Anda di halaman 1dari 34

[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 1





KATA PENGANTAR


Puji syukur saya panjatkan ke khadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan
khidayah-nya, sehingga saya berhasil menyelesaikan laporan kerja praktek yaitu proyek
Paramount Skyline Tower di CBD-Gading Serpong.
Dengan kesungguhan dan di lakukan di sela-sela kesibukan kuliah dan bekerja dan
adanya berbagai keterbatasan yang di miliki penulis.Namun demikian berkat bimbingan dari
dosen,dorongan, serta bantuan dari berbagai pihak seperti : para pembimbing di proyek yang
selalu membantu di sela-sela pekerjaan yang harus di lakukakan,maka berbagai keterbatasan dan
hambatan yang di hadapi tersebut akhirnya dapat diatasi.
Akhirnya dengan teriring doa semoga segala bantuan yang telah di berikan mendapatkan
balasan dari Allah SWT. Amin



Tangerang,12 januari 2014






Triana Utami





[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 2

DAFTAR ISI


Lembar Pengesahan..................... i
Lembar Penilaian..... ii
Surat Izin Kerja Praktek...... iii
Surat Keterangan Kerja Praktek...... iv
Surat Keterangan Telah Kerja Praktek.... v
Lembar Absensi Kerja Praktek ....... vi
Kata Pengantar .... vii
Daftar Gambar..... viii
Daftar Isi .....ix

BAB I PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang...1
I.2. Maksud dan Tujuan....2
I.3. Metode Studi.................3
I.4. Lingkup Pembahasan.....3
I.5. Sistematika Pembahasan................3

BAB II PENGENALAN PERUSAHAAN
II.1.Profil Perusahaan..............8
II.2. Visi Dan Misi Perusahaan................9
II.3. Struktur Organisasi Perusahaan.......................9
II.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Perusahaan ....................................10

BAB III PENGENALAN PROYEK
III.1. Latar Belakang Proyek.. 13
III.2. Data Proyek................. 14
III.3. Struktur Organisasi Proyek ............................................................. 15
III.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Proyek......... 15
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 3

BAB IV MANAJEMEN PROYEK
IV.1. Pengendalian Waktu......................... 20
IV.1.1 Aspek Pendukung Manajemen Waktu ... 21
IV.2. Manajemen Procurement..................................................... 24
IV.3. Manajemen SDM 24
IV.4 Manajemen Biaya 25
IV.4.1 Aspek Pendukung Manajemen Biaya. 26

BAB V TINJAUAN UMUM PEKERJAAN PROYEK

BAB VI LIPUTAN PEKERJAAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK

BAB VII TINJAUAN KHUSUS PEKERJAAN FINISHING

BAB VIII PENUTUP
VIII.1. Kesimpulan .... 101
VIII.2. Saran .. 102

DAFTAR PUSTAKA. 103

LAMPIRAN.... 104









[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 4

BAB I
PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang
Dalam pendidikan Arsitektur dibutuhkan berbagai pengetahuan yang luas, baik dalam
bidang teori Arsitektur maupun dalam bidang praktek saat di lapangan pekerjaan. Kedua bidang
tersebut memiliki keterkaitan yang saling mendukung satu sama lain.Tetapi dalam kondisi yang
sesungguhnya, perencanaan yang didasari oleh teori yang sudah ada terkadang tidak berjalan
sesuai yang di harapkan pada saat proses perancangan berlangsung.Dan di sini seorang arsitek
harus dapat bertanggung jawab saat terjadinya perubahan sesuai fungsi yang diharapkan.
Dan inilah yang menjadi salah satu hambatan mahasiswa jika memasuki dunia kerja ketika
lulus nanti,mereka tidak memiliki bekal dalam bidang praktek untuk memasuki dunia kerja,karena
mereka hanya mendapatkan bidang teori yang diperoleh di kampus dan tentu saja teori yang
didapatkan masih kurang dan belum tentu sama dengan praktik kerja dilapangan.
Dalam jurusan Arsitektur terdapat pelajaran Arsitektur Interior,dipelajaran tersebut
mempelajari tentang Arsitektur dalam bangunan(interior), tetapi pengetahuan yang diperoleh hanya
sekilas tentang teori di karenakan SKS (satuan kredit semester) yang di berikan tidak cukup dalam
memperlajari secara lebih dalam sehingga di butuhkan pengetahuan lebih dalam di lapangan.
Oleh karena itu Program Studi Teknik Arsitektur Institut Teknologi Indonesia di semester 7
memiliki program akademis yang sudah sesuai dengan kurikulum yang di tetapkan oleh Kementrian
Pendidikan Nasional yaitu mata kuliah kerja praktek yang bertujuan agar mahasiswa/i dapat
memperdalam ilmu Arsitektur ke dalam dunia kerja dan dapat mengetahui baik itu situasi dan rekan
kerja dilapangan,sehingga dapat meningkatkan pengetahuan baik yang sudah ada maupun yang
belum didapatkan dan siap terjun ke dunia kerja ketika lulus kuliah.





[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 5

I.2. Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan diadakan kerja praktek di Proyek PARAMOUNT SKYLINE TOWER yang
berlokasi di CBD GADING SERPONG yaitu sebagai berikut :
1. Mahasiswa dapat memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu pengetahuan
arsitektur khususnya di bidang interior yang telah diperoleh dalam perkuliahan untuk
diterapkan dalam lapangan kerja.
2. Mahasiswa dapat mengenal pelaksanaan dan proses desain arsitektur interior yang
sebenarnya.
3. Mahasiswa dapat membandingkan antara teori yang dikerjakan di kampus dengan praktik
kerja yang berhubungan tentang interior di lapangan.
4. Mahasiswa dapat memperdalam wawasan terhadap system kerja interdisiplin secara
professional khususnya pada pelaksanaan interior.
5. Mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dan wawasan serta pengalaman dalam
pengerjaan desain Arsitektur secara detail di masyarakat.
6. Sedangkan bagi perusahaan tempat kerja praktek, analisis dalam karya tulis ini dapat
berguna dan bermanfaat sebagai evaluasi kerja, sehingga dapat meningkatkan hal-hal
yang baik dan mengurangi semua kesalahan di kemudian hari.


