Anda di halaman 1dari 18

Bedak tabur

Komposisinya :
a. Talk
Secara kimiawi, talk adalah magnesium silikat (3MgO. 4SiO
2
.H
2
O). ini
merupakan bahan dasar dari segala macam formulasi bedak modern sifat yang
sangat luar biasa adalah mudah menyebar dan kekuatan menutupi yang rendah.
Untuk bedak wajah talk harus putih dan tidak berbau dengan rasa halus. Tentu
saja sifat mudah menyebar yang sangat baik ini adalah yang paling dibutuhkan.
Ukuran partikel dari talk adalah salah satu kriteria untuk standar
kualitasnya. Paling tidak 98% harus dapat melewati ayakan 200 mesh ( tidak
lebih besar dari 74 mikro ) talk termikronisasi sekarang sudah tersedia di mana
ukuran partikel dapat dikurangi menjadi beberapa mikron. Penggunaan dari talk
termikronisasi dalam ukuran partikel dan nilai massa besar yang diinginkan.
Padatan dari massa besar adalah sangat penting dalam talk, karena variasi sangat
mempengaruhi kualitas sekaligus pengepakan dari produk akhir.
b. Kaolin
Warna dari kaolin yang digunakan harus secerah mungkin. Bahan dasar
harus dimurnikan secara baik untuk memindahkan keseluruhan bahan tidak
murni dan partikel kasar.
Tidak semua aluminium silikat dapat diklasifikasikan sebagai kaolin, namun
3 kelompok di bawah ini secara khusus memiliki formula yang sama ( Al
2
O
3.
2SiO
2.
2H
2
O) dan dapat disebut kaolin : nacrite, dickite, dan kaolinite.
Karena kaolin higroskopis penggunaannya pada bedak wajah umumnya
tidak melebihi 25%.
c. Kapur (Kalsium Karbonat)
Kalsium karbonat digunakan untuk mengurangi cahaya dari talk dan
memiliki kekuatan melapisi yang baik. Ini membantu untuk absorpsi parfum dan
juga tahan lemak. Dan menyerap keringat. Kapur juga sangat baik untuk
memberikan efek berseri-seri ketika bedak wajah digunakan.
Kapur adalah basa lemah, putih, serbuk mikrokristal tak berbau ; tidak
mengkilap, dan memiliki rasa kapur. Ketika bahan dasar ini digunakan secara
berlebihan, bedak dapat memberikan rasa kering, tapi penggunaan yang layak
adalah sangat membantu dalam formula bedak wajah.
d. Magnesium karbonat
Sifat yang baik dari magnesium karbonat membuatnya umum digunakan
dalam bahan penyusun bedak. Magnesium karbonat memiliki sifat absorben
yang baik dan terbukti memiliki sifat mendistribusi parfum yang baik.
Kerapatannya adalah bagian dari lapisan magnesium karbonat, kualitas yang
mana memberikan perkembangan pada tipe kehalusan dari bedak.
e. Logam stearat
Zink dan magnesium stearat sejauh ini merupakan bahan yang paling sering
digunakan dari logam stearat. Untuk bedak wajah, stearat harus memiliki
kualitas yang tinggi untuk mencegah timbulnya keasaman, bau yang tidak
diinginkan.
Sifat yang paling penting dari zink dan magnesium stearat adalah sifat
adhesif dan anti air. Zink stearat, yang paling sering digunakan juga memiliki
efek menenangkan.
Penggunaan yang berlebihan, stearat dapat menyebabkan noda dan efek
jerawat pada kulit. Dalam jumlah yang cukup (4-15%) zink stearat memberikan
sifat adheren pada bedak wajah.
f. Zink Oksida, Titanium oksida
Terdapat 2 bahan pengopak yang biasa digunakan dalam formulasi bedak
wajah : zink oksida dan titanium dioksida. Terlalu banyak digunakan bahan ini
dapat menghasilkan efek seperti topeng yang mana tidak diinginkan ; terlalu
sedikit membuat bedak tidak dapat menempel pada tubuh.
Diketahui bahwa zink oksida memiliki beberapa sifat terapeutik dan
membantu menghilangkan kecacatan pada kulit. Namun, penggunaan yang
berlebihan dapat menyebabkan kulit kering.
g. Pati beras
Bahan ini sering digunakan dalam face powders. Bahan yang paling sering
digunakan adalah pati beras. Bahan ini dianggap dapat memberikan sifat peach
likepada wajah. Karena partikel sperisnya memberikan rasa lembut pada kulit.
