Anda di halaman 1dari 33

Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai

BAB IV
RANCANGAN PENATAAN BANTARAN dan SEMPADAN SUNGAI
1. Konsep Penataan
Dalam rangka penataan bantaran dan sempadan sungai di suatu DPS,
harus diingat bahwa Daerah Pengaliran Sungai (DPS) sebagai suatu
kesatuan wilayah tata air merupakan ekosistem alam, dimana keadaan,
tindakan dan pengaruh yang berlaku pada satu unsur akan mempengaruhi
unsur yang lain. Oleh karena itu pengembangan DPS dengan mengubah
komponen tertentu yang ada di DPS tersebut haruslah menyimak secara
cermat semua aspek DPS sebagai suatu kesatuan dengan tidak
mengabaikan akibat kerusakan atau penyalahgunaan yang mungkin akan
ditimbulkan di masa yang akan datang.
Bantaran sungai merupakan salah satu komponen DPS yang berupa
hamparan sebelah kiri dan kanan badan air sungai, mempunyai peran yang
penting terhadap karakteristik perilaku sungai dalam mempertahankan
bentuk dan fungsinya. awasan ini sangat rentan terhadap akti!itas
manusia, baik yang berupa tindakan indi!idu maupun kelompok. "angguan
pada bantaran sungai berupa tindakan pemanfaatan lahan di bantaran yang
tidak memperhatikan aspek kesesuaian dan peruntukannya, akan
menimbulkan beberapa permasalahan, di antaranya #
a. $enurunkan nilai estetika.
b. $enimbulkan kerawanan longsoran tebing sungai,
c. $enurunkan kualitas air sungai,
d. $engganggu kelancaran pengaliran air sungai,
e. $enganggu fungsi drainase daratan,
Demikan %uga dengan sempadan sungai, di kanan dan kiri sungai %uga
memiliki peran yang penting karena sempadan merupakan kawasan lindung
dari sungai tersebut. "angguan di sempadan seperti pemanfaatan lahan
untuk permukiman dan %uga tempat membuang sampah, akan
menimbulkan permasalahan seperti hilangnya kawasan lindung sabuk hi%au.
Oleh karenanya, rancangan penataan bantaran dan sempadan sungai
harus memperhatikan & aspek utama yang saling berkaitan satu sama lain,
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
yaitu pendekatan teknis, pendekatan sosial)ekonomi, dan pendekatan
hukum dan kelembagaan.
".#. Pendekatan Tekn$s
".#.1. %$dro!o&$s
Parameter hidrologi yang utama perlu diperhatikan dalam kaitannya
dengan penataan bantaran sungai adalah besarnya debit aliran ban%ir.
+impasan permukaan (run of) merupakan respon DPS terhadap curah hu%an
yang %atuh di permukaan tanah. Oleh karenanya, karakteristik curah hu%an
daerah dan karakteristik DPS perlu dikenali dengan seksama agar diketahui
perkiraan yang signi,kan tentang sifat ban%irnya. Penetapan besarnya nilai
ban%ir dapat didekati dengan cara statistik, yaitu bila seri data debit dalam
kurun waktu yang cukup pan%ang tersedia dilakukan dengan analisa
frekuensi, dan bila tidak tersedia data tersebut yang representatif dapat
dilakukan dengan pendekatan -idrograf Satuan Sintetis (-SS) dengan
menetapkan kala ulang (return period) tertentu. Besarnya nilai ban%ir dari
hasil hitungan tersebut selan%utnya dipilih sesuai dengan kriteria
besar)kecilnya sungai dan tingkat kepentingannya. .ara ini sering
menimbulkan pertentangan pendapat yang cenderung mengarah pada
unsur subyekti!itas, dan tidak %arang ditemui beberapa kasus prediksi
hasilnya menyimpang dari kenyataan (under estimate/lover estimated). Bila
hal ini ter%adi, akan menimbulkan ketidakmantapan penataan bantaran
sungai dikarenakan selain tidak e,sien %uga sangat potensial menumbuhkan
persepsi negatif masyarakat terhadap institusi pengelola dan peraturan
yang diberlakukan.
.ara penetapan besarnya nilai ban%ir yang dipandang akurat dan
akan memperkecil resiko ke%adian tersebut di atas, adalah dengan cara
statistik yang diperbandingkan dengan beberapa atau salah satu dari#
a. Seri pencatatan data ban%ir historik
b. Bank)full .apacity $ethod (B.$)
c. Peak O!er /hreshold (PO/)
Berdasarkan hitungan dan membandingkan dengan ban%ir historik
yang pernah ter%adi, ban%ir rancangan yang memadai untuk menata
bantaran dan sempadan sungai setara dengan debit ban%ir kala ulang *00
tahun sampai 100 tahun.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()1
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
".#.#. Geotekn$k
Dalam penataan bantaran dan sempadan sungai, aspek geoteknik
%uga memegang peranan penting. 2spek geoteknik tersebut adalah kondisi
kelerengan tebing sungai dan sifat struktur batuan penyusunnya. Studi
geologi regional yang dipadukan dengan analisa kondisi geomorfologi
merupakan cara yang dapat digunakan untuk penentukan tingkat
kelongsoran tebing sungai.
Daerah hulu DPS . 3growo, %enis batuannya didominasi o4eh batuan
keras yang tidak mudah lapuk, tetapi karena penggundulan hutan
menyebabkan la%u erosi permukaan (stream erosion), erosi parit (gully
erosion) dan limpasan permukaan (run)o5) sangat tinggi.
Daerah hilir DPS . 3growo, merupakan muara kali 3growo ke ali
Brantas.
".#.'. Tata ran&
ebi%aksanaan perwilayahan pembangunan pada hakekatnya adalah
merupakan strategi perangkaan kewilayahan dalam rangka mewu%udkan
tu%uan dan sasaran pembangunan daerah %angka paniang.
ebi%aksanaan ini sangat penting dalam memadukan kebi%aksanaan
berbagai sektor pembangunan ke dalam lingkungan kehidupan dan
penghidupan wilayah (baik ditin%au dari segi keterkaitan fungsional,
homogenitas, ekologi, administrasi pemerintahan, dan aspek perencanaan)
yang beraneka ragam baik potensi maupun permasalahannya.
Pendekatan secara ekologi (lingkungan hidup), mendasarkan pada
tatanan lingkungan alam termasuk peran manusia di dalamnya.
ebi%aksanaan ini diwu%udkan dalam bentuk pola terpadu Perencanaan
Sumber 2ir 6ilayah Sungai (PS 26S), dimana DPS . 3growo masuk Balai
PS 26S Bango "edangan.
eterkaitan bantaran sungai dengan kebi%aksanaan penataan ruang
tercermin pada penetapan kawasan lindung sektor kawasan perlindungan
setempat pada komponen sempadan sungai ditetapkan sebagai berikut #
a. Sungai)sungai besar di luar kawasan pemukiman selebar minimum *00
m.
b. Pada anak)anak sungai di luar kawasan pemukiman minimum selebar 70
m.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()&
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
c. Pada anak)anak sungai di kawasan pemukiman selebar *7 m.
".'. Pendekatan %k( dan Ke!e(ba&aan
".'.1.Aspek )k(
Penataan bantaran dan sempadan sungai haruslah mengacu pada
hukum dan perundang)undangan yang berlaku saat ini. Bila peraturan
perundang)undangan yang terbaru telah terbit, maka produk tersebut harus
dipakai karena peraturan tersebut rele!an dengan kondisi dimasa sekarang.
