Anda di halaman 1dari 11

Epidemiologi Pendahuluan

Berdasarkan beberapa laporan, penyakit toxoplasmosis tersebar di seluruh dunia,


termasuk Indonesia. Banyaknya keluarga di Indonesia memelihara kucing dan anjing yang
merupakan salah satu risikonya terjadinya penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang berasal
dari berbagai jenis kuman antara lain protozoa, bakteri penyebab disentri dan toxoplasmosis.
Toxoplasmosis telah lama diketahui sebagai penyebab utama kelainan kongenital pada
bayi seperti : toxoplasmosis kongenital, abortus, lahir mati dan prematuritas serta
toxoplasmosis akuasita pada orang dewasa. Akhirakhir ini dilaporkan bahwa in!eksi oleh
kuman T"#$% &Toxoplasmosis, #ubella, $ytomegalo 'irus, %erpes (implex) pada wanita,
yang biasanya menyebabkan in!eksi sub klinis (silent infection), dapat menyebabkan
kemandulan &inter!ilitas)* yaitu berkisar antara +,- wanita in!ertil ternyata terin!eksi oleh
kuman T"#$%.
Toxoplasmosis disebabkan oleh Toxoplasma gondii sebagai penyakit zoonosis yaitu
in!eksi pada manusia dan binatang. Toxoplasma gondii termasuk spesies dari kelas sporozoa
&$occidia), pertama kali ditemukan pada binatang pengerat Ctenodactylus gundii di A!rika
.tara &Tunisia) oleh /icolle dan 0anceaux pada tahun 12,3. Tabun 1243 Toxoplasma gondii
ditemukan pada manusia pertama kali oleh $astellani, 5anku, kemudian oleh Torres, dan
mengklasi!ikasikan parasit tersebut sebagai suatu 6ence!alon6. %ospes de!initi! adalah kucing
dan Filidae, dan hospes perantaranya adalah manusia dan mamalia lainnya serta beberapa
jenis burung.
Toxoplasma gondii dapat timbul di seluruh dunia dan merupakan salah satu in!eksi
parasitik paling utama pada manusia. In!eksi didapat melalui memakan jaringan kista pada
daging yang kurang matang memasaknya , melalui oocyst yang diekresikan oleh kucing, dan
tanah atau air yang terkontaminasi.
(uatu penelitian di /orwegia yang melibatkan 78.29, wanita hamil selama 1224
hingga 1229, memberikan gambaran sebagai berikut : 1,,2- wanita terin!eksi sebelum
kehamilan dan ,,1+- terjangkit in!eksi selama kehamilan. Ini berarti, 1 dari 1, ibu hamil
beresiko mengidap in!eksi Toxoplasma gondii. :etika in!eksi primer timbul selama
kehamilan, Toxoplasma gondii dapat ditransmisikan dari ibu ke !etusnya. In!eksi !etus dapat
menyebabkan lesi in!lamasi pada otak, retina, dan koroid yang dapat berkembang menjadi
kerusakan sara! permanen atau kerusakan penglihatan. ;alaupun jarang namun in!eksi !etus
juga dapat menyebabkan kematian. <iagnosis in!eksi protozoa ini dilakukan dengan
mendapatkan antibody Ig0 dan Ig= anti Toxoplasma gondii dalam tes serologi. (ebagai
parasit, Toxoplasma gondii ditemukan dalam segala macam sel jaringan tubuh kecuali sel
darah merah. Tetapi pada umumnya parasit ini ditemukan dalam sel retikuloendotelial dan
system sara! pusat.
Toksoplasmosis adalah penyakit yang dapat menyerang manusia, yang dapat menjadi
berat pada pasien imunokompromise, seperti penderita AI<( yang memiliki risiko lebih besar
untuk mengalami cerebral toxoplasmosis, encephalitis, disseminate toksoplasmosis, gold
standarnya adalah pemerikasaan serologi dan pemeriksaan >$# dan biopsi, cerebral
toksoplasmosis ditandai dengan peradangan pada selaput meinges, pada pemeriksaan ?$(
didapatkan adanyan keadaan pleositosis.
Etiologi
Toxoplasma gondii adalah anggota dari !amili Apicomplexa, oosit parasit ini
didapatkan pada !eses kucing. (etelah 4 sampai 7 hari, oosit dapat terinhalasi atau melalui
jalur !ekal oral. Takizoid meni,mbulkan respon imun yang masih relati'e rendah, bradizoit
dapat bermigrasi menuju sel otak dan otot, bradizoit terlindung dari respon imun %ost.
