Anda di halaman 1dari 4

Zhong Li Quan

Zhong Li Quan merupakan dewa tertua kedua dari Delapan Dewa, selain itu juga pemimpin dari
diantara mereka. Ia juga dikenal sebagai Han Zhong Li atau Zhong Li dari Han karena dilahirkan
pada zaman dinasti Han. Ia memiliki ciri khas dengan kipas dari daun palem yang dapat
membangkitkan orang-orang mati. Ia memiliki nama keluarga yang unik dari yang lain dan sangat
jarang yaitu Zhong Li.
Berasal dari Yantai, konon Zhong Li Quan adalah panglima perang dinasti Han yang memilih hidup
bertapa di usia lanjutnya. Suatu ketika saat ia lahir, terdapat suatu cahaya yang sangat menyilaukan
menerangi disekitar kamarnya. Sejak itu, ia tidak berhenti menangis sampai tujuh hari setelah
kelahirannya. Ada juga beberapa sumber yang lain yang mengatakan bahwai ia adalah seorang wakil
panglima yang lari ke daerah pegunungan yang pada saat itu ia kalah dalam perang melawan
bangsa Tibet. Di sana ia ditahbiskan oleh lima dewa Taoismeuntuk menjadi seorang calon dewa.
Beberapa ratus tahun kemudian, dialah yang mengajari L Dong Bin untuk menjadi seorang dewa.
Lalu berberapa sumber yang lain juga mengatakan ia bertemu dengan seorang pendeta Tao di suatu
hutan yang setelah diminta, memeberikan resep untuk menjadi seorang dewa. Tidak lama setelah
meninggalkannya, Zhong Li Quan ingin bertemu dengan pendeta tersebut untuk terakhir kalinya dan
terkejut saat mendapati gubuk tersebut telah lenyap.
Beberapa cerita lagi dikisahkan ia membagikan uang logam perak pada orang-orang miskin pada
suatu bencana kelaparan. Satu hari, dinding gubuknya rubuh saat ia sedang bermeditasi dan
menemukan lambang dari batu pualam yang berisi resep menjadi seorang dewa. Ia akhirnya
mengikuti petunjuk tersebut kemudian berubah menjadi seorang dewa dalam selubungan asap putih
yang tebal dan menjulang tinggi.
Zhong Li Quan biasa digambarkan sebagai seorang yang tinggi besar dan berperut buncit serta
bertelanjang dada dengan kumis dan janggut yang panjang, berserta kedua kunciran rambut di
rambutnya.
Ini adalah gambar dari dewa Zhong Li Quan.





Li Tie Guai
(Hanzi:) berarti "Li si Tongkat Besi" merupakan salah satu anggota Delapan Dewa. Walaupun
dikenal pemarah, Li sangat murah hati terhadap kaum miskin, orang sakit dan mereka yang
membutuhkan pertolongan. Ia menolong mereka dengan botol cupu labu yang selalu dibawanya.
Pada malam hari, ia membuat dirinya sekecil mungkin agar bisa tidur di dalam botol labunya.
Alkisah, ia dilahirkan pada masa dinasti Zhou Barat dengan nama Li Yuan. Ia belajar dari Lao
Zi (pendiri Taoisme) dan dewi Xi Wangmu. Meditasi yang dilakukannya selama 40 tahun kerap
membuatnya lupa makan dan tidur.
Sebelum menjadi dewa, ia adalah seorang yang tampan. Suatu hari, saat jiwanya akan mengembara
ke alam baka, ia memberitahu muridnya untuk menunggui jasadnya selama 7 hari. Bila ia tidak
kembali pada setelah 7 hari, maka muridnya harus mengkremasi jasadnya. Namun setelah 6 hari,
sang murid harus pulang menjenguk ibunya yang sekarat. Karena ia tak berani meninggalkan jasad
gurunya, maka jasad gurunya dikremasikan.
Saat Li Tie Guai kembali, jiwanya terpaksa harus masuk ke tubuh pengemis tuna wisma yang mati
kelaparan. Bentuk fisik barunya sangat berbeda, dengan ciri-ciri "berkepala lonjong, bermuka hitam,
rambut dan brewok berantakan, bermata besar dan pincang". Lao Zi memberinya ikat kepala emas
untuk menjaga rambutnya dan mengganti tongkat bambu dengan tongkat besi. Li kemudian
membangkitkan ibu muridnya yang telah meninggal dengan ramuan ajaib.
Sebagai bagian dari Delapan Dewa, Li Tie Guai disimbolkan dengan botol labu dan tongkat besi.
Sebentuk asap keluar dari ujung botolnya, melambangkan hun atau jiwanya, yang tidak berbentuk,
atau berbentuk miniatur dirinya.


















