Anda di halaman 1dari 23

STATISTIKA

Statistika adalah sebuah cabang dari ilmu matematika yang mempelajari cara-cara:
mengumpulkan, mengolah dan menganalisa, serta menyajikan data dalam bentuk kurva
atau diagram (statistika deskriptif)
menarik kesimpulan, menafsirkan parameter, dan menguji hipotesa (dugaan) yang
didasarkan pada hasil pengolahan data (statistika inferensial)
Beberapa pengertian dalam statistik:
Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti
Sampel adalah bagian dari populasi yang akan benar-benar diamati
!atum adalah catatan atau informasi yang diperoleh dalam suatu penelitian, selanjutnya
kumpulan dari datum-datum disebut dengan data
Berdasarkan jenisnya, data terbagi menjadi dua macam yaitu data kualitatif dan data
kuantitatif. Sedang menurut cara memperolehnya, data kuantitatif dapat dibagi menjadi
dua macam yaitu data ukuran/kontinu dan data cacahan/diskrit.
Untuk mengetahui secara detail mengenai macam-macam data dan istilah-istilah lain dalam
statistika, carilah dari berbagai sumber yang ada!
Kompetensi Dasar: " " #embaca data dalam bentuk tabel dan diagram batang, garis,
lingkaran, dan ogive.
$%br&ken%% #embaca data dalam bentuk tabel
!iskusikan dengan teman sekelompokmu informasi apa saja yang dapat diperoleh
dari tabel berikut%
Tabel Potensi dan Pemanfaatan Lahan Pertanian
di Beberapa Kabupaten/Kota
Tahun 2006
No. KabupatenKota
!ahan
"otensi
#$a%
"emanfaatan
#$a%
"ersen
#&%
'. Kab. (angerang ).*+,,-, .,,,, ),,+
). Kota (angerang +/,* - ,,,,
*. Kab. Serang '.'-/,,, 0,', ,,.)
/. Kota 1ilegon - - ,,,,
.. Kab. "andeglang -.'+-,,, 2.'-,,,, ''*,.)
0. Kab. !ebak -.,**,,, )./.,,., */,2/
3umlah '-.22+,,, ',.0-0,0, .+,02
'asil pembacaan data:
"%br&ken%% Pada tahun (&&) kabupaten*kota yang mempunyai potensi lahan
pertanian yang paling besar adalah
kabupaten*kota
Bahan Ajar-Mat XI IPA
Standar Kompetensi:
#enggunakan aturan statistika, kaidah pencacahan, dan sifat-sifat peluang dalam pemecahan masalah
1
Sedang kabupaten*kota yang hampir tidak berpotensi adalah
kabupaten*kota
(%br&ken%% Persentase lahan yang dimanfaatkan oleh
a +abupaten ,ebak - .
a%br&ken%% +abupaten /angerang - .
0%br&ken%% /otal persentase lahan yang dimanfaatkan oleh keenam kabupaten
itu dari potensi yang dimilikinya adalah.
1%br&ken%% $nformasi lain yang dapat kamu peroleh dari tabel di atas
adalah2222222222222
22222222222222222222222222222222
22222222222222222222222222222222
22222222222222222222222222222222
22222222222222222222222222222222
22222222222222222222222222222222
22222222222222222222222222222222
22222222222222222222222222222222
22222222
$$%br&ken%% #embaca data dalam bentuk diagaram batang
!iskusikan dengan teman sekelompokmu informasi apa saja yang dapat diperoleh
dari diagram berikut%
'asil pembacaan data:
"%br&ken%% 3umlah pria yang mengikuti test masuk perguruan tinggi negeri
pada tahun "450 ada orang
(%br&ken%% 3umlah 6anita yang mengikuti test masuk perguruan tinggi negeri
pada tahun "451 ada orang
0%br&ken%% 3umlah pria yang mengikuti test masuk perguruan tinggi negeri
mengalami kenaikan paling besar antara tahun dan tahun
1%br&ken%% #enurut kalian, 7aktor yang mendasari kenaikan jumlah para
peserta test masuk perguruan tinggi negeri setiap tahunnya
adalah
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
..
#embaca data dalam bentuk diagaram garis
!iskusikan dengan teman sekelompokmu informasi apa saja yang dapat diperoleh
dari diagram berikut%
Bahan Ajar-Mat XI IPA
Jumlah Peserta Test Masuk Perguruan
Tinggi Negeri Tahun 1980-1984
0
50000
100000
150000
200000
250000
300000
1980 1981 1982 1983 1984
Tahun
J
u
m
l
a
h
pria
wanita
Jumlah Kendaraan yang Diparkir Antara
Pukul 6:!"#:
0
5
10
15
20
25
6:00 8:00 10:00 12:00 14:00 16:00 18:00
"ukul
3
u
m
l
a
h

K
e
n
d
a
r
a
a
n
2
'asil pembacaan data:
Pada pukul jumlah kendaraan yang parkir mencapai nilai minimum yaitu sebanyak
kendaraan
Perkiraan jumlah kendaraan yang parkir pada pukul:
a 4:&& adalahkendaraan
b "8:&& adalahkendaraan
+euntungan menyajikan data dalam diagram garis adalah
#embaca data dalam bentuk diagram lingkaran
!iskusikan dengan teman sekelompokmu informasi apa saja yang dapat diperoleh
dari diagram berikut%
'asil pembacaan data:
Banyaknya sis6a yang belajar selama:
" jam perhari ada sis6a
( jam perhari ada sis6a
0 jam perhari ada sis6a
1 jam perhari ada sis6a
Bagaimana dengan kalian, berapa jam rata-rata kalian belajar perharinya9
#embaca data dalam bentuk ogive
Pengantar materi:
Selain dengan tabel dan diagram, data statistika dapat pula disajikan dalam bentuk
ogive !ata yang disajikan dalam bentuk ogive adalah data-data berkelompok atau
data-data yang berupa interval sedangkan untuk data-data tunggal penyajiannya dapat
dilakukan dengan diagram-diagram yang telah kalian pelajari di atas Bentuk ogive
hampir sama dengan diagram garis namun ogive berbentuk kurva mulus /erdapat
dua macam ogive yaitu ogive positif dan ogive negatif Bagian-bagian ogive adalah:
/epi-tepi kelas sebagai komponen sumbu :
7rekuensi kumulatif kurang dari (untuk ogive positif) dan frekuensi kumulatif lebih
dari (untuk ogive negatif) sebagai komponen sumbu y
;ontoh:
Bahan Ajar-Mat XI IPA
$ama %aktu &ela'ar ( Sis)a Kelas *I
perhari
1 jam
42%
2 jam
22%
3 jam
25%
4 jam
11%
0
10
20
30
40
50
60
70
80
20,5 40,5 60,5 80,5 100,5 120,5
Ogive ( - )
Ogive ( + )
f
k
u
m
u
l
a
t
i
f
3

