Anda di halaman 1dari 4

IMPLANTASI DAN PERKEMBANGAN PLASENTA

Joserizal Serudji, Djusar Sulin


IMPLANTASI.
Implantasi merupakan saat yang paling kritis untuk mendapatkan kehamilan. Proses
ini membutuhkan perkembangan yang sinkron antara hasil konsepsi, uterus,
transformasi endometrium menjadi desidua dan akhirnya pembentukan plasenta yang
definitif.
Blastosis berada dalam kavum uteri selama lebih kurang 2 hari sebelum terjadi
implantasi. Selama waktu ini makanan diambil dari hasil sekresi kelenjar
endometrium. Proses implantasi terjadi kemudian, meliputi beberapa proses yaitu :
penghanuran !ona pelusida, aposisi dengan endometrium dan perkembangan dini
tropoblas.
"ona pelusida mengalami kehanuran sebelum mulainya implantasi akibat adanya
faktor litik yang terdapat dalam kavum uteri. #aktor litik ini $diduga adalah plasmin%
berasal dari prekursor yang berada pada reseptor di uterus, menjadi aktif akibat
pengaruh dari sejenis !at yang dihasilkan oleh blastosis.
&anurnya !oba oelusida menyebabkan terjadinya reduksi muatan elektrostatik.
'ondisi ini memudahkan perlengketan blatosis $lapisan tropektoderm% dengan epitel
endometrium, yang terjadi pada kripti endometrium. Penyatuan ini adalah seperti
(ligand)reeptor binding*. +iduga sebagai ligand adalah heparin,heparin sulfate
proteoglyan yang terdapat pada permukaan blastosis, sedangkan reseptor terdapat
pada surfae glyoprotein epitel endometrium. Interaksi ligand)reeptor ini
mengakibatkan terganggunya fungsi sitoskeleton dari sel epitel berupa
terangkat,terlepasnya sel)sel epitel dari lamina basalis dan memudahkan akses sel)sel
trophoblast ke lamina basalis guna terjadinya penetrasi.
-posisi blastosis dengan endometrium terjadi pada hari ke . setelah fertilisasi. Sel)sel
bagian luar blastosis berproliforasi membentuk trophoblast primer. /rophoblast
berproliferasi dan berdifferensiasi menjadi 2 bentuk yaitu sitotrophoblas di bagian
dalam dan sinsitiotrophoblas di bagian luar. Proses yang terjadi pada
sinsitiotrophoblas meluas melewati epitel endometrium, untuk kemudian menginvasi
stroma endometrium. Sel stroma di sekitar 0implantation site1 , menjadi kayu dengan
lemak dan glikogen, bentuknya berubah menjadi polihedral dan dikenal dengan sel
desidua. Sel desidua berdegenerasi pada daerah invasi dan memenuhi nutrisi untuk
embrio yang sedang berkembang, Sinsitiotrophoblas mengandung !at yang dapat
menghanurkan jaringan maternal dan memudahkan invasi ke endometrium dan
miometrium, sehingga akhirnya blastosis menanap $embedded% seara sempurna
dalam desidua. Proses implantasi sempurna pada hari ke 23 4 22 pasa ovulasi.
PERKEMBANGAN PLASENTA.
Selama aposisi dan invasi epitel endometrium, sel trophoblas berproliferasi
menghasilkan 2 lapis trophoblas. 5apisan dalam disebut sititrophoblas, merupakan sel
mononuklear dengan batas sel yang tegas, disebut juga dengan sel 5anghan.
5apisan luar disebut sinsitiotrophoblas, berupa sel multinuklear dengan batas sel yang
tidak tegas, berasal dari lapisan sitotrophoblas. 5apisan sinsititophoblas berproliferasi
dengan epat, membentuk massa yang solid dana menebal. Periode perkembangan ini
disebut prelaunar stage 6iskoki dan Streeter.