Produk hukum baik di tingkat Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi, dan
Pemerintah abupaten haruslah senantiasa merupakan kesatuan yang tidak
terpisahkan terkait dengan kebi%akan otonomi daerah. +ebih)lebih terhadap
pengelolaan sumberdaya air yang sama sekali tidak mengenal batas politik
dan tidak dibatasi oleh wilayah, administrasi, segala kewenangan yang ada
di dalamnya harus terintegrasi secara proporsional.
ewenangan yang dimaksud di dalamnya bukan hanya hak terhadap
kepemilikannya, tetapi harus mencerminkan esensi sebagaimana yang
dimaksud dalam 88D *9:7 pasal &&.
Berkaitan dengan penataan bantaran sungai, beberapa acuan hukum
yang berupa undang)undang dan peraturan sebagai dasar pengaturannya
adalah #
*. 8ndang)8ndang 3o. ** tahun *9;: tentang Pengairan dan dalam <angka
Pemanfaatan dan Pelestarian Sungai.
1. 8ndang)8ndang 3o. 1: /ahun *991 tentang Penataan <uang.
&. eputusan Presiden 3o. &1 /ahun *990 tentang Pengelolaan awasan
-utan +indung.
:. Peraturan Pemerintah 3o. 11 tahun *9=1 tentang /ata Pengaturan 2ir.
7. Peraturan Pemerintah 3o. 10 tahun *990 tentang Pengendalian
Pencemaran 2ir.
>. Peraturan Pemerintah 3o. &7 tahun *99* tentang Sungai.
;. Peraturan $enteri Peker%aan 8mum 3o. >&?P</?*99& tentang "aris
Sempadan Sungai, Daerah $anfaat Sungai, Daerah Penguasaan Sungai
dan Bekas Sungai.
1. Undan&*ndan& No. #" Ta)n 1++# tentan& Penataan Ran&.
pt.
bantardawa
kons!t.


'():
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Bab dan pasal dari 8ndang)8ndang ini yang selaras dengan tu%uan studi ini
adalah#
2. Bab '( mengenai Perencanaan, Pemanfaatan, dan Pengendalian, pada
Pasal ;, menyebutkan#
(*) Penataan ruang berdasarkan fungsi utama kawasan meliputi
kawasan lindung dan kawasan budidaya.
(1) Penataan ruang berdasarkan aspek administratif meliputi ruang
wilayah 3asional, 6ilayah Propinsi Daerah /ingkat ', dan 6ilayah
abupaten?otamadaya Daerah /ingkat ''.
(&) Penataan ruang berdasarkan fungsi kawasan dan aspek kegiatan
meliputi kawasan pedesaan, kawasan perkotaan, dan kawasan
tertentu.
=. Pasal *0#
(*) Penataan ruang kawasan pedesaan, penataan ruang kawasan perkotaan,
dan penataan ruang kawasan tertentu sebagaimana dimaksud dalam
pasal ; ayat (&) diselenggarakan sebagai bagian dan penataan ruang
wilayah 3asional atau wilayah Propinsi Daerah /ingkat * atau wilayah
abupaten?otamadya Daerah /ingkat ''.
(1) Penataan ruang kawasan tertentu diselenggarakan untuk#
a. mengembangkan tata ruang kawasan yang strategis diprioritaskan
dalam rangka penataan ruang wilayah 3asional atau wilayah Propinsi
Daerah. /ingkat * atau wilayah abupaten?otamadya Daerah /ingkat
''.
b. meningkatkan fungsi kawasan lindung dan fungsi kawasan budidaya,
c. mengatur pemanfaatan ruang guna meningkatkan kese%ahteraan
masyarakat dan pertahanan keamanan.
#. Keptsan Pres$den No. '# Ta)bn 1++, tentan& Pen&e!o!aan
Kawasan -$ndn&
2. Bab * mengenai etentuan 8mum, pada Pasal * menyebutkan#
Dalam eputusan Presiden ini dimaksud dengan#
*. awasan +indung adalah kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama
melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencangkup sumber
alam, sumber daya buatan dan nilai se%arah serta budaya bangsa guna
kepentingan pembangunan berkelan%utan.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()7
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
B. Bab ** mengenai /u%uan dan Sasaran, pada Pasal 1 menyebutkan#
*) Pengelolaan kawasan lindung bertu%uan untuk mencegah timbulnya
kerusakan fungsi lingkungan hidup.
1) Sasaran pengelolaan kawasan lindung adalah#
a. $eningkatkan fungsi lindung terhadap tanah, air, iklim, tumbuhan,
satwa serta nilai se%arah dan budaya bangsa.
b. $empertahankan keanekaragaman tumbuhan, satwa, tipe ekosistem,
dan keunikan alam.
.. Bab 'll mengenai <uang +ingkup, pada Pasal & menyebutkan#
awasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal * meliputi#
(*) awasan yang memberikan perlindungan kawasan bawahannya@
(1) awasan perlindungan setempat,
(&) awasan suaka alam dan cagar budaya,
(:) awasan rawan bencana alam
D. Pasal 7#
awasan perlindungan setempat sebagaimana dimaksud dalam Pasal &
terdiri dari#
(*) Sempadan Pantai@
(1) Sempadan Sungai@
(&) awasan Sekitar Danau ? waduk@
(:) awasan Sekitar $ata 2ir.
A. Bab ( mengenai Pokok)Pokok ebi%aksanaan awasan +indung, pada
Bagian edua# awasan Perlindungan Setempat.
(*) Pasal *7 menyebutkan#
Perlindungan terhadap sempadan sungai dilakukan untuk melindungi
sugnai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak
kualitas air sungai, kondisi ,sik pinggir dan dasar sungai serta
mengamankan aliran sungai.
(1) Pasal *; menyebutkan#
Perlindungan terhadap kawasan sekitar danau?waduk untuk melindungi
danau?waduk dari kegiatan budidaya yang dapat mengganggu
kelestarian danau?waduk.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()>
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
'. Peratran Menter$ Peker.aaaan U(( No. /'0PRT01++' tentan&
Gar$s Se(padan Sn&a$1 Daera) Man2aat Sn&a$1 Daera)
Pen&asaan Sn&a$ dan Bekas Sn&a$.
Pasal dan ayat dari peraturan ini yang selaras dengan penyusunan pola
umum adalah#
2.Bagian eempat, yaitu tentang Pemanfaatan Daerah Sempadan. Pada
Pasal ** disebutkan#
(*) Pemanfaatan tanah di daerah sempadan dapat dilakukan oleh
masyarakat untuk kegiatan)kegiatan tertentu sebagai berikut#
a. 8ntuk budidaya pertanian, dengan %enis tanaman yang dii%inkan@
b. 8ntuk kegiatan niaga, penggalian dan penimbunan@
c. 8ntuk pemasangan papan reklame, papan penyuluhan dan
peringatan, serta rambu)rambu peker%aan.
d. 8ntuk pemasangan rentangan kabel listrik, kabel telepon, dan pipa
air minum@
e. 8ntuk pemancangan tiang atau pondasi prasarana %alan?%embatan
baik, umum maupun kereta api@
f. 8ntuk penyelenggaraan kegiatan)kegiatan yang bersifat sosial dan
kemasyarakatan yang tidak menimbulkan dampak merugikan bagi
kelestarian dan keamanan fungsi serta ,sik sungai
g. 8ntuk pembangunan prasarana lalu)lintas air dan bangunan
pengambilan dan pembuangan air.
(1) Pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (*) harus
memperoieh i%in terlebih dahulu dari pe%abat yang berwenang atau
pe%abat yang ditun%uk olehnya, serta memenuhi syarat)syarat yang
ditentukan.
(&) Pe%abat yang berwenang dapat menetapkan suatu ruas di daerah
sempadan untuk membangun %alan inspeksi dan atau bangunan sungai
yang diperlukan, dengan ketentuan tanah milik perorangan yang
diperlukan diselesaikan melalui pembebasan tanah.
B. Pasal *1, menyebutkan#
Pada daerah sempadan dilarang#
a. membuang sampah, limbah padat dan atau cair@
b. mendirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat usaha.
pt.
bantardawa
kons!t.