Bahan ini memiliki sifat absorpsi dan memiliki sifat menutupi yang baik.
Dengan penambhan air dapat menjadi cake, dan menempel pada wajah,
memberikan tampilan yang kurang menyenangkan. Bahan ini juga dapat
menjadi lengket. Pati jagung juga sering digunakan dan memiliki sifat yang
sama pada pati beras. Pati singkong dapat memberikan kelembutan pada produk.
Penggunaan dari amilum telah memberikan masalah mudahnya
terdekomposisi oleh bakteri, karena mengandung nutrisi yang cocok untuk
bakteri. Sifat mencerahkan dan menjerap adalah yang diberikan dari amilum
yang mana sekarang juga dapat diberikan oleh kalsium karbonat dan senyawa
lain dalam formula bedak wajah.
h. Silika dan Silikat
Silika dan Silikat dapat berguna dalam bedak wajah untuk menjaga sifat
mengalir bebas, walaupun dengan kelembaban yang tinggi. Silikat dapat juga
berfungsi sebagai pembawa parfum.
Penggunaan dari silikat halus seperti magnesium trisilikat membantu dalam
bedak karena mereka memiliki sifat menyerap yang sangat baik terhadap air dan
minyak.
i. Bahan pemberi efek pencerahan.
Pigmen sintetik bismut oksiklorida telah dikembangkan untuk
menggantikan guanin. Walaupun sensitif terhadap cahaya, bismut oksiklorida
cukup dapat beradaptasi untuk digunakan dalam bedak wajah cerah untuk
memberikan efek metalik, kilauan seperti mutiara.
j. Pewarna
Bahan pewarna adalah dasar dari seni menciptakan bedak wajah yang mana
menampilkan nuansa bayangan yang diinginkan. Pewarna digunakan dalam
variasi yang berbeda baik pigmen inorganik ataupun anorganik.
Jumlah dari pewarna yang dibutuhkan tergantung besarnya derajat tipe yang
digunakan dalam formula. Bahan pengopak dari oksida dan transparansi dari talk
sangat mempengaruhi jumlah pewarna yang diinginkan.
k. Pengharum
Pemilihan parfum yang cocok dan sifat efisiennya yang digunakan dalam
bedak wajah adalah sangat penting, karena bau dari bedak memiliki peranan
yang penting dalam kemampuan penjualan dari produk. Penggunaan parfum
yang cocok bukan merupakan prosedur yang mudah, karena permukaan yang
sangat luas dari padatan bedak dan kemungkinan reaksi dari parfum dengan
bahan-bahan dasar lainnya. Jika bahan dasar merupakan bahan-bahan yang
halus, wangi yang dipilih akan lebih sedikit daripada masalah dalam
penyelesaian formulasi bedak wajah.
Ini sangat penting bahwa parfum yang digunakan harus tidak mengiritasi,
stabil pada kondisi basa lemah dan tidak mengalami oksidasi atau menguap
dengan cepat. Pengharum harus tercampurkan dengan semua bahan penyusun
bedak karena masalah dengan keasaman, heterogen dari bau dan diskolorasi
dapat terjadi dari pemilihan bau yang tidak cocok.
l. Metallic soap
Metallic soap seperti zinc dan magnesium stearat merupakan bahan yang
sangat penting untuk semua produk bedak. Bahan ini membantu dalam hal
pelekatan dalam kulit dan pada bedak padat dapat berperan agar cake tetap
melekat pada godet. Selain meningkatkan daya lekat (daya adesif), metal soap
juga meningkatkan derajat water repellency dan menghasilkan produk yang
lembut. Jumlah yang biasa digunakan adalah 3% dan 10%; jumlah yang besar
dari ini menghasilkan efek bercak pada kulit, sehingga akan mengurangi sifat
slip dari bahan yang lain. Pada produk bedak padat jumlah penggunaan yang
tinggi dapat menghasilkan masalah pada daya alirnya yang berpengaruh pada
proses pengempaan dan mengakibatkan rasa berminyak pada penggunaan,
karena minyak akan berpindah karena terabsorbsi pada puff atau kuas. Sehingga
tingkat kemurnian merupakan hal yang sangat penting; adanya residu asam
lemak yang tidak tersaturasi perlu dihindari karena dapat menyebabkan
ketengikan pada hasil produk. Dari kedua bahan ini, zinc stearat lebih disukai
karena memiliki sifat menyejukkan.
