Anda di halaman 1dari 43

METODE VALUASI EKONOMI

SUMBERDAYA LAHAN PERTANIAN


diabstraksikan dan dirangkum oleh:
Prof Dr Ir Soemarno MS
Bahan kajian untuk MK. Ekonomi Sumberdaya Alam
PDIP PPS P!B "#$#
Pendahuluan
Perubahan dalam penggunaan dan pengelolaan lahan
berlangsung sangat dinamis sejalan dengan pertumbuhan jumlah
penduduk dan kebutuhan masyarakat. Pengelolaan lahan pertanian
lebih banyak didorong oleh orientasi ekonomi yang mementingkan
keuntungan jangka pendek tanpa memperhitungkan manfaat yang
hilang atau kerugian yang mungkin terjadi akibat berkurang atau
hilangnya fungsi lingkungan lahan pertanian. Perubahan dalam
penggunaan dan pengelolaan lahan mencerminkan aktivitas yang
dinamis dari masyarakat sehingga semakin cepat dinamika tersebut
berlangsung, semakin cepat pula perubahan dalam penggunaan dan
pengelolaan lahan (Sandy, 1992. !al ini berarti bah"a pola
penggunaan dan pengelolaan lahan di suatu daerah dapat
menggambarkan kehidupan ekonomi dari suatu daerah yang
bersangkutan dan sekaligus dapat digunakan sebagai indikator
perubahan kualitas lahan.
#ualitas penggunaan dan pengelolaan lahan pada suatu
"ilayah sangat bergantung pada keterbatasan dan kombinasi faktor
biofisik dan sosial ekonomi dari "ilayah tersebut. $alam pengelolaan
sumberdaya lahan, khususnya lahan sa"ah disesuaikan dengan
kemampuan daya dukung lahan untuk menghindari kerusakan kualitas
lahan.
%ntuk memenuhi tuntutan kebutuhan pangan masyarakat, maka
perubahan penggunaan dan pengelolaan lahan pada dekade terakhir
ini berlangsung sangat cepat. Perubahan tersebut berdampak pada
penurunan kualitas lingkungan. &amun perubahan tersebut juga
berdampak pada perubahan manfaat yang dapat diperoleh baik
perseorangan maupun kelompok masyarakat. 'anfaat yang dapat
diperoleh dari barang dan jasa lingkungan menjadi terbatas karena
adanya keterbatasan dalam nilai barang dan jasa lingkungan ((onieu)
dan *offe, 199+. #ondisi tersebut menyebabkan fungsi lingkungan
yang dihasilkan dari kegiatan sistem pertanian tidak dihitung atau
diabaikan dalam pengambilan kebijakan.
1
1
#ebijakan pengelolaan lahan, termasuk lahan sa"ah lebih
menekankan aspek pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan pangan
untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. #ondisi tersebut berdampak
buruk terhadap kelestarian lahan sa"ah. *ejala kejenuhan aplikasi
teknologi produksi padi mulai terlihat sejak beberapa tahun terakhir,
yang diindikasikan dengan penurunan produktivitas lahan sa"ah
intensif di daerah,daerah sentra produksi padi. Penelitian (P-P
Sula"esi Selatan (2..2, menunjukkan bah"a dalam jangka panjang
monokultur padi secara intensif dan terus menerus mengakibatkan
degradasi kesuburan tanah sehingga menurunkan produktivitas lahan
sa"ah. #ondisi tanah pada sentra produksi padi di Sula"esi Selatan
menunjukkan kandungan bahan organik tanah sebagian besar
tergolong rendah. 'enurut (P-P, Sula"esi Selatan (2../, kadar 0,
organik tanah di beberapa daerah sentra produksi padi (seperti1
#abupaten Sidrap, (one, Soppeng, dan 2ajo tergolong rendah
(324. Sedangkan dalam kondisi normal kandungan bahan organik
sekitar 54,/4 ($eptan, 2..6. #erusakan lingkungan produksi akibat
praktek intensifikasi pada lahan sa"ah perlu mendapat perhatian
serius, agar produktivitas lahan dapat dipertahankan bahkan
ditingkatkan.
%paya pemanfaatan dan pengelolaan lahan sa"ah untuk tujuan
pertumbuhan ekonomi dan ketersediaan pangan sering terkesan
kontradiktif dengan upaya pelestarian sumberdaya alam, khususnya
lahan sa"ah. 'enurut 7akin (199+, pemanfaatan dan pengelolaan
lahan untuk kepentingan ekonomi seharusnya dilakukan tanpa
merusak lingkungan, atau setidaknya diupayakan agar keseimbangan
antara kedua komponen tersebut dapat mendekati kondisi ideal.
Penggunaan dan pengelolaan lahan yang ideal untuk setiap unit lahan
ialah pada satu sisi aspek ekonomi terpenuhi, namun pada sisi lain
fungsi ekologi lahan masih dapat dipertahankan.
#eseimbangan antara kondisi ekologi dan ekonomi dalam
pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan dapat dicapai dengan
menerapkan aspek ekonomi sebagai instrument yang mengatur
alokasi sumberdaya alam secara rasional (Steer, 1998. #ebijakan
dalam penggunaan dan pengelolaan lahan akan menjadi lebih efisien,
efektif dan lestari jika diketahui nilai lahan tersebut dalam satuan
moneter, baik nilai produksi barang dan jasa maupun nilai lingkungan
yang dihasilkan. Selain itu kebijakan untuk mengurangi suatu dampak
lingkungan akan dipengaruhi oleh perhitungan biaya yang harus
dikeluarkan untuk mengurangi atau memperbaiki dampak lingkungan
dan manfaat yang akan diperoleh kemudian (Spash, 199+1 Serafi,
199+.
-indakan menilai atau menghitung manfaat lingkungan dan
dampaknya kepada masyarakat secara ekonomi tidak dapat dilakukan
2
2
dengan sekedar menyatakan secara relatif bah"a nilainya sangat kecil
atau sangat besar. Perhitungan dan atau penilaian manfaat barang
dan jasa lingkungan harus dinilai secara finansial ((arbier, 199/.
'asalah yang muncul dalam penggunaan dan pengelolaan lahan,
termasuk lahan sa"ah dan lahan kering adalah adanya output
lingkungan yang tidak mempunyai nilai pasar langsung atau belum
dinyatakan secara jelas seberapa besar nilai ekonominya. #ondisi ini
disebut eksternalitas, sebab manfaat pengelolaan lingkungan dan
dampak yang ditimbulkan berada di luar sistem.
9plikasi ilmu ekonomi ke dalam pengambilan kebijakan
pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, termasuk pengelolaan
lahan sa"ah memiliki kompleksitas permasalahan yang tinggi.
%tamanya permasalahan dalam mengintegrasikan dan
mengkuantifikasi manfaat dan dampak yang ditimbulkan serta dalam
menilai hubungan sebab akibatnya.
:aluasi ekonomi terhadap manfaat dan dampak yang
ditimbulkan dari pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan sangat
diperlukan bagi pengambilan kebijakan dan analisis ekonomi suatu
aktivitas pertanian. $alam valuasi ekonomi sumberberdaya alam dan
lingkungan, manfaat dan dampak faktor yang perlu diperhatikan
adalah determinasi manfaat dan dampak fisik dan valuasinya dalam
aspek moneter. Penilaian manfaat dan dampak secara moneter harus
berdasarkan pada penilaian yang tepat akan manfaat dan dampak fisik
dan keterkaitannya, karena dampak yang ditimbulkan mengakibatkan
perubahan produktivitas maupun perubahan kualitas lingkungan. Para
ahli ekonomi telah mengembangkan metode valuasi untuk mengukur
nilai dari pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan, terutama
untuk barang dan jasa yang tidak memiliki nilai pasar. Penilaian ini
dapat dilakukan dengan berbagai metode dan pendekatan (*rigalunas
dan 0onger, 199/1 ;reeman <<<, 2..5.
&ilai barang dan jasa lingkungan dapat dikategorikan menjadi (i
nilai yang digunakan (use value dan (ii nilai yang tidak
digunakan=nilai yang terkandung di dalamnya=nilai intrinsik (non-use
value (Pearce dan -urner. 19911 Pearce dan 'oran. 199>. Option
value didasarkan pada penilaian berapa besar kesediaan seseorang
individu untuk membayar (willingness to pay dan atau berapa besar
seseorang bersedia menerima ganti rugi (willingness to accept dari
suatu pilihan melindungi lingkungan. &ilai intrinsik tidak diperoleh dari
komoditi tersebut, tetapi bebas dari penggunaan dan fungsi yang
mungkin terkait dengan komoditas lain, misalnya komoditi yang terkait
dengan alam dan lingkungan (;reeman <<<, 2..5. &ilai yang diminta
(bequest value didasarkan pada pemahaman individu akan manfaat
suatu sumberdaya di masa depan. Sedangkan nilai eksistensi
3
3
(existence value didasarkan pada pemahaman akan
keberadaan=eksistensi sumberdaya tersebut.
Konsep Valuasi Ekonomi.
Sumberdaya alam merupakan bagian dari ekosistem, yaitu
lingkungan tempat berlangsungnya reaksi timbal balik antara makhluk
hidup dengan faktor,faktor alam. ?leh karena itu, pemanfaatan
sumberdaya alam pada hakekatnya melakukan perubahan,perubahan
di dalam ekosistem, sehingga perencanaan penggunaan sumberdaya
alam dalam rangka proses pembangunan tidak dapat ditinjau secara
terpisah, melainkan senantiasa dilakukan dalam hubungannya dengan
ekosistem yang mendukungnya.
Sumberdaya alam selain menghasilkan barang dan jasa yang
dapat dikonsumsi, juga menghasilkan jasa,jasa lingkungan yang
memberikan manfaat lain, misalnya manfaat keindahan, rekreasi.
'engingat pentingnya manfaat dari sumberdaya alam tersebut, maka
manfaat tersebut perlu dinilai. 'isalnya nilai lahan sa"ah sebagai
sumber air tanah yang dibutuhkan oleh petani dan masyarakat di
sekitarnya. ?leh karena itu menurut ;au@i (2..> output yang
dihasilkan dari pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan berupa
barang dan jasa, perlu diberi nilai=harga (price tag.
#onsep dasar valuasi merujuk pada kontribusi suatu komoditas
untuk mencapai tujuan tertentu. $alam konteks ekologi, sebuah gen
bernilai tinggi apabila mampu berkontribusi terhadap tingkat survival
dari individu yang memiliki gen tersebut. $alam pandangan ecological
economics, nilai (value tidak hanya untuk maksimalisasi
kesejahteraan individu tetapi juga terkait dengan keberlanjutan ekologi
dan keadilan distribusi (0onstan@a dan ;olke, 199+1 (ishop, 199+1
0onstan@a. 2..1.
:aluasi ekonomi merupakan upaya untuk memberikan nilai
kuantitatif terhadap barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumberdaya
alam dan lingkungan, baik atas dasar nilai pasar (market value
maupun nilai non,pasar (non market value. :aluasi ekonomi
sumberdaya merupakan suatu alat ekonomi (economic tool yang
menggunakan teknik penilaian tertentu untuk mengestimasi nilai uang
dari barang dan jasa yang dihasilkan oleh sumberdaya alam dan
lingkungan. Pemahaman tentang konsep valuasi ekonomi
memungkinkan para pengambil kebijakan dapat menentukan
penggunaan sumberdaya alam dan lingkungan yang efektif dan
efisien. !al ini disebabkan aplikasi valuasi ekonomi menunjukkan
hubungan antara konservasi S$9 dengan pembangunan ekonomi.
?leh karena itu, valuasi ekonomi dapat dijadikan alat yang penting
dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan
dan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan.
4
4
'enurut panduan valuasi ekonomi sumberdaya alam dan
lingkungan (#&A!, 2..+ adalah pengenaan nilai moneter terhadap
sebagian atau seluruh potensi sumberdaya alam sesuai dengan tujuan
pemanfaatannya. :aluasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan
yang dimaksud adalah nilai ekonomi total (total net value, nilai
pemulihan kerusakan=pencemaran serta pencegahan
pencemaran=kerusakan.
(ermacam,macam teknik yang dapat digunakan untuk
mengkuantifikasi konsep nilai. &amun konsep dasar dalam penilaian
ekonomi yang mendasari semua teknik adalah kesediaan untuk
membayar dari individu untuk jasa,jasa lingkungan atau sumberdaya
('unasinghe, 1995.
'enurut Pearce dan -urner (1991 menilai jasa,jasa lingkungan
pada dasarnya dinilai berdasarkan Bwillingness to pay (WTP dan
Bwillingnes to accept (WTA) Willingness to pay dapat diartikan sebagai
berapa besar orang mau membayar untuk memperbaiki lingkungan
yang rusak (kesediaan konsumen untuk membayar, sedangkan
willingness to accept adalah berapa besar orang mau dibayar untuk
mencegah kerusakan lingkungan (kesediaan produsen menerima
kompensasi dengan adanya kemunduran kualitas lingkungan.
#esediaan membayar atau kesediaan menerima merefleksikan
preferensi individu, kesediaan membayar dan kesediaan menerima
adalah parameter dalam penilaian ekonomi (Pearce dan 'oran, 199>.
