Anda di halaman 1dari 9

METHOD OF INDUCTION IN THE PROCESS OF

MASTERING CALCULUS IN MECHANICS


Hendra Gunawan
HaGun Institute
e-mail: Gunawan_hagun@yahoo.co.id

ABSTRAK
Pendidikan, merupakan usaha untuk meningkatkan kualitas diri individu. Tujuan realistic pendidikan adalah
menjadikan individu mampu hidup dalam kualitas hidup yang baik.
Keahlian dan wawasan memberikan korelasi positif terhadap kualitas hidup.
Satu diantara sekian metode pendidikan adalah pembelajaran dengan metode induksi, untuk transformasi
keahlian dan pengetahuan dalam proses pembelajaran.
Dalam hal ini, peserta pembelajaran, dikondisikan seolah-olah telah menyelesaikan tugas yang ditiru. Setelah
mahir dengan gaya yang lama, kemudian dikembangkan dengan membuat tiruan yang mirip dengan contoh.
Berikutnya membuat innovasi.
Kata kunci: Pendidikan, Induksi
ABSTRACT
Education, an effort to improve the quality of the individual. The purpose of education is to make realistic
individual is able to live in a good quality of life.
Expertise and insights provide a positive correlation to the quality of life.
One among the methods of education is learning by induction method, for the transformation of expertise and
knowledge in the learning process.
In this case, participant learning, conditioned as if the task has been completed imitated. Once proficient with
the old style, then developed by making a clone similar to the example. Next create innovation.

Keywords: Education , Induction


PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan nasional adalah
mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk
mewujudkan hal tersebut di atas, maka lembaga
pendidikan mempunyai peranan yang besar.
Individu memasuki dunia pendidikan
bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup. Hal
ini di ukur dari kondisi visual materi dan juga
kondisi abstrak konteks berfikirnya.
Pengalaman di project, dalam penerimaan
calon tenaga ahli dari golongan tamatan Sekolah
Lanjutan Tingkat Atas dan juga dari golongan Sarjan
Strata Satu, banyak yang gagal maju dari penyisihan
awal. Hal ini terjadi karena kecakapan yang
diberikan di kampus selama masa pendidikan, belum
menjangkau kebutuhan dunia kerja secara nyata.
Bagai manakah dunia kerja atau pun juga
dunia industry memenuhi kebutuhan tenaga kerja
nya?
Di project, yang di butuhkan adalah individu
yang mempu berproduksi sesuai dengan standar
mutu produkasi. Dimanakah wawasan dan keahlian
tersebut di peroleh?
Dunia kerja, industry dan project, mereka
menerapkan pola pendekatan induksi wawasan dan
keahlian. Walaupun terkesan instan, namun
hasailnya nyata dan berguna.
Berdasarkan ungkapan di latar belakang,
maka dalam hal ini, perlu di lakukan penelitian
tentang proses transformasi wawasan dan keahlian
di dunia industry dan dunia kerja.
National education goals is educating the
nation. To realize the above, the educational
institutions have a major role.
Individuals entering the world of education
aims to improve the quality of life. It is in the
measure of visual material conditions and also
conditions berfikirnya abstract context.
Experience in the project, the experts
enrollment of graduate class of upper secondary
education and also from the class of Tahir Tier One,
many of which failed to advance from the initial
allowance. This occurs because the skills are given
on campus during the period of education, need not
reach the real world of work .
Which like the world is also the world of
work or industry meet its labor needs ?
Hendra Gunawan

2 International Workshop on Graph Masters and Seminar
on Mathematics Education and Graph Theory, 7-9 June 2013

In the project , which is in need of individuals
who mempu production line with quality standards
produkasi. Where is the knowledge and skills
obtained?
World of work, industry and project, they
apply the approach pattern induction insight and
expertise. Although impressed instant, but hasailnya
real and useful.
Based on expression in the background, so in
this case, need to do research on the process of
transformation of knowledge and expertise in the
world of industry and the world of work.


