Anda di halaman 1dari 9

1

PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI PROTOTYPE SISTEM


MONI TORI NG PERFORMA ROUTER RASPBERRY PI
Muhammad Ichwan
[1]
, Winarno Sugeng
[2]
, Nurdiansyah
[3]


Jurusan Teknik Informatika
Institut Teknologi Nasional


ABSTRAK

Sebagian besar router dengan kemampuan handal dan memiliki banyak fitur relatif cukup
mahal. Raspberry Pi adalah sebuah SBC (Single Board Computer) seukuran kartu kredit yang
dapat dijadikan sebagai pengganti router yang memiliki harga lebih ekonomis dan memiliki
fitur yang tidak jauh seperti dedicated router. Namun raspberry pi bukan didedikasikan
sebagai router seutuhnya, melainkan sebuah prosesor multifungsi. Sehingga kondisi performa
router raspberry pi perlu diperhatikan agar selalu dalam keadaan optimal, sehingga perlu
dilakukan monitoring performa router raspberry pi, metode pada jaringan yang dapat
dimanfaatkan untuk melakukan monitoring performa router raspberry pi adalah System
Monitoring dan Quality of Service (QoS). Oleh sebab itu, dikembangkan sebuah sistem yang
ditanam pada router raspberry pi dengan memanfaatkan Python programming, Django
Framework dan sqlite3. Sistem ini dapat memperoleh nilai qos sebagai hasil uji performa
router raspberry pi.

Kata Kunci: monitoring performa router, raspberry pi, quality of service (qos), Python
programming.

ABSTRACT
Most routers with powerful capabilities with has many features relatively expensive.
Raspberry Pi is a SBC (Single Board Computer) which size of a credit card that can be used
as a substitute for a router that has a more economical price and has a feature that does away
with the router as usual. But the raspberry pi is not as dedicated router, but rather a
multifunction processor. So the raspberry pi router performance conditions need to be
considered in order to always be optimal, so it needs to be monitored performance routers
raspberry pi, the method in which the network can be utilized to monitor the performance of
the router raspberry pi is System Monitoring and Quality of Service (QoS). Therefore,
develop a system that be planted on the router raspberry pi by using programming Python,
Django Framework and sqlite3. The system can acquire qos value as a result of the
performance test router raspberry pi.

Keywords: monitoring proforma router, raspberry pi, quality of service (qos), Python
programming.




