Anda di halaman 1dari 20

BAB I

PENDAHULUAN
Gangguan keseimbangan asam basa dapat mempengaruhi berbagai fungsi organ vital
seperti aktivitas enzim, pembekuan darah dan aktivitas neuromuscular. Tingkat
keasaman (pH) normal adalah 7,3 ! 7," dan tingkat keasaman #ang masih
memungkinkan untuk hidup adalah berkisar antara $,7 ! 7,%.
&
'sam merupakan molekul #ang mengandung atom(atom hidrogen #ang dapat
melepaskan ion(ion hidrogen dalam larutan. )edangkan basa adalah ion atau molekul
#ang dapat menerima ion hidrogen. *engaturan keseimbangan ion hidrogen dalam
beberapa hal sama dengan pengaturan ion(ion lain di dalam tubuh. )ebagai contoh,
untuk mencapai homeostasis, harus ada keseimbangan antara asupan atau produksi
ion hidrogen dan pembuangan ion hidrogen dari tubuh. )eperti pada ion(ion lain,
gin+al memainkan peranan kunci dalam pengaturan pengeluaran ion hidrogen. 'kan
tetapi, pengaturan konsentrasi ion hidrogen cairan ekstraseluler #ang tepat melibatkan
+auh lebih ban#ak hal daripada eleminasi sederhana ion(ion hidrogen oleh gin+al.
Terdapat +uga ban#ak mekanisme pen#angga asam basa #ang melibatkan darah, sel(
sel dan paru(paru #ang perlu untuk mempertahankan konsentrasi ion hidrogen normal
dalam cairan ekstraseluler dan intraseluler.
&,,
-eseimbangan asam basa sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia, oleh
karena itu sangat perlu untuk mengetahui fisiologi dan patofisiologi dari
keseimbangan asam basa tersebut, sehingga dapat memberikan terapi #ang tepat.
)ebagian besar kelainan asam basa mudah untuk di+elaskan, namun beberapa tetap
men+adi masalah. Terlebih lagi pendekatan tradisional menggunakan Handerson(
Hasselbach han#a memberikan interpretasi data dan bukan men+elaskan
patofisiologi.
,,3
*enilaian status keseimbangan asam(basa dengan metode Henderson(Hasselbach
terfokus pada korelasi pH, *./,, dan konsentrasi ion bikarbonat (H./3), serta
dipergunakan sebagai baku emas evaluasi keseimbangan asam basa selama beberapa
&
dekade. 0eskipun demikian metode Henderson(Hasselbach memiliki beberapa
kelemahan, antara lain tidak dapat mendeteksi gangguan keseimbangan asam basa
terutama pada kasus dengan gangguan metabolik #ang kompleks, misaln#a pada
penderita hipoalbuminemia.
"
*endekatan keseimbangan asam(basa #ang saat ini dikembangkan dikenal dengan
metode fisikokimia )te1art. *endekatan fisikokimia )te1art dapat menggambarkan
dan akurat menentukan adan#a asidosis metabolik. 2amun, pendekatan ini sangat
sulit karena ban#akn#a parameter laboratorium #ang harus diukur, sehingga men+adi
pen#ebab terhambatn#a aplikasi di tempat dengan sumber da#a #ang terbatas.
"
Terdapat pro dan kontra dalam penggunaan pendekatan mana #ang lebih ungul dalam
mendiagnosis dan menentukan terapi #ang akurat dalam kelainan asam basa.
*endekatan )te1art sendiri merupakan pendekatan baru #ang menantang pendekatan
tradisional #ang sudah digunakan selama puluhan tahun. *endekatan )te1art sendiri
pun tengah dikembangkan agar nantin#a dapat dipakai berguna untuk kepentingan
klinis.

,
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Asam Basa
2.1.1 Asam dan Basa
3on hidrogen adalah proton tunggal bebas #ang dilepaskan atom hidrogen. 0olekul
#ang melepaskan atom(atom hidrogen disebut dengan asam. 'sam merupakan
subtansi kimia #ang dapat berperan sebagai pemberi proton (donor proton( H
4
). )atu
contoh asam adalah asam hidroklorida (H.5) #ang dapat berionisasi dalam air
membentuk ion(ion hidrogen (H
4
) dan ion(ion klorida (.l
(
).
&
6asa adalah ion atau molekul #ang dapat menerima ion hidrogen. .ontoh dari basa
adalah ion bikarbonat (H./3
(
) karena dia dapat bergabung dengan satu ion h#drogen
untuk membentuk H,./3. 7emikian +uga dengan H*/"
,(
adalah suatu basa karena
dapat menerima satu ion h#drogen untuk membentuk H,*/". *rotein(protein dalam
tubuh +uga berfungsi sebagai basa, karena beberapa asam amino #ang membangun
protein dengan muatan akhir negatif siap menerima ion(ion h#drogen. *rotein
hemoglobin dalam sel darah merah dan protein(protein dalam sel tubuh #ang lain
merupakan basa(basa tubuh #ang sangat penting.
&,,

