Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. LATAR BELAKANG

I.1.1. Perkembangan Asam Nitrat

Senyawa nitrat banyak terdapat di alam dalam bentuk garam-garam nitrat.


Asam ini diperkirakan berasal dari mineral sodium nitrat (NaNO3). Sejak dahulu,
asam nitrat (aquafortis) dipakai untuk memisahkan emas dari perak, serta untuk
melarutkan logam-logam dasar.
Pada tahap perkembangannya asam nitrat (HNO3) digunakan terutama
(80%) sebagai bahan baku dalam pembuatan ammonium nitrate yang selanjutnya
digunakan untuk pembuatan calcium nitrate,calcium ammonium nitrate,urea
ammonium nitrate solution, ammonium sulphate nitrate. Amonium nitrat
dihasilkan dengan mereaksikan asam nitrat dengan amonia. Asam nitrat dengan
kadar kurang lebih 60 % berat cukup untuk memenuhi kebutuhan ini. Sektor
pertanian merupakan sektor terbesar yang mengkonsumsi asam nitrat dengan
kadar tersebut. Di samping itu, asam nitrat diperlukan pula untuk pembuatan
butiran amonium nitrat berpori (porous ammonium nitrate prill) sebagai
komponen bahan peledak.
Di lain pihak, asam nitrat (20%) juga digunakan untuk membuat pupuk
campuran dengan bantuan fosfat, sebagai pelarut dalam industri electroplating,
dan digunakan secara meluas sebagai reaktan yang cukup penting dalam
laboratorium kimia sebagai di dalam pembuatan Nitro Benzene, dan Dinitro
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−2

Toluene. Dengan meningkatnya keperluan asam nitrat pada berbagai bidang


industri, maka produksi HNO3 secara industri dalam skala kecil sampai besar
tidak dapat ditangguhkan lagi. Asam nitrat memberikan kontribusi yang luas pada
industri hilir. Negara-negara yang sedang menuju era industrialisasi tidak dapat
lepas dari peranan asam nitrat ini. Industri asam nitrat merupakan “jembatan
penghubung” industri hulu dan hilir.

I.2. Studi Kelayakan Pabrik Asam Nitrat

Salah satu syarat agar suatu proyek industri layak dibangun adalah
kemudahan memperoleh bahan baku yang diperlukan dalam jumlah yang besar.
Hal ini dimungkinkan apabila bahan baku tersebut sudah dapat diproduksi sendiri
di dalam negeri. Syarat lainnya adalah teknologi yang digunakan haruslah suatu
teknologi yang dapat menggunakan bahan baku, bahan penolong, dan energi
secara optimum. Dari segi lingkungan, industri tersebut harus aman dari
pencemaran limbah bahan beracun dan berbahaya (limbah B-3). Terakhir, industri
atau pabrik tersebut memberikan keuntungan bagi industri-industri lain. Dapat
dikatakan bahwa area pemasaran dari produk pabrik-pabrik tersebut haruslah luas.
Pabrik asam nitrat yang berkembang dewasa ini menggunakan proses
oksidasi katalitik dari bahan baku amonia dan udara. Dilihat dari segi bahan
bakunya, yakni amonia, pabrik tersebut harus didirikan dekat dengan pabrik
penghasil amonia. Di Indonesia, pabrik amonia umumnya terintegrasi dengan
pabrik pupuk, sedangkan lokasi pabrik amonia umumnya tidak jauh dari industri
gas alam. Terlihat adanya ketergantungan yang erat antara industri gas alam,
amonia dan asam nitrat. Pabrik asam nitrat pun dapat terintegrasi dengan pabrik
amonium nitrat.
Meskipun gas emisi atau gas buang dari pabrik asam nitrat mengandung
NOx yang berbahaya bagi lingkungan, tetapi kini sudah didapat cara-cara
memperkecil kadar emisi NOx dalam gas buang. Salah satu caranya adalah
meningkatkan efektifitas proses absorpsi pada suhu rendah.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−3