Mata kuliah kerja praktek ini bertujuan sebagai berikut :
1. Untuk menambah pengetahuan,keterampilan, dan pemahaman yang tidak didapat
langsung dalam perkuliahan.
2. Sebagai sarana pelatihan dalam penyusunan laporan untuk suaru penugasan.
3. Untuk menyiapkan tenaga kerja yang ahli dan siap pakai dalam masyarakat dan
wiraswastawan dalam bidang Arsitektur.




[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 6


Dan manfaat yang di dapat sebagai berikut :
1. Memberikan gambaran dunia kerja yang sebenarnya kepada mahasiswa sebegai bekal
untuk kemudian hari.
2. Memperoleh pengalaman,pengamatan dan pengenalan visual secara langsung mengenai
kondisi yang ada dilapangan.

I.3. Metode Studi

Dalam melakukan pelaksanaan kerja praktek dan guna dalam pembuatan laporan kerja
praktek, maka dibutuhkan beberapa metode studi yang digunakan sebagai acuan pencarian data dan
fakta dalam pelaksanaan pekerjaan praktek. Metode studinya antara lain :
Pengumpulan data, yaitu penghimpunan data perusahaan dan proyek yang berkaitan
dengan lapangan pekerjaan.
Diskusi, yaitu kegiatan tanya jawab dengan pembimbing lapangan pekerjaan untuk
memberikan penjelasan dan pemahaman lebih detail mengenai permasalahan lapangan kerja.
Wawancara, yaitu untuk memperkuat landasan teori, penulis juga melakukan
wawancara dengan orang yang bersangkutan di dalam proyek

I.4. Lingkup Pembahasan

Pada proses Kerja Praktek ini, lingkup pembahasan berada pada tinjau khusus yang lebih
mendalami tentang Arsitektur interior



[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 7

I.5. Sistematika Pembahasan
Garis besar sistematika pembahasan pada laporan Kerja Praktek ini adalah sebagai
berikut :
Bab I : Pendahuluan
Bab ini menjabarkan perihal latar belakang,maksud dan tujuan,metode studi,lingkup pembahasan
dan sistematika pembahasan.
Bab II : Pengenalan Perusahaan
Bab ini menjabarkan perihal perusahaan Proyek Paramount Skyline,berupa sejarah ,perijinan
perusahaan,visi misi perusahaan,susunan pengurus,manajemen proyek,cara mendapatkan proyek.

Bab III : Pengenalan Proyek
Uraian umum tentang proyek Proyek Paramount Skyline Tower,berupa : identifikasi teknis
proyek,tujuan dan sasaran proyek,struktur organisasi proyek,data teknis proyek.

Bab IV : Manajemen Proyek
Merupakan uraian proses manajerial dalam pasca atau pada pelaksanaan proyek Paramount
skyline Tower.

Bab V : Tinjuan Pekerjaan Proyek
Merupakan uraian keseluruhan dari pekerjaan yang dilakukan dalam proyek,berupa data dan
fakta lapangan yang serta lingkup pekerjaan yang diamati.


[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 8

Bab VI : Pelaksanaan Pekerjaan Proyek
Mencakup pekerjaan yang diamati dan ditangani dalam hal pekerjaan finishing,pengawas
lapangan dengan pembuatan weekly report dan monthly report.
Bab VII : Penutup
Mencakup tentang kesimpulan yang di temukan serta kritik dan saran terhadap proyek dan
penyusunan laporan kerja praktek












[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 9

BAB II
PENGENALAN PERUSAHAAN

II. 1. Profil perusahaan
PT. PP DIRGANEKA adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang bisnis kontruksi
dan building management.Perusahaan ini berdiri dengan Standar Internasional ISO 9001,OHSAS
18001 dan ISO 14001 dengan sasaran merealisasikan Kebijakan Mutu dan K3L Perusahaan
khusus dalam bidang usaha kontraktor dan pengelolaan gedung. Mayoritas kepemilikan saham
PT PP Dirganeka dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT PP (Persero).
PP DIRGANEKA adalah pada awalnya perusahaan bergerak dalam bidang Perdagangan,
seiring dengan banyaknya permintaan akan Jasa Konstruksi dan Jasa Pengelolaan Gedung maka
PT PP Dirganeka mengembangkan diri pada bidang tersebut. Dengan melihat hasil kerja dan
kemampuan yang dimiliki oleh PT PP Dirganeka kemudian memfokuskan diri pada Usaha Jasa
Konstruksi dan Jasa Pengelolaan Gedung.
PT PP DIRGANEKA telah berkembang menjadi perusahaan yang besar dengan
kepercayaan Pelanggan untuk menangani proyek-proyek Jasa Konstruksi seperti : Gedung
Perkantoran, Rumah Sakit, Pusat Perbelanjaan, Bangunan Pendidikan, Pekerjaan civil seperti :
dermaga, dinding penahan tanah dan lain-lainnya. Sedangkan Jasa Pengelolaan Gedung PT PP
Dirganeka dipercaya Untuk mengelola Gedung Perkantoran, Apartemen, Pertokoan dan lain-lain,
di lingkup pekerjaan penyedia jasa housekeeping, security, tenaga manejemen perawatan
peralatan mekanikal dan elektrikal gedung. Hingga saat ini PT PP Dirganeka telah memiliki
karyawan lebih dari 200 orang diseluruh Indonesia meliputi Jabodetabek, Jawa, Bali,
Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.