2.1.2 Asam-Basa Yang Kuat dan Lema
'sam kuat adalah asam #ang berdisosiasi dengan cepat dan terutama melepaskan
se+umlah besar ion H
4
dalam larutan. .ontohn#a adalah H.l. 'sam lemah
mempun#ai lebih sedikit kecenderungan untuk mendisosiasikan ion(ionn#a, oleh
karena itu kurang kuat melepas H
(
. .ontohn#a adalah H,./3.
,

)uatu basa kuat adalah basa #ang bereaksi secara cepat dan kuat dengan H
(
, oleh
karena itu dengan cepat menghilangkann#a dari larutan. .ontohn#a #ang khas adalah
/H
(
, #ang bereaksi dengan H
(
untuk membentuk air (H,8). 6asa lemah #ang khas
adalah H.83
(
, karena H.83
(
berikaan dengan H
4
secara +auh lenih lemah daripada
3
/H
(
. -eban#akan asam dan basa dalam cairan ekstraseluler #ang berhubungan
dengan pengaturan asam(basa normal adalah asam dan basa lemah.
,,$
2.1.! K"nsent#asi I"n Hid#"gen dan $H %ai#an Tu&u N"#ma'
-onsentrasi ion hidrogen darah secara normal dipertahankan dalam batas ketat suatu
nilai normal sekitar 8,8888" m9:;liter (&8n9:;liter). <ariasi normal han#a sekitar 3
sampai n9:;liter, tetapi dalam kondisi #ang ekstrem, konsentrasi ion hidrogen dapat
bervariasi dari serendah &8n9:;liter sampai setinggi &$8 n9:;liter tanpa
men#ebabkan kematian.
,
-arena konsentrasi ion hidrogen normaln#a adalah rendah dan karena +umlah #ang
kecil ini tidak praktis, biasan#a konsentrasi ion hidrogen disebut dalam skala
logaritma, dengan menggunakan satuan pH. pH berhubungan dengan konsentrasi ion
hidrogen #ang sebenarn#a melalui rumus berikut ini (konsentrasi ion hidrogen =H
4
>
din#atakan dalam ekuivalen per liter)?
pH @ log & @ ( log =H
4
>

=H4>
)ehingga *H normal adalah !log ("8 A &8
(%
), #aitu 7,"8.
7ari rumus tersebut, dapat dilihat bah1a pH berhubungan terbalik dengan konsentrasi
ion hidrogenB oleh karena itu, pH #ang rendah berhubungan dengan konsentrasi ion
hidrogen #ang tinggi dan pH #ang tinggi berhubungan dengan konsentrasi ion
hidrogen #ang rendah.
,
2ilai pH normal darah arteri adalah 7,", sedangkan pH darah vena dan cairan
interstisial sekitar 7,3 akibat +umlah ekstra karbon dioksida (./,) #ang dibebaskan
dari +aringan untuk membentuk H,./3 dalam cairan(cairan ini (tabel ,.3). -arena pH
normal darah arteri adalah 7,", seseorang diperkirakan mengalami asidosis saat pH
turun di ba1ah nilai ini dan mengalami alkalosis saat pH meningkat di atas 7,". batas
rendah pH di mana seseorang dapat hidup lebih dari beberapa +am adalah sekitar $,C,
dan batas atas adalah sekitar 7,C.
&,,
"
2.2 Pengatu#an PH N"#ma'
0etabolisme tubuh akan menghasilkan asam. 'sam(asam #ang diproduksi di dalam
tubuh adalah asam respiratorik dan asam non(respiratorik (metabolik). 'sam
respiratorik adalah ./. )edangkan asam metabolik adalah laktat, piruvat dan keton.
9liminasi asam respiratorik sekitar &, mol setiap harin#a dieliminasi oleh paru(paru.
'sam metabolik #ang dihasilkan setiap harin#a han#a sekitar 8,& mol (&88 m9:).
'sam ini akan dieliminasi di gin+al atau di metabolisme di hati.
'da 3 mekanisme #ang mempertahankan nilai pH agar tetap dalam batas normal
dalam cairan tubuh, #aitu?
,
&. *en#angga kimia
)istem buffer adalah zat kimia #ang terdapat dalam cairan tubuh #ang
mempun#ai kemampuan untuk men#esuaikan pH apabila ter+adi penambahan
se+umlah asam atau basa ke dalam cairan tubuh. )istem buffer bisa merupakan
campuran asam lemah dan garam alkalin#a atau campuran basa lemah dan
garam asamn#a.
*en#angga #ang penting dalam tubuh adalah H,./3 dan 2aH./3 atau
-H./3, garam H*/", protein dengan garam alkalin#a, H *rotein dan 6
*rotein, 6 adalah kation seperti 2a dan -.
3
'da " sistem pen#angga di dalam tubuh
&,$
a) )istem pen#angga bikarbonat(asam karbonat (H./3(H,./3).
0erupakan sistem pen#angga #ang utama dalam tubuh dan berfungsi
terutama dalam cairan ekstrasel. *ada proses metabolisme normal,
keban#akan asam organik dan anorganik #ang terbentuk lebih kuat dari
H,./3. hal ini menimbulkan reaksi sebagai berikut ?
H.l 4 2aH./3 H,./3 4 2a.l
H,./3 H,/ 4 ./,

