Anda di halaman 1dari 56

20 Votes

pekerjaan tiang bor


Ditulis pada 30 November 2007
Tentang perencanaan pondasi tiang bor, saya yakin banyak yang tahu. Khususnya bagi para
sarjana teknik sipil, karena telah diberikan pada mata kuliah teknik pondasi. Selain itu,
cukup banyak buku-buku yang menggambarkan secara jelas illustrasi tentang pondasi
tersebut.
Tetapi jika dikaitkan dengan pelaksanaan sesungguhnya di lapangan, saya juga yakin,
nggak setiap yang punya gelar sarjana teknik sipil berkesempatan mengetahuinya secara
detail. Bagi yang tahu, biasanya itu karena pernah terjun langsung di proyek dan melihat
dengan mata kepala sendiri. Kenapa ? Karena literatur berkaitan dengan hal tersebut, tidak
gampang diperoleh ! Apalagi yang berbahasa Indonesia. Kenapa itu bisa terjadi, padahal
ahli-ahli pelaksana pondasi tiang bor di Indonesia sudah banyak ?
Kenapa ya ?
Ya maklum, kita mayoritas khan budaya lesan. J adi menceritakannya secara lesan sudah
cukup, ngapain harus dituliskan. Selain ngabisin waktu, juga nggak ada faedahnya.
Benarkah demikian ?
Sebagai engineer yang penulis, tentu saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
Menulis juga berarti merenung kembali apa yang diterima hari ini. Bisa-bisa itu dapat
menjadi suatu kompetensi baru untuk modal dikembangkan lebih lanjut. Dengan menuliskan
pula, kita bisa mendapat koreksi dari orang lain, apakah yang kita terima (pahami) sudah
benar atau belum. J adi ada feed-back gitu. Selain itu, bagi pembaca yang belum tahu,
tulisan tersebut dapat menjadi pencerahan. J adi usaha menulis dapat menjadi bantuan yang
berharga untuk yang lain (sesamanya).
Sudah-sudah pak. Jangan cerita tentang tulis-menulis. Mana pondasi tiang bornya ?
The works of Wiryanto
Dewobroto
as structural engineer, Professional Lecturer, writer, blogger
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
1 dari 56 28/04/2014 9:19
Baiklah. Pagi tadi saya baru menguji mahasiswa peserta mata kuliah Kerja Praktek. Salah
satu kelompok telah menceritakan dengan baik hasil kerja-prakteknya yaitu pelaksanaan
pondasi tiang bor dan uji beban dari salah satu proyek di daerah J awa Barat. Cukup
menarik untuk diceritakan disini.
Lho ternyata bukan pengalaman Bapak sendiri tho. Cuma hasil kerja praktek mahasiswanya
aja. Emangnya menarik pak ?
Eh, jangan cuma. Meskipun ini hasil mahasiswa, tapi ini khan mahasiswa UPH, hasil
bimbingan saya dalam mengerjakannya. J adi ini juga dapat menjadi feed-back gimana hasil
bimbingannya gitu. Pohon itu khan dilihat dari buahnya !
J ika dosennya aja, berdasarkan data-data hasil pengumpulan mahasiswa-nya aja bisa
bercerita banyak tentang materi yang dilihat selama 15 menit presentasi kerja praktek.
Apalagi mahasiswanya sendiri yang telah minimal 130 jam menggeluti di proyek tersebut.
Kerja praktek adalah sarana mahasiswa bersangkutan menangkap fenomena sehari-hari
dunia dimana dia akan bekerja nanti. J ika pada waktu yang pendek tersebut, dia bisa ngeh
(mengerti), dan paham menceritakan pengalamannya. Maka diyakini nanti setelah lulus,
mahasiswa yang bersangkutan akan dapat dengan mudah menyesuaikan diri dengan
tempat kerjanya. J adi intinya hasil didikan saya nantinya bisa link-match dengan dunia kerja.
J adi mata kuliah kerja praktek yang saya bimbing ini tidak sekedar mata kuliah biasa, itu
dapat menjadi sarana mahasiswa untuk aktualisasi diri dengan menuliskan apa-apa yang
dilihat selama kerja praktek tersebut. Terus terang sebagai guru, saya sangat bangga jika
mahasiswa-mahasiswa yang saya bimbing, bisa dengan mantap menjelaskan bahkan
menjawab dengan tuntas setiap pertanyaan yang berkaitan dengan proyek kerja
prakteknya. Itu semua dapat menjadi sarana mengevaluasi mahasiswa tentang kesiapan
mereka menjadi engineer. Kalau hanya sekedar melihat hasil ujian tertulis-nya saja, saya
nggak puas. Engineer khan bukan sekedar saintis, ada seninya juga. J adi menurut saya,
hasil ujian tertulis menunjukkan segi saintis-nya, sedang presentasi oral di depan kelas
tentang fakta yang telah mereka terima via indera-nya merupakan petunjuk bagi segi
seni-nya tersebut.
Mahasiswa saya dalam kerja prakteknya tadi berkesempatan melihat dari awal pelaksanaan
pondasi tiang bor dan sampai pengujiannya juga.
Lho, koq hanya pondasi. Katanya proyek pak ? Kalau pondasi tiang itu khan baru sebagian
kecil dari proyek. Kayaknya kerja praktek mahasiswa Bapak kurang hebat. Kalau saya
jadi dosen, maka saya minta mereka (mahasiswa) untuk kerja praktek pada proyek yang
besar, misalnya bangunan tinggi, kalau bisa sih di atas 100 lantai. Itu baru yahud ! Gimana
pak ?
O gitu ya.
Saya lain ! Terus terang, setiap mahasiswa yang kerja praktek pada saat awalnya akan
bertanya kepada saya. Pak, proyek ini boleh nggak ? Kalau yang gini boleh ? Kalau yang
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
2 dari 56 28/04/2014 9:19
itu, gimana ?
Pada prinsipnya saya tidak memberi batasan, ini boleh , ini tidak, dan sebagainya. Saya
memberi kebebasan kepada mereka. Proyek apa saja prinsipnya boleh aja, hanya saja saya
akan bertanya: kenapa kamu memilih proyek seperti itu, apa sih menurut kamu
keunggulannya, atau adakah sesuatu yang menarik. J ika mahasiswa yang bersangkutan
langsung bisa bersemangat menceritakan apa-apa yang dianggap menarik pada proyek
tersebut maka pada prinsipnya saya akan mendukung.
J adi dari artikel ini saya juga akan menunjukkan bahwa meskipun itu hanya pelaksanaan
pondasi tiang bor, tetapi kalau dapat melihat dari sudut pandang yang tepat maka itupun
merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga. Ingat bahwa ada engineer yang dapat
hidup dari hanya bekerja sebagai pembuat tiang bor saja. J adi menguasai kompetensi
seperti itu saja merupakan bekal yang berharga.
Ok. Setuju ? J adi saya bisa melanjutkan cerita tentang pelaksanaan pondasi tiang bor !
Ok pak. Saya memang nunggu Bapak bercerita, yang menarik ya Pak !
Pekerjaan pemetaan pada lokasi sebelum alat-alat proyek didirikan.
Pekerjaan pondasi umumnya merupakan pekerjaan awal dari suatu proyek. Oleh karena itu
yang penting adalah dilakukan pemetaan terlebih dahulu. Ini adalah gunanya ilmu ukur
tanah. Umumnya yang ngerjain adalah alumni stm geodesi. Proses ini sebaiknya sebelum
alat-alat proyek masuk, karena kalau sesudahnya wah susah itu untuk nembak-nya. Dari
pemetaan ini maka dapat diperoleh suatu patokan yang tepat antara koordinat pada gambar
kerja dan kondisi lapangan. Bayangin jika salah kerja di tempat orang lain. Bisa kacau itu.
Excavator mempersiapkan areal proyek agar alat-alat berat yang lain bisa masuk.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
3 dari 56 28/04/2014 9:19
Pekerjaan pondasi tiang bor memerlukan alat-alat berat pada proyek tersebut. Disebut
alat-alat berat memang karena bobotnya itu yang berat, oleh karena itu manajer proyek
harus dapat memastikan perkerjaan persiapaan apa yang diperlukan agar alat yang berat
tersebut dapat masuk ke areal dengan baik. J ika tidak disiapkan dengan baik, bisa saja alat
berat tersebut tercebur kesungai misalnya.
Bahkan bila perlu, dipasang juga pelat-pelat baja.
Pelat baja tersebut dimaksudkan agar alat-alat berat tidak ambles jika kekuatan tanahnya
diragukan. J ika sampai ambles, untuk ngangkat itu saja biayanya lebih besar dibanding
biaya yang diperlukan untuk mengadakan pelat-pelat tersebut. Perlu tidaknya pelat-pelat
tersebut tentu didasarkan dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, nggak ada itu di buku
teks. Itu yang saya maksud dengan seni agar pekerjaan lancar. Coba, di buku mana itu
ada.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
4 dari 56 28/04/2014 9:19
Pekerjaan penulangan pondasi tiang bor.
Paralel dengan pekerjaan persiapan, maka pembuatan penulangan tiang bor telah dapat
dilakukan. Ini penting, karena jangan sampai sudah dibor, eh ternyata tulangannya belum
siap. J ika tertunda lama, tanah pada lubang bor bisa rusak (mungkin karena hujan atau
lainnya). Bisa-bisa perlu dilakukan pengerjaan bor lagi. Pemilihan tempat untuk merakit
tulangan juga penting, tidak boleh terlalu jauh, masih terjangkau oleh alat-alat berat tetapi
tidak boleh sampai mengganggu manuver alat-alat berat itu sendiri. Gimana hayo.