2

PENDAHULUAN
Router memiliki banyak variasi
dari segi harga dan kemampuan. Router
dengan kemampuan yang handal dan
memiliki banyak fitur relatif cukup mahal.
Raspberry Pi adalah sebuah SBC (Single
Board Computer) seukuran kartu kredit
yang muncul pada tahun 2006. Raspberry
Pi menggunakan System on a Chip (SoC)
dari Broadcom BCM2835 dan juga sudah
mendukung prosesor ARM1176JZF-S 700
MHz, RAM 512 MB, Ethernet (RJ45), USB
2.0 Port, dan operating system. Dengan
kemampuan yang dimiliki raspberry pi
maka sangat mungkin untuk
mengembangkan hal-hal baru, seperti
membangun web server untuk mengelola
penggunaan protokol kamunikasi HTTP
dan HTTPS, webcam server yang mungkin
dapat mengakses webcam dimana saja
dengan bantuan koneksi internet, dan tentu
salah satunya membuat raspberry pi
sebagai router. Hal yang akan
dikembangkan didalam penelitian ini, yaitu
mengembangkan raspberry pi sebagai
router yang memiliki kemampuan dan fitur
yang tidak sederhana. Dengan harapan
router yang dikembangkan menggunakan
raspberry pi dapat menjadi solusi untuk
mendapatkan router yang memiliki
kemampuan dan banyak fitur yang terdapat
pada router tersebut
Namun raspberry pi itu sendiri
bukan didedikasikan untuk router
seutuhnya, melainkan sebuah prosesor
multifungsi. Oleh karena itu, kondisi
performa router raspberry pi perlu
diperhatikan agar selalu dalam keadaan
optimal. Untuk mengukur dan melihat
seberapa optimal performa router
raspberry pi perlu dilakukan monitoring
dan pengukuran performa router raspberry
pi. Hal penting yang harus diperhatikan
dalam melakukan monitoring dan
pengukuran performa router raspberry pi
yaitu metode dalam pengujiannya. Quaity
of Service (QoS) dan System Monitoring
adalah suatu metode atau teknik pada
jaringan yang dapat dimanfaatkan untuk
melakukan monitoring dan pengukuran
performa router raspberry pi, dengan
menggunakan metode tersebut dapat
membantu mengetahui informasi sejauh
mana performa router raspi, salah satunya
melakukan pendekatan pada parameter-
parameter metode QoS.
Solusi yang diterapkan pada
umumnya menggunakan aplikasi
monitoring dan pengukuran jaringan
seperti Multi Router Traffic Grapher
(MRTG) dan Iperf, namun pada aplikasi-
aplikasi tersebut memiliki keterbatasan
dalam monitoring dan pengukuran
performa router raspberry pi karena data
yang dihasilkan dari aplikasi tersebut harus
diolah secara lebih lanjut dari data yang
sudah didapat untuk kebutuhan monitoring
dan pengukuran performa router raspberry
pi, oleh sebab itu akan dikembangkan
sistem yang dapat melakukan monitoring
dan pengukuran performa router raspberry
pi. Sehinga dengan dikembangkan sistem
yang kemudian diintegrasikan dengan
raspberry pi tidak hanya dapat melakukan
monitoring performa router raspberry pi,
melainkan dapat digunakan sebagai alat
ukur untuk mengetahui kualitas jaringan
yang disediakan oleh penyedia layanan
internet.

Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang masalah
yang telah dikemukakan, maka dapat
dirumuskan beberapa masalah sebagai
berikut:
1. Kebutuhan perangkat keras apa saja
yang dibutuhkan untuk
mengembangkan sistem monitoring
performa router raspberry pi.
2. Bagaimana cara me-monitoring dan
mengukur performa router raspberry pi
dengan mengacu pada parameter-
parameter Quality of Service (QoS).

Tujuan
Adapun tujuan dari penelitian tugas
akhir ini adalah membangun sebuah sistem
monitoring performa router raspberry pi
3

dengan menerapkan metode Quality of
Service (QoS)

Batasan masalah
Untuk lebih mempermudah dalam
penelitian tugas akhir ini perlu
dilakukannya pembatasan masalah.
Adapun yang dibatasi dalam penelitian
tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Dalam melakukan monitoring dapat
dilakukan dengan dua cara, yaitu
monitoring pasif dan monitoring aktif.
Dalam penelitian ini hanya melakukan
monitoring aktif dan tidak melakukan
monitoring pasif.
2. Parameter-parameter Quality of Service
(QoS) yang digunakan dalam
melakukan monitoring dan pengukuran
performa router raspberry pi adalah
throughput, packet loss, latency (delay),
dan jitter.
3. Sistem integrasi yang dibangun untuk
melakukan monitoring dan pengukuran
menggunakan Python script

Metodologi Pengembangan Sistem
Metodologi pengembangan sistem
dilakukan dengan menggunakan
metodologi prototype sebagai konsep
pengembangan sistem. Pendekatan ini
sesuai dengan sumulasi sistem, karena
kelebihannya dalam memberikan
gambaran lengkap mengenai sistem yang
akan dikembangkan. Pengujian dilakukan
menggunakan metoda alpha dan beta
untuk mengetahui performa aplikasi dalam
melakukan pemantauan terhadap raspberry
pi. Tahapan prototype yang akan
diterapkan dalam pengembangan sistem
meliputi beberapa bagian sebagai berikut:
1. Mempelajari bagian-bagian mengenai
pemantauan pada performa router.
2. Menentukan parameter-parameter
yang dapat digunakan untuk mengukur
performa router raspberry pi.
3. Menentukan disiplin ilmu yang
digunakan sebagai landasan teori dan
membuat perancangan sistem.
4. Membuat sampel prototype.
5. Membangun sistem prototype
menggunakan bahasa pemrograman
Python.
6. Melakukan pengembangan terhadap
prototype.

