Anda di halaman 1dari 734

i

K A R I
MODUL
PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI
1
KOLEGIUM ANESTESIOLOGI & REANIMASI INDONESIA
2008
DAFTAR ISI
No. Topik
Halaman
1. Modul Keterampilan Dasar Anestesiologi I
2. Modul Keterampilan Dasar Anestesiologi II
3. Modul Keterampilan Dasar Anestesiologi III
4. Modul Kedokteran Perioperatif I
. Modul Kedokteran Perioperatif II
!. Modul Persiapan "#at dan Alat Anestesia
$. Modul Traumatologi I
%. Modul Anestesia &mum
'. Modul Analgesia regional I (Biers block) spinal*
1+. Modul Analgesia regional II (epidural) kaudal) #lok saraf*
11. Modul Anestesia ,eda- "rtopedi I
12. Modul Anestesia ,eda- "rtopedi II
13. Modul Anestesia ,eda- "nkologi dan ,eda- Plastik
14. Modul Anestesia ,eda- &rologi
1. Modul Anestesia "#stetri I
1!. Modul Anestesia "#stetri II
1$. Modul Anestesia ,eda- THT I
1%. Modul Anestesia ,eda- THT II
1'. Modul Anestesia ,eda- Mata
2+. Modul Anestesia ,eda- Pediatrik I (prosedur seder-ana*
21. Modul Anestesia ,eda- Pediatrik II (lan.utan*
22. Modul Anestesia ,eda- /araf I (semester 4*
23. Modul Anestesia ,eda- /araf II (semester !*
24. Modul Anestesia ,eda- 0a1at 2alan
2. Modul Anestesia Kardiotorasik I
2!. Modul Anestesia Kardiotorasik II
2$ Modul Anestesia ,eda- Darurat
2%. Modul Anestesia ,eda- In3asif Minimal
2'. Modul Anestesia Di luar Kamar ,eda-
3+. Modul Anestesia dan Pen4akit K-usus
31. Modul Anestesia dan Pen4akit 5angka
32. Modul Traumatologi II
33. Modul Post Anesthesia Care Unit (PA6&*
34. Modul Penatalaksanaan N4eri
3. Modul Intensive Care I
3!. Modul Intensive Care II
3$. Modul Penelitian
3%. Modul Kemampuan Komunikasi dan Profesionalisme
2
KATA PENGANTAR
/egala pu.i s4ukur disampaikan ke -adirat Ila-i 0o##i) karena ak-irn4a Modul Pendidikan
Anestesiologi 7 0eanimasi dapat diselesaikan.
Modul adala- profil suatu program pendidikan dokter spesialis atau su#spesialis (spesialis
konsultan* 4ang disusun ole- masing8masing kolegium ilmu kedokteran. Katalog men9akup 3isi
dan misi) kompetensi) pers4aratan dan alur pendaftaran peserta didik) pelaksanaan seleksi) lama
serta isi program dan 9ara e3aluasi) serta daftar Institusi Pendidikan Dokter /pesialis (IPD/*.
Dengan demikian pada Modul ini pun #erisi -al8-al 4ang terse#ut di atas.
Katalog ini di#uat ole- Komisi &.ian Nasional) Komisi Kompetensi KA0I 4ang terdiri dari
anggota tetap komisi dan para Ketua Program /tudi (KP/* dan atau /ekretaris Program /tudi
(/P/* semua Pusat Pendidikan Anestesiologi 7 0eanimasi di Indonesia 4aitu :akultas
Kedokteran &ni3ersitas Indonesia) &ni3ersitas Pad.ad.aran) &ni3ersitas Airlangga) &ni3ersitas
Diponegoro) &ni3ersitas ;a.a- Mada) &ni3ersitas Hasananudin) &ni3ersitas /umatra &tara)
&ni3ersitas &da4ana) &ni3ersitas /e#elas Maret dan &ni3ersitas /ri1i.a4a.
Isi Katalog ini se#agian #esar diam#il dari Katalog KA0I edisi 1''% 4ang disusun ole-
Prof.dr. /iti 6-asnak /ale-) Prof.dr. Kar4adi <ir.oatmo.o) dr. /aid 5atief) dr. 0us1an Da9-lan)
dr. ,am#ang /ur4ono se#agai panitia ad hoc. Dengan penam#a-an -al8-al 4ang #aru 4ang
merupakan komponen Katalog seperti 4ang di-aruskan Konsil Kedokteran Indonesia (KKI*)
ak-irn4a dapat di#uat Katalog edisi 2++%.

,andung) 2uni 2++%
Ketua Kolegium Anestesiologi 7 0eanimasi Indonesia
Prof. Dr. Tatang ,isri) dr.) /pAn8KNA
3
TIM PEMBUAT MODUL
Prof. Dr. Tatang ,isri) dr.) /pAnKNA
Prof. M. 0oesli T-ai#) dr.) /pAnKI68KNA
Prof. Dr. Margaretta 0e-atta) dr.) /pAnKI68KNA
Prof. Dr. =dd4 0a-ard.o) dr.) /pAnKI6
Indro Mul4ono) dr.) /pAnKI6
/un /unatrio) dr.) /pAnKI6
Hasanul Arifin) dr.) /pAn
,-iro1o >udo Pratomo) dr.) /pAn
=li?eus Hanindito) dr.) /pAnKI6
Tantani /ugiman) dr.) /pAnKI6
&ripno ,udiono) dr.) /pAn
=rr4 5eksana) dr.) /pAnKI6
MH. /ud.ito) dr.) /pAnKNA
=dd4 Hari4anto) dr.) /pAnKI6
0atna :arida) dr.) /pAn
/4afrudin ;aus) dr.) /pAn) P-D
I.,. ;de /u.ana) dr.) /pAn
Sekretaris Tim Modul:
Dita Adit4aningsi-) dr.) /pAn
Peta Kurikulum Pedidika S!esialis Aestesiolo"i
4
"rientasi 7Pem#ekalan Magang Mandiri 60
/em 1 /em 2 /em 3 /em 4 /em /em ! /em $
3 #ulan kulia-
3 #ulan di "K
! #ulan ! #ulan ! #ulan ! #ulan ! #ulan ! #ulan
6atatan @ <aktu dan semester di atas tidak mengikat. Hasil pem#ela.aran (learning outcome* #ergantung
pada pen9apaian kompetensi. ,ila suda- dianggap kompeten #isa naik semester (penilaian meliputi segi
kognitif) afektif) psikomotor. Kognitif @ lulus u.ian) men4elesaikan tugas ilmia-. Psikomotor@ men9apai
.umla- kasus sesuai ta#el di #a1a-. Afektif@ penilaian tingka- lakuAkepri#adian*
Peta Kurikulum Pedidika S!esialis Aestesiolo"i #FINAL$
No Modul
Semester
SKS
I II III I% % %I %II
1 Modul Keterampilan Dasar Anestesiologi I
2 Modul Keterampilan Dasar Anestesiologi II
3 Modul Keterampilan Dasar Anestesiologi III
4 Modul Kedokteran Perioperatif I
Modul Kedokteran Perioperatif II
! Modul Persiapan "#at dan Alat Anestesia
$ Modul Traumatologi I
% Modul Anestesia &mum
' Modul Analgesia regional I (Biers block) spinal*
1+ Modul Analgesia regional II (epidural) kaudal) #lok saraf*
11 Modul Anestesia ,eda- "rtopedi I
12 Modul Anestesia ,eda- "rtopedi II
13 Modul Anestesia ,eda- "nkologi dan ,eda- Plastik
14 Modul Anestesia ,eda- &rologi
1 Modul Anestesia "#stetri I
1! Modul Anestesia "#stetri II
1$ Modul Anestesia ,eda- THT I
1% Modul Anestesia ,eda- THT II
1' Modul Anestesia ,eda- Mata
2+ Modul Anestesia ,eda- Pediatrik I (prosedur seder-ana*
21 Modul Anestesia ,eda- Pediatrik II (lan.utan*
22 Modul Anestesia ,eda- /araf I
23 Modul Anestesia ,eda- /araf II
24 Modul Anestesia ,eda- 0a1at 2alan
2 Modul Anestesia Kardiotorasik I
2! Modul Anestesia Kardiotorasik II
2$ Modul Anestesia ,eda- Darurat
2% Modul Anestesia ,eda- In3asif Minimal

2' Modul Anestesia Di luar Kamar ,eda-


3+ Modul Anestesia dan Pen4akit K-usus
31 Modul Anestesia dan Pen4akit 5angka
32 Modul Traumatologi II
33 Modul Post Anesthesia Care Unit (PA6&*
34 Modul Penatalaksanaan N4eri
3 Modul Intensive Care I
3! Modul Intensive Care II
3$ Modul Penelitian
3% Modul Kemampuan Komunikasi dan Profesionalisme
2umla- Modul
$ 1+ ' $ 4 $ 2
/K/
11 1 1 1 12 12 14 '4
&EN&ANG ' &EN&ANG (
MODUL '
KETERAMPILAN DASAR
ANESTESIOLOGI I
Aatomi) Fisiolo"i da Farmakolo"i utuk
S!esialis Aestesiolo"i
Mengem#angkan kompetensi <aktu (selama /emester 1*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi aplikasi klinis
B 4 .am (kulia- kulia- *
3 B 2 .am (diskusi dengan pem#im#ing*
3 pekan ( saat sesi praktek keterampilan dasar
anestesia umum dan regional*
Persia!a Sesi
8 /istem audio 3isual@
1. KomputerALaptop)
2. Pro4ektor 56D dan 5a4ar)
3. Flip chart)
4. Pemutar 3ideo)
. "HP
8 Materi kulia-@ 6D ) flash disc powerpoint
!
Anatomi )fisiologi) patofisiologi dan farmakologi klinisAterapan dalam anestesiologi@
1. /istem pernafasan
2. /istem kardio3askular
3. /istem saraf pusat
4. /istem renal)
8 /arana #ela.ar@
1. 0uang kulia-
2. 0uang diskusi
8 Penuntun ,ela.ar@ li-at materi a9uan
8 Daftar tilik kompetensi@ li-at daftar tilik
8 0eferensi@
1. 6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r. 4
t-
ed 2++!
2. P-arma9olog4 and P-4siolog4 /toelting ed. 4
t-
2++!

Tu*ua Pem+ela*ara Umum
/etela- men4elesaikan modul ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk mema-ami
ilmu anatomi) fisiologi) farmakologi 4ang terkait dengan #idang anestesiologi.
Tu*ua Pem+ela*ara K,usus
/etela- men4elesaikan modul ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk mema-ami
ilmu dasar anatomi) fisiologi dan farmakologi ) sistem pernafasan) kardio3askular) sistem saraf
pusat dan perifer) dan sistem lain terkait seperti meta#olisme dan ekskresi guna mendukung
pema-aman akan tugas tugasn4a dalam mem#erikan anestesia umum maupun analgesia regional
'-RANA. KOMPETENSI
/etela- melalui sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan@
$
KOGNITIF
1. Mampu men.elaskan anatomi .alan nafas) paru dan organ nafas
2. Mampu men.elaskan fisiologi dan #e#erapa patofisiologi .alan nafas) paru dan organ
nafas
3. Mampu men.elaskan farmakologi o#at8o#at 4ang digunakan untuk mengatasi patologi
.alan nafas) paru dan organ nafas
4. Mampu men.elaskan anatomi .antung) pem#ulu- dara- dan dara-
. Mampu men.elaskan fisiologi dan #e#erapa patofisiologi .antung) pem#ulu- dara- dan
dara-
!. Mampu men.elaskan farmakologi o#at8o#at 4ang digunakan untuk mengatasi patologi
.antung) pem#ulu- dara- dan dara-
$. Mampu men.elaskan anatomi otak) saraf pusat dan saraf perifer
%. Mampu men.elaskan fisiologi dan #e#erapa patofisiologi otak) saraf pusat dan saraf
perifer
'. Mampu men.elaskan mekanisme kesadaran) persepsi n4eri
1+. Mampu men.elaskan farmakologi o#at8o#at 4ang #erdampak pada susunan saraf otak dan
saraf perifer) dan saraf autonom
11. Mampu men.elaskan farmakologi o#at8o#at pelumpu- otot dan antagonisn4a) opioid dan
antagonisn4a.
PSIKOMOTOR
1. /e9ara k-usus tidak ada) karena ini pengeta-uan intelektual
2. Keterampilan kognitif se9ara kompre-ensif) mengga#ungkan antara praktek anestesia
dengan ilmu dasar anatomi) fisiologi dan farmakologi.
3. Mampu melakukan penilaian kesadaran setela- pem#erian o#at induksi.
4. Mampu melakukan penilaian patensi .alan nafas dan adekuat tidakn4a pernafasan setela-
pem#erian o#at8o#at anestetik.
. Mampu melakukan penilaian tanda8tanda peru#a-an sistem sirkulasi.
%
!. Mampu melakukan penilaian penun.uk anatomi (landmark* untuk analgesia lokal dan
regional.
$. Mampu melakukan penilaian penun.uk anatomi untuk akses 3ena perifer dan sentral.
%. Mampu melakukan penilaian anatomi .alan nafas pada saat tindakan pem#e#asan .alan
nafas.
KOMUNIKASI /.UB INTERPERSONAL
1. Mampu men.elaskan pen4akit atau kelainan .alan nafas) pernafasan) sirkulasi dan
otak) saraf serta fungsi kesadaran kepada tim dokter) pasien dan keluarga pasien.
2. Mampu men.elaskan kepada tim dokter) pasien dan keluarga pasien tentang
manfaat dan risiko terapi untuk pen4akit atau kelainan .alan nafas) pernafasan) sirkulasi
dara- dan fungsi kesadaran
3. Mampu men.elaskan kepada tim dokter) pasien dan keluarga pasien tentang
manfaat dan risiko o#at8o#at anestetik dan analgesik
PROFESIONALISME
1. Men.amin #a-1a dokter tela- memiliki pengeta-uan 9ukup untuk melakukan
tindakan medis pada pen4akit dan kelainan .alan nafas) pernafasan) sirkulasi dara-)
.antung dan kesadaran seperti gagal nafas) penanggulangan s4ok) aritmia) resusitasi dan
penanggulangan koma serta kenaikan tekanan intrakranial
2. Men.amin #a-1a dokter tela- memiliki pengeta-uan 9ukup tentang farmakologi
o#at 4ang digunakan untuk mengo#ati pen4akit dan kelainan .alan nafas) pernafasan)
sirkulasi dara-) .antung dan kesadaran seperti gagal nafas) penanggulangan s4ok) aritmia)
resusitasi dan penanggulangan koma serta kenaikan tekanan intrakranial
(- KEY NOTES (li-at #uku Morgan*
Pada kenotes terse#ut di #a1a- ini akan ditekankan topik fisiologi) sedangkan untuk anatomi
dan farmakologi dapat dili-at pada #uku ru.ukan Morgan.
&ntuk telaa- le#i- dalam dapat dili-at pada #uku /toelting
'
Fisiolo"i
Fisiolo"i kardio0askular:
!" /angat #er#eda dengan aksi potensial pada saraf) aksi potensial pada .antung spike diikuti
dengan fase plateau selama +.2 C +.3 detik. Pada otot dan saraf aksi potensial ter.adi ole-
karena pem#ukaan kanal 9epat natrium di mem#ran sel. Pada otot .antung ini ter.adi
karena pem#ukaan kanal 9epat sodium (spike* dan kanal le#i- lam#at kalsium (plateau*.
#" Halotan) enfluran dan isofluran menekan nodus sinoatrial (/A* se9ara automatis. "#at8
o#at ini -an4a memiliki efek langsung) sedang pada nodus atrio3entrikular (AD*) efekn4a
meman.angkan masa konduksi dan meningkatkan masa refrakter. =fek kom#inasi ini
dapat men.elaskan mengapa sering tim#ul $unctional tachcardia #ilamana suatu
antikolinergik di#erikan untuk sinus #radikardia selama anestesia in-alasiE $unctional
pacemakers le#i- ditingkatkan daripada /A.
%" /tudi8studi menun.ukkan #a-1a semua anestetik uap menekan kontraktilitas .antung
dengan menurunkan masukn4a ion 6a ke dalam sel selama depolarisasi. (mengenai kanal
6a tipe T dan 5*) mengu#a- kinetik pelepasan dan am#ilan ke dalam retikulum
endoplasma) dan menurunkan sensiti3itas protein8protein kontraktil ter-adap kalsium.
&" "le- karena indeks .antung (6I* memiliki rentang le#ar) relatif tidak sensitif se#agai
ukuran untuk menilai fungsi 3entrikular. Nilai 6I 4ang a#mormal #iasan4a menun.ukkan
gangguan 3entrikular se9ara umum.
'" ,ila tidak ada anemia #erat atau -ipoksia) pengukuran tekanan oksigen 3ena 9ampur atau
saturasi merupakan 9ara ter#aik untuk menilai adekuat tidakn4a 9ura- .antung.
(" "le- karena peran atrium dalam pengisian 3entrikular penting dalam memperta-ankan
lo1 mean 3entri9ular diastoli9 pressures) pasien8pasien dengan penurunan kekem#angan
3entrikular sangat terpengaru- ole- gangguan pada sistol atrial.
)" 6ura- .antung pada pasien dengan gangguan 4ang .elas pada 3entrikel kanan atau kiri
sangat sensitif ter-adap peninggian pas9a#e#an.
*" :raksi e.eksi 3entrikular (=:* adala- fraksi 3olume 3entrikular diastolik ak-ir 4ang
dipompakan ke luar) merupakan penilaian ukuran fungsi sistolik 4ang paling umum
dipakai dalam klinik.
1+
+" :ungsi diastolik 3entrikel kiri dapat dinilai se9ara klinis dengan ekokardiografi Doppler)
pemeriksaan se9ara transtorasik atau transesofageal"
!," "le- karena endokardium merupakan #agian intramural 4ang paling tertekan selama
sistol) ini 9enderung merupakan #agian 4ang muda- rusak ole- aki#at iskemia pada
1aktu ter.adi penurunan tekanan perfusi koroner.
!!" Pada gagal .antung ketergantungan pada katekolamin meningkat. Peng-entian ti#a8ti#a
simpatetik atau penurunan kadar katekolamin dalam sirkulasi) seperti ter.adi sesuda-
induksi anestesia) #isa men4e#a#kan dekompensasi .antung akut.
Fisiolo"i sistem res!irasi
1. Anestesia umum menurunkan konsumsi "2 dan produksi 6"2 kira kira 1F. Tam#a-an
penurunan sering ter.adi pada -ipotermia. Penurunan tertinggi konsumsi "2 ter.adi di
otak dan .antung.
2. Pada ak-ir ekspirasi) tekanan intrapleural normal rata8rata C sm H2" dan karena
tekanan al3eolar adala- nol (tidak ada aliran*) tekanan transpulmoner adala- GsmH2".
3. Dolume paru pada ak-ir eks-alasi normal dise#ut kapasitas residual fungsional (:06*.
Pada 3olume ini) rekoil elastik masuk paru kira8kira sama dengan rekoil elastik keluar
dada (termasuk tonus diafragma 4ang istira-at*.
4. Kapasitas penutupan normal le#i- renda- dari :06) tetapi meningkat sesuai dengan
peningkatan usia. Peningkatan ini mungkin 4ang men4e#a#kan penurunan Pa"2 terkait
dengan peningkatan umur.
. Induksi anestesia se9ara konsisten menurunkan :06 184+F (4++ml pada -ampir semua
pasien*) di luar 4ang ter.adi aki#at posisi telentang.
!. Pada 3olume ekspiratori paksa detik pertama (:=D1* dan kapasitas 3ital paksa (:D6* ada
upa4a 4ang terikat) aliran ekspiratori tenga- paksa (:=:28$F* adala- upa4a 4ang
#e#as dan mungkin le#i- -andal untuk menilai o#struksi.
$. :aktor8faktor lokal le#i- penting daripada sistem autonom dalam mempengaru-i tonus
3askular paru. Hipoksia adala- rangsangan kuat untuk 3asokonstriksi pulmoner
(ke#alikan efek sistemik*.
%. "le- karena 3entilasi al3eolar kira8kira 4 literAmenit dan 9ura- .antung literAmenit)
maka DAH rasio keseluru-an adala- +.%
11
'. Pintasan menun.ukkan proses di mana desaturasi) 3ena 9ampur dari .antung kanan
kem#ali ke .antung kiri tanpa mengalami resaturasi "2 di paru. =fek keseluru-an
pintasan adala- menurunkan (dilusi* kandungan "2@ .enis pintasan ini adala- pintasan
kanan ke kiri.
1+. Anestesia umum #iasan4a meningkatkan per9ampuran 3ena sampai 81+F) mungkin
se#agai aki#at atelektasis dan kolaps .alan nafas di area #ergantung pada paru.
11. Peningkatan Pa6"2(I$mmHg* pada udara kamar akan menim#ulkan -ipoksia
(Pa"2J!+mmHg* tetapi tidak #ilamana meng-irup oksigen konsentrasi tinggi.
12. Ikatan "2 pada -emoglo#in merupakan faktor prinsip transfer "2 dari gas al3eolus ke
dara-.
13. Makin #esar pintasan) makin ke9il kemungkinan peningkatan :i"2 (fraksi "2 inspirasi*
akan dapat men9ega- -ipoksemia.
14. Pergeseran ke kanan kur3a dissosiasi oksigen) menurunkan afinitas "2) menggeser
tempat "2 dari -emoglo#in) dan mem#uat "2 le#i- #an4ak terkirim ke .aringanE
pergeseran ke kiri meningkatkan afinitas "2) menurunkan ketersediaann4a di .aringan.
1. ,ikar#onat merupakan #agian ter#esar fraksi 6"2 dalam dara-.
1!. Kemoreseptor sentral terletak di permukaan anterolateral medula dan #erespons
utaman4a ter-adap peru#a-an ion H dalam 9airan sere#rospinal. Mekanisme ini efektif
dalam pengaturan Pa6"2 se#a# sa1ar dara- otak (,,,* permea#el ter-adap 6"2
terlarut tetapi tidak ter-adap #ikar#onat.
1$. Dengan makin dalamn4a anestesia) grafik Pa6"2A3entilasi semenit menurun dan am#ang
apnea meningkat.(K*
Fisiolo"i sistem sara1
1. Tekanan perfusi sere#ral (6PP* adala- per#edaan antara tekanan arterial rata8rata (MAP*
dengan tekanan intrakranial (I6P*. (atau tekanan 3ena sentral (6DP*) mana 4ang le#i-
#esar*
2. Kur3a autoregulasi sere#ral #ergeser ke kanan pada pasien8pasien dengan -ipertensi
arterial kronik.
12
3. :aktor ekstrinsik ter#esar 4ang mempengaru-i aliran dara- sere#ral (6,:* adala-
tekanan gas dara- terutama Pa6"2. 6,: se9ara langsung #er#anding lurus dengan
Pa6"2 antara 2+8%+mmHg. Aliran dara- #eru#a- 182mlA1++gAmenit per mmHg
peru#a-an Pa6"2.
4. 6,: #eru#a- 8$ F per 1 dera.at peru#a-an temperatur. Hipotermia menurunkan la.u
meta#olik sere#ral dan 6,:) sementara pireksia mempun4ai efek ke#alikann4a.
. Perpinda-an su#stansi menem#us ,,, ditentukan ole- ukuran) muatan listrik) kelarutan
dalam lemak) dan dera.at ikatan dengan protein.
!. ,,, #isa rusak ole- -ipertensi) tumor) trauma) strok) infeksi) -iperkapnia #erat)
-ipoksia) dan ke.ang terus menerus.
$. Tengkorak kepala merupakan struktur dengan 3olume total 4ang tetap) terdiri dari otak
(%+F*) dara- (12F*) 9airan sere#rospinal (%F*. /etiap peningkatan satu komponen -arus
dikompensasikan dengan penurunan komponen 4ang lain agar men9ega- peningkatan
tekanan intrakranial.
%. Dengan perke9ualian ketamine) semua o#at anestetik intra3ena memiliki efek ringan atau
menurunkan la.u meta#olik sere#ral dan 6,:.
'. Pada autoregulasi 4ang normal dan ,,, 4ang utu-) 3asopresor meningkatkan 6,:
-an4a apa#ila MAP di #a1a- +8!+mmHg atau di atas 1+81!+mmHg.
1+. "tak sangat muda- teran9am rusak aki#at 9edera ole- iskemia ole- karena konsumsi
oksigen 4ang relatif tinggi dan -ampir semuan4a #ergantung pada meta#olisme glukose
aero#ik.
11. Hipotermia merupakan 9ara 4ang paling efektif untuk proteksi otak selama iskemia fokal
atau glo#al.
12. ,ar#iturat efektif untuk perlindungan otak pada iskemia fokal pada manusia dan
#inatang.
Fisiolo"i sistem real
1. Aliran dara- ke dua gin.al normal adala- 2+82F 9ura- .antung
2. Autoregulasi aliran dara- gin.al normal ter.adi antara MAP %+81%+mmHg.
13
3. /intesis 3asodilator prostaglandin (P;D2) P;=2) P;I2* penting se#agai mekanisme
proteksi selama periode -ipotensi sistemik dan iskemia gin.al.
4. Dopamin dan fenoldopam mele#arkan aferen arteriol dan eferen melalui akti3asi reseptor
D81. Infusi fenoldopam dan dosis ke9il dopamin paling tidak dapat mela1an se#agian
3asokonstriksi renal karena norepinefrin.
. Penurunan aliran dara-) la.u filtrasi glomerular) aliran uriner) dan ekskresi sodium
re3ersi#el ter.adi selama analgesia regional maupun umum. =fek ini paling tidak dapat
diatasi dengan memperta-ankan 3olume intra3askular 4ang adekuat dan tekanan dara-
normal.
!. 0espons endokrin ter-adap pem#eda-an dan anestesia mungkin paling tidak
menim#ulkan retensi 9airan sementara pas9a#eda-E ter.adi pada #an4ak pasien.
$. Metoksifluran dikaitkan dengan gagal gin.al poliuria. Nefrotoksikn4a #ergantung pada
dosis dan se#agai aki#at pelepasan ion fluorida -asil meta#olismen4a.
%. Kadar tinggi fluorida setela- anestesia dengan enfluran #isa ter.adi pada pasien o#esitas
dan mereka 4ang mendapat isonia?id
'. Compound A ) -asil peme9a-an se3ofluran 4ang ter#entuk pada aliran renda-) dapat
men4e#a#kan kerusakan gin.al pada #inatang per9o#aan. /tudi klinis pada pasien tidak
menun.ukkan 9edera renal 4ang #erarti.
1+. ,e#erapa prosedur #eda- se9ara #ermakna mengganggu fisiologi gin.al.
Pneumoperitoneum selama prosedur laparoskopi menim#ulkan dampak seperti sindroma
kompartemen a#dominal. Peningkatan tekanan intra8a#dominal dapat menim#ulkan
oliguria) seperti .uga pada prosedur pintasan .antung paru dan pen.epitan aorta.
2- GAMBARAN UMUM
Mema-ami ilmu dasar anatomi ) fisiologi dan farmakologi sistem pernafasan) kardio3askular dan
sistem saraf akan mendukung untuk mema-ami tindakan anestesia umum maupun analgesia
lokalA regional dan tindakan lain 4ang terkait dengan anestesia) seperti penanggulangan n4eri dan
s4ok. /e#agai 9onto-@ untuk dapat melakukan analgesia regional dengan #aik kita -arus
mengeta-ui penun.uk anatomi saraf 4ang #ersangkutan. ,ila ter.adi reaksi toksik o#at analgetik
14
lokal) untuk mengeta-ui ge.ala8ge.ala dan tindakan penanggulangann4a) diperlukan
pengeta-uan farmakologi o#at analgetik lokal. 6onto- lain adala- pasien dengan depresi nafas
atau apnea #erkepan.angan setela- anestesia. &ntuk dapat men.elaskan pen4e#a#n4a) maka -arus
difa-ami fisiologi pernafasan) farmakologi o#at8o#at 4ang dapat menim#ulkan apnea.

3- TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mele1ati proses ali- pengeta-uan) keterampilan dan perilaku melalui modul ini)
di-arapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk mema-ami
1. Anatomi
a. Anatomi .alan nafas
#. Anatomi paru dan organ nafas
9. Anatomi .antung) pem#ulu- dara- dan dara-
d. Anatomi otak) medula spinalis dan saraf perifer #aik sensori) motorik maupun
autonom
2. :isiologi
a. :isiologi .alan nafas
#. :isiologi paru dan organ nafas
9. :isiologi .antung) pem#ulu- dara- dan dara-
d. :isiologi otak) medula spinalis dan saraf perifer #aik sensori) motorik maupun
autonom
3. :armakologi
a. :armakologi o#at8o#at untuk patologi .alan nafas
#. :armakologi o#at8o#at untuk patologi paru dan organ nafas
9. :armakologi o#at8o#at untuk patologi .antung) pem#ulu- dara- dan dara-
1
d. :armakologi o#at8o#at untuk patologi otak) medula spinalis dan saraf perifer #aik
sensori) motorik maupun autonom
4- METODE :
Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
!" ,a-an a9uan -referensi. /organ0
#" Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
Tu*ua ') ( da 2: mema,ami se5ara kom!re,esi1) aatomi) 1isiolo"i da 1armakolo"i
terkait de"a !raktek aestesia se,i""a da!at me*elaska latar +elaka" tidaka
6a" dilakuka) ,al7,al 6a" ter*adi !ada 8aktu tidaka) mau!u setela, tidaka
Metode pem#ela.aran@
a. Kulia- pengantar
#. ,ela.ar mandiriA tugas mem#a9a #uku referensi
9. Pre8tes
d. ,im#ingan atau diskusi dengan staf penga.ar
e. Diskusi kelompok
f. Pos8tes
g. &.ian Nasional
Keterampilan dan materi 4ang -arus dikuasai@
&ntuk mem#erikan gam#aran tentang keterampilan dan materi ilmu dasar se9ara kompre-ensif
dan terintegrasi. Mema-ami anatomi pem#ulu- dara- perifer daera- lengan dan tungkai)
pem#ulu- dara- sentral daera- su#kla3ia) le-er untuk memuda-kan akses 3askular. Mema-ami
anatomi dan fisiologi .antung untuk mengerti -emodinamik) aliran dara-) se-ingga mengerti
faktor8faktor 4ang penting dalam menim#ulkan tekanan dara-. Apa 4ang ter.adi pada patologi
atau kelainan organik) kelainan katup) kelainan septum .antung) se-ingga mema-ami -al8-al
4ang -arus dilakukan maupun di-indari pada misaln4a mitral stenosis. Mema-ami anatomi saraf)
1!
pleksus saraf ekstremitas atas dan ekstremitas #a1a-) anatomi 3erte#ra tulang #elakang dan
medula spinalis untuk penun.uk anatomi analgesia regional . Mema-ami anatomi .alan nafas
atas untuk tindakan intu#asi) krikotirotomi dan trakeostomi.
9- MEDIA:
1. Kulia-
2. ,ela.ar mandiri
3. Diskusi kelompok
4. Tugas #a9a dan #ela.ar se9ara #erkelompok
. ,im#ingan dengan staf menga.ar
!. Mem#a-as soal8soal terkait ilmu dasar.
:-ALAT BANTU PEMBELA&ARAN

a. /arana #ela.ar menga.ar @ ruang kulia-) perpustakaan) 1kill LabAmanikin anatomi)
internet
#. 56D dan laptop komputer) 3ideo) la4ar

;-E%ALUASI
1. Kognitif@ u.i lisan) M6H dan 23tended /edical 4uestion)"/6=
dan e3aluasi -arian.
2. Komunikasi dan -u# interpersonal@ pengamatan #e#erapa o#ser3er
#e#erapa kali
3. Profesionalisme@ pengamatan #e#erapa o#ser3er #e#erapa kali
4. &.ian nasional tertulis ole- #adan pengu.i nasional ID/AI.
<-REFERENSI
P-arma9olog4 and P-4siolog4 /toelting ed. 4
t-
2++!
6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r. 4
t-
ed 2++!
'=-DAFTAR PENUNTUN BELA&AR
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar (ilmu dasar terapan /uda- ,elum
1$
terkait praktek anestesiologi* diker.akan diker.akan
1. Anatomi sistem pernafasan @ .alan nafas atas dan
#a1a-) paru) rongga toraks) otot8otot pernafasan
2. :isiologi sistem pernafasan@ pengaturan pernafasan)
3olume pernafasan) pertukaran gas oksigenasi)
3entilasi) pengiriman oksigen
3. Patofisiologi sistem pernafasan@ gagal nafas
oksigenasi danAatau 3entilasi) o#struksi .alan nafas
atas dan #a1a-) gangguan difusi pertukaran gas)
apnea lama) -enti paru
4. :armakologi o#at pelumpu- otot dan antidotumn4a)
#ronkodilator) depresan nafas) interaksi o#at)
sekretolitik) antikolinergik) antikolinesterase
. Anatomi sistem kardio3akular@ topografi #atas8#atas
.antung normal) ruang .antung) septum) katup
.antung) sirkulasi koroner) penun.uk anatomi 3ena8
3ena .ugularis interna) su#kla3ia) femoralis
!. :isiologi sistem kardio3askular@ pengaturan fungsi
.antung) tekanan dara-) irama .antung) sirkulasi
koroner) pengiriman oksigen
$. Patofisiologi sistem kardio3askular@ -ipertensi)
-ipotensi) s4ok) -enti .antung) aritmia) gangguan
konduksi) gangguan sirkulasi koroner) infark .antung)
gangguan katup) gangguan septum) sindroma
=isenmenger) anemia
%. :armakologi@ inotropik) 3asopresor) anti-ipertensi)
antiaritmia) 3asodilator arteri) 3asodilator 3ena)
3asodilator pulmoner) dara-) komponen dara-) 9airan
kristaloid) koloid) diuretika
'. Anatomi sistem saraf pusat) sere#rum) sere#elum)
#atang otak) medula spinalis) sistem 3entrikular otak.
/araf otak) saraf perifer) saraf simpatetik dan saraf
para simpatetik. Tulang #elakang dan medula
spinalis) pleksus #rakialis) aksilaris. 0uang
1%
su#ara-noid) ruang epidural. aliran dara- otak.
1+. :isiologi sistem saraf@ kesadaran) motorik) n4eri atau
sensori) simpatetik dan parasimpatetik. 0efleks
spinal) refleks 3agal) sistem neuro-ormonal) sistem
9airan sere#rospinal) pengaturan tekanan intrakranial)
autoregulasi otak) Aliran dara- dan meta#olime otak
11. Patofisiologi sistem saraf@ kesadaran menurun
sere#ralAmeta#olik. Peningkatan tekanan intrakranial)
ke.ang8ke.ang) paralisis) gangguan sistem autonom)
termasuk pusat pengaturan sistem 3ital.
12. :armakologi o#at anestetik umum in-alasi)
intra3ena) o#at analgetik lokal) analgetik
"#at sedatif) anti ke.ang) neurotropik) diuretik
osmotik) steroid) opioid dan antidotumn4a
''- DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur standard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
1'
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
'(- MATERI A>UAN
Keterampilan dasar anestesiologi I
Ilmu dasar anestesiologi @anatomi) fisiologi dan farmakologi terapan dalam anestesiologi.
Teknik anestesia meliputi dua teknik utama 4aitu anestesia umum dan analgesia regional atau
dapat pula kom#inasi keduan4a. "#at anestetik umum dapat di#erikan se9ara intra3ena atau
se9ara in-alasi atau kom#inasi. "#at analgetik regional atau lokal dapat di#erikan dengan 9ara
2+
infiltrasi lokal) #lok saraf) #lok pleksus saraf atau #lok neuraksial (#lok su#ara-noid atau
epidural*.
Ba"aimaa mem!ela*ari ilmu dasar6a?- Pertama) -arus ada #uku a.ar ru.ukan untuk masing
masing ilmu dasar. Kedua) kita memili- o#at 4ang akan digunakan) terkait dengan teknik
anestesia) apaka- o#at in-alasi) intra3ena atau analgetik lokal. &ntuk mempela.ari ilmu dasar
4ang terkait dengan tindakan anestesia) dapat se9ara sekaligus mempela.ari ketigan4a se9ara
simultan 4aitu anatomi) fisiologi dan farmakologi. Terminologi dalam fisiologi) patofisiologi
farmakologi) ilmu anatomi -arus dimengerti se9ara #enar. Pengertian terminologi se9ara #enar
akan memuda-kan pema-aman semua ilmu dasar klinis.
>oto,:
1. Kita akan mempela.ari o#at in-alasi. Kita -arus mem#a4angkan o#at 4ang akan di#erikan
itu akan di-irup ole- pasien (#ila pasien #ernafas spontan* atau didorong masuk (#ila
pasien tidak #ernafas spontan atau dengan nafas kendali* melalui .alan nafas 4aitu
-idung) faring) laring dan seterusn4a sampai ke dalam al3eolus. "le- karena itu kita
-arus mema-ami aatomi *ala a1as. Tatkala o#at terse#ut akan masuk dari al3eolus ke
dalam sistem sirkulasi) maka kita -arus mempela.ari sifat8sifat fisis o#at in-alasi terse#ut)
mempela.ari 1u"si !aru) mempela.ari 1isiolo"i sistem kardio0askular tentang perfusi
dara- ke paru se-ingga dapat mengerti difusi o#at . Ketika o#at terse#ut diedarkan ke
seluru- tu#u-) maka kita -arus ta-u 1armakolo"i tentang distri#usi o#at) selan.utn4a
-arus mengerti lokasi reseptor o#at terse#ut dan mengerti mekanisme ker.a o#at 4ang
men4e#a#kan pasien men.adi tidak sadar. "le- karena itu kita -arus mengerti fisiologi
dan anatomi sistem saraf pusat maupun sistem sirkulasi pada susunan saraf. /elain itu
kita -arus mempela.ari farmakologi #agaimana nasi# o#at terse#ut se-ingga efek o#at
#isa -ilang kem#ali. =fek samping o#at dapat #erupa gangguan fisiologi misaln4a
peningkatan tekanan intrakranial) depresi nafas) -ipotensi atau -ipertensi) gangguan
fungsi -epar atau gin.al) se-ingga kita -arus mengerti dosis) indikasi dan indikasi8kontra
o#at in-alasi terse#ut.
Di samping itu kita -arus mengerti 9ara menggunakan mesin anestesia agar dapat
mem#erikan o#at in-alasi.
21
2. Kita akan mempela.ari o#at anestetik umum intra3ena. Kita -arus dapat mempersiapkan
o#at terse#ut dan -arus mema-ami sifat8sifat fisis o#at terse#ut. Ketika kita akan
men4untikkan intra3ena maka kita -arus mengerti aatomi pem#ulu- 3ena) dari 3ena
dorsum manus ke 3ena ku#iti) 3ena aksilaris) 3ena su#kla3ia) ke 3ena ka3a superior) ke
atrium kanan) 3entrikel kanan) arteri pulmonalis dan seterusn4a sampai ke .antung kiri
dan o#at didistri#usikan ke seluru- tu#u- sampai ke reseptorn4a dan menim#ulkan efek
4ang diinginkan. Pengeta-uan tentang apa 4ang ter.adi pada o#at terse#ut di dalam dara-)
misaln4a #erapa persen terikat protein) ke9epatan aliran dara- 4ang dilalui o#at mulai
perifer sampai ke .antung) kemudian distri#usi o#at se-ingga sampai ke otak dan
menim#ulkan efek pasien tidak sadar) mengapa pasien tidak sadar) dan mengapa dapat
puli- sadar) #agaimana nasi# o#at terse#ut) meng-aruskan kita mema-ami efek samping
o#at) o3erdosis o#at dan 9ara mengatasin4a. "le- karena itu kita -arus mengerti
aatomi da 1isiolo"i sistem sirkulasi) dan 1armakolo"i ) terkait dengan pemakaian
o#at terse#ut. Di samping itu kita -arus mengerti teknik pem#erian o#at intra3ena)
se9ara #olus tunggal) kontin4u intermiten) kontin4u se9ara tetesan) atau kontin4u dengan
pompa semprit.
3. Kita akan mempela.ari o#at analgetik lokal untuk anestesia su#ara-noid. Kita -arus
mengerti .enis o#at 4ang akan digunakan) sifat8sifat fisis) konsentrasi dan kandungan
o#at. Ketika kita akan men4untikkan o#at terse#ut -arus diketa-ui lokasi 4ang aman
tempat suntikan dengan mempela.ari aatomi tulang #elakang) lapisan 4ang akan
ditem#us .arum spinal untuk sampai ke rongga su#ara-noid. /etela- o#at ditempatkan di
ruang su#ara-noid) -arus difa-ami farmakologi o#at 4aitu tempat dan mekanisme ker.a
o#at se-ingga tim#ul #lok sensori) motorik dan simpatetik. =fek samping 4ang tim#ul
aki#at #lok simpatetik) -ipotensi) .uga -arus difa-ami melalui pema-aman e1ek
1armakolo"is dan dampak 1isiolo"is agar dapat mema-ami 9ara men9ega- atau
penanggulangann4a.
4. Ilmu dasar 4ang terkait dengan anestesiologi
Anatomi @ .alan nafas atas dan .alan nafas #a1a-) sistem saraf perifer) anggota gerak atas
dan #a1a-) pleksus aksilaris) pleksus #rakialis) medula spinalis) tulang #elakang.
22
:isiologi @ 3olume paru) pengaturan pernafasan) oksigenasi dara-) pengaturan tekanan
dara-) pengaturan frekuensi den4ut .antung) pengaturan irama .antung) konduksi .antung)
sistem sirkulasi paru) pengaturan tekanan intrakranial) tekanan perfusi otak.
:armakologi@ o#at anestetik umum 4ang menim#ulkan penurunan tekanan dara-)
peningkatan tekanan dara-) gangguan irama .antung) gangguan resistensi pem#ulu-
sistemik) resistensi sirkulasi paru) depresi miokard) depresi otak) gangguan tekanan
intrakranial) ke.ang) depresi pernafaran) gangguan fungsi gin.al) -epar) "#at analgetik
lokal) o#at pelumpu- otot depolarisasi dan non8depolarisasi serta antagonisn4a. "#at8
o#at opioid dan antagonisn4a
. 5i-at penuntun #ela.ar pada daftar tilik.
Fisiolo"i kardio0askular da aestesia
,e#erapa su#4ek 4ang -arus dipela.ari (li-at #uku Morgan chapter 1'*
a. &atu"@ aksi potensial .antung) a1al dan konduksi impuls .antung) mekanisme
kontraksi) iner3asi .antung) daur .antung5 fungsi 3entrikular (675 isi sekun9up5
pra#e#an) pas9a#e#an) kontraktilitas5 disfungsi 3al3ular) kur3a fungsi 3entrikular)
penilaian fungsi sistolik) penilaian fungsi diastolik*
#. Sistem sirkulasi: autoregulasi) faktor8faktor deri3at endotelium5 kendali autonom
pem#ulu- sistemik) tekanan dara- arterial (kendali segera5 kendali intermediat5
kendali .angka pan.ang05 anatomi dan fisiologi sirkulasi koroner (anatomi) perfusi
koroner) kendali aliran dara- koroner) keseim#angan oksigen miokard) efek o#at
anestetik*
9. Pato1isiolo"i "a"al *atu": mekanisme kompensasi (peningkatan pra#e#an)
peningkatan tonus simpatetik) -ipertrofi 3entrikular*.

Fisiolo"i Res!irasi da aestesia
,e#erapa su#4ek 4ang -arus dipela.ari (li-at #uku Morgan chapter 22*
1. Cellular Respiration: Aerobic metabolism5 anaerobic metabolism5 effectts of anesthesia on
cell metabolism
2. Functional Respiratory Anatomy. 7ib Cage 8 /uscles of 7espirasion5 tracheobronchial
tree5 alveolus5 Pulmonar circulation 8 lmphatics5 pulmonar capilar5 pulmonar lmphatics5
innervation"
23
3. asic !ec"anism o# reat"in$: 1pontaneos 9entilalion5 /echanical 9entilation5effects of
anesthesia on respirator pattern"
%. !ec"anics o# &entialtion: 2lastic 7esistance: surface tension forces5 compliance5 Lung
volumes: kapasitas residual fungsional5 kapasitas penutupan5 vital capacit5 ;on 2lastic
resistances: $alan nafas resistance to gas flow5 volume<related $alan nafas collapse5 flow related
$alan nafas colapse5 forced vital capacit - tissue resistance05=ork of breathing: 2ffects of
anesthesia on pulmonar mechanics -effects of lung volumes and compliance5 effects on $alan
nafas resistance5 effects on work of breathing0
'. &entilation()er#usion Relations"ips: 9entilation: distribution of ventilation5 time constant5
Pulmonar perfusion: distribution of pulmonar perfusion5 ventilation>perfusion rasios5
Pintasans: percampuran vena5 2ffects of Anesthesia on ?as 23change
*. Al+eolar, Arterial, -&enous .as Tensions: @3gen: alveolar o3gen tension5 pulmonar<end
capillar o3gen tension5 arterial o3gen tension5 mi3ed veous o3gen tension5 Carbon dio3ide:
pulmonar end<capillar carbon dio3ide tension5 arterial carbondio3ide tension5 end<tidal
carbondio3ide tension"
a. Transport o# Respiratory .ases in loo/: @3gen: dissolved o3gen5
hemoglobin5 hemoglobin dissociation curve5 factors influencing the hemoglobin
dissociation curve5 abnormal ligands 8 abnormal forms of hemoglobins5 o3gen
content5 o3gen transport5 o3gen stores Carbon dio3ide: dissolved carbon<
dio3ide5 bicarbonate5 carbamino compound5 effects of hemoglobin buffering on
carbon dio3ide transport5 carbon dio3ide dissociation curve5 carbon dio3ide
stores"
0. Control o# reat"in$: Central respirator centers5 Central sensors5 Peripheral
sensors: peripheral chemoreceptors5 lung receptors5 other receptors5 2ffects of
Anesthesia on the control of breathing"
c. Nonrespiratory #unctions o# t"e lun$: filtrasion and reservoir function5
metabolism
Fisiolo"i sistem sara1 da aestesia
,e#erapa su#4ek 4ang -arus dipela.ari (li-at #uku Morgan chapter 2*
1. Sere0ral p"ysiolo$y:
24
a" 1erebral metabolism
b" 1erebral Blood Flow
c" 7egulation of Blood Flow. 1erebral Perfusion Pressure5 Autoregulation5 23trinsic
/echanisms: respirator gas tension5 temperature5 viscosit5 autonomic
influences"
d" BBB
e" Cerebrospinal Fluid
f" Intrakranial Pressure
2. E##ects o# Anest"etic A$ents on Sere0ral )"ysiolo$y
a" 2ffect of Inhalation Agents. Uap Anesthetics: serebral metabolic rate5 serebral
blood flow 8 volume5 altered coupling of serebral metabolic rate 8 blood flow5
cerebrospinal fluid dnamics5 intrakranial pressure" ;itrous o3de
b" 2ffect of Intravenous Agents. Induction Agents: barbiturate5 opioids5 etomidat5
propofol5 benAodiaAepines5 ketamine5 Anesthetic Ad$uncts" 9asopresors5
9asodilators5 neuromuscular Blocking Agents
3. )"ysiolo$y o# )erlin/un$an ota1
a" Pathophsiolog of 1erebral Iskemia
b" 1trategies for Perlindungan otak. 6pothermia5 anesthetic agents5 specific
ad$uncts5 general measures
c" 2ffect of anesthesia on electrophsiological pemantauan
d" 2lectroencephalograph: Inhalation Anesthetics5 Intravenous Agents5
e" 2voke Potentials: Inhalation anesthetics5 intravenous anesthetics"
Fisiolo"i "i*al da aestesia
,e#erapa su#4ek 4ang -arus dipela.ari (5i-at #uku Morgan 9-apter 31*
1. Nep"ron
a" Bhe glomerular capillaries
b" Bhe pro3imal tubule
2
c" Bhe loop of 6enle
d" Bhe distal tubule
e" Bhe collecting Bubule. cortical collecting tubule5 medullar collecting tubule5 role
of the collecting tubule in maintaining a hpertonic medulla
f" BheCu3taglomerular Apparatus
2. T"e Renal Circulation
a" 7enal Blood Flow 8 ?lomerular Filtrasion. clerance5 renal blood flow5
glomerular filtrasion rate5 control mechanisms: intrinsic regulation5
tubuloglomerular balance and feedback5 hormonal regulation5 neuronal
regulation
3. E##ects o# anest"esia on renal #unction
a" Indirect 2ffects. Cardiovascular effects5 neural effects5 endocrine effects"
b" Direct Anesthetic 2ffects. uap agents5 intravenous agents5 other drugs"
c" Direct 1urgical 2ffects
%. 2iuretics
a" @smotic diuretics -manitol0. Uses: prophla3is against acute renal failure in hihg
risk patients5 evaluation of acute oliguria5 conversion of oliguriic renal failure to
non oliguric renal failure5 acute reduction of intrakranial pressure and serebral
edema5 acute reduction of intraocular pressure in the perioperatif periode5
intravenous dosage5 side effects"
b" Loop diuretics. Uses: edematous states -sodium overloads05 hpertension5
evaluation of acute oliguria5 conversion of oliguric renal failure to nonoliguric
renal failure5 treatment of hperglcemia5 rapid correction of hponatremia5
intravenous dosage5 side effects"
c" BhiaAide<tpe diuretics. Uses. hpertension5 edematous disorders -sodium
overload05 hpercalciuria5 nephrogenic diabetes insipidus 5 oral dosages5 side
effects"
d" Potassium<sparing diuretics. Aldosteron Antagonists -spironolactone0: uses.
primar and secondar hperaldosteronism5 hirsutism5 oral dosage5 side effects"
2!
;oncompetitive Potassium<1paring Diuretics: uses. hpertension5 C6F5
intravenous dosages5 side effects"
e" Carbonic Anhdrase Inhibitors: Uses: correction of metabolic alkalosisi in
edematous patients5 alakaliniAation of urin5 reduction of intraocular pressure5
intravenous dosage5 side effects
Fisiolo"i ,e!ar da aestesia
,e#erapa su#4ek 4ang -arus dipela.ari (li-at #uku Morgan chapter 34*
1. Functional Anatomy
2. &ascular Functions o# t"e 3i+er . control of hepatic blood flow5 reservoir function5
blood<cleansing function
3. !eta0olic Functions: Carbohdrate metabolism5 Fat metabolism5 Protein /etabolism5
Drug metabolism5 @ther /etabolic Functions"
%. ile #ormation - E4cretion: Bile Acids 8 Fat Absorption5 Bilirubi 23cretion"
'. 3i+er Tests: 1erum bilirubin5 1erum Aminotransferase -transaminase05 serum alkaline
phosphatase5 serum albumin5 blood ammonia5 prothrombin time
*. E##ect o# Anest"esia on "epatic #unction: hepatic blood flow5 metabolic functions5 drug
metabolism5 biliar function5 liver tests"
5. 6epatic /ys#unction associate/ 7it" "alo$enate/ anest"etics"
2$
MODUL (
KETERAMPILAN DASAR
ANESTESIOLOGI II :
Peatalaksaaa &ala Na1as Neoatus 7
De8asa
Mengem#angkan kompetensi <aktu (semester 1) 2 dan 3*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi aplikasi klinis
2 B 2 .am (semester 1 pasien de1asa*
2 B 2 .am (semester 2 83 pasien anak*
2 B 2 .am (semester 3 pasien neonatus*
3B(3B2 .am* (diskusi dengan pem#im#ing*
3 B 3 pekan ( saat sesi praktek pasien*
Persiapan /esi
Audio3isual
a" Laptop
#. 56D pro4ektor dan la4ar
c" Flip chart
2%
d. "HP
e. Pemutar 3ideo
Materi kulia- @ 6D atau flashdisc power point
a. "#struksi .alan nafas pada de1asa (se#a#2) tanda8tanda dan diagnosis*
#. Penatalaksanaan .alan nafas tanpa alat
9. Penatalaksanaan .alan nafas dengan alat (pipa orofaring) pipa nasofaring)
intu#asi trakeal) pipa sungkup laring (5MA*) krikotirotomi) trakeostomi*
d. "#struksi .alan nafas pada neonatus dan anak8anak
e. Penatalaksanaan .alan nafas atas se9ara manual.
f. Intu#asi trakea pada neonatus dan anak8anak
/arana #ela.ar
1. 0uang kulia-
2. 0uang skill lab.
3. 0uang operasi
Alat #antu lati-@ manikin neonatus) anak dan de1asa) alat8alat untuk penatalaksanaan
.alan nafas
Kasus @ pasien langsung
Penuntun #ela.ar @ li-at materi a9uan
Daftar tilik kompetensi@ li-at daftar tilik
0eferensi@
1. 6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r. 4
t-
ed 2++!
2. P-arma9olog4 and P-4siolog4 /toelting ed. 4
t-
2++!

