Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PENDAHULUAN

SECTIO CAESARIA (SC)


A. DEFINISI
1. Sectio caesaria adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan melalui
suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding rahim dengan syarat rahim
dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram (Sarwono, 2009
2. Sectio !aesaria ialah tindakan untuk melahirkan janin dengan berat badan
diatas 500 gram melalui sayatan pada dinding uterus yang utuh
("ulardi # $iknjosastro, 200%
&. Sectio caesaria adalah pembedahan untuk melahirkan janin dengan membuka
dinding perut dan dinding rahim ('ansjoer, 2002
B. JENIS JENIS
1. Sectio cesaria transperitonealis pro(unda
Sectio cesaria transperitonealis propunda dengan insisi di segmen bawah uterus.
insisi pada bawah rahim, bisa dengan teknik melintang atau memanjang.
)eunggulan pembedahan ini adalah*
a. +endarahan luka insisi tidak seberapa banyak.
b. ,ahaya peritonitis tidak besar.
c. +erut uterus umumnya kuat sehingga bahaya ruptur uteri dikemudian hari
tidak besar karena pada ni(as segmen bawah uterus tidak seberapa banyak
mengalami kontraksi seperti korpus uteri sehingga luka dapat sembuh
lebih sempurna.
2. Sectio cacaria klasik atau section cecaria corporal
+ada cectio cacaria klasik ini di buat kepada korpus uteri, pembedahan ini yang
agak mudah dilakukan,hanya di selenggarakan apabila ada halangan untuk
melakukan section cacaria transperitonealis pro(unda. -nsisi memanjang pada
segmen atas uterus.
&. Sectio cacaria ekstra peritoneal
Section cacaria eksrta peritoneal dahulu di lakukan untuk mengurangi bahaya
injeksi perporal akan tetapi dengan kemajuan pengobatan terhadap injeksi
pembedahan ini sekarang tidak banyak lagi di lakukan. .ongga peritoneum tak
dibuka, dilakukan pada pasien in(eksi uterin berat.
/. Section cesaria 0ysteroctomi
Setelah sectio cesaria, dilakukan hysteroktomy dengan indikasi*
a. 1tonia uteri
b. +lasenta accrete
c. 'yoma uteri
d. -n(eksi intra uteri berat
C. ETIOLOGI
'anuaba (2002 indikasi ibu dilakukan sectio caesarea adalah ruptur uteri iminen,
perdarahan antepartum, ketuban pecah dini. Sedangkan indikasi dari janin adalah
(etal distres dan janin besar melebihi /.000 gram. 2ari beberapa (aktor sectio
caesarea diatas dapat diuraikan beberapa penyebab sectio caesarea sebagai berikut*
1. !+2 ( !hepalo +el3ik 2isproportion
!hepalo +el3ik 2isproportion (!+2 adalah ukuran lingkar panggul ibu tidak
sesuai dengan ukuran lingkar kepala janin yang dapat menyebabkan ibu tidak
dapat melahirkan secara alami. 4ulang5tulang panggul merupakan susunan
beberapa tulang yang membentuk rongga panggul yang merupakan jalan yang
harus dilalui oleh janin ketika akan lahir secara alami. ,entuk panggul yang
menunjukkan kelainan atau panggul patologis juga dapat menyebabkan kesulitan
dalam proses persalinan alami sehingga harus dilakukan tindakan operasi.
)eadaan patologis tersebut menyebabkan bentuk rongga panggul menjadi
asimetris dan ukuran5ukuran bidang panggul menjadi abnormal.
2. +6, (+re56klamsi ,erat
+re5eklamsi dan eklamsi merupakan kesatuan penyakit yang langsung
disebabkan oleh kehamilan, sebab terjadinya masih belum jelas. Setelah
perdarahan dan in(eksi, pre5eklamsi dan eklamsi merupakan penyebab kematian
maternal dan perinatal paling penting dalam ilmu kebidanan. )arena itu
diagnosa dini amatlah penting, yaitu mampu mengenali dan mengobati agar
tidak berlanjut menjadi eklamsi.
