Anda di halaman 1dari 9

Laporan Kimia

HIDROLISIS GARAM


Gamada Sudwigunawan
XI IPA - 1


SMA HARAPAN BANGSA
Jl. Hartono Raya, Kota Modern, Tangerang, Banten 15117

Hidrolisis Garam

I. Tujuan :
Mengelompokkan garam-garam ke dalam sifat asam, basa, dan netral.

II. Dasar Teori :
Hidrolisis merupakan istilah untuk beraksinya suatu zat dengan air. Pada bagian ini,
akan dibahas hidrolisis larutan garam. Larutan garam ada yang bersifat netral, asam ataupun
basa. Sipat asam-basa suatu garam bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa
penyusunnya. Garam yang berasal dari asam kuat dan basa kuat dalam air tidak mengalami
hidrolisis dan larutannya bersifat netral, contoh garam jenis ini adalah NaCl, KCl, dan
Na
2
SO
4
. Dalam air, ion-ion garam tersebut tidak bereaksi satu sama lain. Contoh reaksi
ionisasinya:

NaCl Na
+
+ Cl
-

H
2
O H
+
+ OH
-

Larutan tersebut bersifat netral karena konsentrasi ion H
+
dan OH
-
sama. Garam yang
berasal dari asam lemah dan basa kuat dalam larutan akan bersifat basa karena mengalami
hidrolisis sebagian. Contoh garam ini adalah CH
3
COONa dan KCN. Dalam air, ion negatif
dari garam akan bereaksi dengan ion H
+
membentuk asam lemah sehingga kesetimbangan
terganggu. Contoh reaksi ionisasinya:

KCN K
+
+ CN
-

CN + H
2
O HCN + OH

Ion H
+
bereaksi dengan ion CN
-
membentuk HCN, sedangkan K
+
tidak bereaksi
dengan OH
-
sebeb KOH basa kuat. Karena terjadi kelebihan ion OH
-
, menjadikan larutan
tersebut bersifat basa.
Garam yang berasal dari asam kuat dan basa lemah dalam air akan bersifat asam
karena mengalami hidrolisis sebagian, contohnya adalah NH
4
Cl. Dalam air, NH
4
Cl akan
terionisasi dan ion NH
4
+
yang dihasilkan akan bereaksi dengan air, sedangkan ion Cl
-
tidak
akan bereaksi dengan air sebab berasal dari asam kuat. Reaksi ionisasinya adalah:

NH
4
Cl NH
4
+
+ Cl
-

NH
4
+
+ H
2
O NH
4
OH + H
+


Kelebihan ion H
+
dalam larutan NH
4
Cl menyebabkan larutan bersifat asam.
Garam-garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah, misalnya NH
4
CN di
dalam air akan mengalami hidrolisis total. Reaksi yang terjadi adalah:

NH
4
CN NH
4
+
+ CN
-

NH
4
+
+ H
2
O NH
4
OH + H
+

CN + H
2
O HCN + OH
-


Banyaknya ion H
+
dan ion OH
-
bergantung pada harga K
a
dan K
b
asam lemah dan
basa lemah pembentuknya.

Dalam konsep kimia, dikenal tiga jenis garam yaitu:
1. Garam yang bersifat netral, berasal dari asam kuat dan basa kuat.
2. Garam yang bersifat asam, berasal dari asam kuat dan basa lemah.
3. Garam yang bersifat basa, berasal dari asam lemah dan basa kuat.
Selain itu, juga terdapat garam yang berasal dari asam lemah dan basa lemah. Hidrolisis
garam Berdasarkan reaksi hidrolisis, yaitu reaksi zat dengan air, garam-garam bila
direaksikan dengan air akan menghasilkan beberapa zat. Hidrolisis garam yang bersifat asam
akan menghasilkan ion H3O+ yang bersifat asam. Sementara hidrolisis garam yang bersifat
basa akan menghasilkan ion OH- yang bersifat basa. Hidrolisis garam netral tidak
menghasilkan zat apapun. Garam dapur yang telah banyak dikenal juga merupakan senyawa
ion dengan rumus kimia NaCl. Bentuk padat garam ini diperoleh melalui proses kristalisasi.
Garam ini berasal dari asam kuat HCl dan basa kuat NaOH, sehingga termasuk garam netral.
Karena hidrolisis garam netral tidak menghasilkan zat apapun, maka garam ini (NaCl) bisa
dikonsumsi karena tidak mengubah keseimbangan asam basa di dalam tubuh.
Sedikit Catatan:
Sifat larutan bergantung pada kekuatan relatif asam dan basa penyusunnya (Ka dan Kb)

- Jika Ka < Kb (asam lebih lemah dari pada basa) maka anion akan terhidrolisis lebih banyak
dan larutan bersifat basa.

