Anda di halaman 1dari 132

KANKER

DAN
KARSINOGEN
ESIS
Dr. Laela Hayu Nurani, M.Sc.,
Apt.
i
KATA PENGANTAR
Dalam menyelesaikan studinya, mahasiswa dituntut untuk mampu
memahami dan mengerti mengenai mata kuliah pilihan yang ditempuhnya
derajat kesarjanaan S1. Terutama untuk mahasiswa armasi S1, mahasiswa
diharapkan dapat menjelaskan mengenai seluk !eluk in"#rmasi
karsin#genesis atau yang !iasa dikenal dengan ilmu #nk#l#gi.
$uku materi kuliah pilihan karsin#genesis ini diter!itkan untuk dapat
dipakai #leh mahasiswa se!agai acuan dalam melaksanakan perkuliahan
karsin#genesis. $uku ini !erisikan materi untuk 1% kali tatap muka.
&ertemuan pertama dengan materi p#k#k Materi genetic meliput
pendahuluan, DNA se!agai materi genetika, Transkripsi dan Translasi.
&ertemuan kedua dengan materi p#k#k pr#li"erasi sel yang !erisikan De'nisi,
(en ) gen yang !erperan dalam pr#li"erasi, Siklus sel , Mekanisme
pr#li"erasi. &ertemuan ke tiga dengan materi A&*&T*S+S yang meliputi
de'nisi, (en, gen yang !erperan dalam ap#pt#sis, dan Mekanisme
ap#pt#sis. &ertemuan ke empat dengan materi Mutasi (enetik dan
p#lim#r'sme meliputi de'nisi, Mutasi yang menye!a!kan terjadinya kanker
dan, Mekanisme p#lim#r'sme. &ertemuan lima dengan materi -arsin#gen
yaitu de'nisi dan &enye!a! kanker. isik / sinar 0 radiasi1, 2irus, dan
Senyawa kimia. &ertemuan enam dengan materi Metabolisme senyawa
senyawa Karsinogen. &endahuluan Meta!#lisme, &eran en3im dalam
meta!#lism, Meta!ilisme senyawa,senyawa . senyawa Asetilamin#4urene.
!en3idine, dan Dimetilamin a3#!en3en. &ertemuan ke tujuh dengan materi
Meta!#lisme karsin#gen dan en3im ) en3im yang !erperan. $en3# /a1pyren,
$en3 /a1 anrasen, Dialkilnitr#samin, A4at#5in, 6strag#l, sa"r#l. Setelah 7jian
Tengan Semester pada pertemuan ke delapan dengan materi
-arsin#genesis, meliputi de'nisi karsin#genesis, -arsin#genesis karena 'sik.
karsin#genesis karena 8irus, karsin#genesis karena senyawa kimia.
&ertemuan ke sem!ilan dengan materi *!at anti -anker dimana terdapat
#!at her!al / la8#n#id1 serta #!at sintetis /d#5#ru!icin1, dan c#nt#h lainya.
ii
&ada pertemuan ke sepuluh dengan materi -#nsep dan teknis
+mun#hist#kimia yang !erisikan de'nisi, anti gen, anti!#dy, ikatan antigen
dan anti!#dy, teknis imun#hist#kimia. &ertemuan se!elas dengan materi
penulisan -#nsep dan teknis +mun#hist#kimia meliputi De'nisi, &em!uatan
!l#k &ara'n, depara'nasi, Teknik imun#hist#kimia. &ertemuan dua !elas
dengan materi 9ancangan dan perc#!aan pencarian antikanker yang
meliputi desain &erc#!aan -#mpre8enti" serta desain perc#!aan kem#terapi.
&ertemuan yang ketiga!elas dengan materi &enelusuran mekanisme
antikanker secara in 8itr#. &ertemuan empat!elas !erisi materi &enelusuran
mekanisme antikanker secara in vivo. &enyusun mengucapkan terimakasih
kepada semua pihak yang telah mem!antu penyusunan !uku ini.
$uku ini masih jauh dari sempurna, sehingga diharapkan adanya saran
atau kritik dari !er!agai pihak yang akan kami terima dengan tangan
ter!uka.
:#gyakarta, 1; Mei <=1%
&enyusun,
Dr. Laela Hayu Nurani, M.Si., Apt
iii
DAFTAR ISI
-A9S+N*(6N6S+S..............................................................................................i
-ATA &6N(ANTA9.............................................................................................ii
DATA9 +S+.......................................................................................................i8
&69T6M7AN 1..................................................................................................1
&69T6M7AN <................................................................................................11
&69T6M7AN >................................................................................................<?
&69T6M7AN %................................................................................................>@
&69T6M7AN @................................................................................................%@
&69T6M7AN A................................................................................................@<
&69T6M7AN B................................................................................................@B
&69T6M7AN ?................................................................................................A%
&69T6M7AN ?................................................................................................A%
&69T6M7AN ;................................................................................................B=
&69T6M7AN ;................................................................................................B=
&69T6M7AN 1=..............................................................................................;<
&69T6M7AN 11............................................................................................1=%
&69T6M7AN 1<............................................................................................1=B
i8
8
PERTEMUAN
MATERI POKOK!
Materi geneti"
# Pen$a%&l&an
'# DNA sebagai materi geneti"a
(# Trans"ri)si $an Translasi
# Pen$a%&l&an
(enetika dise!ut juga ilmu keturunan, !erasal dari kata gen#s /!ahasa
latin1, artinya suku !angsa,!angsa atau asal,usul. Secara C6tim#l#giDkata
genetika !erasal dari kata gen#s dalam !ahasa latin, yang !erarti asal mula
kejadian. Namun, genetika !ukanlah ilmu tentang asal mula kejadian
meskipun pada !atas,!atas tertentu memang ada kaitannya dengan hal itu
juga. (enitika adalah ilmu yang mempelajari seluk !eluk alih in"#rmasi
hayati dari generasi kegenerasi. (6N6T+-A adalah ilmu yang mempelajari
si"at,si"at keturunan /hereditas1 serta segala seluk !eluknya secara ilmiah.
*rang yang dianggap se!agai E$apak (enetikaE adalah F*HAN (96(*9
M6ND6L. *rang yang pertama mempelajari si"at,si"at menurun yang
diwariskan dari sel sperma adalah HA6G-6L /1?A?1.
'# Materi Geneti"a
Materi genetika terdiri dari kr#m#s#m dan gen. Salah satu materi
geneti"a yaitu kr#m#s#m yang terdiri atas DNA dan pr#tein.
+n"#rmasi geneti"a yang mengatur akti8itas sel terletak dalam struktur
DNA,nya dan !ukan pada pr#teinnya. Makin !anyak jumlah kr#m#s#m,
makin !esar kandungan DNA,nya.
1
Materi Genetika
A# DNA
DNA /de#5yri!#nucleic acid1 atau asam de#ksiri!#sa nukleat /ADN1
merupakan tempat penyimpanan in"#rmasi genetic. DNA /de#5yri!#nucleic
acid1 atau asam de#ksiri!#sa nukleat /ADN1 merupakan tempat
penyimpanan in"#rmasi genetik.
Struktur DNA
&ada tahun 1;@>, rances Grick dan Fames Hats#n menemukan m#del
m#lekul DNA se!agai suatu struktur heliks !eruntai ganda, atau yang le!ih
dikenal dengan heliks ganda Hats#n,Grick. DNA merupakan makr#m#lekul
p#linukle#tida yang tersusun atas p#limer nukle#tida yang !erulang,ulang,
tersusun rangkap, mem!entuk DNA haliks ganda dan !erpilin ke kanan.
Setiap nukle#tida terdiri dari tiga gugus m#lekul, yaitu .
, (ula @ kar!#n /<,de#ksiri!#sa1
, $asa nitr#gen yang terdiri g#l#ngan purin yaitu adenin /Adenin I A1
dan guanin /guanini I (1, serta g#l#ngan pirimidin, yaitu sit#sin /cyt#sine I
G1 dan timin /thymine I T1
, (ugus "#s"at
Berikut susunan struktur kimia komponen penyusun DNA :
$aik purin ataupun pirimidin yang !erkaitan dengan de#ksiri!#sa
mem!entuk suatu m#lekul yang dinamakan nukle#sida atau
<
de#ksiri!#nukle#sida yang merupakan prekurs#r elementer untuk sintesis
DNA.&rekurs#r merupakan suatu unsur awal pem!entukan senyawa
de#ksiri!#nukle#sida yang !erkaitan dengan gugus "#s"at.DNA tersusun dari
empat jenis m#n#mer nukle#tida.
-eempat !asa nitr#gen nukle#tida di dalam DNA tidak !erjumlah sama
rata.Akan tetapi, pada setiap m#lekul DNA, jumlah adenin /A1 selalu sama
dengan jumlah timin /T1.Demikian pula jumlah guanin /(1 dengan sitisin/G1
selalu sama.en#mena ini dinamakan ketentuan GhargaJ.Adenin /A1 selalu
!erpasangan dengan timin /T1 dan mem!entuk dua ikatan hidr#gen /AIT1,
sedagkan sit#sin /G1 selalu !erpasangan dengan guanin /(1 dan mem!entuk
> ikatan hir#gen /G I (1.
Sta!ilitas DNA heliks ganda ditentukan #leh susunan !asa dan ikatan
hidr#gen yang ter!entuk sepanjang rantai terse!ut.karean peru!ahan jumlah
hidr#gen ini, tidak mengehrankan !ahwa ikatan GI( memerlukan tenaga
yang le!ih !esar untuk memisahkannya. DNA merupakan makr#m#lekul
yang struktur primernya adalah p#linukle#tida rantai rangkap
!erpilin.Sturktur ini dii!aratkan se!agai se!uah tangga. Anak tangganya
adalah susunan !asa nitr#gen, dengan ikatan A,T dan (,G.-edua Ctulang
punggung tangganyaD adalah gula ri!#sa. Antara m#n#nukle#tida satu
dengan yang lainnya !erhu!ungan secara kimia melalui ikatan "#s"#diester.
1. Replikasi DNA
Materi genetika !erupa DNA mempunyai kemampuan heter#katalik,
yaitu mampu mem!entuk m#lekul kimia lain dari se!agian rantainya dan
aut#katalik, yaitu mampu memper!anyak diri. -etika terjadi pem!elahan
mit#sis, pita kem!ar yang !erpilin pada DNA akan dilepas se!agian #leh
en3im DNA p#limerase pada ikatan hidr#gen antara purin dan pirimidin.
+katan terse!ut lemah, sehingga mudah pecah di!andingkan dengan ikatan
k#8alen antara "#s"at dan de#ksiri!#sa. &ada materi genetika, setelah ikatan
masing,masing !erjauhan, selanjutnya akan mem!entuk pasangan !aru.
Se!agai c#nt#h, rantai A mendapat pasangan !aru $K, sedangkan rantai $
>
mendapat pasangan !aru AK maka ter!entuk dua DNA yang masing,masing
memiliki rantai A$K dan AK$.
2. Kode Genetika
&ada struktur DNA se!agai materi genetika, rangkaian purin dan
pirimidin !erkel#mp#k,kel#mp#k. Masing,masing kel#mp#k terdiri atas tiga
!asa nitr#gen /triplet1 yang dise!ut k#d#gen /k#de genetik1. -#d#gen
tertentu menentukan jenis asam amin# yang harus dirangkai. (am!aran
rangkaian terse!ut dapat dilihat se!agai !erikut. Dalam tu!uh manusia
terdapat <= macam asam amin# dengan "o$e*"o$e geneti"nya, seperti
pada ta!el !erikut ini.
%
Kode Genetika
+#RNA
9NA /ri!#nucleic acid1 atau asam ri!#nukleat merupakan
makr#m#lekul yang !er"ungsi se!agai penyimpan dan penyalur in"#rmasi
genetik. 9NA se!agai penyimpan in"#rmasi genetik misalnya pada materi
genetik 8irus, terutama g#l#ngan retr#8irus. 9NA se!agai penyalur in"#rmasi
genetik misalnya pada pr#ses translasi untuk sintesis pr#tein. 9NA juga
dapat !er"ungsi se!agai en3im / ri!#3im 1 yang dapat mengkalis "#rmasi
9NA,nya sendiri atau m#lekul 9NA lain.
Struktur RNA
9NA merupakan rantai tungga p#linukle#tida.Setiap ri!#nukle#tida
terdiri dari tiga gugus m#lekul, yaitu.
, @ kar!#n.
, !asa nitr#gen yang terdiri dari g#l#ngan purin /yang sama dengan
DNA1 dan g#l#ngan pirimidin yang !er!eda yaitu sit#sin /G1 dan 7rasil /71.
, gugus "#s"at
@
&urin dan pirimidin yang !erkaitan dengan ri!#sa mem!entuk suatu
m#lekul yang dinamakan nukle#sida atau ri!#nukle#sida, yang merupakan
prekurs#r dasar untuk sintesis DNA. 9i!#nukle#sida yang !erkaitan dengan
gugus "#s"at mem!entuk suatu nukle#tida atau ri!#nukle#tida. 9NA
merupakan hasil transkripsi dari suatu "ragmen DNA, sehingga 9NA
merupakan p#limer yang jauh le!ih pendek di!andingkan DNA.
. !er"edaan DNA dan RNA
&er!edaan antara DNA dan 9NA se!agai materi genetika dapat dilihat
pada ta!el !erikut.
DNA & RNA
#. Ma$am%ma$am RNA
9NA meliputi 9NA duta /9NA,d1, 9NA trans"er /9NA,t1, dan 9NA ri!#s#m
/9NA,r1.
a. 9NA duta /9NA,d1 9NA,d dalam materi genetika !er"ungsi mem!awa
in"#rmasi genetis. 9NA,d !ertindak se!agai p#la cetakan untuk mem!entuk
p#lipeptida dengan mengatur urutan asam amin# dari p#lipeptida yang
disusun. 9NA,d dise!ut juga k#d#n, karena !ertugas mem!awa k#de,k#de
genetik /!erupa urutan !asa nitr#gen1 dan se!agai cetakan untuk
mensintesis pr#tein.
!. 9NA trans"er /9NA,t1
9NA,t dalam materi genetika !er"ungsi menerjemahkan k#d#n dari 9NA,d
dan se!agai pengikat asam amin# yang akan disusun menjadi )rotein di
A
dalam ri!#s#m. &ada 9NA,t terdapat !agian yang !er"ungsi se!agai
antik#d#n yang !erhu!ungan dengan k#d#n dan !agian lain yang !er"ungsi
mengikat asam amin#.
c. 9NA ri!#s#m /9NA,r1
9NA,r pada materi genetika terdapat di dalam ri!#s#m dan dihasilkan
#leh gen khusus yang terletak di kr#matin pada n&"le&s.
(# Me"anisme Sintesis Protein ,Trans"ri)si $an Translasi-
&r#ses sintesis pr#tein dalam materi genetika meli!atkan DNA, 9NA,d,
9NAt, dan 9NA,r. Sintesis pr#tein di!angun di dalam ri!#s#m dengan asam
amin# yang terdapat di dalam plasma se!agai !ahannya. Sintesis pr#tein
terjadi melalui dua tahap se!agai !erikut.
a# Ta%a) trans"ri)si
Transkripsi merupakan pem!entukan0sintesis 9NA dari salah satu
rantai DNA, sehingga terjadi pr#ses pemindahan in"#rmasi genetik dari DNA
ke 9NA. ungsi ini dise!ut "ungsi %etero"atalis DNA karena DNA mampu
mensintesis senyawa lain yaitu 9NA. Se!uah rantai DNA digunakan untuk
mencetak rantai tunggal m9NA dengan !antuan en3im p#limerase. 6n3im
terse!ut menempel pada k#d#n permulaan, umumnya adalah k#d#n untuk
asam amin# meti#nin. &ertama,tama, ikatan hidr#gen di !agian DNA yang
disalin ter!uka. Aki!atnya, dua utas DNA !erpisah. Salah satu
p#linukle#tida !er"ungsi se!agai pencetak atau sense, yang lain se!agai
gen atau antisense. Misalnya pencetak memiliki urutan !asa (,A,(,A,G,T,
dan yang !er"ungsi se!agai gen memiliki urutan !asa k#mplemen G,T,G,T,
(,A. -arena pencetaknya (,A,(,A,G,T, maka 9NA hasil cetakannya G,7,G,7,
(,A. Fadi, 9NA G,7,G,7,(,A merupakan hasil k#pian dari DNA G,T,G,T,(,A
/gen1, dan merupakan k#mplemen dari pencetak.
Transkripsi DNA akan menghasilkan m9NA /messenger 9NA1. &ada
#rganisme eukari#t, m9NA yang dihasilkan itu tidak langsung dapat
B
!er"ungsi dalam sintesis p#lipeptida, se!a! masih mengandung segmen,
segmen yang tidak !er"ungsi yang dise!ut intron. Sedangkan segmen,
segmen yang !er"ungsi untuk sintesis pr#tein dise!ut e"son# Di dalam
nukleus terjadi pematangan0pemasakan m9NA yaitu dengan jalan
melepaskan segmen,segmen intr#n dan merangkaikan segmen,segmen
eks#n. (a!ungan segmen,segmen eks#n mem!entuk satu rantai0utas
m9NA yang mengandung sejumlah k#d#n untuk penyusunan p#lipeptida.
9antai m9NA ini dikenal se!agai sistron.
Gb# Proses )ematangan mRNA $engan memb&ang bagian
intron
&r#ses transkripsi ini terjadi di dalam inti sel /nukleus1. DNA tetap
!erada di dalam nukleus, sedangkan hasil transkripsinya dikeluarkan dari
nukleus menuju sit#plasma dan melekat pada ri!#s#m. +ni dimaksudkan
agar gen asli tetap terlindung, sementara hasil k#pinya ditugaskan untuk
melaksanakan pesan,pesan yang dikandungnya. Fika 9NA rusak, akan
segera diganti dengan hasil k#pian yang !aru
1. +nisiasi /permulaan1
Daerah DNA di mana 9NA p#limerase melekat dan mengawali
transkripsi dise!ut se!agai )romoter# Suatu pr#m#ter menentukan di
mana transkripsi dimulai, juga menentukan yang mana dari kedua untai
heliks DNA yang digunakan se!agai cetakan.
<. 6l#ngasi /pemanjangan1
?
Saat 9NA !ergerak di sepanjang DNA, 9NA mem!uka untaian heliks
ganda DNA dengan !antuan en3im p#limerase, sehingga ter!entuklah
m#lekul 9NA yang akan lepas dari cetakan DNA,nya.
>. Terminasi /pengakhiran1
Transkripsi !erlangsung sampai 9NA p#limerase mentranskripsi urutan
DNA yang dise!ut terminator# Terminat#r yang ditranskripsi merupakan
suatu urutan 9NA yang !er"ungsi se!agai k#d#n terminasi /k#de st#p1 yang
sesungguhnya. &ada sel pr#kari#tik, transkripsi !iasanya !erhenti tepat
pada akhir k#d#n terminasi, yaitu ketika p#limerase mencapai titik
terminasi sam!il melepas 9NA dan DNA. Se!aliknya, pada sel eukari#tik
p#limerase terus melewati sinyal terminasi, suatu urutan AA7AAA di dalam
m9NA. &ada titik yang jauh kira,kira 1= hingga >@ nukle#tida, m9NA ini
dip#t#ng hingga terlepas dari en3im terse!ut.
Aki!atnya, !asa,!asa nitr#gen yang telah !e!as pada rantai tunggal DNA
akan !ekerja se!agai cetakan /templet1 untuk ter!entuknya rantai 9NA.
9i!#nukle#sida tri"#s"at yang telah ada yaitu AT&, (T&, ST&, dan 7T& akan
terikat pada !asa nitr#gen yang sesuai dari rantai DNA. Dalam materi
genetika, AT& akan menempel pada !asa nitr#gen timin, (T& akan
menempel pada !asa nitr#gen sit#sin, ST& pada !asa nitr#gen guanin, dan
7T& pada !asa nitr#gen adenin.
Dua !uah "#s"at dari masing,masing ri!#nukle#sida tri"#s"at akan menjadi
ri!#nukle#sida m#n#"#s"at. Dengan !antuan en3im p#lymerase 9NA,
ri!#nukle#sida m#n#"#s"at akan !erga!ung mem!entuk rantai
ri!#nukle#tida, yang selanjutnya mem!entuk rantai tunggal 9NA se!agai
materi genetika. Setelah !e!erapa saat pem!entukan, 9NA melepaskan diri
dari cetakan DNA.
Dengan terlepasnya rantai 9NA, maka ikatan hidr#gen pada rantai DNA
yang telah terputus akan !erga!ung lagi sehingga ter!entuk lagi rantai
ganda DNA. Sintesis 9NA dimulai dengan !asa adenin atau guanin, dalam
;
hal ini ditentukan #leh !asa nitr#gen yang terdapat pada rantai DNA
cetakan.
Hasil rantai tunggal 9NA ini adalah 9NA,d yang segera keluar dari nukleus
sel menuju ribosom pada sit#plasma. Satu m#lekul 9NA,d mem!uat untaian
ri!#s#m untuk mensintesis p#lipeptida.
b# Ta%a) translasi
Setelah pada tahap transkripsi pada materi genetika, 9NA,d melekat ke
ri!#s#m maka 9NA,t akti" mengikat asam amin# yang larut dalam plasma.
Tiap 9NA,t mengikat asam amin# tertentu, selanjutnya di!awa ke ri!#s#m.
7jung 9NA,t !erkaitan dengan 9NA,d melalui !asa nitr#gen pasangannya.
$asa nitr#gen 9NA,d yang setangkup dengan !asa nitr#gen 9NA,d dise!ut
antik#d#n. Skema perjalanan sintesis )rotein pada materi
genetika se!agai !erikut.
DNA,t mencetak 9NA,d untuk mem!awa in"#rmasi pem!entukan
pr#tein !erdasar urutan !asa nitr#gennya.
9NA,d keluar dari inti menuju ri!#s#m dalam plasma.
9NA,t menuju ke ri!#s#m mem!awa asam amin# yang sesuai dengan
k#d#n yang di!awa 9NA,d. 9NA,t !erga!ung dengan 9NA,d sesuai
dengan pasangan !asa nitr#gen.
Asam,asam amin# yang terjadi !erjajar,jajar dengan urutan yang
sesuai k#de. Asam amin# di dalam ri!#s#m akan mem!entuk suatu
rangkaian yang dise!ut p#lipeptida. -umpulan p#lipeptida dise!ut
pr#tein.
1=
.awabla% Pertanyaan ini !
# .elas"an a)a yang $ima"s&$ DNA /
'# A)a yang $ima"s&$ RNa /
(# .elas"an )erbe$aan DNA $engan RNA /
0# .elas"an se1ara sing"at Me"anisme )embent&"an Protein /
11
PERTEMUAN '
MATERI POKOK!
Proli2erasi sel
# De3nisi
'# Gen gen yang ber)eran $alam )roli2erasi
(# Si"l&s sel
0# Me"anisme )roli2erasi
# Proli2erasi Sel
&r#li"erasi merupakan pertum!uhan yang dise!a!kan #leh pem!elahan
sel yang akti" dan !ukan dise!a!kan karena pertam!ahan ukuran sel.
&r#li"erasi memiliki keterkaitan dengan di"erensiasi, yaitu pr#ses
pertum!uhan spesialisasi susunan dan "ungsi. &r#li"erasi dan di"erensiasi
merupakan pr#ses penting dalam perkem!angan sel.
Hillie /<==@1, menyatakan, pr#li"erasi sel merupakan pengukuran
jumlah sel yang tum!uh dan mem!elah dalam medium kultur sel secara in
8itr#. &r#ses ini dapat diketahui dengan adanya 8ia!ilitas, k#n4uenitas dan
a!n#rmalitas pada sel kultur. 2ia!ilitas dide'nisikan se!agai jumlah sel,sel
yang mampu !erkem!ang dalam medium kultur. -#n4uen yaitu meratanya
sel se!agai sel m#n#layer sampai menutupi tissue disk. A!n#rmalitas apa!ila
sel terse!ut !erukuran mele!ihi ukuran sel n#rmal dan mengalami
peru!ahan !entuk dari asalnya.
&r#li"erasi sel menghasilkan dua sel yang !erasal dari satu sel.
-eadaan ini mem!utuhkan pertum!uhan sel yang kemudian diikuti #leh
pem!elahan /di8isi1 sel. pertum!uhan sel yang tidak terkendali merupakan
ciri khas kanker. Sel kanker secara umum !erisi !i#m#lekul yang diperlukan
untuk !ertahan, pr#li"erasi, di"erensiasi, kematian sel dan ekspresi tipe sel
dengan "ungsi khusus /cell,typespesi'cs "uncti#ns1. -egagalan regulasi
"ungsi inilah yang menghasilkan peru!ahan "en#tip dan kanker. &ada
jaringan n#rmal, pr#li"erasi sel mengarah kepada penam!ahan jaringan.
1<
Dimana jumlah sel tidak hanya tergantung kepada pr#li"erasi sel tetapi juga
#leh kematian sel. -eseim!angan antara pr#duksi sel !aru dan kematian sel
itulah yang mempertahankan sel yang tepat pada jaringan /h#me#stasis1.
'# Gen*gen yang ber)eran $alam )roli2erasi sel
Skema tum#r gen,gen yang !erperan dalam pr#li"erasi /pem!elahan
sel1 serta ap#pt#sis /kematian sel secara terpr#gram1
-eterangan.
Sel mengalami pr#li"erasi /pem!elahan sel1 dan ap#pt#sis.
&r#li"erasi melalui siklus sel. (1,S,(<,M
ase ( I gap, persiapan "ase !erikutnya.
ase S I sintesis
ase M I Mit#sis /meliputi &r#"ase, Meta"ase, Ana"ase, dan Tel#"ase1.
Siklus sel terse!ut dipengaruhi #leh gen,gen yang !erperan. (en yang
!ertanggung jawa! pada sel, terkait dengan pem!elahan sel dan kematian
sel ter!agi atas dua g#l#ngan, khususnya pada keterjadian sel kanker.
1. (en yang memacu pr#li"erasi memacu siklus sel
<. (en yang memacu ap#ps#sis.
1>
&ada (am!ar di atas yang harus dicermati adalah ujung tanda panah,
apakah.
1. $erupa tanda panah atau tanda pemacuan /1
<. $erupa tanda pengham!atan / ,,+ 1
Se!agai c#nt#h.
Fika gen p@> dipacu, maka akan memacu p<1. (en p<1 mengham!at kinase,
dimana kinase terse!ut memacu siklus sel. Sehingga jika p@> dipacu, maka
p<1 terpacu, gen kinase diham!at, sehingga siklus sel terham!at.
$erdasarkan hal terse!ut maka gen p@> merupakan g#l#ngan tum#r
suppress#r gen atau gen yang menekan pem!elahan sel.
&69TAN:AAN.
1. Felaskan kerja gen $AL /dimulai dari p@>1, sampai pada hasil akhir
kerja $AL.
<. Fika p1A dipacu, maka akan terjadi pr#li"erasi atau ap#pt#sisM FelaskanN
>. Fika p@B dipacu, maka akan terjadi pr#li"erasi atau ap#pt#sisM FelaskanN
%. Felaskan secara menyeluruh dari p@>, p<1, p1A, 9!, serta p<B. Fika
gen,gen terse!ut dipacu, hasil kerjanya ke ap#pt#sis atau pr#li"erasiM
(# Si"l&s Sel
Sel merupakan satuan dasar struktural, "ungsi#nal dan hereditas
makhluk hidup. 7ntuk pertum!uhan dan perkem!angannya, setiap
#rganisme hidup tergantung pada pertum!uhan dan penggandaan sel,
selnya. &ada #rganisme uniseluler, pem!elahan sel diartikan se!agai
repr#duksi, dan dengan pr#ses ini dua atau le!ih indi8idu !aru di!entuk dari
sel induk. &ada #rganisme multiseluler, indi8idu,indi8idu !aru !erkem!ang
dari satu sel prim#rdial yang dikenal dengan nama 3yg#t, selanjutnya
tum!uh dan !erkem!ang menjadi indi8idu !aru.
Selama rentang hidupnya, sel,sel pada #rganisme multiseluler
se!agian mengalami penuaan dan kerusakan. *leh se!a! itu perlu diper!aiki
melalui pem!elahan sel.
1%
, Dengan demikian pem!elahan sel !er"ungsi dalam /i1 repr#duksi /ii1
pertum!uhan, dan /iii1 per!aikan.
, 7mumnya, se!elum suatu sel mengalami pem!elahan, sel,sel terle!ih
dahulu mengalami pertum!uhan hingga mencapai ukuran tertentu.
, Setiap sel mengalami dua peri#de yang penting dalam siklus hidupnya,
yaitu peri#deinter"ase atau peri#de n#n pem!elahan dan peri#de
pem!elahan sel /M1 yang menghasilkan sel,sel !aru.
-edua peri#de terse!ut secara umum dikenal dengan nama siklus sel.
Dengan kata lain, kegiatan yang terjadi dari satu pem!elahan sel ke
pem!elahan sel !erikutnya dise!ut siklus hidup /daur1 sel . Secara singkat
tahapan pada siklus hidup sel dapat dilihat pada gam!ar.
+nter"ase terdiri atas tiga "ase, yaitu. (1 /(ap pertama1, S /Sintesis
DNA1, dan (< /(ap kedua1, &ada "ase (1, sel anak mengalami pertum!uhan,
pada "ase S terjadi replikasi dan transkripsi DNAO sedangkan pada "ase (<,
merupakan "ase p#st sintesis, dimana sel mempersiapkan diri untuk
1@
mem!elah. &em!elahan sel meliputi dua tahapan yaitu .kari#kinesis
ataumit#sis dansit#kinesis. &erlu diingat !ahwa apa!ila pem!elahan sel
menghasilkan dua !uah sel anak yang tidak sama !esarnya, maka (1 !agi
sel anak yang kecil le!ih lama daripada sel anakan yang !esar.
&uncak siklus hidup sel yaitu pem!elahan sel, yang secara umum
di!eri tanda M yang !erarti "ase mit#sis. &ada waktu yang singkat kr#matin
di dalam inti sel induk memampat mem!entuk kr#m#s#m, untuk kemudian
!ersama,sama dengan seluruh isi sel, di!agi dua ke masing,masing sel anak.
Selama peri#de inter"ase, kr#m#s#m tidak tampak dise!a!kan karena materi
kr#m#s#m dalam !entuk !enang,!enang kr#matin, dan k#mp#nen,
k#mp#nen makr#m#lekulnya didistri!usikan di dalam inti. Selama siklus sel
terjadi peru!ahan,peru!ahan yang sangat dinamis. &eru!ahan,peru!ahan
terse!ut terutama k#mp#nen,k#mp#nen kimia dari sel seperti DNA, 9NA, dan
!er!agai jenis pr#tein. Duplikasi DNA !erlangsung selama peri#de khusus
dari inter"ase yang dise!ut "ase sintesis atau peri#de S. &eri#de sintesis
didahului #leh peri#de (1 dan diikuti #leh peri#de (<.
&ase pem"ela'an sel yang terdiri atas (ase mitosis dan sitokinesis.
ase mit#sis terdiri atas !e!erapa "ase yaitu "ase pr#"ase, "ase
pr#meta"ase, "ase meta"ase, "ase ana"ase, dan "ase tel#"ase. Selama
pem!elahan sel, inti mengalami serangkaian peru!ahan, peru!ahan yang
sangat k#mpleks, terutama peruahan,peru!ahan kandungan intinya. &ada
saat pem!elahan sel !erlangsung, salut inti dan nukleus menjadi tidak
tampak dan su!tansi kr#matin mengalami k#ndensasi menjadi kr#m#s#m.
1. M)*+S)S
Mit#sis atau pem!elahan inti merupakan stadium akhir dari siklus sel
dan merupakan stadium yang paling pendek, yaitu kurang le!ih 1=P dari
keseluruhan waktu yang di!utuhkan untuk satu kali siklus. Selama
peme!elahan inti, struktur kr#m#s#m tampak mengalami peru!ahan,
peru!ahan secara pr#gresi". DNA pada sel eukari#tik sangat panjang.
