Anda di halaman 1dari 2

PERFORASI ESOFAGUS

LATAR BELAKANG
Perforasi esophagus atau lebih dikenal Sindrom Boerhave pertama kali
dikenalkan sebagai ruptur esophagus spontan pada tahun 1724. Sindrom
Boerhaave merupakan perforasi esophagus transmural. Perforasi esophagus
merupakan sebuah tantangan baik dalam hal diagnostik maupun terapeutik
karena dalam mendiagnosis Sindrom Boerhave sangat sulit karena kasus
tersebut sangat langka dan sering menunjukkan gejala yang tidak khas sehingga
sering terlambat dalam penanganannya.
Sebuah penilitian menunjukkan estimasi mortaliti adalah sekitar 35% dan
merupakan suatu keadaan perforasi yang lethal . Jika intervensi dilakukan lebih
dari 24 jam, angka mortality meningkat lebih dari 50% dan hamper 90% setelah
48 jam. Jika tidak ditangani, angka kematian mendekati 100%.


REKOMENDASI


PEMBAHASAN
Meningkatnya tekanan intraluminal pada lokasi penyempitan anatomi, juga
penyempitan lokasi oleh karena kehamilan, benda asing atau disfungsi fisiologis,
keadaan semua itu dapat menyebabkan ruptur esofagus.
Etiologi perforasi esophagus :
1. Perforasi spontan ( Sindrom Boerhave )
2. Benda asing
3. Trauma
4. Cedera intra operatif
5. Kehamilan
Penanganan Primer
Prinsip utama penanganan primer dan segera perforasi esofagus termasuk
diagnosis yang tepat, stabilisasi pasien, dan penilaian operatif dan non operatif.
Berdasarkan etiologi, perforasi esophagus adalah disebabkan oleh karena
emergensi pembedahan. Kebocoran esofagus dan isi dari gaster kedalam
mediastinum dapat menyebabkan proses inflamasi nekrotising yang dapat
menyebabkan sepsis, kegagalan organ, dan kematian.
Prinsip penanganan pembedahan
Repair primer pada lokasi perforasi dilakukan jika diagnosis tersebut lebh dari
24 jam. Kecuali perforasi servikal yang tidak dapat dicapai tetapi dapat di
drainase.