Anda di halaman 1dari 8

1

PERSMA AKADEMIKA
Pengenalan Kehidupan
Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB)
adalah bentuk orientasi lingkungan dan
kehidupan kampus kepada mahasiswa
baru yang akan menempuh
pendidikan di jenjang universitas.
PKKMB dikemas dalam bentuk
pemberian materi pengenalan kampus
kepada mahasiswa. Mahasiswa
dididik untuk mandiri dan disiplin.
Hal ini dibuktikan dengan adanya
sanksi pada setiap kesalahan yang
dilakukan mahasiswa dan adanya
pemberian tugas individu untuk melatih
kemandirian mahasiswa.
Namun sayangnya,
kedisiplinan dan kemandirian itu
sendiri tidak dicerminkan oleh pihak
kampus di PKKMB tahun ini. Bukan
tidak disiplin dalam hal waktu atau
perilaku penyelenggaraan PKKMB 2014,
melainkan dalam hal penyelesaian
jas almamater yang harusnya
digunakan mahasiswa baru di saat
rangkaian acara PKKMB dan Student
Day. Penampilan mahasiswa baru
seharusnya terlihat rapi dan lengkap
dengan kemeja putih dan bawahan
hitam, dasi, topi dan jas almamater.
Namun kini tampak asing tanpa atasan
jas almamater yang sejatinya menjadi
kebanggaan dan identitas kampus.
Kelalaian ini seharusnya tidak terjadi,
mengingat PKKMB adalah acara
yang penting sebagai penyambutan
mahasiswa baru di Universitas
Udayana.
Asingnya penampilan
mahasiswa baru tanpa jas almamater
ini tidak menjadi alasan untuk
mengganggu jalannya kelancaran
acara besar ini. Suasana PKKMB di
Auditorium Widya Sabha dengan
jumlah 2484 mahasiswa baru terlihat
berjalan cukup kondusif. Dimulai dari
pembukaan yang ditandai dengan
pemukulan gong oleh Rektor Universitas
Udayana, Prof. Dr. dr. Ketut Suastika,
SP.PD-KEMD hingga akhir acara.
Ketidakdisiplinan terkait kontribusi
jas almamater pada pelaksanaan
PKKMB tahun ini menjadi pelajaran
yang sangat penting. Meskipun
kemudian hal ini tidak mengganggu
jalannya kegiatan, kesalahan seperti
ini diharapkan tidak terulang kembali.
Berkat kedisiplinan ribuan peserta
PKKMB 2014 pada Sabtu (16/8),
kegiatan ini berjalan dengan sangat
baik.
ISSN: 09854-1678
EDISIA PKKMB 2014
2
BULETIN PKKMB
AGUSTUS 2014
B
agai sayur tanpa garam, mungkin
itulah gambaran yang sesuai
dengan ketidakhadiran jas
almamater sebagai balutan busana
peserta PKKMB 2014 Universitas
Udayana. Padahal pada PKKMB
tahun-tahun sebelumnya mahasiswa
baru selalu mengenakan jas
almamater. Begitu juga topi universitas
maupun fakultas tidak pernah absen,
untuk melengkapi perjalanan mereka
mengikuti PKKMB dan Student Day.
Absennya jas almamater pada
PKKMB kali ini tentu mengundang
pertanyaan mengingat pentingnya
makna jas almamater bagi sebuah
universitas. Seperti yang dinyatakan
oleh Pembantu Rektor III, Dr. I Nyoman
Suyadna, SH,.MH ketika ditemui
langsung di kantornya, bahwa jas
almamater sangatlah penting.Jas
almamater itu penting untuk
menunjukkan kewibawaan sebuah
lembaga ungkapnya.
Jika dilihat secara terperinci,
jas almamater tentu memiliki makna
dan fungsi yang vital. Tidak hanya
sebagai pelengkap pakaian, jas
almamater juga sebagai identitas
dan kebanggaan bagi pemakainya.
Sebagai mahasiswa, jas almamater
dipakai pada saat-saat penting dan
formal seperti pada pelaksanaan
pengabdian masyarakat maupun saat
mewakili universitasnya.