Tidak dapat dipungkiri bahwa asam nitrat mulai dirasakan perlu bagi
industri lain, khususnya industri organik yang segera bermunculan pada tahun-
tahun mendatang akibat bertumbuhnya pula industri hulu nasional.
Berberapa hal yang dijadikan pertimbangan untuk mendirikan pabrik
Asam Nitrat ini adalah:
1. Dengan didirikannya pabrik ini diharapkan dapat mengurangi
ketergantungan terhadap impor sekaligus membuka peluang ekspor
dunia yang lebih besar selain digunakan untuk kebutuhan dalam negeri.
2. Berperan serta dalam program pemerintah untuk menciptakan lapangan
kerja baru di bidang industri kimia.
3. Memanfaatkan hasil pupuk terutama amonia di Indonesia guna
mendapatkan nilai tambah.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−4

I.3. Analisa Pasar

A. Perkembangan Produksi

Perkembangan produksi asam nitrat di Indonesia terus mengalami


peningkatan. PT. Multi Nitrotama Kimia merupakan produsen tunggal yang
memproduksi asam nitrat 60 % berat dan berlokasi di Cikampek, Jawa Barat.
Dibawah ini perkembangan produksi asam nitrat di Indonesia.
Tabel I.3.1. Produksi Asam Nitrat Indonesia Tahun 2000-2005

Tahun Produksi Pertumbuhan (%)


2000 27208 -
2001 27670 1,698
2002 31503 13,853
2003 29994 -4,790
2004 32097 7,011
2005 32373 0,8599
Rata-rata (% pertumbuhan) 3,726

Sumber : Departemen perindustrian dan perdagangan

Tabel I.3.2. Proyeksi Produksi Asam Nitrat Indonesia Tahun 2006-2010

Tahun Produksi
2006 33579,338
2007 34830,629
2008 36128,547
2009 37474,831
2010 38871,282

Sumber : Diolah

Produksi asam nitrat Indonesia dalam lima tahun terakhir ini secara
keseluruhan meningkat dengan laju 3,726 % per tahun. Pada tahun 2002 produksi
asam nitrat ini telah mencapai 31.503 ton. Sedangkan pada tahun 2003 tidak
terjadi peningkatan produksi tetapi penurunan jumlah produksi. Hal ini
dikarenakan ketidakmenentuan perekonomian di Indonesia. Meskipun
demikian dapat dipastikan bahwa kebutuhan asam nitrat tiap tahunnya terus
meningkat dengan berkembangnya industri pertambangan di Indonesia.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−5

B. Perkembangan Impor

Meskipun asam nitrat sudah dapat diproduksi di dalam negeri tetapi


sebagian asam nitrat masih di impor dari luar negeri. Di bawah ini dapat dilihat
tabel perkembangan impor asam nitrat.

Tabel I.3.3. Impor Asam Nitrat Indonesia tahun 2000-2005

Tahun Impor Pertumbuhan (%)


2000 9118,47 -
2001 6166,79 -32,370
2002 5430,59 -11,938
2003 5792,15 6,658
2004 6056,14 4,558
2005 4993,54 -17,546
Rata-rata (% pertumbuhan) -8,439

Sumber : Departemen perindustrian dan perdagangan

Tabel I.3.4. Proyeksi Impor Asam Nitrat Indonesia tahun 2006-2010

Tahun Impor
2006 4572,096
2007 4186,221
2008 3832,912
2009 3509,422
2010 3213,234

Sumber : Diolah

Asam nitrat telah diproduksi di Indonesia namun hingga sekarang


Indonesia masih melakukan impor dari berbagai negara dengan volume dalam
beberapa tahun terakhir menurun. Berikut ini dapat dilihat pada gambar dari tabel
data proyeksi Impor Asam Nitrat hingga tahun 2010. Negara-negara pemasok
asam nitrat tersebut diantaranya adalah Belgia, Korea, Cina, Jerman, Australia,
Belanda, Thailand, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Perancis, dan Arab Saudi.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−6

C. Perkembangan Ekspor

Disamping untuk memenuhi kebutuhan pasar di dalam negeri, produksi


asam nitrat juga telah berhasil merambah pasar ekspor di beberapa negara.