Pada *ambar 1 berikut menjelaskan tentang willingness to pay dan
willingness to accept dapat dijelaskan pada gambar berikut (Pearce
dan -urner, 1991.
*ambar 1 menunjukkan bah"a jika tingkat kerusakan kualitas
lahan meningkat dari CD menjadi CE, maka harga=nilai lahan akan
turun dari PD menjadi PE. Willingness to pay (2-P menunjukkan
berapa yang bersedia dibayar oleh konsumen jika harga PD turun
menjadi PE (compensating variation dengan tingkat kesejahteraan
tetap sama seperti harga PD. Selanjutnya willingness to accept (2-9
menunjukkan berapa banyak yang mau diterima sebagai ganti rugi
(equivalent variation agar harga tidak turun ke PE dengan tingkat
kesejahteaan yang sama. #edua pendekatan tersebut dijadikan dasar
untuk menghitung nilai pasar utamanya untuk barang dan jasa
lingkungan.
5
5

*ambar 1. Perubahan nilai akibat perubahan kualitas lahan
Selanjutnya menurut Pearce dan -urner (1991, terdapat empat
pendekatan dalam penggunaan 2-P dan 2-9 yang dapat digunakan
sebagai pedoman untuk memperoleh informasi dari masyarakat , yaituF
1. WTP to secure a bene!it, menunjukkan berapa nilai yang
bersedia dibayar oleh konsumen untuk memperbaiki kualitas
lingkungan.
2. WTA to !orego a bene!it, menunjukkan berapa besar nilai
kerugian yang bisa diterima jika diadakan perbaikan
lingkungan.
3. WTP to prevent a loss, menunjukkan upaya pencegahan,
penduduk diberi gambaran tentang kerugian yang dapat
terjadi akibat lingkungan yang kotor.
4. WTA to tolerate a loss menunjukkan nilai kerugian yang
dapat dicegah.
'enurut Suparmoko dan 'aria (2..., nilai sumberdaya alam
dibedakan atas nilai atas dasar penggunaan (instrumental value dan
nilai tanpa penggunaan secara intrinsik melekat dalam aset
sumberdaya alam (intrinsic value. Selanjutnya berdasarkan atas
penggunaannya, nilai ekonomi suatu sumberdaya dapat
dikelompokkan ke dalam nilai atas dasar penggunaan (use values
dan nilai yang terkandung di dalamnya atau nilai intrinsik (non use
values. &ilai penggunaan ada yang bersifat langsung ("irect use
values dan nilai penggunaan tidak langsung (in"irect use values
serta nilai pilihan (option values. Sementara itu nilai penggunaan tidak
langsung (non use values dapat dibedakan atas nilai keberadaan
6
6
Price
P*
P#
Q* Q# Quantity
(existence values dan nilai "arisan (bequest values. &ilai ekonomi
total atau total economic value (T#$ diperoleh dari penjumlahan nilai
atas dasar penggunaan dan nilai atas dasar penggunaan tidak
langsung (Pearce dan -urner, 19911 'unasinghe, 19951 Pearce dan
'oran, 199>.
-otal Gconomic :alue (-G: dapat ditulis dengan persamaan
matematis sebagai berikutF
-G: H %: I &%:
%: H $%: I <%: I ?:
&%: H G: I (:
-G: H %: I &%: H ($%: I <%: I ?: I (G: I (:
$imanaF
-G: H -otal Gconomic :alue (&ilai Gkonomi -otal
%: H %se :alues (&ilai Penggunaan
&%:H &on %se :alue (&ilai <ntrinsik
$%:H $irect %se :alue (&ilai Penggunaan Aangsung
<%: H <nderect %se :alue (&ilai Penggunaan -idak Aangsung
?: H ?ption :alue (&ilai Pilihan
G: H G)istence :alue (&ilai #eberadaan
(: H (eJuest :alue (&ilai 2arisan=#ebanggaan
Secara skematik pengelompokan nilai ekonomi total
sumberdaya alam dan lingkungan ditampilkan pada *ambar 2.
Selanjutnya uraian dari masing,masing konsep nilai ekonomi adalah
sebagai berikutF
1. &ilai penggunaan (use value diperoleh dari pemanfaatan aktual
dari sumberdaya alam dan lingkungan. 'enurut Pearce dan 'oran
(199> nilai penggunaan berhubungan dengan nilai karena
seseorang memanfaatkan atau berharap akan memanfaatkan di
masa mendatang.
2. &ilai penggunaan langsung ("irect use values dihitung
berdasarkan kontribusi sumberdaya alam dan lingkungan dalam
membantu proses produksi dan konsumsi saat ini ('unasinghe,
1995. &ilai penggunaan langsung tersebut mencakup seluruh
manfaat sumberdaya alam dan lingkungan yang dapat diperkirakan
langsung dari konsumsi dan produksi melalui satuan harga
berdasarkan mekanisme pasar. &ilai penggunaan langsung
berkaitan dengan output yang langsung dapat dikonsumsi,
misalnya makanan, kesehatan, rekreasi.
5. &ilai penggunaan tidak langsung (in"irect use values ditentukan
oleh manfaat yang berasal dari jasa,jasa lingkungan dalam
mendukung aliran produksi dan konsumsi ('unasinghe, 1995.
7
7
&ilai guna tidak langsung diperoleh dari fungsi pelayanan
lingkungan hidup dalam menyediakan dukungan terhadap proses
produksi dan konsumsi saat ini, misalnya nilai berbagai fungsi
ekologi terhadap daur ulang unsur hara dalam tanah. $engan
demikian, nilai penggunaan tidak langsung merupakan manfaat,
manfaat fungsional dari proses ekologi dari proses ekologi yang
secara terus menerus memberikan kontribusinya terhadap
masyarakat dan ekosistem. 'isalnya sumberdaya lahan sa"ah
yang cukup luas memberikan udara bersih, tempat rekreasi dengan
pemandangan yang indah, pengendali banjir dan erosi serta
memberikan sumber air tanah untuk petani dan masyarakat
sekitarnya.
>. &ilai pilihan (option value berkaitan dengan pilihan pemanfaatan
lingkungan di masa mendatang. #etidakpastian penggunaan di
masa datang berhubungan erat dengan ketidakpastian pena"aran
lingkungan sehingga option value lebih diartikan sebagai nilai
pemeliharaan sumberdaya sehingga pilihan untuk
memanfaatkannya masih tersedia untuk masa yang akan datang.
&ilai pilihan merupakan kesediaan konsumen untuk mau
membayar asset yang tidak digunakan (<ra"an, 2../ dengan
alasan untuk menghindari resiko karena tidak dapat lagi
memanfaatkannya di masa mendatang. $engan demikian nilai
guna pilihan meliputi manfaat sumberdaya alam dan lingkungan
yang tidak dieksploitasi pada saat ini, tetapi disimpan demi
kepentingan yang akan datang.
/. &ilai intrinsik atau nilai non,penggunaan (non use values nilai yang
diberikan pada sumberdaya alam dan lingkungan atas dasar
keberadaannya, meskipun tidak dikonsumsi secara langsung. &ilai
yang diberikan tersebut sebenarnya sulit diukur dan dianalisis,
karena lebih didasarkan pada preferensi terhadap lingkungan
(berkaitan dengan motif atau sifat derma"an daripada
pemanfaatan langsung ('unasinghe, 1995. &ilai intrinsik
berhubungan dengan nilai kesediaan membayar positif jika
seseorang tidak bermaksud memanfaatkannya (Pearce dan 'oran,
199>, kemudian nilai tersebut dibedakan atas nilai keberadaan
(existence values dan nilai "arisan (bequest values.
8. &ilai keberadaan (existence values mempunyai nilai karena
adanya kepuasan seseorang atau komunitas atas keberadaan
suatu asset, "alaupun yang bersangkutan tidak ada keinginan
untuk memanfaatkannya. &ilai keberadaan diberikan seseorang
atau masyarakat kepada sumberdaya alam dan lingkungan
semata,mata sebagai bentuk kepedulian karena telah memberikan
manfaat estetika, spiritual dan budaya. 'isalnya masyarakat
8
8
memberikan nilai terhadap budaya ritual dalam prosesi panen raya
di Sula"esi Selatan agar budaya tersebut tetap lestari.
SumberF 'unasinghe, 1995.
*ambar 2. #lasifikasi &ilai Gkonomi Aahan Pertanian
&ilai "arisan (bequest values berhubungan dengan kesediaan
membayar yang diberikan oleh masyarakat saat ini untuk
melindungi manfaat lingkungan untuk generasi mendatang. &ilai
keberadaan muncul karena adanya kepuasan atas keberadaan
9
9
Total Nilai Ekonomi Sumberdaya
Lahan
Nilai
Penggunaan
Nilai Bukan
Penggunaan
Penggunaa
n Langsung
Penggunaan
Tdk
Langsung
Nilai
Pilihan
Nilai
Keberada
an
Nilai
Warisan
Langsung
daat
dikonsum
si
!an"aat
#ungsional
Nilai Penggunaan
langsung $ tidak
langsung masa
dean
Nilai dari
engetahuan
mengenai
keberlangsungan
keberadaan lahan
Komoditas
Bahan
Pemasok air tanah
Pengendali ban%ir
Pencegah erosi $
longsor
Temat rekreasi
Biodi&er
sity
Konser&
'abitat
Secies
langka
Perubahan yg
irre%ersible
Semakin berkurang nilai atau man"aat nyata bagi
indi&idu
sumberdaya, meskipun secara individu tidak berkeinginan
memanfaatkannya.
#onsep tentang nilai atas dasar penggunaan (use values dan
nilai bukan penggunaan atau nilai intrinsik (non use values dipandang
perlu untuk dipahami sebagai petunjuk untuk menilai atau mengukur
nilai ekonomi total.
Manfaat Valuasi Ekonomi
Peran valuasi ekonomi terhadap pengelolaan sumberdaya alam
dan lingkungan sangat penting dalam kebijakan pembangunan.
'enurunnya kualitas sumberdaya alam dan lingkungan merupakan
masalah ekonomi, sebab kemampuan sumberdaya alam tersebut
menyediakan barang dan jasa juga semakin berkurang, utamanya
pada beberapa kasus sumberdaya alam yang tidak dapat
dikembalikan seperti semula (irreversible).
:aluasi ekonomi diperlukan dalam memutuskan pilihan
kebijakan pembangunan yang berhubungan dengan sumberdaya alam
dan lingkungan. ?leh karena itu, kuantifikasi manfaat (bene!it dan
kerugian (cost harus dilakukan agar proses pengambilan keputusan
dapat berjalan dengan memperhatikan aspek keadilan (!airness.
-ujuan valusi ekonomi pada dasarnya adalah membantu pengambil
keputusan untuk menduga efisiensi ekonomi (economic e!!iciency dari
berbagai pemanfaatan yang mungkin dilakukan.
'elihat manfaat valuasi ekonomi yang begitu penting dalam
memutuskan pilihan kebijakan, maka yang perlu diketahui adalah hasil
dari studi valuasi ekonomi sumberdaya alam umumnya tidak bersifat
definitf dan tidak dapat ditransfer pada lokasi dan kondisi yang
berbeda. 9rtinya, hasil valuasi ekonomi sumberdaya lahan umumnya
bersifat spesifik lokasi, karena umumnya didasarkan pada persepsi
kelompok tertentu pada suatu tempat dan "aktu tertentu, dan tidak
valid secara universal (Perrot 'altre, 2../. ?leh karena itu, sebelum
melakukan valuasi ekonomi perlu diketahui tujuan dari kegiatan valuasi
ekonomi tersebut dan kepada siapa hasilnya akan diperuntukkan. Kika
tujuan valuasi ekonomi adalah untuk meyakinkan pengguna lahan
(misalnya petani akan pentingnya melaksanakan teknik konservasi
tanah dan air pada lahan yang dimanfaatkan, maka valuasi ekonomi
sebaiknya difokuskan pada konsekuensi langsung pada penggunaan
lahan. 'isalnya keuntungan ekonomi dan dampaknya pada erosi,
runoff, penurunan kesuburan tanah. Sebaliknya jika valuasi ekonomi
ditujukan untuk stakeholders yang lebih luas (misalnya pemerintah,
maka valuasi ekonomi sumberdaya lahan harus dilakukan secara
konprehensif dengan melibatkan variabel penelitian yang lebih besar,
sehingga analisis datanya menjadi kompleks.
10
10
Valuasi Ekonomi Lahan Sawah
Fungsi Lahan Sawah
Sumberdaya lahan merupakan sumberdaya alam yang sangat
penting dalam kelangsungan kehidupan manusia karena sumberdaya
lahan merupakan input yang diperlukan pada setiap aktivitas manusia.
Aahan sebagai salah satu komponen sumberdaya alam, dapat
dipandang sebagai suatu sistem yang tersusun atas (a komponen
struktural yang sering disebut karakteristik lahan, dan (b komponen
fungsional yang sering disebut kualitas lahan. #ualitas lahan ini pada
hakekatnya merupakan sekelompok unsur,unsur lahan (complex
attributes yang menentukan tingkat kemampuan dan kesesuaian
lahan (;9?, 19+8.