Suyadna mengungkapkan
bahwa pentingnya makna sebuah
jas almamater harus berbanding lurus
dengan kualitasnya. Jas almamater
harus dibuat dengan kualitas yang
bagus, namun itu tidak terlihat pada
jas almamater mahasiswa Udayana.
Menurut saya bukan menjadi masalah
jika harus mengeluarkan dana yang
lebih besar untuk pembuatan jas
almamamter tersebut, ungkapnya.
LAPORAN UTAMA
Jas Almamater Absen Ikut PKKMB
Maba dalam balutan hitam putih memenuhi Ruangan Widya Sabha
Universitas Udayana pada pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus
Mahasiswa Baru (PKKMB) 2014, Sabtu (16/8). Anehnya, tidak seperti di tahun-
tahun sebelumnya, mereka tidak terlihat mengenakan jas almamater.
Foto : Ary Sandy/akademika
3
PERSMA AKADEMIKA
Menurut ketua panitia
PKKMB tahun 2014, Amoga Sidi,
absennya jas almamater dikarenakan
terhambatnya proses pelelangan.
Ketika dikomfrmasi, I Komang Teken
membenarkan pernyataan itu. Ketua
Bagian Pengadaan Barang Unud itu
menegaskan bahwa keterlambatan
pembagian jas almamater bukan
disebabkan oleh pihak universitas,
melainkan karena adanya kendala
teknis. Saat ini proses pengadaan jas
almamater mengalami proses yang
berbeda dari sebelumnya. Jika tahun
lalu pihak yang memenangkan lelang
bisa ditunjuk sendiri oleh universitas
namun saat ini tidak sama sekali.
Berdasarkan aturan peraturan
presiden (perpres) 70 tahun 2012
tentang pengadaan barang/jasa,
pemerintah mengharuskan pengadaan
jas almamater Udayana harus memalui
proses lelang sederhana di tahun
ini. Perpres ini membutuhkan waktu
sedikitnya satu tahun untuk adaptasi,
sehingga pada tahun 2013 lalu, proses
lelang belum berani dilaksanakan.
Perintah penerapan perpres
tersebut diikuti dengan adanya SK
ULP (Surat Keputusan Unit Layanan
Pengadaan) yang baru diturunkan
pada 24 April 2014. Hal inilah yang
menjadi penyebab lain lamanya
penyelesaian jas lamamater. SK baru
turun pada bulan April. Hal ini tentu
membutuhkan waktu yang lebih
lama untuk sampai pada pihak kami.
Selain itu kami juga harus membentuk
kepanitiaan dan melakukan survei
harga yang juga turut membutuhkan
waktu yang tidak sebentar,keluh
Teken.
Menurut Teken pengadaan
jas almamater di tahun ini mengalami
proses yang lebih panjang. Survei yang
dilakukan harus benar-benar pasti dan
teliti. Selain itu juga harus diikuti dengan
proses uji laboratorium, sehingga proses
lelang baru dimulai pada bulan Juli.
Sampai saat ini panitia sudah
mengadakan tiga kali proses lelang.
Lelang pertama, 2 Juli 2014 gagal,
yaitu pada tahap evaluasi dokumen
penawaran. Lelang pun diulang
kembali pada 14 Juli 2014, namun
juga berakhir sama dengan alasan
yang sama. Saat ini panitia sedang
mengadakan lelang ketiga yang
sudah dimulai sejak 25 Juli dan saat
ini masih dalam proses. Teken juga
menambahkan, Jika proses lelang
ketiga ini gagal lagi maka pihak panitia
akan melakukan penunjukkan langsung
bagi pelaksana tender.
Hal ini menyebabkan para
mahasiswa baru harus bersabar
menanti jas almamater tersebut. Panitia
sendiri menargetkan sekitar dua bulan
lagi atau sekitar bulan Oktober jas
almamater serta topi Universitas dan
Fakultas baru akan rampung.
Mengenai masalah pendistribusian jas
almamater, Ketua Panitia PKKMB tahun
2014 mengungkapkan bahwa nantinya
jas almamater serta topi universitas dan
fakultas akan dikirim langsung ke pihak
fakultas.
