Anda di halaman 1dari 15

4.

13 Perencanaan Kolom
Perhitungan struktur kolom yang direncanakan pada struktur gedung adalah
kolom seperti pada Gambar 4.31. dengan menggunakan analisis komponen struktur yang
menerima kombinasi lentur dan beban aksial pada bangunan dengan kategori gedung
Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK berdasarkan ketentuan !ata "ara
Perhitungan Struktur #eton untuk #angunan Gedung S$% &3'()4*'(&&( Pasal (3.4 adalah
sebagai berikut+
4.13.1 Diagram Gaya-gaya Dalam Kolom
,asil analisis struktur kolom berupa kombinasi gaya aksial dan gaya geser akibat
beban mati- beban hidup- dan beban yang beker.a pada kolom yang didisain dapat dilihat
pada !abel 4.1). berikut ini
Posisi Kolom
Gaya Aksial
(kN)
Gaya Aksial
(kN)
Gaya Geser (kN)
Kolom di lantai atas ' '
Kolom yang di disain 131&-4/ ' '
a. Goyangan ke kanan ' 110*-* /&.10
b. Goyangan ke kiri ' 11/)-1( /4-/3/
4.13.2 Cek Strktr !angka Portal
Perencanaan kolom suatu struktur perlu dibedakan antara kolom tidak bergoyang
dan kolom bergoyang. Peraturan S$% &3'()4*'(&&( Pasal 1(.11.4.( menyatakan bah1a
125
Gam"ar 4.31 Kolom yang 2itin.au
#a"el 4.1$ Gaya'gaya !er3aktor pada Kolom
kolom suatu struktur boleh dianggap tak bergoyang apabila nilai 4 tidak melebihi /5 dari
momen'momen u.ung orde'satu.
&-&/
6
7 P
4
c u
& u
=

2imana+
4 8 perbesaran momen'momen u.ung akibat pengaruh orde'dua
9P
u
8 beban :ertikal total pada tingkat yang ditin.au
7
o
8 simpangan relati3 antar tingkat orde'pertama pada tingkat yang ditin.au akibat 6
u
6
u
8 gaya geser lantai total pada tingkat yang ditin.au
l
c
8 pan.ang komponen struktur tekan pada sistem rangka yang diukur dari sumbu ke
sumbu joint.
Kom"inasi
Pem"e"anan
%P

&

'
o
l
c
( Keterangan
(kN) (kN) (m) (m)
"om 1
/4)3.0() (&.(( (;'&0 4./ &.&&&1
!idak #ergoyang
"om (
0*<<.*)) /&.() 3;'&0 4./ &.&&&1
!idak #ergoyang
"om 3
/30).*34 3*.43 &.&&&&< 4./ &.&&(<
!idak #ergoyang
"om 4
/34(.(3) 41./( &.&&&&* 4./ &.&&(&
!idak #ergoyang
"om /
033&.)/( 1*/.3) &.&&*1 4./ &.&/*&
#ergoyang
"om 0
03*/.*) *0.1* &.&&31 4./ &.&/**
#ergoyang
2ari hasil perhitungan yang ditampilkan pada !abel 4.1< dapat disimpulkan
bah1a portal pada gedung bertingkat tinggi ini termasuk dalam kolom bergoyang.
4.13.3 Cek Kelangsingan Kolom
=ntuk komponen tekan yang tidak ditahan terhadap goyangan samping-
pengaruh batas kelangsingan boleh diabaikan apabila berdasarkan S$% &3'()4*'(&&( Pasal
1(.13.( sebagai berikut+
r
k.
u

>aktor pan.ang e3ekti3 komponen struktur tekan atau kolom (k sangat


dipengaruhi oleh rasio dari komponen struktur tekan terhadap komponen struktur lentur
pada salah satu u.ung komponen struktur tekan yang dihitung dalam bidang rangka yang
ditin.au (? seperti yang tercantum pada S$% &3'()4*'(&&( Pasal 1(.11.0 sebagai berikut+
126
#a"el 4.1) "ek Struktur Rangka Portal

