Anda di halaman 1dari 10

DRAINASE PERKOTAAN

PRINSIP UTAMA DRAINASE PERKOTAAN

- KAPASITAS SISTEM ? HARUS CUKUP UNTUK MENAMPUNG AIR HUJAN YG AKAN DIBUANG KESUNGAI, DAN CUKUP DISERAPKAN KE TANAH

- TATA LETAK SISTEM ? SEGI HIDRAULIK, DAN TATA LETAK DALAM KAITANNYA DENGAN PRASARANA LAIN SEPERTI JALAN, PERUMAHAN, DLL, SERTA MEMPERHITUNGKAN KEMUNGKINAN UNTUK PERLUASAN KAPASITAS SISTEM DRAINASE

- STABILITAS SISTEM ? SEGI STRUKTURAL, KEAWETAN, DAN KEMUDAHAN O&M

- MENGALIRKAN SECARA GRAVITASI ? SEBISA MUNGKIN MEMANFAATKAN GRAVITASI UNTUK MENGALIRKAN AIR (LEBIH EKONOMIS)

-MINIMALISASI PEMBEBASAN TANAH ? MENCARI JALUR TERPENDEK AGAR PEMBEBASAN TANAH KECIL.

MENGALIRKAN AIR (LEBIH EKONOMIS) -MINIMALISASI PEMBEBASAN TANAH ? MENCARI JALUR TERPENDEK AGAR PEMBEBASAN TANAH KECIL.

Drainase di perkotaan dapat dilakukan dengan menggunakan :

1. Waduk

2. Kanal (Saluran) Terbuka dan Tertutup

3. Polder

di perkotaan dapat dilakukan dengan menggunakan : 1. Waduk 2. Kanal (Saluran)  Terbuka dan Tertutup

SALURAN

di perkotaan dapat dilakukan dengan menggunakan : 1. Waduk 2. Kanal (Saluran)  Terbuka dan Tertutup
MATERIAL SALURAN Umumnya saluran drainase terbuat dari material : Tanah, pasangan batu, dan beton
MATERIAL SALURAN Umumnya saluran drainase terbuat dari material : Tanah, pasangan batu, dan beton

MATERIAL SALURAN

Umumnya saluran drainase terbuat dari material : Tanah, pasangan batu, dan beton

Faktor yang harus dipertimbangkan dalam penentuan material :

1. Apakah dapat dialirkan secara gravitasi

2. Kecepatan yang diizinkan ?

3. Kekuatan struktur.

Saluran dari tanah jika tekstur tanah cukup keras dan topografi baik (tidak terlalu curam dan tidak terlalu landai ) tujuannya menghindari erosi dan sedimentasi

Saluran pasangan batu untuk tanah yg mudah lepas / tererosi dan kemiringan curam

Saluran dari beton untuk lahan yg terlalu miring dan terlalu datar dan tekstur tanah mudah lepas tujuannya untuk melindungi dari erosi serta memudahkan pengaliran air dengan volume kecil. disarankan untuk saluran sekunder atau tersier

SISTEM WADUK dan POLDER

Pada dasarnya bukanlah suatu keharusan, justru sebaiknya dihindari karena rumit, sulit, dan biayanya mahal. Namun, berbagai kondisi tidak selalu memungkinkan penanggulangan banjir hanya dengan sistem kanal atau saluran, sehingga terdapat kondisi dimana waduk dan polder dibutuhkan.

Pembangunan waduk dibutuhkan apabila saluran drainase utama harus bermuara ke lokasi yang sulit seperti :

1. laut dengan kondisi pasang yang tinggi sehingga dapat menyebabkan efek back water

2. sungai dengan muka banjir lebih tinggi dari saluran drainase utama, karena ada efek back

water.

efek back water 2. sungai dengan muka banjir lebih tinggi dari saluran drainase utama, karena ada

Perlu diketahui bahwa upaya menanggulangi banjir seperti gambar diatas dapat dilakukan juga dengan melakukan normalisasi sungai (Memperlebar/memperdalam)

Untuk perhitungan kapasitas waduk yang akan direncanakan, maka dibutuhkn luas wilayah, waktu pengaliran di saluran, waktu konsentrasi , koefisien pengaliran (tergantung land use), dan perbedaan muka air saluran dan badan penerima aliran, serta data iklim.

Pompa yang digunakan dalam sistem polder ada 2 jenis :

1. Archemidian Screw = untuk yang alirannya cenderung tetap (tidak berubah secara drastic)

2. Rotodynamic Pump = sentrifugal (kapasitas sedang, kuat desak tinggi) aksial (kapasitas

rendah-sedang, kuat desak rendah)

Rotodynamic Pump = sentrifugal (kapasitas sedang, kuat desak tinggi) aksial (kapasitas rendah-sedang, kuat desak rendah)

BANGUNAN RESAPAN AIR

1. SUMUR RESAPAN, MANFAATNYA :

BANGUNAN RESAPAN AIR 1. SUMUR RESAPAN, MANFAATNYA : 2. KOLAM RETENSI BANGUNAN PELENGKAP DRAINASE KOTA

2. KOLAM RETENSI

BANGUNAN RESAPAN AIR 1. SUMUR RESAPAN, MANFAATNYA : 2. KOLAM RETENSI BANGUNAN PELENGKAP DRAINASE KOTA

BANGUNAN PELENGKAP DRAINASE KOTA