T.gondii pada manusia dapat menjadi dorman dan menjadi penyakit kronik
Patogenesis
Toxoplasma gondii berkembang dari takizoid kemudian secara perlahanlahan
menjadi bradizoit. <engan pemeriksaaan mikroskop electron dan microarray @ 9,9,, dapat
diidenti!ikasi bahwa c</As dari Toxoplasma gondii memiliki @A,, genes, dalam perubahan
menjadi bradizoit, membutuhkan banyak ekspresi gen. (eperti protein permukaan putati'e
& a(A=1related protein, B(#9, $(T1, (A=4$B<, (A=9A,SRS9 dan mucin), enzim yang
ber!ungsi untuk metabolisme T. gondii &methionine aminopeptidase, pyru'ate kinase, lactate
dehydrogenase, oligopeptidase, aminotrans!erase, and glucoseAphosphate dehydrogenase
homologues dan protein stress BA= 1B8) dan beberaba unit gen yang mengkode
pembentukan organelorganel protein &0I$1, #">1, #">4, #">9, =#A1, =#A8, and
=#A3). 0olekul permukaan putati'e a (A= 1 hanya dimiliki saat stadium bradizoit.
SAG2C! and "SR# merupakan gen spesi!ik khas untuk bradizoit.mucin sangat berperan
untuk in'asi ke sel host, 0ethionine aminopeptidase &0A>) ber!ungsi sebagai regulasi
protein dengan membelah ujung amino methionine oligopeptidase memodi!ikasi metabolisme
enzim lactulosa. >enurunan ekspresi =A>= pada bradizoit ber!ungsi untuk metabolisme
gula, karbohidrat. =A>< merupakan enzim yang memulai metabolisme pentosa pospat dan
penurunan. >enurunan pada akti'itas glikolitik akan menimbulkan kenaikan piru'at kinase
dan lactate dehidrogenase pada bradizoit.
=ambaran pendeteksian ekspresi gen
Bradizoit c</A mengekspresikan molekul C(T, untuk berubah menjadi Takizoid.
Takizoid mengekspresikan /T>ase takizoid. Tetapi secara detail untuk proses di!erensiasi
dari bradizoit menjadi takizoid secara detail belum diketahui. >ada saat bradizoit mulai
tumbuh terdapat ekspresi gen yang telah ditranskripsi R$%&, R$%2, R$%#, GRA&, GRA',
GRA(, and )*C&. A glucoseAphosphate dehydrogenase &G+%!), tetapi gen apa yang
memicunya, belum diketahui.
<ari penelitian dikatahui bahwa8D and 7D #A$C &rapid ampli!ication o! c</A ends)
pada bradizoit c</A dengan primer yang terkode oleh C(T
Toxoplasma gondii, dapat menyebabkan kelainan in!eksi letal yang berkembang pada
janin, menyebabkan chorioretinitis, T. gondii menyebabkan penyakit kronik yang dapat
bertahan sepanjang hayat, tetapi hingga saat ini belum dapat diproduksi 'aksin anti
toksoplasmosis. T. gondii menyebabkan respon imun IE/ meningkat,dan keadaan terin!eksi
toksoplasma dapat menginduksi seseorang terkena helicobacter pylori secara mudah
In!eksi Toxoplasma gondii pada pasien imunokompetean secara normal akan
menimbulkan respon type 1 Tcell

&Th1), dengan ekspresi &IE/) yang meningkat, T cells
diperkirakan memiliki peran pada respon tubuh terhadap kuman T. =ondii yang dorman.
>ada pemeriksaan $ytometric telah diketahui bahwa jumlah Tsell terbanyak terdapat pada
aFueous humor saat in!lamasi dibandingkan di darah peri!er
Siklus Hidup Toxoplasma Gondii
%ospes de!initi! Toxoplasma gondii adalah kucing atau binatang sejenisnya &Eelidae).
