Anda di halaman 1dari 7

INFEKSI SALURAN KEMIH ( ISK )

PENGERTIAN
Infeksi Saluran Kemih adalah adanya infeksi oleh mikro-organisme dalam saluran kemih. Mikro-
organisme sebagai penyebab ISK kebanyakan bakteri aerob. Selain itu ISK dapat disebabkan
oleh virus dan jamur.
ISK tidak pandang bulu, dapat menimpa semua umur, pria maupun wanita. Angka kesakitan
pada wanita lebih banyak dibanding pria. roporsinya variatif, tidak ada angka pasti yang
menyatakan perbandingan antara wanita dan pria selain disebutkan bahwa wanita lebih banyak
menderita ISK daripada pria.
!al ini dapat dipahami mengingat saluran ken"ing wanita bagian bawah dihuni bakteri yang
makin kurang jumlahnya ke arah kandung kemih.
David S Howes, MD #$niversity of %hi"ago, &''() memperkirakan sekitar &'* wanita
mengalami masalah saluran kemih selama hidupnya.
Keberhasilan penatalaksanaan ISK bergantung kepada pemeriksaan dini para penderita, penilaian
laboratorium, ketepatan pemilihan jenis antimikroba #termasuk dosis dan lama pemberian),
faktor kondisi penderita dan follow up selama masa pengobatan.
Kendati ISK disyaratkan adanya bakteri dalam urine dalam jumlah bermakna, tidak menutup
kemungkinan tanpa bakteri dalam urine. !al ini dapat terjadi pada keadaan sebagai berikut+
,empat infeksi tidak dilalui urine sehingga bakteri tidak ditemukan dalam urine
Adanya bendungan pada saluran yang terinfeksi
emberian antibiotika, sehingga bakteri dalam urine tersamarkan.
Kondisi lain yang patut diperhatikan dan beberapa istilah yang juga digunakan dalam klinik
antara lain+
Asymptomatik Significant Bacteriuria, yakni ISK dengan bakteri dalam urine bermakna
tanpa disertai gejala.
Bacterial cystitis, yakni suatu kumpulan gejala yang terdiri dari+ sakit waktu ken"ing dan
sering ken"ing.
Abacterial cystitis #urethra syndrome), yakni suatu kumpulan gejala yang terdiri dari+
sakit waktu ken"ing dan sering ken"ing tanpa disertai bakteri dalam kandung kemih.
PENYEBAB
Mikro-organisme terbanyak sebagai penyebab ISK adalah Escherichia coli sebanyak ('--'*,
lalu berturut-turut disusul Klebsiella atau .nteroba"ter, roteus, seudomonas aeruginosa,
Staphylo"o""us epidermidis, .ntero"o""i, %andida albi"ans dan Staphylo"o""us aureus. !"
Barth #uller $
Adapun jenis virus yang dapat menyebabkan ISK adalah Adenivirus #diduga sebagai penyebab
infeksi kandung kemih)
PERJALANAN PENYAKIT
/agaimana mikro-organisme masuk ke saluran ken"ing hingga menimbulkan infeksi 0 Kadang
penderita ISK merasa heran, mengapa bisa terjangkit padahal dirinya bukan tipe jorok. 1k,
mikro-organisme masuk ke saluran ken"ing melalui beberapa "ara, yakni+
enyebaran langsung dari tempat infeksi terdekat.
enyebaran mikro-organisme melalui aliran darah #hematogen)
enyebaran mikro-organisme melalui saluran g!ah "ning
2ari luar, misalnya karena pemakaian kateter, dan lain-lain.
Fa#!$r %n&!us
Selain beberapa "ara penyebaran di atas, ISK mudah terjadi karena kondisi-kondisi di bawah ini+
/endungan aliran urine
Kembalinya urine dari kandung kemih ke saluran ken"ing bagian atas # refluks vesiko-
ureter)
Adanya sisa urine dalam kandung kemih
3angguan metabolisme
eralatan medis, misalnya kateter
4anita hamil, karena bendungan dan ph urine yang tinggi.