Lho koq, tulangannya gitu sih pak ?
Lha iya. Emangnya kamu belum tahu gambar detailnya. Baik ini gambar detail strukturnya,
biasanya digambarkan seperti ini. Ini fondasi franki yang terkenal itu, yang dibagian
bawahnya membesar. Itu khas-nya Franky.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
5 dari 56 28/04/2014 9:19
Ada yang lebih gede lagi nggak pak, hanya diameter 800 mm ?
Ada, sampai diameter 1 m lebih, tapi prinsipnya hampir sama koq. O ya, kedalaman pondasi
adalah sampai tanah keras (SPT 50) dalam hal ini adalah 17-18 m (lokasi di Bogor).
J ika alat-alat berat sudah siap, juga tulangan-tulangannya, serta pihak ready mix
concrete-nya sudah siap, maka dimulailah proses pengeboran. Skema alat-alat bornya
adalah.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
6 dari 56 28/04/2014 9:19
Gambar diatas bisa menggambarkan secara skematik alat-alat yang digunakan untuk
mengebor. Dalam prakteknya, mesin bor-nya terpisah sehingga perlu crane atau excavator
tersendiri seperti ini.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
7 dari 56 28/04/2014 9:19
Perhatikan mesin bor warna kuning belum dipasangkan dengan mata bornya yang dibawah
itu. Saat ini difoto, alat bor sedang mempersiapkan diri untuk memulai.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
8 dari 56 28/04/2014 9:19
Kecuali alat bor dengan crane terpisah, pada proyek tersebut juga dijumpai alat bor yang
terintegrasi dan sangat mobile. Mungkin ini yang lebih modern, tetapi kelihatannya
jangkauan kedalamannya lebih terbatas dibanding yang sistem terpisah. Mungkin juga,
karena diproyek tersebut ada beberap ukuran diameter tiang bor yang dipakai.
J adi pada gambar-gambar nanti, fotonya gabungan dari dua alat tersebut. J angan bingung
ya.
Pengeboran
Ini merupakan proses awal dimulainya pengerjaan pondasi tiang bor, kedalaman dan
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
9 dari 56 28/04/2014 9:19
diameter tiang bor menjadi parameter utama dipilihnya alat-alat bor. J uga terdapatnya
batuan atau material dibawah permukaan tanah. Ini perlu diantisipasi sehingga bisa
disediakan metode, dan peralatan yang cocok. Kalau asal ngebor, bisa-bisa mata bor-nya
stack di bawah. Biaya itu. Ini contoh mesin bor dan auger dengan berbagai ukuran siap
ngebor (bukan inul lho).
Setelah mencapai suatu kedalaman yang mencukupi untuk menghindari tanah di tepi
lubang berguguran maka perlu di pasang casing, yaitu pipa yang mempunyai ukuran
diameter dalam kurang lebih sama dengan diameter lubang bor.
Perhatikan mesin bor-nya beda, tetapi pada prinsipnya cara pemasangan casing sama:
diangkat dan dimasukkan pada lubang bor. Tentu saja kedalaman lubang belum sampai
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
10 dari 56 28/04/2014 9:19
bawah, secukupnya. Kalau nunggu sampai kebawah, maka bisa-bisa tanah berguguran
semua. Lubang tertutup lagi. J adi pemasangan casing penting.
Setelah casing terpasang, maka pengeboran dapat dilanjutkan. Gambar di atas, mata auger
sudah diganti dng Cleaning Bucket yaitu untuk membuang tanah atau lumpur di dasar
lubang.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
11 dari 56 28/04/2014 9:19
J ika pekerjaan pengeboran dan pembersihan tanah hasil pengeboran dan akhirnya sudah
menjadi kondisi tanah keras. Maka untuk sistem pondasi Franky Pile maka bagian bawah
pondasi yang bekerja dengan mekanisme bearing dapat dilakukan pembesaran. Untuk itu
dipakai mata bor khusus, Belling Tools sebagai berikut.
Cleaning Bucket dan Belling Tools
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
12 dari 56 28/04/2014 9:19
Akhirnya setelah beberapa lama dan diperkirakan sudah mencapai kedalaman rencana
maka perlu dipastikan terlebih dahulu apakah kedalaman lubang bor sudah mencukupi,
yaitu melalui pemeriksaan manual.
Perlu juga diperhatikan bahwa tanah hasil pemboran perlu juga dichek dengan data hasil
penyelidikan terdahulu. Apakah jenis tanah adalah sama seperti yang diperkirakan dalam
menentukan kedalaman tiang bor tersebut. Ini perlu karena sampel tanah sebelumnya
umumnya diambil dari satu dua tempat yang dianggap mewakili. Tetapi dengan proses
pengeboran ini maka secara otomatis dapat dilakukan prediksi kondisi tanah secara tepat,
satu persatu pada titik yang dibor.
Apabila kedalaman dan juga lubang bor telah siap, maka selanjutnya adalah penempatan
tulangan rebar.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
13 dari 56 28/04/2014 9:19
J ika perlu, mungkin karena terlalu dalam maka penulangan harus disambung di lapangan.
Ngangkatnya bertahap.
Ini kondisi lubang tiang bor yang siap di cor.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
14 dari 56 28/04/2014 9:19
Pengecoran beton :
Setelah proses pemasangan tulangan baja maka proses selanjutnya adalah pengecoran
beton. Ini merupakan bagian yang paling kritis yang menentukan berfungsi tidaknya suatu
pondasi. Meskipun proses pekerjaan sebelumnya sudah benar, tetapi pada tahapan ini
gagal maka gagal pula pondasi tersebut secara keseluruhan.
Pengecoran disebut gagal jika lubang pondasi tersebut tidak terisi benar dengan beton,
misalnya ada yang bercampur dengan galian tanah atau segresi dengan air, tanah longsor
sehingga beton mengisi bagian yang tidak tepat.
Adanya air pada lobang bor menyebabkan pengecoran memerlukan alat bantu khusus, yaitu
pipa tremi. Pipa tersebut mempunyai panjang yang sama atau lebih besar dengan
kedalaman lubang yang dibor.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
15 dari 56 28/04/2014 9:19
Cukup panjang khan. Inilah yang disebut pipa tremi. Foto ini cukup menarik karena bisa
mengambil gambar mulai dari ujung bawah sampai ujung atas. Ujung di bagian bawah agak
khusus lho, nggak berlubang biasa tetapi ada detail khusus sehingga lumpur tidak masuk
kedalam tetapi beton di dalam pipa bisa mendorong keluar. Mau tahu detailnya ?
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
16 dari 56 28/04/2014 9:19
Yang teronggok di bawah adalah corong beton yang akan dipasang di ujung atas pipa tremi,
tempat memasukkan beton segar.
Yang di bawah ini pekerjaan pengecoran pondasi tiang bor di bagian lain, terlihat mesin bor
(warna kuning) yang difungsikan crane-nya (mata bor nya nggak dipasang, mesin bor
non-aktif).
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
17 dari 56 28/04/2014 9:19
Posisi sama seperti yang diatas, yaitu pipa tremi siap dimasukkan dalam lobang bor.
Pipa tremi sudah berhasil dimasukkan ke lubang bor. Perhatikan ujung atas yang ditahan
sedemikian sehingga posisinya terkontrol (dipegang) dan tidak jatuh. Corong beton
dipasang. Pada kondisi pipa seperti ini maka pengecoran beton siap. Truk readymix siap
mendekat.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
18 dari 56 28/04/2014 9:19
Pada tahap pengecoran pertama kali, truk readymixed dapat menuangkan langsung ke
corong pipa tremi seperti kasus di atas. Pada tahap ini, mulailah pengalaman seorang
supervisor menentukan.
Kenapa ?
Karena pipa tremi tadi perlu dicabut lagi. J adi kalau beton yang dituang terlalu banyak maka
jelas mencabut pipa yang tertanam menjadi susah. Sedangkan jika terlalu dini mencabut
pipa tremi, sedangkan beton pada bagian bawah belum terkonsolidasi dengan baik, maka
bisa-bisa terjadi segresi, tercampur dengan tanah. Padahal proses itu semua kejadiannya di
bawah, di dalam lobang, nggak kelihatan sama sekali. J adi pengalaman supervisi atau
operator yang mengangkat pipa tadi memegang peran sangat penting. Sarjana baru lulus
pasti kesulitan mengerjakan hal tersebut. Pada kasus ini, tidak hanya teori, lha itu seninya di
lapangan. Perlu feeling yang tepat. Ingat kalau salah, pondasi gagal, cost-nya besar lho.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
19 dari 56 28/04/2014 9:19
J angan sepelekan aba-aba seperti di atas. Belum tentu seorang sarjana teknik sipil yang
baru lulus dengan IP 4.0 bisa mengangkat tangan ke atas secara tepat. Karena untuk itu
perlu pengalaman. J adi menjadi seorang engineer tidak cukup hanya ijazah sekolah formil,
perlu yang lain yaitu pengalaman yang membentuk mental engineer. J adi jangan sekedar
kerja, misalnya jualan MLM gitu, mana bisa jadi engineer yang baik, meskipun duitnya gede
(katanya).
