Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN Ny.

S
DENGAN TUGAS PERKEMBANGAN DEWASA AWAL
DI KELURAHAN BANDAR HARJO RW 10 SEMARANG







Disusun Oleh :
NELI




PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS
FAKULTAS ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG
2014


ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN Ny. S
DENGAN TUGAS PERKEMBANGAN DEWASA AWAL
DI KELURAHAN BANDAR HARJO RW 10 SEMARANG

A. IDENTITAS KLIEN
Nama : Ny. S
Jenis Kelamin : Perempuan
Umur : 28 tahun
Pekerjaan Ibu : IRT
Agama : Islam
Suku : Jawa
Alamat : Bandarharjo RW 10/RT 03
Tanggal pengkajian : 26 Juni 2014
Sumber Informasi : Klien

B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Riwayat kehamilan, kelahiran dan persalinan
a. Prenatal :
Selama hamil ibu tidak pernah sakit, minum obat-obatan
b. Natal :
Persalinan Normal, jumlah anak 1 dengan jenis kelamin laki-laki
c. Post-Natal :
Perkembangan dan pertumbuhan sampai anak berjalan normal

2. Riwayat Kesehatan Keluarga
a. Komposisi keluarga
Keluarga baru memiliki 1 orang anak, klien adalah seorang ibu rumah
tangga. Klien memiliki banyak teman di sekitar rumahnya. Ketika klien
diajak bicara, klien mau menjawab, kooperatif dan aktif dalam kegiatan
di masyarakat.

b. Tipe keluarga
Keluarga Ny. A adalah keluarga dengan tipe extended family, dimana
dalam keluarga terdiri dari keluarga inti dan nenek.
c. Status gizi
Klien mengatakan kadang tidak nafsu makan makan, dan mempunyai
riwayat sakit lambung.
d. Lainnya
Dalam keluarga klien tidak ada anggota keluarga yang memiliki
penyakit menular.

C. PERKEMBANGAN USIA DEWASA AWAL
Pada masa ini seseorang berada pada puncak intelektual dan
fisik. Selama periode ini kebutuhan untuk mencari kepuasan diri tinggi.
Selain itu masa dewasa awal seseorang berpindah melalui tahap dewasa
baru, dari asumsi peran yunior pada pekerjaan, memulai perkawinan dan
peran orang tua dan memulai pelayanan pada komunitas ke suatu tempat
yang lebih senior di rumah, pekerjaan dan di komunitas. Kegagalan dalam
berhubungan akrab dan memperoleh pekerjaan dapat menyebabkan individu
menjauhi pergaulan dan merasa kesepian lalu menyendiri ( Levinson, 1978)

D. FISIK
TD : 120/70 mmHg
N : 80 x/mnt
RR : 22 x/mnt
BB : 46 kg
TB : 152 cm

Keluhan fisik: tidak ada



E. PSIKOSOSIAL
1. Genogram






Keterangan :
: Klien
: Meninggal
: TinggalSerumah
: Wanita
: Laki-laki

Dalam keluarga klien selalu berkomunikasi dengan anggota keluarga
yang lain. Pengambilan keputusan dalam keluarga diambil oleh
suaminya. Dalam satu rumah di tempati oleh tiga keluarga. Klien
mengatakan belum puas karena belum memiliki rumah sendiri dan masih
ikut dengan rumah orang tuanya.

2. HubunganSosial
a. Orang yang paling dekat dengan klien dalam keluarganya adalah ibu,
suami, anak, dan kakak.
b. Klien rajin mengikuti kegiatan di warga seperti pengajian, arisan dan
aktif dalam kegiatan kader posyandu.
3. Spiritual
a. Nilai dan Keyakinan
Klien beragama islam.
b. Kegiatan ibadah : Klien di rumah biasanya sholat bareng keluarga.
+

+
F. STATUS MENTAL
Penampilan klien secara menyeluruh rapi, bersih. Penggunaan pakaian
sesuai usia klien dan cara berpakaian sesuai dengan waktu, tempat, identitas,
situasi atau kondisi, berganti pakaian 2 kali sehari.
1. Pembicaraan
Saat dilakukan pengkajian klien mampu menjawab beberapa pertanyaan
dari perawat, cara berbicara klien lancar dan terbuka.
2. Alam perasaan
Saat dikaji klien terlihat perasaannya senang.
3. Interaksi selama wawancara
Kooperatif, mampu memulai komunikasi dengan orang lain.
4. Proses pikir
Pembicaraan klien dapat dimengerti. Selama berinteraksi klien tidak
mengalami bloking.
5. Tingkat kesadaran
Tingkat kesadaran klien baik, orientasi tempat, waktu dan orang baik.
Klien mengetahui sekarang berada di rumah sendiri.
6. Tingkat konsentrasi dan berhitung
Tingkat konsentrasi klien baik, sering tidak fokus. Klien mampu
berhitung dengan baik.











G. ANALISA DATA

Tgl/jam Data Fokus Masalah
26 Juni
14
Jam
10.00
DS :
Klien mengatakan kurang puas
karena belum memiliki rumah
sendiri, dan masih ikut rumah orang
tuanya. klien aktif dalam kegiatan
kader posyandu.

DO :
Klien mampu berinteraksi dengan
orang lain, klien tenang.
Resiko Ketidaksiapan
peningkatan
perkembangan Usia
Lanjut

H. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko Ketidaksiapan peningkatan perkembangan Usia Lanjut

I. INTERVENSI

TGL DX
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
TUJUAN TINDAKAN KEPERAWATAN
26 6 14 1 1. Klien mampu menilai
pencapaian hidup
2. Mampu mengikuti
kegiatan yang ada
lingkungan
3. Menerima perubahan
fisik dan psikologis
yang terjadi
4. Bertanggung jawab
1. Anjurkan individu membuka diri,
menjalin hubungan dengan orang
lain
2. Bantu menemukan pedoman dan
nilai-nilai kehidupan serta
konsep diri yang jelas
3. Tetap menjalin hubungan baik
dengan individu
4. Anjurkan klien mengembangkan
terhadap keluarga minat, bakat, dan kemampuan
yang dimiliki

J. IMPLEMENTASI

Tgl/jam Dx Implementasi Evaluasi
26 6 14 1 Data :
Klien mengatakan ingin
memiliki rumah sendiri
untuk di tempati bersama
anak dan suaminya.
Diagnosa :
Resiko Ketidaksiapan
peningkatan perkembangan
Usia Lanjut.
Implementasi :
1. Menganjurkan klien
menilai pencapaian
hidup.
2. Membantu menemukan
pedoman dan nilai-nilai
kehidupan serta konsep
diri yang jelas
3. Tetap menjalin hubungan
baik dengan individu
4. Menganjurkan klien
mengembangkan minat,
bakat, dan kemampuan
yang dimiliki
Plan P:
S :
Klien mengatakan ingin
berusaha mengumpulan uang
untuk membeli rumah.
O :
Klien kooperatif, klien terbuka,
Klien mampu menjalin
hubungan baik dengan orang di
rumah dan lingkungan
A :
Hubungan saling percaya sudah
terbina dengan baik
P :
Lanjutkan Intervensi
Lanjutkan intervensi
Plan K:
Anjurkan klien
mengembangkan minat,
bakat, dan kemampuan
yang dimiliki