Anda di halaman 1dari 16

BATANG LENTUR

Perencanaan batang lentur meliputi 4 hal :


a. Perencanaan lentur
b. Perencanaan geser
c. Perencanaan lendutan
d. Perencanaan tumpuan.
Perencanaan awal dengan pemilihan sebuah penampang batang
sedemikian hingga tegangan lentur yang terjadi memenuhi syarat,
dilanjutkan dengan kontrol tegangan geser dan lendutan.
Apabila kontrol terhadap tegangan geser atau lendutan tidak terpenuhi,
maka dilakukan perubahan penampang batang.
I Perencanaan Batang Lentur
Batang lentur direncanakan untuk dapat mendukung gaya momen lentur
dan gaya geser.
M
u
!
b
M" #.$a
%
u
!
&
%" #.$b

'engan :
Mu : momen lentur ter(aktor
%u : gaya geser ter(aktor
M" : tahanan lentur terkoreksi
%" : )ahanan geser terkoreksi
: (aktor waktu
!
b
: (aktor tahanan lentur *,+,
!
&
: (aktor tahanan geser *,-,
Bentang rencana harus digunakan dalam menghitung momen lentur,
tegangan geser dan lendutan:
.ntuk komponen struktur berbentang sederhana yang tidak menyatu
dengan tunpuan/tumpuannya maka bentang rencana adalah bentang
bersih ditambah setengah kali panjang tumpukan pada masing/masing
ujung.
)akikan pada balok harus dihindari, terutama yang terletak jauh dari
tumpuan dan berada pada sisi tarik.
0onsentrasi tegangan yang disebabkan oleh takikan dapat dikurangi
menggunakan kon1gurasi takikan yang diiris miring secara bertahap
daripada menggunakan takikan sudut tajam.
Apabila harus dibuat takikan dengan sudut tajam, maka diperkuat dengan
alat pengencang perlu ditambahkan untuk mencegah timbulnya retak
seperti pada gambar berikut:
2ambar #.$ )akikan pada tumpuan ujung3
4a5 takikan miring, 4b5
penambahan alat
pengencang.
)akikan pada ujung balok tidak boleh
melampaui seperempat tinggi balok untuk balok massi(, dan sepersepuluh
tinggi balok untuk balok glulam 4kayu laminasi struktural5.
L rencana
L netto
Balok tidak boleh ditakik dilokasi selain diujung balok bertumpu
bersederhana.
)ahanan lentur balok pada setiap penampang yang bertakik, baik disisi
tarik maupun disisi tekan, tidak boleh melampaui tahanan lentur dari
penampang netto pada lokasi yang bertakik, bila takikannya berada pada
sisi tekan.
Bila suatu takikan berada pada sisi tarik, dan momen yang bekerja
disepanjang bagian yang bertakik tersebut melebihi setengah tahanan
lentur balok yang dihitung pada penampang netto minimum bertakik maka
tahanan lentur seluruh balok ditentukan oleh netto bertakik tersebut.
Pada konstruksi sistem lantai dimana terdapat tiga atau lebih balok kayu
yang tersusun dengan jarak tidak lebih dari #** mm 4jarak pusat ke pusat5
kemudian disatukan dengan sistem penutup, maka kekuatan konstruksi
tidak sepenuhnya bergantung pada masing/masing tahanan lentur satu
balok. Pada sistem konstruksi ini, semua balok akan bekerja secara
bersama/sama sehingga kekuatan secara sistem lebih besar dari pada
penjumlahan kekuatan masing/masing balok.
Apabila terdapat beban terpusat pada satu balok, maka beban tersebut
akan didukung tidak hanya oleh satu balok melainkan secara bersama/
sama oleh seluruh balok pada sistem tersebut. .ntuk mempertimbangkan
perilaku sistem lantai ini, maka tahanan lentur acuan dapat dikalikan
dengan (aktor koreksi pembagi beban 46
r
5 yaitu sebesar $,$,
Apabila balok diletakan secara tidur 4dimensi lebar lebih besar dari pada
dimensi tebal7tinggi5 sehingga menderita tegangan lentur pada sumbu
lemahnya, maka tahanan lentur acuan dapat dikalikan dengan (aktor
koreksi penggunaan 46
(u
5 seperti pada )abe$ #.$.
)abel #.$ (aktor koreksi penggunaan datar 46
(u
5
8ebar
)ebal7tinggi
,*mm dan -, mm $** mm
,* mm dan -, mm $,** /
$** mm $,$* $,**
$9, mm $,$* $,*,
$,* mm $,$, $,*,
9** mm $,$, $,*,
9,* mm dan lebih $,9* $,$*
1. Pengaku lateral (Bracing)
Balok yang memiliki perbandingan tinggi terhadap lebar lebih besar
daripada dua dan dibebani terhadap sumbu kuatnya harus memiliki
pengaku lateral pada tumpuan/tumpuannya untuk mencegah terjadinya
rotasi atau peralihan lateral.
Pengaku lateral tidak diperlukan pada balok berpenampang bundar, bujur
sangkar, atau persegi panjang yang mengalami lentur terhadap sumbu