[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 10

II.2. Visi dan Misi Perusahaan
Visi : Menjadi perusahaan kelas menengah,usaha utamanya di bidang jasa pengelolaan
gedung yang mengutamakan kualitas produk dan pelayanan,sehingga menjadi perusahaan yang
mampu bersaing di tingkat nasional

Misi : Menjadikan Layanan Jasa Kontruksi dan Pengelolaan Gedung kepada
masyarakat Indonesia agar dapat member nilai tambah kepada

II.3. Struktur Organisasi Perusahaan









Gambar 2.1 struktur organisasi perusahaan
Sumber : Dokumen Paramount,2011


PT.PP DIRGANEKA
ENGINEERING
ENGINEERING MAINTENANCE
PROCUREMENT
CONTRUCTION
DESIGN REPAIR/SERVICE SUPPLY MATERIAL
AND INSTALL
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 11

II.4. Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Perusahaan
a. Komisioner
Komisioner adalah seseorang menyelenggarakan perusahaanya dengan
melakukan perjanjian-perjanjian atas namanya sendiri atau firmanya,dan dengan
mendapatkan upah atau provisi tertentu, atas order dan atas beban pihak lain, serta
memiliki tanggung jawab untuk melakukan pengawasan terhadap operasional
perusahaan.

b. Direktur Utama
Bertanggung Jawab kepada : Komisioner
Tugas dan Tanggung Jawab :
Mengkoordinasikan semua direksi dalam menjalankan fungsi, tugas, wewenang
dan tanggung jawab masing-masing
Memberi laporan perkembangan dalam pengendalian perusahaan sesuai dengan
operasional yang telah berjalan berdasarkan anggaran dasar perusahaan kepada
dewan Direksi/BOD (Board of Director)
Merumuskan dan menetapkan suatu kebijakan dan program umum
perusahaan,atau organisasi sesuai dengan batas wewenang yang diberikan oleh
suatu badan pengurus atau badan pimpinan yang serupa seperti dewan komisaris.
Direktur bertanggung jawab atas kerugian PT yang di sebabkan ketidaksesuaian
operasional kepengurusan.Namun,apabila kerugian di hasilkan karena kerugian
bisnis dan direktur tidak dapat dipersalahkan atas kerugian PT.

c. Sekretaris
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama
Tugas dan Tanggung jawab :
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 12

Menyelenggarakan urusan surat menyurat termasuk penyimpanan dokumen dari
seorang pimpinan.
Menyusun konsep surat menyurat dan dalam bidang kearsipan, membantu pimpinan
dalam penyesuaian jadwal, dan membantu pimpinan dalam menjalankan organisasi
perusahaan.
Bertanggung jawab atas penyusunan kearsipan perusahaan dan kegiataan operasional
perusahaan dalam kegiatan rapat dan penjadwalan harian Pimpinan

d. Direktur Operasional
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama
Tugas dan Tanggung Jawab :
Merencanakan, melaksanakan, mengatur, dan mengkoordinasikan kegiatan
operasional perusahaan yang ditugasi oleh Direktur Utama.
Melakukan peninjauan dan pengawasan terhadap proyek perusahaan yang sedang
berjalan
Mempersiapkan strategi dan rencana pelaksanaan proyek
Bertanggung jawab terhadap kegiatan operasional dalam perusahaan


e. Direktur SDM

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama
Tugas dan Tanggung Jawab :
Merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan strategi di bidang
pengelolaan dan pengembangan SDM dalam suatu perusahaan.
Bertanggung jawab terhadap kualitas kinerja SDM dan hubungannya dengan
perusahaan, hingga pembelanjaan per departemen sesuai dengan anggaran-anggaran
yang disetujui.

[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 13

f. Direktur Keuangan
Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama
Tugas dan Tanggung Jawab :
Mengkoordinasi penyusunan rencana Anggaran perusahaan

Mengatur dan mengelola finansial dalam perusahaan
Memastikan pengelolaan keuangan dalam proyek dan perusahaan tidak mengalami
kerugian
Bertanggung jawab terhadap kerugian dan keuntungan finansial perusahaan


g. Direktur Pemasaran

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama
Tugas dan Tanggung Jawab :
Mengawasi dan memgendalikan departemen pemasaran dengan bertanggung jawab
kepada Direktur Utama dalam pencapaian target-target perusahaan.
Mengawasi dan mengimplementasikan perusahaan sesuai dengan perkembangan
bisnis
Bertanggung jawab atas penjualan, penawaran, dan presentasi produk perusahaan

h. Manajer IT

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama (Secara tidak langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab :
Mengawasi dan Mengendalikan website perusahaan dan semua computer perusahaan
yang di tugasi oleh Direktur Utama.
Bertanggung jawab atas kerusakan website dan computer perusahaan




[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 14

i. Manajer Akuntan & Pajak

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Keuangan (Secara langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab :

Mengolah dan memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pengambil
keputusan mengenai posisi keuangan danhasil operasi bisnis.

