Anda di halaman 1dari 11

Proses terbentuknya Endapan Bahan Galian

Bahan galian adalah produk dari suatu magma dimana magma merupakan larutan
silica panas yang kaya akan elemen-elemen volatile dimana magma tersebut berada jauh di
bawahpermukaan bumi yang kemudian melalui reaksi panas dari massa padatan.
Proses pembentukan bahan galian dapat di bedakan menjadi dua yaitu:
A.Proses Internal (endogen
Proses internal adalah suatu proses dimana terbentuknya endapan mineral yang
berasal dari kegiatan magma atau dipengaruhi oleh !aktor endogen yang biasa disebut
dengan endapan mineral primer
Proses internal atau endogen pembentukan endapan mineralnya meliputi:
1. Kristalisasi dan segregrasi magma
"ristalisasi magma merupakan proses utama dari pembentukan batuan vulkanik
dan plutonik. "arena magma merupakan cairan yang panas# maka ion-ion yang menyusun
magma akan bergerak bebas tak beraturan. $ebaliknya pada saat magma mengalami
pendinginan# pergerakan ion-ion yang tidak beraturan ini akan menurun# dan ion-ion akan
mulai mengatur dirinya menyusun bentuk yang teratur. Proses ini disebut kristalisasi. Pada
proses ini yang merupakan kebalikan dari proses pencairan# ion-ion akan saling mengikat
satu dengan yang lainnya dan melepaskan kebebasan untuk bergerak. Ion-ion tersebut akan
membentuk ikatan kimia dan membentuk kristal yang teratur. Pada umumnya material
yang menyusun magma tidak membeku pada waktu yang bersamaan. "ecepatan
pendinginan magma akan sangat berpengaruh terhadap proses kristalisasi# terutama pada
ukuran kristal. Apabila pendinginan magma berlangsung dengan lambat# ion-ion
mempunyai kesempatan untuk mengembangkan dirinya# sehingga akan menghasilkan
bentuk kristal yang besar. $ebaliknya pada pendinginan yang cepat# ion-ion tersebut tidak
mempunyai kesempatan untuk mengembangkan dirinya# sehingga akan membentuk kristal
yang kecil. Apabila pendinginan berlangsung sangat cepat maka tidak ada kesempatan bagi
ion untuk membentuk kristal# sehingga hasil pembekuannya akan menghasilkan atom yang
tidak beraturan (hablur# yang dinamakan dengan mineral gelas (glass. Pada saat magma
mengalami pendinginan# atom-atom oksigen dan silikon akan saling mengikat pertama kali
untuk membentuk tetrahedra oksigen-silikon. "emudian tetrahedra- tetrahedra oksigen-
silikon tersebut akan saling bergabung dan dengan ion-ion lainnya akan membentuk inti
kristal dari bermacam mineral silikat. %iap inti kristal akan tumbuh dan membentuk
jaringan kristalin yang tidak berubah. &ineral yang menyusun magma tidak terbntuk pada
1
waktu yang bersamaan atau pada kondisi yang sama. &ineral tertentu akan mengkristal
pada temperatur yang lebih tinggi dari mineral lainnya# sehingga kadang-kadang magma
mengandung kristal-kristal padat yang dikelilingi oleh material yang masih cair. "omposisi
dari magma dan jumlah kandungan bahan volatil juga mempengaruhi proses kristalisasi.
"arena magma dibedakan dari !aktor-!aktor tersebut# maka kenampakan !isik dan
komposisi mineral batuan beku sangat bervariasi. N.L.Bowen merupakan seorang ahli
yang pertama kali melakukan penyelidikan terhadap proses kristalisasi magma pada awal
abad ke '( ini. )asil penyelidikan Bowen di laboratorium menunjukkan bahwa mineral
tertentu akan mengkristal pertama kali. *engan penurunan temperatur# mineral lain akan
mulai mengkristal. $ejalan dengan proses pengkristalan dari magma# komposisi dari
magma yang tersisa selalu mengalami perubahan juga. $ebagai contoh# pada saat magma
telah mengalami pembekuan kira-kira +( ,# magma yang tersisa akan mengalami
penurunan kandungan unsur-unsur besi# magnesium dan kalsium# karena unsur-unsur ini
dijumpai pada mineral-mineral yang terbentuk pertama kali. %etapi pasa saat yang
bersamaan# komposisi magma lebih diperkaya oleh kandungan unsur-unsur yang banyak
terkandung dalam mineral-mineral yang terbentuk kemudian# seperti unsur-unsru sodium
dan potasium. *emikian juga kandungan silikon dalam larutan magma semakin bertambah
pada proses kristalisasi berikutnya. Bowen juga menunjukkan bahwa mineral-mineral yang
telah mengkristal dan masih terdapat dalam lingkungan magma yang masih cair# akan
bereaksi dengan sisa cairan magma dan menghasilkan mineral berikutnya. -leh sebab itu
susunan atau urutan proses kristalisasi mineral dikenal dengan nama Bowens reaction
series.