'();
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
". Peratran Daera) Prop$ns$ T$n&kat 1 3awa T$(r No. 11 Ta)n
1++1 tentan& Penetapan Kawasan -$ndn& d$ Prop$ns$ Daera)
T$n&kat 1 3awa T$(r.
Bagian edua, yaitu tentang awasan -utan +indung Setempat disebutkan#
2. Pasal *&#
Perlindungan sempadan sungai sebagaimana dimaksudkan Peraturan
Daerah ini#
*. 8ntuk sungai bertanggul diukur dari kiri dan kanan kaki tanggul bagian
luar sepan%ang tanggul sungai.
1. 8ntuk sungai yang tidak bertanggul diukur dari titik ban%ir tertinggi ke
arah daratan. Sebaiknya kawasan sekitar sungai dibatasi
penggunaannya untuk kegiatan budidaya, dan se%auh memungkinkan
dialihkan pada pengembangan fungsi lindung.
B. Pasal *:#
awasan sekitar dnau atu waduk sebagaimana dimaksudkan
Peraturan daerah ini ditetapkan dengan kriteria daratan sepan%ang tepi
danau atau waduk yang lebarnya proporsional dengan bentuk dan kondisi
,sik danau atau waduk antara 70 sampai *00 m diukur dari titik pasang
tertinggi kearah darat.
4. RTR5 Kabpaten T!n&a&n& 1+++0#,,, 6 #,,+0#,1,
Pelindungan terhadap sempadan sungai adalah untuk melindungi
sungai dari kegiatan manusia yang dapat mengganggu dan merusak
kualitas air sungai, kondisi ,sik pinggir sungai serta mengamankan aliran
sungai.
Pelindungan pada sungai besar minimum *00 meter di kiri kanan sungai
besar berada di luar kawasan permukiman. Bang termasuk sungai besar
di kabupaten /ulungagung adalah sungai Brantas dan sungai Parit
2gung.
Perlindungan pada anak)anak sungal minimum 70 meter di kiri kanan
anak sungai yang berada diluar kawasan permukiman, termasuk
anak)anak sungai Brantas.
8ntuk sungai di kawasan permukiman sempadan sungai minimum *7 m.
Sempadan sungai ini adalah fungsi lindung yang diperuntukkan
untuk kawasan hi%au non budidaya (fungsi perlindungan setempat). Dengan
pt.
bantardawa
kons!t.


'()=
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
kenyataan Daerah 2liran Sungai yang ada di abupaten Daerah /ingkat ''
/ulungagung membutuhkan penanganan)penanganan agar terbentuk suatu
tatanan optimal dan memperhatikan kese%ahteraan dan keamanan
masyarakat luas. $engingat fungsinya yang !ital, maka peran serta semua
pihak (pemerintah, swasta, dan seluruh anggota masyarakat) mutlak
diperlukan untuk men%aga kelestarian sungai dan fungsinya.
".'.#. Aspek ke!e(ba&aan
8nsur kelembagaan akan melibatkan beberapa instansi terkait sesuai
dengan cakupan tugas dan kewenangannya yang diatur di dalam
undang)undang dan legal aspek lainnya. eterlibatan masyarakat sebagai
salah satu unsur mutlak diberdayakan melalui suatu komunitas
kelembagaan yang mempunyai peran aktif dalam proses pelaksanaannya.
eberadaan +embaga Swadaya $asyarakat (+S$) memberikan
sumbangan yang sangat penting terhadap pemanfaatan bantaran sungai
bilamana ditun%ang dengan fokus pemahaman yang dilandasi oleh nilai
kebersamaan dalam mewu%udkan keseimbangan ekonomi dan lingkungan,
dan bukan semata)mata hanya bertumpu pada kepentingan praktis.
".". Pedo(an Pen7snan Po!a U(( Perntkan Tana) pada
Daera) Se(padan Sn&a$ dan 5adk1 serta A!r Sn&a$
dan 5adk.
Di dalam 8ndang)8ndang 3o. 1: /ahun *991 tentang Penataan
<uang disebutkan bahwa penataan ruang mencangkup kawasan
pedesaan, perkotaan, dan kawasan tertentu, yang di dalamnya
mencangkup kawasan lindung dan kawasan budidaya. awasan
lindung mempunyai fungsi untuk melindungi kelestarian lingkungan
hidup yang mencangkup sumber alam, sumber daya buatan dan nilai
se%arah serta budaya bangsa guna kepentingan pembangunan
berkelan%utan.
Selan%utnya eppres 3o. &1 /ahun *990 menyebutkan bahwa
lingkup kawasan lindung diantaranya meliputi kawasan perlindungan
pt.
bantardawa
kons!t.


'()9
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
setempat, yang antara lain mencangkup daerah sempadan sungai dan
waduk. Asensi peraturan tersebut menun%ukkan bahwa daerah
sempadan sebagai kawasan lindung perlu dilindungi dari kegiatan
manusia yang dapat mengganggu dan merusak kualitas air sungai,
kondisi ,sik dan dasar sungai serta mengamankan aliran sungai,
<encana tata ruang mengarah peruntukan tanah sepan%ang tepi
sungai di DPS ali 3growo sebagai kawasan perlindungan setempat.
3amun didalamnya belum disebutkan secara de,nitif %enis)%enis
peruntukan tanah di dalam daerah sempadan sungai.
Peraturan $enteri PU No. 63 /PRT/!!3, menyebutkan bahwa di
dalam tanah sempadan dimungkinkan untuk dimanfaatkan sebagai
lokasi bagi kegiatan niaga, penggalian, penimbunan, serta
kegiatan)kegiatan yang bersifat sosial dan kemasyarakatan yang tidak
menimbulkan dampak merugikan bagi kelestarian dan keamanan
fungsi dan ,sik sungai. Selan%utnya di dalam daerah sempadan
dilarang mendirikan bangunan permanen untuk hunian dan tempat
usaha. etentuan di dalam peraturan ini dapat digunakan sebagai
arahan untuk menentukan %enis peruntukan yang lebih detail di
sepan%ang daerah sempadan sungai.
$eskipun menurut peraturan tersebut daerah sempadan sungai
memungkinkan untuk digunakan sebagai lokasi bangunan fasilitas
umum, namun sebaiknya dibebaskan dan berbagai %enis peruntukan
bangunan terutama bangunan permanen, kecuali digunakan untuk
keperluan utilitas.
Ditin%au dari kondisi eksistingnya, ali 3growo, kali Babaan, dan
kali Ba%al Picisan yang berada kab. T!n&a&n& sebagian besar
peruntukan daerah sempadan sungai digunakan untuk lahan pertanian
di luar kota dan permukiman pada daerah kota /ulungagung. Dari
pertimbangan)pertimbangan di atas, maka kemungkinan %enis
peruntukan tanah sempadan sungai DPS . 3growo#
*. Peruntukan tanah untuk sungai tidak bertanggul di kawasan luar kota
(lebar daerah sempadan sungai minimal 70 m untuk sungai kecil, dan
minimal *00 m untuk sungai besar)#
A. emungkinan peruntukan bagi daerah sempadan sungai yang berada
di daerah permukiman. Diarahkan pada %enis)%enis peruntukan yang
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*0
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
mendukung dan melengkapi kegiatan daerah permukiman.
emungkinan %enis peruntukannya adalah#
/anaman pasif (tanpa kegiatan) yang mempunyai fungsi untuk
menciptakan keindahan dan keasrian lingkungan sekitarnya. Di
dalam tanaman pasif tidak terdapat kegiatan apapun, kecuali
hanya berfungsi sebagi taman hias yang bisa dilengkapi dengan
pot)pot bunga, lampu taman, dan tanaman hias.