Pengembangan dan pemakaian informasi akuntansi yang menggambarkan posisi
keuangan yang sesungguhnya dan hasil operasi perusahaan.
Akuntansi keuangan berhubungan dengan penyiapan laporan keuanganuntuk
pengguna eksternal, seperti kreditur,investor dan pemasok.
Laporan keuangan meliputi : neraca,laporan laba-rugi dan laporan perubahan posisi
keuangan.

j. Manajer Kontruksi

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab :

Sebagai Quality Control untuk menjaga kesesuaian antara perencanaan dan
pelaksanaan.
Mengantisipasi terjadinya perubahan kondisi lapangan yangtidak pasti dan mengatasi
kendala terbatasnya waktu pelaksanaan.
Memantau prestasi dan kemajuan proyek yang telahdicapai, hal itu dilakukan dengan
opname (laporan) harian,mingguan dan bulanan.
Hasil evaluasi dapat dijadikan tindakan pengambilankeputusan terhadap masalah-
masalah yang terjadi di lapangan.
RAB, Schedule, Barchard, Ochat.

[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 15

k. Manajer Engineering

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab :

Membuat rencana, gambar-gambar dan rincian tentang kebutuhan material.
Memberikan persetujuan atas surat-surat sehubungan dengan pembelian material.


l. Manajer Procerrement

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab :

Membuat laporan tentang pembelian dan pemakaian bahan pada proyek.
Melaksanakan pembelian bahan-bahan yang akan digunakan, baik pembelian dari
dalam maupun luar negeri.
Membuat schedule pembelian material.

m. Manajer HSE

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Utama (Secara tidak langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab :

Membuat strategi dan kebijakan mewakili manajemen untuk memastikan berkelanjutan
lingkungan dan penjaminan keselamatan dan kesehatan seluruh kayawan.
Menetapkan dan menegakan standar, melengkapi pelatihan dan pendidikan, dan
mendorong perbaikan berkelanjutan ditempat kerja.

n. Project Control

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 16

Mengontrol jalannya proyek dan mengkoordinasikan team yang terlibat dalam suatu
proyek agar tujuan suatu proyek dapat tercapai.
Melaporkan kondisi proyek kepada Direktur Operasional.
Mengontrol progress fisik (kemajuan pekerjaan) dengan membuat laporan progress
report mingguan dan bulanan.
Mengontrol shop drawing
Mengontrol biaya proyek.

o. QA/QC Manajer

Bertanggung Jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab :

Merencanakan dan mengembangkan program yang berhubungan dengan standarisasi,
perubahan dan pengawasan kualitas.

Menginstruksikan dan memberikan saran yang berhubungan dengan tindakan
penanganan claim.
Menginstruksikan pencapaian standar perusahaan dan kontrol kualitas dalam setiap
proses antar divisi, dan memberikan saran yang berhubungan dengan
Mengembangkan pendidikan dan pelatihan yang berhubungan dengan standarisasi
dan pengawasan kualitas kepada karyawan.

p. Dokumen Kontrol

Bertanggung jawab kepada : Direktur Operasional (Secara langsung)
Tugas dan Tanggung Jawab:

Mengontrol dokumen dokumen proyek
Menjaga dokumen dokumen proyek


[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 17

BAB III
PENGENALAN PROYEK
III. 1.Latar Belakang Proyek












PARAMOUNT SKYLINE Tower merupakan bangunan dengan tipologi bangunan komersil
dan edukasi yaitu Hotel, Apartemen dan Universitas fungsi utama yaitu PARAMOUNT SKYLINE
Apartemen.Bangunan terdiri dari 18 lantai terletak pada kawasan CBD-Gading Serpong. Kawasan CBD
merupakan tempat yang sangat strategis di karenakan berada didaerah dengan intensitas perkembangan
kota yang baik,diantaranya berada di kawasan komersial area.
PARAMOUNT SKYLINE Tower berdiri dengan latar belakang melihat kebutuhan manusia yang
menginginkan tempat tinggal yang praktis meningkat dan melihat kawasan CBD-Gading yang
pertumbuhan ekonomi nya sangat baik.
Gambar 3.1 Tampak PARAMOUNT SKYLINE TOWER
(sumber : dokumen PP Dirganeka)


[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 18

PARAMOUNT SKYLINE Tower terdiri dari 1 massa ,6 tower dan 4 Lt. podium, tower A adalah
universitas,tower B,C,D,E,F adalah apartement dan hotel, hotel berada di lantai paling atas yaitu berada di
lantai 1-8 sedangkan apartement berada di lantai 9-18.Ada beberapa lantai yang tidak ada seperti lantai
4,13 dan 14 dikarenakan mengikuti hukum feng shui,pada lantai P2 terdapat kolam renang.Untuk
Universitas sudah di buka pada pertengahan 2013,untuk Apartemen di rencanakan akan mulai di buka
pertengahan tahun 2014 dan Hotel sudah di buka akhir tahun 2013.
III. 2.Data Proyek
A. Nama Proyek : Proyek Pembangunan Paramount Skyline Tower
B. Fungsi Proyek : Apartement, Hotel dan Universitas
C. Alamat Proyek : CBD Gading Serpong,Tangerang Selatan
D. Peta Lokasi :
E. Batas-Batas Proyek








Utara : Summarecon Mal Serpong
Selatan : Ruko
Timur : Ruko
Barat : Ruko
F. Pemberi Tugas : PT. Paramount Propertindo
G. Kontraktor Utama : PT. PP Dirganeka
H. Konsultan Manajemen Kontruksi : PT. Prosys Bangun Persada
I. Konsultan Perencana Struktur : PT.Adinata Surya Pratama (in house)
Lokasi proyek
Gambar 3.2. Lokasi proyek PARAMOUNT SKYLINE Tower
(sumber : dokumen PP Dirganeka)
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 19

J. Konsultan Arsitek : Detail Studio (in house)
K. Konsultan Mekanikal dan Elektrikal : PT. Narama Mandiri (iin house)
L. Jenis Kontrak : Lumpsum
M. Masa Pekerjaan : 351 hari (17 Juli 2012 30 Juni 2013)
N. MasaPemeliharaan : 360 hari (1 Juli 2013 26 Juni 2014)
O. Site Plan :