KAJIAN TEORI
1. Pertanyaan Penelitian Question of Research
1. Bagaimanakah pola proses transformasi
wawasan dan keahlian di dunia industri? How
pattern transformation process insight and expertise
in the industry?
2. Mengapa wawasan dan keahlian individu
di dunia industry menjadi lebih cepat berkembang,
pasca induksi keahlian? Why insight and expertise of
individuals in the industry to be faster growing,
post-induction of expertise?
3. Bagaimanakah kelayakan metode induksi
digunakan untuk pembelajaran di kampus? How
worthiness induction method is used for learning on
campus?
2. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk menjawab
pertanyaan penelitian yang bersifat Kualitatif
Deskriptif. This study aims to answer the research
questions that are Qualitative Descriptive.
3. Theoretical model pembelajaran
Metodologi mengajar adalah ilmu yang
mempelajari cara-cara untuk melakukan aktivitas
yang tersistem dari sebuah lingkungan yang terdiri
dari pendidik dan peserta didik untuk saling
berinteraksi dalam melakukan suatu kegiatan
sehingga proses belajar berjalan dengan baik dalam
arti tujuan pengajaran tercapai.
Agar tujuan pengajaran tercapai sesuai
dengan yang telah dirumuskan oleh pendidik, maka
perlu mengetahui, mempelajari beberapa metode
mengajar, serta dipraktekkan pada saat mengajar.
Teaching methodology is the study of ways to
make the activity tersistem of an environment
consisting of educators and learners to interact with
each other in doing an activity so that the learning
process goes well in terms of teaching goals
achieved.
To be achieved in accordance with the
teaching objectives that have been formulated by
educators, it is necessary to know, to learn some of
the methods of teaching, and practice at the time of
teaching.
4. Teoretikal Model Pembelajaran Realistic
Realistic Mathematics Education (RME)
merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan
matematika. Teori RME pertama kali diperkenalkan
dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh
Institut Freudenthal. Teori ini mengacu pada
pendapat Freudenthal yang mengatakan bahwa
matematika harus dikaitkan dengan realita dan
matematika merupakan aktivitas manusia. Ini berarti
matematika harus dekat dengan anak dan relevan
dengan kehidupan nyata sehari-hari. Matematika
sebagai aktivitas manusia berarti manusia harus
diberikan kesempatan untuk menemukan kembali
ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang
dewasa (Gravemeijer, 1994). Upaya ini dilakukan
melalui penjelajahan berbagai situasi dan persoalan-
persoalan realistik.
Realistic Mathematics Education (RME) is a
theory of teaching and learning in mathematics
education. RME theory was first introduced and
developed in the Netherlands in 1970 by the
Freudenthal Institute. This theory refers to the
opinion of the Freudenthal said that mathematics
should be associated with reality and mathematics is
a human activity. This means that mathematics
should be close to the child and relevant to real life
day-to-day. Mathematics as a human activity means
that humans should be given the opportunity to
rediscover the ideas and concepts of mathematics
with adult guidance (Gravemeijer, 1994). This work
is done through the exploration of a variety of
situations and problems "realistic".


Gambar 1. Kelompok Pembelajaran Berdasarkan
Sumber Induksi. Group Resource Based Learning
Induction.

METODE PENELITIAN PELAKSANAAN
METODE INDUKSI METHODS OF
I NDUCTI ON
1. Aktivitas pembelajaran yang dilakukan.
Learning activities undertaken.
1. Peserta pembelajaran menonton peragaan
proses suatu keahlian.
Method of induction for transformation of skills and knowledge

International Workshop on Graph Masters and Seminar 3
on Mathematics Education and Graph Theory, 7-9 June 2013

2. Peserta pembelajaran mengulangi langkah
kerja, satu persatu DENGAN bimbingan langsung
dari instruktur.
3. Peserta pembelajaran mengulangi langkah
kerja, satu persatu TANPA bimbingan langsung dari
instruktur.
4. Peserta pembelajaran membuat suatu
rancangan sendiri, proses pembuatan nya DENGAN
bimbingan langsung dari instruktur.
5. Peserta pembelajaran membuat suatu
rancangan sendiri, proses pembuatan nya TANPA
bimbingan langsung dari instruktur.