6ila suatu basa seperti 2a/H memasuki tubuh atau terbetuk dalam
tubuh, maka akan bereaksi dengan ./, membentuk bikarbonat dengan
+alan sbb?
2a/H 4 H,./3 2aH./3 4 H,/
-arbon dioksida (./,) diproduksi secara kontin#u melalui proses
metabolisme, oleh karena itu setiap basa #ang masuk kedalam tubuh
dengan segera diubah men+adi bikarbonat.

b) )istem pen#angga fosfat.
)istem pen#angga ini terutama berperan dalam eritrosit dan sel tubulus
gin+al #ang berperan mengatur ekresi ion H.3on fosfat terdapat dalam ,
bentuk, #aitu H*/"
(
dan H,*/"
(
. *enambahan asam kuat seperti H.l
akan menimbulkan reaksi sebagai berikut ?
H.l 4 2a,H*/" 2a.l 4 2aH,*/"
7engan kata lain asam kuat diubah men+adi garam netral 2a.l oleh
garam pen#angga fosfat #ang berubah bentuk dari basa lemah men+adi
asam lemah.
7engan cara serupa, basa kuat seperti 2a/H akan menimbulkan reaksi
sebagai berikut ?
2a/H 4 2aH,*/" 2a,H*/" 4 H,/
'tau dengan kata lain basa kuat akan diubah men+adi air oleh garam
pen#angga fosfat #ang mengalami perubahan bentuk dari asam lemah
men+adi basa lemah.
,
c) )istem pen#angga protein.
$
)istem pen#angga ini terutama berfungsi dalam sel +aringan dan +uga
didalam plasma.*rotein tubuh bertindak sebagai anion pada pH #ang
alkalis, dalam bentuk asam (H(*rotein) atau sebagai basa (6(*rotein).
7engan cara ini protein dapat melepas atau mengikat ion H sesuai
dengan kebutuhan.
d) )istem pen#angga hemoglobin.
,
Hb beker+a sebagai asam lemah dan membentuk sistem pen#angga
dengan basa kuat seperti bikarbonat dan fosfat.
./, #ang dibentuk selama proses metabolisme +aringan akan berdifusi
ke dalam rongga +aringan, ke dalam plasma dan kemudian ke dalam sel
darah merah. 7i dalam sel darah merah dengan perantara enzim
karbonik anhidrase, ./, akan diubah men+adi H,./3 #ang segera
terurai men+adi H
4
dan H./3
(
. H
4
akan diikat oleh Hb
(
membentuk
HHb, sedangkan H./3
(
akan diikat oleh ion kalium di dalam sel darah
merah membentuk -H./3. bila konsentrasin#a telah melampaui
kadarn#a di dalam plasma, maka bikarbonat akan berdifusi ke dalam
plasma dan untuk men+aga keseimbangan elektronetralitas, maka ion
klorida akan memasuki sel darah merah membentuk -.5, +adi ?
./, 4 H,/ H,./3 (H
4
) 4 (H./3
(
)
(H
4
) 4 (Hb
(
) HHb
(H./3
(
) 4 (-
4
) -H./3 di dalam sel darah merah
-H./3 (-
4
) 4 (H./3
(
) masuk ke dalam plasma
*lasma (.l
(
) sel darah merah -.l
7
,. 0ekanisme kompensasi respirasi.
,
Garis pertahanan kedua terhadap gangguan asam basa adalah pengaturan
konsentrasi ./, cairan ekstraselular oleh paru(paru. 7alam persamaan
Henderson(Hasselbalch, kita melihat bah1a peningkatan *'./, cairan
ekstraselular akan menurunkan pH, sedangkan penurunan *'./, akan
meningkatkan pH. /leh karena itu, dengan men#esuaikan *'./, meningkat
atau menurun, paru(paru secara efektif dapat mengatur konsentrasi ion
hidrogen cairan ekstraselular. *eningkatan ventilasi akan menurunkan ./,
dari cairan ekstraselular #ang melalui ker+a massa, akan mengurangi
konsentrasi ion hidrogen. )ebalikn#a, penurunan ventilasi akan meningkatkan
./,, +adi +uga meningkatkan konsentrasi ion hidrogen dalam cairan
ekstrselular.
3. 0ekanisme kompensasi gin+al.
7alam keadaan normal gin+al berperan dalam keseimbangan asam basa
melalui 3 cara, #aitu ?
&
a) Deabsorpsi ion bikarbonat.
*ada keadaan normal, dengan la+u filtrasi glomerulus &,8 ml;menit
dengan kadar H./3 serum ," m9:;l, gin+al harus mereabsorpsi "888
m9:;l H./3. Hal ini berlangsung melalui proses pertukaran ion H
(sekresi sel tubulus gin+al) dengan ion 2a tubulus.
)ekresi ion H pada tubulus melalui enzim karbonik anhidrase #ang
bertindak sebagai katalisator, seperti reaksi berikut ini ?
./, 4 H,/ H,./3 H
4
4 H./3
(

