Anda di halaman 1dari 46

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Usia kehamilan merupakan salah satu prediktor penting bagi
kelangsungan hidup janin dan kualitas hidupnya. Persalinan umumnya terjadi
pada usia kehamilan cukup bulan yaitu antara 37 42 minggu. Namun
persalinan juga dapat terjadi pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu,
disebut persalinan prematur. Persalinan prematur berperan menyebabkan !"
kasus kematian neonatus dan hampir !#" kasus gangguan neurologis pada
masa kanak$kanak %&olmes 2#'', h.'!(. )i negara *arat sampai +#"
kematian neonatus adalah akibat prematuritas dan pada bayi yang selamat
'#" mengalami permasalahan jangka panjang %,inkjosastro 2##+, h. 7(.
-ejadian persalinan prematur berbeda pada setiap negara. )i negara
maju misalnya di .ropa, angkanya berkisar antara ! $ ''". )i U/0, pada
tahun 2### sekitar ' dari 1 bayi dilahirkan prematur %'',1"(, dan di 0ustralia
kejadiannya sekitar 7". 2eskipun di negara$negara maju deteksi dini,
pencegahan, dan pengelolaan persalinan prematur telah dilakukan dengan
baik, namun dalam dekade terakhir terdapat sedikit kenaikan insidensi
sebagai akibat dari meningkatnya angkatan kerja 3anita, meningkatnya
kehamilan dengan teknologi terbantu %bayi tabung, 045$assisted
reproductive technique( yang meningkatkan kejadian bayi kembar.
)i negara yang sedang berkembang angka kejadian persalinan
prematur masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara maju. 2isalnya
di 6ndia %3#"(, 07rika /elatan %'!"(, /udan %3'"(, dan 2alaysia %'#"(
1
2
%-risnadi 2##1, h. 3(. Pre8alensi kelahiran prematur di 6ndonesia menurut
data tahun 2##7 adalah '+,!" (*ote7ilia, 2##+(. -risnadi pada tahun 2###
mencatat kejadian prematuritas di 4/UP )r &asan /adikin sebesar '+ ", dan
tidak banyak berubah selama '# tahun terakhir %-risnadi 2##1, h.4(. 9
2asalah utama dalam persalinan prematur adalah pera3atan bayi
prematur, semakin muda usia kehamilan semakin besar morbiditas dan
mortalitasnya. 2asalah lain adalah bayi prematur sering disertai dengan
kelainan, baik kelainan jangka pendek maupun jangka panjang. -elainan
jangka pendek yang sering terjadi adalah 4)/ %Respiratory Distress
Syndrom(, perdarahan intra:peri8entrikular, N.; %Necrotizing Entero Cilitis(,
displasi bronko pulmoner, sepsis, dan paten duktus arteriosus. 0dapun
kelainan jangka panjang berupa kelainan neurologik seperti serebral palsi,
retinopati, retardasi mental, juga dapat terjadi dis7ungsi neurobeha8ioral dan
prestasi sekolah yang kurang baik %,inkjosastro 2##+, h. + $ 1(.
Persalinan prematur merupakan kelainan proses yang multi7aktorial.
-ombinasi keadaan obstetrik, sosiodemogra7i, dan 7aktor medik mempunyai
pengaruh terjadinya persalinan prematur. Penyebab persalinan prematur yaitu
iatrogenik %2#"(, in7eksi %3#"(, ketuban pecah dini saat preterm %2# $
2!"(, dan persalinan preterm spontan %2# $ 2!"( %Nor3it< = /chorge
2##, h. 22#(. )i U/0, 7aktor resiko terhadap persalinan prematur dibagi
menurut penelitian berbasis bukti. >aitu jarak persalinan yang pendek %?'+
bulan( dan yang panjang %@# bulan(, ri3ayat persalinan prematur
sebelumnya, ras:etnik, usia ibu yang ekstrim %?' tahun dan @ 4# tahun(,
3
malnutrisi ibu dan stress kronis, in7eksi, sosioekonomi rendah, perokok
%termasuk perokok pasi7:peminum alkohol:pemakai kokain(, 7aktor plasenta,
kehamilan multipel %-risnadi 2##1, h. #(.
/alah satu 7aktor predisposisi terjadinya persalinan prematur adalah
usia ibu. /ecara statistik, ibu yang sangat muda yaitu yang berusia kurang
dari '+ tahun atau yang berusia 3! tahun terbukti memiliki insiden persalinan
prematur yang lebih tinggi. Pada kelahiran anak yang kedua, ibu yang berusia
antara '! dan '1 tahun berisiko tiga kali lebih tinggi mengalami kelahiran
yang sangat prematur dan bayi lahir mati dibandingkan ibu yang berusia 2#
$21 tahun %&olmes 2#'', h. '!1(. 2enurut 0stol7i dan Aonta tahun 2##2
mendapatkan 4" peningkatan kejadian persalinan prematur pada populasi
3anita 6talia yang berusia 3! tahun atau lebih, terutama pada kehamilan
pertama %-risnadi 2##1, h !'(.
/elain usia ibu, jarak kehamilan dekat menyumbangkan risiko
terjadinya persalinan prematur. Ahu dkk %'111( meneliti inter8al persalinan
selama 7 tahun dan mendapatkan bah3a ibu yang hamil dengan inter8al $
'7 bulan dari persalinan terakhirnya meningkatkan risiko prematuritas dan
bayi berat lahir rendah sebanyak ',4 kali bila dibandingkan dengan inter8al
'+ $ 23 bulan %-risnadi 2##1, h.'43(. 2enurut Portman, kejadian
prematuritas sebesar 7,+" pada inter8al lebih dari 23 bulan yang akan
meningkat menjadi '+,#" pada kasus dengan inter8al kurang dari '2 bulan
%/ularyo 2##!, hh.4 $ 47(, sedangkan dalam tinjauan data yang dilakukan
)r./orina Brisaru$Brano8sky, direktur meternal$7etal medicine, dari /haare
4
Aedek 2edical ;enter dan timnya terhadap 44#.+3+ bayi yang lahir dari ibu
yang sebelumnya sudah pernah melahirkan diketahui bah3a risiko bayi lahir
prematur meningkat hingga 23 persen pada ibu yang sudah hamil lagi bulan
pasca melahirkan %0nna, 2##1(
-ehamilan kembar atau kehamilan dengan jumlah janin ganda
merupakan salah satu penyebab persalinan prematur, dimana semakin banyak
jumlah janin semakin muda usia kehamilan saat bersalin. /ekitar !#" bayi
kembar lahir dalam keadaan prematur %&olmes 2#'', h. '21(. 4ata$rata
kehamilan kembar dua hanya mencapai usia kehamilan 3! minggu, sekitar
#" mengalami persalinan prematur pada usia kehamilan 32 minggu sampai
? 37 minggu dan '2" terjadi persalinan sebelum usia kehamilan 32 minggu.
Pada kehamilan triplet %kembar 3( rata$rata kehamilan hanya akan mencapai
usia 32,2 minggu, quadriplet %kembar 4( hanya mencapai 21,1 minggu dan
quintuplet %kembar !( '##" akan lahir prematur dalam usia kehamilan ? 21
minggu apabila tidak dilakukan inter8ensi yang baik. Cumlah persalinan
prematur akibat kehamilan kembar akan mencapai sekitar '2" seluruh
kejadian persalinan prematur %-risnadi 2##1, h.!!(.
*erdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di beberapa rumah
sakit di -abupaten Pekalongan pada tahun 2#'' yaitu di 4/U) -ajen jumlah
persalinan persalinan prematur sebanyak '! %2,'2"( dari 7# persalinan. )i
4/6 2uhammadiyah Pekajangan jumlah persalinan prematur sebanyak '+
%',1"( dari 1'1 persalinan. )i 4/U) -raton jumlah persalinan prematur
sebanyak 1# %1,73"( dari 12! persalinan.
5
)ari uraian diatas, peneliti tertarik ingin mengetahui karakteristik ibu
bersalin dengan persalinan prematur di *P4/U) -raton -abupaten
Pekalongan 5ahun 2#''.
B. Rumusan Masalah
Persalinan prematur bertanggungja3ab atas !" kasus kematian
neonatus dan hampir !#" kasus gangguan neurologis pada masa kanak$
kanak. Persalinan prematur merupakan kelainan proses yang multi7aktorial.
-ombinasi keadaan obstetrik, sosiodemogra7i, dan 7aktor medik mempunyai
pengaruh terjadinya persalinan prematur. Daktor risiko penyebab terjadinya
persalinan prematur diantaranya usia ibu yang ekstrim, jarak kehamilan yang
dekat dan jumlah janin dalam kehamilan. *erdasarkan data dari rumah sakit
di -abupaten Pekalongan tahun 2#'', angka kejadian persalinan prematur
tebanyak yaitu di 4/U) -raton -abupaten Pekalongan. Eleh karena itu,
pertanyaan dalam penelitian ini adalah bagaimana karakteristik ibu bersalin
dengan persalinan prematur di *P4/U) -raton -abupaten Pekalongan
5ahun 2#''F

C. Tujuan Penelitian
'. 5ujuan Umum
6
2engetahui karakteristik ibu bersalin dengan persalinan prematur
meliputi usia ibu, jarak kehamilan dan jumlah janin dalam kehamilan di
*P4/U) -raton -abupaten Pekalongan 5ahun 2#''.