<alam tubuh kucing &sel epitel usus kecil kucing) berlangsung daur aseksual &skizogoni) dan
daur seksual &gametogoni). <aur seksual tersebut menghasilkan ookista yang selanjutnya
dikeluarkan bersama tinja kucing. Bila ookista ini tertelan oleh manusia, tikus, burung, atau
mamalia lain, maka pada berbagai jaringan hospes perantara ini dibentuk kelompok
kelompok tro!ozoit. 0amalia tersebut di sini berperan sebagai hospes perantara, sementara
pada manusia dapat sekaligus sebagai penderita toxoplasmosis akibat konsumsi makanan
yang terkontaminasi Toxoplasma gondii atau konsumsi daging mamalia yang telah terin!eksi
Toxoplasma gondii. Tro!ozoittro!ozoit yang membelah secara akti! akan disebut sebagai
takizoit. :ecepatan takizoit membelah akan makin berkurang dan terbentuklah kista yang
mengandung bradizoit. >ada masa ini, manusia yang terin!eksi akan masuk masa in!eksi laten
&menahun). Apabila kucing sebagai hospes de!initi! makan hospes perantara yang terin!eksi
&misalnya burung atau tikus), maka terbentuk lagi berbagai stadium seksual di dalam sel
epitel usus kecilnya. <emikian seterusnya siklus Toxoplasma gondii ini akan berulang seperti
yang telah dijelaskan sebelumnya.
Berikut ini adalah siklus hidup Toxoplasma gondii yang digambarkan dalam bentuk
bagan sehingga lebih mudah dipahami :
Masa Inkubasi
>ada manusia masa inkubasi Toxoplasma gondii adalah 1,47 hari setelah
mengkonsumsi daging yang terkontaminasi dan 84, hari setelah terpapar kucing yang
terin!eksi.
Gejala Klinik
KUCING (HOSPES
DEFINIF)
Di usus kucing terjadi
daur seksual
(gametgni) dan
aseksual (ski!gni)
Daur seksual
meng"asilkan kista
dan s#rgni $g
keluar %ersama tinja
kucing
&IKUS ' ()()*I)
*)IN (HOSPES
PE+)N&)+))
()NUSI)
(HOSPES
PE+)N&)+))
&r,!it
&aki!it
Kista $g
mengandung
%radi!it (kista
jaringan)
T. Gondii dapat menyerang semua organ dan jaringan tubuh kecuali sel darah merah
&tidak berinti). :erusakan yang terjadi pada jaringan tubuh tergantu pada :
1. .mur
4. Girulensi strain toxoplasma
7. Humlah parasit
9. "rgan yang diserang
>ada orang yang tidak memiliki gangguan imunitas dan tidak hamil, in!eksi T. Gondii
akan memberikan gambaran asimptomatik. :irakira 1,4,- pasien berkembang menjadi
lim!adenitis, gejala seperti !lu yaitu demam, malaise, mialgia, sakit kepala, radang tenggorok,
lim!adenopati, dan ruam kulit. >ada beberapa kasus penyakit ini dapat menyerupai
mononukleosis in!eksiosa. =ejala penyakit ini dapat berubah mesikipun tanpa terapi dalam
minggu samapai bulan tetapi pada beberapa kasus perubahan ini dapat terjadi dalam waktu
yang lama yaitu tahunan.gejala yang berat seperti miositis, miokarditis, pneumonitis, dan
tanda neurologi yaitu paralisis !asial, gangguan re!lek, hemiplegia, dan koma dapat mungkin
terjadi tetapi kasusnya jarang. =ambaran toxoplasmosis okular unilateral dengan u'eitis
dapat terlihat pada orang dewasa dan dewasa muda. >ada indeksi akut di retina ditemukan
reaksi peradangan !okal dengan edema dan in!iltrasi leukosit yang dapat menyebabkan
kerusakan total dan pada proses penyembuhan menjadi parut dengan atro!i retina dan koroid
disertai pigmentasi. (indrom ini biasanya merupakan mani!estasi dari in!eksi kongenital yang
asimptomatik atau reakti'asi in!eksi laten.