Pada hari ke 23)27 pasa ovulasi vakuola keul munul dalam lapisan
sinsitiotrophoblas, dan merupakan awallaunar stage. 8akuola tumbuh dengan epat
dan bergabung membentuk satu lakuna, yang merupakan prekursor pembentukan
ruang intervillosa. 5akuna dipisahkan oleh pita trabekula, dimana dari trabekula inilah
nantinya villi berkembang. Pembentukan lakuna membagi triphoblas kedalam 7
lapisan yaitu primary horioni plate $sebelah dalam%, sistim lakuna bersama
trabekula dan trophoblasti shell $sebelah luar%. -ktifitas invasif lapisan
sinsitiotrophoblas menyebabkan disintegrasi pembuluh darah endometrium $kapiler,
arteriole dan arteria spiralis%. 'alau invasi terus berlanjut maka pembuluh darah 4
pembuluh darah ini dilubangi, sehingga lakuna segera dipenuhi oleh darah ibu. Pada
perkembangan selanjutnya lakuna yang baru terbentuk bergabung dengan lakuna yang
telah ada dan dengan demikian terjadi sirkulasi intervillosa primitif. Peristiwa ini
menandai terbentuknya (hemohorial* plaenta, dimana darah ibu seara langsung
meliputi trophoblas.
Peningkatan proliferasi sinsitiotrophoblas diikuti dengan fusi sinsitium, akibatnya
trabekula yang tumbuh dan abang)abang sinsitium menonjol ke dalam lakuna
membentukvilli primer. Selain terjadi peningkatan dalam hal panjang dan diameter,
primary villi juga diinvasi oleh sitotrophoblas. 'edua proses ini menandai mulainya
villous stage dari perkembangan plasenta. +engan proliferasi lebih lanjut terbentuk
perabangan primary villi, yang merupakan awal pembentukan villous tree primitif9
dan pada saat yang bersamaan sistim lakuna berubah menjadi ruang intervillus.
Sementara itu perkembangan jaringan mesenkim ektraembrional meluas sampai
kedalam villi sehingga terbentuk villi sekunder. Setelah angiogenesis terjadi dari inti
mesenkim in situ, villi yang terjadi dinamakan villi tertier. Bila pembuluh darah pada
villi ini telah berhubungan dengan pembuluh darah embrio, maka akan teriptalah
sirkulasi fetoplasenta yang komplit. Pada minggu)minggu selanjutnya terjadi maturasi
dan pertumbuhan lebih lanjut abang)abang villi dengan penanaman mesenkim pada
abang)abang baru yang diikuti oleh angiogenesis.
Pada perkembangan plasenta yang telah sempurna terdapat 2 sistim sirkulasi darah
yaitu sirkulasi uteroplasental $sirkulasi maternal% dan sirkulasi fetoplasental. 'edua
sirkulasi ini dipisahkan oleh membrana plasenta $plaental berrier% yang terdiri dari
lapisan sinsitiotrophoblas, sitotrophoblas, membrana basalis, stroma villi dan endotel
kapiler. Sirkulasi utero plasental yaitu sirkulasi darah ibu di ruang intervilus.
+iperkirakan aliran darah ini sebesar :33).33 ml permenit pada plasenta yang matur.
Sirkulasi fetoplasental adalah sirkulasi darah janin dalam villi)villi.
+iperkirakan aliran darah ini sekitar ;33 ml per menit. -liran darah ibu dan janin ini
bersisian, tapi dalam arab yang berlawanan. -liran darah yang berlawanan ini
$ ounter urrent flow% ini memudahkan pertukaran material antara ibu dan janin.
Setelah menapai batas usia tertentu, plasenta mengalami penuaan, ditandai dengan
terjadinya proses degeneratif pada plasenta. Proses ini meliputi komponen ibu
maupun janin. Perubahan pada villi meliputi : 2%,. Pengurangan ketebalan sinsitium
dan munulnya simpul sinsitium $agregasi sinsitium pada daerah keil pada sisi villi,
2%. &ilangnya sebagian sel)sel 5anghan1s, 7%. Berkurangnya jaringan stroma termasuk
sel &ofbauer, ;% obliterasi beberapa pembuluh darah dan dilatasi kapiler, :%.