P. Jumlah Lantai : 18 lantai ( Lt. P1,P2,P3,1-3,5-12,15-18,Lt.atap,atap
Tangga) + 1 lantai basement
Q. Sekup Pekerjaan :
Pekerjaan Struktur
1) Struktur Bawah
Pile Cap
Tie Beam dan Slab Basement
Retaining Wall Basement
2) Struktur Atas
Kolom
Gambar 3.3. Site Plan PARAMOUNT SKYLINE Tower
(sumber : Dokumen PP Dirganeka)
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 20

Balok dan Slab
Faade Dinding
Tangga
Pekerjaan Arsitek
Finishing Dinding
Finishing Lantai
Finishing Plafond
Finishing Pintu dan Jendela
Finishing Aksesoris Pintu dan Jendela
Finishing Kulit Luar
Finishing Mahkota Tower
Finishing Ornamen
Pekerjaan Mekanikal dan Elektrikal
Pada proyek pembangunan Paramount Skyline Tower ini PP dirganeka selaku main
kontraktor hanya mengerjakan pekerjaan : Pekerjaan Plumbing









[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 21

III. 3. STRUKTUR ORGANISASI PROYEK
























General Manager
Beda Ria R
SOM SIPIL
Budi H
Project Manager
Iman Faried
GSP
Dedi S
su
SOM ME
Agus W
SAM
Ahmad Z
Peralatan
Warsono
GSP
Toni H
GSP
Suratno
Akuntansi 1
Achmad F
Akuntansi 2
Ahmad Z
QSHE
Ahmad Zulkani
SEM
M.Kusnin
POP
Yudi P.
Drafter
Aris D.P.
Drafter Teknik
Mara N.P.
Aris D.P.
Staf Teknik
Rifqi H.
Aris D.P.
Logistik
Solehudin
Aris D.P.
Gambar 3. 4. Struktur Organisasi Proyek PARAMOUNT SKYLINE Tower
(Sumber : dokumen PP Dirganeka)

[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 22

III. 4.Tugas dan Tanggung Jawab Pengurus Proyek

A. President Director
Direktur utama adalah pemilik perusahaan yang berperan dalam pembangunan proyek sebagai
pemilik wewenang tertinggi dalampelaksanaan dan teknis proyek.
Tugas dan tanggung jawab meliputi :
a) Memimpin kegiatan perusahaan yang berada dalam peraturan perusahaan dan tanggung jawab
atas semua kegiatan perusahaan
b) Menentukan garis-garis kebijaksanaan dalam membuat suatu keputusan
c) Menandatangani surat-surat dan dokumen-dokumen penting perusahaan

B. Operational Director
Koordinator lapangan pada pembangunan proyek yang memiliki wewenang di bawah President
Director
Tugas dan tanggung jawab meliputi :
a) Melakukan koordinasi langsung dengan President Director dan Project Director tentang kebijakan
dan kondisi lapangan

C. Project manager
Bertanggung jawab atas pengorganisasian dan pengawasan proyek dilapangan agar dapat di
pertanggung jawabkan kepada President Director.
Tugas dan tanggung jawab Project Manager :
a) Bertanggung jawab langsung kepada pemberi tugas atas seluruh kegiatan proyek dalam hal
mutu,biaya dan waktu
b) Membuat dan mengontrol time schedule dari proyek yang akan dilaksanakan
c) Menyetujui dan menandatangani semua dokumen yang bersifat usulan,permintaan, pembelian
dan pembayaran
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 23

d) Menyampaikan/menandatangani laporan bulanan tentang pelaksanaan proyek

D. QSHE Coordinator
Kordinator dalam keselamatan kerja para pekerja
Tugas dan Tanggung jawab :
a) Bertanggung jawab atas system manajemen keamanan dan keselamatan kerja (SMK3)
b) Berperan sebagai ketua panitia Pembina K3 sebagaimana tanggung-jawab mutu dan K3 yang
ditetapkan dalam pedoman system manajemen perusahaan.


















[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 24

BAB IV
MANAJEMEN PROYEK


Manajemen Proyek adalah sebuah usaha temporer yang dilakukan untuk menciptakan
proyek atau jasa,keahlian,alat dan teknik untuk aktivitas proyek guna memenuhi atau melampaui
kebutuhan yang di harapkan oleh stekholder dari proyek tersebut.Manajemen proyek memiliki
manfaat yang sangat menguntungkan bagi tiga pihak yang seling terlibat yaitu pemilik,
kontraktor, dan konsultan.







Pemilik
(owner)
Konsultan Kontraktor
Memerlukan
manajemen proyek
Gambar 4.1. Diagram Hubungan Kebutuhan Manajemen Proyek
(sumber : www.google.co.id)

[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 25

Beberapa manfaat dari manajemen proyek,diantaranya sebagai berikut :
Memenuhi kebutuhan dari proyek dan pelanggan
Mengurangi jumlah pekerjaan yang mungkin terlewati
Mengendalikan waktu pelaksanaan (jadwal),budget, dan sumber daya proyek
Memaksimalkan pemakaian sumber daya