&. )+2 ()etuban +ecah 2ini
)etuban pecah dini adalah pecahnya ketuban sebelum terdapat tanda persalinan
dan ditunggu satu jam belum terjadi inpartu. Sebagian besar ketuban pecah dini
adalah hamil aterm di atas &7 minggu, sedangkan di bawah &% minggu.
/. ,ayi )embar
4idak selamanya bayi kembar dilahirkan secara caesar. 0al ini karena kelahiran
kembar memiliki resiko terjadi komplikasi yang lebih tinggi daripada kelahiran
satu bayi. Selain itu, bayi kembar pun dapat mengalami sungsang atau salah
letak lintang sehingga sulit untuk dilahirkan secara normal.
5. 8aktor 0ambatan 9alan :ahir
1danya gangguan pada jalan lahir, misalnya jalan lahir yang tidak
memungkinkan adanya pembukaan, adanya tumor dan kelainan bawaan pada
jalan lahir, tali pusat pendek dan ibu sulit berna(as.
%. )elainan :etak 9anin
a. )elainan pada letak kepala
1 :etak kepala tengadah
,agian terbawah adalah puncak kepala, pada pemeriksaan dalam teraba
;;, yang paling rendah. 6tiologinya kelainan panggul, kepala
bentuknya bundar, anaknya kecil atau mati, kerusakan dasar panggul.
2 +resentasi muka
:etak kepala tengadah (de(leksi, sehingga bagian kepala yang terletak
paling rendah ialah muka. 0al ini jarang terjadi, kira5kira 0,2750,5 <.
& +resentasi dahi
+osisi kepala antara (leksi dan de(leksi, dahi berada pada posisi terendah
dan tetap paling depan. +ada penempatan dagu, biasanya dengan
sendirinya akan berubah menjadi letak muka atau letak belakang kepala.
b. :etak Sungsang
:etak sungsang merupakan keadaan dimana janin terletak memanjang
dengan kepala di(undus uteri dan bokong berada di bagian bawah ka3um
uteri. 2ikenal beberapa jenis letak sungsang, yakni presentasi bokong,
presentasi bokong kaki, sempurna, presentasi bokong kaki tidak sempurna
dan presentasi kaki (Sai(uddin, 2002.
D. PATOFISIOLOGI
S! merupakan tindakan untuk melahirkan bayi dengan berat di atas 500 gr
dengan sayatan pada dinding uterus yang masih utuh. -ndikasi dilakukan tindakan
ini yaitu distorsi kepala panggul, dis(ungsi uterus, distorsia jaringan lunak, placenta
pre3ia dll, untuk ibu. Sedangkan untuk janin adalah gawat janin. 9anin besar dan
letak lintang setelah dilakukan S! ibu akan mengalami adaptasi post partum baik
dari aspek kogniti( berupa kurang pengetahuan. 1kibat kurang in(ormasi dan dari
aspek (isiologis yaitu produk o=sitosin yang tidak adekuat akan mengakibatkan 1S-
yang keluar hanya sedikit, luka dari insisi akan menjadi post de entris bagi kuman.
>leh karena itu perlu diberikan antibiotik dan perawatan luka dengan prinsip steril.
?yeri adalah salah utama karena insisi yang mengakibatkan gangguan rasa nyaman.
Sebelum dilakukan operasi pasien perlu dilakukan anestesi bisa bersi(at
regional dan umum. ?amun anestesi umum lebih banyak pengaruhnya terhadap
janin maupun ibu anestesi janin sehingga kadang5kadang bayi lahir dalam keadaan
upnoe yang tidak dapat diatasi dengan mudah. 1kibatnya janin bisa mati, sedangkan
pengaruhnya anestesi bagi ibu sendiri yaitu terhadap tonus uteri berupa atonia uteri
sehingga darah banyak yang keluar. ;ntuk pengaruh terhadap na(as yaitu jalan na(as
yang tidak e(ekti( akibat sekret yan berlebihan karena kerja otot na(as silia yang
menutup. 1nestesi ini juga mempengaruhi saluran pencernaan dengan menurunkan
mobilitas usus.