<give di atas menunjukkan score yang diperoleh =& peserta lomba catur dalam sebuah
turnamen
'asil pembacaan data:
3umlah peserta yang mendapat score diba6ah:
)& ada "& peserta
5& ada peserta
3umlah peserta yang mendapat score diatas:
5& ada 1& peserta
"&& ada peserta
3umlah peserta yang mendapat score antara:
)& sampai 5& ada (0& > "&) peserta - (& peserta ?tau dengan cara ()& > 1&)
peserta - (& peserta
(& sampai )& ada ( - ) peserta - peserta ?tau dengan cara ( > ) peserta
- peserta
Simpulkan cara membaca ogive%
+esimpulan:
#embaca data dalam bentuk histogram dan poligon frekuensi
Pengantar materi:
Selain dengan ogive data berkelompok atau data-data yang berupa interval dapat pula
disajikan dalam bentuk histogram dan poligon frekuensi Bentuk histogram hampir
mirip dengan diagram batang ;ari perbedaannya% ,ebar persegi panjang dalam
histogram menyatakan panjang kelas sedang tingginya menyatakan frekuensi kelas
Sedang poligon frekuensi adalah garis-garis yang menghubungkan titik tengah dari
puncak persegi panjang pada histogram
;ontoh:
$istogram dan poligon frekuensi di atas menunjukkan score yang diperoleh
-, peserta lomba catur dalam sebuah turnamen.
Bahan Ajar-Mat XI IPA
/epi ba6ah kelas

0
5
10
15
20
25
30
Fr
ek
ue
nsi
20,5 40,5 60,5 80,5 100,5 120,5
(epi ba4ah kelas
4
$asil pembacaan data5
"eserta yang mendapatkan score antara 2, - ',, ada 66666.peserta.
"eserta yang mendapatkan score antara ',, - '), ada 66666.peserta.
score maksimum yang diperoleh peserta adalah66.sedang score minimumnya adalah66
Kompetensi Dasar5 '. ) 7enyajikan data dalam bentuk tabel dan diagram
batang, garis, lingkaran, dan ogi8e.
7enyajikan data dalam bentuk tabel distribusi frekuensi tunggal dan
berkelompok
(abel 9istribusi :rekuensi 9ata (unggal
Berikut ini adalah data mengenai jumlah anggota keluarga dari *,
rumah yang termasuk dalam ;( ,- ;< ,) Kelurahan =iri setelah
diadakan pendataan secara acak5
-, ',, /, 2, 2, 2, +, -, 0, ., ., /, +, 2, / , 2, 2. 0. +, ',, 0, -, -, 0, ., 2, /,
2, /, -
data tersebut dapat dinyatakan dalam tabel distribusi frekuensi
tunggal sebagai berikut5
3umlah >nggota Keluarga dari *, ;umah
9i ;( ,- ;< ,) =?;?
3umlah anggota keluarga / orang . orang 0 orang - orang 2 orang + orang ', orang
frekuensi . ... / ... ... ...
3ika sebuah keluarga dikatakan keluarga kecil apabila jumlah
anggotanya tidak lebih dari / orang dalam satu rumah, maka berapa
banyaknya keluarga yang tidak termasuk keluarga kecil ada
...........keluarga
(abel 9istribusi :rekuensi 9ata Kelompok
3ika data yang akan disajikan sangat banyak jumlahnya, maka akan
sangat membantu jika disajikan dalam tabel distribusi frekuensi
berkelompok.
Berikut ini adalah data mengenai nilai ulangan /, sis4a.
/, .' 20 -) 0. *) ./ 0) 02 0+
0) .* /- +' -. 0- 0, -' 0/ -)
0, 0' -+ .) 0- ./ 00 0) 0. 2-
/0 0* .. 0, -2 00 -* 0+ 02 0-
9ata tersebut dapat dinyatakan dalam bentuk yang lebih singkat yaitu
dengan tabel distribusi frekuensi berkelompok.
!angkah-langkah5
(emukan data terkecil +,
min
- @ *) dan data ter.esar +,
ma,
- @ .......
(entukan 'angkauan data/ /entang dengan rumus5
Jangkauan 0 ,
ma,
! ,
min
@ .... - *) @ .+
(entukan .anyak kelas +k- dengan aturan sturgess berikut!

dengan n adalah .anyak data yaitu.......
Bahan Ajar-Mat XI IPA
K 0 " 1 232 log
5
sehingga k @ ' A *,* log /,
k @ ' A *,* #......% @ 0,* dibulatkan menjadi 0
(entukan panjang kelas atau inter8al kelas #i% dengan cara5
Sehingga i @ .+....
i @ ....... dibulatkan menjadi ',
Susunlah kelas-kelas menurut panjang kelas yang telah didapatkan
sebagai berikut5
Kelas ke-'5 dimulai dari data terkecil yaitu5 *) sampai #*) A i B ' %
inter8al untuk kelas ke-'5 *) B #*) A ', B ' % *) B /',
selanjutnya
kelas ke-)5 /) B .'
kelas ke-*5 .) B ....
kelas ke-/5 .... B ....
kelas ke-.5 .... B .... , dan terakhir
kelas ke-05 .... B ....
4att: 56 dise.ut se.agai .atas .a)ah kelas ke!" dan 76 .atas
atas kelas ke!"3dst
>pakah seluruh data telah masuk dalam inter8al-inter8alC 3ika ya,
lanjutkan ke langkah berikutnya namun jika tidak, maka periksa
kembali pembulatan pada langkah * dan /.
4att: banyak kelas dan panjang kelas harus sesuai dengan
perhitungan pada langkah * dan /.
Buatlah tabel
9aftar Nilai Ulangan
Nilai (urus 3umlah sis4a
*) B /' )
/) B .' ............................... ...
.) B ... ............................... ...
.... B ... ............................... ...
.... B ... ............................... ...
.... B ... ............................... ...
7enyajikan data dalam bentuk diagram batang
9iagram batang biasanya digunakan untuk menyajikan data tunggal bukan
data berkelompok.
1ontoh5
9iketahui data penghasilan bersih beberapa perusahaan air mineral pada
tahun ),,0 disajikan dalam ta.el "8" sebagai berikut
No. Nama "erusahaan
"enghasilan bersih
#dalam 3uta ;upiah%
'. >Duades /.
). (otal *)
*. >Dua 2,
/. >des -)
Bahan Ajar-Mat XI IPA
kelas(k) banyak
jangkauan
kelas(i) Panjang =
6
.. S<> '.
3ika dinyatakan dalam diagram batang, maka sumbu-E me4akili nama
perusahaan sedang sumbu-y me4akili...................................
7enyajikan data dalam bentuk diagram garis
3ika data pada ta.el "8" disajikan dalam diagram garis, maka5
Bahan Ajar-Mat XI IPA
Penghasilan &ersih &e.erapa Perusahaan Air
9ineral Tahun 66
0
20
40
60
80
100
:ama perusahaan
P
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