LANDASAN TEORI
Quality of Service (QoS)
[1]

QoS (Quality of Service),
dijelaskan dalam rekomendasi CCITT
E.800 adalah efek kolektif dari kinerja
layanan yang menentukan derajat kepuasan
seorang pengguna terhadap suatu layanan.
Menurut Ningsih dkk (2004) QoS adalah
kemampuan sebuah jaringan untuk
menyediakan layanan yang lebih baik lagi
bagi layanan trafik yang melewatinya.
Dapat disimpulkan bahwa Qality of
Service (QoS) adalah kemampuan suatu
jaringan untuk menyediakan layanan yang
baik dengan menyediakan bandwidth,
mengatasi jitter dan delay. Parameter QoS
adalah latency, throughput, packet loss,
jitter, MOS, echo cancellation dan PDD.
Pada penelitian ini, parameter QoS
yang digunakan untuk mengukur performa
raspberry pi diantaranya adalah:

1. Troughput
Throughput, yaitu kecepatan (rate)
transfer data efektif, yang diukur dalam
bps. Troughput merupakan jumlah total
kedatangan paket yang sukses yang
diamati pada destination selama interval
waktu tertentu dibagi oleh durasi interval
waktu tersebut. Persamaan perhitungan
throughput:
Throughput = Paket data diterima
Lama Pengiriman

Tabel 2 Standar Nilai Throughput
Throughput
Kategori Throughput
Sangat
Bagus
100 %
Bagus 75 %
Sedang 50 %
Jelek < 25 %
(Sumber: TIPHONE dan Politeknik Telkom)

4


2. Packet Loss
Packet Loss, merupakan suatu
parameter yang menggambarkan suatu
kondisi yang menunjukkan jumlah total
paket yang hilang, dapat terjadi karena
collision dan congestion pada jaringan dan
hal ini berpengaruh pada semua aplikasi
karena retransmisi akan mengurangi
efisiensi jaringan secara keseluruhan
meskipun jumlah bandwidth cukup
tersedia untuk aplikasi-aplikasi tersebut.
Umumnya perangkat jaringan memiliki
buffer untuk menampung data yang
diterima. Jika terjadi kongesti yang cukup
lama, buffer akan penuh, dan data baru
tidak akan diterima. Persamaan
perhitungan Packet Loss:
Packet Loss = (PD - PDT) * 100%
PDK
Ctt: PD = Paket dikirim
PDT = Paket data diterima
PDK = Paket data dikirim

Tabel 3 Standar Nilai Packet Loss
Packet Loss
Kategori Packet Loss
Sangat Bagus 0 %
Bagus 1 - 3 %
Sedang 4 - 15 %
Jelek 16 - 25 %
(Sumber: TIPHONE dan Politeknik Telkom)

3. Delay (Latensy)
Delay (latency) adalah waktu yang
dibutuhkan data untuk menempuh jarak
dari asal ke tujuan. Delay dapat
dipengaruhi oleh jarak, media fisik,
kongesti atau juga waktu proses yang lama.
Persamaan perhitungan Delay (latency):
Delay = Total Delay _
Total paket data yang diterima
Tabel 4 Standar Nilai Latency
(Delay)
Latency
(Delay)
Kategori Delay (Latancy)
Sangat Bagus < 150 ms
Bagus 150 s/d 300 ms
Sedang 300 s/d 450 ms
Jelek > 450 ms
(Sumber: TIPHONE dan Politeknik Telkom)