Seperti yang telah diketahui setelah makanan masuk lambung akan terjadi
proses penghancuran dengan bantuan peristaltik usus. )emudian diserap untuk
metabolisme sehingga tubuh memperoleh energi. 1kibat dari mortilitas yang
menurun maka peristaltik juga menurun. 'akanan yang ada di lambung akan
menumpuk dan karena re(lek untuk batuk juga menurun. 'aka pasien sangat
beresiko terhadap aspirasi sehingga perlu dipasang pipa endotracheal. Selain itu
motilitas yang menurun juga berakibat pada perubahan pola eliminasi yaitu
konstipasi. (Sai(uddin, 'ansjoer # +rawirohardjo, 2002
Pathway Secti Seca!ea
E. PE"ERI#SAAN PENUNJANG
1. 6lektroense(alogram ( 66"
;ntuk membantu menetapkan jenis dan (okus dari kejang.
2. +emindaian !4
;ntuk mendeteksi perbedaan kerapatan jaringan.
&. 'agneti resonance imaging ('.-
'enghasilkan bayangan dengan menggunakan lapangan magnetik dan
gelombang radio, berguna untuk memperlihatkan daerah @ daerah otak yang
itdak jelas terliht bila menggunakan pemindaian !4.
/. +emindaian positron emission tomography ( +64
;ntuk menge3aluasi kejang yang membandel dan membantu menetapkan lokasi
lesi, perubahan metabolik atau alirann darah dalam otak.
5. ;ji laboratorium
a. 8ungsi lumbal * menganalisis cairan serebro3askuler
b. 0itung darah lengkap * menge3aluasi trombosit dan hematokrit
c. +anel elektrolit
d. Skrining toksik dari serum dan urin
e. 1"2
(. )adar kalsium darah
g. )adar natrium darah
h. )adar magnesium darah
F. #O"PLI#ASI
Aang sering terjadi pada ibu S! adalah *
1. -n(eksi puerperial * kenaikan suhu selama beberapa hari dalam masa ni(as dibagi
menjadi*
a. .ingan, dengan suhu meningkat dalam beberapa hari
b. Sedang, suhu meningkat lebih tinggi disertai dengan dehidrasi dan perut
sedikit kembung
c. ,erat, peritonealis, sepsis dan usus paralitik
2. +erdarahan * perdarahan banyak bisa terjadi jika pada saat pembedahan cabang5
cabang arteri uterine ikut terbuka atau karena atonia uteri.
&. )omplikasi5komplikasi lainnya antara lain luka kandung kencing, embolisme
paru yang sangat jarang terjadi.
/. )urang kuatnya parut pada dinding uterus, sehingga pada kehamilan berikutnya
bisa terjadi ruptur uteri.
Aang sering terjadi pada ibu bayi $ )ematian perinatal
G. PENATALA#SANAAN
1. +erawatan awal
a. :etakan pasien dalam posisi pemulihan
b. +eriksa kondisi pasien, cek tanda 3ital tiap 15 menit selama 1 jam pertama,
kemudian tiap &0 menit jam berikutnya. +eriksa tingkat kesadaran tiap 15
menit sampai sadar
c. Aakinkan jalan na(as bersih dan cukup 3entilasi
d. 4rans(usi jika diperlukan
e. 9ika tanda 3ital dan hematokrit turun walau diberikan trans(usi, segera
kembalikan ke kamar bedah kemungkinan terjadi perdarahan pasca bedah
2. 2iet
+emberian cairan perin(us biasanya dihentikan setelah penderita (latus lalu
dimulailah pemberian minuman dan makanan peroral. +emberian minuman
dengan jumlah yang sedikit sudah boleh dilakukan pada % 5 10 jam pasca
operasi, berupa air putih dan air teh.
&. 'obilisasi
'obilisasi dilakukan secara bertahap meliputi *
a. 'iring kanan dan kiri dapat dimulai sejak % 5 10 jam setelah operasi
b. :atihan perna(asan dapat dilakukan penderita sambil tidur telentang sedini
mungkin setelah sadar
c. 0ari kedua post operasi, penderita dapat didudukkan selama 5 menit dan
diminta untuk berna(as dalam lalu menghembuskannya.
d. )emudian posisi tidur telentang dapat diubah menjadi posisi setengah duduk
(semi(owler
e. Selanjutnya selama berturut5turut, hari demi hari, pasien dianjurkan belajar
duduk selama sehari, belajar berjalan, dan kemudian berjalan sendiri pada
hari ke5& sampai hari ke5 pasca operasi.