.
e
r
s
i
h

+
d
a
l
a
m

'
u
t
a

r
u
p
i
a
h
-
Penghasilan &ersih &e.erapa Perusahaan Air
9ineral Tahun 66
0
20
40
60
80
100
:ama perusahaan
P
e
n
g
h
a
s
i
l
a
n

.
e
r
s
i
h

+
d
a
l
a
m

'
u
t
a

r
u
p
i
a
h
-
7
7enyajikan data dalam bentuk diagram !ingkaran
Berbeda dengan diagram garis dan batang, diagram lingkaran hanya
digunakan untuk menyatakan data-data yang saling berkesinambungan satu
sama lain dan membentuk satu kesatuan.
1ontoh5
Setelah dilakukan sur8ey terhadap -) sis4a putra dan putri mengenai
stasiun (F fa8orit mereka didapatkan bah4a * orang sis4a menyukai (F;?,
2 sis4a menyukai >N(F, '* sis4a menyukai ?ndosiar, ), sis4a menyukai
;1(? dan sisanya menyukai (rans (F.
7aka data tersebut dapat disajikan dalam diagram lingkaran sebagai
berikut5
(F;? @
= 15 360
72
3
>N(F @
= ... 360
72
...
?ndosiar @
= ... 360
72
...
;1(? @
= ... 360
72
...
(rans (F @
= ... 360
72
...
Penting!! =unakan busur untuk mengukur sudut!!
7enyajikan data dalam bentuk Ggi8e
Ggi8e digunakan untuk menyatakan data yang berupa inter8al atau data
kelompok.
?stilah-istilah dalam ogi8e5
(epi ba4ah @ batas ba4ah B ,,.
(epi atas @ batas atas A ,,.
:rekuensi kumulatif yaitu jumlah frekuensi yang kurang dari nilai tepi
ba4ahatas.
:rekuensi kumulatif yaitu jumlah frekuensi yang lebih dari nilai tepi
ba4ahatas.
1ontoh5
Nyatakan data pada ta.el "86 berikut dalam Ggi8e positif dan negatif!
9ata (inggi Badan ',, orang
(inggi Badan frekuensi
'/. B '/+ /
Bahan Ajar-Mat XI IPA 8
'., B './ +
'.. B '.+ )'
'0, B '0/ /,
'0. B '0+ '2
'-, B '-/ 2
!angkah-langkah5
9ari tabel distribusi frekuensi berkelompok yang ada, tambahlah dengan
kolom tepi ba4ah dan frekuensi kumulatif kurang dari #untuk ogi8e
positif% dan frekuensi kumulatif lebih dari #untuk ogi8e negatif%
(inggi Badan :reku-
ensi
(epi
atasb4h
:rek.
Kum
:rek.
Kum
'/. B '/+ / '//,. "
'., B './ + '/+,. / ...
'.. B '.+ )' './,. '* 2-
'0, B '0/ /, '.+,. ... 00
'0. B '0+ '2 '0/,. -/ ...
'-, B '-/ 2 '0+,. ... 2
'-/,. "
=ambarlah sumbu-E dan sumbu-y dengan sumbu-E me4akili tepi ba4ah
data tinggi badan, dan sumbu-y me4akili frekuensi kumulatif.
=ambar5
7enyajikan data dalam bentuk histogram dan poligon frekuensi
1ontoh5
Nyatakan data pada tabel '.) dalam histogram dan poligon frekuensi!
!angkah-langkah5
Ubahlah batas ba4ah dan atas tiap kelas dalam tepi ba4ah dan tepi atas
#untuk histogram dan tambahlah kolom titik tengah kelas #untuk poligon
frekuensi%
(inggi Badan (itik tengah kelas
#E
i
%
frekuensi
'//,. B '/+,. '/- /
... B ... ... +
'./,. B '.+,. ... )'
... B '0/,. ... /,
'0/,. B ... ... '2
Bahan Ajar-Mat XI IPA
Ingat;;;
Tepi .a)ah 0 .atas .a)ah < 37
Tepi atas 0 .atas atas 1 37
+untuk data .ulat-
&agaimana 'ika data sudah
.erupa desimal====
2
atas batas ba4ah batas
i
H
+
=
atau
2
atas tepi ba4ah tepi
i
H
+
=
9
... B '-/,. ... 2
=ambarlah sumbu-E dan sumbu-y dengan sumbu-E me4akili inter8al tepi
ba4ah dan atas dari data tinggi badan, dan sumbu-y me4akili frekuensi.
=ambar5

Kompetensi Dasar5 '. * 7enghitung ukuran pemusatan, ukuran letak, dan ukuran penyebaran
data, serta penafsirannya
Pengantar materi
Ukuran pemusatan 9ata
;ata-rata7ean #
x
%
9ata tunggal

n
x
= =
data banyak
data semua jumlah
H
contoh5
(entukan rata-ratamean dari data berikut!
/,.,0,-,2,',,',,',
9ata 0 - 2 +
frekuensi . ', '* )
"enyelesaian5
a.
...
...
...
= =
+ + + + + + +
=
...
... ... ... ... ... ... ... /
H
b.
...
...
... ...) (... ...)
= =
+ + + +
+ + +
=
... ... '* ... .
#... ...% #- .% #0
H
9ata Kelompok
>da beberapa metode untuk menghitung rata-rata dari data kelompok.
9engan definisi langsung
menggunakan rumus
f
i
x
i
f

= H
9engan rata-rata sementara
menggunakan rumus
f
s
x
i
x
i
f
s


+ =
) (
H H

dengan
s
x
adalah titik tengah kelas dengan frekuensi terbesar
9engan cara pengkodean
Bahan Ajar-Mat XI IPA 10
7enggunakan rumus

