Anda di halaman 1dari 6

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan : SMA


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/ Ganjil
Materi Pokok : Laju Reaksi
Pertemuan Ke- : Sepuluh
Alokasi Waktu : 2 X 45 Menit

A. Kompetensi Inti
KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif, dan
menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam
berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam
menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,
prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan
kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab
fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang
kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.
KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait
dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,
bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai
kaidah keilmuan.
B. Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari adanya keteraturan dari sifat hidrokarbon, termokimia, laju reaksi,
kesetimbangan kimia, larutan dan koloid sebagai wujud kebesaran Tuhan YME dan
pengetahuan tentang adanya keteraturan tersebut sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif,
terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis,
kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan
percobaan serta berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
3.7. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan menentukan orde
reaksi berdasarkan data hasil percobaan.
4.7 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan
faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Mengagungkan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa
2. Merangsang keingintahuan siswa untuk berpikir kritis dan disiplin.
3. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
4. Mengimplementasikan pemahaman mengenai orde reaksi berdasarkan data hasil
percobaan.

D. Tujuan Pembelajaran
Setelah selesai mengikuti pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu;
1. Bersyukur akan Karunia Tuhan YME.
2. Mengembangkan kedisiplinan dan kemampuan berfikir kritis
3. Mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi.
4. Mengimplementasikan pemahaman mengenai orde reaksi berdasarkan data hasil
percobaan.
5. Menggunakan data hasil percobaan untuk menyimpulkan mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi laju reaksi dan orde reaksi.
6. Membuat laporan hasil percobaan dan mempresentasikannya di kelas.
E. Materi Pembelajaran
Faktor-faktor yang mempengaruhi laju reaksi antara lain dijelaskan sebagai
berikut,
1. Memperluas permukaan bidang sentuh
Suatu zat akan bereaksi apabila bercampur dan bertumbukan. Pada
pencampuran reaktan yang terdiri dari dua fasa atau lebih, tumbukan
berlangsung pada bagian permukaan zat. Padatan berbentuk serbuk halus
memiliki luas permukaan bidang sentuh yang lebih besar daripada padatan
berbentuk lempeng atau butiran. Semakin luas permukaan partikel, maka
frekuensi tumbukan kemungkinan akan semakin tinggi sehingga reaksi dapat
berlangsung lebih cepat. Laju reaksi berbanding lurus dengan luas permukaan
reaktan
2. Memperbesar konsentrasi larutan
Larutan dengan konsentrasi yang besar (pekat) mengandung partikel yang lebih
rapat, jika dibandingkan dengan larutan encer. Semakin tinggi konsentrasi
berarti semakin banyak molekul-molekul dalam setiap satuan luas ruangan,
akibatnya tumbukan antar molekul makin sering terjadi dan reaksi berlangsung
semakin cepat. Semakin tinggi konsentrasi suatu larutan, makin besar laju
reaksinya
3. Memperbesar tekanan
Banyak reaksi yang melibatkan pereaksi dalam wujud gas. Kelajuan dari
pereaksi seperti itu juga dipengaruhi tekanan. Penambahan tekanan dengan
memperkecil volume akan memperbesar konsentrasi, dengan demikian dapat
memperbesar laju reaksi.
4. Menaikkan suhu
Setiap partikel selalu bergerak. Dengan naiknya suhu, energi gerak (kinetik)
partikel ikut meningkat sehingga makin banyak partikel yang memiliki energi
kinetik di atas harga energi aktivasi (Ea). Kenaikan suhu akan memperbesar
laju reaksi. Untuk setiap kenaikan temperatur sebesar 10
o
C, laju reaksi menjadi
dua sampai tiga kali lebih cepat dari semula. Secara umum, rumus untuk
menghitung laju reaksi pada suhu tertentu adalah sebagai berikut:

r
2
= laju reaksi pada suhu tertentu
r
1
= laju reaksi awal
T
1
= suhu awal
T
2
= suhu pada v2
A = kelipatan laju reaks
5. Menambah katalis.
Katalis adalah zat yang dapat memperbesar laju reaksi, tetapi tidak mengalami
perubahan kimia secara permanen, sehingga pada akhir reaksi zat tersebut dapat
diperoleh kembali. Katalis mempercepat reaksi dengan cara menurunkan harga
energi aktivasi (Ea). Katalisis adalah peristiwa peningkatan laju reaksi sebagai
akibat penambahan suatu katalis. Meskipun katalis menurunkan energi aktivasi
reaksi, tetapi ia tidak mempengaruhi perbedaan energi antara produk dan
pereaksi. Dengan kata lain, penggunaan katalis tidak akan mengubah entalpi
reaksi.