=
u
b
c
u
k
c
%
. ;
%
. ;
@

Pada Gambar 4.3( merupakan dimensi dari penampang struktur yang akan
dianalisis pada hitungan berikutnya.
Menghitung 3aktor pan.ang e3ekti3 kolom arah'A
Sisi atas kolom yang ditin.au+
a. Kolom yang ditin.au (K1'*&&B*&&
mm && * b =
mm && * h =
mm && / 4
u
=
&-)41
/30-))
4/1-//
C
d
= =
(
c
c
$Dmm ; 3/&& ( (/ 4*&& 3E 4*&& = = =
4 1& 3 3
g
mm 1& &&&)3 - ( *&& *&&
1(
1
bh
1(
1
% x = = =
Maka+
( 14
1&
d
g
k
$mm 1& &(( - 1
&-)4 1
1& &&&) - ( 3/&& ( &-4
C 1
&-4;%
;% =
+

=
+
=
b. Kolom atas (K1'*&& A *&&
mm && * b =
127
Gam"ar 4.32 Skema Kolom
mm && * h =
mm && / 4
u
=
(
c
c
$Dmm ; 3/&& ( (/ 4*&& 3E 4*&& = = =
4 1& 3 3
g
mm 1& &&&)3 - ( *&& *&&
1(
1
bh
1(
1
% x = = =
Maka+
( 14
1&
d
g
k
$mm 1& &(( - 1
&-)4 1
1& &&&) - ( 3/&& ( &-4
C 1
&-4;%
;% =
+

=
+
=
c. #alok atas kiri (#1'3&& A 0&&
mm 3&& b =
mm 0&& h =
mm 0&&&
u
=
(
c
c
$Dmm ; 3/&& ( (/ 4*&& 3E 4*&& = = =
4 < 3 3
g
mm 1& /-4 0&& 3&&
1(
1
bh
1(
1
% = = =
4 < <
g b
mm 1& )< - 1 1& 4 - / &-3/ &-3/% % = = =
d. #alok atas kanan (#1'3&& A 0&&
mm 3&& b =
mm 0&& h =
mm 0&&&
u
=
(
c
c
$Dmm ; 3/&& ( (/ 4*&& 3E 4*&& = = =
4 < 3 3
g
mm 1& /-4 0&& 3&&
1(
1
bh
1(
1
% = = =
128
4 < <
g b
mm 1& )< - 1 1& 4 - / &-3/ &-3/% % = = =
Sehingga didapat+
*4/ - (
0&&&
1& )< - 1
(3/&&
<&&&
1& )< - 1
(3/&&
4/&&
1& &(( - 1
4/&&
1& &(( - 1
?
< <
14 14
F
=


=
Sisi ba1ah kolom yang ditin.au+
Karena ter.epit penuh pada pondasi
Perhitungan selan.utnya adalah+
Gam"ar 4.33 $omogram Kelangsingan Kolom
2ari tabel nomogram diatas didapat nilai k81-/
"ek terhadap kelangsingan kolom arah'A
&&mm / 4
u
=
mm &* - (&(
*&& *&&
1& &&&)3 - (
F
%
r
1&
=

= =
x
&4 - 33
(&(-&*
4/&& / . 1
r
k.
u
=

129
& ?
#
=
#erdasarkan perhitungan diatas- dapat disimpulkan bah1a kolom pada bangunan
bertingkat tinggi ini termasuk kolom pan.ang (langsing- sehingga kelangsingan perlu
dipertimbangkan bahaya tertekuknya batang kolom. #esar beban tekuk atau beban
kapasitas tekan (P
c
dihitung dengan rumus ;uler adalah sebagai berikut+
mm 4/&&
u
=

&-)4 C
d
=
( 14
k
$mm 1& &(( - 1 ;% =
( ) ( )
k$ ((11/.) G $ 0( - (11/*<< (
4/&& 1-/
1& &(( - 1 3-14
k
;% H
P
(
14 (
(
u
k
(
c
=

>aktor pembesaran momen kolom arah'A


k$ *< - *<< 0
uA
P =
k$ ( - )403 ) ) - (11/ ( 4
cA
P = =
(-/ 1-11
( - )403 ) &-*/
0*<<-*<
1
1
&-*/P
P
1
1
I
cA
uA
sA
=