m. Bahan-bahan lain
Bahan tambahan lain dapat digunakan untuk meningkatkan kelekatan bedak
pada kulit; e.g. emollient seperti cetyl atau stearil alkohol, gliseril monostearat,
dan bahan lain seperti magnesium myristate, petroleum jelly atau mineral oil
pada umumnyaditambahkan dalam jumlah kecil antara 0,5% dan 2%. Jika
diinginkan serbuk yang ringan dan memiliki daya adesif yang baik, bahan-bahan
seperti minyak mineral yang dienkapsulasi dapat digunakan.
n. Modified starch (pati yang dimodifikasi)
Kini terdapat modified starch yang sangat berguna dalam produk bedak. Pati
ini tidak berbau dan tidak menggumpal jika dalam keadaan lembap namun
memilliki sifat absorptive untuk air dan minyak. Bahan ini dapat dijadikan
sebagai pengganti talc pada produk yang sama., juga bahan ini meningkatkan
estetis pada formula dan berepran dalam absorbs minyak pada kulit, karena
bahan ini merupakan serbuk yang free-flowing dan mencegah caking. Bahan ini
bersifat transparan pada kulit dan mengurangi opasitas formulasi. Dan
keuntungan lainnya, adalah, tentunya karena bahan ini merupakan turunan
alami.
Namun, kedua pati baik ini maupun yang dimodifikasi merupakan media
yang baik untuk pertumbuhan mikrobiologi; sehingga tahap sterilisasi
merupakan hal yang penting; dan diperlukan kondisi pembuatan yang sebersih
mungkin untulk mencegah kontaminasi bakteri dan jumlah zat pengawet yang
sesuai dalam formulasi.
o. Mica
Mica bersifat translusen dan memberikan kilau yang baik. Beberapa mica
dengan tambahan tertentu sering digunakan. Misalnya dilapisi dengan barium
sulfat speris yang akan berdifusi dan memberikan efek focus yang lembut
sehingga dapat menyamarkan garis dan kerut.
p. Pengawet
Tujuannya adalah untuk menjaga kontaminsi produk selama pembuatan dan
juga selama digunakan oleh konsumen, dimana mikroorganisme dapat
mengkontaminasi prouk setiap kali penggunaanya, baik dari tangannya atau dari
alat yang digunakan. Bahan- bahan yang digunakan harus menunjukkan terbebas
dari mikroorganisme. Tipe produk bedak biasanya berarti sangat susah
terkontaminasi mikroba tapi penggunaan air sebagai bahan tambahan, seperti
ekstrak, dapat mengubahnya, dan bahan ini harus sedapat mungkin dihindari
(ekstrak berbasis minyak harus digunakan sebelumnya). Juga harus dikontrol
penggunaan bahan tambahan dalam bedak yang digunakan di sekitar daerah
mata, pada umumnya, batasan mikroba lebih diperhatikan untuk bahan yang
digunakan dalam produk ini.
q. Antioksidan
Penggunaan antioksidan dibutuhkan untuk menjaga beberapa bahan
tambahan dari degradasi dan ketengikan. Sejumlah kecil butylatedhydroxy
anisole (BHA), butylated hydroxy toluene (BHT) atau vitamin E harus
digunakan ketika diperlukan.
r. Fumed Silika
Fumed silika dapat digunakan untuk menurunkan kerapatan bulk pada
sistem. Ini sangat kering dan tidak nyaman pada kulit, dan kadar penggunaanya
harus sanagt rendah, kurang dari 1%.
s. Micronized Plastics
Micronized plastics sepeerti polietilen, polystyrene dan nylon dapat
memberikan efek kelembutan pada formula. Partikel ini biasanya berbentuk
bulat dan efek dari bentuk bulatnya yang berperan. Jenis ini dapat digunakan
antara 5% dan 10% tapi karena harganya yang sangat mahal maka
penggunaannya terbatas.
t. Walnut Flour
Bahan alami lainnya, walnut flur, kombinasi dengan nonpearly titanium
dioxide/ barium sulfat coated mica, direkomendasikan sebagai karakteristik
absorpsi minyak yang bagus. Silikat seperti magnesium trisilikat mngandung air
yang tinggi dan bahan yang mengabsorpsi minyak dan juga digunakan sebagai
pembawa parfum.
2. Bedak padat
Pada dasarnya bahan dasar yang terkandung dalam bedak padat adalah
identik dengan yang digunakan dalam bedak tabur. Namun, terdapat 2
karakteristik untuk bedak padat yang mana tidak terdapat dalam bedak tabur,
kemampuan mengikat dan mudah lepas.
