Anda di halaman 1dari 7

Jasa Laboratorium Sucofindo

Penentuan Sakarin pada Makanan & Minuman Mulai berlaku : 29 September 2003
PO/MM/26 Revisi : 01
Halaman : 1 dari 6


1.0. Tujuan

Menentukan adanya (uji kualitatif) sakarin dalam contoh uji makanan dan
minuman.


2.0. Ruang Lingkup

Metoda ini dapat digunakan untuk menentukan adanya sakarin dalam contoh uji
makanan dan minuman.


3.0. Prinsip Analisa

Sakarin akan memberikan warna hijau fluoresens jika direaksikan dengan
resorsinol dan NaOH berlebih.


4.0. Referensi

SNI 01 2893 1992 butir 3.1.


5.0. Peringatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja
5.1. Ether, C4H10O
Bila bekerja dengan ether, singkirkan semua sumber pemanasan dan
penyalaan, seperti nyala bara api, logam panas. Memanaskan ether
harus dengan penangas air atau heating mantle. Berbahaya bila
dipanaskan dengan hot plate atau bunsen / nyala api. Sebelum distilasi
ether lama (bekas), test adanya peroksida (eksplosif) dengan larutan KI
dan peroksida dapat diambil dengan larutan ferosulfat. Simpan ether di
tempat dingin, berventilasi, bebas dari panas dan sumber penyalaan dan
jauhkan dari oksidator, halogen dan senyawa sulfur. Pasang poster di
tempat kerja : DILARANG MEROKOK.
Gunakan respirator dengan penyerap organik (cartridge) atau respirator
dengan udara tekan untuk melindungi pernafasan. Gunakan kaca mata,
goggles dan perisai muka untuk melindungi mata / muka. Dan gunakan
gloves dan pakaian pelindung (PVC, CPE) untuk melindungi kulit.

5.2. Ammonia, NH4OH
Untuk mengurangi cemaran di tempat kerja , pasang ventilasi umum atau
local exhauster agar lebih efisien menurunkan cemaran sampai < NAB .
Bila mungkin memakai proses yang tertutup . Perpipaan harus
menggunakan baja karbon. Bahan Cu, logam paduan Cu dan Al atau
logam yang digalvanisasi akan terkorosi . Simpan bahan dalam botol
gelas dengan tutup plastik atau karet dibawah suhu 25
0
C, di tempat
yang berventilasi, jauh dari bahan asamdan panas.
Jika bekerja dengan Amonium Hidroksida , maka gunakan respirator
penyerap ammonia bila konsentrasi < 500 ppm. Pada konsentrasi tinggi
pakai SCBA. Untuk melindungi mata pergunakan kacamata dan goggles,
untuk melindungi kulit pergunakan apron, sepatu dan sarung tangan
(neoprene, viton, karet butyl)
Jasa Laboratorium Sucofindo


Penentuan Sakarin pada Makanan & Minuman Mulai berlaku : 29 September 2003
PO/MM/26 Revisi : 01
Halaman : 2 dari 6


5.3. Asam Klorida, HCl
Jika bekerja dengan asam klorida harus dalam lemari asam, Simpan di
tempat dingin dan berventilasi. Lantai gedung harus tahan asam.
Jauhkan dari bahan oksidator dan bahan alkali, serta sianida, sulfida,
formaldehida, logam natrium, merkuri sulfat dan ammonium hidroksida.
Periksa kebocoran wadah asam.
Gunakan respirator kimia penyerap HCl atau respirator udara untuk
melindungi pernafasan. Gunakan kaca mata dan perisai muka untuk
melindungi mata dan muka dan gunakan sarung tangan (neoprene,
nitrile) untuk melindungi kulit.

5.4. Asam Sulfat, H
2
SO
4

Bila bekerja dengan H
2
SO
4
hindari kontak langsung dengan asam.
Cegah penghisapan uap atau kabut, dengan bekerja dalam almari asam
atau dengan ventilasi yang baik. Pengenceran asam dilakukan dengan
penambahan asam sedikit demi sedikit ke dalam air dan bukan
sebaliknya. Ingat eksotermik. Simpan asam dalam wadah yang kuat di
tempat berventilasi dan dingin. Jauhkan dari air, zat organik mudah
terbakar dan logam. Perhatikan kebocoran wadah. Kebocoran dapat
merusak lantai.
Gunakan sarung tangan (CPE, neoprene, PE) dan pakaian kerja untuk
melindungi kulit. Gunakan kaca mata keselamatan dan pelindung muka
untuk melindungi mata. Untuk melindungi paru paru dapat digunakan
filter penyerap asam atau respirator udara.

5.5. Resorcinol, C
6
H
6
O
2

Jauhkan resorcinol dari cahaya. Simpan dalam wadah bertutup rapat,
kering dan pada suhu + 15
o
C sampai + 25
o
C
Gunakan baju kerja pada daerah kerja, tergantung dari konsentrasi dan
jumlah resorcinol yang digunakan. Ketahanan baju kerja terhadap bahan
kimia harus diuji oleh supplier.
Gunakan respirator untuk melindungi pernafasan jika terbentuk uap atau
aerosol. Gunakan pelindung mata dan sarung tangan jika diperlukan.