2. 5ujuan -husus
a. 2engetahui karakteristik ibu bersalin dengan persalinan prematur
berdasarkan usia ibu di *P4/U) -raton -abupaten Pekalongan
5ahun 2#''.
b. 2engetahui karakteristik ibu bersalin dengan persalinan prematur
berdasarkan jarak kehamilan di *P4/U) -raton -abupaten
Pekalongan 5ahun 2#''.
c. 2engetahui karakteristik ibu bersalin dengan persalinan prematur
berdasarkan jumlah janin dalam kehamilan di *P4/U) -raton
-abupaten Pekalongan 5ahun 2#''.
D. Manaat Penelitian
'. *agi Peneliti
&asil penelitian ini diharapkan dapat menambah 3a3asan pengetahuan
bagi peneliti tentang persalinan prematur dan dapat mengaplikasikan teori$
teori yang didapatkan dalam pendidikan 2etodologi Penelitian.
2. *agi 6nstitusi Pendidikan
/ebagai literatur untuk menambah re7erensi mahasis3a /ekolah 5inggi
6lmu -esehatan 2uhammadiyah Pekajangan Pekalongan, khususnya
mahasis3a )iploma 666 -ebidanan mengenai persalinan prematur.
3. *agi 5enaga -esehatan
&asil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber in7ormasi bagi
tenaga kesehatan khususnya bidan tentang persalinan prematur, sehingga
7
tenaga kesehatan lebih memperhatikan masalah persalinan prematur yaitu
penyebab morbiditas dan mortalitas neonatus.
E. !easlian Penelitian
/ejauh ini peneliti belum menemukan penelitian yang khusus
membahas tentang karakteristik ibu bersalin dengan persalinan prematur di
*P4/U) -raton -abupaten Pekalongan 5ahun 2#''. Penelitian yang pernah
ada atau berhubungan dengan ini sebatas pengetahuan penulis yaitu penelitian
dari 4atna /ari >uliana %2#''( dengan judul G&ubungan antara -etuban
Pecah )ini, 0nemia dan Preeklamsi dengan Persalinan Prematur di 4/6
2uhammadiyah Pekajangan Pekalongan 5ahun 2#'#H. /ubjek penelitian
yang digunakan adalah semua ibu bersalin di 4/6 2uhammadiyah
Pekajangan Pekalongan tahun 2#'#. 2etode penelitian yang digunakan
adalah penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional.
Perbedaan dengan penelitian tersebut terletak pada subjek penelitian, tempat
penelitian, 8ariabel penelitian, metode dan pendekatan penelitian yang
digunakan.
8
BAB II
TIN"AUAN PU#TA!A
A. Persalinan Prematur
'. Pengertian
Iamanya kehamilan yang normal adalah 2+# hari atau 4# minggu
dihitung dari hari pertama haid terakhir. -adang$kadang kehamilan
berakhir sebelum 3aktunya. *erakhirnya kehamilan menurut lamanya
9
kehamilan dapat dibagi menjadi usia kehamilan 2# $ 2+ minggu %!## $
'### gram( disebut partus imatur, kehamilan 2+ $ 37 minggu %'### $ 2!##
gram( disebut partus prematur, 37 $ 42 minggu %@2!##( disebut partus
matur, sedangkan usia kehamilan lebih dari 42 minggu disebut partus
serotinus %/astra3inata 2##4, h. '(.
)alam 2anuaba %2#'#, h. '( menjelaskan bah3a persalinan
prematur adalah persalinan antara usia kehamilan 2+ sampai 3 minggu,
berat janin kurang dari 2411 gram. /edangkan &olmes %2#'', h.'!!(
menyatakan kelahiran prematur mengacu pada pelahiran bayi yang
berlangsung antara usia kehamilan 24J# dan 3J minggu.
)ari beberapa pengertian yang telah disebutkan, prematuritas dapat
dide7inisikan sebagai persalinan yang terjadi antara usia kehamilan 2#
minggu sampai dengan usia kehamilan kurang dari 37 minggu, dengan
berat badan lahir ? 2!## gram.
2. -lasi7ikasi
2enurut kejadiannya, persalinan prematur digolongkan menjadi K
a. 6diopatik:/pontan.
/ekitar !#" penyebab persalinan prematur tidak diketahui, oleh
karena itu digolongkan pada kelompok idiopatik atau persalinan
prematur spontan. Namun penggolongan idiopatik saat ini dianggap
berlebihan, karena ternyata setelah diketahui banyak 7aktor yang terlibat
dalam persalinan prematur dapat digolongkan ke dalamnya. 0pabila
7aktor$7aktor penyebab lain tidak ada sehingga penyebab prematuritas
10
tidak dapat diterangkan, maka penyebab persalinan prematur ini disebut
idiopatik.
b. 6atrogenik:.lekti7.
Perkembangan teknologi kedokteran dan perkembangan etika
kedokteran menempatkan janin sebagai indi8idu yang mempunyai hak
atas kehidupannya %Fetus as a Patient(. 2aka apabila kelanjutan
kehamilan diduga dapat membahayakan janin, janin akan dipindahkan
ke dalam lingkungan luar yang dianggap lebih baik dari rahim ibunya
sebagai tempat kelangsungan hidupnya. -ondisi tersebut menyebabkan
persalinan prematur buatan:latrogenik yang disebut juga Elective
preterm. /ekitar 2!" persalinan prematur termasuk kedalam golongan
latrogenik:elekti7. %-risnadi 2##1, hh.4 $ !(
3. .tiologi
Persalinan prematur merupakan kelainan proses yang
multi7aktorial. -ombinasi keadaan obstetrik, sosiodemogra7i, dan 7aktor
medik mempunyai pengaruh terjadinya persalinan prematur. *anyak kasus
persalinan prematur sebagai akibat proses terjadinya kontraksi rahim dan
perubahan ser8iks, yaitu K
a. 0kti8asi aksis kelenjar hipotalamus$hipo7isis$adrenal baik pada ibu
maupun pada janin, akibat stres pada ibu ataupun pada janin.
b. 6n7lamasi desidua$korioamnion atau sistemik akibat in7eksi asenden
dari traktus genitourinaria atau in7eksi sistemik.
c. Perdarahan desidua.
d. Peregangan uterus patologik.
11
e. -elainan pada uterus dan ser8iks. %,inkjosastro 2##+, hh. 1 $ 7#(
Daktor predisposisi penyebab persalinan prematur menurut
-risnadi %2##1, hh. 43 $ #( adalah K
a. 6diopatik adalah 7aktor penyebab persalinan prematur yang tidak dapat
diterangkan.
b. 6atrogenik.
-ondisi yang menyebabkan persalinan prematur buatan:latrogenik
adalah sebagai berikut K
'( -eadaan ibu K Preeklampsi berat dan eklampsi, perdarahan
antepartum, korioamnionitis, penyakit jantung, paru atau ginjal yang
berat.
2( -eadaan janin K Ba3at janin %anemia, hipoksia, asidosis atau
gangguan jantung janin(, in7eksi intrauterin, pertumbuhan janin
terhambat, isoimunisasi rhesus, dan simpul tali pusat pada kembar
monokorionik.
c. Daktor /osio$demogra7ik.
>ang termasuk ke dalam 7aktor ini adalah K
'( Daktor psikososial adalah kecemasan, depresi, keberadaan stress,
respon emosional, suport sosial, pekerjaan, perilaku, akti8itas
seksual, dan keinginan untuk hamil.
2( Daktor demogra7ik, adalah usia ibu, status marital, kondisi sosio$
ekonomi, 7aktor ras dan etnik.
d. Daktor 6bu.
'( 6nkompetensi ser8iks.
2( 4i3ayat reproduksi yaitu ri3ayat persalinan prematur, ri3ayat
ketuban pecah dini, ri3ayat abortus, jarak kehamilan dan paritas.
3( -ehamilan multipel.
4( Program bayi tabung.
!( Pemeriksaan kehamilan.
( Penyakit medis dan keadaan kehamilan.
e. 6n7eksi.
12
/umber in7eksi yang berhubungan dengan kejadian persalinan prematur
adalah in7eksi genital, in7eksi intrauterin, dan in7eksi ekstrauterin.