&anjang DNA pada manusia !erkisar > m atau kira,kira >==.=== kali le!ih
!esar dari diameter sel terse!ut. Se!elum sel mem!elah, semua DNA harus
1A
disalin dan di!agi rata agar setiap sel anak memiliki gen#m lengkap.
9eplikasi dan distri!usi DNA dalam jumlah !anyak itu terkel#la dengan !aik
karena m#lekul, m#lekul DNA dikemas menjadi kr#m#s#m. Setiap species sel
eukari#tik memiliki jumlah kr#m#s#m yang khas di dalam setiap nukleus sel.
Misalnya sel s#matik manusia /semua sel tu!uh kecuali sel repr#dukti" atau
gamet1 mengandung %A kr#m#s#m. Sel sperma dan sel telur manusia
memiliki jumlah kr#m#s#m setengah kr#m#s#m sel s#matik, yaitu <>
kr#ms#m.
Di dalam setiap kr#m#s#m eukari#tik terdapat satu m#lekul DNA linear
yang sangat panjang yang mewakili ri!uan gen. DNA ini !erkaitan dengan
!er!agai jenis pr#tein yang mempertahankan struktur kr#m#s#m dan
mem!antu meng#ntr#l akti8itas gen. -#mpleks pr#tein,DNA yang lasim
dise!ut kr#matin di#rganisasi menjadi serat yang tipis dan panjang. Setelah
sel menduplikasi gen#mnya dalam persiapan pem!elahan, kr#matin ini
memadat. -r#matin ini tergulung dan terlipat sangat padat sehingga
ter!entuk kr#m#s#m yang te!al yang dapat diamati dengan mikr#sk#p
cahaya.
-edua kr#matid yang mengandung salinan m#lekul DNA kr#m#s#m
yang identik, mula,mula saling !erlekatan satu dengan yang lain. Dalam
!entuk padatnya, kr#m#s#m ini memiliki CpinggangD yang ramping pada
daerah khusus yang dise!ut sentr#mer. &ada pr#ses pem!elahan sel
selanjutnya, kr#matid saudara dari semua kr#m#s#m ditarik saling menjauh
dan dikemas kem!ali se!agai kumpulan lengkap di dalam dua nukleus !aru,
masing,masing satu pada setiap ujung sel. Mit#sis, yaitu pem!elahan
nukleus, !iasanya segera diikuti #leh sit#kinesis, yaitu pem!elahan
sit#plasma.
&ada pr#ses pem!elahan ini, dari satu sel diper#leh dua sel anak yang
memiliki in"#rmasi genetik yang eQui8alen dengan sel induknya.
1B
, Pro2ase
&r#"ase merupakan transisi dari "ase (< ke "ase pem!elahan inti atau
mit#sis /M1 dari siklus sel. &r#"ase adalah stadium pertama dari mit#sis.
-r#matin yang menye!ar selama inter"ase secara perlahan,lahan
terk#ndensasi menjadi kr#m#s#m yang mantap. Fumlah kr#matin yang tepat
merupakan ciri khas dari setiap species, sekalipun pada species yang
!er!eda dapat mempunyai jumlah kr#matin yang sama. Selain itu pada
pr#"ase salut inti mulai !erdegenerasi dan secara perlahan,lahan inti menjadi
tidak tampak, dan terjadilah pem!entukan spindel mikr#tu!ul.
Se!elum pr#"ase masing,masing kr#m#s#m mengalami duplikasi
selama "ase sintesis dari siklus sel. Setiap kr#m#s#m terdiri atas dua
kr#matid sister yang !erga!ung pada suatu tempat yang dise!ut sentr#mer
atau kinet#ck#r.
1?
&ada awal pr#"ase, massa mikr#tu!ul sit#plasma yang merupakan
!agian dari sit#skelet#n rusak dan mem!entuk kel#mp#k m#lekul,m#lekul
tu!ulin yang !esar. M#lekul,m#lekul tu!ulin digunakan kem!ali untuk
k#nstruksi k#mp#nen utama aparatus mit#sis atau spindel mit#sis. Spindel
mit#sis merupakan struktur !enang !ip#lar yang se!agian !esar disusun
#leh mikr#tu!ul yang mula,mula ter!entuk di luar nukleus. &usat
pem!entukan spindel atau kumparan pada ke!anyakan sel hewan ditandai
dengan adanya sentri#l. &asangan sentri#l pada sel mula,mula !erduplikasi
dengan suatu pr#ses yang dimulai tepat se!elum "ase sintesis.
Duplikasi menghasilkan dua pasang sentri#l. Masing,masing pasangan
sentri#l sekarang menjadi pusat mit#sis yang mem!entuk pusat !agi
susunan mikr#tu!ul radial yang dise!ut aster. -edua aster terse!ut terletak
!erdampingan dekat salut inti. &ada pr#"ase akhir, !erkas,!erkas mikr#tu!ul
p#lar !erinteraksi diantara dua aster, mula, mula memnajang dan tanpak
mend#r#ng sentri#l ke !agian sepanjang sisi salut inti. Dengan cara ini
spindel mit#sis !ip#lar ter!entuk.
Spindel mit#sis terdiri dari mikr#tu!ul dan mikr#'lamen yang
!eras#siasi dengan pr#tein. $erdasarkan perlekatannya, spindel mit#sis
di!agi menjadi dua yaitu sera!ut,sera!ut !ip#lar yang merentang dari dua
kutu! spindel ke arah ekuat#r, dan sera!ut,sera!ut kinet#k#r yang melekat
pada sentr#mer pada setiap kr#matid dan merentang ke arah spindel.
, Prometa2ase
&r#meta"se /meta"ase awal1 dimulai secara ti!a,ti!a dengan rusaknya
inti yang pecah menjadi "ragmen,"ragmen mem!ran yang tidak dapat
di!edakan dengan p#t#ngan,p#t#ngan retikulm end#plasma.
ragmen,"ragmen terse!ut tetap !erada disekitar kumparan atau
spindel selama mit#sis. -umparan,kumparan yang terletak di luar inti
sekarang dapat masuk ke daerah inti.
&ada saat pr#meta"ase, kr#m#s#m,kr#m#s#m !ermigrasi ke arah pusat
spindel. (erakan terse!ut dise!a!kan karena adanya gerakan yang
1;
!eragitasi yang dise!a!kan #leh adanya interaksi antara !enang,!enang
kinet#k#r dengan k#mp#nen,k#mp#nen lain dari spindel.
, Meta2ase
Selama meta"ase, sentr#mer dari setiap kr#m#s#m !erkumpul pada
!agian tengah spindel pada !idang ekuat#r. &ada tempat,tempat ini,
sentr#mer,sentr#mer diikat #leh !enang,!enang spindel yang terpisah,
dimana setiap kr#matid dilekatkan pada kutu!,kutu! spindel yang !er!eda.
-adang,kadang !enang,!enang spindel tidak !eras#siasi dengan
kr#m#s#m dan merentang secara langsung dari satu kutu! ke kutu! yang
lain. &ada saat meta"ase, sentr#mer, sentr#mer diduplikasi dan setiap
kr#matid menjadi kr#m#s#m yang !erdiri sendiri atau independen..
* Ana2ase
Ana"ase dimulai secara ti!a,ti!a ketika pasangan kinet#ch#r pada
masing,masing kr#matid terd#r#ng secara perlahan,lahan menuju kutu!
spindel. Fadi ana"ase ditandai dengan terjadinya pemisahan kr#matid sister
mem!entuk anak kr#m#s#m yang !ergerak menuju kutu! spindel yang
!erlawanan.
* Telo2ase
-etika kr#matid,kr#matid anakan yang terpisah sampai di kutu!,
!enang,!enang kinet#ch#r lenyap, !enang,!enang kumparan kem!ali
memanjang dan salut inti yang !aru kem!ali ter!entuk disekitar masing,
masing kr#matid anakan. -r#m#s#m nujkleulus tanpak kem!ali dan mit#sis
!erakhir.
2. S)*+K)N,S)S
Sito"inesis Pa$a Sel 4ewan
Sit#plasma ter!agi #leh suatu pr#ses yang dikenal se!agai clea8age
yang !iasanya dimulai pada akhir ana"ase dan tel#"ase. Mem!ran pada
!agian tengah sel tertarik ke dalam mem!entuk alur clea8age yang tegak
lurus pada sum!u kumparan diantara nukleus dan secara !ertahap
<=
menyempit hingga pada akhirnya putus dan mem!entuk dua sel anak secara
terpisah.
Sito"inesis Pa$a Sel T&mb&%an
$er!eda dengan sel hewan, sel tum!uhan tidak mampu mem!entuk
lekuk clea8age. Hal ini dise!a!kan karena adanya dinding sel yang kaku.
Sit#kinesis pada dinsing sel tum!uhan tinggi meli!atkan 8esikula,8esikula
yang !erasal dari !adan g#lgi dan mikr#tu!ul,mikt#tu!ul yang tersusun
paralel dan dise!ut "ragm#plas. 2esikula,8esikula yang !erasal dari !adan
g#lgi !eras#siasi dengan mikr#tu!ula "ragm#plas dan ditransl#kasikan
sepanjang mikr#tu!ula ke arah daerah ekuat#rial. 2esikula,8esikula terse!ut
selanjutnya terakumulasi pada daerah dimana mikr#tu!ula "ragm#plas
mengalami #8erlap.
2esikula,8esikula selanjutnya !er"usi satu sama lain mem!entuk
lempeng sel /Gell plate1. 2esikula,8esikula tadi !erisi senyawa,senyaw
pem!entuk papan sel dan dinding sel seperti pektin, hemiselul#sa dan
selul#sa.
Lempeng sel meluas secara lateral hingga mencapai dinding sel semula. Hal
terse!ut mungkin dise!a!kan karena mikr#tu!ula, mikr#tu!ula pada
"ragm#plas awal dirakit dir#m!ak pada !agian peri"er dari lempeng sel awal.
Di tempat terse!ut mereka menarik 8esikula,8esikula lain dan kem!ali
!er"usi pada !idang ekuat#r sehingga lempeng sel meluas kearah tepi.
&r#ses ini !erulang hingga lempeng sel mencapai mem!ran plasma, dan dua
sel !aru terpisah secara sempurna. &ada akhirnya mikr#'!ril,mikr#'!ril
selul#saditempatkan pada !agian !awah lempeng sel untuk mem!entuk
dinding sel !aru.
. M)+S)S
ertilisasi menandai dimulainya "ase dipl#id pada hewan dan
tum!uhan yang !erkem!ang !iak secara seksual. Stadium hapl#id dari siklus
seksual dihasilkan dari pr#ses pem!elahan inti yang dise!ut mi#sis. Mi#sis
!erlangsung pada sel,sel mi#sit yang terdapat di dalam jaringan repr#duksi
pada suatu #rganisme. Seperti halnya dengan mit#sis, mi#sis !erlangsung
<1
setelah "ase (1, S dan (< dari inter"ase dan menentukan distri!usi
kr#m#s#m yang tepat ke dalam sel,sel anak. $er!eda dengan mit#sis, se!a!
mi#sis mencakup dua siklus pem!elahan !erturut,turut dan menghasilkan %
sel anak.
&em!elahan pertama dari mi#sis dise!ut pem!elahan reduksi. Mi#sis
pertama mengu!ah inti dari suatu mi#sit yang mengandung kr#m#s#m
dipl#id menjadi inti hapl#id yang mengandung kr#m#s#m n. Fumlah
kr#m#s#m direduksi jika pasangan kr#m#s#m h#m#l#g terpisah. &em!elahan
kedua dise!ut eQuati#n de8isi#n atau mi#sis kedua. Mi#sis kedua mengu!ah
dua hasil dari pem!elahan mi#sis pertama menjadi % inti hapl#id.
, &em!elahan mi#sis merupakan suatu !entuk pem!elahan inti yang penting
pada #rganisme yang !erkem!ang !iak secara seksual. Mi#sis !erlangsung
pada #rganisme eukari#ta yang mengandung jumlah kr#m#s#m dipl#id /<n1.
-edua set kr#m#s#m yang !erpasangan terse!ut dinamakan
kr#m#s#m h#m#l#g. Telah diketahui !ahwa manusia m,engandung %A
kr#m#s#m atau <> kr#m#s#m h#m#l#g /pada manusia nI<>1. -e %A
kr#m#s#m yang terdapat pada 3yg#t di!entuk pada saat "ertilisasi yang
diturunkan dari sel sperma dan sel telur dari kedua induknya /paternal dan
maternal1. Sel sperma dan sel telur mengandung setengah jumlah kr#m#s#m
induknya dan dinamakanhapl#id /n1. Fadi sel hapl#id adalah se!uah sel
dengan satu set kr#m#s#m tunggal. Sel dipl#id adalah sel yang memiliki dua
set kr#m#s#m.
&engujian dengan mikr#sk#p terhadap ke %A kr#m#s#m manusia
menunjukkan !ahwa setiap jenis kr#m#s#m ada dua dan tersusun
!erpasang,pasangan dimulai dari kr#m#s#m terpanjang. Tampilan 8isualnya
dinamakankari#tipe.
-r#m#s#m yang mem!entuk pasangan, yang mempunyai panjang,
p#sisi sentr#mer, dan p#la pewarnaan yang sama dinamakan kr#m#s#m
h#m#l#g. &engecualian penting terhadap aturan kr#m#s#m h#m#l#g untuk
sel s#matic manusia, yaitu pada kr#m#s#m L dan :. -arena keduanya
menentukan jenis kelamin suatu indi8idu, maka kr#m#s#m L dan :
<<
dinamakan kr#m#s#m seks /kr#m#s#m jenis kelamin1. -r#m#s#m di luar
kr#m#s#m seks dinamakan kr#m#s#m aut#s#m.
a. Mi#sis &ertama
&r#"ase +
&r#"ase pertama merupakan "ase yang sangat k#mpleks dari mi#sis.
-r#m#s#m mulai memadat. Dalam suatu pr#ses yang dinamakan sinapsis,
kr#m#s#m h#m#l#g yang masing,masing tersusun dari dua kr#matid
saudara muncul secara !ersamaaan se!agai suatu pasangan. Masing,
masing pasangan kr#m#s#m terlihat se!agai suatu tetrad, yaitu k#mpleks
kr#m#s#m dengan empat kr#matid. &ada !anyak tempat di sepanjang
kr#m#s#m, kr#matid kr#m#s#m h#m#l#g saling silang menyilang.
&ersilangan yang mem!antu mengikat kr#m#s#m agar tetap !ersama ini
dinamakan kiasmata /tunggal, kiasma1. Semenetara itu k#mp#nen seluler
lainnya mempersiapkan peme!elahan inti dengan cara yang mirip mit#sis.
Sentr#s#m !ergerak saling menjauh dan gelend#ng mikr#tu!ula ter!entuk di
antaranya.
<>
Selu!ung nucleus dan nucle#li menye!ar. Akhirnya gelend#ng mikr#tu!ula
menangkap kinet#k#r yang ter!entuk pada kr#m#s#m, dan kr#m#s#m mulai
!ergerak ke arah lempeng meta"ase. $iasanya memakan waktu le!ih dari
;=P waktu yang di!utuhkan untuk mi#sis. Secara terinci pr#"ase pertama
terdiri atas @ "ase yaitu lept#nema /lept#ten1, Ryg#nema /3yg#ten1,
&achynema /pachyten1, dipl#nema /dipl#ten1, dan diakinesis. S
T Lept#nema. Stadium ini ditandai dengan dimulainya k#ndensasi
kr#m#s#m., setiap kr#m#s#m tanpak terdiri atas dua kr#matid.
T Ryg#nema. Stadium ini ditandai dengan adanya kr#m#s#m h#m#l#g yang
!erpasangan. -ejadian ini dise!ut sinapsis. Setiap unit terdiri atas dua synap,
dan kr#m#s#m h#m#l#g yang telah terduplikasi dise!ut !i8alen atau tetrad.
&ada "ase ini ter!entuk k#mpleks sinapt#nema dimana terjadi cr#ssing #8er.
Gr#ssing #8er dihasilkan dari pem!elahan #leh end#nuklease dari DNA
sesuai p#sisi dari dua kr#matid n#n sister yang diikuti dengan transp#sisi
dan pengga!ungan kem!ali ujung,ujung !e!as dari rantai kr#m#s#m
h#m#l#g. Hasil dari cr#ssing #8er adalah k#m!inasi gen,gen !aru, di!entuk
pada kr#m#s#m h#m#l#g.
T &achynema. Selama stadium ini, kr#matid menjadi sangat jelas se!agai
hasil k#ndensasi yang terus menerus.
T Dipl#nema dan diakinesis. Stadium ini ditandai dengan terjadinya
pemisahan kr#m#s#m h#m#l#g kecuali pada titik dimana chiasmata
di!entuk.
ITMeta"ase +
&ada "ase ini apparatus spindel ter!entuk seperti pada mit#sis, dan tetrad
!erkumpul pada !idang ekuat#rial atau !idang pem!elahan atau lempeng
meta"ase.
-r#m#s#m masih dalam pasangan h#m#l#gnya. Mikr#tu!ula kinet#k#r dari
masing,masing kutu! sel melekat pada satu kr#m#s#m, sementara itu
mikr#tu!ula dari kutu! !erlawanan menempel pada h#m#l#gnya pada
daerah sentr#mer.
IT Ana"ase +
<%
Seperti pada mit#sis, alat gelend#ng menggerakkan kr#m#s#m ke arah
kutu! sel, akan tetapi kr#matid saudara tetap terikat pada sentr#mernya dan
!ergerak se!agai satu unit tunggal ke arah kutu! yang sama. -r#m#s#m
h#m#l#g !ergerak ke arah kutu! yang !erlawanan. $er!eda dengan mit#sis,
kr#m#s#m muncul sendiri, sendiri pada lempeng meta"ase dan !ukan dalam
pasangan, dan gelend#ng memisahkan kr#matid saudara dari masing,
masing kr#m#s#m. Dengan kata lain pada mi#sis "ase ana"ase +, kr#m#s#m
h#m#l#g /!ukan kr#matid saudara1 dari setiap tetrad terpisah satu dengan
yang lain, dan !ergerak ke kutu! gelend#ng /spindle1 yang !erlawanan.
IT Tel#"ase +
Tel#"ase + menghasilkan pem!elahan mi#sis +. -umpulan kr#m#s#m h#m#l#g
pada akhirnya dipisahkan menuju kutu!nya masing,masing dan ter!entuk
dua daerah inti yang dapat di!edakan secara jelas. &ada !e!erapa
#rganisme, salut inti yang !aru di!entuk, dan dek#ndensasi kr#m#s#m
kadang,kadang terjadi.
+nterkinesis adalah peri#de di antara akhir tel#"ase + dan awal pr#"ase ++.
&eri#de ini !iasanya sangat singkat. DNA yang dihasilkan dari dua inti pada
pem!elahan mi#sis pertama tidak mengalami replikasi selama "ase
interkinesis.
!. Mi#sis -edua
IT &r#"ase ++
&r#"ase ++ mirip dengan pr#"ase pada pem!elahan mit#sis, walaupun setiap
inti sel hanya memiliki setengah dari jumlah kr#m#s#m. +nti hapl#id dari
setiap kr#m#s#m disusun atas dua kr#matid saudara yang di!entuk se!elum
pr#"ase +.
IT Meta"ase ++
Meta"ase dua mirip dengan meta"ase pada pem!elahan mit#sis. &asangan
kr#matid !ergerak ke pusat spindel dan melekat pada mikr#tu!ula,
mnikr#tu!ula.
IT Ana"ase ++
<@
Mirip dengan ana"ase pada pem!elahan mit#sis. Tetapi !er!eda dengan
ana"ase +. &ada ana"ase ++ kr#matid sister terpisah satu sama lain dan
!ergerak menuju kutu! spindel yang !erlawanan.
IT Tel#"ase ++
Tel#"ase ++ mirip dengan tel#"ase pada pem!elahan mit#sis. -el#mp#k,
kel#mp#k kr#m#s#m yang telah terpisah kem!ali di!ungkus #leh salut inti
yang !aru !erkem!ang dan kr#m#s#m mulai mengalami dek#ndensasi.
Mi#sis menghasilkan % sel hapl#id. 7mumnya pada hewan dan !e!erap
tum!uhan tinggi, mi#sis yang !erlangsung pada jaringan repr#duksi diiringi
#leh pem!elahan sit#plasma. G#nt#h pem!elahan mi#sis adalah
pem!entukan gamet pada manusia.
U Mit#sis dan mei#sis merupakan !agian dari siklus sel dan hanya mencakup
@,1=P dari siklus sel. &ersentase waktu yang !esar dalam siklus sel terjadi
pada inter"ase. +nter"ase terdiri dari peri#de (1, S, dan (<.
&ada peri#de (1 selain terjadi pem!entukan senyawa,senyawa untuk
replikasi DNA, juga terjadi replikasi #rganel sit#plasma sehingga sel tum!uh
mem!esar, dan kemudian sel memasuki peri#de S yaitu "ase terjadinya
pr#ses replikasi DNA. Setelah DNA !ereplikasi, sel tum!uh /(<1
mempersiapkan segala keperluan untuk pemisahan kr#m#s#m, dan
selanjutnya diikuti #leh pr#ses pem!elahan inti /M1 serta pem!elahan
sit#plasma /G1. Selanjutnya sel hasil pem!elahan memasuki pertum!uhan
sel !aru /(11.
0# Me"anisme Proli2erasi
< kel#mp#k utama
(enes yang mem!entuk pr#duk yang !erperan dalam stimulasi
pem!elahan dan Csur8i8alD sel
N#rmal genes . pr#t#,#nc#genes
Mutated genes . #nc#genes
(enes yang mem!entuk pr#duk yang !erperan dalam
pencegahan0inhi!isi pem!elahan sel atau memicu kematian sel .
suppress#r genes
<A
gen DNA repair dan gen regulat#r ap#pt#sis
&r#t##nc#genes adalah gen n#rmal yang !er"ungsi dalam pengaturan
pertum!uhan sel, pem!elahan sel dan di"erensiasi. *nc#genes adalah
cancer,causing genes, yang !erasal dari k#n8ersi pr#t##nc#genes melalui
mutasi, retr#8iral transducti#n, gene ampli'cati#ns atau disl#cati#ns
-lasi'kasi #nc#genes .
o (r#wth "act#rs
o (r#wth "act#r recept#rs
o Signal transducing pr#teins
o Nuclear transcripti#n pr#teins
o Gyclin dan GD-s
Satu kali pr#ses mutasi yang terjadi pada DNA !elum dapat
menim!ulkan kanker. Tetapi di!utuhkan ri!uan mutasi lagi yang terletak
pada gen yang tidak sama. Apa!ila terjadi !anyak mutasi pada DNA, maka
sel mulai mengalami peru!ahan si"at secara perlahan,lahan. Sel yang
!ermutasi terse!ut mulai mem!elah diri /pr#li"erasi1 dan mem!entuk grup
tertentu /kl#nal1 di l#kasi tertentu dalam tu!uh yang dapat mem!ahayakan
jaringan sehat.
Tahap dimana sel kanker mem!entuk kl#nal inilah yang dinamakan
tahap pr#m#si. &r#m#si ini akan diikuti pr#li"erasi /pem!elahan diri sel
kanker menjadi !anyak1 yang kemudian satu atau le!ih sel !isa memisahkan
diri dari kel#mp#k utamanya untuk !erpindah ke tempat lain /metastasis1.
7ntuk memenuhi ke!utuhan kel#mp#k sel terse!ut, di!entuklah pem!uluh
darah !aru /ne#angi#genesis1 yang se!enarnya tidak diperlukan #leh
jaringan sehat. Sehingga, ter!entuklah kanker se!agai jaringan !aru dalam
tu!uh.
<B

Suppressor Genes
(en n#rmal yang mengham!at pem!elahan sel. Mekanisme kerja .
sinyal transduksi, resept#r di permukaan sel dan nuclear transcripti#ns
regulat#r.
p9! . mencegah sel di (1 menjadi S
p@> . st#p replikasi sel yang rusak /DNA damage1
<?
<;
Fawa!lah &ertanyaan ini .
1. Apa yang dimaksud p#li"erasi sel M
<. Felaskan secara singkat siklus sel M dan jelaskan tahapannya N
>=
PERTEMUAN (
MATERI POKOK !
APOPTOSIS
# De3nisi
'# Gen* gen yang ber)eran $alam a)o)tosis
(# Me"anisme a)o)tosis
Ap#pt#sis !erasal dari !ahasa (reek , yang artinya gugurnya putik
!unga ataupun daun dari !atangnya. &ada tahun 1;B< , -err F. , Hyllie
A.H , Gurrie A.9 mempu!likasikan artikel $ritis h F#urnal *" Gancer dengan
judul . Ap#pt#sis. a !asic !i#ligical phen#men wit h wide ranging implicati#n
in tissue kinetic. Artikel ini menjelaskan tentang pr#ses kematian n#rmal
pada sel yang dise!ut dengan ap#pt#sis. Apoptosis adala' mekanisme
kematian sel yang terprogram yang penting dalam "er"agai proses "iologi.
-ematian sel yang terpr#gram atau ap#pt#sis merupakan suatu
k#mp#nen yang n#rmal pada perkem!angan dan pemeliharaan kesehatan
pada #rganisme multiseluler. Sel yang mati ini merupakan resp#n terhadap
!er!agai stimulus dan selama ap#pt#sis sel ini dik#ntr#l dan diregulasi, sel
yang mati ke mudian di"ag#sit #leh makr#"ag.
'# Gen* gen yang ber)eran $alam a)o)tosis
Ada dua se!a! mengapa sel melakukan !unuh diri /Ap#pt#sis1, yaitu.
11 Dalam pertum!uhan suatu #rganisme ap#pt#sis sama di!utuhkan seperti
mit#sis. Ap#pt#sis diperlukan dalam perkem!angan #rganisme seperti pada
metam#r"#sis dan pem!entukan #rgan tertentu /misalnya menghilangkan
selaput antara jari,jari1. Demikian pula pada menstruasi dan pem!entukan
sinaps antar neur#n terjadi ap#pt#sis. <1 7ntuk menghilangkan sel,sel yang
mungkin merupakan ancaman terhadap #rganisme seperti sel,sel yang
terin"eksi 8irus. Dalam hal ini sel lim"#kin sit#t#ksik akan mem!unuh sel
yang mengandung 8irus.
>1
-eputusan suatu sel melakukan ap#pt#sis tergantung dari
kesetim!angan pemicu p#siti" yang diperlukan untuk terus !ertahan hidup
dan yang negati" yang mengarah ke ap#pt#sis. 7ntuk dapat !ertahan hidup
suatu sel harus terus menerus menerima rangsang dari sel,sel lain serta
tetap melekat /adhesi1 pada permukaan tempat sel terse!ut tum!uh. G#nt#h
pemicu p#sitip antara lain O "akt#r pertum!uhan /gr#wth "act#r1 neur#n dan
interleukin,< /+L,<1 yang merupakan "act#r penting dalam mit#sis lim"#sit.
&emicu negati" dapat !erupa #ksidan yang menye!a!kan kerusakan
DNA atau senyawa,senyawa lain seperti #!at kem#terapi serta sinar,L dan
sinar,72. Akumulasi pr#tein yang tidak melipat sempurna dalam struktur
tersiernya juga merupakan suatu pemicu negati". -ematian sel juga dapat
terjadi jika ditemukan Vakti8at#r kematian selK seperti "akt#r tum#r nekr#sis
/TN,W1 dan lim"#t#ksin /TN,X1 yang mengikat resept#r TN serta as Ligand
/asL1 yang mengikat resept#r as yang dikenal juga dengan nama GD ;@.
Ap#pt#sis !er!eda dengan nekr#sis, pada nekr#sis terjadi kematian
sel tidak terk#ntr#l. Sel yang mati pada nekr#sis akan mem!esar dan kem
udian hancur dan lis is pada satu daerah yang merupakan resp#n terhadap
in4amasi. &ada ap#pt#sis sel,sel yang mati mem!erikan sinyal yang
diperantarai #leh !e!erapa gen yang mengk#de pr#tei n untuk en3ym
pencernaan yang dise!ut dengan caspase. (en caspase ini merupakan
!agian dari cyst ein pr#tease yang akan akti" pada perkem!angan sel
maupun merupakan sinyal untuk akti" pada destruksi sel terse!ut.
><
&ungsi Apoptosis
-ematian sel melalui ap#pt#sis merupakan "en#mena yang n#rmal, yaitu
terjadi eliminasi sel yang tidak diperlukan lagi. &r#ses ap#pt#sis secara
'si#l#gis diperlukan untuk .
a. Terminasi sel
Ap#pt#sis dapat terjadi pada sel yang mengalami kerusak an yang tidak !isa
di repair,in"eksi 8irus, keadaan yang mengak i!atkan stress pada sel .
-erusakan DNA aki!at i#nisasi radiasi maupun !ahankimia t#5ic juga dapat
mencetuskan ap#pt#sis melalui akti8asi tum#r supres#r gen p@>.
-eputusan untuk ap#pt#sis dapat !erasal dari sel itu sendiri, dari jaringan
disekitarn ya ataupun dari sel yang termasuk dalam immune system. &ada
keadaan ini "ungsi ap#pt #sis adalah untuk mengangkat sel
yang rusak, mencegah sel menjadi lemah #leh karena kurangnya nutrisi dan
mencegah penye!aran in"eksi 8irus.
!. Mempertahankan h#me#stasis
&ada #rganisme dewasa, jumlah sel dalam suatu #rgan atau jaringan harus
!erada dalam keadaan yang relati" k#nstan. &r#ses keseim!angan ini
>>
termasuk dalam h#me#stasis yang di!utuhkan #leh ma khluk hidup untuk
mempertahankan lingkungan internalnya. -eseim!angan /h#me#stasis1 ini
dapat te rcapai !ila kecepatan mit#sis pada jaringan seim!ang dengan
kematian sel. $ila keseim!angan ini terganggu, maka akan dapat
mengaki!atkan .
$ila kecepatan pem!elahan sel le!ih tinggi daripada kecepatan kematian sel
ter!entuk tum#r
$ila kecepatan pem!elahan sel le!ih rendah dari kecepatan kematian sel
jumlah sel menjadi !erkurang.
c. &erkem!angan em!ry#nal
-ematian sel yang terpr#gram merupak an !agian dari perkem!angan
jaringan. &ada masa em!ry# , perkem!angan suat u jaringan atau #rgan
didahului #leh pem!elahan sel dan di"erensiasi sel ya ng !esar,!esaran dan
kemudian dik#reksi melalui ap#pt#sis. G#nt#h. !ila terjadi gangguan pr#ses
ap#pt#sis , !erupa di"erensiasi ink#mplit pada pem!elahan jari,jari akan
mengaki!atkan syndactyly.
d. +nteraksi lim"#sit
&erkem!angan lim"#sit $ dan Lim"#sit T pada tu!uh manusia merupakan
suatu pr#ses yang k#mpleks , yang akan mem !uang sel,sel yang
!erp#tensi menjadi rusak. Gyt#t#ksik T sel dapat secara langsung
menginduksi ap#pt#sis pada sel melalui ter!ukanya suatu celah pada target
mem!ran dan pelepasan 3at,3at kimia untuk mengawali pr#ses ap#pt#sis.
Gelah ini dapat terjadi melalui adanya sekresi per"#rin, granul yang !erisi
gran3yme $, serine pr#tease yang dapat mengakti8asi caspase melalui
pemecahan residu aspartat.
e. +n8#lusi h#rm#nal pada usia dewasa.
>%
Ap#pt#sis dapat terjadi misalnya pada pel epasan sel end#metrium selama
siklus menstruasi, regresi pada pay udara setelah masa menyusui dan
atresia "#likel #8arium pada men#pause.

(# Me"anisme a)o)tosis
Mekanisme ap#pt#sis sangat k#mpleks dan rumit. Secara garis
!esarnya ap#pt#sis
di!agi menjadi % tahap, yaitu .
1. Adanya signal kematian /penginduksi ap#pt#sis1.
<. Tahap integrasi atau pengaturan /transduksi signal, induksi gen ap#pt#sis
yang !erhu!ungan, dll1
>. Tahap pelaksanaan ap#pt#sis /degradasi DNA, pem!#ngkaran sel, dll1
%. ag#sit#sis.
