Anda di halaman 1dari 7

Nama : Suwanda Hendrawan

NIM : 2010730163
Modul : 4 Benjolan pada kulit ( sistem Onkologi)
Tutor : dr. Rayhana M. BioMed

PERTANYAAN
6. Sebutkan penyakit-penyakit yang menyebabkan benjolan pada kulit kutis dan subkutis ?

A. PENYAKIT BENJOLAN DIKULIT BAGIAN KUTIS
1. Melanoma
2. Naevus Pigmentosus
3. Sarkoma kaposi
4. Karsinoma sel skwamosa
5. Karsinoma sel basal
6. Hiperkeratosis
7. Seborrhoic keratosis
8. Keratontoma
9. Neurofibroma
10. Histiositoma
11. Granuloma pyogenous
12. Papilloma
13. Kista dermoid
B. PENYAKIT BENJOLAN DIKULIT BAGIAN SUBKUTIS
1. Hemangioma
2. Limfangioma
3. Glomus tumor
4. Kista ateroma






1. NEVUS PIGMENTOSUS

Sinonim : Nevus sel nevus, Nevus nevoseluler

DEFINISI

Nevus pigmentosus merupakan tumor jinak yang tersusun dari sel-sel nevus.
Kelainan kulit yang disertai pigmentasi merupakan masalah yang banyak ditemukan di klinik,
salah satunya adalah nevus pigmentosus. Hampir setiap orang mempunyai nevus, sedangkan
nevus yang mengalami perubahan mempunyai risiko 400 kali lebih tinggi untuk menjadi
ganas.

ETIOLOGI

sel nevus kulit berasal dari neural crest, sel-sel ini membentuk sarang-sarang kecil pada
lapisan sel basal epidermis dan pada zona taut dermoepidermal. Sel-sel ini membelah dan
masuk dermis dan membentuk sarang-
sarang pada dermis.

MANISFESTASI KLINIK

Nevus pigmentosus dapat terjadi di semua bagian kulit tubuh, termasuk membrana mukosa
dekat permukaan tubuh. Lesi dapat datar, papuler, atau papilomatosa, biasanya berukuran 24
mm, namun dapat bervariasi dari sebesar peniti sampai sebesar telapak tangan.
Pigmentasinya juga bervariasi dari warna kulit sampai coklat kehitaman.

Nevus pigmentosus kongenital merupakan nevus yang terdapat sejak lahir atau timbul
beberapa bulan setelah kelahiran.

Menurut ukurannya dapat dibagi
menjadi 3 kelompok : lesi kecil bila diameter nevus lebih kecil dari 1,5 cm sampai dengan 20
cm, dan lesi luas (giant) bila bergaris tengah tebih dari 20 cm.

Nevus sebaseus Jadassohn (NSI) adalah lesi hamartomatosa yang bertasa tegas, sebagian
besar terdiri dari kelenjar sebasea dan biasanya timbul di wajah dan kulit kepala. Nevus ini
jarang berhubungan dengan bermacam-macam defek todermal dan mesodermal.

Nama lain adalah nevus sebasea, nevus sebaseus linearis, hiperplasia kelenjar sebasea
kongenital, hamartoma kelenjar sebasea, adenoma sebasea sirkumskripta, pilo syringo
sebaseus nevi, nevus organois dan nevus epiteliomatosus sebaseus kapitis. NSJ merupakan
pertumbuhan yang jarang ditemukan. Didapatkan pada kurang lebih 0,3% dari seluruh
neonatus dengan angka kejadian yang sama pada laki-laki dan wanita. Tidak didapat faktor
rasial/etnik, familial atau faktor yang diwariskan. NSJ dikatakan berasal dari sel
germinativum dari lapisan basal epidermis embrionik yang mempunyai potensi untuk
berdiferensiasi menjadi berbagai tipe tumor epitelial.

Gambaran klinis NSJ biasanya berupa lesi yang soliter, atau multipel, berbentuk plakat yang
berbatas tegas, berwarna kuning kecoklatan, oranye, atau merah mengkilat, verukosus dengan
diameter beberapa milimeter sampai beberapa sentimeter. Lesi paling sering terdapat pada
kepala dapat juga pada wajah, leher dan batang tubuh. Nevus ini biasanya tampak pada saat
lahir atau beberapa waktu kemudian. Pada masa kanak-kanak sampai sebelum pubertas lesi
biasanya berbentuk datar, tetapi akan tumbuh menjadi verukosus dan lebih tebal, menetap
seumur hidup dan menimbulkan alopesia. Lesi NSJ yang luas dan linier dikenal dengan
sindrom nevus sebaseus, menunjukkan kelainan-kelainan sistemik seperti epilepsi, retardasi
mental, kelainan sistim saraf kelainan tulang, kelainan mata dan ginjal.


