Anda di halaman 1dari 20

1

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING KEPANITERAAN OBSTETRI


DAN GINEKOLOGI

Laporan kasus dengan judul
Karsinoma Serviks Stadium III B

Disusun untuk Memenuhi Syarat Ujian Kepaniteraan Klinik
di Bagian Obstetri dan Ginekologi Rumah Sakit Umum Daerah Ambarawa

Disusun Oleh:
Nathasya Pratiwi 1310221032

Telah disetujui oleh Pembimbing:
Nama Pembimbing Tanda Tangan Tanggal

dr. Hary Purwoko, Sp.OG. K-FER ................................ ................................






2

BAB I
LAPORAN KASUS

A. Identitas Paien
Nama : Ny. N
Usia : 48 tahun
Alamat : Kerep 1/9, Ambarawa
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Nomor RM : 018241
Tanggal Masuk : 18 Januari 2014

B. Riwayat Penyakit
Keluhan utama : perdarahan dari kemaluan sudah 1 tahun.
Keluhan tambahan : nyeri panggul, nyeri perut seperti diperas
saat mengeluarkan darah, lemas.
Riwayat penyakit sekarang :
Perdarahan sudah 1 tahun,
Darah berwarna sedikit hitam, keluar dalam jumlah banyak,
menggunakan pampers saat perdarahan muncul, ganti pampers
2x/hari, terdapat gumpalan darah, perdarahan pasca coitus
berwarna merah segar,
Perut nyeri seperti diremas saat mengeluarkan darah, nyeri panggul
hebat.
7 bulan yang lalu di lakukan biopsi dinyatakan Ca Serviks stadium
III B
Riwayat penyakit dahulu :
Pernah menjalani operasi miomektomi
Tiga bulan setelah operasi timbul perdarahan hebat
3

Lima bulan sebelum perdarahan hebat, pasien mengalami
keputihan yang berbau, berwarna kuning, dan siklus haid tidak
teratur
Diabetes Melitus tipe II.
Riwayat penggunaan obat :
Kemoterapi sudah dijalani 3x di RS Kariadi
Transfusi darah 3 bulan yang lalu
Riwayat ginekologi :
Menarche usia 12 tahun
Siklus haid teratur
Riwayat obsteri : P3 A0
Anak 1 : wanita, 26 tahun, BL 3300 gram
Anak 2 : pria, 23 tahun, BL 3250 gram
Anak 3 : wanita, 16 tahun, BL 3100 gram
Riwayat KB :
Suntik selama 3 tahun
Implan selama 6 tahun
Spiral selama 6 bulan
Steril setelah anak ke-3 lahir
Riwayat pernikahan :
Menikah satu kali
Menikah pada usia 19 tahun
Melahirkan anak pertama pada usia 20 tahun
Riwayat sosial ekonomi :
Higienitas : sering membersihkan daerah kemaluan
Belum pernah vaksin dan pap smear sebelumnya
4

Merokok dan minum alkohol (-)
Tinjauan sistemik :
Nyeri saat BAK (+)
Rasa panas saat BAK (+)
Sulit BAB
Penurunan nafsu makan sejak perdarahan
Penurunan berat badan 15 kg dalam setahun (sebelum perdarahan
BB= 65kg)

C. Pemeriksaan Fisik
KU: lemah
Kesadaran: CM
VS:TD 110/60mmHg
N 84x/min
R 20x/min
S 36,4C
Status generalis :
Kepala : anemia +/+, ikterik -/-
Leher : tidak ada pembesaran KGB dan kelenjar tiroid
Thoraks
o Jantung: S1 S2 reguler
o Paru : suara dasar vesikuler
Abdomen
o Bising usus (+), perut supel, nyeri tekan pada regio supra
pubik, timpani
Ekstremitas
o Capilary refill > 2