Berdasarkan fasenya katalis terdiri dari katalis homogeny dan katalis heterogen.
Katalis homogen yaitu katalis yang mempunyai fase sama dengan fase zat
pereaksi. Contoh: Ion Fe
3+
sebagai katalis pada reaksi oksidasi ion I

dan
S
2
O
8
2
; Gas NO sebagai katalis pada reaksi di udara
Katalis heterogen yaitu katalis yang mempunyai fase berbeda dengan fase
zat pereaksi. Contoh: Pt atau Ni yang berwujud padat dapat mengkatalisis
reaksi adisi etena dengan gas H
2
.
F. Metode Pembelajaran
Ceramah, eksperimen, diskusi kelompok.
Pendekatan saintifik.
G. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Deskripsi Alokasi Waktu
Pendahuluan 1 Guru member salam pembuka dan menanyakan kabar
siswa.
2 Guru mengecek kehadiran siswa.
3 Guru menyampaikan sekilas tentang materi pelajaran
hari ini menyangkut faktor-faktor yang mempengaruhi
laju reaksi.
4 Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.



5 menit









Kegiatan
Inti
1 Guru mempersilahkan siswanya untuk berkumpul
sesuai dengan kelompok yang telah ditentukan.
2 Guru membagikan kepada masing-masing kelompok
daftar alat dan bahan yang digunakan sesuai dengan
percobaannya masing-masing.
3 Guru mempersilahkan siswa untuk memulai kerja
ilmiahnya.
4 Guru memantau kerja ilmiah yang dilakukan siswa.
5 Setelah selesai kerja ilmiah yang dilakukan siswa, guru
mengarahkan siswa untuk melakukan diskusi kelompok
untuk menyelesaikan laporan hasil percobaan.
6 Guru mempersilahkan masing-masing kelompok untuk
mempresentasikan hasil pecobaan yang telah dilakukan.
Pengaruh konsentrasi terhadap laju reaksi.
Pengaruh suhu.
Pengaruh luas permukaan bidang sentuh
Pengaruh katalis
7 Guru mengapresiasi terhadap hasil kerja dan presentasi
siswa.
8 Guru menjelaskan mengenai faktor-faktor yang
mempengaruhi laju reaksi untuk menghindari
miskonsepsi yang mungkin timbul.









80 menit
Penutup 1. Guru memberikan tugas tes tertulis individu dan
membuat laporan sebaik mungkin mengenai hasil
percobaan yang telah dilakukan untuk dikerjakan di
rumah.
2. Guru menginformasikan mengenai materi pada
pertemuan berikutnya dan meminta siswa untuk selalu
belajar di rumah.
3. Guru memberikan salam penutup



5 menit





H. Alat dan Sumber Belajar
1. Alat dan Bahan
Alat dan bahan percobaan.
Alat tulis menulis (spidol dan white board).
2. Sumber Belajar
a. Buku kimia SMA/ MA kelas XI, penulis : Suwardi, Soebiyanto & Th. Eka
Widiasih (2009), Penerbit :Yudhistira. Jakarta.
b. Buku kimia SMA/ MA kelas XI, penulis : Ari Harnanto & Ruminten (2009),
Penerbit: Grafindo Pratama. Bandung.
I. Penilaian
a. Teknik penilaian :
Penilaian kognitif : Tugas Individu dan Kelompok
Bentuk Instrumen : pilihan ganda
Program tindak lanjut : Remedial dan Pengayaan
Bentuk penilaian afektif : Lembar Pengamatan Siswa
b. Instrumen penilaian
Uraian
J. Penilaian Proses Dan Hasil Belajar