5.6. Natrium Hidroksida, NaOH
Bila bekerja dengan NaOH cegah jangan sampai terbentuk kabut dan
debu. Jaga dari kontak dengan air atau uap air. Bila melarutkan,
tambahkan NaOH ke dalam air sedikit demi sedikit agar tidak memercik.
Simpan dalam wadah yang rapat, berlabel dan di tempat yang dingin.
Tempat penyimpanan harus tahan korosi. Pisahkan dari asam kuat,
senyawa organohalogen dan nitro. Inspeksi periodik terhadap kebocoran
wadah, sebab dapat merusak lantai.
Gunakan respirator (filter debu) untuk melindungi pernafasan (bila
terdapat debu). Gunakan kaca mata atau perisai muka untuk melindungi
mata dan muka. Dan untuk melindungi kulit gunakan gloves (karet,
neoprene, PVC, PE) dan sediakan air pencuci tangan dan mata.


6.0. Kualifikasi Personil

Personil yang melakukan pengujian harus lulusan minimal Sekolah Menengah
Analis Kimia dan telah mendapatkan pelatihan mengenai prosedur ini.
Jasa Laboratorium Sucofindo


Penentuan Sakarin pada Makanan & Minuman Mulai berlaku : 29 September 2003
PO/MM/26 Revisi : 01
Halaman : 3 dari 6


7.0. Alat & Bahan Kimia

7.1. Alat
7.1.1. Corong pisah
7.1.2. Kertas saring
7.1.3. Gelas ukur
7.1.4. Pipet tetes
7.1.5. Bunsen
7.1.6. Botol pereaksi.

7.2. Bahan Kimia
7.2.1. Ether p.a
7.2.2. Larutan Ammonia, NH
4
OH 5 %
7.2.3. Larutan asam Klorida, HCl p.a
7.2.4. Larutan asam Sulfat, H2SO4 p.a
7.2.5. Resorcinol
7.2.6. Natrium Hidroksida, NaOH 10 %
7.2.7. Larutan asam Klorida, HCl 10 %
Jasa Laboratorium Sucofindo


Penentuan Sakarin pada Makanan & Minuman Mulai berlaku : 29 September 2003
PO/MM/26 Revisi : 01
Halaman : 4 dari 6


8.0. Rincian Prosedur Operasional

8.1. Untuk contoh yang berlemak
8.1.1. Asamkan contoh dengan HCl, lalu ekstrak dengan 25 mL ether.
8.1.2. Cuci campuran ether tersebut 2 kali dengan 10 mL NH
4
OH 5 %,
pisahkan dan campurkan NH
4
OH dengan 10 mL HCl 25 % lalu
ekstrak 3 kali dengan 25 mL ether. Cuci campuran ekstrak ether
dengan air sampai netral dan uapkan di udara terbuka.
8.1.3. Tambahkan 10 tetes H
2
SO
4
p.a.
8.1.4. Masukkan campuran H
2
SO
4
dan sisa penguapan ke dalam
tabung reaksi, tambahkan 40 mg resorsinol dan panaskan
perlahan - lahan dengan api kecil sampai berubah menjadi warna
hijau kotor.
8.1.5. Dinginkan, tambahkan 10 mL air suling serta larutan NaOH 10 %
berlebih.

8.2. Untuk contoh yang tidak berlemak
8.2.1. Asamkan contoh dengan HCl, lalu ekstrak 1 kali dengan 25 mL
ether.
8.2.2. Setelah larutan terpisah, uapkan ether dalam tabung reaksi di
udara terbuka.
8.2.3. Tambahkan 10 tetes H2SO4 dan 40 mg resorsinol.
8.2.4. Panaskan perlahan - lahan dengan api kecil sampai berubah
menjadi warna hijau kotor.
8.2.5. Dinginkan, tambahkan 10 mL air suling dan larutan NaOH 10 %
berlebih.


9.0. Hasil Analisa

Bila terbentuk warna hijau fluoresense berarti sakarin positif.


10.0. Catatan Perubahan

Penarikan Penambahan
No. Tgl
Bab Hal Revisi Bab Hal Revisi
1. 29/09/03 Perubahan Total 00 Perubahan Total 01







Jasa Laboratorium Sucofindo


Penentuan Sakarin pada Makanan & Minuman Mulai berlaku : 29 September 2003
PO/MM/26 Revisi : 01
Halaman : 5 dari 6


11.0. Lampiran

11.1. Penentuan Sakarin Pada Makanan & Minuman PO/MM/26 1

Jasa Laboratorium Sucofindo


Penentuan Sakarin pada Makanan & Minuman Mulai berlaku : 29 September 2003
PO/MM/26 Revisi : 01
Halaman : 6 dari 6


Lampiran 11.1.



PENENTUAN SAKARIN PADA MAKANAN & MINUMAN
PO/MM/26 1


Methode : SNI 01 2893 1992 butir 3.1.
No. Lab :
Nama contoh :
Tanggal masuk :
Tanggal selesai :
Kode alat yang digunakan :




Hasil Pengamatan










Analis : Diperiksa Oleh :
Disetujui Oleh :









Rev.01 Mulai berlaku : 29 September 2003








SUCOFINDO
Jasa Laboratorium Sucofindo


Penentuan Sakarin pada Makanan & Minuman Mulai berlaku : 29 September 2003
PO/MM/26 Revisi : 01
Halaman : 7 dari 6