Di sepan%ang daerah sempadan dapat dikembangkan sebagai
sabuk hi%au yang ditanami pohon pelindung yang mempunyai
fungsi ekologi sebagai pengendali tata air, pencegah erosi, dan
untuk keindahan lingkungan.
Dimanfaatkan untuk tegalan dan kebun yang memberikan
manfaat ekonomi bagi warga di sekitarnya.
Dimanfaatkan sebagai lapangan olah)raga seperti bola !oli, sepak
bola dan lainnya.
8ntuk %alan inspeksi.
8ntuk tempat penimbunan hasil pengerukan sungai.
8ntuk penempatan utilitas lingkungan, antara lain rentangan kabel
listrik, telepon, pipa air bersih, tiang atau pondasi %embatan umum
dan bangunan sungai.
B. emungkinan peruntukan bagi daerah sempadan sungai yang
berwu%ud sawah, tegalan, kebun, dan tanah kosong.
8ntuk daerah sempadan yang berwu%ud sawah, tegalan, dan
kebun, atau kegiatan pertanian lainnya, seyogyanya peruntukannya
tetap dipertahankan seperti apa yang ada. 2gar tetap membawa
manfaat bagi warga setempat ditin%au dari segi ekonomi, disamping
itu %enis peruntukan tersebut tidak menimbulkan gangguan terhadap
kondisi ,sik maupun aliran sungai.
Daerah sempadan yang berwu%ud tanah kosong, diupayakan
agar dihi%aukan dengan tanaman)tanaman yang mudah hidup di
daerah tersebut, dan dipilih %enis tanaman yang perakarannya tidak
merusak tebing sungai. eberadaan sabuk hi%au di sepan%ang sungai,
selain membawa manfaat bagi, ekologi lingkungan, %uga
menimbulkan suasana yang teduh dan nyaman.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()**
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
C. emungkinan peruntukan bagi daerah sempadan yang melewati
daerah industri clan pergudangan.
Peruntukan bagi daerah sempadan yang melewati daerah
industri diarahkan pada fungsi %alur hi%au sebagai pengendali
ekosistim lingkungan dan menambah keindahan lingkungan. Cenis
peruntukan yang memungkinkan adalah#
Sebagai sabuk hi%au yang ditanami dengan tanaman peiindung dan
tanamantanarnan yang daunnya banyak menghasilkan oksigen yang
bermanfaat bagi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Selain itu
mempunyai fungsi ekologi sebagai tempat peresapan air dan
mencegah erosi.
Sebagai tarnan pasif, dalam bentuk taman hias tanpa akti,tas di
dalamnya.
8ntuk menempatkan reklame dan rambu petun%uk.
8ntuk %alan inspeksi.
8ntuk penempatan sarana, penun%ang transportasi air (tambatan
perahu tambangan).
8ntuk tempat timbunan hasi) pengerukan sungai.
8ntuk penempatan utilitas lingkungan, antara, lain rentangan kabei
iistrik, telepon, pipa air bersih, tiang atau pondasi %embatan umum
dan kereta api, dan bangunan sungai.
D. emungkinan. peruntukan bagi daerah sempadan sungai yang berada
di daerah fasi,tas umum.
Peruntukan daerah sempadan, sungai yang berada di daerah
fasilitas umurn, seyogyanya bisa melengkapi atau men%adi
komplemen bagi kegiatan di atas, sebagai fasilitas yang melayani
kegiatan warga di sekitamya. Cenis peruntukan yang memungkinkan
adalah#
Sebagai taman pasif, dalam bentuk taman hias untuk menciptakan
keindahan lingkungan.
/aman aktif, selain sebagai taman hias %uga bisa digunakan untuk
%alan)%alan, duduk)duduk, olah)raga ringan dan se%enisnya.
Dimanfaatkan sebagai tempat bermain anak)anak yang dilengkapi
dengan perlengkapan permainan anak)anak, seperti ayunan, papan
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*1
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
luncur, papan %ungkit dan sebagainya. egiatan tersebut
merupakan bagian dari kegiatan sosial kemasyarakatan.
8ntuk menempatkan reklame dan rambu petun%uk.
8ntuk %alan inspeksi.
8ntuk tempat timbunan hasil pengerukan sungai.
8ntuk penempatan utilitas lingkungan, antara lain rentangan kabel
listrik, telepon,pipa air bersih, tiang atau pondasi %embatan umum,
dan bangunan sungai.
1. Penggunaan pada alur sungai
D$ atas per(kaan a$r
Di atas permukaan air diperkenankan untuk pelintasan %embatan,
pipa air minum, pipa gas, dan sebagainya dengan ruang bebas : m di
atas muka air tinggi
D$ bawa) dasar sn&a$
Di bawah dasar sungai diperkenankan untuk pelintasan syphon, kabel
tanah, pipa gas dan lain)lain, dengan ruang bebas > m di bawah
dasar sungai yang direncanakan di tempat pelintasan.
D$ dara
Diperkenankan untuk pelintasan kabel listrik atau telepon, dengan
ruang bebas ** m di atas muka air tinggi yang direncanakan di
tempat pelintasan.
Ke&$atan d$ per(kaan a$r
egiatan di permukaan air seperti rekreasi air, olah)raga air,
lalu)lintas air dimungkinkan %ika permukaan air sudah stabil dan mutu
air telah ter%amin baik
&. Pengendalian Bangunan di Daerah Sempadan Sungai
Bangunan)bangunan yang berada di dalam daerah sempadan
sungai, dalam kenyataannya sulit untuk dipindahkan begitu sa%a,
karena bangunan)bangunan tersebut kemungkinan sudah lama ada
sebelum peraturannya dibuat, dan mengingat pula besamya biaya
yang diperlukan untuk pembebasan tanahnya.
8ntuk pengendaliannya, "angunan #"angunan terse"ut tetap
dii$inkan "erdiri, namun dilarang melakukan pengem"angan
(perluasan ke ara% vertikal maupun %orisontal), dan tidak "ole%
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*&
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
dilakukan pemeli%araan "angunan . Bila akan melakukan
pengembangan, harus mengikuti ketentuan garis sempadan sungai.
Demikian pula dengan bangunan)bangunan yang telah habis
masa berlaku hak atas tanahnya, dalam penga%uan baru agar
dikaitkan dengan ketentuan untuk mengikuti garis sempadan sungai
yang ditetapkan. Pada tanah)tanah yang belum terbangun agar sedini
mungkin diberlakukan ketentuan garis sempadan sungai.
".4. Deskr$ps$ 3en$s Perntkan Tana)
2dapun Deskripsi Cenis Peruntukan /anah yang mungkin dipakai untuk
penataan daerah sempadan sungai adalah sebagai berikut #
a. Ta(an Akt$2
2dalah taman yang ditanami dengan pepohonan, tanaman hias dan
rumput, yang dilengkapi dengan pot bunga, tempat duduk, %alur pe%alan
kaki, lampu taman. Di dalam taman aktif terdapat akti,tas atau kegiatan
untuk duduk)duduk, ber%alan)%alan, olahraga ringan, %ogging. etentuan
pada taman aktif yang terletak di daerah sempadan sungai adalah#
Diperbolehkan membuat perabot taman (bangku taman, pot taman, %alur
pe%alan kaki) yang bersifat permanen maupun yang non permanen (bisa
dipindah)pindahkan).
Diperbolehkan membuat lampu taman dan penerangan umum untuk
keindahan dan keamanan taman.
Pepohonan dipilih dari %enis pohon pelindung yang berbunga, tidak
mudah roboh, umur pan%ang, dan perakarannya tidak merusak tepi
sungai@ serta tanaman hias.
/idak diperbolehkan ada bangunan (gedung) permanen dan semi
permanen.
/idak mengganggu kelestarian sungai.
Bebas dari permukiman liar.