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
20 dari 56 28/04/2014 9:19
J ika beton yang di cor sudah semakin ke atas (volumenya semakin banyak) maka pipa tremi
harus mulai ditarik ke atas. Perhatikan bagian pipa tremi yang basah dan kering. Untuk
kasus ini karena pengecoran beton masih diteruskan maka diperlukan bucket karena beton
tidak bisa langsung dituang ke corong pipa tremi tersebut.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
21 dari 56 28/04/2014 9:19
Adanya pipa tremi tersebut menyebabkan beton dapat disalurkan ke dasar lubang langsung
dan tanpa mengalami pencampuran dengan air atau lumpur. Karena BJ beton lebih besar
dari BJ lumpur maka beton makin lama-makin kuat untuk mendesak lumpur naik ke atas.
J adi pada tahapan ini tidak perlu takut dengan air atau lumpur sehingga perlu dewatering
segala. Gambar foto di atas menunjukkan air / lumpur mulai terdorong ke atas, lubang mulai
digantikan dengan beton segar tadi.
Proses pengecoran ini memerlukan supply beton yang continuous, bayangkan saja bila ada
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
22 dari 56 28/04/2014 9:19
keterlambatan beberapa jam. J ika sampai terjadi setting maka pipa treminya bisa tertanam
lho dibawah dan nggak bisa dicabut. Sedangkan kalau keburu di cabut maka tiang beton
bisa tidak continue. J adi bagian logistik / pengadaan beton harus memperhatikan itu.
J ika pengerjaan pengecoran dapat berlangsung dengan baik, maka pada akhirnya beton
dapat muncul dari kedalaman lobang. J adi pemasangan tremi mensyaratkan bahwa selama
pengecoran dan penarikan maka pipa tremi tersebut harus selalu tertanam pada beton
segar. J adi kondisi tersebut fungsinya sebagai penyumbat atau penahan agar tidak terjadi
segresi atau kecampuran dengan lumpur.
Sampai tahap ini pekerjaan tiang bor selesai. Sebenarnya ada hal lain yang mahasiswa
saya bisa laporkan yaitu pelaksanaan pengujian beban atau Loading Test 150% kapasitas.
Wah menarik lho. Tapi nanti dulu ya pada artikel lain.
O ya ada pertanyaan, casingnya dicabut nggak ya. Mestinya iya ya, khan mahal.
Acknowledgment :
Semua gambar / foto di atas adalah hasil kerja mahasiswa UPH selama kerja praktek di
proyek tersebut, yaitu sdr Darwanto dan sdri Mega Primadewi.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
23 dari 56 28/04/2014 9:19
91 GAGASAN UNTUK PEKERJ AAN TIANG BOR
Suasana sidang Kerja Praktek di J urusan Teknik Sipil UPH
Atas nama jurusan teknik sipil UPH maupun pribadi, saya ingin mengucapkan banyak terima
kasih kepada pimpinan atau pihak-pihak yang memberi kemudahan sehingga mahasiswa
saya mendapat pengalaman yang begitu berharga tersebut. Mohon maaf bilamana ada
tindak-tanduk mahasiswa saya yang tidak berkenan. Kiranya nanti kepada adik-adik kelas
berikutnya dapat diberi bantuan serupa.
Artikel saya tentang Kerja Praktek di J urusan Teknik Sipil UPH lihat di sini.
Entri ini ditulis dalam Civil Engineer, informasi, kerja praktek, Reference, teknik sipil dan
di-tag pile foundation, pondasi oleh wir1001. Buat penanda ke permalink
[http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/] .
Lieyanto
pada 30 November 2007 pukul 16:31 berkata:
Setelah melihat foto-foto rekaman dari pekerjaan lapangan pengeboran, saya
terkejut sekali dengan pedoman keselamatan kerja di lapangan.
Para pekerja tidak memakai helm keselamatan, dan perlengkapan keselamatan
lainnya. J uga tidak adanya batas-batas lapangan kerja sehingga orang-
yang-tidak-berkepentingan juga memiliki kesempatan untuk ikut masuk melihat
pekerjaan yang hal ini adalah sangat dilarang karena sangat membahayakan.
Dari sekilas pandanganku, apakah tidak dilakukan sebelumnya pengujian tanah ?
J uga setelah pengeboran, akan dibawa kemana kah tanah hasil pengeboran?
Saya berpikir, sudah saatnya buat kita untuk mengkaji lebih jauh mengenai
keselamatan kerja bagi para pekerja. Ini sama sekali tidak menyangkut dengan
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
24 dari 56 28/04/2014 9:19
ekonomi biaya rendah dari satu pekerjaan, tetapi lebih menekankan ke masalah
pengurangan angka kecelakaan.
davica yuanda
pada 9 November 2013 pukul 00:47 berkata:
setuju
evanrama
pada 1 Desember 2007 pukul 03:27 berkata:
saya banyak menggali ilmu dari blog ini. trims
evan-sipil unsri
Hartanto W.
pada 1 Desember 2007 pukul 05:35 berkata:
Sdr. Lieyanto,
J angan kaget begitu
Kalau di Indonesia, sering sekali saya lihat banyak spiderman di lokasi proyek.
Maksudnya, banyak yang tidak pakai pengaman tapi bisa manjat sampai lantai 20
segala. Mungkin bisa jadi bahan tantangan Fear Factor ya ?
Kalau di Kanada sini, kalau masuk proyek tidak dengan safety equipment yang
lengkap pasti dicegat di depan. Dan mereka standarnya tinggi sekali, misalnya untuk
pekerjaan dewatering pondasi saja, yang tidak terlalu berbahaya, tetap harus
memakai peralatan lengkap.
Mudah-mudahan ada SNI untuk pelaksanaan proyek konstruksi
Salam,
H.W.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
25 dari 56 28/04/2014 9:19
davica yuanda
pada 9 November 2013 pukul 00:48 berkata:
mantap safety first,,,,,
Donny B Tampubolon
pada 1 Desember 2007 pukul 06:34 berkata:
Dear Pa Wir,
Tulisan Pa Wir ini mengingatkan masa-masa Kerja Praktek saya dulu.
Saya mengalami kerja Praktek dua kali pak.
Kerja Praktek saya yang pertama kali adalah mengenai Pekerjaan Pondasi Tiang
Bor, persis sama dengan tulisan Pa Wir ini.
Karena waktu saya kerja praktek dulu setelah Peristiwa 1998, susah mencari proyek
yang sedang jalan dan itu juga hanya pekerjaan pondasi bor saja, karena setelah itu
Proyek berhenti untuk beberapa tahun.
Yang saya ingat dan akan selalu saya ingat, pengalaman dari kerja Praktek yang
pertama ini adalah :
#1. J angan sepelekan SOIL TEST (Pengujian tanah) apapun pondasi yang
direncanakan, kenali dahulu karakteristik tanah dibawahnya.
#2. Tahapan pekerjaan Pondasi yang sesuai dengan prosedurnya (Dalam maupun
Dangkal).
Kerja Praktek saya yang Kedua kali, adalah tentang bangunan Tingkat dari pondasi
sampai upper struktur.
J ujur, karena saya tidak merasa puas dengan pengalaman kerja praktek saya yang
pertama dan saya terobsesi untuk memiliki pengetahuan di lapangan secara
lengkap, dari sub-structure sampai upper-structure.
Di masa-masa kerja praktek yang kedua ini, saya semakin dicerahkan oleh banyak
sekali pengetahuan lapangan (perencanaan bekisting Shear Wall-pelat-balok-kolom,
bar schedulling, perencanaan pengecoran dan pelaksanaannya, sampai pekerjaan
finishing-nya saya pun ikutan walaupun masa Kerja Praktek saya habis) dan
sehingga saya punya banyak kenalan Mandor/tukang yang saya libatkan di proyek-
proyek saya saat ini.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
26 dari 56 28/04/2014 9:19
Terima Kasih saya haturkan kepada PT J aya Konstruksi MP (Pa Agung S, Pa Iwan
C, Pa Dharmo Cahyanto, dll di Proyek Gedung Cordova Kantor Pembangunan
J aya Ancol, Perencananya adalah PT ARKONIN-Pa Adrian P Tandian,
Pengawasnya PT J AYA CM- Pa Harmen Alm) atas kesempatan yang diberikan
kepada saya menimba ilmu Teknik Sipil sebebas yang saya mau.
Terimakasih pa Wir
Syallom..
Arif Budiman
pada 1 Desember 2007 pukul 07:32 berkata:
- Keselamatan kerja, kebersihan proyek : Nah, rupanya begini cara kerja kontraktor
pondasi. Pengalaman saya, ketika hendak kerjakan pekerjaan atas di proyek di
Mega kuningan jakarta, kita terima serah terima lahan dengan kondisi top soil adalah
lapisan lumpur setebal 1-2 m !!, karena lumpur galian pile tidak dibuang keluar,
apalagi kalau jumlah pile cukup banyak. Owner tidak tahu, malah bilang kontraktor
pondasi sudah urug tanah pada level yang direncanakan. Kita, kontraktor pekerjaan
atas yang kebagian kerjaan buang lumpur !!
- Tidak terlihat spacer pemberi jarak cover beton antara tulangan dengan pinggir
lubang.
- Awalan dan akhiran tulangan sengkang spiral harus ditekuk 135derajat mengunci
pd tulangan pokok, pada foto no 4 terlihat, awalan hanya ditekuk 60 derajat dan
akhiran ditekuk 90 derajat. Malah pada foto bucket 1 : terlihat sengkang hanya
overlap di antara 2 tulangan pokok, tidak ditekuk mengunci. Pengekangan beton
oleh sengkang spriral itu lebih baik daripada sengkang biasa, tapi kalau ujungnya
slip, itu tidak baik.