4. Jitter
Jitter atau variasi kedatangan paket, hal
ini diakibatkan oleh variasi-variasi dalam
panjang antrian, dalam waktu pengolahan
data dan juga dalam waktu penghimpunan
ulang paket-paket di akhir perjalanan jitter.
Jitter lazimnya disebut variasi delay,
berhubungan erat dengan latency yang
menunjukkan banyaknya variasi delay
pada taransmisi data jaringan. Delay
antrian pada router dan switch dapat
menyebabkan jitter. Persamaan
perhitungan Jitter:
Jitter = Total Variasi Delay _
Total paket data yang diterima

Tabel 5 Standar Nilai Jitter
Jitter
Kategori Jitter
Sangat Bagus 0 ms
Bagus 0 s/d 75 ms
Sedang 75 s/d 125 ms
Jelek 125 s/d 225 ms
(Sumber: TIPHONE dan Politeknik Telkom)

ANALISIS DAN PERANCANGAN
Dalam pengembangan aplikasi
yang diberi nama MPRRPI (Monitoring
Performa Router Raspberry Pi), akan
dilakukan perancangan menggunakan
sebuah workflow untuk mengetahui alur
sistem, flowchart dan use case yang akan
menggambarkan kasus yang akan
ditangani oleh sistem.

Kebutuhan Perangkat Lunak
Kebutuhan perangkat lunak yang
akan digunakan dalam penelitian dan
pengembangan sistem diantaranya sebagai
berikut, yaitu:
1. Linux Debian Wheezy Raspbian
092013, dibutuhkan sebagai
operating sistem yang digunakan
untuk raspberry client dan raspberry
ISP.
2. Linux Ubuntu desktop 12.04 LTS 32
bit, dibutuhkan sebagai operating
sistem yang digunakan untuk PC
client.
5

3. Tamplate web dari aplikasi MPRRPI,
dikembangkan dengan menggunakan
framework Django (Django 1.4).
4. Scripting yang digunakan untuk
membuat modular interface web
menggunakan bahasa pemrograman
Python (Python v2.7.3).
5. Teks editor yang digunakan untuk
compile script menggunakan gedit.
6. Database yang digunakan aplikasi
MPRRPI menggunakan sqlite3.
7. Browser yang digunakan untuk
mengakses aplikasi MPRRPI,
menggunakan google chrome
(v31.0.1650.57).

Kebutuhan Perangkat Keras
Kebutuhan perangkat keras yang
akan digunakan untuk keperluan
implementasi sistem diantaranya sebagai
berikut, yaitu:
1. Dua buah Raspberry Pi model B
yang diantaranya berfungsi sebagai
ISP server dan host client.
2. Dua buah USB to interface yang
digunakan pada kedua raspberry pi
agar setiap raspberry pi dapat
digunakan sebagai router.
3. Dua buah SD Card 16GB class 10
yang digunakan pada kedua
raspberry pi sebagai media
penyimpanan data dan operating
sistem.
4. Dua buah adapter dengan keluaran
5v-2a yang digunakan pada setiap
raspberry pi sebagai media untuk
mengalirkan sumber tegangan
untuk raspberry pi.
5. Satu buah PC client yang
digunakan untuk melakukan
pemantauan terhadap ISP server.

Workflow Sistem
Untuk menggambarkan cara kerja sistem
dari aplikasi yang akan dikembangkan,
akan dibuat workflow yang
memperlihatkan setiap tahapan proses
yang dilakukan oleh user dan sistem.
Gambar 1 merupakan workflow dari
aplikasi MPRRPI