7. Daktor genetik.
-arena ketidakjelasan mekanisme persalinan, diupayakan untuk
mencari penyebab persalinan prematur melalui pendekatan genetik.
terdapat beberapa bukti predisposisi genetik dan eksistensi interaksi gen
lingkunan yang berhubungan dengan persalinan prematur, demikian
juga terdapat beberapa bukti adanya pengaruh 7amilial dan
intergenerasional terhadap persalinan prematur.
%-risnadi 2##1, hh. 43 $ #(
4. )iagnosis
/eperti halnya persalinan normal, persalinan prematur dapat
ditandai dengan a3itan spontan kontraksi uterus dan nyeri dengan atau
disertai pecah ketuban ketuban spontan. )iagnosis persalinan prematur
ditegakkan apabila ibu terbukti mengalami kontrasi teratur disertai
penipisan dan pembukaan ser8iks sebelum usia kehamilan 37 minggu
%&olmes 2##1, h. '#2(.
2enurut ,inkjosastro %2##+, h. 7'( beberapa kriteria yang dapat
dipakai sebagai diagnosis ancaman persalinan prematur adalah K
a. -ontraksi yang berulang sedikitnya 7 $ + menit sekali, atau 2 3 kali
dalam 3aktu '# menit.
b. 0danya nyeri pada punggung ba3ah %lo !ack pain(.
c. Perdarahan bercak.
d. Perasaan menekan daerah ser8iks.
e. Pemeriksaan ser8iks menunjukkan telah terjadi pembuakaan sedikitnya
2 cm dan penipisan !# +# ".
7. Presentasi janin rendah, sampai mencapai spina ishiadika.
g. /elaput ketuban pecah dapat merupakan tanda a3al terjadinya
persalinan prematur.
13
h. 5erjadi pada usia kehamilan 22 $ 37 minggu.
!. Penatalaksanaan
6bu hamil yang mempunyai risiko terjadi persalinan prematur dan
atau menunjukkan persalinan prematur perlu dilakukan inter8ensi untuk
meningkatkan neonatal outcomes. 2anajemen persalinan prematur
bergantung pada beberapa 7aktor yaitu K
a. -eadaan selaput ketuban, pada umumnya persalinan tidak dihambat
bilamana selaput ketuban sudah pecah.
b. Pembukaan ser8iks, persalinan akan sulit dicegah bila pembukaan
mencapai 4 cm.
c. Umur kehamilan, makin muda usia kehamilan, upaya mencegah
persalinan makin perlu dilakukan. Persalinan dapat dipertimbangkan
berlangsung bila 5*C @ 2.### atau kehamilan @ 34 minggu.
d. Penyebab:komplikasi persalinan prematur.
e. -emampuan neonatal intensive care facillities.
%,inkjosastro 2##+, h.73(
Prinsip penatalaksanaan persalinan prematur adalah K
a. Upaya menghentikan kontraksi uterus.
-emungkinan obat$obat tokolitik hanya berhasil sebentar tapi
penting untuk dipakai memberikan kortikosteroid sebagai induksi
maturitas paru bila usia gestasi kurang dari 34 minggu. 6nter8ensi ini
bertujuan untuk menunda kelahiran sampai bayi cukup matang.
Penundaan kelahiran dilakukan bila K
'( Umur kehamilan kurang dari 3! minggu.
2( Pembukaan ser8iks kurang dari 3 cm.
3( 5idak ada amnionitis, preeklampsia atau perdarahan yang akti7
4( 5idak ada ga3at janin.
6bu masuk rumah sakit %ra3at inap( lakukan e8aluasi terhadap
his dan pembukaan.
'( *erikan kortikosteroid untuk memperbaiki kematangan paru janin.
14
2( *erikan 2 dosis betamethason '2 mg 62 selang '2 jam %atau
berikan 4 dosis deksamethason ! mg 62 selang jam(.
3( /teroid tidak boleh diberikan bila ada in7eksi yang jelas.
b. Persalinan berlanjut.
*ila tokolisis tidak berhasil, lakukan persalinan dengan upaya
optimal. Cangan menyetop kontraksi uterus bila K
'( Umur kehamilan lebih dari 3! minggu.
2( /er8iks membuka lebih dari 3 cm.
3( Perdarahan akti7.
4( Canin mati dan adanya kelainan kongenital yang kemungkinan
hidup kecil.
!( 0danya korioamnionitis.
( Preeklampsia.
7( Ba3at janin.
2onitor kemajuan persalinan dengan memakai partogra7.
&indarkan pemakaian 8akum untuk melahirkan sebab risiko
perdarahan intrakranial pada bayi prematur cukup tinggi %0bdul *ari
2##7, h. 3#2(.
Pertolongan persalinan prematur dilakukan secara legeartis,
dengan trauma yang minimal. Penyulit yang dihadapi diantaranya
trauma persalinan menimbulkan perdarahan intrakranial, gangguan
perna7asan karena aspirasi air ketuban, as7iksia neonatus, dan mudah
terjadi in7eksi neonatus. %2anuaba 2#'#, h. 21!(
. Pencegahan
Prematuritas merupakan masalah multi7aktor, tidak ada 7aktor yang
pasti yang dapat menyebabkan prematuritas, sehingga pencegahan melalui
satu atau beberapa 7aktor mungkin tidak akan berhasil memperbaiki luaran
persalinan. Iangkah pertama untuk mencegah persalinan prematur adalah
dengan mengurangi 7aktor risiko yang berhubungan dengan persalinan
prematur.
15
Pencegahan primer dilakukan dengan mengenal kelompok ibu yang
berisiko tinggi mengalami persalinan prematur, dan pencegahan dapat
dilakukan terhadap 7aktor karakteristik ibu, 7aktor lingkungan, 7aktor
uterus, 7aktor plasenta, 7aktor paternal, 7aktor 7armakologi dan 7aktor 7etus.
Pencegahan sekunder adalah deteksi dini gejala persalinan prematur dan
pengobatan dini ancaman persalinan prematur, sedangkan pencegahan
tersier diberikan untuk memperpanjang 3aktu persalinan pada ibu yang
sudah terdiagnosis persalinan prematur baik dengan istirahat rebah atau
dengan pemberian medikasi %-risnadi 2##1, h.'4'(.
5elaah pustaka mengenai pencegahan persalinan prematur oleh
5oronto Public &ealth membagi keberhasilan inter8ensi atau strategi
pencegahan persalinan prematur berbasis bukti sebagai berikut K
a. 6nter8ensi yang terbukti e7ekti7.
'( Pencegahan primer.
a( 2enghentikan merokok pada ibu perokok.
b( 2engobati in7eksi.
c( 2elakukan penapisan terhadap ibu yang pernah melahirkan
prematur sebelumnya.
d( Promosi nutrisi seimbang pada semua ibu hamil, status nutrisi ibu
hamil harus die8aluasi dengan baik.
2( Pencegahan tersier.
2emberikan glukokortikoid pada ibu hamil dengan ancaman
persalinan prematur untuk mengurangi berbagai komplikasi akibat
ketidakmatangan organ bayi prematur.
b. 6nter8ensi yang terbukti mungkin e7ekti7.
'( Pencegahan primer
a( 2empromosikan kenaikan berat badan ibu hamil yang adekuat.
b( 2empromosikan nutrisi optimal dalam masa prakonsepsi.
16
c( Pemeriksaan kehamilan yang adekuat untuk mendiagnosis dan
mengatasi komplikasi mes pada setiap ibu hamil secara adekuat.
d( 2endeteksi, menga3asi dan menanggulangi masalah kehamilan
remaja saat pemeriksaan kehamilan termasuk kunjungan rumah
untuk in7ormasi dan edukasi.
e( /uplementasi kalsium bagi 3anita yang berisiko mengalami
hipertensi dalam kehamilan %&)-( atau ibu hamil yang mendapat
asupan kalsium rendah.
7( 2emberikan dukungan pada ibu hamil berisiko akibat stres
kronik.
2( Pencegahan tersier
2erjuk ibu hamil dengan ancaman persalinan prematur pada 7asilitas
yang memadai untuk persalinan dan mengatasi komplikasi
persalinan.
c. 6nter8ensi yang mungkin e7ekti7 %belum terbukti(
Pencegahan primer meliputi K
'( 2engurangi kebisingan.
2( 2engurangi pekerjaan yang menimbulkan stres, kelelahan 7isik dan
berdiri lama.
3( 6denti7ikasi dan penanggulangan kekerasan dalam rumah tangga
%-)45(.
4( /uplementasi "inc dan #agnesium.
!( 6denti7ikasi dan penanggulangan pengguna N0DA0.
( 2encegah dan mengurangi paparan toksin lingkungan.
7( /uplementasi minyak ikan terutama pada ibu hamil dengan ri3ayat
persalinan prematur.
d. 6nter8ensi yang terbukti tidak e7ekti7
'( Pencegahan primer.
a( /uplementasi diet tinggi protein selama kehamilan.
b( Pengurangan garam pada ibu hamil dengan &)-.
c( Penanggulangan:bantuan psikososial.