D. Pemeriksaan Penunjang
Hb : 8 (12,5-15,5)
5

WBC: 6,9 (4-10)
Ht: 20,3 (37-47)
Plt: 227 (150-400)
Ct : 4.00 (3-5)
Bt : 1.00 (1-3)
Gds: 408 ( 70-100)
Ureum : 40,7 (10-50)
Creatinin: 0,80 (0,45-0,75)
SGOT: 9 (0-35)
SGPT: 9 (0-35)
RESUME
Ny. N, 48 tahun, datang dengan keluhan perdarahan dari kemaluan sudah
1 tahun. Darah yang keluar berwarna sedikit hitam dan keluar dalam jumlah
banyak. Pasien menggunakan pampers saat perdarahan. Dalam satu hari pasien
mengganti pampers sebanyak 2 kali. Terdapat gumpalan darah yang keluar dan
perdarahan pasca coitus berwarna merah segar. Perut nyeri seperti diremas saat
mengeluarkan darah disertai nyeri panggul hebat.Pasien mengaku nyeri saat BAK
dan rasa panas saat BAK. Selain itu terdapat rasa sulit BAB dan penurunan nafsu
makan sejak perdarahan terjadi. Pasien merupakan ibu rumah tangga dengan
aktivitas sehari-hari banyak dilakukan di dalam rumah dengan riwayat operasi
pengangkatan mioma uteri, dan lima bulan sebelum perdarahan hebat timbul,
pasien mengalami keputihan yang berbau, berwarna kuning, dan siklus haid tidak
teratur. Pasien mengakui sudah dilakukan pemeriksaan biopsi 7 bulan yang lalu
dengan hasil pemeriksaan dinyatakan Ca Seviks Stadium III B.
Pada pemeriksaaan fisik didapatkan keadaan umum lemah, tanda vital
tidak ada kelainan, pada pemeriksaan ditemukan kesan anemis pada kedua
6

konjungtiva palpebra, capillary refill lebih dari 2 detik dan pada pemeriksaan
abdomen adanya nyeri tekan pada bagian supra pubik. Pemeriksaan penunjang
ditemukan Hb rendah dan GDS diatas normal.
DIAGNOSA
Ny.N 47thn P3 A0 perdarahan pervaginam suspect Ca serviks stadium IIIB residif
RENCANA TERAPI
- Perbaiki keadaan umum
- IVFD RL
- Transfusi darah
- Analgetik
- Rencana kemoradiasi di rumah sakit rujukan













7


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi Organ Reproduksi Wanita
Organ Genitalia Eksterna

Gambar 1. Anatomi Genitalia Eksterna Wanita
- Vulva
Tampakdariluar (mulaidarimons pubis sampaitepi perineum),
terdiridarimons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen,
vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar-
kelenjarpadadinding vagina.
- Mons pubis / monsveneris
Lapisanlemak di bagian anterior symphisisos
pubis.Padamasapubertasdaerahinimulaiditumbuhirambut pubis.
- Labia mayora
Lapisanlemaklanjutanmons pubis kearahbawahdanbelakang,
banyakmengandungpleksus vena.Homolog
8

embriologikdenganskrotumpadapria.Ligamentumrotundum uteri
berakhirpadabatasatas labia mayora.Di bagianbawah perineum, labia
mayoramenyatu (padacommisura posterior).
- Labia minora
Lipatanjaringan tipis di balik labia mayora,
tidakmempunyaifolikelrambut.Banyakterdapatpembuluhdarah,
ototpolosdanujungserabutsaraf.
- Clitoris
Terdiridari caput/glans clitoridis yang terletak di bagian superior
vulva, dan corpus clitoridis yang tertanam didalamdinding anterior
vagina.Homolog embriologikdengan penis padapria.
Terdapatjugareseptor androgen pada
clitoris.Banyakpembuluhdarahdanujungserabutsaraf, sangatsensitif.
- Vestibulum
Daerah denganbatasatas clitoris, batasbawahfourchet, batas lateral
labia minora.Berasaldari sinus urogenital.Terdapat
6lubang/orificium, yaituorificium urethrae externum,
introitusvaginae, ductusglandulaeBartholiniikanan-
kiridanduktusSkenekanan-kiri.Antarafourchetdan vagina terdapat
fossa navicularis.
- Introitus / orificium vagina
Terletak di bagianbawahvestibulum.Padagadis (virgo)
tertutuplapisan tipis bermukosayaituselaputdara / hymen,
utuhtanparobekan. Hymen normal
terdapatlubangkeciluntukalirandarahmenstruasi,
dapatberbentukbulansabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau
fimbriae.Bentukhimen postpartum disebutparous.
Hymen yang abnormal, misalnya primer tidakberlubang (hymen
imperforata) menutup total lubang vagina,
dapatmenyebabkandarahmenstruasiterkumpul di rongga genitalia
interna.
- Vagina
9