Sindrom nevus epidermal (SNE) atau disebut juga organois nevus phakomatosis,
Schimmelpenning, sindrom Feuerstein dan Mim serta sindrom solomon merupakan suatu
sindrom kongenital didapat yang diturunkan secara autosomal dominan. Penyakit ini ditandai
adanya kelainan kulit berupa nevus epidermal yang berhubungan dengan berbagai kelainan
pada sistem organ lain yaitu susunan saraf pusat, skletal, kardiomaskular, mata dan urogenital.

Penyebab SNE belum diketahui dengan pasti, namun diduga karena adanya kesalahan
migrasi dan perkembangan jaringan embrionik atau terjadinya kesalahan pada proses
pemisahan ektoderin dari neural tube.

Penyakit ini lebih sering disertai dengan kelainan skletal, saraf dan mata. Kelainan skeletal
ditemukan pada 15-70% pasien, kelainan neurologik ditemukan pada 15-50% pasien dan
kelainan mata ditemukan pada 9-30% pasien. Sidrom nevus epidermal merupakan suatu
kasus yang jarang ditemukan, angka kejadiannya hanya l6% dari seluruh kasus nevus
epidermal. Penyakit ini dapat ditemukan sejak lahir hingga usia 40 tahun dengan
perbandingan yang sama antara laki-laki dan perempuan.

Secara histopatologi dikenal nevus junctional, nevus compound dan nevus dermal.
Seperempat sampai sepertiga kasus melanoma maligna dikatakan berasal dari nevus
pigmentosus. Tipe nevus penting diketahui untuk menentukan prognosis. Dari ketiga tipe
nevus, diaktakan bahwa nevus junctional lebih mempunyai potensi untuk menjadi ganas.

Pemeriksaan histopatologi selain memerlukan waktu, juga tidak semua pasien setuju untuk
dibiopsi. Pada keadaan biopsy tidak dapat dilaksanakan, diperlukan suatu cara untuk lebih
mendekati diagnosis histopatologi berdasarkan hal tersebut maka dikembangkan alat yang
disebut surface microscopy dengan menggunakan tehnik mikroskop epileuminesen. Tehnik
ini non invasive yang memungkinkan untuk melihat secara in vivo gambar histomorfologi
kulit dan memberikan harapan bagi para klinis untuk membuat diagnosis kelainan pigmentasi
kulit secara lebih akurat. Apabila gambaran klinis nevus bisa dipertajam dengan tehnik
epiluminesenm, maka banyak manfaat yang akan didapat.

DIAGNOSA BANDING

Melanoma maligma, nevus biru, nevus sel epiteloid dan atau nevus spindel, KSB berpigmen,
Histiositoma, Keratosis seboroik berpigmen.


PENGOBATAN

Pada umumnya tidak diperlukan pengobatan. Namun bila menimbulkan masalah sesara
kosmetik, atau sering terjadi iritasi karena gesekan pakaian, dapat dilakukan bedah eksisi.
Bila ada kecurigaan ke arah keganasan dapat dilakukan eksisi dengan pemeriksaan
histopatologi.

PROGNOSIS

Pada umumnya baik. Tetapi pada nevus junctional dan nevus compound harus mendapat
perhatian karena ada kemungkinan berubah menjadi ganas. VERUKA VULGARIS (KUTIL)
Bentuk ini paling sering ditemui pada anak-anak tetapi dapat juga pada orang dewasa dan
orang tua. Tempat predileksi utamanya adalah ekstremitas bagian ekstensor. Pada anak,
lesinya timbul multiple dan cepat meluas, karena autokulasi atau garukan (fenomena
koebner), sedang pada orang dewasa lesi ini jarang didapatkan dalam jumlah banyak. Pada
keadaan awal, ukurannya biasanya hanya sebesar pentol jarum dengan permukaan halus dan
mengkilat. Dalam waklu beberapa minggu atau bulan kian membesar dan permukaannya
menjadi kasar, berwarna abu-abu kecoklatan atau kehitaman. Kadang-kadang beberapa lesi
bergabung satu sama lain, menimbulkan plak verukosa.