+ = i
f
i
c
i
f
s
H H
1ontoh5
(entukan rata-rata hitung dari data pada ta.el "82 berikut! 7enggunakan ketiga
metode. >pakah kalian mendapatkan hasil yang samaC
nilai :rekuensi
)' B *,
*' B /,
/' B .,
.' B 0,
0' B -,
-' B 2,
0
',
''
'-
+
-
dengan definisi langsung
nilai H
i
:
i
:
i
H
i
)' B *,
*' B /,
/' B .,
.' B 0,
0' B -,
-' B 2,
).,.
*.,.
...
...
...
...
0
',
''
'-
+
-
'.*
...
...
...
...
.)2,.
0, ..........
...
60
...
= =

=
f
i
x
i
f
H
dengan rataan sementara
mula-mula temukan kelas dengan frekuensi paling besar yaitu kelas ke-....
titik tengah inter8al kelas tersebut selanjutnya disebut sebagai rataan
sementara #
s
x
%
s
x
@ ..,.
nilai H
i
:
i
#E
i
-
s
x
% :
i
#E
i
-
s
x
%
)' B *,
*' B /,
/' B .,
.' B 0,
0' B -,
-' B 2,
).,.
*.,.
...
...
...
...
0
',
''
'-
+
-
-*,
...
...
...
...
),
-'2,
...
...
...
...
'/,
0, ...
... ... ...
60
...
5 , 55
) (
= + = + =


+ =
f
s
x
i
x
i
f
s
H H
dengan cara pengkodean
mula-mula temukan kelas dengan frekuensi paling besar yaitu kelas ke-....
titik tengah inter8al kelas tersebut selanjutnya disebut sebagai rataan
sementara #
s
x
%
s
x
@ ..,. selain itu cari panjang kelasinter8al. 9engan cara5
i @ *' B )' @ 6
nilai :
i
c
i
:
i
c
i
)' B *,
*' B /,
/' B .,
0
',
''
-*
-)
6
-'2,
...
...
Bahan Ajar-Mat XI IPA 11
.' B 0,
0' B -,
-' B 2,
'-
+
-

>
>
...
...
'/,
0, ...
...
...
...
... 10
60
...
5 , 55 = + = + =

+ =

i
f
i
c
i
f
s
H H
7edian #Nilai tengah%
9ata tunggal
Untuk mencari nilai median bagilah data menjadi dua bagian yang sama.
Untuk data ganjil5
untuk data genap5
2
1 +
=
n
X Med
2
1
2 2
+
+
=
n n
X X
Med
dengan 7e @ median, H
n
@ data ke-n
9ata kelompok
i
f
fks n
T Med
med
b

+ =
2
1
med

dengan5
(
b med
@ tepi ba4ah kelas median
n @ jumlah frekuensibanyak data
:ks@ frekuensi kumulatif sebelum kelas median
:
med
@ frekuensi kelas median
i @ panjang kelasinter8al
9engan terlebih dahulu mencari kelas median tentunya.
1ontoh5
(entukan median dari data pada tabel '.* diatas!
nilai nilai :
i
fks
)-
888
...
6
6
Karena jumlah frekuensi 0, maka mediannilai tengah dari data adalah data ke-
2
60
atau data ke-*,. lihat pada kolom fks data ke *, ada pada kelas ke /.
mengapaC.........................................................................................................................................
3adi diperoleh5
(
b med
@ .,,.
n @ ...
:ks@ ...
:
med
@ '-
i @ *' B )' @ ...
kemudian masukkan ke rumus
i
f
fks n
T Med
med
b

+ =
2
1
med

...
17
... ...
2
1
5 , 50

+ = Med

Bahan Ajar-Mat XI IPA
kelas median
)' B *,
12
...
...
...
... + = Med

... = Med
7odus #nilai paling sering muncul%
9ata tunggal
1arilah nilai data yang paling banyak muncul atau nilai data yang frekuensinya
terbesar.
9ata kelompok
=unakan rumus5
i
d d
d
T Mod
b

+
+ =
2 1
1
mod
dengan5
(
b mod
@ tepi ba4ah kelas modus
d
'
@ selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
d
) @
selisih frekuensi kelas modus dengan frekuensi kelas sebelumnya
i @ panjang kelasinter8al
contoh5
carilah modus dari data pada tabel '.* diatas!
"enyelesaian5
nilai nilai :
i
''
"?
+
-
6
7engapa kelas ke-/ adalah kelas modusC................................................................................
3adi diperoleh5
(
b mod
@ .,,.
d
'
@ '- B '' @ ...
d
)
@ '- - ... @ ...
i @ ...
masukkan ke dalam rumus5
i
d d
d
T Mod
b

+
+ =
2 1
1
mod

...
... ...
...
...
+
+ = Mod

...
...
... + = Mod

... = Mod
Ukuran !etak data
Kuartil
Kuartil membagi data yang ada menjadi empat bagian yang sama.
I
'
I
)
@ med I
*
I
'
@ kuartil ba4ah, I
)
@ kuartil tengah @ median, dan I
*
@ kuartil atas
9ata tunggal
Untuk mencari kuartil data tunggal, urutkan data dari yang terkecil sampai yang
terbesar terlebih dahulu. Kemudian bagilah data menjadi / bagian yang sama
dengan terlebih dahulu mencari mediannya.
9ata kelompok
=unakan rumus5

i
f
fks n
T Q
p
Q
b p

+ =
4
p
p
Q

dengan5
p @ ',),*
p
Q b
T
@ tepi ba4ah kelas I
p
Bahan Ajar-Mat XI IPA
kelas modus
)' B *,
13
n @ jumlah frekuensibanyak data
:ks@ frekuensi kumulatif sebelum kelas I
p
:
med
@ frekuensi kelas I
p
i @ panjang kelasinter8al
contoh5
carilah kuartil ba4ah dan atas dari data pada tabel '.* di atas!
"enyelesaian5
nilai nilai :
i
fks
888
888
6
6
Karena jumlah frekuensi 0, maka I
'
dari data adalah data ke-
4
60
atau data ke-'..
lihat pada kolom fks data ke '. ada pada kelas ke ).
mengapaC..................................................................................................................................
3adi diperoleh5
1 Q b
T
@ ...
n @ ...
:ks@ ...
:
I'
@ ...
i @ *' B )' @ ...
kemudian masukkan ke rumus
i
f
fks n
T Q
Q
b

+ =
1
4
1
Q1 1

...
...
... ...
4
1
...
1


+ = Q
...
...
...
...
1
+ = Q

...
1
= Q
Karena jumlah frekuensi 0, maka I
*
dari data adalah data ke-
60
4
3

atau data
ke-/.. lihat pada kolom fks data ke /. ada pada kelas ke ....
mengapaC..................................................................................................................................
3adi diperoleh5
3 Q b
T
@ ...
n @ ...
:ks@ ...
:
I*
@ ...
i @ *' B )' @ ...
kemudian masukkan ke rumus
i
f
fks n
T Q
Q
b