- Perlu kontrol pengangkatan tremi : berapa volume beton dicor, mengisi lobang
berapa meter, berapa pipa tremi harus diangkat. tidak terlihat ada alat ukur :
pesawat, atau meteran. J ust feeling supervisor, bgmn kita mengukur keandalan
feeling supervisor itu ? kita sbg engineer harus bisa menganalisa secara teknis.
Pengalaman : seringkali pekerjaan di lapangan tidak ada pengawas yg mengerti
teknis, hanya diawasi supervisor berdasarkan pendekatan pengalaman. Bisa dia
seorang STM atau sarjana lho. Kalau feelingnya bagus : OK, pas meleset, lewat
dah. Rasanya pendekatan ini harus diubah menjadi proses kerja yang sudah
direncanakan dan prosedur kerja lebih teknis dan lebih reliable (lebih andal).
Contoh : Sewaktu lihat pekerjaan pancang tiang pancang pakai diesel hammer : aku
tanya pengawas lapangan, dia jawab : beres pak, tiangnya dipukul sampai habis.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
27 dari 56 28/04/2014 9:19
Yang betul : bukan soal tiangnya habis atau tidak, tapi yg penting adalah berapa
setting pada 10 pukulan terakhir, dari sini dihitung berapa perkiraan daya dukung,
lha pengawas gak bawa kalkulator, tabel, walaupun setting akhir dicatat juga,
bagaimana dia bisa hitung ?? bagaimana dia putuskan stop atau perlu sambung pile
atau pukul pakai dolly ??
praboto
pada 3 Desember 2007 pukul 04:26 berkata:
Pak Wir, saya jadi ingin melakukan hal yang sama seperti anda. yaitu memasukkan
pengalaman pribadi ketika di project ke dalam blog pribadi seperti proses piling,
steel structure, facade dll. mungkin dengan masuk ke blog bisa di sharing untuk
didiskusikan dengan rekan rekan ya..
Salam kenal
badaruddi n
pada 3 Desember 2007 pukul 04:28 berkata:
Mas Wir,
Sedikit tambahan saran dari saya :
Sebaiknya diberikan alasan mengapa memilih menggunakan pondasi bor, kenapa
tidak menggunakan piling.
Oh ya mas wir, sepengetahuan saya sewaktu ikut training di J aya konstruski tentang
bore pile ada beberapa hal yang belum disebutkan :
1. Pengecoran dilebihkan 1 m atau lebih, mengingat bagian beton paling atas telah
rusak karena bercampur lumpur sehingga sebaiknya dibuang.
2. Bagian bawah dari pipa tremi diberi semacam bola yang terbuat dari foam untuk
menghindari air lumpur masuk kedalam pipa tremi saat pertama kali beton akan
dituang.
Wirs responds :
Memang betul, beton di bagian atas tiang bor akan dikupas untuk
stek ke pile-cap. Ya kira-kira satu meter itu. Itu di foto khan beton
dicor menutupi tulangannya. Ya betul memang ada foam-nya.
Berton Purba
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
28 dari 56 28/04/2014 9:19
pada 7 Februari 2014 pukul 11:00 berkata:
Pak. Wirs saya mau bertanya nih pak,
Boleh nggak pak untuk menghindari pembobokan pengecoran untuk
pondasi. Saya lakukan pengecoran sampai lebih 1m sampai muntah
istilahnya dan lumpurnya juga sudah keluar tapi, sebelum concretenya
kering saya ambil concretenya pakai sekop atau apalah sampai mencapai elv
pondasinya (-1m)? karena pembobokan pile sangat sulit terlebih Kwalitas
concrete yang dipakai biasanya diatas K 350. mohon penjelesannya pak dan
trima kasih sebelumnya
wi r
pada 9 Februari 2014 pukul 04:07 berkata:
Ide anda kreatif juga mas Purba. J ika digunakan pengecoran dengan
pipa tremie, sampai muntah dan lumpurnya keluar. Maka tentunya,
kualitas beton di bagian bawah (badan tiang bor) relatif murni beton
(tidak tercampur lumpur dll). Teoritis, jika kemudian tumpahan beton
di bagian atas, sebelum kering di sekop maka mutu beton bawah
tentu tidak terpengaruh. Logikanya sih bisa dterima. Tapi
pertanyaannya, mengapa menyekopnya pada elevasi -1m, sama
dengan pondasi. Bukankah tiang bor, betonnya sebaiknya masuk ke
pile cap sekitar 10 cm-an atau tidak sama dengan elevasi bawah pile
cap.
O ya, ide mengecor sampai atas lalu membobok pile cap umumnya
terjadi karena pengecoran tiang bor umumnya dilakukan pada elevasi
lantai, bukan elevasi bawah pile cap-nya. Itu dilakukan agar alat-alat
berat bisa masuk. Sehingga prakteknya strategi yang anda lakukan
itu tentu tidak gampang, maklum tanah di samping-samping tiang
khan beresiko longsor yang menyebabkan mutu beton rusak. Ingat
pada kondisi tersebut, alat-alat berat masih berseliweran di sekitar
lokasi tersebut, J adi kalau ada lubang akibat menyekop tersebut
maka tanah bisa menutup, dan jika tertutup maka posisi tiang bor jadi
tidak kelihatan, jika demikian (tidak kelihatan) maka beresiko bisa
rusak akibat ada alat-alat berat yang lewat di atasnya sebelum
betonnya keras. Oleh karena itulah maka cenderung dibiarkan
sampai atas, sampai semua pekerjaan pengeboran selesai.
Ide mengecor tiang bor sampai menutup tulangannya juga karena
umumnya kontraktor tiang bor adalah sub-kontraktor khusus
(kontraktor pondasi) yang berbeda dengan pelaksana pengecoran
pile-capnya. J adi biasanya ada jeda, antara pelaksanaan tiang bor
dan bagian atasnya. Ingat, biasanya pengecoran pilecap juga
sekaligus lantainya.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
29 dari 56 28/04/2014 9:19
Ping-balik: menulis Laporan KP The works of Wiryanto
Dewobroto
Nah jika kondisinya tidak seperti di atas, yang mengecor tiang bor
juga sekaligus pile cap, maka ide anda bisa saja diterapkan.
Di cky
pada 9 Desember 2007 pukul 13:09 berkata:
Terimakasih.tulisan yang sangat bermanfaat. Apresiasi tertinggi dari kami untuk
Pak Wir. Saya tunggu tulisan pengalaman lainnya dr Bpk
komara
pada 14 Desember 2007 pukul 03:38 berkata:
salam kenal pa wir,
blog ini bisa saya sebut fantastik, karena pengetahuan saya lebih berkembang lagi
mengenai civil engineering pa, kalo bisa saya ingin tahu mengenai proses pemilihan
pondasi mulai dari penyelidikan tanah sampai pile cap. . . Moga aja ini nyampe pak. .
.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
30 dari 56 28/04/2014 9:19
AJI_SUPRAYOGI
pada 15 Desember 2007 pukul 23:03 berkata:
pagi pa, comment ini saya kirim pagi hari pa.
saya AJ ISUPRAYOGI mahasiswa TEKNIK SIPIL universitas jember. tulisan-tulisan
bapa sangat bagus sekal. sangat mendukung perkembangan aktivitas teknik sipil
kita terutama generasi muda. terima kasih ya pa.
bapa wiryanto yang terhormat, aku sekarang semester 7 dan lagi mengerjakan
proposal skripsiku tentang pondasi tiang,bila tidak keberatan, saya mohon bantuan
bapa untuk memberikan artikel dan situs tentang pondasi tiang. apapun itu terutama
pondasi tiang yang dipengaruhi beban lateral.
bapa bisa mengirimkan surat lewat email saya. saya tunggu balasan dari bapa.
wir
pada 16 Desember 2007 pukul 10:50 berkata:
@Komara dan Aji
udah baca artikel blog saya yang ini
http://wiryanto.wordpress.com/2007/05/05/publikasi-navfac
jefri ardian
pada 18 Desember 2007 pukul 02:44 berkata:
informasinya paten.ada gak ada job di konstruksi?aku skrg kerja tapi lain dengan
sipil,sekarang aku di pengeboran panas bumi.ada job gak?aku mau pindah ne.
Robby Permata
pada 18 Desember 2007 pukul 06:02 berkata:
to : P Arif Budiman
salam kenal.
saya jadi ingat dulu pernah ngawasin kerjaan pemancangan, sering ributnya ya
gara2 penentuan stop pemancangan. malah teman saya pernah sampai diancam
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
31 dari 56 28/04/2014 9:19
Ping-balik: memilih sistem pondasi The works of Wiryanto
Dewobroto
sama operator hammernya.. hehe.. memang untuk jadi pengawas, selain butuh skill
teknis, butuh juga soft skill : kapan keras dan kapan santai, yg penting tegas.. duh,
jadi kangen suasana kerja di lapangan lagi nih..
P Arif ini kontraktor ya? wah, salut juga nih, ada kontraktor yg mempertanyakan
kompetensi pengawas, artinya P Arif ini concern sekali dengan kualitas pekerjaan
sehingga menuntut pengawas yg qualified. begitu kan Pak?
malah banyak kontraktor yg lebih suka kalo pengawasnya gak ngerti, karena bakal
gampang di bohongin.. hehehe..
-Rp-
badaruddin
pada 19 Desember 2007 pukul 01:38 berkata:
To Pak Komara :
Type pondasi ada dua yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam, pemilihannya
tergantung kondisi tanah dalam hal ini kemampuan daya dukung tanah serta beban
yang akan dipikul oleh pondasi tersebut.