.ambar / Bowen0s reaction $eries
Pada bagian kiri dari susunan ini olivin yang merupakan mineral pertama yang terbentuk#
akan bereaksi dengan cairan magma dan membentuk piroksin. 1eaksi ini akan terus
berlangsung sampai mineral yang terakhir dalam seri ini yaitu biotit# terbentuk. $usunan
2
sebelah kiri ini disebut sebagai discontinuous reaction series# karena tiap mineral yang
terbentuk mempunyai struktur kristal yang berbeda. -livin disusun oleh tetrahera tungal#
dan mineral lain pada seri ini disusun oleh rangkaian rantai tunggal# rantai ganda dan
struktur lembaran. Pada umumnya reaksi yang terjadi tidak sempurna# sehingga mineral-
mineral yang bervariasi ini akan hadir pada saat yang bersamaan. Pada susunan bagian
kanan reaksi berlangsung terus menerus. &ineral yang pertama kali terbentuk adalah
mineral !eldspar yang kaya akan kalsium (2a-!eldspar bereaksi dengan ion-ion sodium
(3a yang semakin meningkat persentasenya di dalam magma. "adangkala kecepatan
pendinginan berlangsung sangat cepat sehingga menghambat perubahan yang sempurna
dari kalsium !eldspar menjadi sodium !eldspar. Bila hal ini terjadi 4oning pada mineral
!eldspar# dimana kalsium !eldspar di bagian intinya dikelilingi oleh sodium !eldspar. Pada
proses kristalisasi# setelah magma mengalami pembekuan# sisa magma akan membentuk
mineral kuarsa# muskovit dan potas !eldspar (ortoklas. &eskipun mineral-mineral yang
terakhir disebutkan terdapat dalam urutan Bowen0s reaction series# tetapi bagian ini tidak
benar-benar merupakan reaction series. Pada suatu tingkat proses kristalisasi magma#
bagian yang telah mengkristal lebih dulu (padat akan selalu memisahkan diri dari bagian
yang cair. )al semacam ini dapat terjadi# karena mineral-mineral yang mengkristal lebih
dahulu akan lebih berat daripada bagian magma yang masih cair# sehingga mineral-mineral
tersebut akan turun ke bawah dan terkonsentrasi pada dapur magma. Proses pengendapan
ini terjadi secara bertahap mulai dari mineral-mineral gelap seperti olivin. Proses segregasi
mineral oleh pemisahan dan di!erensiasi kristalisasi disebut fractional crystallization
(kristalisasi !raksional. Pada tiap tingkatan dari proses kristalisasi# cairan magma terpisah
dari bagian magma yang telah padat. Akibatnya kristalisasi !raksional akan menghasilkan
batuan beku dengan rentang komposisi yang cukup lebar.
3
2. Hydrothermal
.ambar '. $aiklus )ydrotermal yang merupakan sumber terbesar (5(, dari proses
pembentukan endapan
Air panas yang naik akibat proses magmatik ataupun dari proses lainnya seperti air
meteorik atau yang terbebaskan pada suatu proses malihan. Air panas tersebut dapat
melarutkan unsur logam dari batuan yang dilaluinya# kemudian diendapkan di suatu tempat
pada temperatur yang lebih rendah# sebagian besar cebakan mineral berasal dari proses
ini.6arutan hydrothermal ini dipercaya sebagai salah satu !luida pembawa bijih utama yang
kemudian terendapkan dalam beberapa !ase dan tipe endapan. )idrothermal adalah larutan
sisa magma yang bersi!at "aqueous" sebagai hasil di!!erensiasi magma. )idrothermal ini
kaya akan logam-logam yang relati! ringan# dan merupakan sumber terbesar (5(, dari
4
proses pembentukan endapan. Berdasarkan cara pembentukan endapan# dikenal dua
macam endapan hidrothermal# yaitu :
a.2avity !iling# mengisi lubang-lubang (opening-opening yang sudah ada di dalam batuan.
b.&etasomatisme# mengganti unsur-unsur yang telah ada dalam batuan dengan unsur-unsur
baru dari larutan hidrothermal.