2( Pencegahan sekunder
a( .dukasi tentang gejala dan tanda persalinan prematur.
b( Pemantauan akti8itas uterus di rumah.
17
c( 5okolitik
d( 6stirahat rebah.
e( /uplementasi berbagai mineral selain An dan 2g.
7( 6nter8ensi yang berhubungan dengan mikronutrient.
g( 5erapi pengganti nikotin pada ibu hamil perokok berat &idrasi.
e. 6nter8ensi yang masih kurang in7ormasinya %membutuhkan penelitian
lebih lanjut untuk dibuktikan(.
'( Pencegahan primer.
/uplementasi multi8itamin, 8itamin 0, *, ;, ) dan ..
2( Pencegahan sekunder
a( *erbagai metode penapisan resiko tinggi.
b( *erbagai cara prediksi atau diagnosis dini persalinan prematur
%sistem skoring klinik atau pemantauan perubahan ser8iks(.
c( Pengikatan ser8iks.
d( /edasi.
%-risnadi 2##1, hh. '!7$'!1(.
B. !arakteristik
'. Pengertian
2enurut .nsiklopedi di 6ndonesia %'1+4(, karakter adalah 3atak
atau per3atakan. /edangkan menurut -amus Iengkap 6ndonesia %2###(,
karakter adalah si7at$si7at keji3aan atau budi pekerti yang membedakan
seorang dari yang lain, tabiat dan 3atak. 2enurut ensiklopedi 6ndonesia,
karakteristik adalah si7at khas yang tetap memampilkan diri, dalam
keadaan apapun, bagaimanapun usaha untuk menutupi atau
menyembunyikan 3atak itu akan selalu dapat ditemukan, sekalipun
kadang$kadang dalam dalam bentuk lain. /edangkan menurut -amus
*esar 6ndonesia, karakteristik adalah ciri$ciri khusus atau si7at khas yang
tetap menampilkan diri dalam keadaan apapun yang sesuai dengan
per3atakan tertentu. Penulis ingin meneliti tentang 7aktor$7aktor yang
dapat menyebabkan persalinan prematur diantaranya usia ibu, jarak
kehamilan dan kehamilan multipel.
18
2. 2acam$macam -arakteristik
2enurut 0nderson %'174( yang dikutip dari Notoatmodjo %2##3, h.
2#!( menggambarkan model sistem kesehatan %health system model( yang
berupa model kepercayaan kesehatan. )i dalam model 0nderson ini
terdapat 3 kategori utama dalam pelayanan kesehatan yaitu karakteristik
predisposisi, karakteristik pendukung dan karakteristik kebutuhan.
a. -arakteristik pendukung %Ena!ling Characteristics(.
-arakteristik ini mencerminkan bah3a meskipun mempunyai
predisposisi untuk menggunakan pelayanan kesehatan, ia tak akan
bertindak untuk menggunakannya kecuali bila ia mampu
menggunakannya. Penggunaan pelayanan kesehatan yang ada
tergantung kepada kemampuan konsumen untuk membayar.
b. -arakteristik kebutuhan %Need Characteristics(.
Daktor predisposisi dan 7aktor yang memungkinkan untuk
mencari pengobatan dapat ter3ujud di dalam tindakan apabila itu
dirasakan sebagai kebutuhan. )engan kata lain kebutuhan merupakan
dasar dan stimulus langsung untuk menggunakan pelayanan kesehatan,
bilamana tingkat predisposisi dan ena!ling itu ada. -ebutuhan %need(
disini dibagi menjadi 2 kategori, dirasa atau preceived %su!$ect
assesment( dan evaluated %clinical diagnosis(.
c. -arakteristik predisposisi %Predisposing Characteristics(.
-arakteristik ini digunakan untuk menggambarkan 7akta bah3a
tiap indi8idu mempunyai kecenderungan untuk menggunakan
pelayanan kesehatan yang berbeda$beda. &al ini disebabkan karena
adanya ciri$ciri indi8idu, yang digolongkan ke dalam 3 kelompok.
'( ;iri$ciri demogra7i, seperti jenis kelamin dan umur
19
2( /truktur sosial, seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, kesukuan atau
ruas dan sebagainya.
3( 2an7aat$man7aat kesehatan, seperti keyakinan bah3a pelayanan
kesehatan dapat menolong proses penyembuhan penyakit.

3. -arakteristik ibu bersalin dengan persalinan prematur
a. Usia 6bu.
Usia atau umur adalah satuan 3aktu yang mengukur 3aktu
keberadaan suatu benda atau makhluk, baik yang hidup maupun yang
mati. 2isal umur manusia dikatakan '! tahun diukur sejak dia lahir
hingga 3aktu umur itu dihitung %,ikipedia, 2#''(. Pada pembahasan
demogra7i, pengertian umur adalah umur pada saat ulang tahun terakhir
%*P/(.
-ehamilan dan kelahiran terbaik, artinya risiko paling rendah
untuk ibu dan anak adalah usia antara 2# 3! tahun %/ai7uddin 2##,
h.+(. /edangkan dalam ,inkjosastro %2##2, h.23( menjelaskan bah3a
dalam kurun reproduksi sehat dikenal bah3a usia aman untuk
kehamilan dan persalinan adalah 2#$3# tahun. Usia reproduksi sehat ini,
sebagian besar 3anita dapat menjalani masa kehamilan, persalinan, dan
ni7as dalam kondisi yang optimal sehingga ibu dan bayinya berada
dalam keadaan sehat.
Usia ibu sangat mempengaruhi kemungkinan mereka menjalani
persalinan dan pelahiran prematur. -ehamilan pada usia ibu kurang dari
2# tahun dan di atas 3! tahun berisiko mengalami persalinan prematur
%2anuaba 2#'#, h.21!(. 2ekanisme biologis peningkatan kejadian
persalinan prematur pada ibu remaja diterangkan sebagai berikut.
Peredaran darah menuju ser8iks dan uterus pada remaja umumnya
20
belum sempurna dan hal ini menyebabkan in7eksi meningkat yang akan
menyebabkan persalinan prematur meningkat. Peran hormonal gonad
pada remaja juga dapat menyebabkan menstruasi yang ireguler.
*eberapa remaja hamil dapat menduga kehamilan muda dengan
perdarahan sebagai haid yang iregular sehingga terlambat datang untuk
melakukan pemeriksaan kehamilan. Nutrisi remaja hamil juga berperan
karena remaja masih membutuhkan nutrisi yang akan dibagi pada
janinnya dibandingkan ibu de3asa yang tidak membutuhkan lagi nutrisi
untuk tumbuh %-risnadi 2##1, hh.'43$'44(.
-ehamilan remaja yang berusia ? ' tahun, terutama yang
secara ri3ayat ginekologis juga muda %remaja yang mendapat haid
petamanya ? 2 tahun sebelum kehamilannya( akan meningkatkan
kejadian prematur pada usia kehamilan ? 33 minggu. ,anita usia @ 3!
tahun juga meningkat risikonya untuk mengalami persalinan prematur
%-risnadi 2##1, h.!'(.
Persalinan prematur juga dikaitkan dengan usia 3anita yang
sudah lanjut karena mungkin mereka mengalami berbagai masalah
ginekologis atau masalah medis mendasar, atau mengalami pembuahan
melalui terapi 7ertilisasi in 8itro %6LD( yang kemungkinan akan memicu
kehamilan kembar, serta masalah lain yang mungkin muncul terkait
terapi in7ertilitas. %&olmes 2##1, h. '!1(. -ejadian prematuritas paling
rendah pada 3anita berumur antara 2#$3# tahun %/ularyo 2##!, h. 4+(.
Prognosa kehamilan sangat ditentukan oleh usia seseorang.
Umur yang terlalu muda atau kurang dari '7 tahun dan umur yang
terlalu lanjut lebih dari 34 tahun merupakan kehamilan resiko tinggi.
21
-ehamilan pada usia muda merupakan kehamilan dengan 7aktor resiko.
&al ini disebabkan belum matangnya organ reproduksi untuk hamil
%endometrium belum sempurna(. /edangkan pada umur diatas 3! tahun
endometrium kurang subur yang memperbesar kemungkinan untuk
menderita kelainan kongenital, sehingga dapat berakibat terhadap
kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin dan
beresiko untuk mengalami kelahiran prematur. 0ngka kejadian
prematuritas tertinggi ialah pada usia kurang dari 2# tahun. -ejadian
terendah terjadi pada usia antara 2 3! tahun %/istiarini, 2##+(.
b. Carak -ehamilan.
Carak kehamilan adalah jarak antara persalinan terakhir dengan
a3al kehamilan %-risnadi 2##1, h.!3(. Carak kehamilan terlalu dekat
maupun jauh bisa membahayakan ibu dan janin. 6dealnya, tidak kurang
dari 1 bulan hingga 24 bulan. Perhitungan tidak kurang dari 1 bulan ini
atas dasar pertimbangan kembalinya organ$organ reproduksi ke keadaan
semula %Praputanto, 2##!(. ,&E merekomendasikan inter8al 3aktu
minimal 24 bulan agar tubuh dapat pulih setelah mele3ati proses
kelahiran %&olmes 2##1, h. '2(.