Zhang Guo Lao
Zhang Guo Lao adalah salah satu dewa yang tertua di China. Dia adalah seorang pendeta
Tao yang hidup di Zaman Dinasti Tang. Saat masa pemerintahan Ratu Wu pernah
mengundang nya untuk turun gunung, tetapi ia berpura pura mati. Ia juga pernah memerintah
sebagai mentri bagi kaisar Yao di kehidupan sebelmumnya.suatu ketika, kaisar Xuanzong
menjadikannya pejabat dengan gelar mentri guanglu biru keperakan.
Zhang Guo Lao sebagai seorang tabib dan ahli nujum di gunung Tio di propinsi Heng.
Pada tahun ke-23 masa periode Gai Yuan, pemerintahan kaisar Xuanzong ia dipanggil ke Luoyang
dan dijadikan Pemimpin Akademi Pemerintah dengan gelar Guru Besar. Pada masa itu ada
seorang pendeta Tao bernama Yue Fa Shan yang di sukai oleh kaisar karen keahliannya memanggil
arwah. Sang kaisar menanyakan siapa itu Zhang Guo Lao . jawabnya,Jika saya memberitahu
Anda,maka saya akan mati , kecuali Anda berjanji datang ke Zhang Guo Lao secara pribadi dan
memohon untuk memaafkannya , maka saya dapat hidup kembali .setelah XuanZong bersedia ,
maka Yue Fa Shan menjawab Zhang adalah penjelama kelelawar putih yang sudah ada sejak awal
kehidupan.Pendeta tersebut langsung mati ditempat. Setelah Xuanzong meminta maaf , Zhang
memerciki wajah sang pendetra dengan air , sehingga ia hidup kembali. Tak lama kemudian , Zhang
jatuh sakit dan meninggal sekitar tahun 742-746 digunung Tio. Ketioka muridnya membuka kembali
kuburnya, mereka mendapati kubur tersebut kosong.
Gambar :










Lan Cai He
Lan Cai He merupakan salah satu dewa dalam mitologi cina. Asal usul Lan Cai He tidak diketahui
dengan benar apakah ia lelaki tua atau berwajahkan perempuan. Lan Cai He memiliki ciri khas yaitu
keranjang bambu penuh dengan bunga. Maka dia disebut sebagai Immortal woman.
Lan Cai He digambarkan sebagai seorang pemulung yang kumal memakai sepatu sebelah dan
memakai sabuk yang terbuat dari kayu. Lan Cai He juga sering digambarkan membawa
sepasang kastanet bambu yang akan di katupkan dan membuat irama sambil menghentakkan kaki,
mereka akan bernyanyi mengikuti irama tersebut dan sekelompok penonton akan mengikuti serta
menonton pertunjukkan mereka tersebut. Setelah pertunjukkan-pertunjukkan ini, mereka akan
memberikan uang dalam jumlah besar sebagaimana diminta. Uang logam tersebut kemudian akan
diuntai sehingga menjadi untaian panjang. Pada saat mereka berjalan, koin-koin logam ini akan
terlepas dari untaian tidak dipedulikan oleh Lan Cai He, para pengemis lainnya kemudian akan
memunguti uang tersebut.