Dalam menjalankan manajemen proyek, dibutuhkan beberapa keahlian manajemen yang lebih terperinci
untuk mengelola sesuai dengan bidang dan tugasnya, diantaranya adalah :
1. Fokus manajemen waktu adalah menentukan penyusunan atau struktur perincian kerja,
menentukan hubungan ketergantungan diantara tugas tugas proyek, memperkirakan usaha dan
durasi tugas, menyusun jadwal proyek, monitoring dan pembaharuan kemajuan proyek, membuat
perubahan untuk estimasi dan jadwal. Fokus manajemen waktu meliputi Perncanaan mutu,
pemastian Mutu dan Kendali Mutu.
2. Fokus manajemen procurement adalah pengadaan, pengembangan pelaksanaan, monitoring
kontrak dengan jasa vendor, memilih rekanan yang tepat, menyelesaikan kontrak setelah proyek
selesai.
3. Fokus manajemen SDM adalah penentuan keahlian yang dibutuhkan untuk melekukan berbagai
tugas, peran dan tanggung jawab, memilih kadidat potensial dan sebagainya.
4. Fokus manajemen biaya mencakup penentuan kategori biaya proyek estimasi penggunaan
masing masing sumber daya dalam masing-masing katagori, penganggaran untuk biaya yang
diperkirakan dan kemudian mengontrol biaya saat proyek berjalan



IV. 1 Manajemen Waktu

Manajemen proyek waktu adalah semua tentang rekaman waktu yang dihabiskan oleh orang-
orang pada sebuah proyek. Pada saat proses perekaman melibatkan waktu yang dihabiskan untuk
tugas-tugas, menggunakan timesheet. Proses waktu membantu manajer mengetahui apa, bagaimana,
kapan, tugas-tugas yang telah terlaksana ataupun yang belum terlaksana.

[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 26

Fokus pada manajemen waktu, salah satu manajemen yang diperhatikannya adalah
manajemen mutu. Manajemen waktu adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang
menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu perusahaan/organisasi. Dalam rangka
mencukupkan kebutuhan pelanggan dan ketepatan

waktu dengan anggaran yang hemat dan ekonomis, seorang manager proyek harus
memasukkan dan mengadakan pelatihan management kualitas. Hal hal yang menyangkut kualitas
yang di maksud diatas adalah :

Produk/pelayanan/proses pelaksanaan
Proses management proyek itu sendiri
Dalam manajemen mutu,terdapat beberapa aspek pekerjaan, diantaranya adalah :
Perencanaan mutu seorang manajer proyek mendefinisikan apa saja yang akan
mempresentasikan mutu dan bagaimana mutu tersebut diukur.
Pemastian mutu meliputi bagaimana mengawasi seluruh mutu proyek untuk melihat
apakah standarnya telah dipenuhi.
Kendali mutu manajer proyek memeriksa output aktual untuk mengevaluasi
kesesuaiannya dengan standar yang telah ditetapkan dalam rencana.


IV.1.1 Aspek Pendukung Manajemen Waktu

A. Kurva S

Dalam mengendalikan waktu pelaksanaan proyek agar sesuai dengan target pelaksanaan,
dibutuhkan sebuah jadwal perencanaan pelaksanaan proyek yang telah diperhitungkan
berdasarkan bobot pekerjaan kemampuan administrasi proyek tersebut. Dengan pembuatan
jadwal pelaksanaan proyek, maka terdapat pengendalian yang menunjukan idealnya waktu proses
pelaksanaan proyek, yaitu dengan menggunakan kurva-S. Selain untuk mengendalikan progress
pelaksanaan proyek, kurva-S juga dapat digunakan untuk mengendalikan biaya administrasi.
Untuk menggambarkan kurva S, dapat diasumsikan biaya setiap item terdistribusi
secara merata selama durasinya. Kondisi ini tidak selamanya benar, karena dimungkinkan
suatu item pekerjaan dengan biaya pembelian material yang besar (menyerap lebih dari 50%
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 27

dari total harga pekerjaan tersebut) akan diserap di awal pekerjaan tersebut dan sisa durasi
dilakukan untuk biaya pemasangannya.


B. Laporan Pelaksanaan Proyek

Untuk memantau progress pelaksanaan proyek dan sebagai dokumentasi, dibutuhkan
bentuk laporan-laporan yang akan disampaikan kepada pihak yang terkait. Laporan tersebut
dinamakan laporan pelaksanaan proyek.
Laporan pelaksanaan proyek terbagi menjadi tiga jenis laporan berdasarkan waktunya

1. Laporan Harian
Laporan harian adalah laporan yang meliput segala kegiatan pekerjaan yang
dilakukan pada hari tersebut dengan progress pelaksanaan dan permasalahan yang
ditemuinya.
2. Laporan mingguan
Laporan mingguan adalah hasil kegiatan harian selama satu minggu serta
permasalahan atau hambatan yang terjadi.
3. Laporan Bulanan
Laporan bulanan adalah laporan hasil rekapitulasi dari laporan mingguan dan beserta
dengan laporan visual dalam bentuk foto-foto proyek.

C. RKS
Sebagai perencanaan mutu dibutuhkan sebuah acuan atau pedoman yang akan
ditetapkan sebagai kualitas dan persyaratan yang digunakan dalam pembangunan. Salah satu
acuan yang telah ditetapkan dalam perancangan tersebut adalah RKS (Rencana Kerja dan
Syarat-Syarat). RKS ini meliputi sekumpulan persyaratan baik persyaratan administrative
maupun persyaratan teknis.
Pada umumnya RKS terdiri atas RKS administrasi dan RKS Teknis. RKS
Administratif terdiri dari persyaratan administrasi dan umum. Sedangkan RKS Teknis terdiri
dari RKS Arsitektural, RKS Struktural, dan RKS Mekanikal Elektrikal (ME). Susunan daftar
[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 28