G E J A L A
,anda-tanda ISK tidak khas, sebagian diantaranya bahkan tanpa gejala. /iasanya, keluhan yang
sering dijumpai antara lain+
5yeri saat ken"ing #disuria)
Ken"ing sedikit-sedikit dan sering #polakisuria) 6bhs jawa+ anyang-anyangen6
5yeri di atas tulang kemaluan atau perut bagian bawah #suprapubik)
,anda-tanda tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan bagian saluran ken"ing yang terinfeksi.
1. ISK "agian "a'ah+ biasanya ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa panas saat
ken"ing, ken"ing sedikit-sedikit dan sering, rasa tidak nyaman di atas tulang kemaluan
#suprapubik)
2. ISK "agian a!as+ ditandai dengan keluhan nyeri atau rasa tidak nyaman di pinggang,
mual, muntah, lemah, demam, menggigil, sakit kepala.
(a!a!an %nulis)
/iasanya kalau memba"a tanda atau gejala penyakit, pemba"a ada ke"enderungan men"o"ok-
"o"okkan. ,idak salah sih, sebagai langkah waspada. 2i sisi lain tidak perlu terlalu risau jika
mendapati ada salah satu gejala yang kebetulan dialaminya. ,idak lantas berpikiran 7jangan-
jangan8 menderita ini dan itu.
.it, ntar dulu. %atatan ini bukan berarti menutup pintu diskusi lho. Kita tetap terbuka dengan
semangat berbagi.
PEMERIKSAAN
/agi yang mampu #banyak uang "ak), bisa jadi pemeriksaan lengkap tidak menjadi masalah
berarti. #hiks, tetap masalah kalo terlampau mahal ya) Masalah besar jika ISK menimpa pasien
tak mampu, mahal sih, alih-alih mau periksa nan lengkap dengan biaya aduhai, untuk makan saja
sudah teramat berat.
emeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang lainnya adalah sebagai berikut+
Analisa $rin #urinalisis)
emeriksaan bakteri #bakteriologis)
emeriksaan kimia
,es 2ip slide
emeriksaan penunjang lain meliputi+ radiologis #rontgen), I9 #pielografi intra vena),
$S3 dan S"anning. emeriksaan penunjang ini dimaksudkan untuk mengetahui ada
tidaknya batu atau kelaianan lainnya.
Analisa Urin #urinalisis)
Lu#$suria #ditemukannya leukosit dalam urin). 2inyatakan positif jika terdapat ( atau
lebih leukosit #sel darah putih) per lapangan pandang dalam sedimen urine.
H*a!uria #ditemukannya eritrosit dalam urin). Merupakan petunjuk adanya ISK jika
ditemukan eritrosit #sel darah merah) (-:' per lapangan pandang sedimen urin.
!ematuria bisa juga karena adanya kelainan atau penyakit lain, misalnya batu ginjal dan
penyakit ginjal lainnya.
P*ri#saan "a#!ri #bakteriologis)
emeriksaan ini meliputi pemeriksaan se"ara mikroskopis dan biakan bakteri.
Mi#r$s#$%is. /ahan+ urin segar #tanpa diputar, tanpa pewarnaan). ositif jika ditemukan
: bakteri per lapangan pandang.
Bia#an "a#!ri. 2itujukan untuk memastikan diagnosa ISK.
P*ri#saan #i*ia #tes kimiawi)
,es ini dimaksudkan sebagai penyaring adanya bakteri dalam urin. %ontoh, tes reduksi griess
nitrate, untuk mendeteksi bakteri gram negatif. ,ingkat kepekaannya men"apai -' * dengan
spesifisitas --*.
Ts +i% slid #tes plat-"elup)
/erguna untuk menentukan jumlah bakteri per "" urin. Kelemahan "ara ini tidak mampu
mengetahui jenis bakteri.
PENG,BATAN
rinsip pengobatan adalah memberantas #eradikasi) bakteri dengan antibiotika dan koreksi
terhadap kelainan organ.