3on H akan bereaksi dengan H./3 di tubulus men+adi H,./3,
kemudian men+adi H,/ dan ./,. )elan+utn#a H,/ diekskresi dalam
bentuk urin sedangkan ./, diabsorbsi oleh sel tubulus.
C
3on 2a dalam urin masuk ke dalam sel tubulus dan bergabung dengan
H./3. )elan+utn#a terurai kembali men+adi ion H./3 dan 2a,
kemudian ion H./3 masuk ke plasma dan cairan ekstrasel.
b) 'sidifikasi garam pen#angga.
0ekanisme pertukaran #ang serupa ter+adi antara ion H dari sel tubulus
dan berbagai garam 2a #ang terdapat dalam urin, seperti garam
2a,H*/" #ang merupakan garam terban#ak. Garam ini berdisosiasi
men+adi ion 2a dan 2aH*/", selan+utn#a ion 2a direabsorpsi.
)ebalikn#a ion H bergerak ke urin bergabung dengan 2aH*/"
membentuk 2aH,*/" #ang akan diekskresikan, dengan demikian
kelebihan ion H
4
dalam tubuh dibuang melalui urin.
c) 9kskresi amoniak.
2H3 terbentuk pada sel tubulus gin+al sebagai hasil oksidasi asam
amino. 2H3 diubah men+adi 2H" (bergabung dengan ion H) dan
dieksresikan ke urin dalam bentuk 2H".l. 7iamping itu 2H3 bisa
diubah men+adi urea dihati dan kemudian dieksresikan oleh gin+al.
2.! Pende(atan Ste)a#t
2.!.1 Asa' *u'a Pende(atan Ste)a#t
*endekatan tradisional menggunakan Handerson(Hasselbach di kritik (&) han#a
mendeskripsikan dan tidak bisa men+elaskan mengenai ke+adian alamiahn#a serta (,)
terbatas pada beberapa ruang lingkup dan tidak membuat diagnosis lengkap pada
pasien dengan gangguan #ang kompleks. )ebalikn#a, beberapa orang perca#a bah1a
pendektan )te1art dapat men+elaskan bagaimana mekanisme alamiah dan lebih
men+angkau ban#ak ruang lingkup serta mampu mendeteksi kelainan #ang
tersembun#i #ang penting.