lemahnya saja.
.ntuk balok kayu masi(, kekangan yang digunakan untuk mencegah rotasi
atau peralihan lateral ditentukan berdasarkan nilai perbandingan tinggi
normal terhadap tebal nominal, d7b, sebagai berikut:
a. d7b : 9: tidak diperlukan pengekang lateral.
b. 9 : d7b : ,: ;emua tumpuan harus dikekang menggunakan kayu
masi( pada seluruh ketinggian balok.
c. , : d7b : #: sisi tekan harus dikekang secara menerus sepanjang
balok3
d. # : d7b : -: pengekang penuh setinggi balok harus dipasang untuk
setiap selang 94** mm kecuali bila kedua sisi tekan dan tarik dikekang
secara bersamaan atau bila sisi tekan balok dikekang pada seluruh
panjangnya oleh lantai dan pada tumpuan/tumpuannya diberi
pengekang lateral untuk mencegah rotasi3
e. d7b < -: kedua sisi tekan dan tarik dikekang secara bersamaan pada
seluruh panjangnya.
Pengaku lateral harus diadakan pada semua balok kayu masi(
berpenampang persegi panjang sedemikian sehingga rasio
kelangsingannya 4=
b
5 tidak melebihi ,* seperti pada Persamaan #.9.
50
2
=
b
d I
R
e
b
#.9
dengan l
e
: adalah panjang e(ekti( eki&alen yang nilainya dapat dilihat pada
tabel berikut
>aktor (a0tor untuk menetapkan panjang e(ekti( eki&alen 4le5 untuk
penampang persegi panjang massi(
Jenis
tumpuan
Jenis ean Jenis pengaku le
.ntuk semua keadaan yang tidak tercantum di bawah 8u7d
:-
-lu7d
$4,?
lu7d <$4,?
)umpuan
sederhana
Beban terpusat ditengah
bentang
Beban terdistribusi
merata
Berpengaku ditengah
ujung
Pengaku dikedua
ujung
9,*#
lu
$,+4 lu $,#? lu@
?d
kantile&er Beban terpusat pada
ujung bebas
Beban terdistribusi
merata
/
/
$,+*
lu
9,*#
lu
$,?- lu @
?d
$,#? lu @
?d
$,+-
lu
$,??
lu
$,44 lu @
?d
*,A* lu @
?d
Panjang
bentang 8
Beban terpusat dengan
jarak seragam
Pengaku pada setiap
titik kerja beban
le
$,$$ lu
Beban tunggal
Beban ganda
)iga beban
Bmpat beban
8ima beban
Bnam beban
)ujuh beban atau
lebih
terpusat
8u C 879
8u C 87?
8u C 874
8u C 87,
8u C 87#
8u C 87-
D
$,+# lu
$,,4 lu
$,#+ lu
$,-? lu
$,+4 lu
$,+4 lu
Bentang
dengan
momen
momen ujung
yang sama
besar
/ / $,+4 lu
6atatan lu adalah panjang segmen diantara dua pengaku lateral yang
berurutan
!. Ta"anan lentur al#k $ang terkekang %alam ara" lateral.
Anggapan balok yang terkekang penuh dalam arah lateral dijumpai pada
kondisi/kondisi berikut:
a. Balok berpenampang bundar atau bujur sangkar.
b. Balok berpenampang persegi panjang yang terbebani pada arah sumbu
lemahnya saja.
c. Balok berpenampang persegi panjang yang terbebani pada arah
sumbu kuat dan memenuhi persyaratan pengaku lateral 4bracing5
seperti yang telah diuraikan sebelumnya.
)ahanan lentur balok dihitung dengan anggapan nilai (aktor koreksi
stabilitas balok 46
8
5 sama dengan $,**. )ahanan lentur terkoreksi dari balok
berpenampang prismatis yang terlentur terhadap sumbu kuatnya 4E/E5
adalah:
M" C M
E
" C ;
E
>
bE
"
#.?
0eterangan :
M" C M
E
" : tahanan lentur terkoreksi terhadap sumbu kuat.
;
E
: modulus penampang lentur terhadap sumbu kuat
>
bE
"
: kuat lentur terkoreksi terhadap sumbu kuat dengan nilai (actor
koreksi 6
8
C $,**
)ahanan lentur terkoreksi dari balok berpenampang prismatik yang
terlentur terhadap sumbu lemahnya 4y/y5 adalah :
M" C M
y
" C ;
y
>
by
"
#.4
0eterangan :
M" C M
y
" : tahanan lentur terkoreksi terhadap sumbu lemah.
;
y
: modulus penampang lenturterhadapsumbu lemah
>
by
"
: kuat lentur terkoreksi terhadap sumbu lemah dengan nilai
(actor koreksi 6
8
C $,**
)ahanan lentur terkoreksi yang ditetapkan oleh Persamaan #.? harus
dikalikan dengan (aktor koreksi bentuk 46
(
5 sebesar $,$, untuk komponen
struktur berpenampang bundar.
untuk tiang pancang, harus dikalikan dengan (aktor bentuk sebesar $,4*
untuk komponen struktur berpenampang persegi panjang yang terlentur
terhadap sumbu diagonal.
&. Ta"anan lentur al#k tanpa pengekang lateral penu"
)ahanan lentur terkoreksi terhadap sumbu kuat 4E/E5 dari balok
berpenampang prismatis persegi panjang tanpa pengekang lateral atau
bagian yang tak/terkekang dari balok tersebut, adalah:
M" C 6
8
;E >
bE
F
#.,
>aktor kestabilan kolom46
8
5 dihitung sebagai berikut:
b
b
b
b
b
b
L
c c c
C