Signal !enginduksi Apoptosis
Ap#pt#sis tidak memerlukan suatu pr#ses transkripsi atau translasi.
M#lecular machine yang di!utuhkan untuk kematian sel dianggap
mengalami d#rmansi dan hanya memerlukan akti8asi yang cepat. Signal
yang menginduksi ap#pt#sis !isa !erasal dari ekstraseluler dan intraseluler.
Signal ekstraseluler c#nt#hnya h#rm#n h#rm#n. H#rm#n tir#ksin
menginduksi ap#pt#sis pada ek#r tadp#le. Ap#pt#sis juga !isa dipicu #leh
kurangnya signal yang di!utuhkan sel untuk !ertahan hidup seperti gr#wth
"act#r. Sel lain, sel !erhu!ungan dengan sel yang !erdekatanjuga !isa
mem!erikan signal untuk ap#pt#sis. Signal intraseluler misalnya radiasi
i#nisasi, kerusakan karena #ksidasi radikal !e!as, dan gangguan pada siklus
sel. -edua jalur penginduksi terse!ut !ertemu di dalam sel, !eru!ah
menjadi "amili pr#tein pengeksekusiutama yang dikenal se!agai caspase.
Sel yang !er!eda mem!erikan resp#n yang !er!eda terhadap penginduksi
ap#pt#sis. Misalnya sel splenic lim"#sit akan mengalami ap#pt#sis saat
terpapar radiasi i#nisasi, sedangkan sel my#cyte tidak mengalami ap#pt#sis
untuk pemaparan yang sama.
Tahap &elaksanaan Ap#pt#sis
>@
Sinyal ap#pt#sis !isa terjadi secara intraseluler dan ekstraseluler. Falur
ekstrinsik /ekstraseluler1 diinisiasi melalui stimulasi dari resept#r kematian
/death recept#r1 sedangkan jalur intrinsik diinisiasi melalui pelepasan "akt#r
signal dari mit#k#ndria dalam sel. &r#ses ap#pt#sis dikendalikan #leh
!er!agai tingkat sinyal sel, yang dapat !erasal dari pencetus ekstrinsik
maupun intrinsik . :ang termasuk pada sinyal ekstrinsik antara lain h#rm#n,
"akt#r pertum!uhan, nitric #5ide dan cyt#kine. Semua sinyal terse!ut harus
dapat menem!us mem!ran plasma ataupun transduksi untuk dapat
menim!ulkan resp#n.
Sinyal intrinsik ap#pt#sis merupakan suatu resp#n yang diinisiasi #leh
sel se!agai resp#n terhadap stress dan akhirnya dapat mengaki!atkan
kematian sel. &engikatan resept#r nuklear #leh gluk#k#rtik#id, panas, radiasi,
kekurangan nutrisi, in"eksi 8irus dan hip#ksia merupakan keadaan yang
dapat m enim!ulkan pelepasan sinyal ap#pt#sis intrinsik melalui kerusakan
sel. Se!elum terjadi pr#ses kematian sel melalui en3ym, sinyal ap#pt#sis
harus dihu!ungkan dengan pathway kematian sel melalui regulasi pr#tein.
&ada regulasi ini terdapat dua met#de yang telah dikenali untuk
mekanisme ap#pt#sis , yaitu . melalui mit#k#ndria dan penghantaran sinyal
secara langsung melalui adapter pr#tein.
1. ,ktrinsik !at'-ay .di inisiasi ole' kematian re$eptor/
&athway ini diinisiasi #leh pengikatan recept#r kematian pada
permukaan sel pada
!er!agai sel. 9esept#r kematian merupakan !agian dari resept#r tum#r
nekr#sis
"akt#r yang terdiri dari cyt#plasmic d#main , !er"ungsi untuk mengirim sinyal
ap#pt#tic. 9esept#r kematian yang diketahui antara lain TN resept#r tipe 1
yang
dihu!ungkan dengan pr#tein as /GD;@1 . &ada saat as !erikatan dengan
ligandnya, mem!ran menuju ligand /asL1. Tiga atau le!ih m#lekul as
!erga!ung
>A
dan cyt#plasmic death d#main mem!entuk !inding site untuk adapter
pr#tein,
ADD /as )ass#ciated death d#main1. A DD ini melekat pada resept#r
kematian
dan mulai !erikatan dengan !entuk inakti" da ri caspase ?. M#lekul
pr#caspase ?
ini kemudian di!awa keatas dan kemudian pecah menjadi caspase ? akti".
6n3ym ini kemudian mencetuskan cascade akti"asi caspase dan kemudian
mengakti"kan pr#caspase lainnya dan mengak ti"kan en3ym untuk mediat#r
pada
"ase eksekusi. &athway ini dapat diham!at #leh pr#tein L+&, tida k
menye!a!kan pecahnya en3ym pr#caspase ? dan tidak menjadi akti".
2. )ntrinsik .Mitokondrial/ !at'-ay
&athway ini terjadi #leh karena adanya permea!ilitas mit#k#ndria dan
pelepasan m#lekul pr#,ap#pt#sis ke dalam sit#plasma,tanpa memerlukan
resept#r kematian. akt#r pertum!uhan dan siinyal lainny a dapat
merangsang pem!entukan pr#tein antiap#pt#sis $cl<, yang !er"ungsi
se!agai regulasi ap#pt#sis. &r#tein anti ap#pt#sis yang utama adalah. $cl,<
dan $cl,5, yang pada keadaan n#rmal terdapat pada mem!rane mit#k#ndria
dan sit#plasma. &ada saat sel mengalami stress, $c l,< dan $cl,5 menghilang
dari mem!ran mit#k#ndria dan digantikan #l eh pr#,ap#pt#sis pr#tein, s
eperti $ak, $a5, $im. Sewaktu kadar $cl,<, $c l,5 menurun, permea!ilita s
mem!ran mit#k#ndria meningkat , !e!erapa pr#tein dapat mengakti"kan
cascade caspase. Salah satu pr#tein terse!ut adalan cyt#c hr#m,c yang
diperlukan untuk pr#ses respirasi pada mit#k#ndria. Di dalam cyt#s#l,
cyt#chr#m c !erikatan dengan pr#tein Apa",1 /ap#pt#sis acti8ating "act#r,
11 dan mengakti 8asi caspase,;. &r#tein mit#k#ndria lainnya, seperti
Ap#pt#sis +nducing a ct#r /A+1memasuki sit#plasma dengan !er!agai
inhi!it#r ap#pt#sis yang pada keadaan n#rmal untuk mengham!at akti8asi
caspase.
1. 6ksekusi
>B
Setelah sel menerima sinyal yang ses uai untuk ap#pt#sis, selanjutnya
#rganela, #rganela sel akan mengalami degradasi yang diakti"asi #leh
caspase pr#te#litik. Sel yang mulai ap#pt#sis , secara mikr#sk#pis akan
mengalami peru!ahan .
a. Sel mengerut dan le!ih !ulat , karena pemecahan pr#teinase#us
sit#skelet#n #leh caspase
!. Sit#plasma tampak le!ih padat
c. -r#matin menjadi k# ndensasi dan "ragmentasi yang padat pada
mem!ran inti
/pykn#tik1. -r#matin !erkel#mp#k di !agian peri"er , di!awah mem!ran inti
menjadi massa padat dalam !er!agai !entuk dan ukuran.
d. Mem!ran inti menjadi disk#ntinue dan DNA yang ada didalamnya pecah
menjadi "ragmen,"ragmen /kary#rheksis1. Degr adasi DNA ini
mengaki!atkan inti terpecah menjadi !e!erapa nukle#s#mal unit
e. Mem!ran sel memperli hatkan t#nj#lan,t#nj#lan ya ng iregular 0 !le!s
pada sit#plasma
". Sel terpecah menjadi !e!erapa "ragmen , yang dise!ut dengan ap#pt#tic
!#dies.
g. Ap#pt#tic !#dies ini akan di"ag#sit #leh sel yang ada disekitarnya.

<. &engangkatan sel yang mati
Sel yang mati pada tahap akhir ap#pt#sis me mpuyai suatu "ag#sit#tik
m#lekul pada permukaannya / cth . ph#sphatidylserine1 .
&h#sphatidylserine ini pada keadaan n#rmal !erada pada permukaan
cyt#s#lic dari plasma mem!ran, tetapi pada pr#ses ap#pt#sis terse!ar
pada permukaan e kstraseluler melalui pr#tein scram!lase. M#lekul ini
merupakan suatu penanda sel untuk "ag#sit#sis #leh sel yang mempunyai
resept#r yang sesuai, seper ti makr#"ag. Selanjutnya sit#skelet#n
mem"ag#sit melalui engul"ment pada m#lekul terse!ut. &engangkatan sel
yang mati melalui "ag#sit terjadi tanpa disertai dengan resp#n in4amasi.

>?
.awabla% Pertanyaan ini !
# A)a yang $ima"s&$ A)o)tosis /
'# A)a yang $ima"s&$ ne1rosis / A)a )erbe$aannya /
(# .elas"an ta%a)an A)o)tosi## 5
>;
PERTEMUAN 0
MATERI POKOK !
M&tasi Geneti" $an )olimor3sme
# De3nisi
'# M&tasi yang menyebab"an ter6a$inya "an"er
(# Me"anisme )olimor3sme
Mutasi (en dan Mutasi -r#m#s#m , Mutasi adalah suatu peru!ahan
yang terjadi pada !ahan genetik yang menye!a!kan peru!ahan ekspresinya.
&eru!ahan !ahan genetik dapat terjadi pada tingkat pasangan !asa, tingkat
satu ruas DNA, !ahkan pada tingkat kr#m#s#m.
&eristiwa terjadinya mutasi dise!ut mutagenesis. Sedangkan, indi8idu
yang mengalami mutasi sehingga menghasilkan "en#tip !aru dise!ut mutan.
akt#r yang menye!a!kan mutasi dise!ut mutagen. 7ntuk le!ih mengetahui
tentang mutasi, mari cermati uraian di !awah ini.
1. Mutasi (en /Mutasi Titik1
Mutasi gen atau mutasi titik adalah mutasi yang terjadi karena
peru!ahan pada satu pasang !asa DNA suatu gen. &eru!ahan DNA
menye!a!kan peru!ahan k#d#n,k#d#n 9NA d, yang akhirnya menye!a!kan
peru!ahan asam amin# tertentu pada pr#tein yang di!entuk. &eru!ahan
pr#tein atau en3im akan menye!a!kan peru!ahan meta!#lisme dan "en#tip
#rganisme. $esar kecilnya jumlah asam amin# yang !eru!ah akan
menentukan !esar kecilnya peru!ahan "en#tip pada #rganisme terse!ut. Ada
dua mekanisme mutasi gen, yaitu su!titusi pasangan !asa dan penam!ahan
atau pengurangan pasangan !asa.
a. Su!titusi pasangan !asa
Su!titusi pasangan !asa ialah pergantian satu pasang nukle#tida #leh
pasangan nukle#tida lainnya. Su!titusi pasangan !asa ada dua macam, yaitu
%=
transisi dan tran8ersi. *ransisi adala' penggantian satu "asa purin ole' "asa
purin yang lain0 atau penggantian "asa pirimidin men1adi "asa pirimidin
yang lain. Transisi sesama !asa purin, misalnya !asa adenin diganti menjadi
!asa guanin atau se!aliknya. Sedangkan, transisi sesama !asa pirimidin,
misalnya !asa timin diganti #leh !asa sit#sin atau se!aliknya.
*ranversi adala' penggantian "asa purin ole' "asa pirimidin0 atau
"asa pirimidin ole' "asa purin. Tran8ersi !asa purin #leh !asa pirimidin,
misalnya !asa adenin atau guanin diganti menjadi !asa timin atau sit#sin.
Tran8ersi !asa pirimidin #leh !asa purin, misalnya !asa timin atau sit#sin
menjadi !asa adenin atau guanin.
Su!titusi pasangan !asa ini kadang,kadang tidak menye!a!kan
peru!ahan pr#tein, karena adanya k#d#n sin#nim /k#d#n yang terdiri atas
tiga urutan !asa yang !er!eda, tetapi menghasilkan asam amin# yang
sama1. Misalnya, !asa nitr#gen pada DNA adalah G(G menjadi G(A sehingga
terjadi peru!ahan k#d#n pada 9NA,d dari (G( menjadi (G7. Sedangkan,
asam amin# yang dipanggil sama, yaitu arginin.
!. &enam!ahan atau pengurangan pasangan !asa
Mutasi gen yang lain adalah peru!ahan jumlah !asa aki!at
penam!ahan atau pengurangan !asa. &enam!ahan atau pengurangan !asa
pada DNA dapat menye!a!kan peru!ahan sederetan k#d#n 9NA,d yang
terdapat di !elakang titik peru!ahan terse!ut, !erarti juga akan terjadi
%1
peru!ahan asam amin# yang disandikan melalui 9NA,d terse!ut. Aki!at lain
dari penam!ahan atau pengurangan !asa adalah terjadinya pergeseran
k#d#n akhir pada 9NA,d. &ergeseran k#d#n akhir menye!a!kan rantai
p#lipeptida mutan menjadi le!ih panjang atau le!ih pendek. Mutasi ini
dise!ut juga mutasi u!ah rangka karena menye!a!kan peru!ahan ukuran
pada DNA maupun p#lipeptida.
Mutasi u!ah rangka ini dapat di!edakan menjadi dua, yaitu
penam!ahan !asa /adisi1 dan pengurangan !asa /delesi1.
Mutasi karena penam!ahan !asa, misalnya !asa DNA awalnya A(G,
(TG menjadi TA(,G(T,GY . Sedangkan, jika !asa DNA terse!ut mengalami
pengurangan !asa maka urutannya menjadi (G(,TG... . &enam!ahan atau
pengurangan !asa dapat terjadi di !agian awal, di tengah, atau di akhir.
<. Mutasi -r#m#s#m
Selain terjadi pada tingkat gen, mutasi juga dapat terjadi pada tingkat
kr#m#s#m, atau dise!ut juga a!erasi kr#m#s#m. Mutasi kr#m#s#m ini
mengaki!atkan peru!ahan sejumlah !asa yang !erdampingan pada rantai
DNA atau peru!ahan runtunan nukle#tida dalam suatu ruas gen sehingga
aki!at yang ditim!ulkan pada "en#tip indi8idu menjadi le!ih nyata.
Mutasi kr#m#s#m dapat di!edakan menjadi dua, yaitu mutasi yang
diaki!atkan #leh peru!ahan struktur kr#m#s#m karena hilang atau
!ertam!ahnya segmen kr#m#s#m, dan peru!ahan jumlah kr#m#s#m. Mutasi
kr#m#s#m ini !iasanya diaki!atkan #leh kesalahan pada waktu mei#sis
melalui peristiwa pautan, pindah silang, atau gagal !erpisah.
A. !eru"a'an struktur kromosom
&eru!ahan struktur kr#m#s#m merupakan penataan kem!ali struktur
kr#m#s#m aki!at terjadinya delesi, duplikasi, in8ersi, dan transl#kasi
kr#m#s#m.
11 Delesi kr#m#s#m
%<
Delesi adalah mutasi aki!at hilangnya dua atau le!ih nukle#tida yang
!erdampingan. Apa!ila rangkaian !asa yang hilang merupakan suatu ruas
yang le!ih kecil dari panjang gen, maka gen terse!ut akan !ermutasi, tetapi
!ila rangkaian nukle#tida yang hilang le!ih !esar dari ruas suatu gen, maka
gen terse!ut akan hilang dari kr#m#s#m.
G#nt#h delesi kr#m#s#m terjadi pada kr#m#s#m L Dr#s#phila
melan#gaster yang !erukuran le!ih pendek. Mutan ini !ersi"at resesi" dan
letal, dapat hidup hanya dalam !entuk heter#3ig#t.
(am!ar. Delesi -r#m#s#m
<1 Duplikasi kr#m#s#m
Duplikasi adalah mutasi yang terjadi karena penam!ahan ruas
kr#m#s#m atau gen dengan ruas yang telah ada se!elumnya. Sehingga,
terjadi pengulangan ruas,ruas DNA dengan runtunan !asa yang sama yang
mengaki!atkan kr#m#s#m mutan le!ih panjang.
G#nt#h peru!ahan "en#tip aki!at pr#ses duplikasi adalah gen !ar pada
Dr#s#phila melan#gaster. &enam!ahan gen pada kr#m#s#m lalat !uah ini
mengaki!atkan peningkatan en3im tertentu yang menye!a!kan
ketidakseim!angan meta!#lisme.
(am!ar. Duplikasi -r#m#s#m
>1 +n8ersi kr#m#s#m
+n8ersi adalah penataan kem!ali struktur kr#m#s#m yang terjadi
melalui pemutaran arah suatu ruas kr#m#s#m sehingga kr#m#s#m mutan
mempunyai ruas yang runtunan !asanya merupakan ke!alikan dari runtunan
!asa kr#m#s#m liar. Misalnya pada satu ruas kr#m#s#m terdapat urutan ruas
%>
A$GD6, setelah in8ersi diper#leh ruas A6DG$. Fadi, terjadi pemutaran ruas
$GD6.
+n8ersi dapat di!agi menjadi dua macam, yaitu. in8ersi parasentrik dan
in8ersi perisentrik. +n8ersi parasentrik, yaitu !ila sentr#mer !erada di luar
ruas yang ter!alik. Dan in8ersi perisentrik, yaitu !ila sentr#mer terdapat
dalam segmen yang !erputar.
(am!ar. +n8ersi -r#m#s#m
%1 Transl#kasi kr#m#s#m
Transl#kasi adalah mutasi yang terjadi aki!at perpindahan ruas DNA
/segmen kr#m#s#m1 ke tempat yang !aru, !aik dalam satu kr#m#s#m atau
antarkr#m#s#m yang !er!eda. $ila terjadi pertukaran ruas antarkr#m#s#m,
dise!ut transl#kasi resipr#k. Sedangkan, transl#kasi tidak resipr#k adalah
!erpindahnya segmen kr#m#s#m ke kr#m#s#m yang lain tanpa pertukaran
sehingga kr#m#s#m menjadi le!ih panjang.
(am!ar. Transl#kasi -r#m#s#m
B. !eru"a'an 1umla' kromosom
Makhluk hidup dalam satu spesies memiliki jumlah kr#m#s#m yang
sama, sedangkan pada spesies yang !er!eda memiliki jumlah kr#m#s#m
yang !er!eda pula. Fumlah kr#m#s#m terse!ut dapat !er!eda dalam satu
spesies karena terjadi mutasi. &eru!ahan jumlah kr#m#s#m terse!ut
!iasanya terjadi pada waktu terjadinya mei#sis pada saat terjadi pindah
silang atau gagal !erpisah.
%%
Ada dua jenis peru!ahan jumlah kr#m#s#m, yaitu aneupl#idi
/penam!ahan atau pengurangan satu atau !e!erapa kr#m#s#m pada satu
pl#idi1 dan eupl#idi /penam!ahan atau kehilangan keseluruhan kr#m#s#m
dalam satu pl#idi1.
11 Aneupl#idi
*rganisme aneupl#idi adalah #rganisme yang jumlah kr#m#s#mnya
terdapat penam!ahan atau kehilangan satu atau !e!erapa kr#m#s#m pada
gen#mnya. :ang !anyak ditemui adalah indi8idu dengan penam!ahan atau
pengurangan satu kr#m#s#m. Dengan penam!ahan satu kr#m#s#m /<n Z
11, maka dalam inti akan ada satu n#m#r kr#m#s#m dengan tiga h#m#l#g
/tris#mi1, sedangkan n#m#r yang lainnya tetap mengandung dua kr#m#s#m.
-e!alikannya, melalui pengurangan satu kr#m#s#m /<n ) 11 akan
dihasilkan indi8idu m#n#s#mi, yaitu yang mengandung hanya satu
kr#m#s#m tanpa pasangan h#m#l#gnya. Aneupl#idi ter!entuk karena
adanya ketidakseim!angan segregasi kr#m#s#m dalam pr#ses mei#sis.
Aneupl#idi adalah peru!ahan jumlah n,nya. Aneupl#idi di!agi menjadi
<, yaitu. TT All#p#lipl#idi, yaitu n,nya mengganda sendiri karena kesalahan
mei#sis. TT Aut#p#lipl#idi, yaitu perkawinan atau hi!rid antara spesies yang
!er!eda jumlah set kr#m#s#mnya.
Aneus#mi adalah peru!ahan jumlah kr#m#s#m. &enye!a!nya adalah
ana"ase lag /peristiwa tidak melekatnya !eneng,!enang spindel ke
sentr#mer1 dan n#n disjuncti#n /gagal !erpisah1.
Aneus#mi pada manusia dapat menye!a!kan.
1. Sindr#m Turner, dengan kari#tipe /<<AAZL=1. Fumlah kr#m#s#mnya
%@ dan kehilangan 1 kr#m#s#m kelamin. &enderita Sindr#m Turner !erjenis
kelamin wanita, namun #8umnya tidak !erkem!ang /#8aricular disgenesis1.
<. Sindr#m -line"elter, kari#tipe /<< AAZLL:1, mengalami tris#mik
pada kr#m#s#m g#n#s#m. &enderita Sindr#m -line"elter !erjenis kelamin
laki,laki, namun t,stisnya tidak !erkem!ang /testicular disgenesis1 sehingga
tidak !isa menghasilkan sp,rma /aspermia1 dan mandul /gynaec#mastis1
serta pay,daranya tum!uh.
%@
>. Sindr#m Fac#!s, kari#tipe /<<AAZL::1, tris#mik pada kr#m#s#m
g#n#s#m. &enderita sindr#m ini umumnya !erwajah kriminal, suka menusuk,
nusuk mata dengan !enda tajam, seperti pensil,dll dan juga sering !er!uat
kriminal. &enelitian di luar negeri mengatakan !ahwa se!agian !esar #rang,
#rang yang masuk penjara adalah #rang,#rang yang menderita Sindr#m
Fac#!s.
%. Sindr#m &atau, kari#tipe /%@AZLL0L:1, tris#mik pada kr#m#s#m
aut#s#m. kr#m#s#m aut#s#mnya mengalami kelainan pada kr#m#s#m
n#m#r.
@. Sindr#m 6dward, kari#tipe /%@AZLL0L:1, tris#mik pada aut#s#m.
Aut#s#m mengalami kelainan pada kr#m#s#m n#m#r 1A,1B, atau 1?.
&enderita sindr#m ini mempunyai tengk#rak l#nj#ng, !ahu le!ar pendek,
telinga agak ke !awah dan tidak wajar.
'# M&tasi )enyebab Kan"er
Setiap kanker yang tim!ul, !erasal dari CMutasiC atau peru!ahan gen.
Farang sekali kanker diwariskan dari #rang tua kepada anak. Se!agian !esar
dari penyakit kanker, muncul seiring perjalanan hidup sese#rang. Satu dari
1== trilyun sel,sel yang ada dalam tu!uh kita suatu saat !isa saja mengalami
kemunduran, yakni peru!ahan dari sel,sel sehat yang !er"ungsi n#rmal
menjadi sel,sel tum#r. &r#ses trans"#rmasi sel n#rmal menjadi sel ganas
melalui displasi terjadi melalui mekanisme yang sangat rumit, tetapi secara
umum mekanisme karnin#genesis ini terjadi melalui tiga tahap, salah
satunya yaitu +nisiasi adalah pr#ses yang meli!atkan mutasi genetik yang
menjadi permanen dalam DNA sel. Dipicu #leh insiat#r /!ahan yg mampu
menye!a!kan mutasi gen1 [ initiated cells. Sel,sel masih mirip dengan sel
n#rmal.
&eru!ahan yang terjadi pada sel, terutama dise!a!kan #leh sinar 72,
sinar L dan !ahan,!ahan kimia penye!a! kanker. :ang termasuk !ahan,
!ahan kimia penye!a! kanker adalah $en3#pyrene /salah satunya1, yakni 3at
!er!ahaya yang terjadi aki!at adanya pem!akaran. $en3#pyrene !iasa
%A
ditemukan pada pr#duk,pr#duk yang dimasak dengan api atau pengasapan.
$en3#pyrene mengaki!atkan tim!ulnya se!uah 3at tertentu yang secara
kimia !isa mengikat DNA dan ikatan inilah yang kemudian mengaki!atkan
terjadinya peru!ahan struktur DNA.
&eru!ahan ini merugikan pr#ses pem!elahan sel dan se!aliknya
menguntungkan pr#ses CMutasi.D Semakin lama sese#rang mengk#nsumsi
tem!akau, maka semakin !esar pula 3at,3at penye!a! kanker yang dihisap
#leh si per#k#k, sehingga semakin tinggi pula resik#, !ahwa 3at,3at
penye!a! kanker yang telah ia hisap terse!ut, akan menjadi pemicu
terjadinya peru!ahan struktur dalam gen. 9esik# terjadinya CMutasiD akan
semakin !ertam!ah seiring dengan pertam!ahan usia, hal ini dikarenakan
tu!uh sese#rang yang semakin !erumur !ekerja tak se#ptimal dulu. +nilah
yang dengan mudah !isa memicu terjadinya kesalahan pada pem!elahan
sel.
*nk#gen adalah 8ersi mutan dari gen n#rmal, yang memicu
pertum!uhan sel. (en pada sel n#rmal yang dapat !eru!ah menjadi
#nk#gen akti" aki!at mutasi, dise!ut pr#t#,#nk#gen. Mutasi mampu
mengu!ah pr#t#,#nk#gen menjadi #nk#gen akti". &er!edaan antara #nk#gen
dan gen n#rmal kadang kala tidak terlihat. &r#tein mutan dari mana asal
#nk#gen muncul dapat !er!eda hanya dengan satu asam amin# tunggal dari
8ersi yang sehat. Fadi hanya dengan satu peru!ahan tunggal telah dapat
mengu!ah "ungsi pr#tein. -etika pr#t#,#nk#gen mengalami mutasi /mutasi
titik, transl#kasi, ampli'kasi, insersi atau delesi1 menjadi #nk#gen, maka
mekanisme 'si#l#gis pr#ses pem!elahan sel n#rmal akan mengalami
gangguan dan menuju pada lesi gen. &eru!ahan ini akan terjadi pr#ses
pem!elahan sel ne#plastik.
-ateg#ri &eru!ahan (enetik &r#t#,*nk#gen Menjadi *nk#gen
Terdapat tiga kateg#ri peru!ahan genetik pr#t#,#nk#gen menjadi #nk#gen.
11 Transl#kasi0transp#sisi. gen !erpindah ke l#kus yang !aru, di!awah
k#ntr#lpr#m#ter yang !aru. &eru!ahan ini dapat menye!a!kan pr#duksi
pr#tein penstimulasi pertum!uhan !erle!ih.
%B
<1 Ampli'kasi gen. gen disalin hingga !erlipat ganda dalam gen#m.
Hasilnya serupa dengan transl#kasi.
>1 Mutasi titik dalam gen. Hasilnya !erupa pr#tein penstimulasi
pertum!uhan yang !ekerja hiperakti" atau resisten degradasi.
(# Me"anisme Polimor3sme
Sel kanker adalah sel n#rmal yang mengalami mutasi0peru!ahan
genetik dan tum!uh tanpaterk##rdinasi dengan sel,sel tu!uh lain. &r#ses
pem!entukan kanker /karsin#genesis1 merupakan kejadian s#matik dan
sejak lama diduga dise!a!kan karena akumulasi peru!ahan genetic dan
epigenetik yang menye!a!kan peru!ahan pengaturan n#rmal k#ntr#l
m#lekuler perkem!ang!iakan sel. &eru!ahan genetik terse!ut dapat !erupa
akti8asi pr#t#,#nk#gen dan atau inakti8asi gen penekan tum#r yang dapat
memicu tum#rigenesis dan memper!esar pr#gresinya.
Sel kanker yang tak mampu !erinteraksi secara sinkr#n dengan
lingkungan dan mem!elah tanpa kendali !ersaing dengan sel n#rmal dalam
memper#leh !ahan makanan dari tu!uh dan #ksigen. Tum#r dapat
menggantikan jaringan sehat dan terkadang menye!ar ke !agian lain dari
tu!uh yakni suatu pr#ses pemendekan umur yang la3im dise!ut metastasis.
&#tensi metastasis ini diper!esar #leh peru!ahan genetik yang lain. Fika tidak
di#!ati, ke!anyakan kanker mengarah ke pesakitan dan !ahkan kematian.
-anker muncul melalui peru!ahan genetik rangkap0ganda dalam sel induk
dari #rgan tu!uh. Se!agian peru!ahan yang tidak dapat dihapuskan akan
terus menumpuk !ersamaan dengan !ertam!ahnya umur dan tidak dapat
dihindari, akan tetapi predisp#sisi genetik, "akt#r lingkungan dan yang paling
!anyak yakni gaya hidup adalah "act#r,"akt#r yang penting. $e!erapa #rang
lahir dengan mutasi tertentu dalam DNA,nya yang dapat mengarah ke
kanker. Se!agai c#nt#h, se#rang wanita lahir dengan mutasi pada gen yang
dise!ut BR2A1 akan mem!entuk kanker payudara atau rahim jauh le!ih
!anyak daripada wanita yang tidak mempunyai mutasi demikian. -arsin#gen
eks#gen /dari luar1 dan pr#ses !i#l#gik end#gen dapat menye!a!kan mutasi
%?
delesi, insersi atau su!stitusi !asa !aik transisi maupun trans8ersi.
Mekanisme end#gen kerusakan DNA yang telah diketahui dengan !aik
adalah "en#mena deaminasi @,metilsit#sin.
Metilasi DNA adalah merupakan mekanisme epigenetik yang
meli!atkan pengaturan ekspresi suatu gen. 9esidu sit#sin dan @,metilsit#sin
masing,masing dapat secara sp#ntan dideaminasi menjadi urasil dan timin
yang jika tidak diper!aiki akan menye!a!kan mutasi transisi (.G\A.T. Mutasi
ini paling !anyak terjadi pada dinukle#tida Gp( /sit#sin diikuti #leh guanin1
yang seringkali mengalami metilasi. Studi spektrum mutasi menyatakan
adanya c#rak khas peru!ahan DNA yang diinduksi #leh mutagen end#gen
dan eks#gen tertentu dalam gen yang !erhu!ungan dengan kanker.
Selama masa hidupnya, sel n#rmal senantiasa terkena pajanan
!er!agai tekanan /stress1 end#gen dan eks#gen yang dapat meru!ah
karakter n#rmalnya yang meli!atkan peru!ahan genetik. &eru!ahan genetik
yang dapat menye!a!kan mutasi sangat mem!ahayakan sel karena akan
dapat diwariskan ke sel keturunannya dan mengarah ke pem!entukan
ne#plasia
Mutasi p3 adalah peru!ahan genetik yang paling umum ditemukan
pada kanker manusia dan "ungsi p3 hilang secara tidak langsung !aik #leh
eksklusi inti, interaksi dengan pr#tein 8irus seperti pada kanker ser8iks,
ataupun melalui interaksinya dengan #8erekspresi pr#tein mdm<. (en p3
!erperan dalam pengaturan siklus sel dengan meng#ntr#l sejumlah gen
termasuk gen untuk ap#pt#sis jika kerusakannya !erat.
Fawa!lah pertanyaan !erikut ini.
1. (en apa sajakah yang terli!at dalam pem!entukan siklus sel M
<. (am!arkan dengan menggunakan skema !agaimana
mekanisme pr#li#"erasi hingga menim!ulkan kanker. N
%;
PERTEMUAN 7
MATERI POKOK !
Karsinogen
# De3nisi
'# Penyebab "an"er !
a# Fisi" , sinar 8 ra$iasi-
b# 9ir&s
1# Senyawa "imia
# De3nisi
-arsin#gen /cancer,causing agents1adalah !ahan yang dapat memicu
ataupun mend#r#ng terjadinya kanker. $e!erapa peneliti memperkirakan
;;,;;P karsin#gen yang kita cerna adalah alamiah. Di antaranya adalah
!ahan kimia, tetapi hanya ] >= senyawa yang diidenti'kasi se!agai
karsin#gen /3at penye!a! kanker1 manusia. Sekitar >== senyawa lainnya
menye!a!kan kanker pada !inatang secara la!#rat#rium.