)te1art menantang pendekatan tradisional #ang menggunakan metode bikarbonat


untuk mendiagnosa dan mera1at gangguan asam basa dengan menggunakan
%
pendekatan #ang berdasarkan pada perbedaan kation dan anion kuat. 2amun
pendekatan ini tidak menarik ban#ak perhatian hingga a1al tahun &%%8, dimana pada
tahun itu telah dilakukan investigasi #ang men#ederhanakan hingga dapat digunakan
dalam lingkungan klinis. Hal ini lalu diikuti oleh ban#akn#a publikasi #ang
membandingkan kegunaan antara pendekatan tradisional dan pendekatan )te1art
dalam mendiagnosa dan memberikan prognosa. 2amun tern#ata pendekatan )te1art
ini tidak diakui oleh para 2efrologis dengan sedikitn#a +urnal #ang dikeluarkan berisi
tentang pendekatan )te1art. Hal ini harus dirubah karena bagaimanapun seorang
2efrologis harus berker+asama dengan 'nestesilogis #ang rutin menggunakan metode
ini. *endekatan )te1art harus digunakan guna memahami tentang gangguan asam
basa.

2.!.2 P#insi$ Umum


Tubuh manusia tersusun utama oleh air. 'ir apabila terionisasi men+adi H,8 H
4
4
/H
(.
7isosiasi air mempun#a nilai konstan (-1@ =H
4
>=/H
(
>) dan dipengaruhi oleh
perubahan suhu, elektrolit #ang terlarut dan komponen seluler. 7engan kata lain,
apabila ter+adi peningkatan H
4
maka /H
(
a+an turun dan sebalikn#a.
3
'ir men+adi basa ketika suhu turun (saat suhu 8
o
., pH men+adi 7,) dan men+adi
asam saat suhu menigkat (saat suhu &88
o
., pH men+adi $.&). -eseimbangan asam
basa beru+ung pada perubahan ion H
4
di darah arteri #ang mencerminkan keadaan
cairan ekstraseluler. *erubahan keaadan ion, elektrolit, dan tekanan karbon dioksida
dapat mempengaruhi cairan ekstraseluler.
3
.airan ekstaseluler berisi sel dan partikel, gas #ang terlarut, dan ion #ang terdisosiasi.
)emua hal tersebut mempengaruhi dera+at disosiasi air. *artikel #ang terdisosiasi di
cairan ekstraseluler mengikuti 3 hukum?
3
&. 9lecrtical 2eutralit# ? dimana listrik postifi harus seimbang dengan
listrik negative.
,. 0ass .onservation ? +umlah substansi di ekstraseluler harus sama
kecuali ditambah, dikeluarkan, dibentuk dan dihancurkan.
&8
3. -eseimbangan disosiasi untuk seluruh substansi #ang tidak terdisosiasi
sempurna seperti albumin, pospat dan karbonat harus tercapai.
Hal utama dari pendekatan )te1art adalah konsep independent dan dependent
variable dalam keseimbangan asam basa. 0enurut )te1art, independent variable
adalah mereka #ang bisa mempengaruhi variable lain dan dependent variable adalah
mereka #ang tidak bisa mempengaruhi variable lain.
3,",

6erdasarkan definisi )te1art, H
4
, H./3
(
,/H
(
, ./3
,(
, '
(
, 'H masuk dalam variabel
dependent dan dipengaruhi oleh tiga variabel independent #aitu )37, *./, dan
'T/T. *endekatan )te1art mirip dengan pendekatan tradisional pada masalah
respirasi dimana ter+adi permasalahan utama pada *./,. 2amun pada masalah
metabolik terdapat perbedaan, dimana )te1art mengatakan bah1a permasalah utama
adalah terletak pada )37 dan 'T/T dan bukan bikarbonat.
3,",

2.!.2.1 St#"ng I"n Diffe#en+e ,SID)
)trong 3ons 7iffeence adalalah perbedaan antara kation kuat dan anion kuat
#ang terdisosiasi untuk dalam menentukan pH fisiologis. 3on kuat #ang ban#ak
terdapat pada cairan eAtraseluler adalah 2atrium dan -lorida. 3on kuat penting
lainn#a adalah -
4
, )/"
,(
, 0g
,4
,.a
,4
.
3,
*enghitungan )37 dapat dengan?
)37@(=2a
4
>4=-
4
>4=.a
,4
>4=0g
,4
>) ( (=.l
(
> 4 =other strong anions>) @ =H./3
(
> 4 ='
(
>
&&
Gambar &. Hubungan antara )37, anion gap ('G), dan bikarbonat pada individu
normal
)37 dapat dihitung dengan dari perbedaan antara dissosiasi sempurna dari
kation dan anion atau dari penghitungan antara bikarbonat dan '
(
, dimana '
(
adalah seluruh non bikarbonat buffer seperti albumin, pospat, dan hemoglobin.
2ilai dari )37 ini selalu positif dan seimbang melalui mekanisme pen#angga
terutama dari phosphate, albumin dan bikarbonat. )37 mempun#ai peranan
mengatur disosiasi air. *eningkatan nilai )37 akan menurunkan pembebasan ion
H#drogen dari air sehingga men#ebabkan alkalosis. 6egitu +uga sebalikn#a,
penurunan nilai )37 akan meningkatkan pembebasan H#drogen air #ang
mengakibatkan asidosis.