1. Participants watch a demonstration of the
process of learning a skill.
2. Participants repeated the work steps, one
by one WITH the direct guidance of the instructor.
3. Participants repeated the work steps, one
by one WITHOUT the direct guidance of the
instructor.
4. Participants are learning to make a design
yourself, WITH manufacturing process direct
guidance of the instructor.
5. Participants are learning to make a design
yourself, WITHOUT making process direct guidance
of the instructor.


2. Deskripsi Setiap Proses
1. Peserta pembelajaran menonton peragaan
proses suatu keahlian. Instruktur memperagakan
suatu proses keahlian.
Contoh:
Instruktur memperagakan cara menghitung
raksi tumpuan akibat pemebanan di suatu konstruksi.

2. Peserta pembelajaran mengulangi langkah
kerja, satu persatu DENGAN bimbingan langsung
dari instruktur.
Peserta pembelajaran menghitung raksi
tumpuan akibat pembebanan di suatu konstruksi
dengan bimbingan langsung dari instruktur.

3. Peserta pembelajaran mengulangi langkah
kerja, satu persatu TANPA bimbingan langsung dari
instruktur.
Di tahapan ini, peserta pembelajaran
mengulangi menghitung raksi tumpuan akibat
pembebanan di suatu konstruksi tanpa bimbingan
langsung dari instruktur. Disini, peserta
pembelajaran diberi kesempatan berdiskusi dengan
rekan-rekannya sesame peserta pembelajaran.

4. Peserta pembelajaran membuat suatu
rancangan sendiri, proses pembuatannya DENGAN
bimbingan langsung dari instruktur.
Di tahapan ini, peserta pembelajaran
dibebaskan membuat object yang berbeda dari
contoh sebelumnya. Kemudian, instruktur
memberikan bimbingan langsung kepada peserta
pelatihan. Kerjasama team juga diperlukan dalam
tahapan ini.

5. Peserta pembelajaran membuat suatu
rancangan sendiri, proses pembuatan nya TANPA
bimbingan langsung dari instruktur.
Di tahapan ini, peserta pembelajaran
dibebaskan membuat object yang berbeda dari
contoh-contoh sebelumnya. Setiap peserta
mempunyai dimensi object yang berbeda. Kerjasama
team juga diperlukan dalam tahapan ini.

Dalam hal ini, peserta pembelajaran,
dikondisikan seolah-olah telah menyelesaikan tugas
yang ditiru. Setelah mahir dengan gaya yang lama,
kemudian dikembangkan dengan membuat tiruan
yang mirip dengan contoh. Berikutnya membuat
innovasi.
1. Participants watch the display process of
learning a skill. Instructors demonstrate a process
expertise.
example:
Instructors demonstrate how to calculate the
reaction pedestal result in a construction
pemebanan.
2. Participants repeated the work steps, one
by one WITH the direct guidance of the instructor.
Participants learning to calculate the
reaction on a pedestal as a result of the imposition
of the construction with the direct guidance of the
instructor.
3. Participants repeated the work steps, one
by one WITHOUT the direct guidance of the
instructor.
In this stage, participants repeated the study
to calculate the reaction load on a pedestal due to
construction without the direct guidance of the
instructor. Here, the study participants were given
the opportunity to discuss with colleagues teaching
fellow participants.
4. Participants are learning to make a design
yourself, WITH manufacturing process direct
guidance of the instructor.
In this phase, participants were released to
make learning a different object from the previous
example. Then, the instructor provide direct
assistance to the trainees. Team work is also needed
in this stage.
5. Participants are learning to make a design
yourself, WITHOUT making process direct guidance
of the instructor.
In this phase, participants were released to
make the learning object different from the previous
examples. Each participant has a different object
dimensions. Team work is also needed in this stage.
Hendra Gunawan