Tu-uan %ng$"a!an)
Menghilangkan bakteri penyebab ISK
Menanggulangi keluhan #gejala)
Men"egah kemungkinan gangguan organ #terutama ginjal)
$paya di atas dilakukan dengan menggunakan obat yang sensitif, murah, aman, dan efek
samping minimal
Ta!a&ara %ng$"a!an)
Menggunakan pengobatan dosis tunggal
Menggunakan pengobatan jangka pendek antara :'-:; hari
Menggunakan pengobatan jangka panjang, ;-< minggu
Menggunakan pengobatan pen"egahan #profilaksis) dosis rendah
Menggunakan pengobatan supresif, yakni pengobatan lanjutan jika pemberantasan
#eradikasi) bakteri belum memberikan hasil, terutama pada kasus ISK yang disertai
dengan sumbatan #obstruksi) saluran ken"ing.
Spesifikasi pengobatan terhadap berbagai jenis ISK+ pre memori aja deh #maaf, kebanyakan dan
terlalu medis). =ika diperlukan boleh juga #menyusul)
P E N Y U L I T
$rolithiasis #batu saluran kemih)
Infeksi jaringan ginjal
ISK berulang #kambuhan)
1bstruksi #sumbatan) dengan segala konsekwensinya
2an lain-lain
Syphilis
2efinisi
Sifilis adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral, ,reponema
pallidum. Ke"uali penularan neonatus, sifilis hampir selalu ditularkan melalui kontak seksual
dengan pasangan yang terinfeksi> namun spiroketa ,. pallidum dapat menembus sawar plasenta
dan menginfeksi neonates #rin"e, &''<).
Klasifikasi
embagian sifilis se"ara klinis ialah sifilis "ongenital dan sifilis didapat. Sifilis didapat dibagi
sebagai berikut, sifilis stadium I, II, III sesuai dengan gejala-gejalanya, sifilis kardiovaskular, dan
sifilis pada otak dan saraf. Sifilis laten adalah keadaan yang se"ara klinis tidak ada tanda?gejala
ke"uali tes serologi" yang positif dan meyakinkan. Sifilis late nada yang dini ialah pada sifilis
stadium I dan II dan eksaserbasi. @aten yang lanjut adalah masa antara stadium II dan stadium III
dan antara stadium III dan I9 #5atahusada, :--A).
atogenesis
,reponema pallidum dapat masuk ke tubuh "alon penderita melalui selaput lendir yang utuh atau
kulit dengan lesi, kemudian masuk ke peredaran darah dan semua organ dalam tubuh. Infeksinya
bersifat sistemik dan manifestasinya akan tampak kemudian #5atahusada, :--A).
3ejala dan ,anda #rin"e, &''<)+
:. Sifilis primer. apul ke"il soliter di tempat invasi, timbul dalam :'--' hari setelah terpajan.
Kemudian dalam satu sampai beberapa minggu berkembang menjadi ulkus merah, indolen #tidak
nyeri), dan berbatas tegas yang disebut "han"re dan dipenuhi oleh spirokaeta, bersifat menular,
berukuran beragam sampai lebih dari & "m. "han"re dapat ditemukan dimana saja tetapi paling
sering di penis, anus, dan re"tum pada laki-laki, dan vulva, perineum, dan serviks pada
perempuan. ada sifilis primer sering dijumpai limfadenopati indolen yang ipsilateral terhadap
"han"re. %han"re ekstragenital paling sering ditemukan di rongga mulut, jari tangan, dan
payudara, dan sembuh spontan dalam ;-< minggu.
&. Sifilis sekunder. &-< bulan setelah terpajan, spirokaeta menyebar hematogen ke seluruh tubuh,
menyerang berbagai system seperti kulit, limfe, saluran "erna, tulang, ginjal, mata, SS>
kemudian menimbulkan berbagai gejala sistemik. ,anda tersering adalah ruam kulit
makulopapuler, dengan lesi simetrik, tidak gatal, dan mungkin meluas> lesi di telapak tangan dan
kaki merupakan gambaran yang paling khas. @esi menular dan dapat menimbulkan penyakit
melalui kontak. 3ejala lain adalah limfadenopati, uveiritis, malese, demam ringan, nyeri kepala,
anoreksia, penurunan berat badan, alopesia, serta nyeri tulang.