=
4.13.4 Syarat Kom*onen Strktr
#erdasarkan S$% &3'()4*'(&&( Pasal (3.4 di.elaskan bah1a untuk
komponen'komponen struktur pada perhitungan Sistem Rangka Pemikul Momen
Khusus (SRPMK yang memikul gaya akibat beban gempa dan menerima beban
aksial elemen struktur tersebut harus memenuhi beberapa persyaratan sebagai
berikut+
1 Sisi terpendek
Sisi terpendek kolom tidak kurang dari 3/& mm
Sisi terpendek kolom (b 8 *&& mm (#er*en+i
( bDh ratio
Perbandingan lebar terhadap tinggi kolom tidak boleh kurang dari &-4
&-4 1
*&&
*&&
h
b
> = =

(#er*en+i
4.13., Per+itngan Ke"t+an #langan -ongit.inal
130
2imensi tulangan harus dibatasi- sehingga dimensi kolom paralel
terhadap tulangan sekurang'kurangnya (& db. 2iameter maksimum ba.a tulangan
mm 3&
(&
0&&
=
Pada perencaan kali ini menggunakan metode gra3ik perencanaan beton
berdasarkan "=R 4.
Menentukan besar momen kapasitas yang harus di miliki oleh penampang
,asil perhitungan SFP (&&& menghasilkan momen seperti gambar berikut
Gam"ar 4.34 #esar Momen Kolom Fnalisa SFP (&&&
2an hasil analisa balok didapat nilai momen primer seperti gambar berikut
Gam"ar 4.3, #esar Momen #alok Fnalisa SFP (&&&
Sehingga Mu pada kolom yang ditin.au dapat dihitung sebagai berikut
Mu 8 8 /(<-*/ K$m
131
#esar Pu8 1<3.&14 K$
e 8 8 8 (-*44
Perhitungan Gra3ik berdasarkan "=R 4 +
Sumbu A
8 8 &-111)
Sumbu y
8 8 &.&()
#erdasarkan "=R4 didapatkan nilai r 8 &-&14 dengan nilai C 8 1
J 8 r A C 8 &-&14
2igunakan tulangan 10'2(/ (F
st
8 *)/3-<) mmK
Checking kon3igurasi penulangan adalah
&-&10
*&& *&&
1)/3-<)
h b
F
L
st
g
=

=
Karena &-&1 M L
g
M &-&0 (!erpenuhi
4.13./ Per+itngan Ka*asitas Kolom
Kapasitas penampang beton bertulang dinyatakan dalam bentuk diagram
interaksi P'M yang menun.ukan hubungan beban aksial dan momen lentur pada
kondisi batas. Setiap kombinasi beban yang berada pada bagian dalam kur:a
berarti aman- sedangkan setiap kombinasi beban yang berada di luar kur:a
menyatakan keruntuhan. 2ata perencanaan kolom adalah sebagai berikut
Gam"ar 4.3/ Penampang Kolom yang 2itin.au
132
b 8 */& mm p 8 4& mm F
g
8 /0(/&& mm
(
h 8 */& mm 2 8 (/ mm
3N
c
8 3& MPa 2
sengkang
8 1& mm
3
y
8 4&& MPa 2
joint
8 1& mm
dN 8 4& O 1& O &-/ A (/ Pumlah !ulangan 8 10 buah
8 0(./ mm
d 8 */& Q 0(./
8 0)*./ mm
1. Kondisi beban aksial maksimum
Kondisi ini ter.adi pada saat e 8 &
( ) ( )
y st. st g o
3 F F F c &-)/3E P + =
( ) ( ) k$ 1*()/-&00 4&& *)/& *)/& /0(/&& 3& &-)/ P
o
= + =
k$ &/( - 13)() &00 - *()/ 1 &-)& &-)&P P
o maks n
= = =
k$ (34 - )<)) 13)()-&/( &-0/ P
maks n
= =
(. Kondisi #alanced
&-&&(
(&&&&&
4&&
;s
3y
e
s
= = =
mm / - 41( / . )* 0
4&& 0&&
0&&
d
3 0&&
0&&
y
b
c =
+
=
+
=