In!eksi dapatan selama hamil dapat menimbulkan toxoplasmosis kongenital pada
janin. =ejalanya terjadi karena adanya in!eksi pada saat perkembangan otak dan retina. Berat
in!eksi tergantung pada umur janin pada saat terjadi in!eksi, makin muda usia janin saat
terin!eksi maka makin berat kerusakannya. (ebaliknya makin muda usia kehamilan saat
terjadi in!eksi primer pada ibunya maka makin kecil presentase janin yang terin!eksi. Triade
klasik toxoplasmosis adalah hidrose!alus, retinokoroiditis, dan perkapuran intrakranial,
sedangkan tetrade sabin adalah gejala triade ditambah kelaianan psikomotor. =ambaran dari
penyakit mata pada in!eksi toxoplasmosis adalah gangguan bilateral, korioretinitis dengan
strabismus, nistagmus, dan mikro!talmia. %idrose!alus terjadi karena penyumbatan
aFuaduktus syil'ii oleh ependimitis. Hanin yang terin!eksi pada trimester akhir akan bergejala
demam, ruam kulit, hepatomegali, splenomegali, pneumonia, atau in!eksi umum lain. Hanin
yang lahir prematur memiliki gejala klinis yang lebih berat daripada yang cukup bulan, dapat
disertai hepatosplenomgelai, ikterus, leim!adenopati, dan kelainan ((> serta lesi mata. Hanin
yang terin!eksi sebagian besar asimptomatik pada saat lahir yang selanjutnya akan berlanjut
menjadi gangguan penglihatan, dan membahayakan hidupnya jika terlambat diterapi. In!eksi
pada trimester pertama dapat mengakibtkan aborsi.
In!eksi toxoplasmosis pada penderita imunosupresan biasanya berat. =ejala umumnya
adalah penyakit neurologi, terutama pada in!eksi reakti'asi.ense!alitis dengan gejala sakit
kepala, disorientasi, hemiparesis, perubahan re!lek, kon'ulsi, dan drowsiness dapat
menimbulkan koma dan kematian. /ekrosis yang terjadi karena multiplikasi parasit dapat
meneybabkan abses pada jaringan sara!. (elain itu juga dapat terjadi miokarditis dan
pneumonitis.
Diagnosis
<iagnosis toxoplasmosis dapat dilakukan secara obser'asi langsung pada ada
tidaknya parasit di dalam jaringan, termasuk pada biopsi lim!onodi dan bilasan
bronkoal'eolar. (elain itu imunohistokima dan mikroskop elektron dapat juga digunakan.
>$# dapat membantu teruatama untuk mendeteksi in!eksi kongenital di uterus. T. Gondii
juga dapat diisolasi dari otot, otak, darah atau cairan tubuh lain menggunakan kultur sel atau
inokulasi. 0etode tomogra!i sering digunakan untuk mendiagnosis toxoplasmosis serebral
sedangkan .(= digunakan untuk janin. =ambaran $T scan dan 0#I untuk kasus ini adalah
lesi tunggal atau multipel dengan predileksi pada ganglion basal dan perbatasan substansi
abuabu dan putih.
$ara diagnosis yang paling sering adalah tes serologi. Tes serologi yang paling sering
adalah IEA dan C?I(A. Tes serologi yang lain adalah (abin Eeldman, indirek hemaglutinasi,
lateks aglutinasi, modi!ikasi aglutinasi, dan !ikasasi komplement.
>ada penelitian epidemiologi, cara yang sering digunakan adalah toxoplasmin skin
test. Tes Ig0 digunakan untuk mengetahui kapan waktu in!eksi, misalnya pada wanita hamil.
Ig0 dapat ditemukan setelah 13 bulan pasca in!eksi akut dan !alse positi! biasanya terjadi.
>ada reakti'asi in!eksi laten tampak adanya antibodi Ig= dari in!eksi lampau.
Pengobatan
"batobat yang dipakai saat ini hanya membunuh bentuk takizoit T. gondii dan tidak
membasmi bentuk kistanya, sehingga obatobat ini dapat memberantas in!eksi akut, tetapi
tidak dapat menghilangkan in!eksi menahun yang dapat menjadi akti! kembali.
>irimetamin dan sul!onamid dapat bekerja secara sinergis, maka dipakai sebagai
kombinasi selama 7 minggu atau sebulan. >irimetamin dapat menekan hemopoesis dan dapat
menyebabkan trombositopenia dan leukopenia. .ntuk mencegah e!ek samping ini, dapat
ditambahkan asam !olinik atau ragi. >irimetamin bersi!at teratogenik, maka obat ini tidak
dianjurkan untuk wanita hamil.
>irimetamin diberikan dengan dosis 8, mg I +8 mg sehari untuk dewasa selama 7
hari dan kemudian dikurangi menjadi 48 mg sehari &,,8 I 1 mgB:gBBJhari) selama beberapa
minggu pada penyakit berat. :arena hal! li!rnya adalah 98 hari, pirimetamin dapat diberikan
4 hari sekali atau 7 I 9 hari sekali. Asam !olinik diberikan 4 I 9 mg sehari atau dapat
diberikan ragi roti 8 I 1, mg sehari, 4 kali seminggu.