Aahan pertanian, baik sa"ah maupun lahan kering berfungsi
sebagai media budidaya atau sumber produksi hasil,hasil pertanian
yang menjadi sumber pendapatan petani. Selain itu lahan juga
berfungsi menghasilkan jasa lingkungan yang manfaatnya dapat
dinikmati oleh petani dan masyarakat luas. Aahan pertanian,
khususnya sa"ah memiliki multifungsi. ;ungsi lahan pertanian adalah
fungsi lahan pertanian baik yang dapat dinilai secara langsung melalui
mekanisme pasar dari produksi atau jasa yang dihasilkan, maupun
yang dinilai secara tidak langsung yang bersifat fungsional bagi
lingkungan berupa fungsi biofisik, sosial,ekonomi maupun budaya.
;ungsi lahan sa"ah terhadap lingkungan ditinjau dari aspek
biofisik adalah sebagai pengendali banjir dan erosi, pemasok sumber
air tanah, mengurangi tumpukan dan penyerap sampah orgaik,
melestarikan keanekaragaman hayati dan penyejuk udara. ;ungsi
lahan sa"ah terhadap lingkungan ditinjau dari aspek sosial,ekonomi
antara lain sebagai penyedia lapangan pekerjaan, sumber
pendapatan, tempat rekreasi dan penyangga atau stabilitas ketahanan
pangan. ;ungsi lahan sa"ah dalam aspek budaya adalah sebagai
pelestari budaya pedesaan. ;ungsi lahan sa"ah dapat dilihat pada
*ambar 5.
Penelitian mengenai fungsi lahan pertanian telah dilakukan di
banyak negara, termasuk Kepang, #orea dan S"iss. 7oshida (2..1
melakukan penelitian valuasi ekonomi multifungsi lahan pertanian dan
pedesaan sebagai sumber produksi bahan pangan, pengendali banjir
dan erosi, penga"et sumberdaya air, pencegah tanah longsor,
pengurang tumpukan dan penyerap sampah organik, penyegar dan
pembersih udara dan penyedia sarana rekreasi. !asil penelitian
7oshida dan *oda (2..1 nilai multifungsi lahan pertanian di Kepang
Lp 1/1 juta=ha. 'anfaat terbesar dari nilai ekonomi tersebut sekitar
11
11
9.4 merupakan nilai fungsi lingkungan sebagai pengendali banjir,
pemasok sumber air tanah dan sarana rekreasi. Selanjutnya penelitian
Suh (2..1 menunjukkan bah"a masyarakat #orea Selatan sudah
mengenal fungsi lahan sa"ah baik yang bersifat positif, seperti
sebagai penyedia bahan pangan dan stabilitas ketahanan pangan,
pengendali erosi dan banjir, maupun yang bersifat negatif, seperti
sebagai sumber pencemaran air dan tanah.
!asil riset di $9S 0itarum, Ka"a (arat, bah"a nilai ekonomi
multifungsi lahan sa"ah menggunakan metode L0' (%eplacement
&ost 'et(o" adalah Lp 15.+8>....=ha=tahun. &ilai ekonomi tersebut
terdiri atas nilai barang ekonomi >94 dan nilai jasa lingkungan /14
yang dihasilkan dari lahan sa"ah di $9S tersebut (9gus, et al, 2..5.
SumberF <ra"an, 2../.
*ambar 5. 'ultifungsi Aahan Sa"ah
12
12
#(N)S* L+'+N
S+W+'
!edia
Budidaya
#ungsi
Lingkungan
Sosek,
budaya
#ungsi
Lingkungan
Biologi,#isika,
Kimia
Ketahanan
angan
Penyedia
laangan ker%a
Temat
rekreasi
Pemasok air tanah
Pengendali ban%ir-
erosi dan longsor
Penye%uk udara
Penyera samah
organik
Penyera karbon
./012
Penghasil oksigen
.012
Keragaman hayati
Padi
Pala3i%a
Buah,buahan
Perikanan ta3ar
4erami
Barang
ri&at
Publi&
goods
!enggunakan
harga asar
!enggunakan
harga non,asar
&ilai ekonomi multifungsi lahan sa"ah tersebut hanya
berdasarkan pada beberapa multifungsi lahan sa"ah saja, seperti
fungsi pengendalian banjir dan erosi, konservasi sumberdaya air,
penyerap sampah organik, penyedia tempat rekreasi dan penyejuk
udara. Sektor pertanian hanya dinilai sebatas sebagai penghasil
produk barang dan jasa saja yang memiliki nilai pasar, sehingga sulit
untuk meningkatkan kesejahteraan petani setara dengan pelaku
ekonomi sektor lainnya. Secara geografi, lahan sa"ah berfungsi
mampu mengendalikan banjir karena petakan,petakan sa"ah dapat
berperan sebagai dam,dam kecil. Petakan tersebut mampu
menampung dan menahan air hujan, sekaligus menyaring tanah yang
tererosi sebelum air tersebut mengalir ke badan,badan sungai,
sehingga berperan juga dalam pengendalian pendangkalan. 'enurut
<ra"an (2../ banjir yang sering terjadi di Kakarta dapat disebabkan
oleh berkurangnya lahan sa"ah di "ilayah (ogor dan 0ianjur.
1. Manfaat dan Dampak Negatif Lahan Sawah
$alam menentukan metode valuasi ekonomi, faktor utama yang
harus dipertimbangkan adalah manfaat yang akan diperoleh dari
sumberdaya alam yang ada. Pada umumnya manfaat dari fungsi
lingkungan lahan pertanian mempunyai ciri public goo"s, yaitu manfaat
tersebut dapat dinikmati oleh setiap orang tanpa harus membayar
sehingga masyarakat yang memanfaatkan fungsi lingkungan tersebut
kurang menyadari bah"a mereka telah memperoleh manfaat dari
keberadaan lahan sa"ah tersebut. Pengambil manfaat tidak
memberikan perhatian yang sepatutnya kepada petani sebagai
penyedia manfaat tersebut. ?leh karena itu, diperlukan valuasi
ekonomi terhadap lahan sa"ah untuk dapat menilai dengan
menginternalkan manfaat jasa lingkungan sehingga petani dapat
menikmati jasa lingkungan pertanian yang dihasilkannya. Produk hasil,
hasil pertanian dari lahan sa"ah seperti gabah dan beberapa jenis
pala"ija yang dipasarkan selama ini hanya berdasarkan pada besaran
biaya produksi usahatani, sedangkan belum memperhitungkan nilai
manfaat barang atau jasa lingkungan yang bersifat public goo",
sehingga kesejahteraan petani sulit ditingkatkan.
(erbagai klasifikasi manfaat lahan pertanian dijelaskan dalam
'unasinghe (19951 7osidha, (2..1. Secara umum manfaat lahan
sa"ah dapat dikelompokkan menjadi dua kategori, yaituF use values
dan non use values )se values atau nilai penggunaan yang dapat
pula disebut sebagai personal use values. <ni dihasilkan dari kegiatan
eksploitasi atau kegiatan usahatani pada lahan pertanian. *on-use
values yang bersifat sebagai intrinsic values atau manfaat ba"aan,
sepert terpeliharanya keragaman hayati atau pemanfaatan lahan
13
13
pertanian sebagai "ahana pendidikan lingkungan. #eberadaan lahan
sa"ah memberi manfaat yang sangat luas baik secara ekologi
maupun secara ekonomi. 'anfaat penggunaan (use values, manfaat
ini dihasilkan dari kegiatan usahatani di lahan sa"ah. 'anfaat tersebut
selanjutnya dibedakan atasF
a. 'anfaat langsung ("irect use value) yang diperoleh dari
kegiatan usahatani, yang terdiri atasF
?utput yang dapat dipasarkan dan nilainya dapat diukur
secara empiris (markete" output, misalnya1 padi, pala"ija,
buah,buahan, ikan, jerami, pendapatan negara (P9$.
?utput yang nilainya tidak terukur secara empiris (unprice"
bene!it) dimana manfaatnya dapat juga dirasakan oleh
masyarakat, misalnya1 ketersediaan pangan, sarana
rekreasi dan budaya, lapangan kerja, dsbnya.
b. 'anfaat tidak langsung (in"erect use value) umumnya berkaitan
dengan lingkungan, misalnya1 mencegah terjadinya banjir dan
erosi, sumber air tanah, pendaur ulang sampah organik,
dsbnya.
c. 'anfaat ba"aan (intrinsic values, yaitu berbagai manfaat yang
tercipta dengan sendirinya "alaupun bukan merupakan tujuan
dari kegiatan usahatani, misalnya mempertahankan keragaman
hayati atau species tertentu yang manfaatnya di masa akan
datang mungkin sangat berguna.
Secara komprehensif, manfaat per hektar lahan sa"ah ternyata
sangat besar. Aahan sa"ah di $9S 0itarum memperoleh taksiran nilai
sekitar Lp.15,+juta=ha=tahun (9gus et al+ 2..5. Sedangkan $9S
(rantas total nilai manfaat lahan sa"ah adalah sekitar Lp. 5+,/ juta
per hektar per tahun, dimana 8. 4 dari angka itu bukan termasuk
markete" output (<ra"an dan ;riyatno, 2..5.
Selain dampak positif, lahan pertanian juga memberikan
dampak negatif terhadap lingkungan, antara lain menurunnya kualitas
lahan pertanian akibat praktek pertanian konvensional, sebagai
sumber gas methana (0!
>
dan sumber pencemar perairan. ?leh
karena itu, dalam melakukan valuasi ekonomi lahan sa"ah selain
memperhatikan manfaat positifnya, juga perlu memperhatikan dampak
atau eksternalitas negatifnya.
Pemberian pupuk yang relatif tinggi untuk mengejar produksi
tinggi pada lahan sa"ah akan menyebabkan ketidakseimbangan hara.
!asil penelitian 9diningsih (199+, intensifikasi padi dengan asupan
pupuk kimia dalam jumlah besar dan dalam jangka "aktu lama, serta
kurangnya memperhatikan penggunaan bahan organik akan
mengakibatkan terganggunya keseimbangan hara tanah yang
berakibat terhadap penurunan kualitas sumberdaya lahan. #erusakan
fisik tanah sa"ah dapat terjadi karena praktek pengelolaan yang
14
14
kurang baik, seperti tanpa rotasi tanaman, penanaman padi secara
terus,menerus sehingga tanah tergenang sepanjang tahun (drainase
buruk, pembajakan dangkal menggunakan bajak rotari, tidak pernah
dilakukan penambahan bahan organik atau pengembalian residu
tanaman ke dalam tanah, pelumpuran tanah kurang dalam, dan
terbentuknya lapisan mata bajak yang dangkal.
2. Valuasi Ekonomi Lahan Sawah e!dasa!kan Fungsi" Manfaat
dan Dampakn#a
#onsep dasar valuasi ekonomi lahan sa"ah adalah
berdasarkan fungsi, manfaat dan dampak negatif yang ditimbulkan
akibat pengelolaan lahan sa"ah itu sendiri. 'enurut <ra"an (2..+
terdapat tiga fungsi utama lahan sa"ah dimana masing,masing fungsi
lahan sa"ah tersebut memberikan manfaat memproduksi barang dan
jasa serta menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. #onsep
dasar yang dikembangkan tersebut dapat dilihat pada -abel 1 berikutF
;ungsi lahan sa"ah yang ditunjukkan pada -abel 1
menghasilkan manfaat dan dampak negatif bagi petani dan
masyarakat sekitarnya, yaituF
15
15
-abel 1. ;ungsi, 'anfaat dan $ampak &egatif Pengelolaan Aahan
Sa"ah yang $igunakan Sebagai $asar :aluasi Gkonomi
('unasinghe, 19951 7oshida, 199>1 ;au@i dan 9nna, 2../1
#&A!, 2..81 <ra"an, 2..+.
;ungsi Aahan
Sa"ah
'anfaat Aahan
Sa"ah
$ampak &egatif
Aahan Sa"ah
Status Pasar
'edia (udidaya
Padi
Pala"ija
(uah,buahan
Perikanan ta"ar
Produktivitas
menurun
#esuburan
tanah menurun
(iaya produksi
meningkat
(arang Privat
(memiliki pasar
;ungsi
Aingkungan
(iologi,;isika,
#imia
Pemasok air
tanah
Pengendali
banjir
Pengendali erosi
M longsor
Penyejuk udara
Penyerap
sampah organik
Penyerap
karbon (0?
2

Penghasil
oksigen (?
2

#eragaman
hayati
Pencemaran air
Sumber gas
methana (0!
>

(arang %mum
(tidak memiliki
pasar
;ungsi
Aingkungan
Sosek,(udaya
#etahanan
pangan
Penyedia
lapangan kerja
(sumber
pendapatan
-empat rekreasi
Pelestari budaya
pedesaan=lokal
#etahanan
pangan
#ehilangan
lapangan
pekerjaan
#esehatan
#emiskinan
(arang %mum
(tidak memiliki
pasar
a. ;ungsi sebagai media budidaya, yaituF
'anfaat positifF menghasilkan barang dan jasa dari proses
budidaya tanaman padi dan pala"ija pada lahan sa"ah dan
memiliki pasar, seperti hasil padi, pala"ija (kacang tanah,
kacang hijau, kedelai, jagung, buah,buahan, ikan ta"ar,
jerami dan sebagainya.