Berdasarkan cara pembentukan endapan# dikenal beberapa jenis endapan
hidrothermal# antara lain 7phithermal (% ((2-'(((2# &esothermal (% /+((2-8+((2#
dan )ipothermal (% 8(((2-+(((2. $etiap tipe endapan hidrothermal diatas selalu
membawa mineral-mineral yang tertentu (spesi!ik# berikut altersi yang ditimbulkan
barbagai macam batuan dinding. %etapi minera-mineral seperti pirit (9e$'# kuarsa ($i-'#
kalkopirit (2u9e$'# !lorida-!lorida hampir selalu terdapat dalam ke tiga tipe endapan
hidrothermal.
. Lateral se!retion
&erupakan proses dari pembentukan lensa-lensa dan urat kuarsa pada batuan
metamor! pengisian 4ona regangan atau !ractures oleh silika yang migrasi dari batuan
sekitarnya# termasuk komponen-komponen sul!ida dan sul!ur dari batuan samping. &ineral
utama : kuarsa# karbonat# serisit# pirit# arsenopirit# stibnite# kalkopirit# sphalerit#
sulphosalts# galena dan emas.
Ada ' kemungkinan proses :
a. $ilika berasal dari larutan magma dan di!usi pada batuan samping.
b. $ilika berasal dari batuan membentuk vein.
". #etamorphi! Pro!esses
Proses metamor!osa diakibatkan oleh dua !aktor utama yaitu %ekanan dan
%emperatur (P dan %. Panas dari intrusi magma adalah sumber utama yang menyebabkan
metamor!osa. %ekanan terjadi diakibatkan oleh beban perlapisan diatas (lithostatic
pressure atau tekanan di!erensial sebagai hasil berbagai stress misalnya tektonik stress
(di!!erential stress. 9luida yang berasal dari batuan sedimen dan magma dapat
mempercepat reaksi kima yang berlangsung pada saat proses metamor!osa yang dapat
menyebabkan pembentukan mineral baru. ;enis-jenis metamor!osa ada ' :
/. &etamor!osa 6okal
a. &etamor!isme "ontak<thermal : Panas tubuh batuan intrusi yang diteruskan ke batuan
sekitarnya# mengakibatkan metamor!osa kontak dengan tekanan berkisar antara /((( =
8((( atm dan temperatur 8(( = >(((2. Pada metamor!isme kontak# batuan sekitarnya
berubah menjadi hornfels atau hornstone (batutanduk. $usunan batu tanduk itu sama
sekali tergantung pada batuan sediment asalnya (batulempung dan tidak tergantung pada
5
jenis batuan beku di sekitarnya. Pada tipe metamor!osa lokal ini# yang paling berpengaruh
adalah !aktor suhu disamping !aktor tekanan# sehingga struktur metamor!osa yang khas
adalah non !oliasi# antara lain horn!els itu sendiri.
b. &etamor!isme dislokasi<dinamik<kataklastik : Batuan ini dijumpai pada daerah yang
mengalami dislokasi# seperti di sekitar sesar. Pergerakan antar blok batuan akibat sesar
memungkinkan akan menghasilkan breksi sesar dan batuan metamor!ik dinamik.
'. &etamor!osa 1egional
a. &etamor!isme 1egional *inamotermal : &etamor!osa regional terjadi pada daerah
luas akibat orogenesis. Pada proses ini pengaruh suhu dan tekanan berjalan bersama-
sama.%ekanan yang terjadi di daerah tersebut berkisar sekitar '((( = /8.((( bars ( / bar ?
