Anda di halaman 1dari 6

ISSN 1907-9850

PREPARASI BIODIESEL DARI MINYAK JELANTAH KELAPA SAWIT

I W. Suirta

Jurusan Kimia FMIPA Universitas Udayana, Bukit Jimbaran

ABSTRAK

Telah dilakukan sintesis biodiesel dari minyak jelantah kelapa sawit dengan cara reaksi esterifikasi dan
transesterifikasi. Biodiesel yang didapat kemudian dianalisis dengan teknik kromatografi gas dan spektrometer massa
(GC-MS). Kualitasnya ditentukan dengan analisis sifat fisika dan kimia kemudian dibandingkan dengan standar
Jerman DIN V 51606.
Hasil analisis GC-MS menunjukkan enam senyawa metil ester(biodiesel) seperti: metil miristat, metil
palmitat, metil linoleat, metil oleat, metil stearat dan metil arakhidat. Biodiesel yang didapat mempunyai berat jenis
(0,8976±0,0003g/mL), vikositas (4,53±0,0872mm/s, bilangan asam (0,4238±0,0397mgKOH/g, dan bilangan iod
(9,3354±0,0288g iod/100g sampel) yang memenuhi syarat seperti yang ditetapkan oleh standar Jerman DIN 51606.

Kata kunci: biodiesel, minyak jelantah, standar Jerman DIN 51606

ABSTRACT

Synthesis of biodiesel from used cooking oil was carried out in two step reactions i.e esterification and
transesterification. The biodiesel obtained was analysed using gas chromatography and mass spectrometer (GC-MS).
The quality was determined by comparing its physico chemical properties and compared to the Jerman Standard DIN
V 51606.
The result of GC-MS showed 6 peaks coresponding to six methyl ester(biodiesel): methyl myristate, methyl
palmitate, methyl linoleate, methyl oleate, methyl stearat and methyl arachydate. The biodiesel obtained has a density
of (0,8976±0,0003 g/mL), viscosity of (4,53±0,0872 mm/s), acid value of (0,4238±0,0397 mg KOH/g, and iod
number of (9,3354±0,0288 g iod/100 g sample). There properties were in a good agreement with the standard Jerman
DIN 51606.

Keywords : biodiesel, used cooking oil, Germany standard DIN 51606

PENDAHULUAN krisis energi pada masa yang akan datang. Oleh


karena itu, untuk mengatasi persoalan tersebut
Pengurangan subsidi bahan bakar dan mengurangi ketergantungan pada BBM
minyak (BBM) yang dilakukan oleh pemerintah perlu diadakan diversifikasi energi dengan cara
untuk menekan defisit APBN dan menyesuaikan mencari energi alternatif yang terbarukan
harga BBM dengan harga pasar internasional, (renewable). Salah satunya adalah energi
secara langsung berakibat harga BBM akan alternatif yang berasal dari minyak tanaman /
semakin mahal. Bahan bakar minyak yang tumbuhan (Posman, 2003).
berbahan baku fosil ini tergolong bahan bakar
Indonesia berpeluang besar untuk
yang tidak terbarukan (unreneweable).
mengembangkan penggunaan bioenergi dari
Penggunaan BBM yang terus menerus dan
tumbuhan, misalnya biodiesel dari minyak
cenderung meningkat akibat pertumbuhan
kelapa sawit 'palm biodiesel', sebab bahan
penduduk dan industri, sementara cadangan
bakunya tersedia melimpah, yakni kelapa sawit.
minyak yang semakin menipis dan tidak dapat
Kelapa sawit (elaeis guinensis JACQ)
diperbaharui, sangat potensial menimbulkan