Karsinogen Alamia'
Tidak semua karsin#gen !erupa !ahan kimia sintetik. Sa"r#le dalam
sassa"ras dan a4at#ksin dipr#duksi #leh jamur pada makanan, merupakan
senyawa alam. $e!erapa peneliti memperkirakan ;;,;;P karsin#gen yang
kita cerna adalah alamiah. Tum!uh,tum!uhan mempr#duksi senyawa
tertentu untuk melindungi mereka terhadap jamur, serangga, dan !inatang
termasuk manusia. $e!erapa senyawa yang dipr#duksi ini adalah karsin#gen
yang ditemukan pada jamur, !asil, seledri, kurma, !um!u, lada, adas,
parsnips, dan minyak sitrus. -arsin#gen juga dihasilkan selama pemasakan
dan se!agai pr#duk dari meta!#lisme n#rmal.
4enis Karsinogen
@=
Senyawa kimia karsin#gen !er8ariasi, yang akan diuraikan di sini
hanya !e!erapa karsin#gen utama. $e!erapa karsin#gen yang sangat
!er!ahaya adalah hidr#kar!#n ar#matik, yang paling dikenal adalah >,%,
!en3pirena. Hidr#kar!#n karsin#genik ter!entuk selama pem!akaran tidak
sempurna dari hampir setiap senyawa #rganik. Mereka ditemukan dalam
!atu!ara, asap r#k#k, pem!akaran kendaraan !erm#t#r, k#pi, gula g#s#ng
dan se!againya. Tidak semua hidr#kar!#n ar#matik p#lisiklik merupakan
karsin#gen. Terdapat k#relasi yang erat kekarsin#genan dengan ukuran dan
!entuk tertentu dari m#lekul. Nampaknya si"at karsin#gen tidak hanya
dise!a!kan #leh hidr#kar!#n semata tetapi dapat ter!entuk karena pr#duk
#ksidanya dalam hati.
Fenis karsin#gen yang lain adalah amina ar#matik. Dua di antaranya
adalah !,na"tilamina dan !en3idina. -edua senyawa ini pernah digunakan di
industri 3at warna. Senyawa ini !ertanggung jawa! untuk kanker kandung
kemih pada pekerja yang k#ntak lama dengan senyawa terse!ut.
$e!erapa pewarna amin#a3# juga menunjukkan karsin#gen, misalnya
%,dimetilamin#!en3ena. Senyawa ini dikenal se!agai Cpewarna kuning
mentegaD. Senyawa ini digunakan untuk pewarna mentega se!elum
diketahui si"at karsin#gennya.
Tidak semua karsin#gen merupakan senyawa ar#matik, !e!erapa di
antaranya adalah nitr#samin dan 8inil kl#rida. Senyawa lainnya merupakan
cincin heter#siklik tiga, dan empat,angg#ta yang mengandung #ksigen atau
nitr#gen, misalnya etilenaimina, ep#ksida dan turunannya, ester siklik yang
juga dise!ut lakt#n#
'# Penyebab "an"er !
&enye!a! kanker sangat !ergantung dari jenis penyakit kanker yang
diderita. Namun, pada umumnya penye!a! kanker adalah tidak n#rmalnya
sel sehingga terjadi pertum!uhan yang di luar !atas, dan sampai menyerang
jaringan di sekitarnya.
@1
akt#r lingkungan. ?=P kanker yang menerpa manusia diaki!atkan
#leh pengaruh lingkungan, yaitu pengaruh dari 3at karsin#gen dari luar
/eks#gen1. Sisanya, yang !ertanggung jawa! adalah 8irus dan radiasi.
akt#r keturunan. Sejumlah kanker ternyata dapat diturunkan, a.l. 1=,
<=P dr tum#r !uah dada /mamma1, %=P dr tum#r mata /retin#!last#ma1.
a#9ir&s )enyebab Kan"er
2irus #nk#genik mengandung DNA atau 9NA se!agai gen#mnya.
Adanya in"eksi 8irus pada suatu sel dapat mengaki!atkan trans"#rmasi
malignat, hanya saja !agaiamana pr#tein 8irus dapat menye!a!kan
trans"#rmasi masih !elum diketahui secara pasti. 7mumnya jenis retr#8irus,
dapat menyisipkan #nk#gen ke dalam gen#m, mengu!ah pr#t#, #nk#gen
menjadi #nk#gen, atau merusak gen dengan menyisipkan gen lain di antara
gen supres#r,tum#r. $e!erapa jenis kanker yang dise!a!kan retr#8irus
adalah !e!erapa jenis leukimia, kanker hati, dan kanker ser8iks. Seperti
in"eksi aki!at 8irus /Hepatitis $ 2irus dan -anker Hati, Human &apill#ma 2irus
/H&21 dan -anker Ser8iks0Mulut 9ahim1 dan $akteri /Helic#!ater &yl#ri dan
-anker Lam!ung1 dan &arasit /Schist#s#miasis dan -anker -andung -emih1.
$e!erapa kanker !isa dise!a!kan in"eksi. +ni !ukan saja !erlaku pada
!inatang,!inatang seperti !urung, tetapi juga pada manusia. 2irus,8irus ini
!erperan hingga <=P terhadap terjangkitnya kanker pada manusia di
seluruh dunia. 2irus,8irus ini termasuk papill#ma8irus pada manusia /kanker
ser8iks1, p#li#ma8irus pada manusia /mes#theli#ma, tum#r #tak1, 8irus
6pstein,$arr /penyakit lim"#pr#li"erati" sel,$ dan kanker nas#"aring1, 8irus
herpes penye!a! sarc#ma -ap#si /Sarc#ma -ap#si dan e"usi lim"#ma
primer1, 8irus,8irus hepatitis $ dan hepatitis G /kanker hati1, 8irus,1 leukemia
sel T pada manusis /leukemia sel T1, dan helic#!acter pyl#ri /kanker
lam!ung1.^>A_
Fenis tum#r yang ditim!ulkan 8irus dapat di!agi menjadi dua, jenis
yang !ertrans"#rmasi secara akut dan !ertrans"#rmasi secara perlahan. &ada
8irus yang !ertrans"#rmasi secara akut, 8irus terse!ut mem!awa #nk#gen
@<
yang terlalu akti" yang dise!ut #nk#gen,8iral /8,#nc1, dan 8irus yang
terin"eksi !ertrans"#rmasi segera setelah 8,#nc terlihat. -e!alikannya, pada
8irus yang !ertrans"#rmasi secara perlahan, gen#me 8irus dimasukkan di
dekat #nk#gen,pr#t# di dalam gen#m induk.
b# Sinar Ra$iasi )enyebab Kan"er
9adiasi termasuk !agian dari karsin#gen. Termasuk salah satunya
adalah radi#akti" dari nuklir yang dapat menye!akna leukimia. $erle!ihnya
terkena sinar 7ltra 2i#let /72A dan 72$1 yang !isa menye!a!kan kanker
kulit.
1# Senyawa Kimia )enyebab Kan"er
$e!erapa c#nt#h dari !ahan kimia yang kerjanya langsung memicu
terjadinya kanker /Direct,Acting Garcin#genesis1 adalah se!agai !erikut.
1. Alkylating Agents
a. dimethyl sul"ate,
!. $,&r#pi#lact#tte,
c. ethylmethane sul"#nate /6MS1.
<. &#lycyclic dan Heter#cyclic Ar#matic Hydr#car!#ns
a. !en3/a1anthracene,
!. !en3#/a1pyrene,
c. di!en3/a,h1anthracerie.
>. Ar#matic Amines
a. <,Naphtylamine /p,naphthylan3ine1,
!. !en3idine,
c. dimethylarnin#a3#!en3ene
Selain itu ada .
1. D6S /diethylstil!estr#l1
&enelitian yang telah di!uat #leh ilmuwan di Amerika Serikat dan negara lain
menunjukkan !ahwa diethylstil!estr#ntelah ter!ukti se!agai se!agai
penye!a! kanker rahim, kanker payudara, dan kanker alat repr#duksi
@>
lainnya. Diethylstil!estr#l ialah suatu h#rm#ne seks !uatan yang umumnya
digunakan dalam pr#duk makanan.
<. Siklamat atau !iang gula
$ahan pemanis !uatan yang dise!ut siklamat, yang telah digunakan untuk
!rpuluh tahun lamanya dalam pr#duksi makanan dan minuman !#t#l,
tenyata dapat menye!a!kan kanker perut dan alat pencernaan lainnya
>. Saccharin
Di samping siklamat, dijumpai pula !ahwa pemanis !uatan lainnya yng
dise!ut saccharin, yang juga dapat menye!a!kan kanker ginjal dan kanker
rahim. *leh karena itu maka se!aiknya hindarkan pemakaian pemanis
terse!ut.
%. Nit#samines
Telah ter!uktikan dalam penelitian Dr. Hiliam Lijinski, ilmuwan ternama dari
&usat &enelitian -aker 7ni8ersitas Ne!raska, !ahwa nitr#samines adalah
penye!a! kanker pada hati, perut , #tak, kandung kemih, ginjal , dan alat )
alat tu!uh lainnya. Nitr#samines ini dipr#duksikan tu!uh dari nitrit, nitrat,
yaitu !ahan ) !ahan pengawet !uatan dan !ahan ) !ahan pewarna !uatan
yang maman umumnay dipakai dalam pr#duk daging yang telah dipr#ses
dan juga !anyak dalam pr#duk makanan.
@. &ewarna ter !atu!ara
$anyak sekali pewarna !uatna yang di!uat dari ter !atu!ara yang sangat
!er!ahaya se!a! dapt menye!a!kan kanker. Tetapi !ahan ini masih !anyak
digunakan dalam makanan, minuman , k#smetik, maupun #!at ) #!atan dan
se!!agaianya.
A. Str#ntium ;=
Str#ntium ;= adalh 3at radi#akti" yang sekarang ini terdaptat hampir di
seluruah !ulatan !umi se!agai aki!at dari perc#!aan !#m at#m serta
peledakan !#m yang masuk dalam tu!uh manusia melaui makanan,
khususnya susu. Salah satu ilmuwan yang terkenal dari 9usia, yaitu Dr. A.2.
T#pchie8 mengatakan !aru ) !aru ini, !ahawa meningkatnya penderita
leukemia /kanker darah1, sarc#ma dari tulang dise!a!kan #leh Str#ntium ;=
@%
B. +#dine 1>1
Di samping Str#ntium ;=, ada !ahan radi#akti" lainnya yang dise!ut i#dine
1>1, yang juga tim!ula dari perc#!aan !#m at#m. +#dine 1>1 telah ter!ukti
se!agai penye!a! kanker pada kelnjar tir#id. +#dine 1>1 terdapat di
sekeliling kita dan pada makanan kita, khususnya susu.
?. $en3#pyrene
$e!erapa tahun yang lalu para ilmuwan menemukan !ahwa !en3#pyrene
dapat dihasilkan melalui pemanggangan daging, !ahkan mereka
menemukan !ahwa kadar !en3#pyrene dari satu kil#gram sate /daging yang
dipanggang1, adalah sama dengan kadar !en3#pyrene dari A== !atang
r#k#k.
;. Methylch#lantherene
$anyak #rang mengatakan Csaya tidak suka sate, jadi saya !e!as dari
!en3#pyrene.D Tetapi !ila tidak menyukai sate, !ukan !erarti mem!e!askan
diri dari kanker !ila anda tetap memakan daging g#reng. &enelitian yang
telah di!uat menunjukkan !ahwa lemak daging yang dipanaskan dengan
panas tinggi akan mem!entuk methylch#lanthrene, suatu 3at karsin#genik,
yaitu 3at yang !ila di!erikan pada tikus dengan d#sis su!karsin#gen akan
mem!uat tikus itu cenderung uuntuk mendapatkan kanker dari 3at,3at
karsin#genik lainnya yang di!erikan juga denga d#sis su!karsin#genik.
1=. Styrene
Styrene !iasa terkandung dalam gelas plastik. Styrene adalah salah satu
jenis !ahan kimia yang harus digunakan seminimal mungkin dalam
kehidupan Anda. Se!e!, 3at ini memiliki si"at karsin#genik dan
menye!a!kan penyakit kanker. Dewasa ini penggunaan styrene sudah
semakin merajalela mulai dari '!erglas, #nderdil #t#m#ti", pipa plastik dan
juga wadah minuman sekali pakai. *rang yang terkena styrene dalan jumlah
!esar akan !eresik# terkena serangan kanker leukemia dan lim"#ma. Selain
itu, "akta menunjukkan styrene !isa menye!a!kan kanker pankreas dan
es#"agus.
11. #rmaldehyde
@@
#rmaldehyde !iasa terkandung dalam digunakan se!agai pengawet pr#duk,
pr#duk tekstil dan plastik. Di dalam tu!uh, #rmaldehyde !isa menim!ulkan
terikatnya DNA #leh pr#tein, sehingga mengganggu ekspresi genetik yang
n#rmal
1<. M$T /<,mercapt#!en3#thia3#le1
Rat ini !iasa digunakan dalam peng#lahan getah karet. Menurut penelitian
3at ini merpakan !ahan yang !ersi"at karsin#genik. Dalam penelitian
terse!ut juaga dise!utkan !ahwa #rang yang terkena M$T ini memiliki resik#
kanker usus !esar dan miel#ma ganda le!ih tinggi di!andingkan dengan
#rang yang ter!e!as dari paparan M$T.
1>. &er4u#r#car!#n /&G1
&er4u#r#car!#n merupakan jenis !ahan kimia yang !anyak digunakan pada
pr#duk panci anti,lengket dan pengemas makanan yang !ersi"at men#lak air
dan lemak. Menurut penelitian, paparan &G dalam tu!uh manusia
khususnya di kalangan perempuan sangat erat kaitannya dengan
men#pause atau percepatan penuaan yang le!ih dini.
Fawa!lah pertanyaan ini .
1. Felaskan secara singkat apa yang dimaksud karsin#genesis M
<. Felaskan mekanisme terjadinya kanker M
@A
PERTEMUAN :
MATERI POKOK !
Metabolisme senyawa senyawa Karsinogen#
# Pen$a%&l&an Metabolisme
'# Peran en;im $alam metabolisme
(# Metabilisme senyawa*senyawa !
a# Asetilamino<&rene
b# ben;i$ine
1# Dimetilamin a;oben;en
# Pen$a%&l&an Metabolisme
Meta!#lisme adalah suatu pr#ses kimiawi yang terjadi di dalam tu!uh
semua makhluk hidup, pr#ses ini merupakan pertukaran 3at ataupun suatu
#rganism dengan lingkungannya. Meta!#lisme !erasal dari !ahasa :unani,
yaitu Cmeta!#leD yang !erarti peru!ahan, dapat kita katakana !ahwa
makhluk hidup mendapat, meng#lah dan mengu!ah suatu 3at melalui pr#ses
kimiawi untuk mempertahankan hidupnya.
Fadi !isa disimpulkan !ahwa Meta!#lisme merupakan seluruh
rangkaian reaksi kimia yang !erlangsung di dalam sel makhluk hidup.
Meta!#lisme terdiri atas dua pr#ses , yaitu ana!#lisme dan kata!#lisme.
Anabolisme merupakan serangkaian reaksi kimia !erupa pr#ses
penyusunan 3at k#mpleks dari 3at yang le!ih sederhana. Katabolisme
merupakan ke!alikan dari ana!#lisme yakni 3at k#mpleks serangkaian reaksi
kimia !erupa pr#ses pemecahan 3at k#mpleks menjadi 3at le!ih sederhana
yang disertai dengan pelepasan energi !erupa aden#sin triph#sphate.
'# Peran En;im $alam Metabolisme
6n3im merupakan senyawa pr#tein yang !er"ungsi se!agai katalisat#r
reaksi,reaksi kimia yang terjadi dalam sistem !i#l#gi /makhluk hidup1. *leh
karena merupakan katalisat#r dalam sistem !i#l#gi, en3im sering dise!ut
@B
!i#katalisat#r. -atalisat#r adalah suatu 3at yang mempercepat reaksi kimia,
tetapi tidak mengu!ah kesetim!angan reaksi atau tidak mempengaruhi hasil
akhir reaksi. Rat itu sendiri /en3im1 tidak ikut dalam reaksi sehingga
!entuknya tetap atau tidak !eru!ah.
G#nt#h,c#nt#h en3im dalam pr#ses meta!#lism.
,n5im katalase.
6n3im katalase !er"ungsi mem!antu pengu!ahan hidr#gen per#ksida
menjadi air dan #ksigen. -atalase <H<*< \ <H<* Z *<
,n5im oksidase.
6n3im #ksidase !er"ungsi mempergiat pengga!ungan *< dengan
suatu su!strat yang pada saat !ersamaan juga mereduksikan *<, sehingga
ter!entuk H<*. 6n3im hidrase. 6n3im hidrase !er"ungsi menam!ah atau
mengurangi air dari suatu senyawa tanpa menye!a!kan terurainya senyawa
yang !ersangkutan. G#nt#h. "umarase, en#lase, ak#nitase.
,n5im de'idrogenase.
6n3im dehidr#genase !er"ungsi memindahkan hidr#gen dari suatu 3at
ke 3at yang lain. 6n3im transph#s"#rilase. 6n3im transph#s"#rilase !er"ungsi
memindahkan H>&*% dari m#lekul satu ke m#lekul lain dengan !antuan i#n
Mg<Z.
,n5im kar"oksilase.
6n3im kar!#ksilase !er"ungsi dalam pengu!ahan asam #rganik secara
!#lak,!alik. G#nt#h pengu!ahan asam piru8at menjadi asetaldehida di!antu
#leh kar!#ksilase piru8at.
,n5im desmolase.
6n3im desm#lase !er"ungsi mem!antu dalam pemindahan atau
pengga!ungan ikatan kar!#n. G#nt#hnya, ald#lase dalam pemecahan
"rukt#sa menjadi gliseraldehida dan dehidr#ksiaset#n.
,n5im peroksida.
6n3im per#ksida !er"ungsi mem!antu meng#ksidasi senyawa "en#lat,
sedangkan #ksigen yang dipergunakan diam!il dari H<*<.
@?
(# Metabilisme senyawa*senyawa !
a. Asetilamin#4urene
N,asetilamin#4u#ren, keduanya sangat karsin#gen !egitu dik#n8ersi
menjadi hidr#ksilamida. Garilah meta!#lism ketiga senyawa terse!ut.
". "en5idine
$en3idine adalah suatu senyawa kimia #rganic turunan dari !en3ene yang
dipr#duksi tidak secara alami. $en3idine memiliki nama lain yaitu $en3idine,
!ased dyesO %,%`,$ianilineO %,%` $iphenyldiamineO 1,1`,$iphenyl,%,%`,diamineO
%,%`,Diamin#!iphenylO p,Diamin#diphenyl. 9umus kimia dari !en3idine
adalah NH<GAH%GAH%NH< atau /GAH%NH<1< atau G1<H1<N<. $entuk dari
m#lekul dari !en3idine adalah GAS num!er . ;<,?B,@. $en3idine akan terurai
melalui pr#ses pemanasan dan jika di!akaar aakan menghasilkan asap yang
!ersi"at t#ksik yaitu nitr#gen #ksida. $en3idine dapat !ereaksi dengan
#ksidan kuat, secara khusus dengan asam nitrat. G#nt#h pr#duk dari
!en3idine adalah Direct $lue A, Direct $lack >?, dan Direct $r#wn ;@.
Di udara !en3idine ditemukan melekat pada partikel atau se!agai uap.
Dahulu !en3idine digunakan #leh industry dalam jumlah !esar se!agai
!ahan celup untuk mempr#duksi !aju, kertas atau !ahan dari kulit. Namun
saat ini !en3idine tidak lagi digunakan lagi se!agai !ahan celup dalam
industry karena telah ter!ukti dapat menye!a!kan kanker pada manusia.
$en3idine saat ini hanya digunakan se!agai !ahan penelitian.
*+KS)K+K)N,*)KA .ADM,/
&r#ses a!s#rpsi !en3idine ke dalam tu!uh manusia melalui !e!erapa
cara, yaitu melalui inhalasi, k#ntak dermal, dan hanya sedikit melalui ingesti.
Halaupun salah satu rute signi'kan untuk pajanan !en3idine melalui
inhalasi, tetapi itu !erasal dari ser!uk atau de!u !en3idine di udara yang
memang secara 'sik !er!entuk !u!uk, karena jika dari uapnya, !en3idine
cenderung memiliki tekanan uap rendah.
@;
Secara umum, dengan cepat dinding plasma mengi3inkan !en3idine
untuk tera!s#r!si dan diikuti #leh meta!#lit !en3idine secara !ertahap. Tidak
studi yang telah dilap#rkan yang mengindikasikan !en3idine diserap #leh
!e!erapa pr#ses lain selain dari pr#ses di"usi pasi". $en3idine diserap dan
melewati dinding usus. $elum ada !ukti yang menunjukkan distri!usi
!en3idine melalui perantara carrier atau !erikatan dengan pr#tein, meskipun
k#njugasi dari se!agian meta!#lit !en3idine di !i#akti8asi #leh gluk#r#nat
yang mem!antu untuk menuju target #rgan. Selanjutnya, sirkulasi
enter#hepatic !erk#ntri!usi untuk mem!uat t#ksisitas meta!#lit !en3idine
persisten di empedu. Meta!#lisme !en3idine meli!atkan sistem en3im yang
k#mpleks dan rumit. Di dalam hati !en3idine akan diru!ah menjadi N,
acetylated dan kemudian N,hydr#5ylated #leh sit#kr#m &,%@= atau en3im
4a8in m#n##ksigenase, sedangkan pada jaringnan ekstrahepatik, per#ksidasi
#leh pr#staglandin H sintase atau #ksidasi #leh lip#5ygenases mungkin
memainkan peran yang signi'kan pada tahap meta!#lisme !en3idine.
6kskresi !en3idine, meta!#lit, dan k#njugatnya kira,kira memiliki jumlah
per!andingan yang sama antara di urin atau di empedu0"eses.
*arget +rgan and ,(ek Kese'atan :
Target #rgan dari !en3idine adalah kandung kemih, kulit, ginjal, hati,
dan darah. Menurut N+*SH, gejala dan tanda,tanda #rang yang keracunan
!en3idine, antara lain hematuria /darah dalam urin1, anemia sekunder dari
hem#lisis, sistitis akut, gangguan hati akut, dermatitis, dan gangguan !uang
air kecil tidak teratur.
&#tensial e"ek kesehatan kr#nik yaitu !en3idine termasuk ke dalam tipe A1
/penye!a! kanker pada manusia1 yang dikeluarkan #leh AG(+H. Dari literatur
yang diper#leh !en3idine sangat !erpengaruh menjadi penye!a! kanker
kandung kemih. $erdasarkan sur8ey yang dilakukan pada pekerja yang
terpajan !en3idine mengindikasikan !ahwa mereka yang memiliki le!ih
rendah pr#perdin serum n#rmal akan le!ih mungkin untuk !erkem!ang
menjadi tum#r kandung kemih.
A=
$anyak penelitian telah dilakukan untuk menjelaskan mekanisme dan
eti#l#gi kanker kandung kemih dan kanker lainnya yang dise!a!kan #leh
!en3idine pada hewan. T#ksisitas !en3idine dan eliminasi dari tu!uh secara
su!stansial dimediasi #leh trans"#rmasi meta!#lic. -etika !e!erapa
meta!#lit menjadi pr#duk yang didet#ksi'kasi, yang lainnya dapat menjadi
tanda yang dekat dan akhir yang !ersi"at karsin#gen. Terakhir menjadi DNA
adduct yang menjadi asumsi awal se!agai cal#n menjadi karsin#genesis.
&er!edaan target #rgan pada tikus, anjing dan manusia dalah per!edaan
spesi'k pada system meta!#lism dan akti8itas en3im. Se!uah skema
meta!#lisme yang diperlihatkan meli!atkan N,acetylati#n, N,hydr#5ylati#n di
hati.
&ada manusia !en3idine dan N,acetil!en3idineadalah glucur#nidated di
hati dan diangkut ke lumen kandung kemih, mereka di hidr#lisis #leh air
kencing yang !ersi"at asam. Akti8asi di kandung kemih termasuk per#ksidasi
#leh pr#staglandin H sintetase, #ksidasi #leh sit#kr#m &,%@= dan *,
esteri'kasi #leh *,asetiltrans"erase , atau N, *,asetiltrans"erase.
DNA adduct dianggap di!entuk #leh *,asetilasi N`,hidr#ksi,N,acetyl!en3idine
dan selajutnya akan !erikatan dengan !asa DNA. Seperti yang dise!utkan
se!elumnya !ahwa air kencing yang !ersi"at asam diduga untuk melepaskan
amina dari gluc#r#nide, maka amina menjadi akti" , c#nt#hnya pr#staglandin
synthase H untuk meninisiasi karsin#genesis. (en Hyp#methylati#n diduga
meningkatkan trankripsi dan dengan demikian !en3idine mungkin akan
mampu untuk mem"asilitasi ekspresi gen untuk menyimpang yang kemudian
terli!at dalam pr#ses karsin#genesis.
1# Dimetilamin a;oben;en
Rat warna a3#
Dimethylamin#a3#!en3ene /!utter yell#w1 dapat menim!ulkan kanker hati
pada tikus, !ila ada de'siensi 8itamin ri!#4a8in. 2itamin ini merupakan k#,
en3im untuk memecag 3at warnas terse!ut.
A1
.awabla% )ertanyaan ini !
# .elas"an $engan mengg&na"an s"ema metabolism $ari
senyawa*senyawa $iatas /
'# Seb&t"an en;im*en;im yang ber)eran $alam metabolism
senyawa $i atas /
A<
PERTEMUAN =
MATERI POKOK!
Metabolisme "arsinogen $an en;im en;im yang ber)eran!
a# +en;o ,a-)yren
b# +en; ,a- anrasen
1# Dial"ilnitrosamin
$# A<ato>in
e# Estragol
2# Sa2rol
A# +en;o,a-)yren
Merupakan k#mp#nen asap dari kel#mp#k senyawa hidr#kar!#n
ar#matik p#lisiklik /p#lycyclic ar#matic hydr#car!#ns ,&AH1 yang !ersi"at
karsin#genik. Struktur kimia dari senyawa ini relati" sta!il karena memiliki
sistim pi terl#kalisasi /pada gugus ar#matiknya1. -etika daging dimasak di
atas !ara /pengasapan panas1, se!agian lemak daging yang menetes pada
!ara api akan ter#ksidasi #leh G*
<
and H
<
=, mem!entuk hidr#kar!#n
ar#matik p#lisiklik. -#mp#nen ini lalu di!awa #leh asap ke daging yang
sedang diasap dan terakumulasi di permukaan daging yang diasap.
Fika dik#nsumsi, maka hati akan meng#ksidasi k#mp#nen !en3#,a,
pyrene dan &AH lainnya menjadi !er!agai k#mp#nen, diantaranya adalah
ep#ksida. $entuk di#l ep#ksida !en3#,a,pyrene merupakan k#mp#nen t#ksik
yang jika terdapat dalam jumlah !esar !isa menyerang DNA /mem!entuk
ikatan k#8alen dengan DNA1.
-#nsumsi satu p#rsi pr#duk pangan dengan kadar !en3#,a,pyrene
!esar /!ar,$a, sate, ikan asap1, mungkin tidak akan menjadi masalah. Tu!uh
manusia mempunyai en3im khusus yang !isa mengeliminasi m#lekul !en3#,
a,pyrene. Masalah akan terjadi, jika pr#duk ini dik#nsumsi terus,menerus
sehingga terjadi akumulasi senyawa ini didalam DNA dalam jumlah !esar,
sehingga dapat menye!a!kan kanker. 7ntuk mencegah masalah ini,
A>
hendaknya dijaga agar lelehan lemak daging tidak jatuh ke !ara api,
sehingga tidak terjadi reaksi pem!entukan k#mp#nen &AH yang !ersi"at
karsin#genik ini. Garanya, dengan memisahkan antara pr#ses pem!entukan
asap dengan l#kasi pengasapan sehingga lelehan lemak daging tidak k#ntak
dengan !ara api.
9eaksi pem!entukan !en3#,a,pyrene selama pengasapan dan pr#duk
turunannya melalui meta!#lisme di dalam hati dapat dilihat pada (am!ar 1.

+# +en; ,a- antrasen

A%
(am!ar. $en3#/a1antrasen
De'nisi. senyawa #rganic industri pencemar yang !erasal dari
kel#mp#k hidr#kar!#n ar#matic dengan p#lisiklik / &AHs 1.
?# Dial"ilnitrosamin
D# A<ato>in
A4at#5in merupakan senyawa yang dipr#duksi #leh jamur dari genus
Aspergillus. Aspergillus ini dapat ditemukan secara luas pada setiap jenis
makanan, A4at#5in merupakan t#5in yang !er!ahaya !agi li8er /hati1 kita,
pada k#nsumsi makanan yang mengandung Al"at#5in dalam jangka waktu
lama a4at#5in ini dapat menye!a!kan Sir#sis hati dan !ahkan kanker hati.
$ahan karsin#genik pada a4at#5in memiliki kekuatan 1== kali lipat daripada
nitr#samine. Secara alamiah, A4at#5in terdiri dari % k#mp#nen induk yaitu
A@
a4at#5in $1 /A$11, a4at#5in $< /A$<1, a4at#5in (1 /A(11 dan a4at#5in (<
/A(<1.
A4at#ksin !erasal dari singkatan Aspergillus 4a8us t#5in. A4at#5in
dihasilkan #leh jamur aspergillus 4a8us, A. paracitikus dan &enicillium
pu!erulum, !ersi"at sangat !eracun dan karsin#genik. Fenis jamur ini !anyak
terdapat di mana,mana sehingga dapat mudah mencemari tanaman di
tempat manapun. Namun, pr#duksi a4at#5in tergantung pada "akt#r iklim
saat tanaman tertentu tum!uh dan disimpan se!agai !ahan !aku ransum. Di
daerah tr#pis dan su!tr#pis, resik# pencemaran Mik#t#ksin pada tanaman
selalu le!ih tinggi karena iklim tr#pika mempunyai kadar air dan kelem!apan
yang relati" tinggi. Famur ini memerlukan suhu >A, <,>B, ? darjah G dan
kelem!a!an relati" ?=,?@P untuk pertum!uhan #ptimal dan mempr#duksi
racun. T#ksin ini pertama kali diketahui !erasal dari kapang Aspergillus 4a8us
yang !erhasil diis#lasi pada tahun 1;A=.
A. 4a8us se!agai penghasil utama a4at#ksin umumnya hanya
mempr#duksi a4at#ksin $ 1 dan $< /A$1 dan A$<1 sedangkan A.
parasiticus menghasilkan A$ 1, A$ <, A( 1, dan A( <. A. 4a8us dan A.
parasiticus ini tum!uh pada kisaran suhu yang jauh, yaitu !erkisar dari 1=,
1<= G sampai %<,%> =bG dengan suhu #ptimum ><=,>>= G dan pH #ptimum
A.
Diantara keempat jenis a4at#ksin terse!ut A$ 1 memiliki e"ek t#ksik
yang paling tinggi. Mik#t#ksin ini !ersi"at karsin#genik, hepatat#ksik dan
mutagenik sehingga menjadi perhatian !adan kesehatan dunia /HH*1 dan
dikateg#rikan se!agai karsin#genik g#l 1A. Selain itu, a4at#ksin juga !ersi"at
immun#suppresi" yang dapat menurunkan sistem keke!alan tu!uh. Di
+nd#nesia, a4at#ksin merupakan mik#t#ksin yang sering ditemukan pada
pr#duk, pr#duk pertanian dan hasil #lahan /Muhilal dan -aryadi, 1;?@, Agus
et al., 1;;;1.