Untuk pondasi dangkal terdapat banyak jenisnya misalnya pondasi setempat,
pondasi menerus, pondasi caisson, pondasi cakar ayam, pondasi sarang laba-laba
dll, bagaimana untuk memilih mana yang paling baik dari pondasi dangkal ini
tentunya mempetimbangkan hal-hal berikut ini : biaya, waktu yang dibutuhkan
selama pengerjaan, kemudahan dalam pelaksanaan, demikian pula halnya dengan
pemilihan type pondasi dalam yaitu pondasi tiang pancang, pondasi bor (bore pile)
dll.
mungkin yang lain bisa menambahkan.
salam
badar
Arif Budiman
pada 29 Desember 2007 pukul 06:20 berkata:
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
32 dari 56 28/04/2014 9:19
Hi Robby, salam kenal juga, saya SI-ITB 83.
Dulu saya kerja di kontraktor di bagian design, jadi concern pelaksanaan di lapangan
harus BENAR sesuai dengan asumsi perhitungan, misal saya hitung daya dukung
tiang pancang akibat aksial dan moment kolom perlu daya dukung R=40 ton, maka
waktu pelaksanaan HARUS didapat daya dukung 40 ton. Kalau pelaksanaan tidak
dikontrol, kolom bisa-bisa mengalami penurunan, yang repot biasanya bagian
design.
Saya pernah kerja di kontraktor di J epang, dimana engineer lapangan benar-benar
qualified dan mengerti mengawasi subcon dengan benar.
Pernah juga jadi Pengawas Lapangan pekerjaan high rise kantor, memang perlu
soft-skill, contoh kasus: Orang lapangan bilang kalau memang Bapak nilai
rebar/formwork belum siap, kita tidak akan lanjutkan cor beton, kita tidak akan
korbankan mutu.
kasus: waktu final cek, didapati kerjaan berantakan, terus kita stop, sementara
readymix sudah order/on the way, tukang cor sudah kumpul, kalau tidak cor: mereka
dibubarkan dan tidak dapat bayaran, mereka marah. Sudah malam lagi. schedule
akan terlambat kalau tidak cor. Tentu tim lapangan akan paksa nego untuk cor,
sementara kita harus tetap jaga mutu. Harus dicari solusi yang baik.
Nah cara mengatasi situasi begini gak ada di kuliahan.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
33 dari 56 28/04/2014 9:19
SANDRY
pada 4 Januari 2008 pukul 10:45 berkata:
Pak Wir, saya seorang lulusan STM Bangunan, pekerjaan pertama saya peroleh
kemarin yakni pembangunan rumah lantai 2 di Flores (rawan gempa).
1. Saya kesulitan mendapatkan gambar detail fondasi setempat /cakar ayam.
Bisakah Pak Wir mengirimkan contoh detail tersebut lewat email saya?
2. Untuk kondisi tersebut, kira-kira berapa ukuran fondasi setempat, menerus, sloof,
ringbalk, kolom, balok dan pembesiannya?
3. Adakah Pak Wir punya contoh lengkap gambar dan perhitungan pekerjaan rumah
2 lantai? Saya sangat mengharapkan bisa memperoleh contoh tersebut.
4. Makasih atas bantuan Pak Wir.
Sandy YS
J ln. Cemara 25 Centrum Maumere
Prop. NTT
Kodepos 86100
HP : 085253005000
Wirs responds: untuk rumah tinggal nggak punya mas.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
34 dari 56 28/04/2014 9:19
Denny Nurdin
pada 14 Januari 2008 pukul 23:14 berkata:
Pak Wir,
Mohon pencerahannya untuk perbedaan tiang bor dengan tiang pancang.
Saya pernah beradu argumen mengenai kekuatan tiang bor dengan tiang pancang.
Dalam hal ini teman saya mengatakan bahwa tiang bor lebih cocok untuk
beban-beban besar dibanding tiang pancang.
Namun menurut hemat saya bahwa tiang pancang mampu menahan beban-beban
besar.
Terutama karena tiang pancang merupakan konstruksi dengan menggunakan high
tension wire dan beton mutu tinggi yaitu dengan mutu antara k 500 atau k 600,
disamping pengerjaaan tiang pancang melalui proses quality control yang tinggi
dibandingkan tiang bor.
J adi menurut saya tiang pancang lebih mampu menahan beban-beban besar,
kecuali untuk pondasi tiang besar yang biasanya menggunakan pondasi sumuran.
Namun untuk pelaksanaan nya pondasi bor lebih murah, lebih cepat dikerjakan dan
bisa dikerjakan di daerah padat bangunan.
Mohon pencerahaannya untuk hal ini, atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
(buat : Donny Tampubolon : kapan menyusul teman-teman pindah ke KBR nih ?)
Syamsuddin
pada 27 Februari 2008 pukul 04:33 berkata:
Pak,
saya tertarik tuh dengan masalah safety di pekerjaan konstruksi sipil terutama
pekerjaan tanah (soilwork) dan piling..
memang di Indonesia masalah safety masih belum mendapat porsi perhatian yang
memadai..
bagaimanakah seharusnya safety di pekerjaan piling dan pekerjaan tanah pak..
apa ada yang bisa memberi contoh risk assesment nya atau Job safety analysis
untuk pekerjaan konstruksi sipil..?
terima kasih..
salam
Wirs responds: silahkan yang di lapangan memberi komentar
tanggapan.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
35 dari 56 28/04/2014 9:19
irma aswani
pada 28 Februari 2008 pukul 04:27 berkata:
Apakabar pak wir
Irma lagi hin (he he)
Wah ternyata cerita pondasinya full yang bored pile
Pengennya juga yang tiang pancang (driven)..
benny
pada 4 Maret 2008 pukul 06:29 berkata:
Pak Wir..
mau ikutan numpang sharing dikit ya..
Kebetulan saat ini saya sedang di proyek jembatan, yang juga pake bored pile,
dengan kedalaman yang cukup jeru.
Saya kira dengan pondasi bored pile, pelaksanaan pekerjaan pondasi dengan
kedalaman ekstra saya kira akan lebih menguntungkan. Seperti proyek yang sedang
berjalan ditempat saya ini, dengan ke dalaman pondasi hingga 90-100 m, sangat
tidak mungkin untuk menggunakan pondasi tiang pancang. Apalagi dengan diameter
tiang yang cukup besar, sulit (bahkan menurut saya mustahil dilakukan, kecuali saya
yang emang ga ngeh kali, hehehehe.) untuk dilaksanakan. J adi, menurut saya,
pondasi bored pile memang mungkin lebih menguntungkan jika dipakai untuk
pondasi yang cukup dalam.
Untuk peningkatan kekuatan bored pile, biasanya pada ujungnya juga dilakukan
grouting. Untuk menjaga kualitas perlu kontrol, bagaimana supaya beton yang
dibuang jauh ke dasar sumuran, tetap bisa bagus dan tidak sampai terjadi
segregasi. Sebagai konsekuensi, pengalaman di proyek saya jika sampai terjadi
defect, dilakukan dengan gouting pada daerah yang ada defect tersebut. Karena
grouting ujung hanya diperkirakan mampu naik tidak sampai 5 m dari ujung bawah,
lumayan berat juga jika defect yang ditemukan pada kedalaman sekitar 80 m karena
harus core drill sampai sejauh itu.
ok deh, segitu dulu cerita saya, mungkin lain kali numpang lagi..
Matur nuwun pak wir,
Gbu
naj ib
pada 10 Maret 2008 pukul 08:38 berkata:
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
36 dari 56 28/04/2014 9:19
makasih pak wir.
Anda telah membantu manusia-manusia teknik sipil
agus supiyat
pada 13 Maret 2008 pukul 08:41 berkata:
pak wirr
saya mahasiswa yang sedang tugas akhir,mengambil topik kajian daya dukung
pondasi tiang bor pada fly over kira2 metode2 apa saja ya yang bisa saya gunakan
untuk menghitung daya dukung pondasinya, data yang saya punya cuma data
N-SPT, kalo ada sekalian rumus-rumusnya.
thanks ya pak wir
wir
pada 14 Maret 2008 pukul 02:05 berkata:
@Benny
Terima kasih atas sharingnya. Kelihatannya cara memperbaiki defect pada
kedalaman seperti yang anda ceritakan itu kalau ada pengalamannya, menarik lho
kalau diceritakan. Saya sendiri belum bisa ngebayangin untuk core-drill pada
kedalaman 80m. Lain kali kirim laporan lengkap plus foto-foto untuk ditampilkan di
sini ya.
@Najib
Terima kasih kembali.
@Agus Supiyat
Meskipun aku juga belajar secara formal tentang pondasi, juga guru-gurunya
lumayan, yaitu prof Cambou, prof Boedi Soesila Supanji juga prof. Paulus P.
Rahardjo dan semuanya udah lulus semua, tetapi karena mungkin jiwa structural
engineer sudah mengakar erat dan juga karena jiwa geotechnical engineernya
belum menempel maka kalau ditanya tentang pondasi harus buka buku dulu. Seperti
anda. Kalau begitu sama khan, download dulu deh buku-buku pondasi, ada khan di
blog ini. He, he, he. ..
irma aswani
pada 14 Maret 2008 pukul 11:37 berkata:
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
37 dari 56 28/04/2014 9:19
Salam lagi dari makassar pak wir
Pak, gimana tentang tiang pancang pabrikasi, yang memberikan jaminan dengan
dimensi kecil tetapi daya dukung besar (mini pile). Padahal dari rumus terzaghi,
salah satu faktor yang mempengaruhi daya dukung itu adalah dimensi tiang..
irma aswani
pada 18 Maret 2008 pukul 10:43 berkata:
salam pak
Ternyata pak wir lagi sibuk dengan tugasnya yahtapi ga pa2 yah sy nambah
pertanyaan lagi..