(ul!onamide dapat menyebabkan trombositopenia dan hematuria, diberikan dengan
dosis 8, I 1,, mgB:gBBBhari selama beberapa minggu atau bulan.
(piromicin adalah antibiotika macrolide, yang tidak menembus plasenta, tetapi
ditemukan dengan konsentrasi tinggi di plasenta. (piramicin diberikan dengan dosis 1,,
mgB:gBBJhari selama 7, I 98 hari. "bat ini dapat diberikan pada wanita hamil yang
mendapat in!eksi primer, sebagai obat pro!ilaktik untuk mencegah transmisi T. gondii ke
janin dalam kandungannya.
:lindamisin e!ekti! untuk pengobatan toxoplasmosis, tapi dapat menyebabkan colitis
pseudomembranosa atau colitis ulcerati'e, maka tidak dianjurkan untuk pengobatan rutin
pada bayi dan wanita hamil. :ortikosteroid digunakan untuk mengurangi peradangan pada
mata, tetai tidak dapat digunakan sebagai obat tunggal.
"bat macrolide lain yang e!ekti! terhadap T. gondii adalah klaritromisin dan
azitromisin yang diberikan bersama pirimetamin pada penderita AI<( dengan ense!alitis
toxoplasmik. "bat yang baru adalah hidroksina!tokuinon &ato'aFuoene) yang bila
dikombinasi dengan sul!adiazine atau obat lain yang akti! terhadap T. gondii, dapat
membunuh kista jaringan pada mencit. Tapi hasl penelitian pada manusia masih ditunggu.
Toksoplasmosis yang akuisita yang asimptomatik tidak perlu diberi pengobatan.
(eorang ibu yang hamil dengan in!eksi primer harus diberikan pengobatan selama sedikitnya
1 tahun. >enderita imunokompromais &AI<(, keganasan) yang terjangkit toksoplasmosis akut
harus diberi pengobatan.
Pencegahan
.ntuk terhindar dari penyakit toxoplasma memelihara kesehatan tubuh dan
kebersihan lingkungan dengan baik. %idup sehat dan selalu berbahagia, jauh dari stress dan
tekanan serta selalu mengkonsumsi makanan dan minuman yang telah dicuci atau yang telah
dimasak dengan benar. Apabila memelihara kucing dirumah, sebaiknya juga memberi
makanan serta minuman yang telah dimasak. Hangan biarkan kucing berburu tikus atau
burung liar. (elalu menjaga kebersihan dan kesehatannya. .sahakan menyediakan tempat
khusus bagi kucing yaitu kotak berisi pasir kering untuk membuang kotoran dan air
kencingnya. (etiap dua hari sekali tempat tersebut diganti atau dibuang tapi sebelumnya
harus disiram dengan air panas atau dibersihkan dengan disen!ektan dengan tujuan
membunuh telur toxoplasma.
%al yang sangat penting ditekankan bahwa tidak semua kucing berpotensi menularkan
toxoplasma, tapi hanya kucing atau hewan lain yang menderita toxoplasma yang menjadi
sumber penyakit. Bergaul, memelihara dan memiliki kucing yang sehat tidak akan
menyebabkan sakit dan kemandulan.
Kesimpulan
1. Toxoplasmosis disebabkan oleh Toxoplasma gondii sebagai penyakit zoonosis yaitu
in!eksi pada manusia dan binatang. (tadium in!ekti! dari toxoplasma adalah ookista.
0anusia akan tertular melalui konsumsi daging yang mengandung ookista, dengan masa
inkubasi 1,47 hari setelah mengonsumsi daging yang terkontaminasi K 84, hari setelah
terpapar kucing yang terin!eksi.
4. (alah satu resiko terjadinya toxoplasmosis adalah kucing K anjing, sebagai hewan
peliharaan. :ucing merupakan hospes de!initi! dan manusia serta mamalia lainnya
sebagai hospes perantara.
7. :erusakan yang terjadi pada jaringan tubuh tergantung pada umur, 'irulensi strain
toxoplasma, jumlah parasit, organ yang diserang.
9. Toxoplasmosis dapat terjadi pada pria dan wanita. Hika imunitasnya baik, gejala tidak
timbul. /amun jika imunitasnya turun akan menimbulkan gejala dari yang ringan
&demam, malaise, mialgia, sakit kepala, radang tenggorok) sampai berat &miokarditis,
pneumonitis) dan tanda neurologi &paralisis !asial, gangguan re!lek, koma) yang kasusnya
jarang terjadi.