Selain itu, residu a4at#ksin dan meta!#litnya juga ditemukan pada
pr#duk peternak seperti susu /$ahri et al ., 1;;@1, telur /Maryam et al .,
1;;%1, dan daging ayam /Maryam, 1;;A1. Sudjadi et al /1;;;1 melap#rkan
AA
!ahwa ?= diantara ?1 #rang pesakit /AA #rang pria dan 1@ #rang wanita1
menderita kanser hati karena mengk#nsumsi #nc#m, tempe, kacang g#reng,
!um!u kacang, kecap dan ikan asin.
A$ 1 , A( 1, dan AM 1 terdapat pada c#nt#h hati dari @?P pesakit
terse!ut dengan kepekatan di atas %== cg0kg. &eru!ahan pat#l#gi anat#mi
yang dapat diaki!atkan #leh a4at#ksin adalah. hati dan limpa mem!esar,
radang dan !engkak pada du#denum /usus kecil1. Hati kelihatan pucat aki!at
penim!unan lemak dan perdarahan !er!entuk titik,titik. Faringan lim"#id
/!ursa a!ricius dantymus1 mengecil. (injal dan kantung empedu !iasanya
mem!esar dan terjadi perdarahan usus. Lemak pada ampela dan lemak
tu!uh yang lain !erle!ihan. &ada kasus kr#nis kr#nis, hati mengecil, keras
dan terdapat n#dula !erisi getah empedu.
E# Estragol
6strag#le /p,allylanis#le, metil cha8ic#l1 adalah phenylpr#pene,
senyawa #rganik alami. Struktur kimia yang terdiri dari cincin !en3ena
diganti dengan grup meth#5y dan grup pr#penyl. +ni adalah se!uah is#mer
aneth#le, !er!eda sehu!ungan dengan l#kasi ikatan ganda. Mempunyai ciri
cairan tak !erwarna.
F# Sa2rol
Sa"r#le /@,/<,pr#penyl1,1,>,!en3#di#5#le1 adalah senyawa "enil pr#pana
salah satu g#l#ngan dari senyawa ar#matik "enilpr#pan#id. 7ntuk itu Sa"r#le
mempunyai cincin !en3ena yang diapit #leh cincin di#5#lane dan gugus
metilen terminal yang sangat reakti".
AB
$i#marker Sa"r#le dapat !erupa 1K,hidr#5ysa"r#le. $i#marker ini dapat
di am!il dari c#nt#h hati dan urin tikus perc#!aan ditreatment #leh sa"r#le.
Selain itu !i#marker dan hasil meta!#lisme sa"r#le dapat !erupa
dihydr#sa"r#le /p,n,pr#pil,methylenedi#5y!en3ene1, is#sa"r#l /1,pr#penil,
>,%methylene di#5y !en3ene1, dan eugen#l /%,alil,<,met#ksi"en#l1 /Heikes
1;;%1.. Tes gen#t#sisitas k#n8ensi#nal, termasuk pertukaran kr#matit dan
tes mikr#nukleus, menyatakan t#ksisitas sa"r#l p#siti" in 8itr#, dan dalam tes
in 8i8# sa"r#le sudah dapat ditetapkan d#sis karsin#geniknya, !aik melalui
mengga!ungkan sa"r#l ke diet dan injeksi /Fin et al., <=11O SG <==<1. Sa"r#le
diserap secara pasi" dari saluran pencernaan, tetapi diperkirakan !ahwa
sa"r#le tidak !eracun dalam !entuk tetapnya. Akti8itas meta!#lik sa"r#le
untuk turunan karsin#genik yang dapat disederhanakan menjadi empat
trans"#rmasi yang !er!eda.
*rans(ormasi yang pertama, meli!atkan #ksidasi rantai samping alil dalam
sit#kr#m &%@= #leh en3im G:&<AA untuk mem!entuk 1`,hydr#5ysa"r#le.
Senyawa ini dapat menjalani sul"asi untuk mem!entuk 1`,hydr#5ysa"r#le
sul"at /Daim#n et al, 1;;B0?,. De 2ries 1;;BO Feurissen et al, <==%O.. Rh#u et
al, <==B1. 9eaksi elektr#'lik, ester asam sul"at mem!entuk DNA adduct
sa"r#le pada sel hepat#ma manusia /Hep(<1 dan menginduksi "#rmasi
kanker /Liu et al, 1;;;O. Miller et al, 1;?>O.. Rh#u et al, <==B1. DNA adduct
sa"r#le menye!a!kan induksi pertukaran kr#matid dan penyimpangan
kr#m#s#m, yang menye!a!kan kesalahan dalam replikasi DNA dan mutasi
yang memiliki kemungkinan karsin#genesis, serta sit#t#ksisitas /Daim#n et
al., 1;;B1.
*rans(ormasi yang kedua, !erada dalam jalur yang !er!eda dengan !ahan
kimia karsin#genesis yaitu stres #ksidati", yang menye!a!kan
pengga!ungan selama replikasi DNA. Sa"r#l dapat menjalani pem!elahan
cincin di#5#lane untuk mem!entuk hydr#5ycha8ic#l /%,alil,1,<,
Dihydr#5y!en3ene1, yang ditunjukkan dalam studi $enedetti terdapat pada
meta!#lit tikus dan manusia.
A?
$enedetti et al, meneliti e"ek sa"r#le pada manusia dengan paparan #ral.
Hydr#5ycha8ic#l, dideteksi ada pada saat menyirih, memiliki p#tensi untuk
mengu!ah ke elecr#philes reakti" #rt#,kuin#n atau para,kuin#n methide.
Meta!#lit ini le!ih lanjut dapat !ertrans"#rmasi menjadi spesies #ksigen
reakti" yang dapat menye!a!kan kerusakan #ksidati". Hydr#5ycha8ic#l le!ih
!eracun dari sa"r#l dan telah terkait dengan dis"ungsi mit#k#ndria.
-erusakan diprakarsai #leh hydr#5ycha8ic#l juga dapat dicegah secara in
8i8# dengan anti#ksidan seperti 8itamin 6 /Liu et al., 1;;;1.
*rans(ormasi ketiga meli!atkan ep#ksidasi sa"r#le dengan ikatan rangkap
dari kel#mp#k pr#penil untuk mem!entuk sa"r#l,< `, >`,ep#ksida /de 2ries
1;;B1.
*rans(ormasi keempat adalah #ksidasi gamma dari rantai samping alil
mengarah ke asam kar!#ksilat, yang dapat k#njugasi dengan glisin. DNA
adduct sa"r#le yang !erikatan dengan glisin ini adalah N <,/trans,is#sa"r#l,>`,
il1 <`,de#5yguan#sine dan N <,/sa"r#l,1`,il1 <`,de#5yguan#sine /(upta et al.,
1;;>1.
Sa"r#l dan is#sa"r#l !ersi"at karsin#genik pada mencit dan tikus,
mereka menghasilkan tum#r hati setelah pem!erian #ral. Sa"r#l juga
menghasilkan tum#r hati dan paru, paru pada !ayi mencit jantan setelah
penyuntikan. Dihydr#sa"r#le di!erikan secara #ral !ersi"at karsin#genik pada
tikus, di mana ia menghasilkan tum#r es#"agus.
-arsin#genitas sa"r#le dimediasi melalui pem!entukan 1K
,hidr#5ysa"r#le, dan diikuti #leh sul"#nasi pada ester asam sul"at yang tidak
sta!il yang !ereaksi dan menjadi DNA adduct Sa"r#le yang le!ih sta!il. 1K,
Hidr#5ysa"r#le, dideteksi pada hati, urine dan cairan empedu dari hewan
yang di!erikan sa"r#le. Namun, 1K,Hidr#5ysa"r#le tidak dideteksi pada
manusia dengan 1,AA mg Sa"r#le. Teknik yang dapat digunakan adalah
teknik ><&,p#st,la!eling, dengan teknik ini dapat ditentukan adanya DNA
adduct sa"r#le pada jaringan #ral pengguna daun sirih.
A;
.awabla% Pertanyaan beri"&t ini!
# Gambar"an se1ara s"ematis $ari masing*masing senyawa
$iatas5
'# Seb&t"an en;im*en;im yang ber)eran $alm metabolism
senywa $iatas5
B=
PERTEMUAN @
MATERI POKOK !
Karsinogenesis
# De3nisi "arsinogenesis
'# Karsinogenesis "arena 3si"
(# "arsinogenesis "arena Air&s
0# "arsinogenesis "arena senyawa "imia
KARSINOGENESIS
&ada umumnya, kanker tim!ul karena paparan terhadap suatu
karsin#gen secara !erkali,kali dan aditi" pada d#sis tertentu, tetapi pada
keadaan tertentu dapat juga tim!ul dari d#sis tunggal karsin#gen. &enye!a!
kanker dapat satu karsin#gen yang sama misalnya asap r#k#k /kanker paru1,
dapat dua karsin#gen yang !erlainan misalnya asap r#k#k dan de!u as!es
/kanker paru1, asap r#k#k dan radiasi sinar L /kanker paru1, asap r#k#k dan
alk#h#l /kanker #r#"arings, larings dan es#"agus1 , gen kanker dan
karsin#gen lingkungan. Dari penyelidikan epidemi#l#gis didapatkan !ahwa
asap r#k#k se!agai karsin#gen dan de!u as!es se!agai k#karsin#gen
menim!ulkan kanker paru le!ih cepat pada pekerja per#k#k yang menghirup
de!u as!es di!andingkan mereka yang mengisap asap r#k#k saja, karena
k#karsin#gen mem!antu karsin#gen menim!ulkan kanker le!ih e"ekti". Dari
penyelidikan epidemi#l#gis juga didapatkan !ahwa !ahan yang mengham!at
mekanisme pertahanan tu!uh mem!antu tim!ulnya kanker.
7ntuk !e!erapa macam kanker terdapat satu "akt#r yang d#minan
misalnya sinar ultra8i#let yang menim!ulkan kanker kulit dan kelainan
kr#m#s#m yang menim!ulkan retin#!last#ma. -arsin#genesis yang diinduksi
karsin#gen kimia atau 'sik maupun !i#l#gik memerlukan waktu yang dise!ut
peri#de laten yaitu waktu dari pertama kali terpapar suatu karsin#gen
sampai terlihat kanker secara klinis. &eri#de laten dari ke!anyakan kanker
B1
seringkali <= tahun atau le!ih. 6"ek karsin#gen yang lemah dapat tidak
terlihat, se!a! peri#de latennya melampaui masa hidup sese#rang.
-arsin#genesis dapat di!agi dalam tiga "ase utama yaitu "ase inisiasi,
pr#m#si dan pr#gresi.

'# Karsinogenesis "arena 3si"
Radiasi
Terdapat < macam radiasi yaitu radiasi i#nisasi /misalnya sinar L1 dan
n#n,i#nisasi /sinar ultra8i#let1. -eduanya adalah !agian dari spektrum
gel#m!ang elektr#magnetik. Sinar L !erasal dari tam!ang uranium, k#smik,
alat diagn#stik penyakit, alat terapi radiasi, kecelakaan nuklir, !#m at#m dan
sampah radi#akti". Sinar ultra8i#let !erasal dari matahari. 9isik# terkena
kanker meningkat pada anak yang waktu masa "etusnya terkena radiasi
sinar L dari pel8imetri i!unya atau pada anak yang sel !enih i!unya se!elum
kehamilan mengalami mutasi. &eningkatan penggunaan enersi nuklir dan
perc#!aan senjata nuklir mempunyai e"ek jangka panjang dan pendek
B<
radiasi sinar L. 6"ek jangka pendek menginduksi kanker, sedangkan jangka
panjang menye!a!kan kerusakan gen yang diteruskan kepada generasi
mendatang. D#sis kecilpun dapat menim!ulkan kerusakan jaringan, tetapi
!erapa !esar d#sis !elum dapat dipastikan. 9isik# menderita lekemia akut
adalah yang pertama diketahui dan sumsum tulang dulu dianggap #rgan
yang paling sensiti" tetapi sekarang diketahui risik# untuk menderita tum#r
ganas padat le!ih !esar yaitu kanker kelenjar tir#id, payu dara, paru, kulit,
tulang dan lam!ung serta #rgan pencernaan lainnya. &eri#de laten untuk
lekemia adalah !e!erapa tahun /<,@ tahun1 sedangkan untuk tum#r ganas
padat pada umumnya @,1= tahun dapat sampai le!ih dari >= tahun. Rat
radi#akti" lain misalnya radium0 p'osp'orus .!2/0 mesot'orium dan
t'orotrast dapat menim!ulkan lekemia, #ste#sark#ma, kanker sinus dan
angi#sark#ma hati. Radon dari elemen tanah menim!ulkan kanker paru pada
penam!ang. $atu,!atuan rumah !anyak yang mengandung materi radi#akti"
antara lain radon, !ila kadar gas ini dalam rumah meningkat 1== kali
mele!ihi !atas aman, kemungkinan menye!a!kan kanker paru pada yang
!ukan asap r#k#k se!agai penye!a!nya. Radon merupakan 1=,<=P
penye!a! kanker paru. Sinar ultra8i#let menye!a!kan tum#r pada paparan
!erulang dan d#sis tertentu. Faringan yang terkena adalah kulit, !iasanya
kulit pelaut dan petani, dapat tim!ul karsin#ma sel !asal, karsin#ma sel
skwam#sa atau melan#ma malignum. Le!ih dari B@P kanker kulit adalah
karsin#ma sel !asal muka dan leher. &ada !i!ir terutama karsin#ma sel
skuam#sa dan paling jarang melan#ma malignum tetapi merupakan
penye!a! kematian utama kanker kulit. 2&2 .$'loro6uoro$ar"on/
menye!a!kan !erkurang te!alnya lapisan #3#n di strat#s"er sehingga radiasi
ultra8i#let matahari le!ih !anyak sampai ke permukaan !umi. *rang yang
genetik melaninnya le!ih sedikit le!ih tinggi risik# terkena kanker kulit.
Radikal "e"as
9adikal !e!as adalah suatu at#m, gugus at#m, atau m#lekul yang
mempunyai electr#n !e!as yang tidak !erpasangan dilingkaran luarnya.
Sum!er , sum!er radikal !e!as yaitu .
B>
1. 9adikal !e!as ter!entuk se!agai pr#duk sampingan dari pr#ses
meta!#lisme.
<. 9adikal !e!as masuk kedalam tu!uh dalam !entuk racun,racun kimiawi
dari makanan ,minuman, udara yang terp#lusi, dan sinar ultra8i#let dari
matahari.
>. 9adikal !e!as dipr#duksi secara !erle!ihan pada waktu kita makan
!erle!ihan /!erdampak pada pr#ses meta!#lisme1 atau !ila kita dalam
keadaan stres !erle!ihan,
!aik stress secara 'sik, psik#l#gis, maupun!i#l#gis.
(# Karsinogenesis "arena 9ir&s
2irus yang dapat dan dicurigai menye!a!kan kanker antaralain .
, 2irus &apill#ma menye!a!kan kutil alatk elamin /genitalis1 agaknya
merupakan salah satu penye!a! kanker leher rahim pada wanita.
, 2irus Sit#megal# menye!a!kan Sark#ma -ap#si /kanker sistem pem!uluh
darah yang ditandai #leh lesi kulit !erwarna merah1
, 2irus Hepatitis $ dapat menye!a!kan kanker hati.
, 2irus 6pstein,$ar /di A"rika1 menye!a!kan Lim"#ma $urkitt, sedangkan di
Ghina 8irus ini menye!a!kan kanker hidung dan tengg#r#kan. +ni terjadi
karena "akt#r lingkungan dan genetik.
, 2irus 9etr# pada manusia misalnya 8irus H+2 menye!a!kan lim"#ma dan
kanker darah lainnya.
0# Karsinogenesis "arena senyawa Kimia
!oly$y$li$ aromati$ 'ydro$ar"on. G#nt#h. !en3#pyrene terdapat dalam
asap r#k#k, asap m#!il dan se!agai pr#duk pem!akaran tum!uh,tum!uhan
yang menye!a!kan kanker paruO dalam jelaga cer#!#ng asap dan ter !atu
!ara menye!a!kan kanker kulit. Asap r#k#k juga menye!a!kan kanker
#r#"arings, es#"agus, larings, kandung kemih, ginjal dan pankreas. Tem!akau
yang dikunyah menim!ulkan kanker #r#"arings. $en3#pyrene juga ter!entuk
!ila daging dan ikan dipanggang dengan arang, diasap atau dig#reng
B%
dengan minyak yang sudah dipakai !erkali,kali. $en3#pyrene juga terdapat
dalam macam,macam makanan. $e!erapa
jenis kerang dan ikan dari air yang terp#lusi dapat mengandung
!en3#pyrene, tetapi dari penelitian epidemi#l#gis dan perc#!aan !inatang
!elum ditemukan hu!ungannya dengan kanker. (#l#ngan ini di,hidr#ksilasi
#leh en3im arylhydr#car!#n hydr#5ylase /dalam lim"#sit1 menjadi karsin#gen
yang reakti".
Aromati$ amine. G#nt#h. !utter yell#w /dulu dipakai se!agai pewarna
mentega se!elum e"ek karsin#geniknya pada !inatang diketahui1, insektisida
naphthylamine, !en3idine dan >,acetylamin#4u#rene. Naphthylamine
menye!a!kan kanker hati pada r#dentia dan kanker kandung kemih pada
anjing, juga karsin#genik untuk manusia. Ben5idine menye!a!kan kanker
kandung kemih pada pekerja industri 3at warna. (#l#ngan ini diakti"kan dulu
#leh en3im dalam sel hati atau ginjal atau sel tu!uh lainnya menjadi
karsin#gen yang reakti".
Alkylating. G#nt#h. ep#5ide, lact#ne, nitr#gen mustard dan deri8atnya.
Nitr#gen mustard untuk peng#!atan penyakit H#dgkin menim!ulkan kanker
lain pada penderita terse!ut misalnya lekemia, kanker kandung kemih dan
lim"#ma. Termasuk dalam g#l#ngan ini $'loram"u$il dan "usulp'an
menim!ulkan leukemia sedangkan $y$lop'osp'amide menim!ulkan kanker
kandung kemih. 7ntuk lekemia peri#de latennya singkat sedangkan kanker
s#lid le!ih lama. Telah lama diketahui g#l#ngan ini !ersi"at mutagenik
!erikatan dengan !agian,!agian m#lekul DNA menye!a!kan kesalahan pada
replikasi DNA.
Nitrosamine. Ter!entuk dari nitrit dengan sejumlah amin. (aram nitrit
dan nitrat alamiah terdapat dalam sayur,sayuran, ikan dan daging. Nitrit
digunakan se!agai aditi" makanan /pengawet daging1 sejak a!ad ke 1; dan
peptisida, juga terdapat dalam makanan se!agai residu #!at,#!atan. Sum!er
amin adalah #!at tertentu dan nik#tin. Nitr#samine juga ter!entuk pada
pr#ses memanggang dan terdapat dalam asap r#k#k. Nitr#samine
menye!a!kan macam,macam kanker pada spesies !inatang perc#!aan yang
B@
!er!eda yaitu kanker hati, ginjal, paru, es#"agus, 8esika urinaria, pankreas,
trakea, sinus dan sara" tepi. Di !e!erapa !agian dunia misalnya +ndia,
mengunyah !uah pinang dapat menye!a!kan kanker mulut, "arings atau
es#"agus, kemungkinan karena nitr#samine dalam !uah pinang. &enyelidikan
epidemi#l#gis mem!uktikan tidak k#nsistennya hu!ungan nitr#samine
dengan kanker lam!ung. (#l#ngan ini diakti"kan dulu #leh en3im sel hati
atau ginjal atau sel tu!uh lainnya menjadi karsin#gen yang reakti". $erdasar
pengetahuan saat ini nitr#samine pada manusia !elum pasti menim!ulkan
kanker.
A6ato7in B1. &ada permulaan tahun 1;A= diis#lasi dari jamur
Aspergillus 4a8us yang tum!uh pada makanan yang disimpan yaitu kacang
tanah, jagung, gandum, kacang p#l#ng, !eras, kacang kedelai, !uah, daging
tertentu, susu dan keju. A4at#5in adalah karsin#gen hati pada !e!erapa
spesies !inatang. &ada manusia menye!a!kan kanker hati /hepat#ma
primer1, terdapat !ukti !ahwa a4at#5in mempunyai peranan utama untuk
ter!entuknya kanker hati, di negara tr#pis se!agai k#ntaminan dari makanan
kar!#hidrat, terutama !iji,!ijian dan kacang,kacangan. A4at#5in juga
ditrans"#rmasikan dulu #leh en3im sel hati atau ginjal menjadi karsin#gen
yang reakti".
8ogam "erat. Senyawa kr#mium /Gr1, Nikel /Ni1 dan uranium /7r1
diduga menye!a!kan kanker paru dan sinus sedangkan kadmium /Gd1
diduga menye!a!kan kanker pr#stat. 2inylchl#ride, pada pekerja pa!rik
!ahan dasar plastik, p#ly8inylchl#ride /&2G1 dapat menye!a!kan kanker hati
/angi#sark#ma1, kanker paru, #tak, darah dan lim"a. $ungkus plastik dan
tempat makanan plastik yang menggunakan !ahan dasar 8inylchl#ride
menguatirkan k#nsumen. 2'loromet'ylmet'ylet'er digunakan secara luas
pada industri kimia se!agai perantara sintesa #rganik dapat menye!a!kan
kanker paru. Gar!#ntetrachl#ride pada pekerja plastik dan pekerja cuci
kering menye!a!kan kanker hati, thi#urea /3at aditi" makanan1 pernah
digunakan se!elum diketahui si"at karsin#geniknya pada !inatang dan
urethane /3at aditi" makanan1 diduga karsin#genik. 9idro$ar"on$'loride
BA
se!agai peptisida misalnya DDT, eldrin, dieldrin menye!a!kan kanker hati
pada tikus dan lain spesies, pada manusia !elum jelas menye!a!kan kanker,
mungkin karena peri#de latennya !elum diketahui !erapa tahun.
&enggunaan pewarna ram!ut meningkatkan risik# terkena lim"#ma n#n,
H#dgkin, penyakit H#dgkin dan multiple myel#ma. $e!erapa jenis kanker
diduga dise!a!kan !e!erapa pr#duk seperti deterjen, k#smetik, plastik padat
atau !usa, cat, pewarna, semir, pelarut, kertas dan tinta cetak. Mungkin
setelah paparan lama risik# ini dapat dideteksi di masa yang akan datang.
&henacetin diduga penye!a! kanker pel8is renis dan kandung kemih,
meth#5yps#ralen penye!a! kanker kulit, arsen penye!a! kanker kulit dan
chl#rnapha3ine penye!a! kanker kandung kemih.
*********************************************************************************************
****************************
.awabla% Pertanyaan ini !
1. .elas"an $engan mengg&n"an table )erbe$aan "arsinogenesis
'# Karsinogenesis "arena 3si"
(# "arsinogenesis "arena Air&s
0# "arsinogenesis "arena senyawa "imia
BB
PERTEMUAN B
MATERI POKOK !
Obat anti Kan"er
# obat %erbal , FlaAonoi$-
'# obat sintetis ,$o>or&bi1in-C $an 1onto% lainya#
# Obat 4erbal sebagai Obat Kan"er ,Kan$&ngan "imia FlaAonoi$-
Benalu *e' .8oant'us !arasiti$us/
$enalu teh merupakan tanaman parasit yang tum!uh pada tanaman teh.
Dise!ut juga !enalu atau parsilan dalam !ahasa jawa,sunda. Tinggi tanaman
ini !erkisar antara 1= hingga @= cm. !atangnya !er!entuk !ulat !erwarna
agak hijau kec#klatan. Daunnya !er!entuk clips, !ertangkai warnanya hijau
serta mempunyai letak yang saling !erhadapan. $unganya !erwarna merah
yang muncul pada ketiak daun serta memiliki !iji yang mengandung getah.
-andungan a8icularin atau senyawa 4a8#n#id !erkhasiat se!agai #!at anti
kanker. 6kstrak dari !enalu teh telah di!uktikan mampu mengham!at
per!anyakan dan penye!aran sel kanker. +a juga memiliki e"ek menenangkan
serta meluruhkan air seni. Selain itu, !enalu juga dapat digunakan se!agai
#!at sakit pinggang, kekakuan punggung, memper!esar pem!uluh arteri
jantung, pencegah keguguran, anti demam, anti radang serta dapat
mencegah #ste#p#r#sis. Seluruh !agian dari tanaman ini dapat digunakan
untuk se!agai #!at anti kanker. $enalu teh dalam !entuk ekstrak telah
!anyak dijual di t#k#,t#k# jamu.
*emu puti' .2ur$uma 5edoaria .2'ristm./ Ros$oe syn. 2ur$uma pallida 8our.
.9eyne//
9impang temu putih rasanya sangat pahit, pedas dan si"atnya hangat,
!er!au ar#amtik, dengan a'nitas ke meridian hati dan limpa. Temu putih
termasuk tanaman #!at yang menyehatkan darah dan menghilangkan
sum!atan, melancarkan sirkulasi 8ital energi /Qi1 dan menghilangkan nyeri.
B?
9impang temu putih !erkasiat antikanker, anti radang /anti4#gistik1,
melancarkan aliran darah, '!rin#litik, t#nik pada saluran cerna, peluru haid
/emenag#ng1, dan peluru kentut.
-andungan -imia
9impangan temu putih mengandung 1,<,@P minyak menguap dengan
k#mp#sisi utama sesQuiterpene. Minyak menguap terse!ut mengandung
le!ih dari <= k#mp#nen seperti cur3eren#ne /3ed#arin1 yang merupakan
k#mp#nen ter!esar, cur3erene, pyr#curcu3eren#ne, curcumin,
curcumem#ne, epicurcumen#l, curcum#l /curcumen#l1, is#curcumen#l,
pr#curcumen#l, dehydr#curd#ne, "uran#dien#ne, is#"uran#dien#ne,
"uran#diene, 3eder#ne, dan curdi#ne. Selain itu mengandung 4a8#n#id,
sul"ur, gum, resin, tepung, dan sedikit lemak. Gurcum#l dan curdi#ne
!erkasiat antikanker.
Daun De-a .Gynura divari$ata/
Daun Dewa memiliki panjang <= cm, le!ar 1= cm, dengan tangkai pendek,
!ulat l#nj#ng !erdaging, !er!ulu halus, ujung daunnya lancip, !ert#reh pada
tepi daun serta warna hijau keunguan. Daun dewa juga memiliki !unga
majemuk yang tum!uh di ujung !atang, !erkel#pak hijau !er!entuk cawan,
dan !enang sari !erwarna kuning !er!entuk jarum.
6"ek "armak#l#gis yang dimiliki tanaman Daun dewa diyakini ampuh
melancarkan peredaran darah, mengatasi luka memar, peradangan dan
pem!engkakan yang terjadiO menghentikan perdarahan, menurunkan panas,
antinyeri, menurunkan k#lester#l jahat, menghilangkan kutil, mengatasi
gangguan ginjal, melawan serangan !akteri dan 8irus, menetralkan racun
dalam tu!uh, !ahkan tum#r dan kanker !isa diatasinya.
$e!erapa senyawa akti" yang diper#leh dari ekstrak Daun dewa seperti
4a8#n#id, m#n#terpen, dan seskuiterpen lakt#n, diketahui !erperan penting
dalam mengham!at pertum!uhan dan perkem!angan sel tum#r0kanker
dalam tu!uh.
B;
Selain si"at antitum#r dan antikanker yang dimilikinya, tentu saja, si"at
"armak#l#gis Daun dewa lainnya juga turut !ersum!angsih dalam
peng#!atan kanker, dimana rasa nyeri dan peradangan yang terjadi aki!at
ke!eradaan tum#r dan kanker dapat ditekan sehingga meringankan rasa
sakit yang diderita penderita kanker.
'# Obat Sintesis
a. D#ks#ru!isin
D#ks#ru!isin HGl adalah salah satu dari anti!i#tik anthracycline,
teris#lasi dari strain Strept#myces peucetius caesius 8ar. Hal ini dapat
menem!us dinding sel cepat dan intercalate dengan DNA dalam nukleus.
-ehadiran d#ks#ru!isin HGl dalam inti mem!ekukan DNA t#p#is#merase ++
en3im dan pr#tein istirahat terkait DNA untai. Tindakan ini menye!a!kan
pengham!atan akti8itas mit#sis, sintesis asam nucleid, mutagenesis dan
penyimpangan kr#m#s#m. Tindakan lain D#ks#ru!isin HGl adalah reaksi
dengan sit#kr#m &%@= untuk menghasilkan per#ksida hidr#gen dan radikal
hidr#ksil yang sangat merusak sel.
Selain !ertindak se!agai sit#t#ksik, D#ks#ru!isin -al!e memiliki akti8itas lain
dari studi hewan. +ts kegiatan lain seperti keke!alan, induksi e"ek t#ksik
termasuk t#ksisitas jantung, myel#supresi di semua jenis dan testis athr#py
pada tikus dan anjing. Setelah i.8. administrasi, D#ks#ru!isin -al!e,
ditampilkan clearance plasma cepat. ekskresi urin sekitar %,@P dari d#sis
diekskresikan administrasi dalam empedu atau "eses dalam B hari dan B@P
dari sekarang #!at dalam plasma terikat dengan pr#tein. &enurunan
meningkatkan "ungsi retensi hati dan akumulasi dalam plasma dan jaringan.

)ndikasi
D#ks#ru!isin -al!e diindikasikan untuk regresi dalam k#ndisi ne#plastik
dise!arluaskan seperti leukemia akut, tum#r Hilms, neur#!last#ma, jaringan
?=
lunak dan sark#ma tulang, karsin#ma payudara, karsin#ma #8arium,
karsin#ma sel kandung kemih transisi, karsin#ma tir#id, kanker paru,paru,
penyakit H#dgkin dan lim"#ma n#n,H#dgkin , !r#nch#genic karsin#ma dan
karsin#ma lam!ung.
Kontra )ndikasi
Myel#supresi d menginduksi #leh perlakuan agen antitum#r atau radi#terapi.
d &asien dengan penyakit jantung yang sudah ada.
d &asien yang menerima peng#!atan se!elumnya dengan d#sis kumulati"
lengkap d#5#ru!icin atau daun#ru!isin.
d&asien yang hipersensiti" terhadap hydr#5y!en3#ate.
d -ehamilan.
!eringatan
7ntuk menggunakan in"us saja. &arah nekr#sis jaringan l#kal akan terjadi jika
ada ekstra8asasi selama administrasi. D#ks#ru!isin tidak harus di!erikan
#leh tingkat intramuskular atau su!kutan.
d D#sis harus dikurangi pada pasien dengan gangguan "ungsi hati.
d T#ksisitas untuk direk#mendasikan d#sis D#ks#ru!isin adalah enchaned
#leh gangguan hati, karena itu, se!elum d#sis indi8idu, e8aluasi "ungsi hati
dianjurkan menggunakan klinis k#n8ensi#nal.
d 7ji la!#rat#rium /seperti S(*T, S(&T, Alkaline "#s"at dan $iliru!ine1.
d Myel#supresi !erat dapat terjadi.
d D#ks#ru!isin harus di!erikan hanya di !awah pengawasan se#rang d#kter
yang !erpengalaman dalam penggunaan agen kanker chem#terapeutic.
d D#ks#ru!isin dapat memp#tensiasi di t#ksisitas terapi antikanker lain.
6ksaser!asi cycl#ph#spamide cystitis dise!a!kan perdarahan dan
peningkatan hepat#t#ksisitas A,mercapt#purine telah dilap#rkan. 9adiasi
yang dise!a!kan t#ksisitas ke, muk#sa kulit mi#kardium,, dan hati telah
dilap#rkan meningkat administrasi D#ks#ru!isin.
d D#ks#ru!isin -al!e dapat menye!a!kan gagal jantung meskipun risik#
yang sangat rendah pada !atas yang dianjurkan @@= mg0m<. 9isik# menjadi
?1
le!ih tinggi ketika t#tal d#sis #!at mele!ihi !atas yang direk#mendasikan.
$atas yang direk#mendasikan menjadi le!ih rendah, %== mg0m<, pada
pasien yang menerima radi#terapi untuk daerah mediastinum atau terapi
!ersamaan dengan agen lain kardi#t#ksik.
d -#ngesti" gagal jantung dapat terjadi, !e!erapa minggu setelah
penghentian terapi -al!e D#ks#ru!isin, yang tidak menguntungkan
dipengaruhi #leh terapi 'sik yang sekarang dikenal untuk dukungan jantung.