+ =
3
Q3 3
4
3

...
...
... ...
4
3
...
3


+ = Q
...
...
...
...
3
+ = Q

...
3
= Q
9esil
9esil hampir sama pengertiannya dengan kuartil tapi desil membagi data menjadi ',
bagian yang sama.
Bahan Ajar-Mat XI IPA
kelas @
"
0
kelas @
2
)' B *,
14
9ata tunggal
9ata harus diurutkan terlebih dahulu untuk mencari desil. Kemudian gunakan rumus5
( )
10
1 +
=
n i i
X d

dengan
d
i
@ desil ke-i n @ banyak data
i @ ',),*,...,+
( )
10
1 + n i
X
= data ke-
10
) 1 ( + n i

namun jika ternyata hasil yang diperoleh bukan bilangan bulat maka perlu dipakai
metode interpolasi liner. 1arilah apakah metode interpolasi linear itu!
;umus-rumus penting
3angkauan;ange @
min max
X X
$amparan#$%jangkauan interkuartil @
1 3
Q Q

Simpangan interkuartil#Id% @
H
2
1
!angkah #!% @
H
2
3
"agar dalam @ I
'
B !
"agar luar @ I
*
A !
Ukuran "enyebaran 9ata
Simpangan rata-rata #S;%
=unakan rumus5


=
f
x x f
SR
i i

dengan5
f
i
@ frekuensi kelas ke-i
E
i
@ titik tengah kelas ke-i
x
@ rata-rata
contoh5
carilah simpangan rata-rata dari data pada tabel '.*!
penyelesaian5
setelah dihitung, ternyata rata-rata #
x
% @ ....
nilai H
i
:
i
x x
i

:
i
#E
i
-
x
%
)' B *,
*' B /,
/' B .,
.' B 0,
0' B -,
-' B 2,
).,.
*.,.
...
...
...
...
0
',
''
'-
+
-
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
0, ...
Kemudian masukkan ke rumus5


=
f
x x f
SR
i i

...
60
....
= = SR
Farians #;agam% dan simpangan baku standar de8iasi
;umus 8arians yang umum adalah5
( )


=
f
x x f
S
i i
2
2

dengan
Bahan Ajar-Mat XI IPA 15
S
)
@ 8ariansragam
f
i
@ frekuensi kelas ke-i
E
i
@ titik tengah kelas ke-i
x
@ rata-rata
sedangkan simpangan baku adalah akar dari 8arians.
S @
2
s
contoh5
carilah 8arians dan simpangan baku dari data pada tabel '.*!
penyelesaian5
setelah dihitung, ternyata rata-rata #
x
% @ ....
nilai H
i
:
i
#E
i
-
x
% #E
i
-
x
%
)
:
i
#E
i
-
x
%
)
)' B *,
*' B /,
/' B .,
.' B 0,
0' B -,
-' B 2,
).,.
*.,.
...
...
...
...
0
',
''
'-
+
-
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
...
0, ...
Kemudian masukkan ke rumus5
( )