PENGOBATAN

Dapat dilakukan bermacam-macam tindakan yang bertujuan mendestruksi lesi.
- Bedah listrik dengana naesteslio kal
- Memakai bahan kaustik sseperti :
-Lanrtan perak nitrat 25%
- TCA (Trichlor Acetic Acid) jenuh
- Fenoil likuefaktum
- Bedah scalpel (ekstirpasi)
- Bedah beku :

PROGNOSIS

Baik tetapi penyakit sering residif walaupun telah dilakukan pengobatan yang adekuat.

2. KERATOSIS SEBOROIKA

Keratosis seboroika adalah tumor jinak kulit yang berasal dari proliferasi epidermis dan
keratin menumpuk diatas permukaan kulit sehingga memberikan gambaran yang (menempel)
sering dijumpai pada orang tua usia 40-50 tahun keatas, terutama pada oftulg berkulit putih.


Etiologi tidak diketahui pasti, diduga ada kecenderungan familial dan diturunkan secara
autosomal dominan. Beberapa pendapat mengklasifikasikan seperti nevus epidermal pada
stadium lanjut oleh karena memiliki gambaran klinis dan histologis yang sama. Kreatosis
Seboroika dapat merupakan komponen dari sindroma Leser-Trelat yang banyak dan
cepatberkembang, disertai gatal, kegasan pada saluran cerna, leukemia dan limfoma.

Keratosis Seboroika biasanya dimulai dengan lesi datar, berwarna coklat muda sampai tua,
berbatas tegas dengan permukaan licin seperti lilin atau hiperkeratotik bisa mengelupas
berulangkali. Diameter lesi bervariasi biasanya antara beberapa milimeter sampai 3 cm. Lama
kelamaan lesi akan menebal, dan memberi gambaran yang khas yaitu menempel (stuck on)
pada permukaan kulit. Lesi yang telah berkembang penuh sering tampak mengalami
pigmentasi yang gelap dan tertutup oleh skuama berminyak. Bentuk klinis yang lain berupa
nodul soliter berwarna coklat kehitaman dengan tumpukan keratin. Bentuk seperti papel kecil
bertangkai biasanya pada leher dan daerah aksila. Predileksi pada daerah seroboika yaitu
dada punggung, perut, wajah dan leher. Makna klinis dari penyakit ini adalah bersifat
kosmetik (gangguan penampilan) dan juga mungkin mengacaukan dengan lesi yang mungkin
membahayakan/keganasan (diagnosis bandingnya).

Secara histopatologis epidermis mengalami hiperkeratosis, akantosis dan papilomatosis
dengan batas bawah tumor terletak segaris dengan epidermis normal. Epidermis yang
mengalami akantosis memperlihatkan pola seluler yang terorganisasi dengan baik,
terutamaproliesasi sel basal dengan keratin. Pada lembaran Jembaran akantoik juga dijumpai
peningkatanm elanosit dan pigmen yang bervariasi.

Diagnosis banding
adalah Melanoma maligna, epitelioma sel basal berpigmen dan nevus pigmentosus.
Gambaran pembeda utama bahwa keratosis seboroika hampir selalu ditutupi oleh suatu
penutup keratin yang dapat dilepaskan dengan kuku tangan.

Karena letaknya yang superfisial pengobatannya mudah dihilangkan dengan kuretase, having,
elektrodesikasi,eksisi, dermabrasi, bedah beku dengan nitrogen selama 15-25 detik dan laser.

Prognosis
umumnya baik, lesi tidak pernah berubah menjadi ganas.

KISTA DERM0ID

Sinonim : Kista dermoid brankhiogenik

Defenisi :

Kista dermois merupakan kista yang berasal dari ektodermal, dindingnya dibatasi oleh epitel
skuamosa berlapis dan berisi apendiks kulit serta biasanya terdapat pada garis fusi embrional.

Epidemiologi

Kista dermoid jarang terjadi, mengenai pria dan wanita sama banyaknya, namun ada
pendapat lain yang mengatakan lebih banyak dijumpai pada pria.

Etiologi
Kista ini berkembang dari sekuesterasi epitel sepanjang garis fusi embrionik.