Penebalan membrana basalis endotel janin dan sitotrophoblas, dan .% deposit fibrin
pada permukaan villi. Perubahan pada desidua berupa deposit fibrinoid yang disebut
lapisan <itabuh pada bagian luar sinsitiotrophoblas, sehingga menghalangi invasi
desidua selanjutnya oleh trophoblas. Pada ruang intervillus juga terjadi degenerasi
fibrinoid dan membentuk suatu massa yang melibatkan sejumlah villi disebut dengan
white infart, berukuran dari beberapa milimeter sampai satu sentimeter atau lebih.
'lasifikasi atau bahkan pembentukan kista dapat terjadi daerah ini. +apat juga terjadi
deposit fibrin yang tidak menetap yang disebut =ohr1s stria pada dasar ruang
intervillus dan disekitar villi.
Fungsi plasenta.
#ungsi utama plasenta adalah transfer nutrien dan !at sisa antara ibu dan janin
$meliputi fungsi respirasi, ekskresi dan nutritif%, menghasilkan hormon dan en!im
yang dibutuhkan untuk memelihara kehamilan, sebagai barier dan imunologis.
#ungsi transfer tergantung kepada sifat fisik !at yang mengalami transfer dalam darah
ibu maupun janin, integritas fungsi membrana plasenta $e>hange membrane% dan
keepatan aliran darah pada kedua sisi e>hang membrane $ibu dan janin%.
?ekanisme transfer !at melalui plasenta meliputi : diffusi sederhana, failitated
diffusion $akselerasi%, transfer aktif $melawan onentration gradient%, pinositosis dan
leakage $merusak membrana plasenta%. "at dengan berat molekul rendah dan yang
mudah larut dalam lemak mudah ditransfer melalui plasenta. Pada fungsi respirasi,
intake oksigen dan output karbon dioksida terjadi seara diffusi sederhana.
+emikian juga pembuangan !at sisa oleh janin ke darah ibu seperti urea, asam urat
dan kreatinin terjadi seara diffusi sederhana.
@n!im yang dihasilkan plasenta diantaranya adalah : 2% diamin oksidase yang
berfungsi menginaktifkan pressor amine, 2%. Aksitosinase yang berfungsi menetralisir
oksitosin dan, 7%. Pospolipase -2 yang mensintesa asam arakjidonat. +ari segi fungsi
hormonal, plasenta menghasilkan hormon korionik gonadotropin, korionik
somatomammotropin $plaental latogen%, korionik tirotropin, estrogen dan
progesteron.
#etal membrane pada plasenta dianggap sebagai protetive barrier bagi janin terhadap
!at)!at berbahaya yang beredar dalam darah ibu. Substansi dengan berat molekul
lebih dari :33 dalton diegah memasuki darah janin. Sebaliknya antibodi dan antigen
dapat melewati plasenta dari kedua arah. Infeksi dalam kehamilan karena virus
$rubella, hiken po>, measke, mump, poliomielitis%, bakteri $treponema pallidum,
tb% atau proto!oa $toksoplasma, malaria% dapat melewati plasenta dan mengenai
janin. +emikian juga dengan obat)obatan, dimana sebagian besar obat)obatan yang
dipakai dalam kehamilan dapat melewati barrier plasenta dan mungkin mempunyai
efek yang tidak baik terhadap janin.
Banin dan plasenta mengandung penentu antigen yang diturunkan dari bapak dan
merupakan sesuatu yang asing bagi ibu. <amun tidak terjadi reaksi penolakan dari
ibu. ?ekanisme yang pasti untuk menerangkan hal ini belum jelas, tapi teori yang
dikemukakan adalah bahwa : a%. fibrinoid dan sialomusin yang menutupi trophoblas
menekan antigen trophoblas, b%. hormon)hormon plasenta, protein, steroid dan
korionik gonadotropin mungkin berperan dalam produksi sialomusin, %. lapisan
<itabuh kemungkinan menginaktifkan antigen jaringan, d%. hanya sedikit sekali
human leupyte antigen $&5-% pada permukaan trophoblas, sehingga reaksinya keil
sekali, e%. umumnya terdapat maternal)paternal immuno)inompatibility pada derajad
tertentu, sehingga ada bloking antibody yang dihasilkan ibu dan melindungi janin
dari reaksi penolakan.

Anda mungkin juga menyukai