4 International Workshop on Graph Masters and Seminar
on Mathematics Education and Graph Theory, 7-9 June 2013

In this case, participant learning, conditioned
as if the task has been completed imitated. Once
proficient with the old style, then developed by
making a clone similar to the example. Next make
innovation

3. Hasil Kerja Works
1. Lifting By Inclined At an Angle,
merupakan perhitungan distribusi beban yang
diterima crane ketika mengangkat benda.
Tujuan perhitungan ini adalah untuk
mendapatkan jenis crane yang digunakan. Sesuai
dengan Safety Factor dan Peraturan keselamatan
kerja.
1. Lifting by Inclined at an Angle, an
acceptable load distribution calculation crane when
lifting objects.
The purpose of this calculation is to obtain
the type of crane being used. In accordance with the
Safety Factor and Safety Regulations.


Gambar 2. Dasar Perhitungan Distribusi Beban.
Basic Calculation of Load Distribution


Gambar 3. Perhitungan Distribusi Beban
Menggunakan Auto CAD. Calculation of Load
Distribution Using Auto CAD


Gambar 4. Perhitungan Distribusi Beban
Menggunakan Microsoft Excel. Calculation of Load
Distribution Using Microsoft Excel.


Gambar 5. Perhitungan Distribusi Beban
Menggunakan MathCAD. Calculation of Load
Distribution Using MathCAD.



2.Load and Reaction. Merupakan perhitungan
besar reaksi di tumpuan berdasarkan beban yang
bekerja.
2. Load and Reaction. Calculation is based on
the foundation of the reactions in the work load.
Method of induction for transformation of skills and knowledge

International Workshop on Graph Masters and Seminar 5
on Mathematics Education and Graph Theory, 7-9 June 2013


Gambar 6. Perhitungan Distribusi Beban dan Reaksi
Tumpuan Over Head Crane Menggunakan
MathCAD. Calculation of Load Distribution and
Reaction blocks of Overhead Crane Using
MathCAD


Gambar 7. Proses Perhitungan Distribusi Beban dan
Reaksi Tumpuan Menggunakan MathCAD. Load
Distribution Calculation Process and Reaction
blocks of Using MathCAD


Gambar 8. Proses Perhitungan Distribusi Beban dan
Reaksi Tumpuan Menggunakan MathCAD. Load
Distribution Calculation Process and Reaction
blocks of Using MathCAD


Gambar 9. Perhitungan Distribusi Beban dan Reaksi
Menggunakan Autodesk Inventor. Load Distribution
Calculation Process and Reaction blocks of Using
Autodesk Inventor.

DISKUSI/PEMBAHASAN
Tujuan pelaksanaan Method of induction for
transformation of skills and knowledge adalah untuk
memudahkan proses transformasi skill dan
pengetahuan. Karena engineer yang mempunyai
skill bagus, akan mudah menyelesaikan tugas
engineering yang diterimanya.
Analisis SWOT pelaksanaan Method of
induction for transformation of skills and
knowledge.
Analisis SWOT adalah metode perencanaan
strategis yang digunakan untuk mengevaluasi
kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses),
peluang (opportunities), dan ancaman (threats)
dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis.
Keempat faktor itulah yang membentuk akronim
SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, dan
threats).
The purpose of the implementation of the
method of induction for the transformation of skills
and knowledge is to facilitate the process of
transformation of skills and knowledge. Because the
engineer who has good skills, will easily complete
the task receives engineering.
SWOT Analysis of the implementation of the
method of induction for the transformation of skills
and knowledge.
Hendra Gunawan

6 International Workshop on Graph Masters and Seminar
on Mathematics Education and Graph Theory, 7-9 June 2013

SWOT Analysis is a strategic planning
method used to evaluate the strengths (strengths),
weakness (weaknesses), opportunities
(opportunities), and threats (threats) in a project or
a business venture. These four factors that form the
acronym SWOT (strengths, weaknesses,
opportunities, and threats).