Dasar dari padatan bedak harus dapat dikempa dengan mudah, kemudian
bersatu bersama dan tidak bergelombang atau retak di bawah kondisi
penggunaan yang normal. Untuk mencapai kondisi ini bahan pengikat
dibutuhkan.
Bedak padat juga harus memiliki sifat mudah lepas ketika digosokkan
dengan spons bedak; ini harus mudah terlepas kepada pengguna bedak. Tekanan
yang terlalu rendah akan menghasilkan padatan yang sangat mudah hancur;
tekanan yang terlalu besar akan menghasilkan padatan yang keras yang mana
tidak mudah terlepas.
a. Bahan pengikat
Beberapa jenis bahan pengikat yang digunakan dalam bedak wajah adalah
bervariasi dan banyak. Oleh karena itu, terdapat 5 tipe dasar pengikat yang
digunakan :
1. Pengikat kering
Pengikat kering seperti logam stearat (Zink atau Magnesium) stearat telah
didiskusikan dalam bagian bedak tabur. Penggunaan dari pengikat kering
dibutuhkan untuk meningkatkan tekanan bagi kompaknya bedak padat.
2. Pengikat minyak
Minyak tunggal, seperti minyak mineral isopropil miristat dan turunan
lanolin, dapat sangat berguna untuk dicampurkan dalam formula sebagai
pengikat. Mereka ditemukan digunakan secara luas dalam banyak formula bedak
padat.
3. Pengikat larut air
Pengikat larut air yang biasa digunakan di masa lalu umumnya adalah
larutan gum seperti tragakan, karaya, dan arab. Dalam kategori ini, sintetik
seperti PVP (Polyvinylpyrolidone) metil selulosa, karboksil metil selulosa juga
telah digunakan dalam larutan air. Suatu pengawet penting dalam medium gum
dan berguna dalam semua larutan pengikat dari tipe ini untuk mengatasi
pertumbuhan bakteri.
4. Pengikat tidak larut air
Pengikat tidak larut air digunakan secara luas dalam bedak padat. Minyak
mineral, lemak ester dari segala tipe, dan turunan lanolin, dapat digunakan dan
dicampur dengan jumlah yang baik dari air untuk membantu pembentukan
bedak padat yang halus dan kompak. Penambahan bahan pembasah akan
membantu untuk menyeragamkan distribusi kelembaban bedak.
5. Pengikat emulsi
Karena kesulitan tercapainya keseragaman penggunaan pengikat tidak larut
air dalam bedak padat, peneliti telah mengembangkan bahan pengikat emulsi
yang sekarang digunakan dengan luas. Seperti emulsi yang mengizinkan
distribusi yang seragam baik pada fase minyak maupun fase air, yang mana
penting dalam kepuasan pengempaan serbuk. Karena pengikat emulsi tidak akan
kehilangan kelembaban secepat pengikat tidak larut air, penggunaannya
mengizinkan prosedur pembuatan yang lebih halus. Penggunaan dari minyak
dalam bentuk emulsi bermaksud untuk mencegah penggumpalan yang dapat
muncul ketika minyak tunggal digunakan sebagai pengikat dalam bedak wajah.
V. Cara Pembuatan Bedak
General manufacturing process
Proses pembuatan pada umumnya
Tahap awal pada proses pembuatan untuk bedak tabur maupun bedak tekan
adalah sama, namun pada jenis kedua diperlukan penambahan zat pengikat pada
tahap awal maupun akhir, ataupun dengan parfume.
(a) penambahan warna
Tahap penting dalam proses pembuatan produk bedak berwarna adalah
disperse pewarna yang homogen dalam basis putih. Dispersi tergantung pada
efisiensi alat pencampur dan karakter fisik bahan dalam campuran bedak.
Homogenitas dispersi pigmen diperoleh dengan melewatkan pigmen dan talk melalui
hammer mill. Alat ini akan memecah gumpalan pigmen, yang kemudian distabilkan
dengan pelapisan oleh partikel talk. Sekarang terdapat beberapa jenis peralatan yang
mengganti keberadaan hammer mill. Yang pertama, vertical vortex mixer, yang
mengurangi ukuran partikel dengan tumbukan antar partikel. Selain itu, high spee
mixer, yang dikenal dengan plough-shear device.
(b) pembuatan dasar bedak
Bahan dasar putih pertama dicampur dalam blender stainless-steel ribbon-type.