Dapat digunakan untuk tempat pemasangan reklame tetap (reklame
tiang, reklame tempel) maupun reklame sementara (spanduk, baliho).
b. Ta(an Pas$2
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*:
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
2dalah taman yang ditanani dengan pepohonan, tanaman hias dan
rumput, yang dilengkapi dengan pot bunga, lampu taman. /aman pasif
hanya untuk dilihat dan dinikmati keindahan dan keasriannya. Di dalamnya
tidak ada akti,tas kegiatan. 8ntuk taman pasif yang berada di daerah
sempadan sungai, persyaratannya, adalah#
Diperbolehkan membuat perabot taman (pot taman, patung, lampu
taman, pagar) yang bersifat permanen.
Dapat digunakan untuk tempat pemasangan reklame tetap maupun
reklame sementara.
/idak diperbolehkan ada bangunan gedung permanen dan semi
permanen.
/idak mengganggu kelestarian sungai.
Bebas dari permukiman liar.
Pepohonan dipilih dari %enis pohon pelindung yang berbunga yang tidak
mudah roboh, umur pan%ang, dan perakarannya tidak merusak tepi
sungai. Selain itu %uga bisa ditanami dengan tanaman hias.
8. Sabk %$.a
$erupakan penghi%auan yang ditanami pepohonan yang ditata dan
dirancang sesuai fungsi ekologinya sebagai pengendali tata air, pencegah
erosi, sebagai paru)paru lingkungan, fungsi ,siknya sebagai peneduh untuk
menciptakan kese%ukan lingkungan, serta fungsi estetisnya untuk
menciptakan keindahan dan keasrian lingkungan.
Pada sabuk hi%au yang terletak di daerah sempadan sungai disyaratkan#
/idak diperbolehkan ada bangunan (gedung) permanen, semi permanen,
dan non permanen.
Pepohonan terutama dipilih dari %enis pohon pelindung atau pohon
produktif yang tidak mudah roboh, umur pan%ang, dan perakarannya
tidak merusak tepi sungai. Selain itu dapat %uga ditanami dengan
tanaman hias.
/idak mengganggu kelestarian sungai,
Dapat digunakan untuk menempatkan reklame tetap (reklame tiang,
reklame tempel) maupun reklame sementara (baliho, spanduk).
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*7
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Diperbolehkan ada kegiatan yang bersifat rekreasi dan pendidikan
(misa'nya untuk berkemah, latihan pramuka) dengan syarat tidak
mengganggu kelestarian sungai maupun sabuk hi%au.
Sabuk hi%au ini, yang memungkinkan dipakai untuk penataan
sempadan sungai, karena dari segi ekonomis lebih hemat dan bertahan
lama. Cuga, karena mempertimbangkan kondisi eksisting yang telah ada di
DPS . 3growo.
d. Tana(an R(pt
2dalah tanah di kanan kiri sungai yang ditanami rumput dengan
maksud untuk memperkuat tepi sungai dan tanggul sungai agar tidak
mudah longsor. Pada daerah sempadan sungai disyaratkan#
Selain tanaman rumput boleh ditanami dengan tanaman perdu, semak
dan deretan pepohonan.
Bisa digunakan untuk menempatkan reklame tetap, reklame sementara
papan penyuluhan, rambu)rambu peker%aan.
/idak diperbolehkan membuat bangunan permanen, semi permanen dan
non permanen.
e. Ban&nan Pen&e!o!a Sn&a$05adk9
Bangunan?gedung untuk kepentingan pemeliharaan dan pengelolaan
sungai?waduk. Bangunan di sempadan tersebut disyaratkan#
Bisa berupa gedung atau bangunan sungai yang khusus digunakan untuk
kepentingan pengelolaan, pemeliharaan, perlindungan, pengembangan,
pengawasan, penggunaan dan pengendalian sungai?waduk.
/idak mengganggu kelestarian sungai?waduk.
+uasnya mencukupi untuk keperluan bangunan?gedung bersangkutan.
$engikuti ketentuan </<6, <8/<D, <8/<, <D/< </<, dan peraturan
setempat.
e. Rek!a(e0Ra(b9
/erdiri dari reklame tetap, reklame sementara, dan rambu. <eklame
tetap meliputi reklame icon, tiang, dan reklame tempel. <eklame
sementara meliputi spanduk, baliho, selebaran, reklame peragaan,
reklame balon. <eklame tetap yang meliputi rambu lalulintas, rambu
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*>
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
ker%a, petun%uk lokasi, papan penyuluhan. Persyaratannya adalah sebagai
berikut#
/idak diperkenankan memasang reklame atau rambu pada
tebing sungai.
Pemasangan reklame?rambu tidak menghalangi bangunan,
tidak menghalangi pandangan bebas pengemudi kendaraan
bermotor, dan tidak mengganggu kelestarian sungai.
+okasinya mencukupi untuk keperluan pemasangan tersebut.
Pemasangan reklame?rambu tidak diperbolehkan men%orok
melampaui batas berm %alan dan perkerasan %alan.
2. 3a!an Inspeks$
Calan sepan%ang sisi sungai yang dibutuhkan untuk keperluan
pemeliharaan sungai. Calan tersebut harus bisa dilewati oleh kendaraan roda
empat dan bersih dari tanaman semusim. Calan inspeksi sangat diperlukan
untuk pemeliharaan dan pengawasan sungai, oleh karena itu %alan inspeksi
yang saat ini sulit dilalui khususnya di kali 3growo harus dioptimalkan
penggunaannya.
&. 3a!r Pe.a!an Kak$
2dalah %alan di sepan%ang sisi sempadan sungai yang lebamya antara
1,7 ) & m. Disediakan bagi para pe%alan kaki di kawasan perkampungan.
Calur pe%alan kaki bisa %uga dimanfaatkan sebagai %alan inspeksi.
). Ut$!$tas
Bangunan untuk kepentingan utilitas lingkungan, yang meliputi
%aringan kabel listrik, telepon, pipa air minum, tiang atau pondasi
%alan?%embatan umum, bangunan sungai, saluran irigasi dan industri.
Persyaratannya adalah sebagai berikut#
- /idak mengganggu kelestarian sungai.
- +okasinya mencukupi untuk keperluan tersebut.
- Penempatannya sesuai dengan rencana kota?wilayah dan peraturan
daerah setempat.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*;
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
$. Pen$(bnan Se(entara %as$! Pen&erkan Sn&a$
/anah di sepan%ang kiri kanan sungai yang digunakan sebagai tempat
penimbunan sementara hasil pengerukan sungai, untuk kepentingan
pemeliharaan.sungai.
.. Tana) 7an& d$perta)ankan pada Kond$s$ A!a($a) 7an& ada
/anah di kiri kanan sungai maupun pada alur sungai yang
dipertahankan sebagaimana kondisi alamiahnya yang ada. 2ntara lain
berupa beting pasir, areal genangan air.
k. Maka(
/anah di sempadan yang digunakan untuk areal pemakaman, dengan
syarat sebagai berikut#
$akam yang berada di daerah sempadan sungai tetap
diperkenankan tetapi tidak boleh diperluas dan namun tidak
diperbolehkan membuat bangunan makam yang dilengkapi atap,
utamanya yang permanen
$akam yang ada kaitannya dengan kehidupan sosial budaya
setempat dan sangat dihormati masyarakat, tetap dipertahankan
sebagaimana yang ada.
!. Te&a!an0!adan&
2dalah tanah yang digunakan untuk budidaya tanaman palawi%a atau
tanaman semusim.
"./. Us!an perntkan Tana) Se(padan DPS Ka!$ N&rowo
<encana peruntukan tanah sempadan di sepan%ang kiri kanan sungai
3growo dimulai dari hilir pada km 0D000 sampai km *7D000, meliputi
peruntukan tanah pada daerah sempadan sungai dan alur sungai.