16
16
$ampak negatifF menurunkan produktifitas padi dan
pala"ija, menurunkan kesuburan tanah sehingga dapat
meningkatkan biaya produksi (memiliki nilai pasar.
b. ;ungsi lingkungan biologi, fisika dan kimia, yaituF
'anfaat positifF menghasilkan produk eksternal dari proses
budidaya pertanian pada lahan sa"ah dan tidak memiliki
pasar (public goo"s, seperti sebagai pemasok air tanah,
pengendali banjir Pengendali erosi M longsor, penyejuk
udara, penyerap sampah organik, penyerap karbon (0?
2
,
penghasil oksigen (?
2
dan keragaman hayati.
$ampak negatifF sebagai sumber gas methana (0!
>
dan
sumber pencemaran air, produk lingkungan ini umumnya
tidak memiliki pasar.
c. ;ungsi lingkungan sosial, ekonomi dan budaya, yaituF
'anfaat positifF menghasilkan produk dan jasa eksternal dan
tidak memiliki pasar, seperti ketahanan pangan, penyedia
lapangan kerja (sumber pendapatan, tempat rekreasi,
pelestari budaya pedesaan=lokal.
$ampak negatifF menimbulkan dampak kerentanan pangan,
berkurangnya lapangan pekerjaan, menurunnya kualitas
kesehatan serta kemiskinan.
Pendekatan Valuasi Ekonomi
:aluasi ekonomi menggunakan satuan moneter sebagai
patokan perhitungan pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan.
Satuan moneter sebagai patokan pengukuran untuk semua hal
merupakan ukuran kepuasan untuk suatu tindakan pengambilan
keputusan. -idak adanya pasar untuk produk lingkungan tertentu tidak
berarti manfaat ekonomi suatu barang atau jasa tidak ada, oleh karena
itu preferensi yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan
masyarakat harus menggunakan satuan moneter. -idak adanya pasar
untuk produk tersebut membuat proses valuasi ekonomi menjadi sulit
sehingga harus menggunakan berbagai teknik valuasi. -eknik dan cara
yang beragam memerlukan pendekatan yang jelas agar tidak terjadi
perhitungan ganda ("ouble counting.
'enurut Suparmoko (2... bah"a terdapat tiga alasan
penggunaan satuan moneter dalam valuasi ekonomi, yaitu (1 satuan
moneter dari manfaat dan biaya S$9 dan lingkungan dapat menjadi
parameter kualitas lingkungan, (2 satuan moneter dapat digunakan
untuk menilai tingkat kepedulian seseorang terhadap lingkungan dan
(5 satuan moneter dapat dijadikan sebagai bahan pembanding secara
kuantitatif terhadap beberapa alternatif pilihan penggunaan
sumberdaya alam.
17
17
9lasan pertama berkaitan dengan masalah kelangkaan
sumberdaya alam. 'asalah kelangkaan suatu sumberdaya alam atau
jenis species tertentu akibat pembangunan akan memperoleh nilai
moneter yang rendah. 9lasan ke"ua dapat diartikan sebagai
moneterisasi keinginan atau kesediaan seseorang untuk membayar
bagi kepentingan perbaikan lingkungan. Perhitungan ini secara
langsung menggambarkan fakta tentang preferensi lingkungan dari
seseorang atau masyarakat. $emikian pula pada seseorang atau
masyarakat yang merasa kehilangan manfaat lingkungan, yaitu
keinginan untuk menerima kompensasi kerugian yang dialami.
Selanjutnya alasan ketiga berkaitan dengan aspek "ecision making
dalam pemanfaatan S$9 dan lingkungan, dimana satuan moneter
dapat digunakan sebagai salah satu indikator pengambilan keputusan.
'etode valuasi ekonomi sumberdaya alam dan lingkungan
secara umum dikelompokkan atas dua pendekatan, yaitu pendekatan
fungsi permintaan ("eman" approac( dan pendekatan tidak
menggunakan fungsi permintaan (non-"eman" approac(. Pendekatan
fungsi permintaan menggunakan empat metode, yaitu metode dampak
produksi, metode respon dosis, metode pengeluaran preventif dan
metode biaya pengganti. Sedangkan pendekatan selain fungsi
permintaan juga menggunakan empat metode, yaitu metode valuasi
kontingensi, metode biaya perjalanan, metode biaya properti dan
metode biaya pengobatan (-urner+ et al. 199>1 &avrud, 2....
1. Pendekatan fungsi permintaan, menggunakan metode sebagai
berikutF
a. 'eto"e "ampak pro"uksi. 'etode ini menghitung manfaat
konservasi lingkungan dari sisi kerugian yang ditimbulkan akibat
adanya suatu kebijakan proteksi. 'etode ini menjadi dasar
dalam pembayaran kompensasi bagi properti masyarakat yang
dibeli oleh pemerintah untuk tujuan tertentu, misalnya untuk
membangun sarana umum, petani yang merelakan tanahnya
untuk tujuan konservasi.
b. 'eto"e respon "osis 'etode ini menilai pengaruh perubahan
kandungan @at kimia atau bahan polusi (polutan tertentu
terhadap kegiatan ekonomi atau kepuasan konsumen, misalnya
tingkat pencemaran air akan mempengaruhi pertumbuhan
makhluk air, menurunkan manfaat kegunaan air,
membahayakan kesehatan manusia dan sebagainya.
Penurunan tingkat produksi dapat dihitung menggunakan harga
pasar yang berlaku maupun harga bayangan (s(a"ow price.
c. 'eto"e pengeluaran preventi! Pada metode nilai eksternalitas
lingkungan dari suatu kegiatan dihitung dengan melihat berapa
biaya yang disiapkan oleh seseorang atau masyarakat untuk
menghindari dampak negatif dari penurunan kualitas
18
18
lingkungan. 'isalnya biaya pembuatan terasering untuk
mencegah erosi di daerah berlereng atau dataran tinggi.
d. 'eto"e biaya pengganti :aluasi ekonomi dengan metode ini
berdasarkan biaya ganti rugi asset produktif yang rusak, karena
penurunan kualitas lingkungan atau kesalahan pengelolaan.
'isalnya pengurangan luas hutan bakau ternyata berdampak
terhadap pengurangan unsur hara dan penurunan populasi
udang tangkap, maka penilaian terhadap kerugian tersebut
merupakan jumlah biaya pengganti yang harus dikeluarkan jika
kebijakan pengelolaan hutan bakau dilaksanakan.
2. Pendekatan selain fungsi permintaan menggunakan metode
sebagai berikutF
a. 'eto"e valuasi kontingensi. 'etode ini menentukan preferensi
konsumen terhadap pemanfaatan S$9 dan lingkungan dengan
mengemukakan kesanggupan untuk membayar
(WTPFwillingnes to pay yang dinyatakan dalam nilai uang.
-eknik metode ini dengan melakukan survei dan "a"ancara
dengan responden tentang nilai dan manfaat S$9 dan
lingkungan yang mereka rasakan. Pendekatan 2-9 (willingnes
to accept digunakan untuk mengetahui seberapa besar petani
mau dibayar agar tetap bersedia mengelola dan
mempertahankan lahan sa"ahnya. 'etode valuasi kontingensi
dengan metode survei 2-P dan 2-9 telah banyak digunakan
oleh peneliti (&avrud dan 'ungatana, 199>1 Lolfe et al+ 2...1
?thman, 2..2
b. 'eto"e biaya per,alanan. 'etode ini mengestimasi kurva
permintaan barang,barang rekreasi di luar rumah. 9sumsi yang
digunakan adalah semakin jauh tempat tinggal seseorang yang
datang memanfaatkan fasilitas rekreasi akan semakin menurun
permintaan terhadap produk rekreasi tersebut karena biaya
perjalanan yang mahal. 'etode biaya perjalanan dapat
diterapkan untuk menyusun kurva permintaan masyarakat
terhadap rekreasi untuk suatu produk=jasa S$9 dan lingkungan.
'enurut ;9? (2..1 metode biaya perjalanan dan valuasi
kontingensi dapat digunakan untuk menilai barang S$9 dan
lingkungan, termasuk eksternalitas lahan pertanian.
c. 'eto"e nilai properti. 'etode ini berdasarkan perbedaan harga
se"a lahan atau harga se"a rumah, dengan asumsi bah"a
perbdaan ini disebabkan oleh perbedaan kualitas lingkungan.
Selisih harga merupakan harga kualitas lingkungan tersebut.
?thman et al. (2..8 menyebut metode ini dengan pendekatan
hedonik, yaitu menduga kualitas lingkungan berdasarkan
kesanggupan seseorang untuk membayar (2-P lahan atau
komoditas lingkungan tersebut.
19
19
d. 'eto"e biaya pengobatan. 'etode ini digunakan untuk
memperkirakan biaya kesehatan akibat adanya perubahan
kualitas lingkungan yang menyebabkan seseorang sakit. -otal
biaya dihitung secara langsung dan tidak langsung. (iaya
langsung digunakan untuk pengeluaran biaya pera"atan, obat,
obatan dan sebagainya. Sedangkan biaya tidak langsung
mengukur nilai kehilangan produktivitas akibat seseorang
menderita sakit.
Secara umum terdapat dua pendekatan teknik valuasi ekonomi,
yaitu pendekatan langsung ("irect) dan pendekatan tidak langsung
(in"irect) Pendekatan langsung yaitu menurunkan preferensi secara
langsung dengan cara survei dan teknik,teknik percobaan
(experimental tecniques. 'asyarakat ditanya secara langsung tentang
kekuatan preferensi mereka.
-abel 2. (eberapa 'etode :aluasi Gkonomi Sumberdaya Aahan
Pertanian.
Perilaku
'asyarakat
Pendekatan Pasar
Pasar #onvensional Pasar Pengganti
(erdasarkan
Perilaku 9ktual
Perubahan
produktivitas
#ehilangan
pendapatan
Pengeluaran preventif
-ravel cost method
Perbedaan upah (risk
estimation
&ilai lahan M properti
'etode perilaku
pengeluaran
(erdasarkan
Perilaku
Potensial
(iaya pengganti
Proyek bayangan
0ontingent :aluation
SumberF 'unasinghe, 1995.
Sebaliknya pendekatan tidak langsung, yaitu teknik,teknik yang
menurunkan preferensi dari fakta atau informasi berdasarkan pasar
yang diamati. 'etode penilaian terhadap penggunaan sumberdaya
lahan telah dipraktekkan pada berbagai negara. 'etode tersebut dapat
dikelompokkan menjadi tiga macam pendekatan ('aynard, 19951
'unasinghe, 19951 Suparmoko dan 'aria, 2..+ pada -abel 2.
1. Pendekatan nilai pasar, menggunakan tiga macam metoda, yaituF
a. 'eto"e peruba(an pro"uktivitas berangkat dari pemikiran
bah"a pemanfaatan sumberdaya mempengaruhi produksi dan
produktivitas. Perubahan produksi yang dihasilkan tentu akan
20
20
mengubah perilaku pemanfaatannya, sehingga akan mengubah
nilai dari sumberdaya tersebut. 'enurut *rigalunas dan 0ongan
(199/, pendekatan produktivitas sangat berguna apabila
produk finalnya memiliki harga pasar dan informasi tentang
aliran barang dan jasa cukup tersedia.
b. 'eto"e ke(ilangan pen"apatan. Pendapatan yang hilang dapat
diartikan sebagai biaya tidak langsung akibat berkurangnya
mutu lingkungan, seperti memburuknya kesehatan,
pemandangan yang hilang, berkurangnya kesuburan tanaman.
%ntuk menilai hal tersebut digunakan pendekatan kesediaan
membayar (willingnes to pay untuk mencapai kondisi yang
lebih baik. metode yang secara langsung didasarkan pada
pendekatan nilai pasar.
c. 'eto"e pengeluaran preventi! adalah biaya yang diperlukan
untuk mencegah terjadinya dampak lingkungan yang
merugikan. #erusakan lingkungan dinilai berdasarkan atas
prinsip biaya dan manfaat, sehingga dapat dikatakan bah"a
nilai ekonomi suatu lingkungan adalah sekurang,kurangnya
sama dengan biaya yang diperlukan untuk mencegah
kerusakan lingkungan.
2. Pendekatan nilai pasar barang pengganti, terdiri atas empat
metode, yaituF
a. 'etode harga properti, estimasi nilai ekonomi udara bersih
dengan menghubungkan antara harga rumah dengan kualitas
udara.
b. 'etode perbedaan upah (risk estimation1 upah=gaji merupakan
faktor determinan dari resiko kecelakaan.
c. -ravel 0ost 'etod1 survei secara detail terhadap perjalanan
kemudian dihitung jumlah biaya perjalanannya.
d. 'etode perilaku pengeluaran1 survei pengeluaran rumahtangga
terhadap masalah lingkungan.
5. Pendekatan &ontingent $aluation (0:, metode valuasi
berdasarkan preferensi adalah untuk mengukur seberapa besar
nilai suatu barang berdasarkan estimasi seseorang. 0: juga
merupakan suatu pendekatan untuk mengetahui seberapa nilai
yang diberikan seseorang untuk memperoleh suatu barang
(willingnes to pay dan seberapa besar nilai yang diinginkan untuk
melepas suatu barang (willingnes to accept. Pendekatan 0:
dilakukan untuk mengukur preferensi masyarakat dengan
melakukan "a"ancara ((arton, 199>.