Waktu pencampuran awal dapat selama 20 menit hingga 3 jam, tergantung jenis
mixer, kapasitas, dan ukuran batch. Selanjutnya, penambahan warna dan
pencampuran dengan dasar putih. Campuran ini kemudan diaduk hingga homogen.
Pada bedak tabor, penambahan parfum ditambahkan pada saat terakhir. Penambahan
parfum dilakukan dengan penyemprotan pada pencampuran. Untuk bedak yang
dikompres, zat pengikat juga ditambahkan pada tahap ini. Akhirnya, warna diji
kembali sesuai standard an dilakukan perbaikan, jika perlu. Jika digunakan bahan
dasar mica dalam formulasi maka maka diperlukan kehati-hatian agar platelet yang
mudah pecah tidak rusak saat proses pembuatan. Pemeriksaan warna dilakukan
dengan memindahkan sejumlah kecil dari massa tersebut dan mencampur kembali
dengan warna yang sesuai. Kemudian ditambahkan kembali dan dicampr kembali
dan dilakukan uji warna kembali.
Campuran yang telah selesai diperiksa kemudian dimasukkan pada kantung
polyethylene untuk penyimpanan, untuk memperoleh serbuk bedak yang halus,
diserbukkan. Serbuk telah siap dan memasuki tahap selanjutnya, untuk bedak tabur
dimasukkan pada kemasan dan dikempa untuk compct powder.
( c) proses pengempaan
Terdapat tiga prosedur berbeda yang digunakan untuk memperoleh compct
powder: wet moulding (pelelehan basah), damp compressing (pengempaan lembap),
dan pengempaan kering. Metode yang paling sering digunakan adalah pengempaan
kering.
Untuk proses pengempaan kering terdapat mesin yang sering digunakan yaitu
pneumatics digunakan pada Air-Mite press;hydraulics oleh Alite, tipe ram yang
ditekan pada serbuk seperti pada Kemwall press; dan Ve-Tra-Co press dimana
penekan dapat mencampur.
Terdapat 3 prosedur umum yang digunakan dalam industri pembuatan bedak
padat :
1. Kempa Basah
Proses kempa basah metode kempa lembab dan metode kempa kering.
Proses kempa basah sekarang tidak dipakai lagi di USA, dan kebanyakan
perusahaan kosmetik menggunakan proses kempa lembab atau proses kering
dalam pembuatan bedak padat.
Dalam proses pengempaan, jumlah yang kecil dari lapisan Paris digunakan
dalam kombinasi dalam bedak. Campuran dibuat dalam bentuk seperti pasta
dengan air dan dicetak dalam cetakan. Permukaan bagian atas dari pasta dilapisi
dengan suatu pengadhesif, kemudian dikempa ke bawah dengan logam yang
berukuran cocok atau plat gelas di mana tablet melekat. Tablet tersebut
kemudian dikeringkan dan dilepaskan dari cetakan.
2. Kempa Lembab
Metode kempa lembab, basis bedak, pewarna, dan parfum dicampur sampai
seragam. Campuran kemudian dibasahkan dengan cairan pengikat, kemudian
dicampur sampai mencapai massa plastis yang sesuai. Serbuk kemudian disaring
dan dilewatkan ke dalam mesin pengempa. Tablet jadi dikeringkan pada
temperatur yang sesuai.
3. Kempa Kering
Metode kempa kering, basis bedak, pewarna, dan parfum dicampur dan
campuran serbuk dapat dilembabkan dengan pengikat ; campuran kemudian
dicampur secara keseluruhan dan serbuk dikempa.


Proses pembuatan

Tahap awal pada proses pembuatan untuk bedak tabur maupun bedak tekan
adalah sama, namun pada jenis kedua diperlukan penambahan zat pengikat pada
tahap awal maupun akhir, ataupun dengan parfume.
(a) penambahan warna
Tahap penting dalam proses pembuatan produk bedak berwarna adalah
disperse pewarna yang homogen dalam basis putih. Dispersi tergantung pada
efisiensi alat pencampur dan karakter fisik bahan dalam campuran bedak.
Homogenitas dispersi pigmen diperoleh dengan melewatkan pigmen dan talk melalui
hammer mill. Alat ini akan memecah gumpalan pigmen, yang kemudian distabilkan
dengan pelapisan oleh partikel talk. Sekarang terdapat beberapa jenis peralatan yang
mengganti keberadaan hammer mill. Yang pertama, vertical vortex mixer, yang
mengurangi ukuran partikel dengan tumbukan antar partikel. Selain itu, high spee
mixer, yang dikenal dengan plough-shear device.
