Anda di halaman 1dari 5

KATAK

1. Dasar Teori
Katak dan kodok adalah satu anggota dari classic Amphibia. Amphibia berasal dari kata
amphi artinya rangkap dan bios artinya kehidupan, karena Amphibia ialah hewan yag
hidup dengan dua bentuk kehidupan, mula-mula di dalam air tawar kemudian di darat.
Kulit harus selalu basah apabila hewan berada di luar air untuk memyngkinkan terjadinya
pernapasan melalui kulit. Kulit dilengkapi dengan kelenjar-kelenjar yang menghasilkan
lendir untuk mempertahankan keadaan agar selalu basah. Setiap kelenjar berbentuk piala,
terdapat tepat di bawah epidermis dan salurannya melelui epidermis bermuara di
permukaan kulit. Mekanisme pernapasannya meliputi dua fase, yaiu inspirasi dan
ekspirasi. Katak yang dijadian bahan penelitian kali ini adalah katak sawah (Rana
canorivara). Katak merupakan hewan yang tepat digunakan sebagai pendahuluan dalam
mempelajari struktur tubuh vertebrata tinggi, karena struktur tubuhnya jelas, mudah
diamati dan mempunyai kesamaan dengan hewan vertebrata tinggi.
Sistematika klasifikasi katak :
Phyllum : Chordata
Subphyllum : Vertebrata
Superclassis : Tetrapoda
Classis : Amphibia
Ordo : Anura
Subordo : Phaneroglossa
Familia : Ranidae
Genus : Rana
Spesies : Rana sp

Preparat mungkin berbeda spesiesnya (katak atau kodok), oleh karena itu cukup ditulis Rana
sp. Dikenal ada beberapa spesies diantaranya R. trigina, R.esculenta, R.cancrivora, dan lain-
lian. Keterangan sistematika/taxonomi :
Chordata : mempunyai chorda dorsalis pada stadium embrionya.
Vertebrata : mempunyai columna vertebralis (ruasruas tulang belakang).
Tetrapoda : mempunyai 4 kaki.
Amphibia : kehidupan rangkap (Amphi = rangkap, bios = hidup), di air (aquatic) dan di
darat (terestrial).
Anura : tidak berekor. Antara kepala dengan badan tidak terdapat batas yang jelas
(lehernya tidak jelas).
Ciri utama yang menunjukkan bahwa katak dan kodok merupakan hewan darat adalah alat
pernafasannya yang berupa paru-paru. Struktur saluran udara pernafasan pada hewan ini
belum memiliki trachea yaitu saluran yang
menghubungkan larynx dengan bronchus danbronchus ini pun sangat pendek. Pada Anura
juga belum dijumpai costae (tulang rusuk) dan diafragma, yaitu sekat yang membatasi rongga
dada dengan rongga perut yang juga berfungsi dalam mekanisme pernafasan. Pada katak kulit
juga berfungsi sebagai alat pernafasan, pernafasan dengan kulit ini berlangsung baik waktu di
darat maupun di air. Hal ini dapat terjadi karena kulit katak kaya akan kapiler dan kulitnya
sendiri tipis.
Tanda-tanda khusus (karakteristik) katak (Rana sp) adalah sebagai berikut:
1. Kulit licin, mempunyai banyak kelenjar (glandulae) dan tidak bersisik (squama).
2. Mempunyai 2 pasang kaki untuk berjalan dan berenang.
3. Mempunyai 2 lubang hidung luar (nares anteriores) yang berhubungan dengan rongga
mulut. Membrana tymphani tampak luar. Lidah dapat dijulurkan sehingga secara
menggulung (pangkal lidahnya di depan), bentuk lidah lingua bifida.
4. Cor (jantung) beryang 3 (2 atrium dan 1 ventrikel), eritrosit oval dan berinti.
5. Bernafas dengan paru-paru (pulmo) dan kulit (cutis/cutan/integumen) pada yang
dewasa dan melalui insang luar (external branchia) pada larvanya.
6. Syarat otak (nervi cranialis) berjumlah 10 pasang.

7. Temperatur badannya berubah mengikuti lingkungan (poikiloterm), sebab belum
mempunyai lobus pengatur tubuh pada otaknya.
8. Pembuahan di luartubuh (external fertilisasi).
9. Stadium larva hidup secara aquatis dan akan mengalami metamorfosis.
Morfologi katak hijau terdiri dari kepala (caput), badan (trunctts), dan anggota
depan(extrimitas anterior) serta belakang (extimilas posterior). Dari morfologinya dapat
dibedakanantara katak jantan den katak betina. Perbedaan katak jantan dari betina:
1. Tubuh lebih kecil.
2. Terdapat pigmentasi di daerah mandibula.
3. Mempunyai bantalan kawin pada sisi luar medial jari pertama kaki depan.
4. Mempunyai sepasangkantong suara (saccus vocalis) pada rahang bawah yang
berfungsi sebagai resonansi suara, hanya katak jantan yang dapat bersuara.
Pengamatan morfologi luar (inspectio) pada hewan ini akan tampak bagian-bagian sebagai
berikut : caput (kepala), collum/servix (tidak jelas), trunchus/abdomen dan extremitas librea
(anggota badan bebas) berupa extremitas anterior (kaki depan) dan extremitas posterior (kaki
belakang) dilengkapi dengan selaput renang (membrane natatoria).
Pada daerah kepala akan nampak adanya lubang hidung (nares anteriores), celah mulut (rima
oris) jika akan dibuka akan nampak rongga mulut (cavum oris), organ penglihatan yang
dilindungi selaput tipis yang dapat digerakkan (membrane nictitans) dari bawah k eats,
kelopak mata atas (palpebrae superior) dan kelopak mata bawah (palpebrae inferior).
Tampak juga adanya selaput mendengar (membrane tympany) yang melekat pada cincin
tulang rawan annulus tympanycus yang melingkar.
Pada cavum oris setelah rima oris dibuka maka akan nampak rongga mulut yang dibentuk
oleh rahang atas (maxilla) dan rahang bawah (mandibulla). Di dalam rongga mulut terdapat :
1. Lubang hidung dalam (nares posteriors).
2. Gigi-gigi yang bentuknya sama (homodont), ada 2 jenis yaitu dentis maxillaries dan
dentis vomeris.
3. Palatum (langit-langit).
4. Pada sudut bawah kiri-kanan terdapat lubang yang berhubungan dengan membrane
tympany yaitu osteum tuba auditiva.
5. Aditus pharyngeum yaitu lubang yang menutup saluran cerna .