Tu*ua Pem+ela*ara Umum
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan menguasai
penatalaksanaan .alan nafas atas pada pasien de1asa) anak8anak dan neonatus) 4ang merupakan
s4arat mutlak selama tindakan anestesia"

Tu*ua Pem+ela*ara K,usus
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk menilai kondisi
.alan nafas) menilai dan melakukan penatalaksanaan .alan nafas) #aik tanpa alat maupun dengan
alat8alat #antu ) seperti pemasangan .alan nafas ;uedel) 5MA dan pipa endotrakeal)
krikotirotomi) trakeostomi perkutaneus dan penatalaksanaan .alan nafas pada intu#asi sulit
'- RANA. KOMPETENSI
Kognitif
2'
1. Mampu men.elaskan anatomi dan fisiologi .alan nafas atas
2. Mampu menegakkan diagnosis sum#atan .alan nafas dan kega1atan pernafasan 4ang
memerlukan pem#e#asan .alan nafas
3. Mampu men.elaskan teknik mem#e#askan .alan nafas se9ara manual) memasang pipa
oro dan nasofaring) memasang 5MA) intu#asi endotrakeal.
4. Mampu men.elaskan indikasi dan indikasi kontra pemasangan 5MA dan intu#asi
endotrakeal.
. Mampu men.elaskan komplikasi pemasangan pipa oroAnaso8faring) 5MA dan pipa
endotrakeal.
!. Mampu mengenali dan men.elaskan algoritma 2A5AN NA:A/ /&5IT
$. Mampu men.elaskan penggunaan o#at8o#at guna memuda-kan penatalaksanaan .alan
nafas
Psikomotor
1. Mampu mem#e#askan .alan nafas se9ara manual@ ekstensi kepala) angkat dagu (manu3er
tripel*) pem#ersi-an mulut dan faring) pemasangan pipa orofaring) pemasangan
nasofaring.
2. Mampu melakukan pemasangan 5MA
3. Mampu melakukan tindakan laringoskopi dan intu#asi endotrakeal
4. Mampu melakukan identifikasi indikasi dan indikasi kontra pemasangan 5MA dan
intu#asi endotrakeal
. Mampu mengenali dan menanggulangi komplikasi pemasangan pipa oroAnasofaring)
5MA dan pipa endotrakeal
!. Mampu melakukan pemasangan 5MA dan intu#asi endotrakeal pada pasien dengan
dugaan fraktur 3erte#ra ser3ikal.
$. Mampu melakukan penatalaksanaan .alan nafas menurut algoritma 2A5AN NA:A/
/&5IT
KomunikasiA Hu#ungan interpersonal
1. Mampu men.elaskan kepada pasien atau keluarga pasien tentang manfaat dan risiko
tindakan pem#e#asan .alan nafas) terutama intu#asi endotrakeal untuk memperole-
persetu.uan setela- menerima informasi 4ang adekuat (informed consent*
2. Mampu #erkomunikasi dengan se.a1at operator tentang kemungkinan pro#lema 4ang
ada pada .alan nafas) sedang atau akan tim#ul #erkaitan dengan patensi .alan nafas dan
penanggulangann4a selama masa perioperatif.
Profesionalime
1. Men.amin #a-1a alat /TATIK/ (/ungkup muka) BubeApipa) Airwa5 BapeAplester)
IntroducerAmandrain) Konektor) 1uctionAalat isap*) kateter intra3ena) peralatan infusi)
#alon resusitator) o#at8o#at darurat 4ang men9akup oksigen) 9airan infusi 4ang
diperlukan memenu-i s4arat) siap pakai dan #eker.a #aik.
3+
2. ,eker.a sesuai prosedur.
(- KEY NOTES (Morgan*
1.,ila teknik memegang sungkup muka tidak #enar) #alon reser3oar anestesia tidak akan
mengem#ang ) 1alaupun ad$ustable pressure limiting (AP5* katup tertutup) #iasan4a dise#a#kan
ole- ke#o9oran sekitar sungkup muka. Keadaan 4ang kontras #ilamana ter.adi peningkatan
tekanan di sirkuit nafas disertai sedikit gerakan dada dan #un4i nafas #erarti ada o#struksi .alan
nafas.
2. 5MA melindungi laring dari ekskresi faring (tetapi tidak ter-adap regurgitasi lam#ung*) dan
-arus diperta-ankan sampai ada refleks8refleks .alan nafas.
3./etele- insersi pipa endotrakeal (=TT*) kaf dikem#angkan dengan sedikit udara 9ukup untuk
meng-indari ke#o9oran selama 3entilasi tekanan positif untuk meng-indari pen4e#a# tekanan ke
mukosa trakea.
4.<alaupun deteksi 6"2 se9ara persisten dengan kapnograf merupakan 9ara konfirmasi ter#aik
penempatan =TT) ini tidak mendeteksi kemungkinan ter.adi intu#asi endo#ronkial. Manifestasi
paling dini ter.adi intu#asi endo#ronkial adala- peningkatan tekanan pun9ak .alan nafas.
./esuda- intu#asi kaf =TT tidak #ole- terletak setinggi di atas kartilago krikoid) se#a#
penempatan di intralaring 4ang lama akan menim#ulkan suara serak dan risiko ter9a#ut.
!.Pen9ega-an intu#asi esofageal #ergantung pada 3isualisasi langsung u.ung =TT 4ang masuk di
antara pita suara) auskultasi #un4i nafas sama kedua paru kiri kanan) tidak ada #un4i gargling di
lam#ung. Dan 9ara paling -andal adala- adan4a 6"2 pada udara eks-alasi) pemeriksaan foto
toraks) penggunaan #ronkoskop serat optik.
$.6ara menegakkan diagnosis intu#asi endo#ronkial @ #un4i nafas unilateral) -ipoksia 4ang tidak
diduga (oksimetri pulsa* dengan oksigen inspirasi tinggi dan penurunan kekem#angan #alon
pernafasan
%.Tekanan negatif intratoraks 4ang #esar 4ang ditim#ulkan ole- upa4a keras pasien untuk
#ernafas karena spasme laring dapat menim#ulkan edema paru tekanan negatif) #a-kan pada
pasien se-at sekalipun.
'. Pemasangan 5MA tidak dilakukan pada lam#ung penu-
1+.Isi kaf pipa endotrakeal tidak #ole- terlalu #esar
11.Pemantauan =T6"2 (se#aikn4a dengan kapnograf #ukan kapnometer* dapat memastikan
intu#asi esofageal
31
12./p"2 dapat menun.ukkan kemungkinan intu#asi endo#ronkial
13.,ila saat tindakan intu#asi) ter.adi desaturasi H#) -entikan dulu upa4a intu#asi) #erikan
oksigen dulu) sampai saturasi H# meningkat kem#ali. 5an.utkan upa4a intu#asi.
14.Algoritma .alan nafas sulit -arus selalu tersedia untuk .adi pedoman guna meng-adapi
kesulitan intu#asi 4ang tidak diperkirakan se#elumn4a.
2- GAMBARAN UMUM
Penatalaksanaan .alan nafas adala- suatu pengeta-uan dan keterampilan 4ang -arus dikuasai
ole- peserta didik. Pro#lema .alan nafas pada pasien sadar maupun pasien tidak sadar ole-
se#a# apapun termasuk anestesia umum pada umumn4a adala- karena ter.adi sum#atan .alan
nafas. /um#atan .alan nafas atas maupun .alan nafas #a1a- terutama 4ang #erat adala- kondisi
4ang -arus dikenali dan segera dilakukan pertolongan. Keterlam#atan mengatasi kondisi
terse#ut dapat #eraki#at fatal. ,e#erapa teknik 4ang -arus dikuasai adala- pem#e#asan .alan
nafas #aik se9ara manual maupun dengan alat. Keterampilan keduan4a -an4a akan diperole-
melalui #an4ak lati-an pada manikin dan diikuti dengan #an4ak melakukan praktek klinis.

3- TU&UAN PEMBELA&ARAN
1. Mampu menilai sum#atan .alan nafas atas
2. Mampu melakukan penatalaksanaan .alan nafas se9ara manual
3. Mampu melakukan pemasangan pipa orofaring dan pipa nasofaring
4. Mampu melakukan pemasangan 5MA
. Mampu melakukan pemasangan pipa endotrakeal se9ara oral dan nasal
!. Mampu menilai pasien dengan .alan nafas sulit
$. Mampu meren9anakan dan melaksanakan penatalaksanaan .alan nafas pasien dengan
.alan nafas sulit
%. Mampu melakukan tindakan krikotirotomi
'. Mampu melakukan trakeostomi se9ara perkutaneus (opsi*
1+. Mampu menggunakan alat8alat #antu untuk .alan nafas sulit seperti@ glidescope5
#ronkoskop serat optik dan alat lain untuk .alan nafas sulit (opsi*.
32
4- METODE
Peserta didik suda- -arus mem#a9aAmempela.ari #uku referensi (Morgan* dan #uku lain
mengenai penatalaksanaan .alan nafas (opsi*
Tu.uan 1 sampai dengan 1+ merupakan paket penatalaksanaan .alan nafas se9ara men4eluru-
Metode Pem+ela*ara:
a. Kulia- pengantar@ tanda8tanda o#struksi .alan nafasE penatalaksanaan .alan nafas
#. 1kill lab @ tindakan penatalaksanaan .alan nafas pada manikin
Demo ole- staf penga.ar atau pem#im#ing
9. ,im#ingan praktek pada pasien di kamar #eda- ole- staf penga.ar
d. Mengikuti kursus 4ang diselenggarakan ole- organisasi profesi) k-ususn4a
penggunaan alat #antu k-usus untuk .alan nafas sulit (glidescope5 #ronkoskop
serat optik dan alat8alat lain*.
Kognitif
1. Pem#ela.aran terpadu
2. Pem#ela.aran independen
3. Pem#ela.aran #erdasarkan pro#lema
4. Kulia- perkenalan
. Diskusi kelompok ke9il dan umpan #alik
!. Pro#lema penatalaksanaan pasien
$. /imulasi pasien) skenario) pa.angan dll
Psikomotor
1. DemonstrasiApa.angan dan super3isi klinis
2. Pro#lema penatalaksanaan pasien
KomunikasiA Hu#ungan interpersonal
1. DemonstrasiApa.angan dan super3isi klinis
2. Pro#lema penatalaksanaan pasien
Profesionalisme
1. Pro#lema penatalaksanaan pasien
Pengeta-uan
1. Kulia- perkenalan
2. /imulasi pasien) skenario) pa.angan dll.
33
Keteram!ila da materi 6a" ,arus dikuasai:
a. Menegakkan diagnosis o#struksi .alan nafas atas dan #a1a-
#. Melakukan penatalaksanaan o#struksi .alan nafas se9ara manual
9. Melakukan pemasangan pipa orofaring dan nasofaring
d. Melakukan pemasangan 5MA
e. Melakukan intu#asi endotrakeal se9ara kon3ensional
1. Intu#asi sadar (awake* 3s. intu#asi saat induksi anestesia umum
2. Intu#asi nafas spontan 3s. intu#asi dalam keadaan apnea.
f. Melakukan intu#asi pada .alan nafas sulit ( satu atau dua teknik*
g. Melakukan krikotirotomi
-. Melakukan trakeostomi (opsi*
i. Menggunakan alat8alat #antu untuk mengatasi .alan nafas sulit

Teknik intu#asi sadar dan intu#asi dengan nafas spontan pada prinsipn4a sama. Tetapi pasien
sadar memerlukan sedasi dan analgesia topikal 4ang adekuat pada .alan nafas atas (laring dan
sekitarn4a*. Karena tidak menggunakan relaksan) se9ara teknis le#i- sulit dan le#i- traumatik.
9-MEDIA
a.kulia-)
#.diskusi kelompok)
9.simulasi kasus)
d. demonstrasi pada manikin)
e. bedside teaching)
f. praktek dengan penga1asan
g. praktek mandiri
34
:- ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
a. /arana #ela.ar menga.ar @ ruang kulia-) perpustakaan) internet) ruang
skill lab) alat audio3isual
#. Manikin k-usus untuk penatalaksanaan .alan nafas
9. Pipa orofaring) pipa nasofaring) pipa endotrakeal (#erma9am .enis*) 5MA
(#erma9am .enis*) laringoskop (daun lurus) lengkung*
d. Alat8alat lain seperti 9unam Magill5 katup sungkup #alon -bag mask valve5 ,MD05 stetoskop.
e. ?lide scope5 #ronkoskop serat optik (#ila ada*
f. Materi kasus @ ruma- sakit kelas , (.umla- dan 3ariasi kasus memadai*
;- E%ALUASI
Pelati-an di skill lab intu#asi pada manikin dengan ke#er-asilan mendekati 1++F
Pelati-an di kamar #eda- intu#asi pada pasien) dengan #im#ingan dan penga1asan staf penga.ar.
Diskusi tentang pro#lema intu#asi sesuai sasaran pem#ela.aran -learning outcome*
1. Kognitif @ 23tended /edical 4uestion (=MH* lisan
Pengamatan dan penilaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
@b$ective 1tructure Clinical 23amination ("/6=*
=3aluasi -arian
2. Psikomotor@ Pengamatan dan penilaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
"/6=
=3aluasi -arian
3. Komunikasi dan -u#ungan interpersonal 4ang men9akup sikap
Pengamatan dan penilaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
4. Profesionalisme@ Pengamatan dan penilaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
3
. Pengeta-uan @ /ultiple Choice 4uestion (M6H*@ pre8tes dan pos8tes
=MH
<- REFERENSI
2alan nafas Management) ,enumoff ed. 2++$
6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r. 4
t-
ed 2++!
6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
'=-DAFTAR PENUNTUN BELA&AR
No Penuntun penatalaksanaan alan nafas pada de1asa)
anak dan neonatus
/uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
1. Melakukan penilaian pasien tidak sadar
Melakukan penilaian patensi dan o#struksi .alan
nafas atas dan .alan nafas #a1a-
2. Melakukan angkat dagu dan ekstensi kepala pada
de1asa
3. Melakukan manu3er tripel
4. Melakukan pemasangan pipa orofaring
. Melakukan pemasangan pipa nasofaring
!. Melakukan pemasangan 5MA
$. Melakukan intu#asi endotrakeal
%. Melakukan krikotirotomi manikin
' Melakukan penatalaksanaan .alan nafas pada pasien
dengan .alan nafas sulit
1+. Melakukan angkat dagu dan ekstensi kepala pada
anak8anak
11. Melakukan manu3er tripel pada anak8anak
3!
12. Melakukan pemasangan pipa orofaring pada anak8
anak
13. Melakukan pemasangan pipa nasofaring pada anak8
anak
14. Melakukan pemasangan 5MA pada anak8anak
1. Melakukan intu#asi endotrakeal pada anak8anak
1!. Melakukan penatalaksanaan .alan nafas sulit pada
anak8anak
1$. Melakukan penatalaksanaan .alan nafas pada
neonatus
1%. Melakukan intu#asi endotrakeal pada neonatus.
1'. Melakukan penatalaksanaan .alan nafas sulit pada
neonatus.
''-DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur sandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
3$
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
Tanda tangan pelati-
3%
melakukan prosedur
Tanda tangan dan nama terang
'(- MATERI A>UAN
Peatalaksaaa *ala a1as
Memperta-ankan .alan nafas atas agar tetap #e#as merupakan s4arat mutlak selama tindakan
anestesia umum maupun regional. Pasien 4ang tidak sadar dapat mengalami sum#atan .alan
nafas atas parsial atau total. Tanda8tanda sum#atan ini -arus dapat dikenali se9ara dini. /um#atan
parsial ditandai dengan adan4a #un4i #erisik saat inspirasi seperti ngorok) atau melengking)
pengurangan aliran udara keluar masuk paru) saat inspirasi ter.adi retraksi pada suprasternal)
suprakla3ikular) interkostal dan epigastrium) mungkin ada gerakan dada paradoksal. Pada
sum#atan total .alan nafas ge.ala terse#ut akan terli-at makin #erat) tetapi .ustru tidak terdengar
#un4i nafas) se-ingga #ila tidak diatasi dengan #aik dapat mem#a-a4akan pasien) karena dapat
menim#ulkan desaturasi 4ang mengan9am n4a1a. Pemantauan saturasi sangat #ermanfaat untuk
deteksi dini ter.adin4a desaturasi oksigen.
,agaimana melakukan pem#e#asan .alan nafas atasK
Peserta didik -arus melakukan lati-an pada manikin le#i- dulu sampai ma-ir se#elum
melakukann4a pada pasien. Tanpa alat@ melakukan ekstensi kepala) angkat dagu atau dengan
manu3er tripel. Dengan alat@ memasang pipa orofaring) pipa nasofaring) 5MA dan pipa
endotrakeal.) melakukan krikotirotomi serta trakeostomi.
Prosedur !emasa"a LMA !ada de8asa
1. Periksa kelengkapan alat (untuk de1asa umumn4a 5MA no 3 atau 4*
2. ,erikan o#at premedikasi atau penenang dan opioid (se#aikn4a fentanil atau sufentanil*
3. 5akukan induksi anestesia
4. >akinkan pasien suda- tidak sadar. 2aga .alan nafas
. Masukkan 5MA dengan kaf kosong atau separu- terisi udara.
!. ,asa-i #agian dorsal atau punggung 5MA(4ang tidak meng-adap laring* dengan Na6l
atau lu#rikansApeli9in untuk memuda-kan dan men9ega- trauma pada palatum saat
insersi
$. 5MA dimasukkan dengan #agian dorsal dengan 9ara menelusuri palatum durum sampai
#agian kaf 5MA men9apai laring. Isi kaf 5MA dengan udara sesuai an.uran (umumn4a
3+ ml*
3'
%. Kendala saat memasukkan atau insersi 5MA adala- ter-alang lida-. Dapat diatasi dengan
menarik lida- keluar saat insersi posisi.
'. 5MA dianggap tepat pada tempatn4a #ila terasa udara keluar masuk se9ara #e#as) ada
gerakan kem#ang kempis pada kantong reser3oar anestesia
1+. "#struksi setela- insersi #iasan4a ole- karena epiglotis terlipat ke #a1a- atau spasme
laring ringan.
11. 5akukan fiksasi dengan #aik.
Memperta-ankan .alan nafas pada neonatus pada dasarn4a sama dengan de1asa tetapi -arus
dilakukan dengan 9ara le#i- -ati8-ati atau lem#ut ( li-at modul anestesia pediatrik*
Prosedur itu+asi edotrakeal 6a" la@im dilakuka de"a aestesia umum
1. Periksa kesiapan alat dan o#at 4ang diperlukan.
2. ,ila premedikasi di#erikan di kamar operasi) tunggu sampai o#at premedikasi #eker.a.
3. ,erikan o#at induksi) sam#il #erikan oksigen) sampai pasien tidak sadar.
4. ,erikat o#at pelumpu- otot) tunggu sampai o#at #eker.a pada otot pernafasan 4ang
ditandai dengan apnea.
. ,erikan nafas #uatan dengan oksigen 1++F selama 283 menit
!. 5akukan laringoskopi dengan laringoskop #ila- (daun* #engkok
$. Pegang gagang laringoskop dengan tangan kiri
%. Pastikan 9a-a4a lampu laringoskop 9ukup terang
'. ,uka mulut pasien dan masukkan daun dari sudut kanan mulut
1+. ;eser lida- ke ara- kiri sam#il meneruskan masuk daun ke dalam rongga mulut
menelusuri pinggir kanan lida- menu.u laring. Per-atikan sampai tampak epiglotis.
11. Tempatkan u.ung daun pada 3alekula
12. Angkat epiglotis dengan u.ung gagang ke depan (tidak diungkit*. ;agang -arus dipegang
dengan tangan kiri
13. ,ila epiglotis terangkat dengan #aik akan tampak rima glotis) dan tampak pita suara
1arna puti-) #entuk D ter#alik
14. Masukkan dengan -ati8-ati pipa endotrakeal ke dalam trakea melalui rima glotis dengan
tangan kanan.
1. Tempatkan u.ung pipa endotrakeal kira8kira 3 sm di atas karina (tidak masuk #ronkus*.
Auskultasi #un4i nafas paru kanan dan kiri sama.
1!. Kendala saat insersi pipa endotrakeal adala- kesulitan memaparkan rima glotis dengan
.elas dan lengkung pipa endotrakeal 4ang tidak selalu sesuai.
Penatalaksanaan .alan nafas pada anak8anak dan neonatus pada prinsipn4a sama dengan de1asa.
Neonatus le#i- rentan ter-adap trauma) se-ingga -arus dilakukan se9ara -ati8-ati. Proporsi
kepala #a4i atau anak relatif le#i- #esar daripada orang de1asa) se-ingga posisi tidak sta#il dan
menim#ulkan kesulitan fiksasi saat dilakukan intu#asi endotrakeal. Pipa endotrakeal neonatus
tanpa kaf) nomor 2. atau 3. Pipa endotrakeal untuk anak8anak sampai usia !8% t-n -endakn4a
4+
.uga tanpa kaf. Penatalaksanaan .alan nafas pada neonatus dan anak dapat dili-at pada modul
anestesia pediatrik.
Al"oritma *ala a1as sulit
1. Periksa kemungkinan kondisi klinis 4ang akan merupakan pro#lema dasar@
A. Dentilasi sulit
,. Intu#asi sulit
6. Kesulitan dengan ker.a sama atau persetu.uan pasien
D. Trakeostomi sulit"
2. /e9ara terus menerus dan aktif mem#erikan oksigen selama proses
penatalaksanaan .alan nafas sulit #erlangsung.
3. Pertim#angkan manfaat dan kemungkinan8kemungkinan pili-an
A. Intu#asi sadar 3s upa4a intu#asi setela- induksi anestesia
,. Intu#asi nonin3asif 3s intu#asi in3asif
6. Nafas spontan 3s nafas tidak spontan (apnea*
41
4. ,uatla- strategi primer dan alternatif lain (A/A 2++3*
42
Air1a4 approa9-ed #4
non8in3ansi3e intu#ation
FAIL
Air1a4 se9ured #4
in3asi3e a99ess
Succeed
A A1ake intu#ation
Cancel
Case
Consider
feasibility
of other options
Invasive airway
access
43
Intubation attempts after
Induction
of General Anesthesia
Initial
Intubation
attempts
successful
Face mask ventilation
adequate
Face mask ventilation not
adequate
B
Considerattempt
L!A
"onemer#ency
pathway
$entilation adequate
Intubation
unsuccessful
L!A
adequate
L!A not adequate or
not feasible
Alternative approaches
to intubation
Call for help
Initial intubation attempts
%"S%CC&SSF%L' F()! *+IS ,)I"*
)"-A(. C)"SI.&(/
01Callin# for help
21 (eturnin# to spontaneous
Fail after multiple
attempts
&mer#ency non3invasive airway
ventilation
Successful
ventilation
&mer#ency pathway
$entilation inadequate' intubation
unsuccessful
FAIL
&mer#enc
y
invasiveai
rway
access
Invasive airway
ventilation
Consider feasibility of other
options
Awaken
patient
Successful
intubation
MODUL 2
KETERAMPILAN DASAR ANESTESIOLOGI III
R&P Neoatus A De8asa
Mengem#angkan kompetensi <aktu (semester 1 pekan 1 C 4*
/esi di dalam kelas
Kulia- k-usus (02P"*
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi skill lab (02P pada manikin*
2 B 2 .am (02P pada de1asa*
2 B 2 .am (02P pada neonatus dan anak*
3 B 2 .am (diskusi dengan pem#im#ing*
/ampai lulus
Persiapan /esi
Audio3isual
1. 5aptop
2. 56D pro4ektor dan la4ar
%" Flip chart
4. "HP
. Pemutar 3ideo
Materi kulia- @ 6D atau flashdisc power point
1. 02P pada pasien de1asa.
2. 02P pada anak8anak
3. 02P pada neonatus
4. 02P" (02P "tak modul I6&*
. Penatalaksanaan pas9a -enti .antung
!. Pen9ega-an -enti .antung
/arana #ela.ar
1. 0uang kulia-
2. 0uang skill lab.
Alat #antu lati-@ manikin neonatus) anak dan de1asa) alat8alat untuk 02P
Kasus @ ilustrasi kasusA retrospektif
Penuntun #ela.ar @ li-at materi a9uan
Daftar tilik kompetensi@ li-at daftar tilik
0eferensi@
1. 6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r. 4
t-
ed 2++!
2. P-arma9olog4 and P-4siolog4 /toelting ed. 4
t-
2++!
3. AHA ;uidelines for 6P0 2++
44
/ala- satu ke.adian paling #erat pada pasien selama masa perioperatif adala- -enti .antung.
Ke.adian terse#ut dapat ter.adi di mana sa.a) di kamar #eda- atau di luar kamar #eda-.
Tu*ua Pem+ela*ara Umum
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan #eker.a sama dalam tim
dan se9ara indi3idu untuk melakukan 02P dengan #aik dan #enar) se#elum terli#at atau
mem#erikan anestesia
Tu*ua Pem+ela*ara k,usus
/etela- men4elesaikan modul ini peserta didik akan memiliki kemampuan men.elaskan se#a#8
se#a# -enti .antung) menegakkan diagnosis -enti .antung) melakukan 02P 4aitu pem#e#asan
.alan nafas) 3entilasi #uatan) kompresi dada luar) defi#rilasi) pem#erian o#at8o#at resusitasi)
penilaian -asil resusitasi) peng-entian resusitasi danAatau meru.uk pasien ke I6& pas9a
resusitasi. Kemampuan terse#ut meliputi 02P pada pasien de1asa) anak8anak) #a4iAneonatus
#aik di kamar operasi maupun di luar kamar operasi
'- RANA. KOMPETENSI
Kognitif
1. Mampu men.elaskan se#a#8se#a# -enti .antung
2. Mampu men.elaskan tanda8tanda -enti .antung
3. Mampu men.elaskan dampak keterlam#atan pertolongan -enti .antung.
4. Mampu men.elaskan langka-8langka- 02P
. Mampu men.elaskan algoritma 02P
!. Mampu men.elaskan #antuan -idup lan.ut
$. Mampu men.elaskan penatalaksanaan .alan nafas dasar(modul 1*
%. Mampu men.elaskan teknik intu#asi (modul 1*
'. Mampu men.elaskan kompresi .atungAdada luar pada 02P se9ara #enar (tempat tumpuan)
frekuensi) kekuatan kompresi*
1+. Mampu men.elaskan gam#aran =K; pada -enti .antung.
11. Mampu men.elaskan tentang defi#rilasi pada -enti .antung
12. Mampu men.elaskan farmakologi o#at8o#atan 4ang la?im dipakai pada 02P
13. Mampu men.elaskan -asil 02P
14. Mampu men.elaskan resusitasi otak (modul I6&*
1. Mampu menegakkan diagnosis mati #atang otak (modul I6&*
4
Psikomotor
1. Mampu menegakkan diagnosis pasien -enti .antung
2. Mampu melakukan 02P dengan langka-8langka- 4ang #enar
3. Mampu melakukan penatalaksanaan .alan nafas dengan #enar
4. Mampu melakukan pernafasan #uatan dengan #enar.
. Mampu melakukan kompresi .antungAdada dengan #enar
!. Mampu mem#a9a =K; pasien -enti .antung
$. Mampu melakukan defi#rilasi sesuai pedoman
%. Mampu mem#erikan o#at8o#at resusitasi dengan #enar
'. Mampu menilai -asil resusitasi
1+. Mampu mem#uat keputusan untuk meng-entikan resusitasi
11. Mampu melakukan transportasi pasien pas9a -enti .antung ke I6&
KomunikasiAHu#ungan interpersonal
1. ,ila -enti .antung ter.adi dalam masa perioperatif) mampu #erkomunikasi dengan
se.a1at) se.a1at disiplin lain dan tenaga kese-atan lain untuk #eker.a sama dalam tim
melakukan pertolongan 02P dengan menun.uk seorang atau #ertindak sendiri se#agai
kepala tim (dari disiplin anestesia*
2. Mampu #erkomunikasi dengan keluarga pasien untuk men.elaskan tindakan 02P dan
mengapa 02P dilakukan) perkem#angan -asil 02P) sampai pasien dira1at I6& dan
#agaimana prognosisn4a.
(- KEY NOTES (Morgan*
1. 02P dan asu-an kardiak darurat -arus dipertim#angkan setiap saat pada pasien 4ang tidak
mendapat oksigenasi se9ara adekuat atau ada gangguan perfusi organ tidak -an4a setela-
ter.adi -enti .antung
2. Dentilasi dan kompresi .antungAdada luar -arus tidak #ole- terlam#at ole- tindakan
intu#asi apa#ila .alan nafas tela- #e#as dengan manu3er dorong mandi#ula
3. &pa4a intu#asi -arus #er-asil dalam 3+ detik.
4. Kompresi dada -arus dilakukan segera #ila ada pasien tanpa nadi
. Petugas kese-atan 4ang #ertugas di ruma- sakit) ra1at .alan -arus mampu melakukan
defi#rilasi dini segera pada pasien dengan fi#rilasi 3entrikular. /4ok -arus dilakukan
dalam 1aktu 3 (L 1min* sesuda- -enti .antung.
!. 5idokain) epinefrin) atropin) dan 3asopresin dan #ukan Na8#ikar#onat dapat di#erikan
melalui kateter dalam pipa trakea. Dosis 2821A2 kali dosis ID) dien9erkan dalam 1+ml
aMuades atau Na6l +.'F pada pasien de1asa.
$. ,ila akses intra3ena sulit) pada anak8anak dapat dilakukan intraoseus
2- GAMBARAN UMUM
4!
Henti .antung merupakan keadaan 4ang dapat ter.adi di mana sa.a dan memerlukan tindakan
segera 02P. Peluang 4ang #esar ke.adian -enti .antung selama anestesia meng-aruskan setiap
peserta didik memiliki kemampuan melakukan 02P dengan #aik. Tindakan 02P merupakan suatu
paket #erupa Airwa (A*) Breathing (,*) Circulation (6* 4ang sering dise#ut #antuan -idup dasar
(Basic Life 1upport* dan #ila dilan.utkan dengan Drugs (D*) pemeriksaan =K; (=* dan
Fibrillation treatment (:* merupakan #antuan -idup lan.ut dan #ila -arus masuk I6& dise#ut
se#agai Prolonged Life 1upport. Pada modul ini -an4a di#atasi pada 02P #antuan -idup dasar.
,ila 02P #aru dilakukan pada -enti .antung 4ang tela- #erlangsung 4 menit) kemungkinan akan
tim#ul kerusakan otak ire3ersi#el.
Ke#er-asilan 02P #ergantung dari 9epatn4a memulai 02P dan teknik 02P 4ang #enar.
Kemampuan ini tidak ter#atas dimiliki ole- anestetis tetapi .uga ole- dokter atau pertugas
kese-atan lain 4ang terli#at pada pela4anan darurat) di mana peluang #esar ter.adi -enti .antung
atau -enti nafas
3- TU&UAN PEMBELA&ARAN
a. Mampu melakukan diagnosis -enti .antung pada pasien de1asa)anak8anak dan #a4iAneonatus
#. Mampu melakukan 02P pada pasien8pasien terse#ut
9. Mampu menilai -asil 02P
d. Mampu memutuskan kapan meng-entikan 02P.
e. Mampu kapan meru.uk pasien ke I6&
4- METODE
02P merupakan satu paket tindakan se9ara keseluru-an 4aitu 4ang tidak dapat dipisa-8pisa-kan
antara A) ,) 6) ole- karena itu metode 4ang dilakukan untuk men9apai tu.uan .uga tidak dapat di
pisa-8pisa-kan.
Metode Pem#ela.aran@
Ko"iti1
1. Kulia- penda-uluan 02P
2. ,ela.ar #ersama se9ara terintegrasi
3. ,ela.ar mandiri
4. Pem#ela.aran #erdasarkan pro#lema
. Diskusi kelompok ke9il dan umpan #alik
4$
!. Pro#lema penatalaksanaan pasien
$. /imulasi pasien) skenario) pa.angan dll
Psikomotor
Manikin based
1. DemonstrasiApa.angan dan super3isi klinis
2. Pro#lema penatalaksanaan pasien (illustrasion case*
Komuikasi/ .u+u"a iter!ersoal
1. DemonstrasiApa.angan dan super3isi klinis
2. Pro#lema penatalaksanaan pasien
Pro1esioalisme
1. Pro#lema penatalaksanaan pasien
Pe"eta,ua
1. Kulia- perkenalan
2. Diskusi kelompok ke9il dan umpan #alik
Keterampilan dan materi 4ang -arus dikuasai@
1. Melakukan diagnosis -enti .antung pada de1asa) anak8anak dan #a4iAneonatus
2. Melakukan pem#e#asan .alan nafas atas
3. Melakukan pernafasan #uatan mult ke mulut atau dengan ,MD
4. Melakukan kompresi dada dengan teknik 4ang #enar
.Melakukan penilaian -asil 02P
!.Melakukan peng-entian 02P.
9-MEDIA
a.Kulia- penda-uluan 02P
4%
#. ,ela.ar #ersama se9ara terintegrasi
9. ,ela.ar mandiri
d. Pem#ela.aran #erdasarkan pro#lema
e. Diskusi kelompok ke9il dan umpan #alik
f. Pro#lema penatalaksanaan pasien
g. /imulasi pasien) skenario) pa.angan dll
-. DemonstrasiApa.angan dan super3isi klinis
i. Mengikuti kursus perkem#angan mutak-ir 02P.
:- ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
a. /arana #ela.ar menga.ar @ ruang kulia-) perpustakaan) internet) ruang skill lab)
alat audio3isual
#. Manikin untuk lati-an 02P #antuan -idup dasar) manikin simulasi #antuan -idup
lan.ut (opsi*
9. ,MD resusitator
d. Alat =K; dan defi#rilator manual atau opsi automatic e3ternal defibrillator
(A=D*
e. Papan keras untuk alas pasien
f. Alat8alat untuk penatalaksanaan .alan nafas (li-at modul 2*
;- E%ALUASI
=3aluasi meliputi kognitif ) keterampilan) komunikasi) profesionalisme
dan pengeta-uan (pre8tes dan pos8tes*
Pre8tes@
1. ,agaimana menegakkan diagnosis -enti .antungE
2. Apa pen4e#a# -enti .antungE
3. ,agaimana langka-8langka- melakukan pertolongan -enti .antungK
4. ,agaimana 9ara memperta-ankan .alan nafas dengan #enarK
. ,agaimana melakukan pernafasan #uatan dengan #enarK
!. ,agaimana 9ara melakukan kompresi dada luar dengan #enarK
$. ,agaimana gam#aran =K; pasien -enti .antungK
%. "#at8o#atan apa 4ang digunakan pada penanggulangan -enti .antung apa indikasin4aK
'. Kapan 02P di-entikanK
1+. Kapan pasien indikasi dira1at di I6&
=3aluasi kemampuan dilakukan #erdasarkan keterampilan 02P pada manikin) ke#er-asilan le#i-
dari $F dianggap kompeten melakukan 02P.
4'
1. Kognitif @
=MH lisan
Pengamatan dan penilaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
2. Psikomotor@
Pengamatan dan penilaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
3. Komunikasi dan -u#ungan interpersonal 4ang men9akup sikap
Pengamatan dan penialaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
4. Profesionalisme@
Pengamatan dan penilaian #e#erapa kali
,e#erapa pengamat
. Pengeta-uan @
M6H atau esai (pre8tes* dan pos8tes
=MH tertulis
Prosedur 02P
Algoritma untuk -enti .antung karena D:) DT) P=A dan asistol (AHA ;uidelines for 6P0 2++*
+
1
1
Check rhythm
Shockable
rhythm? %F/%T
Asystole/PE
A
Shockabl
e
Not
shockable
(
3
4
9
'=
1
1
PULSELESS ARREST
4BLS / Call for help' #ive C,(
4Give oxyge when available
4Attach monitorde5brillator when
available
Shockabl
e
Check rhythm
Shockable
rhythm?
1
!
No
"o
to
#ox
4
"$%e & s$kl's o(
)PR*
Gi0e ' s,o5k
NManual #ip-asi9@ de3i9e spe9ifi9
(t4pi9all4 12+ to 2++2*
If unkno1n) use 2++2
NA=D@ de3i9e spe9ifi9
NMonop-asi9@3!+2
Resume >PR immediatel6
Res'me )PR $mme+$ately (or &
s$kl's
-hen I$I) available' #ive
vasopresor
4 E,$e(r$ 1mg -./-/
Re,eat e%ery 3to&m$
or
4 !ay #ive 0 dose of %aso,res$
67%
I$I) to replace 5rst or second
dose of e,$e(r$
Consider atro,$ 0m# I$I)
for asystole or slow ,&A rate "$%e & s$kl's o(
)PR*
"$%e & s$kl's o(
)PR*
Check rhythm
Shockable
Continue C,( while de5brillator is
char#in#
Give 0 shock
!anual biphasic / device speci5c
8same as 5rst shock or hi#her dose9
"ote/if unknown' use 277:
A&./ device speci5c
!onophasic/ ;<7:
No
If Asystole ' #o to bo=
07
If electrical activity'
check pulse1If no
pulse' #o to Bo= 07
0
&
1
1
Shockable
Check rhythm
Shockable
No

2
Check rhythm
Shockable
rhythm?
0
Shockabl
e
During
CPR
4P'sh har+ a+ (ast
2133/m$4
4Es're ('ll chest
reco$l


45$$m$6e $terr',t$o
$ chest
com,ress$os

4)ne cycle of C,(/

;7 compressions then
2breaths
>siklus ? 2 minutes

4Avoid hyperventilation

4Secure @alan nafas and
con5rm
placement

4After an advnnced @alan
nafas is
placed' rescuers no
lon#er deliver AsiklusB of
C,(1 Give continuous
Chest compressions
without
pauses for breaths1 Give
C to 07
breathsminute1 Check
rthythm
every 2 minutes1
No
Bo= 02
7
Continue C,( while de5brillator is
char#in#
"$%e 1 shock
4!anual biphasic/ device speci5c
8same as 5rst shock or hi#her dose9
"ote/ If unknown use 277:
4A&. /device speci5c
4!onophasic / ;<7:
Res'me )PR $mme+$ately a(ter the
shock
During CPR
(otate compressors
every
2 minutes with rhythm
checks
Search for and treat
possible
contributin# factors/
3 +ypovolemia
3 +ypo=ia
3 +ydro#en ion
8acidosis9
<- REFERENSI
Algoritma untuk -enti .antung karena D:) DT) P=A dan asistol (AHA ;uidelines for 6P0
2++*
3
During
CPR
4P'sh har+ a+ (ast
2133/m$4
4Es're ('ll chest
reco$l


45$$m$6e $terr',t$o
$ chest
com,ress$os

4)ne cycle of C,(/

;7 compressions then
2breaths
>siklus ? 2 minutes

4Avoid hyperventilation

4Secure @alan nafas and
con5rm
placement

4After an advnnced @alan
nafas is
placed' rescuers no
lon#er deliver AsiklusB of
C,(1 Give continuous
Chest compressions
without
pauses for breaths1 Give
C to 07
breathsminute1 Check
rthythm
every 2 minutes1
'=- DAFTAR PENUNTUN BELA&AR
No Penuntun 02P /uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
1. Penilaian pasien -enti .antung ) -enti .antung
mengan9am
2. Melakukan kompresi dadaA.antung luar atau
pre9ordial tum#
3 Melakukan pem#e#asan .alan nafas atas
4. Menilai pasien #ernafasA tidak #ernafas
. Melakukan pernafasan #uatan mulut ke mulut dua
kali
!. Melakukan pernafasan #uatan dengan #alon
resusitator dua kali
$ Melakukan penilaian den4ut karotis
% Melakukan kompresi .antung 3+kali dengan la.u
1++OAmenit
' Melakukan kompresi @ 3entilasi 3+ @ 2
1+ Melakukan penilaian -asil 02P dasar
11 Melakukan tindakan intu#asi
12 Mem#erikan o#at8o#atan adrenalin) dan lain lain
13. Melakukan defi#rilasi
14. Mem#erikan o#at8o#atan antifi#rilasi
1. Melakukan penilaian -asil resusitasi
1! Menilai keadaan 4ang re3ersi#el pen4e#a# -enti
.antung
1$. Melakukan resusitasi pada anak8anak
4
1%. Melakukan resusitasi pada neonatus.
1$. Melakukan resusitasi otak (li-at modul I6&*

''- DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur standard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4

DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
'(- MATERI A>UAN
02P atau Cardio pulmonar resuscitation (6P0* di kamar operasi adala- tanggung .a1a#
anestetis) 4ang mengeta-ui lokasi dan fungsi alat resusitasi) o#at8o#atan untuk resusitasi dan
!
pem#agian tugas. Pedoman di #a1a- ini tela- dimodifikasikan mengikuti #,,' American 6eart
Association ?uidelines for Cardiopulmonar 7esusucitation and 2mergencCardiac Care"
Dia"osis ,eti *atu"
Tidak tera#an4a den4utApulsasi arteri #esar (karotis) radial atau femoral*) tidak sadar. =K;
mungkin memperli-atkan asistol) fi#rilasi 3entrikular (D:*) takikardia 3entrikular (DT*) atau
pulseless electrical activit (P=A*.
Etiolo"i ,eti *atu"
/e#a# paling sering -enti .antung adala-@ infark miokard) -ipoksia) gangguan keseim#angan
asam8#asa) gangguan kalium) kalsium) dan magnesium) -ipo3olemia) efek o#at 4ang tidak
diinginkan5 tamponade perikardial5 pneumotoraks 3entil5 em#olus paru5 -ipotermia.
Henti .antung men4e#a#kan aliran dara- 4ang efektif #er-enti) -ipoksia .aringan) meta#olisme
anaero#ik) dan kumulasi sisa meta#olisme sel. :ungsi organ terganggu) dan kerusakan permanen
akan tim#ul) ke9uali resusitasi dilakukan dalam -itungan menit (tidak le#i- dari 4 menit*.
Asidosis aki#at meta#olisme anaero#ik men4e#a#kan 3asodilatasi sistemik) 3asokonstriksi
pulmoner) dan penurunan respons ter-adap katekolamin.
Resusitasi !ada de8asa
A- Batua ,idu! dasar- Henti .antung -arus selalu di9urigai pada setiap pasien 4ang tanpa
diduga .atu- tidak sadar. ,ila tidak dapat di#angunkan) resusitasi A,6D (airwa5 breathing5
circulation5 defibrillation* -arus dilakukan setela- le#i- dulu minta #antuan. &ntuk penolong
tunggalA sendirian dengan penolong orang a1am ada aturan Pphone first>phone fastP Pada
de1asa dan semua anak di atas 12814 ta-un dengan risiko disritmia dapat dilakukan A=D) kalau
alat tersedia) se#elum 02P dimulai ole- penolong 4ang sendirian.
'- &ala a1as da !era1asa. Posisi kepala untuk pem#e#asan .alan nafas) di#antu dengan
pemasangan pipa oro atau nasofaring. Nafas spontan dinilai dengan o#ser3asi) merasakan dan
mendengar. ,ila nafas spontan tidak ada atau tidak efektif) #erikan #antuan nafas #uatan dengan
sungkup #alon katup dengan oksigen 1++F. ,erikan nafas #uatan dua kali pelan dengan tekanan
renda- (untuk men9ega- distensi gaster*) dilan.utkan dengan % sampai 1+ kali nafas #antuan per
menit. ,ila 3entilasi tidak mungkin) fikirkan akan adan4a #enda asing di .alan nafas dan
keluarkan se9ara manual) lakukan manu3er Heimli9-) kompresi dada.
$
(- Sirkulasi. /irkulasi dinilai dengan palpasi arteri karotis selama detik. ,ila tidak tera#a)
lakukan kompresi dada luar (#ila den4ut tera#a) tidak #erarti #a-1a tekanan arteri rata8rata
adekuat) #ila tidak ada nafas) #atuk8#atuk atau gerakan) kompresi .antungAdada luar #ole-
dilakukan*. Tempatkan pasien pada alas 4ang keras) kepala satu le3el dengan toraks. Tumpuan
kompresi dada luar dilakukan dengan menempatkan pangkal tangan pada sternum di antara dua
puting susu) tangan lain ditempatkan di atas tangan pertama. Dokter pemegang pisau dapat
diminta #antuan untuk melakukan tindakan terse#ut. 5engan lurus) kompresi tegak lurus ke
sternum) dengan ke dalaman 1. C 2.+ in9i (48sm* pada orang de1asa. 0asio kompresi @
relaksasi Q 1@1 dengan la.u kompresi 1++OAmenit. Pada pasien dengan posisi tengkurap 4ang
tidak dapat di#uat telentang se9ara 9epat) seorang penolong dapat meletakkan kepalan tangan di
antara su#sifoid dan me.a operasi sementara kompresi dilakukan pada punggung pada tempat
4ang sesuai. 0asio kompresi dada@ 3entilasi adala- 3+@2) pada de1asa dan anak #ila -an4a ada
satu penolong. ,ila ada dua penolong dan suda- terpasang pipa endotrakeal atau 5M) 3entilasi
dapat di#erikan % C 1+ kali per menit dan kompresi dada -arus di#erikan dengan ke9epatan
kompresi 1++ kali per menit. Tanpa menunggu pause 3entilasi.
2- De1i+rilasi. ,ila di ruma- sakit -arus dilakukan dalam 1aktu 3 menit atau dalam 1aktu
menit (sam#il melakukan 02P dengan sangat #aik*. Ini merupakan faktor utama 4ang
menentukan ke#er-asilan resusitasi karena D: merupakan pen4e#a# 4ang sering pada -enti
.antung pasien de1asa. ,ila tersedia A=D di tempat umum) defi#rilasi dapat dilakukan ole-
tenaga seperti polisi) personil pemadam ke#akaran) keamanan dan lain lain. Melalui analisis
frekuensi) amplitudo dan gam#aran signal =6;) alat A=D terse#ut dapat digunakan untuk
indikasi s4ok atau tidak ada indikasi untuk s4ok.A=D dipi9u se9ara manual tidak se9ara
automatis melakukan defi#rilasi pasien.
3- Peilaia ula" R&P -arus dinilai segera setela- dilakukan s4ok tanpa -arus istira-at untuk
memeriksa nadi atau ritme dan -arus dilan.utkan sampai lima siklus (atau kira8kira 2 menit #ila
pasien dengan =TT terpasang* se#elum ritme dinilai ulang. Penolong -arus memeriksa nadi
#ilamana ritme 4ang teratur tela- kem#ali. ,ilamana tidak ada nadi atau tidak ada indikasi s4ok
dengan A=D) R&P ,arus dila*utka de"a meilai ritme setia! lima siklus-
B- A/+ance/ Car/iac 3i#e Support #A>LS$) termasuk pemasangan pipa endotrakeal)
defi#rilasi) dan pem#erian o#at8o#atan) merupakan terapi definitif -enti .antung.
Protokol k-usus@
'- Itu+asi) -arus se9ara 9epat dilakukan dengan interupsi kompresi dada seminimal mungkin
dan tanpa menunda defi#rilasi) akan mengoptimalkan oksigenasi dan pengeluaran 6"2 selama
resusitasi. ,ila ada alatn4a dikonfirmasikan dengan kapnografi. 2alur endotrakeal ini #isa
dipakai untuk mem#erikan o#at #ila akses intra3ena sulit) misaln4a nalokson) atropin)
%
3asopresin) epinefrin dan lidokain (PNAD=5P*. "#at dien9erkan dengan 1+ ml Na6l +)'F steril
dan di#erikan 2 sampai 3 kali.
(- De1i+rilasi. DT dan D: #ila #erlangsung lama maka akti3itas .antung menurun dan akan sulit
untuk dikon3ersi ke ritme normal. 5akukan defi#rilasi sedini mungkin) tanpa meli-at lapangan
operasi. Itu merupakan tanggung .a1a# 4ang melakukan defi#rilasi agar anggota tim resusitasi
tidak kontak dengan pasien selama tindakan defi#rilasi.
a- De1i+rilasi +etuk "elom+a" +i1asik. =nergi optimal untuk mengak-iri D: 4ang dipakai
#ergantung pada spesifikasi alat antara 12+ C 2++ 2oule) #ila tidak ada pakai 4ang 2++2.
,ilamana D: #er-asil diatasi tetapi tim#ul D: ulang) s4ok #erikut gunakan energi 4ang sama.
+- De1i+rilasi +etuk "elom+a" moo1asik) masi- digunakan di #an4ak institusi) mem#erikan
energi se9ara satu ara- =nergi a1al dan energi -arus 3!+2.
5- Kardio0ersi untuk flater atrial) disritmia supra3entrikular) seperti takikardia supra3entrikular
paroksismal (P/DT*) dan DT dengan -emodinamik 4ang sta#il umumn4a memerlukan energi +
C 1++ 2 monofasik) le#i- ke9il di#andingkan dengan fi#rilasi atrial (A:* 1++ C 12+2. =nergi
optimal untuk kardio3ersi dengan #entuk gelom#ang #ifasik #elum diketa-ui. =nergi 1++ C 12+2
efektif dan dapat di#erikan pada takiaritmia 4ang lain. Kardio3ersi tidak akan efektif untuk terapi
takikardia $unctional atau takikardia ektopik atau multifokal. /e#a# ritme ini dise#a#kan ole-
fokus autonom le#i- dari re<entr.
2- Pema5ua) #lok .antung dera.at tinggi dengan #radikardia 4ang menon.ol adala- etiologi
-enti .antung. Pa9u .antung temporer -arus dipasang #ila la.u .antung tidak meningkat dengan
terapi farmakologis. Pema9uan transkutaneus adala- 9ara 4ang muda- untuk meningkatkan la.u
3entrikular.
3- Akses itra0ea merupakan ke-arusan untuk resusitasi agar #er-asil. Tempat ter#aik adala-
3ena sentral) 3ena .ugularis interna) 3ena .ugularis eksterna) 3ena su#kla3ia) 3ena femoralis atau
3ena perifer dengan kateter pan.ang) atau pendek tetapi aliran -arus lan9ar.
'- O+at7o+ata) ikuti A65/. "#at8o#at 4ang dipakai pada keadaan -emodinamik tak sta#il)
iskemia atau infark miokard dan aritmia.
a- Adeosi) untuk mengkon3ersi P/DT ke irama sinus) 1aktu paru- menit) memperlam#at
A8D konduksi nodal) menginterupsi .alur reentr A<9 node. Ini dapat pula digunakan untuk
'
mem#antu mem#uat diagnosis diferensial takikardia 3entrikular ( misaln4a flater atrial dengan
respons 9epat 3ersus P/DT*. Dosis ! mg dengan #olus ID 9epat. ,ila P/DT tak #er-asil diatasi)
dapat di#erikan suntikan kedua dengan dosis 12 mg. Pada anak8anak dosis +)1 mgAkgE dosis
ulang +)2 mgAkgE dosis maksimal 12 mg.
+- Amiodaro o#at 4ang paling #ermanfaat dalam A65/. Memiliki sifat8sifat anti8aritmik)
memperpan.ang aksi potensial) #lokade kanal natrium) kronotropik negatif. "#at ini sangat
efektif dan tidak memiliki efek prodisritmik) se-ingga disukai se#agai antidisritmia pada
gangguan fungsi kardiak 4ang #erat. Dosis untuk D: dan DT 4ang tidak sta#il) 3++mg
dien9erkan dalam 2+ C 3+ ml Na6l +.'F atau dekstrosa F se9ara 9epat. &ntuk pasien dengan
kondisi le#i- sta#il dosis 1+ mg di#erikan dalam 1aktu 1+ menit) dilan.utkan dengan infusi
1mgAmenit selama ! .am kemudian +) mgAmenit. Dosis maksimal adala- 2 g se-ari. =fek
samping 4ang tim#ul segera adala- #radikardia dan -ipotensi. Pada anak8anak dosis
pengisian(loading dose* mgAkg) dosis maksimum 1 mgAkgA-ari. Indikasi penggunaan
amiodaron adala-@ (1* DT tidak sta#il (2* D: sesuda- gagal dilakukan defi#rilasi elektrik dan
terapi adrenalin. (3* Mengendalikan la.u .antung selama DT 4ang monomorfik) DT polimorfik
(4* Mengendalikan la.u 3entrikular pada aritmia atrium 4ang tidak #er-asil dengan terapi
digitalis. Atau #ilamana takikardia sekunder ole- .alur lain. (* ,agian kardio3ersi elektrik P/DT
4ang refrakter atau takikardia atrial.
5-Atro!i #ermanfaat pada #radikardia atau #lok A8D. Ini meningkatkan la.u irama sinus dan
meningkatkan konduksi nodus A D ole- karena efek 3agolitik.
Dosis atropin untuk #radikardia atau #lok A8D adala- +) mg diulang tiap 38 menit sampai
dosis total +)+4 mgAkg. &ntuk asistol) atropin di#erikan 1 mg #olus diulang tiap 3 C menit #ila
perlu. ,lok 3agal total di9apai #ila dosis kumulatif 3 mg. PA5/@ +)+2 mgAkgE dosis minimal +)1
mg) dosis maksimal +) mg pada anak) 1 mg pada de1asa.
d- Pe",am+at +eta (atenolol) metoprolol dan propanolol* suda- dipakai untuk pasien8pasien
dengan angina tidak sta#il5 infark miokard. "#at8o#at ini mengurangi iskemia rekurens) reinfark
nonfatal) D: pas9a8infark. Kontras dengan peng-am#at kalsium) peng-am#at #eta #ukan inotrop
negatif direk. =smolol) #erguna pula untuk terapi akut P/DT) A:) flater atrial5 takikardia atrial
ektopik" Dosis a1al dan lan.ut #ila tim#ul toleransi adala-@ atenolol mg selama menit) ulangi
sekali pada 1+ menitE metoprolol mg se#an4ak tiga kali setiap menitE propranolol +)1 mgAkg
di#agi dalam tiga dosis setiap 2 83 menitE esmolol +) mgAkg dalam 1 menit dilan.utkan dengan
infusi mulai dari + mkgAmenit dan titrasi sampai 2++ mkgAmenit. Indikasi8kontra adala- #lok
.antung dera.at dua atau tiga) -ipotensi dan gagal .antung kongestif #erat. Atenolol dan
metoprolol) relatif le#i- #eta81 #loker) le#i- disukai daripada propranolol pada pasien dengan
.alan nafas reaktif. /e#agian #esar pasien dengan pen4akit o#struktif mena-un) umumn4a
tolerans ter-adap #eta8#loker.
!+
e- Kalsium diindikasikan pada pasien -enti .antung -an4a #ilamana di9urigai ada -iperkalemia)
-ipermagnesemia) -ipokalsemia) atau toksik karena peng-am#at kanal kalsium. Kalsium klorida
C 1+ mgAkg ID) dapat diulang #ila perlu. (PA5/@ 2+ mgAkg*
1- Pe",am+at kaal kalsium@ Derapamil dan diltia?em melam#atkan konduksi dan
meningkatkan masa refrakter di nodus AD. Keduan4a dipakai untuk mengo#ati P/DT kompleks
sempit 4ang tidak respons ter-adap manu3er 3agal atau adenosin. Keduan4a dapat pula dipakai
untuk mengendalikan la.u respons 3entrikular pada A: atau flater atrial. Dosis a1al 3erapamil
adala- 2) C )+ mg ID ) dengan dosis selan.utn4a sampai 1+mg ID di#erikan tiap 1 C 3+
menit. Diltia?em di#erikan dengan dosis a1al #olus +)2 mgAkg sampai +)3 mgAkg dan infusi
81 mgA.am #ilamana perlu. =fek samping -ipotensi) eksaser#asi 6H:) #radikardia. Hipotensi
dapat diatasi dengan kalsium klorida +) C 1)+ g ID
"- Do!ami memiliki aktifitas dopaminergik (pada dosis kurang dari 2 mikrogramAkgAmenit*)
#eta8adrenergik (pada 2C mikrogramAkgAmenit*) dan alfa adrenergik (pada C1+
mikrogramAkgAmenit*. Tapi efek adrenergik terse#ut dapat ter.adi pada dosis terenda-
sekalipun. Mulai dengan 1+ mikrogramAmenit dan titrasi sampai efek 4ang diinginkan (urin)
tekanan dara- meningkat) H0 meningkat*.
,- E!ie1ri masi- merupakan terapi farmakologik utama pada -enti .antung ) meskipun sedikit
#ukti akan memper#aiki sur3i3al. =fek 3asokonstriksi alfa8adrenergik pem#ulu- nonsere#ral
dan nonkoroner menim#ulkan kompensasi pintasan dara- ke otak dan .antung. Dosis tinggi tidak
dian.urkan karena dapat ikut menim#ulkan disfungsi miokard.
Dosis tinggi diindikasikan pada o3erdosis peng-am#at #eta atau peng-am#at kanal 6a. Dosis
4ang dian.urkan adala- 1)+ mg ID) ulangi tiap 38 menit) atau pem#erian infusi 184
mikrogramAmenit. =pinefrin .uga dipakai untuk #radikardia simptomatik (PA5/@ #radikardia
+)+1 mkgAkgE nadi #er-enti +)+1 mgAkg*
i-Iso!rotereol adala- #eta81 dan #eta82 agonis adrenergik. Ini merupakan o#at lini kedua untuk
mengatasi #radikardia 4ang tidak responsif ter-adap atropin dan do#utamin di mana alat pa9u
.antung temporer tidak tersedia. Akti3itas #eta82 dapat men4e#a#kan -ipotensi. Isoproterenol
di#erikan dengan ID 2C1+ mikrogramAmenit) dititrasikan untuk men9apai la.u nadi 4ang
diinginkan.
*- Lidokai #ermanfaat untuk mengendalikan (#ukan profilaksis* ektopik 3entrikular selama
infark miokard akut. Dosis a1al untuk -enti .antung adala- 1)+ C 1) mgAkg) dan ini dapat
diulang +) C +)$ mgAkg #olus setiap 3 C menit sampai dosis total 3 mgAkg. Infusi kontin4u
lidokain 2 sampai 4 mgAmenit di#erikan setela- resusitasi #er-asil. Dosis lidokain -arus
diturunkan pada pasien dengan 9ura- .antung menurun) fungsi -epar terganggu) atau umur lan.ut.
(PA5/@ 1 mgAkgE infusi) 2+ 8+ mikrogramAkgAmenit*.
!1
k- Ma"esium adala- kofaktor dalam #erma9am reaksi en?im termasuk Na) K8ATPase.
Hipomagnesemia dapat men9etuskan D: 4ang refrakter sekaligus eksaser#asi -ipokalemia.
Penggantian magnesium efektif untuk torsade de pointes aki#at pem#erian o#at. Dosis untuk
keadaan segera 1 C 2 g dalam dekstrosa F di#erikan selama 1 82 menit. =fek samping dengan
pem#erian 9epat adala- -ipotensi dan #radikardia (PA5/@ 28+mgAkg) dosis maksimal 2g*.
l-Oksi"e #'==B$ -arus di#erikan pada semua pasien -enti .antung) denganA tanpa nafas #antu.
m-Prokaiamid mungkin #isa dipertim#angkan pada pasien8pasien dengan 4ang masi- ada
9adangan fungsi 3entrikular. Dosis pengisian adala- 2+ mgAmenit sampai aritmia dapat
tersupresi) tim#ul -ipotensi) kompleks H0/ mele#ar +F dari nilai asal atau dosis total 1$
mgAkg ter9apai. ,ila aritmia dapat diatasi) infusi rumatan 1 C 4 mgAmenit -arus dimulai) dosis
kurangi #ila ada gagal gin.al.
-Natrium +ikar+oat pada -enti .antung dapat memper#uruk karena dapat menim#ulkan
asidosis intraselular paradoksal. Ini dapat dipertim#angkan #ila /tandard protokol A65/ gagal
dengan adan4a asidosis meta#olik #erat) dan ini #isa mem#antu terapi -iperkalemia atau
kera9unan anti depresan tricclic". Dosis a1al 1m=MAkg ID) dengan dosis #erikut +)m=MAkg
di#erikan setiap 1+menit (dipandu dengan nilai pH dan Pa6"2*. (PA5/@ 1m=MAkg*
o- %aso!resi) se#ua- antidiuretik dan presor #isa dipakai untuk pengganti dosis 1 dan dosis 2
epinefrin) pada terapi -enti .antung (4+ unit ID*) le#i- efektif daripada epinefrin) konstriksi otot
polos 3askular pada dosis tinggi. 5e#i- efektif dalam memperta-ankan coronar perfusion
pressure dan half life le#i- pan.ang 1+ C 2+ menit.
9- Kom!resi *atu" la"su" dada ter+uka) dilakukan #ila ada sum#er da4a 4ang memadai
untuk penatalaksanaan trauma tem#us dada) trauma a#dominal dengan -enti .antung) perikardial
tamponade) -ipotermia) atau em#olus paru. Kompresi langsung .uga diindikasikan untuk pasien8
pasien dengan kelainan anatomi pada dada 4ang men4e#a#kan kompresi dada tertutup sulit.
:- Pe"ak,ira R&P. Tidak ada pedoman 4ang mutlak untuk menentukan kapan meng-entikan
resusitasi 4ang tidak #er-asil) tetapi peluang -idup ke9il setela- #erlangsung 3+ menit. Ini
merupakan keputusan 4ang -arus diam#il ole- dokter 4ang #ertugas untuk menentukan kapan
sistem kardio3askular tidak #ereaksi lagi ter-adap #antuan -idup dasar maupun #antuan -idup
lan.ut dan #a-1a pasien tela- meninggal.
Menurut fat1a IDI tentang mati (/urat keputusan P,. IDI No.33!AP,AA.4A%%*) pada resusitasi
darurat) di mana kita tidak mungkin menentukan M,") seseorang dapat din4atakan mati #ila 1* terdapat
tanda8tanda mati .antung atau 2* terdapat tanda8tanda klinis mati otak 4aitu #ilamana setela- dimulai
resusitasi) pasien tetap tidak sadar) tidak tim#ul pula nafas spontan dan refleks munta- (gag refle3* serta
pupil tetap dilatasi selama 183+ menit atau le#i-) ke9uali kalau pasien -ipotermik) di #a1a- pengaru-
#ar#iturat atau anestesia umum. Diagnosis mati .antung (-enti .antung ire3ersi#el* ditegakkan #ila
!2
tela- ada asistol listrik mem#andel (intractable) garis datar pada =K;* selama paling sedikit 3+
menit) 1alaupun tela- dilakukan 02P dan terapi o#at 4ang optimal
8. Per6ataa 9/o not resuscitate9 #DNR$ menempatkan anestetis se#agai posisi kun9i pada
masa intraoperatif dan pas9a#eda-. Tidak #erarti #a-1a DN0 #erlaku pada masa perioperatif.
Pedoman tertulis k-usus untuk institusi -arus diulas. Kelan.utan tindakan resusitasi pada pasien
dengan DN0 -arus disesuaikan dengan -arapan pasien.
Resusitasi !ada Pediatri
A. Batua ,idu! dasar. Ke#utu-an untuk 02P pada pediatri setela- masa neonatus .arang.
Henti .antung pada pediatri #iasan4a karena -ipoksemia terkait dengan gagal nafas atau o#struksi
.alan nafas. Pediatri meliputi #a4i (usia 1 #ulan sampai 1 ta-un*) anak8anak (1 sampai % ta-un*.
&ntuk anak8anak le#i- tua dari % ta-un) resusitasi sama dengan de1asa. Per#edaan resusitasi
pada anak8anak dan de1asa@
'- &ala a1as da !era1asa- Tindakan men.aga .alan nafas sama dengan de1asa. Pada
anak8anak kurang dari 1 ta-un) -entakan a#dominal tidak digunakan karena muda- merusak
saluran 9erna. Hiperekstensi kepala le-er neonatus (head tilt>chin lift0 dapat menim#ulkan
o#struksi .alan nafas. Kompresi su#mental saat angkat dagu dapat menim#ulkan o#struksi .alan
nafas karena lida- terdorong ke dalam faring. Dentilasi -arus di#erikan se9ara pelan dengan
tekanan .alan nafas renda- guna men9ega- distensi gaster dan -arus di#erikan 3olume 3entilasi
4ang #aik
(-Sirkulasi- Pada #a4i arteri #rakialis dan arteri femoralis dipakai untuk menilai den4ut) karena
arteri karotis sulit dira#a. ,ila tidak ada den4ut) kompresi dada dimulai dengan rasio
kompresiArelaksasi 1@1 dengan dua u.ung .ari atau dengan kedua u.ung i#u .ari sem#ari kedua
tangan melingkari dada. Tempat tumpuan kompresi adala- di sternum satu .ari di #a1a- garis
interpapiler. Pada anak le#i- #esar tempat tumpuan sama dengan de1asa) kompresi dilakukan
-an4a dengan satu tangan menekan sternum sedalam 1A3 sampai R kedalaman anterior posterior
toraks. &ntuk satu penolong rasio kompresiA3entilasi 3+@2. &ntuk dua penolong 1@2. Dentilasi
di#erikan % sampai 1+ kali per menit) dan kompresi dada di#erikan dengan ke9epatan 1++ O per
menit.

