Anda di halaman 1dari 2

Cerebrovascular Diseases

General
Cerebrovascular disease: abnormality of brain resulting from pathologic
process of the blood vessel.
Proses patologis yang terjadi bisa berupa Gross pathology seperti
sumbatan di lumen, embolus, thrombus, dissection atau rupture of vessel.
Atau merupakan basic/primary disorder seperti atherosclerosis,
hypertensive arteriosclerotic change, arteritis, aneurysmal dilatation, and
developmental malformation. Proses ini dapat menyebabkan gangguan
aliran pembuluh darah yang menuju ke otak
Otak merupakan organ yang secara konstan membutuhkan lebih banyak
asupan oksigen daripada organ lain. Pengaturan sirkulasi diatur oleh refex
baroreceptor ataupun vasomotor, dibaah kontrol loer brainstem.
!erdasarkan penelitian pada hean, didapatkan baha kondisi
unconsciousness muncul dalam "# detik setelah kondisi asystole. $alu
jaringan otak akan mengalami ischemic necrosis atau infarction% &one of
softening or encephalomalacia' apabila dalam aktu ( menit otak tidak
mendapatkan asupan darah.
Penyebab dari cerebrovascular disease dapat dilihat pada tabel )*+" dan
)*+,.
-ommon mode of expression of cerebrovascular disease is the Stroke.
sudden occurrence of a non convulsive, focal neurologic defcit.
/troke. third most common cause of death in the 0nited /tates after heart
disease and cancer.
/troke sering diungkapkan oleh pasien sebagai 1 /truck by the hand of the
2od3 karena kejadiannya mendadak tanpa gejala berarti sebelumnya.
4i dekade terakhir, berdasarkan laporan dari A5A % American 5eart
Association' , angka kematian yang disebabkan stroke menurun ",6
namun jumlah total kejadiannya meningkat
Risk Factor
7aktor resiko terpenting dari stroke adalah hipertensi, heart disease, atrial
8brillation, diabetes mellitus, cigarette smoking, dan hyperlipidemia.
!eberapa kondisi sistemik seperti kondisi hiperkoagulasi atau penggunaan
pil 9! dapat berpengaruh dalam kondisi tertentu
5ipertensi merupakan faktor yang paling diketahui sebagai penyebab dari
primary intracerebral hemorrhage. 4ari hasil penelitian menunjukkan
baha hipertensi yang dikontrol lama menurunkan insidensi dari
atherthrombotic infarction dan intracerebral hemorrhage. :erapi yang
paling simple untuk mengontrol hipertensi adalah pemberian
hydrochlorthia&ide.
7aktor resiko untuk embolic stroke adalah structural cardiac disease dan
arrhythmia terutama atrial 8brillation. /elain itu embolic stroke juga dapat
terjadi akibat bacterial/non bacterial endocarditis .
4iabetes mellitus dan cigarrete smoking dapat memicu terjadinya
atherosclerosis baik di arteri besar atau kecil.
Sign & Symtoms
;eurologic de8cit merefeksikan lokasi dan ukuran dari infarct atau
hemorrhage nya.
5emiphlegia menjadi classical sign dari seluruh cerebrovascular disease,
baik di cerebral hemisphere ataupun brainstem, namun masih banyak
manifestasi lain yang dapat ditemui, antara lain seperti mental confusion,
numbness dan sensory de8cit.
Anterior cerebral artery
+ supplies the anterior three+<uarters of the medial surface of the frontal
lobe.
+ Oklusi di bagian stem of A-A tidak menjadi masalah karena masih
dapat disuplai dari pembuluh darah lain di sekitarnya
+ -omplete infarction due to occlusion of one anterior cerebral artery
distal to anterior communicating artery (A2 segment) results in a
sensorimotor defcit of the opposite foot and leg and, to a lesser
degree, of the shoulder and arm, with sparing of the hand and face.
4apat terjadi deviasi kepala dan mata ke arah lesi.
+ Oklusi anterior cerebral artery juga dapat menyebabkan hilangnya
kemampuan berpikir/focus dan gangguan kepribadian.
=iddle cerebral artery
+ memiliki cabang super8cial dan deep
+ =elalui cabang superi8cal cortex %cortical branches' menyuplai daerah
lateral part of cerebral hemisphere
+ -ortical branches menyuplai daerah. lateral dan inferior part dari
frontal lobe % motor area * dan >' ,motor speech !roca Area %dominant
hemisphere', ke parietal lobe % sensory cortex dan
angular?supramarginal convolutions', dan superior part of temporal
lobe %sensory langage area of @ernicke'
+ 0ntuk deep branches, menyuplai daerah putamen, head?body caudate
nucleus, outer globus pallidus, posterior limb of internal capsule, dan
corona radiata
+ Oklusi di =-A stem contralateral hemiphlegia % face, arm, leg',
hemianesthesia,and homonymous hemianopia % due to infarction of the
lateral geniculate body' ith deviation of the head and eyes toard the
side of the lesion.
+ Oklusi di superior division of =-A branch sensorimotor de8cit in
contralateral face, arm, and to a lesser extent, leg, as ell as ipsilateral
deviation of the head and eyes. :here is initially a global aphasia
hich changes gradually to predominantly motor % !roca' aphasia.
+ Oklusi di inferior division of =-A @ernickeAs aphasia
+ Oklusi di deep =-A hemiparesis and aphasia
Posterior cerebral artery
+ Posterior cerebral artery dibentuk dari bifurkasi dari basilar artery, dan
dihubungkan ke internal carotid artery hanya oleh thin posterior
communicating arteries.
+ Oklusi di posterior cerebral artery memiliki banyak variasi gejala klinis
karena bagian upper brainstem % yang punya banyak struktur penting'
dan inferomedial part of the temporal serta lobus occipital terdapat di
daerah ini.
+ 9elainan yang timbul dibagi menjadi beberapa sindrom seperti yang
terdapat di gambar )*+B dan )*+")