Kalau delatasi hanya untuk penurunan apa harus minimal 7 cm seperti pada
peraturan gempa untuk beberapa bangunan yang tidak direncanakan sebagai satu
kesatuan?
Terima kasih sebelumnya
Ruben Sitepu
pada 19 Maret 2008 pukul 04:07 berkata:
Terima kasih banyak buat pengetahuan yang telah dibagikan.
Tuhan Yesus memberkati
Gbu all
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
38 dari 56 28/04/2014 9:19
budi syekhabuddin nugroho
pada 22 Maret 2008 pukul 05:17 berkata:
pak wir
bisa bantu saya ngga
saya mahasiswa D3 politeknik negeri bandung teknik sipil konstruksi gedung lagi TA
tentang aplikasi perhitungan pondasi tiang bor dgn menggunakan VB 6
tapi data input yg saya punya cuma dikit
khususnya data perhitungan pondasi tiang bor
apa bapak punya perhitungan pondasi bored pile ?
atau web tentang cara perhitungan pondasi bored pile
atau juga buku tentang perhitungan secara rinci tentang pondasi boredpile
saya sudah kesulitan
terima kasih byk pak
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
39 dari 56 28/04/2014 9:19
Sendy
pada 9 April 2008 pukul 02:23 berkata:
Dear Irma Aswani,
Pertanyaan: Pak, gimana tentang tiang pancang pabrikasi, yang
memberikan jaminan dengan dimensi kecil tetapi daya dukung besar
(mini pile). Padahal dari rumus terzaghi, salah satu faktor yang
mempengaruhi daya dukung itu adalah dimensi tiang..
Sharing sedikit ya.
Menurut pengetahuan yang saya pelajari, daya dukung tiang pancang ditentukan
dari friction resistance dan bearing resistance. Secara general memang benar
bahwa luas penampang dari tiang pancang sangat mempengaruhi besarnya bearing
resistance. Semakin kecil luas penampang semakin kecil pula bearing resistance.
Tetapi daya dukung tiang pancang juga dipengaruhi oleh friction resistance along the
pile, dimana hal ini dipengaruhi oleh panjangnya tiang dan configuration of the piles
group.
Keduanya, bearing dan friction resistance dipengaruhi oleh jenis tanah.
J adi sangat mungkin minipile memberikan daya dukung yang besar dengan
memanfaatkan friction resistance. Tetapi perlu diperhatikan bahwa dengan
penampang yang kecil, panjang tiang yang besar, dan adanya bagian tanah yang
lunak dan keras yang berdekatan, minipile sangat mungkin rentan terhadap tekuk.
best regards.
abie
pada 11 Mei 2008 pukul 12:32 berkata:
penjelasannya pas banget ama yang kucari.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
40 dari 56 28/04/2014 9:19
irma aswani
pada 23 Mei 2008 pukul 11:05 berkata:
Terima kasih banyak atas jawaban sharing yang diberikan oleh sendy. Sangat
bermanfaat.
SUBKONTRAKTOR
pada 27 Mei 2008 pukul 08:32 berkata:
Anda membutuhkan tempat yang tepat untuk meletakkan blog anda. Para pebisnis
yang berkecimpung di bidang konsultan dan kontraktor sangat membutuhkan orang
berkualitas seperti anda. Silahkan kunjungi situs kami dan temukan manfaatnya bagi
anda.
J angan sia-siakan tenaga dan kemampuan anda dengan blog yang tidak pada
tempatnya.
Hormat kami,
ADMINISTRATOR
http://www.subkon.com
Wirs responds: ah masa ?! Lebih enak mandiri begini pak. Saya
nggak jualan sih.
tankian
pada 11 Juni 2008 pukul 06:13 berkata:
pak, apa pendapat anda mengenai tiang pancang dan pondasi sarang laba-laba?
dan apa keunggulan dari masing2 jenis pondasi tersebut???
soeryo
pada 28 Juni 2008 pukul 02:01 berkata:
saya mahasiswa sipil universitas negeri di jogja, pertanyaan saya :
sekarang ini berkembang metode bor dengan sistim mesin berdiri di atas casing,
padahal casing ini biasanya cuma berfungsi sebagai pelindung lubang bor saja biar
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
41 dari 56 28/04/2014 9:19
tidak runtuh, jadi jika casing ini difungsikan juga menjadi struktural karena menahan
mesi bor, bagaimana cara perhitungan dan asumsi beban yang dipakai.
terima kasih pak
Zaky Awab
pada 25 Agustus 2008 pukul 01:19 berkata:
Dear Pak Wir
Thank sfor your good blogs, I have to say it is very useful for the students and
practitioners whilst I am not sure it has any property right for any publication you
have share freely.
Anyway, I just want to give a small comment for a BIG matters in the share of Bored
Pile foundation.
I saw a picture with a technician stand up on the concrete bucket during concreting
work. It is absolutely NOT SAFE, and not complied with the global HSE requirement.
Especially for WORKING at HEIGHT rule. Ironically, no one of them aware about
this, also your student. If someone sees an incorrect way of working method, they
shoud stop this to safe life of the worker.
I am sure you have enough knowledge about the HSE matters so you can see more
any non compliaance matters on that works.
The engineers must aware about this, not only focus on technical things or schedule.
Hopefully this is could be a lesson learned from the job practice.
soeboeh
pada 5 September 2008 pukul 02:45 berkata:
Dear Pak Wir..
Untuk ngecek misal ada defect hasil concretingnya gitu gimana ya pak?
Misal ada defect,metode groutingnya seperti apa?
Thx..
Panji Utomo
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
42 dari 56 28/04/2014 9:19
pada 5 September 2008 pukul 16:19 berkata:
Salam kenal Pak Wir.
Nama saya Panji, mahasiswa teknik sipil Universitas Katolik Parahyangan.
Saya ingin memberi komentar kepada Saudara Agus Supiyat. Mengenai pondasi
borpile, anda dapat membaca dari Manual Pondasi Tiang karangan Prof Paulus
Pramono Rahardjo.
J ika data yang dimiliki hanya data NSPT, maka harus digunakan tabel korelasi untuk
mendapatkan parameter tanahnya. Untuk tanah clay, dapat digunakan rumus c =
1/10 Nspt. J ika kondisi tanah relatif bagus, maka anda bs menggunakan faktor
pengali yg lebih besar. Rumus tersebut hanya rumus empiris yang biasa dipakai di
lapangan.
Untuk tanah pasir, anda dapat menggunakan tabel yang tersedia di buku desain
pondasi. Saya mengambil dari Muni Budhu.
Mengenai mana yang lebih kuat, pondasi tiang pancang atau borpile?
Menurut saya itu relatif, hanya saja borpile dapat dibuat dengan dimensi yang
sangat besar. Sebagai contoh, dimensi yang digunakan pada jembatan Suramadu
adalah diameter 2 m, dengan kedalaman 100 m. (Moga2x tidak salah ingat)
Dengan dimensi sebesar itu, maka daya dukung yang didapat bisa mencapai 1000
ton untuk 1 tiang. Dimensi yang sangat besar dan di Indonesia, belum ada
kontraktor yang menyediakan alat tersebut. Harus import dari negara lain, sepertinya
Malaysia dan China punya d.
Tiang pancang memiliki keunggulan dari pengerjaan di lapangan. Yaitu lebih mudah
dan cepat, walau mengganggu tetangga. (Denger2x getarannya bisa merusak cat
tembok. )
Mengenai kenapa pondasi dalam hanya dipasang pada NSPT kurang dari 50?
Pada pondasi tiang pancang, maka akan rusak jika dipaksa atau diusahakan lebih
dari itu. Untuk menganalisa dampak pemancangan pada kekuatan pondasi, dan
penurunan akibat pemancangan, dapat dianalisa dengan program MICROWAVE.
Pada pondasi borpile, NSPT lebih dari 50 itu sulit pada pelaksanaan. Mahal karena
harus menggunakan bor bermata intan dan itu sangat mahal. Karena itu jika tanah
kerasnya dangkal, lebih enak menggunakan pondasi rakit atau pondasi telapak.
Mengenai pengecekan pada pondasi borpile, dapat dilakukan dengan uji sonar.
Dengan cara memberikan gelombang kepada tiang tersebut, dan dibaca hasil
pemantulan yang terjadi.
J ika ada defect yang parah, maka digrouting oleh kontraktor nya. Diambil sampel,
lalu diperbaiki.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
43 dari 56 28/04/2014 9:19
J ika kedalamannya misalnya 60 m, bagaimana?
Nah itu sih mungkin aja. Awalnya saya juga pesimis, mana mungkin? Ternyata itu
bisa dilakukan. Hal ini saya ketahui pada kuliah umum tentang J embatan Suramadu.
Kepada Pak Wir, dimohon tanggapan dan koreksinya.
Terima kasih.
Satria
pada 1 Oktober 2008 pukul 13:15 berkata:
Halo pak wir,
Nama saya Satria.
Saya ingin mengetahui banyak mengenai pondasi caisson pada pembuatan
jembatan. Kalau bapak berkenan,saya minta tolong agar bapak dapat menjelaskan
langkah langkah pelaksanaannya secara detil beserta foto foto pelaksanaannya
pak.
Terima kasih pak
Syalom..