=
f
x x f
S
i i
2
2

...
...
2
= S
sehingga s @
2
s
s @
... .... =
coba carilah rumus yang lebih cepat untuk menghitung ragam dan simpangan baku!
PA$BA:C
+ompetensi dasar : "1 #enggunakan aturan perkalian, permutasi, dan kombinasi dalam
pemecahan masalah
+aidah Pencacahan (Prinsip Perkalian dan penjumlahan)
Pengantar materi:
3ika untuk terjadinya suatu peristi6a, memerlukan beberapa peristi6a secara berantai,
misalkan: kejadian pertama dapat terjadi dengan n" cara, kejadian kedua dapat terjad
dengan n( cara, kejadian ketiga dapat terjadi dengan n0 cara dan seterusnya hingga
kejadian ke-p dapat terjadi dengan np cara, maka keseluruhan kejadian berantai tersebut
dapat terjadi dalam (n"n(n022np) cara @amun jika terdapat n buah peristi6a yang
saling lepas dengan k" adalah banyak peristi6a pertama, k( banyak peristi6a kedua dan
k0 banyak peristi6a ketiga dan seterusnya hingga kp adalah banyak peristi6a ke-p maka
banyak cara untuk p buah peristi6a itu secara keseluruhan adalah (k"Ak(Ak0A22Akp)
cara
;ontoh ":
!iketahui lima buah angka &,",(,0, dan 1, akan disusun menjadi bilangan-bilangan
yang terdiri dari empat angka Berapa banyak cara untuk menyusun bilangan-bilangan
tersebut jika:
a boleh mempunyai angka yang sama
b tidak boleh mempunyai angka yang sama
Penyelesaian:
a perhatikan keempat susunan kotak berikut%
+arena bilangan yang akan disusun adalah 1 angka, maka kotak yang dibuat terdiri
dari kotak yang me6akili ribuan, ratusan, puluhan, dan satuan
;ibuan ;atusan "uluhan satuan
+otak ribuan dapat diisi oleh salah satu angka dari 1 angka yang tersedia ada 2
cara, angka nol tidak dihitung
karena2222222222222222222222222222222
2222222
Bahan Ajar-Mat XI IPA 16
+otak 222 dapat diisi oleh salah satu angka dari 2 angka yang tersedia ada 2
cara ?pakah angka nol boleh mengisi kotak ini9 Boleh*tidakB)
alasan2222222222222222222222222222222
222222222222222222222222
+otak 222 dapat diisi oleh salah satu angka dari 2 angka yang tersedia ada 2
cara
+otak 222 dapat diisi oleh salah satu angka dari 2 angka yang tersedia ada 2
cara
3adi banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah:
;ibuan ;atusan "uluhan Satuan
6 6 6 6 / 666@ .,, cara
b karena tidak boleh ada angka yang sama, maka angka yang telah masuk me6akili
ribuan tidak boleh dihitung kembali untuk masuk ke me6akili ratusan Begitu
seterusnya
+otak ribuan dapat diisi oleh salah satu angka dari 2 angka yang tersedia ada 2
cara
+otak 222 dapat diisi oleh salah satu angka dari 1 angka yang tersedia ada 2
cara #engapa bukan 8 angka yang tersedia9
?lasan2222222222222222222222222222
+otak 222 dapat diisi oleh salah satu angka dari 2 angka yang tersedia ada 2
cara
+otak 222 dapat diisi oleh salah satu angka dari 2 angka yang tersedia ada 2
cara
3adi banyaknya bilangan yang dapat disusun adalah:
;ibuan ;atusan "uluhan Satuan
6 6 6 6 6 / 66@ +0 cara
;ontoh (:
/erdapat 8 buah huruf dalam kata # C ! ? @ berapa banyak cara menyusun huruf-
huruf yang terdiri dari dua huruf atau tiga huruf tanpa ada huruf yang berulang9
Penyelesaian:
Dntuk menyusun ( huruf maka:
+otak 'uruf ke-" dapat diisi oleh salah satu huruf dari 2 huruf yang ada ada 2cara
+otak huruf ke-( dapat diisi oleh salah satu huruf dari 2 huruf yang ada ada 2cara
$uruf ke-' $uruf ke-)
6 6 6 6 @ 6 cara
Dntuk menyusun 0 huruf maka:
+otak 'uruf ke-" dapat diisi oleh salah satu huruf dari 2 huruf yang ada ada 2cara
+otak huruf ke-( dapat diisi oleh salah satu huruf dari 2 huruf yang ada ada 2cara
+otak huruf ke-0 dapat diisi oleh salah satu huruf dari 2 huruf yang ada ada 2cara
$uruf ke-' $uruf ke-) $uruf ke-*
6 6 6 6 6 6@ 6 cara
Peristi6a menyusun ( huruf dan 0 huruf adalah peristi6a yang saling lepas, jadi
banyak cara menyusun ( huruf dan 0 huruf totalnya adalah ( A 2) cara - 2 cara
#asalah "
3alur penerangan sebuah pesa6at udara dari Surabaya ke Eogyakarta dapat melalui 0
jalur, dari Eogyakarta ke 3akarta dapat melalui ( buah jalur dan dari 3akarta ke
Bengkulu dapat melalui 1 jalur
Berapa banyak jalur penerbangan yang dapat dipilih untuk penerbangan dari Surabaya
ke Bengkulu melalui Eogyakarta dan 3akarta9
Penyelesaian:
3alur penerbangan dari Surabaya untuk menuju Bengkulu melalui Eogyakarta dan
3akarta dapat dipetakan sebagai berikut:
Surabaya Eogyakarta 222 3akarta 2222Bengkulu
Bahan Ajar-Mat XI IPA
3
17
jalur jalur jalur jalur - 2 jalur
jadi banyak jalur penerbangan yang dapat dipilih adalah 2 jalur
7aktorial
!efinisi: hasil perkalian semua bilangan asli dari " sampai dengan n disebut n faktorial
!an dilambangkan dengan: n% - "(012n
n% - n (n-")% atau
"% - &% - "
masalah (:
'itunglah%
a (% A 0% dan (( A 0)% ?pakah hasilnya sama9 Simpulkan%
b )% : 0% dan ():0)% ?pakah hasilnya sama9 Simpulkan%
c
! 4 ! 3
! 7
penyelesaian:
a (% A 0% - ((") A (0(") - ( A ) - 5
(( A 0)% - 8% - 810(" - "(& ternyata hasilnya tidak sama
+esimpulan: (% A 0% F (( A 0)%
b )% : 0% - (222222) : (222) - 22 - 2
():0)% - (2)% - (22) - 2 ternyata hasilnya sama*tidakB)
+esimpulan: 22222222
c
( ) ( )
...
...
...
... ... 3
... ... 7
... ... ... 4 ... ... 3
... ... ... ... ... ... 7
! 4 ! 3
! 7
= =


=


=
Permutasi
Pegantar materi:
permutasi adalah suatu aturan menyusun semua atu sebagian anggota antau elemen
suatu anggota himpunan denan tetap memperhatikan urutan*susunannya (maksudnya
?B dan B? dihitung ( susunan)
Permutasi dari k unsur dari n unsur
permutasi yang dapat terjadi dari n unsur yang ada dan akan disusun dalam k unsur
dilambangkan (dinotasikan ) dengan: n P k atau P(n,k)
nPk -
)! (
!
k n
n


sedangkan pemutasi n unsur dari n unsur yang tersedia, terdeinisi: nPn - n%
diskusikan dengan kelompok belajar anda, masalah berikut%
9asalah 2
!ari "& orang peserta lomba akan dipilih juara satu dua, dan tiga ?da berapa
banyak cara memilih yang mungkin dapat dilakukan oleh de6an juri jika setiap
peserta punya kesempatan yang sama untuk menang
Penyelesaian:
+arena pemilihan ini memperhatikan urutan, maka cara pemilihan tersebut
merupakan pola permutasi 0 unsur dari "& unsur yang tersedia Sehingga:
"&P0 -
... ... ... ...
...!
! 7 ... ... ...
! 7
...!
...)! 10 (
...!
= =

= =


; Permutasi n unsur yang mengandung p,G,r,2 elemen yang sama
jika dari n unsur terdapat beberapa unsur yang sama dan seterusnya, mka
banyaknya pemutasi yang tesusun terdefinisi dengan:
nPp,G,r,2-
!.... ! !
!
r q p
n
masalah 1
dari susunan huruf dalam kata H#?/C#?/$+?I ada berapa susunan huruf yang
dapat dibuat9
Bahan Ajar-Mat XI IPA 18
Penyelesaian:
!ari kata matematika jumlah semua hurufnya adalah "& namun ada huruf-huruf
yang sama yaitu: huruf # ada (, ? ada 0, / ada ( sehingga banyaknya susunan
huuf yang mungkin terjadi adalah:
"&P(,0,( -
...
...
...
... 2 ! 3 ... 2
...! ... ... ... ... ... ... 10
!...! 3 ! 2
! 10
= =