Selain dampak positif, lahan pertanian juga memberikan
dampak negatif terhadap lingkungan, antara lain menurunnya kualitas
lahan pertanian akibat praktek pertanian konvensional, sebagai
21
21
sumber gas methana (0!
>
dan sumber pencemar perairan. ?leh
karena itu, dalam melakukan valuasi ekonomi lahan sa"ah selain
memperhatikan manfaat positifnya, juga perlu memperhatikan dampak
atau eksternalitas negatifnya.
(erdasarkan konsep tersebut, secara umum terdapat empat
pendekatan dalam menilai kerusakan sumberdaya alam M lingkungan,
(;au@i dan 9nna, 2../1 #&A!, 2..9, yaituF
1. Pendekatan kesejahteraan, umumnya digunakan jika kerusakan
lingkungan sudah menimbulkan perubahan kesejahteraan
masyarakat yang diukur melalui income (perubahan surplus
konsumen dan surplus produsen.
2. Pendekatan berdasarkan prinsip biaya penuh (!ull cost principle,
konsep ini mengacu pada prinsip bah"a penggunaan sumberdaya
alam dan lingkungan harus membayar seluruh biaya yang
diakibatkan oleh perubahan pada sistem S$9 dan lingkungan.
*anti rugi berdasarkan ;0P harus menghitung nilai barang dan
jasa menggunakan teknik (;au@i dan 9nna, 2../1 #&A!, 2..8
berikutF
a. -eknik amplop (back o! t(e envelope, yaitu konsep yang
memperkirakan secara kasar namun me"akili untuk
mengestimasi nilai asset yang rusak untuk ganti rugi.
b. -eknik pendekatan nilai dasar (baseline approac(, dilakukan
untuk mengestimasi nilai kerugian dengan menggunakan nilai
dasar yang sudah baku untuk suatu kerusakan lingkungan.
5. Pendekatan berdasarkan biaya pemulihan (costing met(o",
konsep ini menghitung biaya berdasarkan perhitungan biaya yang
dikeluarkan untuk melakukan restorasi terhadap lingkungan yang
mengalami kerusakan (in,ury. Pengukuran kerusakan lingkungan
dan penentuan ganti kerugian yang didasarkan biaya pemulihan
pada dasarnya adalah menghitung biaya yang dikeluarkan untuk
melakukan restorasi terhadap lingkungan yang mengalami
pencemaran atau perusakan. #omponan biaya yang dihitung
termasuk direct cost, seperti biaya akuisisi lahan, biaya transaksi,
monitoring serta indirect cost, seperti biaya overhead.
>. Pendekatan produktivitas, pendekatan ini mengacu pada
penentuan ganti rugi berdasarkan perubahan produktivitas sebelum
dan setelah terjadi kerusakan lingkungan.
Studi mengenai valuasi ekonomi lahan pertanian telah
dilakukan pada beberapa negara 9sia antara lain di Kepang, #orea
Selatan dan -ai"an. Studi valuasi ekonomi lahan pertanian di Kepang
umumnya menggunakan replacement cost met(o" (L0', (e"onic
pricing met(o" (!P' dan contingent valuation met(o" (0:'.
'etode L0' digunakan oleh 7oshida untuk menaksir manfaat
22
22
ekonomi lahan padi sa"ah di Kepang, nilainya mencapai %SN
86,6)1.
9
. <ndikator yang digunakan adalah kapasitas tanah memegang
air yang merupakan fungsi lahan sa"ah untuk mengendalikan banjir
(7oshida, 2..11 *oda 2..11 Gom dan #ang, 2..1.
0asasnovas da Lamos (2..8 menilai penurunan kesuburan
tanah akibat penggunaan lahan menggunakan metode Leplacement
0ost 'ethod (L0', yaitu biaya yang dibutuhkan untuk
mengembalikan kerusakan lahan (cost of mitigating ecosistem
degradation. Peneliti memiliki metode ini dengan alasanF (a sangat
bermanfaat, khususnya dalam menilai jasa,jasa ekosistem, (b mudah
digunakan, karena menghitung biaya produksi yang dipasarkan
dibanding biaya,biaya yang tidak dipasarkan dan (c tidak
membutuhkan data yang kompleks.
9gus et al. (2..5 menghitung nilai ekonomi multifungsi lahan
sa"ah di $9S 0itarum, Ka"a (arat menggunakan metode biaya
penganti (L0'. &ilai ekonomi lahan sa"ah yang hilang jika
diasumsikan terjadi konversi lahan adalah Lp 15.+8>....=ha=tahun.
&ilai ekonomi tersebut terdiri atas nilai barang ekonomi (>94 dan nilai
jasa lingkungan (/14. 'anfaat lingkungan yang dinilai meliputi fungsi
lahan sa"ah sebagai pengendali banjir dan erosi, konservasi
sumberdaya air, penyerap sampah organik, penyedia tempat rekreasi
dan penyejuk udara.
Ke!angka dan P!osedu! Valuasi Ekonomi Lahan Sawah
#erangka dan prosedur penilaian ekonomi sumberdaya alam
dan lingkungan pada ekosistem lahan sa"ah tidak berbeda dengan
kerangka dan prosedur penilaian pada ekosistem lainnya, seperti
valuasi ekonomi pada ekosistem hutan, mangrove, terumbu karang.
&amun, yang membedakan adalah fungsi dan manfaat dari masing,
masing sumberdaya alam pada ekosistem tersebut.
Aahan sa"ah memiliki nilai ekonomi yang sangat besar. &ilai
ekonomi tersebut dapat dihitung melalui identifikasi fungsi dan manfaat
lahan sa"ah, baik secara total maupun secara parsial sesuai tujuan
dilakukannya valuasi ekonomi. Pendekatan perhitungan dilakukan
mengikuti tahapan valuasi ekonomi fungsi sumberdaya alam dan
lingkungan pada ekosistem lahan sa"ah, sebagai berikutF
23
23
$.
.
%.
D.
E.
F.
SumberF #ementerian &egara Aingkungan !idup (2..9
*ambar >. #erangka :aluasi Gkonomi Aahan Sa"ah.
- Penentuan Tu,uan
Penentuan tujuan berkaitan dengan hasil akhir yang ingin
dicapai. -ujuan ini akan menentukan lahan sa"ah yang akan dijadikan
obyek perhitungan valuasi. #emudian ditetapkan batas,batas kajian,
baik batasan ekosistem, maupun batasan metode valuasi. Perhitungan
valuasi ekonomi dilakukan sesuai dengan tujuan valuasi ekonomi,
misalnya apakah untuk mengetahui &ilai Gkonomi -otal (&G- atau
secara parsial untuk biaya ganti kerugian pada lahan sa"ah.
. Penentuan /aera(0Wilaya( 1a(an 2awa( yang akan /i $aluasi
Penentuan daerah="ilayah ini penting dilakukan untuk
mengetahui potensial lahan sa"ah yang dapat divaluasi. Selain itu,
tahapan ini diperlukan untuk mengetahui tokoh setempat yang dapat
memberikan gambaran tentang fungsi lahan yang akan divaluasi
karena terkait dengan sumber daya ekonomi masyarakat setempat.
%tamanya untuk mendapatkan gambaran macam manfaat nilai tanpa
penggunaan, karena nilai tersebut sangat spesifik daerah.
3 4"enti!ikasi 5ungsi+ 'an!aat+ "an Permasala(an
a 4"enti!ikasi 5ungsi "an 'an!aat 1a(an 2awa(
%ntuk keperluan valuasi ekonomi perlu diketahui fungsi
dan manfaat sumberdaya dan lingkungan tersebut. ;ungsi dan
manfaat lahan sa"ah dapat dibedakan atasF fungsi penggunaan
ekstraktif (seperti penghasil padi dan pala"ija, buah,buahan, ikan
ta"ar, fungsi penggunaan non,ekstraktif (seperti pendidikan dan
penelitian, jasa lingkungan, jasa keanekaragaman hayati, dan
fungsi sosial=budaya. %ntuk memudahkan identifikasi fungsi dan
24
24

PENENT(+N T(4(+N 5+L(+S*
*6ENT*#*K+S* #(N)S* $
!+N#++T L+'+N S+W+'
*6ENT*#*K+S* $ KL+S*#*K+S*
PE7!+S+L+'+N P6 L+'+N
S+W+'
PENENT(+N 6+E7+' 8) +K+N 6*
PENENT(+N !ET06E
5+L(+S*
6+T+ K(+NT*#*K+S* #(N)S* L+'+N
S+W+'
PEN)'*T(N)+N N*L+* EK0N0!*
+ N + L * S * S
manfaat lahan sa"ah digunakan matrik pendekatan sebagaimana
terlihat pada -abel 5.
-abel 5. ;ungsi, 'anfaat, <ndikator dan $ata yang $ibutuhkan pada
(erbagai Penggunaan Aahan Sa"ah ('unasinghe, 19951
7oshida, 199>1 ;au@i dan 9nna, 2../1 <ra"an, 2..+1 #&A!,
2..9
;ungsi Aahan
Sa"ah
'anfaat Aahan
Sa"ah
<ndikator $ata yg $ibutuhkan
Penggunaan Gkstraktif
'edia
(udidaya
Padi
Pala"ija
(uah,buahan
Perikanan ta"ar
Produk
biomassa
tanaman
(batang, daun,
ranting, sdbnya
&ilai produksi total
per tahun untuk
masing2 produk yg
dipasarkan(rupiah
9tau menggunakan
nilai pasar produk
sejenis, bila tidak
tersedia gunakan
pendekatan
opportunity cost
&ilai produk
biomassa
!arga pasar setempat
utk masing2 produk
(Lp=kg
Kumlah produk yg
dihasilkan dari padi,
pala"ija, buah2an
(kg=ha=th
Kumlah produk
perikanan yg
dihasilkan (kg=ha=thn
-otal luas areal (ha
(iaya produksi atau
biaya untuk
mendapatkan komoditi
tsb
Penggunaan &on Gkstraktif=Kasa Aingkungan
;ungsi
Aingkungan
;isika,#imia
Pemasok air
tanah
Pengendali
banjir
&ilai total per tahun
dalam memberikan
air bagi L-
&ilai total dalam
mencegah banjir
Kumlah M nilai sumber
air (sumur yang
terlindungi
!arga produk air
$erajat kerusakan
karena banjir
Penyerap
karbon (0?2
&ilai total yg
diberikan lahan
sa"ah dlm
menyerap karbon
!arga karbon yg sdh
ditetapkan
-ingkat penyerapan
karbon oleh tanaman
Penghasil
oksigen (?2
(iaya total per tahun
yg diberikan sa"ah
dalam menghasilkan
oksigen (Lp
!arga oksigen per ton
-ingkat produksi
oksigen oleh tanaman
#eanekaragama
n hayati
$inyatakan dengan
kesediaan untuk
membayar oleh
penduduk sekitar
!asil survey
Pengaruh Sosial O (udaya
;ungsi
Aingkungan
Sosek,
(udaya
Penyedia
lapangan kerja
(sumber
pendapatan
Pelestari budaya
local
%pah tenaga kerja
&ilai sosial budaya
yg dinyatakan
dengan kesediaan
untuk membayar.
!asil survey=teknik
lelang=pilihan yang
tersedia
25
25
b 4"enti!ikasi "an 6lasi!ikasi Permasala(an "i 1a(an 2awa(
-ahapan ini bertujuan untuk mengetahui cara
menghitung kerusakan=perubahan kualitas dari sumberdaya
lahan yang divaluasi secara parsial. Pada tahapan ini perlu
diketahui kualitas lahan sa"ah yang mengalami perubahan
sebagai fokus perhitungan. %ntuk memudahkan identifikasi dan
klasifikasi permasalahan pada lahan sa"ah digunakan matrik
pendekatan sebagaimana terlihat pada -abel > berikut.
-abel >. 'atrik <dentifikasi dan #lasifikasi Potensi $ampak Pembangunan terhadap
Aahan Sa"ah (<ra"an, 2..+1 #&A!, 2..9.
#ategori $ampak
Penerima
$ampak
(pribadi=umum
$apat
$ikuantifikasi
P
'etode
Pendekatan
$ampak Gkonomi
Penggunaan Gkstraktif
Padi
Pala"ija
(uah,buahan
Perikanan ta"ar
Produk biomassa dari
tanaman (batang,
daun, ranting, dsbnya
Penggunaan &on
Gkstraktif
Lekreasi, Pendidikan
$ampak Aingkungan
Kasa AingkunganF
Pemasok air tanah
Pengendali banjir
Penghasil oksigen
Penyerap karbon
#eanekaragaman
hayati
$ampak Sosial
Penyedia lapangan
kerja (sumber
pendapatan
Pelestari budaya lokal
7 Penentuan 'eto"e $aluasi
Pemilihan metode valuasi akan dipengaruhi oleh ketersediaan
harga pasar. 'etode yang paling mudah adalah metode yang tersedia
harga pasarnya, namun apabila tidak ada harga pasarnya maka
26
26
berbagai metode pendekatan dapat digunakan untuk menghitung nilai
sumberdaya alam tersebut.