+
=
2
2
1
2
1
#.#
'engan :
o
c
e c
c
P
P
'

=
#.-
'engan
;
E
: adalah modulus penampang untuk lentur terhadap sumbu kuat 4E/E5
M
E
F
: adalah tahanan lentur untuk lentur terhadap sumbu kuat 4E/E5
dikalikan dengan semua (aktor koreksi kecuali (aktor koreksi
penggunaan datar 46
(u
5 dan (aktor koreksi stabilitas balok 46
8
53
6
b
C*,A,3 !
s
C *,+, (aktor tahanan stabilitas 3
M
e
: Momen tekuk lateral elastis yang dapat diperoleh pada persamaan
#.+
e
y
y
l
I
E Me
05
' 40 , 2 =
#.+
GG. Ga$a Geser
Apabila beban yang mengakibatkan lentur bekerja pada muka balok yang
berlawanan dengan muka tumpuan maka seluruh beban yang terletak di
dalam jarak d 4tinggi balok5 dari bidang muka tumpuan tidak perlu
diperhitungkan dalam menentukan gaya geser perlu seperti pada gambar
#.9.
2ambar #.9 reduksi gaya geser sejarak tinggi balok dari muka tumpuan
)ahanan geser terkoreksi 4%"5 dihitung dengan Persamaan #.A,
Q
b I v F
V
'
' =
#.A
'engan
>
&
H : kuat geser sejajar serat terkoreksi.
G : momen inersia balok.
b : lebar penampang balok.
I : momen statis penampang terhadap sumbu netral.
.ntuk penampang persegi panjang dengan lebar b, dan tinggi d,
Persamaan #.A dapat disederhanakan menjadi Persamaan #.$*.
bd v F V '
3
2
' = #.$*
1. Ta"anan geser %i %aera" takikan
Gaya geser pada jarak d dari
muka tumpuan
d
Pada penampang di sepanjang takikan dari sebuah balok persegi panjang
setinggi d, tahanan geser terkoreksi pada penampang bertakik dihitung
dengan Persamaan #.$$, dengan d adalah tinggi balok tanpa takikan dan
dn adalah tinggi balok di dalam daerah takikan.