Gambar 1 Workflow Sistem
6

Berikut adalah penjelasan dari
setiap tahapan proses yang dilakukan
sesuai dengan penomoran yang telah
ditentukan.
1. Administrator membuka sebuah web
browser melalui PC client, kemudian
mengakses URL address IP host
server yang merupakan tempat
disimpannya aplikasi MPRRPI
(melalui http://192.168.xxx.xxx:8000).
2. Setelah laman aplikasi MPRRPI
tampil pada browser, administrator
melakukan login terlebih dahulu untuk
melakukan proses validasi sistem agar
dapat masuk pada laman utama
aplikasi. Setelah proses validasi
berhasil dan laman utama tampil,
selanjutnya administrator melakukan
konfigurasi dan capture quality of
service terhadapa ISP server
menggunakan konektifitas SSH.
3. Setelah proses capturing berhasil,
maka service monitoring quality of
service aktif berjalan sebagai service
yang berfungsi untuk mendapatkan
informasi quality of service ISP
server. Seluruh data hasil monitoring
akan dikirim kepada host client.
4. Data hasil monitoring yang diterima
oleh host client, kemudian disimpan
kedalam database (sqlite3) sebagai
file log.
5. Selanjutnya data log akan diambil
untuk dikonversi menjadi sebuah
informasi monitoring oleh ORM
Django, kemudian data tersebut
dikirim pada tamplate aplikasi.
6. Proses terakhir adalah proses dimana
data yang telah dikonversi oleh ORM
Django akan ditampilkan pada
tamplate aplikasi. Report yang dikirim
akan ditampilkan dalam bentuk grafik,
teks, dan angka.

Main Flowchart
Seperti yang ditinjukan pada
Gambar 2 dijelaskan flowchart sistem dari
main flowchart aplikasi MPRRPI. Setiap
inisialisasi, proses, decision, dan output
pada flowchart ditandai dengan penomoran
blok secara berurutan.


Gambar 2 Main Flowchart Sistem
Berikut adalah penjelasan setiap
nomor pada main flowchart aplikasi
MPRRPI.
1. Merupakan state awal dari aplikasi.
2. Pada state ini administrator melakukan
login terlebih dahulu untuk dapat
masuk pada halaman aplikasi, dengan
memasukan username dan password.
Pada aplikasi ini hanya memberikan
akses terhadap administrator jaringan
yang telah ditentukan, sehingga pada
aplikasi MPRRPI tidak terdapat menu
sign up.
3. Pada state decision ini dilakukan
validasi username dan password yang
dimasukan oleh administrator. Apabila
username dan password valid dan
sesuai dengan parameter yang telah
ditentukan sebelumnya, maka sistem
akan menuju pada state selanjutnya,
7

yaitu state empat. Sedangkan apabila
validasi username dan password tidak
sesuai dengan parameter maka sistem
akan kembali pada state sebelumnya,
yaitu state dua. Untuk potongan
source code yang digunakan pada
state decision ini dapat dilihat pada
Bab 4 Implementasi Gambar 3
Implementasi Validasi Login.
4. Jika proses validasi berhasil maka
administrator akan dihadapkan pada
dua pilihan, yaitu menu capture dan
report. Apabila menu capture dipilih,
maka proses selanjutnya menuju state
5, sedangkan apabila administrator
memilih menu report maka proses
selanjutnya menuju state 6.
5. Jika menu capture yang dipilih, maka
sistem akan menampilkan halaman
capture, dimana pada halaman
tersebut terdapat menu konfigurasi
untuk melakukan capture performa.
6. Jika menu report yang dipilih, maka
sistem akan menampilkan halaman
report, dimana akan ditampilkan hasil
monitoring berupa info grafik dan
tabel info data.
7. Pada state decision ini apabila
administrator melakukan request
untuk keluar (logout) dari aplikasi,
maka sistem akan keluar dari aplikasi,
sedangkan apabila administrator
melakukan cancel maka sistem akan
kembali pada state 4.
8. State end adalah state akhir dari
aplikasi, jika administrator tidak
melakukan apapun terhadap sistem
maka sistem akan masuk pada state
ini.

Use Case
Use case diagram merupakan
diagram yang menggambarkan kasus yang
akan ditangani oleh sistem. Gambar 3
menjelaskan interaksi antara aktor
administrator dengan komponen-
komponen utama pada sistem, yaitu
capture dan report.