&emantauan 6-( se!elum dan sesudah perlakuan, untuk memprediksi
cardi#t#5icity yang ditandai dengan penurunan gel#m!ang a9S.
d -arena kejadian depresi sumsum tulang tinggi, pemantauan hemat#l#gi
dianjurkan hati,hati. t#ksisitas hemat#l#gi mungkin memerlukan
pengurangan d#sis atau menunda terapi -al!e D#ks#ru!isin.
d 68aluasi atau in"us harus dihentikan, !ila gejala ekstra8asasi telah terjadi.
Terapi harus dimulai kem!ali dalam 8ena lain.
d Suka lain agen sit#t#ksik, D#ks#ru!isin -al!e telah menunjukkan si"at
mutagenik dan terat#genik dalam e8aluasi hewan. Meskipun tidak ada studi
yang memadai pada manusia, penggunaan D#ks#ru!isin -al!e dalam
kehamilan dihindari.
d D#ks#ru!isin -al!e dapat mend#r#ng hyperuricemia sekunder untuk lisis
cepat sel,sel ne#plastik. *leh karena itu kadar urat harus dim#nit#r untuk
meng#ntr#l masalah.
d D#ks#ru!isin terapi -al!e menye!a!kan warna merah untuk air seni selama
1,< hari setelah pem!erian.
Adverse Reaksi
d Terutama reaksi merugikan dari D#ks#ru!isin -al!e adalah myel#supresi
dan cardi#t#5icity. 9eaksi yang merugikan lainnya adalah.
d Gutane#us. al#pecia 9e8ersi!le, hiperpigmentasi dermal nail!eeds dan
lipatan terutama pada anak,anak. *nch#lysis mungkin jarang terjadi.
d (astr#intestinal. Mual, muntah, st#matitis yang dimulai se!agai sensasi
ter!akar dengan eritema dari muk#sa mulut yang mengarah ke k#reng,
?<
an#reksia dan diare telah dilap#rkan.
d 2ascular. -etika 8ena kecil yang digunakan untuk administrasi, dapat
menye!a!kan phle!#scler#sis.
d L#kal. !engkak, nekr#sis jaringan, dan selulitis parah kadang,kadang terjadi
selama administrasi. &arah selulitis, eritemat#sa melesat sepanjang 8ena
pr#ksimal tempat suntikan telah dilap#rkan.
d Hipersensiti8itas. Demam, menggigil, urtikaria dan ana'laksis dapat terjadi.
Lainnya #. Farang k#njungti8itis dan lakrimasi terjadi.
)nteraksi +"at
peng#!atan d $ersamaan dengan Gycl#ph#spamide, Dactin#mycin atau
Myt#mycin dapat menyadarkan hati untuk e"ek kardi#t#ksik dari
D#ks#ru!isin.
d &r#pan#l#l dapat meningkatkan cardi#t#5icity dari D#ks#ru!isin se!agai
kedua #!at telah ter!ukti dapat mengham!at jantung mit#k#ndria c#,dan
1=,en3im.
d D#ks#ru!isin dapat meningkatkan k#nsentrasi penyesuaian d#sis asam
urat darah agen antig#ut /misalnya All#purin#l, -#lkisin1 mungkin diperlukan
untuk mengendalikan hyperuricaemia. 6"ek depresan leuc#penic,
thr#m!#cyt#penic dan tulang sumsum dari D#ks#ru!isin akan meningkat
dengan terapi !ersamaan atau !aru,!aru ini dengan #!at lain yang
menye!a!kan e"ek ini.
d D#ks#ru!isin dapat menurunkan resp#ns anti!#di pasien untuk 8aksin
dan 0 atau dapat meningkatkan e"ek merugikan dari 8aksin 8irus hidup
karena imun#supresi. e"ek ini dapat !ertahan dari tiga !ulan sampai satu
tahun.
d Hepat#t#ksik #!at /misalnya Met#treksat d#sis tinggi1 dapat mengganggu
"ungsi hati dan, #leh karena itu, meningkatkan t#ksisitas D#ks#ru!isin
su!seQuantly di!erikan.
?>
Dosis
e d#sis yang direk#mendasikan adalah A=,B@ mg0m< se!agai i8 tunggal
administrasi selama <1 hari, d#sis rendah /A= mg0m<1 harus di!erikan
kepada pasien dengan cadangan sumsum memadai karena in'ltrasi sumsum
ne#plastik atau usia tua atau terapi se!elumnya.
d Se!uah alternati" d#sis <= mg0m< mingguan atau >= mg0m< setiap hari
!erturut,turut diulang setiap % minggu untuk mengurangi t#ksisitas
f d#sis D#ks#ru!isin -al!e !ila digunakan dalam k#m!inasi dengan #!at
myel#suppresi8e lain adalah >=,%= mg0m< setiap > sampai % minggu dan A=,
B@ mg0m< jika digunakan dengan #!at yang tidak myel#suppressi8e.
d D#sis D#ks#ru!isin -al!e harus dikurangi jika kenaikan !iliru!in se!agai
!erikut.
g d#sis n#rmal D#ks#ru!isin -al!e jika !iliru!in serum <=,@= mm#l 0 L dan
retensi $S& ;,1@P.
h d#sis n#rmal D#ks#ru!isin -al!e jika !iliru!in serumT @= mm#l 0 L dan
retensi $S&T @P.
e pr#sedur !erikut ini.
kandung kemih harus catheteri3ed dan dik#s#ngkan. Suatu larutan yang
mengandung ?= mg D#ks#ru!isin dalam 1== ml Saline n#rmal, harus
ditanamkan melalui kateter ke dalam kandung kemih. -ateter harus daripada
dihapus dan pasien diinstruksikan untuk !er!aring di samping. &ada 1@
menit inter8al, pasien harus diinstruksikan untuk alternati" ke sisi lain selama
peri#de 1 jam. &asien seharusnya tidak !uang air kecil selama 1 jam setelah
kandung kemih harus dik#s#ngkan dari s#lusi. &r#sedur ini diulang pada
inter8al !ulanan.
!. Metr#te5at
NAMA KIMIA ! %,amin#,%,de#5y,,1=,methylpte#ryl,L,glutamic acid
STRUKTUR KIMIA . G<=H<<N?*@
?%
SIFAT FISIKOKIMIA! Ser!uk kristal !erwarna kuning atau #ranye,
higr#sk#pis. &raktis tidak larut dalam air, alk#h#l, dikl#r#metan, terurai
dalam larutan asam mineral, !asa hidr#ksida dan kar!#nat.
FARMAKODOGI! *nset kerja. Antirematik. >,A mingguO tam!ahan per!aikan
!isa dilanjutkan le!ih lama dari 1< minggu.OA!s#rpsi. *ral. cepat . diserap
!aik pada d#sis rendah /i>= mg0m<1O tidak lengkap setelah d#sis tinggi O
+.M.. LengkapO Distri!usi. &enetrasi lam!at sampai cairan "ase > /misal
pleural e"usi, ascites1, eksis lam!at dari k#mpartemen ini /le!ih lam!at dari
plasma1, melewati plasenta, jumlah sedikit masuk kelenjar susu, Ok#nsentrasi
!erangsur,angsur dikeluarkan di ginjal dan hati.O+katan pr#tein.
@=P.OMeta!#lisme. i1=P. Degradasi dengan 4#ra intestinal pada DAM&A
dengan kar!#ksipeptida, #ksidasi aldehid k#n8ersi met#treksat menjadi B,*H
met#treksat di hatiO Op#liglutamat dipr#duksi secara mempunyai kekuatan
samadengan met#treksat, pr#duksinya tergantung d#sis, durasi dan lam!at
dieliminasi #leh sel..OT eliminasi. D#sis rendah. >,1= jamO +.M.. >=,A= menit.O
6kskresi. 7rin /%%P,1==P1O "eses /jumlah kecil1
KONTRA INDIKASI .Hipersensiti'tas dari met#treksat dan k#mp#nan lain
dari sediaanO kerusakan he!at ginjal dan hati,pasien yang mengalami supresi
sum,sum tulang dengan ps#riasis atau reumat#id artritits, penyakit alk#h#lik
hati, A+DS, darah diskariasis, kehamilan, menyusui.
EFEK SAMPING! 6"ek samping !eragam sesuai rute pem!erian dan
d#sis. OHemat#l#gi dan0atau t#ksisitas gastr#intestinal !iasanya sering terjadi
pada penggunaan umum dari d#sis umum met#treksatO reaksi ini le!ih
sedikit terjadi ketika digunakan pada d#sis t#pikal untuk reumat#id
artritis.OT1=POSS&. /dengan pem!erian intratekal atau terapi d#sis tinggi1.
Arachn#ides. Mani"estasi reaksi akut se!agai sakit kepala he!at, rigidity
nuchal, muntah dan demam, dapat alle8iated dengan pengurangan d#sis.
OSu!akut t#ksisitas. 1=P pasien di#!at dengan 1<,1@ mg0m< dari intratekal
met#treksat !isa mem!uat ini dalam minggu kedua atau ketiga dari terapiO
?@
k#nsis dari paralisis m#t#r dari ekstremites,palsy ner8e kranial, sei3ure, atau
k#ma. OHal ini juga terlihat pada pediatrik yang menerima d#sis tinggi +2
met#treksat.ODemyelinating ensel#pati. telihat dalam !ulan atau tahun
setelah menerima met#treksatO !iasanya dias#siasikan dengan iradiasi
kranial atau kem#terapi sistemik yang lain.ODermat#l#gi. -ulit menjadi
kemerahan.6nd#krin dan meta!#lik. Hip#erurikemia,detekti" ##genesis, atau
spermat#genesis.O(+. 7lserati8 st#matitis, gl#ssitis, gingi8itis, mual, muntah,
diare, an#reksia, per"#rasi intestinal, muk#sitis /tergantung d#sisO terlihat
pada >,B hari setelah terapi, terhenti setelah < minggu1OHemat#l#gi.
Leuk#penia, tr#m!#sit#penia.(injal. (agal ginjal,
a3#temia,ne"r#pati.&erna"asan. aringitis.O1P,1=PO-ardi#8askular.
2askulitis.SS&. pusing, malaise, ensel#pati, sei3ure, demam,
chills.Dermat#l#gi. Al#pesia, rash, "#t#sensiti8ias, depigmentasi atau
hiperpigmentasi kulit.O6nd#krin dan meta!#lik. Dia!etes.(enital.
Gystitis.Hemat#l#gi. pendarahan.OMyel#supresi". Terutama "akt#r !atas,d#sis
/!ersama dengan muk#sitis1 dari met#treksat, terjadi sekitar @,B hari setelah
terapi, dan harus dihentikan selama < minggu. O H$G. 9ingan, &latelet.
Sedang, *nset. B hari, Nadir. 1= hari, 9ec#8ery. <1 hariOHepatik. Sir#sis dan
'!r#sis p#rtal pernah dias#siasikan dengan terapi kr#nik met#treksat,
e8aliasi akut dari en3ym li8er adalah !iasa terjadi setelah d#sis tinggi dan
!iasanya res#l8ed dalam 1 hari.Neur#muskular dan skeletal.
Arthalgia.*kular. &andangaO9enal. Dis"ungsi ginjal. Mani"estasi karena a!rupt
rise pada serum kreatinin dan $7N dan penurunan #utput urin, !iasa terjadi
pada d#sis tinggi dan !erhu!ungan dengan presipitasi dari #!at.O9espirat#ri.
&enum#sitis. $erhu!ungan dengan demam, !atuk, dan interstitial pulm#nari
in'tratesO peng#!atan dengan met#treksat selama reaksi akutOOinterstitial
pneumisitis pernah dilap#rkan terjadi dengan insiden dari 1P pasien dengan
9A /d#sis B.@,1@ mg0minggu1.Oi1P /ter!atas sampai penting untuk
penyelamatan hidup1. Neur#l#gi akut sindr#m /pada d#sis tinggi, simpt#m
termasuk ke!ingungan, hemiparesis, ke!utaan transisi,dan k#ma1O
ana'laksis al8e#litisO dis"ungsi k#gniti" /pernah dilap#rkan pada d#sis
?A
rendah1, Openurunan resistensi in"eksi,eritema multi"#rma, kegagalan
hepatik, leuk#ensel#pati /terutama mengikuti irasiasi spinal atau
pengulangan terapi d#sis tinggi1,dis#rder limp#pr#li"erati", #ste#nekr#sis dan
nekr#sis jaringan lunak /dengan radi#terapi1,Operikarditis, er#si#ns plaQue
/&s#riasis1, sei3ure /le!ih sering pada pasien dengan ALL1, sindr#m Ste8ens
F#hns#n, tr#m!#em!#lisme.
INTERAKSI O+AT! 6"ek meningkatkan0t#ksisitas. &eng#!atan !ersama
dengan NSA+D telah menghasilkan supresi sum,sum tulang !erat, anemia
aplastik dan t#ksisitas pada saluran gastr#intestinal. NSA+D tidak !#leh
digunakan selama menggunakan Omet#treksat d#sis sedang atau tinggi
karena dapat meningkatkan le8el met#treksat dalam darah /dapat
menaikkan t#ksisitas1. ONSA+D digunakan selama peng#!atan dari reumat#id
artritis tidak pernah amati, tapi kelanjutan dari regimen terdahulu pernah
diikuti pada !e!erapa keadaan, dengan peringatan m#nit#ring. Salisilat !isa
meningkatkan le8el met#treksat, O!agaimanapun penggunaan salisilat untuk
pr#'laksis dari kejadian kardi#8askular tidak mendapat perhatian.O&enisilin,
pr#!enesid, sul"#namid, tetrasiklin dapat meningkatkan k#nsentrasi
met#treksat karena adanya penurunan sekresi pada tu!ular ginjal. ORat
hepat#ksik /asitretin, retin#id, sul"asala3in1 !isa meningkatkan resik#
hepat#t#ksik dari met#treksat. &enggunaan !ersama dengan sikl#s"#rin
dapat meningkatkan le8el dan t#ksisitas keduanya.OMet#treksat !isa
meningkatkan le8el merkapt#purin atau te#'lin. OMet#treksat ketika
di!erikan dengan sitara!in, dapat mengu!ah e'kasi dan t#ksisitas dari
sitara!in, !e!erapa regimen k#m!inasi /misalnya hiper,G2AD1 pernah di
desain untuk mendapatkan keuntungan dari interaksi ini.O6"ek &enurunan.
-#lestiramin !isa menurunkan le8el met#treksat. -#rtik#ster#id menurunkan
pengam!ilan met#treksat pada leukimia sel. O&em!erian #!at ini seharusnya
dipisah selama 1< jam. Deksametas#n pernah dilap#rkan tidak
menye!a!kan masuknya met#treksat ke dalam sel.
?B
PERINGATAN! Senyawa !er!ahaya gunakan dengan perhatian penuh untuk
penanganan dan pem!uangan lim!ah . Dapat p#tensial menye!a!kan
pneum#sitis yang mem!ahayakan /!isa terjadi selama terapi pada d#sis
!erapun1O m#nit#ring secara ketat simpt#m pulm#nari, khususnya !atuk
kering atau pr#dukti",. Met#treksat p#tensial menye!a!kan reaksi
dermat#l#gi , tanpa tergantung d#sis.OMet#treksat pernah dias#siasikan
dengan hepat#t#ksisitas akut dan kr#nik, '!r#sis dan sir#sis. 9isik#
!erhu!ungan dengan d#sis kumulati" dan pemaparan !erkepanjangan.
O&enyalahgunaan alk#h#l, #!esitas, usia lanjut, dia!etes dapat meningkatkan
reaksi risik# hepat#t#ksis.OMet#treksat dapat menye!a!kan kegagalan ginjal,
gast#intestinal t#ksisitas, atau supresi sum,sum tulang. (unakan dengan
peringatan pada pasien dengan kegagalan ginjal, penyakit ulkus lam!ung,
k#litis ulserati" atau supresi sum,sum tulang. ODiare dan st#matitis ulserati"
dapat menye!a!kan interupsi terapiO kematian aki!at hem#rargi enteritis
atau intestinal per"#rasi pernah dilap#rkan.O&enetrasi met#treksat lam!at
pada cairan "ase ketiga, seperti e"usi pleural atau ascites dan eksis lam!at
dari k#mpartemen ini /le!ih lam!at dari plasma1. O&engurangan d#sis dapat
diperlukan pada pasien dengan kerusakan ginjal dan hati, ascites, dan e"usi
pleural. T#ksisitas dari met#treksat atau imun#supresan lain meningkat pada
#rang dewasa.OSupresi sum,sum tulang !erat, anemia aplastik, dan t#ksisitas
(+ pernah terjadi selama pem!erian !ersama NSA+D. O(unakan dengan
peringatan ketika digunakan dengan 3at hepat#t#ksik yang lain /a3ati#prin,
retin#ids, sul"asala3in1. OMet#treksat di!erikan secara !ersama dengan
radi#terapi dapat meningkatkan in"eksi #p#rtunistik.O7ntuk reumat#id artritis
dan ps#riasis, terapi imun#supresan se!aiknya hanya digunakan ketika
penyakit akti" dan kurang t#ksisO terapi tradisi#nal tidak e"ekti".
O&em!erhentian terapi pada reumat#id artritis dan ps#riasis jika ada
penurunan k#mp#nen hemat#l#gi yang signi'kan.O#rmulasi met#treksat
dan0atau pelarut yang mengandung pengawet se!aiknya tidak digunakan
untuk intratekal atau d#sis tinggi. O+njeksi met#treksat !isa mengandung
!en3il alk#h#l dan tidak !#leh digunakan pada !ayi !aru lahir.
??
MEKANISME AKSI! Met#treksat adalah antimeta!#lit "#lat yang
menginhi!isi sintesis DNA. Met#treksat !erikatan dengan dihidr#"#lat
reduktase, mengham!at pem!entukan reduksi "#lat dan timidilat sintetase,
menghasilkan inhi!isi purin dan sintesis asam timidilat. OMet#treksat !ersi"at
spesi'k untuk "ase S pada siklus sel.
c. $le#misin
FARMAKODOGI! A!s#rpsi. +.M dan intrapleural. >=P sampai @=P dari
k#nsentrasi serumO +ntraperit#nial dan su!kutan menghasilkan k#nsentrasi
serum setara dengan +2ODistri!usi. 2d. <<L0m<, k#nsentrasi tertinggi di kulit,
ginjal, paru, jantung, kensentrasi rendah di testes dan (+, tidak dapat
melewati sawar #tak.O+katan pr#tein. 1POMeta!#lisme. Melewati !e!erapa
jaringan termasuk hepatik, saluran (+, kulit, pulm#nari, ginjal, dan serumOT
eliminasi. $iphasic /tergantung "ungsi ginjal1.O ungsi ginjal n#rmal. Awal. 1,>
jam, terminal ; jamO 6nd,stage ginjal. Awal. < jamO terminal >= jamOHaktu
puncak, serum. +.M.. Sekitar >= menitO6kskresi . 7rin /@=P,B=P se!agai 3at
akti"1.
KONTRA INDIKASI! Hipersensiti'tas terhadap !le#misin sul"at atau
k#mp#nen lain dalam sediaan, penyakit pulm#nari he!at, kehamilan.
EFEK SAMPING! T 1=PO-ardi#8askular. en#mena 9aynaudODermat#l#gi.
Nyeri pada l#kasi tum#r, ple!itis. Sekitar @=P pasein mengalami eritema,
indurasi, hiperkerat#sis, dan pengelupasan pada kulit terutama pada !agian
permukaan palmar dan plantar tangan dan kaki. OHiperpigmentasi /@=P1,
al#pesia, peru!ahan pada kuku juga !isa terjadi. 6"ek yang terjadi
tergantung d#sis dan !ersi"at re8ersi!el jika #!at dihentikan.O(+. St#matitis
dan muk#sitis />=P1, an#reksia, kehilangan !erat !adan.O&erna"asan.
Tachypenia, akut atau kr#nik interstitial pneum#sitis dan pulm#nari '!r#sis
?;
/@P,1=P1, hip#ksia dan kematian /1P1.O(ejala meliputi !atuk, sesak na"as,
dan in'ltrasi !iletral pulm#nari. &at#genisisnya tidak pasti, tetapi mungkin
!erhu!ungan dengan kerusakan pulm#nary, 8askular, atau k#nekti" jaringan.
O9esp#ns dengan terapi ster#id !er8ariasi dan !e!erapa masih
k#ntr#8ersial.OMiscellene#us. 9eaksi demam akut /<@P,@=P1, reaksi
ana'laktik dengan karakter se!agai !erikut.hip#tensi, !ingung, demam,
menggigil, dan whee3ing. *nset !isa langsung atau tertunda !e!erapa
jam.O1P , 1=P.ODermat#l#gi. -emerahan /?P1, penipisan kulit , di"usi
skler#derma, #nik#lisis.OMiscellan#ues. 9eaksi ana'laktik akut.Oi 1P
/ter!atas sampai li"e,threatening1. Angi#edema, kecelakaan cere!r#8askular,
hepat#t#ksik, OM+, mual, muntahO myel#supresi" /jarang1O *nset. B hari, nadir.
1% hari, rec#8ery. <1 hari.
INTERAKSI O+AT! &eningkatan e"ek0t#ksisitas. L#mustin dapat
memperparah leuk#penia. Gisplatin !isa menurunkan eliminasi
!le#misin.O&enurunan e"ek . !le#misin menurunkan le8el plasma dig#ksin.
&em!erian !ersama dengan "enit#in menghasilkan penurunan kadar "enit#in
dalam darah.
PENGARU4 MENEUSUI! Distri!usi !le#misin dalam air susu tidak
diketahui,!le#misin tidak direk#mendasikan untuk i!u menyusui.
PERINGATAN! DA merek#mendasikan untuk pr#sedur penanganan yang
memadai dan pem!uangan lim!ah antine#plastik harus diperhatikan.
O-ejadian pulm#nari '!r#sis tinggi pada pasien geriatri, pada pasien yang
menerima d#sis T %== unit t#tal, per#k#k dan pasien dengan terapi radiasi
se!elumnya. O9eaksi idi#sinkratik he!at !erupa. hip#tensi, k#n"usi mental,
demam, chills dan whee3ing /sama dengan ana'laksis1 pernah dilap#rkan
pada 1P pasien lim"#ma yang mendapat terapi dengan !le#misin. OFika
reaksi ini terjadi setelah d#sis pertama atau kedua, m#nit#ring harus le!ih
hati,hati. &eriksa k#ndisi paru setiap se!elum mulai terapi . ODirek#mendasi
untuk pem!erian *< selama #perasi pada pasien yang menerima !le#misin.
;=
MEKANISME AKSI. Mengham!at sintesis DNA, ikatan,ikatan DNA untuk
selanjutnya terjadinya pemutusan untai tunggal dan ganda
d. AL-69AN /Melphalan < mg0ta!let.1
+n. 7ntuk multiple myel#ma, #8arian aden#carcin#ma tingkat lanjut, kanker
payudara.
e. ANRATAL / &aklitaksel >= mg.1
+n. Terapi kanker #8arium metastase, kanker payudara.
-+. hipersensiti8itas &6( >@, minyak jarak, pasien dengan neutr#penia !erat.
&erh. premedikasi dengan k#rtik#ster#id, antihistamin dan antag#nis
resept#r H<, pasien dengan a!n#rmalitas k#nduksi di jantung, pasien dengan
keluhan a!d#minal dan per"#rasi usus !esar, gangguan "ungsi hati dan
ginjal, hamil dan menyusui.
6S. reaksi hipersensiti8itas, neutr#penia, tr#m!#sit#penia, anemia, in"esi
saluran napas atas, in"eksi saluran urin, sepsis, hip#tensi dan !radikardia,
aritmia, penyum!atan atri#8entrikular, peru!ahan 6-(, peningkatan en3im
hati, arthralgia, myalgia, gangguan gastr#intestinal, reaksi di tempat
suntikan.
+*. Sisplatin, ket#k#na3#l, #!at yang dimeta!#lisme di hati.
Ds. terapi agen tunggal. 1B@ mg0m< +2 peri#de le!ih dari > jam selama >
minggu. Terapi k#m!inasi. 1B@ mg0m< +2 peri#de le!ih dari > jam selama >
minggu diikuti #leh senyawa platinum atau 1>@ mg0m< +2 peri#de <% jam
diikuti dengan senyawa platinum.
". A9+M+D6L
Anastra3#l 1 mg0ta!let.
+n. -anker payudara lanjut wanita paska men#pause penyakit !erkem!ang
setelah penggunaan tam#ksi"en atau anti estr#gen lain.
;1
-+. Hanita premen#pause, wanita hamil atau menyusuiO penderita kerusakan
ginjal !erat /klirens kreatinin i<= ml0min1O penderita penyakit hati sedang
dan !erat, hipersensiti".
&erh. Tidak dianjurkan untuk anak,anak.
6S. kekeringan 8agina, gangguan saluran cerna, astenia, s#mn#lens, sakit
kepala.
Ds. Dewasa. Sekali sehari 1 ta!let.
g. A2AST+N j/$e8aki3uma!1j
+n. terapi kanker metastatik di k#l#n atau anus pada k#m!inasi dengan @,7
intra8ena0asam "#lat atau @,70asam "#lat0irin#tecan.
-+. kanker metastasis, i!u hamil dan menyusui, pr#duk sel #8ari hamster cina
atau gen rek#m!inan atau anti!#di manusia.
&erh. per"#rasi sistem pencernaan, penyem!uhan k#mplikasi luka,
pr#teinuria, tr#m!#am!#li arteri, hem#rhagik, kardi#mi#patik.
6S. in4amasi perut !agian dalam, luka lam!ung, tum#r nekr#sis, di8erticulitis
/in4amasi k#l#n1, pendarahan, hipertensi, pr#teinuria, tum#r yang
menye!a!kan haem#rhagik, tr#m!#em!#li arterial, keadaan a!n#rmal.
Ds. @ mg0kg0$$ dalam in"us intra8ena sekali dalam 1% hari. D#sis awal
di!erikan ;= menit setelah kem#terapi in"us. D#sis kedua di!erikan in"us
selama A= menit dan kemudian seluruh d#sis di!erikan >= menit se!elum
atau sesudah kem#terapi.
-m. 2ial <@ mg0ml 5 % ml 5 1Ks. 1A ml 5 1Ks.
h. $96L6L /D#ksata5el.1
+n. Terapi lini kedua atau k#m!inasi dengan d#5#ru!icin se!agai terapi lini
pertama karsin#ma payudara stadium lanjut0metastatik. Terapi lini kedua
/m#n#terapi1 atau terapi lini pertama dalam k#m!inasi dengan
cisplatin0car!#platin kanker paru jenis !ukan sel kecil stadium l#kal
lanjut0metastatik. Terapi lini kedua karsin#ma #8arium metastatik.
;<
-+. &asien dengan riwayat hipersensiti" terhadap d#ceta5el atau #!at lain
yang mengandung p#lys#r!ate ?=. &asien dengan jumlah neutr#phil i1@==
sel0mm>. Hanita hamil dan menyusui. (angguan hati !erat. &em!erian
k#m!inasi d#ceta5el dengan #!at lain.
&erh. reaksi hipersensiti8itas dapat terjadi !e!erapa menit setelah
dimulainya in"us d#ceta5el. Hindari k#ntak dengan !ahan &2G. Se!elum
di!erikan, harus dilakukan pr#sedur < kali pelarutan. Setelah dilarutkan,
preparat harus di!erikan dalam % jam. D#ceta5el tidak !#leh di!erikan pada
pasien dengan peningkatan kadar !iliru!in atau S(*T dan0atau S(&T T 1,@ 5
7LN disertai kadar "#s"atase alkali T <,@ 5 7LN.
+*. D#ks#ru!isin, car!#platin. *!at yang dimeta!#lisme dengan sit#kr#m
&%@= >A% seperti cycl#sp#rine, ter"enadin, ket#k#na3#l, eritr#misin, dan
tr#leand#mycin.
6S. Supresi susmsum tulang re8ersi!el. 9eaksi hipersensiti8itas. 9eaksi
kutaneus. 9etensi cairan. (angguan neur#l#gis. (angguan pencernaan.
Hip#tensi. 9eaksi pada tempat in"us. &eningkatan kadar !iliru!in, S(*T,
S(&T, alkalin "#s"atase serum. An#reksia, mata !erair, mialgia, arthralgia,
dyspneu.
Ds. -anker payudara m#n#terapi. 1== mg0m< +2 selama 1 jam setiap >
minggu. &ada terapi ini pertama. B@ mg0m< di!erikan k#m!inasi dengan
d#5#ru!icin @= mg0m<. -anker paru jenis !ukan sel kecil B@ mg0m< secara +2
selama 1 jam tiap > minggu. -anker #8arium 1== mg0m< in"us 1 jam setiap >
minggu. &remedikasi. De5amethas#ne 1A mg0hari /? mg <50hari1 selama >
hari mulai 1 hari se!elum pem!erian d#ceta5el.
j. GAM&T* /+rin#tesan HGl trihidrat <= mg0ml.1
+n. &eng#!atan pertama pada pasien dewasa penderita kanker k#l#rektal,
dik#m!inasikan dengan @,4u#r#urasil dan asam "#linat tanpa se!elumnya
mendapat kem#terapiO peng#!atan kedua pada pasien dewasa penderita
kanker metastatic k#l#rektal yang telah gagal dengan peng#!atan yang
mengandung @,4u#r#urasil.
;>
-+. &enyakit in4amasi isi perut kr#nik, !iliru!in T > kali n#rmal, wanita hamil
dan menyusui.
6S. Diare !erkepanjangan, demam kelainan darah, mual, muntah.
Ds. &eng#!atan pertama 1?= mg0m< i8 diin"uskan selama >=,;= menit setiap
< minggu, diikuti #leh in"use dengan asam "#linat dan @,4u#r#urasilO
peng#!atan kedua >@= mg0m< i8 diin"uskan selama >=,;= menit setiap >
minggu.
-m. D#s 1 8ial %= mg0ml 9p. 1. >>1. %<;.,O 1 8ial 1== mg0@ ml 9p. <.
;11.;;B.,
k. GA9$*&LAT+N /-ar!#platin 1= mg0ml larutan untuk injkesi.1
+n. kanker #8arium epitel lanjut.
-+. hipersensiti", gagal ginjal !erat, miel#supresi !erat.
&erh. harus di!erikan #leh dan pengawasan d#kter pengalaman
menggunakan #!at kem#terapi, perhitungan darah peri"eral dan "ungsi ginjal
harus diamati secara telitiO jangan di!erikan pada i!u hamil dan menyusui.
6S. Miel#supresi, int#ksikasi darah, int#ksikasi ginjal.
Ds. %== mg0m< in"us i8 tunggal. &enggunaan tidak !#leh diulangi selama %
minggu. &asien yang se!elumnya mendapat peng#!atan miel#supresi atau
lanjut usia, d#sis dapat dikurangi <= sampai <@P.
l. GAS*D6L j/$ikalumatida @= mg.1j
+n. peng#!atan kanker pr#stat lanjut dik#m!inasikan dengan terapi anal#gi
LH9H atau pem!edahan kastrati#n.
-+. wanita dan anak,anak, hipersensiti".
&erh. harus di!erikan secara hati,hati pada penderita kerusakan hati ringan
sampai dengan !erat.
6S. rasa panas di wajah, pruritus, mual, muntah, diare.
+*. terpenadin, astemi3#l, kisaprida.
;%
Ds. 15 sehari, harus dimulai paling sedikit > hari se!elum memulai
peng#!atan dengan anal#gi LH9H atau !ersamaan dengan pem!edahan
kastrati#n.
m. G+S&LAT+N D$L /Sisplatin 1= mg01= ml, @= mg0@= ml injeksi1.
+n. meringankan kanker testis, #8arium, kandung kencing, kepala dan leher.
-+. hipersensiti", gagal ginjal, gangguan pendengaran atau surpresi sumsum
tulang !elakang, wanita hamil dan menyusui.