/. 8ungsi gastrointestinal
a. 9ika tindakan tidak berat beri pasien diit cair
b. 9ika ada tanda in(eksi, tunggu bising usus timbul
c. 9ika pasien bisa (latus mulai berikan makanan padat
d. +emberian in(us diteruskan sampai pasien bisa minum dengan baik
5. +erawatan (ungsi kandung kemih
a. 9ika urin jernih, kateter dilepas B jam setelah pembedahan atau sesudah
semalam
b. 9ika urin tidak jernih biarkan kateter terpasang sampai urin jernih
c. 9ika terjadi perlukaan pada kandung kemih biarkan kateter terpasang sampai
minimum 7 hari atau urin jernih.
d. 9ika sudah tidak memakai antibiotika berikan niro(urantoin 100 mg per oral
per hari sampai kateter dilepas
e. )andung kemih yang penuh menimbulkan rasa nyeri dan tidak enak pada
penderita, menghalangi in3olusi uterus dan menyebabkan perdarahan.
)ateter biasanya terpasang 2/ 5 /B jam C lebih lama lagi tergantung jenis
operasi dan keadaan penderita.
%. +embalutan dan perawatan luka
a. 9ika pada pembalut luka terjadi perdarahan atau keluar cairan tidak terlalu
banyak jangan mengganti pembalut
b. 9ika pembalut agak kendor , jangan ganti pembalut, tapi beri plester untuk
mengencangkan
c. "anti pembalut dengan cara steril
d. :uka harus dijaga agar tetap kering dan bersih
e. 9ahitan (asia adalah utama dalam bedah abdomen, angkat jahitan kulit
dilakukan pada hari kelima pasca S!
7. 9ika masih terdapat perdarahan
a. :akukan masase uterus
b. ,eri oksitosin 10 unit dalam 500 ml cairan -.D. (garam (isiologik atau .:
%0 tetesCmenit, ergometrin 0,2 mg -.'. dan prostaglandin
B. 9ika terdapat tanda in(eksi, berikan antibiotika kombinasi sampai pasien bebas
demam selama /B jam *
a. 1mpisilin 2 g -.D. setiap % jam
b. 2itambah gentamisin 5 mgCkg berat badan -.D. setiap B jam
c. 2itambah metronidaEol 500 mg -.D. setiap B jam
9. 1nalgesik dan obat untuk memperlancar kerja saluran pencernaan
a. +emberian analgesia sesudah bedah sangat penting
b. Supositoria* )etopropen sup 2=C 2/ jam
c. >ral * 4ramadol tiap % jam atau paracetamol
d. -njeksi * +enitidine 90575 mg diberikan setiap % jam bila perlu
10. >bat5obatan lain
;ntuk meningkatkan 3italitas dan keadaan umum penderita dapat diberikan
caboransia seperti neurobian - 3it !.
11. 0al @ 0al lain yang perlu diperhatikan
a. +aska bedah penderita dirawat dan diobser3asi kemungkinan komplikasi
berupa perdarahan dan hematoma pada daerah operasi
b. +asca operasi perlu dilakukan drainase untuk mencegah terjadinya
hematoma.
c. +asien dibaringkan dengan posisi semi (owler (berbaring dengan lutut
ditekuk agar diding abdomen tidak tegang.
d. 2iusahakan agar penderita tidak batuk atau menangis.
e. :akukan perawatan luka untuk mencegah terjadinya in(eksi
(. 2alam waktu 1 bulan jangan mengangkut barang yang berat.
g. Selama waktu & bulan tidak boleh melakukan kegiatan yang dapat
menaikkan tekanan intra abdomen.
h. pengkajian di(okuskan pada kelancaran saluran na(as, karena bila terjadi
obstruksi kemungkinan terjadi gangguan 3entilasi yang mungkin disebab5
kan karena pengaruh obat5obatan, anestetik, narkotik dan karena tekanan
dia(ragma. Selain itu juga penting untuk mempertahankan sirkulasi dengan
mewaspadai terjadinya hipotensi dan aritmia kardiak. >leh karena itu perlu
memantau 44D setiap 10515 menit dan kesadaran selama 2 jam dan / jam
sekali.