A. Penilaian Hasil Belajar
Teknik penilaian: Pengamatan, tes tertulis

Aspek yg dinilai
Teknik
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Waktu Penilaian
Sikap
- Keaktifan dalam
pembelajaran
- Kerjasama dalam
mengerjakan soal
latihan kelompok

Pengamatan


Lembar
Pengamatan Sikap
dan Rubrik


Selama proses
pembelajaran
Pengetahuan
- Kemampuan
mendeskripsikan
faktor-faktor yang
mempengaruhi laju
reaksi.


tes


Tes Uraian

Penyelesaian tugas
individu maupun
kelompok
Keterampilan
- Terampil dalam
mengamati
demonstrasi yang
dilakukan dalam
pembelajaran dan
terampil dalam
mengkomunikasikan
pemahaman yang
diperoleh kepada
teman yang lain

Pengamatan



Lembar
pengamatan

Penyelesaian tugas
individu/kelompok




B. Penilaan sikap

LEMBAR PENGAMATAN PENILAIAN SIKAP
Mata pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : XI/I
Tahun Pelajaran : 2014/2015
Waktu pengamatan : Selama proses pembelajaran

Indikator sikap aktif dalam pembelajaran :
1. Kurang baik jika menunjukkan sama sekali tidak ambil bagian dalam pembelajaran
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha ambil bagian dalam pembelajaran tetapi
belum konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan sudah ambil bagian dalam menyelesaikan tugas
secara terus menerus dan konsisten

Indikator sikap bekerjasama dalam kegiatan kelompok :
1. Kurang baik jika sama sekali tidak berusaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok
2. Baik jika menunjukkan sudah ada usaha bekerjasama dalam kelompok tetapi belum
konsisten
3. Sangat baik jika menunjukkan adanya usaha bekerjasama dalam kegiatan kelompok
secara terus menerus dan konsisten

Berikan Kode : KB jika Kurang baik
B jika Baik
SB jika Sangat baik

No Nama Siswa Keaktifan Kerjasama
1
2
3
4
5
dst











Rubrik penilaian perilaku

No. Aspek yang Dinilai Rubrik





1.





Menunjukkan rasa ingin tahu
3: menunjukkan rasa ingin tahu yang besar,
antusias,aktif dalam dalam kegiatan baik
kelompok maupun individu
2: menunjukkan rasa ingin tahu, namun tidak
terlalu antusias, dan baru terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok ketika disuruh atau
kurang antusias dalam menyelesaikan
masalah secara individu.
1: tidak menunjukkan antusias dalam
pengamatan, sulit terlibat aktif dalam
kegiatan kelompok atau individu walaupun
telah didorong untuk terlibat.





2.



Ketekunan/ keuletan dalam
belajar baik secara kelompok
maupun individu dalam
menyelesaikan masalah yang ada
di LKS.
3: tekun/ulet dalam menyelesaikan tugas
dengan hasil terbaik yang bisa dilakukan,
berupaya tepat waktu.
2: berupaya tepat waktu dalam menyelesaikan
tugas, namun belum menunjukkan upaya
terbaiknya.
1: tidak berupaya sungguh-sungguh dalam
menyelesaikan tugas, dan tugasnya tidak
selesai.



3.

Kejujuran dalam mengolah data
dalam menyelesaikan masalah
yang ada di LKS.
3: menunjukkan kejujurannya dalam
menggunakan data hasil percobaan (data apa
adanya)
2: menunjukkan kejujurannya dalam
menggunakan data hasil percobaan (data apa
adanya), namun kurang menunjukkan
kemandirian dalam menyelsaikan masalah
(masih berusaha meminta jawaban
teman/menyontek) terutama pada kegiatan
individu.
1: tidak menunjukkan kejujuran dalam
menggunakan data hasil percobaan dan
berusaha mencari jawaban dari teman lain
dengan cara menyontek untuk menyelsaikan
tugas individu


Makassar, Mei 2014
Dosen Pembimbing Mahasiswa



Prof. Dr. Sudding, M.Si Syahruddin, S.Pd