Andini, peserta PKKMB
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
(Fisip) mengaku tidak menyadari
ketidakhadiran jas alamater tersebut,
namun ia tetap berharap segera
mendapat pembagian jas almamater
serta topi universitas dan fakultas.
Saya sendiri belum tahu sih mengenai
jas almamater tetapi kalau bisa jas
alma-mater tersebut segera dapat
kami terima paparnya. (Wirat)
LAPORAN UTAMA
4
BULETIN PKKMB
AGUSTUS 2014
LAPORAN KHUSUS
S
abtu (16/8), sekitar pukul 08.30
WITA mahasiswa baru bersama
pendamping gugusnya, sudah
berada di dalam Auditorium Widya
Sabha. Saat berada di dalam
ruangan terlihat pemandangan
yang jauh berbeda dari PKKMB
tahun sebelumnya. Terlihat kursi-kursi
peserta PKKMB tertata lebih rapi.
Sekat antar gugus juga terlihat sangat
jelas. Peralatan teleconfrence yang
pernah di gunakan untuk PKKMB tahun
lalupun tak tampak di sekitar ruangan.
Perbedaan yang paling menonjol
terlihat dari tidak lagi terdapat ruangan
yang disulap untuk menampung
mahasiswa baru dengan jumlah
membludak. Begitulah sekilas hiruk
pikuk suasana PKKMB 2014.
Pada tahun 2013 Mahasiswa
baru berjumlah 3.555 orang.
Sedangkan kini hanya berjumlah
2484 orang. Amoga Sidi selaku Ketua
PKKMB 2014 sekaligus Ketua Biro
Akademik mengatakan perubahan
ini terjadi karena hasil dari cerminan
PKKMB tahun lalu. PKKMB tahun ini
banyak mendapat terobosan baru dari
evaluasi tahun lalu. Kapasitas yang
membludak, membuat mahasiswa
baru merasa tidak nyaman dan
berdesak-desakkan saat PKKMB 2013,
tuturnya.
Maka dari itu untuk
merealisasikan evaluasi dari tahun
lalu, PKKMB 2014 dibagi menjadi 2 hari.
Yakni, hari pertama pada Sabtu (16/8)
diselenggarakan untuk mahasiswa
baru yang lolos seleksi melalui SMNPTN
dan SBMPTN. Sedangkan hari kedua
Tak masalah Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru
(PKKMB) 2014 dilakukan selama dua kali. Hal ini terjadi agar Maha-
siswa merasa nyaman dan kejadian tahun lalu tidak terulang lagi,
tutur Amoga Sidi.
PKKMB 2014: BERCERMIN DARI
PENGALAMAN TAHUN LALU
Foto : Ary Sandy/akademika
5
PERSMA AKADEMIKA
LAPORAN KHUSUS
diselenggarakan pada Jumat (29/8)
untuk mahasiswa lama yang belum
mengikuti PKKMB tahun lalu, mahasiswa
non-reguler, mahasiswa ber-SKS,
mahasiswa berdiploma dan mahasiswa
yang lulus lewat jalur SPMB.
Acara PKKMB 2014 ini diawali
dengan upacara pembukaan.
Selanjutnya, PKKMB resmi dibuka
dengan pemukulan gong oleh
Rektor Universitas Udayana Prof. Dr.
dr. Ketut Suastika,Sp.PD-KEMD yang
menandakan telah diterimanya
secara resmi 2484 mahasiswa baru
sebagai mahasiswa Universitas
Udayana tahun 2014. Sebanyak 2484
mahasiswa baru tersebut berasal dari
182 mahasiswa Fakultas Sastra dan
Budaya (FSB), 423 mahasiswa Fakultas
Kedokteran (FK), 190 mahasiswa
Fakultas Hukum (FH), 292 mahasiswa
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), 159
mahasiswa Fakultas Pertanian (FP),
119 mahasiswa Fakultas Teknologi
Pertanian (FTP), 423 mahasiswa Fakultas
Teknik (FT), 249 mahasiswa Fakultas
MIPA (FMIPA), 68 mahasiswa Fakultas
Peternakan (Fapet), 94 mahasiswa
Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), 88
mahasiswa Fakultas Pariwisata (FPar),
113 mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan
Politik (FISIP), 84 mahasiswa Fakultas
Kelautan dan Perikanan (FKP).