isi dalam sebuah dokumen RKS pada umumnya terdiri atas pasal-pasal. Setiap pasal
menjelaskan tentang definisi maupun kriteria persyaratan tertentu.
Dalam dokumen RKS Administrasi dan Umum, memuat persyaratan yang berkaitan
dengan pelaksana pembangunan, prinsip pembangunan, rencana anggaran pelaksanaan,
imbalan jasa/ honorarium, hingga pemeriksaan dan penyerahan bangunan serta pemeliharaan
bangunan. Muatan yang terdapat di dalamnya diantara definisi, tugas, wewenang dan
tanggung jawab, dasar hukum, maupun persyaratan yang ditetapkan pihak perencana.
Salah satu contoh dokumen RKS Administrasi dan Umum, terdapat didalamnya
beberapa pasal yakni:
1. Pemberi Tugas
2. Tim Pelaksana Pembangunan
3. Dasar-Dasar Pelaksanaan
4. Sumber Pembiayaan
5. Prinsip Dasar Pembangunan
6. Etika Pembangunan
7. Persyaratan Kualifikasi Tim Pelaksana pembangunan
8. Rencana Anggaran Pelaksana
9. Jadwal Waktu Pelaksana
10. Pembayaran Biaya Pembangunan
11. Imbalan Jasa
12. Pemeriksaan dan penyerahan Bangunan
13. Masa Pemeliharaan
14. Penutup

Pada bagian penutup, biasanya disebutkan bahwa persyaratan yang belum termuat dalam
dokumen RKS Administrasi dan Umum, akan diatur lebih lanjut dalam dokumen lain sesuai
dengan kesepakatan






[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 29

IV.2. Manajemen Procurement
Pengadaan adalah proses memperoleh barang ataupun jasa dari pihak di luar organisasi.
Manajemen Pengadaan adalah proses proses yang dilakukan untuk mendapatkan barang dan/atau jasa
yang dibutuhkan sebuah proyek dari luar organisasi yang didukungnya.
Untuk melaksanakan Manajemen pengadaan dengan efektif, dibutuhkan tahapan-tahapan
Manajemen Pengadaaan, diantaranya adalah :

1. Perencanaan pembelanjaan dan pengadaan
Proses menentukan apa yang dibutuhkan, kapan dibutuhkan dan bagaimana proses
pengadaannya. Dalam perencaan ini harus diputuskan apa yang harus diambil dari luar, tipe
kontrak dan menggambarkan kerja yang harus dilakukan oleh distributor kelak.
2. Perencanaan kontrak kerja sama
Proses menggambarkan kebutuhan produk atau servis yang diperlukan, yang digambarkan dalam
RFP, kriteria evaluasi dan SOW.
3. Permintaan respon dari distributor
Proses memperoleh informasi, tanggapan, penawaran atau proposal dari penjual
4. Memilih Distributor
Proses memilih suplier yang paling potensial melalui proses analisis suplier potensial dan
negosiasi
5. Administrasi kontrak kerja sama
Formalisasi pernyataan kerja sama
6. Penutupan Kontrak



IV.3 Manajemen SDM
Manajemen Sumber Daya Manusia dalam proyek adalah proses mengorganisasikan dan
mengelola atau menempatkan orang-orang yang terlibat dalam proyek, sehingga orang tersebut dapat
dimanfaatkan potensinya secara efektif dan efisien. Agar terlaksana, Manajemen SDM, memiliki tahapan
tahapan manajemen yaitu :



[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 30

1. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Mengidentifikasi dan mendokumentasikan perananan seseorang dalam proyek, tanggung
jawabnya dan bagaimana relasi pelaporan orang tersebut dengan orang-orang lain dalam proyek.
2. Akuisi Tim Proyek
Mengidentifikasi dan mendokumentasikan perananan seseorang dalam proyek, tanggung
jawabnya dan bagaimana relasi pelaporan orang tersebut dengan orang-orang lain dalam proyek.
3. Membangun Tim Proyek
Meningkatkan kompetensi dan interaksi anggota tim proyek, baik secara individual maupu secara
berkelompok untuk meningkatkan kinerja proyek.
4. Mengelola Tim Proyek
Memantau kinerja tim proyek dengan memberikan masukan atau motivasi, solusi ataupun sekedar
koordinasi dalam rangka meningkatkan kinerja proyek.


IV.4 Manajemen Biaya
Manajemen biaya proyek meliputi proses-proses yang diperlukan untuk menjamin agar anggaran
biaya yang telah disetujui cukup untuk menyelesaikan semua pekerjaan dalam lingkup proyek. Proses
utama dalam manajemen biaya proyek adalah :

1. Perencanaan Sumber Daya
Perencanaan sumber daya melibatkan penentuan apa jenis sumber daya fisik (orang, peralatan,
bahan) dan berapa jumlah masing-masing harus digunakan dan kapan mereka akan diperlukan
untuk melakukan kegiatan proyek.
2. Pengestimasian Biaya
Pengestimasian biaya melibatkan pengembangan perkiraan (estimasi) biaya sumber daya yang
diperlukan untuk menyelesaikan proyek kegiatan. Dalam menaksir biaya, penaksir
mempertimbangkan penyebab variasi estimasi akhir untuk tujuan pengelolaan proyek yang lebih
baik.
3. Penganggaran Biaya
Penganggaran biaya melibatkan mengalokasikan keseluruhan biaya perkiraan untuk kegiatan
individu atau bekerja paket untuk menetapkan biaya garis dasar untuk mengukur kinerja
proyek.Realitas dapat mendikte bahwa perkiraan dilakukan setelah persetujuan anggaran
disediakan, tetapi perkiraan harus dilakukan sebelum permintaan anggaran sedapat mungkin.

[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 31

4. Pengendalian Biaya
Pengendalian biaya yang bersangkutan dengan mempengaruhi faktor-faktor yang membuat
perubahan biaya dasar untuk memastikan bahwa perubahan disetujui. Menentukan yang biaya
dasar telah berubah, dan mengelola perubahan yang sebenarnya ketika dan sebagai mereka
terjadi.