B. )e/iatric a/+ance/ li#e suppot. Ke#an4akan -enti .antung pediatrik le#i- sering
menun.ukkan gam#aran =K; asistol atau #radikardia daripada aritmia 3entrikular. Pada anak
kurang dari 1 ta-un) etiologin4a adala- idiopatik atau pernafasan. Karena per#edaan anatomi dan
fisiologi dengan de1asa) pada anak8anak dipakai dosis defi#rilasi dan o#at #erdasarkan #erat
#adan.
!3
'-Itu+asi. &kuran =TT #erdasarkan usia pasien (Q 4 G usiaA4* untuk anak8anak di atas 2 ta-un.
;unakan ukuran R le#i- ke9il untuk =TT dengan kaf. Atropin) epinefrin) lidokain) atau nalokson
dapat di#erikan melalui =TT se#elum ada akses 3ena.
(- De1i+rilasi. Padel defi#rilator untuk #a4i #erdiameter 4) sm dan untuk anak le#i- #esar % sm.
&ntuk alat monofasik dan #ifasik le3el energi 2 2Akg dosis a1al dan dosis ulang 4 2Akg.
Hipoksemia) asidosis dan -ipotermia -arus dipertim#angkan se#agai pen4e#a# -enti .antung
4ang perlu diatasi #ila upa4a defi#rilasi tidak #er-asil. &ntuk kardio3ersi mulai dengan energi
+)2 2Akg) dinaikkan sampai 1 2Akg #ila diperlukan.
2- Akses itra0ea. Akses 3ena sentral le#i- disukai) tetapi #ila ada) .alur ID perifer -arus
segera dipakai) .angan ditunda8tunda. Dena femoralis masi- #isa dipakai dengan kateter k-usus
4ang 9ukup pan.ang. Akses intraoseus dapat dipakai pada anak8anak) dengan .arum k-usus
ditusukkan ke #agian spongiosa ti#ia) -indari epifisis ti#ia) men9apai akses sinus 3ena sumsum
tulang. ,ila tak satupun di atas tersedia) dapat di#erikan melalui =TT dengan pengen9eran 2 C
ml Na6l +)'F.
3-Medikasi. /emua o#at 4ang dipakai pada A65/ de1asa dapat di#erikan pada anak8anak
(PA5/*) disesuaikan dengan #erat #adan anak.
Resusitasi Neoatus. Neonatus adala- usia 2% -ari pertama ke-idupan. /eseorang 4ang suda-
ma-ir dalam resusitasi neonatus -endakn4a -adir pada setiap persalinan. 0esusitasi di#agi dalam
4 fase@ rangsangan dan isap) 3entilasi) kompresi dada dan pem#erian o#at dan 9airan resusitasi.
0esusitasi sering diperlukan pada operasi sesarea darurat atas indikasi ga1at .anin. Anestetis
-arus mengam#il ali- terapi #a4i #aru la-ir sampai spesialis anak ti#a.
A- Peilaia- 0esusitasi segera pada neonatus merupakan -al 4ang sulit #ila -ipoksemia #erat
muda- ter.adi dengan 9epat dan men4e#a#kan asidosis respiratori) sirkulasi fetal resisten dan
pintasan kanan ke kiri. Neonatus 4ang mem#utu-kan resusitasi pada umumn4a menderita
pintasan kanan ke kiri"
'- Skor A!"ar merupakan penilaian o#4ektif kondisi fisiologis #a4i #aru la-ir pada 1 dan
menit sesuda- la-ir.
2. Skor A!"ar +82 -arus dilakukan 02P. /kor 384 memerlukan #alon resusitator dan sungkup
dan mungkin memerlukan resusitasi le#i- lan.ut. /uplemen oksigen dan rangsangan se9ara
normal 9ukup untuk #a4i dengan skor C $. Akti3itas respirasi -arus dinilai dengan mengamati
gerakan dada dan auskultasi. H0 diperiksa dengan auskultasi atau pera#aan pem#ulu-
um#ilikalis.
!4
'- Ra"sa"a da !e"isa!a- Tempatkan neonatus dalam lingkungan -angat untuk
meng-indari ke-ilangan panas dan asidosis kam#u-an. 5etakkan neonatus pada posisi
Trendelen#erg dengan posisi mendongak untuk mem#uka .alan nafas dan memuda-kan drainase
sekresi. Mulut dan -idung -arus diisap (dengan alat k-usus* untuk mengeluarkan dara-) mukus)
mekonium. Pengisapan paling lama 1+ detik) dan oksigen di#erikan antara 2 upa4a isap. /elama
pengisapan) den4ut .antung -arus dipantau untuk kemungkinan tim#uln4a #radikardia aki#at
-ipoksemia) refleks 3agal atau rangsangan faring. Pengisapan dan PmengeringkanP merupakan
rangsangan pernafasan 4ang adekuat. 6ara lain adala- se9ara lem#ut menggosok punggung atau
menepuk telapak tumit kaki. ,ila ada mekonium dalam air ketu#an) spesialis o#stetri sering
melakukan pengisapan .alan nafas saat kepala la-ir tetapi toraks #elum la-ir (intrapartum isap*.
Akan tetapi) 9ara ini se9ara rutin tidak mem#erikan -asil le#i- #aik ter-adap risiko aspirasi)
karena itu suda- tidak dian.urkan lagi. Pengisapan melalui =TT tak #ermanfaat untuk #a4i 4ang
usa-a nafas kuat) tonus otot #agus) H0 I1++ kaliAmenit. Pengisapan melalui =TT -arus
dilakukan segera setela- la-ir pada #a4i dengan mekonium dan diulangi sampai trakea #ersi-.
Tiap upa4a isap -arus singkat untuk men9ega- #radikardia.
(- %etilasi. /esuda- rangsangan dan sta#ilisasi) #a4i 4ang #ernafas spontan dan H0 I 1++
OAmenit tetapi tampak sianosis sentral (1a.a-) tu#u- dan mem#ran mukosa*) -arus di#eri
suplemen oksigen. /ianosis akral (-an4a di kaki dan tangan* #iasan4a normal dan tidak -andal
se#agai indikator -ipoksemia. ,eri 3entilasi tekanan positif dengan oksigen 1++F #ila apnea)
sianosis dan H0 J 1++ OAmenit. ,alon resusitator dan sungkup muka -arus diupa4akan segera.
Nafas a1al #isa memerlukan tekanan .alan nafas 3+84+ sm H2" 4ang diperta-ankan selama 2
detik. Tekanan .alan nafas -arus di.aga serenda- mungkin (pastikan paru mengem#ang dan 9ega-
distensi lam#ung*. 5akukan terus 3entilasi #antu sampai tim#ul 3entilasi spontan adekuat dan
H0 I1++ OAmenit. =TT dipasang #ilamana 3entilasi dengan sungkup muka tidak efektif)
diperlukan pengisapan melalui =TT (aspirasi mekonium*) atau diperlukan 3entilasi
#erkepan.angan.
2- Kom!resi dada. &ntuk H0 J 1++) -arus die3aluasi setela- pem#erian 3entilasi adekuat
dengan oksigen 1++F selama 3+ detik. ,ila H0 J !+ kompresi dada -arus .uga dilakukan di
samping #antuan nafas. Dilakukan pada sepertiga #a1a- dari sternum) dan kompresi dada
sedalam 1A3 kedalaman antero8posterior. Kompresi dan 3entilasi -arus dikoordinasikan dengan
rasio 3@1) dengan '+ kompresi dan 3+ nafas se-ingga dalam 1 menit diperole- 12+ kali upa4a.
Kompresi di-entikan seiap 3+ detik untuk menilai ulang respirasi) H0) 1arna dan -arus
dilan.utkan terus sampai H0 spontan I !+ OAmenit
3- Pem+eria o+at7o+at da 5aira resusitasi . "#at8o#at resusitasi -arus di#erikan #ila H0
masi- J !+ OAmenit kalaupun 3entilasi suda- adekuat dengan oksigen 1++F dan kompresi dada.
Dena um#ilikalis) ter#esar dan tertipis di antara 3 pem#ulu- dara- dalam tali pusat) merupakan
akses 3askular untuk resusitasi neonatus. ,ila tak ada akses 3askular) epinefrin) atropin) lidokain)
nalokson di#ilas dengan larutan Na6l +)'F m5 dapat di#erikan melalui =TT.
!
4- Dosis o+at da 5aira
a- Su!leme oksi"e -arus di#erikan pada 1aktu 3entilasi tekanan positif. ,erikan oksigen #ila
nafas spontan) tetapi ada sianosis sentral. Dian.urkan untuk tidak mem#erikan oksigen 1++F
dalam 1aktu lama.
+- E!ie1ri. =fek S8adrenergik dari epinefrin meningkatkan H0 selama resusitasi neonatus.
Indikasi pada asistol dan #radikardia J !+ OAmenit sekalipun suda- dengan 3entilasi tekanan
positif dan kompresi dada. Dosis +)+18+.+3 mgAkg larutan 1@1+.+++ ID. Melalui =TT +)1 mgAkg.
Dosis dapat diulang setiap 38 menit) sesuai ke#utu-an.
5-Nalokso adala- antagonis spesifik untuk opiat di#erikan #ila ada depresi nafas pada neonatus
sekunder karena pem#erian narkotik pada i#un4a. Dosis +.1 mgAkg. Harus selalu dio#ser3asi
akan tim#uln4a ulang depresi atau ter.adi reaksi withdrawal"
d- Pem+eria sodium +ikar+oat se9ara rutin tidak dian.urkan. Dapat dipertim#angkan selama
-enti .antung 4ang #erkepan.angan untuk mengatasi depresi fungsi miokard dan penurunan ker.a
katekolamin 4ang ditim#ulkan ole- asidosis. Perdara-an intra3entrikular pada #a4i prematur
ter.adi karena #e#an osmolar 4ang ter.adi karena pem#erian Na8#ikar#onat. Preparat untuk
neonatus 4)2F atau +) m=MAm5 dapat meng-indarkan efek samping di atas. Dosis a1al 1
m=MAkg inta3ena di#erikan selama 2menit. /elan.utn4a +) m=MAkg di#erikan setiap 1+ menit
dan pH dan Pa6"2 -arus selalu diperiksa.
e- Atro!i) kalsium) "lukosa tidak dian.urkan pada resusitasi neonatus ke9uali dengan indikasi
k-usus.
1- >aira. Hipo3olemia -arus dipertim#angkan pada perdara-an peripartum atau #ila -ipotensi)
nadi lema-) tetap pu9at sekalipun suda- dilakukan oksigenasi dan kompresi dada. 6airan 4ang
digunakan kristaloid 1+ mlAkg dan diulang #ila perlu. Pem#erian 3olume ekspander seperti
al#umin se9ara 9epat dapat menim#ulkan perdara-an intra3entrikular.
MODUL 3 : KEDOKTERAN PERIOPERATIF I
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 1 dan2 *
!!
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
2 B 1 .am (classroom session*
3 B 2 (coaching session*
4 pekan (facilitation 8 assessment*
PERSIAPAN SESI
Audio3isual Aid@
!" 56D pro4ektor dan la4ar
#" 5aptop
%" "HP
&" Flipchart
'" Pemutar 3ideo
Materi presentasi@
6D powerpoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang puli-
4. ,angsal ra1at inapApengamatan lan.ut
Kasus @ pasien di ruang ,=DAH (,eda-) Ke#idanan dll*
Alat #antu lati- @ model anatomi Asimulator
Penuntun #ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar tilik kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. Clinical Anaesthesiolog) 4t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. Clinical Anaesthesia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
3. MillerTs Anest-esia !t- ed 2++.
4. Perioperatif Medi9ine) ;illman) 2)1''%
. Perioperatif 6are) /tone)D2)2++4
!$
'- Tu*ua Pem+ela*ara Umum :
/etela- men4elesaikan modul ini peserta didikan akan memiliki pengeta-uan dan
keterampilan melakukan e3aluasi) mempersiapkan anestesia) melakukan asu-an pas9a#eda-
untuk pasien A/A 1 dan 2 4ang dilakukan pem#eda-an untuk mengurangi mor#iditas #eda-)
meningkatkan kualitas asu-an perioperatif dan meng-emat #ia4a.
(- Tu*ua Pem+ela*ara K,usus:
/etela- men4elesaikan modul ini peserta didik akan memiliki kemampuan@
a- Ko"iti1
i" Mema-ami arti kedokteran perioperatif.
ii" Mampu men.elaskan tentang tanggapan fisiologi ter-adap pem#eda-an dan
anestesia.
iii" Mampu men.elaskan indikasi dan menilai -asil pemeriksaan la#oratorium
-ematologi) fungsi gin.al) fungsi -ati dan endokrin.
iv" Mampu men.elaskan indikasi dan menilai -asil pemeriksaan foto toraks dan =K;.
v" Mampu melakukan identifikasikan ri1a4at pen4akit atau kelainan pasien
preoperatif 4ang mempengaru-i .alann4a anestesia.
vi" Mampu menentukan dengan #enar status fisis pasien #erdasarkan klasifikasi A/A.
vii" Mampu men.elaskan ren9ana anestesia untuk prosedur #eda- 4ang akan dilakukan.
viii" Mampu men.elaskan persiapan alat dan o#at untuk ren9ana operasi dengan
anestesia umum.
i3" Mampu men.elaskan sirkuit nafas mesin anestesia pada anestesia umum.
3" Mampu men.elaskan dan menginterpretasikan -asil monitor.
3i" Mampu men.elaskan tanda8tanda kega1atan pasien.
3ii" Mampu men.elaskan penanggulangan n4eri pas9a#eda-
+- Psikomotor
i" Mampu melakukan pen9atatan -al8-al penting 4ang terkait dengan tindakan
anestesia umum dalam rekam medis preoperatif.
ii" Mampu mempersiapkan alat anestesia umum.
iii" Mampu memasang alatAmesin anestesia dengan #enar.
iv" Mampu memasang alat monitor dengan #enar.
v" Mampu melakukan interpretasi -asil monitor dan mampu melakukan tindakan
segera sesuai -asil monitor se#elum) selama dan sesuda- anestesia.
vi" Mampu melakukan pen9atatan rekam medis anestesia se9ara #enar pada tindakan
4ang dilakukan pada #utir 2.
vii" Mampu melakukan penanggulangan n4eri pas9a#eda-.
5- Komuikasi/,u+u"a iter!ersoal
!%
i" Mampu #erinteraksi dengan orang lain atas dasar saling meng-argai dan
meng-ormati.
ii" Mampu mem#erikan keterangan tentang kondisi pasien kepada se.a1at senior atau
konsulen.
iii" Mampu men.elaskan pada pasien atau keluarga pasien tentang kondisi pasien
preoperatif dan langka-8langka- tindakan anestesia 4ang akan dilakukan serta
risiko 4ang #isa ter.adi.
iv" Mampu men9iptakan kondisi ker.asama tim di antara semua petugas kese-atan
4ang terli#at di kamar operasi.
v" Mampu mem#erikan keper9a4aan pada pasien tentang penanggulangan n4eri dan
rasa tidak n4aman pas9a#eda-.
d- Pro1esioalisme
i" Mampu #eker.a sesuai prosedur.
ii" Mampu mem#erikan kemuda-an kepada operator saat operasi.
iii" Mampu #erinteraksi dengan se.a1at lain maupun tenaga paramedis dan tenaga
kese-atan lain atas dasar meng-argai kompetensi masing8masing.
iv" Mampu men.aga kera-asiaan pasien.
v" Mampu mema-ami) mem#erikan pen.elasan kepada pasien atau keluargan4a
tentang kondisi pasien sesuai -ak pasien.
vi" Mampu melakukan peker.aan se9ara efisien.
3. Key notes
a. /asaran utama asesmen medis pra#eda- dan praprosedur pasien 4ang akan menerima
anestesia adala- untuk menurunkan angka kematian #eda-) meningkatkan kualitas
asu-an medis tetapi menurunkan #ia4a asu-an perioperatif dan pasien kem#ali
dengan fungsi 4ang diinginkan se9epat mungkin.
#. =3aluasi dasar untuk pra#eda- dan praprosedur adala- data 4ang memperli-atkan
kondisi pasien dan optimasi asu-an perioperatif 4ang men.adi prediktor signifikan
untuk kematian pas9a#eda-.
9. =3aluasi pra#eda- dan praprosedur menga.ukan oportuniti untuk memoti3asi pasien
agar mendapatkan kualitas -idup 4ang le#i- tinggi dengan demikian memper#aiki
outcome se9epatn4a dan peningkatan .angka pan.ang.
d. Tiga area ri1a4at 9epat 4ang mempengaru-i e3aluasi perioperatif adala- toleransi
lati-an) ri1a4at pen4akit sekarang dan kapan kun.ungan ak-ir pasien ke ruma- sakit
(primar care phsician*.
e. Tiga aspek ri1a4at mena-un 4ang mempengaru-i e3aluasi perioperatif adala-
pengo#atan alasan pemakaiann4a serta alergiE ri1a4at sosial) termasuk o#at (drug*)
alko-ol) penggunaan rokok dan peng-entiann4aE ri1a4at keluarga dan pen4akit
se#elumnn4a.
f. Tiga aspek pemeriksaan fisis adala-) .alan nafas) kardio3askular dan e3aluasi paru.
!'
g. Pada umumn4a) tidak #an4ak #enefit 4ang didapat tes la#oratorium 4ang tak
terindikasi) dan tes se#aikn4a di9adangkan untuk 4ang 9ondong meng-asilkan
meningkatkan mengo#atan atau pen9ega-an pro#lem potensial.
-. Prosedur #eda- 4ang luas mempengaru-i ke#utu-an tes rutin sedangkan prosedur
dengan risiko ringan tidak atau sedikit memerlukan tes diagnostik.
3- Pokok Ba,asa
a. Definisi Kedokteran Perioperatif
#. Peru#a-an fisiologi aki#at anestesia dan pem#eda-an
9. Pemeriksaan la#oratorium dara-) fungsi gin.al) fungsi -ati) dan endokrin
d. Mem#a9a foto toraks dan elektrokardiogram
e. :aktor8faktor 4ang menentukan risiko perioperatif
f. Persiapan preoperatif (Modul Persiapan Anestesia*
g. Penatalaksanaan Anestesia &mum
-. Pemantauan
i. Penatalaksanaan pas9a8anestesia
.. Penatalaksanaan n4eri pas9a#eda- (Modul Penatalaksanaan N4eri*
4- Caktu : Semester I 2 SKS
9- Metode:
a- Pre7tes
i" 2elaskan tanggapan fisiologi aki#at anestesia dan pem#eda-an.
ii" 2elaskan manfaat kun.ungan pasien preoperatif.
iii" 2elaskan dan #erikan 9onto- tentang klasifikasi status fisis menurut American
1ociet of Anesthesiologist -A1A0"
iv" 2elaskan persiapan pasien se#elum anestesia umum pada operasi #eren9ana.
v" 2elaskan tentang peralatan) o#at8o#atan termasuk terapi 9airan 4ang -arus
dipersiapkan untuk mem#erikan anestesia umum.
vi" 2elaskan pemantauan 4ang -arus dilakukan pada saat induksi) intu#asi dan selama
tindakan anestesia umum.
vii" /e#utkan tanda8tanda kega1atan mengan9am n4a1a selama pemantauan.
viii" 2elaskan 9ara mengak-iri tindakan anestesia.
i3" 2elaskan penatalaksanaan pasien pas9a8anestesia termasuk penanggulangan n4eri.
+- Ko"iti1
i" Kulia- penda-uluan
$+
ii" ,ela.ar mandiri
iii" ,ela.ar #erkelompok
iv" ,ela.ar #er#asis pro#lema
v" Diskusi kelompok
vi" /imulasi pasien
5- Psikomotor
i" /uper3isi klinis
ii" Penatalaksanaan pasien #erdasarkan pro#lema
d- Komuikasi/,u+u"a iter!ersoal
i" /uper3isi klinis
ii" Penatalaksanaan pasien #erdasarkan pro#lema
e- Pro1esioalisme
i" Penatalaksanaan pasien #erdasarkan pro#lema
:- Sum+er Pem+ela*ara
a. Audio3isual
#. Praktek di kamar operasi
9. Internet
;- Media
a. Audio3isual
#. Praktek di kamar operasi
<- Alat Batu
a. Audio3isual
#. Praktek di kamar operasi
'=- E0aluasi
a. M6H
#. =MH
9. "/6=
d" /inicheck
e" /ultiple observations and assessments
''- Kata7kata Ku5i
$1
a. Kedokteran perioperatif
#. 0isiko periopertif
9. Kun.ungan praanestesia
d. /tatus fisis A/A
e. /TATI6/
f. Pemantauan periopertatif
g. Penanggulangan n4eri
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar
/uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
1. DEFINISI KEDOKTERAN PERIOPERATIF
2. TAN;;APAN :I/I"5";I AKI,AT AN=/T=/IA
3. K&N2&N;AN P0AAN=/T=/IA
4. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN DA0AH
. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN :&N;/I
;IN2A5
!. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN :&N;/I HATI
$. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN :&N;/I
=ND"K0IN
%. M=NI5AI HA/I5 :"T" T"0AK/
'. M=NI5AI HA/I5 =K;
1+. M=N=NT&KAN /TAT&/ :I/I/ A/A
11. P=0/IAPAN P0AAN=/T=/IA DI KAMA0
"P=0A/I@
A. Persiapan mesin anestesia
,. Persiapan 1BABIC1
6. Persiapan o#at8o#atan dan 9airan Infusi
D. Persiapan dan pemasangan alat8alat monitor
$2
=. Pemantauan selama anestesia
:. Penatalaksanaan pas9a#eda- di ruang puli-
;. Penanggulangan n4eri
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
$3

DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @ Tanda tangan pelati-
$4
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan dan nama terang
$
MODUL 4 : KEDOKTERAN PERIOPERATIF II
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 2*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
2 B 1 .am -classroom session*
3 B 2 (coaching session*
4 pekan (facilitation 8 assessment*
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid@
56D Pro4ektor dan la4ar
5aptop
"HP
:lip9-art
Pemutar 3ideo
Materi presentasi@
6D Po1erPoint
/arana@
0uang #ela.ar
0uang pemeriksaan
0uang Puli-
,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
$!
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. Clinical Anaesthesiolog) 4t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. Clinical Anaesthesia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
3. MillerTs Anest-esia !t- ed 2++.
4. Perioperatif Medi9ine) ;illman) 2)1''%
. Perioperatif 6are) /tone)D2)2++4
'-Tu*ua Pem+ela*ara Umum @ /etela- men4elesaikan modul ini peserta didik akan memiliki
pengeta-uan dan keterampilan mem#erikan anestesia umum dan analgesia regional
(-Tu*ua Pem+ela*ara K,usus: /etela- men4elesaikan modul ini peserta didik akan memiliki
kemampuan@
a- Ko"iti1
i"Mampu melakukan identifikasikan ri1a4at pen4akit atau kelainan pasien preoperatif
4ang akan mempengaru-i .alann4a anestesia
ii"Mampu menilai dan mengoptimalkan kondisi pen4akit atau kelainan pasien perioperatif
iii"Mampu men.elaskan indikasi dan -asil pemeriksaan 6T s9an kepala) toraks dan
a#domen) serta =9-o9ardiografi
iv"Mampu men.elaskan pemeriksaan8pemeriksaan tam#a-an 4ang diperlukan #erdasarkan
kondisi pasien
v"Mampu men.elaskan ren9ana anestesia untuk prosedur #eda- 4ang akan dilakukan
vi"Mampu men.elaskan persiapan alat dan o#at untuk ren9ana operasi dengan anestesia
umum maupun analgesia regional
vii"Mampu men.elaskan dan menginterpretasikan -asil monitor
viii"Mampu men.elaskan tanda8tanda kega1atan pasien
i3"Mampu men.elaskan penatalaksanaan pen9ega-an ter-adap komplikasi pas9a#eda-
3"Mampu men.elaskan penanggulangan n4eri pas9a#eda-
$$
3i"Mampu men.elaskan indikasi pasien ra1at I6&
+- Psikomotor
i. Mampu melakukan pen9atatan -al8-al penting 4ang terkait dengan tindakan anestesia
dalam rekam medis preoperatif
ii. Mampu mengoptimalkan kondisi pasien dengan ri1a4at pen4akit atau kelainan
preoperatif
iii. Mampu mempersiapkan alat anestesia umum atau regional 4ang diperlukan
i3. Mampu memasang alatAmesin anestesia dengan #enar
3. Mampu melakukan tindakan anestesia umum 4aitu premedikasi) induksi) intu#asi
trakea atau 5MA atau sungkup muka) pemeli-araan anestesia) dan penatalaksanaan
pas9a8anestesia
3i. Mampu melakukan tindakan analgesia regional (,iers) /A,* dan penatalaksanaan
pas9a8anestesian4a
3ii. Mampu memasang alat monitor in3asif dan nonin3asif dengan #enar
3iii. Mampu melakukan interpretasi -asil monitor dan mampu melakukan tindakan segera
sesuai -asil monitor se#elum) selama dan sesuda- anestesia
iO. Mampu melakukan pen9atatan rekam medis anestesia se9ara #enar pada tindakan 4ang
dilakukan pada #utir 2
O. Mampu melakukan penanggulangan n4eri pas9a#eda-
Oi. Mampu menilai pasien 4ang indikasi ra1at I6&
5- Komuikasi/,u+u"a iter!ersoal
i. Mampu #erinteraksi dengan orang lain atas dasar saling meng-argai dan meng-ormati
ii. Mampu mem#erikan keterangan tentang kondisi pasien dan kemungkinan untuk
dilakukan pemeriksaan tam#a-an) pem#erian o#at8o#atan atau upa4a optimalisasi
kondisi pasien kepada se.a1at senior atau konsulen
iii. Mampu men.elaskan pada pasien atau keluarga pasien tentang kondisi pasien
preoperatif dan langka-8langka- tindakan anestesia 4ang akan dilakukan serta risiko
4ang #isa ter.adi
i3. Mampu men9iptakan kondisi ker.asama tim di antara semua petugas kese-atan 4ang
terli#at di kamar operasi
3. Mampu mem#erikan keper9a4aan pada pasien tentang penanggulangan n4eri dan rasa
tidak n4aman pas9a#eda-
3i. Mampu memperole- kemuda-an agar pasien dapat di ra1at di I6& atau ruang ra1at
lain sesuai kondisi pasien pas9a#eda-
d- Pro1esioalisme
i. Mampu #eker.a sesuai prosedur
ii. Mampu mem#erikan kemuda-an kepada operator saat operasi
$%
iii. Mampu #erinteraksi dengan se.a1at lain maupun tenaga paramedis dan tenaga
kese-atan lain atas dasar meng-argai kompetensi masing8masing
i3. Mampu men.aga kera-asian pasien
3. Mampu mema-ami) mem#erikan pen.elasan kepada pasien atau keluargan4a tentang
kondisi pasien sesuai -ak pasien
3i. Mampu melakukan peker.aan se9ara efisien
2- Ke67otes
i.. :aktor ke#iasaan pasien) seperti merokok) minum alko-ol dan ke#ergantung padaan
merupakan pro#lem 4ang -arus dipertan4akan dan men.adi konsideran dalam
persiapan perioperatif
ii. Pen4akit pen4erta selainan #eda- 4ang akan menentukan nilai A/A men.adi
pertim#angan tersendiri dalam persiapan perioperatif.
iii. "#at 4ang di#erikan pada pasien se#elum pem#eda-an dapat #erinteraksi dengan
o#at8o#at 4ang akan di#erikan selama anestesia 4ang men.adi pertim#angan apaka-
diteruskan ) di-entikan atau peru#a-an dosis selama perioperatif.
3- Pokok Ba,asa
a. Pemeriksaan la#oratorium dan penun.ang seperti 6T s9an dan e9-o9ardiografi
#. Persiapan preoperatif (Modul Persiapan Anestesia*
9. Penatalaksanaan Anestesia &mum
d. Penatalaksanaan Analgesia regional (Modul Analgesia regional I dan II*
e. Pemantauan
f. Penatalaksanaan pas9a8anestesia
g. Pengelolaa n4eri pas9a#eda- (Modul Penatalaksanaan N4eri*
-. Penatalaksanaan I6& (Modul Intensive Care I*
3- Caktu : Semester II
4- Metode:
a- Pre7tes
i" 2elaskan indikasi pemeriksaan echocardiografi
ii" 2elaskan 9ara mempersiapkan pasien dengan kelainan paru o#struktif dan restriktif
pada operasi #eren9ana dan darurat
$'
iii" 2elaskan 9ara mempersiapkan pasien dengan ri1a4at dia#etes melitus pada operasi
#eren9ana dan darurat
iv" 2elaskan 9ara mengoptimalkan pasien dengan ri1a4at pen4akit .antung koroner
pada operasi #eren9ana dan darurat
v" 2elaskan tentang peralatan) o#at8o#atan termasuk terapi 9airan 4ang -arus
dipersiapkan untuk mem#erikan anestesia umum ataupun regional
vi" 2elaskan pemantauan 4ang -arus dilakukan pada saat induksi) intu#asi dan selama
tindakan anestesia umum ( pada #utir 284*
vii" 2elaskan pemantauan 4ang -arus dilakukan pada tindakan analgesia regional (pada
#utir 284*
viii" /e#utkan tanda8tanda kega1atan mengan9am n4a1a selama pemantauan
i3" 2elaskan 9ara mengak-iri tindakan anestesia
3" 2elaskan penatalaksanaan pasien pas9a8anestesia termasuk penanggulangan n4eri
3i" 2elaskan indikasi masuk pasien ke I6&
+- Ko"iti1
i. Kulia- penda-uluan
ii. ,ela.ar mandiri
iii. ,ela.ar #erkelompok
i3. ,ela.ar #er#asis pro#lema
3. Diskusi kelompok
3i. /imulasi pasien
5- Psikomotor
i. /uper3isi klinis
ii. Penatalaksanaan pasien #erdasarkan pro#lema
d- Komuikasi/,u+u"a iter!ersoal
i. /uper3isi klinis
ii. Penatalaksanaan pasien #erdasarkan pro#lema
e- Pro1esioalisme
i. Penatalaksanaan pasien #erdasarkan pro#lema
9-Sum+er Pem+ela*ara
a. Audio3isual
#. Praktek di kamar operasi
9. Internet
%+
:- Media
a. Audio3isual
#. Praktek di kamar operasi
;- Alat Batu
a. Audio3isual
#. Praktek di kamar operasi
<- E0aluasi
a. M6H
#. =MH
9. "/6=
d" /inicheck
e" /ultiple observations and assessments
'=- Kata7kata ku5i
a. status fisis A/A
#. pen4akit paru o#struktif dan restriktif
9. dia#etes melitus
d. fungsi 3entrikular kiri
e. pemantauan in3asif dan nonin3asif
f. penatalaksanaan pas9a#eda-
g. penatalaksanaan n4eri
-. Intensive Care Unit

DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR
%1
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar
/uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
1. DEFINISI KEDOKTERAN PERIOPERATIF
2. TAN;;APAN :I/I"5";I AKI,AT AN=/T=/IA
3. K&N2&N;AN P0AAN=/T=/IA
4. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN DA0AH
. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN :&N;/I
;IN2A5
!. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN :&N;/I HATI
$. M=NI5AI HA/I5 P=M=0IK/AAN :&N;/I
=ND"K0IN
%. MENILAI .ASIL FOTO TORAKS
'. M=NI5AI HA/I5 =K;
1+. MENENTUKAN STATUS FISIS ASA
11. P=0/IAPAN P0AAN=/T=/IA DI KAMA0
"P=0A/I@
A. Persiapan mesin anestesia
,. .Persiapan /TATI6/
6. PERSIAPAN OBAT7OBAT DAN >AIRAN INFUSI
D. Persiapan dan pemasangan alat8alat monitor
=. Pemantauan selama anestesia
:. Penatalaksanaan pas9a#eda- di ruang puli-
;. Pea""ula"a 6eri
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
%2

DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR


No Daftar 9ek penuntun #ela.ar
/uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
1. PERSIAPAN PRAANESTESIA
a. Penilaian -asil la#oratorium
#. Penilaian -asil foto toraks
9. Penilaian -asil =K;
d. Penilaian -asil 6T s9an kepalaA toraksA a#domen
e. Penilaian -asil =9-o9ardiografi
f. "ptimalisasi kondisi pasien
2. PERSIAPAN DI KAMAR OPERASI
a. Persiapan /TATI6/
#. Persia!a mesi aestesia
9. Persiapan peralatan analgesia regional
d. Persiapan dan pemasangan alat monitor nonin3asif
f. .persiapan dan pemasangan alat monitor in3asif
-. PEMANTAUAN SELAMA ANESTESIA
i. Pen9ega-an dan penatalaksanaan segera kega1atan
selama anestesia
3. P=NATA5AK/ANAAN PA/6A,=DAH
a. Penanggulangan n4eri
#. Idikasi ra8at I>U
%3
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
%4

DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
%
MATERI A>UAN
''- URAIAN:
''-'- Itroduksi
a. Definisi
/uatu ilmu kedokteran 4ang men9akup pro#lema8pro#lema se#elum
anestesiaApem#eda-an) dalam anestesiaApem#eda-an dan sesuda- anestesiaApem#eda-an.
b. 0uang lingkup
Meliputi semua aspek fisiologis dan patologis 4ang mempengaru-i anestesia dan
pem#eda-an) pengaru- anestesia dan pem#eda-an ter-adap fisiologi tu#u- dan risiko
maupun komplikasi 4ang diaki#atkann4a.
a. 0isiko Perioperatif
0isiko 4ang #er-u#ungan dengan anestesia dan pem#eda-an dapat diklasifikasikan
dalam@
1. risiko 4ang #er-u#ungan dengan kondisi pasien
2. risiko 4ang #er-u#ungan dengan prosedur pem#eda-an
3. risiko 4ang #er-u#ungan fasilitas termasuk sum#er da4a manusia di ruma- sakit
4. risiko 4ang #er-ungan dengan o#at atau teknik anestesia
c. Tanggapan fisiologi 4ang ter.adi aki#at pem#eda-an @
1. Pengaru- langsung o#at anestetik ter-adap sekresi -ormone8-ormon@ A6TH)
kortisol) antidiuretik) tiroid) katekolamin) sistem renin8angiotensin8aldosteron)
insulin dan meta#olisme glukosa.
2. Pengaru- langsung o#at anestetik ter-adap sistem respirasi dan kardio3askular
d. Penilaian pra#eda- meliputi@
1. penilaian ter-adap keadaan pasien se9ara men4eluru- termasuk ri1a4at pen4akit)
pemeriksaan fisis dan pemeriksaan penun.ang 4ang mendukungn4a
2. melakukan identifikasi faktor8faktor risiko anestesia) dan #ila #ermakna pasien -arus
di#erita-u
3. mengoptimalkan kondisi kese-atan pasien se#elum tindakan anestesia dan
pem#eda-an) seperti melakukan fisioterapi dada) lati-an nafas ds#.
4. menentukan status fisis #erdasarkan American 1ociet of Anesthesiologist (A/A*
. meren9anakan teknik anestesia dan penatalaksanaan perioperatif seperti terapi
9airan dan transfusi dara-
!. memperkenalkan diri kepada pasien agar dapat megurangi ke9emasan dan akan
mempermuda- dalam melakukan induksi anestesia
$. mem#erikan instruksi 4ang .elas tentang o#at 4ang -arus diteruskan atau di-entikan
pada -ari pem#eda-an
%. mempersiapkan o#at8o#at premedikasi
d. Instruksi praanestesia kepada pera1at ruangan -arus tertulis dengan .elas meliputi@
1. pemeriksaan penun.ang tam#a-an
2. laman4a puasa
3. persiapan dara- atau produk dara-) golongan dara- dan .umla- 4ang diperlukan
4. .enis o#at 4ang -arus terus di#erikan atau di-entikan pada -ari pem#eda-an
%!
. terapi in-alasi pada pasien PP"K atau ri1a4at asma
!. pemasangan infusi dekstrosa pada pasien dia#etes
$. o#at premedikasi@ dosis) 9ara dan 1aktu pem#erian
e. Pemeriksaan penun.ang rutin 4ang -arus dilakukan@
1. pemeriksaan dara- lengkap
2. urinalisis (#ila gula positif -arus ditam#a- pemeriksaan gula dara-*
3. ureum) kreatinin) elektrolit@ pada pem#eda-an #esar
4. =K;@ umur I 4+ ta-un
. :oto toraks@ umur I !+ ta-un
!. u.i fungsi -ati@ pada pem#eda-an #esar pasien umur I + ta-un
f. Pemeriksaan penun.ang #erdasakan indikasi@
1. Pemeriksaan dara- lengkap@
i. Anemia dan kelainanApen4akit -ematologi lainn4a
ii. ;angguan gin.al
iii. Pasien dalam kemoterapi
2. &reum) kreatinin) dan elektrolit
i. ;angguanApen4akit -ati dan gin.al
ii. ;angguan meta#olik) seperti dia#etes melitus
iii. 0i1a4at diare) munta-
i3. Kondisi nutrisi #uruk
3. Persiapan usus pra#eda-
3i. 0i1a4at pem#erian o#at8o#at digitalis) diuretika) anti-ipertensi) steroid)
o#at anti dia#etes
3. ;ula dara-
i. Dia#etes melitus
ii. Pen4akit -ati #erat
4. =lektrokardiogram
i. Hipertensi) pen4akit .antung atau pen4akit paru kronik
ii. Dia#etes melitus
. :oto toraks
i. ;angguan pernafasan 4ang #ermakna atau pen4akit paru
ii. Pen4akit .antung
!. Analisis gas dara- arteri
i. "#esitas
ii. Pasien dengan gangguan nafas
iii. Pen4akit paru sedang sampai #erat
i3. /akit kritis atau sepsis
3. ,eda- toraks
$. &.i fungsi paru
i. ,eda- toraks
%$
ii. Pen4akit paru sedang sampai #erat) seperti PP"K) #ronkiektasi) pen4akit
paru restriksi
%. &.i fungsi -ati
i. Pen4akit -epato#ilier
ii. 0i1a4at peminum alko-ol
iii. Tumor dengan kemungkinan metastase ke -ati
'. &.i -emostase dan koagulasi dara-
i. Pen4akitAkelainan dara-
ii. Pen4akit -ati #erat
iii. Koagulopati apapun se#a#n4a
i3. 0i1a4at terapi antikoagulan seperti -eparin atau 1arfarin
1+. &.i fungsi tiroid
i. 0i14at pen4akit tiroid
ii. ;angguan endokrin seperti tumor -ipofise
iii. ,eda- tiroid
11. &.i fungsi .antung@ =kokardiografi
i. Pen4akit .antung
ii. Kelainan =K; 4ang #ermakna
g. Terapi 9airan perioperatif
1. menilai 3olume intra3askular
i. pemeriksaan klinis
1. kesadaran
2. turgor kulit) su-u u.ung8u.ung ekstremitas
3. tekanan nadi) la.u nadi) tekanan dara- ter-adap peru#a-an posisi
4. keluaran urin
. tampak perdara-an atau ke-ilangan 9airan (munta-*
ii. pemeriksaan la#oratorium
1. kadar -emoglo#in dan -ematokrit
2. kadar urea dan elektrolit
3. analisis gas dara-) laktat dara-
4. ,2 urin) natrium urin
iii. pengukuran -emodinamik
1. tekanan 3ena sentral
2. tekanan arteri pulmoner
3. saturasi 3ena sentral
2. terapi 9airan selama pem#eda-an
i. 9airan pemeli-araan
ii. 9airan pengganti defisit
iii. 9airan pengganti perdara-an
3. terapi 9airan pas9a#eda-@ dapat di#erikan #erdasarkan
i. pem#eda-an non digesti dengan analgesia regional
ii. pem#eda-an minor non digesti dengan anestesia umum
iii. pem#eda-an ma4or) atau pem#eda-an digestif
4. .enis 9airan
i. 9airan kristaloid
%%
1. 9airan -ipotonik
2. 9airan isotonik
3. 9airan -ipertonik
ii. 9airan koloid
1. 9airan koloid sintetik
a. 9airan star9-
#. 9airan gelatin
2. 9airan koloid deri3at dara-
a. -uman al#umin
#. fraksi protein plasma
''-(- Kom!etesi terkait de"a modul/ 3ist o# s1ill
Persiapan pra anestesia
Anamnesis
Pemeriksaan fisis
Pemeriksaan penun.ang
Penentuan status fisis menurut A/A
Terapi 9airan
Penanggulangan n4eri