i. )eseimbangan cairan dan elektrolit, kenyamanan (isik berupa nyeri dan
kenya5manan psikologis juga perlu dikaji sehingga perlu adanya orientasi
dan bimbingan kegi5atan post op seperti ambulasi dan na(as dalam untuk
mempercepat hilangnya pengaruh anestesi.
j. +erawatan pasca operasi, 9adwal pemeriksaan ulang tekanan darah, (rekuensi
nadi dan na(as. 9adwal pengukuran jumlah produksi urin ,erikan in(us
dengan jelas, singkat dan terinci bila dijumpai adanya penyimpangan.
k. +enatalaksanaan medis, !airan -D sesuai indikasi. 1nestesiaF regional atau
general +erjanjian dari orang terdekat untuk tujuan sectio caesaria. 4es
laboratoriumCdiagnostik sesuai indikasi. +emberian oksitosin sesuai indikasi.
4anda 3ital per protokol ruangan pemulihan, +ersiapan kulit pembedahan
abdomen, +ersetujuan ditandatangani. +emasangan kateter (oley.
H. DIAGNOSA #EPERA%ATAN
2iagnosa yang mungkin muncul*
1. 'enyusui tidak e(ekti( berhubungan dengan kurangnya pengetahuan ibu
tentang cara menyusui yang bernar.
2. ?yeri akut berhubungan dengan injury (isik jalan lahir.
&. 2e(isit pengetahuan berhubungan dengan tidak mengenal atau (amiliar dengan
sumber in(ormasi tentang cara perawatan bayi.
/. 2e(isit perawatan diri berhubungan dengan kelelahan sehabis bersalin
5. .esiko in(eksi berhubungan dengan luka operasi
I. INTER&ENSI #EPERA%ATAN
NO
DIANGOSA
#EPERA%ATAN
DAN #OLABORASI
TUJUAN (NOC) INTER&ENSI (NIC)
1. 'enyusui tidak e(ekti(
berhubungan dengan
kurangnya
pengetahuan ibu
tentang cara menyusui
yang benar
Setelah diberikan
tindakan keperawatan
selama &=2/ jam klien
menunjukkan respon
breast feeding adekuat
dengan indikator*
a. klien mengungkapkan
puas dengan
kebutuhan untuk
menyusui
b. klien mampu
mendemonstrasikan
perawatan payudara
Hea'th E()cati*$
a. ,erikan in(ormasi mengenai *
o 8isiologi menyusui
o )euntungan menyusui
o +erawatan payudara
o )ebutuhan diit khusus
o 8aktor5(aktor yang menghambat
proses menyusui
b. 2emonstrasikan breast care dan pantau
kemampuan klien untuk melakukan
secara teratur
c. 1jarkan cara mengeluarkan 1S- dengan
benar, cara menyimpan, cara transportasi
sehingga bisa diterima oleh bayi
d. ,erikan dukungan dan semangat pada ibu
untuk melaksanakan pemberian 1si
eksklusi(
e. ,erikan penjelasan tentang tanda dan
gejala bendungan payudara, in(eksi
payudara
(. 1njurkan keluarga untuk mem(asilitasi
dan mendukung klien dalam pemberian
1S-
g. 2iskusikan tentang sumber5sumber yang
dapat memberikan in(ormasi
2. ?yeri akut b.d agen
injuri (isik (luka insisi
operasi
Setelah dilakukan
asuhan keperawatan
selama &=2/ jam
diharapkan nteri
berkurang dengan
indicator*
Pai* Le+e',
Pai* c*t!',
C-.!t 'e+e'
a. 'ampu mengontrol
nyeri (tahu penyebab
nyeri, mampu
menggunakan tehnik
non(armakologi untuk
mengurangi nyeri,
mencari bantuan
b. 'elaporkan bahwa
nyeri berkurang
dengan menggunakan
manajemen nyeri
c. 'ampu mengenali
nyeri (skala,
intensitas, (rekuensi
dan tanda nyeri
d. 'enyatakan rasa
nyaman setelah nyeri
berkurang
e. 4anda 3ital dalam
rentang normal
Pai* "a*a/e-e*t
a. :akukan pengkajian nyeri secara