IV.4.1 Aspek Pendukung Manajemen Biaya
Salah satu aspek pendukung manajemen biaya adalah adanya rencana anggaran biaya
(RAB). RAB ini adalah perhitungan biaya bangunan berdasarkan gambar bangunan dan
spesifikasi pekerjaan konstruksi yang akan dibangun, sehingga dengan adanya RAB dapat
dijadikan sebagai acuan pelaksanaan pekerjaannya nanti.
Dalam menghitung RAB diperlukan beberapa data yang diantaranya adalah gambar
rencana bangunan, spesifikasi teknis pekerjaan (RKS), volume masing-masing pekerjaan yang
akan dilakukan, dan jumlah pekerja saat pekerjaan dilaksanakan.

Beberapa cara menghitung RAB adalah :
1. Menghitung volume masing-masing pekerjaan
2. Membuat HSP (Harga Satuan Pekerjaan), yaitu, hasil kali dari upah/harga material dengan index
analisa yang kemudian dijumlahkan.
3. Membuat RAB yaitu, hasil kali dari Volume dan HSP untuk setiap sub item pekerjaan
4. Membuat Rekapitulasi (Bill of Quantity) yaitu, hasil kali dari volume dengan HSP kemudian
dijumlahkan dari masing-masing sub item pekerjaan.











[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 32

BAB V
TINJAUAN UMUM PEKERJAAN PROYEK


V.1.1 Pekerjaan Persiapan,Sarana, dan Prasarana

V.1.1 Pekerjaan Persiapan Lapangan
Pekerjaan persiapan adalah suatu pekerjan awal yang dilaksanakan dari keseluruhan substansi
pekerjaan yang akan dilaksanakan dengan tujuan memberikan kemudahan dan kelancaran dalam jadwal
pelaksanaan pekerjaan selanjutnya. Adapun lingkup pekerjaan persiapan sebagai berikut :

1. Dokumentasi foto proyek
Foto kegiatan dibuat oleh kontraktor sesuai pengarahan dari PT. PARAMOUNT
PROPERTINDO dengan ketentuan beberapa tahap sesuai dengan bobot pekerjaan yang
dilaksanakan

2. Pembersihan lapangan selama pekerjaan
kegiatan pembersihan dimulai pada keseluruhan bagian yang harus dibersihkan, dibongkar,
dan dipotong sesuai dengan persyaratan pada gambar sehingga pekerjaan selanjutnya dapat
dilakukan secara efisien dan meminimalisir gangguan pada saat pelaksanaan kerja.

3. Direksi keet

4. Tempat pekerja
Tempat tinggal sementara untuk para pekerja untuk beristirahat,tempat tersebut dibuat tidak
permanen dan berada di dalam kawasan proyek

5. Gudang
Tempat untuk penyimpanan alat-alat pekerjaan


[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 33

6. Listrik kerja
Kontraktor menyediakan alat-alat instalasi air/listrik kerja atas biaya sendiri. Alat-alat tersebut
selain untuk keperluan pekerjaan juga untuk fasilitas bagi pekerja.

7. Air kerja
Kontraktor menyediakan alat-alat instalasi air/listrik kerja atas biaya sendiri. Alat-alat tersebut
selain untuk keperluan pekerjaan juga untuk fasilitas bagi pekerja.
8. Pembuangan puing keluar lokasi
Seluruh puing atau material pekerjaan konstruksi harus di buang langsung tidak diperbolehkan
ditumpuk diarea kerja , untuk menjaga kebersihan dan tidak mengganggu aktifitas pekerja.

9. Pekerjaan pengukuran
Lingkup Pekerjaan termasuk di dalam lingkup pekerjaan persiapan pelaksanaan konstruksi ini
penyediaan tenaga, bahan material dan peralatan untuk pelaksanaan pekerjaan-pekerjaan
pengukuran dan pemasangan patok ukur.
pengukuran :

a. Pengukuran awal harus dilakukan guna menentukan posisi dinding baru di lapangan,
serta duga tinggi 0.00 (yakni sama dengan + 0.05 dari tinggi permukaan lantai ubin pc
bangunan, yang sudah ada sebelumnya).
b. Pengukuran selanjutnya dilaksanakan bertahap sesuai dengan tahapan pekerjaan yang
membutuhkannya, antara lain adalah :
Untuk penetapan pemasangan jendela-pintu baru
Untuk leveling plafond
Untuk leveling lantai
Posisi pemipaan & elektrikal
Untuk pengecekkan kebenaran kedudukan elemen-elemen kontruksi selama
pekerjaaanya





[PROYEK PARAMOUNT SKYLINE TOWER] LAPORAN KERJA PRAKTEK

Triana Utami (122132504) Page 34

V.1.2 Sarana dan Prasarana Pekerjaan

Dalam melaksanakan sebuah proyek, dibutuhkan sarana dan prasarana yang mendukung
pelaksaan pekerjaan. Peralatan dapat memberikan kemudahan dan efektifitas dalam pelaksanaan
pekerjaan serta menjaga keselamatan para pekerja dan bangunan itu sendiri.


Concrete Molen
Concrete Molen digunakan sebagai alat untuk mencampur beton agar
menjadi campuran yang homogeny dan siap untuk proses pelaksanaan
pengecoran.
Gambar 5.1 Concrete Molen
Sumber : Dokumen Pribadi


Scaffolding
Scaffolding adalah struktur sementara sebagai penyangga manusia
dan material dalam konstruksi. Scaffolding ini memiliki fungsi
sebagai penahan beton yang belum mampu memikul bebannya
sendiri pada saat pengecoran dan membantu pelaksanaan pelerjaan.
Gambar 5.2 Scaffolding sisi dalam bangunan
Sumber : Dokumen Pribadi