Gambar 10. Matrik SWOT
(http://en.wikipedia.org/wiki/File:SWOT_en.svg)

Kekuatan (strengths) Method of induction for
transformation of skills and knowledge mampu
mempersingkat waktu proses pembelajaran, karena
peserta pembelajaran berinteraksi langsung dengan
inductor (Instruktur/Dosen/Instructors) dan
lingkungan nyata selama proses pendidikan.
Peluang (opportunities) Method of induction
for transformation of skills and knowledge dapat
dilaksanakan dan dikembangkan di lembaga
pendidikan dan di perusahaan.
Kelemahan (weaknesses) Method of
induction for transformation of skills and knowledge
membutuhkan inductor
(Instruktur/Dosen/Instructors) yang bepengalaman
dan berkualitas, serta fasilitas pembelajaran yang
memadai.
Ancaman (threats) Method of induction for
transformation of skills and knowledge menjadi
momok bagi golongan pasif dan apatis dilingkungan
kerja.
Strength Method of induction for the
transformation of skills and knowledge able to
shorten the learning process, learning as
participants interact directly with the inductor
(Teacher / Lecturer / Instructors) and the real
environment during the process of education.
Opportunities Method of induction for the
transformation of skills and knowledge can be
developed and implemented in educational
institutions and in enterprises.
Weakness Method of induction for the
transformation of skills and knowledge requires an
inductor (Teacher / Lecturer / Instructors) are
experienced and qualified, as well as adequate
learning facilities.
Threats Method of induction for the
transformation of skills and knowledge is a scourge
for passive and apathetic groups working
environment.
Klasifikasi kondisi pembelajaran berdasarkan
pengamatan kualitatif seperti pada gambar 11.
Classification is based on qualitative
observations of learning conditions as in figure 11.

Gambar 11. Kelompok Pembelajaran Berdasarkan
Sumber Induksi. Group of Learning Based on
Induction Resource

PENUTUP
Pembelajaran dengan Metode Induksi
memberi kemudahan kepada Peserta pembelajaran
untuk menerima dan memahami satu paket ilmu
pengetahuan. Karena pada tahap pertama sampai
tahap ketiga, Peserta pembelajaran dimahirkan
melakukan ilmu pengetahuan terdahulu. Dalam hal
ini Cuma mengulang berkali-kali.
Kemudian, di tahap ke empat, Peserta
pembelajaran diberi keyakinan untuk berinnovasi.
Proses pengembangan dengan bimbingan langsung
dari Instruktur. Dalam hal ini, instruktur berperan
sebagai Motivator dan Perpustakan.
Di tahap ke lima, Peserta pembelajaran
melakukan innovasi secara mandiri. Peserta
pembelajaran melakukan sintesis
ilmupengetahuannya. Dalam hal ini, Instruktur
berperan sebagai Evaluator.
Learning with Induction method made it
easier for participants learning to accept and
understand the science package. Because the first
stage to the third stage, participants perform
learning dimahirkan previous knowledge. In this
case Just repeat many times.
Method of induction for transformation of skills and knowledge

International Workshop on Graph Masters and Seminar 7
on Mathematics Education and Graph Theory, 7-9 June 2013

Then, in the fourth phase, participants were
given the confidence to berinnovasi learning. The
process of developing the direct guidance of the
instructor. In this case, the instructor acts as a
motivator and Library.
In stage five, participants perform learning
innovation independently. Participants learning
ilmupengetahuannya synthesis. In this case, the
instructor acts as Evaluator.

TERIMA KASIH
Ungkapan terimakasih dari kami kepada
pihak yang mendukung pengembangan Method of
induction for transformation of skills and
knowledge.
Expression of our gratitude to those who
support the development method of induction for the
transformation of skills and knowledge.
Team Gaka Karya Engineering, Team
Escorindo Jasa Prima, Team Adhi Karya, Team
Universitas Lampung, Team Universitas Bengkulu,
Team Universitas Riau Kepulauan, Team STT PLN
Jakarta, Team Cemara Semitama, Team Jurong
Engineering Lestari, Team Guna Teguh Abadi,
Team Universitas Muhammadiyah Malang, Team
HaGun Institute, Sobat HaGun di Internet, Team
TEDC Bandung, Team Universitas Ibnu Khaldun
Bogor, serta semua partisipan yang mendukung
pengembangan Method of induction for
transformation of skills and knowledge.

