Anda di halaman 1dari 4

.

"

& '

* +

'

&
/

& "

&

"

(9

"'

<

; )

(9

'

>

:
Kebanyakan ummat Islam, kini terjebak dalam taklid buta. Terkadang suatu anjuran
untuk mengikuti dan berpegang teguh pada Al-Quran dan sunnah serta memalingkan jiwa
dari selain keduanya dianggap sebagai seruan yang mengajak kepada pelecehan pendapat
para ulama dan menghalangi untuk mengikuti jejak para ulama atau mengajak untuk
menyerang perkataan mereka. Padahal tidak demikian yang dimaksudkan, bahkan harus
dibedakan antara mengikuti abi semata dengan pelecehan terhadap pendapat para ulama.
Kita tidak b!leh mengutamakan pendapat sese!rang di atas apa yang telah dibawa !leh
beliau dan tidak juga pemikirannya, siapapun !rang tersebut. Apabila sese!rang datang
kepada kita membawakan suatu hadits, maka hal pertama yang harus kita perhatikan adalah
keshahihan hadits tersebut kemudian yang kedua adalah maknanya. "ika sudah shahih dan
jelas maknanya maka tidak b!leh berpaling dari hadits tersebut walaupun !rang disekeliling
kita menyalahi kita, selama penerapannya juga benar.
Para Imam ulama sala# yang dijadikan panutan umat, mencegah para pengikutnya
mengikuti pendapat mereka tanpa mengetahui dalilnya. $i antara ucapan Abu %ani#ah&
'Tidak halal bagi sese!rang untuk mengambil pendapat kami sebelum dia mengetahui
dari mana kami mengambilnya.( Kemudian&
')ila saya telah berkata dengan satu pendapat yang telah menyalahi kitab Allah taala
dan sunah abi *hallallaahu alaihi wa *alam , maka tinggalkanlah pendapatku.(
*edangkan may!ritas ummat Islam sekarang ini mereka berkata, '+stad, saya
berkata.(
Padahal sudah datang kepada mereka #irman Allah dalam surat Allah %ujarat ayat -&


' Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya .
Kemudian salah satu penyakit umat Islam sekarang ini disamping taklid buta adalah
banyaknya para pelaku bidah. $an di antara sebab-sebab yang membawa terjadinya bidah
adalah&
1. Bodoh tentang hukum agama dan sumber-sumbernya
2. Mengikuti hawa nafsu dalam masalah hukum
3. Fanatik buta terhadap pemikiran-pemikiran orang tertentu
4. Ghuluw (berlebih-lebihan!. Tasyabuh dengan kaum kuffar
". Menolak bid#ah dengan bid#ah yang semisalnya atau bahkan yang lebih rusak
Ta.lid dan bidah adalah tempat ketergelinciran yang sangat berbahaya yang
menyimpangkan sese!rang dari agama dan a.idah. Karena dua hal tersebut akan menjauhkan
pelakunya dari nash Al-Quran dan As-*unnah yang merupakan sumber kebenaran.
Ta.lid dan bidah merupakan sebab utama tersesatnya umat terdahulu. Allah
*ubhannahu wa Ta/ala menceritakan dalam Al-Quran tentang )ani Israil yang meminta
0usa Alaihissalam untuk menjadikan bagi mereka satu ilah dari berhala, karena ta.lid
kepada para penyembah berhala yang pernah mereka lewati.

"alan keluar dari bidah ini telah di gariskan !leh 1asulullah *hallallaahu alaihi wa *alam
dalam banyak hadits. $an satu di antaranya adalah berpegang teguh pada Al-Quran dan As-
*unnah dengan pemahaman para Salafus Shahih, , karena mereka adalah !rang yang paling
besar cintanya kepada Allah dan 1asulya, paling kuat ittibanya, paling dalam ilmunya, dan
paling luas pemahamannya terhadap dua wahyu yang mulia tersebut. $engan cara ini
se!rang muslim mampu berpegang teguh dengan agamanya dan bebas dari k!t!ran yang
mencemari dan terhindar dari semua kebidahan yang menyesatkan.
0udah-mudahan Allah senantiasa memberikan tau#i. dan hidayahya kepada kita
semua dan kepada saudara-saudara kita yang terjerumus dan bergelimang di dalam
kebidahan. 0udah-mudahan pula Allah menambah ilmu kita, menganugrahkan kekuatan
iman dan takwa untuk bisa tetap isti.!mah di atas manhaj yang hak dan menjalani sisa hidup
di jaman yang penuh #itnah ini dengan bimbingan syariat 0uhammadiyah 2syariat yang
dibawa !leh 0uhammad *hallallaahu alaihi wa *alam 3, sampai kita bertemu Allah dengan
membawa bekal husnul khatimah.
Amin ya Rabbal Alamin.
$
%
& '( )* +
,
-
%
.
,
/
%
0% &1
%
2% 3
,
4*5, 6
%
7
(
5, 6
(
/
%
.8
*
9, :* ;% 4
,
& '
*
<, 1
=
4&0% >* ?@%A&
,
B% C* D* 9, E* ?F% G
*
8
,
<( ?@HI
*
0% 3
,
J*K% )
%
L
%
0% M8
*
9, N* K% 4
,
& O
*
P', Q
(
4
,
& 3E* 8
,
:( 4
%
0% 3
,
4* $
(
& R
%
S% ?G%
8
(
9, T* 'H 4& S( 5, )
(
+
%
4
,
& 5% 2( D( L
H
I
*
8
%
9, N* K% 4
,
&

?@ABCD@ ?EFAD

J H

1 K

1 (

M $

&

:
'

* +

&
/

&

'

/
8

"

* +

'

: $

.!
#

P K

& "

'

'

>

R(

; -

06 !

"

(9

: 6

: 9

U (

'

&

>

"

1 $

: .

&

I
#

>

1 -

"
#

: U W

&

Y* 4

; =

Z [

7
L

& "0

1 $

\ (

7
+

& (

'

.
#

: * +

'

&

&

'

> ]

1 $

1 $

'

1 $

"^

_
`

a
`

.^

&

'

9
c

1 W

"

& ee%

: eeI

* eeT

[
#
T

ee-
1 W

1 -

1 ; 4

: 1 -

1 ;

eeJ a

eeJ

ee1

h#

ee1 -

J (

ee> ]

ee1

ee1 I (

j k

I (

e)

* e

: 0

e6 e1 -

[
c
]

1 $

\ 1 -

l`

ee1 -

.'
`
ee

ee1

1 ee8

>

'

ee

> n : 1

ee1

I (

ee=

ee$

ee1 -

ee)

ee> ]

ee1

ee1 -

.
#
n +

ee1 : 3 0ee6

I
7
ee
h# 1 8

06

j p h# 1 8

1 W

H &

ee