Ronggamuskulomembranosaberbentuktabungmulaidaritepi cervix
uteri di bagiankranial dorsal sampaike vulva di bagiankaudal ventral.
Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagidalam 4 kuadran :
fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanandankiri.
Vagina memilikidinding ventral dandinding dorsal yang
elastis.Dilapisiepitelskuamosaberlapis,berubahmengikutisiklushaid.
- Perineum
Daerah antaratepibawah vulva dengantepidepan anus. Batas otot-
ototdiafragma pelvis (m.levatorani, m.coccygeus)
dandiafragmaurogenitalis (m.perinealistransversusprofunda,
m.constrictor urethra).
Organ Genitalia Interna

Gambar 2. Anatomi Genitalia Interna Wanita
- Uterus
Suatu organ muskularberbentuksepertibuahpir, dilapisi peritoneum
(serosa).Terdiridari corpus, fundus, cornu, isthmus danserviks uteri.
- Serviks uteri
Terdiridari 3 komponenutama, yaituototpolos, jalinanjaringanikat
(kolagendanglikosamin) dan elastin.Bagianluar di dalamrongga vagina
yaituportiocervicis uteri (dinding) denganlubangostium uteri externum
(luar, arah vagina) dilapisiepitelskuamokolumnarmukosaserviks,
danostium uteri internum (dalam,
arahcavum).Posisiserviksmengarahkekaudal-posterior,
10

setinggispinaischiadica.Kelenjarmukosaserviksmenghasilkanlendirgeta
hserviks yang mengandungglikoprotein kaya karbohidrat (musin)
danlarutanberbagaigaram, peptidadan air.
- Corpus uteri
Terdiridarilapisan paling luar serosa/peritoneum
melekatpadaligamentumlatum uteri di intraabdomen,
tengahlapisanmuskular/miometriumberupaototpolostiga lapis
(dariluarkedalamarahserabutotot longitudinal, anyamandansirkular),
sertadalamlapisan endometrium yang melapisidindingcavum uteri,
menebaldanruntuhsesuaisiklushaidakibatpengaruhhormon-
hormonovarium. Posisi corpus intraabdomenmendatardenganfleksike
anterior, fundus uteri berada di atasvesicaurinaria.
- Ovarium
Organ endokrinberbentuk oval, terletak di dalamrongga peritoneum,
sepasangkiri-kanan.Dilapisimesovarium,
sebagaijaringanikatdanjalanpembuluhdarahdansaraf.Terdiridarikorteksd
anmedula.
Ovariumterfiksasiolehligamentumovariiproprium,
ligamentuminfundibulopelvicumdanjaringanikatmesovarium.Vaskularis
asidaricabang aorta abdominalis inferior terhadaparterirenalis.

B. Karsinoma Serviks
Definisi
Kanker serviks adalah pertumbuhan sel-sel abnormalpada daerah
batas antara epitel yang melapisi ektoserviks (porsio) dan endoserviks
kanalis serviksalis yang disebut squamo-columnar junction (SCJ).
Epidemiologi
Terdapat kurang lebih 500 ribu kasus baru kanker leher rahim
(cervical cancer), sebanyak 80 persen terjadi pada wanita yang hidup di
negara berkembang. Menurut data Departemen Kesehatan RI tahun 2007,
penyakit kanker leher rahim saat ini menempati urutan pertama daftar
11

kanker yang diderita wanitaIndonesia. Saat ini ada sekitar 100 kasus per
100 ribu penduduk atau 200 ribu kasus setiap tahunnya. Kanker serviks
yang sudah masuk ke stadium lanjut sering menyebabkan kematian. Selain
itu, lebih dari 70 persen kasus yang datang ke rumah sakit ditemukan
dalam keadaan stadium lanjut.
Faktor Risiko
Terjadi pada wanita usia 45 55 tahun
Peningkatan risiko koitus pada wanita yang mengalami
hubungan seksual terlalu dini dan partner seksual multiple
Infeksi virus HPV tipe 16 dan 18
Banyak terjadi pada kelas sosial ekonomi rendah yang
dikaitkan dengan rendahnya higienitas diri
Peningkatan risiko terjadi pada wanita perokok.
Klasifikasi
Klasifikasi berdasarkan stadium menurut FIGO 1978:
STADIUM KRITERIA
0 Karsinoma in situ atau karsinoma intra epitel
I Proses terbatas pada serviks dan uterus
Ia Karsinoma serviks preklinis, hanya dapat didiagnosis secara
mikroskopik, lesi tidak lebih dari 3 mm, atau secara
mikroskopik kedalamannya > 3 5 mm dari epitel basal dan
memanjang tidak lebih dari 7 mm.
Ib Lesi invasif > 5 mm, dibagi atas lesi 4 cm dan > 4 cm.
II Proses keganasan telah keluar dari serviks dan menjalar ke 2/3
bagian atas vagina dan atau ke parametrium, tetapi tidak
sampai ke dinding panggul.
IIa Penyebaran hanya ke vagina, parametrium masih bebas dari
12