-abel /. Penilaian Gkonomi Penggunaan Aahan Sa"ah dan Penentuan 'etode
:aluasi (#&A!, 2..9
Penggunaan
&ilai
Penggunaan
&ilai -anpa,Penggunaan
'etode :aluasi
yang
$isarankan
Aang,
sung
-dk
Aang,
sung
Piliha
n
#eber,
adaan
2arisan
Penggunaan Gkstraktif
Prod. Padi Q !arga Pasar
Prod. Pala"ija Q !arga Pasar
(uah,buahan Q !arga Pasar
Perikanan
ta"ar
Q !arga Pasar
Produk
biomassa
tanaman
Q !arga Pasar
Penggunaan -idak Gkstraktif
Gko"isata
Q
!arga Pasar
Proksi
Pendidikan
Q
!arga Pasar
Proksi
Penelitian
Q
!arga Pasar
Proksi
Kasa Aingkungan
Pemasok air
tanah
Q !arga Pasar
Pengendali
banjir
Q !arga Pasar
Penyerap
karbon (0?2
Q !arga Pasar
Penghasil
oksigen (?2
Q !arga Pasar
#eanekaragam
an hayati
Q Q
&ilai simulasi
survei
Pengaruh Sosial (udaya
Penyedia
lapangan kerja
Q
&ilai simulasi
survei
Pelestari
budaya local
Q
&ilai simulasi
survei
8 /ata 6uanti!ikasi 5ungsi 1a(an 2awa(
%ntuk keperluan valuasi diperlukan data kuantifikasi fungsi
lahan sa"ah, sehingga dapat diketahui kuantifikasi seluruh &G- atau
volume penambahan atau pengurangan sumberdaya alam dan
lingkungan ataupun kuantifikasi kerusakan pada suatu kurun "aktu
tertentu.
6. Peng(itungan *ilai #konomi ($aluasi #konomi) 1a(an 2awa(
27
27
Pada tahap ini dilakukan valuasi masing,masing fungsi dan
manfaat sumberdaya alam dan lingkungan yang bersangkutan. !asil
dari tahap ini merupakan perhitungan keseluruhan nilai fungsi (&G-
atau nilai kerusakan pada lahan sa"ah sesuai dengan tujuan
perhitungan.
9 Analisis
Pada tahap ini dilakukan kajian terhadap nilai yang didapat dari valuasi
ekonomi lahan sa"ah yang selanjutnya dapat digunakan untuk
pengambilan keputusan. &ilai yang didapatkan dijabarkan pula
implikasi=makna dari suatu nilai yang diperoleh
F. Aplikasi Metode Valuasi Ekonomi
G.
H.
I.
SumberF Pearce, et all (199.1 <ra"an (2../1 Suparmoko dan &urrochmat
(2../.
*ambar >. Pendekatan :aluasi Gkonomi.
1. Metode Dampak P!oduksi
'etode ini menghitung manfaat konservasi lingkungan dari sisi
kerugian yang ditimbulkan akibat adanya suatu kebijakan. 'etode ini
menjadi dasar pembayaran kompensasi bagi masyarakat untuk tujuan
28
28
5+L(+S* EK0N0!*
!etode Tra&el
/ost
!etode Biaya
Pengobatan
!etode Nilai
Proerty
/ontingent
5aluation !ethod
.WTP $ WT+2
!etode 6amak
Produksi
.+roach E9ect
o" Production2
!etode 7eson
6osis
!etode Biaya
Pengganti
.7elacement
/ost2
!etode Biaya
Pencegahan
.Pre&ention /ost
Pendekatan
Kur&a
Permintaan
Pendekatan
Kur&a Non
Permintaan
tertentu, misalnya kompensasi bagi petani yang tanahnya difungsikan
ataupun dialihkan untuk tujuan pembangunan.
$plikasi Metode Dampak P!oduksi&
a *ilai #konomi sebagai peng(asil komo"itas pertanian
LumusF
Nilai Ekonomi P!oduksi 'anaman (NEP')
NEP'i* + NP'i* , PSi*
&GP-ij H &ilai ekonomi produksi tanaman (Lp=thn
&P-ij H &ilai produksi tanaman ke,i (Lp=thn
(P-ij H (iaya produksi tanaman ke,i (Lp=thn
Nilai P!oduksi 'anaman (NP')
NP'i* + P-'i* . /Pi . LS
&P-ij H &ilai produksi tanaman ke,i (Lp=thn
PL-ij H Produk rata2 tanaman jenis,i pada unit lahan,j (ton=ha
!Pi H !arga per jenis produksi ke,i (Lp=kg
AS H Auas sa"ah seluruh unit lahan (ha
i H Kenis tanaman pada setiap unit lahan
K H %nit lahan sa"ah
ia#a P!oduksi 'anaman (P')
P'i* + 0-'i* . /0i . LS
0-'i* + 10'i 2 LS*
(P-ij H (iaya produksi tanaman ke,i (Lp=thn
<L-ij H <nput rata2 tanamanjenis,i pada unit lahan,j (kg=ha
K<-i H Kumlah input produksi tanaman jenis,i (kg
ASj H Auas sa"ah pada unit lahan,j (ha
!<i H !arga per jenis input produksi ke,i (Lp=kg
AS H Auas sa"ah seluruh unit lahan (ha
i H Kenis input produksi pada setiap unit lahan
K H %nit lahan sa"ah
0ontohF
&ilai Gkonomi Produksi Padi
&GP-ij H &P-ij O (P-ij
&ilai Produksi -anaman Padi (&P-
&P-ij H PL-ij ) !Pi ) AS
PL-ij H /,61ton=ha
!Pi H Lp >.5..=kg
AS H 1.82/ ha
KP-i H 9.226 ton
PL-ij H (/,61ton ) (>.5.. ) (1.82/ ha H Lp. >../9+.5+/
29
29
(iaya Produksi (Pupuk %rea untuk -anaman Padi((P-
(P-ij H <L-ij ) !<i ) AS
<L-ij H K<-i = ASj
(P-ij H (iaya produksi tanaman ke,i (Lp=thn
<L-ij H 2/>,8+ kg %rea=ha
K<-i H >5.,85 ton %rea
!<i H Lp 1..... =kg
AS H 1.82/ ha
(P-ij H (>5.,85 ton ) (Lp 1..... H Lp >.5.8.5..
Sehingga &ilai Gkonomi Produksi Padi
&GP-ij H (Lp. >../9+.5+/ O (Lp >.5.8.5.. H Lp 58.291..+/
b *ilai ekonomi po(on tempat bersarang leba( ma"u
LumusF
&ilai Gkonomi Aebah 'adu (&G.lm
&G.lm H Kph ) Km ) !m Q L- , (P
&G.lm H &ilai ekonomi lebah madu (Lp=thn
K.ph H Kumlah pohon (unit
Km H Kumlah pengambilan madu (kg=pohon=tahun
!m H !arga madu (Lp=kg
L- H Kumlah rumah tangga
(P H (iaya panen
0ontohF
K.ph H > unit
Km H 18 kg madu=pohon=tahun
!m H Lp 1/....=kg
L- H 5. L-
(P H (Lp 1..... ) > pohon ) 5. L- H Lp 1.2......
&G.lm H (> ) 18 ) 1/.... ) 5. , (1.2...... H Lp 28.8......
c *ilai #konomi kayu bakar
LumusF
&ilai Gkonomi #ayu (akar (&G.kb
&G.kb H K.kb ) ;.kb ) !.kb Q L- , (P
&G.lm H &ilai ekonomi lebah madu (Lp=thn
K.kb H Kumlah ikat kayu bakar (unit=ikat
;..kb H ;rekuensi pengambilan setahun (kali=tahun
!kb H !arga kayu bakar (Lp=ikat
L- H Kumlah L- sekitar hutan yang memanfaatkan kayu bakar
(P H (iaya pengambilan
0ontohF
K.kb H 5 unit=kat
;.kb H /2 kali (pengambilan sekali seminggu
!.kb H Lp 2....=ikat
L- H 1.. L-
30
30
(P H (Lp 1..... ) > pohon ) 5. L- H Lp 1.2......
&G.lm H (> ) 18 ) 1/.... ) 5. , (1.2...... H Lp 28.8......
" *ilai #konomi Pengambilan 4kan
LumusF
&ilai Gkonomi <kan (&G.ik
&G.ik H K.ik ) ;.ik ) !.ik Q R &elayan , (P
&G.ik H &ilai ekonomi ikan (Lp=thn
K.ik H Kumlah ikan (kg
;..ik H ;rekuensi penangkapan ikan setahun (kali=tahun
!ik H !arga kayu bakar (Lp=kg
P.ik H Kumlah penangkap ikan (orang
(P H (iaya penangkapan
0ontohF
K.ik H /. kg=panen
;.kb H 5 kali (panen 5 kali setahun
!.ikb H Lp /....=kg
L- H 1.. L-
(P H Lp 1......
&G.lm H (/. ) 5 ) /.... ) 1.. , (1...... ) 1..
H Lp +/........ O Lp 1......... H Lp 8/........
2. Metode -espon Dosis
'etode ini menilai pengaruh perubahan kandungan @at kimia
atau bahan polusi (polutan tertentu terhadap kegiatan ekonomi atau
kepuasan konsumen. 'etode ini juga melihat perubahan kualitas
sumberdaya alam dan lingkungan yang mempengaruhi produktivitas
dan biaya produksi, sehingga akan mempengaruhi harga dan
produksi. Sebagai contoh perubahan produktivitas lahan akibat
pemanfaatan sumberdaya yang melampaui daya dukung lahan itu
sendiri.
'ahapan Pelaksanaan&
a. 'enentukan perubahan kuantitas sumberdaya alam yang
dihasilkan untuk jangka "aktu tertentu
b. 'emastikan bah"a perubahan merupakan hal yang berkaitan
dengan perubahan lingkungan yang terjadi.
c. 'engalikan perubahan kuantitas dengan harga pasar.
31
31
&? #?'?$<-< P?-G&S<
$%*99&
(I=,
!9L*9
P9S9L
PGL %&<-
PGL#<L99&
&<A9<
() (ton (Lp=unit (Lp
1.
2.
5.
>.
/.
8.
.......................
.......................
.......................
.......................
.......................
.......................
.............
.............
.............
.............
.............
.............
.............
.............
.............
.............
.............
.............
..............
..............
..............
..............
..............
..............
-otal ............. ............. ..............
&ilai H R (komoditi
i
D harga
i

$plikasi Metode -espon Dosis&


0ontoh F
&ilai #ehilanganH %nsur !ara(&#!=(iaya Pengganti Pupuk
n n
NK/ + 3 3 ( 1K/i* . /Pi . L* )
iH1 jH1
n n
1K/i* + 3 3 ( 1'D* . P! /i )
iH1 jH1
&#! H &ilai kehilangan unsur hara (Lp
K#!ij H Kumlah kehilangan unsur hara ke,i pada unit lahan,j (kg=ha
!Pi H !arga pupuk jenis,i (Lp=kg
Aj H Auas lahan sa"ah pada unit lahan,j (ha
K-$j H Kumlah tanah terdegradasi pada unit lahan,j (ton=ha
Pr !i H Proporsi unsur hara ke,i dari 1 ton tanah yg terdegradasi(kg
i H Kenis unsur hara atau pupuk (&,P,#
j H %nit lahan sa"ah
4. Metode ia#a Pengganti (-epla5ement %ost)
:aluasi ekonomi dengan metode ini berdasarkan biaya ganti
rugi asset produktif yang rusak, karena penurunan kualitas lingkungan
atau kesalahan pengelolaan sehingga masyarakat harus menerima
kerugian atau masyarakat harus membayar sejumlah tertentu untuk
mendapatka kembali barang atau jasa yang telah hilang. 'isalnya
pengurangan luas hutan bakau ternyata berdampak terhadap
pengurangan unsur hara dan penurunan populasi udang tangkap,
maka penilaian terhadap kerugian tersebut merupakan jumlah biaya
pengganti yang harus dikeluarkan jika kebijakan pengelolaan hutan
bakau dilaksanakan.
32
32
$plikasi Metode -eple5ement %ost &
0ontoh 1F
Aahan sa"ah memiliki fungsi sebagai penyedia lapangan pekerjaan.