mm 3/&-0(/ / - 41( &-)/ c C a


b b
= = =
s s c b
T C C P + =
133
#a"el 4.20 Perhitungan $ilai P
u
dan M
n
pada Kondisi Balance
Ket: jika
s
<
y
, maka f
s
=
s.
E
s
dan jika
s

y
, maka
f
s
= f
y
2ari perhitungan yang ditampilkan pada !abel 4.(& didapatkan nilai gaya'gaya
yang kemudian dapat dianalisis sebagai berikut+
s s c b
! " " P + =
k$ 0&( - 1&& / P
nb
=
k$ 3<1 - 331/ 0&( - /1&& &-0/ P
nb
= =
Kesetimbangan momen diambil terhadap titik pusat plastis &-/h

+ + = di
(
h
! di
(
h
"
(
a
(
h
" M
s s c b
k$m )4 - 10&0 M
b
=
k$m 1&44-44 )4 - 10&0 &-0/ M
b
= =
3. Keruntuhan pada Kondisi Rentur Murni
Kondisi ini ter.adi .ika Pu8& dan - pada kondisi ini tulangan tarik telah
mengalami leleh- . 2engan cara coba'coba maka didapatkan nilai
#a"el 4.21 Regangan- !egangan 2an Gaya 2alam Pada Kolom Kondisi Rentur
Murni
Gaya aksial penampang kolom pada saat lentur murni +
Kesetimbangan momen diambil terhadap titik pusat plastis (untuk penampang
simetris 81D( h +
13!
Ket: jika
s
<
y
, maka f
s
=
s.
E
s
dan jika
s

y
,
maka f
s
= f
y

#a"el 4.22 Rekapitulasi Fnalisis Perhitungan Kolom
Kon.isi
1P 12
(kN) (kNm)
Rentur murni &-&& 4)&-(<
Balance 331/-3< 1&44-4
P
n
maks 0<01-34 &-&&
Gam"ar 4.33 2iagram %nteraksi P'M pada Kolom K1'*&& A *&&
#erdasarkan gra3ik pada Gambar 4.3* dapat disimpulkan bah1a penampang kuat
menahan beban (berada didalam diagram interaksi yang ter.adi akibat hasil analisis
struktur beban menggunakan program SFP(&&& :11.
4.13.3 Kat Kolom
#erdasarkan S$% &3'()4*'(&&( Pasal (3.4.(.( diterangkan bah1a kuat kolom
SM
n
harus memenuhi g c
M 1-( 9M
.
135
Gam"ar 4.3$ 2iagram %nteraksi P'M pada Kolom yang 2itin.au
2ari diagram pada Gambar 4.3) dapat ditentukan+
1. Kolom lantai atas
Gaya aksial ter3aktor di kolom atas 8 /1/-)/ k$
2ari diagram interaksi kolom diperoleh M 8 0/&k$m
(. Kolom yang di disain
Gaya aksial ter3aktor di kolom desain 8 131&-44 k$
2ari diagram interaksi kolom diperoleh M 8 )3& k$m
k$m 14)& )3& 0/& 9M
c
= + =
<**-41k$m ( ( - 1 M 1-( k$m 14)& 30/-/ 011-<1 9M
g c
= = = + X
(#er*en+i)
4.13.$ Per+itngan Ke"t+an #langan #rans4ersal
#erdasarkan S$% &3'()4*'(&&( pasal (3.4./(1 adalah sebagai berikut+
Kuat gaya geser rencana 6
e
ditentukan dari kuat momen maksimum- M
pr
dari setiap u.ung komponen struktur yang bertemu di ,ubungan #alok Kolom yang
bersangkutan. $amun pasal tersebut .uga dibatasi bah1a 6
e
tidak perlu lebih besar
dari gaya geser rencana yang ditentukan dari kuat ,ubungan #alok'Kolom
berdasarkan M
pr
balok'balok melintang dan tidak boleh diambil kurang dari gaya
geser ter3aktor hasil analisis struktur dengan menggunakan SFP(&&& :1(.
2ari diagram interaksi P'M pada setelah dimasukan beban aksial ter3aktor
sebesar P
u
setelah ditarik garis tegak lurus didapatkan kuat momen maksimum- M
pr
sebesar )3& k$m.
136
M
u kolom
8 )3& k$m
k$ )< - 30)
4-/
)3& )3& M M
6
n
ub ut
u
=
+
=
+
=