*erbagai teori diajukan mengenai e7ek jarak kehamilan dengan
kejadian persalinan prematur. Carak antar kehamilan yang pendek
mengurangi cadangan nutrisi ibu sehingga meningkatkan risiko
persalinan prematur. 6bu yang mempunyai inter8al persalinan yang
pendek biasanya juga mempunyai karakteristik sebagai berikut yakni
usia muda, paritas tinggi, sosio$ekonomi rendah, pendidikan kurang,
perokok, peminum alkohol atau pemakaian obat$obatan N0PA0 yang
22
juga merupakan 7aktor risiko persalinan prematur %-risnadi 2##1,
h.'42(.
2anuaba %2#'#( menyebutkan bah3a jarak kehamilan yang
terlalu dekat adalah 7aktor risiko terjadinya kehamilan. 2enurut ,ynn
dan ,ynn %'11'( bah3a pengaturan jarak kehamilan adalah suatu
pertimbangan yang penting karena terdapat peningkatan risiko
prematuritas dan retardasi pertumbuhan intra uteri jika inter8al antar
kelahiran anak terlalu pendek %&enderson dan Cones 2##!, h. 1(.
Carak kehamilan yang terlalu dekat yaitu kurang dari 24 bulan
merupakan jarak kehamilan yang berisiko tinggi se3aktu melahirkan.
Pada 3anita yang melahirkan anak dengan jarak yang sangat
berdekatan %di ba3ah dua tahun(, akan mengalami peningkatan risiko
terhadap terjadinya perdarahan pada trimester ke tiga, termasuk karena
alasan plasenta pre8ia, anemia atau kurang darah, ketuban pecah a3al,
endometriosis masa ni7as serta yang terburuk yakni kematian saat
melahirkan. /elain itu 3anita yang hamil dengan jarak terlalu dekat
berisiko tinggi mengalami komplikasi di antaranya kelahiran prematur,
bayi dengan berat badan rendah, bahkan bayi lahir mati. Pada
kehamilan jarak dekat, kemungkinan kekurangan gi<i amat besar. &al
ini karena ibu hamil juga harus menyusui bayinya. )engan demikian
nutrisi ibu hamil menjadi berkurang dan jainin juga bisa semakin
kekurangan gi<i. 2eningkatnya risiko ini tidak berkaitan dengan 7aktor
risiko lain, seperti komplikasi pada kehamilan pertama, usia ibu 3aktu
melahirkan, dan status ekonomi ibu. Carak kehamilan terlalu dekat
23
menyebabkan ibu punya 3aktu yang terlalu singkat untuk memulihkan
kondisi rahimnya. /etelah rahim kembali ke kondisi semula, barulah
merencanakan punya anak lagi %Praputranto, 2##!(.
c. Cumlah janin dalam kehamilan.
-ehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau
lebih %2anuaba 2#'#, h. 273(. -ehamilan kembar ini bisa terjadi karena
terjadi pembuahan dua atau lebih sel telur. 0tau bisa juga terjadi karena
satu sel telur yang dibuahi membelah diri secara dini hingga terbentuk
dua embrio yang sama pada tahap yang berbeda %4omana, 2#''(.
-lasi7ikasi kehamilan kembar dibuat berdasarkan jumlah janin %kembar
dua, kembar tiga, kembar empat, dll(, jumlah o8um yang dibuahi,
jumlah plasenta dan jumlah rongga amnion %&olmes 2##1, h.'2!(.
0ngka kejadian kehamilan ganda menurut rumus &ellin adalah
gemelli 'K+# kehamilan, triplet 'K+#
2
, kudruplet 'K+#
3
dan seterusnya.
-ejadian kehamilan ganda dipengaruhi oleh beberapa 7aktor
diantaranya adalah 7aktor genetik atau keturunan, umur dan paritas,
ras:suku bangsa dan obat pemicu o8ulasi. -ehamilan ganda mempunyai
arti yang cukup penting dalam bidang obstetri karena di samping
merupakan 7enomena yang menarik, keadaan ini termasuk dalam
kategori risiko tinggi dalam kehamilan dan persalinan %/ai7udin 2##,
h.3''(.
2asalah yang dapat muncul pada kehamilan ganda adalah
partus prematurus, preeklampsia:eklampsia, anemia, malpresentasi,
perdarahan pascapersalinan %/ai7udin 2##, h.3''(. Pada kehamilan
kembar dengan distensi uterus yang berlebihan dapat terjadi persalinan
24
prematur. -ebutuhan ibu untuk pertumbuhan hamil kembar lebih besar
sehingga terjadi de7isiensi nutrisi seperti anemia kehamilan yang dapat
mengganggu pertumbuhan janin dalam rahim. Drekuensi hidramnion
pada hamil kembar sekitar '# kali lebih besar dari pada kehamilan
tunggal. -eregangan otot rahim yang menyebabkan iskemia uteri dapat
meningkatkan kemungkinan pre$eklampsi dan eklampsi. /olusio
plasenta dapat terjadi setelah persalinan anak pertama karena retraksi
otot$otot rahim yang berlebihan. Perjalanan persalinan dapat
berlangsung lebih lama, karena keregangan otot rahim yang melampaui
batas. /etelah persalinan terjadi gangguan otot rahim yang
menyebabkan atonia uteri dan menimbulkan perdarahan, retensio
plasenta, dan plasenta rest %2anuaba 2#'#, h.277(.
Pelahiran prematur spontan merupakan risiko yang selalu
mengancam pada kehamilan kembar, dengan rata$rata usia kehamilan
saat lahir adalah 37 minggu. -arenanya, sekitar !#" bayi kembar lahir
dalam keadaan prematur. /ebagian besar bayi yang lahir pada usia 32
minggu ke atas akan mengalami beberapa gangguan. &ampir semua
bayi yang lahir pada usia kehamilan 23 minggu atau kurang meninggal.
0ngka mortalitas dan kecacatan menurun stabil antara usia kehamilan
24 dan 3' minggu %&olmes 2##1, h.'21(.
-eseluruhan angka mortalitas perinatal pada bayi kembar adalah
sekitar enam kali lebih tinggi dari pada bayi tunggal. Penyebab utama
tingginya angka mortalitas ini adalah komplikasi akibat kelahiran
prematur. 2engingat pelahiran prematur paling sering terjadi pada
25
kasus kehamilan kembar monokorion, mortalitas perinatal yang
merupakan akibat sekunder dari kondisi ini adalah dua kali lebih lebih
tinggi dari pada kembar dikorion. -embar mono<igot juga memiliki
risiko tambahan dan mengalami berbagai komplikasi yang semakin
meningkatkan risiko kematian dan kecacatan %&olmes 2##1, hh.'21
'3#(.
/eperti halnya kehamilan tunggal, tindakan tirah baring maupun
pemberian tokolitik pro7ilaksis tidak mampu mencegah persalinan
prematur pada kehamilan kembar. 0kan tetapi, tindakan skrining
persalinan persalinan prematur mungkin dapat berman7aat. /etrategi
antenatal pada ibu yang dikelompokkan sebagai 7aktor risiko tinggi
adalah sebagai berikut K
'( /krining 8aginosis bakteri %terapi ini dapat menyingkirkan ko7aktor
persalinan prematur(.
2( /krining bakteri /treptococcu group * %antibiotik intrapartum
mengurangi in7eksi neonatus(.
3( 5erapi steroid maternal untuk membantu maturasi paru janin.
4( Pendidikan tambahan tentang tanda dan gejala persalinan prematur.
!( Perencanaan lebih lanjut tentang asuhan intranatal.
( )ukungan tambahan dari tim medis dan kebidanan.
Pengukuran panjang ser8iks dengan alat ultrasound trans8agina
terbukti menjadi prediktor yang paling menjanjikan untuk persalinan
sangat prematur dan dapat dilakukan saat ibu menjalani pemeriksaan
ultrasound lainnya %&olmes 2##1, h. '3#(. Untuk memperkecil
kemungkinan penyulit ibu dan janin, kehamilan kembar perlu
penanganan yang lebih intensi7 dengan melakukan penga3asan hamil
lebih sering, melakukan pemeriksaan laboratorium dasar, dan
26
pengobatan intensi7 terhadap kekurangan nutrisi dan preparat 7e.
%2anuaba 2#'#, h.277(.