&,
Gambar ,. Hubungan antara )3G dan E'G
)aat ada anion #ang tidak normal, akan ada +arak antara )37. Farak ini dapat
dihitung dengan mengurangi perbedaan antara ion kuat ()37a) dengan
tambahan dari pen#angga bikarbonat dan non bikarbonat.()37e). *erbedaan ini
disebut sebagai strong ion gap ()3G) dan merupakan tanda dari adan#a anion
abnormal.

2.!.2.2 AT-T
'tot adalah konsentrasi total dari asam lemah. Gang termaksud dalam asam
lemah disini adalah albumin dan phosphate. 7era+at dari disosiasi asam lemah
ini mempengaruhi suhu dan +uga pH. *enghitungan asam total ini dengan?
3,
='T/T> @ =H'> 4 ='
(
>
-egagalan dalam memperhitungkan +umlah 'tot ini merupakan kelemahan dari
metode tradisional dalam menentukan keadaan asam basa pada pasien dengan
kondisi buruk. Hipoalbuminemia berhubungan dengan masalah pada hepar dan
+uga berhubungan dengan resusitasi cairan dan kebocoran pembuluh darah.
Hipopospatemia berhubungan dengan malnutrisi, diuresis dan hemodilutional.
Hiperpospatemia berhubungan dengan gagal gin+al. *enurunan dari serum
albumin dan pospat mengakibatkan metabolic alkalosis. )edangkan
hiperpospatemia megakibatkan metabolic asidosis.
3
&3
2.!.2.! P%-2
)alah satu sumber asam di tubuh adalah karbon dioksida #ang terbentuk sebagai
hasil dari metabolisme aerobik. Deaksi antara karbon dioksida dan air
menghasilkan &,.88m9: Hidrogen per harin#a dan sebagian besar di
keluarkan melalui paru(paru. -adar karbon dioksida ditentukan oleh hasil
produksi +aringan dan +uga ventilasi dari alveolus. )ebagai perbandingan, gin+al
han#a mengeluarkan ,8(78m9: dari ion hidrogen setiap harin#a.
3

-arbon dioksida dalam tubuh terbagi dalam empat bentuk ? karbon dioksida
(./,) , asam karbonat (H,./3), ion bikarbonat (H./3
(
) dan ion karbonat (./3).
9liminasi utama dari asam volatile adalah oleh hemoglobin (Hb). 7eoA#Hb
adalah basa kuat dan akan ter+adi peningkatan pH #ang tinggi dalam darah vena
bila Hb tidak mengikat oksigen hasil metabolisme oksidatif. 7arah vena
mengandung &.$Cmmol;5 lebih ban#ak ./, dari pada darah arteri ? dimana
$H sebagai H./3
(
dan H
4
#ang diikat hemoglobin, ,7H sebagai
carbaminohemoglobin dan CH terlarut.
3
-arbon dioksida mempun#a sifat mudah menembus membrane sel. 7i dalam
sel darah merah, ./, dan H,8 bergabung dengan bantuan carbonic anh#drase
#ang membentuk H,./3 #ang nantin#a akan berionnisasi men+adi hidrogen dan
bikarbonat. H#drogen diikat oleh deoA#Hb sementara bikarbonat dipompa
secara aktif keluar dari sel. -lorida lalu bergerak masuk kedalam untuk
men#eimbangkan electroneutralit#. *eningkatan pesat dari *./, (respirasi
asidosis) menggangu sistem ini dan mengakibatkan turunn#a pH dengan cepat.
3
2.!.! Penggunaan K'inis Pende(atan Ste)a#t
Tu+uan utama dari metode analisa masalah asam basa adalah mengembangkan
klasifikasi #ang dapat digunaka secara klinis. *endekatan tradisional membagi
masalah asam basa men+adi $ kelainan utama? metabolik asidosis, metabolic
alkalosis, akut dan kronis respirasi asidosis dan acute dan kronis repsirasi alkalosis.