Peilaia ka!asitas 1u"sioal !asie
Pasien 4ang akan men.alani operasi dan anestesia 1a.i# dikun.ungi ole- seorang anestesiolog.
Hal8-al 4ang -arus dilakukan adala- @
0i1a4at anestesia
Melakukan pemeriksaan fisis 4ang sesuai.
Melakukan e3aluasi -asil pemeriksaan la#oratorium
Anestesiolog se#aikn4a mem#iarkankan pasien untuk menga.ukan pertan4aan.
Men9atat kegelisa-an pasien
Menginformasikan ren9ana pem#iusan
Per-atian k-usus -arus di#erikan pada -al8-al #erikut 4ang ditemukan pada anamnesis
!" 0i1a4at pen4akit terda-ulu) operasi dan pem#iusan se#elumn4a.
#" Terapi o#at8o#atan seperti kortikosteroid) insulin) o#at
anti-ipertensi) transFuilliAers) antidepresan trisiklik) antikoagulan) #ar#iturat) diuretik dan
alergi o#at.
%'
%" ;e.ala8ge.ala 4ang #er-u#ungan dengan sistem respirasi) seperti
#atuk) sputum) #ronkospasme) kemampuan untuk mengeluarkan lendir.
&" /istem kardio3askular @ toleransi lati-an) n4eri angina) ;agal
.antung) -ipertensi 4ang tidak diterapi.
'" Ke9enderungan untuk munta-. Pili-an o#at dan tindakan
anestesia untuk mengurangi mual munta- pas9a#eda-
(" 0i1a4at ke-amilan dan menstruasi.
)" Ke#iasaan pasien E merokok) minum alko-ol) adiksi o#at.
Penilaian preoperatif seringkali kurang daripada 4ang se-arusn4a) dan terkadang adan4a kurang
komunikasi antara dokter #eda- dan anestesiolog.
Pada pasien se-arusn4a dilakukan pemeriksaan klinis 4ang lengkap) terutama
1. Tada7tada !e6akit !era1asa : pola dan karakter pernafasan seperti dispneu) adan4a
suara tam#a-an pada auskultasi) .ari ta#u-) sianosis. ;e.ala8ge.ala tam#a-an 4ang perlu
didiskusikan lagi pada kondisi8kondisi tertentu) seperti @
N4eri tulang atau kelema-an otot pada keganasan.
Kelema-an umum) demam atau ke-ilangan #erat #adan pada T,6
/emua pasien -arus ditan4akan mengenai ke#iasaan merokok.
Pemeriksaan fisis
<arna dan kualitas suara -arus di9atat
Mengi 4ang terdengar -arus #isa dideteksi
Dispneu
Per-atian se9ara k-usus -arus #erikan pada pola) ekskursi dan simetrisitas dari
gerakan pernafasan.
Adan4a suara tam#a-an pada pasien 4ang tidak memiliki pen4akit pernafasan
(ronki* mem#erikan peringatan #a-1a kali#er #ronkus a#normal.
7ales atau crackles dise#a#kan ole- penutupan mendadak atau kolaps dari .alan
nafas. Keadaan ini ter.adi di a1al inspirasi pada pasien dengan o#struksi .alan
nafas dan pada ak-ir pernafasan .ika #er-u#ungan dengan pen4akit paru restriktif.
,e#erapa manifestasi pen4akit paru dapat dideteksi) seperti @ penggunaan otot8
otot tam#a-an dan trakeal tug adala- manifestasi dispneu #erat) ke9emasan dan
kegelisa-an dapat dise#a#kan ole- -ipoksia) -ipertensi) #erkeringat) 3asodilatasi
perifer dan ke#ingungan dapat ter.adi pada pasien dengan retensi 6"2 akut.
Bes<tes ang tidak memerlukan peralatan
'+
Tes8tes ini -an4a men4ediakan informasi 4ang minimal tentang fungsi pernafasan dan terkadang
direkomendasikan se#agai tes skrining untuk menentukan P fit untuk operasiP. Tes seder-ana
4ang dapat dilakukandalam klinik adala- @
a" Tes ta-an nafas Sa+rase@ @ pasien dalam keadaan istira-at diminta untuk menarik nafas
dalam dan selan.utn4a mena-an nafasn4a. Apa#ila dapat mena-an nafas selama 283+
detik pasien dapat dianggap normal. Pasien 4ang -an4a #isa mena-an nafas kurang dari 1
detik mengindikasikan kurangn4a 9adangan kardiorespirasi.
b" Tes /nider @ kemampuan untuk meniup korek api pada .arak ! in9i dari depan mulut.
Ketidakmampuan melakukan tes /nider mengindikasikan forced e3pirator volume dalam
satu detik kurang dari satu liter.
2. Tanda8tanda pen4akit .antung.
Pen4akit .antung 4ang serius -ampir selalu #er-u#ungan dengan ge.ala dan tanda 4ang .elas
seperti n4eri dada se1aktu akti3itas) dispneu) -emoptisis) sinkop) palpitasi dan edema. Tetapi
iskemik miokardium akut dapat ter.adi tanpa ge.ala 4ang .elas.
Pemeriksaan fisis
/ianosis adala- 1arna ke#iruan pada kulit aki#at adan4a desaturasi -emoglo#in
pada pem#ulu- dara- kapiler.
1ianosis perifer #er-u#ungan dengan peningkatan ekstraksi oksigen pada .aringan
#er-u#ungan dengan penurunan aliran dara- kapiler pada kulit. Hal ini ter.adi saat curah
$antung menurun E pada pasien 4ang normal E #er-u#ungan 3asokonstriksi perifer saat
terpapar dingin.Pada sianosis sentral) kulit tetap -angat dan peru#a-an 1arna .uga terli-at
pada lida- aki#at ter9ampurn4a dara- 4ang mengalami desaturasi dan 4ang mengalami
oksigenasi pada .antung) pem#ulu- dara- #esar atau paru8paru.
:rekuensi nadi dan irama dapat dinilai dari palpasi arteri radialis) akan tetapi
3olume dan karakter gelom#ang nadi -an4a dapat dinilai se9ara akurat melalui arteri karotis.
Impuls .antung (apeks .antung* se9ara normal ditemukan pada ruangan interkostal
sesuai dengan linea midkla3ikularis. Posisin4a mungkin dapat #eru#a- aki#at pem#esaran
.antung atau faktor ekstrakardiak lain. Pen4e#a# apapun pergeseran terse#ut le#i- penting
di#anding dengan men9ari lokasi 4ang pasti dari impuls terse#ut.
5angka- penting pada auskultasi adala- identifikasi se9ara #enar dari suara
.antung pertama dan kedua. Pulsasi arteri karotis -arusn4a dira#a selama auskultasi.
Murmur adala- #un4i 4ang di-asilkan aki#at tur#ulensi aliran dara- pada titik
tertentu pada sirkulasi dan se9ara normal ter.adi pada tempat8tempat tertentu. Diastolik
murmur merupakan #ukti 4ang .elas adan4a pen4akit .antung. Murmur sistolik dengan tanpa
adan4a inter3al dengan #un4i .antung kedua #iasan4a #er-u#ungan dengan pen4akit organik.
Adan4a thrill mengindikasikan adan4a pen4akit .antung organik.
'1
3. /tatus ;i?i : o#esitas atau malnutrisi
4. <arna kulit) terutama pu9at) sianosis) kuning atau pigmentasi.
/tatus psikologis pasien) dera.at ke9emasan.
!. 2alan nafas)
Nilai kesulitan saat memperta-ankan .alan nafas dan laringoskopi.
Nilai gigi8geligi seperti gigi 4ang menon.ol atau ompong) tam#alan atau ma-kota gigi
terutama pada #agian depan.
Adan4a -al8-al terse#ut di atas perlu di9atat dan pasien #iasan4a diperingatkan
adan4a kemungkinan untuk rusak
!. Kemuda-an untuk kanulasi.
I0esti"asi
/e9ara umum diterima #a-1a ri1a4at klinis dan pemeriksaan fisis adala- metode ter#aik untuk
skrining 4ang ter#aik untuk menentukan adan4a suatu pen4akit. /e#elum meminta suatu
pemeriksaan 4ang le#i- lan.ut) seorang anestesiolog -arus #ertan4a pada dirin4a sendiri)
pertan4aan8pertan4aan di #a1a- ini @
Apaka- in3estigasi ini men4edialan informasi 4ang tidak #isa disingkap ole-
pemeriksaan fisis K
Apaka- -asil dari pemeriksaan akan mengu#a- penatalaksanaan pasien K
Perlu di9atat #a-1a -al8-al ini -an4a merupakan panduan dan dapat dimodifikasi sesuai dengan
penilaian 4ang diperole- dari anamnesis dan pemeriksaan klinis.
Anestesiolog disarankan untuk tidak menerima pasien pem#eda-an elektif sampai in3estigasi
4ang sesuai tersedia. Tes seder-ana 4ang diindikasikan adala- se#agai #erikut @
1. Tes urin) terutama gula) keton dan protein
1. Kadar -emoglo#in) -itung .enis) 1aktu perdara-an dan pem#ekuan (,TA6T* dan golongan
dara-.
2. Kadar ureum dan elektrolit tidak di#utu-kan se9ara rutin pada pasien kurang dari +
ta-un) akan tetapi -arus diam#il pada keadaan8keadaan #erikut @
2ika terdapat ri1a4at diare) munta-) atau pen4akit meta#olik
Adan4a pen4akit gin.al atau -epar) dia#etes) atau status nutrisi 4ang a#normal
Pada pasien 4ang mendapat medisasi diuretik) digoksin) anti-ipertensi) steroid)
atau o#at -ipoglikemik.
3. Tes fungsi li3er diperlukan -an4a pada pasien dengan @
'2
Pen4akit -epar
/tatus nutrisi a#normal atau pen4akit meta#olik
0i1a4at konsumsi alko-ol dalam .umla- 4ang #an4ak (I%+ gA -ari*
4. Konsentrasi gula dara-
Pengukuran gula dara- diperlukan pada pasien 4ang mempun4ai pen4akit dia#etes
atau pen4akit 3askular atau sedang mendapat terapi kortikosteroid.
. /tatus sickle
Pasien dengan asal etnik atau ri1a4at keluarga dengan ke9urigaan adan4a
hemoglobinopath -endakn4a dilakukan pengukuran konsentrasi -emoglo#in dan
elektroforesis -emoglo#in
!. Analisa gas dara-
Analisa gas dara- arteri diperlukan pada semua pasien dengan dispneu saat istira-at dan
pada pasien dengan ren9ana akan dilakukan toraksotomi elektif
$. :oto toraks
:oto toraks tidak diperlukan se9ara rutin pada pasien di #a1a- usia !+ ta-un
tetapi -arus dilakukan pada situasi @
1. 2ika terdapat ri1a4at atau tanda8tanda fisis pen4akit .antung atau pen4akit
respirasi.
2. 2ika terdapat kemungkinan metastasis dari karsinoma
3. /e#elum operasi toraks
4. Pada imigran 4ang #aru) dalam 12 #ulan terak-ir dari negara8negara dengan
endemik T,6
:oto toraks umumn4a dilakukan se#agai pemeriksaan rutin pada semua pasien
dengan pen4akit paru. Hal8-al 4ang penting adala- apaka- terdapat de3iasi trakea
atau distorsi) apaka- terdapat deformitas pada dinding toraks) dan apaka- terdapat
kelainan lokal pada paru atau pleura 4ang mungkin terle1atkan pada pemeriksaan
fisis.
:oto toraks seringkali kurang memperli-atkan adan4a kelainan fungsi paru
'. :ungsi paru
Tes fungsi paru dilakukan se#agai tam#a-an) #ukan se#agai pengganti penilaian klinis.
Tes ini diindikasikan ketika diperlukan @
1. Meli-at asalA pen4e#a# kelainan pulmoner) terutama pada sekitar di mana
#e#erapa kelainan mungkin #erkontri#usi pada diasa#ilitas
2. &ntuk menilai #erapa #esar dera.at kelainan 4ang sering se#agai dasar untuk
terapi
'3
3. &ntuk mengerti le#i- lan.ut mengenai patologi fisiologi
Tes fungsi paru 4ang seder-ana) seperti forced e3pirator volume dalam satu detik
(:=D 1.+*) forced vital capacit (:D6* dan peak e3pirator flow rate dapat
langsung dilakukan di tempat tidur pasien menggunakan spirometer #erukuran
paket dan =right peak flowmeter.
0asio :=D1.+ @ :D6 menurun pada pen4akit paru o#struktif dan normal pada pen4akit
restriktif.
In3estigasi Fuller meliputi pemeriksaan :06) 0D dan T56.
1+. =lektrokardiogram
=K; 12 lead -endakn4a diperiksa pada situasi8situasi #erikut @
a. 2ika terdapat ri1a4at atau tanda8tanda fisis pen4akit pen4akit .antung
#. Adan4a pen4akit -ipertensi
9. Pada semua pasien dengan usia di atas 4+ ta-un.
11. Bedside pulse o3meter
Pengukuran saturasi oksigen arterial udara nafas dan konsentrasi oksigen tinggi
mem#erikan indeks pertukaran gas pulmoner 4ang 9epat dan #erguna
12. 2chogardiogram
Ini merupakan tes nonin3asif 4ang sangat #erguna 4ang memperli-atkan a#normalitas
anatomi dari .antung) menilai fungsi 3entrikular dan gradien tekanan 4ang melalui katup
4ang mengalami stenosis) dan mendeteksi adan4a regurgitasi 3al3ular. Ini dapat
dilakukan di tempat tidur pasien) tetapi memerlukan perlengkapan 4ang ma-al dan
operator 4ang terlati-.
13. Pemeriksaan k-usus 4ang lain 4ang mungkin diperlukan ketika diindikasikan
Penilaian status fisis
A/A mengklasifikasikan pasien ke dalam #e#erapa tingkatan #erdasarkan kondisi pasien @
ASA I @ Pasien tidak memiliki kelainan organik) fisiologik) #iokimia atau gangguan psikiatri.
'4
ASA II : ;angguan sistemik ringan sampai sedang 4ang dise#a#kan ole- kondisi 4ang akan
diterapi dengan pem#eda-an atau ole- proses patofisiologi lainn4a. Misaln4a @ pen4akit organik
ringan pada .antung) dia#etes) -ipertensi ringan) anemia) kegemukan) #ronkitis kronis ringan.
ASA III : keter#atasan melakukan akti3itasE pasien dengan gangguan sistemik #erat atau
karena pen4akit apapun pen4e#a#n4a) 1alaupun mungkin #elum #isa dinilai dera.at
kemampuann4a) misaln4a angina) dia#etes #erat) dan gagal .antung.
ASA I% : Penderita dengan kelainan sistemik #erat 4ang mengan9am n4a1a) tidak selalu
dikoreksi dengan operasi) misaln4a insufisiensi .antung) angina persisten) insufisiensi renal atau
-epatik.
ASA % : Penderita 4ang diperkirakan tidak akan selamat dalam 24 .am) dengan atau tanpa
operasi.
ASA %I : Penderita mati #atang otak 4ang organ8organn4a dapat digunakan untuk donor.
Klasifikasi E merupakan pen.elasan untuk operasi darurat (darurat*
Klasifiksai A/A merupakan sistem 4ang se9ara umum sering digunakan untuk menilai status
fisis pasien) 1alaupun a-li anestesia 4ang lain tidak selalu setu.u dengan klasifikasi ini.
Klasifikasi ini tidak dapat dipakai untuk pasien tanpa ge.ala) misaln4a penderita dengan pen4akit
.antung koroner #erat.
Penilaian risiko
Penilaian preoperatif mengenai risiko -arus dititik#eratkan pada 2 -al@
1. Apaka- pasien dalam keadaan optimal untuk dianestesiaK
2. Apaka- keuntungan pem#eda-an le#i- #esar dari risiko anestesia dan pem#eda-an aki#at
pen4akit 4ang ada K
Apa#ila terdapat #e#erapa keadaan medis 4ang mungkin dapat diper#aiki ( misaln4a) pen4akit
paru) -ipertensi) gagal .antung*) pem#eda-an se#aikn4a ditunda) dan di#erikan terapi 4ang
sesuai.
Terdapat -u#ungan antara menilai faktor8faktor preoperatif dan perkem#angan mor#iditas dan
mortalitas pas9a#eda-. Mungkin pada #e#erapa pasien dapat diukur se9ara tepat) tetapi tidak
dapat diterapkan se9ara tepat untuk masing8masing indi3idu. Keputusan untuk meneruskan
penatalaksanaan -an4a dapat di#uat setela- adan4a diskusi antara a-li #eda- dan anestesiologn4a
'
Pada studi mortalitas dalam skala #esar) umumn4a) faktor8faktoir 4ang mem#erikan kontri#usi
pada mortalitas anestesia meliputi @
1. Penilaian 4ang tidak adekuat selama periode preoperatif.
2. /uper3isi dan pemantauan 4ang tidak adekuat selama periode intraoperatif.
3. Penatalaksanaan dan super3isi pas9a#eda- 4ang tidak adekuat.
1.Ke0iasaan pasien
!ero1o1
=fek 4ang merusak dari merokok meliputi pen4akit 3askular perifer) sirkulasi koroner dan
sere#ral) karsinoma paru dan #ronkitis kronik. Merokok -arus di-entikan ! pekan se#elum
operasi untuk meminimalisasi komplikasi paru selama pem#eda-an) termasuk di antaran4a
infeksi) laringospasme dan #ronkospasme. Peng-entian selama 12 .am se#elumn4a men9ega-
efek samping dari 6" dan nikotin pada pasokan dan ke#utu-an oksigen otot .antung. ,er-enti
selama #e#erapa -ari akan memper#aiki akti3itas siliar. Merokok .uga dapat mempengaru-i
pen4em#u-an luka. Pada anak8anak 4ang se9ara pasif terpapar dengan rokok) ter.adi peningkatan
insiden komplikasi .alan nafas) .ika dilakukan pem#iusan.
Al1o"olisme
Pada pasien dengan alko-olisme kronik) dapat ter.adi toleransi dengan #e#erapa o#at anestetik
seperti eter) ter.adi resistensi ter-adap o#at8o#atan anestesia.
Alko-ol dieliminasi dengan oksidasi di -ati tetapi .uga dapat menginduksi en?im8en?im 4ang
memeta#olisme o#at8o#atan) se-ingga respons ter-adap o#at tidak dapat diperkirakan.
'!
Dapat ter.adi 3asodilatasi perifer) kardiomiopati) sirosis dan perioperatif withdrawal crisis
(delirium tremens*
Alko-ol se#aikn4a tidak di-entikan saat menunggu operasi. Analgesia regional se#aikn4a
dipertim#angkan namun fungsi koagulasi mungkin a#normal.
&ntuk men9ega- ge.ala withdrawal) pem#erian alko-ol %81+F dalam Na6l +)'F ++ ml dalam
#e#erapa .am dapat menolong.
Bo prevent withdrawal smptoms * G !, H alcohol in salin ',, ml i"v" for over several hours
ma be helpful"
Ke#ergantung padaan "#at (Narkotik*
Pasien8pasien ini dapat memanipulasi ge.ala8ge.alan4a untuk mendapatkan pem#eda-an dan
narkotik pas9a#eda-) atau mengganggu proses pen4em#u-an luka untuk memperpan.ang lama
pera1atan di ruma- sakit.
Trom#ofle#itis dan a#ses multipel dapat tim#ul aki#at pen4untikan o#at 4ang tidak -igienis)
se-ingga terapi intra3ena melalui 3ena sentral.
/epsis) t#9) endokarditis) -epatitis , dan HID A AID/) la?im ditemukan.
Penderita dapat resisten ter-adap semua o#at sedatifA narkotik.
Hipotensi umumn4a ter.adi selama operasi #erlangsung. ;e.ala withdrawal narkotik termasuk
kram) munta- dan diare) dan dapat men4erupai o#struksi intestinal.
Adiksi o#at (lainn4a*
'8tetra-idronna#inol) dari kana#is) men4e#a#kan takikardia) -ipertensi) dan eksaser#asi ole-
atropin atau analgetik lokal 4ang mengandung adrenalin. Kokain dapat men4e#a#kan iskemia
miokard dan kardiomiopati. Adiksi amfetamin dapat meningkatkan dosis anestetik 4ang
diperlukan.
'$
'%
MODUL 9 : PERSIAPAN ALAT DAN OBAT
ANESTETIK
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 1 dan2 *
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
2 B 1 .am -classroom session*
3 B 2 (coaching session*
4 pekan (facilitation 8 assessment*
Persia!a Sesi
Audio3isual Aid@
!" 56D Proektor dan laar
#" 5aptop
%" "HP
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi kulia-@ 6D PowerPoint
1. Persiapan alat8alat dan o#at8o#at untuk anestesia umum dan analgesia regional
2. /etup alat anestesia) alat infusi5 pompa semprit5 infusiion pump
3. /etup alat monitor nonin3asif dan in3asif (opsi*
4. Persiapan alat8alat dan o#at8o#at dengan kelainan sistemik .antung) PP"K) gin.al)
-epar) dia#etes melitus) toksik tiroid
."#at8o#at dan alat8alat untuk darurat dan resusitasi
!. 0ekam medis terkait teknik) alat dan o#at anestetik.
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
''
3. Kamar operasi
4. 0uang Puli-
. ,angsal 0a1at
Kasus @ anestesia pasien langsung ) di ruang ra1at) kamar pemeriksaan dan kamar operasi
Alat ,antu 5ati- @ Alat8alat) mesin anestesia dan o#at8o#at 3irtual) #oneka simulasi #ila ada.
Penuntun #ela.ar @ li-at Materi a9uan
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
,a9aan 4ang dian.urkan
2. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2) 5arson 6P. 6lini9al
Anaest-esiolog4) 4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ookAM9;ra1 8
HillE 2++!
Peserta didik dian.urkan untuk .uga mempela.ari referensi tam#a-an untuk su#8modul
Persiapan alat dan o#at anestetik 4ang lain.
Tu*ua Pem+ela*ara Umum
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan memiliki pengeta-uan dan keterampilan
melakukan persiapan alat8alat dan o#at8o#at anestetik umum dan analgesia regional.
Tu*ua Pem+ela*ara K,usus
/etela- melalui sesi ini peserta didik akan memiliki kompetensi #erikut ini@
'- KOMPETENSI
Mampu mengenali dan melakukan persiapan preoperatif pasien) melakukan persiapan alat8alat
dan o#at8o#at anestetik umum maupun regional se9ara tepat dan memadai ) persiapan
pemantauan 4ang memadai untuk men9ega- kemungkinan aki#at komplikasi le#i- #erat dan
penanggulangan se9ara dini #ila ter.adi komplikasi serta untuk penatalaksanaan pas9a8anestesia.
RANA. KOMPETENSI
/etela- melalui sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan@
1++
Iognitif
1. Mampu melakukan identifikasi kelainan atau pen4akit pasien preoperatif 4ang akan
mempengaru-i persiapan alat dan o#at anestetik.
2. Mampu men.elaskan ren9ana anestesia untuk prosedur #eda- 4ang akan dilakukan serta
alat dan o#at8o#at 4ang diperlukan
3. Mampu men.elaskan persiapan alat dan o#at untuk ren9ana operasi dengan anestesia
umum atau analgesia regional.
4. Mampu men.elaskan se9ara umum 9ara ker.a mesin anestesia) flowmeter) 3apori?er) alat
monitor) kateter intra3ena) set infusi 9airan) set transfusi dara-) set infusi tetes
mikrogram) set infusi tetes makro) alat pompa semprit) infusiion pump) mesin pengisap
dan kelengkapann4a.
. Mampu men.elaskan setup mesin anestesia se9ara #enar) breathing circuit mesin
anestesia) termasuk filter) susunan 3apori?er se9ara #enar) trouble shooting seder-ana)
pemeli-araan mesin dan asesorisn4a.
!. Mampu men.elaskan pemasangan dan menginterpretasikan -asil monitor
$. Mampu men.elaskan tanda8tanda 4ang mengara- kega1atan pasien) alat8alat dan o#at8
o#at 4ang diperlukan
%. Mampu men.elaskan penanggulangan n4eri pas9a#eda-) alat dan o#at8o#at 4ang
di#utu-kan.
'. Mampu men.elaskan alat8alat dan o#at 4ang di#utu-kan untuk transport pasien dan #ila
pasien indikasi ra1at I6&
Psikomotor
1. Mampu melakukan pen9atatan -al8-al penting dalam rekam medis preoperatif terkait
dengan alat8alat dan o#at8o#at 4ang dipakai dalam tindakan anestesia.
2. Mampu mempersiapkan dan memasang alatA mesin anestesia dengan #enar
3. Mampu mempersiapkan dan menggunakan alat8alat dan o#at untuk tindakan anestesia
umum) mulai premedikasi) induksi) intu#asi atau 5MA atau intu#asi atau sungkup muka )
pemeli-araan anestesia) dan penatalaksanaan pas9a8anestesia teknik intra3ena total)
anestesia in-alasi) anestesia #alans) sungkup muka) teknik intu#asi) sungkup muka) 5MA
4. Mampu mempersiapkan dan mengoperasikan pompa semprit5 infusiion pump)
defi#rilator.
. Mampu mempersiapkan dan menggunakan alat8alat dan o#at8o#at untuk analgesia
regional) teknik epidural) spinal atau #lok saraf lain.
!. Mampu mempersiapkan dan menggunakan alat8alat dan o#at8o#at untuk keadaan darurat
dan resusitasi.
$. Mampu memasang dan menggunakan alat pemantau nonin3asif dan in3asif dengan
#enar
%. Mampu melakukan pen9atatan rekam medis terkait alat dan o#at anestetik 4ang dipakai
dalam anestesia se9ara #enar
'. Mampu melakukan persiapan alat dan o#at untuk penanggulangan n4eri pas9a#eda-
1+. Mampu mempersiapkan alat dan o#at pada transportasi pasien masuk I6&.
1+1
Iomunikasi> Ieterampilan interpersonal
1. Mampu men.elaskan tentang alat8alat dan o#at8o#at 4ang diperlukan pada tindakan
anestesia kepada orang lain atas dasar saling meng-argai dan meng-ormati
2. Mampu mem#erikan pen.elasan kepada se.a1at senior dan atau konsulen tentang kondisi
pasien untuk kemungkinan pemeriksaan tam#a-an) ke#utu-an o#at8o#atan) ke#utu-an
alat8alat dalam upa4a optimalisasi kondisi pasien.
3. Mampu men.elaskan pada pasien atau keluarga pasien tentang kondisi pasien preoperatif
dan ke#utu-an alat8alat dan o#at8o#at 4ang di#utu-kan ter-adap kemungkinan risiko
4ang dapat tim#ul.
4. Mampu men9iptakan kondisi ker.a sama tim di antara semua petugas kese-atan 4ang
terli#at di kamar #eda-.
. Mampu mem#eri pen.elasan ke#utu-an alat dan o#at8o#at untuk penanggulangan n4eri
dan rasa tidak n4aman pas9a#eda-.
!. Mampu men.elaskan ke#utu-an alat8alat dan o#at8o#at 4ang diperlukan untuk
transportasi dan pera1atan di I6&.
Profesionalisme
1. Mampu #eker.a sesuai prosedur
2. Mampu mem#erikan kemuda-an kepada operator saat operasi dengan melakukan
persiapan alat8alat dan pem#erian o#at se9ara #enar dan memadai.
3. Mampu #erinteraksi dengan se.a1at lain maupun tenaga paramedis dan tenaga kese-atan
lain atas dasar meng-argai dan meng-ormati kompetensi masing masing.
4. Mampu mem#erikan pen.elasan kepada pasien atau keluargan4a tentang alat8alat dan
o#at8o#at 4ang di#utu-kan sesuai kondisi pasien dan ter-adap kemungkinan komplikasi
. Mema-ami dan melaksanakan -al8-al 4ang men.adi -ak pasien (informed consent*
!. Mampu melakukan peker.aan se9ara efisien
(- KEDNOTES
1. /e#elum memulai melakukan setiap tindakan anestesia -arus selalu diperiksa
kela4akan mesin anestesia@ sistem perpipaan gas dan udara tekan ruma- sakit
(#ila ada*) ta#ung gas porta#el) flow meter5 vaporiAer5 Fresh ?as Flow5
sirkuit nafas) katup inspirasi) katup ekspirasi) pop8off 3al3e) reservoir bag.
2. Harus selalu dipikirkan untuk kemungkinan tim#ul pro#lema .alan nafas sulit
se-ingga persiapan alat8alat penatalaksanaan .alan nafas dasar dan lan.ut dan
.alan nafas sulit selalu siap pakai.
3. Alat untuk akses 3askular perifer dan sentral) alat8alat infusi) pompa semprit)
1+2
infusion pump dipersiapkan sesuai ke#utu-an.
4. Alat monitor fungsi 3ital respirasi) kardio3askular) su-u) merupakan
pemantauan #aku 4ang -arus tersedia.
. Kesiapan alat8alat dan o#at8o#at untuk darurat resusitasi -arus selalu di9ek
se9ara rutin dalam keadaan siap pakai
!. Alat dan o#at8o#at untuk penanggulangan n4eri.

2- GAMBARAN UMUM
0en9ana anestesia -arus di#uat agar se9ara optimal dapat mengakomodasikan kondisi fisiologik
pasien) termasuk pen4akit saat ini) ri1a4at pen4akit) ri1a4at operasi) ri1a4at alergi) ri1a4at
anestesia dan kesiapan psikologik) gangguan atau keter#atasan aktifitas- 0en9ana preoperatif
4ang tidak adekuat dan kesala-an dalam persiapan pasien merupakan se#a# paling sering
tim#uln4a komplikasi anestesia) termasuk persiapan alat dan o#at8o#at 4ang diperlukan. Alat8
alat terse#ut meliputi mesin anestesia) alat8alat monitor) alat8alat untuk darurat dan resusitasi
sekaligus o#at8o#at 4ang diperlukan. ,ila o#at atau alat tidak tersedia akan menim#ulkan
pro#lema. Keterlam#atan dalam penanggulangan karena kurangn4a fasilitas atau persiapan tidak
#aik akan dapat #eraki#at #uruk sampai kematian. Pengertian akan mekanisme ker.a alat dan
o#at8o#at anestetik merupakan pengeta-uan dasar 4ang se-arusn4a dimiliki 9alon spesialis
anestesiologi.
3- TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- proses ali- pengeta-uan) keterampilan dan perilaku melalui modul ini) di-arapkan
peserta didik memiliki kemampuan untuk@
1. Mempersiapkan alat8alat dan o#at8o#at 4ang dipergunakan dalam anestesia umum atau
analgesia regional se9ara tepat dan #enar.
2. Melakukan penge9ekan mesin anestesia) persiapan alat8alat dan o#at8o#at anestetik
se9ara #enar
3. Melakukan persiapan alat8alat dan pelaksanaan pemantauan
4. Melakukan persiapan alat dan o#at8o#at untuk transportasi pasien ke I6&
4- METODE PEMBELA&ARAN
1+3
Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
!" ,a-an a9uan -references0 tentang alat8alat dan .enis o#at8o#at anestetik
#" Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan alat8alat anestesia
%" 6ara menilai kesiapan alat8alat anestesia.
Tu*ua ': mem!ersia!ka alat7alat da o+at7o+at 6a" di!er"uaka dalam aestesia
umum atau aal"esia re"ioal se5ara te!at da +ear
Metode pem#ela.aran
!" Diskusi kelompok kecil
#" Bedside teaching
%" Bask<based medical education
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
!" Pengeta-uan dan keterampilan dalam melakukan pemasangan mesin anestesia sampai
siap pakai) sesuai check<list
#" Pengeta-uan dan keterampilan dalam memasang mesin anestesia) untuk semiclosed
maupun semiopen sstem.
%" Pengeta-uan dan keterampilan dalam menetapkan alat8alat dan o#at8o#at analgetik
regional (spinal) epidural) kaudal) #lok saraf ekstermitas atas dan #a1a-*
Tu*ua (:- Melakuka !e"e5eka mesi aestesia) !ersia!a alat7alat da o+at7o+at
aestetik se5ara +ear
Metode pem#ela.aran
!" Diskusi kelompok kecil
#" Bedside teaching
%" Bask<based medical education
&" Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@ Mengeta-ui) dan mampu menilai laik atau tidak
!" /istem sum#er gas sentral) perpipaan gas oksigen dan N2" #ila fasilitas ada)
sampai sistem tersam#ung ke mesin anestesia.
#" /istem aliran gas) flow<meter ) 3apori?er dalam mesin anestesia ) breathing circuit
anesthesia"
Tu*ua 2 : Melakuka !ersia!a alat7alat da !elaksaaa !emataua
1+4
Metode pem#ela.aran
!" Diskusi kelompok kecil
#" Bedside teaching
% "Bask<based medical education
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
Melakukan pemasangan alat pemantauan untuk respirasi) kardio3askular) meta#olik dan
kesadaran.
Mampu menggunakan alat8alat dan o#at8o#at untuk keadaan keadaan darurat dan -enti
.antung
Mampu melakukan interpretasi ter-adap kemungkinan gangguan fungsi alat
Tu*ua 3 : Melakuka !ersia!a alat da o+at7o+at utuk tras!ortasi !asie ke I>U
Metode pem#ela.aran
!" Diskusi kelompok kecil
#" 1tudi Iasus
%" Bedside teaching
&" Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai @
Mengeta-ui prinsip dasar transportasi pasien kritis
Mengeta-ui alat monitor ) o#at8o#at minimal 4ang diperlukan untuk transportasi pasien
kritis
9- MEDIA
!" Kulia-
Kulia- k-usus Persiapan "#at dan Alat Anestesia untuk anestesia umum
dan regional. .
#" Demo praktek pemasangan alat@ mesin anestesia) monitor) pompa semprit)
infusiion pump) defi#rilator dll.
%" Diskusi kelompok
1+
&" Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
'" 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas) dikaitkan dengan ke#eradaan alat dan o#at8
o#atan.
(" Continuing Profesional Development -CPD0
:- ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
Perpustakaan) internet) skill lab
;- E%ALUASI
%.1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan lisan untuk menilai
kiner.a a1al peserta didik dan melakukan identifikasi kekurangan 4ang ada. Materi pre8
tes terdiri atas @
1. Persiapan alat) o#at )
2. Penge9ekan alat anestesia umum) regional) monitor dan o#at8o#atan dan alat8alat lain)
pompa semprit5 infusiion pump) defi#rilator dan lain lain.
3. Teknik pemasangan dan penggunaan alat anestesia pada #utir 2
4. Pemasangan pemantauan fungsi 3ital dan interpretasi -asil monitor.

%.2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang
teridentifikasi) mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
%.3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam penuntun #ela.ar
pada pasien #ersama teman8temann4a -peer assisted learning0) die3aluasi ole- teman8
temann4a -peer assisted evaluation0.
%.4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di #a1a-
penga1asan fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien sesunggu-n4a.
Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan langsung -direct observation0
dan mengisi lem#ar penilaian@
7 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien) misaln4a tindakan anestesia
tidak mulus se-ingga kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
%.. /etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk memper#aiki
kekurangan 4ang ditemukan.
1+!
%.!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun #ela.ar.
%.$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai ceklis evaluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
%.%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan atau
di#eri tugas untuk memper#aiki kiner.a.
%.'. Pen9apaian pem#ela.aran @
Isi !re7tes @
1. 2elaskan tentang manfaat persiapan alat8alat dan o#at8o#at anestetik.
2. 2elaskan tentang set up mesin anestesia
3. 2elaskan tentang persiapan alat dan o#at8o#at dan 9airan untuk anestesia umum dan
analgesia regional
4. 2elaskan tentang alat monitor selama anestesia umum dan regional
. 2elaskan tentang alat8alat dan o#at darurat dan resusitasi.
!. 2elaskan apa sa.a 4ang -arus dimonitor selama tindakan anestesia
$. /e#utkan tanda8tanda pada monitor 4ang menun.ukkan kega1atan mengan9am n4a1a.
atau alat 4ang tidak #erfungsi #aik
%. 2elaskan peralatan dan o#at 4ang -arus ada untuk transportasi pasien kritis
'. 2elaskan peralatan dan o#at untuk pasien pas9a8anestesia
1+. 2elaskan operasional alat8alat terse#ut di atas.
Betuk !re7tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan (semester*.
Betuk u*ia :
8 &.ian ak-ir staseA rotasi posttest tulis dan u.ian pasien
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
!" PengetahuanIognitif
8 M6H
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
&.ian lisan
8 /ultiple observation and assessments
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
1+$
8 /inicheck
#" 1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
%"Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
&"Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
<- DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR PERSIAPAN ALAT DAN OBAT
ANESTETIK-
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur persiapan alat
dan o#at
/uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN ALAT DAN OBAT7OBAT
1 Menentukan .enis alat dan o#at 4ang diperlukan
untuk anestesia umum
2 Menentukan .enis alat8alat dan o#at 4ang diperlukan
untuk #e#erapa .enis analgesia regional
3 Menentukan .enis alat monitor 4ang diperlukan
untuk anestesia umum dan analgesia regional
4 Mengeta-ui indikasi untuk penggunaan alat pompa
semprit dan infusiion pump
Melakukan setup mesin anestesia) alat8alat monitor)
dan sempritdan infusiion pump) mesin pengisap
(isap*
ANESTESIA
1 Alat dan o#at untuk induksi (intu#asi) 5MA*
1+%
2 Alat dan o#at untuk Analgesia regional #lok saraf
3 Alat dan o#at untuk Anestesia intra3ena
4 Alat untuk Pem#erian 9airan dan transfusi
. Alat untuk Pemanatauan fungsi 3ital) kesadaran)
kardio3askular) pernafasan. Tekanan dara-) nadi)
/aturasi H# (/p"2*) 3entilasi (=T6"2 #ila ada*)
.umla- urin) su-u
!. Alat dan o#at untuk Tindakan ekstu#asi
PAS>ABEDA.
$ Alat dan o#at untuk men9ega- dan menangani
komplikasi pas9a#eda-
% Alat dan o#at untuk transportasi pasien kritis
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
'=- DAFTAR TILIK
,erikan tanda E dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda B #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila tidak
dilakukan pengamatan
E Memuaska 5angka- A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
Penuntun
F Tidak memuaskaTidak mampu untuk menger.akan langka- Atugas sesuai dengan Prosedur
/tandard atau penuntun
T/D Tidak diamati 5angka-) tugas atau keterampilan tidak dialakukan ole- peserta 5ati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama pasien No 0ekam Medis
No 2AFTAR T:3:K Kesempatan 1e
1+'
Ke$iatan ( lan$1a" 1linis 1 2 3 % '
Peserta din4atakan@
V 5a4ak
V Tidak la4ak
Melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
''- MATERI A>UAN:
Persia!a alat da o+at aestetik
11+
Pasien 4ang akan men.alani anestesia pada operasi elektif A darurat -arus dilakukan
pemeriksaan preoperatif E anamnesis) pemeriksaan fisis) pemeriksaan penun.ang) informed
consent) penetapan status fisis A/A dan lakukan persiapan anestesia (puasa) ren9ana
premedikasi*5 termasuk persiapan alat dan o#at8o#at 4ang diperlukan selama tindakan
anestesia.
Persiapan alat8alat dan o#at8o#at anestesia@
*" Mesin anestesia. /e#elum memeriksa mesin anestesia) le#i- dulu periksa apaka- sistem
sum#er gas terse#ut sentral atau tidak (ta#ung gas porta#el ada pada mesin anestesia*.
Periksa dulu sistem terse#ut apaka- suda- ter-u#ung #aik dengan mesin. /elan.utn4a
periksa ker.a flow<meter) 3apori?er) katup inspirasi dan katup ekspirasi apaka- #erfungsi
dengan #aik. Katup AP5 -ad$ustable pressure limit0 valve5 anesthetic breathing circuit5
7eservoir bag5 C@# absorber canister apaka- tela- terpasang dengan #aik. /etela- itu
periksa apaka- ada ke#o9oran gas atau uap dalam sistem sirkuit mesin terse#ut. Perlu -arus
diingat #ila kondisi suda- men.adi rutin penge9ekan ini sering dilupakan.
+" Alat8alat 4ang diperlukan untuk anestesia umum@ $alan nafas (oral) nasal*) sungkup muka)
5MA) laringoskop) pipa endotrakeal) cunam /agill5 stilet -introducer*) tape) stetoskop)
konektor pipa endotrakeal dengan mesin) pipa nasogatrik. Alat pengisap (isap* -arus
diperiksa #erfungsi #aik.
!," "#at8o#at anestetik umum) intra3ena (tiopental) propofol) ketamin* dan in-alasi N2")
-alotan) etran) isofluran) se3ofluran..
!!" Alat8alat untuk analgesia regional@ .arum8.arum untuk analgesia spinal) .arum epidural)
kateter epidural atau .arum k-usus lain untuk analgesia regional tertentu seperti #lok
pleksus saraf.. ,ila ada perlu disiapkan nerve stimulator>nerve locator. "#at analgetik lokal
seperti lidokain) #upi3akain.
!#" "#at darurat seperti oksigen) adrenalin) sulfas atropin) efedrin) aminofilin) steroid) o#at anti
aritmia (lidokain) amiodaron*) loop diuretics) inotropik) 3asopresor(norepinefrin*) o#at8o#at
-ipotensif (nitrogliserin) nitroprusid*) antikon3ulsan (dia?epam) tiopental Mg/"4*)
pelumpu- otot) o#at antidotum (nalokson) antikolinesterase dan #ila ada fluma?enil)
dantrolen*) natrium#ikar#onat) kalsium glukonas) kalsium klorida) K6l) morfin dan opioid
lain) fentanil) petidin.
!%" Alat untuk darurat @ (set Am#u #ag dengan kelengkapann4a* alat Defi#rilator.
!&" Alat8alat untuk menanggulangi dificult intubation (?lidescope5 Brochoscope* termasuk
peralatan trakeosotmi merupakan opsi.
!'" 6airan kristaloid dan kolloid termasuk .arumAkateter infusi dan set infusin4a. "#at8o#at
4ang di#erikan parenteral -arus disiapkan tetesan mikrogram) pompa semprit5 atau
infusiion pump"
!(" Alat monitor standard nonin3asif seperti =K;) NI,P) saturasi "2) su-u) =T6"2 -arus
dipersiapkan dan di9ek la4ak pakai atau tidak. Alat monitor in3asif dipersiapkan sesuai
indikasi sa.a.
!)" /etela- semua persiapan alat dan o#at lengkap) pastikan ada asisten 4ang mem#antu
tindakan anestesia. Pasang .alur intra3ena pasang .alur infusi dan .alankan infusi. 5akukan
anestesia umum sesuai modul pada anestesia umum atau analgesia regional sesuai modul
analgesia regional. Premedikasi dapat di#erikan se9ara intra3ena atau intramuskular atau
in-alasi.5akukan pemantauan fungsi 3ital oksigenasi) "2*) tekanan dara-) nadi) =K;) su-u)
111
aliran 9airan infusi) 3entilasi dengan =T6"2 kalau ada) produksi urin) .umla- perdara-an.
Atur ke#utu-an o#at untuk perta-ankan sedasi) analgesia dan relaksasi. Ak-ir operasi
4akinkan pasien #ernafas spontan dan 3olume nafas adekuat (ke9uali #ila diren9anakan
untuk melan.utkan #antuan nafas pas9a#eda-*. ,ila perlu #erikan antidotum o#at8o#at 4ang
men4e#a#kan apnea #erkepan.angan atau -ipo3entilasi . 5akukan pengak-iran anestesia
dengan mulus) dan menga1asi masa siuman. 5akukan penga1asan ter-adap komplikasi
pas9a#eda- dan penanggulangan ter-adap mual munta-) n4eri) o#struksi .alan nafas)
gangguan oksigenasi) #radipnea) apnea) gangguan tekanan dara-) dan lama puli- sadar.
Mortalitas dapat ter.adi #ergantung pada kondisi a1al) A/A) atau pen4akit pen4erta.
Pastikan rekam medis anestesia di#uat se9ara #aik dan lengkap.
'(- REFERENSI
Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2) 5arson 6P. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
112
MODUL : TRAUMATOLOGI I
Mengem#ankan Kompetennsi <aktu (semester 3*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitas Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian kompetensi
Traumatologi I) adala- suatu rotasi
4ang mem#utu-kan paling sedikit 2
#ulan (% pekan* semester 3 ke atas
4ang meliputi penanganan trauma
pada ta-an a1al.
Persia!a Sesi
Audio3isual
56D proektor dan laar
5aptop
"HP
Flipchart
Pemutar video
Materi presentasi @
6D Power Point
/arana
0uang ,ela.ar
0uang pemeriksaan
0uanfg Puli-
0uang ra1at Inap A Pengamat 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang 0esusitasi di &nit ;a1at Darurat
113
Alat #antu 5ati- @ Model anatomi A /imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0=:=0=N/I
Primar4 Trauma 6are 6ourse Manual (9urrent edition*
Darurat Medi9ine Manual (to #e announ9ed*
6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r. 4
t-
ed 2++!
6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
Manual of Anaest-esia) 6>. 5ee 2++!
!" T&2&AN P=M,=5A2A0AN &M&M
/etela- men4elesaikan modul ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk
melakukan penatalaksanaan a1al pasien trauma
#" T&2&AN P=M,=5A2A0AN KH&/&/
a. K";NITI:
!" Mampu menilai dengan 9epat kega1atan pada pasien trauma
#" Mampu men.elaskan penatalaksanaan kega1atan .alan nafas
%" Mampu men.elaskan penatalaksanaan kega1atan gangguan #ernafas
&" Mampu men.elaskan penatalaksanaan kega1atan s4ok
'" Mampu men.elaskan penatalaksanaan kega1atan penurunan kesadaran
(" Mampu men.elaskan penatalaksanaan kega1atan ke.ang
)" Mampu men.elaskan penatalaksanaan resusitasi 9airan
*" Mampu men.elaskan ker.a defi#rilator dan indikasi defi#rilasi
+" Mampu men.elaskan pemantauan kontin4u in3asif dan nonin3asif
!," Mampu meren9anakan tindakan 4ang perlu untuk menanggulangi kega1atan
pasien trauma($alan nafas5 breathing5 shock5 defibrillasi0
!!" Mampu men.elaskan penatalaksanaan kega1atan kera9unan dan pen4ala-gunaan
o#at
!#" Mampu men.elaskan pemakaian o#at8o#atan darurat dan alat8alat #antu darurat
!%" Mampu men.elaskan sta#ilisasi) tansportasi dan ru.ukan pasien trauma
114
!&" Mampu men.elaskan peranan anetesia se#agai #agian dari darurat tim
#. P/IK"M"T"0
!" Mampu melakukan penilaian 9epat pasien trauma -penilaian a1alAsur3ei primer*
#" Mampu melakukan penatalaksanaan kega1atan .alan nafas sampai paripurna
%" Mampu melakukan penatalaksanaan kega1atan gangguan #ernafas dan
mem#erikan tatalaksana pernafasan mekanik
&" Mampu melakukan penatalaksanaan penderita s4ok
'" Mampu melakukan penatalaksanaan penderita penurunan kesadaran
(" Mampu melakukan penatalaksanaan penderita ke.ang
)" Mampu melakukan pemasangan akses 3ena dengan .arum #esar)melalui akses
3ena tepi dan sentral (untuk anak intraosseus*
*" Mampu melakukan penatalaksanaan resusitasi 9airan
+" Mampu melakukan kardio3ersi
!," Mampu melakukan pemantauan in3asif dan nonin3asif kontin4u
9. K"M&NIKA/I AH&, INT=0P=0/"NA5
!" Mampu men.elaskan kepada tim dokter) pasien dan keluarga pasien tentang
manfaat) risiko dan prosedur pertolongan a1al kor#an trauma) sta#ilisasi dan
ru.ukan
#" Mampu men.elaskan kepada tim dokter dan tim pera1at di alamat ru.ukan tentang
prosedur 4ang tela- diker.akan dan upa4a ru.ukan selan.utn4a
d. P0":=/I"NA5I/M=
!" ,eker.a sesuai dengan prosedur /tandard
#" Mema-ami etik profesi dalam melakukan tindakan medis penanganan a1al
kor#an trauma) sta#ilisasi dan ru.ukan
%" Men.amin #a-1a peralatan 4ang diperlukan untuk tindakan medis penanganan
a1al kor#an trauma) sta#ilisasi dan ru.ukan ada lengkap dan #erfungsi #aik
&" Men.amin #a-1a dokter tela- memiliki keterampilan 9ukup untuk melakukan
tindakan medis penanganan a1al kor#an trauma) sta#ilisasi dan ru.ukan
'" Leader shifting
9. KED NOTES
1. Asesmen pertama pasien trauma dapat di#agi men.adi) primar surve5 secondar
surve dan tetiar surve. Primar4 sur3e4 akan #erlang sung 2 C menit dan
men9akup urutan A,6D= trauma @ Calan nafas5 Breathing5 Circulation5
Disabilit dan 23posure. 0esusitasi dan assesmen #erlangsung simultan.
11
0esusitasi trauma men9akup 2 ta-ap@ meng-entikan perdara-an dan
memper#aiki 9edera. /e9ondar4 dan tertiar4 sur3e4 le#i- kompre-ensif
mengikuti primar4 sur3e4.
2. 5ima kriteria meningkatkan risiko 4ang potensial tidak sta#il pada tulang
ser3ikal @ 1* n4eri le-er) 2* n4eri 4ang sangat mengganggu) 3* adan4a tanda atau
ge.ala neurologik) 4* intoksikasi) dan * penurunan kesadaran. :raktur tulang
ser3ikal -arus di9urigai .ika terdapat satu dari kriteria terse#ut. Dengan kriteria
ini) ke.adian 9edera tulang ser3ikal sekitar 2 F. Ke.adian ketidaksta#ilan ser3ikal
meningkat men.adi 1+ F pada 9edera kepala #erat.
3. Hiperekstensi le-er dan traksi #erle#i-an -arus di-indarkan 1alaupun #aru
di9urigai adan4a ketidaksta#ilan ser3ikal. Imo#ilisasi manual kepala dan le-er
ole- asisten se#aikn4a dipergunakan untuk mensta#ilkan ser3ikal selama
laringoskopi (Wmanual in<lina<stabiliAationJ or /L1*.
4. Terapi utama s4ok -emor-agik adala- resusitasi 9airan dan transfusi. Kateter
pendek (multiple short5 !"' G # in5 lu#ang #esar (14 C 1! gauge atau $ 8 %. :*
ditempatkan di 3ena apa sa.a 4ang muda- diperole-.
1. POKOK BA.ASAN
A. Pemeriksaan 9epat /ur3e4 dan 1econdar 1urve
. Kega1atan gangguan nafas
i" "#struksi .alan nafas
ii" ;agal nafas
iii" =dema paru akut
iv" Apnea
C. Kega1atan ganguan sirkulasi
i" Hipotensi dan -ipertensi
ii" /4ok -emor-agik) -ipo3olemik) kardiogenik) anafilaktik
iii" Aritmia
iv" Infark miokard dan Acute Coronar 1ndrome
v" Henti .antung
2. Kega1atan gangguan sistem saraf
i" Koma
ii" Cushing responsse
iii" 1pace omluping lession
iv" Intoksikasi
v" Kon3ulsi
vi" Paresis paralisis
11!
E. GAMBARAN UMUM
i" /etela- melalui sesi pada ta-ap ini peserta didik mampu mengelola
pasien trauma sur3ei primer pada ta-ap a1al
F. TU&UAN PEMBELA&ARAN K.USUS
i. /etela- proses ali- pengeta-uan) keterampilan dan perilaku melalui
modul ini) di-arapkan peserta didik memiliki kemampuan untuk@
ii. Melakukan sur3ei primer A,6D= (AQCalan nafas) ,QBreathing)
6QCirculation) DQDisabilit) =Q23posure*
iii. Melakukan 0esusitasi dan /ta#ilisasi
i3. Melakukan sur3ei sekunder. /ur3ei sekunder dilakukan #ilamana
A,6 pasien -arus suda- sta#il
3. Menilai adan4a 9edera le-er) trauma kepala) dada) a#domen) pel3is)
tulang #elakang dan ekstremitas.
'- METODE
Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
1. ,a-an a9uan -references0
2. Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
%" Ilmu klinis dasar
Tu*ua': melakuka sur0ei !rimer AB>DE #AG;alan na#as) BGreat"in$)
>GCirculation) DG2isa0ility) EGE4posure$
Metode !em+ela*ara
!" 1mall group medical education
#" Demo 8 Coaching discussion
%" Peer assisted learning -PAL0
&" Bedside teaching
'" Bask<based
(" Praktek klinis
11$
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
1. Kemampuan menegakkan diagnosis sum#atan .alan nafas) pen4e#a# sum#atan .alan
nafas) melakukan tindakan pem#e#asan .alan nafas dan men.elaskan pen4e#a#
kega1atan pernafasan pasien trauma.
2. Penilaian kesadaran pasien se9ara 9epat ADP& (AQAwake) DQ 9erbal Arespons #i9ara)
PQ Pain> respons n4eri) &Q &nresposiveAtidak ada respons*
3. Tindakan pem#e#asan .alan nafas@ Chin Lift> Caw thrust) pemasangan pipa
oroAnasofaring) intu#asi endotrakeal) 5MA) Krikotirotomi
4. Pem#erian oksigen dan melakukan pernafasan #uatan (3entilasi*
. Kemampuan menegakkan diagnosis pasien s4ok) men9ari pen4e#a# s4ok dan
melakukan tindakan mengatasi s4ok pada pasien trauma) terutama s4ok
-emoragikAperdara-an
!. Pemasangan dua .alur infusi intra3ena dengan .arum #esar (1!814;* dan mem#erikan
9airan resusitasi
Tu*ua ( : melakuka resusitasi da sta+ilisasi
Metode pem#ela.aran
!" 1mall group medical education
#" Demo 8 Coaching discussion
%" Peer assisted learning -PAL0
&" Bedside teaching
'" Bask<based
(" Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
1. Kemampuan men.elaskan tu.uan dan melakukan pem#erikan oksigen dan pernafasan
#uatan (3entilasi*
2. Penatalaksanaan pasien s4ok
3. Kemampuan menegakkan diagnosis s4ok -ipo3olemikAs4ok -emoragik) s4ok
kardiogenik) s4ok neurogenik) s4ok septik dan m
4. Pen.elaskan pen4e#a#n4a.
. Pemasangan .alur 3askular intra3ena dan intraarterial) kanulasi 3ena sentral
!. Tu.uan pem#erian larutan infusi 0inger laktat 4ang di-angatkan
$. Kemampuan men.elaskan tentang tindak lan.ut #ila ada pro#lema 4ang mengan9am
n4a1a pada sur3ei primer #erlan.ut
11%
Tu*ua 2 : melakuka sur0ei sekuder 6a" dilakuka +ilamaa AB> !asie ,arus
suda, sta+il
Metode pem#ela.aran
!" 1mall group medical education
#" Demo 8 Coaching discussion
%" Peer assisted learning -PAL0
&" Bedside teaching
'" Bask<based
(" Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
1. Pemeriksaan kepala) #atok kepala) kulit kepala) #ola mata ) telinga) .aringan lunak
perior#ita
2. Pemeriksaan le-er@ luka tem#us le-er) emfisema su#kutan) de3iasi trakea) distensi
3ena le-er
3. Pemeriksaan neurologik @ ?lasgow Coma 1cale (;6/*) pemeriksaan fungsi medula
spinalis) penilaian sen sasi dan refleks
4. Pemeriksaan dada @ kla3ikula) semua tulang iga) #un4i nafasdan .antung )
pemantauan =K;
. Pemeriksaan a#domen@ luka tem#us a#domen 4ang memerlukan eksplorasi #eda- )
mampu melakukan pemasangan pipa nasogastrik pada trauma tumpul a#domen
!. Pemeriksaan du#ur
$. Pemasangan kateter kandung kemi- #ila tidak ada dara- di meatus eksernus uretra
%. Pemeriksaan pel3is dan ekstremitas
Tu*ua 3 : meilai ada6a 5edera le,er) trauma ke!ala) dada) a+dome) !el0is)
tula" +elaka" da ekstremitas
Metode pem#ela.aran
!" 1mall group medical education
#" Demo 8 Coaching discussion
%" Peer assisted learning -PAL0
&" Bedside teaching
'" Bask<based
(" Praktek klinis
11'
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
1. Pada trauma multipel) a#domen merupakan #agian tersering 4ang mengalami 9edera)
e3aluasi a1al ter-adap pasien trauma a#domen tetap -arus men4ertakan A(Calan
nafas and 681pine*) , -breathing*) 6(circulation*) dan D (disabilit dan penilaian
neurologik* dan = (e3posure*
2. Kemampuan men.elaskan .enis trauma a#domen) trauma penetrasi luka tem#ak) luka
tusuk atau trauma non penetrasi) kompresi) -an9ur(9ras-*) sa#uk pengaman (seat
#elt*) 9edera akselerasiAdeselerasi.
3. Indikasi dan indikasi8kontra DP5(Diagnostic Peritoneal Lavage*
4. Kemampuan men.elaskan pro#lema k-usus fraktur tulang pel3is
. Pemeriksaan tonus spingter anus) dara- dalam rektum) pemeriksaan dara- di meatus
uretra eksterna.
!. /ta#ilisasi .alan nafas) pernafasan dan sirkulasi dengan segera dan immo#ilisasi
tulang le-er
$. Penilaian tanda8tanda fungsi 3ital dan dera.at kesadaran (;6/* se9ara #erulang8ulang.
%. Kemampuan men.elaskan tanda klinis trauma tulang #elakang) men.elaskan posisi
netral pada 1aktu pemeriksaan pasien trauma tulang #elakang) Plog rollingP) in<line
immobiliAation) pemasangan stiff servikal collar.
'. Kemampuan men.elaskan gangguan fungsi autonom pada 9edera medula spinalis.
1+. PemeriksaanAkeadaan8keadaan 4ang -arus diperiksa) pasien dengan trauma
ekstremitas (1arna dan su-u kulit) pera#aan nadi distal) tempat8tempat 4ang #erdara-)
deformitas ekstremitas) gerakan ekstremitas se9ara aktif dan pasif) gerakan
ekstremitas tak 1a.ar dan ada krepitasi) dera.at n4eri #agian 4ang 9edera.
11. /indroma kompartemen pada ekstremitas) pen4e#a# dan ter.adi pada kasus trauma
ekstermitas 4ang #agaimana dan men.elaskan kerusakan .aringan pada sindroma
kompartemen aki#at -ipoksemia dan aki#at reperfusi
12. Penatalaksanaan 9edera ekstremitas dengan tetap memeli-ara aliran dara- ke
.aringan perifer) men9ega- infeksi dan nekrosis kulit) men9ega- kerusakan pada
saraf perifer.
13. Peng-entian perdara-an eksternal) immo#ilisasi dan mengatasi n4eri.
(- SUMBER PEMBELA&ARAN
g. /DM@ Anestetis se#agai penga.ar) pelati- dan penilai
-. /arana #ela.ar menga.ar @ 0uang Kulia-) Perpustakaan) 1kill Lab dan 0uma-
/akit setara Klas , pendidikan untuk men.amin .umla- dan 3ariasi kasus sesuai su# 9
(Metode*
2- MEDIA @
12+
1. Iursus A pelati-an
Pelati-an di skill lab intu#asi) 5MA) kanulasi 3ena dan arteri pada
manikin
2. ,ela.ar mandiri
3. Kulia-
Kulia- k-usus Anestesia Traumatologi I )termasuk semua su#
pokok #a-asan dilakukan semester 3 pekan 1.
4. Diskusi kelompok
a. 5aporan dan diskusi tentang pro#lema preoperatif )
#. Penatalaksanaan .alan nafas) resusitasi dan sta#ilisasi) anestesia umum (intu#asi)
5MA*) regional
9. pemantauan
d. penatalaksanaan pas9a#eda-
. Pemeriksaan preoperatif
!. ,im#ingan pem#iusan dan asistensi di kamar operasi
1. Pelati-an resusitasi dan sta#ilisasi) anestesia umum dan regional di kamar #eda-)
ruang resusitasi pada pasien trauma.
2. Dilakukan dengan #im#ingan dan penga1asan staf penga.ar.
$. Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
%. 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas
+" Continuing Profesional Development -CPD0
3- ALAT BANTU @
1. Manikin dan simulator.
2. Perpustakaan) internet) skill lab
'4- E%ALUASI
1.1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan lisan untuk menilai
kiner.a a1al peserta didik dan melakukan identifikasi kekurangan 4ang ada. Materi pre8
tes terdiri atas @
121
1. Pemili-anAseleksi pasien trauma
2. /ur3ei primer) resusitasi dan sta#ilisasi) sur3ei sekunder) mana.emen trauma
3. Persiapan preoperatif
4. Persiapan alat) o#at) penge9ekan mesin) pemasangan alat monitor nonin3asif dan
in3asif
. Pemili-an teknik anestesia dan penggunaan o#at 4ang sesuai untuk anestesia pasien
trauma
!. Penatalaksanaan anestesia umum dan regional
$. Pemantauan
%. Penatalaksanaan pas9a8anestesia pasien trauma

1.2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang
teridentifikasi) mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
1.3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam penuntun #ela.ar
pada manikin anestesia #ersama teman8temann4a -peer assisted learning0) die3aluasi
ole- teman8temann4a -peer assisted evaluation0.
1.4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di #a1a-
penga1asan fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien sesunggu-n4a.
Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan langsung -direct observation0
dan mengisi lem#ar penilaian@
7 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien) misaln4a tindakan
anestesia tidak mulus se-ingga kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
1../etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk memper#aiki
kekurangan 4ang ditemukan.
1.!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun #ela.ar.
1.$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai ceklis evaluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
1.%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan atau
di#eri tugas untuk memper#aiki kiner.a.
122
1.'. Pen9apaian pem#ela.aran @
Isi !re7tes @
1. 2elaskan /ur3ei Primer A,6D= pada penanggulangan pasien trauma
2. 2elaskan 0esusitasi A1al pasien Trauma
3. 2elaskan /ur3ei /ekunder pasien trauma
4. 2elaskan Monitor pada pasien trauma
. .elaskan indikasi pemasangan kateter urin dan pipa nasogatrik pada pasien
trauma
!. 2elaskan indikasi pemeriksaan 0ongent dan diagnosis dari
a" Dada
b" Pel3is
c" 68spine
d" Diagnostic Peritoneal Lavage (DP5*
$. 2elaskan penanggulangan s4ok -ipo3olemik
%. 2elaskan penatalaksanaan .alan nafas pada trauma le-er
'. 2elaskan diagnosis dan penanggulangan pneumotoraks tension
1+. Pada pasien trauma .elaskan pen4e#a# s4ok selain s4ok -ipo3olemik.
Betuk !re7tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan (semester*.
Betuk u*ia :
8 &.ian ak-ir staseA rotasi pos8tes tulis dan u.ian pasien
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
!" PengetahuanIognitif
8 M6H
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
&.ian lisan
8 /ultiple observation and assessments
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
#" 1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
%"Communication and Interpersonal 1kills
123
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
&"Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
'9- DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar
/uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
1. DEFINISI TRAUMATOLOGI
2. TAN;;APAN :I/I"5";I AKI,AT T0A&MA
3. K&N2&N;AN P0A8 0=/&/ITA/I
4. KATA;"0I T0A&MA (Primar5 1econdar atau
Bertiar 1urve*
. M=N=NT&KAN K=5AINAN 2A5AN NA:A/
!. M=N=NT&KAN K=5AINAN B72AB6I;?
$. M=N=NT&KAN K=5AINAN 6I06&5ATI"AN
%. M=N=NT&KAN K=5AINAN DI1ABILIBK
'. M=N=NT&KAN K=5AINAN 2LP@1U72
1+. P=0/IAPAN P0A80=/&/ITA/I &NIT ;A<AT
DA0&8 0AT
a. Persiapan alat8alat resusitasi
#. Persiapan o#at8o#atan dan 9airan Infusi
9. Persiapan dan pemasangan alat8alat monitor
d. Pemantauan selama resusitasi
e. Penatalaksanaan pas9a resusitasi
124
f. Pelimpa-an untuk penatalaksanaan selan.utn4a) ke
kamar #eda-) I6&) PA6& atau ke #angsal #iasa
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
'9- DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
12

DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
12!
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
'- MATERI A>UAN
Itroduksi :
Pada pasien trauma pertama kali 4ang dilakukan adala- penilaian sur3e4 primer A,6D=) dan
pem#e#asan .alan nafas. ,ila ada dugaan trauma le-er) tindakan inline position. 5akukan
pem#erian oksigenasi dan 3entilasi #ila perlu. Pasang akses 3ena dengan .arum 1!814 ;) dan
resusitasi 9airan kristaloid -angat. /elan.utn4a adala- meng-entikan perdara-an eksternal #ila
ada.
/etela- A,6 aman) lakukan sur3ei sekunder meliputi pemeriksaan fisis kepala sampai
ekstremitas. Pasang pemantauan) #ila kondisi sta#il lakukan pemeriksaan foto toraks)
a#domen) pel3is) 68spine #ila perlu ultrasonografi (&/;* untuk menegakkan diagnosis adan4a
trauma dada) fraktur iga) pneumotoraks tension) flail chest) -emotoraks) kontusio paru) aspirasi
kontusio miokard) trauma a#domen luka penetrasi) non penetrasi) n4eri a#domen ) pen4e#a#
tidak .elas. Pemeriksaan 6T s9an dilakukan #ila ada indikasi seperti trauma kepala.
Pemeriksaan DP5) -ematologi) golongan dara- dan permintaan komponen dara- #ila
diperlukan.
Pasien trauma 4ang men.alani anestesia -arus dilakukan penatalaksanaan preoperatif E
anamnesis) pemeriksaan fisis) pemeriksaan penun.ang) informed consent dan lakukan persiapan
anestesia (puasa) ren9ana premedikasi*" Pasien de1asa elektif dipuasakan ! C % .am) anak 2) 4)
!) % .am. Dilakukan penetapan status fisis A/A. Persiapan anestesia meliputi stati9s) o#at)
mesin anestesia sesuai dengan tindakan anestesia 4ang dipili-. /etela- semua persiapan alat
dan o#at lengkap) pastikan ada asisten 4ang mem#antu tindakan anestesia. 5akukan anestesia
umum sesuai modul pada anestesia umum atau analgesia regional sesuai modul analgesia
regional untuk pasien #eda- digestif. Premedikasi dapat di#erikan se9ara intra3ena atau
12$
intramuskular. 5akukan pemantauan fungsi 3ital oksigenasi) saturasi H# (/p"2*) tekanan
dara-) nadi) =K;) su-u) aliran 9airan infusi) 3entilasi dengan =T6"2 kalau ada) produksi urin)
.umla- perdara-an. ,ila diperlukan pemasangan kateter 3ena sentral dan .alur intra arterial.
Atur ke#utu-an o#at untuk perta-ankan sedasi) analgesia dan relaksasi. &ntuk #e#erapa kasus
di#utu-kan pemasangan N;T.
Ak-ir operasi 4akinkan pasien #ernafas spontan dan 3olume nafas adekuat (ke9uali #ila
diren9anakan untuk melan.utkan #antuan nafas pas9a#eda-*. ,ila perlu #erikan antidotum
o#at8o#at 4ang men4e#a#kan apnea #erkepan.angan atau -ipo3entilasi . 5akukan
pengak-iran anestesia dengan mulus) dan menga1asi masa siuman. 5akukan penga1asan
ter-adap komplikasi pas9a#eda- dan penanggulangan ter-adap mual munta-) n4eri) o#struksi
.alan nafas) gangguan oksigenasi) #radipnea) apnea) gangguan tekanan dara-) dan lama puli-
sadar. Mortalitas dapat ter.adi #ergantung pada kondisi a1al) A/A) atau pen4akit pen4erta.
&ntuk kasus dan kondisi pasien tertentu memerlukan pera1atan I6& pas9a#eda-.
La"ka,7la"ka, !ea"aa !asie trauma
Asesmen pertama pada pasien trauma dapat di#agi men.adi pemeriksaan primer) sekunder dan
tertier (primar5 secondar and tertiatr surve*. Primar surve akan #erlangsung 2 C menit
dan terdiri dari urutan A,6D= trauma@ Calan nafas" Breathing 5 Circulation 5 Disabilit dan
23posure. 2ika fungsi tiga sistem pertama terganggu) resusitasi -arus segera dilakukan
se9epatn4a. Pada pasien kritis) resusitasi dan asesmen #erlangsung simultan ole- tim
pelaksana penangulangan trauma. Pemantauan dasar men9akup) =K;) tekanan dara-
nonin3asif dan oksimeter pulsa dapat diprakarsai dari tempat ke.adian dan diteruskan selama
perteolongan. Prinsip8prinsip resusitasi 2antung C Paru dapat dili-at dalam Modul 3@
Keterampilan Anestesiologi III. 0esusitasi trauma terdiri dari 2 langka- @ meng-entikan
perdara-an dan memper#aiki 9edera definitif. Primar4 sur3e4 akan diikuti ole- se9ondar4 dan
teriar4 sur3e4 4an-g le#i- kompre-ensif.
Primar6 sur0e6
;alan na#as
Menentukan dan memperta-ankan $alan nafas selalu meruipakan perioritas pertama. 2ika
pasien dapat #er#i9ara) $alan nafas selalu #ersi-E pasien 4ang tidak sadar akan selalu
mem#utu-kan #antuan .alan nafas dan 3entilasi. ;e.ala penting o#struksi .alan termasuk)
12%
dengkur (snoring*) stridor dan gerakan dada paradoksal. Pada pasien 4ang tidak sadar
se#aikn4a dipertim#angkan kemungkinan adan4a #enda asing. Mene.emen .alan nafas lan.ut
(seperti intu#asi endotrakeal) krikotirotomi) atau trakestomi* men.adi indikasi .ika ter.adi
apnea) o#struksi persisten) 9edera kepala #erat) trauma maksilofasial) luka tem#us le-er
-ematom #esar dan 9edera dada #erat.
6edera tulang le-er tidak mungkin pada pasien 4ang alert tanpa n4eri le-er. 5ima kriteria
dapat meningkatkan risiko 4ang #erpotensi ketidaksta#ilan tulang ser3ikal 4aitu@ 1* n4eri
le-er) 2* n4eri 4ang sangat mengganggu) 3* adan4a tanda atau ge.ala neurologik) 4*
intoksikasi) * gangguan kesadaran. :raktur ser3ikal -arus diduga .ika terdapat sala- satu
kriteria terse#utE 1alaupun dengan kriteria ini ke.adian fraktur trauma ser3ikal mendekati 2 F.
Angka ke.adian ketidaksta#ilan tulang ser3ikal meningkat sampai 1+ F .ika ter.adi 9edera
kepala #erat. Hindarkan -iperekstensi le-erE .aw<thrust maneuver le#i- #aik untuk
memperta-ankan keutu-an .alan nafas. 2alan nafas oral atau nasal dapat menolong
memperta-ankan .alan nafas. Pasien tidak sadar dengan trauma #erat mempun4ai risiko tinggi
aspirasi) karena itu .alan nafas -arus segera diamankan dengan pipa endotrakeal atau
trakeostomi. Hiperekstensi le-er dan traksi aksial #erle#i-an -arus di9ega- dan immo#ilisasi
manual kepala dan le-er ole- asisten -arus dilakukan untuk mensta#ilkan tulang ser3ikal
selama laringoskopi (Wmanual in<line stabiliAationJ atau /IL10" Asisten menempatkan kedua
tangan pada sala-satu sisi kepala) mena-an #a1a- osiput dan men9ega- rotasi kepala. /tudi8
studi tela- mendemonstrasikan) pergerakan le-er ter.adi terutama di daera- 61 dan 62 selama
3entilasi dengan sungkup muka dan laringoskopi langsung 4ang memerlukan upa4a sta#ilisasi
(misaln4a dengan@ MI5/) traksi aksial) #antal pasir) fiksasi kepala) kollare lunak atau kollar
keras*. Dari emua teknik ini) MI5/ mungkin sangat efektif) tetapi .uga mengaki#atkan
laringoskopi men.adi le#i- sulit. Karena alasan ini) #e#erapa a-li le#i- men4ukai intu#asi
nasal (buta atau serat optik* poada pasien 4ang #ernafasspontan dengan ke9urigaan 9edera
tulang ser3ikal) 1alaupun teknik ini mempun4ai risiko untuk aspirasi paru. Ke#an4akan
praktisi sangat ter#iasa dengan intu#asi oral dilakukan pada pasien apne 4ang memmerlukan
intu#asi segera. Intu#asi nasal se-arusn4a di-indarkan untuk pasien dengan 9edera muka
tenga- (midface* atau fraktur tulang dasar tengkorak.
Trauma laring men4e#a#kan situasi le#i- kompleks dan #uruk. 6edera ter#uka dapat
#erkaitan dengan perdara-an dari pem#ulu- dara- #esar di le-er) o#struksi .alan nafas karena
-ematom atau edema. 6edera tertutup laring kurang mem#a-a4akan tetapi dapat #erdampak
kripitasi le-er) -ematoma) disfagi) -emoptisis atau -ilang suara. Intu#asi sadar dengan pipa
endotrakeal ke9il mempergunakan laringoskop direk atau #rokoskop serat optik dan
analgesia topikal) dapat diupa4akan .ika laring dapat dili-at dengan #aik. 2ika 9edera muka
dan le-er tidak memungkinkan untuk dilakukan intu#asi se#aikn4a dipertim#angkan
trakeostomi dengan analgesia lokal."#struksi .alan nafas akut mungkin memerlukan
krikotomi darurat atau trakeostomi perkutan atau #eda-.
12'
reat"in$
Asesmen 3entilasi di9apai dengan #aik sekali dengan 9ara meli-at) mendengar dan
merasakan. Meli-at untuk sianosis) penggunaan otot nafas asesories) flail chest) luka tem#us
toraks. Mendengar untuk ada atau tidak ada atau penurunan #un4i nafas. Merasakan untuk
emfesa su#kutan) pergeseran trakea) iga pata-. Adan4a tension pneumothora3 dan hemothora3
-arus dapat di9urigai gangguan pernafasan se#elum dilakukan foto toraks. Ke#an4akan
pasien trauma 4ang kritis mem#utu-kan nafas #antu kalau tidak nafas kendali. Bag<valve
devices (misaln4a) self inflating bag dengan one wa valve* dapat dipergunakan untuk 3entilasi
4ang adekuat segera setela- intu#asi selama transportasi pasien. "ksigen 1++ F di#erikan
sampai gas dara- arteri dapat dinilai.
Circulation
/irkulasi 4ang adekuat #erdasarkan la.u nadi) kekuatan nadi) tekanan dara- dan tanda8tanda
perfusi perifer. ;e.ala sirkulasi tidak adekuat men9akup) takikardia) pulsa perifer lema- atau
tidak tera#a) -ipotensi) pu9at) dingin atau ekstrimitas sianosis. Perioritas pertama adala-
meng-entikan perdara-an) kalau terli-at dari luar tekan langsungE kedua) menggantikan
9airan intra3askular melalui kanul #esar agar infusi dapat di#erikan 9epat. 6onto- dara- -arus
diam#il
Perdarahan
Pertolongan pertama perdara-an adala- menekan dari luar) -ati8-ati kalau mempergunakan
turnike karena dapat men4e#a#kan 9edera reperfusi. Dera.at -ipotensi pasien saat sampai di
ruang darurat dan kamar operasi sangat menentukan mortalitas pasien. 0espons fisiologik
perdara-an #er3ariasi 4aitu) takikardia) perfusi kapiler #uruk) penurunan tekanan nadi pada
-ipotensi) takipne dan delerium. (Ta#el*
Ta0le . Clinical Classi#ication o# S"oc1.
13+
)at"op"ysiolo$y Clinical !ani#estations
!il/ <= 2>?
o# 0loo/
+olume lost@
Decreased peripheral
perfusion onl of organs able
to withstand prolonged iskemia
-skin5 fat5 muscle5 and bone0"
Arterial p6 normal"
Patient complains of feeling
cold" Postural hpotension
and tachcardia" Cool pale
moist skin: collapsed neck
veins: concentrated urin"
!o/erate
<2>A%>? o#
0loo/
+olume lost@
Decreased central perfusion of
organs able to tolerate onl
brief iskemia -liver5 gut5
kidnes0" /etabolic acidosis
present"
Bhirst" 1upine hpotension
and tachcar<dia -variable0"
@liguria and anuria"
Se+ere <B
%>? o# 0loo/
+olume lost@
Decreased perfusion of heart
and brain" 1evere metabolic
acidosis" 7espirator acidosis
possibl present"
Agitation5 confusion5 or
obtundation" 1upine
hpotension and tachcardia
invariabl present" 7apid5
deep respirasion"
1
Modified and reprinted) 1it- permission) from Ho MT) /aunders 6=@ Current
2mergenc Diagnosis 8 Breatment5 4t- ed. Appleton 7 5ange) 1''2.
2
T-ese 9lini9al findings are most 9onsistentl4 o#ser3ed in -emorr-agi9 s-o9k
#ut appl4 to ot-er t4pes of s-o9k as 1ell.
Berapi cairan
Perdara-an masif memerlukan transfusi sel dara- mera- (/DM* 4ang sesuai. /DM gol. "
4ang tidak di9o9ok silang5 di9adangkan untuk perdara-an 4ang mengan9am n4a1a dan
tidak dapat lagi diganti dengan 9airan lain. Transfusi /DM di#erikan .ika H# J $ gr A dl.
6airan kristaloid 4ang di#erikan akan memerlukan 3olume 4ang #esar) karena tidak lama
#erta-an dalam sirkulasi. 5arutan ringer laktat le#i- muda- meng-asilkan asidosis kloremik
di#andingkan Na6l normal. 0inger laktat merupakan 9aiaran 4ang sedikit -ipotonik) tetapi
pem#erian 4ang #erle#i-an akan #erdampak edema sere#ri. 6airan -ipertonik seperti Na65 3
C $) F efektif untuk resusitasi 9airan karena kurang mengaki#at edema sere#ri
di#andingkan ringer laktat atau Na6l normal. Tetapi -ati8-ati mem#erikan 9airan -ipertonik
karena muda- mem#eri dampak -ipernatremia. 6airan 4ang mengandung dekstrosa
#erle#i-an muda- men4e#a#kan eksaser#asi iskemia otak. 6airan koloid le#i- efektif
se#agai pengisi 3olume intra3askular karena le#i- lama #erta-an dalam sirkulasiE tetapi -arga
131
.au- le#i- ma-al. 6airan apapun 4ang dipili-) -arus di-angatkan dulu se#elum di#erikan.
Infusii 9epat 4ang mempergunakan kanul #esar (148 1! gauge* dan 9airan -angat sangat #aik
untuk transfusi masif. /elimut -angat atau -umidifier -angat .uga sangat penting untuk
memperta-ankan su-u tu#u-. Hipotermia akan memper#uruk gangguan asam8#asa)
koagulopati) dan fungsi miokard.(Ta#el*
Ta0le. 2eleterious E##ects o# 6ypot"ermia.
Cardiac arrhthmias and ischemia
Increased peripheral vascular resistance
Left shift of the hemoglobinGo3gen saturation curve
7eversibel coagulopath -platelet dsfunction0
Postoperative protein catabolism and stress response
Altered mental status
Impaired renal function
Decreased drug metabolism
Poor wound healing
Increased incidence of infection
Hipotermia .uga akan menggeser kur3a oksigenC-emoglo#in ke kiri dan menurunkan
meta#olisme laktat) sitrat dan #e#erapa o#at anestetik. 2umla- pem#erian 9airan
#erdasarkan per#aikan ge.ala klinis terutama tekanan dara-) tekanan nadi (pulse preessure*)
dan la.u nadi. Pengukuran 6DP dan .umla- urin .uga men.adi indikasi pemuli-an perfusi
organ 3ital.
Perfusi organ 4ang tidak adekuat akan mengganggu meta#olisme aero#ik dan meng-asilkan
asam laktat dan asisdosis meta#olik. Na #ikar#onat 4ang #erdisosiasi men.adi ion #ikar#onat
dan 6"2) dapat memper#uruk asidosis intrasel karena mem#ran sel relatif sulit larut
#ikar#onat di#andingkan dengan 6"2. Ketidakseim#angan asam C #asa) ak-irn4a
132
diper#aiki dengan -idrasi dan pemuli-an perfusi organ. 5aktat akan dimeta#olisme di -ati
dan ion H akan diekskresi melalui gin.al.
Hipotensi pada pasien s4ok -ipo3olemik akan diatasi 9airan intra3ena dan produk dara-)
bukan oleh vasopresor E ke9uali -ipotensi #erat 4ang tidak respons ter-adap terapi 9airan)
s4ok kardiogenik atau -enti .antung.
Disa+ilit6
&pa4a ini dilakukan untuk menge3aluasi neurologik dengan 9epat) #esar pupil) reaksi 9a-a4a)
skala ?lasgow Coma 1cale (;6/*) pergerakan spontan kaki dan tangan atau respons ter-adap
rangsangan.
Ta0le 2*A1. .las$o7 Coma Scale.
Cate$ory S1or
Eye openin$
1pontaneous &
Bo speech %
Bo pain #
;il !
est motor responsse
To +er0al comman/
@bes (
133
Cate$ory S1or
To pain
LocaliAes '
=ithdraws &
Decorticate fle3ion %
23tensor responsse #
;il !
est +er0al responsse
@riented '
Confused conversation &
Inappropriate words %
Incomprehensible sounds #
;il !
E4posure
/eluru- pasien dilepas9an agar dapat memeriksan semua 9edera 4ang ada. Mo#ilisasi in C line
-arus dipergunakan untuk 9edera le-r dan tulang #elakang
';- REFERENSI
Primar4 Trauma 6are 6ourse Manual (9urrent edition*
Darurat Medi9ine Manual (to #e announ9ed*
134
6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r. 4
t-
ed 2++!
6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
Manual of Anaest-esia) 6>. 5ee 2++!
13
MODUL ; : ANESTESIA UMUM
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 1*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
2 B 1 .am -classroom session*
3 B 2 -coaching session*
4 pekan (facilitation 8 assessment*
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid.
(" 56D Proektor dan laar
)" 5aptop
*" "HP
+" Flipchart
!," Pemutar video
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
. 0uang #ela.ar
!. 0uang pemeriksaan
$. 0uang "perasi
Kasus @ pasien di kamar operasi
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
13!
!. Morgan ;=) Mik-ail M/) Murra4 M2. Clinical Anaesthesiolog) 4t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
$. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. Clinical Anaesthesia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
TU&UAN UMUM
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu mem#erikan anestesia umum
intra3ena) in-alasi) intramuskular #aik nafas spontan atau kendali) diintu#asi atau
dengan 5MA pada pasien dengan status fisis A/A I8II.
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kompetensi dalam rana-8rana-
#erikut ini @
Iognitif
1. Mema-ami 9ara ker.a alat pemantauan) mesin anestesia dan o#at8o#atan apa
4ang perlu disediakan di kamar operasi.
2. Mengeta-ui mekanisme ter.adin4a anestesia umum
3. Mengeta-ui 9ara pem#erian dan o#at 4ang dipakai untuk induksi anestesia
umum
4. Mengeta-ui komplikasi 4ang sering ter.adi selama anestesia@ o#struksi .alan
nafas) -ipoksemia) -iperkar#ia) -ipotensi) -ipertensi.
. Mengeta-ui farmakokinetik dan farmakodinamik o#at anestetik intra 3ena dan
anestetik in-alasi.
!. Mengeta-ui tentang keseim#angananestesia umum intra3ena)
keseim#angananestesia umum in-alasi.
$. Mema-ami indikasi dan 9ara mem#erikan anestesia dengan sungkup) 5MA)
endotrakeal.
%. Mema-ami indikasi dan komplikasi intu#asi untuk keperluan anestesia umum.
'. Mema-ami kapan dilakukan ekstu#asi serta komplikasi ekstu#asi.
Psikomotor
1. Mampu melakukan pem#e#asan .alan nafas tanpa alat (manu3er tripel*) dengan
"PA) 5MA) dan intu#asi.
2. Mampu melakukan induksi intra3ena dan induksi in-alasi dengan tepat.
3. Mampu menilai dan mengatasi komplikasi aki#at induksi intra3ena) induksi
in-alasi seperti o#struksi .alan nafas) -ipoksemia) -iperkar#ia) -ipotensi)
13$
-ipertensi.
4. Mampu mengeta-ui stadium anestesia.
. Mampu melakukan ekstu#asi.
!. Mampu mengatasi komplikasi aki#at ekstu#asi.
Iomunikasi
1. ,erkomunikasi dengan a-li #eda- #ila ter.adi komplikasi 4ang memerlukan
tindakan pem#eda-an .
Profesionalisme
1. Mampu mengenali dan mema-ami urgensi dari komplikasi anestesia umum.
2. Mampu mem#erikan anestesia umum selan9ar mungkin (smooth induction and
rumatan of anesthesia*.
KEDNOTES:
1. Mema-ami 9ara ker.a mesin anestesia
2. Mema-ami 9ara memasang alat monitor.
3. Mengeta-ui dengan pasti indikasi anestesia umum
4. Mengeta-ui dengan pasti teknik induksi anestesia
. Mengeta-ui dengan pasti 9ara pemeli-araan anestesia
!. Mengeta-ui dengan pasti dan mampu mengatasi #ila ter.adi komplikasi saat
induksi) rumatan dan saat emergens.
$. Mengeta-ui farmakokinetik dan farmakodinamik o#at anestetik intra3ena dan
anestetik in-alasi
%. Mengeta-ui farmakokinetik dan farmakodinamik analgetik opioid) o#at
pelumpu- otot
'. Mengeta-ui farmakokinetik dan farmakodinamik antidotum narkotik dan
pelumpu- otot.
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat mem#erikan anestesia umum dengan aman diperlukan pengeta-uan dan
keterampilan dalam mekanisme ker.a alat pemantauan) 9ara ker.a mesin anestesia
dan o#at8o#atan apa 4ang perlu disediakan di kamar operasi) mekanisme ter.adin4a
anestesia umum) 9ara pem#erian dan o#at induksi anestesia umum) komplikasi 4ang
sering ter.adi selama anestesia (o#struksi .alan nafas) -ipoksemia) -iperkar#ia)
-ipotensi) -ipertensi*) farmakokinetik dan farmakodinamik o#at anestetik intra 3ena
dan anestetik in-alasi) keseim#angananestesia umum intra3ena)
keseim#angananestesia umum in-alasi) indikasi dan 9ara anestesia dengan sungkup)
5MA) endotrakeal. Mema-ami indikasi dan komplikasi intu#asi unuk keperluan
anestesia umum) kapan dilakukan ekstu#asi serta komplikasi ekstu#asi) melakukan
13%
pem#e#asan .alan nafas tanpa alat (manu3er tripel*) dengan "PA) 5MA) dan
intu#asi) melakukan induksi intra3ena dan induksi in-alasi dengan tepat) mampu
mengatasi komplikasi aki#at ekstu#asi.
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu mem#erikan anestesia umum
in-alasi dan intra3ena pada pasien dengan status fisis A/A I8II.
METODE PEMBELA&ARAN
Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
&" ,a-an a9uan -references0
'" Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
(" Ilmu klinis dasar
TuCuan 1: mampu mem#erikan anestesia umum in-alasi.
Metode pem#ela.aran
!" Diskusi kelompok kecil
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
TuCuan 2: mampu mem#erikan anestesia umum intra3ena.
Metode pem#ela.aran
!" Diskusi kelompok kecil
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
MEDIA
!" Papan tulis
13'
#" Komputer
%" 56D dan slide pro$ector
&" Pasien di kamar #eda- .
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
!" 9irtual patients
#" 7eading assigment
%" Audiovisual
&" Perpustakaan) internet) skill lab
E%ALUASI
!" Kognitif @
2/4 -23tended /edical 4uestion0
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers>raters
@1C2 -@b$ective 1tructure Clinical 23amination0
/inicheck
#" 1kill>psikomotor .
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers
@1C2
/inicheck
%" Communication and Interpersonal 1kills
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>rater
&" Profesionalisme
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>rater
14+
Pre<tes
1+. 2elaskan tentang alat pantau dan o#at8o#atan apa 4ang diperlukan di kamar
operasi.
11. ,agaimana 9ara melakukan induksi in-alasi dan induksi intra3enaK
12. 2elaskan tentang komplikasi 4ang sering saat induksi anestesia dan saat
ekstu#asi dan 9ara mengatasin4aX
13. 2elaskan tentang indikasi anestesia umum.
14. 2elaskan tentang indikasi intu#asi dan teknikn4a untuk keperluan anestesia
umum.
1. 2elaskan tentang am#ilan dan distri#usi anestetik in-alasi.
1!. 2elaskan tentang MA6) MA6 =I) MA6 ,A0) MA6 sadardan keadaan apa
sa.a 4ang mempengaru-in4a.
1$. 2elaskan pasien efek o#at anestetik in-alasi -alotan) enfluran) isofluran)
se3ofluran) desfluran ter-adap organ tu#u-.
1%. 2elaskan tentang efek o#at anestetik intra3ena propofol) tiopental) ketamin)
etomidat terdap organ tu#u-.
,entuk pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan
(semester*.
,entuk u.ian @
8 &.ian ak-ir rotasi (pos8tes tulis dan u.ian pasien*
8 &.ian ak-ir profesi (lisanAu.ian nasional*
,isa dalam #entuk @
!" Iognitif
a" =MH (23tended /edical 4uestion*
b" /ultiple observation and assessments
c" /ultiple observers
d" "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
e" /inicheck
#" 1kill>psikomotor
a" /ultiple observation and assessments
b" /ultiple observers
c" "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
d" /inicheck
%" Affective . Profesionalisme5 Communication and Interpersonal 1kills
a" /ultiple observation and assessments
b" /ultiple observers
141
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
1 Pemasangan monitor
2 Pemasangan .alur 3ena.
3. Melakukan induksi intra3ena
4 Melakukan induksi in-alasi
Menilai dan mengatasi komplikasi o#struksi .alan nafas
-ipoksemia) -iperkar#ia) -ipotensi) -ipertensi.
! Melakukan 3entilasi dengan sungkup
$ Melakukan pemasangan "PA
% Malakukan pemasangan 5MA dan memeriksa
ketepatan posisin4a.
' Melakukan intu#asi dan memeriksa ketepatan posisin4a
1+ Melakukan 3entilasi mekanis manual
11 Melakukan 3entilasi mekanis dengan 3entilator mesin
anestesia.
12 Melakukan penga-iran anestesia
13 Melakukan ekstu#asi
14 Melakukan penatalaksanaan pasien pas9aekstu#asi
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
142
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
143
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
144
MATERI A>UAN
I- Peda,ulua
Anestesia adala- -ilangn4a sensasi sakit. Pada anestesia umum -ilangn4a rasa
n4eri ter.adi pada seluru- tu#u- disertai -ilangn4a kesadaran 4ang #ersifat re3ersi#el.
Anestesia di#agi men.adi dua golongan #esar) 4aitu anestesia umum dan analgesia lokal.
Pada analgesia lokal -ilangn4a rasa n4eri -an4a pada se#agian tu#u- dan tidak disertai
-ilangn4a kesadaran.
Anestesia umum dapat di#erikan se9ara in-alasi) intra3ena) intramuskular)
su#kutan) per8oral) per8rektal. Analgesia lokal dapat di#erikan se9ara topikal) infiltrasi)
field block) #lok saraf tepi) intra3ena (Biers techniFue*) 9adual) epidural dan spinal
analgesia.
"#at anestetik in-alasi dapat #er#entuk gas misaln4a N(") siklopropan dan
etilen. >ang #er#entuk 9air melalui alat penguap akan diu#a- men.adi gas. "#at
anestetik in-alasi 4ang #er#entuk 9air di#agi men.adi dua golongan #esar) 4aitu
golongan -alogen -idrokar#on misaln4a -alotan dan -alogen eter 4ang 9onto-n4a
adala- eter) enfluran) isofluran) desfluran) dan se3ofluran. Teknik anestesia umum
in-alasi #isa dilakukan dengan nafas spontan dengan sungkup muka) nafas spontan
diintu#asi) nafas spontan dengan 5M) nafas spontan dengan 6"PA (Iafed @rofaringeal
Calan nafas* atau nafas kendali diintu#asi.
"#at anestetik intra3ena antara lain @ tiopental) propofol) ketamin) etomidat)
mida?olam) dia?epam) dan se#again4a. "#at anestetik 4ang dapat di#erikan se9ara
intramuskular adala- ketamin) dia?epam) mida?olam. >ang dapat di#erikan per8rektal
adala- eter oil) ketamin) tiopental.
Anestesia umum didefinisikan se#agai -ilangn4a rasa n4eri diseluru- tu#u- 4ang
disertai -ilangn4a kesadaran 4ang re3ersi#el aki#at pem#erian o#at anestetik. Pada
anestesia umum ada penekanan /usunan /araf Pusat (//P* 4ang menurun se9ara
ireguler. Anestesia umum dapat didefinisikan le#i- .au- se#agai suatu keadaan 4ang
mana sistem fisiologi tertentu dari tu#u- di #a1a- kendali pengaturan luar ole- o#at8
o#at anestetik. &rut8urutan //P 4ang terdepresi selama anestesia umum adala- 9orteks
dan pusat psikis) #asal ganglia dan sere#elum) medula spinalis dan terak-ir medula
o#longata
Anestesia umum dapat di#erikan se9ara in-alasi) intra3ena) intra muskular) per oral
dan per8rektal. >ang paling sering dipakai adala- pem#erian se9ara in-alasi dan
intra3ena. Agak .arang 4ang di#erikan se9ara intramuskular dan le#i- .arang lagi 4ang
14
di#erikan se9ara per8rektal atau per8oral.
"#at anestetik 4ang di#erikan se9ara in-alasi adala- eter) -alotan) enfluran)
isofluran) se3ofluran dan desfluran. >ang dapat di#erikan se9ara intra3ena adala-
tiopental) ketamin) propofol) etomidat) dia?epam) mida?olam. >ang di#erikan se9ara
intramuskular adala- ketamin. 6onto- 4ang dapat di#erikan per rektal adala- dia?epam)
eter oil. >ang dapat di#erikan se9ara oral adala- ketamin dan mida?olam.
Dengan ditemukann4a o#at8o#at anestetik 4ang #aru maka definisi anestesia
umum tidak seseder-ana se#agai suatu Wdepresi //P 4ang menurunP. Kemampuan untuk
mem#erikan keadaan tidur terpisa- dari keadaan analgesia dan relaksasai otot
men4e#a#kan dikenaln4a keadaan 4ang dise#ut anestesia seim#ang (balans anesthesia*
4aitu masing8masing o#at untuk setiap komponen anestesia umum.
Kom!oe Aestesia Umum
Pada anestesia umum terdapat trias anestesia 4aitu -ipnotik (-ilang kesadaran*)
analgetik dan relaksasi. Hipnotik dapat dilakukan dengan -am#atan mental) analgetik
dapat dilakukan dengan -am#atan sensori dan relaksasi dengan -am#atan refleks dan
-am#atan motorik.
Analgesia .
Ter.adi -am#atan sensori) di sini rangsangan n4eri di-am#at se9ara sentral
se-ingga tidak dapat diartikan di korteks sere#ri. Analgesia #isa ter.adi dalam #er#agai
tingkatan dimulai dengan light analgesia (stadium I* sampai true analgesia di mana
semua sensasi -ilang.
7elaksasi.
,isa ter.adi karena adan4a -am#atan motorik dan -am#atan refleks. Pada
-am#atan motorik ter.adi depresi area motorik di otak dan -am#atan impuls efferent)
se-ingga ter.adi relaksasi otot skelet. =fek depresi motorik ini #ergantung pada ke
dalaman anestesia) di mana otot pernafasan A diafragma 4ang paling ak-ir ditekan.
Pada -am#atan refleks) ter.adi penekanan refleks misaln4a ada sistem respirasi untuk
men9ega- #rokospasme) laringospasme) pem#entukan mukus. Pada sirkulasi untuk
men9ega- ter.adin4a aritmia dan pada gastrointestinal untuk men9ega- mual) munta-.
6ipnotik:
Ter.adi -am#atan mental. Ada #e#erapa tingkatan dimulai dari tenang) sedasi)
light sleep atau -ipnosis) deep sleep atau narkosis) complete anaesthesia) dan terak-ir
14!
ter.adi depresi medula o#longata.
Idikasi aestesia umum adala, :
1. Bai dan anak8anak.
2. "perasi 4ang luas.
3. Pasien dengan kelainan mental.
4. ,ila pasien menolak analgesia lokal.
. "perasi 4ang lama.
!. "perasi di mana dengan analgesia lokal tidak praktis dan tidak menguntungkan.
$. Pasien dalam terapi antikoagulan.
%. Pasien 4ang alergi ter-adap o#at analgetik lokal.
Pada anestesia umum ter.adi trias anestesia) 4aitu @ 8 -ipnotik (tidur*
8 analgetik (-ilangn4a rasa n4eri*
8 relaksasi
Pada anestesia umum in-alasi atau intra3ena) trias anestesia dapat diperole- dengan
dosis #esar satu ma9am o#at anestetik in-alasi atau intra3ena) tetapi akan disertai adan4a
efek samping. Misaln4a dengan pentot-al sa.a atau dengan -alotan sa.a.
&ntuk men9ega- adan4a efek samping terse#ut) maka anestesia umum dilakukan dengan
konsep anestesia seim#ang di mana pasien di#erikan o#at untuk setiap komponen
anestesia) 4aitu -ipnotik) analgetik dan relaksasi.
>oto, o+at aestetik seim+a"
Anestesia in-alasi Anestesia intra3ena
Hipnotik N2") -alotan) enfluran) isofluran)
se3ofluran.
Tiopental) Propofol)
Dia?epam) Mida?olam)
Ketamin.
Analgetik Narkotik analgetik (Petidin) Morfin)
:entanil) /ufentanil) Alfentanil*.
Narkotik analgetik.
0elaksasi /emua o#at pelumpu- otot
(/uksinilkolin) 0okuronium)
/emua o#at pelumpu- otot.
14$
Dekuronium) Atrakurium*
&ntuk ter.adin4a trias ini) maka pada anestesia umum in-alasi ter.adi #lok sensori) #lok
motorik) #lok refleks dan #lok mental.
Blok sensori.
0angsangan pada organ ak-ir di#lok se9ara sentral dan rangsangan tidak masuk ke
dalam korteks
tingkatan #er3ariasi) dari stadium I sampai dengan stadium III di mana semua
sensasi -ilang
4ang ditekan adala- korteks) -ipotalamus) su#kortikal talamik nuklei) semua sel
sensori kranial.
Blok motorik
>ang ditekan adala- premotor dan motor korteks su#korti9al dan
ekstrapiramidall. >ang terak-ir dipengaru-i adala- otot pernafasan. Mula8mula pada otot
interkostal #a1a-) lalu otot interkostal atas) dan kemudian otot diafragma.
Blok refleks.
0efleks 4ang tidak men4enangkan -arus di#lok) misaln4a pada sistem respirasi
adala- pem#entukan mukus) spasme laring) spasme #ronkus. Pada sistem kardio3askular
adan4a aritmia) dan pada sistem gastrointestinal adan4a sali3asi dan munta-.
Blok mental .
&ntuk men9apai tidur ada #e#erapa ta-apan @
1. Tenang.
2. /edasi (ngantuk*.
3. Hipnosis (light sleep*.
4. Narkosis (deep sleep*.
. Anestesia penu- (complete anesthesia*.
!. Paralisis pada medula (medular paralsis*.
Pada pem#erian anestesia umum in-alasi) urutan #agian //P 4ang terdepresi adala- @
1. Corte3 cerebri dan pusat psikis.
2. ,asal ganglia dan serebelum.
3. Medula spinalis.
4. Medula o#longata.
Teori ter.adin4a anestesia umum #elum .elas #enar se-ingga terdapat #erma9am8ma9am
teori anestesia antara lain @
!" Colloid Bheor -!*)'0"
#" Lipid 1olubilit Bheor -!*++0"
14%
%" 1urface Bension atau Adsorpsion Bheor -!+,&0"
&" Cell Permeabilit Bheor -!+,)0"
'" Biochemical Bheories -!+'#0"
(" ;europhsiologic Bheories -!+'#0"
)" Phsical Bheories -!+(!0"
*" /ultiple /echanistic Bheories -!+()0"
II- Am+ila da Distri+usi
&ntuk pengam#ilan gas anestesia dari paru pen4e#arann4a ke dalam .aringan ada
4 faktor utama) 4aitu @ a. :aktor 0espirasi
#. :aktor /irkulasi
9. :aktor ;as Anestesia
d. :aktor 2aringan
a- Faktor Res!irasi
:aktor Pulmoner @
Ada dua faktor 4ang menentukan ke9epatan ?at anestesia se-ingga kadar ?at
anestesia dalam al3eolus meningkat) 4aitu konsentrasi inspirasi dan 3entilasi al3eolus.
Kedua faktor ini dise#ut concentrasion effect.
Ionsentrasi Inspirasi .
/emakin tinggi konsentrasi gas inspirasi) akan men4e#a#kan peninggian 4ang
le#i- 9epat dari konsentrasi al3eolar.
1econd ?as 2ffect .
2ika gas kedua di#erikan #ersama) misaln4a pada N("A"( di#erikan -alotan)
maka peninggian -alotan di al3eolus akan le#i- 9epat. Hal ini ter.adi karena 9epatn4a
N(" masuk ke dalam tu#u- melalui paru) maka unsur lainn4a 4ang ada dalam udara
inspirasi termasuk gas dan uap anestesia lainn4a akan ikut masuk dengan 9epat.
2fek 9entilasi .
2ika 3entilasi le#i- #esar) maka konsentrasi gas al3eolar akan le#i- 9epat
meningkat.
+- Faktor Sirkulasi
14'
Fase 1irkulasi .
,ergantung pada koefisien partisi (kelarutan*) 9ura- .antung dan per#edaan
tekanan gas pada al3eolus dan 3ena.
Ielarutan .
Kelarutan suatu gas selalu konstan. Istila- kelarutan adala- partition coefficient
(p.9.*) misaln4a blood>gas p.9.) tissue>gas p.9.) oil>gas p.9. 6onto- @ blood>gas p.9. Q
2) artin4a 3olume gas pada tekanan parsial gas 4ang sama di kedua fase
per#andingann4a adala- 2@1.
Pada tekanan parsial 4ang sama) 3olume gas anestesia dalam al3eolus adala- 1 3olF.
/edangkan pada dara- adala- 2 3olF. Partition coefficient blood>gas adala- 2A1 Q2.
Ta+le : )artition coe##icients o# uap anest"etics at 2:
o
>
Agent Blood>?as Brain>Blood /uscle>Blood Fat>Blood
N2"
Halotan
Metoksifluran
=nflurae
Isofluran
Desfluran
/e3ofluran
+.4$
2.4+
12.++
1.'+
1.4+
+.42
+.'
1.1
2.'
2.+
1.
2.!
1.3
1.$
1.2
3.
1.3
1.$
4.+
2.+
3.1
2.3
!+
4'
3!
4
2$
4%
Curah $antung .
Dara- mem#a1a gas dari paru) maka #ila 9ura- .antung meningkat) am#ilan .uga
meningkat. Pada keadaan 9ura- .antung 4ang menurun ter.adi penurunan gradien
tekanan gas dalam al3eolus dengan tekanan gas dalam 3ena dan makin renda-n4a
kelarutan gas anestesia) maka pengeluaran ?at anestesia akan menurun.
Perbedaan tekanan parsial gas dalam alveolus dan vena .
8."#at anestetik in-alasi menim#ulkan kedalaman anestesia #ergantung pada
tekanan parsial gas di otak.
8.,ila tekanan parsial gas le#i- tinggi di dara- daripada di otak) gas akan pinda-
dari dara- ke otak. Demikian pula se#alikn4a.
8.Tekanan parsial gas di otak selalu men9o#a ekuili#rium dengan tekanan gas di
dalam dara-.
1+
5- Faktor Gas Aestesia
/inimal Alveolar Concentrasion (MA6* .
Dosis o#at pada umumn4a ditentukan ole- #erat #adan. Misaln4a @ mgAkg,, atau
m9gAkg,,) tetapi dosis o#at anestetik in-alasi ditentukan ole- MA6.
Ada #e#erapa istila- 4ang -arus difa-ami @
MA64=) atau le#i- sering dise#ut MA6 sa.a) adala- konsentrasi minimal gas anestesia
di dalam al3eolus pada tekanan 1 atmosfir di mana +F penderita tidak #ergerak #ila
di#erikan no3ious rangsangan. Ada istila- lain) 4aitu MA6<4) MA6EI'>) MA6EID')
MA6BAR'>) MA6BARD') dan MA6ACAKE.
' artin4a 'F penderita. =I adala- singkatan dari 2ndotrakeal Intubation) dan ,A0
adala- singkatan dari blockade adreno receptor.
MA6<4 adala- konsentrasi minimal gas anestesia di dalam al3eolus pada tekanan 1
atmosfir di mana 'F penderita tidak #ergerak #ila di#erikan no3ious rangsangan.
MA6EI'> adala- konsentrasi minimal gas anestesia di dalam al3eolus pada tekanan 1
atmosfir di mana +F penderita tidak #ergerak #ila dilakukan laringoskopi dan
intu#asi endotrakeal.
MA6EID' adala- konsentrasi minimal gas anestesia di dalam al3eolus pada tekanan 1
atmosfir di mana 'F penderita tidak #ergerak #ila dilakukan laringoskopi dan
intu#asi endotrakeal.
MA6BAR'> adala- konsentrasi minimal gas anestesia di dalam al3eolus pada tekanan 1
atmosfir di mana +F penderita tidak mem#erikan respons adrenergik #ila di#erikan
no3ious rangsangan.
MA6BARD' adala- konsentrasi minimal gas anestesia di dalam al3eolus pada tekanan 1
atmosfir di mana 'F penderita tidak mem#erikan respons adrenergik #ila di#erikan
no3ious rangsangan.
MA6 SADAR(MA6ACAKE'>* adala- konsentrasi minimal gas anestesia di dalam al3eolus
pada tekanan 1 atmosfir di mana +F penderita mem#uka mata #ila dipanggil.
Di #a1a- ini dapat kita li-at per#edaan MA6 o#at anestetik in-alasi.
!AC Compare/ 7it" Anest"etic Concentrasion
Agent /AC Induction 7umatan Concentrasion
11
Concentrasion -9olH0 -9olH0
/etho3flurane
6alotan
Isofluran
2nflurane
2ter
Cclopropane
;itrous o3ide
+.1!
+.$!
1.12
1.!%
1.'2
'.2
1+.+
&p to 3
284
284
28
1+83+
2+8+
&p to %+
+.281.+
+.82.+
1.+83.+
1.83.+
481
1+82+
&p to %+
Concentrasion o# "alotan an/ en#lurane reEuire/ to pre+ent responsses to certain
stimuly <comparison o# !AC, !ACE: an/ !ACAR@.
6alotan 2nflurane
MA64= 1.+ MA6 (+.$4 +.+3F* 1.+ MA6 (1.!% +.+4F*
MA6EI'> 1.3 MA6 1.4 MA6
MA6BAR'> 1. MA6 1.! MA6
MA6<4 1.2 MA6 1.1 MA6
MA6EID' 1.$ MA6 1.' MA6
MA6BARD' 2.1 MA6 2.! MA6
Bhese values have been age<ad$usted"
/AC2I M Concentrtation of uap agent permiting laringoscop and
intubation without untoward movement"
/ACBA7 M Concentrasion of uap agent reFuired to block adrenergic
responsse to skin incision"
', and +' M Percentages of individuals in whom above responsses are blocked
at concentrasions stated"
12
Nilai MA6 tidak selalu konstan) tetapi #eru#a-8u#a- #ergantung pada #e#erapa
keadaan seperti 4ang tertera pada ta#el di #a1a- ini.
Factors :n#luencin$ or Not :n#luencin$ Anest"etic ReEuirements <!AC@
!AC 2ecrease/ !AC Fnc"an$e/ !AC :ncrease/
Increasing Age
C;1 depressants
Alcohol -acute intake0
Barbiturates
BenAodiaAepines
Bromide ion
Lidokain
-sistemati
call0
;arcotic analgetics
;itrous o3ide and other
anesthetic
s
PhenothiaAines -with
sedative
actions0
<+<
tetrahdr
ocannabi
nol
Drugs decreasing C;1
catecholamines -e"g"5
reserpine5 <
methldopa0
pankuronium
Durasion of anesthesia
Circardian rhthm
?ender
1pecies
6pertension
Propanolol
6perkalemia
6pocarbia
/etabolic acidosis or
alkalosis
Alcoholism -chronic abuse0
Drugs increasing C;1
catecholamine
s
Cocaine
De3troamphetamine
2phedrine
6pernatremia and other
factors increasing brain
sodium
6perthermia N&#
o
C
6percarbia -PaC@2 N +'
torr5 C1F p6
O )"!0
6ipoksia -Pa@2 O %* torr0
Anemia -Arterial @2 content
O &"% ml>dl0
13
Iolinesterase inhibitors
Pregnanc
6percalcemia
6potension
6pothermia
d- Faktor &ari"a
2aringan di#agi atas 4 kelompok @
a. Kelompok .aringan ka4a pem#ulu- dara- @
otak) .antung) -epar) gin.al dan kelen.ar endokrin.
"rgan8organ ini #eratn4a H $F,,) tetapi menerima $F 9ura- .antung. 2aringan
ini menerima ?at anestesia dalam .umla- #an4ak se.ak a1al induksi.
#. Kelompok intermediat (menenga-* @
otot) skelet) dan kulit. Perfusi .aringan renda- ( H 3ml dara-A1++mg
.aringanAmenit*.
9. 5emak merupakan depo 4ang efektif untuk penim#unan ?at anestesia. <alaupun
perfusin4a le#i- renda- dari kelompok otot) tetapi mempun4ai kemampuan #esar
dalam pengam#ilan ?at anestesia. Hal ini dapat melam#atkan induksi maupun
pemuli-an pada pasien 4ang gemuk.
d. Kelompok .aringan sedikit pem#ulu- dara- @
ligamen dan tendo. 2aringan ini -ampir tidak mengam#il ?at anestesia.
Pada pasien 4ang gemuk (o#esitas* #isa ter.adi reanestesia karena #an4akn4a o#at
anestetik pada .aringan lemak (terutama 4ang larut dalam lemak*.
III- Iduksi Aestesia
Induksi adala- untuk meng-antarkan penderita ke stadium operasi. &ntuk
melakukan induksi dapat dilakukan dengan o#at anestetik intra3ena) intramuskular) atau
langsung dengan o#at anestetik in-alasi. ,ila dilakukan dengan anestesia in-alasi
#ergantung pada .enis o#at anestetik in-alasi 4ang di#erikan) maka teknik induksin4a
akan #er#eda.
14
,ila penderita tidak sadar) maka pro#lema utama adala- .alan nafas) karena dapat
ter.adi sum#atan .alan nafas 4ang #isa parsial atau total. Tanda8tanda sum#atan parsial
adala- adan4a dengkuran (snoring*) keadaan ter9ekik (crowing*) #un4i kumur8kumur
(gargling*) atau wheeAing) adan4a retraksi dada dan sianosis. ,un4i itu #ergantung pada
lokasi sum#atann4a) misaln4a snoring adala- aki#at pangkal lida- .atu- ke #elakang)
crowing adala- sum#atan pada daera- laring) dan wheAing adala- sum#atan pada
#ronkus. Pada sum#atan total tidak terdengar atau terasa aliran udara dari mulut A
-idung) adan4a retraksi suprakla3ikular) retraksi interkostal) dada tidak mengem#ang
#ila dilakukan 3entilasi A inflasi paru) dan .uga sianosis.
Pro#lema lain selama induksi anestesia adala- sungkup muka (face mask* 4ang
tidak rapat (misaln4a karena -idung terlalu man9ung) pasien ompong) atau .enggotn4a
sangat le#at*) depresi nafas) #atuk) spasme laring) adan4a mukus dan sali3a) atau .uga
munta-. /emuan4a -arus segera ditanggulangi. 6ara penanggulangann4a adala- dengan
mem#e#askan .alan nafas) misaln4a dengan Manu3er tripel /afar (ekstensi kepala) tarik
angulus mandi#ula) #uka mulut*) pengisapan lendir A sali3a A munta-an) pasang pipa
orofaring (mao*) intu#asi endotrakeal) #a-kan kalau tetap tidak #isa mem#e#askan
.alan nafas) #isa dilakukan krikotirotomi atau trakeostomi
I%- Stadium Aestesia
&ntuk menentukan kapan penderita #isa dioperasi) kita -arus mengeta-ui
stadium anestesia.
Apa#ila menggunakan anestesia seim#ang dengan N("A"( disertai -alotan) enfluran)
isofluran) atau se3ofluran serta narkotik se#agai analgetik) maka stadium anestesia
-an4ala- #erdasarkan skoring klinis 4ang dise#ut P0/T /6"0IN;.
P0/T adala- singkatan P Q Pressure -sstolic arterial pressure* 0 Q 0ate (H0* / Q
1weat5 T Q Bears atau Lacrimation"
)RST Scorin$ :n/e4es
Inde3 Condition 1kor
1stolic Arterial Pressure -mm6g0 Less than control P !'
Less than control P %,
/ore than control P %,
+
1
2
67 -beats>minute0 Less than control P !' +
1
Less than control P %,
/ore than control P %,
1
2
1weat ;il
1kin moist to touch
9isible beads of sweat
+
1
2
Bears or Lacrimation ;o e3cess tears when eelids open
23cess tears visible when eelids
open
Bear overflow from closed eelids
+
1
2
1kor #<& . Adekuate Anesthetic.
%- Tekik Aestesia Umum I,alasi
!" @pen drop
#" Insuflasi
%" Are B 1istem
&" /istem dengan 3al3e non<rebreathing
'" Teknik semi closed
(" Closed sistem
%I- O+at aestetik I,alasi
/uatu anestetik in-alasi dise#ut ideal #ila memenu-i pers4aratan se#agai #erikut@
#aun4a men4enangkan dan tidak mengiritasi .alan nafas) kelarutan renda-) tidak toksik
pada organ) efek samping kardio3askular dan respirasi minimal) efek pada //P
re3ersi#el tanpa efek stimulan) efektif pada oksigen konsentrasi tinggi) dapat digunakan
dengan 3apori?er standard.
;itrous @3ide M ;2@ .
Pertama kali di#uat ole- Priestle pada ta-un 1$$!E #er#entuk gas) tidak
#er1arna) dan tidak merangsang. /en4a1a ini 1) kali le#i- #erat dari udaraE merupakan
o#at anestetik lema-. Pemakaiann4a -arus selalu di9ampur dengan oksigen 1++F untuk
men9ega- -ipoksiaE induksi8dan8pemuli-an 9epat) serta tidak men4e#a#kan iritasiE
analgesia kuat tetapi #isa men4e#a#kan mual8munta-E tidak ada relaksasi otot. ,isa
men4e#a#kan ter.adin4a agranulositosis) displasia sumsum tulang) maupun teratogenik
1!
#ila dipakai dalam .angka 1aktu lama. Maka dari itu -ati8-ati #ila operasi le#i- dari $
.am.
6alotan.
Halotan di#uat pertama kali ole- C"=" 1uckling di ta-un 1'1E merupakan ?at
anestesia 4ang sangat poten dan tidak #er1arnaE dapat meningkatkan tekanan intra
kranial serta dapat men4e#a#kan relaksasi uterus. Halotan dapat menim#ulkan
ter.adin4a -alotan -epatitis) terutama #ila o#at ini di#erikan dalam .angka 1aktu pendek
(pem#erian #erkali8kali dalam .angka 1aktu pendek*. Induksi dan pemuli-an 9epatE
tidak men4e#a#kan iritasiE tidak mengaki#atkan mual) dan #erefek #ronodilator.
Menekan .antungE men4e#a#kan 3asodilatasi) aritmia) mengiritasi miokard #ila ada
epineprin. "#at ini dimeta#olisme di -epar se#an4ak 2+84F. Hasil meta#olismen4a
#erupa ,r8) :8) 6l8) asam trifluorasetat) gas klorodifluoroetilen serta klorotrifluoroetilen.
2nfluran > 2tran .
Di#uat pertama kali ole- Berrel pada ta-un 1'!3E merupakan o#at anestetik
poten. Dapat menim#ulkan eksitasi //P terutama #ila ada -ipokapnia. Induksi dan
pemuli-an 9epat. Tidak menim#ulkan -ipersekresiE #ersifat #ronkodilator) non8emetik)
compatible dengan epineprinE men4e#a#kan penurunan tekanan dara- aki#at depresi
miokard dan 3asodilatasi periferE dimeta#olisme se#an4ak 2)4F) dan %+F dikeluarkan
dalam #entuk utu- melalui paru.
Isofluran .
Isofluran suatu o#at anestetik uap 4ang induksin4a 9epat dan pemuli-ann4a
9epat) tidak iritasi dan tidak menim#ulkan sekresi. /eperti -aln4a -alotan dan enfluran)
Isofluran #erefek #ronkodilator) tidak menim#ulkan mual8munta-) dan #ersifat
kompati#el dengan epineprin. =fek penurunan tekanan dara- sama #esarn4a dengan
-alotan) -an4a #er#eda dalam mekanisme ker.an4a. Halotan menurunkan tekanan dara-)
terutama dengan menekan miokardium dan sedikit 3asodilatasi. =trane menurunkan
tekanan dara- dengan menekan miokardium dan 3asodilatasi perifer. Isofluran
menurunkan tekanan dara- terutama dengan 3asodilatasi perifer dan -ampir tidak
menekan miokardium.
1evofluran
/e3ofluran adala- suatu o#at anestetik umum in-alasi deri3at eter dengan
kelarutan dalam dara- 4ang le#i- renda- dari -alotan) enfluran dan isofluran.
0enda-n4a kelarutan serta tidak adan4a #au 4ang men4engat men4e#a#kan induksi
in-alasi #er.alan dengan 9epat dan mulus) .uga kelarutan dalam dara- 4ang renda-
1$
men4e#a#kan pemuli-an #er.alan dengan 9epat. Di#andingkan dengan Desfluran)
/e3ofluran mempun4ai MA6 4ang le#i- renda- (2)+*. Desfluran mempun4ai
kelarutan 4ang le#i- renda-) akan tetapi) iritasi .alan nafas le#i- #esar dengan
Desfluran) maka o#at anestetik in-alasi 4ang paling 9o9ok untuk teknik DIMA adala-
/e3ofluran.
Tidak ada iritasi saluran nafas) se-ingga induksi #er.alan lan9ar. Ke.adian
iritasi saluran nafas serta kelarutan le#i- renda- daripada -alotan) se-ingga induksi
in-alasi (#aik untuk pediatri atau de1asa* akan le#i- 9epat dengan se3ofluran
daripada dengan -alotan. Pada induksi in-alasi ke.adian #atuk) mena-an nafas)
spasme laring) eksitasi le#i- renda- daripada -alotan) se-ingga DIMA dengan
/e3ofluran akan le#i- men4enangkan daripada dengan -alotan.
,angun dari anestesia) pemuli-an fungsi psikomotor) kognitif) orientasi le#i-
9epat dengan se3ofluran daripada dengan -alotan.
/e3ofluran menekan //P) kardio3askular dan respirasi paralel dengan isofluran.
/e3ofluran didegradasi ole- soda lime mem#entuk suatu -aloalken 4ang #ersifat toksik
pada gin.al tikus) tetapi efek terse#ut tidak terli-at pada manusia.
Aman digunakan untuk operasi #eda- saraf) pasien dengan kelainan sere#ral)
#eda- Caesar) 6A,;) pasien dengan risiko miokardial iskemia) pen4akit -epar)
pen4akit gin.al.
%II- O+at aestetik Itra0ea
"#at anestetik intra3ena 4ang tersedia adala- Tiopental) Propofol) =tomidat)
Mida?olam) Dia?epam
"#at anestetik intra3ena dise#ut ideal #ila memenu-i pers4aratan larut dalam air) tidak
iritasi pada 3ena) tidak mempun4ai efek anti analgesik) induksi 9epat dan lan9ar) sta#il
kardio3askular pada dosis klinis) dan lama ker.a pendek se-ingga pemuli-an 9epat.
Bhiopentone
Tiopental mempun4ai efek menurunkan tekanan dara-) den4ut .antung dapat menurun
atau meningkat #ergantung pada fungsi .antung) dilatasi perifer) menekan kontraksi
.antung) spasme laring) spasme #ronkus) depresi nafas sampai ter.adi -enti nafas). Dosis
tiopental adala- 48! mgAkg ,,.
Indikasi8kontra relatif tiopental adala- asma #ronkial) pen4akit .antung #erat) pen4akit
gin.al #erat) anemia #erat) -ipotensi dan s4ok.
1%
Ketamin
Ketamin merupakan suatu disso9iati3e anest-eti9 4ang menim#ulkan ter.adin4a delirium
dan -alusinasi. Meningkatkan tekanan dara- sistlik 23F dar nilai a1al) meningkattkan
den4ut .antung) dapat ter.adi aritmia) -ipersekresi.
Dosisn4a 183 mgAkg I.3 atau '811 mgAkg I.m
Indikasi penggunaan ketamin adala- untuk operasi 4ang #erlangsung singkat) akan
tetapi dengan dosis renda- dapat dipakai se#agai analgetik intraoperatif dan pas9a#eda-.
Karena efek pada sistem kardi3askular maka indikasi8kontra penggunaan ketamin
adala- #ila tekanan sistolik I 1!+ mmHg) aritmia) gagal .antung. Karena refleks .alan
nafas masi- diperta-ankan dan .uga menim#ulkan -ipersekresi maka operasi faring dan
laring tanpa dilakukan intu#asi merupakan indikasi8kontra.
Propofol
Merupakan suatu o#at anestetik intra3ena #aru) dengan mula ker.a 4ang #erat) lama
ker.a singkat) akumulasi minimal) pemuli-an 9epat) meta#olisme 9eapat. Tidak ada
komplikasi pada tempat suntikan. Dosisn4a 282. mgAkg ,<.
%III- Pelum!u, Otot
/angat #erguna dalam anestesia umum misaln4a laringoskopi dan intu#asi .adi le#i-
muda- serta meng-indari 9edera) digunakan selama operasi dengan 3entilasi kendali.
Dise#ut Pelumpu- otot 4ang ideal #ila termasuk golongan non depolarisasi) mula
ker.a9epat) mula ker.a singkat) pemuli-an 9epat) potensi tinggi) tidak kumulatif)
meta#olitn4a tidak aktif) tidak ada efek kardio3askular) tidak ada pelepasan -istamin)
dapat dila1am dengan antikolinesterase.
Terminologi dalam pelumpu- otot adala- @
=D + @ dosis 4ang dapat melumpu-kan +F kekuatan otot.
=D '+ @ dosis 4ang dapat melumpu-kan '+F kekuatan otot.
Mula ker.a@ inter3al antara mulai pen4untikan sampai efek maksimal.
"#at pelumpu- otot Nondepolarisasi tidak men4enim#ulkan fasikulasi) efekn4a
1'
menurun dengan o#at antikolinesterase) o#at pelumpu- otot golongan depolarisasi)
penurunan su-u tu#u-) epinefrin) asetilkolin. =fekn4a meningkat dengan o#at pelumpu-
otot non8depolarisasi) anestetik uap.