1
JURNAL KIMIA 3 (1), JANUARI 2009 : 1-6

merupakan salah satu dari beberapa tanaman Dalam penggunaannya, minyak goreng
golongan palm yang dapat menghasilkan mengalami perubahan kimia akibat oksidasi dan
minyak. Berbekal lahan perkebunan kelapa sawit hidrolisis, sehingga dapat menyebabkan
seluas 3,5 juta hektar, Indonesia dapat kerusakan pada minyak goreng tersebut. Melalui
menghasilkan minyak sawit 7,0 juta ton/tahun. proses-proses tersebut beberapa trigliserida akan
Sebagian besar produksi minyak kelapa sawit ini terurai menjadi senyawa-senyawa lain, salah
diekspor, dan sebagian lagi digunakan untuk satunya Free Fatty Acid (FFA) atau asam lemak
memenuhi kebutuhan akan minyak goreng bebas (Ketaren, 1996). Kandungan asam lemak
dalam negeri (Posman, 2003). bebas inilah yang kemudian akan diesterifikasi
dengan metanol menghasilkan biodiesel.
Minyak goreng sering kali dipakai untuk
Sedangkan kandungan trigliseridanya
menggoreng secara berulang-ulang, bahkan
ditransesterifikasi dengan metanol, yang juga
sampai warnanya coklat tua atau hitam dan
menghasilkan biodiesel dan gliserol. Dengan
kemudian dibuang. Penggunaan minyak goreng
kedua proses tersebut maka minyak jelantah
secara berulang-ulang akan menyebabkan
dapat bernilai tinggi.
oksidasi asam lemak tidak jenuh yang kemudian
membentuk gugus peroksida dan monomer Biodiesel dapat disintesis melalui
siklik. Hal tersebut dapat menimbulkan dampak esterifikasi asam lemak bebas atau
negatif bagi yang mengkonsumsinya, yaitu transesterifikasi trigliserida dari minyak nabati
menyebabkan berbagai gejala keracunan. dengan metanol sehingga dihasilkan metil
Beberapa penelitian pada binatang menunjukkan ester. Reaksi esterifikasi dan transesterifikasi
bahwa gugus peroksida dalam dosis yang besar dari minyak nabati dapat dilihat pada Gambar 1
dapat merangsang terjadinya kanker kolon. dan Gambar 2. Proses ini umum digunakan
Karena itu, maka penggunaan minyak jelantah untuk minyak tumbuhan seperti minyak
secara berulang-ulang sangat berbahaya bagi rapeseed, canola oil, kelapa sawit, bahkan yang
kesehatan (Birowo, 2000) telah dikembangkan untuk skala industri
(Elisabeth, dkk., 2001 ).

O O
H+ +
RCOH + CH3COH RCOCH3 + H2O + H
asam lemak metanol metil ester
bebas

Gambar 1. Reaksi Esterifikasi Asam Lemak Bebas Menjadi Metil Ester Dengan Katalis Asam

O
H2C O C R H2C OH
O
OH -
HC O C R + 3 CH 3OH HC OH + 3RCOOCH 3 + OH -
O
H2C O C R H2C OH

Gambar 2. Reaksi Transesterifikasi Trigliserida Menjadi Metil Ester Dengan Katalis Basa

Dari uraian di atas, dapat diidentifikasi 2. Apakah sifat fisika dan sifat kimia dari
permasalahan sebagai berikut: biodiesel yang dihasilkan melalui proses
1. Apakah minyak jelantah kelapa sawit dapat esterifikasi dan transesterifikasi minyak
diproses menjadi biodiesel melalui proses jelantah kelapa sawit memenuhi standar,
esterifikasi dan transesterifikasi. yaitu standar Jerman DIN V 51606.