infiltrat tumor.
IIb Penyebaran ke parametrium, uni atau bilateral, tetapi belum
sampai ke dinding panggul.
III Penyebaran sampai 1/3 distal vagina atau parametrium sampai
dinding panggul.
IIIa Penyebaran sampai 1/3 distal vagina, namun tidak sampai ke
dinding panggul.
IIIb Penyebaran sampai ke dinding panggul, tidak ditemukan
daerah bebas infiltrasi antara tumor dengan dinding panggul,
atau proses pada tingkat I atau II, tetapi sudah ada gangguan
faal ginjal atau hidronefrosis.
IV Proses keganasan telah keluar dari panggul kecil dan
melibatkan mukosa rektum dan atau vesika urinaria
(dibuktikan secara histologi) atau telah bermetastasis keluar
panggul atau ke tempat yang jauh.
IVa Telah bermetastasis ke organ sekitar
IVb Telah bermetastasis jauh

Manifestasi Klinis
Keputihan yang keluar dari vagina makin lama berbau busuk
akibat infeksi dan nekrosis jaringan.
Perdarahan setelah senggama (post coitalbleeding) kemudian
berlanjut menjadi perdarahan yang abnormal.
Pada fase invasif dapat keluar cairan berwarna kekuning-kuningan
dan berbau busuk.
Hematuria karena infiltrasi kanker pada traktus urinarius.
Timbul gejala anemia bila terjadi perdarahan kronis.
13

Timbul nyeri panggul (pelvis) atau di perut bagian bawah bila ada
radang panggul. Bila nyeri terjadi di daerah pinggang ke bawah,
kemungkinan terjadi infiltrasi kanker pada serabut saraf
lumbosakral.
Pada stadium lanjut, tubuh menjadi kurus karena kurang gizi,
timbul iritasi kandung kemih dan rektum, terbentuknya fistel
vesikovaginal atau rektovaginal, atau timbul gejala-gejala akibat
metastasis jauh.
Patologi Anatomi
Lokasi
Lesi kanker yang terjadi di daerah luar servix dimulai dari
persimpangan dan perubahan epitel bersisik dan epital kolumnan
(daerah / zona perpindahan).
Makroskopik
o Perlukaan dimulai dari plaque indurasi indurasi yang pecah
o Luka Eksofitik seperti pertumbuhan bunga
o Luka berbentuk tong, hasil dari distensi kanaliscervikalis
dalam tumor endo servikalis
Mikroskopik
Pertumbuhan sel dimulai dari sel basal, mitosis yang abnormal, dan
perubahan lapisan sel.
Kriteria Diagnosis
Interpretasi sitologi yang dapat menunjang diagnosis kanker
serviks:
Hasil pemeriksaan negatif
Tidak ditemukan sel ganas. Perlu dilakukan pemeriksaan
ulangsitologi dalam 1 tahun.
Inkonklusif
Sediaan tidak memuaskan. Dapat disebabkan fiksasi yang tidak
baik. Tidak ditemukan sel endoserviks, gambaran sel radang yang
14

padat menutupi sel. Perlu dilakukan pemeriksaan ulang sitologi
setelah dilakukan pengobatan radang.
Displasia
Terdapat sel sel diskariotik pada pemeriksaan mikroskopik.
Diperlukan konfirmasi dengan kolposkopi dan biopsi. Dilakukan
penangan lebih lanjut dan harus diamati minimal 6 bulan
berikutnya.
Hasil pemeriksaan positif
Terdapat sel sel ganas pada lapisan epitel serviks melalui
pengamatan mikroskopik. Harus dilakukan biopsi untuk
memperkuat diagnosis. Penanganan harus dilakukan di rumah
sakit rujukan dengan seorang ahli onkologi.
Penatalaksanaan
Pemilihan penatalaksanaan kanker invasif tergantung dari banyak
faktor, diantaranya:
Usia dan keadaan umum pasien
Berdasarkan luas dan jenis lesi
Penilaian terhadap fungsi ginjal dengan kadar ureum darah dan
urografi intravena
Manajemen Tumor Insitu
Karsinoma insitu digolongkan sebagai high grade skuamous
intraepitelial lesion (HGSIL). Beberapa terapi yang dapat digunakan
adalah loop electrosurgical excision procedure (LEEP), konisasi,
krioterapi dengan bimbingan kolposkopi, dan vaporisasi laser. Pada seleksi
kasus yang ketat maka LEEP dapat dilakukan selain konisasi. LEEP
memiliki keunggulan karena dapat bertindak sebagai biopsi luas untuk
pemeriksaan lebih lanjut.
Manajemen Mikroinvasif
15