/( @ dyne<cm'# dan temperatur berkisar antara '(( = >((( 2.
b. &etamor!isme Beban : &etomor!isme regional yang terjadi jika batuan terbebani
oleh sedimen yang tebal di atasnya. %ekanan mempunyai peranan yang penting daripada
suhu. &etamor!isme ini umumnya tidak disertai oleh de!ormasi ataupun perlipatan
sebagaimana pada metamor!isme dinamotermal. &etamor!isme regional beban# tidak
berkaitan dengan kegiatan orogenesa ataupun intrusi magma. %emperatur pada
metamor!isma beban lebih rendah daripada metamor!isme dinamotermal# berkisar antara
A(( = A+( o2. gerak-gerak penetrasi yang menghasilkan skistositas hanya akti! secara
setempat# jika tidak# biasanya tidak hadir.
c. &etamor!isme 6antai $amudera : Batuan penyusunnya merupakan material baru
yang dimulai pembentukannya di punggungan tengah samudera. Perubahan mineralogy
dikenal juga metamor!isme hidrotermal . *alam hal ini larutan panas (gas memanasi
retakan-retakan batuan dan menyebabkan perubahan mineralogi batuan sekitarnya.
&etamor!isme semacam ini melibatkan adanya penambahan unsur dalam batuan yang
dibawa oleh larutan panas dan lebih dikenal dengan metasomatisme.

.ambar 8. *iagram sederhana ilustrasi hubungan dari batuan metamor! dengan material induk
6
+.Bolcanic 7Chalative
7Chalations dari larutan hydrothermal pada permukaan# yang terjadi pada kondisi
bawah permukaan air laut dan umumnya menghasilkan tubuh bijih yang berbentuk
strati!orm.
7kshalasi dibagi menjadi : !umarol (terutama terdiri dari uap air )'-# sol!atar (berbentuk
gas $-'# mo!ette (berbentuk gas 2-'# sa!!roni (berbentuk baron. Bentuk (komposisi
kimia dari mata air panas adalah air klorida# air sul!at# air karbonat# air silikat# air nitrat#
dan air !os!at.

.ambar A. *eposit &ineral $ul!ida akibat proses Bolcanic 7Chalative
B.Proses 7Cternal (eksogen
Proses eCternal adalah suatu proses dimana terbentuknya endapan endapan mineral
yang dipengaruhi !aktor eksogen seperti proses weathering# inorganic sedimentasion# dan
organic sedimentation disebut dengan endapan sekunder# membentuk endapan plaser#
residual# supergene enrichment# evaporasi<presipitasi# mineral-energi (minyakDgas bumi
dan batubara dan gambut.
eksternal atau eksogen pembentukan endapan mineral yaitu meliputi:
1. #e!hani!a $!!umulation
2ebakan &ineral yang terbentuk oleh konsentrasi mekanik dari mineral bijih dan
pemecahan dari residu. Proses pemilahan yang mana menyangkut pengendapan tergantung
oleh besar butir dan berat jenis disebut sebagai endapan plaser. &ineral plaser terpenting
7
adalah Pt# Au# kasiterit# magnetit# monasit# ilmenit# 4irkon# intan# garnet# tantalum# rutil#
dsb.
Berdasarkan tempat dimana diendapkan# plaser atau mineral letakan dapat dibagi menjadi :
/. Plaser aluvium# diketemukan dekat atau sekitar sumber mineral bijih primer. &ereka
terbentuk dari hanya sedikit perjalanan residu (goresan# material mengalami pelapukan
setelah pencucian. $ebagai contoh endapan platina di Erals.
'. Plaser aluvium# ini merupakan endapan plaser terpenting. %erbentuk di sungai bergerak
kontinu oleh air# pemisahan tempat karena berat jenis# mineral bijih yang berat akan
bergerak ke bawah sungai. Intensitas pengayaan akan didapat kalau kecepatan aliran
menurun# seperti di sebelah dalam meander# di kuala sungai dsb. 2ontoh endapan tipe
ini adalah $n di Bangka dan Belitung. Au-plaser di 2ali!ornia.
8. Plaser laut<pantai# endapan ini terbentuk oleh karen aktivitas gelombang memukul
pantai dan mengabrasi dan mencuci pasir pantai. &ineral yang umum di sini adalah
ilmenit# magnetit# monasit# rutil# 4irkon# dan intan# tergantung dari batuan terabrasi.
A. 9ossil plaser# merupakan endapan primer purba yang telah mengalami pembatuan dan
kadang-kadang termetamor!kan. $ebagai contoh endapan ini adalah Protero4oikum
Fitwatersand# A!rika $elatan# merupakan daerah emas terbesar di dunia# produksinya
lebih /<8 dunia. 7mas dan uranium terjadi dalam beberapa lapisan konglomerat.
&ineralisasi menyebar sepanjang '+( km. %ambang terdalam di dunia sampai 8(((
meter# ini dimungkinkan karena gradien geotermis disana sekitar /( per /8( meter.