Penggunaan alur, sungai meliputi penggunaan di atas permukaan sungai, di
bawah dasar sungai, melintas di udara, dan di atas permukaan air. Demikian
%uga dengan kali Babaan sepan%ang *0 km dan kali Ba%al Picisan sepan%ang 7
km.
2dapun usulan rencana pemanfaatan bantaran dan sempadan DPS .
3growo, adalah sebagai berikut#
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*=
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
"./.1. Us!an Perntkan Tana) Se(padan Ka!$ N&rowo s$s$ K$r$
sn&a$
Secara umum penentuan garis sempadan sungai 3growo sisi kiri
dengan berbagai dasar ditampilkan pada /abel di bawah.
/abel :.1. Penentuan "aris Sempadan sungai sisi kiri ali 3growo
0D0 ) 0D9 pertanian takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
0D9 ) *D0 permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
*D0 ) 7D1 pertanian bertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
7D1 ) 7D& permukiman bertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
7D7 ) 7D> pertanian bertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
7D> ) 7D= permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
7D= ) >D; pertanian bertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
>D; ) >D9 makam bertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
>D9 ) =D9 permukiman takbertanggul *7 m *7 m *00 m *7 m
=D9 ) 9D* makam takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
9D* ) 9D= pertanian takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
9D= ) 9D9 lahan kosong takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
*0D0 ) *&D9 permukiman bertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
*&D9 ) *7 sawah bertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
eterangan
%%%%%%%%%%%%
garis
sempadan
terpilih
m
%%%%%%%%%%%
Peruntukan
%%%%%%%%%%%%%%%%%
batas Sempadan
Permen P8
>&?*99& </<6
2spek
-idrolis (EE)
(&&) 'spek %idrolis diam"il "erdasarkan de"it "an$ir %istoris di (P) *. Ngro+o.
)um"er , -asil )urvey .nventory
*. m 0D000 F 0D900 di Desa Boro, ec. edungwaru, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (pertanian) dengan garis sempadan
*00 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun, yaitu pada %arak *7 ) *00
m dari tepi sungai.
b. Pada tebing sungai
ondisi lereng sungai yang longsor, diusulkan pemberian tanggul
untuk memperkuat tebing sungai, yaitu sisi kiri dari muara kali 3growo
sepan%ang D 700m. Demikian %uga pada pertemuan dengan anak sungai,
yaitu ali Ba%al Picisan, perlu tanggul.
c. Calan 'nspeksi
pt.
bantardawa
kons!t.


'()*9
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Calan inspeksi yang saat ini tidak bisa dilewati, karena lebatnya
tanaman rumput ga%ah, harus dibersihkan dari tanaman tersebut, untuk
mempermudah inpeksi dan pengawasan sungai.
1. m 0D900 F *D000 di Desa Boro, ec. edungwaru, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis
sempadan *7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m.
b. Pada tebing sungai
Daerah permukiman diusulkan pemberian tanggul untuk
memperkuat tebing sungai.
c. $elintas di atas permukaan sungai %embatan arangre%o, di km
0D900.
&. m *D000 F 7D100 di Desa Boro F Desa etanon, ec. edungwaru, ab.
/ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (pertanian) dengan garis sempadan
*00 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun (pertanian), pada %arak *7
) *00 m dari tepi sungai.
b. Calan 'nspeksi
Calan inspeksi yang ada harus dioptimalkan penggunaannya,
tidak boleh di tanami tanaman semusim.
c. Pada tebing sungai
ondisi lereng sungai yang longsor, diusulkan pemberian tanggul
untuk memperkuat tebing sungai. Demikian %uga pada pertemuan
dengan anak sungai, yaitu ali Babaan dan kali lantur, perlu tanggul.
:. m 7D100 F 7D:00 di Desa etanon, ec. edungwaru, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai dari tepi
sungai sampai %arak *7 m atau sampai pekarangan rumah.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()10
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
b. Diusulkan tanggul untuk kawasan permukiman.
7. m 7D700 F >D900 di Desa etanon, ec. edungwaru, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai dengan garis sempadan *00 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun (pertanian), pada %arak *7
) *00 m dari tepi sungai.
b. Calan 'nspeksi
Calan inspeksi yang ada harus dioptimalkan penggunaannya
dan dipelihara agar tetap berfungsi sebagamana mestinya.
>. m >D900 F ;D100 di Desa etanon, ec. edungwaru, ab.
/ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai pekarangan rumah.
b. Pada tebing sungai
Daerah permukiman diusulkan pemberian tanggul untuk memperkuat
tebing sungai.
c. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan Plandaan pada km
;D100.
;. m ;D&00 F =D900 di Desa etanon, ec. edungwaru, sampai
elurahan /ertek, ec. /ulungagung, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman di perkotaan) dengan
garis sempadan *7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai pekarangan rumah.
b. Pada tebing sungai
Daerah permukiman diusulkan pemberian tanggul untuk memperkuat
lereng sungai.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()1*
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
c. Penempatan papan reklame dan rambu lalu)lintas, pada daerah
sempadan yang lokasinya berada pada tepi %alan 2rteri, dalam kota
/ulungagung .
d. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan $angunsari pada km
;D;00, %embatan pada km =D000, %embatan 'stana pada km =D700,
bangunan /alang pada km ;D;00.
=. m 9D*00 F *1D900 di elurahan utoanyar, ec. /ulungagung, sampai
Desa $oyoketen, ec. Boyolangu, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai pekarangan rumah.
$empertahankan peruntukan sebagai kebun dan tegalan.
Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi
lahan untuk tanaman produktif.
b. Pada bantaran sungai
Bantaran sungai yang saat ini ditanami tanaman semusim,
seperti tembakau, cabe, mentimun, dan rumput ga%ah, diusahakan
tidak boleh ditanami tanaman se%enis untuk masa yang mendatang.
d. Pada tebing sungai
ondisi lereng sungai yang longsor, diusulkan pemberian tanggul
untuk memperkuat tebing sungai. Demikian %uga pada pertemuan
dengan anak sungai, yaitu ali Song, perlu tanggul.
c. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km 9D900,
Cembatan +embu Peteng *0D:00, dan %embatan gantung di *1D700.
9. m *&D000 F *7D000 di Desa $oyoketen F Desa Bono, ec. Boyolangu,
ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai pekarangan rumah.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()11
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Diusulkan tanggul untuk memperkuat tebing sungai.
c. Pada daerah sempadan sungai ( pertanian ) dengan garis sempadan
*00 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m.
Dipertahankan untuk sawah, tegalan, dan kebun (pertanian), pada
%arak D *7 ) *00 m dari tepi sungai.
Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi lahan
untuk tanaman produktif.
d. Pada bantaran sungai
Bantaran sungai yang saat ini ditanami tanaman semusim,
seperti tembakau, cabe, mentimun, diusahakan tidak boleh ditanami
tanaman se%enis untuk masa yang mendatang. arena hal tersebut
bertentangan dengan peraturan yang berlaku.
e. Pada tebing sungai
ondisi lereng sungai yang longsor, diusulkan pemberian tanggul
untuk memperkuat tebing sungai, yaitu sisi kiri dari muara kali 3growo
sepan%ang D 100 m, yaitu pada pertemuan dengan anak sungai, yaitu
ali "ondang.
e. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km
*&D900, %embatan pada km *:D700
"./.#. Us!an Perntkan Tana) Se(padan Ka!$ N&rowo s$s$ Kanan
sn&a$
/abel :.&. Penentuan "aris Sempadan sungai sisi kanan ali 3growo
pt.
bantardawa
kons!t.