- Jika Ka > Kb (asam lebih kuat dari pada basa) maka kation akan terhidrolisis lebih banyak
dalam larutan bersifat asam.

- Jika Ka = Kb (asam sama lemahnya dengan basa) maka larutan bersifat netral.


III. Alat Dan Bahan :
A. Alat B. Bahan
1. Pipet tetes 1. Kertas lakmus merah dan biru.
2. Gelas kimia 100ml 2. Larutan NH
4
Cl
3. Plat tetes 3. Larutan NaF
4. Pinset 4. Larutan NH
4
F
5. Kaca arloji 5. Larutan NaCl
6. Larutan HCOOK
7. Larutan Na
2
SO
4

8. Larutan CH
3
COONa
9. Larutan CH
3
COONH
4

10 . Larutan HCOONH
4

11. Larutan (NH
4
)
2
SO
4


IV. Cara Kerja :
1.) Masukkan setiap larutan ke dalam gelas kimia dan di label.
2.) Pindahkan tiap larutan ke dalam plat tetes.
3.) Uji tiap larutan dengan kertas lakmus merah dan lakmus biru.
4.) Catat hasil pengamatan.

V. Data Pengamatan :
No. Larutan Garam Perubahan Warna Lakmus Sifat Garam
Lakmus Merah Lakmus
Biru
Asam Basa Netral
1. NaCl Biru Tetap


2. NH
4
Cl Tetap Merah


3. NH
4
F Tetap Merah


4. (NH
4
)
2
SO
4
Tetap Merah


5. NaF Biru Tetap


6. HCOONH
4
Tetap Merah


7. CH
3
COONH
4
Tetap Tetap

8. HCOOK Biru Tetap


9. CH
3
COONa Biru Tetap


10. Na
2
SO
4
Biru Tetap



VI. Pertanyaan :
1.) Kelompokkan larutan tersebut kedalam asam, basa, dan netral !
2. ) Tuliskan reaksi hidrolisis untuk larutan garam, tersebut !
3.) Andaikan terdapat beberapa larutan garam berikut :
I. K
2
SO
4
IV. (NH
4
)
2
Mg
II. CuSO
4
V. AlCl
3

III. Fe(NO
3
)
3

Kelompokkan larutan garam tersebut ke dalam sifat asam, basa, dan netral ! Jelaskan
alasannya !
4.) Kesimpulan apa yang dapat di peroleh dari hasil percobaan !

VII. Pembahasan :
1.) Asam :
NH
4
Cl
NH
4
F
HCOONH
4

(NH
4
)
2
SO
4



Basa :
NaF
NaCl
HCOOK
Na
2
SO
4

CH
3
COONa

Netral
CH
3
COONH
4

2.)
a.) Larutan NH
4
Cl (Hidrolisis Parsial)
NH
4
OH + HCl NH
4
Cl + H
2
O
NH
4
Cl NH
4
+ Cl
-

NH
4
+ H
2
O NH
4
OH + H+

b.) Larutan NH
4
F (Hidrolisis Total)
NH
4
OH + HF NH
4
F + H
2
O
NH
4
F NH
4
+
+ F
-

NH
4
+ H
2
O NH
4
OH + H
+

F
-
+ H
2
O HF + OH
-


c.) Larutan NaF (Hidrolisis Parsial)
NaOH + HF NaF +H
2
O
NaF Na
+
+ F
-

F
-
+ H
2
O HF + OH
-


d.) Larutan NaCl (Tidak Ada Hidrolis)
NaOH + HCl NaCl
NaCl Na
+
+ Cl
-

Tidak ada hidrolisis karena NaOH adalah basa kuat dan HCl adalah asam kuat.

e.) Larutan HCOOK (Hidrolisis Parisial)
HCOOH + KOH HCOOK + H
2
O
HCOOK HCOO
-
+ K
+

HCOO
-
+ H
2
O HCOOH + OH-

f.) Larutan Na2SO
4
(Tidak Ada Hidrolisis)
NaOH + H
2
SO
4
Na
2
SO
4
+H
2
O
Na
2
SO
4
Na
+
+ SO
4
-
Tidak ada hidrolisis karena NaOH adalah basa kuat dan H2SO
4
adalah asam kuat.

g.) Larutan CH
3
COONa (Hidrolisis Parsial)
CH
3
COOH + NaOH CH
3
COONa + H
2
O
CH
3
COO
-
+ H
2
O CH
3
COOH + OH
-


h.) Larutan CH
3
COONH
4
( Hidtrolisis Total)
CH
3
COOH + NH
4
OH CH
3
COONH
4
+ H
2
O
CH
3
COONH
4
NH
4
+ CH
3
COO
-