(b) pembuatan dasar bedak
Bahan dasar putih pertama dicampur dalam blender stainless-steel ribbon-type.
Waktu pencampuran awal dapat selama 20 menit hingga 3 jam, tergantung jenis
mixer, kapasitas, dan ukuran batch. Selanjutnya, penambahan warna dan
pencampuran dengan dasar putih. Campuran ini kemudan diaduk hingga homogen.
Pada bedak tabor, penambahan parfum ditambahkan pada saat terakhir. Penambahan
parfum dilakukan dengan penyemprotan pada pencampuran. Untuk bedak yang
dikompres, zat pengikat juga ditambahkan pada tahap ini. Akhirnya, warna diji
kembali sesuai standard an dilakukan perbaikan, jika perlu. Jika digunakan bahan
dasar mica dalam formulasi maka maka diperlukan kehati-hatian agar platelet yang
mudah pecah tidak rusak saat proses pembuatan. Pemeriksaan warna dilakukan
dengan memindahkan sejumlah kecil dari massa tersebut dan mencampur kembali
dengan warna yang sesuai. Kemudian ditambahkan kembali dan dicampr kembali
dan dilakukan uji warna kembali.
Campuran yang telah selesai diperiksa kemudian dimasukkan pada kantung
polyethylene untuk penyimpanan, untuk memperoleh serbuk bedak yang halus,
diserbukkan. Serbuk telah siap dan memasuki tahap selanjutnya, untuk bedak tabur
dimasukkan pada kemasan dan dikempa untuk compct powder.
( c) proses pengempaan
Terdapat tiga prosedur berbeda yang digunakan untuk memperoleh compct
powder: wet moulding (pelelehan basah), damp compressing (pengempaan lembap),
dan pengempaan kering. Metode yang paling sering digunakan adalah pengempaan
kering.
Untuk proses pengempaan kering terdapat mesin yang sering digunakan yaitu
pneumatics digunakan pada Air-Mite press;hydraulics oleh Alite, tipe ram yang
ditekan pada serbuk seperti pada Kemwall press; dan Ve-Tra-Co press dimana
penekan dapat mencampur.
Terdapat 3 prosedur umum yang digunakan dalam industri pembuatan bedak
padat :
1. Kempa Basah
Proses kempa basah metode kempa lembab dan metode kempa kering. Proses
kempa basah sekarang tidak dipakai lagi di USA, dan kebanyakan perusahaan
kosmetik menggunakan proses kempa lembab atau proses kering dalam pembuatan
bedak padat.
Dalam proses pengempaan, jumlah yang kecil dari lapisan Paris digunakan
dalam kombinasi dalam bedak. Campuran dibuat dalam bentuk seperti pasta dengan
air dan dicetak dalam cetakan. Permukaan bagian atas dari pasta dilapisi dengan
suatu pengadhesif, kemudian dikempa ke bawah dengan logam yang berukuran
cocok atau plat gelas di mana tablet melekat. Tablet tersebut kemudian dikeringkan
dan dilepaskan dari cetakan.
2. Kempa Lembab
Metode kempa lembab, basis bedak, pewarna, dan parfum dicampur sampai
seragam. Campuran kemudian dibasahkan dengan cairan pengikat, kemudian
dicampur sampai mencapai massa plastis yang sesuai. Serbuk kemudian disaring dan
dilewatkan ke dalam mesin pengempa. Tablet jadi dikeringkan pada temperatur yang
sesuai.
3. Kempa Kering
Metode kempa kering, basis bedak, pewarna, dan parfum dicampur dan
campuran serbuk dapat dilembabkan dengan pengikat ; campuran kemudian
dicampur secara keseluruhan dan serbuk dikempa.

Bahan jadi

Ada dua bentuk utama dari bedak. Loose Face Powder digunakan secara langsung
dengan menggunakan suatu tiupan atau sikat yang besar atau ditransfer kesuatu
wadah khusus dimana dapat dibawa disuatu tas tangan dan digunakan suatu spons
atau gembungan kecil yang juga sesuai dengan wadahnya. Untuk mencegah
kebocoran maka permukaannya ditutupi dengan penutup mesh nylon. Dalam bentuk
yang kedua, adalah suatu bedak yang dipadatkan atau dimampatkan dengan suatu
agen pengikat yang digunakan dalam pembuatannya.