9lih fungsi lahan sa"ah ke penggunaan lain menyebabkan petani
kehilangan sumber mata pencaharian. 'isalkan jumlah tenaga kerja
yang dapat diserap pada usahatani lahan sa"ah adalah 51+,+ hari
kerja pria (!#P=ha=tahun dengan tingkat upah Lp 26....=!#P, maka
nilai fungsi lahan sa"ah sebagai penyedia lapangan kerja yang hilang
adalah (<ra"an, 2..+
n
NF'K + 3 ( 'i . 6i . 0Pi . Li )
iH1
-i H #ebutuhan tenaga kerja usahatani (!?#=ha
2i H %pah kerja (Lp=!?#
<Pi H <ndeks pertanaman (4=tahun
Ai H Auas lahan sa"ah pada unit lahan,i (ha
Sehingga nilai fungsi lahan sa"ah sebagai penyedia lapangan kerja
yang hilang akibat konversi lahan sa"ah ke penggunaan selain
pertanian adalah
&;-# H (51+,+ ) (26.... H Lp 6.69/.8..=ha='-
0ontoh 2F
Perhitungan degradasi sebagai akibat adanya abrasi pantai yang
disebabkan oleh hilangnya hutan mangrove dapat dilakukan
pendekatan dengan menghitung nilai hutan mangrove sebagai
pelindung abrasi yang dapat didekati dengan biaya pembangunan
tembok dengan tinggi 2 meter. (iaya yang diperlukan adalah Lp
5/....=m
2
(data harga pasar. (ila diketahui panjang pantai yang tidak
ada hutan mangrovenya adalah sepanjang 56 km. 'anfaat ekonomi
hutan mangrove sebagai pelindung abrasi adalah (#ementrian &egara
Aingkungan !idup, 2..>
LumusF
V
P$
+ P
t
. '
t
. 7 .
t

$imanaF
33
33
:
P9
H nilai pelindung abrasi
P
t
H panjang pantai
-
t
H tinggi tembok pelindung pantai
S H koefisien kapasitas hutan mangrove sebagai pelindung abrasi
(
t
H biaya pembuatan tembok pelindung abrasi (Lp=m
2

Sehingga manfaat ekonomi hutan mangrove sebagai pelindung abrasi


sama denganF

:
P9
H 56.... ) 2 ) Lp 5/.... H Lp 2.88.........
Kadi nilai degradasi abrasi pantai yang diakibatkan oleh hilangnya
hutan mangrove adalah sebesar Lp. 2,88 miliar. &ilai tersebut dapat
ditambah lagi dengan nilai tempat pemijahan dan pengasuhan ikan,
udang dan kepiting. -empat pemijahan dan pengasuhan ikan dapat
diperkirakan dengan biaya pembuatan rumpon per m2.
0ontoh 5 F
'enghitung nilai degradasi tanah=lahan kritis berdasarkan perhitungan
biaya perbaikan=pengembalian fungsi lingkungan yang hilang
(menghitung nilai pupuk yang dibutuhkan untuk mengembalikan
kesuburan tanah.
(iaya perbaikan=pengembalian fungsi lingkungan lahan kritis per
hektar adalah Lp >.2......=ha, dengan perincian sbbF
(iaya pengolahan lahan Lp 8......
(iaya pembelian bibit Lp 1.>......
(iaya pemupukan Lp 1.2......
(iaya tenaga kerja Lp 1........
Kumlah Lp >.2......
'aka nilai degradasi lahanH luas lahan kritis ) biaya pemulihan=ha
H 5+5,95 ) Lp >.2......
H Lp 1./+../18./..
(9ristin, #&A!, 2..9.
8. 'eknik ia#a Pen5egahan (Prevention Expenditure)
Pada metode ini nilai lingkungan dihitung berdasarkan apa yang
disiapkan oleh seseorang atau sekelompok orang (masyarakat untuk
upaya pencegahan kerusakan lingkungan, seperti pembuatan
terasering untuk mencegah erosi di daerah berlereng atau dataran
tinggi. $alam metode ini nilai eksternalitas lingkungan dari suatu
kegiatan pembangunan dihitung dengan melihat berapa biaya yang
disiapkan oleh seseorang atau masyarakat untuk menghindari dampak
negatif dari lingkungan yang kurang baik. (iaya pencegahan adalah
biaya yang dikeluarkan untuk menghindari terjadinya suatu dampak,
34
34
khususnya dampak negatif terhadap lingkungan yang timbul dari
adanya suatu kegiatan ('aria. L, 2..9.
-ujuan valuasi ekonomi atas dasar biaya pencegahan adalah
untuk menentukan besarnya dana yang diperlukan untuk mencegah
terjadinya dampak negatif. pencegahan ini harus dilakukan oleh
perusahaan, namun jika hal tersebut tidak dilakukan oleh perusahaan,
maka pemerintah akan dapat menggunakan dana tersebut untuk
menciptakan kegiatan atau peralatan untuk mencegah dampak negatif
suatu kegiatan. Pemerintah dapat mengusahakan misalnya
dibangunnya sistem atau pengelolaan limbah terpadu atau ipal terpadu
dengan menggunakan dana yang dikumpulkan atau dibayarkan oleh
para pengusaha tesktil, kulit, pemegang hph, pengelola tpa, dan
sebagainya .
%ontohF
1 &ilai dampak pencemaran dari dikembangkannya pabrik tekstil
minimal sebesar nilai biaya pecegahannya (prevention cost,
yaitu biaya pemasangan instalasi pengolahan air limbah (ipal
termasuk biaya pengolahan limbah tekstil di dalam ipal
tersebut.
2 &ilai dampak pencemaran dari dikembangkannya pabrik kulit
minimal sebesar nilai biaya pecegahannya (prevention cost
aproac(, yaitu biaya pemasangan instalasi pengolahan air
limbah (ipal termasuk biaya pengolahan limbah tekstil di dalam
ipal tersebut. -etapi jika pencemaran telah terjadi pada badan
air akibat limbah industri kulit, maka pendekatan valuasi
ekonominya menggunakan Treplacement cost approachB yaitu
menghitung nilai kerusakan atau kerugian akibat tercemarnya
air sungai karena limbah pabrik kulit.
5 &ilai dampak kebakaran hutan
9pabila pemerintah atau masyarakat mengetahui akan
terjadi kebakaran yang tidak bisa dihindari, maka pemerintah
dan masyarakat sudah menyiapkan diri untuk mencegah
dampak yang akan terjadi. misalnya untuk tidak mengganggu
pernafasan digunakanlah masker. $alam hal ini harga atau
biaya pembelian dan pemakaian masker merupakan biaya
pencegahan dari adanya penyakit ispa.
$nalisis&
$ampak dari biaya pencegahan adalah digesernya biaya
eksternal menjadi biaya internal, sehingga perusahaan atau pabrik
cenderung menaikkan harga produknya. #enaikan harga produk
35
35
tergantung pada tingginya elastisitas permintaan dan elastisitas
pena"aran produk bersangkutan.
Pada umumnya nilai dampak suatu kegiatan yang diperkirakan
dengan pendekatan biaya pencegahan akan lebih rendah dibanding
dengan nilai ekonomi dampak yang diperkirakan dengan pendekatan
biaya penggantian (replacement cost approac(, karena replacement
cost didasarkan atas kerusakan yang terjadi akibat suatu kegiatan,
pabrik misalnya. ?leh karena itu pemerintah dalam menentukan uang
jaminan yang harus diserahkan oleh perusahaan s"asta= bumn dapat
berkisar di antara biaya pencegahan dan biaya penggantian.
Langkah penghitungan&
%ntuk menghitung nilai biaya pencegahan perlu diketahui hal,hal
berikutF
Kenis kegiatan yang akan dikaji (pabrik terkstil, pabrik kulit,
kebakaran hutan, tpa sampah, dan sebagainya
#apasitas produksi kegiatan yang bersangkutan (perusahaan
tekstil Obaltekstil, perusahaan kulit Oton kulit atau per lembar
kulit, kebakaran hutan Ohektar hutan, volume sampah yang
ditimbun O ton sampah
9pa bentuk teknik pencegahan dampak yang diperkirakan
dilakukan (pasang ipal, pasang insenirator, pasang masker,
menye"a pesa"at terbang pengintai dan penyiram titk api
$icari data harga atau biaya yang dikeluarkan untuk
pencegahan dampak
$ihitung nilai per unit biaya pencegahan dampak
'isalF
, (iaya pencegahan dampak per bal tekstil
- (iaya pencegahan dampak per ton kulit
- (iaya pencegahan penyakit ispa per ha hutan terbakar
- (iaya pencegahan dampak per ton sampah yang
ditimbun=dibuang
$ihitung biaya totalnya dengan cara kalikan biaya per unit
dengan total volume produksi , atau luas kebakaran, atau
volume sampah yang dibuang.
Perhitungan ini dapat pula sebaliknya yaitu diketahui biaya
pencegahan total terlebih dahulu kemudian dihitung biaya
pencegahan per unit. $engan cara membagi biaya total dengan
volume produksi atau volume dampak yang terjadi.
9. Metode Valuasi Kontingen (%VM)
36
36
'erupakan metode valuasi sumberdaya alam dan lingkungan
dengan cara menanyakan secara langsung kepada konsumen tentang
nilai manfaat S$9 dan lingkungan yang mereka rasakan. -eknik
metode ini dilakukan dengan survei melalui "a"ancara langsung
dengan responden yang memanfaatkan S$9 dan lingkungan yang
dimaksud. 0ara ini diharapkan dapat menentukan preferensi
responden terhadap S$9 dengan mengemukakan kesanggupan untuk
membayar (2-PF "illingness to pay yang dinyatakan dalam nilai
uang.
%ntuk memperoleh hasil yang maksimal, maka penerapan
metode ini memerlukan rancangan dan pendekatan kuesioner yang
baik. -erdapat empat pendekatan kuesioner yang dapat
dipertimbangkan, yaituF
a. Pendekatan pertanyaan langsung, yaitu memberikan pertanyaan
langsung tentang berapa harga yang sanggup dibayarkan oleh
responden untuk dapat memanfaatkan S$9 dan lingkungan yang
dita"arkan.
b. Pendekatan pena"aran bertingkat, merupakan penyempurnaan
dari pendekatan pena"aran langsung. Pendekatan ini dimulai
dengan suatu tingkat harga a"al tertentu yang telah ditetapkan
oleh peneliti lalu ditanyakan kepada responden apakah harga
tersebut layak. Kika responden menja"ab ByaB maka nilai tersebut
dinaikkan dan dita"arkan kepada responden hingga responden
menja"ab BtidakB. Ka"aban atau angka terakhir yang dicapai
tersebut merupakan nilai 2-P yang tertinggi dari responden.
c. Pendekatan kartu pembayaran menggunakan bantuan sebuah
kartu berisi daftar harga yang dimulai dari nol sampai pada suatu
harga tertentu yang relatif tinggi. #emudian responden memilih
harga maksimum yang sanggup dibayar untuk suatu produk atau
jasa S$9 dan lingkungan.
d. Pendekatan setuju atau tidak setuju, merupakan cara yang paling
sederhana karena responden dita"ari suatu tingkat harga tertentu
kemudian ditanya setuju atau tidak setuju dengan harga tersebut.
%ontoh&
'asyarakat hilir menyadari bah"a terjadinya banjir yang secara
rutin melanda "ilayah mereka sebagai akibat menurunnya kualitas
lingkungan di "ilayah hulu. %ntuk itu masyarakat ditanya tentang
respon mereka terhadap upaya,upaya perbaikan lingkungan di "ilayah
hulu.
Pertanyaan Pena"aran 2-PF
37
37
9pakah setuju bah"a lahan pertanian khususnya sa"ah
mempunyai fungsi lingkungan dalam pengendalian banjir dan
erosi.
9pakah responden bersedia membayar untuk memperbaiki
kualitas lingkungan hulu
Kika ByaB, kemukakan nilai pilihan 2-P (mulai dari terendah,
lalu lakukan pena"aran (bi""ing.
-ingkatkan pena"aran sekitar 1.4 atau lebih. 'isalnya dari
nilai a"al Lp /.... menjadi Lp /./... jika masih bersedia
membayar, tingkatkan lagi nilainya menjadi Lp 8.... dan
seterusnya.
Kika responden sudah menyatakan tidak bersedia lagi
membayar, maka nilai pena"aran tertinggilah merupakan nilai
2-P dari responden tersebut.
Pada prinsipnya pendekatan 2-9 (2illingness to accept sama
dengan 2-P, tetapi respondennya adalah masyarakat yang
menyediakan atau menghasilkan jasa lingkungan. 'isalnya, untuk
mengetahui seberapa besar petani mau dibayar agar tetap bersedia
mengelola dan mempertahankan lahan pertaniannya.
%ontohF
9pakah responden bersedia menerima bantuan pembayaran
untuk tetap mengelola dan mempertahankan lahan pertaniannya.
'isalnya biaya pembuatan teras bangku. (iaya pembuatan teras
bangku di lokasi penelitian adalah Lp 5,/ O /,/ juta=ha. -ingkat
pena"aran mulai dari /.4 nilai biaya yang dikemukakan petani, lalu
diturunkan atau dinaikkan sesuai dengan respon a"al petani. 'isalnya
biaya pembuatan teras menurut petani Lp 1........ (luas lahan .,2/
ha, terdiri dari biaya -# Lp 8......, biaya bahan Lp 2/..... dan
peralatan Lp 1/.....
Pertanyaan Pena"aran 2-9F
(iaya -enaga #erja Lp 5......
Kika responnya bersedia menerima, maka turunkan sekitar 1.4
atau lebih menjadi Lp 2+/..., lalu Lp 2/....., lalu Lp 22/....,
dst sampai responden menyatakan tidak bersedia menerima
jumlah tersebut.
Kika responnya tidak bersedia menerima, maka naikkan sekitar
1.4 atau lebih menjadi Lp 52/...., lalu Lp 5/....., lalu Lp
5+/...., atau Lp >...... dst, sampai responden menyatakan
bersedia menerima nilai tersebut.
(ahan Lp 1......1 jika responnya masih bersedia, turunkan
sekitar 1.4 seperti cara di atas sampai responden menyatakan
38
38
tidak bersedia menerima nilai tersebut. &amun jika responden tidak
bersedia menerima, naikkan nilai tersebut sekitar 1.4 sampai
responden menyatakan bersedia menerima nilai bantuan tersebut.