B. Santony
pada 9 Oktober 2008 pukul 11:43 berkata:
Dear All,
Mohon info alamat dan contac personnal Rental Vibro Hammer dan Disel Hammer.
Salam,
Budi
Jo
pada 31 Desember 2008 pukul 02:20 berkata:
Pagi Pa Wir,
Saya J o, Mahasiswa smster 5 di UNUD.
Ad yang saya mau tanyakan, mgkin Pa Wir Bs Bantu..
Saya mau bertanya, bgmn cr untuk menghitung tulangan pada poer(pile cap) dan
tiang pancang berbentuk lingkaran? mengacu pada SNI 2002..
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
44 dari 56 28/04/2014 9:19
Ping-balik: petunjuk KP proyek jembatan The works of Wiryanto
Dewobroto
Sy kesulitan mencari informasiny, jd sy minta tlng mgkn ad yg bisa bntu..Trims..
august
pada 2 Januari 2009 pukul 14:27 berkata:
sugeng tepang PAK WIR
pak wir, bagus sekali ulasannya. kebetulan saat ini saya ikut bekerja plus belajar di
perusahaan mini bored pile dr jakarta sedangkan lokasi proyeknya di bontang kaltim.
alatnya lebih sederhana dr ulasan pak wir. pasti pak wir sudah tahu. jd tdk pake
crane n heavy equipment lainnya.tp cara, step2nya n tujuannya hampir sama. itu lo
pak ngerjai turap danau utk water treatment PT INDOMINCO.
saya bantu bantu dari nyopir,administrasi ringan, sampe ikut jelepotan lumpur. its
ok. ada tujuannya memang some day pingin punya sendiri he he tau ni kapan
realisasinya tp yg jelas ilmunya hrs punya dulu.masalahnya demand n supply usaha
ini byk supplynya sih.
tp saya bkn enggineer pak wir. jadi prakteknya benar2 harus sy lakukan, belajarnya
ya ini dr pak wir, teman teman dan dr majalah e ini.makasih ya pak wir infonya. dapet
deh tambahan ilmu.
matur nuwun pak..
Eka
pada 15 Februari 2009 pukul 04:29 berkata:
Pak wir, saya mau tanya mengenai pondasi dangkal/pondasi telapak. Begini pak,
bagaiman cara mengatasi pengecorab pondasi telapak/dangkal kalau air tanah
sangat tinggi (kurang lebih 1.5 m)???
untuk jawabannya saya ucapkan terima kasih.
Wirs responds: kalau pondasinya banyak, yang berarti proyek yang
besar maka dapat dilakukan dengan dewatering, memakai
pompa-pompa dengan kapasitas yang dihitung sehingga muka air
tanah dapat diturunkan sehingga tanah menjadi kering. Kadang-
kadang biayanya perlu dibandingkan jika sistem pondasi tersebut
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
45 dari 56 28/04/2014 9:19
diganti dengan sistem pondasi mini-pile yang tidak terpengaruh oleh
kondisi muka air tanah. Bisa-bisa sistem yang terakhir ini lebih ok.
hendra saputra
pada 23 Februari 2009 pukul 07:06 berkata:
kpd bapak wiryanto yth,
saya ingin bertanya , bagaimana dengan pondasi sistem kaison ,tlg sekalian
perhitungan nya yang mudah dimengerti ,
terimkasih,
Edvan Ardianto
pada 19 Maret 2009 pukul 02:41 berkata:
Bapak, TERIMA KASIH banget, saya mendapat banyak informasi pada artikel
bapak. saya mahasiswa sem2 arsitektur unpar, makasi sekali bapak
luhur
pada 19 Maret 2009 pukul 07:20 berkata:
selamat siang pak Wir,
pak wir, saya adalah seorang mahasiswa teknik sipil Undip yang baru saja lulus.
saat ini saya sedang mempelajari program etabs dan safe.apakah pak wir dan
teman2 engineer pny referensi atau tutorial untuk dua program tsb?mohon
bantuannya.
terimakasih banyak
moya
pada 28 Maret 2009 pukul 04:58 berkata:
waahh.. terima kasih pak atas infonya, sangat bagus! sekarang lebih mengerti
prosesnya harus gimana! sukses slalu untuk bapak!
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
46 dari 56 28/04/2014 9:19
Sl AnK Pl urrrrr
pada 28 Maret 2009 pukul 20:55 berkata:
Terimakasih, mungkin dari banyaknya komen dalam blog ini dapat menambah apa
saja yang perlu mahasiswa siapkan untuk bersaing menghadapi lulusan teknisi
khususnya dalam bidang geoteknik.
nani harawati
pada 13 April 2009 pukul 03:34 berkata:
dari hasil pemeriksaan sondir di lapangan diperoleh hasilnya. bagaimana kita
mengetahui bahwa tanah tersebut lunak atau keras dengan melihat hambatan lekat
tanah tersebut? dan apa yang dimaksud dengan hambatan lekat ? mohon
jawabannya. Thanks
syaifulsipi l96
pada 13 April 2009 pukul 14:27 berkata:
Pile foundation calculation :
http://syaifulsipil96.blogspot.com/2009/03/pile-foundation.html
seftyan
pada 14 Mei 2009 pukul 15:24 berkata:
bagus kok gak usah d kritik
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
47 dari 56 28/04/2014 9:19
isa
pada 21 Mei 2009 pukul 05:40 berkata:
Blog yang menarik, pak. Barangkali kita bisa bekerja sama dalam beberapa hal, pak.
Salam,
CSEMBILAN
http://www.geoteknikal.blogspot.com/
sanggul berliana manalu
pada 25 Juni 2009 pukul 05:25 berkata:
siang pwir.
pak, saya mahasiswa politeknik negeri medan.
sekarang saya sedang menyusun laporan tugas akhir tentang metode pelaksanaan
pondasi bore pile pada proyek fly over amplas medan.
saya mau minta metode pelaksanaan pondasi bore pile dengan menggunakan
RCD
please..
thanks b4.
jeremia
pada 12 Oktober 2009 pukul 01:34 berkata:
pakmao tanya pakpada perkerjaan pondasi pasti aja quality control sebelum
perkerjaan, pas perkerjaan, dan sesudah perkerjaan..kira2 apa aja yah??trims
jeremia
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
48 dari 56 28/04/2014 9:19
HARTANTO
pada 6 Desember 2009 pukul 07:58 berkata:
Pak aku mo nanya
1. Gimana cara ngitung kekiatan bor pile nya?
2. Alat yang efisien yang digunakan dalam pekerjaan tiang pancang tu yang jenis
apa,yang jenis hammer atau yang injection?
Hadi
pada 13 Desember 2009 pukul 03:03 berkata:
Pak Wir,
Seeing is believing! bagus dan informatif sekali, teruskan dengan tulisan-tulisan
bersama dengan photo-photonya Pak Wir!
BUDIN
pada 13 Januari 2010 pukul 13:17 berkata:
saya,,minta tolong pak,,,,tata cara perhitungan bore pile,,,untuk menentukan
kedalaman dan menrukan pembesiannya pak
arel
pada 3 Februari 2010 pukul 09:13 berkata:
Dear para engineer,
1. adakah yang mempunyai buku mengenai Pilecap ? mohon di share.
2. Sekalian mau nanya pak wir dan para engineer, mengenai desain pilecap akibat
geser pons, apakah geser pons yang dihitung berdasarkan gaya kolom (support
reaction) dengan luas ukuran pilecap penuh, atau berdasarkan gaya yang ditahan 1
tiang ? misal dengan gaya kolom 100t, dan 1 tiang pancang menahan 25ton (asumsi
faktor efisiensi=1, dan gaya yang bekerja hanya gaya aksial), maka membutuhkan 4
tiang. maka yg dihitung untuk geser pons gaya yang 100t atau apakah 25 ton ?
mohon bimbingannya, terima kasih
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
49 dari 56 28/04/2014 9:19
akhmad basuki
pada 22 Februari 2010 pukul 05:33 berkata:
Salam sejahtera untuk pak Wir, izinkan saya mengajukan pertanyaan-pertanyaan
sebagai berikut:
1. bagaimana cara menghtung pondasi borpile 50 cm
2. bgm menghitung poor pondasi 80x100x310 cm
3. bgm mengitung kolom 60 x 60 cm
4. bgm mengitung balok 60 x 40 cm
5. bgm menghitung plat lantai t=12 cm, 10-50
Terima kasih
kasino
pada 27 September 2011 pukul 15:29 berkata:
Kuliah dulu di teknik sipil mas
yanto
pada 1 April 2010 pukul 12:55 berkata:
syalom mat mlm pak apa perbedaan antara tiang panjang dengan tiang
bor??????????????????Dan bagaimana dengan perhitungannya apakah cara
perhitungannya sama ???????????????
Bagaimana pak???????????????????????