Tabel I.3.5. Ekspor Asam Nitrat Indonesia tahun 2000-2005


Tahun Ekspor % Pertumbuhan
2000 94,95 -
2001 2,5 -0,974
2002 0,04 -0,984
2003 595,19 14878,75
2004 216,52 -0,636
2005 17,31 -0,920

Sumber : Departemen perindustrian dan perdagangan

Tabel I.3.6. Proyeksi Ekspor Asam Nitrat Indonesia tahun 2006-2010

Tahun Ekspor
2006 0
2007 0
2008 0
2009 0
2010 0

Sumber : Diolah

Dengan melihat data ekspor pada tahun 2000 sampai dengan tahun 2005,
Terlihat adanya ketidakstabilan kegiatan ekspor yang dilakukan, maka
perkembangan kegiatan ekspor asam nitrat pada tahun 2006 sampai dengan 2010
diasumsikan tidak dilakukan kegiatan ekspor untuk sementara waktu.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−7

D. Perkembangan Konsumsi

Konsumsi asam nitrat untuk keperluan dalam negeri secara sederhana


dapat dihitung dengan asumsi konsumsi asam nitrat pada tahun 2000 sampai
dengan tahun 2005 adalah balance dengan melalui pengurangan jumlah produksi
pada tahun yang bersangkutan dengan ekspor kemudian ditambah jumlah impor.
Dari perhitungan tersebut diketahui konsumsi asam nitrat di Indonesia, seperti
yang terlihat dalam tabel berikut.

Tabel I.3.7. Konsumsi Asam nitrat Indonesia Tahun 2000-2005

Tahun Konsumsi Pertumbuhan (%)


2000 36.232 -
2001 33.834 -6,616
2002 34.892 3,125
2003 35.836 2,707
2004 37.937 5,862
2005 37.349 -1,548
Rata-rata (% pertumbuhan) 0,706

Sumber : Departemen perindustrian dan perdagangan

Tabel I.3.8. Proyeksi Konsumsi Asam Nitrat Indonesia tahun 2006-2010

Tahun Konsumsi
2006 37.612,813
2007 37.878,257
2008 38.145,573
2009 38.414,776
2010 38.685,879

Sumber : Diolah

Berikut ini dapat dilihat tabel perkembangan Produksi dan Impor (supply)
Asam Nitrat konsumsi dan Ekspor (Demand) Asam Nitrat di Indonesian dari
tahun 2000-2010.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−8

Tabel I.3.9. Produksi & Impor Asam Nitrat Indonesia hingga tahun 2010
(supply)

Tahun Produksi (Ton) Impor (Ton)


2000 27208 9118,47
2001 27670 6166,79
2002 31503 5430,59
2003 29994 5792,15
2004 32097 6056,14
2005 32373 4993,54
2006 33579,338 4572,096
2007 34830,629 4186,220
2008 36128,547 3832,912
2009 37474,831 3509,422
2010 38871,282 3213,234

Tabel I.3.10. Konsumsi & Ekspor Asam Nitrat Indonesia hingga tahun 2010
(Demand)

Tahun Ekspor (Ton) Konsumsi (Ton)


2000 94,95 36231,52
2001 2,5 33834,29
2002 0,04 34891,55
2003 595,19 35835,96
2004 216,52 37936,62
2005 17,31 37349,23
2006 0 37612,813
2007 0 37878,257
2008 0 38145,573
2009 0 38414,776
2010 0 38685,879

Dari data pertumbuhan suplai tersebut diatas terlihat bahwa pemenuhan


kebutuhan melalui impor mempunyai nilai yang cukup tinggi, sehingga untuk
tahun 2010 diharapkan dapat meminimalkan kebutuhan akan impor dan jika
masih memungkinkan,maka sisa produk akan di ekspor.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−9

E. Penentuan Kapasitas Produksi

SUPPLY (Ton) DEMAND (Ton)


Tahun
Produksi Impor Jumlah Ekspor Konsumsi Jumlah
2000 27208 9118,47 36326,47 94,95 36231,52 36326,47
2001 27670 6166,79 33836,79 2,5 33834,29 33836,79
2002 31503 5430,59 36933,59 0,04 34891,55 34891,59
2003 29994 5792,15 35786,15 595,19 35835,96 36431,15
2004 32097 6056,14 38153,14 216,52 37936,62 38153,14
2005 32373 4993,54 37366,54 17,31 37349,23 37366,54
2006 33579,338 4572,10 38151,43 0 37612,813 37612,81
2007 34830,629 4186,22 39016,85 0 37878,257 37878,26
2008 36128,547 3832,91 39961,46 0 38145,573 38145,57
2009 37474,831 3509,42 40984,25 0 38414,776 38414,78
2010 38871,282 3213,23 42084,52 0 38685,879 38685,88

Pertumbuhan kapasitas produksi dapat ditentukan berdasarkan :


1. Memenuhi kapasitas ekonomi pabrik yang telah berdiri
Pabrik yang memproduksi Asam Nitrat yaitu ACE Pressureweld Inc.
Singapore yang memiliki kapasitas ekonomi 3.600 ton/tahun. (Company
Profile of Thyssenkrupp Uhde Technologies, Dortmund. Germany 2005).
2. Adanya ketidakseimbangan antara impor dengan produksi
Dimana ketergantungan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri
mempunyai nilai yang cukup tinggi. Sehingga diharapkan pada tahun
2010 tidak akan lagi tergantung akan impor.