"#at pelumpu- otot golongan depolarisasi men4e#a#kan faski9ulasi otot. =fekn4a
meningkat dengan antikolinesterase. ) asetilkolin) -ipotermia. =fekn4a menurun dengan
pelumpu- otot non<depolariAing rela3) anestetik in-alasi. Dosis suksinilkolin @ 1 mgAkg
,,

IF- Narkotik Aal"etik
;arcotic analgesiac dise#ut ideal #ila mempun4ai =ide margin of safet 4ang le#ar)
onsetn4a 9epat) lama ker.a singkat) pengendalian analgesia muda-) analgesia kuat) tidak
ada pelepasan -istamin) tidak mempun4ai meta#olit aktif.
"piat dalam anestesia digunakan untuk premedikasi) induksi) anestesia #er#asiskan
narkotik) #agian dalam komponen anestesia seim#ang) ad.u3an dalam analgesia
regional) neurolep anestesia) penanganan n4eri pas9a#eda-.
=fek dari narkotik dapat menim#ulkan
,radikardia aki#at efek 3agotonik sentral dan depresi nodus /A 7 AD .
Depresi nafas @ frekuensi) irama) respons 6"2) 3olume semenit) 3olume tidal
Kekakuan otot
Mual munta- 4ang dise#a#kan rangsangan 6TY) mo#ilitas saluran 9erna)
penurunan mo#ilitas lam#ung) peningkatan 3olume lam#ung.
Lari"osko!i da itu+asi edotrakeal-
1. 5aringoskopi @
Dalam praktek anestesia) laringoskop digunakan untuk meli-at laring dan
struktur disekitarn4a dengan tu.uan utama untuk memasukkan pipa endotrakeal melalui
glotis ke dalam trakea.
5aringoskop #er#entuk -uruf 5) peganggann4a dise#ut ZgagangZ 4ang #erisi #atu #atere
dan 4ang melengkungn4a dise#ut ZdaunZ. Daun ada 4ang lurus) ada .uga 4ang
1!+
melengkung. Pun9ak dari daun) pada saat melakukan laringoskopi) akan men4entu-
epiglotis atau vallecula (sudut 4ang di#entuk ole- lida- dan epiglotis* 4ang se9ara
langsung atau tidak langsung akan menaikkan epiglotis) se-ingga pita suara akan
terli-at.
Teknik melakukan laringoskopi adala- @
8.pengaturan posisi kepala.
8.insersi daun laringoskop.
8.3isualisasi epiglotis.
8.mengangkat epiglotis.
8.meli-at laring dan struktur sekitarn4a.
Posisi kepala @
Kepala digan.al dengan #antal sete#al sm.
Insersi daun .
?agang dipegang tangan kiri) .ari8.ari tangan kanan mem#uka mulut)
masukkan daun laringoskop) lida- didorong ke kiri se-ingga kita meli-at
melalui sisi kanan mulut.
Disualisasi epiglotis @
Daun didorong ke dalam sampai epiglotis terli-at.
Mengangkat epiglotis @
Ada 2 teknik @
a* 6ara pertama. &ntuk daun 4ang lurus) dimasukkan di #a1a-
epiglotis) 4ang #ila u.ungn4a diangkat pita suara akan terli-at.
#* 6ara kedua. &ntuk daun 4ang lengkung u.ung daun diletakkan pada
valekula. Dengan mengangkat dasar lida-) epiglotis .uga akan
terangkat dan glotis akan terli-at.
1!1
,agian superior epiglotis dipersarafi ole- N IB (glosofaringeal* dan #agian inferior
(posterior* ole- N. laringeal. 2adi) dise#a#kan karena #agian inferior epiglotis tidak
disentu- dan tidak dirangsangan) daun 4ang lengkung dapat dipergunakan pada Zlight
anestesiaZ tanpa menim#ulkan spasme laring.
/elama laringoskopi) laringoskop -arus diangkat naik8turun) Can$an digunakan se#agai
pengungkit dengan gigi atas se#agai titik tumpu) karena #isa menim#ulkan pata-n4a
gigi.
Komplikasi selama laringoskopi @
1* dapat ter.adi a#erasi) ro#ekan A luka dari mulut) #i#ir faring) laring dan esofagus)
kerusakan gigi) gusi) ataupun gigi palsu.
2* peru#a-an tekanan dara- dan irama .antung. "ksigensi se#elumn4a) laringoskopi
4ang 9epat dan tidak traumatik akan mengurangi kemungkinan peru#a-an8peru#a-an
itu.
(- itu+asi edotrakeal :
Ada istila- 4ang dise#ut anestesia endotrakeal) artin4a adala- memasukkan gas anestesia
ke dalam trakea melalui pipa 4ang dimasukkan melalui laring (atau trakeostoma* ke
dalam trakea.
Memasukkan pipa terse#ut dapat melalui mulut (orotrakeal*) -idung (nasotrakeal* atau
trakeal stoma.
Indikasi intu#asi endotrakeal adala- @
8.operasi kepala dan le-er) misaln4a kraniotomi) struma.
8.operasi intratorakal.
8.laparotomi.
8.operasi dengan posisi lateral (miring* atau telungkup (tengkurap*.
8.#ila diperkirakan akan sulit mem#e#askan .alan nafas dengan metoda
seder-ana (ekstensi kepala) orofaringeal $alan nafas*.
8.pasien 4ang tidak dipuasakan (lam#ung penu-*.
8.prosedur operasi di mana anestetis -arus .au- dari pasien.
1!2
8.operasi dengan kemungkinan perdara-an 4ang #an4ak.
8.pasien dengan keadaan umum 4ang #uruk.
8.teknik anestesia 4ang k-usus @ anestesia -ipotensi) anestesia -ipotermia.
8.pasien pediatrik.
8.#ila perlu IPP, (Intermitent Positive Pressure Breathing*.
8.non8operatif (resusitasi*.
Keuntungan intu#asi endotrakeal.
8.2alan nafas di.amin lan9ar.
8.dead space anatomi (normal $ml* #erkurang men.adi 2 ml.
8.3entilasi dapat dikendalikan tanpa masukn4a gas ke dalam lam#ung dan usus.
8.risiko aspirasi sekret) dara-) munta-an dapat dikurangi se9ara drastis.
8.3entilasi dapat dikendalikan pada pasien dengan posisi telungkup) miring atau
posisi lain 4ang tidak umum (#ukan posisi terlentang*.
8.respirasi dapat dikendalikan) #ila kita memakai o#at pelumpu- otot.
8.muda- melakukan pengisapan sekret dari paru.
Kerugian intu#asi endotrakeal.
8.dapat meningkatkan resistensi respirasi. /upa4a peningkatan resistensi
minimal) pakaila- pipa se#esar mungkin 4ang #isa masuk ke dalam trakea.
8.trauma pada #i#ir) gigi) tenggorokan) maupun laring 4ang menim#ulkan suara
serak) n4eri) atau .uga sakit saat menelan. ,ila ter.adi a#erasi mukosa) dapat
tim#ul emfisema. ,ila ter.adi perforasi mem#ran dapat ter.adi mediastinitis.
Alat8alat 4ang dipakai @
a@. pipa endotrakeal (=TT * @
8.,a-an dapat di#uat dari karet sintetis) polietilen) atau PD6 (pol43inil 9-loride*.
8.Tipe =TT #isa 4ang non8kingking (spiral* 4ang di#uat dari spiral koil nilon atau
ka1at 4ang ditanam di dalam lateks. >ang king8king tentu tanpa spiral.
8.,entukn4a #isa single lumen atau double lumen.
8.=TT) untuk pasien pediatrik umumn4a tanpa #alon (kaf*. Kaf ini -arus diperiksa
1!3
da-ulu se#elum digunakan) apaka- #o9or atau tidak. /etela- intu#asi) kaf diisi
udara kira8kira 81+ml) tapi -an4a sampai tidak terdengar suara ke#o9oran #ila
di3entilasi.
8.>ang paling umum dan sering digunakan adala- dari #a-an PD6 karena @
QQ.Pipan4a lunak) dengan su-u tu#u- akan men4esuaikan diri dengan
anatomi saluran nafas) se-ingga kurang mengiritasi trakea.
QQ.Ke9enderungan untuk ter.adi kingking le#i- renda- daripada pipa karet.
8.Nomor =TT adala- ukuran diameter interna dalam mm. Misaln4a =TT no.%) artin4a
diameter internaln4a %mm.
0@. /tilet"
/tilet -arus dilu#rikasi se#elum dimasukkan ke dalam =TT. &.ung stilet tidak
#ole- keluar mele1ati u.ung =TT) se#a# ada risiko 9edera pada fosa piriformis)
mem#ran krikotiroid) mem#ran krikofaringeal dengan aki#at ter.adin4a eemfisema
su#kutis) mediastinitis) pneumotoraks.
c@. 2alan nafas orofaringeal @
Pemasangan saat induksi anestesia adala- untuk men9ega- o#struksi .alan nafas aki#at
.atu-n4a pangkal lida- dise#a#kan karena rileksn4a lida- dan .aringan lunak faring.
/etela- dilakukan intu#asi #erguna untuk men9ega- tergigitn4a pipa endotrakeal pada
saat #angun dari anestesia dan memuda-kan pengisapan lendir.
Pemasangan .alan nafas orofaringeal tidak #e#as dari komplikasi @
8.pemasangan 4ang tidak #etul akan mendorong lida- pada -ipofaring se-ingga
ter.adi o#struksi .alan nafas .
8.lepasn4a gigi karena pasien menggigit .alan nafas orofaringeal.
8.#ila terlalu pan.ang) u.ungn4a akan men4entu- epiglotis atau pita suara) se-ingga
#isa ter.adi #atuk8#atuk atau spasme laring.
8. #ila terlalu pan.ang) pada operasi 4ang lama #isa menim#ulkan edema faring) sakit
menelan.
/@. Tampon faringeal
Tampon faringeal dipakai #ila tidak menggunakan =TT dengan kafE dipasang
pada kedua sisi =TT sampai 9ukup men4um#at faring untuk men9ega- ter.adin4a
aspirasi. &.ungn4a -arus keluar dari mulut agar kita tidak lupa mengeluarkann4a
se#elum melakukan ekstu#asi.
1!4
e@. 5u#rikans.
5u#rikans dipakai untuk meli9inkan =TT #ila akan melakukan intu#asi
nasotrakeal) untuk meli9inkan stilet 4ang akan dimasukkan ke dalam =TT atau untuk
meli9inkan pipa nasogastrik atau maag slang (N;T *
f*.Analgesia lokal semprot.
Analgesia lokal semprot digunakan untuk analgesia lokal faring dan laring.
$@. Kateter isap.
Kateter isap -arus disediakan dalam #er#agai ukuran untuk mengisap lendir di
faring) laring) trakea dan #ronkus.
3. Teknik intu#asi endotrakeal.
Trakea #isa diintu#asi melalui mulut) -idung) atau stoma trakeal.
Intu#asi #isa dilakukan dalam anestesia ringan dengan o#at pelumpu- otot atau dalam
keadaan sadar.
/etela- melalui pita suara) kaf diisi dengan udara se9ukupn4a sampai tidak terdengar
ke#o9oran udara saat di3entilasi (tekanan dalam kaf H 2 mmHg*. Kaf terse#ut -arus
ada di se#ela- distal pita suara. ,ila =TT tidak mempun4ai kaf) -arus dimasukkan
sampai 384 sm distal pita suara (pada de1asa*) atau 182 sm distal pita suara (pada anak8
anak*.
Intu#asi nasotrakeal dilakukan #ila ada indikasi se#agai #erikut @
"perasi di daera- rongga mulut.
"perasi maksilofasial
Keadaan8keadaan di mana tidak mungkin dilakukan intu#asi orotrakeal.
Intu#asi nasotrakeal dapat dilakukan dengan #antuan anestesia umum atau analgesia
lokal (awake*.
4. =kstu#asi
=kstu#asi dilakukan #ila operasi tela- selesai) nafas adekuat. Pemakaian pipa
dilakukan saat pasien inspirasi maksimal. Tidak #ole- ada kateter isap dalam pipa saat
penarikan pipa karena akan menurunkan P"( dalam paru8paru. ,ila ekstu#asi dilakukan
pada light anaesthesia #isa ter.adi komplikasi #atuk8#atuk) spasme laring dan spasme
#ronkus.
. Komplikasi intu#asi endotrakeal
1!
Terdapat #erma9am8ma9am komplikasi intu#asi endotrakeal) 4aitu @
a. Trauma selama Intu#asi
pada intu#asi nasotrakeal ter.adi pendara-an dari -idung.
=TT atau stilet dapat menim#ulkan in.uri mukosa mulut) faring atau
laring.
#. intu#asi endotrakeal
,ila pipa dimasukkan terlalu dalam #isa masuk ke #ronkus primer kanan
se-ingga #isa ter.adi o#struksi) atelektasis) kolaps dari paru kiri dan lo#us atas
paru kanan. Maka setiap kali tela- melakukan intu#asi -arus diperiksa supa4a
3entilasi pada kedua paru sama) dengan 9ara @
meli-at pergerakan dada) -arus sama kanan dan kiri.
dengan auskultasi.
dengan meli-at monitor saturasi "() karena intu#asi endotrakeal akan
menurunkan saturasi "(.
9. Intu#asi esofageal
d. 5aringitis) suara serak) n4eri tenggorokan (sore throat*
e. Brakeal stenosis.
f. ;ranuloma laring.
Ta0le : Comporati+e )"armacolo$y o# :ntra+enous :n/uction A$ents
A$ent :n/ucti
on
Car/io
&ascular
Respirra
tory
Anal$e
sia
Amne
sia
Emer$ence
Pentotha
l
-Bhiopen
tal0
1mooth
> rapid
Dpression Bransien
t
depresio
n
;one /ini
mal
1mooth >
rapid
Ietamin
e
23citat
pr >
1timulatio
n
/inimal Kes /ini
mal
1torm >
intermediat
1!!
rapid

etomidat
1mooth
> rapid
;one Bransien
t
depresio
n
;one /ini
mal
1mooth >
rapid
Propofol 1mooth
>
rapid >
pain
Depresion Depresio
n
;one /ini
mal
1mooth >
rapid
DiaAepa
m
1mooth
> slow >
pain
/ininal Depresio
n
;one Kes 1mooth >
prolonged
/idaAol
am
1mooth
>
interme
diat
9asodilata
tion
Depresio
n
;one Kes 1mooth >
rapid
Alfentani
l
1mooth
>
rapid >
kakuit
Depresion Depresio
n
Kes /ini
mal
1mooth >
rapid
1ufentan
il
1mooth
>
rapid >
kakuit
/inimal Depresio
n
Kes /ini
mal
1mooth >
intermediat
Adapted from =hite PF . Clinical Use of ;ewer Intravenous Induction Drugs5
Cleveland5 IA715 7eview Course Lectures5 !+** . !,#<!!#"
Ta0le : enGo/iaGepines
1!$
2ru$ :n/ucti
on
Pre<op
/e
dic
ine
:ntraH
operati+e
Se/ation
Amnesia Ni$"t
6ypnotic
/idaAolam ++ +++ +++ +++
DiaAepam + +++ + ++ ++
LoraAepam +++ ++ +++
BriaAolam +++ ++ ++
ChlordiaAep
o3ide
+ +
FluraAepam ++
@3aAepam + +
PraAepam
BemaAepam ++
AlpraAolam +
/odified from 7eves C? . BenAodiaAepines" In Prsoberts C5 6ue /L5 eds"
Pharmacokinetics of Anesthesia5 @3ford5 Blacwell5 !+*&
Ta0le : Clinical use o# t"e enGo/iaGepines
2ru$ 2ose Comments
/idaAo
lam
,"' ,"! mg>kg / premed"
,"' #"' mg>kg to ,"!
mg>kg i"v" sedation"
,"# ,"& mg>kg i"v"
induction"
& ( mg>h i"v" infusiion"
1hortest durasionQ"
#, minutes of hpnosis after induction"
DiAepa ,"! ,"# mg>kg p"o" Postoperatives sedation ma last for
1!%
m premed"
,"% ,"( mg>kg i"v"
induction"
several hours"
BriaAol
am
,"#' ,"' mg p"o" premed" 1horter durasion than diaAepam with
less postoperative sedation and greater
amnesia"
LoraAe
pam
# & mg i"m" Prolonged postoperative sedation"
Amnesia at higher doses for (*
hours"
Q Durasion of BenAodiiaAepines variabel G sedation lasts much longer than
hponis
Ta0le : )"ysicoc"emical )roperties o# !ost Ii/ely Fse/ Fap Anest"etics
)"ysicoc"emical
)roperties
6alotan 2nflura
ne
Isofluran Desfluran
e
1evoflurane
@dor Pleasant Unpleas
ant
Unpleasa
nt
Unpleasa
nt
Pleasant
Irritating to
7espirator 1istem
;o Kes Kes Kes ;o
/olecular =eight !+)"' !*&"' !*&"' !(*",& #,,",'
Boiling Point
o
C
-at )(, mm6g0 &+"'! '("' &*"' ##"* '*"(
1pecific ?rafit
-#'
o
C > &
o
C0
!"*( !"'# !"', !"', !"'%
1!'
6
9apour Pressure
-mm6g R #&>#'
o
C0
-mm6g R #,
o
C0
#**
#&%
#!*
!)'
#+'
#%*
)+*
((+
!+)
!')
Conventional
9aporiAer
Kes Kes Kes ;oQ Kes
Blood>?as
Partition
Coefficient
#"%' !"+! !"& ,"&# ,"(%
@il>?as Partition
Coefficient
##& +( +! !*") &)
Brain>Blood
Partition
Coefficient
!"+ !"% !"( !"% !")
/inimum Alveolar
Concentrasion
-/AC"H0
-&, ears of age0
,")( !"(* !"!' (", #",'
7eacts with metals Kes ;o ;o ;o ;o
U9 Light 1tabilit ;o 1table 1table ;A 1table
1oda Lime S
1tabilit
;o ;o ;o ;o ;o
Antio3idant ;eeded Bhmol ;o ;o ;o ;o
/inimum Flamable
Concentrasion in
!,,H @# in
presence of a
source of energ
&"* H '"* H )", H ;A )"' H
Flamable ;o ;o ;o ;o ;o
23plosive ;o ;o ;o <<< ;o
Additives 7eFuired Bhmol ;o ;o ;o ;o
/etabolism -H0 !)<#, #"& O ,"# ,",# O '
1$+
/etabolites F<5 Cl<5
Br<5 BFA5
BCDF25
CD25
CB25
DB2
F<5 CDA F<5 BFA F<5 BFA F<5
6FIP
;A M ;ot Available: Q M 7eFuires a vaporiAer especiall designed for the drug
rather than a re<calibrasion of a general use vaporiAer: BFA M trifluoroacetic acid:
BCDF2 M #<bromo<#<chloro<!"!"<difluoroethlene: 6FIP M he3afluoroisopropanol:
CDA M Chlorodifluoroacetate: CD2 M !"!"<difluoro<#<chloroethlene: CB2 M !"!"!"<
trifluoro<#<choroetrane: DB2 M !"!"<difluoro<#<bromo<#<chloroethlene"
Ta0le : Clinical p"armacolo$y o# in"alational Anest"etics.
;2
@
6al
o<
tha
ne
/eth
o3<
flura
ne
2n<
flura
ne
Iso<
flurane
Des<
flurane
1evo<
flurane
Cardiovascular
Blood Pressure
67
1istemic vascular
resistance
Curah $antungQ
;>C
;>C
;>C
;>C

;>C

;>C

;>C

;>C or

;>C or

;>C

1$1

7espirator
Bidal volume
7espirator rate
PaC@2
7esting
Challenge

;>C

1erebral
Blood flow
Intrakranial
pressure
1erebral metabolic
rateQQ
1eiAures

Neuromuscular
;ondepolariAing
blockadeQQQ

7enal
7enal blood flow
?lomerular
filtrasion rate
Urinar output

E
E

E
E
6epatic blood flow
/etabolism-H0QQQQ
Q
,",
,&
!'<
#,
', #<' ,"# O ,"! #<%
Q M Controlled ventilation: QQ M 1/7@2 would increase with enflurane<induced
seiAure: QQQ M DepolariAing blockade is probabl also prolonged b these agents5
but this is usuall not clinicall signifikan: QQQQQ M Percentage of absorbed
1$2
anesthetic undergoing methabolism: ;>C M ;o Change: E M Uncertain"
TI%A de"a Tio!etal
Pada saat ini o#at8o#at anestetik 4ang tersedia di 0uma- /akit Ka#upaten)
umumn4a adala- eter dengan alat =M") ketamin) tiopental untuk induksi anestesia dan
alat serta o#at untuk regional analgesia. Tanpa mengurangi arti dan efekti3itas eter 4ang
diketa-ui se#agai o#at anestetik dengan margin of safet 4ang luas) mura- serta muda-
diperole-) kita keta-ui .uga #a-1a pemakaian eter adala- ter#atas dan tidak semua
penderita dapat dilakukan anestesia dengan eter terle#i-8le#i- pasien dengan kenaikan
I6P) tidak #ole- dianestesia dengan eter. 2uga frekuensi mual8munta- pas9a#eda- tinggi
serta penderita lama untuk sadar. :aktor lain 4ang merugikan eter adala- sifatn4a 4ang
menim#ulkan polusi.
Demikian pula penggunaan ketamin tidak dapat dilakukan untuk semua penderita.
Ketamin diketa-ui mempun4ai efek -alusinasi) mual8munta- pas9a#eda-) menaikan
tekanan dara- dan I6P) serta mimpi #uruk 4ang #isa ter.adi sampai 24 .am pas9a#eda-.
Karena itu perlu diketa-ui suatu teknik anestesia 4ang dapat dilakukan dengan peralatan
4ang sangat seder-ana) o#atn4a mura- serta muda- didapat) penggunaann4a muda-
serta 9ukup men4enangkan untuk penderitan4a. &ntuk itu dipikirkan teknik TIDA (Total
:ntra &enous Anaest"esia* dengan memakai Tiopental.
TIDA adala- suatu teknik anestesia 4ang menguntungkan) #ukan sa.a untuk
pasien tetapi .uga untuk dokter dan pera1at 4ang mengelola pasien terse#ut di kamar
operasi dan ruang pemuli-an. Tetapi sa4angn4a -an4a dilakukan ole- se#agian ke9il
anestetis. !en$apa J Ada #e#erapa alasan) sala- satun4a adala- anestetis takut tidak
mendapatkan anestesia 4ang adekuat) pasien #ergerak8gerak) awareness dan operator
tidak puas.
TIDA adala- teknik anestesia seim#ang di mana terdapat trias anestesia) 4aitu
-ipnotik) analgetik dan relaksasi. Hipnotik dapat diperole- dengan o#at anestetik
intra3ena tiopental) propofol) ketamin) mida?olam. Analgetik dengan petidin) morfin)
fentanil) alfentanil atau sufentanil. 0elaksasi dengan pankuronium) 3ekuronium atau
atrakurium.
/4arat o#at 4ang ideal untuk TIDA adala- @
8 larut dalam air
1$3
8 larutan 4ang sta#il) tidak #eru#a- #ila kena 9a-a4a
8 tidak diserap ole- selang plastik dari infusi set
8 tidak merusak 3ena (sakit 1aktu suntikan) ple#itis atau trom#osis* atau
kerusakan .aringan #ila ada ekstra3asasi atau suntikan intraarteri
8 tidur dalam satu 1aktu lengan8otak
8 lama ker.an4a pendek
8 meta#olitn4a in8aktif) non8toksik dan larut dalam air
8 efek pada kardio3askular dan respirasi minimal
Indikasi anestesia intra3ena @
8 se#agai alternatif lain dari anestesia in-alasi
8 sedasi pada analgesia regional
8 untuk one<da<surger diperlukan pemuli-an 4ang 9epat dan lengkap
8 situasi di mana sulit mem#erikan anestesia in-alasi karena tidak adan4a N("
8 dalam keadaan tertentu di mana pem#erian N(" tidak menguntungkan
8 men9ega- a7areness selama car/io pulmonary 0y pass) untuk proteksi otak pada
periode iskemia otak
Pemili-an o#at #ergantung pada sifat farmakologi o#at terse#ut.
Ada -al8-al 4ang tidak menguntungkan dalam pemakaian TIDA) misaln4a @
8 kesulitan keadekuatan anestesia terutama pada pasien 4ang paralisis) se-ingga
kemungkinan ter.adi a7areness
8 adan4a depresi nafas pada periode pas9a#eda- aki#at efek narkotik
8 memerlukan venous line 4ang #er#eda
8 memerlukan infusion pump
8 pengontrolan kedalaman anestesia tidak muda- seperti anestesia in-alasi
Komplikasi dan efek samping seperti mual8munta-) rasa n4eri -e#at) lama
#angun) maupun pusing akan memperlam#at pasien tinggal di ruang pemuli-an) maka
1$4
pemili-an o#at anestetik men.adi faktor penting untuk meng-ilangkan komplikasi ini.
TIDA dapat di#erikan se9ara #olus) intermiten atau kontin4u. Teknik pem#erian
kontin4u mempun4ai efek samping 4ang le#i- ke9il dan pemuli-an 4ang le#i- 9epat
daripada pem#erian se9ara intermiten (<-ite) 1'%3E <-ite dkk 1'%!*. Tetapi manaka-
4ang le#i- #aik antara TIDA dengan anestesia in-alasi untuk pasien #eda- ra1at .alan
sampai sekarang masi- kontro3ersial.
Anestesia intra3ena paling sering digunakan untuk induksi karena 9ara
pem#eriann4a muda-) onsetn4a 9epat dan ke#er-asilann4a tinggi. Pemeli-araan
anestesian4a dengan N("A"( G uap anestetik.
"#at anestetik intra3ena 4ang ideal adala- @
8 -arus nonH iritant pada .aringan)
8 mula ker.a 9epat) lama ker.a pendek)
8 tanpa efek eksitatori)
8 tidak menekan kardio3askular)
8 pun4a efek amnesia dan analgesia)
8 meng-asilkan kondisi operasi 4ang #aik)
8 pemuli-an 4ang 9epat dan penu-)
8 tanpa efek samping)
8 tidak men4e#a#kan mual8munta-
<alaupun o#at anestetik 4ang ideal #elum ada) tetapi #e#erapa o#at tetap masi-
#isa digunakan) #ergantung pada tu.uann4a. Misaln4a @
&ntuk operasi pasien 4ang I6P8n4a tinggi dapat dipakai TIDA dengan Tiopental G
Norkuron G :entanil.
&ntuk #eda- ra1at .alan dengan @
Tiopental mgAkg G Ketamin 1 mgAkg
Propofol 2) mgAkg G fentanil 3 ugAkg
Propofol 2) mgAkg G Ketamin 1 mgAkg.
&ntuk sedasi pada regional anestesia dapat dengan Mida?olam) Propofol atau
Ketamin.
1$
Tiopental seperti -aln4a golongan #ar#iturat lainn4a 4aitu meto-eksiton dan
pento#ar#iton merupakan suatu o#at -ipnotik 4ang pada dosis tertentu dapat #eker.a
se#agai o#at anestesia. Tetapi ke#an4akan o#at ini mempun4ai mula ker.a 4ang lam#at
dan lama ker.a 4ang lama) karena itu mempun4ai nilai 4ang ke9il untuk praktek
anestesia. &ntuk tu.uan praktek anestesia) -an4a tiopental dan meto-eksiton dapat
dipertim#angkan.
,rooks dkk (1'4%*) menun.ukkan #a-1a fase pertama adala- adan4a redistri#usi
4ang sangat 9epat kepada .aringan #ukan neuron. Kem#alin4a kesadaran setela-
tiopental anestesia terutama dise#a#kan karena adan4a redistri#usi ke .aringan lain di
luar .aringan otak) #ukan dise#a#kan karena o#at terse#ut dimeta#olisme.
Tiopental) 1alaupun tidak seideal 4ang dipers4aratkan) mempun4ai #e#erapa
keuntungan tertentu 4aitu onsetn4a 4ang 9epat) selalu #eker.a) induksi mulus) larut
dalam air) ke.adian alergi sangat renda-) dan pada pem#erian 4ang -ati8-ati depresi
nafas tidak merupakan pro#lema terutama #ila penderita tidak dipremedikasi.
Kerugiann4a adala- larutann4a tidak sta#il) pH8n4a tinggi dan iritan #ila ter.adi
ekstra3asasi) -iperalgesi pada dosis renda-) tidak mempun4ai efek analgesik pada dosis
klinis) tidak menim#ulkan relaksasi otot pada dosis 4ang aman dan #ersifat forfirogenik)
serta kumulatif efek.
TIDA adala- merupakan anestesia seim#ang di mana se#agai analgesik kita
#erikan narkotik atau regional analgesia dan untuk relaksasi otot kita #erikan o#at
pelumpu- otot. &ntuk men9apai kadar anestetik dalam dara- maka dapat dilakukan
dengan mem#erikan tiopental se9ara #olus) intermiten atau kontin4u.
Tiopental kontin4u dapat dilakukan dengan @
8 melarutkan tiopental pada 9airan infusi dalam #otol infusi dan di#erikan se9ara tetes
dengan ke9epatan tertentu.
8 atau dilarutkan di dalam semprit kemudian di#erikan ke pasien dengan ke9epatan
tertentu melalui pompa semprit.
8 melalui komputer) dengan 9ara ini diperole- -asil pem#erian dosis 4ang #etul8#etul
sesuai dengan ke#utu-an.
Karena adan4a efek kumulatif) tiopental tidak disukai untuk dipakai pada TIDA karena
menim#ulkan efek eksesif somnolen. Tetapi keadaan ini dapat dikurangi dengan 9ara
mengatur dosis dan tiopental di-entikan 3+ menit se#elum operasi selesai.
/eperti -aln4a etomidat) 4ang menim#ulkan mual8munta- sampai 3+ 8 4+F kasus) maka
tiopental dan etomidat .arang digunakan untuk TIDA. Tetapi #ila karena keadaan) di
1$!
mana kita tidak mempun4ai o#at lain ke9uali tiopental) ketamin dan eter) maka
pemili-an TIDA dengan tiopental akan le#i- men4enangkan pasien daripada dengan
menggunakan eter dan ketamin. /ekarang ini) TIDA dengan tiopental -an4a digunakan
untuk anestesia #eda- saraf. ,ila tidak mempun4ai pompa semprit atau pompa infusi)
kita #isa mengatur tetesan se9ara #iasa) dengan men9o9okkan .umla- tetesan per menit.
Keuntungan TIDA dengan tiopental adala- @
8 o#atn4a mura- serta muda- didapat.
8 alat 4ang dipakai tidak #an4ak) -an4a perlu infusi set dan bellow atau ambu
bag dan oksigen.
8 polusi kamar #eda- dapat dikurangi.
8 di#anding eter dan ketamin) anestesia dengan tiopental le#i- men4enangkan
#agi penderita.
PLASMA KONSENTRASI SETELA. PEMBERIAN BOLUS
/etela- suatu dosis tunggal intra3ena) plasma konsentrasi o#at ini akan
meningkat dengan 9epat) men9apai pun9ak dalam 1aktu 1 menit. Kemudian plasma
konsentrasi menurun) mula8mula sangat 9epat kemudian melam#at.
/etela- suatu suntikan tiopental) dengan dosis 4++ mg) penderita akan #angun
dalam 1aktu 1 menit. Keadaan ini #ukan karena o#at terse#ut dimeta#olisme) tetapi
ter.adi redistri#usi ke organ8organ lain seperti .aringan otot dan lemak.
PEMANTAUAN
Alat monitor 4ang dipasang adala- standard monitor di "K. >ang dise#ut
standard monitor untuk anestesia adala- tekanan dara- nonin3asif) oksimeter pulsa
(untuk mengukur "( saturasi dan den4ut nadi*) =K;) stimulator saraf (untuk mengukur
T": Q Train of :our*) kaponograf. Karena kita tidak pun4a alat8alat monitor terse#ut)
maka kita gunakan tensimeter 4ang #iasa sa.a.
TOTAL INTRA%ENOUS ANAEST.ESIA #TI%A$
Teknik pem#erian TIDA dengan tiopental dapat dilakukan se9ara #olus)
intermiten dan kontin4u.
1$$
'- TI%A se5ara Itermite :
Persiapan pasien adala- seperti #iasa) dipasang +enous line 1 #ua- sesuai
dengan ke#utu-an. Kanul 3ena 4ang dipakai adala- kanul 3ena 4ang mempun4ai
lu#ang untuk memasukkan o#at) misal dengan teflon) atau memasang konektor 3
9a#ang.
/elalu dipersiapkan larutan tiopental 2)F. Induksi dilakukan dengan fentanil 18
2ugAkg,, atau petidin 1 mgAkg,,. /etela- mula ker.a narkotik8analgetik ter9apai
lalu #erikan tiopental 48 mgAkg,,) fasilitas intu#asi dengan o#at pelumpu- otot non
depolarisasi seperti pankuronium (Pa3ulon* atau 3ekuronium (norkuron* dengan
dosis +)1 mgAkg,,. Karena efek maksimal pankuronium ter9apai sekitar 2) menit
dan 3ekuronium 1) menit setela- pen4untikan) maka se#elum dilakukan
laringoskopi dan intu#asi di#erikan lagi tiopental 282) mgAkg,,) untuk mengurangi
atau meng-ilangkan pengaru- laringoskopi dan intu#asi ter-adap -emodinamik) serta
mengurangi ke.adian a7areness.
Pem#erian tiopental 4ang #erikutn4a adala- pada 3+ menit pertama setiap 1+ menit
dengan dosis +)81 mgAkg,,. /etela- itu inter3al pem#erian adala- setiap 3+ menit.
Dentilasi di#erikan sesuai dengan ke#utu-an pasien) untuk pasien 4ang diinginkan
Pa6"(n4a turun tentu -arus dilakukan -iper3entilasi) tetapi #ila ingin Pa6"( dalam
#atas normal dilakukan normo3entilasi. Ke#utu-an analgetik dan pelumpu- otot
disesuaikan dengan ke#utu-an pasien. /elesai operasi) #ergantung pada apaka- sisa
o#at pelumpu- otot masi- ada atau tidak) di#erikan antagonis prostigmin 4ang
se#elummn4a di#erikan sulfas atropin dulu.
Karena tiopental mempun4ai efek depresi miokard) maka -arus selalu dilakukan
pengukuran tekanan dara- dan frekuensi nadi se#elum kita mem#erikan dosis
ulangan tiopental.
Tiopental mempun4ai sifat segera didistri#usikan ke dalam .aringan di luar .aringan
otak) maka tiopental akan ada di dalam otot dan .aringan lemak dan #eker.a se#agai
depot. &ntuk men9ega- eksesif somnolen pas9a#eda-) maka se#agai patokan
pem#erian tiopental di-entikan sekitar 3+ menit se#elum operasi selesai. Pada operasi
otak 4ang lama pem#erian tiopental intermiten atau kontin4u di-entikan 3+8!+ menit
se#elum operasi selesai) #ila diperlukan e3aluasi status neurologis segera setela-
operasi selesai.
(- TI%A se5ara koti6u :
1$%
Persiapan pasien seperti #iasa) dipasang kanul 3ena dengan konektor 3
9a#ang. Kalau pada teknik intermiten) 9a#ang 4ang ketiga di-u#ungkan dengan
semprit 4ang #erisi tiopental 2)F sekarang 9a#ang 4ang ketiga ini di-u#ungkan
dengan #otol infusi 4ang #erisi larutan tiopental atau dengan larutan tiopental dalam
semprit pada pompa semprit.
Teknik anestesian4a se#agai #erikut @
a*. Induksi dengan fentanil 182 m9gAkg,, atau petidin 1 mgAkg,, lalu #erikan
tiopental #olus 48 mgAkg,, dan pankuronium +)1 mgAkg,,. /esaat se#elum
laringoskopi dan intu#asi #erikan lagi dosis ulangan tiopental 282) mgAkg,,.
0umatan anestesia diperole- dengan mem#erikan tiopental 183 mgAkg,,A.am.
Kalau #erat #adan penderita sekitar !+ kg) maka dosisn4a adala- 1+ mgA.am atau
2) mgAmenit. 2adi untuk rumatan anestesia di#erikan tiopental tetes se#an4ak 2)
mgAmenit. Tadi dise#utkan #a-1a 9a#ang 4ang ketiga di-u#ungkan dengan
larutan dekstrosa F 4ang #erisi tiopental. /upa4a kita tidak mem#erikan tetesan A
9airan 4ang terlalu #an4ak terutama pada penderita8penderita tertentu) maka kita
#uat larutan tiopental 1F) #erarti 1+ mgAml. Tetesan pada infusi set de1asa
diperkirakan 1 ml adala- 2+ tetes. &ntuk men9apai dosis 2) mgAmenit maka kita
#erikan tetes per menit larutan tiopental 1F. &ntuk pengaturan ke9epatan) kita
#isa menggunakan pompa infusi.
#*.6ara lain adala- #erikan fentanil 182gAkg,,) lalu teteskan larutan tiopental +)18
+)2F se#an4ak %+81%+ tetesAmenit) sampai penderita tidur. &ntuk rumatan
anestesia di#erikan !+8%+ tetesAmenit.
Atau @ #uat larutan 1+++ mg tiopental dalam ++ml dekstrosa F. ,eri tiopental
48mgAkg,, se9ara #olus) setela- pasien tidur) #eri suksinilkolin 1mgAkg,,)
3entilasi) intu#asi) #eri tiopental !+ tetesAmenit dan untuk rumatan #eri tiopental
2+83+ tetesAmenit (283mgAmenit*. Analgetik dengan petidin 1 mgAkg,,) pelumpu-
otot dengan pankuronium +)+% mgAkg,,.
9*.Tiopental kontin4u 4ang le#i- akurat lagi adala- dengan mem#erikan tiopental
melalui pompa semprit. Teknik induksin4a seperti tadi. &ntuk rumatan anestesia)
tiopental di#erikan kepada pasien dengan dosis 183 mgAkg##A.am. Kita #uat
larutan tiopental 2)F di dalam semprit dan di#erikan kepada pasien dengan dosis
183mgAkg,,A.am. Misaln4a #erat #adan pasien !+ kg) maka dosis tiopental adala-
1+ mgA.am. 5arutan tiopental 4ang kita #uat adala- 2)F #erarti 2 mgAml) .adi
#erikan dengan ke9epatan ! mlA.am. Kita tinggal memutar angka pada pompa
semprit ke angka !) 4ang #erarti ke9epatann4a adala- ! mlA.am.
d*.Pengaturan dosis dengan komputer @
1$'
/eperti -aln4a 3apori?er 4ang mem#erikan plasma le3el tertentu untuk o#at
anestetik in-alasi maka komputer dapat mem#antu infusi mem#erikan le3el
plasma tertentu untuk o#at anestetik intra3ena. /elan.utn4a) mendapatkan le3el
o#at dalam plasma untuk men9ega- pergerakan ter-adap rangsangan #eda-)
kenaikan tekanan dara- atau takikardia) .adi analog dengan MA6 pada o#at
anestetik in-alasi. "#at 4ang #er#eda memerlukan program komputer 4ang
#er#eda) misaln4a pem#erian 3 ma9am o#at (tiopental) pankuronium dan petidin*
4ang dilakukan melalui program komputer akan memerlukan 3 #ua- komputer.
Komputer akan mem#antu men9ega- ter9apain4a konsentrasi pun9ak dari o#at
seperti -aln4a pada pem#erian #olus atau intermiten.
,erdasarkan per-itungan komputer tadi) kita #isa mengadaptasikann4a kepada
ke9epatan dan dosis dengan menggunakan pompa semprit.
Konsentrasi tiopental 1+ m9gAml dalam dara- arteri 9ukup adekuat untuk
anestesia. Dosis induksi de1asa) 9o#a dengan + mg) lalu sisan4a adala- 2)
mgAkg 5,M) kemudian ke9epatan pem#erian ikuti ta#el di #a1a- ini.
Dosis le#i- #erdasarkan pada 5,M (Lean Bod /ass* daripada #erat #adan total.
5,M diperkirakan dengan metoda 4ang dilaporkan ole- 2ames dengan
menggunakan ,erat ,adan (kg* dan Tinggi ,adan (sm*) 4akni se#agai #erikut @
5,M (laki8laki* Q [1)1+ O (,, total*\ 8 [12% O (,, totalAT,*
2
\
5,M (perempuan* Q [1)+$ O (,, total*\ 8 [14% O (,, totalAT,*
2
\
Ta#le @ Infusion rateus (mlA-* for Tiopental to rea9- a desired arterial
9on9entrasion of 1+ugAml 1it- a s4ringe 9on9entrasion of 2mgAml.
5,M
(kg*
3 4+ 4 + !+ ! $+ $
,olus
(ml*
2.% 3.2 3.! 4.+ 4.4 4.% .2 .! !.+
(min* +8

2!.

3+.
2
34.
+
3$.
%
41.
!
4.3 4'.1 2.' !.$
81+ 1%. 21. 23. 2!. 2'. 31.! 34.3 3!.' 3'.
1%+
1 $ 4 +
1+82+ 13.
3
1.
2
1$.
1
1'.
+
2+.
'
22.% 24.$ 2!.! 2%.
2+83+ 1+.
%
12.
4
13.
'
1.

1$.
+
1%.! 2+.1 21.$ 23.2
3+8!+ '.! 1+.
'
12.
3
13.
$
1.
+
1!.4 1$.% 1'.1 2+.
!+8'+ %.$ 1+.
+
11.2 12.

13.
$
1.+ 1!.2 1$. 1%.$
'+812+ %.3 '.4 1+.
!
11.% 13.
+
14.2 1.3 1!. 1$.$
12+81+ $.' '.1 1+.
2
11.4 12.

13.! 14.% 1.' 1$.+


1+81%+ $.$ %.' 1+.
+
11.1 12.
2
13.3 14.4 1. 1!.!
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
1%1
MODUL < : ANALGESIA REGIONAL I
Me"em+a"ka Kom!etesi Caktu #Semester Semester ($
Sesi di dalam kelas
Sesi de"a 1asilitasi Pem+im+i"
Sesi !raktek da !e5a!aia
kom!etesi
( F ' *am #classroom session$
2 F ( #coac"in$ session$
3 !eka ##acilitation - assessment$
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid@
!" 56D Proektor dan laar
#" Laptop
%" "HP
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang Puli-
4. ,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t- ed)
Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
1%2
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
TU&UAN UMUM
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik mema-ami dan mengerti tentang anatomi fungsional)
farmakologi analgesia lokal) fisiologi anestesia neuroaksial
dan analgesia regional intra3ena) dapat melakukan analgesia regional neuroaksial dan analgesia
regional intra3ena se9ara #aik dan #enar) melakukan penatalaksanaan komplikasi analgesia regional
dan penatalaksanaan n4eri akut pas9a#eda- dengan anestesia neuroaksial.
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik mampu untuk @
Ko$niti#
a. Mampu men.elaskan .enis8.enis o#at analgetik lokal) mekanisme ker.a dan sifat o#at
analgetik lokal
#. Mampu men.elaskan .enis8.enis sera#ut saraf 4ang di-am#at serta .enis -am#atan motorik
dan sensori 4ang di-asilkan dan 9ara penge9ekkann4a.
9. Mampu men.elaskan faktor8faktor patofisiologi 4ang mempengaru-i ker.a o#at analgetik
lokal.
d. Mampu men.elaskan dosis) dosis maksimum) mula ker.a) masa ker.a) 9ara pem#erian
masing8masing o#at analgetik lokal.
e. Mampu men.elaskan penggunaan klinis masing8masing o#at analgetik lokal termasuk
#entuk preparasin4a) penam#a-an dengan ad.u3an lain.
f. Mampu men.elaskan #er#agai efek samping dan toksisitas 4ang dapat ditim#ulkan o#at
analgetik lokal #eserta tanda8tanda klinisn4a
g. Mampu men.elaskan anatomi tulang #elakang dan medula spinalis) lapisan8lapisann4a mulai
dari kulit) ligamen8ligamen) sampai ke rongga su#ara-noid ) 3ariasi anatomi 4ang mungkin
di.umpai) dan implikasin4a ter-adap anestesia su#ara-noid
-. Mampu men.elaskan tentang fisiologi 9airan sere#rospinal
i. Mampu men.elaskan peru#a-an fisiologi 4ang ter.adi pada anestesia su#ara-noid dan
penatalaksanaan peru#a-an fisiologis 4ang ter.adi.
.. Mampu men.elaskan fisiologi ter.adin4a analgesia pada analgesia regional intra3ena
k. Mampu men.elaskan indikasi dan indikasi8kontra tindakan anestesia su#ara-noid dam
analgesia regional intra3ena
l. Mampu men.elaskan persiapan preoperatif termasuk kun.ugan preanestesia dan melakukan
identifikasi kelainan atau pen4akit pasien 4ang akan mempengaru-i .alann4a anestesia
su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena.
m. Mampu men.elaskan persiapan alat ) .enis8.enis .arum dan o#at analgetik lokal 4ang
akan dipakai untuk anestesia su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena.
n. Mampu men.elaskan prosedur tindakan anestesia su#ara-noid dan analgesia regional
intra3ena 4ang #aik dan #enar.
o. Mampu men4e#utkan #er#agai posisi pasien anestesia su#ara-noid serta keuntungan dan
1%3
kerugiann4a untuk efek pen4e#aran o#at.
p. Mampu men.elaskan le3el ketinggian minimal dan .enis #lok 4ang diinginkan termasuk
dermatom 4ang dipengaru-in4a) untuk masing8masing tindakan operasi 4ang akan
dilakukan.
M. Mampu men4e#utkan .enis o#at) dosis) konsentrasi) pengen9eran) mula ker.a) lama ker.a
o#at analgetik lokal 4ang dapat dipakai untuk anestesia su#ara-noid) serta .enis ad.u3an
4ang dapat mempengaru-i atau mem#antu ker.a o#at analgetik lokal.
r. Mampu men.elaskan faktor8faktor 4ang mempengaru-i pen4e#aran o#at) ketinggian #lok
anestesia su#ara-noid) mula dan masa ker.a anestesia su#ara-noid
s. Mampu men.elaskan komplikasi 4ang dapat ter.adi pada anestesia su#ara-noid dan
analgesia regional intra3ena) 9ara men9ega- dan mengatasi komplikasi terse#ut.
)si1omotor
a. Mampu memili- dan mempersiapkan .enis o#at analgetik lokal 4ang akan dipakai dengan
dosis) konsentrasi dan pengen9eran) penam#a-an ad.u3an 4ang sesuai dengan indikasi dan
ke#utu-an.
#. Mampu men.aga sterilitas dan melakukan pen4impanan o#at analgetik lokal dengan #aik
dan #enar.
9. Mampu mengenali tanda8tanda klinis dan melakukan pemeriksaan adan4a -am#atan sensori
dan motorik saat o#at analgetik lokal mulai #eker.a atau akan -a#is.
d. Mengenali tanda8 tanda klinis ) dan mampu men9ega- dan melakukan penatalaksanaan efek
samping dan toksisitas o#at analgetik lokal.
e. Mampu melakukan persiapan preoperatif 4aitu kun.ungan preanestesia) memili- pasien
4ang sesuai untuk tindakan anestesia su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena) dan
melakukan identifikasi kelainan atau pen4akit pasien 4ang akan mempengaru-i .alann4a
anestesia su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena.
f. Mampu melakukan persiapan alat (alat anestesia su#ara-noid ) alat analgesia regional
intra3ena dan alat resusitasi* ) monitor ) dan o#at Co#atan (analgesia lokal) ad.u3an) o#at
resusitasi* untuk anestesia su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena.
g. Mampu melakukan prosedur tindakan anestesia su#ara-noid dan analgesia regional
intra3ena 4ang #aik dan #enar
-. Mampu melakukan prosedur anestesia su#ara-noid dengan #er#agai posisi pasien dan
melalui pendekatan midline dan paramedian
i. Mampu memeriksa le3el ketinggian minimal dan .enis #lok pada anestesia su#ara-noid 4ang
diinginkan termasuk dermatom 4ang dipengaru-in4a) untuk masing8masing tindakan
operasi 4ang akan dilakukan.
.. Mampu men4iapkan #er#agai .enis o#at) dosis) konsentrasi) pengen9eran dan memakai
#er#agai .enis o#at analgetik lokal 4ang dapat dipakai untuk anestesia su#ara-noid dan
analgesia regional intra3ena) serta .enis ad.u3an 4ang dapat mempengaru-i atau mem#antu
ker.a o#at analgetik lokal.
k. Mampu melakukan pemantauan pasien dalam anestesia su#ara-noid dan analgesia regional
intra3ena
l. Mampu mengenali komplikasi 4ang ter.adi pada anestesia su#ara-noid dan analgesia
regional intra3ena) melakukan pen9ega-an dan mengatasi komplikasi 4ang terse#ut
1%4
Keterampilan 1omuni1asi interpersonal
a. Mampu men.elaskan kepada pasien) keluarga pasien dan teman se.a1at operator tentang
manfaat) efek 4ang ditim#ulkan anestesia su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena dan
risiko 4ang dapat tim#ul dari pem#eriann4a
#. ,erkomunikasi dengan pasien dan se.a1at operator #ila tim#ul efek samping.
9. Mampu #erkomunikasi dengan se.a1at operator tentang kondisi pasien se#elum) selama dan
sesuda- operasi) terutama #ila ter.adi keadaan 4ang tidak diinginkan) untuk ker.asama dalam
penatalaksanaan pasien.
d. Mampu mem#erikan keper9a4aan pada pasien tentang rasa tidak n4aman 4ang dapat tim#ul)
penanggulangan n4eri dan penatalaksanaan pas9a#eda-.
)ro#esionalisme
a. Mampu #eker.a sesuai prosedur dengan efisien.
#. Mampu mem#erikan kemuda-an kepada operator saat operasi.
9. Mampu #erinteraksi dengan se.a1at lain maupun tenaga paramedis dan tenaga medis lain
atas dasar meng-argai kompetensi masing8masing.
d. Mampu mema-ami) mem#erikan pen.elasan kepada pasien atau keluargan4a tentang kondisi
pasien sesuai -ak pasien.
KEDNOTES:
1. Hampir semua o#at analgetik lokal mem#lok tero1ongan Na dari sisi se#ela- dalam sel)
men9ega- akti3asi tero1ongan dan ter.adi Na influks se9ara selintas 4ang #an4ak dan
di-u#ungkan dengan depolarisasi mem#ran. Konduksi impuls melam#at) ke9epatan
peningkatan dan #esarn4a aksi potensial menurun) dam am#ang untuk eksitasi meningkat
dengan 9epat sampai aksi potensial 4ang di-asilkan tidak le#i- lama dan peram#atan impuls
#erak-ir.
2. Tidak semua sera#ut saraf dipengaru-i o#at analgetik lokal dengan aki#at 4ang sama.
/ensiti3itas ter-adap #lokade ditentukan ole- diameter akson) te#aln4a meilinisasi) dan
#er#agai faktor anatomi dan fisiologis lain.