BAB III
!ERAN$!A !%N#EP
A. !erangka !&nse'
27
-erangka -onsep penelitian adalah suatu uraian dan 8isualisasi
hubungan atau kaitan antara konsep satu dengan konsep lainnya atau antara
8ariabel satu dengan 8ariabel lain dari masalah yang ingin diteliti
%Notoatmodjo 2#'#, h.++(. -erangka konsep dirumuskan dengan tujuan
untuk memperoleh gambaran secara jelas arah penelitian atau data apa yang
dikumpulkan. Pada penelitian ini terdiri dari satu 8ariabel yaitu karakteristik
ibu bersalin dengan persalinan prematur meliputi usia ibu, jarak kehamilan
dan jumlah janin dalam kehamilan.
B. Deinisi %'erasi&nal
)e7inisi operasional 8ariabel merupakan de7inisi 8ariabel$8ariabel
yang akan diteliti secara operasional di lapangan. )e7inisi operasional
berman7aat agar 8ariabel penelitian ini dapat diukur, maka perlu adanya
pembatasan ruang lingkup dari 8ariabel yang akan diteliti agar penelitian
menjadi lebih 7okus %4iyanto 2#'', h.+2(.
5abel 3.' )e7inisi Eperasional
#u(
)aria(el
Deinisi
%'erasi&nal
Alat
Ukur
Hasil Ukur
#kala
Ukur
28
Usia ibu Usia 6bu sejak
dilahirkan
sampai saat
persalinan
yang tercatat
dalam rekam
medik
check
list
Pemberian -ategori K
# M )ata yang
menunjukkan bah3a
usia ibu ? 2# tahun
' M )ata ibu yang
menunjukkan bah3a
usia ibu 2# 3!
tahun
2 M )ata yang
menunjukkan bah3a
usia ibu @ 3! tahun
Erdinal
Carak
kehamilan
Carak antara
kehamilan
sekarang
dengan
kehamilan
sebelumnya
yang dilihat
dari umur anak
terakhir yang
tercatat dalam
rekam medik
dikurangi
umur
kehamilan ibu
saat bersalin.
check
list
Pemberian kategori K
# M )ata yang
menunjukkan bah3a
jarak kehamilan ? 2
tahun
' M )ata yang
menunjukkan bah3a
jarak kehamilan N 2
tahun
Erdinal
Cumlah
janin
dalam
kehamilan
Cumlah janin
yang
dikandung
pada saat
kehamilan
check
list
Pemberian kategori K
# M )ata yang
menunjukkan bah3a
ibu bersalin dengan
janin ganda
' M )ata yang
menunjukkan bah3a
ibu bersalin dengan
janin tunggal
Nominal
BAB I)
MET%DE PENELITIAN
29
A. Desain Penelitian
Penelitian ini bersi7at deskriptif. Notoatmojo %2##!, h.'3+(
menyatakan bah3a metode penelitian deskripti7 adalah suatu metode
penelitian yang dilakukan dengan tujuan utama untuk membuat gambaran
atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objekti7. Penelitian ini
menggambarkan usia ibu, jarak kehamilan dan jumlah janin dalam kehamilan
pada ibu bersalin dengan persalinan prematur di *P4/U) -raton -abupaten
Pekalongan 5ahun 2#''.
B. P&'ulasi *an #am'el
'. Populasi
Populasi merupakan seluruh subjek yang akan diteliti dan
memenuhi karakteristik yang ditentukan %4iyanto 2#'', h.+1(. Populasi
dalam penelitian ini adalah seluruh persalinan prematur yang ada di 4/U)
-raton pada bulan Canuari )esember tahun 2#'', yaitu sejumlah 1#
persalinan.
2. /ampel
/ampel merupakan sebagian dari populasi yang diharapkan dapat
me3akili atau representati7 populasi, supaya sampel dapat me3akili maka
harus diperhatikan besar sampel dan teknik pengambilan sampel %4iyanto
2#'', h.1#(. 5eknik pengambilan sampel dalam penelitian ini
menggunakan teknik total populasi atau sensus yaitu penelitian yang
30
menggunakan seluruh anggota populasinya. Penggunaan ini berlaku jika
anggota populasi relati7 kecil. /ampel dalam penelitian ini adalah seluruh
persalinan prematur yang ada di 4/U) -raton tahun 2#'' sebanyak 1#
persalinan.
2enurut Nursalam %2##3, hh.!$( penentuan kriteria sampel
sangat membantu peneliti untuk mengurangi bias hasil penelitian,
khususnya jika terdapat 8ariabel$8ariabel perancu yang ternyata
mempunyai pengaruh terhadap 8ariabel yang diteliti. -riteria sampel
tersebut meliputiK
a. -riteria 6nklusi.
-riteria inklusi dalam penelitian ini adalah semua rekam medik
persalinan prematur di 4/U) -raton -abupaten Pekalongan baik
secara normal, tindakan, dan buatan dari bulan Canuari $ )esember
tahun 2#'' yang tersedia data mengenai usia ibu, jarak kehamilan dan
jumlah janin dalam kehamilan.
b. -riteria .ksklusi.
-riteria eksklusi dalam penelitian ini adalah K
'( Persalinan ibu primigra8ida atau 3anita yang sedang hamil untuk
pertama kali sebanyak 2+ persalinan.
2( Persalinan ibu nulipara atau 3anita yang belum pernah melahirkan
bayi aterm sebanyak '' persalinan.
)ari 1# persalinan prematur sebagai sampel penelitian
didapatkan 31 persalinan prematur yang termasuk dalam kriteria
eksklusi, sehingga jumlah sampel menjadi !' persalinan.
31
C. Tem'at *an +aktu Penelitian
'. 5empat
5empat penelitian ini dilakukan di *P4/U) -raton dengan
jumlah persalinan prematur terbanyak diseluruh rumah sakit di
-abupaten Pekalongan tahun 2#''.
2. ,aktu
5abel 4.' Cad3al -egiatan Penelitian
No -eterangan ,aktu
'. Penyusunan proposal Debruari 2aret 2#'2
2 Ujian proposal 2 0pril 2#'2
3 Penelitian 23 3# Cuni 2#'2
4 Pengolahan data 3' Cuni 2#'2
! Penyusunan laporan hasil penelitian ' 7 Culi 2#'2
D. Etika Penelitian
/etelah peneliti mendapatkan persetujuan. Peneliti menekankan pada
prinsip prinsip etika yang meliputi O
'. %nonimity
2erupakan masalah etika dalam penelitian dengan cara tidak
memberikan nama responden pada lembar alat ukur hanya menuliskan
kode pada lembar pengumpulan data, cukup memberikan nomor kode
pada masing masing check list&
'& Confidentiality
2enjamin kerahasiaan dari hasil peneliti baik in7ormasi maupun
masalah masalah lainnya, semua in7ormasi yang telah dikumpulkan
dijamin kerahasiaan oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan
dilaporkan pada hasil riset %0limul 2##3, h. 42(.
32
E. Alat *an Met&*e Pengum'ulan Data
'. 0lat
0lat yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian
ini berupa check list. Check list adalah da7tar pengecek, berisi nama subjek
dan beberapa gejala atau identitas lainnya dari suatu pengamatan
%Notoatmodjo 2#'#, h.'#(. Iembar check list ini berguna untuk
memasukkan data yang diperlukan yaitu nomor rekam medis pasien, data
usia ibu, jarak kehamilan, dan jumlah janin dalam kehamilan.
2. 2etode Pengumpulan )ata
2etode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode
dokumentasi. 2etode dokumentasi adalah mencari data mengenati hal$hal
atau 8ariabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah,
prasasti, notulen rapat, lengger, agenda, dan sebagainya. )engan metode
dokumentasi yang diamati bukan benda hidup tetapi benda mati. )alam
menggunakan metode dokumentasi ini peneliti memegang chek list untuk
mencari 8ariabel yang sudah ditentukan %0rikunto 2#'#, h. 274(
)ata yang dikumpulkan dalam penelitian ini berupa data sekunder
dari rekam medik pasien tentang usia ibu, jarak persalinan dan jumlah
janin dalam kehamilan. )ata sekunder adalah sumber in7ormasi yang
didapat dari tangan pertama dan yang bukan mempunyai 3e3enang dan
tanggung ja3ab terhadap in7ormasi atau data tersebut %Notoatmodjo 2##!,
h. 3(
33
,. Pr&se*ur Pengum'ulan Data
Penelitian ini dilakukan oleh peneliti sendiri. Prosedur pengumpulan
data dan penelitian ini adalah sebagai berikutO
'. Peneliti mengajukan i<in penelitian pada *0PP.)0 -abupaten
Pekalongan setelah mendapat surat ijin dari instansi pendidikan.
2. Peneliti menyampaikan tembusan ijin penelitian dari *0PP.)0 ke )inas
-esehatan -abupaten Pekalongan dan kepada direktur 4/U) -raton
-abupaten Pekalongan.
3. Peneliti mengamati catatan medis seluruh pasien bersalin di 4/U) -raton
-abupaten Pekalongan tahun 2#'' untuk mendapat data yang diperlukan
di bagian rekam medis 4/U) -raton -abupaten Pekalongan.