=
d
dn
bdn v F V '
3
2
'
#.$$
;ebagai laternati(, apabila pada ujung takikan terdapat irisan miring
dengan sudut J 4lihat 2ambar #.$5 terhadap arah serat kayu untuk
mengurangi konsentrasi tegangan maka tahanan geser terkoreksi pada
penampang bertakik dihitung sebagai:
( )

=
d
dn d
bdn v F V
sin
1 '
3
2
'
#.$9
9. Ta"anan Geser 'i 'aera" (amungan
Apabila suatu sambungan pada balok persegi panjang menyalurkan gaya
yang cukup besar sehingga menghasilkan lebih dari setengah gaya geser di
setiap sisi sambungan maka tahanan geser terkoreksi dihitung berdasarkan
Persamaan #.$? dengan d adalah tinggi e(ekti( balok pada daerah
sambungan seperti ditunjukkan pada 2ambar #.?.

=
d
de
bde v F V '
3
2
'
#.$?
2ambar #.? de1nisi tinggi balok e(ekti( pada daerah sambungan
G G G . Len%utan
;elain mengalami lenturan dan geser, batang lentur juga menderita
lendutan. 8endutan pada batang lentur dapat mengakibatkan terjadinya
peningkatan tegangan.
Batang lentur pada sistim lantai diharuskan memiliki lendutan yang kecil
untuk menghindari timbulnya keretakan pada penutup lantai seperti
keramik. ;ehingga pada beberapa jenis struktur tertentu sering kali
dimensi penampang balok ditentukan oleh pembatasan nilai lendutan,
tidak oleh tegangan lentur.
8endutan sebuah batang lentur seperti 2ambar #.4 ditentukan oleh banyak
(aktor seperti gaya/gaya luar yang bekerja, bentang balok, momen inersia
penampang, dan modulus elastisitas lentur terkoreksi seperti dinyatakan
dalam Persamaan #.$4.
2ambar #.4 Bentuk lendutan pada balok dengan tumpuan sederhana

=
' ,
, ,
E I
l w P
f Max
#.$4
Modulus elastisitas lentur terkoreksi merupakan hasil perkalian antara
modulus elastisitas lentur dengan (aktor koreksi. .ntuk balok lentur dengan
beban merata sepanjang bentang, lendutan maksimum dihitung
berdasarkan Persamaan #.$,.

=
I E
L w
Max
' 384
5
4
#.$,
.ntuk balok dengan beban terpusat di tengah bentang, lendutan
maksimum dihitung berdasarkan Persamaan #.$#.

=
I E
L p
Max
' 48
3
#.$#
8endutan ijin
a. Batang lentur pada konstruksi terlindung adalah 87?**.
b. Batang lentur pada konstruksi tidak terlindung adalah 874**.
8 adalah panjang bentang bersih 48 netto5. Kilai lendutan ijin perlu
diperhitungkan pada pembebanan yang berasal dari berat sendiri dan
beban tetap.
I). Perencanaan tumpuan
Balok kayu pada bagian tumpuan atau pada lokasi dimana gaya gaya luar
bekerja secara langsung menderita tegangan tekan tegak lurus serat
seperti pada 2ambar #.,.
2ambar #., )egangan tekan tegak lurus serat pada daerah tumpuan
Lleh karena itu, bidang kontak antara balok dengan tumpuan atau dengan
gaya/gaya luar harus direncanakan sedemikian sehingga Persamaan #.$-
dapat terpenuhi.
= c F
A
Pu
fc
c
' #.$-
Pu : gaya tekan ter(aktor.
A : luas tumpuan.
!c : C *,A*.
>Hc adalah tegangan tekan tegak lurus serat terkoreksi yang diperoleh pada
Persamaan #.$+.
pt t M
C C C Fc c F = '
#.$+
P1
P2
fc
fc
!umpuan "a#ok
Apabila panjang bidang tumpu 4lb5 dalam arah panjang komponen struktur
tidak lebih dari $,* mm dan jarak ke bidang tumpu dari ujung kolom 4la5
lebih besar dari -, mm seperti 2ambar #.,, maka tahanan tekan tegak
lurus serat dapat dikalikan dengan (aktor koreksi bidang tumpu 46
b
5