k$ 4<1-)/
&-*/
30)-)<
T
6
6
u
n
= = =
d b
0
c 3E
14.F
$
1 6
1
g
u
c

+ =
k$ 44(-)< G &3 - 4())< 4 03*-/ *&&
0
(/
*&& *&& 14
131&&&&
1 6
c
=


+ =
4<1-)/ 8 6s O 44(-)<
6s 8 4)-<0 k$
#erdasarkan S$% &3'()4*'(&&( Pasal (3.4.4.1 diterangkan bah1a luas total
penampang sengkang tertutup persegi tidak boleh kurang dari salah satu yang
terbesar antara dua persamaan diba1ah ini+

= 1
F
F
3
c 3E sh
&-3 F
ch
g
yh
c
sh
yh
c
sh
3
c 3E &-&<sh
F =
Maka didapatkan+
( ) ( ) mm 01& 1& &-/ 4& ( *&& &-/d p ( b sh
b 1 c
= + = + =
( ) ( )
( ( (
1 ch
mm 3)44&& 4& ( *&& (p b F = = =
Sehingga+
Dmm mm 3-14( 1
3)44&&
4<&&&&
4&&
(/ 01&
&-3 1
F
F
3
c 3E sh
&-3
s
F
(
ch
g
yh
c sh
=


=
Dmm mm 431 - 3
4&&
(/ 1& 0
&-&<
3
c 3E &-&<sh
s
F
(
yh
c sh
=

=
Spasi maksimum adalah yang terkecil diantara+
a. 1D4 cross section dimensi kolom 8 *&&D4 8 1*/ mm
137
Gam"ar 4.3) Gaya Geser Rencana Kolom Sistem
Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK
Persamaan 1
Persamaan (
b. 0 kali diameter tulangan longitudinal 8 0 A (/ 8 1/& mm
c. S
A
menurut persamaan berikut+
4&0-0*mm 01&
3
(
h
3
(
h
c A
= = =
mm 1 - 1 )
3
0* - &0 4 3/&
1&&
3
h 3/&
1&& s
A
A
=

+ =

+ =
=ntuk nilai s
A
tidak perlu lebih besar dari pada 1/& mm
Maka+
( (
hoops1 sh
mm 30 - (/1 & ) Dmm 3-14(mm U F = =
( (
hoops( sh
mm 4) - (*4 )& Dmm 3-431mm U F = =
Sebelumnya direncanakan tulangan 421& mm (F
s
8 314-10 mmK (#er*en+i)
!ulangan sengkang di atas diperlukan sepan.ang l
o
dari u.ung'u.ung kolom- l
o
dipilih yang terbesar antara+
a. !inggi elemen struktur di joint (d 8 *&& mm
b. 1D0 tinggi bersih kolom 8 1D0 A 3)&& 8 033mm
c. /&& mm 8 /&& mm
2engan demikian diambil l
o
8 *&& mm.
#erdasarkan S$% &3'()4*'(&&( Pasal (3.4.4.0 dinyatakan bah1a sepan.ang sisa
bentang kolom bersih (bentang kolom total dikurangi l
o
dari u.ung'u.ung kolom
diberi tulangan sengkang dengan spasi minimum 1/& mm.
2i luar bentang l
o
d b
0
c E 3
14F
$
1 6
1
g
u
c

+ =
k$ 44(-)< G &3 - 4())< 4 03*-/ *&&
0
(/
*&& *&& 14
131&&&&
1 6
c
=


+ =
Karena
c
u
6
6

untuk bentang di luar l


o
- maka sengkang tidak dibutuhkan
8 ((4-)1 ''''' 1/& mm
2ipakai tulangan sengkang 21&'1/&
138
139