6S. int#ksikasi ginjal, int#ksikasi darah, int#ksikasi saluran cerna,
#t#t#ksisitas, int#ksikasi "ungsi sara", hip#magnesemia dan hip#kalsemia.
Ds. in"us i8 selama A,? hari. Dewasa dan anak. @=,1== mg0m<0hari d#sis
tunggal selama >,% minggu atau 1@,<= mg0m<0hari i8 selama @ hari dan
di!erikan selama >,% minggu.
n. G:T*LAN /Sikl#"#s"amida <== mg08ial injeksi.1
+n. keganasan pada sumsum tulang dan jaringan lim"#id, aden#karsima
#8arium, neur#!last#ma, retin#!last#ma, Ga mammae dan kanker paru.
6S. ne#plasia sekunder, leukemia, an#re5ia, mual dan muntah, al#pecia,
interstatial pulm#nary '!r#sis dan cardi#t#5icity.
#. G:T*SA9 /Sitara!in 1== mg08ial ser!uk steril untuk injeksi.1
+n. leukimia n#nlim"#sitik akutO lim"#sitik, leukimia kr#nik miel#sitikO dapat
dik#m!inasikan dengan antine#plastik lain.
-+. hipersensiti"O jangan di!erikan pada pasien menerima peng#!atan
penekanan sumsum tulang, penm!erian harus di !awah pengawasan d#kter,
selama peng#!atan harus dilaksanakan perhitungan leuk#sit dan platelet
setiap hariO pem!erian pada wanita hamil harus dengan sangat hati,hati.
Ds. tidak akti" di!erikan secara #ralO peng#!atan n#nlin"#sitik leukimia akut
yang dik#m!inasikan dengan #!at anti kanker lain 1== mg0m< i8 setiap 1<
jam selama 1,B hariO leukimia akut di!erikan secara intratekal dengan alat @,
B@ mg0m< dari luas permukaan tu!uh 15 sehari sampai 15% hari.
;@
Q. DAGA9$AR+N D$L /Dakar!a3in 1= mg, asam sitrat 1= mg, manit#l >,B@
mg tiap ml larutan0<== mg 8ial.1
+n. kem#terapi melan#ma metastatik dan !er!agai sark#maO untuk jenis
kanker lain tidak atau kurang e"ekti".
-+. kehamilan, menyusui, peka terhadap dakar!a3inO pasien yang
se!elumnya menderita miel#supresi.
&erh. !entuk t#ksisitas paling la3im adalah depresi kemat#p#itik dan
gangguan hemat#l#gi lain.
Ds. dewasa. %,@ mg selama 1= hariO dapat diulang tiap % mingguO atau <@=
mg0m<0hari selama @ hariO dapat diulang tiap > minggu.
r. DA7NA$LAST+NA /Daun#ru!isin HGl <= mg setara daun#ru!isin 1?,B
mg08ial.1
+n. remisi induksi pada n#n leukimia lim"#sitik akut /mikl#genus, m#n#sitik,
erit#id1 untuk dewasa dan remisi induksi pada leukimia lim"#sitik akut pada
anak, dan dewasa, Cneur#!lastinaD.
-+. penyakit jantung atau pasien dengan penyakit gawat.
Ds. d#sis tunggal dari >=,A= mg0m< sahri selama > hari, diulangi dengan
inter8al >,A minggu.
-m. d#s 8ial <= mg 9p. <=>. @==.
s. 6ND9*L+N /Leupr#lid acetate >,B@ mg.1
+n. 6nd#metri#sis genital dan ekstragenital, kanker pr#stat dengan
metastatis.
Ds. end#metri#sis. satu suntikan s.c atau i.m, diulang setiap % minggu.
-anker pr#stat. satu suntikan s.c, diulang setiap % minggu.
t. 69$A-A9 /-ar!#platin 1@= mgO %@= mg0ml injeksi.1
+n. antine#plastik.
;A
u. A9M*97$+G+ / 6piru!isin 1= mg O @= mg08ial.1
+n. induksi regresi aneka k#ndisi ne#plastik karsin#ma payudara, lim"#ma,
karsin#ma paru sel kecil, leukimia kr#nik atau akut, indung telur, leher rahim,
kanker lam!ung, k#l#n, rektum pankreas, kaker leher dan kepalaO terapi
paliati" pada pasien usia lanjut dan resik# tinggi.
-m. 1 8ial 1= mg 9p. <>1.=== O 1 8ial @= mg 9p. 1.1<B.@==.
8. L7DA9A /ludara!in "#s"at @= mg, manit#l @= mg.1
+n. leukimia lim"#sitik kr#nik sel $ yang sudah tidak !ereaksi lagi terhadap
atau mereka yang penyakitnya mem!uruk selama atau setelah peng#!atan.
-+. hipersensiti8itas, pasien gangguan ginjal dengan klirens kreatinin i >=
ml0menit, anemia hem#litik dek#mpensasi, wanita hamil dan menyusui.
Ds. d#sis anjuran <@ mg0m< permukaan tu!uh, di!erikan tiap hari melalui i.8,
@ hari !erturut,turut setiap <? hari.
w. L7*9*79AG+L @== mg01= ml D$L /lu#r#urasil @== mg01= ml injeksi.1
+n. peng#!atan paliati" terhadap ne#plasma malignan terutama pada saluran
cerna, payudara, pankreas.
5. 7(696L /lutamid <@= mg0ta!let.1
+n. peng#!atan paliati" kanker pr#stat yang lanjut pada penderita yang
se!elumnya tidak di#!ati atau yang tidak mem!erikan resp#n atau !ereaksi
pada pem8erian h#rm#n.
Ds. >5 sehari 1 ta!let.
-m. d#s 1== ta!let.
y. 7T9A7L /Tega"ur <== mg.1
+n. kanker sistem pencernaan /kanker perut, usus dan rektum1O kanker
payudara.
6S. leuk#penia, anemia, tr#m!#sit#penia, pendarahan perut, kelelahan
umum, 8ertig#, hem#ptisis, al#pesia, pigmentasi, erupsi.
;B
Ds. ?==,1<== mg sehari <,% 5 pem!erian O d#sis dapat disesuaikan
!erdasarkan usia dan k#ndisi pasien.
3. (L+26G /+matini! 1== mg.1
+n. leukimia miel#id kr#nik pada awal krisis, "ase percepatan, "ase kr#nik
setelah kegagalan peng#!atan dengan inter"er#n al"a.
-+. hipersensiti".
&erh. diminum dengan makanan dam segelas !esar air untuk mengurangi
int#ksikasi saluran cerna, hati,hati pada pasien dengan kerusakan hati, dapat
menye!a!kan pleura e"usi edema, uden paru. Fangan digunakan wanita
hamil dan menyusui.
6S. int#ksikasi saluran cerna, mialgia dan keram #t#t, int#ksikasi darah dan
sistem limpa, int#ksikasi sistem sara".
Ds. pasien pada "ase kr#nik leukimia miel#id kr#nik %== mg0hari, pasien pada
"ase awal krisis dan "ase percepatan A== mg0hari, d#sis harus digunakan
secara #ral, sekali sehari.
aa. H*L*LAN /+"#s"amid <== mgO @== mgO 1 gO < g08ial injeksi.1
+n. mammary carcin#ma, cer8ical replace #8arian carcin#ma, !r#nchial
carcin#ma, s#"t tissue sarc#ma, terticular tum#r, malignant lym"#ma,
hiperne"r#ma, pancreatic carcin#ma, end#metrial carcin#ma.
Ds. <@=,>== mg0kg$$0hari.
!!. H:D96A /Hidr#ksi urea @== mg.1
+n. melan#ma, miel#sitik leukimia kr#nik resisten, kanker #8arium metastatic
recurrent in#pera!le.
6S. depresi sumsum tulang dan gangguan saluran cerna.
c. +NT9*N,A /+nter"er#n al"a <! > M+7O >= M+708ial.1
+n. peng#!atan hairy cell leukimia penderita 1? thn atau le!ih.
dd. +96SSA /(e'tini! <@= mg0ta!let.1
;?
+n. peng#!atan sel kanker paru yang !esar dan telah mendapatkan atau
tidak c#c#k dengan kem#terapi standar.
-+. hipersensiti", wanita hamil dan menyusui, tidak dianjurkan untuk anak,
anak.
&erh. jika pasien memper#leh masalah pernapasan seperti dispnea, !atuk
dan demam peng#!atan harus dihentikan.
6S. diare, mual dan muntah.
Ds. <@= mg sehari dengan atau tanpa makanan.
e. -96$+N /2inkristin sul"atn1 mgO < mg0ml injeksi1.
+n . Antine#plastik -m . 1 8ial 1 mg 9p. 11B.B==,,O 1 8ial < mg 9p. 1?B.===,,
J. 6GT97M /Leuprr#relin asetat >,B@ mg.1
+n . Terapi untuk kanker pr#stat dengan metastasis dan end#metri#sis pada
#rgan #rginal dan ekstragenital stadium 1,% pada wanita diatas 1? tahun. -+ .
Hipersensiti8itas dengan anal#g (n9H, asam p#liglik#sida, asam p#lilaktis.
Suntikan intra ) arteri. H#rm#n pr#stat carcin#ma, premaglinant atau
malignant pada end#metrium, perdarahan 8agina tanpa se!a!. Hanita hamil
dan menyusui. &erh . Dilakukan m#nit#ring terhadap pasien depresi atau
menunjukan gejala depresi, "#s"atase atau &SA /&r#state,spesi'c Antigen1
dan test#ster#ne, pasien dengan p#tensi k#mplikasi gangguan saluran urine,
HTN. Meningkatkan gejala #ste#p#r#sis. 6S . -enaikan kadar
t#stester#n0estradi#l. Nyeri pada tulang, hiperkalsemia, ganggan saluran
urine, tekanan pada sum,sum tulang, #t#t kaki lemas, lim"#dema. Ds .
-anker pr#stat . >,B@ mg08ial secara S-0+M per!ulanO 6nd#metri#sis . >,B@ mg
secara S-0+M per !ulan selama A !ulan di!erikan pada mulai @ hari pertama
dari siklus menstruasi. -m . 8ial >,B@ mg 9p. ?==.===,,
g. L67NAS6 / L,Asparaginase1
+n . leukemia akut termasuk leukemia kr#nik yang !eru!ah menjadi jauh,
lymph#ma malignan. 6S . Sy#k, k#agul#pati, pankreatitis akut, dia!etes,
;;
a!n#rmalitas "ungsi hati, hip#al!uminemia, hiperan#mia, uremia, gangguan
gastr#intestinal dan system sara" pusat, k#ma, gagal ginjal. Ds . @=,<==
-70kg $$ +2 tiap hari atau selang sehari. &erh . pasien dengan k#agul#pati,
pancreas akut, dia!etes akut, dia!etes, penyakit in"eksi, tendensi
pendarahan.
h. MA$GAM&ATH /Alemtu3uma!.1
+n . Leukemia lim"#sitik yang diterapi dengan agen alkilating dan gagal
mencapai resp#ns lengkap atau se!agian atau haya mencapai remisi singkat
/i A !ulan1 setelah terapi 4udara!in "#stat. -+ . Hipersensiti8itas atau reaksi
terhadap pr#tein murin, in"eksi sistemik, H+2, keganasan sekunder akti",
pemakaian sama dengan #!at kem#terapi lain dalam waktu > minggu,
8aksin 8irus hidup min 1< !ulan setelah terapi, kehamilan, laktasi. &erh .
injeksi, keganasan, gangguan darah dan lin"atik, gangguan imun,
meta!#lism, nutrisi, #sikiatrik, SS&, mata, telinga dan la!rin, kardi#8askuler,
perna"asan, t#raks dan mediastinal, (+, hepat#!iler, muscul#skeletal da
jaringan k#nekti", ginjal dan urinary. +* . *!at kem#terapi lain, "aksin 8irus
hidup. Ds . Dewasa. minggu pertama > minggu pada hari 1, 1=mg pada hari
< dan >=mg pada hari >. D#sis yg dianjurkan . >=mg >5 seminggu slang
sehari selama maksimum 1< minggu.
ii. M6(AG6 /Megestr#l asetat %=mg0ta!letO %=mg0ml suspense1
+n . Ta!let. -anker payudara, kanker end#metrium. Suspense #ral . A#reksia,
kekheksia, penurunan !erat !adan yg idak dapat dijelaskan pada pasien dgn
A+DS.
6s . (angguan saluran cerna, hetensi cairan, edema, skin rash, urtikaria,
depresi mental, ginek#mastia.
Ds . Ta!let . -anker payudara %=mg %5 sehariO kanker end#metrium, %=,
><=mg0hari dalam d#sis !agi, untuk < !ulan. Suspense #ral <=ml sehari.
jj. NA26L$+N6 /2in#rel!in tatrat 1= mg0ml /@= mg0@ ml1 injeksi.1
1==
+n . Terapi sel kanker paru yang tidak kecil, kanker payudara lanjut,
dik#m!inasikan dengan kem#terapi standar.
Ds . <@,>= mg0ml di!erikan pada hari ke 1 dan ?, atau tiap minggu.
kk. N6LA2A9 /S#ra"eni! <== mg, ta!let salut 'lm1
+n . 9enal Gell Garcin#ma stadium lanjut. -+ . gangguan "ungsi hati.
Ds . d#sis rek#mendasi harian S#ra"eni! %== mg/< 5 <== mg ta!let1,
diminum < kali sehari tanpa makanan /sedikitnya 1 jam atau se!elum makan
atau < jam sesudah makan1. &eng#!atan harus dilanjutkan sampai pasien
tidak mendapatkan per!aikan klinis dari terapi atau sampai terjadi tingkat
t#ksik yang tidak dapat dit#leransi #leh pasien.
ll. N*L2AD6L /Tr#m#ksi"en 1= mg0ta!let.1
+n . &eng#!atan paliati" kanker payudara.
-+ . -ehamilan.
Ds . Sehari <,% ta!let.
# Seb&t"an 1onto% senyawa $ari tanaman %erbal yang $a)at
$ig&na"an &nt&" mengobati "an"er selai senyawa yang tela%
$iseb&t"lan5
'# .elas"an me"anisme a"si $ari obat sinteti" $an obat %erbal
$alam )engobatan "an"er5
1=1
PERTEMUAN F
MATERI POKOK!
Konse) $an te"nis Im&no%isto"imia
# De3nisi
'# anti gen
(# antibo$i
0# i"atan antigen $an antibo$i
7# te"nis im&no%isto"imia
# De3nisi Im&no%isto"imia
+mun#hist#kimia merupakan suatu cara pemeriksaan untuk mengukur
derajat imunitas atau kadar anti!#di atau antigen dalam sediaan jaringan.
Nama imun#hist#kimia diam!il dari nama immune yang menunjukkan !ahwa
prinsip dasar dalam pr#ses ini ialah penggunaan anti!#di dan hist#
menunjukkan jaringan secara mikr#sk#pis. Dengan kata lain,
imun#hist#kimia adalah met#de untuk mendeteksi ke!eradaan antigen
spesi'k di dalam sel suatu jaringan dengan menggunakan prinsip pengikatan
antara anti!#di /A!1 dan antigen /Ag1 pada jaringan hidup. &emeriksaan ini
mem!utuhkan jaringan dengan jumlah dan kete!alan yang !er8ariasi
tergantung dari tujuan pemeriksaan.
'# Antigen
Antigen adalah !ahan yang dapat merangsang resp#n imun dan dapat
!ereaksi dengan anti!#di. Macam,macam antigen antara lain imun#gen
adalah !ahan yang dapat merangsang resp#n imun dan hapten adalah
!ahan yang dapat !ereaksi dengan anti!#di. Antigen tersusun atas epit#p
dan parat#p. 6pit#p atau Determinan adalah !agian dari antigen yang dapat
mengenal0 menginduksi pem!enntukan anti!#di, sedangkan parat#p adalah
!agian dari anti!#di yang dapat mengikat epit#p.
1=<
1. Fenis antigen !erdasarkan determinannya.
a.7nideterminan, uni8alen, merupakan jenis epit#p satu dan jumlahnya satu
!.7nideterminan, multi8alen, merupakan jenis epit#p satu, jumlah le!ih dari
satu
c.Multideterminan, uni8alen, merupakan jenis epit#p le!ih dari satu dan
jumlahnya satu
d.Multideterminan, multi8alen, merupakan jenis epit#p le!ih dari satu,
jumlah le!ih dari satu
<.Fenis antigen !erdasarkan spesi'ktasnya
a.Heter#antigen \ dimiliki !anyak spesies
!.Len#antigen \ dimiliki spesies tertentu
c.All#antigen \ dimiliki satu spesies
d.Antigen #rgan spesi'k \ dimiliki #rgan tertentu
e.Aut#antigen \ !erasal dari tu!uhnya sendiri
>.Fenis antigen !erdasarkan ketergantungan pada sel T.
a. T dependen adalah tentang antigen yang perlu pengenalan thd sel T dan
sel $ untuk merangsang anti!#di
!. T +ndependen adalah tentang antigen yang dapat merangsang sel $
tanpa mengenal sel T dahulu

%. Fenis antigen !erdasarkan kandungan !ahan kimianya.
a. -ar!#hidrat merupakan imun#genik
!. Lipid. tidak imun#genik merupakan hapten
c .Asam nukleat merupakan antigen yang tidak imun#genik
d. &r#tein merupakan imun#genik
(# Antibo$i
1=>
Antigen adalah !ahan yang dapat merangsang resp#n imun dan dapat
!ereaksi dengan anti!#di. Macam,macam antigen antara lain imun#gen
adalah !ahan yang dapat merangsang resp#n imun dan hapten adalah
!ahan yang dapat !ereaksi dengan anti!#di. Antigen tersusun atas epit#p
dan parat#p. 6pit#p atau Determinan adalah !agian dari antigen yang dapat
mengenal0 menginduksi pem!enntukan anti!#di, sedangkan parat#p adalah
!agian dari anti!#di yang dapat mengikat epit#p.
1. Fenis antigen !erdasarkan determinannya.
a.7nideterminan, uni8alen, merupakan jenis epit#p satu dan jumlahnya satu
!.7nideterminan, multi8alen, merupakan jenis epit#p satu, jumlah le!ih dari
satu
c.Multideterminan, uni8alen, merupakan jenis epit#p le!ih dari satu dan
jumlahnya satu
d.Multideterminan, multi8alen, merupakan jenis epit#p le!ih dari satu,
jumlah le!ih dari satu
<.Feni antigen !erdasarkan spesi'ktasnya
a. Heter#antigen \ dimiliki !anyak spesies
!. Len#antigen \ dimiliki spesies tertentu
c. All#antigen \ dimiliki satu spesies
d. Antigen #rgan spesi'k \ dimiliki #rgan tertentu
e. Aut#antigen \ !erasal dari tu!uhnya sendiri
>.Fenis antigen !erdasarkan ketergantungan pada sel T.
a.T dependen adalah tentang antigen yang perlu pengenalan thd sel T dan
sel $ untuk merangsang anti!#di
!.T +ndependen adalah tentang antigen yang dapat merangsang sel $ tanpa
mengenal sel T dahulu

%. Fenis antigen !erdasarkan kandungan !ahan kimianya.
1=%
a. -ar!#hidrat merupakan imun#genik
!. Lipid. tidak imun#genik merupakan hapten
c. Asam nukleat merupakan antigen yang tidak imun#genik
d. &r#tein merupakan imun#genik
G#nt#h,c#nt#h antigen antara lain.
1. $akteri
<. 2irus
>. Sel darah yang asing
%. Sel,sel dari transplantasi #rgan
@. T#ksin
Si"at,si"at umum imun#gen
1. -easingan
-e!utuhan utama dan pertama suatu m#lekul untuk memenuhi syarat
se!agai imun#gen adalah !ahwa 3at terse!ut secara genetik asing terhadap
h#spes. Secara alami resp#n imun akan terjadi pada k#mp#nen yang
!iasanya tidak ada dalam tu!uh atau !iasanya tidak terpapar pada sistem
lim"#retikuler h#spes.
<. Si"at,si"at isik
Agar suatu 3at dapat menjadi imun#gen, ia harus mempunyai ukuran
minimum tertentu, imun#gen yang mempunyai !erat m#lekul yang kecil,
resp#n terhadap h#spes minimal, dan "ungsi 3at terse!ut se!agai hapten
sesudah !erga!ung dengan pr#ten,pr#ten jaringan. Hapten dapat
merangsang terjadinya resp#n imun yang kuat jika !erga!ung pr#ten
pem!awa dengan ukuran sesuai.&erlu diperhatikan !ahwa hapten,pr#ten
diarahkan pada /11hapten,/<1pem!awa, dan />1daerah spesi'kasi tumpang
tindih. yang meli!atkan hapten dan unsur yang !erdekatan lainnya. &ada
imunitas hum#ral, spesi'sitas diarahkan pada hapten.sedangkan pada
1=@
imunitas selular, reakti'tas diarahkan !aik pada hapten maupun pada pr#ten
pem!awa.
>. -#mpleksitas.
akt#r,"akt#r yang mempengaruhi k#mpleksitas imun#gen meliputi
!aik si"at 'sik maupun kimia m#lekul. -eadaan aggegasi m#lekul misalnya
dapat mempengaruhi imun#genitas. Larutan pr#ten,pr#tein m#n#metrik
dapat !enar,!enar merangsang terjadinya keadaan re"raktair atau t#lerans
!ila !erada dalam !entuk m#n#metrik, tetapim sangat imun#gen !ila dalam
!erada p#limetrik atau keadaan agregasi.
%. $entuk,!entuk /G#n"#rmati#n1
Tidak adanya !entuk dari m#lekul tertentu yang imun#gen. &#lipeptid
linear atau !erca!ang, kar!#hidrat linear atau !erca!ang, serta pr#tein
gl#!ular, semuanya mampu merangsang terjadinya resp#n imun.Meskipun
demikian anti!#di yang di!entuk dari aneka macam k#m!inasi struktur
adalah sangat spesi'k dan dapat dengan cepat mengenal per!edaan,
per!edaan ini. $ila !entuk antigen !eru!ah, anti!#di dirangsang dalam
!entuk aslinya yang tidak !erga!ung lagi
@. Muatan /charge1
+mun#genitas tidak ter!atas pada m#lekuler tertentuOtidak ter!atas
pada m#lekuler tertentu, 3at,3at yang !ermuatan p#siti", negati", dan netral
dapat imun#gen. Namun demikian imun#gen tanpa muatan akan
memunculkan anti!#di yang tanpa kekuatan . Telah ter!ukti !ahwa imunitas
dengan !e!erapa imun#gen !ermuatan p#siti" akan menghasilkan imun#gen
!ermuatan negati".
A. -emampuan masuk
-emampuan masuk suatu kel#mp#k determinan pada sistem
pengenalan akan menentukan hasil resp#n imun. &erkem!angan !aru,!aru
1=A
ini telah memungkinkan penelitian untuk mempersiapkan p#lipeptid
imun#genik sintetik yang !erisi sejumlah asam amin# ter!atas dan yang
susunan kimianya dapat ditentukan.

(# Antibo$i
Anti!#di adalah pr#tein serum yang mempunyai resp#n imun
/keke!alan1 pada tu!uh yang mengandung +mun#gl#!ulin /+g1. +g di!entuk
#leh sel plasma /pr#li"erasi sel $1 aki!at k#ntak0dirangsang #leh antigen.
Macam +mun#gl#!ulin. +g (, +g A, +g M, +g 6 dan +g D.
a.)munoglo"ulin G
Ter!anyak dalam serum /B@P1. Dapat menem!us plasenta mem!entuk
imunitas !ayi sampai !erumur A sampai dengan ; !ulan. Mempunyai si"at
#ps#nin !erhu!ungan erat dengan "ag#sit, m#n#sit dan makr#"ag. $erperan
pada imunitas seluler yang dapat merusak antigen seluler !erinteraksi
dengan k#mplemen, sel -, e#sin#'l dan neutr#'l.
".)munoglo"ulin A
Sedikit dalam serum. $anyak terdapat dalam saluran na"as, cerna,
kemih, air mata, keringat, ludah dan air susu. ungsinya menetralkan t#ksin
1=B
dan 8irus, mencegah k#ntak antara t#ksin0 8irus dng sel sasaran dan
mengumpalkan0 mengganggu gerak kuman yang memudahkan "ag#sit#sis.
$.)munoglo"ulin M
Tidak dapat menem!us plasenta, di!entuk pertama kali #leh tu!uh
aki!at rangsangan antigen si'lis, ru!ela, t#ks#plasm#sis. ungsinya
mencegah gerakan mikr##rganisme antigen memudahkan "ag#sit#sis dan
Aglutin#sis kuat terhadap antigen.
d.)munoglo"ulin ,
Fumlah paling sedikit dalam serum. Mudah diikat #leh sel mast#sit,
!as#'l dan e#sin#'l. -adar tinggi pada kasus. alergi, in"eksi cacing,
skist#s#miasis, trikin#sis. &r#teksi terhadap in8asi parasit seperti cacing.
e.)munoglo"ulin D
Sedikit ditemukan dalam sirkulasi. Tidak dapat mengikat k#mplemen.
Mempunyai akti'tas anti!#di terhadap makanan dan aut#antigen.
Anti!#di merupakan senjata yang tersusun dari pr#tein dan di!entuk
untuk melawan sel,sel asing yang masuk ke tu!uh manusia. Senjata ini
dipr#duksi #leh sel,sel $, sekel#mp#k prajurit pejuang dalam sistem
keke!alan.
Anti!#di akan menghancurkan !akteri atau 8irus tertentu yang
menyerang sistem pertahanan tu!uh manusia. Anti!#di mempunyai dua
"ungsi, pertama untuk mengikatkan diri kepada sel,sel musuh, yaitu antigen.
ungsi kedua adalah mem!usukkan struktur !i#l#gi antigen terse!ut lalu
menghancurkannya. $erada dalam aliran darah dan cairan n#n,seluler,
anti!#di mengikatkan diri kepada !akteri dan 8irus penye!a! penyakit.
Mereka menandai m#lekul,m#lekul asing tempat mereka mengikatkan diri.
1=?
Dengan demikian sel prajurit tu!uh dapat mem!edakan sekaligus
melumpuhkannya.Anti!#di !ersesuaian dengan antigen secara sempurna,
seperti anak kunci dengan lu!angnya yang dipasang dalam struktur tiga
dimensi. Tu!uh manusia mampu mempr#duksi masing,masing anti!#di yang
c#c#k untuk hampir setiap musuh yang dihadapinya. Anti!#di !ukan !erjenis
tunggal. Sesuai dengan struktur setiap musuh, maka tu!uh menciptakan
anti!#di khusus yang cukup kuat untuk menghadapi musuh. Hal ini karena
anti!#di yang dihasilkan untuk suatu penyakit !elum tentu !erhasil !agi
penyakit lainnya.
Mem!uat anti!#di spesi'k untuk masing,masing musuh merupakan
pr#ses yang luar !iasa dan pr#ses ini dapat terwujud hanya jika sel,sel $
mengenal struktur musuhnya dengan !aik. Dan, di alam ini terdapat jutaan
musuh /antigen1. Satu sel $ yang sedemikian kecil, menyimpan jutaan !it
in"#rmasi dalam mem#rinya, dan dengan sadar menggunakannya dalam
k#m!inasi yang tepat. Tersimpannya jutaan "#rmula dalam suatu sel yang
sangat kecil merupakan keajai!an yang di!erikan kepada manusia. :ang tak
kurang menakju!kan adalah !ahwa kenyataannya sel,sel menggunakan
in"#rmasi ini untuk melindungi kesehatan manusia. Satu sel $
menggandakan anti!#di spesi'knya dan mencant#lkannya ke permukaan
luar mem!ran selnya. Anti!#di memanjang keluar seperti jarum, aerial yang
sudah menyesuaikan diri menunggu !erk#ntak dengan sekeping pr#tein
tertentu yang !isa mereka kenali. Anti!#di terse!ut terdiri dari dua rantai
ringan dan dua rantai !erat asam amin# yang !ersam!ungan dalam !entuk
:. Setelah digandakan sampai jutaan, se!agian !esar sel $ !erhenti
mem!elah dan menjadi sel plasma, jenis sel yang !agian dalamnya !erisi
alat untuk mem!uat satu pr#duk anti!#di. Se!agian sel $ lain mem!elah
terus tak !erhingga, dan menjadi sel mem#ri. Anti!#di !e!as yang di!uat
#leh sel plasma !erkeliling di darah dan cairan limpa. -etika anti!#di
mengikatkan diri pada antigen sasarannya, !entuknya !eru!ah. &eru!ahan
!entuk inilah yang mem!uat anti!#di EmenempelE di !agian luar makr#"ag#
1=;
0# i"atan antigen $an antibo$i
Rea"si antigen $an antibo$i
-espesi'kan reaksi antara antigen dan anti!#di telah ditunjukkan
melalui penelitian,penelitian yang dilakukan #leh Landsteiner. +a
mengga!ungkan radikal,radikal #rganik kepada pr#tein dan menghasilkan
anti!#di terhadap antigen,antigen terse!ut. -eputusan yang diper#lehi
menunjukkan anti!#di dapat mem!edakan antara kel#mp#k !er!eda pada
pr#tein ataupun kumpulan kimia yang sama tetapi !er!eda kedudukan.
)katan kimia antara antigen dan anti"odi
Terdiri dari ikatan n#n k#8alen, /seperti ikatan hidr#gen, 8an der Haals,
elektr#statik, hidr#"#!ik1, sehingga reaksi ini dapat kem!ali ke semula
/re8ersi!le1. -ekuatan ikatan ini !ergantung kepada jarak antara parat#p dan
!agian,!agian tertentu pada epit#p.
Reaksi pelarutan .pre$ipitation/
Antara anti!#di khusus dengan antigen larut seperti pr#tein. &enelitian
yang dilakukan #leh Heidel!erger dan -endall menunjukkan reaksi ini dapat
#ptimum pada 3#na kesetaraan /eQui8alence 3#ne1 di mana anti!#di dan
antigen ter!entuk pada k#ndisi yang paling sesuai untuk mem!entuk satuan
ikatan /lattice1. &ada 3#na anti!#di !erle!ih /anti!#dy e5cess 3#ne1 dan 3#na
antigen $erli#3 /antigen e5cess 3#ne1 maka pem!entukan satuan ikatan
tidak #ptimum dan masih terdapat anti!#di atau antigen !e!as yang tidak
terdapat dalam larutan.
Reaksi pem"ekuan .aglutinasi/
Antara anti!#di khusus dengan antigen partikulat seperti !akteria, sel
dll. &rinsip,prinsip reaksi pem!ekuan adalah sama seperti reaksi pelarutan.
Di dalam perc#!aan di atas anti!#di spesi'k terhadap antigen dicairkan
dalam satu set telaga piring mikr#titer /!aris atas1, kemudian antigen pada
kepekatan yang sama ditam!ah kepada setiap telaga yang mengandung
anti!#di. Selepas eraman untuk jangka masa yang sesuai telaga,telaga
dicerap untuk melihat sama ada terdapat pem!entukan aglutinat /!aris
kedua1. -eputusan yang diper#lehi menunjukkan terdapat aglutinat
11=
ter!entuk dalam telaga < ) @ dan tidak dalam telaga,telaga lain. Dalam
telaga pertama aglutinat tidak ter!entuk walaupun terdapat !anyak anti!#di
kerana nis!ah antigen.anti!#di tidak #ptimum untuk pem!entukan aglutinat.
-epekatan anti!#di adalah terlalu tinggi !er!anding antigen. +ni dipanggil
se!agai "en#men#n pr#3#n. Dalam telaga A dan B kepekatan anti!#di adalah
terlalu rendah dan tidak cukup untuk untuk menghasilkan aglutinat. Dalam
percu!aan di atas titer anti!#di terdapat pada telaga @ kerana ini ialah
cairan tertinggi yang menghasilkan tindak !alas p#siti", iaitu penglutinatan.
9ajah se!elah !awah menunjukkan mekanisme tindak !alas
penghemaglutinatan tak terus /indirect hemagglutinati#n reacti#n1. Dalam
kaedah ini antigen larut diselaputkan ke permukaan eritr#sit dan kehadiran
anti!#di terhadap antigen terse!ut dikesan.