Tema PKKMB 2014 masih sama
seperti tahun lalu Melalui Kegiatan
Akademik Kita Budayakan Karkater
Jujur, Peduli, Tangguh dan Cerdas.
Tujuan utama dari PKKMB 2014
merupakan upaya Universitas agar
para maba dapat beradaptasi dalam
proses pembelajaran dan kehidupan
Akademik di kampus.
Kegiatan PKKMB tingkat
Universitas yang dipusatkan di Widya
Sabha, Kampus Bukit, Jimbaran (16/8)
ini berlangsung sangat kondusif .
Sungguh hal yang sangat bertolak
belakang dengan tahun sebelumnya.
Dengan luas Widya Sabha yang
berkapasitasan 3000 orang dan kini
disandingkan dengan mahasiswa
baru yang berjumlah 2484 orang,
maka kenyamanan kegiatan PKKMB
2014 dapat dikategorikan baik jika
dibandingkan dengan tahun lalu,
ucap Amoga Sidi ketika ditemui
di ruang kerjanya. Selama PKKMB
tahun ini berlangsung, tak tampak
mahasiswa yang merasa bosan,
mengantuk dan mengobrol saat
penyampaian materi. Keantusiasan
peserta saat sesi tanya jawab pada
stadium class pun meningkat.
PKKMB 2014 jauh dari suasana
berdesak-desakan, kondisinya nyaman.
Situasi tersebut memungkinkan bagi
mahasiswa baru untuk menyimak
pemaparan dari para pembicara
dengan lebih baik. Pengakuan
tersebut diperoleh dari satu diantara
maba yang mengikuti 2014, ia
adalah Putri. Suasana ruangan
yang sangat nyaman membuatnya
antusias mengikuti setiap urutan acara
yang sedang berlangsung, papar
mahasiswa Fakultas Pariwisata ini.
Pendapat yang berbeda
diungkapkan Awi Marwida. Ia
mengeluhkan suhu diruangan terlalu
dingin. Namun, secara keseluruhan
pelaksanaan PKKMB Universitas tahun
ini sangat lebih baik dari pelaksanaan
PKKMB Universitas tahun sebelumnya.
(san/gun)
6
BULETIN PKKMB
AGUSTUS 2014
OPINI
P
ergantian peraturan presiden
juga berdampak pada
lembaga perguruan tinggi
termasuk Universitas Udayana.
Berdasarkan PERPRES 70 th 2012
tentang pengadaan barang/jasa
pemeritahan. Pada pasal 1 ayat
25 yang menyatakan
Pelelangan Sederhana
adalah metode
pemilihan Penyedia
Barang/Jasa Lainnya
untuk pekerjaan yang
bernilai paling tinggi
Rp5.000.000.000,00
(lima miliar rupiah).

Pemberlakukan
sistem lelang
tentu
membawa
sebuah
perubahan
atau justru
kejanggalan terselubung. Entahlah,
yang pasti lelang ini membuat
gebrakan baru di kampus Unud. Hal
tersebut dilihat dari jas almamater
yang hilang dari atribut dalam PKKMB
2014. Hilang bukan berarti tidak ada
tapi masih dalam proses pelelangan
dalam pembuatannya. Harus terdapat
proses uji lab, kelayakgunaan dan
banyak hal yang menjadi evalusai dari
sistem perlelangan. Dampaknya pun
jas almamater absen dalam rangkaian
PKKMB tahun ini.
Alma mater adalah istilah
dalam bahasa Latin yang secara
harafah berarti ibu pengasuh.
Almamater yang kita junjung adalah
universitas kita sendiri, dimana ialah
yang akan merawat dan membimbing
mahasiswa selayaknya seorang ibu,
sehingga nantinya akan melahirkan
generasi penerus
bangsa yang tangguh
berjiwa kritis, ilmiah
dan akademis.
Jas almamater ini
lah yang menjadi
ciri khas sekaligus
identitas sebuah
perguruan tinggi.