komprehensi( termasuk lokasi,
karakteristik, durasi, (rekuensi, kualitas
dan (aktor presipitasi
b. >bser3asi reaksi non3erbal dari
ketidaknyamanan
c. "unakan teknik komunikasi terapeutik
untuk mengetahui pengalaman nyeri
pasien
d. )aji kultur yang mempengaruhi respon
nyeri
e. 63aluasi pengalaman nyeri masa lampau
(. 63aluasi bersama pasien dan tim
kesehatan lain tentang ketidake(ekti(an
kontrol nyeri masa lampau
g. ,antu pasien dan keluarga untuk mencari
dan menemukan dukungan
h. )ontrol lingkungan yang dapat
mempengaruhi nyeri seperti suhu
ruangan, pencahayaan dan kebisingan
i. )urangi (aktor presipitasi nyeri
j. +ilih dan lakukan penanganan nyeri
((armakologi, non (armakologi dan inter
personal
k. )aji tipe dan sumber nyeri untuk
menentukan inter3ensi
l. 1jarkan tentang teknik non (armakologi
m. ,erikan analgetik untuk mengurangi nyeri
n. 63aluasi kee(ekti(an kontrol nyeri
o. 4ingkatkan istirahat
p. )olaborasikan dengan dokter jika ada
keluhan dan tindakan nyeri tidak berhasil
G. 'onitor penerimaan pasien tentang
manajemen nyeri
r. )olaborasi pemberian analgetik

&. )urang pengetahuan
tentang perawatan ibu
ni(as dan perawatan
post operasi bCd
kurangnya sumber
in(ormasi
Setelah dilakukan asuhan
keperawatan selama
&=2/ jam diharapkan
pengetahuan klien
meningkat dengan
indicator*
#w'w(/e $ (i0ea0e
1!ce00
#w'e(/e $ hea'th
Beha+i!
a. +asien dan keluarga
menyatakan
pemahaman tentang
penyakit, kondisi,
prognosis dan
program pengobatan
b. +asien dan keluarga
mampu melaksanakan
prosedur yang
dijelaskan secara
benar
c. +asien dan keluarga
mampu menjelaskan
kembali apa yang
dijelaskan perawatCtim
kesehatan lainnya.
Teachi*/ $ Di0ea0e P!ce00
a. ,erikan penilaian tentang tingkat
pengetahuan pasien tentang proses
penyakit yang spesi(ik
b. 9elaskan pato(isiologi dari penyakit dan
bagaimana hal ini berhubungan dengan
anatomi dan (isiologi, dengan cara yang
tepat.
c. "ambarkan tanda dan gejala yang biasa
muncul pada penyakit, dengan cara yang
tepat
d. "ambarkan proses penyakit, dengan cara
yang tepat
e. -denti(ikasi kemungkinan penyebab,
dengna cara yang tepat
(. Sediakan in(ormasi pada pasien tentang
kondisi, dengan cara yang tepat
g. 0indari jaminan yang kosong
h. Sediakan bagi keluarga atau S> in(ormasi
tentang kemajuan pasien dengan cara
yang tepat
i. 2iskusikan perubahan gaya hidup yang
mungkin diperlukan untuk mencegah
komplikasi di masa yang akan datang dan
atau proses pengontrolan penyakit
j. 2iskusikan pilihan terapi atau
penanganan
k. 2ukung pasien untuk mengeksplorasi
atau mendapatkan second opinion dengan
cara yang tepat atau diindikasikan
l. 6ksplorasi kemungkinan sumber atau
dukungan, dengan cara yang tepat
m. .ujuk pasien pada grup atau agensi di
komunitas lokal, dengan cara yang tepat
n. -nstruksikan pasien mengenai tanda dan
gejala untuk melaporkan pada pemberi
perawatan kesehatan, dengan cara yang
tepat
/. 2e(isit perawatan diri
b.d. )elelahan.
Setelah dilakukan asuhan
keperawatan selama
&=2/ jam 12:s klien
meningkat dengan
indicator*
Se'. ca!e $ Acti+ity .