3. Potensi #erkorelasi dengan kelarutan dalam lemak) itu adala- kemampuan molekul o#at
analgetik lokal untuk menem#us mem#ran) 4ang merupakan lingkungan 4ang -idrofo#ik.
4. Mula ker.a #ergantung pada #an4ak faktor) termasuk kelarutan dalam lemak dan konsentrasi
relatif #entuk non8ion 4ang larut dalam lemak (,* dan #entuk ion 4ang larut dalam air (,H
G
*)
4ang ditun.ukkan dengan pKa. "#at analgetik lokal dengan nilai pKa -ampir sama dengan
pH fisiologis) mempun4ai konsentrasi #asa non8ion 4ang le#i- tinggi 4ang dapat menem#us
mem#ran sel saraf) dan umumn4a mempun4ai mula ker.a4ang le#i- 9epat.
1%
. 5ama ker.a umumn4a #erkorelasi dengan kelarutan dalam lemak. 5e#i- tinggi kelarutan o#at
analgetik lokal dalam lemak le#i- pan.ang lama ker.an4a) kemungkinan dise#a#kan karena
sedikit diam#il ole- aliran dara-.
!. Dise#a#kan karena o#at analgetik lokal disuntikkan sangat dekat ke site of action) gam#aran
farmakokinetik umumn4a le#i- penting ditentukan ole- eliminasi dan toksisitas daripada
efek klinis.
$. Ke9epatan a#sor#si sistemik adala- se#anding dengan 3askularisasi tempat suntikan@
intra3ena I trakeal I interkostal I kaudal I paraser3ikal I epidural I flekus #rakialis I
skiatik I su#kutan.
%. "#at analgetik lokal golongan ester terutama dimeta#olisme ole- pseudokolinesterase. "#at
analgetik lokal golongan amid dimeta#olisme (N8dealkilasi dan -idroksilasi* ole- en?im
mikrogramsomal P84+ dalam -epar.
'. /usunan saraf pusat tempat dari tanda permulaan dari o3erdosis pada pasien 4ang sadar.
Tanda dini adala- rasa #aal) parestesi lida-) dan pusing. Kelu-an perasaan #erupa tinitus) dan
pandangan ka#ur. ;e.ala eksitatori (misaln4a gelisa-) agitasi) 9emas) paranoid* sering
menda-uli depresi //P (misaln4a #i9ara seperti menelan) ngantuk) dan tidak sadar*.
Bwitching otot merupakan petanda akan ter.adin4a ke.ang tonik8klonik.
1+. Toksisitas kardio3askular 4ang #erat umumn4a memerlukan 3 kali konsentrasi dalam dara-
4ang menim#ulkan ke.ang. Aritmia .antung atau kolaps sirkulasi merupakan tanda 4ang #iasa
pada o3erdosis o#at analgetik lokal selama anestesia umum.
11. /untikan intra3askular 4ang tidak disenga.a dari #upi3akain selama analgesia regional
menim#ulkan reaksi kardiotoksik 4ang #erat) termasuk -ipotensi) AD #lok) irama
idio3entrikular) dan aritmia 4ang mengan9am n4a1a seperti 3entrikular takikardia dan
fi#rilasi.
12. 0eaksi -ipersensiti3itas 4ang #etul8#etul dise#a#kan ole- o#at analgetik lokal]seperti dari
toksisitas sistemik 4ang dise#a#kan karena konsentrasi plasma 4ang #esar]adala- .arang
ter.adi. ;olongan ester le#i- sering menim#ulkan reaksi alergi dise#a#kan karena golongan
ester merupakan deri3at asam para amino#en?oik 4ang diketa-ui merupakan suatu alergen.
13. ,lok spinal) epidural dan kaudal .uga dise#ut se#agai neuroaksial anestesia. /etiap #lok ini
dapat dilakukan dengan suntikan tunggal atau dengan kateter se-ingga dapat dilakukan
pem#erian se9ara intermiten atau kontin4u.
14. Melakukan tusukan lum#al (su#ara-noid* -arus di #a1a- 51 pada de1asa (53 pada anak*
untuk meng-indari kemungkinan trauma ole- .arum pada medula spinalis.
1%!
1. Tempat ker.a utama #lok neuroaksial adala- pada radiks saraf.
1!. Terdapat per#edaan #lokade pada #lokade simpatis (sensiti3itas temperatur* 2 segmen le#i-
tinggi dari #lok sensori (n4eri) ra#a -alus*) dan 2 segmen le#i- tinggi daripada #lokade
motorik. /ensori 2 segmen le#i- tinggi dari motorik.
1$. Interupsi transmisi eferen autonom pada radiks saraf spinalis dapat menim#ulkan #lokade
simpatis dan parasimpatis.
1%. ,lokade neuroaksial dapat menurunkan tekanan dara- 4ang disertai penurunan den4ut
.antung dan kontraksi .antung.
1'. =fek kardio3askular 4ang #er#a-a4a -arus diantisipasi untuk mengurangi dera.at -ipotensi.
Pengisian 3olume 1+82+ mlAkg intra3ena pada pasien se-at untuk mengkompensasi pooling
3ena.
2+. ,radikardia -arus diterapi dengan sulfas atropin) dan -ipotensi diterapi dengan 3asopresor.
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat melakukan analgesia regional diperlukan pengeta-uan dan keterampilan tentang
farmakologi o#at analgetik lokal) mekanisme ter.adi #lok saraf) teknik melakukan analgesia regional)
men9ega- dan melakukan terapi #ila ada komplikasi
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu melakukan dan mema-ami@
1. :armakologi "#at analgetik lokal
2. Anestesia su#ara-noid
3. Analgesia regional intra3ena
METODE PEMBELA&ARAN
8 Kulia- Persiapan Preanalgesia regional) :armakologi "#at analgetik lokal) Pemantauan
Analgesia regional) Anestesia su#ara-noid dan Analgesia regional Intra3ena dilakukan pada
semester 1
8 Pelati-an di skill lab anestesia su#ara-noid pada manikin su#ara-noid dilakukan pada
semester 1
8 Pelati-an di skill lab analgesia regional intra3ena dengan menggunakan manikin
8 Pelati-an di kamar #eda- anestesia su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena pada pasien
1%$
dilakukan semester 1 mulai dari pekan ke 1% dan semester 2) dengan #im#ingan dan
penga1asan staf penga.ar.
8 Diskusi dan laporan tentang pro#lema 4ang tim#ul pada anestesia su#ara-noid sesuai sasaran
pem#ela.aran.
8 Kulia- partisipatif
8 Tugas tulisan (tin.auan pustaka* dan tugas #a9a
8 5aporan kasus
8 Diskusi kelompok
8 Demonstrasi dan bedside teaching
8 Tutorial indi3idual
MEDIA
8 Papan tulis
8 Komputer
8 56D dan slide pro$ector
8 Pasien di kamar #eda-.
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
8 Manikin analgesia regional
8 Manikin pemasangan kateter intra3ena
E%ALUASI
Pre<tes
!"2elaskan .enis8.enis o#at analgetik lokal.
a. 2elaskan mekanisme ker.a dan sifat o#at analgetik lokal.
2. 2elaskan .enis8.enis sera#ut saraf 4ang di-am#at serta .enis -am#atan motorik dan sensori 4ang
di-asilkan dan 9ara penge9ekkann4a.
3. 2elaskan faktor8faktor patofisiologi 4ang mempengaru-i ker.a o#at analgetik lokal.
4. 2elaskan dosis) dosis maksimum) mula ker.a) masa ker.a) 9ara pem#erian masing8masing o#at
analgetik lokal.
. 2elaskan penggunaan klinis masing8masing o#at analgetik lokal termasuk #entuk preparasin4a)
penam#a-an dengan ad.u3an lain.
!. 2elaskan #er#agai efek samping dan toksisitas 4ang dapat ditim#ulkan o#at analgetik lokal
#eserta tanda8tanda klinisn4a.
$. 2elaskan 9ara men9ega- dan menangani komplikasin4a aki#at pem#erian o#at analgetik lokal.
%. 2elaskan anatomi tulang #elakang dan rongga su#ara-noid
'. 2elaskan peru#a-an fisiologi 4ang ter.adi pada anestesia su#ara-noid
1+.2elaskan #er#agai teori tim#uln4a tekanan negatif pada rongga epidural.
11. 2elaskan mekanisme ker.a o#at analgetik lokal pada anestesia su#ara-noid dan analgesia
regional intra3ena.
1+.2elaskan persiapan preoperatif termasuk kun.ugan preanestesia dan melakukan identifikasi
1%%
kelainan atau pen4akit pasien 4ang akan mempengaru-i .alann4a analgesia spinal dan anesteia
regional intra3ena
11. 2elaskan persiapan alat dan o#at 4ang akan dipakai untuk anestesia su#ara-noid dan analgesia
regional intra3ena.
12.2elaskan prosedur tindakan anestesia su#ara-noid dan analgesia regional intra3ena 4ang #aik
dan #enar.
13./e#utkan #e#erapa 9ara penusukkan .arum spinal
14.2elaskan le3el ketinggian minimal dan 4ang diinginkan termasuk dermatom 4ang
dipengaru-in4a) untuk masing8masing tindakan operasi 4ang akan dilakukan.
1.2elaskan indikasi dan indikasi8kontra tindakan analgesia spinal dan analgesia regional intra3ena
1!./e#utkan dan .elaskan .enis o#at) dosis) konsentrasi) pengen9eran) mula ker.a) lama ker.a o#at
analgetik lokal 4ang dapat dipakai untuk analgesia spinal dan analgesia regional intra3ena serta
.enis ad.u3an 4ang dapat mempengaru-i atau mem#antu ker.a o#at analgetik lokal.
1$.2elaskan faktor8faktor 4ang mempengaru-i mula dan masa ker.a) pen4e#aran o#at) ketinggian
#lok anestesia su#ara-noid.
1%.2elaskan komplikasi 4ang dapat ter.adi pada analgesia spinal dan analgesia regional intra3ena)
tanda Ctanda dan ge.ala) 9ara men9ega- dan mengatasi komplikasi terse#ut.
Iognitif
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
Pengetahuan
8 M6H (pre8tes*
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Aestesia Blok Su+ara,oid
1%'
;
o
Prosedur Aestesia Blok
Su+ara,oid
(pendekatan 9ara midline*
1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR ANESTESIA
SUBARA.NOID
! Periksa kesiapan alat dan o#at 4ang
diperlukan
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
asepsis dan antisepsis
% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada pasien
' Posisikan pasien lateral deku#itus atau
duduk) gan.al #a-u dan kepala pasien
#ila diposisikan lateral deku#itus.
( Tentukan penun$uk anatomi 9ela-
antara 5283) 5384 atau 548. 6ela-
antara 5384 atau prosesus spinosus 54
tegak lurus dari spina iliaka anterior
superior.
) 5akukan tindakan asepsis dan antisepsis
pada penun$uk anatomi 4ang
ditentukan"
* ,erikan analgesia lokal pada 9ela- 4ang
akan dilakukan penusukan .arum spinal.
+ 5akukan penusukan .arum spinal (atau
introduser* pada 9ela- 4ang tela- di#eri
analgesia lokal. Penusukan .arum -arus
se.a.ar dengan prosesus spinosus atau
sedikit mem#entuk sudut keara-
sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral
1'+
atau sefalad.
!, Dorong .arum sampai mele1ati
resistensi ligamentum fla3um dan dura)
terasa kehilangan tahanan pada rongga
su#ara-noid.
!! 6a#ut mandren .arum) dan pastikan
posisi .arum suda- tepat 4ang ditandai
dengan mengalir keluar 9airan
sere#rospinal 4ang #ening. 2arum dapat
dirotasikan '+^ untuk memastikan
kelan9aran likuor 4ang keluar.
Penusukkan -arus diulang #ila likuor
tidak keluar atau keluar dara-.
!# /am#ungkan .arum dengan spuit #erisi
o#at analgetik lokal 4ang suda-
dipersiapkan. Aspirasi sedikit likuor)
#ila lan9ar suntikan o#at analgetik lokal
se9ara perla-an. 5akukan aspirasi ulang
untuk memastikan u.ung .arum tetap
pada posisi 4ang tepat dan suntikan
kem#ali o#at.
!% /etela- selesai 9a#ut .arum dan
kem#alikan posisi pasien sesuai dengan
4ang diinginkan.
Cara penuntikkan paramedian pada
dasarna sama seperti di atas5 hana
$arum spinal disuntikkan pada !5' sm
lateral dan !sm kaudal dari celah
penuntikan ang ditu$u"
DURANTE ANESTESIA
SUBARA.NOID
! Monitor A,6 dan ketinggian #lok
# Amati peru#a-an fisiologis 4ang ter.adi
) pen9ega-an dan penatalaksanaann4a
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
1'1
PAS>ABEDA.
! Monitor A,6 di ruang puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaan
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Aal"esia re"ioal Itra0ea
;
o
Prosedur Aestesia Blok
Re"ioal Itra0ea

1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR ANALGESIA
REGIONAL INTRA%ENA
! Periksa kesiapan alat dan o#at 4ang
diperlukan dan 9ek kesiapan alat
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
asepsis dan antisepsis
% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada ekstremitas
lain 4ang tidak di#lok
' Premedikasi #ila perlu
( Posisikan pasien dengan ekstremitas
4ang akan di#lok diele3asi selama 182
menit
1'2
) 5engan di#alut dengan vellband dan
turnike kaf ganda dipasang pada #agian
proksimal ekstremitas 4ang di#lok
* Kateter intra3ena 22 ; dipasang pada
dorsum manus atau dorsum pedis pada
lenganAkaki 4ang akan di#lok
+ =le3asi ekstremitas 1 menit untuk
eksanguinasi
!, Pem#alut 2smarch dipasang dengan
#aik se9ara sistematis dari u.ung .ari
sampai kaf distal
!! Inflasikan kaf distal sampai 3++ mmHg
!# Inflasikan kaf proksimal sampai 3++
mmHg
!% Deflasikan kaf distal
!& Pem#alut 2smarch dilepas9an
!' 6ek ekstremitas untuk 1arna (pu9at*
dan oklusi arteri (tidak ada den4ut
arteri*
!( =kstremitas diturunkan) o#at analgetik
lokal disuntikkan melalui kateter
intra3ena pada ekstremitas 4ang akan
di#lok
DURANTE ANALGESIA
REGIONAL INTRA%ENA
! Monitor A,6
# Penatalaksanaan rasa tidak n4aman
pasien selama analgesia regional
intra3ena
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila durasi #lok akan
-a#is
PAS>ABEDA.
1'3
! 5epas9an turnike pelan dan #erta-ap
# Monitor A,6 di ruang puli-
% Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila tidak
dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan prosedur
/tandard atau penuntun
T/D Tidak diamati 5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati- selama
penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
1'4
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
MATERI A>UAN
1'
I- Mekaisme Ker*a
/eperti tela- diketa-ui #a-1a sel8sel saraf dalam keadaan re-at (rehat*. ,egitu ada
rangsangan ter-adap peru#a-an permea#ilitas dari mem#ran sel) se-ingga dinding sel relatif le#i-
permea#el ter-adap ion Na daripada ion K) maka ter.adi influ3 Na ke dalam sel) kemudian diikuti
dengan keluarn4a ion K. 2adi pada 1aktu Na masuk ke dalam sel) maka di dalam sel relatif le#i-
positif) sedangkan di luar le#i- negatif) maka ter.adi depolarisasi.
Pada 1aktu pemuli-an) ter.adi pergerakan ion8ion 4ang se#alikn4a) dan kem#ali kepada
keadaan re-at) selan.utn4a siap untuk menerima rangsang kem#ali dalam #e#erapa mili8
detik. Pem#erian o#at analgetik lokal men9ega- ter.adin4a migrasi ion8ion ini (mem#ran
sel sta#il dalam keadaan re-at* dengan aki#at ter.adin4a -am#atan impuls saraf.
Ada +e+era!a teori aal"esia lokal ter,ada! mem+ra sara1 :
1. Molekul8molekul lokal anestesia #erikatan dengan mem#ran sel se-ingga dapat
mem#lokir pori8pori tempat migrasi ion8ion.
2. Pelepasan ikatan kalsium pada mem#ran sel saraf pada 1aktu transmisi impuls di9ega- ole- o#at
analgetik lokal) se-ingga kalsium le#i- #an4ak terikat pada mem#ran sel saraf.
3. Kompetisi o#at analgetik lokal dan asetilkolin 4ang selalu diproduksi ole- sel8sel saraf 4ang
terkena rangsang ter-adap reseptor site.
II- Farmakolo"i
Komponen kimia 4ang menun.ukkan akti3itas lokal anestesia umumn4a mempun4ai u.ung
aromatik) u.ung amine) dan rantai intermediet. "#at analgetik lokal di#agi men.adi 2 kelompok) 4aitu
amino8ester dan amino8amid.
"#at analgetik lokal dengan suatu rantai ester di antara #agian aromatik dan rantai
intermediet dise#ut amino8ester) misaln4a prokain) kloroprokain) dan tetrakain. "#at analgetik lokal
dengan rantai amid antara u.ung aromatik dan rantai intermediet dise#ut amino8amid) misaln4a
lidokain) mepi3akain) prilokain) #upi3akain dan etidokain. Per#edaan dasar antara golongan ester dan
amid adala- dalam 9ara meta#olisme o#at dan potensial alergin4a. ;olongan ester di-idrolisa di
plasma ole- en?im di -ati. Meta#olit -asil -idrolisa golongan ester adala- asam paraamino#en?oik
4ang dapat menim#ulkan reaksi alergi. Meta#olisme golongan amid tidak meng-asilkan asam
paraamino#en?oik dan laporan adan4a reaksi dengan o#at golongan ini sangat .arang.
;am#aran anestesia dari suatu komponen kimia #ergantung pada @
1* Lipid solubilit
2* Protein binding
1'!
3* pKa
4* ;on<nervous tissue diffusibilit
* Intrinsic vasodilator activit
;am#aran terse#ut terli-at pada ta#el #erikut ini.
1* Lipid solubilit @
Kelarutan dalam lemak menggam#arkan !otesi itrisik o#at analgetik lokal terse#ut.
Makin tinggi kelarutann4a dalam lemak) semakin poten o#at terse#ut. Lipid solubilit prokain kurang
dari satu) dan o#at ini paling ke9il potensin4a. /e#alikn4a koefisien partisiAkelarutan #upi3akain)
tetrakain dan etidokain #er3ariasi dari 3+814+) menun.ukkan lipid solubilit 4ang tinggi. "#at ini
menun.ukkan #lokade konduksi pada konsentrasi 4ang sangat renda- karena potensi intrinsik
anestesian4a 3+ kali le#i- #esar dari prokain. Hu#ungan antara lipid solubilit dan potensi intrinsik
anestesia selalu konsisten dengan komposisi lipoprotein dari mem#ran saraf (ada 3 lapisan mem#ran
saraf terdiri dari protein8lipid8protein*. Kira8kira '+F aksolemma terdiri dari lemak. Karena itu o#at
analgetik lokal 4ang kelarutan lemakn4a tinggi dapat menem#us mem#ran saraf dengan le#i- muda-)
4ang direfleksikan se#agai peningkatan potensi.
2* Protein binding @
Kek-asan protein binding adala- mempengaru-i lama ker*a o#at analgetik lokal terse#ut.
Prokain) pengikatan ole- proteinn4a #uruk) maka lama ker.an4a pendek. /e#alikn4a) tetrakain)
#upi3akain) etidokain protein binding n4a tinggi) maka lama ker.an4a pan.ang. Hu#ungan antara
protein binding o#at analgetik lokal dan lama ker.an4a adala- konsisten dengan struktur dasar
mem#ran saraf. Protein mem#ran saraf 1+F. Karena itu o#at 4ang menem#us aksolemma dan
diikat pada protein mem#ran #ertendensi untuk memperpan.ang lama akti3itas o#at.
3* pKa @
pKa komponen kimia didefinisikan se#agai pH di mana #entuk ion dan non8ion ada dalam
keseim#angan. "#at analgetik lokal 4ang tidak #eru#a- #entuk) #ertanggung.a1a# untuk difusi
menem#us selu#ung saraf. Mula ker.a se9ara langsung #er-u#ungan dengan ke9epatan menem#us
epineurium) 4ang kolerasi dengan .umla- o#at dalam #entuk dasar. Persentase dari o#at analgetik
lokal dalam #entuk dasar #ila disuntikkan ke dalam .aringan 4ang mempun4ai pH $)4 adala-
se#alikn4a proporsional pada pKa o#at terse#ut. /e#agai 9onto-) lidokain 4ang mempun4ai pKa $)$4
adala- !F dalam #entuk ion dan 3F dalam #entuk non8ion pada pH .aringan $)4. Dari penelitian
invivo dan invitro tela- dikonfirmasikan #a-1a o#at analgetik lokal 4ang mempun4ai pKa -ampir
mendekati pH .aringan mempun4ai mula ker.a 4ang le#i- 9epat daripada o#at analgetik lokal dengan
1'$
pKa 4ang tinggi.
4* ;on<nervous tissue diffusion @
Mula ker*a #er-u#ungan dengan ke5e!ata di1usi melalui perineurium. 5apisan
pem#ungkus sera#ut saraf dari dalam keluar adala- endoneurium) perineurium) dan epineurium.
5apisan ini terdiri dari .aringan pengikat kolagen dan elastis. Pada invivo) o#at analgetik lokal -arus
menem#us .aringan pengikat 4ang #ukan .aringan saraf. Ada per#edaan ke9epatan menem#us
.aringan 4ang #ukan saraf. /e#agai 9onto-) prokain dan kloroprokain mempun4ai pKa 4ang sama dan
mula ker.a4ang sama pada saraf 4ang diisolasi (invitro*) tetapi invivo) mula ker.a kloroprokain le#i-
pendek daripada prokain) ini menun.ukkan #a-1a kloroprokain le#i- 9epat menem#us .aringan 4ang
#ukan .aringan saraf.
* Intrinsic vasodilator activit @
:aktor ini akan mempengaru-i !otesi da lama ker*a o#at analgetik lokal. Tingkatan dan
laman4a #lokade saraf di-u#ungkan dengan .umla- o#at analgetik lokal 4ang menem#us ke reseptor
pada mem#ran saraf. /etela- suntikan o#at analgetik lokal se#agian o#at akan diam#il .aringan saraf
dan #e#erapa #agian akan dia#sor#si ke dalam sistem sirkulasi. Dera.at a#sor#si 3askular
#er-u#ungan dengan aliran dara- ke daera- di mana disuntikkan o#at analgetik lokal. /emua o#at
analgetik lokal) ke9uali kokain) #ersifat 3asodilator) tetapi dera.at 3asodilatasi 4ang ditim#ulkan ole-
setiap o#at #er#eda8#eda. Pada penelitian invitro tela- ditun.ukkan #a-1a potensi intrinsik o#at
anestetik lidokain le#i- #esar daripada mepi3akain) tetapi invivo) mepi3akain mempun4ai potensi
4ang sama dan lama ker.a 4ang le#i- pan.ang dari pada lidokain. Per#edaan antara invivo dengan
invitro adala- aki#at le#i- #esarn4a vasodilator activit dari lidokain se-ingga a#sor#si lidokain le#i-
#esar dan o#at 4ang tersisa untuk mem#lokade saraf tinggal sedikit.
III- Toksisitas O+at aal"etik lokal
"#at analgetik lokal relatif #e#as dari efek samping #ila di#erikan dalam dosis 4ang tepat dan lokasi
anatomis 4ang tepat. 0eaksi toksis 4ang 9epat umumn4a #ila ter.adi suntikan intra3askular atau dosis
#esar su#ara-noid. Pem#erian dosis 4ang #esar tetapi lokasi anatomisn4a tepat dapat mem#a1a ke
ara- toksisitas sistemik setela- a#sor#si 3askular o#at analgetik lokal terse#ut.
Pengaru- toksisitas #ergantung pada kadar o#at analgetik lokal dalam plasma. ,ila kadarn4a
!gAml ge.alan4a adala- gangguan pengli-atan) disorientasi dan ngantuk. ,ila kadarn4a 1+gAml
ge.alan4a adala- tidak sadar) twitching otot) tremor (muka) u.ung ekstrimitas*. ,ila kadarn4a 12gAml
tim#ul ke.ang8ke.ang) dan #ila kadarn4a 2+gAml ter.adi -enti nafas.
Ta+el : Toksisitas O+at aal"etik lokal
1'%
(1* /usunan /araf Pusat
=ksitasi
Depresi
(2* /istem Kardio3askular
Hipertensi
Hipotensi
:ritasi 3o1al
(1* Kerusakan sera#ut saraf
(2* Kerusakan otot skelet
Lai7lai
(1* Alergi
(2* Metemoglo#inemia (prilokain*
(3* Ke9anduan (Kokain*

Toksisitas Sistemik :
Toksisitas sistemik o#at analgetik lokal se9ara primer umumn4a mengenai //P dan sistem
kardio3askular. Pada umumn4a //P le#i- da-ulu terkena daripada sistem kardio3askular. Penelitian
pada an.ing dan #iri8#iri menun.ukkan #a-1a diperlukan dosis dan kadar o#at analgetik lokal 4ang
le#i- ke9il untuk menim#ulkan toksisitas //P daripada toksisitas kardio3askular.
Ta0el : Si$ns an/ symptoms o# local anest"etic relate/ CNS
to4icity
CNS e4citation
Binnitus
Lightheadedness
Confusion
Circumoral numbness
TonicHclonic 1on+ulsions
1''
Drowsiness
Unconciousness
Respiratory arrest
To1sisitas Susunan Sara# )usat :
Toksisitas //P #er-u#ungan dengan @
1. Potensi o#at@ #upi3akain % kali le#i- poten daripada prilokainE toksisitasn4a .uga .au- le#i- #erat.
2. Kadar 6"(@ #ila kadar 6"( dara- meningkat) am#ang kon3ulsi menurun.
3. pH dara-@ #ila pH dara- menurun) am#ang kon3ulsi menurun
Pada sukarela1an 4ang diinfusi o#at analgetik lokal merasakan adan4a perasaan mela4ang) pening)
diikuti gangguan pengli-atan dan pendengaran (seperti kesulitan memfokuskan pandangan dan
tinnitus* serta adan4a disorientasi dan mual. Tanda8tanda lain adala- adan4a eksitasi) menggigil)
twitching otot dan tremor pada otot8otot muka dan #agian distal ekstrimitas dan ter.adi ke.ang8ke.ang
4ang men4eluru-. ,ila dosis #esar di#erikan se9ara sistemik) ge.ala pertama //P eksitasi segera
diikuti ole- //P depresi) depresi nafas dan -enti nafas. Per#andingan relatif toksisitas //P dari
#upi3akain) etidokain dan lidokain adala- 4@2@1.
To1sisitas Kar/io+as1ular :
"#at analgetik lokal dapat men4e#a#kan pengaru- 4ang #esar ter-adap sistem
kardio3askular. Pem#erian se9ara sistemis dapat mempengaru-i otot .antung dan otot polos dinding
pem#ulu- dara-.
O+at7o+at aal"etik lokal-
Lidokai :
5idokain #iasan4a digunakan untuk terapi aritmia (ventricular e3trasstole*. =fek primer dari
lidokain adala- menurunkan ke9epatan maksimal dari depolarisasi. ,upi3akain dapat mempresipitasi
tim#uln4a aritmia .antung) 4aitu adan4a #lok unilateral dan suatu aritmia .antung tipe reentrant.
,ergantung pada dosisn4a) o#at analgetik lokal #isa #ersifat inotropik negatif. Makin poten o#at
analgetik lokal terse#ut) semakin kuat menekan .antung.
5idokain @
"nsetn4a le#i- 9epat dan lama ker.a le#i- lama dari prokain.
=fek topikaln4a #aik.
2++
/ering dipakai se#agai anti aritmia.
Dipakai untuk menumpulkan rangsangan aki#at laringoskopi8intu#asi 4ang
menim#ulkan kenaikkan tekanan dara- dan frekuensi nadi dengan dosis 181) mgAkg
,, intra3ena.
"#at analgetik lokal 4ang paling #an4ak dipakai dan se#agai pem#anding o#at analgetik
lokal lainn4a.
Konsentrasi untuk pem#erian infiltrasi +)81F) epidural 182F) #lok saraf 181)F) topikal
4F) spinal F.
"nsetn4a 9epat) durasi !+812+ menit.
Dosis maksimaln4a 3++mg tanpa epinefrin) ++mg #ila di9ampur dengan epinefrin.
Dosis rata8ratan4a $8%mgAkg,,.
,upi3akain @
Potensin4a le#i- kuat.
Durasin4a le#i- lama.
Toksisitasn4a -ampir sama dengan tetrakain) 48 kali le#i- #esar dari lidokain.
/otor blockade le#i- lema- daripada lidokain.
"nset8n4a le#i- lama daripada lidokain.
,an4ak dipakai pada n4eri pas9a#eda- dan analgesia pada persalinan.
Konsentrasi infiltrasin4a +)28+)F) #lok saraf +)28+)F) epidural +)8+)$F) spinal +).
"nset8n4a lam#at) durasi 1%+83++ menit.
1ingle dose maksimumn4a 1$mg.
Dosis rata8ratan4a 384mgAkg,,.
I%- Persia!a Aestesia
,ergantung pada .enis teknik analgesia lokal apa 4ang akan digunakan. /e9ara umum pasien
-arus di#erita-u #a-1a untuk 4ang #ersangkutan anestesia ter#aik adala- analgesia lokal. ,ila perlu
#isa .uga sedikit di.elaskan tentang 9ara melakukan tindakan analgesia lokal terse#ut. Pasien tetap
dian.urkan puasa untuk men9ega- munta- #ila diperlukan kom#inasi dengan anestesia umum.
Diperiksa tempat 4ang akan disuntik) apaka- memungkinkan dilakukan tindakan analgesia lokal.
Di#erikan premedikasi sedatif dan analgetik kalau perlu. 6onto- premedikasi misaln4a dengan
dia?epam atau lora?epam. Pada keadaan8keadaan tertentu le#i- #aik tidak dilakukan analgesia lokal)
misaln4a pasien tidak kooperatif) ditemukan pen4akit saraf) anemia #erat) ataupun infeksi kulit.
%II- S!ial Aestesia
Dise#ut .uga spinal analgesia atau subarahnoid nerve block) ter.adi karena deposit o#at
analgetik lokal di dalam ruangan su#ara-noid. Ter.adi #lok saraf 4ang re3ersi#el pada radiks anterior
2+1
dan posterior) radiks ganglion posterior dan se#agian medula spinalis 4ang akan men4e#a#kan
-ilangn4a akti3itas sensori) motorik dan autonom.
,er#agai fungsi 4ang di#a1a saraf8saraf medula spinalis misaln4a temperatur) sakit) akti3itas
autonom) ra#aan) tekanan) lokalisasi ra#aan) fungsi motorik dan proprioseptif. /e9ara umum fungsi8
fungsi terse#ut di#a1a ole- sera#ut saraf 4ang #er#eda dalam keta-anann4a ter-adap o#at analgetik
lokal. "le- se#a# itu ada o#at analgetik lokal 4ang le#i- mempengaru-i sensori daripada motorik.
,lokade dari medula spinalis dimulai kaudal dan kemudian naik ke ara- sefalad.
/era#ut saraf 4ang #ermielin te#al (fungsi motorik dan propioseptif* paling resisten dan
kem#alin4a fungsi normal paling 9epat) se-ingga diperlukan konsentrasi tinggi o#at
analgetik lokal untuk mem#lokade saraf terse#ut.
5e3el #lokade autonom 2 atau le#i- dermatom ke ara- sefalik daripada le3el analgesia
kulit) sedangkan #lokade motorik 2 sampai 3 segmen ke ara- kaudal dari le3el analgesia.
Idikasi Aal"esia s!ial:
1. "perasi ekstremitas #a1a-) #aik operasi .aringan lunak) tulang atau pem#ulu- dara-.
2. "perasi di daera- perineal @ anal) rektum #agian #a1a-) 3agina) dan urologi.
3. A#domen #agian #a1a- @ -ernia) usus -alus #agian distal) apendiks) rektosigmoid)
kandung ken9ing) ureter distal) dan ginekologis
4. A#domen #agian atas @ kolesistektomi) gaster) kolostomi trans3ersum. Tetapi analgesia spinaluntuk
a#domen #agian atas tidak dapat dilakukan pada semua pasien se#a# dapat menim#ulkan
peru#a-an fisiologis 4ang -e#at.
. /eksio sesarea (Caesarean 1eksion*.
!. Prosedur diagnostik 4ang sakit) misaln4a anoskopi) dan sistoskopi.
Idikasi7kotra A+solut :
1. ;angguan pem#ekuan dara-) karena #ila u.ung .arum spinal menusuk pem#ulu- dara-) ter.adi
perdara-an -e#at dan dara- akan menekan medula spinalis.
2. /epsis) karena #isa ter.adi meningitis.
3. Tekanan intrakranial 4ang meningkat) karena #isa ter.adi pergeseran otak #ila ter.adi ke-ilangan
9airan sere#rospinal.
4. ,ila pasien menolak.
. Adan4a dermatitis kronis atau infeksi kulit di daera- 4ang akan ditusuk .arum spinal.
2+2
!. Pen4akit sistemis dengan seFuele neurologis misaln4a anemia pernikiosa) neurosifilis) dan porfiria.
$. Hipotensi.
Idikasi7kotra Relati1 :
1. Pasien dengan perdara-an.
2. Pro#lem di tulang #elakang.
3. Anak8anak.
4. Pasien tidak kooperatif) psikosis.
Aatomi :
Terdapat 33 ruas tulang 3erte#ra) 4aitu $ ser3ikal) 12 toraksal) lum#al) sakral dan 4
koksigeal. Medula spinalis #erak-ir di 3erte#ra 52) karena ditakutkan menusuk medula spinalis saat
pen4untikan) maka analgesia spinalumumn4a dilakukan setinggi 5485) 53854) 52853. 0uangan
epidural #erak-ir di 3erte#ra /2.
5igamen8ligamen 4ang memegang kolumna 3erte#ralis dan melindungi medula spinalis) dari
luar ke dalam adala- se#agai #erikut @
1. 5igamentum supraspinosum.
2. 5igamentum interspinosum.
3. 5igamentum fla3um.
4. 5igamentum longitudinal posterior.
. 5igamentum longitudinal anterior.
Tekik Aal"esia s!ial:
1. Inspeksi dan palpasi daera- lum#al 4ang akan ditusuk (dilakukan ketika kita 3isite pre8operatif*)
se#a# #ila ada infeksi atau terdapat tanda kemungkinan adan4a kesulitan dalam penusukan) maka
pasien tidak perlu dipersiapkan untuk spinal anestesia.
2. Posisi pasien @
a* Posisi 5ateral.
Pada umumn4a kepala di#eri #antal sete#al $)81+sm) lutut dan pa-a fleksi mendekati perut)
kepala ke ara- dada.
2+3
#* Posisi duduk.
Dengan posisi ini le#i- muda- meli-at kolumna 3erte#ralis) tetapi pada pasien8pasien 4ang
tela- mendapat premedikasi mungkin akan pusing dan diperlukan seorang asisten untuk
memegang pasien supa4a tidak .atu-. Posisi ini digunakan terutama #ila diinginkan sadle
block.
9* Posisi Prone.
2arang dilakukan) -an4a digunakan #ila dokter #eda- menginginkan posisi Cack Inife atau
prone.
3. Kulit dipersiapkan dengan larutan antiseptik seperti #etadin) alko-ol) kemudian kulit ditutupi
dengan WdoekP #olong steril.
4. 6ara penusukan.
Pakaila- .arum 4ang ke9il (no. 2) 2$ atau 2'*. Makin #esar nomor .arum) semakin ke9il
diameter .arum terse#ut) se-ingga untuk mengurangi komplikasi sakit kepala (P/HQpost spinal
headache*) dian.urkan dipakai .arum ke9il. Penarikan stilet dari .arum spinal akan men4e#a#kan
keluarn4a likuor #ila u.ung .arum ada di ruangan su#ara-noid. ,ila likuor keru-) likuor -arus
diperiksa dan spinal analgesia di#atalkan. ,ila keluar dara-) tarik .arum #e#erapa mili meter
sampai 4ang keluar adala- likuor 4ang .erni-. ,ila masi- mera-) masukkan lagi stilet8n4a) lalu
ditunggu 1 menit) #ila .erni-) masukkan o#at analgetik lokal) tetapi #ila masi- mera-) pinda-kan
tempat tusukan. Dara- 4ang me1arnai likuor -arus dikeluarkan se#elum men4untik o#at analgetik
lokal karena dapat menim#ulkan reaksi #enda asing (/eningismus*.
"#at8o#at 4ang dipakai @
"#at analgetik lokal 4ang #iasa dipakai untuk analgesia spinaladala- lidokain)
#upi3akain) le3o#upi3akain) prokain) dan tetrakain. 5idokain adala- suatu o#at analgetik
lokal 4ang poten) 4ang dapat mem#lokade autonom) sensori dan motorik. 5idokain #erupa
larutan F dalam $)F dekstrosa) merupakan larutan 4ang -iper#arik. Mula ker.an4a 2
menit dan lama ker.an4a 1) .am. Dosis rata8rata 4+8+mg untuk persalinan) $81++mg
untuk operasi ekstrimitas #a1a- dan a#domen #agian #a1a-) 1++81+mg untuk spinal
analgesia tinggi.
5ama analgesia prokain H 1 .am) lidokain 181) .am) tetrakain 2 .am le#i-.
Pe"atura Le0el Aal"esia:
5e3el anestesia 4ang terli-at dengan analgesia spinaladala- se#agai #erikut @ le3el
segmental untuk paralisis motorik adala- 283 segmen di #a1a- le3el analgesia kulit)
2+4
sedangkan #lokade autonom adala- 28! segmen sefalik dari ?one sensori. &ntuk
keperluan klinis) le3el anestesia di#agi atas @
88. 1adle block anesthesia @ ?ona sensori anestesia kulit pada segmen lum#al #a1a- dan sakral.
88. Low spinal anesthesia @ le3el anestesia kulit sekitar um#ilikus (T1+* dan termasuk segmen
toraksal #a1a-) lum#al dan sakral.
88. /id spinal anesthesia @ #lok sensori setinggi T! dan ?ona anestesia termasuk segmen toraksal)
lum#al) dan sa9ral.
88. 6igh spinal anesthesia @ #lok sensori setinggi T4 dan ?ona anestesia termasuk segmen toraksal
4812) lum#al) dan sa9ral.
Makin tinggi spinal anestesia) semakin tinggi #lokade 3asomotor) motorik dan -ipotensi) serta
respirasi 4ang tidak adekuat semakin mungkin ter.adi.
5e3el anestesia #ergantung pada 3olume o#at) konsentrasi o#at) #ar#otase) ke9epatan
suntikan) 3alsa3a) tempat suntikan) peningkatan tekanan intra8a#domen) tinggi pasien) dan
gra3itas larutan. Makin #esar 3olume o#at) akan semakin #esar pen4e#arann4a) dan le3el
anestesia .uga akan semakin tinggi. ,ar#otase adala- pengulangan aspirasi dari suntikan o#at
analgetik lokal. ,ila kita mengaspirasi +)1ml likuor se#elum men4untikkan o#atE dan
mengaspirasi +)1ml setela- semua o#at analgetik lokal disuntikkan) akan men.amin #a-1a u.ung
.arum masi- ada di ruangan su#ara-noid. Pen4untikan 4ang lam#at akan mengurangi pen4e#aran
o#at se-ingga akan meng-asilkan low spinal anesthesia) sedangkan suntikan 4ang terlalu 9epat
akan men4e#a#kan tur#ulensi dalam likuor dan meng-asilkan le3el anestesia 4ang le#i- tinggi.
Ke9epatan 4ang dian.urkan adala- 1ml per 3 detik.
,erdasarkan #erat .enis o#at analgetik lokal 4ang di#andingkan dengan #erat .enis likuor)
maka di#edakan 3 .enis o#at analgetik lokal) 4aitu -iper#arik) iso#arik dan -ipo#arik.
,erat .enis likuor sere#rospinal adala- 1)++381)++!. 5arutan -iper#arik @ 1)+2381)+3)
sedangkan -ipo#arik 1)++181)++2.
Pera1atan /elama pem#eda-an.
1. Posisi 4ang enak untuk pasien.
2. Kalau perlu #erikan o#at penenang.
3. "perator -arus tenang) manipulasi tidak kasar.
4. &kur tekanan dara-) frekuensi nadi dan respirasi.
. Per-atikan kesulitan penderita dalam pernafasan) adan4a mual dan pusing.
!. ,erikan oksigen per nasal.
2+
Pera1atan Pas9a#eda-.
1. Posisi terlentang) .angan #angun A duduk sampai 24 .am pas9a#eda-.
2. Minum #an4ak) 3 ltA-ari.
3. 6ega- trauma pada daera- analgesia.
4. Periksa kem#alin4a aktifitas motorik.
. >akinkan #a-1a perasaan 4ang -ilang dan kaki 4ang #erat akan puli-.
!. 6ega- sakit kepala) mual8munta-.
$. Per-atikan tekanan dara- dan frekuensi nadi karena ada kemungkinan penurunan tekanan
dara- dan frekuensi nadi.
Kom!likasi / Pro+lema Aal"esia s!ial :
1. /istem Kardio3askular @
a* Penurunan resistensi perifer @
88. Dasodilatasi arteriol dan arteri ter.adi pada daera- 4ang di#lokade aki#at penurunan tonus
3asokonstriksi simpatis.
88. Denodilatasi akan men4e#a#kan peningkatan kapasitas 3ena dan venous return.
88. Proksimal dari daera- 4ang di#lokade akan ter.adi mekanisme kompensasi) 4akni ter.adin4a
3asokonstriksi.
#* Penurunan Tekanan /istolik dan Tekanan Arteri 0ata8rata
Penurunan tekanan dara- #ergantung pada tinggin4a #lokade simpatis. ,ila tekanan dara-
turun renda- sekali) ter.adi risiko penurunan aliran dara- otak. ,ila ter.adi iskemia medula
o#longata terli-at adan4a ge.ala mual8munta-. Tekanan dara- .arang turun I 1 mmHg dari
tekanan dara- asal. Tekanan dara- dapat diperta-ankan dengan pem#erian 9airan dan atau o#at
3asokonstriktor. Duapulu- menit se#elum dilakukan analgesia spinaldi#erikan 9airan 05 atau
Na6l 1+81 mlAkg,,. Dasokonstriktor 4ang #iasa digunakan adala- efedrin. Dosis efedrin 28
+ mg i.m. atau 182+ mg i.3. Mula ker.a8n4a 284 menit pada pem#erian intra3ena) dan 1+8
2+menit pada pem#erian intramuskular. 5ama ker.a8n4a 1 .am.
9* Penurunan den4ut .antung.
,radikardia umumn4a ter.adi karena penurunan pengisian .antung 4ang akan mempengaru-i
mocardial chronotropic stretch receptor) #lokade anestesia pada sera#ut saraf cardiac
2+!
amlelerator simpatis (T184*. Pem#erian sulfas atropin dapat meningkatkan den4ut .antung dan
mungkin .uga tekanan dara-.
2. /istem 0espirasi
,isa ter.adi apnea 4ang #iasan4a dise#a#kan karena -ipotensi 4ang #erat se-ingga ter.adi iskemia
medula o#longata. Terapin4a @ #erikan 3entilasi) 9airan dan 3asopresor. 2arang dise#a#kan karena
ter.adi #lokade motorik 4ang tinggi (pada radiks n.frenikus 638*. Kadang8kadang #isa ter.adi
#atuk8#atuk kering) maupun kesulitan #i9ara.
3. /istem ;astrointestinal @
Diperli-atkan dengan adan4a mual munta- 4ang dise#a#kan karena -ipotensi) -ipoksia) pasien
sangat 9emas) pem#erian narkotik) o3er8akti3itas parasimpatis dan traction refle3 (misaln4a dokter
#eda- manipulasi traktus gastrointestinal*.
4. 6eadache -P16MPost 1pinal 6eadache0
/akit kepala pas9aanalgesia spinalmungkin dise#a#kan karena adan4a ke#o9oran likuor
sere#rospinal. Makin #esar .arum spinal 4ang dipakai) semakin #esar ke#o9oran 4ang ter.adi) dan
semakin tinggi kemungkinan ter.adin4a sakit kepala pas9aspinal anestesia. ,ila duramater ter#uka
#isa ter.adi ke#o9oran 9airan sere#rospinal sampai 182pekan. Ke-ilangan 6/: se#an4ak 2+ml
dapat menim#ulkan ter.adin4a sakit kepala. P/H ini pada '+F pasien terli-at dalam 3 -ari
postspinal) dan pada %+F kasus akan meng-ilang dalam 4 -ari. /upa4a tidak ter.adi P/H dapat
dilakukan pen9ega-an dengan @
88. Memakai .arum spinal seke9il mungkin (misaln4a no. 2)2$)2'*.
88. Menusukkan .arum paralel pada sera#ut longitudinal duramater se-ingga .arum tidak
mero#ek dura tetapi men4isi-kan duramater.
88. Hidrasi adekuat) dapat diperole- dengan minum 3ltA-ari selama 3 -ari) -al ini akan
menam#a- produksi 6/: se#agai pengganti 4ang -ilang.
,ila suda- ter.adi sakit kepala dapat diterapi dengan @
88. Memakai abdominal binder.
88. 2pidural blood patch @ suntikkan 1+ml dara- pasien itu sendiri di ruang epidural tempat
ke#o9oran.
88. ,erikan -idrasi dengan minum sampai 4ltA-ari.
Ke.adian P/H 1+82+F pada umur 2+84+ ta-unE I 1+F #ila dipakai .arum #esar (no. 2+ ke #a1a-*E
2+$
'F #ila dipakai .arum no.22 ke atas. <anita le#i- #an4ak 4ang mengalami sakit kepala daripada
laki8laki.
. Backache
/akit punggung merupakan pro#lema setela- suntikan di daera- lum#al untuk spinal anestesia.
!. 0etensi urin
Pen4e#a# retensi urin mungkin karena -al8-al se#agai #erikut @ operasi di daera- perineum pada
struktur genitourinaria) pem#erian narkotik di ruang su#ara-noid) setela- anestesia fungsi kandung
kemi- merupakan 4ang terak-ir puli-.
$. Komplikasi Neurologis Permanen
2arang sekali ter.adi komplikasi neurologis permanen. Hal8-al 4ang menurunkan ke.adiann4a
adala- karena @ dilakukan sterilisasi panas pada ampul gelas) memakai semprit dan .arum 4ang
disposi#el) analgesia spinaldi-indari pada pasien dengan pen4akit sistemik) serta penerapan teknik
antiseptik.
%. Chronic Adhesive Arahnoiditis
/uatu reaksi proliferasi ara-noid 4ang akan men4e#a#kan fi#rosis) distorsi serta o#literasi dari
ruangan su#ara-noid. ,iasan4a ter.adi #ila ada #enda asing 4ang masuk ke ruang su#ara-noid.
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t- ed)
Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
2+%
MODUL '=
ANALGESIA REGIONAL II
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 3*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian kompetensi
2 B 1 .am (classroom session*
3 B 2 (coaching session*
4 pekan (facilitation 8 assessment*
PERSIAPAN SESI
Audio3isual Aid@
2. 56D Proektor dan laar
3. 5aptop
%. "HP
'. Flipchart
*. Pemutar video
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang Puli-
4. ,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t-
ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
2+'
TU&UAN UMUM
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik mema-ami dan mengerti tentang anatomi fungsional )
fisiologi anestesia epidural ) kaudal dan analgesia regional #lok perifer) dapat mem#erikan
anestesia epidural ) kaudal dan analgesia regional #lok perifer se9ara #aik dan #enar) melakukan
penatalaksanaan komplikasi anestesia epidural ) kaudal dan analgesia regional #lok perifer
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik mampu untuk @
Ko$niti#
a. Mampu men.elaskan anatomi tulang #elakang) medula spinalis dan rongga
epidural)lapisan8lapisann4a mulai dari kulit) ligamen8ligamen) sampai ke rongga
epidural) regio sakralis) -iatus sakralis) fungsional anatomi pleksus #rakialis dan
pleksus lum#osakral
#. Mampu men.elaskan peru#a-an fisiologi 4ang ter.adi pada anestesia epidural) kaudal)
pleksus #rakialis dan pleksus lum#osakral.
9. Mampu men.elaskan #er#agai teori tim#uln4a tekanan negatif pada rongga epidural.
d. Mampu men.elaskan mekanisme ker.a o#at analgetik lokal pada anestesia epidural)
kaudal )#lok pleksus #rakialis dan pleksus lum#osakral .
e. Mampu men.elaskan persiapan preoperatif termasuk kun.ugan preanestesia dan
melakukan identifikasi kelainan atau pen4akit pasien 4ang akan mempengaru-i
.alann4a anestesia epidural) kaudal) #lok perifer pleksus #rakialis dan pleksus
lum#osakral.
f. Mampu men.elaskan ren9ana penatalaksanaan anestesia epidural) kaudal) #lok perifer
pleksus #rakialis dan pleksus lum#osakral untuk prosedur #eda- 4ang akan dilakukan.
g. Mampu men.elaskan persiapan alat dan o#at 4ang akan dipakai untuk anestesia
epidural) kaudal) #lok pleksus #rakialis dan #lok pleksus lum#osakral .
-. Mampu men.elaskan 9ara ker.a nerve< stimulator dan metode lainn4a untuk identifikasi
saraf ) keuntungan dan kerugiann4a
i. Mampu men.elaskan prosedur tindakan anestesia epidural) kaudal) #er#agai pendekatan
#lok pleksus #rakialis dan pleksus lum#osakral 4ang #aik dan #enar.
.. Mampu men4e#utkan #e#erapa 9ara pemasangan .arum epidural .
k. Mampu men.elaskan le3el ketinggian minimal dan .enis #lok 4ang diinginkan termasuk
dermatom 4ang dipengaru-in4a) untuk masing8masing tindakan operasi 4ang akan
dilakukan.
l. Mampu men.elaskan indikasi dan indikasi8kontra tindakan anestesia epidural) kaudal)
#lok pleksus #rakialis dan pleksus lum#osakral.
m. Mampu men4e#utkan .enis o#at) dosis) konsentrasi) pengen9eran) mula ker.a)
lama ker.a o#at analgetik lokal 4ang dapat dipakai untuk anestesia epidural) kaudal)
#lok pleksus #rakialis dan pleksus lum#osakral serta .enis ad.u3an 4ang dapat
mempengaru-i atau mem#antu ker.a o#at analgetik lokal.
n. Mampu men.elaskan faktor8faktor 4ang mempengaru-i pen4e#aran o#at) ketinggian
21+
#lok anestesia epidural)dan kaudal
o. Mampu men.elaskan faktor8faktor 4ang mempengaru-i mula dan masa ker.a o#at pada
anestesia epidural) kaudal) #lok pleksus #rakialis dan #lok pleksus lum#osakral
p. Mampu men.elaskan komplikasi 4ang dapat ter.adi pada anestesia epidural) kaudal)
#lok pleksus #rakialis dan #lok pleksus lum#osakral) tanda8 tanda dan ge.ala) 9ara
men9ega- dan mengatasi komplikasi terse#ut.
M. Mampu men.elaskan penatalaksanaan pen9a#utan kateter epidural pada pasien 4ang
mendapat terapi antikoagulan.
)si1omotor
a. Mampu melakukan persiapan preoperatif termasuk kun.ugan preanestesia )memili-
pasien 4ang sesuai untuk anestesia epidural lum#al ) kaudal) #lok pleksus #rakialis dan
pleksus lum#osakral ) dan melakukan identifikasi kelainan atau pen4akit pasien 4ang
akan mempengaru-i .alann4a anestesia.
#. Mampu melakukan persiapan alat (alat anestesia epidural) kaudal )#lok perifer dan alat
resusitasi* dan o#at (analgesia lokal) ad.u3an) o#at resusitasi* untuk anestesia epidural
lum#al) kaudal) #lok perifer dan #lok pleksus lum#osakral dengan #aik dan #enar.
9. Mampu melakukan prosedur tindakan anestesia epidural lum#al ) kaudal ) #lok pleksus
#rakialis) #lok pleksus lum#osakral 4ang #aik dan #enar dengan #er#agai 9ara
pendekatan.
d. Mampu memeriksa le3el ketinggian minimal dan .enis #lok 4ang diinginkan termasuk
dermatom) miotom dan osteotom 4ang dipengaru-in4a pada anestesia epidural lum#al)
kaudal) #lok pleksus #rakialis) #lok pleksus lum#osakral se-ingga sesuai untuk
ke#utu-an masing8masing tindakan operasi 4ang akan dilakukan.
e. Mampu men4iapkan #er#agai .enis o#at) dosis) konsentrasi) pengen9eran dan memakai
#er#agai .enis o#at analgetik lokal 4ang dapat dipakai untuk anestesia epidural lum#al)
kaudal) #lok pleksus #rakialis) #lok pleksus lum#osakral) serta .enis ad.u3an 4ang dapat
mempengaru-i atau mem#antu ker.a o#at analgetik lokal.
f. Mampu melakukan monitor pasien dalam anestesia epidural lum#al) kaudal) #lok
pleksus #rakialis) #lok pleksus lum#osakral
g. Mampu mengenali peru#a-an fisiologis 4ang ter.adi pada anestesia epidural lum#al)
#lok kaudal) #lok pleksus #rakialis ) #lok pleksus lum#osakral dan penatalaksanaann4a
-. Mampu mengenali tanda8 tanda dini komplikasi 4ang ter.adi pada anestesia epidural
lum#al) kaudal) #lok pleksus #rakialis) #lok pleksus lum#osakral) melakukan
pen9ega-an dan mengatasi komplikasi terse#ut.
i. Mampu melakukan pen9a#utan kateter epidural dengan #enar terutama pada pasien
4ang mendapat terapi antikoagulan.
Komuni1asi(6u0un$an interpersonal
a" Mampu men.elaskan kepada pasien atau keluarga pasien tentang kondisi pasien
preoperatif manfaat dan risiko tindakan anestesia epidural) kaudal) #lok pleksus
#rakialis) #lok pleksus lum#osakral untuk memperole- persetu.uan setela- mendapat
informasi (informed consent*"
b" Mampu men.elaskan kepada se.a1at senior atau konsulen tentang kondisi pasien untuk
kemungkinan pemeriksaan tam#a-an) pem#erian o#at8o#atan atau upa4a optimalisasi
kondisi pasien.
c" Mampu #erkomunikasi dengan se.a1at operator tentang kondisi pasien se#elum)
211
selama dan sesuda- operasi) terutama #ila ter.adi keadaan 4ang tidak diinginkan) untuk
ker.asama dalam penatalaksanaan pasien.
d" Mampu mem#erikan keper9a4aan pada pasien tentang rasa tidak n4aman 4ang dapat
tim#ul) penanggulangan n4eri dan penatalaksanaan pas9a#eda-.
)ro#esionalisme
a. Mampu #eker.a sesuai prosedur dengan efisien.
#. Mampu mem#erikan kemuda-an kepada operator saat operasi.
9. Mampu #erinteraksi dengan se.a1at lain maupun tenaga paramedis dan tenaga medis
lain atas dasar meng-argai kompetensi masing8masing.
d. Mampu mema-ami) mem#erikan pen.elasan kepada pasien atau keluargan4a tentang
kondisi pasien sesuai -ak pasien
KEDNOTES:
1. /pinal) epidural dan kaudal #lok .uga dise#ut se#agai Neuroaksial anestesia. /etiap #lok
ini dapat dilakukan dengan suntikan tunggal atau dengan kateter se-ingga dapat
dilakukan pem#erian se9ara intermiten atau kontin4u.
2. Melakukan tusukan lum#al (su#ara-noid* -arus di #a1a- 51 pada de1asa (53 pada
anak* untuk meng-indari kemungkinan trauma ole- .arum pada medula spinalis.
3. Tempat ker.a utama #lok neuroaksial adala- pada radiks saraf.
4. Terdapat per#edaan #lokade pada #lokade simpatis (sensiti3itas temperatur* 2 segmen
le#i- tinggi dari #lok sensori (n4eri) ra#a -alus*) dan 2 segmen le#i- tinggi daripada
#lokade motorik. /ensori 2 segmen le#i- tinggi dari motorik.
. Interupsi transmisi eferen autonom pada radiks saraf spinalis dapat menim#ulkan
#lokade simpatis dan parasimpatis.
!. ,lokade neuroaksial dapat menurunkan tekanan dara- 4ang disertai penurunan den4ut
.antung dan kontraksi .antung.
$. =fek kardio3askular 4ang #er#a-a4a -arus diantisipasi untuk mengurangi dera.at
-ipotensi. Pengisian dengan 3olume 1+82+ mlAkg intra3ena pada pasien se-at untuk
mengkompensasi pooling 3ena.
%. ,radikardia -arus diterapi dengan sulfas atropin) dan -ipotensi diterapi dengan
3asopresor.
212
'. Indikasi8kontra neuroaksial #lokade adala- pasien menolak) gangguan perdara-an)
-ipo3olemia #erat) peningkatan tekanan intrakranial) infeksi di tempat suntikan)
pen4akit katup .antung stenosis #erat atau o#struksi outflow ventricular.
1+. &ntuk anestesia epidural) -ilangn4a ta-anan 4ang ti#a8ti#a menun.ukkan .arum masuk
rongga epidural. &ntuk analgesia spinalditandai dengan keluarn4a likuor
sere#rospinalis.
11. =pidural anestesia adala- suatu teknik neuroaksial 4ang tempat pemasangann4a
mempun4ai rentang 4ang le#i- luas daripada /pinal Anestesia. =pidural #lok dapat
dilakukan pada le3el lum#al) toraksal) ser3ikal.
12. =pidural teknik digunakan se9ara luas untuk anestesia operasi) o#stetri analgesia)
penatalaksanaan n4eri pas9a#eda-) penatalaksanaan n4eri kronis.
13. Mula ker.aepidural anestesia le#i- lam#at (1+82+ menit*) dan kurang dalam
di#andingkan dengan spinal anestesia.
14. Kuantitas (3olume dan konsentrasi* o#at analgetik lokal 4ang diperlukan untuk epidural
anestesia le#i- #an4ak di#andingkan dengan spinal anestesia. Toksisitas 4ang n4ata
dapat ter.adi #ila .umla- terse#ut disuntikan intratekal atau intra3ena. Panduan 4ang
aman adala- gunakan test dose dan #erikan se9ara in9remental.
1. =pidural kaudal anestesia adala- sala- satu teknik regional anestesia 4ang sering
digunakan pada pasien pediatrik.
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat melakukan analgesia regional spinal atau epidural lum#alAepidural kaudal
diperlukan pengeta-uan dan keterampilan dalam anatomi) farmakologi o#at) komplikasi aki#at
o#at anestetik) pemasangan alat) dan komplikasi aki#at peru#a-an fisiologis 4ang #esar.
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu melakukan@
1. Anestesia epidural lum#al
2. ,lok kaudal
213
3. ,lok pleksus #rakialis pendekatan interskalenus dan aksilaris
4. ,lok pleksus lum#osakral @ #lok siatik) #lok femoralis) #lok poplitea
METODE PEMBELA&ARAN
8 Kulia- Persiapan Anestesia =pidural ) ,lok Kaudal) ,lok Pleksus ,rakialis) ,lok
Pleksus lum#osakral dilakukan pada semester 3
8 Pelati-an di skill lab anestesia epidural lum#al dan #lok kaudal pada manikin epidural
dilakukan semester 3
8 Pelati-an di skill lab dengan sukarela1an untuk menggam#ar penun$uk anatomi #lok
pleksus #rakialis dan #lok pleksus lum#osakral
8 Pelati-an di kamar #eda- anestesia epidural lum#al) #lok kaudal) #lok pleksus #rakialis
dan #lok pleksus lum#osakral pada pasien dilakukan semester 3 dan selan.utn4a
terintegrasi dengan rotasi lainn4a) dengan #im#ingan dan penga1asan staf penga.ar.
8 Diskusi dan laporan tentang pro#lema 4ang tim#ul pada anestesia epidural lum#al ) #lok
kaudal) #lok pleksus #rakialis dan #lok pleksus lum#osakral sesuai sasaran
pem#ela.aran.
8 Kulia- partisipatif
8 Tugas tulisan (tin.auan pustaka* dan tugas #a9a
8 5aporan kasus
8 Diskusi kelompok
8 Demonstrasi dan bedside teaching
8 Tutorial indi3idual
MEDIA
8 Papan tulis
8 Komputer
8 56D dan slide pro$ector
8 Pasien di kamar #eda-.
8 /ukarela1an
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
8 Manikin anestesia epidural
E%ALUASI
Pre<tes
1.2elaskan anatomi tulang #elakang dan rongga epidural
#" 2elaskan anatomi regio sakralis) -iatus sakralis dan 3ariasin4a
%" 2elaskan anatomi dan dermatom) osteotom) miotom 4ang disarafi pleksus #rakialis dan
9a#ang8 9a#angn4a
214
&" 2elaskan anatomi dan dermatom) osteotom) miotom 4ang disarafi pleksus lum#osakral
dan 9a#ang8 9a#angn4a
'" 2elaskan peru#a-an fisiologi 4ang ter.adi pada anestesia epidural
(" 2elaskan peru#a-an fisiologi 4ang ter.adi pada #lok kaudal
)" 2elaskan #er#agai teori tim#uln4a tekanan negatif pada rongga epidural.
*" 2elaskan mekanisme ker.a o#at analgetik lokal pada anestesia epidural) #lok kaudal)
#lok pleksus #rakialis dan #lok pleksus lum#osakral
+" 2elaskan persiapan preoperatif termasuk kun.ugan preanestesia) pemili-an pasien 4ang
sesuai dan melakukan identifikasi kelainan atau pen4akit pasien 4ang akan
mempengaru-i .alann4a anestesia epidural) #lok kaudal) #lok pleksus #rakialis dan #lok
pleksus lum#osakral
!," 2elaskan persiapan alat dan o#at 4ang akan dipakai untuk anestesia epidural) #lok
kaudal) #lok pleksus #rakialis) dan #lok pleksus lum#osakral .
!!" 2elaskan prosedur tindakan anestesia epidural dan #lok kaudal 4ang #aik dan #enar.
!#" 2elaskan prosedur tindakan anestesia #lok pleksus #rakialis pendekatan interskalenus
dan aksilaris dengan menggunakan nerve stimulator 4ang #aik dan #enar
!%" 2elaskan prosedur tindakan anestesia #lok pleksus lum#osakral @ #lok siatik) #lok
femoralis) #lok poplitea dengan menggunakan nerve stimulator 4ang #aik dan #enar
!&" /e#utkan #e#erapa 9ara penusukan .arum epidural
!'" 2elaskan le3el ketinggian minimal dan 4ang diinginkan termasuk dermatom ) osteotom)
miotom 4ang dipengaru-in4a untuk anestesia epidural) #lok kaudal) #lok pleksus
#rakialis) #lok pleksus lum#osakral untuk masing8masing tindakan operasi 4ang akan
dilakukan.
!(" 2elaskan indikasi dan indikasi8kontra tindakan anestesia epidural) #lok kaudal) #lok
pleksus #rakialis (interskalenus dan aksilaris*) #lok pleksus lum#osakral (siatik) femoral)
poplitea*
!)" /e#utkan dan .elaskan .enis o#at) dosis) konsentrasi) pengen9eran) mula ker.a) lama
ker.a o#at analgetik lokal 4ang dapat dipakai untuk anestesia epidural) #lok kaudal) #lok
pleksus #rakialis (interskalenus) aksilaris* dan #lok pleksus lum#osakral (siatik) femoral)
poplitea* serta .enis ad.u3an 4ang dapat mempengaru-i atau mem#antu ker.a o#at
analgetik lokal.
!*" 2elaskan faktor8faktor 4ang mempengaru-i mula dan masa ker.a) pen4e#aran o#at)
pen4e#aran dan intensitas #lok anestesia epidural) #lok kaudal) #lok pleksus #rakialis)
#lok pleksus lum#osakral .
!+" 2elaskan komplikasi 4ang dapat ter.adi pada anestesia epidural) #lok kaudal) #lok
pleksus #rakialis (interskalenus ) aksilaris*) #lok pleksus lum#osakral (siatik) femoralis)
poplitea*) tanda Ctanda dan ge.ala) 9ara men9ega- dan mengatasi komplikasi terse#ut.
Iognitif
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
1kill
8 /ultiple observation and assessments
21
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
Pengetahuan
8 M6H (pre8tes*
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Aestesia Epi/ural 3um0al Te1ni1 3oss o# Resistance
;
o
Prosedur Aestesia Blok
E!idural
(pendekatan 9ara midline*
1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR ANESTESIA
EPIDURAL
! Periksa kesiapan alat (epidural)
resusitasi* dan o#at (epidural)
resusitasi* 4ang diperlukan
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
asepsis dan antisepsis
% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada pasien)
21!
premedikasi #ila perlu
' Posisikan pasien lateral deku#itus atau
duduk) gan.al #a-u dan kepala pasien
#ila diposisikan lateral deku#itus.
( Tentukan penun$uk anatomi 9ela-
antara 5283) 5384 atau 548. 6ela-
antara 5384 atau prosesus spinosus 54
tegak lurus dari spina iliaka anterior
superior.
) 5akukan tindakan asepsis dan antisepsis
pada penun$uk anatomi 4ang
ditentukan"
* ,erikan analgesia lokal pada 9ela- 4ang
akan dilakukan penusukan .arum Buoh
+ 5akukan penusukan .arum Buoh pada
9ela- 4ang tela- di#eri analgesia lokal
sampai .arum Buoh terfiksasi di
ligamentum. Penusukan .arum -arus
se.a.ar dengan prosesus spinosus atau
sedikit mem#entuk sudut keara-
sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral
atau sefalad. 6a#ut stilet dan
-u#ungkan .arum dengan semprit 4ang
#erisi Na6l +)'F.
!, Dengan tangan nondominan mena-an
.arum pada punggung pasien) tangan
dominan mendorong ma.u .arum Tuo-4
pelan sam#il menekan plunger semprit
sampai u.ung distal .arum epidural
sampai di ruang epidural 4ang ditandai
dengan adan4a loss of resistance.
!! 6a#ut semprit dan kateter epidural
dimasukkan sampai u.ung kateter
mele1ati u.ung .arum epidural
!, 6a#ut .arum epidural sam#il
mendorong kateter epidural sedemikian
se-ingga kateter tidak ikut ter9a#ut
21$
!! Pastikan kateter epidural 4ang masuk
ke ruang epidural sepan.ang le#i-
kurang 4 sm (fiksasi di kulit @
kedalaman ruang epidural G 4 sm*
!# /am#ungkan kateter dengan filter 4ang
suda- diisi Na6l+)'F. . Aspirasi untuk
memastikan kateter tidak masuk ruang
su#ara-noid. :iksasi kateter) tutup
dengan kasa sterilA tegaderm"
!% 5akukan test dose untuk memastikan
u.ung kateter tidak terletak di ruang
su#ara-noid atau intra3askular
!& Masukkan analgesia lokal dengan pelan
dan aspirasi sering
!' 6ara pen4untikkan paramedian pada
dasarn4a sama seperti di atas) -an4a
.arum Buohl disuntikkan pada 1) sm
lateral dan 1sm kaudal dari 9ela-
pen4untikkan 4ang ditu.u.
6ara hanging drop pada dasarn4a sama
dengan teknik loss of resistance -an4a
identifikasi ruang epidural dilakukan
dengan 9ara mengamati tertarikn4a
tetesan Na9l o)'F pada -u# .arum
Buoh ole- tekanan negatif ruang
epidural
DURANTE ANESTESIA
EPIDURAL
! Monitor A,6) ketinggian #lok)
intensitas #lok
# Amati peru#a-an fisiologis 4ang
ter.adi) pen9ega-an dan
penatalaksanaann4a
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
' Bopping<up dose #ila pem#eda-an
21%
#erlangsung lama
( Monitor ken4amanan pasien dan
penatalaksanaan rasa tidak n4aman
pasien
PAS>ABEDA.
! Monitor A,6 ) intensitas #lok di ruang
puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Pen9a#utan kateter epidural
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaan
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Blok Kaudal
;
o
Prosedur Aestesia Blok
Kaudal
1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR BLOK KAUDAL
! Periksa kesiapan alat (#lok kaudal)
resusitasi* dan o#at 4ang diperlukan
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
asepsis dan antisepsis
% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada pasien)
premedikasi #ila perlu
' Posisikan pasien pada posisi 1ims
( Identifikasi kornu sakralis dan /IP/
21'
) 5akukan tindakan asepsis dan antisepsis
pada penun$uk anatomi 4ang
ditentukan"
* ,erikan analgesia lokal pada kulit di
atas kornu sakralis
+ 5akukan penusukan .arum kateter
intra3ena A Buoh dengan sudut 4
dera.at dengan sakrum di antara kedua
kornu sakralis) setela- .arum dirasakan
melalui mem#ran sakrakoksigeal atau
kontak dengan #agian 3entral kanalis
sakralis) .arum ditarik #e#erapa mm
dari periosteum) diturunkan sampai
1 dera.at) dan kateter diteruskan
masuk #e#erapa mm (#a4iAanak * atau
sm (de1asa*. Per-atikan u.ung .arum
tidak mele1ati garis ima.iner 4ang
meng-u#ungkan kedua /IP/
!, 6a#ut stilet .arum kateter intra3enaA
Buoh
!! Hu#ungkan semprit #erisi Na6l+)'F
dengan -u# kateterA Buoh) aspirasi )
#ila negatif) in.eksikan sam#il
merasakan loss of resistance ruang
epidural dan mera#a tidak adan4a
pen4untikan intramuskularA su#kutan
!% 5akukan test dose untuk memastikan
u.ung .arum tidak terletak di ruang
su#ara-noid atau intra3askular
!& Masukkan analgesia lokal dengan pelan
dan aspirasi sering sam#il tangan non
dominan mera#a regio sakrum
DURANTE BLOK KAUDAL
! Monitor A,6) ketinggian #lok)
intensitas #lok
# Amati peru#a-an fisiologis 4ang
ter.adi) pen9ega-an dan
penatalaksanaann4a
22+
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
' Penatalaksanaan ketidakn4amanan
pasien #ila ada
PAS>ABEDA.
! Monitor A,6 di ruang puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaan
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Blok Iterskaleus Pleksus Brakialis
;
o
Prosedur Aestesia Blok
Iterskaleus Pleksus Brakialis