Kapasitas = ( Produksi tahun 2010 - Produksi tahun 2009 ) + Impor 2010

= 38871,282 - 37474,831 + 3213,234 = 4609,685 ton/tahun


Maka direncanakan untuk tahun 2010, kapasitas produksi pabrik yang akan
didirikan mencapai 5000 ton/tahun

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−10

I.4 Lokasi Pabrik

Penentuan lokasi pabrik adalah salah satu hal yang terpenting dalam
mendirikan suatu pabrik. Lokasi pabrik akan berpengaruh secara langsung
terhadap kelangsungan hidup pabrik dimana ikut menentukan keberhasilan dan
kelancaran proses produksi serta transportasi.
Banyak faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi
pabrik. Faktor ini dapat dibagi menjadi faktor primer ( sumber bahan baku, daerah
pemasaran, dan transportasi) dan faktor sekunder ( persediaan air, sumber
pembangkit tenaga listrik, cuaca/angin, kondisi, masyarakat, keamanan di sekitar
lokasi, keadaan tanah, ketersediaan tenaga kerja, dan lain-lain ). Berdasarkan
faktor-faktor tersebut, maka pabrik yang akan didirikan ini berlokasi di kawasan
Industri Pupuk Sriwijaya, Palembang.
1. Sumber Bahan Baku
Lokasi tidak terlalu jauh dari sumber bahan baku utama yaitu
amoniak.
2. Daerah Pemasaran dan Transportasi
Karena produk asam nitrat dialokasikan untuk mengurangi
ketergantungan akan impor dan menambah pasokan untuk ekspor,
maka pabrik membutuhkan pelabuhan dan memilih transportasi laut.
Di kawasan Sumatra Selatan terdapat pelabuhan Samudra dan
beberapa pelabuhan milik perusahaan besar seperti Pupuk Sriwijaya,
tambang batubara Bukit Asam, semen Baturaja, sehingga pemasaran
asam nitrat untuk pasaran ekspor lebih mudah, selain itu posisinya
yang dekat dengan Selat Malaka yang merupakan jalur internasional
sehingga mempersingkat waktu tempuh yang akan memperkecil biaya
transportasi.
3. Persediaan Air dan Sumber Pembangkit Tenaga Listrik
Kawasan Palembang dilewati sungai terpanjang di Sumatera yaitu
Sungai Musi, sehingga pasokan air terjamin. Jaringan listrik juga dapat
di suplai oleh PLN distribusi Sumatera bagian selatan.

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041
PRA PERANCANGAN PABRIK ASAM NITRAT PENDAHULUAN I−11

4. Ketersediaan Tenaga Kerja


Di daerah Palembang banyak terdapat tenaga kerja dengan kualitas
cukup baik.
5. Kondisi masyarakat dan keamanan di sekitar lokasi
Masyarakat di sekitar pabrik dapat menjalin kerjasama yang baik,
sehingga kondisi dan lingkungan yang harmonis antara pabrik dan
masyarakat dapat terjalin.
6. Tanah
Tanah di kawasan Palembang relatif lebih murah sehingga rencana
perluasan pabrik sangat memungkinkan serta tidak berdekatan dengan
transmisi listrik bertegangan tinggi, selain itu area yang luas
memungkinkan penyimpanan bahan baku jauh dari pemukiman
penduduk sehingga lebih aman.
7. Lingkungan
Kawasan Palembang relatif jauh dari pegunungan sehingga tidak
rawan gempa.
8. Keselamatan Kerja
Pabrik Asam Nitrat ini akan menerapkan SMK - 3 (Sistem Manajemen
Kesehatan Keselamatan Kerja).

INSTITUT TEKNOLOGI I NDONESIA RD. YOGANA D


TEKNIK KIMIA ’01 114.01.0041