Asri
pada 14 April 2010 pukul 07:58 berkata:
Pak saya lagi buat TA tentang perencanaan dinding penahan tanah(diafragma
wall)!!!tapi data yang ada hanya ada data NSPT, analisa ukuran butir, dan uji geser
langsung hanya satu yaitu kedalaman 24 27 m saja!!!! sekalo mencari nilai sudut
geser bisa ga menggunakan grafik hubungan NSPT dengan sudut geser???trus apa
ada cara lain pak untuk mencari sudut geser???terimakasih sebelumnya!mohon
bantuannya!
asri
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
50 dari 56 28/04/2014 9:19
pada 14 April 2010 pukul 08:00 berkata:
sambugan !!!kalo ada referensi buku dalam bentuk soft copynya boleh di minta pak,
mengenai perencanaan diafrahma wall!!!terimakasih
riki
pada 13 Mei 2010 pukul 04:43 berkata:
posting yang sangat bagus pak.
sangat membantu tugas saya..
saya izin mengunduh artikel ini ya pak..
terima kasih sebelum dan sesudahnya.
martua siagian
pada 15 Mei 2010 pukul 06:23 berkata:
Pak Wir orang bisanya komentar yang sudah ada, itu keahlian yang tidak bisa
dilepas dari sifat manusia.. maju trus trima kasih atas cerita yang sangat
menggungah hati ini.. perlu dicontoh.
putu dedi
pada 26 Mei 2010 pukul 13:30 berkata:
pak,, saya mahasisiwa UNUD saya bingung bagaimana cara menghitung pondasi
bor pile untuk pondasi bor pile tiang tunggal dan kelompok tiang apabila diketahui
data tanah SPT dan diameter pondasi saja. bagaimana cara menghitung tulangan?
dan bagaimana mengetahui pula kekuatan dari pondasi bor pile tersebut? tolong
bantuannya pak. sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih
tiyok
pada 28 Mei 2010 pukul 05:16 berkata:
salam kenal pak wir,
di proyek saya sedang berlangsung pembangunan Loading Conveyor, kebetulan
saya baru masuk di tenggah proses proyek berlangsung, dan dilapangan telah
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
51 dari 56 28/04/2014 9:19
terjadi pemancangan pondasi spun pile uk 35o mm dgn kedalaman 36m dan
pengecoran pile cap tebal 50cm di elevasi -60cm, hal diatas dikerjakan berdasarkan
shop drawing dan perhitungan design strukturnya.
sedangkan Berdasarkan pengawasan pemancangan yang saya amati sendiri,
ternyata belum sampai menyentuh tanah keras, maka saya melakukan soil test lagi.
dan hasilnya ternyata baru di kedalaman -43m terdapat tanah keras.
masalahnya adalah :
1. data soil test yang perencana berikan ternyata tidak sesuai dengan data actual
yang skrg saya lakukan, intinya ada manipulasi data tanah.
2. berdasarkan soil test yang saya lakukan dan saya plotkan dengan perencanaan
ternyata daya dukung tanah tidak memenuhi.(tidak aman).
dan teridentifikasi akan terjadi setlement, di karenakan pd kedalaman -36 m masih
berupa tanah lempung & lanau hitam.
yang mau saya tanyakan bagaimana cara mengatasi setlement tersebut. dan
perkuatan struktur apa yang bisa saya gunakan untuk perbaikan daya dukung tanah
tersebut.
mohon bantuannya !
terima kasih sebelumnya.
Manat Work
pada 8 Juni 2010 pukul 05:11 berkata:
Ikutan nimbrung P.Wir, kebetulan saya pernah bekerja sama dengan Franki Pile.
Pernah suatu ketika dinding lubang bor selalu longsor, kedalaman 15 m & muka air
tanah -6 m.
Prosedurnya harus dilanjutkan pengeboran dengan diisi bentonite, tapi kita coba
dengan mengisi lubang bor hingga penuh supaya tekanan hidrostatis air membantu
menahan dinding lubang bor tidak longsor & ternyata berhasil.
Kami menghemat bentonite 1 trailer untuk 780 titik bor
Blog ini bagus sekali. Sekalian mungkin ditambahkan untuk test PIT & PDAnya,P.Wir
hafidz cayro
pada 20 Juli 2010 pukul 00:46 berkata:
Pak wiryanto, saya ingin menanyakan bagaimana penggunaan bola karet ataupun
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
52 dari 56 28/04/2014 9:19
Ping-balik: KP-nya sampai KUPANG | The works of Wiryanto
Dewobroto
Ping-balik: Proses Pengerjaan Pondasi Tiang Bor (Bored Pile)
Forum OJ T/Magang PT ARUN LNG
Ping-balik: uts kerja praktek di uph | The works of Wiryanto
Dewobroto
Ping-balik: Contoh menulis Laporan KP Teknik Sipil | Oerleebook's
Situs
bola pasta semen yang dimasukkan pada pipa tremi sebelum pengecoran. Dan juga
bagaimanakah cara untuk menghitung produktivitas dari suatu mesin bor, misalnya
Soilmec 416. Terima Kasih
andrew
pada 13 Maret 2011 pukul 21:07 berkata:
pak saya mau bertanya gimana cara menghitung tulangan spiral???
endhik
pada 5 September 2011 pukul 23:15 berkata:
pak saya mau tanya, berapa syarat tulangan spiral untuk pondasi strauss atau
caisson trus diameter berapa saja untuk tulangan spiral???
edy
pada 10 Oktober 2011 pukul 20:55 berkata:
ada yang tau cara pemancangan jaembatan penghubung dermaga?
Nery
pada 26 Oktober 2011 pukul 03:39 berkata:
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
53 dari 56 28/04/2014 9:19
Syallom,
Terima kasih pembagian ilmunya PWiryanto.
Saya merencanakan penanggulangan longsor dgn metode bored pile,
tp sy mendapatkan nilai SF : 0,62 dan Hs:1531,7ton/m (sangat besar) dgn metode
geoslope dan diagramnya sy export ke AutoCad untuk mendptkan Asi (m2) dan ai
(degree). maaf P apakah saya rumus atau metode yg saya pake kurang akurat.
Mohon masukan dan contoh perhitungan bored pile yg sering bpk pake untuk
dijadikan perbandingan hasil.
Terimakasih, God Bless
Deddi Iskandar
pada 14 November 2011 pukul 11:01 berkata:
Dear P. Wiryanto
Saya mau nanya, apakah besi beton bekas bongkaran yang baru berumur sekitar 2
bulan, bisa dipergunakan lagi? Seberapa besar pengurangan mutu nya pak?. Mohon
masukannya ya pak wir.
Terima kasih,
lukman
pada 20 Januari 2012 pukul 14:22 berkata:
thank buat pembahasannya, pelajaran yg bgitu berharga. good luck
Karmi la
pada 17 Februari 2012 pukul 08:05 berkata:
Alat bor yang dignakan ini spertinya pkrjaannya sngat rumit ya.!
Lokhita
pada 15 September 2012 pukul 11:26 berkata:
Selamat siang pak, saya ingin tanya mengenaik metode pengerjaan yg real di
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
54 dari 56 28/04/2014 9:19
lapangan seperti apa? Karena saya mendapat hal yg sangat minim saat kerja
praktek.
Lalu, jarak toleransi maksimum dari patok brp jaraknya? Sehingga tidak
mempengaruhi pembangunannya
Terima kasih pak
Tjatur H.
pada 17 September 2012 pukul 00:30 berkata:
Artikel sudah cukup lama, tetapi msh ada yg beri respon ya. Untuk Lokhita, metoda
bor pile susah dipahami bila berupa uraian tanpa deskripsi gambar. Coba googling
saja, sy pikir cukup banyak uraian tentang bore pile.
indri
pada 11 Oktober 2012 pukul 16:38 berkata:
untuk jenis tiang franky,, ada yang bilang itu merupakan sistem penetrasi cor
ditempat,, klw sistem penggalian seperti tiang bor ini menggunakan metode franky jg
kah ??
barmensimangunsonh
pada 20 Desember 2012 pukul 22:11 berkata:
Kalau bs tau pak, biaya jasa booring itu kira2 brapa per meter dgn diameter 60 8 80?
Dgn kondisi lokasi yg dibor bebatuan? Dan brapa lama waktu yg dibutukan utk 1 titik
dgn kedalaman 10 mtr? Tks
aldo
pada 19 Desember 2013 pukul 04:37 berkata:
-Sebenarnya owner atau MK bukannya ga tau, tp dalam kontrak kontraktor pondasi
dituntut untuk mengembalikan tanah ke level awal sebelum mereka kerja, tentu saja
tanah yg digunakan adalah tanah ex pengeboran. Harusnya ga masalah ya, toh
kontraktor utama pasti akan menggali untuk basement bangunan tersebut.
- Tidak menggunakan spacer adalah sebuah kesalahan.
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
55 dari 56 28/04/2014 9:19
- Untu awalan & akhiran pada spiral tulangan, terkadang kontraktor pondasi tidak
mendapatkan detail standar pekerjaan. sehingga tekukan2 tulangan sering terlewati.
mungkin anggapannya karena hanya pekerjaan pondasi doang
- Pengangkatan tremie pada saat cor, saya setuju dengan pak wir. itu lah yg
dinamakan seni orang proyek. tp ga sembarangan. supervisor sebelumnya sudah
mengetahui berapa tinggi beton yg sudah tercor, berapa tremie yg terpasang saat
cor, & berapa meter tremie yg tertanam dalam beton. jd itu semua sudah
diperhitungkan sebelumnya.
ahmad hai dzi r
pada 2 April 2014 pukul 18:25 berkata:
permisi pak mau nanya nih
kebetulan untuk tugas nih (maklum anak kuliah cieeee)
kalau mau mendesain tiang bor untuk sebuah konstruksi jembatan
namun data tanah yg tersedia hanya ada data tabel NSPT saja tanpa ada kejelasan
tipe-tipe jenis tanah pada tiap lapisannya gmn ya pak? mohon pencerahannya.
terima kasih
pekerjaan tiang bor | The works of Wiryanto Dewobroto http://wiryanto.wordpress.com/2007/11/30/pekerjaan-tiang-bor/
56 dari 56 28/04/2014 9:19