Anda di halaman 1dari 30
BABV KOMPRESOR dan KONDENSOR, 5.1 Kompresor 5.14 Beberapa Jenis Kompresor ‘Kompresor dapat dibegi dalam dua jenis uama, yaitu kompresor positif, dimana gas diisap masuk kedalam silinder dan dikompresikan; dan jenis kompresor nonpositif, dimana gas yang diisap masuk dipercepat aliranya oleh sebuah impeler yang kemudian mengubah energi kinetik untuk menailckan tekanan. 1. Penggolongan berdasarkan metode kompresi : ~ Kerja tunggal [— (Kompresor torak, bolak balik), - (Kerja ganda) | (Kompresor torak tingkat ganda, bolak balik) ) Metoda kompesi positif }—- (Kompresor putar) L_- (Kompresor sekrup) em oe centrifugal satu tingkat Motoda kompresi sentrifugal + (Kompresor sentrifugal tingkat ganda) 2, Penggolongan menurut bentuk ~Jenis vertikal ~Senis horisontal ~Jenis silinder banyak (jenis ~V, jenis -W, dan jenis -VV) 3. Penggolongan menurnt kecepatan putar Tenis kecepatan rendah ~Jenis kecepatan tinggi 4, Penggolongan menurut gas reftigeran -Kompresor ammonia -Kompresor freon -Kompresor C0 2 5. Penggolongan menurut konstruksi Tenis terbuka Jenis hermatik -Jenis semi hermatik Berikut ini akan diberikan penjelasan secara’ garis besar mengenai beberapa kompresor yang banyak digunakan pada waktu ini. 5.1.2, Kompresor torak kecepatan tinggi bersilinder banyak Kecepatan putar yang tinggi dipergunakan apabila diperiukan kapasitas yang lebih besar,namun pada kompresor torak yang konvensional kecepatan putar tersebut ada batasnya. Hal itu disebabkan Karena terbatasnya kekuatan material dan terjadinya getaran yang disebabkan oleh bagian mesin yang bergerak bolak balik Kecepatan putar kompresor berkisar antara 900 ~ 1800 rpm dan untuk memperoleh kapasitas yang lebih besar dipakai kompresor yang bersilinder banyak. Gambar 5.1 menunjukkn jenis kompresor yang banyak digunakan pada waktu ini, Meskipun demikian, banyak juga diperlukankompresor berukuran kecil dan sedang. Daya penggerak antara kompresor berkisar antara 3,7 sampai 200 kw. 20006 Gbr. 5-1 Konstruksi kompresce tora (silender ganda) kecepatan tinggi - 33 6. Keausan cincin torak, bantalan, dan sebagainya terjadi karena kecepatan dan beban yang tinggi 7. Kerusakan minyak pelumas terjadi karena temperatur kerja yang tinggi. 8, Apabila dipergunakan perbandingan kompresi yang tinggi , maka kemampuan akan turun dan kerugian dayanya bertambah besar Karena efisiensi volumetriknya akan turun, 5.1.3. Kompresor Semi Hermetik Pada kompresor semi hermetik listrik dibuat menjadi satu dengan kompresor. Jadi rotor motor listrik tersebut berada di dalam perpanjangan ruang engkol dari kompresor tersebut. Dengan jalan demikian tidak dipertukan penyekat poros, sehingga dapat dicegah terjadinya kebocoran gas reftigeran. Di samping itu, konstruksinya lebih kompak dan bunyi mesin lebih halus. Namun demikian, perlu diperhatikan agar dipergunakan isolator listrik (motor listrik) yang sebaik-baiknya, yaitu tahan terhadap pengaruh reftigeran. Untuk hal tersebut, gas refrigeran freon sangat tepat, sebab selain tidak merusak isolator listrik, gas freon juga memiliki sifat mengisolasi. Pada waktu ini, kompresor semi hermetik untuk gas reffigeran freon dibuat sampai kira-kira 40 KW. Dari segi konstruksinya, kompresor semi hermetik juga dapat dibuat berselinder banyak, dengan momen putar start yang rendah, seperti terlihat pada gambar (5-2). 5.14. Kompresor Hermetik Pada dasarnya, kompresor hermetik hampir sama dengan kompresor semi hermatik perbedaannya hanya terletak pada cara penyambungan rumah (baja) kompresor dengan stator motor penggeraknya. Pada kompresor hermatik dipergunakan sambung alas, sebingga rapat udara, seperti terlihat pada gambar 5-3. Pada kompresor semi hermatik dengan rumah terbuat dari besi tang, bagian-bagian penutup dan penyambungannya masih dapat dibuka, Sebaliknya dengan kompresor hermatik rumah Kompresor dibuat dari baja dengan pengerjaan las, sehingga baik kompresor maupun QQ a © e ° ® iA ° @ © o - th i ° ® © eooe No Name Masia 1 Tatu heal lind ‘a nang 2 Kepia linder Boj bess 3 lensed pipe buane Ba 4 Siinaer Bes aang 5 Tor Be tong 6 Pens trak Ba Khe 1 Pompe rods Bap tatog Lagan bana Loam pth 9 Sannpun munya pels Kawa! fonngen 10. Batargpeaghubung Bay me 1 Pororengol Base 12. etae Kembangan es ang 1 Bestan wana Lora pou 1 Rumah engkol (rang eptol) esta 15. Totop moter es ang 16. Seep gas mak Kevst Finngae 18 Fens dan ipa say 19 Movor 3 Terma bik 5.2 Penarnpang komprescr semi-hermatik 35 Perbedaan konstruksi antar kopresor yang kecepatan rendah dan kecepatan tinggi bersilinder banyak ada beberapa hal sebagai dibawah ini (1). Mekanisme katup Dengan naiknya kecepatan putar, maka dipakai katup yang ringan, misalnya katup pelat. Hal ini disebablan karena katup, seperti yang biasa dipergunakan pada motor bakar torak adalah terlalu berat. Katup pelat dapat secara cepat mengikuti gerakan torak, sehingga prestasinya lebih baik dan dapat diandalkan, 2). Penyekat poros Dengan naiknya kecepatan poros engkol, dipergunakan penyekat mekanikal dan bukan sejenis penyekat paking. G). Pelumasan Minyak pelumas dialirkan ke bagian-bagian mesin secara pakea, dengan menggunakan pompa minyak pelumas. (4). Pelepas tekanan Pelepas tekanan dipasang didalam silinder utnuk meringankan start dan mengatur kapasitas kompressor. Pelepasan tekanan itu dijalankan oleh pengatur kapasitas dengan menggunakan tekanan minyak pelumas. Ciri-ciri Kompressor bersilinder banyak kecepatan tinggi adalah sebagai berikut : 1. kecil dan ringan 2, memerlukan pondasi yang sederhana karena getarannya lebih kecil 3. memungkinkan penggunaan pelepas tekanan dan idak diperlukan momen putar start yang lebih besar 4. kapasitas reftigerasi dapat diatur secara otomatikn 5. memungkinkan perputaran komponen yang dipergunakan pada setiap silinder, kapasitas kompressor dapat dirancang dengan menggunakan kapasitas yang tersedia, sehingga dapat diperoleh kompressor dengan 4, 6, 8, 12, 16 silinder, sesuai dengan keperluan. Oleh karena itu dapat diperoleh kompressor dengan harga yang lebih murah. motor listrik tak dapat diperiksa tanpa memotong rumah kompresor oleh karena itu Komponen dari kompresor hermatik harusiah terpereaya dan dapat diandalkan. Kompresor hermatik biasanya dibuat untuk unit berkapasitas rendah, sampai 7,5 Watt. Gambar 5.3 memperlihatkan suatu kompresor puter hermatik ‘Sementara itu, ada kecendrungan menggunakan motor listrik putaran tinggi dengan dua- pool(3000rpm:50Hz, atau 3600 rpm: 60 Hz) sebagai pengganti motor listrik empat-pool (1500 rpm: S0Hz, atau 16800 rpm : 60 Hz) Gambar 5.3 kompresor putar hermatik, S.LS. Kapasitas kompresor Kapasitas reffigerasi dari sebuah mesin reffigerasi tergantung pada kemampuan kompresor memenuhi jumlah gas refrigeran yang perlu disirkulasikan. Kapasitas kompresor biasanya dinyatakan dengan volume gas yang diisap per satuan waktu (m°/jam) (1) untuk kompresor torak, secara teori kapasitas kompresor dapat dinyatakan sebagai V=(n/4)x D?xLx zx n x60 (m?/jam) di mana, D = diameter silinder (m) 7 L=panjang langkah torak (m) z=jumlah silinder n= jumlah putaran poros per menit (2) Untuk kompresor putar (positif),Jihat juga gambar 5-4) dl Gambar 5-4 Volume langksh torak dari kompresor puta V=(W/4) x(D?-d4)xLx zx0x60(m*/ sam) Di mana, D = diameter-dalam dari silinder rumah (m) d= diameter-luar dari silinder rotor (torak berputar) (i) {= tebal silinder (m) z=yumlah silinder ‘= jumlah putaran rotor per menit 5.16. Proses kompresi Ada tiga macam proses kompresi yang kita kenal, yaitu kompresi isotermal, kompresi politropik, dan kompresi adiabatik. (1) Kompresi Isotermal Dalam kompresi isotermal, temperatur gas tidak berubah, sehingga temperatur gas pada akhir langkah kompresi sama dengan temperatur gas pada awal kompresi. Dalam hal ini kenaikan temperatur gas dapat dicegah, karena panas yang timbul selama proses kompresi, segera diserapsempurna oleh fluida pendinginan melalui dinding silinder. Namun demikian, proses kompresi isotermal sukar dilaksanakan. 38 Tetapi, dengan kompresi isotermal kerja yang diperlukan adalah yang paling rendah jika dibandingkan dengan jenis proses kompresi yang lain. Hubungan antara PiV;= P2 V2 atau (P2/P1)= (Vi/V2) Di mana, P=tekanan gas (absolut ) (kg/em” abs) V = volume gas (at") Sedangkan subskrip 1 dan 2, berturut-turut menyatakan kondisi gas pada awal dan akhir proses kompresi (2) Kompresi Politropik Dalam kompresi politropik temperatur gas setelah kmpresi lebih tinggi daripada temperatur gas pada awal langkah kompresi, meskipun selama proses tersebut berlangsung ferjadi perpindaban kalor dari silinder ke sekitarnya Kompresi gas refrigeran di dalam kompresor, dalam keadaan sebenamya, kire-kira mendekati proses politropik tersebut diatas, Kerja yang dipertukan untuk kompresi politropik lebih besar dari pada untuk kompresi isotermal, tetapi lebih rendah dari pada untuk kompresi adiabatik. Disamping itu, kenaikan tekanan yang diperoleh dengan kompresi politropik lebih besar daripada dengan kompresi isotermal, lebih rendah daripada dengan kompresi adiabatik, Untuk kempresi plitropik, hubungan antara tekanan dan volume pada awal dan akhir proses kompresi adalah sebagai berilut : Dimana n= ekeponen : 1