seperti
pada Persamaan #.$A dengan nilai lb
dalam satuan mm.
6
b
C 4l
b
@ A,,57l
b
Apabila bidang kontak antara tumpuan dengan balok lentur tidak tegak
lurus serat, melainkan bersudut J seperti pada 2ambar #.#, maka kontrol
tegangan tekan harus dilakukan berdasarkan Persamaan #.9*. )egangan
tekan terkoreksi pada sudut J dapat diperoleh dengan persamaan
Mankinson seperti pada Persamaan #.9$. >Hc adalah tegangan tekan sejajar
serat terkoreksi yang diperoleh pada Persamaan #.99.
2ambar #.# )egangan tekan sudut pada struktur atap miring

' F
A
Pu
f
c
= #.9*

2 2
cos ' sin '
' '
'
+

=
c c
c c
F F
F F
F
#.9$
>"c C >
c
6
m
6
$
6
pt
NN.. #.99
Contoh perencanaan batang lentur
Contoh 1
Balok dari sistim lantai mendukung beban mati terbagi merata sebesar ,
kK7mH 4termasuk berat sendiri5 seperti gambar di bawah. Apabila dimensi
balok kayu yang digunakan adalah +*79** dengan kode mutu B$A,
tunjukkan apakah dimensi balok yang dipilih memenuhi persyaratan
tahanan lentur, geser, dan lendutan ijin. 2unakan (aktor koreksi 6
M
C 6
$
C 6
pt
C $,**.
0arena balok berasal dari sistem lantai, maka dapat diasumsikan terdapat
kekangan lateral pada kedua ujungnya setinggi balok dan kekangan pada
sisi tekan 4sisi atas5 balok sepanjang bentang. ;ehingga (aktor koreksi
stabilitas balok 46
8
5 tidak perlu diperhitungkan.
Masil analisis struktur dengan kombinasi pembebanan $,4'
kNm
x x
wL
maks lentu Momen 4$ , 5
8
5 , 2 5 4 , 1
8
2
2
= = =
kNm
x x
wL
maks !ese "aya $5 , 8
2
5 , 2 5 4 , 1
2
= = =
a. *#ntr#l ta"anan lentur >
b
kayu B $A C 44
>"
bE
C >
bF
6
M
6
t
6
pt
6
>

>"
bE
C 44 E $,** E $,** E $,** E $,** C 44 MPa
Modulus Penampang 4;E5
3
2 2
33 % 533
&
200 80
&
mm
x bd
#x = = =
)ahan momen lentur terkoreksi 4M"
O
5
200mm
80mm
' ( 5 k)*+,
2500mm
M"
O
C ;
E
>"
bE
C ,??,?? E 44 C 9?, 4- kKm
Momen lentur ter(aktor
M
u
!
b
M"
E
,,4- kKm *,# E *,+, E 9?,4- C $$,A- kKmNNNNNNNN.ok
. *#ntr#l ta"an geser +
,
kayu B $A >
&
C ,,#
>"
&
C >
&F
6
M
6
t
6
pt

>"
&
C ,,# E $,** E $,** E $,** C ,,# MPa
)ahan geser terkoreksi
kN x x bd v F V $3 , 5- 200 80 & , 5
3
2
'
3
2
' = = =
2aya geser ter(aktor %u
%
u
!
&
%"
+,- kK *,# E *,-, E ,A,-? C 9#,++ kKNNNNN..ok
c. 0ontrol lendutan kayu B $A B
w
C $+*** kayu B $A
B"
&
C B
P
6
M
6
t
6
pt

B" C $+*** E $,** E$,** E $,** C $+*** MPa
8endutan ijin C 87?** C 9,**7?** C +,? mm
8endutan maksimum Q
G C bd
?
7$9 C 44+*E9**
?
57$9 C ,?,?? E $*
#
mm
4
mm
x x x
x x
I E
L w
&5 , 2
10 33 , 53 18000 384
2500 5 5
384
5
&
4
'
4
= = =

9,#,mm :: +,? NNNNNNNNN*k