiologi
Akibat peningkatan aktifitas enzim-enzim yang merusak makromolekul matriks
tulang rawan sendi (proteoglikan dan kolagen) terjadi kerusakan fokal tulang rawan
sendi secara progresif dan pembentukan tulang baru pada dasar lesi tulang rawan
sendi serta tepi sendi (osteofit). Osteofit terbentuk sebagai suatu proses perbaikan
untuk membentuk kembali persendian, sehingga dipandang sebagai kegagalan sendi
yang progresif.

Gejala klinik
Gejala klinik yang paling menonjol adalah nyeri. Nyeri sendi disebabkan oleh
peradangan dan gangguan mekanik. Nyeri karena peradangan biasanya betambah di
pagi hari atau setelah lutut menetap pada satu posisi dalam waktu lama dan berkurang
saat bergerak. Sedangkan nyeri mekanik akan lebih terasa saat melakukan aktivitas
lama dan berkurang saat istirahat, kemungkinan hal ini berhubungan dengan
kerusakan kartilago yang sudah parah. Krepitasi atau rasa gemeratak yang timbul
pada sendi yang sakit. Gejala ini umum dijumpai pada pasien OA lutut. Pada awalnya
hanya berupa perasaan akan adanya sesuatu yang patah atau remuk oleh pasien atau
dokter yang memeriksa.

Kriteria OA
The American College of Rheumatology menyusun kriteria diagnosis OA lutut
idiopatik berdasarkan pemeriksaan klinis dan radiologi sebagai berikut :
Klinis dan laboratorium

Klinis dan radiologis Klinis
Nyeri lutut + minimal 5 dari 9
berikut :
- umur > 50 tahun
- stiffness < 30 menit
- krepitasi
- nyeri pada tulang
- pelebaran tulang
- tidak hangat pada perabaan
- LED < 40mm/jam
- Rheumatoid factor <1:40
- Cairan sinovial : jernih,
viscous,Lekosit <2000/mm3
Nyeri lutut + minimal 1 dari 3
berikut :
- umur > 50 tahun
- stiffness < 30 menit
- krepitasi + osteofit

Nyeri lutut + minimal 3 dari 6
berikut :
- umur > 50 tahun
- morning stiffness < 30 menit
- krepitasi
- nyeri pada tulang
- pembesaran tulang
- tidak hangat pada perabaan

92% sensitif
75%spesifik
91 % sensitive
86% spesifik
95 % sensitif
69 spesifik