&"
Tabel &. -lasifikasi *rimer -elainan 'sam 6asa
*ada pendekatan )te1art, klasifikasi dari gangguan asam basa berdasarkan perubahan
dari 3 IindependentJ variabel, #aitu *./,, )37 dan 'T/T?
2.!.!.1 .angguan /es$i#asi
*engklasifikasian masalah respirasi tidak ada perbedaan dari pendekatan
tradisional dimana #ang men+adi faktor penentuan karena perubahan *./,. Hal
ini didasarkan karena ./, memgang peranan utama dalam menentukan asam
basa #ang berhubungan dengan fungsi respirasi. *enignkatan *./,
mengakibatkan respirasi asidosis dan penurunan dari *./, men#ebabkan
respirasi alkalosis.

2.!.!.2 .angguan *eta&"'i(


*engklasifikasian untuk gangguan metabolic berbeda dari pendekatan
tradisional karena mengutamakan perubahan baik )37 dan 'T/T daripada
perubahan pada bikarbonat. Kntuk masalah metabolic sendiri bisa dibagi
men+adi ,, #aitu? masalah pada )37 dan masalah pada 'T/T.

0asalah pada )37 bisa dibagi men+adi masalah pada air dan tidak seimbang
dari ion kuat. )37 menurun di asidosis metabolik dan meningkat di metabolik
&
alkalosis. *ada keadaan kelebihan dan kekurangan air dapat memperngaruhi
konsentrasi ion kuat. Hal ini disebut sebagai dilutional acidosis dan
concentratial alkalosis. *ada masalah tidak seimbang dari ion kuat, dapat
ditentukan dengan mengukur )3G. 7engan mengetahui nilai )3G kita bisa
mengklasifikasi lebih +auh tentang metabolik asidosis. *ada metabolik asidosis
h#perchloremic, effective dan apparent )37 berkurang dan nilai )3G tetap atau
mendekati 8. *ada metabolik asidosis 'G, apparent )37 tidak berubah namun
effective )37 berkurang dan )3G men+adi positif.

)atu kema+uan #ang menon+ol dari pendekatan )te1at dibandingkan dengan


pendekatan tradisional adalah kemampuan mengklasifikias gangguan asam basa
dari hasil perubahan 'T/T. 'T/T mempresentasikan seluruh pen#angga
nonbikarbonat #ang teridiri dari serum protein terutama albumin, pospat dan
pen#anga lainn#a #ang mempun#ai peran kecil. 7asar dari klasifiaksi ini,
apabila ter+adi peningkatan serum protein akan men#ebabkan metabolik asidosis
dan penurunan serum protein akan mengakibatkan metabolik alkalosis.

2.!.0 Pe#&andingan Pende(atan Ste)a#t dan Hande#s"n-Hasse'&a+


)elain penggunana 'T/T, perbedaan utama dari pendekatan )te1art dan pendekatan
tradisional adalah penggunaan )37 dan )3G dan bukan han#a bikarbonat dan 'G
dalam mendiagnosis kelainan metabolik. 2amun masih dipertan#akan penggunan
pendekatan #ang manakah #ang lebih bagus dalam mendiagnosis kelaian asam basa.

*ada penelitian #ang dilakukan Lencl et al #ang dilakukan pada &, pasien pera1atan
intensive, dimana %$H menderita hipoalbuminemia #ang parah (konsentrasi serum
albumin diba1ah 3 )7). 0etode )te1art berhasil mendiagnosis metaboolik asidosis
pada ,8 pasien dengan 69 #ang normal dan ,, pasien dengan biakrbonat #ang
normal. Lencl berpendapat bah1a kadar 69 dan bikarbonat #ang normal dikarenakan
karena kompensasi hipoalbuminemik alkalosis. 2amun dengan menggunakan koreksi
'G, pendekatan tradisional +uga mampu untuk mendiagnoasa gangguan #ang
tersembun#i.

&$
*ada penelitian observasi #ang dilakukan oleh 7ubin et al pada %3 pasien intensive,
pendekatan )te1art mendeteksi masalah metabolic pada &3& pasien (&"H) pasien
dengan normal bikarbonat dan 69 sedangkan pendekatan tradisional membuat
diagnosis #ang sama pada &8C pasien (&3H). 2amun pendekatan )te1art gagal untuk
mendiagnosa gangguan asam basa pada ,7 pasien (3H) dibandingakan dengan
pendekatan tradisional #ang menggunakan koreksi 'G.