=
; Permutasi siklis
Permutasi siklis adalah permutasi yang elemem-elemennya tersusun melingkar
Permutasi siklis dari n unsur yang berbeda, didefinsikan: P - (n-")%
9asalah 7
/erdapat ) mutiara berbeda 6arna yang akan dirangkai menjai gelang ?da berapa banyak
susunan berbeda yang dapat dibuat untuk merangkai gelang tersebut9
Penyelesaian:
+arena bentuk gelang melingkar, maka kemungkinan cara penyusunan dapat ditentukan dengan
pemutasi siklis dari ) unsur berbeda
P - ()-")% - 2% -22222222222222-2
$%br&ken%% +ombinasi
Pengantar materi:
+ombinasi adalah suatu aturan menyusun semua atau sebagian anggota atau elemen
suatu anggota himpunan dengan tanpa mempehatikan urutan *susunannya
+ombinasi k unsur dari n unsur:
+ominasi yang dapat terjadi dari n unsur yang dan akan disusun dalam k unsur
dilambangkan dengan n;k atau ;(n,k)
#asalah )
!ari (& orang pemain club ;helsea akan dipilih "" orang untuk bertanding dengan
#D ?da berapa cara memilih yang mungkin dapat dilakukan oleh pelatih jika:
a%br&ken%% tiap orang mempunyai kesempatan yang sama%
b%br&ken%% !rogba dan ; /efeJ selalu ikut9
Penyelesaian:
a%br&ken%% karena pemilihan ini tidak memperhatikan urutan, maka cara pemilihannya
menggunakan kombinasi sebagai berikut%
(&;"" -
...
...
...
...! ... ... ... ... ... ... ... ... ...
...! ... ... ... ... ... ... ... ... 20
)!...! 11 (...
! 20
= =


=

b%br&ken%% karena dua orang pasti iku, maka hanya tinggal memilih 4 orang dari "5 orang
yang tersedia
"5;4 -
...
...
...
...! ... ... ... ... ... ... ... ... ...
...! ... ... ... ... ... ... ... ... 18
)!...! 9 (...
! 18
= =


=

+ompetensi dasar: "8 #enentukan ruang sampel suatu percobaan


$$%br&ken%% /eori peluang
Sebelum mempelajari, memahami dan menyelesaikan beberapa permasalahan
matematika yang menyangkut teori peluang suatu kejadian diharapkan peserta didik
secara mandiri atau kelompok diskusi menggali informasi dan pengalaman belajar
terdahulu dari beberapa sumber referensi maupun media interaktif
/eori peluang
Pengantar materi:
? Pengertian pecobaan, ruang sampel dan kejadian
Percobaan adalah tindakan atau kegiatan yang dapat diulang dengan keadaan yang sama, yang
hasilnya merupkan salah satu anggota himpunan tertentu ;ontoh :
Percobaan melempar mata uang untuk memulai pertandingan sepak bola
Kuang sampel adalah himpunan dari setiap hasil yang mungkin pada suatu percobaan Kuang
sampel dilambangkan dengan HSI
contoh:
Pada kegiatan melempar mata uang, maka yang mungkin terjadi adalah munculnya sisi angka
Bahan Ajar-Mat XI IPA 19
atau sisi gambar 3adi ruang sampelnya adalah Langka, gambarM dan banyak anggota ruang
sampel Nn(s)O - (
kejadian adalah himpunan bagian dari ruang sampel ;ontoh:
P adalah kejadian munculnya sisi gambar pada pelemparan mata uang 3adi kejadian P LgambarM
dan Nn(p)O - "
masalah "
diskusikan masalah berikut dengan kelompok anda%
/ulislah ruang sampel dari percobaan berikut%
a%br&ken%% melempar sebuah uang logam dua kali
b%br&ken%% melempar sebuah uang logam tiga kali
c%br&ken%% melempar tiga buah uang logam satu kali
d%br&ken%% melempar sebuah dadu bersisi ) satu kali
e%br&ken%% melempar dua buah dadu bersisi ) satu kali
penyelesaian:
a%br&ken%% kejadian-kejadian yang mungkin muncul yaitu:
!emparan ? !emparan ??
> #angka% > #angka%
= #gambar%
= #gambar% > #angka%
= #gambar%
3adi S - L ??, 2, P?, 2 M n(s) - 1
b%br&ken%% kejadian-kejadian yang mungkin muncul yaitu:
!emparan ? !emparan ?? !emparan ???
> #angka% > #angka% > #angka%
= #gambar%
= #gambar% > #angka%
= #gambar%
= #gambar% > #angka% > #angka%
= #gambar%
= #gambar% > #angka%
= #gambar%
3adi S - L ???, ??P, 2, ?PP, 2, 2, 2,PPP M n(s) - 2
c%br&ken%% kejadian-kejadian yang mungkin muncul yaitu:
7ata uang ? 7ata uang ?? 7ata uang ???
> #angka% > #angka% > #angka%
= #gambar%
= #gambar% > #angka%
= #gambar%
= #gambar% > #angka% > #angka%
= #gambar%
= #gambar% > #angka%
= #gambar%
3adi S - L ???, ??P, 2, ?PP, 2, 2, 2,PPP M n(s) - 2
d%br&ken%% kejadian-kejadian yang mungkin muncul yaitu:
S - L ", (, 0, 2, 8, 2,2,2M n(s) - 2
e%br&ken%% kejadian-kejadian yang mungkin muncul yaitu:
9'
9)
' ) * / . 0
' #','% #),'% #*,'% #/,'% #.,'% #0,'%
) #',)% #),)% #*,)% #/,)% #.,)% #0,)%
* #',*% #),*% #*,*% #/,*% #.,*% #0,*%
Bahan Ajar-Mat XI IPA 20
/ #',/% #),/% #*,/% #/,/% #.,/% #0,/%
. #',.% #),.% #*,.% #/,.% #.,.% #0,.%
0 #',0% #),0% #*,0% #/,0% #.,0% #0,0%
3adi S - L(","), (",(), (",0),2222222222222222222222M n(s) -
2
+ompetensi dasar: ") #enentukan peluang suatu kejadian dan penafsirannya
?%br&ken%% Peluang suatu kejadian
Peluang suatu kejadian dapat diartikan dengan nilai yang menyatakan tafsiran
kemungkinan kejadian itu dapat terjadi
Peluang suatu kejadian ? dapat didefinisikan P(?) -
) (
) (
S n
A n

