Anda di halaman 1dari 1

TULI SENSORINEURAL

Tuli sensorineural disebabkan oleh kelainan atau kerusakan pada koklea (rumah
siput), saraf pendengaran dan batang otak sehingga bunyi tidak dapat diproses
sebagaimana mestinya. Perlu diketahui bahwa untuk mendengar dan mengerti
suatu bunyi diperlukan suatu proses penghantaran, pengolahan di telinga dalam,
dan dilanjutkan dengan interprestasi bunyi (di otak). Kadang dijumpai suatu kasus
fungsi penghantaran dan pengolahan baik, namun karena ada gangguan di otak,
maka bunyi tidak dapat diartikan.

Tuli sensorineural biasanya timbul sejak lahir dan dapat mengenai satu telinga atau
kedua telinga. Ketajaman pendengaran tidak selalu sama pada kedua telinga.
Sangatlah penting untuk memeriksa ketajaman pendengaran di kedua telinga
secara terpisah. Bila ada perbedaan ketajaman pendengaran yang terlalu signifikan
pada kedua telinga, test pendengaran mungkin akan memberikan hasil yang
membingungkan. Bila diperkirakan bahwa ada perbedaan antara kedua telinga,
maka “telinga yang lebih baik” harus diberikan dengan memberikan bunyi yang
keras. Tindakan ini disebut masking. Bila ini tidak dilakukan, maka gelombang suara
yang masuk ke telinga lebih buruk akan dihantar melalui tulang tengkorak dan
diterima oleh telinga yang sehat. Orang tersebut tidak akan menyadari perjalanan
gelombang suara dan dapat merespon seakan-akan dia mendengar suara dengan
jelas pada telinga yang buruk. Hal ini dapat memberi hasil yang membingungkan.

Untuk mengetahui penyebab tuli sensorineural itu sulit karena hampir 50%
penyebab dari tuli saraf sejak lahir tidak diketahui dengan pasti. Pada bayi yang
berusia 0-28 hari ada beberapa faktor resiko yang dicurigai sebagai gangguan
pendengaran. Meskipun demikian,hasil dari beberapa penelitian terhadap bayi yang
mempunyai faktor resiko hanya sekitar 40=50% saja yang mengalami ketulian.

Tuli sensorineural dapat timbul pada satu atau kedua telinga sejak lahir sampai
lanjut usia. Ada berbagai penyebab tuli ini dan beberapa diantaranya yang sering
duitenukan akan dibicarakan di sini. Faktor-faktor resiko tinggi yang penyebab tuli
sensorineural yaitu:

1. Tuli Bawaan (Genetik).

2. Tuli Rubella.

3. Tuli dan Kelahiran Prematur

4. Tuli Ototosik.