Peralatan Lp /..... (caranya sama dengan di atas.
:. Pendekatan ia#a Pe!*alanan ('!a;el %ost)
%ontoh&
#eberadaan ekosistem terumbu karang menjadi daya tarik bagi
"isata"an baik lokal maupun mancanegara. Perhitungan nilai manfaat
langsung dari kegitanan menyelam dicontohkan dari kegiatan
menyelam di Perairan Pulau (arang Aompo ($idi Lukmana, 2..+.
$ari hasil "a"ancara dengan pengurus 'arine Station
%niversitas !asanuddin diketahui bah"a pada tahun 2..> terdapat 69
orang "isata"an yang menyelam, yaitu 8 orang "isata"an asing dan
>/ orang melakukan kegiatan pendidikan dan pelatihan menyelam,
dan 56 orang "isata"an lokal. &ilai manfaat langsung dari kegiatan
menyelam didekati dengan menghitung rata,rata jumlah biaya yang
dikeluarkan oleh penyelam, yaitu biaya penginapan, biaya makan, dan
biaya menyelam. (erdasarkan survei diperoleh total biaya yang
dikeluarkan oleh penyelam adalah sebesar Lp. 5>.21/.... per tahun.
D$F'$- P<S'$K$
9diningsih, K.S. 199+. Peranan Gfisiensi Penggunaan Pupuk untuk
Pelestarikan S"asembada Pangan. Prosiding Simposium
&asional dan #ongres :< Peragi. Perhimpunan 9gronomi
<ndonesia, Kakarta.
9drianto. A, 9khmad ;ahruddin, 7udi 2ahyudin, 2..+. #onsepsi
:aluasi Gkonomi Sumberdaya 9lam dan Aingkungan. 'odul
disampaikan pada kegiatan Pelatihan -eknik dan 'etode
Pengumpulan $ata valuasi Gkonomi. Pusat #ajian Sumberdaya
Pesisir M Aautan, <P(. (ogor.
9gus ;, L.A.2atung, !.Suganda, S.!.-alaohu, 2ahyunto, S.Sutono ,
9. Setyanto, !.'ayro"ani, 9.L.&urmanaf dan #undarto. 2..5.
9ssessment of Gnvironmental 'ultifuncions of Paddy ;arming
in 0itarum Liver (asin, 2est Kava, <ndonesia. Prosiding
Seminar &asional 'ultifungsi dan #onversi Aahan Pertanian.
Pusat Penelitian dan Pengembangan -anah dan 9groklimat.
(ogor
39
39
9gus ;. dan G. !usen 2../. -injauan %mum 'ultifungsi Pertanian.
Seminar &asional 'ultifungsi Pertanian dan #etahanan
Pangan. (alai Penelitian -anah. (adan Aitbang Pertanian.
(ogor.
9ndre" Schmit@, $arrell A !ueth, dan G.K.Lichard. 1992. 9pplied
2elfare Gconomics and Public Policy. Prentice !all, <nc.
(arbier, G. (. 199/. -he Gconomics of ;orestry and 0onservation F
Gconomic :alues and Policies. 0ommon"ealth ;orestry
Levie".
(unasor Sanim, 2.... 'etode :aluasi Gkonomi Sumberdaya dan
Kasa,jasa Aingkungan 2ilayah Pesisir. (ahan kuliah PPA!,<P(.
(ogor.
(onnieu), ; dan P. Ae *offe. 199+. :aluing -he (enefit ?f Aandscape
LestorationF 9 0ase Study ?f -he 0otentin in Ao"er,&ormandy,
;rance. Kournal of Gnvironmental 'anagement.
(P-P Sula"esi Selatan, 2../. <novasi dan <nformasi Pertanian,
(uletin (P-P 1(1.
0onstan@a dan ;olke, 199+. Gcological Gconomic, -he Science and
'anagement of Sustainability,. 0olumbia %niversity Press, &e"
7ork.
$eptan. 2..6. Leklamasi lahan sa"ah berbahan organik rendah.
$irektorat Pengelolaan Aahan. $eptan. Kakarta.
Gom #0 dan #.#.#ang. 2..1. 9ssessment of Gnvironmental
'ultifunctions of Lice Paddy and %pland ;arming in -he
Lepublic of #orea. <nternational Seminar on 'ultifunctionality of
9griculture. K<L09S., -sukuba, <baraki, Kapan.
;9?. 19+8. 9 ;rame"ork ;or Aand Gvaluation. LomeF ;9? (-he ;ood
9griculture ?rganisation. Soil (ull
;9?. 2..1. L?9 Project Publication &o.2F G)pert 'eeting
Proceedings. Lome <taly F ;9? (-he ;ood 9griculture
?rganisation. Soil (ull.
;au@i 9.. 2..>. Gkonomi Sumberdaya 9lam dan Aingkungan. -eori dan
9plikasi. P.-. *ramedia Pustaka %tama. Kakarta.
;au@i, 9. dan 9nna, 2../. Panduan Penentuan Perkiraan *anti Lugi
9kibat Pencemaran dan #erusakan Aingkungan. #ementerian
&egara Aingkungan !idup. Kakarta.
;au@i, 9. dan 9nna, 2../. Pemodelan Sumberdaya Perikanan dan
#elautan untuk 9nalisis #ebijakan. *ramedia Pustaka %tama,
Kakarta.
;isher 9. 1961. &atural Lesource and Gnvoronmental Gconomics,
0ambridge %niversity Press.
;reeman <<<, 9.', 2..5. -he 'easurement of Gnvironmental and
Lesource :alues. Lesources for -he ;uture. 2ashington, $.0.
40
40
*rigalunas -.S dan L. 0ongar. 199/. Gnvironmental Gconomics for
<ntegrated 0oastal 9rea 'anagementF :aluation 'ethods and
Policy <nstruments. %&GP Legional Seas Leports and Studies.
&o. 18>. %&GP.
*oda '. 2..1. &e" Loles of 9griculture. Gvaluation of
'ultifunctionality of Paddy ;arming and <ts Gffects in 9SG9&
0ountries.
<ra"an (ambang dan Supena ;riyatno, 2..5. $ampak #onversi Aahan
Sa"ah di Ka"a -erhadap Produksi (eras dan #ebijakan
Pengendaliannya. Kournal Sosek dan 9gribisnis S?09.
%dayana 2(2.
<ra"an (ambang. 2../. #onversi Aahan Sa"ahF Potensi $ampak,
Pola Pemanfaatannya dan ;aktor $eterminan. ;orum
9groekonomi 25(1F 1,16. Pusat Penelitian dan Pengembanan
Sosial Gkonomi Pertanian. (ogor.
<ra"an. 2..+. :aluasi Gkonomi Aahan Pertanian. Pendekatan &ilai
'anfaat 'ultifungsi Aahan Sa"ah dan Aahan #ering (Studi
kasus di sub $9S 0itarik, (andung. $isertasi PPS <P(.
(unpublished
!art"ick, K.'. dan &.$. ?le"iler. 1998. -he Gconomics of &atural
Lesource %se. !arper and Lo", Publisher, &e" 7ork.
#&A!. 2..>. Panduan Perhitungan Produk $omestik Legional (ruto
P$L( !ijau. 9sdep %rusan Pengembangan #apasitas
#elembagaan Penunjang Aingkungan !idup. #&A!. Kakarta.
#&A!. 2..8. Panduan Penghitungan *anti #erugian 9kibat
Pencemaran dan atau Perusakan Aingkungan. 9sdep %rusan
Penyelesaian Pengaduan dan Sengketa Aingkungan. $eputi :
#&A!. Kakarta
#&A!. 2..9. Panduan :aluasi Gkonomi Gkosistem *ambut. 9sdep
%rusan <nsentif dan Pendanaan Aingkungan. Kakarta.
'unasinghe, '. 1995. Gnvironmental Gconomics and Sustainable
$evelopment. 2orld (ank Gnvironment Paper &umber 5. -he
2orld (ank. 2ashington $.0.
&avrud S dan G.$.'ungatana. 199>. Gnvironmental :aluation in
$eveloping 0ountriesF -he Lecreational :alue of 2ildlife
:ie"ing. Gcological Gconomics
&avrud S. 2.... Strenths, 2eaknesses and Policy %tility of :aluation
-echniJues and (enefit -ransfer 'ethods. <nvited Paper for the
?G0$,%S$9 2orkshop -he :alue of Lural 9menitiesF $ealing
2ith Public *oods, &on,market *oods and G)ternalities,
2ashington $.0. $epartment of Gconomics and Sosial
Sciences, 9gricultural %niversity of &or"ay.
41
41
&uddin !arahab, 2..6. 9nalisis Gkonomi,Gkologi Perencanaan
2ilayah !utan 'angrove. $isertasi PPS ;akultas Pertanian
%nibra", 'alang. (unpublished.
?thman K. 2..2. (enefits :aluation of <mproved Lesidential Solid
2aste 'anagement Service in 'alaysia. Kournal of
Gnvironmental Gconomics and 'anagement
?thman K, 'd &or &.*, dan L. ?thman. 2..8. 2elfare <mpacts of 9ir
Cuality 0hanges in 'alaysiaF -he !edonic Pricing 9pproach.
Kurnal Gkonomi 'alaysia.
Pearce, $.2 dan #erry -urner. 1991. Gconomics of &atural Lesources
and -he Gnvironment !arvester 2heatsheaf.
Pearce, $.2 dan $. 'oran, 199>. -he Gconomic :alue of (iodiversity.
<%&0. Garthscan Publication, Aondon.
Perrot 'altre $aniele, 2../. (ahan SeminarF ?n Gnvironmental
Services and ;inancing for the Protection and Sustainable %se
of Gcosystems. *eneva.
Lachman #urnia"an, Griyatno, Lukman Sardjadidjaja, 9linda ;.'.
Uain. 2..9. :aluasi Gkonomi Kasa Aingkungan #a"asan #arst
'aros Pangkep. Kurnal Gkonomi Aingkungan 15 (1.
Lolfe K, (ennett K, dan K. Aouviere. 2.... 0hoice 'odeling and <ts
Potential 9pplication to -ropical Lainforest Preservation.
Gcological Gconomics.
Lukmana, $idi, 2..+. Penilaian 'anfaat Gkonomi -erumbu #arang di
Perairan Pulau (arang Aompo, #ota 'akassar. Kurnal Gkonomi
Aingkungan 21(1.
Sandy, < 'ade. 1992. $9S, Gkosistem dan Penggunaan -anah.
Aokakarya Pengelolaan -erpadu $9S di <ndonesia. <P(. (ogor.
Serafi, S.G. 199+. Pricing -he <nvaluableF -he :alue ?f -he 2orldVs
Gcosystem Services 9nd &atural 0apital. Kournal Gcological
Gconomics.
Setiyanto, 9., 9.L. &urmanaf, 7. Soelaeman, !. 'aryo"ani, dan S.#.
$ermoredjo. 2..2. &ilai Gkonomi ;ungsi Aahan Sa"ah Sebagai
-empat Pendaurulangan Aimbah ?rganik. Prosiding Seminar
&asional 'ultifungsi dan #onversi Aahan Pertanian.
Puslitbangtanak. (adan Aitbang Pertanian. Kakarta.
Soemarno, 2..1. #onsepsi Sumberdaya Gkonomi Aahan. (ahan
#uliah Gvaluasi Aahan dan Aanduse Planning. Program
Pascasarjana %nibra".
Spash, 0. A. 199+. Gthics 9nd Gnvironmental 9ttitudes 2ith <mplication
;or Gconomic :aluation. Kournal ?f Gnvironmental
'anagement.
Steer, 9. 1998. -en Principles of -he &e" Gnvironmentalism. ;inance
and $evelopment.
42
42
Suh $.#. 2..1. Social and Gconomic :aluation of -he
'ultifunctionality Loles of Paddy ;arming. <nternational Seminar
on 'ulti,;unctionality of 9griculture. K<L09S. -sukuba.
<baraki .Kapan.
Suparmoko, 199+. Gkonomi Sumberdaya 9lam dan Aingkungan (Suatu
Pendekatan -eoritis, (P;G, 7ogyakarta.
Suparmoko dan 'aria. 2.... Gkonomi Aingkungan. (P;G. 7ogyakarta.
-urner L.#, $. Pearce dan <. (ateman. 199>. Gnvironmental
GconomicsF 9n Glementary <ntroduction. !arvester 2heatsheaf.
7akin 9ddinul, 199+. Gkonomi Sumberdaya dan AingkunganF -eori dan
#ebijakan Pembangunan (erkelanjutan. 9kademika Presindo,
Kakarta.
7oshida, #. 2..1. 9n Gconomic Gvaluation of the 'ultifunctional Loles
of 9griculture and Lural 9reas in Kapan. -echnical (ulletin 1/>.
'inistry of 9gricultural ;orestry and ;isheries. ;;-0. Kapan.
7oshida, #. dan *oda '. 2..1. Gconomic Gvaluation of 'ultifunctional
Loles of 9griculture in !illy and 'ountanious 9reas in Kapan.
Proceeding <nternational Seminar on 'ultifunctionalty of
9griculture. K<Lcas., -sukuba <baraki. Kapan.
43
43