2
ISSN 1907-9850

MATERI DAN METODE didiamkan selam 1 jam, akan terbentuk


lapisan gliserol dan lapisan biodiesel.
Bahan Pisahkan lapisan biodiesel dan dicuci pada
Bahan yang digunakan adalah minyak pH netral beberapa kali dengan air.
jelantah; asam oksalat; KOH; asam sulfat Keringkan air yang terdistribusi dalam
(H2SO4) 95%; KOH alkoholis; metanol; NaOH; biodiesel dengan garam penarik air
natrium thiosulfat; Magnesium sulfat anhidrid; (MgSO4 anhidrid). Pisahkan biodiesel dari
etanol 95%; indikator phenolphthalein 1%; garam-garam yang mengendap dengan
indikator amilum 1%; HCl N; larutan K2Cr2O7; penyaringan. Filtrat yang diperoleh
KI 15% ; Iodin, akuades. merupakan senyawa metil ester (biodiesel)
hasil sintesis.
Peralatan d. Identifikasi dan interpretasi hasil sintesis
Alat yang diperlukan : labu leher tiga dengan GC-MS yakni biodiesel hasil
dilengkapi kondensor untuk sintesis, sintesis dianalisis dengan GC-MS di Lab
Seperangkat alat titrasi, piknometer, viskometer Kimia Organik Jurusan Kimia FMIPA
Ostwald, pengaduk magnetik, pH-meter, alat-alat UGM, untuk memastikan hasil yang
gelas lab. diperoleh benar merupakan metil ester
(biodiesel).
Cara Kerja e. Penentuan sifat fisika dan sifat kimia
biodiesel hasil sintesis, meliputi :
1. Survey dan pengambilan minyak jelantah • Densitas, diukur dengan menimbang
kelapa sawit ke pedagang kaki lima di volume tertentu biodisel dalam gelas
seputaran Kampus Bukit Jimbaran. piknometer.
2. Perlakuan awal meliputi penghilangan • Viskositas, diukur dengan metoda
kotoran padatan dengan penyaringan, Oswald yaitu dengan mengukur laju
penghilangan air dengan pemanasan yang mengalir biodiesel kemudian
diikuti pemisahan air dengan corong pisah. dibandingkan dengan laju mengalir dari
3. Eksperimen di Laboratorium meliputi : senyawa pembanding yang telah
a. Penyiapan dan pembuatan reagen kimia. diketahui densitasnya.
b. Sintesis biodiesel melalui reaksi • Angka Asam, diukur dengan mentitrasi
esterifikasi dan dilanjutkan dengan biodiesel dalam etanol dengan larutan
transesterifikasi KOH yang telah dibakukan dengan
c. Sintesis biodiesel dilakukan dengan asam oksalat, dengan indikator
metoda two stage acid-base melalui dua phenolphtalein (pp).
tahap reaksi, yaitu tahap Esterifikasi, • Angka Penyabunan, Sejumlah berat
dilakukan dengan mereaksikan sejumlah tertentu biodiesel direaksikan dengan
volume minyak jelantah dengan metanol jumlah tertentu KOH alkoholis berlebih
pada suhu 35oC dengan katalis asam dan dalam erlenmeyer tertutup kemudian
disertai dengan pengadukan selama 5 dididihkan sampai semua biodiesel
menit, dan dilanjutkan dengan tersabunkan, ditandai dengan larutan
pengadukan tanpa pemanasan selama 1 bebas dari butir-butir minyak. Kelebihan
jam. Kemudian didiamkan selama 24 jam. KOH dititrasi dengan HCl untuk
Setelah itu dilanjutkan dengan tahap mencari jumlah KOH yang bereaksi
reaksi kedua yaitu Reaksi dengan biodiesel.
Transesterifikasi. Campuran hasil tahap • Bilangan Iod, sejumlah berat tertentu
pertama ditambahkan dengan larutan biodiesel direaksikan dengan I2 dan KI,
natrium metoksida, kemudian dipanaskan kemudian ditutup rapat dan didiamkan
pada suhu 55 oC selama 2,5 jam diikuti selama 30 menit sambil sesekali
dengan pengadukan. Setelah itu campuran digoyang. Campuran kemudian dititrasi
dipindahkan ke dalam corong pisah dan dengan natrium tiosulfat yang telah

3
JURNAL KIMIA 3 (1), JANUARI 2009 : 1-6

dibakukan dengan kalium bikromat, sedangkan lapisan atas berwarna kuning keruh
dengan indikator amilum, sampai warna yang merupakan lapisan biodiesel. Kedua
biru hilang. Dengan cara yang sama lapisan tersebut kemudian dipisahkan. Dari 200
dilakukan titrasi blangko (tanpa mL minyak jelantah yang diolah, diperoleh
biodiesel) dengan natrium tiosulfat. biodiesel sebanyak 157 mL, sehingga persentase
Selisih tiosulfat yang digunakan blanko hasil sintesis ini adalah 78,5%.
dan sampel mencerminkan jumlah iodin
yang bereaksi dengan biodiesel. Identifikasi senyawa biodiesel dengan
kromatografi gas-spektroskopi massa (GC-
MS)
HASIL DAN PEMBAHASAN Identifikasi dengan GC-MS dilakukan
untuk meyakinkan bahwa hasil sintesis yang
Hasil sintesis biodiesel. diperoleh memang benar merupakan senyawa
Sintesis biodiesel dari minyak jelantah biodiesel. Hasil analisis sampel biodiesel dengan
diawali dengan reaksi esterifikasi, dimana kromatografi gas tersebut terlihat pada Gambar
kandungan asam lemak bebas pada minyak 3. Kromatogram yang diperoleh menunjukan
jelantah akan bereaksi dengan metanol. Hal ini adanya enam puncak dengan waktu retensi (tR)
dipercepat dengan penambahan katalis asam dan luas puncak (%) seperti pada Tabel 1.
sulfat pekat. Hasil esterifikasi ini menghasilkan Berdasarkan data tersebut diduga biodiesel hasil
suatu campuran yang keruh. sintesis ini mengandung enam senyawa, dengan
Setelah tahap pertama selesai, sintesis kelimpahan yang paling tinggi dimiliki oleh
dilanjutkan ke tahapan kedua yaitu reaksi puncak 4, sedangkan kelimpahan yang paling
transesterifikasi. Dalam tahapan ini terbentuk kecil dimiliki oleh puncak 6. Tiap puncak hasil
dua lapisan. Lapisan bawah berwarna coklat GC, dianalisis dengan MS dan dibandingkan
kehitaman yang merupakan lapisan gliserol, dengan data base yang ada.