Manifestasi Klinik

Berupa nodul intrakutan atau subkutan, soliter berukuran l- 4 cm, mudah digerakkan dari
kulit diatasnya dan dari jaringan di bawahnya. Pada perabaan, permukaannya halus,
konsistensi lunak dan kenyal, dan secara makroskopis isi kista berupa material keratin yang
berlemak dengan rambut, juga kadang-kadang tulang, gigi atau jaringan syaraf. Lokasi tumor
biasanya pada kepala dan leher, pada garis fusi embrionik kadang juga pada ovarium.




Histopatologi :

Tampak dinding kista berupa epidermis dengan apendiksnya yang sudah sempurna
perkembangannya, sehingga sering dijumpai adanya olikel rambut yang tumbuh ke dalam
lumen kista. Sedangkan dermis mengelilingi kista, dan mengandung kelenjar sebasea,
kelenjar ekrin dan kadang-kadang apokrin.

Diagnosis Banding :

Kista epitel lainnya, Glioma Ensefalokel

Pengobatan

Eksisi total. Bila terdapat traktus sinus maka harus dilakukan eksplorasi dan eksisi guna
mencegah rekurensi. Prognosis Bila eksisi dilakukan secara komplit, maka hasilnya bersifat
kuratif.

B. BENJOLAN KULIT KUTIS

1. HEMANGIOMA

Hemangioma adalah tumor jinak pembuluh darah yang terdiri dari prolifelasi sel-sel endotel,
yang dapat terjadi pada kulit membrana mukosa, dan organ-organ lain. Secara histopatologis
dapat dibedakan menjadi hemangioma kapiler, hemangioma kavernosa dan campuran.
Hermangioma kapiler terdiri dari pembuluh darah kecil dan superfisial, lunak serta hilang
pada penekanan.Termasuk dalam kategori ini adalah nevus flameus, hemangioma strawberi.
Sedangkan hemangioma kavernosa mengenai pembuluh darah yang lebih besar dan lebih
dalam, serta warnanya lebih gelap dibandingkan hemangioma kapilaris.

2. Penyakit Kista Atero

Kista ateroma merupakan benjolan yang terbentuk dari kelenjar keringat
(sebacea). Benjolan tersebut berbentuk bulat dan berdinding tipis. Kista ateroma
sendiri terbentuk akibat adanya sumbatan pada muara kelenjar keringat, maka sering
disebut sebagai kista sebacea atau kista epidermal.
3.
Sekret kelenjar keringat yaitu sebum dan sel-sel mati tertimbun dan berkumpul dalam
kantung kelenjar. Lama kelamaan akan membesar dan terlihat sebagai massa tumor
yang berbentuk lonjong sampai bulat, lunak-kenyal, berbatas tegas, berdinding tipis,
tidak terfiksir ke dasar, umumnya tidak nyeri, tetapi melekat pada dermis di atasnya.
Daerah muara yang tersumbat merupakan tanda khas yang disebut puncta (titik
kehitaman yang letaknya biasanya di permukaan kulit tepat di tengah massa).


4. Berikut adalah gejala yang timbul pada kista ateroma :
a. Banyak ditemukan pada bagian tubuh yang banyak mengadung kelenjar
keingat, misalnya muka, kepala, punggung
b. Bentuk bulat, berbatas tegas, berdinding tipis, dapat digerakkan, melekat pada
kulit di atasnya.
c. Berisi cairan kental berwarna putih abu-abu, kadang disertai bau asam.
d. Jika terjadi peradangan, kista akan memerah dan nyeri
5. Penyebab Kista Ateroma
6. Terjadinya kista ateroma disebabkan karena adanya sumbatan pada muara kelenjar
keringat yang disebabkan oleh :
a. Infeksi
- Trauma (luka/benturan)
- Jerawat
7. Jika terjadi infeksi sekunder dan terbentuk abses maka akan dilakukan pembedahan
dan evakuasi nanah. Pada umumnya, penderita kista ateroma akan diberikan antibotik
selama kurang lebih 2 minggu. Setelah 3-6 bulan, dapat dilakukan operasi.
8. Terapi Kista Ateroma
Penatalaksanaan kista ateroma dilakukan dengan mengambil benjolan dengan
menyertakan kulit dan isinya, tujuannya untuk mengangkat seluruh bagian kista
hingga ke dindingnya secara utuh. Bila dinding kista tertinggal saat eksisi, kista dapat
kambuh, oleh karena itu, harus dipastikan seluruh dinding kista telah terangkat.



DAFTAR PUSTAKA
Japaries Willie.2008.Onkologi klinik. FKUI.2008