Diagnosis untuk stadium IA1 dan IA2 hanya dapat ditegakkan
setelah biopsi cone dengan batas sel-sel normal, trakelektomi, atau
histerektomi. Bila biopsi cone positif menunjukkan CIN III atau kanker
invasif sebaiknya dilakukan biopsi cone ulangan karena kemungkinan
stadium penyakitnya lebih tinggi yaitu IB. Kolposkopi dianjurkan untuk
menyingkirkan kemungkinan adanya vaginal intraepithelial neoplasia
(VAIN) sebelum dilakukan terapi definitif.Stadium serviks IA1 diterapi
dengan histerektomi total baik abdominal maupun vaginal. Apabila ada
VAIN maka vagina yang berasosiasi harus ikut diangkat.
Manajemen Karsinoma Invasif Stadium Awal
Pasien-pasien dengan tumor yang tampak harus dilakukan biopsi
untuk konfirmasi diagnosis. Apabila ditemukan gejala-gejala yang
berhubungan dengan metastasis maka sebaiknya dilakukan pemeriksaan
seperti sistoskopi dan sigmoidoskopi. Pemeriksaan foto toraks dan
evaluasi fungsi ginjal sangat dianjurkan. Stadium awal karsinoma serviks
invasif adalah stadium IB sampai IIA (< 4cm). Stadium ini memiliki
prognosis yang baik apabila diterapi dengan operasi atau radioterapi.
Angka kesembuhan dapat mencapai 85% sampai 90% pada pasien dengan
massa yang kecil. Ukuran tumor merupakan faktor prognostik yang
penting untuk kesembuhan atau angka harapan hidup 5 tahunnya.
Manajemen Karsinoma Invasif Stadium Lanjut
Pengobatan terpilih adalah radioterapi lengkap, dilanjutkan
penyinaran intrakaviter. Terapi variasi yang diberikan biasanya berupa
pemberian kemoterapi seperti sisplatin, paclitaxel, 5-fluorourasil,
docetaxel, dan gemcitabine.Pengobatan bersifat paliatif bila stadium
mencapai staidum IVB dalam bentuk radiasi paliatif.
Manajemen Nyeri Kanker
Berdasarkan kekuatan obat anti nyeri kanker, dikenal 3 tingkatan
obat, yaitu:
16

Nyeri ringan (VAS 1-4) : obat yang dianjurkan antara lain
Asetaminofen, OAINS (Obat Anti-Inflamasi Non-Steroid)
Nyeri sedang (VAS 5-6) : obat kelompok pertama ditambah
kelompok opioid ringan seperti kodein dan tramadol
Nyeri berat (VAS 7-10) : obat yang dianjurkan adalah
kelompok opioid kuat seperti morfin dan fentanil
Operasi
Tujuan utamanya untuk mengangkat keseluruhan tumor / kanker.
Pembedahan mikrografik dilaksanakan dengan bedah kimia dimana
prosedur pembedahannya mengharuskan pengangkatan tumor lapis demi
lapis.
Konisasi (cone biopsy): pembuatan sayatan berbentuk
kerucut pada serviks dan kanal serviks untuk diteliti oleh
ahli patologi. Digunakan untuk diagnosa ataupun
pengobatan pra-kanker serviks.
Cryosurgery: yaitu pengobatan dengan cara membekukan
dan menghancurkan jaringan abnormal (biasanya untuk
stadium pra-kanker serviks).
Bedah laser: untuk memotong jaringan atau permukaan lesi
pada kanker serviks.
Loop electrosurgical excision procedure (LEEP):
menggunakan arus listrik yang dilewati pada kawat tipis
untuk memotong jaringan abnormal kanker serviks.
Histerektomi adalah suatu tindakan pembedahan yang
bertujuan untukmengangkat uterus dan serviks (total)
ataupun salah satunya (subtotal).Biasanya dilakukan pada
stadium klinik IA sampai IIA (klasifikasi FIGO).Umur
pasien sebaiknya sebelum menopause, atau bila keadaan
umum baik,dapat juga pada pasien yang berumur kurang
dari 65 tahun. Pasien jugaharus bebas dari penyakit umum
(resiko tinggi) seperti: penyakit jantung, ginjal dan hepar.
17