Gambar 3. Kromatogram Kromatografi Gas Sampel Biodiesel

Tabel 1. Data Waktu Retensi dan Luas Puncak Kromatogram Kromatografi Gas serta senyawa yang
diduga dari Sampel Biodiesel
Waktu Luas Hasil kelimpahan dari
Senyawa yang
Puncak retensi, tR Puncak spektroskopi massa
diduga
(menit) (%) (m/z)
1 15,645 1,32 242;211;199;185;157;143;129;115;101;87 Metil miristat
2 17,917 34,18 270;239;227;199;185;171;157;143;129;115 Metil palmitat
3 19,416 11,17 294;263;151;137;111;97;57 Metil linoleat
4 19,625 46,60 296;265;85;71;57;43 Metil oleat
5 19,801 5,46 298;267;199;143;129;101;87 Metil stearat
6 21,548 1,28 326;295;241;185;143;115;87 Metil arakhidat

4
ISSN 1907-9850

Dari data MS dapat dinyatakan bahwa lemak pada kelapa sawit. Kemungkinan senyawa
hasil sintesis dari penelitian ini adalah memang metil ester yang tidak sesuai ini diperoleh dari
benar merupakan senyawa biodiesel, yakni metil hasil esterifikasi dan transesterifikasi asam
ester. Senyawa metil ester yang diperoleh lemak yang berasal dari bahan makanan yang
adalah metil miristat, metil palmitat, metil digoreng, yaitu asam lemak dari kerupuk udang.
linoleat, metil oleat, metil stearat, metil
arakhidat. Senyawa metil ester yang diperoleh Penentuan Sifat Fisika : Densitas dan
tersebut sesuai dengan kandungan asam lemak viskositas sampel biodiesel
yang terdapat pada bahan dasar minyak kelapa Untuk menentukan massa jenis
sawit yang digunakan untuk sintesis ini seperti : (densitas) dan viskositas biodiesel, masing-
asam palmitat, asam miristat, asam stearat, asam masing pengerjaan dilakukan 3 kali ulangan.
linoleat, asam oleat. Namun senyawa metil Hasil pengamatan dapat dilihat pada Tabel 2.
arakhidat tidak sesuai dengan kandungan asam

Tabel 2. Data Penentuan Densitas dan Viskositas Sampel Biodiesel

Densitas biodiesel Viskositas biodiesel


Hasil yang didapat Hasil yang didapat
Standar Jerman Standar Jerman
(rata-rata) (rata-rata)
0,8976 ± 0,0003) g/mL 0,85-0,90 g/mL (4,53 ± 0,09) mm2/s 3,5 -5,0 mm2/s

Dari perhitungan tersebut diperoleh hasil Sifat Kimia Sampel Biodiesel


densitas biodiesel pada suhu 15oC masih dalam Sifat kimia yang dianalisis adalah
range standar biodiesel DIN V 51606 yaitu 0,85- bilangan asam, bilangan penyabunan, bilangan
0,90 g/mL. Dari hasil perhitungan, viskositas iod. Percobaan dilakukan dengan tiga kali
biodiesel pada suhu 400C masih memenuhi ulangan. Hasil analisis dapat dilihat pada table 3
range standar biodiesel standar DIN V 51606
yakni 3,5 -5,0 mm2/s.