+nteraksi antigen,anti!#di dapat menim!ulkan !er!agai aki!at, antara
lain,
1.&resiptasi, terjadi apa!ila antigen merupakan !ahan larut dalam cairan
garam 'si#l#gik.
<.Aglutinasi, terjadi apa!ila antigen merupakan !ahan tidak larut
ataupartikel,partikel kecil.
>.Netralisasi, terutama pada t#ksin.
%.Akti8asi k#mplemen.
7# Te"ni" Im&no%isto"imia
Teknik imun#hist#kimia !erman"aat untuk identi'kasi, l#kalisasi, dan
karakterisasi suatu antigen tertentu, serta menentukan diagn#sis, therapi,
dan pr#gn#sis kanker. Teknik ini diawali dengan pem!uatan irisan jaringan
/hist#l#gi1 untuk diamati di!awah mikr#sk#p. +nteraksi antara antigen,
anti!#di adalah reaksi yang tidak kasap mata. Tempat pengikatan antara
anti!#di dengan pr#tein spesi'k diidenti'kasi dengan marker yang !iasanya
dilekatkan pada anti!#di dan !isa di8isualisasi secara langsung atau dengan
reaksi untuk mengidenti'kasi marker. Marker dapat !erupa senyawa
!erwarna . Luminescence, 3at !er4u#resensi . 4u#rescein, um!elli"er#n,
111
tetrametil r#dhamin, l#gam !erat . c#ll#idal, micr#sphere, g#ld, sil8er, la!el
radi#akti", dan en3im . H#rse 9adish &er#5idase /H9&1 dan alkaline
ph#sphatase. 6n3im /yang dipakai untuk mela!el1 selanjutnya direaksikan
dengan su!strat kr#m#gen /yaitu su!strat yang menghasilkan pr#duk akhir
!erwarna dan tidak larut1 yang dapat diamati dengan mikr#sk#p !right 'eld
/mikr#sk#p !idang terang1. Akan tetapi seiring !erkem!angnya ilmu
pengetahuan khususnya dunia !i#l#gi, teknik imun#hist#kimia dapat
langsung diamati /tanpa direaksikan lagi dengan kr#m#gen yang
menghasilkan warna1 di!awah mikr#sk#p 4u#rescense.
Metode Dire$t
&rinsip dari met#de imun#hist#kimia direct adalah menggunakan
anti!#di primer yang sudah terla!el dan !erikatan langsung dengan antigen
target secara langsung. Met#de langsung /direct meth#d1 merupakan
met#de pengecatan satu langkah karena hanya meli!atkan 1 jenis anti!#di,
yaitu anti!#di yang terla!el, c#nt#hnya antiserum terk#njugasi 4u#rescein
is#thi#cyanate /+TG1 atau r#dhamin.
&ada met#de direct, anti!#di spesi'k yang mengenali antigen jaringan
akan dim#di'kasi dengan mengk#njugasikan m#lekul indikat#r pada anti!#di
terse!ut. m#lekul indikat#r terse!ut dapat !erupa m#lekul yang !erpendar
seperti !i#tin atau en3im per#ksidase, sehingga apa!ila di!erikan su!strat
akan mem!erikan warna pada jaringan terse!ut.
Metode )ndire$t
11<
&rinsip met#de imun#hist#kimia indirect menggunakan anti!#di primer
yang tidak ada la!elnya, namun digunakan juga anti!#di sekunder yang
sudah memiliki la!el dan akan !ereaksi dengan +g( dari anti!#di primer.
Met#de tidak langsung /indirect meth#d1 menggunakan dua macam anti!#di,
yaitu anti!#di primer /tidak !erla!el1 dan anti!#di sekunder /!erla!el1.
Anti!#di primer !ertugas mengenali antigen yang diidenti'kasi pada jaringan
/'rst layer1, sedangkan anti!#di sekunder akan !erikatan dengan anti!#di
primer /sec#nd layer1. Anti!#di kedua merupakan anti,anti!#di primer.
&ela!elan anti!#di sekunder diikuti dengan penam!ahan su!strat !erupa
kr#m#gen. -r#m#gen merupakan suatu gugus "ungsi senyawa kimiawi yang
dapat mem!entuk senyawa !erwarna !ila !ereaksi dengan senyawa
tertentu.
&enggunaan kr#m#gen 4u#rescent dye seperti +TG, r#dhamin, dan Te5as,red
dise!ut met#de immun#4u#rescence, sedangkan penggunaan kr#m#gen
en3im seperti per#ksidase, alkali
"#s"atase, atau gluk#sa #ksidase dise!ut met#de immun#en3yme. &ada
met#de ini anti!#di spesi'k yang mengenali antigen jaringan dise!ut
se!agai anti!#di primer dan tidak dilakukan m#di'kasi pada anti!#di ini.
Namun diperlukan anti!#di lain yang dapat !erikatan dengan anti!#di primer
yang dise!ut dengan anti!#di sekunder. Anti!#di sekunder ini dim#di'kasi
sehingga memiliki m#lekul indikat#r pada anti!#di terse!ut. Setiap 1
anti!#di primer dapat dikenali #leh le!ih dari 1 anti!#di sekunder, #leh
karena itu, setelah di!erikan su!strat akan ter!entuk warna yang le!ih jelas
pada jaringan terse!ut.
11>
Metode !ero7idase : anti : !ero7idase .!A!/
Adalah analisis imun#hist#kimia menggunakan tiga m#lekul
per#ksidase dan dua anti!#di yang mem!entuk seperti r#ti sandwich. Teknik
ini meman"aatkan a'nitas anti!#di terhadap antigen /en3im1 untuk
mem!entuk k#mpleks imun sta!il se!agai perlawanan terhadap pr#ses kimia
terk#njugasi itur unik dari pr#sedur ini adalah larutan en3im ) anti!#di dan
k#mpleks imun &A&. 6n3im H#rseradish &er#ksidase, pr#tein imun#genik,
digunakan untuk menyuntik spesies tertentu dan meresp#n imun p#likl#nal
yang dihasilkan terhadap en3im. Antiserum ini dipanen dan ditempatkan
dalam larutan pada en3im sehingga mem!entuk k#mpleks imun yang larut.
Metode Avidin%Biotin%2omple7 .AB2/
Adalah met#de analisis imun#hist#kimia menggunakan a'nitas
terhadap m#lekul a8idin, !i#tin #leh tiga en3im per#ksidase. Situs
pengikatan !e!erapa !i#tin dalam m#lekul a8idin tetra8alen !ertujuan untuk
ampli'kasi dan meresp#n sinyal yang disampaikan #leh antigen target.
.awabla% Pertanyaan ini !
1. $uatlah ta!le per!edaan mengenai anti gen dengan anti!#di ## 55
<. Felaskan secara singkat ikatan antigen,anti!#di.. NN
11%
PERTEMUAN
MATERI POKOK !
Konse) $an te"nis Im&no%isto"imia
# De3nisi
'# Pemb&atan blo" Para3n
(# $e)ara3nasi
0# Te"ni" im&no%isto"imia
# De3nisi 4isto"imia ,s&$a% $i ba%as )a$a )ertem&an
sebel&mnya-#
'# Pemb&atan blo" Para3n
Mekanisme +mun#kimia
9angkaian pemeriksaan +mun#hist#kimia dimulai dengan pengam!ilan
sampel lalu pem!uatan parakn !l#ck. Setelah itu dilakukan pewarnaan
imun#hist#kimia. $erikut perinciannya .
A. &em!uatan parakn !l#ck
Met#de parakn merupakan cara pem!uatan preparat permanen
dengan menggunakan parakn se!agai media em!edding dengan te!al
irisan kurang le!ih mencapai A cm,? cm. Met#de in imemiliki irisan yang
le!ih tipis di!andingkan dengan menggunakan met#de !eku atau met#de
sel#idin yang te!al irisannya kurang le!ih mencapai 1= cm. &r#sesnya juga
jauh le!ih cepat di!andingkan met#de sel#idin. Selain itu met#de para'n
juga memiliki kejelekan yaitu jaringan menjadi keras, mengerut dan mudah
patah, jaringan,jaringan yang !esar menjadi tidak dapat dikerjakan, dan
se!agian !esar en3im,en3im akan larut karena menggunakan met#de ini.
Langkah,langkahnya .
1. Faringan dicuci dengan &$S
<. Di'ksasi dengan "#rmalin 1=P
11@
>. Dilakukan dehidrasi menggunakan alc#h#l !ertingkat />=P, @=P, B=P,
?=P, ;AP dan a!s#lute1
%. Glearing menggunakan 5il#l < kali, masing,masing A= menit.
@. +n'ltrasi menggunakan parakn lunak selama A= menit pada suhu %?=G.
A. $l#ck dalam parakn keras pada cetakan dan diamkan selama sehari.
B. Tempelkan. &ada h#lder dilakukan pem#t#ngan sete!al %,A mm dengan
r#tary micr#t#me.
?. M#unting pada #!jek dengan gelatin @P
(# Proses $e)ara3nisasi
Depara'nisasi adalah pr#ses penghilangan para'n menggunakan 5yl#l.
Adapun langkah,langkah depara'nisasi adalah .
1. Slide direndam 5il#l < kali, masing,masing selama @ menit.
<. 9ehidrasi menggunakan alc#h#l !ertingkat />=P, @=P, B=P, ?=P,
;AP dan a!s#lute1 masing,masing @ menit
>. $ilas dengan dH
<
* selama @ menit
0# Te"ni" Im&no%isto"imia
Teknik imun#hist#kimia !erman"aat untuk identi'kasi, l#kalisasi, dan
karakterisasi suatu antigen tertentu, serta menentukan diagn#sis, therapi,
dan pr#gn#sis kanker. Teknik ini diawali dengan pem!uatan irisan jaringan
/hist#l#gi1 untuk diamati di!awah mikr#sk#p. +nteraksi antara antigen,
anti!#di adalah reaksi yang tidak kasap mata. Tempat pengikatan antara
anti!#di dengan pr#tein spesi'k diidenti'kasi dengan marker yang !iasanya
dilekatkan pada anti!#di dan !isa di8isualisasi secara langsung atau dengan
reaksi untuk mengidenti'kasi marker. Marker dapat !erupa senyawa
!erwarna . Luminescence, 3at !er4u#resensi . 4u#rescein, um!elli"er#n,
tetrametil r#dhamin, l#gam !erat . c#ll#idal, micr#sphere, g#ld, sil8er, la!el
radi#akti", dan en3im . H#rse 9adish &er#5idase /H9&1 dan alkaline
ph#sphatase. 6n3im /yang dipakai untuk mela!el1 selanjutnya direaksikan
dengan su!strat kr#m#gen /yaitu su!strat yang menghasilkan pr#duk akhir
11A
!erwarna dan tidak larut1 yang dapat diamati dengan mikr#sk#p !right 'eld
/mikr#sk#p !idang terang1. Akan tetapi seiring !erkem!angnya ilmu
pengetahuan khususnya dunia !i#l#gi, teknik imun#hist#kimia dapat
langsung diamati /tanpa direaksikan lagi dengan kr#m#gen yang
menghasilkan warna1 di!awah mikr#sk#p 4u#rescense.
Fawa!lah pertanyaan !erikut ini .
1. Felaskan dengan menggunakan !agan atau skema
a# Pemb&atan blo" Para3n
b# De)ara3nasi
1# Te"ni" im&no%isto"imia
11B
PERTEMUAN '
MATERI POKOK !
Ran1angan $an )er1obaan )en1arian anti"an"er !
# $esain Per1obaan Kemo)reAenti2
'# $esain Per1obaan "emotera)i
Selama ini untuk meng#!ati kanker, #rang le!ih cenderung
menggunakan met#de terapi m#dern, seperti kem#terapi dan radiasi. Namun
se!enarnya kem#terapi tidak hanya digunakan untuk meng#!ati kanker tapi
juga untuk mencegahnya. Nah kem#terapi yang digunakan untuk
pencegahan ini dise!ut kem#terapi pre8enti". Su!jek kem#terapi adalah para
penderita kanker. Targetnya adalah sel kanker yang ada di dalam tu!uhnya.
Sedangkan kem#pre8enti", targetnya adalah masyarakat n#rmal atau
masyarakat yang !elum menderita kanker.Tujuannya untuk mengham!at
tum#r atau kanker. Targetnya adalah sel n#rmal /jinak1 agar terpr#teksi atau
tidak terkena kanker. -em#pre8enti" ini dilakukan dengan meng#nsumsi
!er!agai her!al alami. Diantaranya, -unyit, Temu Lawak, Fahe, teh Hijau,
-edele, Anggur, madu, $awang &utih, -u!is, dan $r#k#li. Sayangnya, !anyak
diantara tanaman her!al asli +nd#nesia itu yang diteliti di Amerika Serikat
dan dipatenkan di sana. $e!erapa jenis tanaman her!al +nd#nesia yang !isa
mengatasi sel kanker terse!ut adalah Sam!il#t#, akar &asak $umi, her!a
Geplukan, daun Sam!ung Nyawa, -unir &utih, dan !iji Farak. -enyataan yang
sering ditemui adalah !ahwa masyarakat yang terkena kanker tidak puas
hanya dengan mengk#nsumsi #!at antikanker /kem#terapi1 yang di!erikan
#leh d#kter saja, tetapi juga masih mencari alternati" lain dari tanaman
/her!al1 yang diyakini memiliki senyawa penangkal yang !ersi"at anti#ksidan
dan kem#pre8enti" yang !erkhasiat antikanker.
Agen -em#pre8enti" pada umumnya memiliki akti8itas pengham!atan
perkem!angan kanker serta dapat meningkatkan kemungkinan kesem!uhan
dan menurunkan rasa sakit yang dialami #leh penderita kanker. Agen
11?
kem#pre8ensi awalnya ditujukan untuk perkem!angan tum#r di awal
karsi#genesis se!elum terjadi in8asi dan meta'sis. Namun, dalam
perkem!angan, agen kem#pre8ensi dapat digunakan se!agai agen
k#mplementer untuk meningkatkan e'kasi agen kem#terapi. Pen$e"atan
"o*"emotera)i adalah k#m!inasi antara agen kem#pre8enti" dengan agen
kem#terapi agar menghasilkan e"ek yang le!ih !aik di!andingkan dengan
agen kem#terapi saja. -anker, lanjutnya, adalah penyakit yang memiliki
masa laten relati" panjang. Dengan pr#ses yang dinamakan karsin#genesis
terjadi mutasi genetik pada gen !erperan pada pr#ses pertum!uhan sel.
-em#pre8ensi adalah upaya penggunaan agen sintetik atau !ahan alam,
!aik tunggal maupun campuran untuk mencegah, mengham!at, dan
mengem!alikan "ungsi n#rmal dari pr#ses perkem!angan penyakit
&eru!ahan,peru!ahan genetik dan ekspresi pr#tein yang semakin
!anyak pada pr#ses karsi#genesis, menjadi dasar penting untuk
pengem!angan agen kem#pre8ensi kanker. Agen ini diharapkan dapat
mengham!at karsi#genesis dan dapat memacu kematian sel kanker
&engem!angan antikanker dan kem#pre8enti" dengan didasarkan pada
pengaturan siklus sel diarahkan pada pengham!atan terjadinya pr#ses
pem!elahan sel kanker sehingga senyawa ataupun pr#tein yang dihasilkan
#leh penderita kanker dapat mencegah terjadinya sintesis DNA dan mit#sis.
&ada !er!agai kasus kanker, sering ditandai dengan hilangnya p9!,
inakti8asi p1A+N-%, ampli'kasi Gdk,%, dan meningkatnya ekspresi cyc D1
yang akan memacu pr#li"erasi sel kanker. Hal lain yang juga !erpengaruh
pada tim!ulnya kanker adalah terjadinya mutasi pada gen p3 dan "$l2.
Strategi pengem!angan #!at antikanker pada pr#ses ini dapat diarahkan
untuk mengham!at $y$ D10 dan "$l2 serta akti8asi untuk meningkatkan
ekspresi p1;)NK# dan p3.
&ada penelitian kem#pre8enti" ini akan dimulai dengan "ioassay guided
(ra$tionation akar pasak !umi terhadap sel kanker mulai dari ekstrak, "raksi,
dan is#lat hingga diper#leh is#lat akti". Selanjutnya untuk mengetahui
11;
mekanisme aksi perlu dilakukan uji mekanisme m#lekuler secara in vitro dan
in vivo.
Me"anisme Senyawa Kemo)reAenti2
&emahaman tentang pr#ses karsin#genesis merupakan pengem!angan
strategi dalam peng#!atan penyakit kanker. &endekatan terapi kanker
menggunakan agen kem#pre8enti" le!ih menjanjikan daripada #!at
antikanker k#n8ensi#nal. Agen kem#pre8enti" sendiri dapat dide'nisikan
se!agai senyawa yang dapat mengham!at dan menekan pr#ses
karsin#genesis pada manusia sehingga pertum!uhan kanker dapat dicegah
/-aki3#e, <==>1.
&ada terapi kurati" kanker, pengem!angan agen kem#pre8enti" didasarkan
pada regulasi daur sel termasuk resept#r,resept#r h#rm#ne pertum!uhan
dan pr#tein kinase, pengham!atan angi#genesis, pengham!atan en3im
sikl##ksigenase,< /G*L,<1, dan induksi ap#pt#sis. Agen kem#pre8enti"
mempunyai target aksi spesi'k melalui mekanisme,mekanisme m#lekuler
terse!ut. -etidakn#rmalan pada daur sel dan regulasi ap#pt#sis, peningkatan
en3im G*L,<, dan pr#ses angi#genesis hanya terjadi pada sel yang terkena
kanker meskipun pada !e!erapa kasus angi#genesis terjadi pada jantung.
*leh karena itu, agen kem#pre8enti" relati" aman dan tidak !erpengaruh
pada sel n#rmal.
&endekatan terapi kanker melalui antiangi#genesis dapat dilakukan
dengan agen 8askul#statin yaitu agen yang dapat mengham!at pr#ses
pem!entukan pem!uluh darah !aru /Matter, <==11. Sel kanker mengalami
kematian karena tidak mendapat suplai nutrisi dan #ksigen. &engham!atan
angi#genesis menjadi titik tangkap yang penting dalam peng#!atan kanker.
&enye!aran sel kanker secara hemat#genik dan lim"#genik sangat !erhu!ungan
dengan angi#genesis. Sel,sel tum#r mengadakan penetrasi dengan cepat
melalui sel end#tel dan mengikuti aliran darah ke seluruh tu!uh dan menye!ar
ke #rgan lain /#lkman, 1;BA1. +nisiasi, in8asi, dan metastatis kanker diyakini
se!agai peristiwa yang sangat tergantung pada angi#genesis. $erdasarkan
1<=
se!uah pandangan praktis, se!agian !esar inhi!it#r angi#genesis juga
mempunyai aksi se!agai antiin8asi dan k#mp#nen antimetastatis.
Lain hal, terjadinya tum#r dan kanker ganas /malignan1 akan memicu
ekspresi G*L,< yang !erle!ih. &eningkatan ekspresi G*L,< diikuti pr#duksi
pr#staglandin 6< /&(6<1 yang !erperan dalam pr#li"erasi, dan memacu
pr#ses angi#genesis sel kanker /-ing, <===1. $e!erapa senyawa yang
digunakan se!agai kem#pre8enti" mempunyai akti8itas mengham!at G*L,<
sehingga dapat menurunkan tran"#rmasi sel malignan /Surh et al., <==>1.
Salah satu "en#tip a!n#rmal dari sel kanker adalah disregulasi dari
k#ntr#l daur sel, yaitu terjadi gangguan mekanisme k#ntr#l sehingga sel
akan !erkem!ang tanpa mekanisme k#ntr#l se!agaimana pada sel n#rmal
/(#ndh#wiardj#, <==%1. 9etin#!last#ma /9!1 dan pr#tein p@> se!agai
penekan tum#r merupakan pr#tein yang !erperan penting dalam pengaturan
siklus sel se!agai materi antipr#li"erasi maupun se!agai pengatur pr#ses
ap#pt#sis karena adanya kerusakan DNA. +nakti8asi p@> akan
mengaki!atkan sel !erpr#li"erasi secara !erle!ihan. 6"ek antipr#li"erati" dari
!e!erapa senyawa yang !erp#tensi se!agai antikanker salah satunya adalah
melalui kemampuannya menunda daur sel dengan mengham!at akti8itas
cyclin,GD- maupun pr#tein,pr#tein kinase lainnya. Agen kem#pre8enti"
alami, di antaranya adalah 4a8#n#id, dapat menginduksi penghentian "ase
(1. Agen kem#pre8enti" lain seperti kurkumin dapat mempengaruhi siklus
sel pada transisi "ase (=0(1 dan (<0M. &engaruh agen kem#pre8enti" melalui
pengham!atan siklus sel dapat menye!a!kan sel akan !erhenti mem!elah
dan pr#li"erasi sel akan !erhenti.
Ap#pt#sis merupakan kematian sel yang dipr#gram se!agai resp#n
terhadap rangsangan tertentu. Salah satu kel#mp#k pr#tein yang !erperan
terhadap kematian sel adalah $cl,<. $e!erapa angg#ta keluarga pr#tein $cl,
< antiap#pt#sis seperti $cl,<, $cl,LL, Mcl1, dan $ag !er"ungsi untuk
mencegah kematian sel, sedangkan angg#ta keluarga pr#tein $cl,<
pr#ap#pt#sis seperti $ak, $a5, dan $ad menginduksi ap#pt#sis. Selain
pem!uangan senyawa #!at melalui p#mpa elu5 &,gp /&,glik#pr#tein1,
1<1
ekspresi !erle!ihan dari $cl,<0$cl,LL pada kanker juga dapat meningkatkan
resistensi terhadap kem#terapi dan radi#terapi. *leh karena itu, target
penting dalam peng#!atan kanker adalah penekanan ekspresi pr#tein
antiap#pt#sis selain penekanan ekspresi &,gp.
+ A
&enjelasan .
Desain penelitian -em#pre8enti" /&enelitian dimulai dari A1
Desain penelitian ini dimulai dengan penyuntikkan senyawa pencegahan
kanker kepada mencit sehat. -emudian mencit dipaparkan dengan agen
penye!a! kanker, lalu dilihat !erapa sel n#rmal yang terinduksi menjadi sel
kanker.
Desain &enelitian -em#terapi /&enelitian dimulai dari $1
Desain penelitian ini dimulai dari penginduksian mencit sehat dengan agen
penye!a! kanker. -emudian disuntikkan senyawa yang diduga se!agai anti
kanker. Dilihat se!erapa !esar penurunan jumlah sel kanker yang ada.
.awabla% )ertanyaan beri"&t ini !
# Seb&t"an 1onto% )er1obaan agen "emotera)i5
'# Seb&t"an 1onto% )er1obaan agen "emo)reAeti25
1<<
&enginduks
i
&enye!a!
-anker
Mencit
Sehat
Senyawa
&encegah
-anker
Desain &enelitian -em#terapi Desain &enelitian -em#pre8enti"
PERTEMUAN (
MATERI POKOK !
Penel&s&ran me"anisme anti"an"er se1ara in vitro
&eman"aatan sel mamalia dalam !idang !i#tekn#l#gi telah
!erkem!ang dengan pesat. -ultur sel mamalia yang digunakan saat ini, !aik
kultur sel primer, kultur sekunder maupun lini sel sangat !eragam jenis dan
jumlahnya. &eman"aatan kultur sel mamalia sangat luas, di antaranya
meliputi studi mekanisme penyakit pada aras m#lekuler, penelusuran
mekanisme aksi #!at, ekspresi dan pr#duksi pr#tein rek#m!inan dan anti!#di
m#n#kl#nal serta penentuan regimen terapi yang tepat !agi pasien di rumah
sakit.
Di dalam !idang "armasi, khususnya dalam penemuan #!at, peran
kultur sel mamalia sangatlah penting. Sel mamalia !anyak digunakan untuk
pengem!angan teknik,teknik pengujian secara in 8itr#.
Se!ut saja penelitian antikanker, pengujian umum yang dilakukan
untuk mengetahui p#tensi suatu senyawa atau !ahan adalah uji
sit#t#ksisitas pada sel kanker. &arameter +G@= digunakan se!agai parameter
untuk melihat p#tensi kandidat antikanker terse!ut.
7ntuk menguji suatu kandidat antikanker, parameter +G@= hanyalah data
awal saja. &arameter lain yang umum diamati adalah jenis kematian sel yang
diaki!atkan #leh kandidat antikanker. Apakah nekr#sis atau ap#pt#sis.
G#nt#h &enelitian .
$agian ketiga adalah mengkaji mekanisme in vitro antikanker
melalui pengham!atan in4amasi, pemacuan ap#pt#sis, dan
pengham!atan pem!elahan sel. &engham!atan in4amasi melalu
penurunan ekspresi 2+<%2. &emacuan ap#pt#sis dikaji melalui
mekanisme ekspresi penurunan ekspresi "$l%20 dan peningkatan
kaspase . Mekanisme antipr#li"erasi melalui mekanisme
peningkatan ekspresi p3, p210 GADD#3, serta penurunan ras
1<>
sesudah pem!erian is#lat paling akti" terhadap $ell line T%BD secara
in vitro. &enelitian ini termasuk dalam jenis eksperimental.
Senyawa g#l#ngan 4a8#n#id mampu mengham!at pr#ses
karsin#genesis !aik secara in vitro maupun in vivo. &engham!atan
terjadi pada tahap inisiasi, pr#m#si maupun pr#gresi melalui
mekanisme m#lekuler antara lain inakti8asi senyawa karsin#gen,
antipr#li"erati", pengham!atan angi#genesis dan daur sel, induksi
ap#pt#sis, dan akti8itas anti#ksidan /9en et al., <==>1. Se!agian
!esar senyawa karsin#gen seperti hidr#kar!#n ar#matik p#lisiklik
/HA&1 memerlukan akti8asi #leh en3im sit#kr#m &%@= mem!entuk
intermediet yang reakti" se!elum !erikatan dengan DNA. +katan
k#8alen antara DNA dengan senyawa karsin#gen akti" menye!a!kan
kerusakan DNA. la8#n#id dalam pr#ses ini !erperan se!agai agen
pencegah tum#rigenesis. &enge!l#kan aksi karsin#gen dapat melalui
!e!erapa mekanisme antara lain melalui inhi!isi akti8itas is#en3im
sit#kr#m &%@= yaitu G:&1A1 dan G:&1A< sehingga senyawa
karsin#gen tidak reakti". Mekanisme pencegahan yang lain dapat
terjadi melalui induksi en3im pemeta!#lisme "ase ++ yang !erperan
penting dalam det#ksi'kasi senyawa karsin#gen. la8#n#id juga
meningkatkan ekspresi en3im gluthati#n S,trans"erase /(ST1 yang
dapat mendet#ksi'kasi karsin#gen reakti" menjadi tidak reakti" dan
le!ih p#lar sehingga cepat dieliminasi dari tu!uh. Selain itu,
4a8#n#id juga dapat mengikat senyawa karsin#gen sehingga dapat
mencegah ikatan dengan DNA, 9NA, atau pr#tein target /9en et al.,
<==>1. Si"at anti#ksidan dari senyawa 4a8#n#id juga dapat
menginhi!isi pr#ses karsin#genesis. ase inisiasi kanker seringkali
diawali melalui #ksidasi DNA yang menye!a!kan mutasi #leh
senyawa karsin#gen /-aki3#e, <==>1. -arsin#gen akti" seperti radikal
#ksigen, per#ksida dan super#ksida, dapat dista!ilkan #leh 4a8#n#id
melalui reaksi hidr#genasi maupun pem!entukan k#mpleks /9en et
al., <==>1. &eningkatan ekspresi en3im (ST mem!erikan keuntungan
1<%
apa!ila dik#m!inasikan dengan #!at,#!at sit#statik. &ada umumnya,
#!at,#!at sit#statik yang akti" se!agai antikanker adalah !entuk
m#lekulnya, kecuali tipe alkilat#r seperti kl#ram!usil, sikl#"#s"amid,
!le#misin, dan te#tepa. Meta!#lit hasil !i#trans"#rmasi "ase + dari
#!at sit#statik !ersi"at le!ih t#ksik dan tidak mempunyai e"ek
"armak#l#gis. 6n3im (ST akan mendet#ksi'kasi meta!#lit terse!ut
melalui reaksi k#njugasi dengan gluthati#n sehingga menghasilkan
meta!#lit yang le!ih p#lar dan mudah diekskresikan dari tu!uh.
Meiyant# et al. /<==B1 melap#rkan !ahwa ekstrak etan#lik daun G.
pro$um"ens mampu mengham!at pertum!uhan tum#r payudara
tikus yang diinduksi karsin#gen DM$A /B,1<,dimetil
!en3/a1ntra3ena1. &em!erian ekstrak se!elum dan selama "ase
inisiasi mampu meningkatkan akti8itas en3im (ST. Dengan
demikian, det#ksi'kasi meta!#lit DM$A /ep#ksida1 akan meningkat
dan dapat diekskresikan dalam !entuk merkapturat /!entuk yang
le!ih p#lar1 ke dalam urin atau "eses. &enurunan meta!#lit reakti"
DM$A menye!a!kan penurunan insidensi ikatan dengan DNA /DNA
addu$t1 sehingga pr#ses karsin#genesis dapat diham!at.
.awabla% Pertanyaan ini !
# A)a yang An$a "eta%&i tentang )enel&s&ran me"anisme
Anti"an"er se1ara in Aitro /
'# Seb&t"an 1onto% yang lain $ari )enelitian $i atas /
1<@
PERTEMUAN 0
MATERI POKOK!
Penel&s&ran me"anisme anti"an"er se1ara in vivo
?onto% $esain )enelitian in vivo
$agian keempat adalah mengetahui akti8itas kem#pre8enti" ekstrak
etan#l terstandard is#lat akti"nya secara in vivo terhadap tikus yang
diinduksi DM$A. &enelitian ini termasuk jenis eksperimental.
9ancangan penelitian yang digunakan adalah pre test%post test
$ontrol group design, yaitu penelitian dengan per#lehan data
se!elum dan sesudah perlakuan dengan tetap menggunakan
8aria!el k#ntr#l. Selanjutnya dilakukan penelitian untuk mengetahui
mekanisme aksi kem#pre8enti" ekstrak etan#l terstandard is#lat
akti" terhadap tikus yang diinduksi DM$A secara in vivo dengan
mengkaji ekspresi G*L,<, $cl<, -aspase,>, &@>, &<1, (ADD%@, dan
9as. $agian penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimental.
9ancangan penelitian yang digunakan adalah posttest%only $ontrol
design, yaitu penelitian dengan per#lehan hasil sesudah perlakuan
dengan tetap menggunakan 8aria!le k#ntr#l.
raksi 4a8#n#id daun Sam!ung Nyawa memiliki pr#spek yang !aik
se!agai agen kem#pre8enti" untuk aplikasi k#kem#terapi dengan
#!at,#!at sit#statika !erdasarkan pada uji k#m!inasi in vitro yang
menunjukkan e"ek sinergisme dengan d#5#ru!icin. Se!agai agen
kem#pre8enti", ekstrak etan#lik daun Sam!ung Nyawa telah
diketahui memiliki akti8itas sit#t#ksik dan antipr#li"erati" terhadap
sel T%BD dan sel HeLa, akti8itas antiangi#genesis, antimutagenik,
pencegahan tum#rigenesis pada tahap inisiasi maupun pr#gresi
secara in vivo, serta menunjukkan e"ek sinergisme pada perlakuan
k#m!inasi dengan d#5#ru!icin secara in vitro.
1<A
Fawa!lah &ertanyaan !erikut ini .
1. Apa yang Anda ketahui tentang penelusuran mekanisme Antikanker
secara in 8i8# M
<. Apa per!edaan penelusuran mekanisme Antikanker secara in 8i8# dengan
penelusuran mekanisme Antikanker secara in 8itr# M
>. Se!utkan c#nt#h peneletian penelusuran mekanisme Antikanker secara in
8i8# yang lainnya M
%. $uatlah desain pencarian antikanker secara in 8i8#, secara !erkel#mp#k
/> mhs1N
1<B