4. Peneliti mengamati catatan medik pasien untuk mendapatkan data yang
diperlukan.
!. Peneliti mengisi lembar chek list sebagai lembar obser8asi.
$. Peng&lahan Data
Iangkah langkah pengolahan data adalah sebagai berikut K
(& Editing
>aitu langkah yang diambil untuk melakukan pengecekan
kelengkapan data, kesinambungan data dan keragaman data. &asil
pengumpulan data pada lembar check list yang tidak lengkap, diperiksa
kembali oleh peneliti dengan melihat rekam medik.
'& Coding
Pengkodean yaitu langkah yang diambil untuk memberi kode setiap
responden dan ja3aban check list agar memudahkan pengolahan data.
Peneliti menggunakan kode angka untuk mempermudah analisa data.
)& Processing
34
Processing dilakukan agar dapat dianalisis %4iyanto 2#'', h. '+1(. Proses
analisa dilakukan dengan menggunakan paket program computer yaitu
/P//.
*& Cleaning
2erupakan kegiatan pengecekan kembali data yang sudah dientry,
dilakukan apabila terdapat kesalahan dalam memasukan data yaitu dengan
melihat distribusi 7rekuensi dari 8ariabel$8ariabel yang diteliti.
H. Analisa Data
0nalisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa
uni8ariat yaitu analisa yang dilakukan terhadap tiap 8ariabel penelitian. Pada
umumnya analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap
8ariabel %Notoatmodjo 2##!, h.'++(. Penelitian ini bertujuan
mendeskripti7kan atau menggambarkan ibu bersalin dengan prematur di
*P4/U) -raton -abupaten Pekalongan 5ahun 2#'' meliputi usia ibu, jarak
kehamilan dan jumlah janin dalam kehamilan.
P
35
BAB )
HA#IL PENELITIAN DAN PEMBAHA#AN
A. Hasil Penelitian
'. Usia 6bu
5abel !.' )istribusi Drekuensi 4esponden *erdasarkan Usia 6bu di
*P/4U) -raton -abupaten Pekalongan 5ahun 2#''
Usia 6bu Drekuensi Presentase
Usia ? 2# tahun ! 1,+ "
Usia 2# 3! tahun 4# 7+,4 "
Usia @ 3! tahun '',+ "
5otal !' '## "
Sum!er + Data Sekunder
*erdasarkan tabel !.' menunjukkan bah3a sebagian besar ibu
bersalin dengan persalinan prematur di 4/U) -raton tahun 2#'' berusia
2# 3! tahun yaitu sebanyak 4# responden %7+,4 "(.
2. Carak -ehamilan
5abel !.2 )istribusi Drekuensi 4esponden *erdasarkan Carak -ehamilan di
*P/4U) -raton -abupaten Pekalongan 5ahun 2#''
Carak -ehamilan Drekuensi Presentase
Carak -ehamilan ? 2 tahun 1 '7, "
Carak -ehamilan N 2 tahun 42 +2,4 "
36
5otal !' '## "
Sum!er + Data Sekunder
*erdasarkan tabel !.2 menunjukkan bah3a sebagian besar ibu
bersalin dengan persalinan prematur di 4/U) -raton tahun 2#'' dengan
jarak kehamilan N 2 tahun yaitu sebanyak 42 responden %+2,4"(.
3. Cumlah Canin dalam -ehamilan
5abel !.3 )istribusi Drekuensi 4esponden *erdasarkan Cumlah Canin
dalam -ehamilan di *P/4U) -raton -abupaten Pekalongan
5ahun 2#''
Cumlah Canin dalam -ehamilan Drekuensi Presentase
-ehamilan Banda 1 '7, "
-ehamilan 5unggal 42 +2,4 "
5otal !' '## "
Sum!er + Data Sekunder
*erdasarkan tabel !.3 menunjukkan bah3a sebagian besar ibu
bersalin dengan persalinan prematur di 4/U) -raton tahun 2#'' adalah
ibu bersalin dengan jumlah janin tunggal yaitu sebanyak 42 responden
%+2,4 "(.
B. Pem(ahasan
'. Usia 6bu
*erdasarkan hasil penelitian diketahui bah3a sebagian besar
%7+,4"( ibu bersalin dengan persalinan prematur di 4/U) -raton
tahun 2#'' berusia 2# 3! tahun.
Usia 2# 3! tahun adalah kurun 3aktu usia reproduksi sehat.
Usia ibu bersalin dalam kurun 3aktu usia reproduksi sehat dapat
mengurangi morbiditas dan mortalitas ibu maupun bayi. 2enurut
37
/ai7udin %2##, h. +( bah3a usia yang paling baik dan aman untuk
hamil dan melahirkan, artinya risiko paling rendah untuk ibu dan anak
adalah antara usia 2# 3! tahun. Pada usia reproduksi sehat sebagian
besar 3anita dapat menjalani masa kehamilan, persalinan, dan ni7as
dalam kondisi yang optimal sehingga ibu dan bayinya berada dalam
keadaan sehat. Eleh karena itu, kehamilan dan persalinan lebih
banyak terjadi pada usia ibu 2# 3! tahun dibandingkan dengan usia
ibu kurang dari 2# tahun maupun lebih dari 3! tahun. /ehingga tidak
menutup kemungkinan jika persalinan prematur juga dapat terjadi
pada usia 2# 3! tahun karena banyaknya kehamilan dan persalinan
yang terjadi pada usia tersebut.
)ari hasil penelitian didapatkan 1,+" ibu bersalin dengan
persalinan prematur berusia kurang dari 2# tahun dan '',+" ibu
bersalin berusia lebih dari 3! tahun. 2anuaba %2#'#, h.43(
menyebutkan usia kurang dari 2# tahun atau lebih dari 3! tahun
adalah salah satu penyebab terjadinya persalinan prematur.
2ekanisme biologis kejadian persalinan prematur pada ibu remaja
karena peredaran darah menuju ser8iks dan uterus pada remaja
umumnya belum sempurna dan hal ini menyebabkan in7eksi
meningkat yang akan menyebabkan persalinan prematur meningkat.
Peran hormonal gonad pada remaja juga dapat menyebabkan
menstruasi yang ireguler. *eberapa remaja hamil dapat menduga
kehamilan muda dengan perdarahan sebagai haid yang iregular
sehingga terlambat datang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan.
38
Nutrisi remaja hamil juga berperan karena remaja masih
membutuhkan nutrisi yang akan dibagi pada janinnya dibandingkan
ibu de3asa yang tidak membutuhkan lagi nutrisi untuk tumbuh
%-risnadi 2##1, hh.'43$'44(.
2enurut /istiarini %2##+( Prognosa kehamilan sangat
ditentukan oleh usia seseorang. Umur yang terlalu muda atau kurang
dari '7 tahun dan umur yang terlalu lanjut lebih dari 34 tahun
merupakan kehamilan resiko tinggi. -ehamilan pada usia muda
merupakan kehamilan dengan 7aktor resiko. &al ini disebabkan belum
matangnya organ reproduksi untuk hamil %endometrium belum
sempurna(.
,anita usia @ 3! tahun juga meningkat risikonya untuk
mengalami persalinan prematur %-risnadi 2##1, h.!'(. 2enurut
&olmes %2##1, h. '!1( pada ibu usia lanjut persalinan prematur terjadi
karena mungkin mereka mengalami berbagai masalah ginekologis
atau masalah medis mendasar, atau mengalami pembuahan melalui
terapi 7ertilisasi in 8itro %6LD( yang kemungkinan akan memicu
kehamilan kembar, serta masalah lain yang mungkin muncul terkait
terapi in7ertilitas. /istiarini %2##+( menyebutkan pada umur diatas 3!
tahun endometrium kurang subur yang memperbesar kemungkinan
untuk menderita kelainan kongenital, sehingga dapat berakibat
terhadap kesehatan ibu maupun perkembangan dan pertumbuhan janin
dan beresiko untuk mengalami kelahiran prematur. 0ngka kejadian
39
prematuritas tertinggi ialah pada usia kurang dari 2# tahun. -ejadian
terendah terjadi pada usia antara 2 3! tahun.
2. Carak -ehamilan
*erdasarkan hasil penelitian didapatkan ibu bersalin yang
mengalami persalinan prematur yaitu +2,4" ibu dengan jarak
kehamilan N 2 tahun dan '7," ibu dengan jarak kehamilan ? 2 tahun.
2enurut Praputanto %2##!(, jarak kehamilan terlalu dekat
maupun jauh bisa membahayakan ibu dan janin. 6dealnya, tidak kurang
dari 1 bulan hingga 24 bulan. Perhitungan tidak kurang dari 1 bulan ini
atas dasar pertimbangan kembalinya organ$organ reproduksi ke
keadaan semula. ,&E merekomendasikan inter8al 3aktu minimal 24
bulan agar tubuh dapat pulih setelah mele3ati proses kelahiran
%&olmes 2##1, h. '2(.