Tabel 3. Data Hasil Pengamatan Bilangan Asam, Bilangan Penyabunan, dan Bilangan Iod dari Sampel
Bilangan Asam Bilangan Penyabunan Bilangan Iod
Hasil yang Hasil yang Hasil yang
didapat Standar Jerman didapat Standar Jerman didapat Standar Jerman
(rata-rata) (rata-rata) (rata-rata)
(0,4238 ± 0,5 mg KOH /g (0,2093 ± <5 mg KOH/kg (9,3354 ± <115g Iod/100
0,0397) biodiesel 0,0006)mg 0,0167) g g.
mgKOH/1g KOH/kg Iod/100 g
biodiesel biodiesel

Dari hasil pengamatan sifat kimianya SIMPULAN DAN SARAN


dan setelah dibandingkan dengan
standarnya,maka biodiesel hasil sintesis dapat Simpulan
digunakan sebagai bahan bakar diesel. 1. Biodiesel dapat disintesis dari minyak
jelantah kelapa sawit melalui dua tahapan

5
JURNAL KIMIA 3 (1), JANUARI 2009 : 1-6

reaksi yaitu reaksi esterifikasi dan DAFTAR PUSTAKA


transesterifikasi. Dari 200 mL minyak
jelantah yang digunakan diperoleh biodiesel Anonim, 2005, Serba-Serbi Minyak Jelantah,
sebanyak 157 mL atau 78,5 %. www.ict4pr.org, Jurnal BPOM, 17
2. Hasil sintesis memang identik dengan Desember 2005
biodiesel. Hal ini dapat dilihat pada hasil Anonim, 1997, National Standars For Biodiesel,
analisis GC-MS, dimana dari kromatogram www.journeyforever.org, 20 Oktober
kromatografi gas dan spektrum massa yang 2007
telah disesuaikan dengan database, Birowo, A., 2000, Minyak Jelantah Berbahaya,
diperoleh adanya enam senyawa metil ester www. also.as/anands.co.id, 23 Maret
(biodiesel), yaitu metil miristat, metil 2008
palmitat, metil stearat, metil oleat, metil Elisabeth, J. & Haryati, T., 2001, Biodiesel
linoleat, dan metil arakhidat.. Sawit: Bahan Bakar Alternatif Ramah
3. Uji kualitas terhadap biodiesel hasil sintesis Lingkungan, Warta Penelitian dan
yang meliputi uji sifat fisika dan sifat kimia Pengembangan Pertanian, 23 (3)
memenuhi standar DIN V 51606, yaitu Gerpen, J. Van, et al., 2004, Biodiesel Analytical
densitas (0,8976 ± 0,0003 g/mL), viskositas Method, National Renewable Energy
(4,53 ± 0,09 mm2/s), bilangan asam (0,4238 Laboratory, Colorado, USA
± 0,0397 mg KOH/g), dan bilangan iod Kac, A., 2001, Free Fatty Acid to Ester
(9,3354 ± 0,0288)g Iod/100 g sampel). Conversion: Foolproof Method to Make
Biodiesel, www.journeyforever.org, 14
Juni 2006
Saran Ketaren, S., 1986, Pengantar Teknologi Minyak
Perlu dilakukan beberapa uji kualitas dan Lemak Pangan, Universitas
biodisel yang lainnya untuk meyakinkan bahwa Indonesia, Jakarta
biodiesel hasil sintesis dari minyak jelantah ini Pelly, M., 2003, Making Biodiesel,
dapat digunakan sebagai bahan bakar diesel. Uji www.journeyforever.org, 23 Agustus
kualitas tersebut yaitu: kadar air, kadar abu, 2007
kadar sulfur, titik nyala, dan uji lainnya. Saka, S. dan Kusdiana, D., 2001, Biodiesel Fuel
From Rapeseed Oil As Prepared In
Supercritical Methanol, Grad. School of
UCAPAN TERIMA KASIH Energy Science, Kyoto University,
Yoshida-honmachi, Sakyoku, Kyoto
Penulis mengucapkan banyak terima 606-8501, Japan
kasih kepada Bapak Wayan Sudiarta dan Sibuea dan Posman, 2003, Pengembangan
Suciartiningsih yang telah banyak membantu Industri Biodisel Sawit, www.kcm.com,
pelaksanaan penelitian dan kepada Dirjen Dikti 10 Oktober 2007
atas biaya penelitian (Dosen Muda 2007). Syauki, F. & Gustaman, F., 2003, Metil Ester
dari Esterifikasi Asam Lemak Bebas
Minyak Sawit dengan Katalis Padat
Amberlite dan Dowex, Departemen
Teknik Kimia – ITB, Bandung