A. Sifiilis tersier. 2alam beberapa tahun hingga de"ade, dapat timbul A bentuk sifilis tersier+
sifilis tersier jinak pada kulit, tulang, dan vis"era> sifilis kardiovaskular> dan neurosifilis. Sifilis
tersier jinak ditandai timbulnya guma, yaitu massa nodular ke"il jaringan granulasi dengan
bagian tengah mengalami nekrosis dikelilingi oleh sedikit peradangan, timbul di mana saja,
termasuk kulit, tulang, selaput lendir, mata, vis"era, dan SS. ,erdapat A bentuk sifilis
kardiovaskular simtomatik+ insufisiensi katup aorta, aneurisma aorta, dan stenosis ostium
koroner. 5eurosifilis pada dasarnya adalah suatu meningitis kronik yang mulanya mungkin
asimtomatik. Kategori utama neurosifilis simtomatik adalah sifilis meningen, sifilis
meningovaskular, dan sifilis parenkimatosa #yang men"akup paresis generalisata dan tabes
dorsalis).
;. Sifilis "ongenital. Simtomatik dalam banyak hal, analog dengan sifilis stadium sekunder.
3ejala dan tanda adalah sumbatan hidung, ber"ak pada mukosa, serta ruam makulopapular dan
kondiloma lata, lesi di tulang pada pemeriksaan radiologi, dan apabila infeksinya parah dapat
terjadi kelainan vis"era, SS, dan hematologi". Manifestasi sifilis "ongenital lanjut adalah
keratitis interstisium, gigi !ut"hinson #in"isivus lateral run"ing, in"isivus sentral bertakik), tuli,
osteitis, deformitas tulang, guma, dan neurosifilis.
emeriksaan diagnosti"
emeriksaan mikroskop lapangan gelap terhadap eksudat dari "han"re primer dan lesi mukolitis
pada sifilis sekunder serta uji antibody fluoresen langsung. 5amun, uji serologi" lebih mudah,
ekonomis, dan paling sering dilakukan #rin"e, &''<).
,erapi
enisilin 3 parenteral, dosis dan lama pemberian tergantung stadium dan manifestasi klinis
penyakit. Selain itu penisilin 3 juga terbukti manjur untuk neurosifilis atau untuk sifilis pada
kehamilan #rin"e, &''<).
3onore
2efinisi
3onore dalam arti luas men"akup semua penyakit yang disebabkan oleh 5eisseria gonorrhoeae.
#2aili, :--A).
atogenesis
/akteri 5eisseria gonorrhoeae melekat dan menghan"urkan membrane sel epitel yang melapisi
selaput lendir, terutama epitel yang melapisi kanalis endoserviks dan uretra. Infeksi ekstragenital
di faring, anus, dan re"tum dapat dijumpai pada kedua jenis kelamin. $ntuk dapat menular, harus
terjadi kontak langsung mukosa dengan mukosa #rin"e, &''<).
ada umumnya, penularannya melalui hubungan kelamin, yaitu se"ara genitor-genital, oro-
genital, dan ano-genital. ,etapi disamping itu dapat juga terjadi se"ara manual melalui alat-alat,
pakaian, handuk, thermometer, dan sebagainya. 1leh karena itu, se"ara garis besar dikenal
gonore genital dan gonore ekstra genital #2aili, :--A).
3ejala B ,anda
Cespons peradangan yang "epat disertai destruksi sel menyebabkan keluarnya se"ret purulen
kuning-kehijauan khas dari uretra pada pria dan dari ostium serviks pada perempuan. 3ejala dan
tanda pada laki-laki dapat mun"ul sedini mungkin dengan pajanan dan mulai dengan uretritis,
diikuti oleh se"ret purulen, disuria, dan seing berkemih serta malase. ada perempuan, gejala dan
tanda timbul dalam D sampai &: hari, dimulai dengan se"ret vagina. ada pemeriksaan, serviks
yang terinfeksi tampak edematosa dan rapuh dengan drainase mukopurulen dari ostium. ,empat
penyebaran tersering pada perempuan adalah ke uretra, dengan gejala uretritis, disuria, dan
sering berkemih serta ke kelenjar /artholin dan Skene yang menyebabkan pembengkakan dan
nyeri #rin"e, &''<).
olakisuria terjadi akibat kandung kemih tidak dapat menampung urin lebih dari ('' ml karena
mukosa yang meradang sehingga sering ken"ing.