)ari hasil penelitian didapatkan ibu bersalin yang dengan jarak
kehamilan lebih dari 2 tahun lebih banyak dari pada ibu dengan jarak
kehamilan kurang dari 2 tahun. /ehingga tidak menutup kemungkinan
persalinan prematur bisa terjadi pada ibu bersalin yang memiliki jarak
kehamilan lebih dari 2 tahun. &asil penelitian ini menunjukkan bah3a
persalinan prematur bisa terjadi pada ibu bersalin dengan jarak
kehamilan dekat.
2anuaba %2#'#, h.21!( menyebutkan bah3a jarak kehahmilan
yang terlalu dekat adalah 7aktor risiko terjadinya persalinan prematur.
)emikian juga menurut ,ynn dan ,ynn %'11'( dalam &enderson dan
Cones %2##!, h. 1( bah3a pengaturan jarak kehamilan adalah suatu
40
pertimbangan yang penting karena terdapat peningkatan risiko
prematuritas jika inter8al antar kelahiran anak terlalu pendek.
-risnadi %2##1, h. '42( menjelaskan bah3a jarak antar
kehamilan yang pendek mengurangi cadangan nutrisi ibu sehingga
meningkatkan risiko persalinan prematur. /edangkan menurut
Praputanto %2##!( bah3a 3anita yang hamil dengan jarak terlalu dekat
berisiko tinggi mengalami komplikasi di antaranya kelahiran prematur,
bayi dengan berat badan rendah, bahkan bayi lahir mati. Pada
kehamilan jarak dekat, kemungkinan kekurangan gi<i amat besar. &al
ini karena ibu hamil juga harus menyusui bayinya. )engan demikian
nutrisi ibu hamil menjadi berkurang dan jainin juga bisa semakin
kekurangan gi<i. 2eningkatnya risiko ini tidak berkaitan dengan 7aktor
risiko lain, seperti komplikasi pada kehamilan pertama, usia ibu 3aktu
melahirkan, dan status ekonomi ibu. Carak kehamilan terlalu dekat
menyebabkan ibu punya 3aktu yang terlalu singkat untuk memulihkan
kondisi rahimnya.
Penelitian Ahu dkk %'111(, ibu yang hamil dengan inter8al $
'7 bulan dari persalinan terakhirnya meningkatkan risiko prematuritas
dan bayi berat lahir rendah sebanyak ',4 kali bila dibandingkan dengan
inter8al '+ $ 23 bulan %-risnadi 2##1, h.'43(. 2enurut Portman,
kejadian prematuritas sebesar 7,+" pada inter8al lebih dari 23 bulan
yang akan meningkat menjadi '+,#" pada kasus dengan inter8al
kurang dari '2 bulan %/ularyo 2##!, hh.4 $ 47(
Penyebab kelahiran prematur belum dapat diidenti7ikasi
dengan pasti karena penyebabnya multi7aktorial, namun beberapa
41
7aktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kelahiran prematur
telah teridenti7ikasi. >aitu idiopatik, latrogenik %elekti7(,
sosiodemogra7i, 7aktor ibu, penyakit medis dan keadaan kehamilan,
in7eksi dan genetik. 0danya 7aktor risiko tersebut tidak selalu
menyebabkan terjadinya persalinan prematur, bahkan sebagian
persalinan prematur yang terjadi spontan tidak mempunyai 7aktor
risiko yang jelas %-risnadi 2##1, h. '3(.
3. Cumlah Canin dalam -ehamilan
*erdasarkan hasil penelitian didapatkan ibu bersalin yang
mengalami persalinan prematur adalah +2,4" ibu bersalin dengan
jumlah janinnya tunggal dan '7," ibu bersalin dengan jumlah
janinnya ganda.
4isiko persalinan prematur paling sering dialami ibu hamil
dengan kehamilan multipel %janin ganda(. /ekitar !#" bayi kembar
lahir dalam keadaan prematur %&olmes 2#'', h. '21(. Pada ibu bersalin
dengan jumlah janin ganda terjadi distensi uterus yang menyebabkan
kontraksi dan perubahan ser8ik sehingga dapat menyebabkan
persalinan prematur %,inkjosastro 2##+, h. 1(.
&olmes %2##1( menjelaskan bah3a pelahiran prematur spontan
merupakan risiko yang selalu mengancam pada kehamilan kembar,
dengan rata$rata usia kehamilan saat lahir adalah 37 minggu.
-arenanya, sekitar !#" bayi kembar lahir dalam keadaan prematur.
/ebagian besar bayi yang lahir pada usia 32 minggu ke atas akan
mengalami beberapa gangguan. &ampir semua bayi yang lahir pada
usia kehamilan 23 minggu atau kurang meninggal. 0ngka mortalitas
42
dan kecacatan menurun stabil antara usia kehamilan 24 dan 3'
minggu. -eseluruhan angka mortalitas perinatal pada bayi kembar
adalah sekitar enam kali lebih tinggi dari pada bayi tunggal. Penyebab
utama tingginya angka mortalitas ini adalah komplikasi akibat
kelahiran prematur. 2engingat pelahiran prematur paling sering
terjadi pada kasus kehamilan kembar monokorion, mortalitas perinatal
yang merupakan akibat sekunder dari kondisi ini adalah dua kali lebih
lebih tinggi dari pada kembar dikorion. -embar mono<igot juga
memiliki risiko tambahan dan mengalami berbagai komplikasi yang
semakin meningkatkan risiko kematian dan kecacatan.
C. !eter(atasan Penelitian
'. -ualitas data
Pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode
dokumentasi, untuk mencari data mengenai usia ibu, jarak kehamilan,
kehamilan multipel pada ibu bersalin dengan persalinan prematur yang
tercatat dalam rekam medik pasien. )alam menggunakan metode
dokumentasi ini peneliti menggunakan check list untuk mencari 8ariable
yang sudah ditentukan. Peneliti tinggal membubuhkan tanda check di
tempat yang sesuai. Check list ini hanya dapat menyajikan data yang kasar
saja. &al ini memungkinkan terjadinya kesalahan saat mengamati rekam
medik pasien dan saat membubuhkan tanda check pada lembar check list.
2. Lariabel yang diteliti
43
Penelitian ini hanya terdiri dari satu 8ariabel yaitu karakteristik ibu
bersalin dengan persalinan prematur. )imana sub 8ariabelnya meliputi
usia ibu, jarak kehamilan dan kehamilan multipel. 0da beberapa 7aktor lain
yang dapat mempengaruhi persalinan prematur baik yang bersi7at
idiopatik, latrogenik, sosiodemogra7i, 7aktor ibu, penyakit medis, in7eksi,
dan genetik. Eleh karena itu peneliti tidak dapat menelaah lebih jauh
tentang penyebab lain dari persalinan prematur selain 8ariabel dalam
penelitian ini.
3. &asil penelitian
Penelitian ini dilakukan pada ibu bersalin di *P4/U) -raton
-abupaten Pekalongan tahun 2#''. Penelitian ini tidak dapat
digeneralisasikan untuk populasi lain karena tidak semua ibu melakukan
persalinan di 4/U) -raton -abupaten Pekalongan, tetapi ada juga yang
bersalin di rumah sakit lain. /ehingga penelitian ini tidak dapat
digeneralisasikan untuk populasi di rumah sakit lain.
44
BAB )I
PENUTUP
A. #im'ulan
*erdasarkan hasil penelitian karakteristik ibu bersalian yang
mengalami persalinan prematur di *P4/U) -raton kabupaten
Pekalongan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikutK
45
'. /ebagian besar ibu bersalin dengan persalinan prematur di 4/U)
-raton tahun 2#'' berusia 2# 3! tahun yaitu sebanyak 4#
responden %7+,4 "(.
2. /ebagian besar ibu bersalin dengan persalinan prematur di 4/U)
-raton tahun 2#'' memiliki jarak kehamilan N 2 tahun yaitu sebanyak
42 responden %+2,4"(.
3. /ebagian besar ibu bersalin dengan persalinan prematur di 4/U)
-raton tahun 2#'' adalah ibu bersalin dengan kehamilan tunggal yaitu
sebanyak 42 responden %+2,4 "(.
B. #aran
'. *agi 5enaga -esehatan
*agi petugas kesehatan terutama bidan diharapkan dapat
melakukan pencegahan persalinan prematur dengan memberikan
in7ormasi tentang 7aktor risiko persalinan prematur dan mendeteksi
dini gejala persalinan prematur sehingga dapat dilakukan penanganan
persalinan prematur dengan baik.
2. *agi 6nstitusi Pendidikan
*agi institusi pendidikan diharapkan dapat menambah
re7erensi tentang persalinan prematur sehingga mahasis3a dapat
menambah 3a3asan tentang persalinan prematur dan dapat
menambah literatur dalam pembuatan makalah maupun karya tulis
ilmiah.
46

Anda mungkin juga menyukai