Tu+uan utama dari pendekatan asam basa adalah untuk membantu klinisi dalam
membuat diagnosis #ang akurat dan keputusan dalam menentukan pengobatan. 7ari
beberapa penelitian, didapatkan hasil bah1a pendekatan )te1art tidak menun+ukan
hasil #ang lebih unggul dari pendekatan tradisional. 6eberapa penelitan sedang
dilakukan untuk mengembangkan pendekatan )te1art sehigga diharapkan nantin#a
bisa berguna secara klinis.

&7
BAB III
KESI*PULAN
'sam merupakan molekul #ang mengandung atom(atom hidrogen #ang dapat
melepaskan ion(ion hidrogen dalam larutan. )edangkan basa adalah ion atau molekul
#ang dapat menerima ion hidrogen. *engaturan keseimbangan ion hidrogen dalam
beberapa hal sama dengan pengaturan ion(ion lain di dalam tubuh. *engaturan ada
melalui mekanisme pen#angga, kompensasi respirasi dan +uga kompensasi gin+al.
Gangguan keseimbangan asam basa adalah masalah #ang serius karena dapat
mempengaruhi berbagai fungsi organ vital seperti aktivitas enzim, pembekuan darah
dan aktivitas neuromuscular. Tingkat keasaman (pH) normal adalah 7,3 ! 7," dan
tingkat keasaman #ang masih memungkinkan untuk hidup adalah berkisar antara $,7
! 7,%.
)elama puluhan tahun, metode #ang dipakai untuk mendiagnosis dan menentukan
terapi pada pasien dengan masalah asam basa adalah menggunakan metode
tradisional #aitu pendekatan Handerson(Hasselbach. *endekatan tradisional ini
mendapat ban#ak kritikan karena han#a dapat menginterpretasi data dan tidak dapat
men+elaskan patofisiologi dari kelainan asam basa. 0etode baru #aitu pendekatan
)te1art menantang pendekatan tradisional #ang lama digunakan oleh para klinisi.
-eunggulan dari metode )te1art adalah dapat mendiagnosis gangguan asam basa
pada pasien #ang menderita pen#akit kompleks. )te1art mempun#a prinsip umum
bah1a #ang digunakan sebagai patokan adalah variabel independent dan variabel
dependent. <ariabel independent dapat mempengaruh variabel dependent, namun
variabel dependent tidak dapat mempengaruhi balik. Gang termaksud dalam variabel
independent adalah )37, 'T/T, dan *./, sedangkan #ang termaksud dalam variable
dependent adalah H
4
, H./3
(
,/H
(
, ./3
,(
, '
(
, 'H. *engklasifikasian menurut )te1art
&C
dalam masalah repsirasi menggunan *./, sama seperti pada pendekatan tradisional
namun berbeda dalam masalah metabolic dimana )te1art menggunakan )37 dan
'T/T ketimbang menggunakan bikarbonat.
6an#ak telah dilakukan penelitian #ang mengu+i antara pendekatan )te1art dengan
pendekatan Handerson. 2amun )te1art tidak menun+ukan hasil #ang lebih unggul
dari pendekatan tradisional. )te1art masih merupakan metode #ang baru. 6an#ak
penelitian #ang diker+akan untuk membuat pendekatan )te1art nantin#a berguna
untuk kepentingan klinis.
&%
DA1TA/ PUSTAKA
1. 0angku. G, )enapathi TG'. -eseimbangan 'sam 6asa. 7alam ? 6uku '+ar
3lmu 'nestesia dan Deanimasi. Fakarta. ,8&8. Hal 3&(3,7.
2. Gu#ton '., Hall, F9. 'cid 6ase 6alance. &%%$. 3n ? Text Book of Medical
Physicology, *HiladelpHia ? M6 )aunders .ompan#.
3. 2elingan *, 7eutschman .. 'cid 6ase 6alance in .ritical .are 0edicine.
,88. Kniversit# of *enns#lvania.
". -urinia D, Harlian# 9, Hilmanto 7. *erbandingan 0etode Lencl()te1art #ang
7isederhanakan dan Ligge()te1art dengan 0etode Henderson(Hasselbalch
untuk 7iagnosis 'sidosis 0etabolik. ,8&8. Lakultas -edokteran Kniversita
*ad+a+aran.
. Dastegar '. .linical Ktilit# of )te1artNs 0ethod in 7iagnosis and
0anagement of 'cid(6ase 7isorders. ,88%. Gale Kniversit# )chool of
0edicine.
6. 0organ, G9, 0ikhail, 0), 0urra#, 0). 'cid 6ase 6alance. ,88$. 3n ?
Clinical Anesthesiology, Lourth edition. 2e1 Gork? 5ange 0edical
6ooks;0cGra1(Hill.
,8