Kemoterapi
Memberikan obat antikanker untuk membunuh sel-sel kanker.
Contoh obat yang diberikan dalam kemoterapi, misalnya sitostatika. Obat
kemoterapi digunakan utamanya untuk membunuh sel kanker dan
menghambat perkembangannya. Tujuan pengobatan kemoterapi tegantung
pada jenis kanker dan fasenya saat didiagnosis. Contoh obat yang
digunakan pada kasus kanker serviks antara lain CAP (Cyclophopamide
Adremycin Platamin), PVB (Platamin Veble Bleomycin).
Obat kemoterapi yang paling sering digunakan sebagai terapi awal
atau bersama terapi radiasi pada stage IIA, IIB, IIIA, IIIB, and IVA adalah
cisplatin, flurouracil. Sedangkan Obat kemoterapi yang paling sering
digunakan untuk kanker serviks stage IVB / recurrent adalah : mitomycin.
pacitaxel, ifosamide.











18

BAB III
ANALISA KASUS

Diagnosis pada pasienditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan
fisik dan pemeriksaan penunjang. Dari anamnesis diketahui bahwa pasien Ny. N,
48 tahun datang dengan keluhan perdarahan dari kemaluan sudah 1 tahun
lamanya. Darah yang keluar berwarna sedikit hitam dan keluar dalam jumlah
banyakTerdapat gumpalan darah yang keluar dan perdarahan pasca coitus
berwarna merah segar. Perut nyeri seperti diremas saat mengeluarkan darah
disertai nyeri panggul hebat. Keluhan lain yang dirasakan adalah nyeri saat BAK
dan rasa panas saat BAK. Selain itu terdapat rasa sulit BAB dan penurunan nafsu
makan sejak perdarahan terjadi. Pada pemeriksaaan fisik didapatkan keadaan
umum lemah dengan kesadaran compos mentis. Pada pemeriksaan fisik abdomen
terdapat nyeri tekan pada regio supra pubik.
Keluhan perdarahan yang sudah lama dialami serta adanya keluhan
perdarahan setelah coitus pada pasien ini dipikirkan sebagai adanya keganasan
pada organ genitalia. Organ yang terlibat yang mungkin adalah serviks uteri. Hal
ini dikarenakan adanya riwayat keputihan yang lengket dan berbau serta dalam
jumlah yang banyak sebelum perdarahan masif terjadi.Perdarahan dapat terjadi
akibat rapuhnya jaringan dan pembuluh darah yang memperdarahi serviks.
Berdasarkan anamnesis, ditemukan faktor risiko pada pasien seperti
infeksi HPV tipe 16 dan 18, serta usia melakukan hubungan seksual dalam usia
dini. Adanya gejala sulit BAB dan nyeri saat BAK mengarahkan diagnosa
keganasan pada stadium lanjut, yaitu penyebaran sudah sampai ke organ sekitar
panggul seperti pada vesika urinaria dan rektum. Golden diagnose pada pasien
dengan kecurigaan keganasan dilakukan dengan biopsi jaringan. Pada pasien
dinyatakan mengalami Ca Serviks Stadium III B.
Rencana terapi pada pasien ini yaitu dilakukan perbaikan keadaan umum
seperti transfusi darah untuk mengganti kehilangan darah dan nyeri panggul yang
dirasakan dengan pemberian analgetika. Pasien dirujuk ke RSUP Karyadi untuk
mendapat pengobatan lanjut kemoradiasi agar sel kanker tidak melakukan
19

metastasis jauh. Pemilihan terapi ini dipertimbangkan berdasarkan stadium kanker
pada pasien.






























20

DAFTAR PUSTAKA


DeCherney A H, et all. 2007. Current Diagnosis & Treatment Obstetrics &
Gynecology, Tenth Edition. United States of America: McGraw-Hill Companies,
Inc.
Hamilton-Fairley D. 2004. Lecture Notes Obstetrics and Gynaecology second
edition. Victoria: Blackwell Publishing.