'()1&
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
0D0 ) 0D& permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
0D& ) 0D= pertanian takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
0D= ) *D* permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
*D* ) 1D* pertanian takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
1D* ) 1D& permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
1D& ) &D9 pertanian takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
:D* ) :D& permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
:D& ) 7D* pertanian takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
7D* ) >D0 permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
>D0 ) >D* tanah kosong takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
>D* ) >D: permukiman takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
>D: ) >D7 lahan kosong takbertanggul *7 m *00 m *00 m *00 m
>D> ) 9D0 permukiman takbertanggul *7 m *7 m *00 m *7 m
9D0 ) 9D* makam takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
9D* )9D= pertanian takbertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
9D= ) *1D7 permukiman takbertanggul *7 m *7 m *00 m *7 m
*1D7 ) *7D0 pertanian bertanggul *00 m *00 m *00 m *00 m
m
%%%%%%%%%%%%%%%
Peruntukan
%%%%%%%%%%%%%%
eterangan
%%%%%%%%%%%%
Permen P8
>&?*99&
2spek
-idrolis (EE) </<6
garis
sempadan
terpilih
batas Sempadan
(&&) 'spek %idrolis diam"il "erdasarkan de"it "an$ir %istoris di (P) *. Ngro+o.
Sumber # -asil Sur!ey 'n!entory
*. m 0D000 F 0D&00 di Desa arangre%o, ec. arangre%o, ab.
/ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman di luar kota) dengan
garis sempadan *7 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m
dari tepi sungai sampai *7 m atau sampai pekarangan rumah.
b. Diusulkan tanggul untuk pelindungan permukiman.
1. m 0D&00 F *D*00 di Desa arangre%o, ec. arangre%o, ab.
/ulungagung
b. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai pekarangan rumah.
Diusulkan tanggul.
c. Batas sempadan untuk pertanian *00 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai dari tepi sungai sampai *7 m atau
sampai pekarangan lahan pertanian.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()1:
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun (pertanian), pada
%arak *7 ) *00 m dari tepi sungai.
d. $elintas di atas permukaan sungai %embatan yang menghubungkan
desa Boro dan desa arangre%o, di km 0D900.
&. m *D*00 F 1D*00 di Desa arangre%o F Desa Sembon, ec. arangre%o,
ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (pertanian) dengan batas garis
sempadan *00 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun (pertanian), pada %arak *7
) *00 m dari tepi sungai.
:. m 1D&00 F &D900 di Desa Sembon F Desa Sukowiyono, ec. arangre%o,
ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (pertanian) dengan batas garis
sempadan *00 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun (pertanian), pada %arak *7
) *00 m dari tepi sungai.
Sabuk hi%au, yaitu mulai dari tepi sungai sampai *7 m atau sampai
lahan pertanian.
b. Pada tebing sungai
ondisi lereng sungai yang longsor, diusulkan pemberian tanggul
untuk memperkuat tebing sungai, yaitu sisi kanan dari kali 3growo
sepan%ang D :00 m, sebelum pertemuan dengan kali Babaan.
7. m 7D*00 F >D*00 di Desa Simo F Desa /awangsari, ec. edungwaru,
ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai dengan garis sempadan *00 m
Sabuk hi%au ? ditanami pohon berkayu keras dan rumput yaitu
mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m, untuk memperkuat
tebing sungai.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()17
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun (pertanian), pada %arak
*7 ) *00 m dari tepi sungai.
>. m >D>00 F 9D000 di Desa $angunsari, ec. edungwaru, sampai
elurahan Sembung, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai pekarangan rumah.
b. Pada tebing sungai
Daerah permukiman diusulkan pemberian tanggul untuk memperkuat
tebing sungai.
c. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km ;D100.
;. m 9D000 F 9D=00 di elurahan utoanyar, ec. /ulungagung, ab.
/ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman di perkotaan) dengan
garis sempadan *7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai pekarangan rumah.
b. Pada tebing sungai
Daerah permukiman diusulkan pemberian tanggul untuk
memperkuat lereng sungai.
=. m 9D=00 F *1D700 di elurahan Sembung F elurahan edungsoko,
ec. /ulungagung, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m
atau sampai lahan pertanian, dengan mempertahankan
pepohonan yang ada.
$empertahankan peruntukan sebagai kebun dan tegalan.
Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi
lahan untuk tanaman produktif.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()1>
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
b. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km 9D900,
Cembatan +embu Peteng *0D:00, dan %embatan gantung di *1D700.
9. m *1D700 F *7D000 di elurahan edungsoko, ec. /ulungagung )
Desa Bono, ec. Boyolangu, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai ( pertanian ) dengan garis sempadan
*00 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m,
dengan mempertahankan pepohonan yang ada.
Dipertahankan untuk sawah, tegalan, dan kebun (pertanian), pada
%arak *7 ) *00 m dari tepi sungai.
Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi lahan
untuk tanaman produktif.
d. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km
*&D900, dan %embatan pada km *:D700.
"./.'. Us!an Perntkan Tana) Se(padan Ka!$ Babaan
/abel :.:. Penentuan "aris Sempadan sungai sisi kiri ali Babaan
pt.
bantardawa
kons!t.


'()1;
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
0D0 ) 0D07 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
0D07)0D1 makam takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D1 ) 0D; pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D; ) 0D9 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
0D9)*D0 lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D0 ) 1D; pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
1D; ) &D0 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
&D0 ) &D17 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
&D& ) &D> permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
&D> ) &D= pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
&D= ) &D9 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
:D0 ) :D*7 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:)*7):D: lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D: ) :D; pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D;)7D0 lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
7D0 ) >D& pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
>D&)>D> lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
>D> ) =D: pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
=D: ) =D> permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
=D> ) *0D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
garis
sempadan
terpilih
m Peruntukan eterangan
batas Sempadan
Permen P8
>&?*99&
2spek
-idrolis (EE) </<6
(&&) 'spek %idrolis diam"il "erdasarkan de"it "an$ir %istoris di (P) *. Ngro+o.
)um"er , -asil )urvey .nventory
/abel :.7. Penentuan "aris Sempadan sungai sisi kanan ali Babaan
0D0 ) 0D* pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D*)0D1 makam takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D1 D0D& pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D& ) 0D77 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
0D77)0D=7 lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D=7 ) *D* permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
*D*)*D1 makam takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D1 ) *D> pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D77 ) *D9 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
1D*7 ) 1D> pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
1D> ) &D: permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
&D: ) :D: pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D: ) :D>7 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
:D>7 ) :D= pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D=)7D07 lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
m Peruntukan eterangan
garis
sempadan
terpilih
batas Sempadan
Permen P8
>&?*99&
2spek
-idrolis (EE) </<6
pt.
bantardawa
kons!t.


'()1=
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
+an%utan/abel :.7. Penentuan "aris Sempadan sungai sisi kanan ali Babaan
0D0 ) 0D* pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D*)0D1 makam takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D1 D0D& pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D& ) 0D77 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
0D77)0D=7 lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D=7 ) *D* permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
*D*)*D1 makam takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D1 ) *D> pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D77 ) *D9 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
1D*7 ) 1D> pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
1D> ) &D: permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
&D: ) :D: pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D: ) :D>7 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
:D>7 ) :D= pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D=)7D07 lahan kosongtakbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
7D* ) 7D17 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
7D17 ) ;D= pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
;D= ) =D07 permukiman takbertanggul *7 m 70 m 70 m 70 m
=D07 ) *0D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
m Peruntukan eterangan
garis
sempadan
terpilih
batas Sempadan
Permen P8
>&?*99&
2spek
-idrolis (EE) </<6
(&&) 'spek %idrolis diam"il "erdasarkan de"it "an$ir %istoris di (P) *. Ngro+o
)um"er , -asil )urvey .nventory
*. ali Babaan kanan dan kiri, km 0D000 F 7D700 di Desa Sembon, ec.
arangre%o, sampai Desa /an%ungsari, ec. arangre%o, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai (pertanian) dengan garis sempadan
70 m
Ditanami pohon berkayu keras dan rumput, yaitu mulai G 7 m dari
tepi sungai sampai %arak 70 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai *7 m.