2. %edimentary Pre!ipitates
Presipitasi adalah proses reaksi terbentuknya padatan (endapan di dalam sebuah
larutan sebagai hasil dari reaksi kimia tanpa bantuan organism biologi. Presipitasi ini
biasanya terbentuk ketika konsentrasi ion yang larut telah mencapai batas kelarutan dan
hasilnya adalah membentuk garam. Beberapa mineral terbentuk pada cekungan
pengendapan oleh proses kimia atau biokimia ini. &aterial tersebut disebut material
intrabasinal# yang bisa berupa mineral silikat maupun nonsilikat. Batuan sedimen yang
terbentuk dihasilkan dari proses presipitasi<kristalisasi larutan di dalam cekungan
pengendapan. Proses ini mengahsilkan batuan sedimen nonsiliklastik. 2ontoh mineralnya
adalah mineral karbonat# rijang# min. mengandung besi# evaporit# dan !os!orit.
. &esidual Pro!esses
8
1esidual processes adalah suatu pengumpulan bahan residu yang berharga setelah
bagian-bagian tidak berharga tersingkirkan oleh proses pelapukan. 2ontoh deposit yang
terbentuk secara ini adalah bijih besi yang terkandung dalam gamping murni dalam bentuk
besi karbonat. -leh proses Pelarutan (pelapukan kimiawi gampingnya akan larut dan
besinya tertinggal. $eperti juga besi# mangan juga dapat terbentuk akibat pelapukan
kimiawi.
&eskipun aluminium termasuk unsur yang sangat banyak dijumpai pada kerak
bumi# tetapi sebagian besar ada dalam kombinasi dengan bahan lain yang masih
menimbulkan kesulitan untuk dapat diambil secara komersial. $ampai sekarang hanya
bauksit yang merupakan bijih aluminium yang komersial. Bauksit adalah suatu oksida
aluminium yang terhidrasi# dan berasal dari hasil pelapukan batuan beku yang kaya akan
mineral-mineral !eldspar dan tidak mengandung mineral kuarsa# yaitu nepheline syenit.
Bauksit yang baik mengandung kira-kira +(, aluminium dan kurang dari @, silika# /(,
oksida besi dan A, oksida titanium.
Beberapa jenis batuan beku yang basa# mengandung sejumlah kecil nikel. *i bawah
pengaruh pelapukan di daerah tropis atau subtropis batuan semacam itu akan melepaskan
silika dan menghasilkan ikatan nikel dan magnesium. *i beberapa tempat# nikel tersebut
dalam bentuk mineral garnierit# oleh proses konsentrasi residual dapat menjadi deposit
yang komersial.
". %upergene Enri!hment
Pelindian (leaching elemen-elemen tertentu dari bagian atas suatu endapan mineral
dan kemudian mengalami presipitasi pada kedalaman menghasilkan endapan dengan
konsentrasi yang lebih tinggi.
$upergene enrichment terjadi relati! di dekat permukaan. Proses supergene di
dominasi oleh sirkulasi air meteorit yang diiringi oleh oksidasi dan pelapukan kimiawi.
Proses supergene enrichment terjadi pada kondisi atmos!erik dengan suhu '+G2. &ineral
sul!ida adalah mineral yang paling sering mengalami supergene enrichment.
Hona $upergene dapat terbagi menjadi enam bagian yang berbeda bedasarkan
kedalamannya# yaitu
9
.ossan cap# lapisan kaya mineral besi# menindikasikan adanya
cadangan mineral pada lapisan bawah mneral
6eached 4one# lapisan dimana terdapat air bawah tanah yang
mengandung oksigen dan karbon dioksida
-Cidated 4one# lapisan dimana mineral mengalami oksidasi
Fater table# lapisan peralihan antara lingkungan oksidasi dan
reduksi
7nriched 4one# lapisan dimana mineral mengalami reduksi
Primary 4one# lapisan dimana dapat ditemukan mineral primer
.ambar + &ineral Bein
%umber Gambar
Pic / : http:<<www.geologyca!e.com<class<chapter+.html
10
Pic ' : www.marshallhydrothermal.com
Pic 8 : http:<<www.geologyca!e.com<class<chapter>.html
Pic A : http:<<en.wikipedia.org<wiki<BolcanogenicImassiveIsul!ideIoreIdeposit
Pic + : http:<<en.wikipedia.org<wiki<$upergeneI(geology
11