REFERENSI
Albert Humphrey. 2010. Analisis SWOT.
http://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT
Excel, Microsoft. Update. Help of Fuction.
Gere, James M. & Goodno, Barry J. 2012.
Mechanics of Materials, Brief Edition, SI.
Canada: Cengage Learning.
Inventor, Autodesk. Update. Help of Fuction.
J. Michael Spector, M. David Merrill, Jeroen van
Merrinboer, Marcy P. Driscoll. 2008.
Handbook of Research on Educational
Communications and Technology. New York:
Lawrence Erlbaum Associates
Maxeld, Brent, P.E. 2014. Essential PTC Mathcad
Prime 3.0, A Guide for New and Current
Users. Academic Press is an imprint of
Elsevier, The Boulevard, Langford Lane,
Kidlington, Oxford, OX5 1GB, 225 Wyman
Street, Waltham, MA 02451, USA
The Bechtel Equipment Operations Rigging
Department. 2002. Bechtel Rigging
Handbook (Second Edition). United States of
America: Bechtel Corporation.
Van den Heuvel-Panhuizen, M., & Drijvers, P. (in
press). Realistic Mathematics Education. In
S. Lerman (Ed.), Encyclopedia of
Mathematics Education (pp. xxx-xxx).
Dordrecht, Heidelberg, New York, London:
Springer.



FKIP Office 2
nd
Floor Unisma, Jl. MT. Haryono 193 Dinoyo Malang
www.unisma.ac.id | www.fkipunisma.ac.id | www.pendidikanmatematikaunisma.blogspot.com
Email : pendidikanmatematikaunisma@gmail.com | Facebook : www.facebook.com/matematikaunisma | Twitter : @PendMtkUnisma
Phone : +62341-551932. PSW 131;571950, Fax : +62341-552249

Mathematics Education Department
Faculty of Teacher Training and Education
Islamic Univercity of Malang (UNISMA) & Indonesian Combinatorial Society (InaCombS) 2014
Nomor : 015/U.07/IWS/V/2014 16 Mei 2014
Lampiran : -
Perihal : Pemberitahuan Hasil Seleksi Abstrak

Kepada Yth. Bapak
Hendra Gunawan
HaGun Institute

Assalamualaikum Wr. Wb.
Dengan hormat, berdasarkan hasil review Tim Penilai Abstrak, kami informasikan bahwa
makalah Bapak yang berjudul:
METHOD OF INDUCTION IN THE PROCESS OF MASTERING CALCULUS IN
MECHANICS
dinyatakan DITERIMA dan dapat dipresentasikan pada I nternational Seminar on
Mathematics Education and Graph Theory, yang akan dilaksanakan pada:
Hari/Tanggal : Senin/9 Juni 2014
Pukul : 08.00 s.d. 16.00 WIB
Tempat : Hall Oesman Mansoer, Gedung C, Lantai III
Universitas Islam Malang, Jl. Mayjen Haryono 193 Malang
Sehubungan dengan hal tersebut, dimohon Ibu/Bapak untuk mengirimkan makalah lengkap
(full paper) dalam format .rtf dan .pdf sebelum tanggal 24 Mei 2014 melalui link:
http://pendidikanmatematikaunisma.blogspot.com/p/full-paper-submisson.html.
Template makalah lengkap dapat diunduh melalui link:
http://pendidikanmatematikaunisma.blogspot.com/p/download.html.
Adapun biaya Seminar dan atau Workshop ditransfer ke rekening BNI Cabang Malang,
dengan nomor rekening 0124142774 atas nama Mustangin (Ketua Panitia).
Demikian surat pemberitahuan kami, atas perhatian dan kerjasamanya, disampaikan terima
kasih.
Wassalamualaikum Wr. Wb.
KPS Pendidikan Matematika
Selaku Ketua Panitia Lokal UNISMA,



Drs. Mustangin, M.Pd
NIP. 196508071993111001