Dipertahankan untuk tegalan dan kebun (pertanian), pada %arak *7
F70 m dari tepi sungai.
Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi lahan
untuk tanaman produktif.
b. Pada makam, garis sempadan 70 m.
arena makam terdapat di tepi kali bahkan H 7 m dari tepi
sungai, diusulkan tanggul, agar tidak ter%adi longsoran.
c. Pada alur sungai
pt.
bantardawa
kons!t.


'()19
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km 0D0;7,
pada km 0D=00, pada km *D;00, pada km 1D*00, pada km
1D900, pada km &D&00, pada km &D>00, dan pada km :D>00.
Di bawah sungai terdapat dam lagen pada km &D700, dam
Pakisa%i '' pada km :D=00.
d. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai sampai %arak *7
m, dengan mempertahankan kondisi yang eksis, yaitu rumpun
bambu dan tanaman keras berkayu lainnya.
/anaman pasif, yaitu %arak G 7 m dari kaki tanggul sebelah luar
atau sampai pekarangan rumah.
1. m 7D700 F *0D000 di Desa /an%ungsari, ec. arangre%o, sampai Desa
/ugui, ec. Sendang, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai ( pertanian ) dengan garis
sempadan 70 m
Ditanami pohon berkayu keras, yaitu mulai G 7 m dari tepi
sungai sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Sabuk hi%au, yaitu %arak 0 ) *7 m dari tepi sungai.
Dipertahankan untuk sawah, tegalan dan kebun (pertanian),
pada %arak *0 F70 m dari tepi sungai.
Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi
lahan untuk tanaman produktif.
b. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km >D;00,
pada km ;D&00, pada km =D000 %embatan bambu, pada km
=D700, pada km 9D000, dan pada km 9D900.
Di bawah sungai terdapat dam Pakisa%i ' pada km 7D:00, dam
Dawung >D;00, cek dam Dono pada km ;D100, dan dam
3gledok pada km ;D=00.
c. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis
sempadan *7 m.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()&0
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Sabuk hi%au, yaitu %arak 0 ) *7 m dari tepi sungai, dengan
mempertahankan kondisi yang eksis, yaitu rumpun bambu dan
tanaman keras berkayu lainnya.
/anaman pasif, yaitu %arak H 7 m dari kaki tanggul sebelah luar
atau sampai pekarangan rumah.
d. 8sulan tanggul, karena lereng sungai di orde & banyak yang
rusak, terutama di belokan)belokan sungai.
"./.". Us!an Perntkan Tana) Se(padan Ka!$ Ba.a! P$8$san
/abel :.>. Penentuan "aris Sempadan sungai sisi kanan ali Ba%al Picisan
0D0 ) 0D* pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D* ) 0D& permukiman takbertanggul *7 m *7 m 70 m 70 m
0D& ) *D: pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D: ) *D= permukiman takbertanggul *7 m *7 m 70 m 70 m
*D= ) &D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
&D0 ) &D7 permukiman takbertanggul *7 m *7 m 70 m 70 m
&D7 ) 7D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
garis
sempadan
terpilih </<6
m Peruntukan eterangan
batas Sempadan
Permen P8
>&?*99&
2spek
-idrolis (EE)
(&&) 'spek %idrolis diam"il "erdasarkan de"it "an$ir %istoris di (P) *. Ngro+o
)um"er , -asil )urvey .nventory
/abel :.;. Penentuan "aris Sempadan sungai sisi kiri ali Ba%al Picisan
0D0 ) 0D* pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
0D* ) 0D17 permukiman takbertanggul *7 m *7 m 70 m *7 m
0D17 ) *D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D0 ) *D; pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
*D; ) *D9 permukiman takbertanggul *7 m *7 m 70 m *7 m
*D9 ) 1D> pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
1D> ) &D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
&D0 ) :D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D0 ):D* permukiman takbertanggul *7 m *7 m 70 m *7 m
:D* ) :D& pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
:D& ) :D7 permukiman takbertanggul *7 m *7 m 70 m *7 m
:D7 ) 7D0 pertanian takbertanggul 70 m 70 m 70 m 70 m
garis
sempadan
terpilih
m Peruntukan eterangan
batas Sempadan
Permen P8
>&?*99&
2spek
-idrolis (EE) </<6
(&&) 'spek %idrolis diam"il "erdasarkan de"it "an$ir %istoris di (P) *. Ngro+o
pt.
bantardawa
kons!t.


'()&*
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
)um"er , -asil )urvey .nventory
*. ali Ba%al Picisan kanan dan kiri, km 0D000 F *D=00 di Desa arangre%o,
ec. arangre%o, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai ( pertanian ) dengan garis sempadan
70 m
Ditanami pohon berkayu keras, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai
sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Sabuk hi%au, yaitu %arak 0 ) *7 m dari tepi sungai.
Dipertahankan untuk sawah, tegalan dan kebun (pertanian), pada
%arak *7 F70 m dari tepi sungai.
e. Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah?lahan kosong men%adi
lahan untuk tanaman produktif.
b. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km 0D*00,
pada km 0D:00 (%embatan ba%a tak terpakai), pada km
*D;00.
Di bawah sungai terdapat bron%ong di sisi kanan sungai pada
km 0D>00.
c. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu %arak 0 ) *7 m dari tepi sungai, dengan
mempertahankan kondisi yang eksis, yaitu rumpun bambu dan
tanaman keras berkayu lainnya.
/anaman pasif, yaitu %arak H 7 m dari kaki tanggul sebelah luar
atau sampai pekarangan rumah.
1. ali Ba%al kanan dan kiri, km *D=00 F &D000 di Desa Sukodono dan Desa
Sukore%o, ec. arangre%o, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai ( pertanian ) dengan garis sempadan
70 m
Ditanami pohon berkayu keras, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai
sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Sabuk hi%au, yaitu %arak 0 ) *7 m dari tepi sungai.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()&1
Kajian Pemanfaatan Bantaran dan Sempadan Sungai
Dipertahankan untuk sawah, tegalan dan kebun (pertanian), pada
%arak *7 F70 m dari tepi sungai.
f. Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi lahan
untuk tanaman produktif.
g. 8sulan tanggul, karena lereng sungai di orde & banyak yang rusak,
terutama di belokan)belokan sungai.
&. ali Picisan kanan dan kiri, km &D000 F 7D000 di Desa Sukore%o, ec.
arangre%o, sampai Desa Pun%ul, ec. arangre%o, ab. /ulungagung
a. Pada daerah sempadan sungai ( pertanian ) dengan garis sempadan
70 m
Ditanami pohon berkayu keras, yaitu mulai G 7 m dari tepi sungai
sampai %arak *7 m, untuk memperkuat tebing sungai.
Sabuk hi%au, yaitu %arak 0 ) *7 m dari tepi sungai.
Dipertahankan untuk sawah, tegalan dan kebun (pertanian), pada
%arak *7 F70 m dari tepi sungai.
h. Pengupayakan pengalihan fungsi dari tanah kosong men%adi lahan
untuk tanaman produktif.
b. Pada alur sungai
Di atas permukaan sungai melintas %embatan pada km &D:00.
c. Pada daerah sempadan sungai (permukiman) dengan garis sempadan
*7 m.
Sabuk hi%au, yaitu %arak 0 ) *7 m dari tepi sungai, dengan
mempertahankan kondisi yang eksis, yaitu rumpun bambu dan
tanaman keras berkayu lainnya.
/anaman pasif, yaitu %arak H 7 m dari kaki tanggul sebelah luar
atau sampai pekarangan rumah.
pt.
bantardawa
kons!t.


'()&&