Anda di halaman 1dari 4

TUGAS KEWIRAUSAHAAN

BUDIDAYA JAMUR TIRAM PUTIH



Dosen Pembimbing:

Drs. Dwi Prasetyo T.K.W.

Disusun Oleh:
1. Richard Fernando Sihombing 051.08.039
2. Dinda Edrya 051.11.012
3. Galuh Chandra Nayo 051.11.017
4. Ilya Tri Asmara 051.11.020
5. Pandu Muhammad Haeqal 051.11.053




JURUSAN TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN
UNIVERSITAS TRISAKTI
2014
Jamur tiram merupakan salah satu jenis jamur yang cukup popular di tengah masyarakat
Indonesia. Pada umumnya jamur tiram dikonsumsi oleh masyarakat sebagai sayuran untuk kebutuhan
sehari-hari. Namun sebagian orang menjalankan bisnis olahan jamur tiram misalnya berbentuk keripik
jamur tiram dan bentuk lain, selain itu kandungan gizi jamur tiram lebih tinggi lebih tinggi dibandingkan
jamur jenis lain.
Selain itu budidaya jamur tiram juga menjanjikan keuntungan yang lain karena :
1. Budidaya Jamur Tidak Mengenal Musim
2. Bahan Baku Murah dan Mudah Diperoleh
3. Bisa Dibudidayakan di lahan sempit
4. Hasil Jamur mudah terserap oleh pasar
5. Modal Usaha relatif Rendah
6. Hasil bisa dipetik tiap hari
7. Siapapun bisa membudidaya jamur
8. Budidaya jamur tidak menimbulkan pencemaran
9. Jamur sebagai pangan alternatif
Budidaya jamur tiram memiliki beberapa keunggulan dan kemudahan dalam proses budidayanya
sehingga dapat dikelola sebagai usaha sampingan ataupun usaha ekonomis skala kecil, menengah dan
besar (Industri).

Selain itu biaya investasi awal yang harus kita keluarkan yaitu sebagai berikut :
Biaya Produksi
Biaya Pembuatan kumbung 1000 Baglog @Rp.200 = Rp.200.000
Biaya Pembelian Bibit Rp.1.500 x 1.000 = Rp.150.000
Biaya instalasi = Rp.150.000
Biaya Pegawai Tetap = Rp.500.000
Listrik = Rp.150.000
Biaya Transportasi = Rp.250.000

Total = Rp.1.400.000

Kemampuan tumbuh jamur setiap baglog
Diasumsikan 50 % x berat baglog
0,5 x 1,25 kg = 0,626 kg/baglog
0,625 x 1000 baglog = 625 kg

Menghitung Pendapatan
Kemampuan tumbuh jamur setiap baglog
Diasumsikan 50 % x berat baglog
0,5 x 1,25 kg = 0,626 kg/baglog
0,625 x 1000 baglog = 625 kg
Jika harga jual jamur per kg Rp.8000 maka,
Rp.8000 x 625 kg = Rp.5000.000
Perolehan kotor penjualan jamur tiram segar dapat bertahan hingga 5 bulan.
Keuntungan bulan ke 2 = Rp.5000.000-Rp.1.400.000
Total Keuntungan = Rp.3.600.000 per bulan


Hal lain yang penting adalah menjaga lingkungan pertumbuhan jamur tiram terbebas dari
mikroba atau tumbuhan pengganggu lainnya.
Ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk melakukan budidaya jamur tiram ini, tahapan
pemeliharaan atau penanaman jamur tiram meliputi persiapan sarana produksi dan tahapan budidaya
jamur tiram. Tahapan ini merupakan proses budidaya jamur tiram dari mulai pembuatan media sampai
proses pemanenan jamur tiram.
Ruangan Budidaya Jamur Tiram pada dasarnya bangunan bisa memanfaatkan ruangan yang ada
dalam rumah, biasanya bangunan untuk budidaya Jamur Tiram bangunan jamur terdiri dari beberapa
ruangan, diantaranya:
Ruang persiapan
Ruang persiapan adalah ruangan yang berfungsi untuk melakukan kegiatan Pengayakan,
Pencampuran, Pewadahan, dan Sterilisasi.

Ruang Inokulasi
Ruang Inokulasi adalah ruangan yang berfungsi untuk menanam bibit pada media tanam, ruang
ini harus mudah dibersihkan, tidak banyak ventilasi untuk menghindari kontaminasi (adanya
mikroba lain).

Ruang Inkubasi
Ruangan ini memiliki fungsi untuk menumbuhkan miselium jamur pada media tanam yang
sudah di inokulasi (Spawning). Kondisi ruangan diatur pada suhu 22 28 derajat dengan
kelembaban 60% 80%. Ruangan ini dilengkapi dengan rak-rak bambu untuk menempatkan
media tanam dalam kantong plastic (baglog) yang sudah di inokulasi.

Ruang Penanaman
Ruang penanaman (growing) digunakan untuk menumbuhkan tubuh buah jamur. Ruangan ini
dilengkapi juga dengan rak-rak penanaman dan alat penyemprot/pengabutan. Pengabutan
berfungsi untuk menyiram dan mengatur suhu udara pada kondisi optimal 16 22 derajat C
dengan kelembaban 80 90%.Peralatan yang digunakan pada budidaya jamur di antaranya,
Mixer, cangkul, sekop, filler, botol, boiler, gerobak dorong, sendok bibit, centong. Jika ingin
berhasil memang harus lengkap menyiapkan sarana produksinya. (net/jpnn)