Namun karena
proses lelang yang
belum kelar maba
pun harus sabar
menantikan identitas
dirinya sebagai
mahasiswa.
Proses lelang
sudah dua kali
dilaksanakan. Pertama 2 Juli 2014
gagal, yaitu pada tahap evaluasi
dokumen penawaran. Lelang pun
diulang kembali pada 14 Juli 2014,
namun gagal dengan alasan yang
sama. Saat ini lelang ketiga sedang
bergulir sejak 25 Juli kemarin. Tahapan-
tahapan pengujian ini layaknya
sebuah penyakit ebola dari Arab Saudi
yang harus dilakukan pemflteran baik
dari dalam dan luarnya. Serentetan
tata cara yang ribet yang harus dikuti
demi mematuhi peraturan pemerintah.
Maklum negeri ini negera hukum tidak
nurut bui menanti. (Har)
JAS ALMAMATER HILANG AKIBAT LELANG
Ilustrasi : Ulul/Akademika
7
PERSMA AKADEMIKA
PROFIL
sewaktu duduk di bangku Sekolah
Menengah Atas (SMA).
Terakhir, ketika ditanya
kesannya mengikuti kegiatan PKKMB,
ia mengatakan bahwa dirinya merasa
mendapat pencerahan. PKKMB
menjadi pengalaman pertamanya
bertemu dengan dosen sekaligus
menjadi audien. (Sdy)
.... Guru saya selalu bilang be calm Arta, It will be nice on its moment
everything. But sir, everything is bullshit in this country. Mau cari kerja 100 juta
dulu, sedangkan uang saya sudah habis buat beli buku....

Begitulah pernyataan yang
dilontarkan salah satu mahasiswa
ketika mengikuti Pengenalan
Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru
(PKKMB) Universitas Udayana Sabtu
(16/8) lalu. I Komang Arta Yasa nama
lengkapnya. Ketika mengajukan
pertanyaan pada materi Tujuan dan
Strategi Pembelajaran di Perguruan
Tinggi oleh Rektor Universitas Udayana,
Prof. Dr. dr. Ketut Suastika, SP.PD-KEMD,
ia menggunakan kata bullshit.
Sejujurnya saya takut dampak
dari berkata bullshit namun saya
berpegang pada kata-kata tetap
bertindak dalam ketakutan adalah
keberanian sesungguhnya, tutur pria
yang akrab dipanggil Tikok.
Keberaniannya bertanya
di muka umum ia dapatkan karena
rasa ingin tahu yang dimilikinya. Pria
kelahiran Desa Asahduren, Jembrana
pada 2 Mei 1996 ini memiliki hobi
membaca. Tikok memilih jurusan Teknik
Sipil Fakultas Teknik sebagai pilihannya.
Teknik mampu mengimplementasikan
jiwa saya, tuturnya memberi alasan
memilih jurusan teknik. Tikok memiliki
keinginan sukses dibidang kontraktor,
dan tidak ingin menjadi pegawai
negeri. Menurut saya menjadi seorang
kontraktor dapat membuat lapangan
pekerjaan yang baru, Tutur pria yang
pernah menjabat sebagai Ketua OSIS
I Komang Arta Yasa
Ketakutan adalah Keberanian Sesungguhnya
Foto : Ary Sandy/akademika
BULETIN STUDENT DAY Diterbitkan oleh
Persma Akademika Universitas Udayana
Penanggung jawab : PU : Putu Sri Artha Jaya Kusuma
Pemred : Alit Purwaningsih
Redpel : Nila Pertina, Dharma Yanti, Resita Yuana
Crew : Eka Wiratmini (Co), Santia Yokita, Gunawan, Ary Sandy, Mentari,
Hartina Samosir
Editor : Ary Pratiwi, Vera Eriantini, Diah Dharmapatni
Layout : Gamiliel Sangga Bhuana, Bagus Kresna, Sui Suadnyana
Alamat : Jl. Dr. R. Goris, Gedung Student Center Lt. 2
@persakademika
+
6
2
8
9
7
7
1
1
9
1
0
8
WIRAT