Gambar 3 Use Case

IMPLEMENTASI
Untuk mendukung kebutuhan
implementasi akan dilakukan beberapa
tahapan, diantaranya instalasi kebutuhan
sistem dan konfigurasi sistem pada aplikasi
MPRRPI. Setiap router dibangun dengan
operating system yang sama, yaitu Debian
Wheezy Raspbian 092013 32 bit

Update Repository Debian Wheezy
Raspbian
Update repository adalah tahap
awal didalam melakukan instalasi
kebutuhan sistem, update repository
bertujuan untuk melakukan update
package pada operating system wheezy
raspbian, sehingga dapat meningkatkan
performa seluruh sistem yang tertanam
pada operating system wheezy raspbian.
$ apt-get update

Instalasi Sqlite3
Tahap selanjutnya adalah
melakukan instalasi Sqlite3 sebagai
database yang digunakan untuk keperluan
sistem.
$ apt-get install sqlite3



8

Instalasi Library Python
Tahap selanjutnya adalah
melakukan instalasi library Python yang
berguna untuk development sistem.
$apt-get install Python-
setuptools Python-pip

Instalasi Module Library Python
Tahap selanjutnya adalah
melakukan instalasi modul-modul Python
untuk mendukung kebutuhan sistem.
$pip install -r requeirments.txt

Konfigurasi Web Server
Tahapan selanjutnya adalah
melakukan konfigurasi web server agar
aplikasi MPRRPI dapat dijalankan pada
sistem Raspberry PI host server.
$ python manage.py runserver
0.0.0.0:8000 > /dev/null 2>&1 &

PENGUJIAN
Berikut adalah pengujian dari
aplikasi MPRRPI yang dilakukan.

Capture Monitoring Quality of Service
Dalam capture monitoring quality
of service dilakukan pengujian dengan
mengirimkan 10 paket data kepada router
raspberry pi dengan masing-masing paket
data sebesar 1024 Kbyte.
Gambar 4 adalah hasil pengujian
parameter Quality of Service terhadap
router raspberry pi yang menunjukan
kondisi performa router raspberry pi
dalam keadaan sangat baik.


Gambar 4 Capture Quality of Service


Informasi Quality of Service
Dalam informasi Quality of Service
akan dilakukan pengujian sistem terhadap
performa router raspberry pi. Dimana
seluruh parameter Quality of Service akan
ditampilkan melalui sebuah grafik.
Gambar 5 adalah grafik yang
menunjukan performa router raspberry pi.

9


Gambar 5 Informasi Quality of Service Raspberry PI

KESIMPULAN
Dari hasil pengujian, dapat
disimpulakan engine capture monitoring
dapat diimplementasikan dan berjalan
dengan baik untuk mengukur quality of
service yang meliputi pengukuran delay,
packet loss, jitter, dan throughput pada
raspberry pi. Harapan untuk penelitian dan
pengembangan sistem selanjutnya, router
raspberry pi bukan hanya dapat melakukan
monitoring aktif, tetapi dapat melakukan
monitoring pasif, mendiagnosis kualitas
jaringan, dan memiliki kemampuan
firewall untuk keamanan jaringan.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Tiphon. 1999. Telecommunications
and Internet Protocol Harmonization
Over Networks (TIPHON) General
aspects of Quality of Service (QoS),
DTR/TIPHON-05006
(cb0010cs.PDF).
[2] Politeknik Telkom. 2012. Bab 4
Kualitas Layanan pada Sistem
Telekomunikasi.
[3] Emergency Operations Manual.
2002. Monitoring, Evaluation and
Audit in Emergencies, Technical
Reference Paper prepared by the
Office of the inspector General (OIG)
and the Emergency and Post Conflict
Division (EPC).
[4] Naprianto, 23 April 2002, Python dan
Pemrograman Linux. ANDI,
Yogyakarta.