6. aditus larynges (lubang rima glotidis) menuju saluran pernafasan.
7. Porus vocalis yanitu lubang mandibulla yang menuju ke saccus vocalis (hanya pada
jantan).
8. Lingua bifida yang menggulung ke belakang karena pangkal lidah di ujung
mandibulla.
Kulit luar katak (Rana sp) selalu basah karena adanya kelenjar sekresi lendir yang sangat
banyak. Kulit mudah terlepas dari tubuhnya karena kulit dan otot terdapat kantong-kantong
limfa (saccus limphaticus). Setelah kulit dibuka melalui daerah ventral (perut) akan
adanya saccus limphaticus yaitu : SL. dorsalis (belakang/paling besar), SL. submandibularis
(bawah mandibula), SL. pectoralis (dada), SL. abdominalis (perut) SL. lateralis (perut
samping), SL. brachialis (lengan atas), SL. femoralis (paha) dan SL. crisalis (betis). Di
bawah saccus limphaticus terdapat otot-otot sebagai berikut, pada daerah dorsal akan anmpak
musculus dorsalis scapulae, latisimus dorsi dan longisimus dorsi sedanga pada daerah ventral
akan tampak musculus: submandibularis, pectoralis, rectus abdomonis, obliqus abdominis.
Pada extremitas tampak musculus femoralis (paha) dan gastrocnemius (betis).
Sedangkan untuk melihat berbagai organ dalam tubuh katak dilakukan diantaranya dengan
mengamati sistem saluran makanan, kelamin, dan kencing. Ventrikulus dapat dibedakan
manjadi bagian cardiac yaitu yang berhubungan dengan esophagus, dan bagian pylorus yaitu
yang berhubungan dengan intestinum. Usus atau intestinum dapat
dibedakan menjadi intestinum tenue(usus halus) dan intestinum crassum (usus besar).
Kelenjar pencernaan yang ada adalah hepar dan pancreas. Hepar terdiri atas bagian
kanan (lobus dexter) dan bagian kiri (lobos sinister).Dari hepar keluar saluran kelenjar yang
disebut ductus hepaticus yang fungsinya untuk menyalurkan empedu. Vesica fellea terletak di
antara kedua lobi tersebut. Dari vesica felleakeluar saluran yang disebut ductus cysticus.
Ductus hepaticus dan D. cysticus bersatu membentuk ductus choledochus yang berjalan
menuju usus halos melewati pancreas. Pankreas berwarna kekuningan melekat di antara
ventrikulus dan duodenum (bagian awal usus halos).Pankreas akan menyalurkan produknya
ke duodenum melalui saluran yang disebut dustus pancreaticus.
Sistem syaraf pada katak dapat dilihat setelah visceral dibuang sehingga nampak deretan
syarafperifer disepanjang ruas tulang belakang yang berjumlah 10 pasang dari atas ke bawah,
yaitu syaraf 1-3 bergabung membentuk flexus branchialis, syaraf 4-6 ke abdomen dan syaraf
7-9 membentuk flexus lumbosacralis/ ischiococcygeneus. Sampai di sini kita melihat bahwa

semakin maju organisme semakin kompleks system organ dan mekanisme distribusi produk
dari satu organ ke organ lain, tidak semata-mata melalui difusi.

2. Kesimpulan
Katak merupakan hewan yang tepat digunakan sebagai pendahuluan dalam mempelajari
struktur tubuh vertebrata tinggi, karena struktur tubuhnya jelas, mudah diamati dan
mempunyai kesamaan dengan hewan vertebrata tinggi. Sistem syaraf pada katak dapat dilihat
setelah visceral dibuang sehingga nampak deretan syarafperifer disepanjang ruas tulang
belakang yang berjumlah 10 pasang dari atas ke bawah, yaitu syaraf 1-3 bergabung
membentuk flexus branchialis, syaraf 4-6 ke abdomen dan syaraf 7-9 membentuk flexus
lumbosacralis/ ischiococcygeneus. Tubuh katak tersusun atas 3 macam otot, Otot lurik, Otot
daging gilig, Otot daging sfingter.

3. Daftar Pustaka
Anonim. 2010. Anatomi Rana sp. (Online).
Tersediahttp://biologigonz.blogspot.com/2010/03/anatomi-ikan mas.html. Diakses 16
Desember 2011.
http://faisalnento.blogspot.com/2012/06/laporan-praktikum-katak.html