8. In!eksi akuisita selama hamil dapat menimbulkan toxoplasmosis kongenital pada janin.
=ejala terjadi karena adanya in!eksi pada saat perkembangan otak dan retina. Berat
in!eksi tergantung pada umur janin pada saat terjadi in!eksi. 0akin muda usai kehamilan
yang terin!eksi toxoplasmosis, makin berat kerusakannya.
A. <iagnosis toxoplasmosis dapat dilakukan secara obser'asi langsung pada keberadaan
parasit di dalam jaringan, termasuk pada biopsi lim!onodi dan bilasan bronkoal'eolar.
>ada penelitian epidemiologi cara yang sering digunakan adalah toxoplasmin skin test.
Tes Ig0 digunakan untuk mengetahui kapan waktu in!eksi. >ada reakti'asi in!eksi laten
tampak adanya antibodi Ig= dari in!eksi lampau.
+. "batobat yang dipakai saat ini hanya membunuh bentuk takizoit T. gondii dan tidak
membasmi bentuk kistanya. (ehingga obatobat ini dapat memberantas in!eksi akut,
tetapi tidak dapat menghilangkan in!eksi menahun yang dapat menjadi akti! kembali.
3. .ntuk terhindar dari toxoplasmosis, perlu memelihara kesehatan tubuh dan kebersihan
lingkungan dengan baik. :onsumsi makanminuman harus dicuci atau dimasak dengan
benar. Apabila memelihara kucing di rumah, beri makanan serta minuman yang telah
dimasak dan bersih. 0enyediakan tempat khusus bagi kucing untuk membuang kotoran
dan air kencingnya. (ecara rutin tiap dua hari sekali dilakukan penggantian tempat buang
air. >iring tempat makan kucing hendaknya disiram dulu dengan air panas atau
dibersihkan dengan disen!ektan dengan tujuan membunuh telur toxoplasma.
Referensi
&. (riasi =andahusada. 4,,9. %a,asitologi -edo.te,an. Hakarta : C=$, hlm 1821A,.
2. (risasi =andahusada. 4,,A. Toxoplasma gondii. >arasitologi :edokteran, Cdisi 7.
Hakarta : >enerbit E:.I,
/. >elloux %. 0ay 19, 4,,9. Toxoplasmosis in t0e immunocomp,omised 0ost1
epidemiology and diagnosis. Curopean (ociety o! $linical 0icrobiology and In!ection
<isease.
#. 0ichael <. $leary, .pinder (ingh,
L
Ira H. Blader, Heremy ?. Brewer, and Hohn $.
Boothroyd. Hune 17, 4,,4. Toxoplasma gondii Asexual <e'elopment: Identi!ication
o! <e'elopmentally #egulated =enes and <istinct >atterns o! =ene Cxpression.
2u.a,yot Cell. American (ociety !or 0icrobiology , pp : 742I79,.
'. 0ichael C. =rigg, >h.<. /o'ember 4,, 4,,+. T0e Food and 3ate,45o,ne %a,asite.
/ational Institute o! Alergy and In!ectious <isease.
+. Cric H. Eeron, Gincent /. A. :laren, Cddy A. ;ierenga, =eorges 0. =. 0. Gerjans,
and Aize :ijlstra. 4,,1. In'estigati'e "phthalmology and Gisual (cience 'ol. 94, pp :
74437474.
6. $handrasekharam /. /agineni, Barbara <etrick, and Hohn H. %ooks. Han, 4,,,.
Toxoplasma gondii *nfection *nduces Gene 2xp,ession and Sec,etion of *nte,leu.in4&
(*74&), *74+, G,anulocyte4)ac,op0age Colony4Stimulating Facto,, and *nte,cellula,
Ad0esion )olecule & 5y 8uman Retinal %igment 2pit0elial Cells. American (ociety
!or 0icrobiology, pp : 9,+I91,.
(. Calin Stic-. (ark /"ar$. )rlin 01 +gers. Frederick S1 *ee. Kristine
Kluce-sek. Hanc"en *i. 2un Cai. +e!a Sa3ari. 4"ngming Ge. Imtia! )1
K"an. Crescent Cm%e. )ndre5 *uster. 6ames G1 F7. and 6ean(arie
Hug"tn1 899:1 Co-infection Modulates Infammatory Responses and
Clinical Outcome of Helicobacter felis and Toxoplasma gondii Infections1
&"e )merican )ssciatin , Immunlgists. Inc1. ## ; <<<9=<<<>1