Dai'y Li+i*/ (ADL0)
a. )lien terbebas dari
bau badan
b. 'enyatakan
kenyamanan terhadap
kemampuan untuk
melakukan 12:s
Se'. Ca!e a00i0ta*e $ ADL0
a. 'onitor kemempuan klien untuk
perawatan diri yang mandiri.
b. 'onitor kebutuhan klien untuk alat5alat
bantu untuk kebersihan diri, berpakaian,
berhias, toileting dan makan.
c. Sediakan bantuan sampai klien mampu
secara utuh untuk melakukan sel(5care.
d. 2orong klien untuk melakukan akti3itas
sehari5hari yang normal sesuai
kemampuan yang dimiliki.
e. 2orong untuk melakukan secara mandiri,
tapi beri bantuan ketika klien tidak
c. 2apat melakukan
12:S dengan
bantuan
mampu melakukannya.
(. 1jarkan klienC keluarga untuk mendorong
kemandirian, untuk memberikan bantuan
hanya jika pasien tidak mampu untuk
melakukannya.
g. ,erikan akti3itas rutin sehari5 hari sesuai
kemampuan.
h. +ertimbangkan usia klien jika mendorong
pelaksanaan akti3itas sehari5hari.
5. .isiko in(eksi b.d
tindakan in3asi(,
paparan lingkungan
patogen
Setelah dilakuakan
asuhan keperawatan
selama &=2/ jam
diharapkan resiko in(eksi
terkontrol dengan
indicator*
I--)*e Stat)0
#*w'e(/e $ I*.ecti*
c*t!'
Ri02 c*t!'
a. )lien bebas dari tanda
dan gejala in(eksi
b. 'enunjukkan
kemampuan untuk
mencegah timbulnya
in(eksi
c. 9umlah leukosit dalam
batas normal
I*.ecti* C*t!' (#*t!' i*.e20i)
a. !uci tangan setiap sebelum dan sesudah
tindakan kperawtan
b. 4ingktkan intake nutrisi
c. ,erikan terapi antibiotik bila perlu
I*.ecti* P!tecti* (P!te20i
Te!ha(a1 I*.e20i)
d. 'onitor tanda dan gejala in(eksi sistemik
dan lokal
e. 'onitor hitung granulosit, $,!
(. 'onitor kerentanan terhadap in(eksi
g. ,erikan perawatan kuliat pada area
epidema
h. -nspeksi kulit dan membran mukosa
terhadap kemerahan, panas, drainase
i. -speksi kondisi luka C insisi bedah
j. 2orong masukkan nutrisi yang cukup
k. 2orong masukan cairan
l. 2orong istirahat
m. -nstruksikan pasien untuk minum
antibiotik sesuai resep
n. 1jarkan pasien dan keluarga tanda dan
gejala in(eksi
o. 1jarkan cara menghindari in(eksi
p. :aporkan kecurigaan in(eksi
DAFTAR PUSTA#A
!arpenito. 2001. Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan, Diagnosa
keperawatan dan masalah kolaboratif. 9akarta* 6"!
9ohnson, '., et all. 2000. Nursing Outcomes Classification NOC! "econd #dition. ?ew
9ersey* ;pper Saddle .i3er
'ansjoer, 1. 2002. Asuhan Keperawatn $aternitas. 9akarta * Salemba 'edika
'anuaba, -da ,agus "ede. 2002. %lmu Kebidanan, &en'akit Kandungan dan Keluarga
(erencana, 9akarta * 6"!
'c !loskey, !.9., et all. 199%. Nursing %nter)entions Classification N%C! "econd
#dition. ?ew 9ersey* ;pper Saddle .i3er
'uchtar. 2005. Obstetri patologi, !etakan -. 9akarta * 6"!
?urjannah -ntansari. 2010. +roses )eperawatan ?1?21, ?>! #?-!. Aogyakarta*
'oca 'edia
Santosa, ,udi. 2007. &anduan Diagnosa Keperawatan NANDA *++,-*++.. 9akarta*
+rima 'edika
Sai(uddin, 1,. 2002. (uku panduan praktis pela'anan kesehatan maternal dan
neonatal. 9akarta * penerbit yayasan bina pustaka sarwono prawirohardjo
Sarwono +rawiroharjo. 2009. %lmu Kebidanan, 6disi / !etakan --. 9akarta * Aayasan
,ina +ustaka