!imana:
P(?) - peluang terjadinya kejadian ?
n(?) - banyaknya kejadian ?
n(s) - banyaknya anggota ruang sampel
perlu diperhatikan bah6a rentang atau kisaran nilai peluang NP(?)O terletak pada
interval: &QP(?)Q" dengan ketentuan bah6a jika P(?)-& maka kejadian ?
mustahil*tidak mungkin terjadi
jika P(?) -" maka kejadian ? pasti terjadi
contoh: terdapat kartu yang diberi nomor " sampai 4 jika diambil sebuah kartu secara
acak berapa peluang terambil kartu bernomor ganjil9
Penyelesaian:
S - L ", (, 0, 2, 8, 2,2,2,2M n(s) - 2
#isal ? kejadian muncul kartu bernomor ganjil
? - L",0,8,=,4M n(?) -2
P(?) -
) (
) (
S n
A n
P(?) -
...
9
...
=
B%br&ken%% 7rekuensi harapan suatu kejadian
7rekuensi harapan adalah banyak kejadian atau peristi6a yang diharapkan dapat terjadi
pada sebuah percobaan
7h(?) - n : P(?) dengan 7h(?) - frekuensi harapan kejadian ?
n - banyaknya percobaan
P(?) - peluang kejadian ?
;ontoh:
/entukan frekuensi harapan muncul bilangan prima pada pelemparan sebuah dadu
sebanyak 0&& kali
Penyelesaian:
S - L ", (, 0, 2, 8, 2M n(S) - 2
#isal kejadian muncul bilangan prima adalah B
B - L 2,0,2M n(B) - 2
P(B) -
...
6
...
) (
) (
= =
S n
B n
7h(B) -
... ...
...
...
=
kali
;%br&ken%% +ejadian majemuk
#isalkan ? dan B adalah dua kejadian sembarang yang terdapat dalam ruang sampel S
maka peluang kejadian ? atau kejadian B dinotasikan
P(?B) adalah: P(?B) - P(?) A P(B) > P(?B) dengan:
P(?B) - peluang kejadian ? atau B
P(?) - peluang kejadian ?
P(B) - peluang kejadian B
P(?B) - peluang kejadian ? dan B
;ontoh:
Sebuah kotak berisi bola-bola kecil bernomor " sampai "& misalkan ? adalah kejadian
terambil bola bernomor ganjil dan B adalah kejadian terambil bola bernomor bilangan
prima /entukan peluang kejadian ? dan B
S - L",(,0,2,"&M n(S) - 2
Bahan Ajar-Mat XI IPA 21
? - L",0,8,=,4M n(?) - 2
B - L(,0,8,=M n(B) - 2
?B - L2,8,2M n(?B) -2
P(?B) - P(?) A P(B) > P(?B)
-
) (
) (
S n
A n
A
) (
) (
S n
B n
-
) (
) (
S n
B A n
-
...
...
...
...
...
...
+
-
...
...
!%br&ken%% Peluang komplemen suatu kejadian
misalkan ? adalah kejadian sembarang yang terdapat dalam ruang sampel S maka
kejadian selain kejadian ? diberi simbol kejadian ?
c
sedemikian hingga n(?) A n(?
c
) - n(S)
sehingga peluang dari kejadian bukan ? adalah:
P(?
c
) - "- P(?)
;ontoh:
Sebuah kubus bernomor " samapai ) dilemparkan sekali Berapa peluang kejadian
munculnya:
a%br&ken%% bilangan kelipatan (
b%br&ken%% bukan kelipatan (
penyelesaian:
a%br&ken%% S - L",(,0,1,8,)M n(S) - 2
? - L2,2,2M n(?) - 2
P(?) -
...
6
...
) (
) (
= =
S n
A n
b%br&ken%% P(?
c
) - " - 2 - 2
C%br&ken%% !ua kejadian saling lepas
!ua kejadian ? dan B dikatan saling lepas apabila kejadian ? dan B tidak mungkin
terjadi bersama-sama atau dengan kata lain ?B - L M n(?B) - & sehingga:
P(?B) - P(?) A P(B)
;ontoh:
!ua buah dadu bersisi enam dilempar secara bersamaan sebanyak satu kali 'itunglah
peluang kejadian munculnya jumlah kedua mata dadu dua atau delapan%
Penyelesaian:
n(S) - 2
#isal: ? kejadian munculnya kedua mata dadu berjumlah ( maka n(?) - 2
#aka P(?) -
...
...
1
) (
) (
= =
S n
A n
!an B adalah kejadian munculnya mata dadu berjumlah 5 maka n(B) - 2
#aka P(B) -
...
...
...
) (
) (
= =
S n
B n
+arena ? dan B tidak memiliki anggota yang sama, maka ? dan B merupakan dua
kejadian saling lepas
P(?B) - P(?) A P(B) -
...
...
...
...
...
= +
7%br&ken%% !ua kejadian saling bebas
#isalkan terdapat dua buah kejadi ? dan B dimana terjadinya kejadian ? tidak
tergantung pada terjadi atau tidaknya kejadian B, artinya kejadian ? tidak
mempengaruhi kejadian B dan sebaliknya !engan demikian kejadian ? dan kejadian
B merupakan kejadian yang saling bebas
Peluang terjadinya ? dan B ditulis P(?B) , yang dirumuskan:
P(?B) - P(?) : P(B)
;ontoh:
Pada percobaan pelemparan dua buah dadu, tentukan peluang untuk memperoleh
Bahan Ajar-Mat XI IPA 22
angka genap pada dadu pertama dan angka ganjil pada dadu kedua%
Penyelesaian:
S - L",(,0,1,8,)M n(s) - 2
#isal:
? - muncul angka genap pada dadu pertama - L(,1,)M n(?) - 2
#aka P(?) -
...
...
...
) (
) (
= =
S n
A n
B - muncul angka ganjil pada dadu pertama - L",0,8M n(B) - 2
#aka P(B) -
...
...
...
) (
) (
= =
S n
B n
jadi:
P(?B) - P(?) : P(B)
- 2 : 2 - 2
P%br&ken%% kejadian bersyarat
jika kejadian ? dan B dapat terjadi bersama-sama, dimana terjadi atau tidaknya
kejadian ? akan mempengaruhi terjadi atau tidaknya kejadian B kejadian tersebut
dinamakan kejadian saling tidak bebas atau kejadian bersyarat
a%br&ken%% peluang terjadinya kejadian ? dengan syarat kejadian B telah muncul
dilambangkan P(?*B) adalah:
) (
) (
) ! (
B P
B A P
B A P

=
R dengan syarat P(B) F &
b%br&ken%% peluang terjadinya kejadian B dengan syarat kejadian ? telah muncul
dilambangkan P(B*?) adalah:
) (
) (
) ! (
A P
B A P
A B P

=
R dengan syarat P(B) F &
contoh:
sebuah dadu dilempar satu kali. $itunglah peluang munculnya bilangan ganjil, bila diketahui
telah muncul bilangan prima
misal:
? - kejadian munculnya bilangan ganjil - L",0,8M #aka P(?) -
...
...
...
) (
) (
= =
S n
A n

B - kejadian munculnya bilangan prima - L(,0,8M #aka P(B) -
...
...
...
) (
) (
= =
S n
B n
?B - L0,8M P(?B) -
...
...
...
...
) (
) (
= =

S n
B A n
sehingga
...
...
...
...
...
...
) (
) (
) ! ( = =

=
B P
B A P
B A P
Bahan Ajar-Mat XI IPA 23