CH
3
COO
-
+H
2
O CH
3
COOH + OH-
NH
4
+ H
2
O NH
4
OH + H+

i.) Larutan HCOONH
4
(Hidrolisis Total)
HCOOH + NH
4
OH HCOONH
4
+ H
2
O
HCOONH
4
NH
4
+ HCOO
-

NH
4
+ H
2
O NH
4
OH + H+
HCOO
-
+ H
2
O HCOOH + OH
-


j.) Larutan (NH
4
)2SO
4
(Hidrolisis Parsial)
H2SO
4
+ NH
4
OH (NH
4
)
2
SO
4
+ H
2
O
(NH
4
)
2
SO
4
2 NH
4
+ SO
4

2-

NH
4
+
+ H2O NH
4
OH + H
+


3. Pengelompokkan dari garam K
2
SO
4
, CuSO
4
, F
2
(NO
3
)
3,
(NH
4
)
2
Mg dan AlCl
3

- Asam :
CuSO
4
, Fe(NO
3
)
3
dan AlCl
3

Alasan :
CuSO
4
adalah hasil reaksi Cu
2
+
dengan H
2
SO
4
, dimana H
2
SO
4
adalah asam kuat.
Mempunyai alasan yang sama.
Mempunyai alasan yang sama juga.
- Basa :
Tidak ada.
- Netral :
K
2
SO
4

Alasan :
K
2
SO
4
adalah hasil reaksi dari H
2
SO
4
dengan KOH dimana H
2
SO
4
adalah asam kuat
dan KOH adalah basa kuat.

- Tidak terjadi hidrolisis :
(NH
4
)
2
Mg
Alasan :
Karena kation atau anion terdiri dari elektrolit kuat.

4. Kesimpulan dari hasil percobaan adalah garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat
atau garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis sebagian
(parsial), Contoh : NH
4
Cl, CH
3
COONa , (NH
4
)2SO
4,
HCOOK, dan NaF.

Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis.
Contohnya adalah Na2SO
4
dan NaCl.

Garam yang mengalami hidrolisis sempurna, sifat tergantung pada harga Kb atau Ka. Jika pH
kurang dari 7 mempunyai sifat asam, jika pH lebih dari 7 mempunyai sifat basa.
Contoh garam yang mengalami hidrolisis sempurna adalah HCOONH
4,
CH
3
COONH
4,
dan
NH
4
F.

Garam yang bersifat basa karena dalam reaksi menghasilkan ion OH-.
Contohnya adalah NH
4
F, NaF, HCOOK, CH
3
COONa, dan HCOONH
4.

Garam yang bersifat asam karena dalam reaksi menghasilkan ion H
+
.

Contohnya adalah NH
4
Cl, CH
3
COONH
4,
dan (NH
4
)2SO
4.

Garam yang tidak bersifat asam maupun basa (netral) karena dalam reaksi tidak
menghasilkan ion OH
-
atau pun H
+
.
Contohnya adalah NaCl dan Na2SO
4



VIII. Kesimpulan :

Garam dalam air akan terurai membentuk kation dan anion seperti dari asam basa
semulanya.
Asam merupakan basa yang lemah akan terhidrolisis.
Jika terjadi hidrolisis sempurna, sifat tergantung pada harga Kb atau Ka.
pH kurang dari 7 mempunyai sifat asam.
pH lebih dari 7 mempunyai sifat basa.
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa lemah mengalami hidrolisis sebagian
(parsial).
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa kuat mengalami hidrolisis sebagian
(parsial).
Garam yang terbentuk dari asam lemah dan basa lemah akan mengalami hidrolisis
sempurna (total).
Garam yang terbentuk dari asam kuat dan basa kuat tidak terhidrolisis.
Garam bersifat basa karena dalam reaksi menghasilkan ion OH
-
.
Garam bersifat asam karena dalam reaksi menghasilkan ion H
+
.

IX. Saran :
Dalam pembelajaran larutan mungkin perlu penambahan karena dalam mengkaji materi
tersebut banyak ditemukan kendala-kendala terutama. Untuk itu saran dari kelompok lain
dalam pemaparan hasil diskusi nanti membutuhkan pemahaman yang mendalam dari masing-
masing kelompok. Agar dapat menambah wawasan dalam mempelajari kimia khususnya
dalam Hidrolisis Garam. Waktu yang diperlukan juga perlu di perpanjang jika
memungkinkan, seperti 2 pertemuan.

X. Daftar Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrolisis
http://adsabs.harvard.edu/abs/1979MolPh..37.1349A
Lukman, C. et al (Ed) . 1995 .Oxford Ensiklopedi Pelajar . Jakarta Widyadara.
Pettruci,Ralph .H .1992 .Kimia Dasar Prinsip dan Tetapan Modern .Terjemahan
Suminar .Jakarta :Erlangga
Sutarsa, Tatang et.al .1994 .Kimia 2 .Cetakan Pertama .Jakarta :Yudhistira.