1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR BLOK
INTERSKALENUS
! Periksa kesiapan alat (#lok perifer)
resusitasi* dan o#at (#lok perifer)
resusitasi* 4ang diperlukan dan 9ek
kesiapan alat
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
asepsis dan antisepsis
% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada ekstremitas
221
lain 4ang tidak di#lok
' Premedikasi #ila perlu
( Posisikan pasien dengan kepala pasien
miring ke ara- sisi 4ang tidak di#lok
) ;am#ar penun$uk anatomi #lok
interskalenus @ #agian posterior otot
sternokleidomastoideus pars
kla3ikularis) 3ena .ugularis
eksterna)dan kla3ikula. 0a#a otot
skalenus anterior dan medial di #agian
posterior otot sternokleidomastoideus
pars kla3ikula) di dekat 3ena .ugularis
eksterna
* A dan antisepsis daera- pen4untikan
+ Analgesia lokal daera- pen4untikan
!, 2arum simulator 2 in9i di-u#ungkan
dengan nerve stimulator) dengan arus
1) mA) disuntikkan pada daera- antara
otot skalenus anterior dan medial
dengan ara- sedikit kaudal dan
posterior. Per-atikan .arum .angan
masuk le#i- dari 2sm
!! Amati adan4a respons positif #erupa
twitch otot deltoid) lengan atas ) lengan
#a1a- atau tangan. Ke9ilkan arus
sampai didapat twitch adekuat dengan
arus +)2 8+)4 mA. /esuaikan posisi
.arum #ila perlu.
!# Hu#ungkan semprit #erisi analgesia
lokal dengan .arum simulator. Aspirasi
dan in.eksikan analgesia lokal se9ara
pelan dan aspirasi sering
DURANTE BLOK
INTERSKALENUS PLEKSUS
BRAKIALIS
! Monitor A,6) intensitas #lok dan
dermatom) osteotom) miotom 4ang
ter#lok
222
# Penatalaksanaan rasa tidak n4aman
pasien selama #lok interskalenus
pleksus #rakialis
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
PAS>ABEDA.
! Monitor A,6 di ruang puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Komplikasi dan penatalaksanaan
komplikasi
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Blok Aksilaris Pleksus Brakialis
;
o
Prosedur Aestesia Blok
Aksilaris Pleksus Brakialis

1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR BLOK
INTERSKALENUS
! Periksa kesiapan alat (#lok perifer )
resusitasi*dan o#at 4ang diperlukan dan
9ek kesiapan alat
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
223

asepsis dan antisepsis


% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada ekstremitas
lain 4ang tidak di#lok
' Premedikasi #ila perlu
( Posisikan pasien dengan kepala pasien
miring ke ara- sisi 4ang tidak di#lok)
dan lengan 4ang akan di#lok a#duksi
dan fleksi di sendi siku se-ingga aksila
terekspos
) 0a#a den4ut arteri aksilaris pada lengan
4ang akan di#lok
* A dan antisepsis daera- pen4untikan
+ Analgesia lokal daera- pen4untikan
!, 2arum simulator 2 in9- di-u#ungkan
dengan nerve stimulator) dengan arus
1) mA) disuntikkan pada daera- di
atas den4ut arteri aksilaris
!! Amati adan4a respons twitch tangan.
Ke9ilkan arus sampai didapat twitch
adekuat dengan arus +)2 8+)4 mA.
/esuaikan posisi .arum #ila perlu.
!# Hu#ungkan sempri t#erisi analgesia
lokal dengan .arum simulator. Aspirasi
dan in.eksikan analgesia lokal se9ara
pelan dan aspirasi sering
!% ,ila perlu dapat di9ari respons motorik
nervus medianus) ulnaris) radialis satu
persatu.
DURANTE BLOK AKSILARIS
PLEKSUS BRAKIALIS
! Monitor A,6 ) intensitas dan
dermatom) osteotom ) miotom 4ang
ter#lok
224
# Penatalaksanaan rasa tidak n4aman
pasien selama #lok interskalenus
pleksus #rakialis
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
PAS>ABEDA.
! Monitor A,6 di ruang puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Komplikasi dan penatalaksanaan
komplikasi
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Blok Siatik Pleksus Sakralis
;
o
Prosedur Aestesia Blok Siatik
Pleksus Sakralis

1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR BLOK SIATIK
PLEKSUS SAKRALIS
! Periksa kesiapan alat (#lok perifer)
resusitasi*dan o#at 4ang diperlukan dan
9ek kesiapan alat
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
22

asepsis dan antisepsis


% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada ekstremitas
lain 4ang tidak di#lok
' Premedikasi #ila perlu
( Posisikan pasien dengan posisi lateral
sedikit .atu- ke 3entral dengan tungkai
4ang akan di#lok di se#ela- atas)
dengan fleksi sendi panggul dan lutut
) ;am#ar penun$uk anatomi #lok siatik @
4 sm dari pertenga-an garis 4ang
meng-u#ungkan /IP/ dan trokanter
ma4or
* A dan antisepsis daera- pen4untikan
+ Analgesia lokal daera- pen4untikan
!, 2arum simulator 4 in9- di-u#ungkan
dengan nerve stimulator) dengan arus
1) mA) disuntikkan dengan ara- tegak
lurus semua plana.
!! Amati adan4a respons twitch otot
-amstring) #etis atau kaki. Ke9ilkan
arus sampai didapat twitch adekuat
dengan arus +)2 8+)4 mA. /esuaikan
posisi .arum #ila perlu.
!# Hu#ungkan semprit #erisi analgesia
lokal dengan .arum simulator. Aspirasi
dan in.eksikan analgesia lokal se9ara
pelan dan aspirasi sering
DURANTE BLOK SIATIK
PLEKSUS SAKRALIS
! Monitor A,6 ) intensitas dan
dermatom) osteotom ) miotom 4ang
ter#lok
# Penatalaksanaan rasa tidak n4aman
pasien selama #lok
22!
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
PAS>ABEDA.
! Monitor A,6 di ruang puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Komplikasi dan penatalaksanaan
komplikasi
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Blok Femoralis Pleksus Lum+alis
;
o
Prosedur Aestesia Blok
Femoralis Pleksus Lum+alis

1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed consent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR BLOK FEMORALIS
PLEKSUS LUMBALIS
! Periksa kesiapan alat (#lok perifer)
resusitasi* dan o#at 4ang diperlukan
dan 9ek kesiapan alat
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk
asepsis dan antisepsis
% Pasang monitor /tandard pada pasien
dan amati tanda 3ital pasien
22$

& Pasang .alur intra3ena pada ekstremitas


lain 4ang tidak di#lok
' Premedikasi #ila perlu
( Posisikan pasien supine
) ;am#ar penun$uk anatomi #lok
femoralis @ lipatan inguinal dan den4ut
arteri femoralis
* A dan antisepsis daera- pen4untikan
+ Analgesia lokal daera- pen4untikan
!, 2arum simulator 2 in9i di-u#ungkan
dengan nerve stimulator) dengan arus
1) mA) disuntikkan dengan ara-
-ampir tegak lurus tepat di se#ela-
den4ut arteri femoralis
!! Amati adan4a respons twitch otot
kuadriseps femoris .Ke9ilkan arus
sampai didapat twitch adekuat dengan
arus +)2 8+)4 mA. /esuaikan posisi
.arum #ila perlu.
!# Hu#ungkan semprit #erisi analgesia
lokal dengan .arum stimulator. Aspirasi
dan in.eksikan analgesia lokal se9ara
pelan dan aspirasi sering
DURANTE BLOK FEMORALIS
PLEKSUS LUMBALIS
! Monitor A,6 ) intensitas dan
dermatom) osteotom ) miotom 4ang
ter#lok
# Penatalaksanaan rasa tidak n4aman
pasien selama #lok
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an
dan penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
PAS>ABEDA.
22%
! Monitor A,6 di ruang puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Komplikasi dan penatalaksanaan
komplikasi
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
Da1tar >ek Peutu Bela*ar Blok Po!litea Pleksus Sakralis
;o Prosedur Aestesia Blok Po!litea
Pleksus Sakralis
-pendekatan posterior0
1udah
diker$akan
Belum
diker$akan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Informed 9onsent
2 Pemeriksaan fisis dan la#
3 Pemeriksaan tam#a-an
PROSEDUR BLOK POPLITEA PLEKSUS
SAKRALIS
! Periksa kesiapan alat (#lok perifer) resusitasi*
dan o#at 4ang diperlukan dan 9ek kesiapan alat
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis
dan antisepsis
% Pasang monitor /tandard pada pasien dan amati
tanda 3ital pasien
& Pasang .alur intra3ena pada ekstremitas lain
4ang tidak di#lok
' Premedikasi #ila perlu
( Posisikan pasien dengan posisi prone
) ;am#ar penun$uk anatomi #lok poplitea @ % sm
dari lipatan poplitea ke ara- kaudal di
pertenga-an tendon otot semi mem#ranosus
22'

dan otot #iseps femoris


* A dan antisepsis daera- pen4untikan
+ Analgesia lokal daera- pen4untikan
!, 2arum simulator 4 in9- di-u#ungkan dengan
nerve stimulator) dengan arus 1) mA)
disuntikkan dengan ara- tegak lurus
!! Amati adan4a respons twitch otot kaki.
Ke9ilkan arus sampai didapat twitch adekuat
dengan arus +)2 8+)4 mA. /esuaikan posisi
.arum #ila perlu.
!# Hu#ungkan semprit #erisi analgesia lokal
dengan .arum simulator. Aspirasi dan
in.eksikan analgesia lokal se9ara pelan dan
aspirasi sering
DURANTE BLOK POPLITEA PLEKSUS
SAKRALIS
! Monitor A,6) intensitas dan dermatom)
osteotom) miotom 4ang ter#lok
# Penatalaksanaan rasa tidak n4aman pasien
selama #lok
% Komplikasi 4ang ter.adi) pen9ega-an dan
penatalaksanaann4a
& Penatalaksanaan #ila #lok tidak adekuat
PAS>ABEDA.
! Monitor A,6 di ruang puli-
# Pasien dikem#alikan ke ruang ra1at
% Komplikasi dan penatalaksanaan komplikasi
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda
23+

DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila tidak
dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan prosedur
/tandard atau penuntun
T/D Tidak diamati 5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati- selama
penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
231
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
MATERI A>UAN
Lum+al E!idural Aestesia
Dapat dilakukan dengan men4untikkan o#at analgetik lokal di ruangan epidural di
daera- lum#al. Penusukan dapat dilakukan di daera- toraksal. Tetapi umumn4a di #a1a- 52)
mengingat pada 52 adala- ak-ir medula spinalis. Hal ini untuk mengurangi risiko kesala-an
penusukan 4ang terlalu dalam se-ingga menem#us medula spinalis.
Indikasi dan indikasi8kontra @
/ama seperti spinal anestesia. ,ila di#andingkan keuntungan dan kerugian epidural
232
anestesia di#andingkan dengan spinal anestesia) maka @
Keutu"a Aal"esia s!ialadala, :
a* "#at analgetik lokal 4ang dipakai le#i- sedikit.
#* <aktu 4ang diperlukan untuk mendapatkan #lokade 4ang adekuat le#i- singkat.
9* 5e3el anestesia le#i- pasti.
d* Teknik le#i- muda-.
Keutu"a E!idural Aestesia adala, :
a* ,isa anestesia segmental.
#* Tidak ter.adi sakit kepala pas9a#eda-.
9* Hipotensi lam#at ter.adin4a.
d* =fek motorik le#i- renda-.
e* Dapat diperta-ankan untuk 182 -ari dengan memakai kateter untuk terapi sakit
pas9a#eda-.
Keru"ia E!idural Aestesia di+adi"ka de"a Aal"esia s!ial:
a* Teknik epidural anestesia le#i- sulit daripada spinal anestesia.
#* Karena ruangan epidural sangat 3askular dan diperlukan o#at analgetik lokal 4ang
le#i- #an4ak) maka kemungkinan reaksi sistemis aki#at a#sor#si 3askular le#i-
#esar.
9* ,ila ada kesala-an menusuk dura dan .arum masuk ke ruangan su#ara-noid) lalu
di#erikan .umla- #esar o#at anestetik 4ang #isa men4e#a#kan -enti nafas) -ilangn4a
kesadaran) mungkin .uga #lokade simpatis 4ang men4eluru-.
d* Diperlukan 81+ kali le#i- #an4ak o#at untuk men9apai le3el anestesia 4ang
diinginkan.
Keutu"a E!idural Aestesia di+adi"ka de"a Aestesia Umum :
a* /edikit mempengaru-i respirasi) maka epidural anestesia sangat menguntungkan
untuk pasien8pasien dengan asma) #ronk-itis) atau emf4sema.
#* ,isa diperole- analgesia) relaksasi otot) dan usus.
9* Dapat di#erikan pada pasien 4ang tidak dapat menerima pelumpu- otot (misaln4a
miastenia gra3is*.
233
Aatomi :
Duramater #erak-ir di u.ung foramen magnum. Hal ini menguntungkan karena dapat
men9ega- masukn4a o#at analgetik lokal dari ruangan peridural ke ruangan otak. Kantong dura
#erak-ir di /2) kira8kira 1sm di #a1a- dan medial dari le3el spina iliaka posterior superior.
0uangan epidural di#atasi ole- duramater di se#ela- dalam) ligamentum fla3um dan periosteum
di se#ela- luar.
0uangan epidural meluas mulai dari dasar kepala (foramen magnum* di mana ter.adi
fusi duramater dengan periosteum sampai koksigeus (mem#ran sakrokoksigeal*. Diametern4a
+)sm dan paling le#ar di daera- 52. 2arak rata8rata antara kulit dengan ruangan epidural
adala- 48sm. 0uangan epidural #erisi .aringan pengikat) lemak) 3ena dan arteri serta pem#ulu-
limfe dan saraf. Dena di sini #er-u#ungan dengan 3ena di pel3is dan 3ena intrakranial) karena itu
o#at analgetik lokal atau udara 4ang disuntikkan ke fleksus venosus ini dapat langsung naik ke
otak. Dena men.adi distensi pada keadaan #atuk) mengedan atau gravida aterm) se-ingga
ruangan epidural ini menge9il pada gravida aterm.
Dosis o#at analgetik lokal 4ang diperlukan untuk men9apai le3el tertentu dari o#at
#er#eda8#eda karena @
88. Dariasi ukuran ruangan epidural.
88. :oramen inter3erte#ralis li#i- permea#el pada orang muda daripada usia tua) maka
pada pem#erian dosis 4ang sama dapat men4e#a#kan #lokade 4ang le#i- tinggi
pada orang tua.
Metode utuk meetuka rua"a e!idural :
1. Metoda loss of resistance.
2. Metoda hanging drop.
Pada metode loss of resistance) digunakan semprit 4ang diisi udara atau Na6l atau o#at
analgetik lokal. Ketika .arum menusuk ligamentum fla3um) dirasakan ada ta-ananE dan ketika
menem#us ligamentum fla3um dan masuk ke ruangan epidural) kita akan merasakan sekon4ong8
kon4ong ke-ilangan ta-anan. ,ila digunakan udara) maka udara 4ang masuk ke ruangan
epidural .angan mele#i-i 3ml. Dengan metoda hanging drop) maka tetesan air akan terisap ke
ruangan epidural aki#at tekanan negatif dalam ruangan epidural.
:aktor8faktor 4ang mempengaru-i pen4e#aran o#at anetestik lokal dalam ruangan
epidural adala- 3olume dan konsentrasi o#at analgetik lokal. &ntuk mem#lokade 4
segmen #iasan4a 9ukup dengan 1+81ml. Penam#a-an epinefrin 1A2++.+++ akan
meningkatkan lama ker.a o#at. Ke9epatan suntikan) posisi pasien sedikit
mempengaru-i pen4e#aran o#at) sedangkan #erat .enis o#at analgetik lokal tidak
234
memegang peranan.
>ara75ara melakuka e!idural aestesia :
a* /eperti untuk spinal anestesia) posisi pasien #isa duduk atau miring.
#* Tentukan land mark.
9* /etela- tindakan a dan antiseptik) pada tempat 4ang akan disuntik #eri lokal anestesia)
misaln4a dengan lidokain 1F se#an4ak 2ml.
d* /untikkan .arum epiduralE dan setela- menem#us ligamen interspinal) 9a#ut touch8n4a) dan
pasang semprit1+ml 4ang tela- diisi udara A Na6l A o#at analgetik lokal.
e* Tentukan loss of resistance.
f* Masukkan kateter epidural 182sm dan fiksasi katetern4a.
g* Aspirasi) #ila tidak ada dara- atau likuor) masukkan o#at analgetik lokal.
Test dose 3ml (1+F dari dosis total*) tunggu selama menit untuk meli-at apaka- ada #lokade
su#ara-noid. Ke9epatan pen4untikan 1mlAdetik dengan .umla- total o#at analgetik lokal tidak
mele#i-i 2+ml.
Kom!likasi :
1. Duramater tertusuk.
88. ,isa ter.adi high atau total analgesia spinal#ila disuntikkan le#i- dari $ml o#at analgetik
lokal.
88. Post spinal headache 4ang ter.adi sekunder aki#at ke#o9oran 9airan sere#rospinal.
2. 0eaksi sistemik karena a#sor#si 4ang 9epat dari o#at analgetik lokal dan epinefrin.
Pasien mungkin mengelu- rasa pa-it di lida-) sakit kepala #erat) mendenging) iritabilitas)
ke.ang8ke.ang) -ipotensi) dan -ilangn4a kesadaran. "3erdosis epinefrin #isa men4e#a#kan
takikardia) tremor) -ipertensi dan iskemia lokal pada medula spinalis.
Kaudal Aestesia
Kaudal anestesia dapat diperole- dengan men4untikkan o#at analgetik lokal melalui
-iatus sakralis ke dalam ruangan epidural pada kanalis sakralis.
23
Idikasi Kaudal Aestesia :
Indikasi dilakukan kaudal anestesia untuk operasi8operasi daera- perineal seperti
-aemoroid) fistula ani) dan kista #artolini
Idikasi7kotra Kaudal Aestesia :
/ama dengan epidural anestesia.
Kaudal Anestesia tidak memerlukan .arum k-usus seperti spinal atau epidural lum#al.
Kita #isa memakai semprit 2+ml) 1+ml) atau ml dengan .arum no. 21 atau 22.
Pasien dalam posisi lateral atau telungkup dengan digan.al di daera- pu#is. 6ari
penun$uk anatomi dengan mera#a kornu sakralis kanan kiri) dan di antaran4a adala-
mem#ran sakrokoksigeal
Keru"ia Kaudal Aestesia adala, :
88. /ulit men9apai le3el anestesia 4ang tinggi.
88. Masi- #isa ter.adi reaksi sistemik.
88. Karena kelainan anatomi) kegagalann4a #isa men9apai 81+F.
88. Komplikasi sama dengan epidural lum#al.
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t-
ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
3. Had?i9 Admir @ Perip-eral Ner3e ,lo9k) 1
st
ed) 2++!
23!
MODUL ''- ANESTESIA BEDA. ORTOPEDI I
Mengem#angkan Kompetensi <aktu
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
0otasi pada /emester 1 dan 2 (total %
pekanA2#ulan*
Meliputi #eda- ortopedi elektif tertentu) darurat dan
trauma.
Kompetensi didapat dengan pem#ela.aran teori dan
praktek dilakukan utaman4a di kamar #eda- elektif
dan darurat
PERSIAPAN SESI
Audio3isual Aid@
!" 56D Proektor dan laar
#" 5aptop
%" "HP
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang Puli-
4. ,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang pera1atan) kamar operasi) ruang puli-.
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
23$
0eferensi @
1. Morgan ;=) Mik-ail M/) Murra4 M2. Clinical Anaesthesiolog) 4t- ed) Ne1 >ork@
5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. Clinical Anaesthesia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
/elain referensi 1a.i# di atas) peserta didik dian.urkan untuk .uga mempela.ari referensi
tam#a-an untuk modul PA6& seperti 4ang diuraikan #erikut ini@
1. Miller 0D. MillerTs Anaest-esia 4
t-
ed) 2++
2. 0o#ert K. /toelting. P-arma9olog4 and P-4siolog4 in Anest-eti9 Pra9ti9e . 2++!
TU&UAN UMUM
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan mampu melakukan anestesia umum dengan
sungkup atau 5MA (in-alasi*) TIDA) regional #lok su#ara-noid (/A,*) untuk prosedur
#eda- ortopedi tertentu ( misaln4a reposisi pata- tulang tertutup) de#ridemen pata- tulang
ter#uka) "0I: anggota gerak #a1a-) artroskopi sendi lutut) dll *) men9akup e3aluasi pasien
preoperatif) meran9ang pelaksanaan anestesia) pemantauan intra operatif) penatalaksanaan
masa puli- dan penatalaksanaan n4eri pas9a#eda-
23%
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kompetensi dalam rana-8rana- #erikut
ini @
Ko$niti#
Pada ak-ir stase atau rotasi peserta akan mampu@
!" Men.elaskan tindakan anestesia umum dengan sungkup dan regional /A,) TIDA
untuk operasi fraktur anggota gerak #a1a-) hip fracture) artroskopi)
#" Melakukan identifikasi pro#lema preoperatif 4ang umum ditemukan pada pasien
ortopedi dan mem#uat ren9ana anestesia 4ang tepat untuk prosedur #eda- ortopedi
4ang paling sering .
%" Melakukan identifikasi dan penatalaksanaan pro#lema8pro#lema umum pada pasien
trauma serta men.elaskan persiapan preoperatif untuk pem#eda-an darurat dan trauma)
termasuk puasa dan penggunaan antasid) antagonis H2 dan antiemetik.
&" Meren9anakan dan memili- o#at anestetik in-alasi untuk prosedur anstesia umum
dengan sungkup.
'" Men.elaskan farmakologi o#at anestetik in-alasi .
(" Meren9anakan dan memili- o#at anestetik intra3ena.
)" Men.elaskan farmakologi o#at anestetik intra3ena.
*" Meren9anakan dan memili- alat dan o#at analgetik lokal untuk semua prosedur
analgesia regional) sesuai dengan lama) lokasi prosedur #eda-) dan #erat pen4akit.
+" Men.elaskan farmakologi analgetik lokal) termasuk -al k-usus 4ang menentukan
onset) durasi ) potensi dan toksisitas.
!," Melakukan identifikasi dan mengatasi pro#lema8pro#lema 4ang dapat ter.adi selama
pem#eda-an) misaln4a s4ok perdara-an.
!!" Mem#a-as topik topik spesifik dalam anestesia ortopedi) termasuk turnike pneumatik)
em#oluslemak) pen4e#a# deep vein thrombosis5 trom#oem#oli5 pulmonar4 em#olism"
!#" Men.elaskan dampak dari pen4akit8pen4akit 4ang men4ertai pasien ortopedi) seperti
-ipertensi) pen4akit arteri koroner) rheumatoid arthritis) dia#etes melitus) anklosing
spondlitis"
!%" Men.elaskan dan mem#edakan penanggulangan n4eri dengan patient controlled
analgesia (P6A*) su#ara-noid) analgesia lokal intra8artikular) non<steroidal anti<
inflammator drugs (N/AIDs*
23'
)si1omotor
Pada ak-ir stase atau rotasi peserta -arus mampu@
1. Mem#erikan anestesia umum dengan sungkup) analgesia spinal) dengan peralatan dan
o#at8o#atan 4ang #enar dan penatalaksanaan pasien intraoperatif dengan inter3ensi
minimal super3isor.
2. Mem#erikan anestesia 4ang #enar dan aman untuk@
a. de#ridemen fraktur ter#uka anggota gerak #a1a-
#. reposisi tertutup fraktur atau dislokasi anggota gerak.
9. "0I: fraktur tulang pan.ang anggota gerak #a1a-
d. total knee arthroplast

Komuni1asi
Pada ak-ir stase peserta akan @
1. Mengeta-ui pem#uatan ren9ana #ersama anestesia8#eda- untuk prosedur8prosedur
se#elum masuk kamar operasi.
2. Mampu men.elaskan kepada pasien atau keluarga pasien untuk memperole-
persetu.uan setela- mendapatkan informasi tentang manfaat dan risiko anestesia.
3. Mengeta-ui ke#utu-an8ke#utu-an untuk mendukung prosedur anestesia) seperti
analgesia regional dan monitor selama tindakan anestesia dan pem#eda-an.
4. Men.amin ke#utu-an tenaga untuk dapat mengatur posisi pasien atau meminda-kan
pasien
. Mampu men.elaskan kepada pasien dan keluarga tentang ke#utu-an dan manfaat dari
analgetika.
!. Mengeta-ui ke#utu-an anti#iotika untuk pasien
$. Mampu untuk menentukan #erapa ke#utu-an dara- untuk operasi ortopedi tertentu.
%. Mampu mem#i9arakan #ersama (diskusi* dengan se.a1at #agian #eda- kemungkinan8
kemungkinan 4ang ter.adi dari prosedur #eda- 4ang akan dilakukan.
'. Mampu mengkomunikasikan komplikasi8komplikasi 4ang mungkin ter.adi mengikuti
prosedur 4ang di.alankan) seperti ter.adin4a em#oluslemak) trom#oem#olusdll.
1+. Mengeta-ui lama pemasangan turnike.
24+
)ro#esionalisme
Pada ak-ir stase peserta -arus
1. Mengeta-ui ren9ana pem#eda-an
2. Mampu melakukan tindakan anestesia 4ang dipili- sesuai prosedur #aku.
3. Mampu mem#eri kemuda-an untuk prosedur #eda-
4. Mampu mengkomunikasikan pro#lema pro#lema pasien kepada a-li #eda-.
. Mampu mengeta-ui dan mengatasi pro#lema8pro#lema 4ang ter.adi pada saat maupun
pas9a pem#eda-an.
!. Mampu men9iptakan kemuda-an pera1atan di Post Anesthesia Care Unit (PA6&*
$. Mampu mengatasi n4eri pas9a#eda- dengan pem#erian analgesia 4ang optimal.
KEDNOTES:
1. Manifestasi klinis sindroma implantasi semen tulang men9akup -ipoksia
(peningkatan pintas paru*) -ipotensi) disritmia (termasuk #lok dan -enti .antung*)
-ipertensi pulmonal ( peningkatan resistensi pem#ulu- dara- paru* dan penurunan
9ura- .antung.
2. Turnike pneumatik sering dipergunakan pada #eda- artroskopi lutut untuk
mendapatkan lapangan operasi 4ang #ersi- (bloodless* 4ang memfasilitasi
pem#eda-an. <alaupun turnike terkait dengan pro#lema 4ang potensial 4ang
men9akup) peru#a-an -emodinamik) n4eri) gangguan meta#olik)
trom#oem#olusarteri) dan .uga em#olusparu.
3. /indroma klasik em#oluslemak ter.adi dalam 24 .am setela- operasi tulang pan.ang)
pel3ik) dengan trias dispnea) kon3ulsi dan petikie.
4. Trom#osis 3ena dalam (deep vein thrombosisADDT*dan em#olusparu dapat men.adi
pen4e#a# utama kesakitan dan kematian setela- operasi ortopedi pel3is dan tungkai
#a1a-.
. Anestesia neuroaksial atau kom#inasi dengan anestesia umum dapat mengurangi
komplikasi trom#oem#olus dengan #e#erapa mekanisme) meliputi ter.adin4a
simpatektomi 4ang akan meningkatkan aliran dara- 3ena ekstremitas #a1a-) efek anti
inflamatori sistemik dari o#at analgetik lokal) menurunkan reakti3itas platelet)
mengurangi peningkatan faktor DIII dan von =illebrand pas9a#eda-) mengurangi
penurunan antitrom#in III pas9a#eda-) dan peru#a-an pelepasan stres -ormon.
!. Pemasangan .arum atau kateter epidural (atau penarikann4a* umumn4a tidak
dilakukan dalam !8% .am setela- pem#erian dosis ke9il su#kutan dari unfra9tionated
-eparin) atau dalam 12824 .am lo1 mole9ular 1eig-t -eparin. <alaupun kemungkinan
trauma le#i- ke9il) analgesia spinaldapat mempun4ai risiko 4ang sama.
GAMBARAN UMUM
241
&ntuk dapat mem#erikan anestesia pada operasi ortopedi diperlukan pengeta-uan dan
keterampilan dalam mema-ami prosedur pem#eda-an ortopedi) terapi 9airan) penatalaksanan
n4eri pas9a#eda-) penggunaan turnike pneumatik) mema-ami patofisiologi em#oluslemak)
rematoid artritis) profilaksis deep vein thrombosis (DDT*) trom#oem#olusdan em#olusparu)
serta -u#ungan antara analgesia regional dan antikoagulan.
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu melakukan anestesia untuk operasi
ortopedi #erupa tindakan anestesia umum dengan sungkup atau 5MA) analgesia regional
untuk ) anestesia dengan TIDA) mema-ami prosedur pem#eda-an ortopedi) terapi 9airan)
penatalaksanan n4eri pas9a#eda-) penggunaan turnike pneumatik) mema-ami patofisiologi
em#oluslemak) reumatoid artritis) profilaksis deep vein thrombosis (DDT*)
trom#oem#olusdan em#olusparu) serta -u#ungan antara analgesia regional dan antikoagulan.
METODE PEMBELA&ARAN

Proses pem#ela.aran dilaksanakan melalui metode@
!" Integrated5 Independen5 dan pembela$aran berdasarkan problema"
#" Iuliah perkenalan
%" Diskusi kelompok keciland feed back
&" Peer assisted learning -PAL0
'" Bedside teaching5 problema penatalaksanaan pasien
(" 1imulasi pasien5 skenario5 pa$angan dll
)" Bask<based medical education"
Peserta didik paling tidak suda- -arus mempela.ari@
1. ,a-an a9uan (references*
2. Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
Penuntun #ela.ar (learning guide* terlampir
Tempat #ela.ar -training setting0) kamar #eda- elektif) kamar #eda-
darurat) Post Anesthetic Care Unit (PA6&*.
242
MEDIA
!" Kulia-
#" ,ela.ar mandiri
%" Iursus A Pelati-an
&" ;rup diskusi
'" Disite) bed site teaching PACU
(" ,im#ingan di kamar #eda-.
)" Kasus mor#iditas dan mortalitas
*" Continuing Profesional Development (6PD*
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
!" 9irtual patients
#" 7eading assigment
%" Audiovisual
&" Perpustakaan) internet) skill lab
E%ALUASI
1. Kognitif @
=MH -23tended /edical 4uestion0
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers>raters
@1C2 -@b$ective 1tructure Clinical 23amination0
/inicheck
#" 1kill>psikomotor .
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers
243
@1C2
/inicheck
%" Communication and Interpersonal 1kills
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>rater
&" Profesionalisme
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>rater
Pre tes@
1. 2elaskan tentang teknik anestesia umum atau lokal atau regional untuk
prosedur #eda- ortopedi ra1at .alan dan ra1at inap.
2. 2elaskan tentang teknik anestesia #lok su#ara-noid (/A,*.
3. 2elaskan tentang pem#erian terapi 9airan selama dan pas9a pem#eda-an
4. 2elaskan pem#erian transfusi dara- dan komponen dara-
. 2elaskan tentang dampak turnike pneumatik.
!. 2elaskan tentang em#olus lemak) trom#osis 3ena dalam) em#olus paru
$. 2elaskan tentang penanggulangan n4eri pas9a#eda- ortopedi
,entuk &.ian @
1. &.ian pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan.
2. &.ian ak-ir rotasi (postes tulis dan u.ian pasien*
3. &.ian ak-ir profesi (lisanAu.ian nasional*
,isa dalam #entuk @
1.Kognitif
8 2/4 -23tended /edical 4uestion0
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 @1C2 -@b$ective 1tructure Clinical 23amination0
8 /inicheck
#," 1kill>psikomotor
244
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 @1C2 -@b$ective 1tructure Clinical 23amination0
8 /inicheck
#!" Affective . Profesionalisme5 Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tidaka / o!erasi :
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Anamnesis) pemeriksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A @
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATIK) o#at
4 Pemasangan monitor
ANESTESIA
1 Anestesia umum (intu#asi) 5MA*
2 Anestesia su#ara-noid
3 Anestesia intra3ena
4 Pem#erian 9airan dan transfusi
Komplikasi dan penanganann4a
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital
2 Penanganan mual munta- dan n4eri pas9a#eda-
24
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
24!
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
Melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
MATERI A>UAN
a-de1iisi :
Anestesia untuk #eda- ortopedi CI ) dimaksudkan merupakan tindakan anestesia untuk
tindakan #eda- pada kasus kasus ortopedi seder-ana ( misaln4a reposisi pata- tulang tertutup)
de#ridement pata- tulang ter#uka ) "0I: anggota gerak #a1a-) artroskopi sendi lutut) dll*)
24$
dengan P/ A/A 182) #isa #erupa sungkup atau 5MA (in-alasi*) TIDA) regional /A,.
+- rua" li"ku! @
/ungkup atau 5MA in-alasi
TIDA
0egional /A,
5- idikasi :
Kasus #eda- ortopedi seder-ana) seperti @
0eposisi pata- tulang tertutup
De#ridement pata- tulang ter#uka
"0I: anggota gerak #a1a-
Artroskopi sendi lutut.
d- !emeriksaa !eu*a"
Pemeriksaan penun.ang diperlukan untuk menentukan P/ A/A ) #erdasarkan status
atau keadaan pasien saat terse#ut.
/etela- mema-ami) menguasai dan menger.akan modul ini) maka di-arapkan seorang a-li
anestesia akan memiliki kompetensi melakukan tindakan anestesia dan penerapann4a dapat
diker.akan di 0/ Pendidikan dan 0/ .aringan pendidikan.
Aestesia umum de"a su"ku! atau LMA
Persiapan operasi) puasa !8% .am (de1asa*) atau 4 .am( anak8anak *
Pasang infusi dengan ID kateter 4ang #esar
Periksa sum#er oksigen dan gas anestesia lainn4a (N2"*
Periksa kesiapan mesin anestesia) tes mesin dengan manual #aging maupun dengan
3entilator
Premedikasi dengan opiod (petidin)fentanil)morfin* dan sedatif (dia?epam)
mida?olam* selama 1+81 menit
Preoksigenasi dengan "2 !8% lAmenit 384 menit
Induksi dengan induktor seperti propofol)tiopental)ketamin) etomidat
Su"ku!
;unakan sungkup dengan o#at anestetik in-alasi (-alotan)isofluran)se3ofluran* dengan
menaikkan konsentrasin4a se9ara #erta-ap setiap 4 kali tarikan nafas sampai
men9apai 182 kali MA6
0umatan dengan "2 2lAmenit @ N2" 2lAmenit dan o#at anestetik in-alasi
(-alotan)isofluran)se3ofluran* +)82 F untuk anak dan #a4i sesuai dengan :res- ;as
24%
:lo1 (:;:* sementara pasien #ernafas spontan.
LMA
,ila menggunakan 5MA maka 5MA dipasang setela- pasien dalam keadaan tidur
dalam ditandai dengan -ilangn4a refleks #ulu mata) kemudian disam#ungkan ke
konektor mesin anestesia dan #erikan o#at anestetik in-alasi 1 kali MA6.
0umatan "2 2lAmenit @ N2" 2lAmenit dan o#at anestetik in-alasi
(-alotan)isofluran)se3ofluran* +)82 F untuk anak dan #a4i sesuai dengan :;: dan
pasien #ernafas spontan
/elesai operasi pasien di#angunkan dengan nenurunkan o#at in-alasi se9ara #erta-ap
sampai nol dan mematikan N2" dan menaikkan "2 !8% lA menit sampai pasien sadar
#enar #isa angkat kepala atau #isa #erkomunikasi
Pasien ditransport ke PA6& dan dio#ser3asi minimal 2.am
Kom!likasi Aestesia
Trauma ( iritasi* daera- 1a.a- karena sungkup muka
5MA dapat men4e#a#kan trauma di rongga mulut
Depresi nafas
/adar lama
Aestesia Total Itra %ea
Persiapan operasi) puasa !8% .am (de1asa*) atau 4 .am( anak8anak *
Pasang infusi dengan ID kateter 4ang #esar
Periksa sum#er oksigen dan gas anestesia lainn4a (N2"*
Periksa kesiapan mesin anestesia) tes mesin dengan #aging manual maupun dengan
3entilator
Premedikasi dengan opiod (petidin) fentanil) morfin* dan sedatif (dia?epam)
mida?olam* selama 1+81 menit
Preoksigenasi dengan "2 !8% lAmenit 384 menit
Induksi dengan anestesia intra3ena seperti propofol) tiopental) ketamin) etomidat
0umatan dengan anestesia intra3ena seperti propofol) tiopental) ketamin) etomidat
sesuai dengan dosis
/elesai operasi pasien di#angunkan sampai pasien sadar #enar #isa angkat kepala atau
#isa #erkomunikasi
Pasien ditransport ke PA6& dan dio#ser3asi minimal 2.am
Kom!likasi
Depresi nafas
N4eri daera- suntikan
24'
Aestesia de"a Re"ioal Blok Su+ara,oid #SAB$
2+
21
No Prosedur Aestesia Blok Su+ara,oid
(pendekatan 9ara midline*
Pra#e#an dengan 9airan (05)0sol)N/)Koloid* ++81+++ ml
1 Periksa kesiapan alat dan o#at analgetik lokal 4ang diperlukan.
2 /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis dan antisepsis
3 Posisikan pasien lateral deku#itus atau duduk) gan.al #a-u dan kepala pasien #ila
diposisikan lateral deku#itus.
4 Tentukan penun$uk anatomi 9ela- antara 5283) 5384 atau 548. 6ela- antara 5384
atau prosesus spinosus 54 tegak lurus dari spina iliaka anterior superior.
5akukan tindakan asepsis dan antisepsis pada penun$uk anatomi 4ang ditentukan"
! ,erikan analgesia lokal pada 9ela- 4ang akan dilakukan penusukan .arum spinal.
$ 5akukan penusukan .arum spinal (atau introduser* pada 9ela- 4ang tela- di#eri
analgesia lokal. Penusukan .arum -arus se.a.ar dengan prosesus spinosus atau
sedikit mem#entuk sudut keara- sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral atau sefalad.
% Dorong .arum sampai mele1ati resistensi ligamentum fla3um dan dura) terasa
kehilangan tahanan pada rongga su#ara-noid.
' 6a#ut mandren .arum) dan pastikan posisi .arum suda- tepat 4ang ditandai dengan
mengalir keluar 9airan sere#rospinal 4ang #ening. 2arum dapat dirotasikan '+^
untuk memastikan kelan9aran likuor 4ang keluar. Penusukkan -arus diulang #ila
likuor tidak keluar atau keluar dara-.
1+ /am#ungkan .arum dengan spuit #erisi o#at analgetik lokal 4ang suda-
dipersiapkan. Aspirasi sedikit likuor) #ila lan9ar suntikan o#at analgetik lokal
se9ara perla-an. 5akukan aspirasi ulang untuk memastikan u.ung .arum tetap pada
posisi 4ang tepat dan suntikan kem#ali o#at.
11 /etela- selesai 9a#ut .arum dan kem#alikan posisi pasien sesuai dengan 4ang
diinginkan.
Cara penuntikkan paramedian pada dasarna sama seperti di atas5 hana $arum
spinal disuntikkan pada !5' sm lateral dan !sm kaudal dari celah penuntikkan
ang ditu$u"
Kom!likasi
/ulit #ernafaskarena ketinggian ,lo9k (T- 4 keatas*
Hipotensi
PDPH atau N4eri Kepala Pas9a /A,
Hematom daera- insersi
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t- ed)
Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
22
MODUL '(
ANESTESIA UNTUK BEDA. ORTOPEDI II
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 4*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
0otasi pada /emester 4 (total % pekanA2#ulan*
Meliputi #eda- ortopedi elektif tertentu) darurat
dan trauma.
Kompetensi didapat dengan pem#ela.aran teori
dan praktek dilakukan utaman4a di kamar #eda-
elektif dan darurat
PERSIAPAN SESI
Audio3isual Aid@
!" 56D Proektor dan laar
#" 5aptop
%" "HP
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang Puli-
4. ,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
Re1eresi :
Morgan ;=. 6lini9al Anaest-esia 4t- ed 2++!
,aras- P;. 6lini9al Anaest-esia 4t- ed. 2++!
Miller 0D. MillerTs Anaest-esia 4
t-
ed) 2++
0o#ert K. /toelting. P-arma9olog4 and P-4siolog4 in Anest-eti9 Pra9ti9e . 2++!
TU&UAN UMUM
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan mampu melakukan anestesia umum
dengan Intu#asi atau 5MA (in-alasi*) regional /A,) regional anestesia epidural untuk
M=DUL '2 ANESTESIA BEDA. ONKOLOGI
DAN PLASTIK
Mengem#angkan kompetensi <aktu (semester 3*
/esi dalam kelas
/esi dengan fasilitas pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian kompetensi
2 O 1 .am -classroom session0
3 O 2 .am -coaching session0
% pekan -facilitation 8 assessment0
Persia!a Sesi
Audiovisual Aid@
!" 56D Proektor dan laar
#" 5aptop
%" "HP
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@ 6D PowerPoint
1. Indikasi persiapan anestesia #eda- umum dan digestif k-usus
dengan pen4ulit
2. Persiapan preoperatif
3. Teknik anestesia
4. Pen9ega-an komplikasi anestesia
. Penatalaksaan pasien pas9a8anestesia
!. Teknik rekam medis anestesia
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. Kamar operasi
4. 0uang puli-
. ,angsal ra1at
23
Kasus @ anestesia pasien langsung ) di ruang ra1at) kamar pemeriksaan dan kamar operasi
Alat #antu lati- @ model anatomi A/imulator tidak ada
Penuntun #ela.ar @ li-at materi a9uan
Daftar tilik kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
3. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2) 5arson 6P. 6lini9al Anaest-esiolog4) 3t-
ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++2
2. 6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
3. Miller_s Anest-esia 0D Miller !
t-
ed 2++
4. Martini :H. :undamental of Anatom4 7 P-4siolog4. $
t-
ed. 2++!

/elain referensi 1a.i# di atas) peserta didik dian.urkan untuk .uga mempela.ari referensi
tam#a-an untuk su#8modul persiapan alat dan o#at anestetik 4ang lain.
'- Tu*ua Pem+ela*ara umum
/etela- melalui sesi ini peserta didik mempun4ai pengeta-uan dan kemampuan untuk melakukan
pela4anan anestesiologi untuk #er#agai prosedur #eda- onkologi dan #eda- plastik) men9akup
e3aluasi pasien preoperatif) meran9ang pelaksanaan anestesia) pem#erian anestesia intraoperatif )
pemantauan pasien) dan penatalaksanaan masa siuman (emergence* dan masa pemuli-an
(-Tu*ua Pem+ela*ara K,usus
Ko"iti1
Pada ak-ir stase atau rotasi peserta mampu
1. Men.elaskan anestesia untuk #eda- onkologi umum) #eda- rekonstruksi atau #eda-
plastik) prosedur flap) abdominoplast5 breast reduction5 skin grafting.
2. Melakukan identifikasi pro#lema preoperatif 4ang umum ditemukan pada pasien
onkologi dan plastikArekonstruksi dan mem#uat ren9ana anestesia 4ang tepat untuk
prosedur #eda- 4ang paling sering .
3. Melakukan identifikasi dan mengatasi pro#lema8pro#lema umum pada pasien onkologi
dan #eda- rekonstruksi trauma serta men.elaskan persiapan preoperatif untuk
24
pem#eda-an onkologiArekonstruksi termasuk puasa dan penggunaan antasid) antagonis
H2 dan antiemetik
4. Meren9anakan dan memili- alat dan o#at analgetik lokal untuk semua prosedur analgesia
regional) sesuai dengan lama) lokasi prosedur #eda-) dan #eratn4a pen4akit.
. Men.elaskan dasar farmakologi analgetik lokal) termasuk -al k-usus 4ang menentukan
onset) durasi ) potensi dan toksisitas.
!. Mem#a-as topik topik anestesia 4ang k-usus untuk #eda- onkologi dan rekonstruksi
$. Men.elaskan pro#lema pen4akit pen4erta) seperti pen4akit respirasi) -ipertensi) pen4akit
arteri koroner) dia#etes melitus dan pen4akit endokrinAmeta#olik 4ang lain.
%. Men.elaskan dan mem#edakan penanggulangan n4eri dengan patient controlled
analgesia -PCA0 menggunakan #e#erapa .enis opiat ) su#ara-noid) epidural) kateter saraf
perifer kontin4u) o#at8o#at antiinflamatori nonsteroid.
'. Men.elaskan teknik -emodilusi dan konser3asi dara- perioperatif.

Psikomotor
Pada ak-ir stase peserta -arus mampu@
1. mem#erikan anestesia umum dengan alat dan o#at 4ang #enar dan penatalaksanaan
pasien intraoperatif dengan sesedikit mungkin inter3ensi ole- staf.
2. Melakukan analgesia regional dengan alat dan o#at 4ang #enar dan penatalaksanaan
pasien intraoperatif dengan sesedikit mungkin inter3ensi ole- staf.
3. Melakukan tindakan anestesia 4ang #enar dan aman untuk@
a. #eda- onkologi kepala dan le-er
#. #eda- plastik kepala dan le-er
c" prosedur flap
d" abdominoplast
e" breast reduction dan reconstruction
f" skin grafting"
4. Mampu mengelola $alan nafas sulit pada #eda- onkologi dan #eda- plastik daera- kepala
le-er
Komuikasi da Keteram!ila iter!ersoal
Pada ak-ir rotasi) peserta akan@
1. Mengeta-ui 9ara mengadakan ren9ana #ersama anestesia8#eda- untuk prosedur8prosedur
4ang akan dilakukan se#elum masuk kamar #eda-
2. Mengeta-ui ke#utu-an untuk tim kamar #eda- guna mendukung tindakan anestesia)
seperti analgesia regional dan pemantauan in3asif
3. Men.amin 9ukup tenaga untuk memposisikan pasien dan peminda-an pasien
4. Mengeta-ui .enis ke#utu-an anti#iotik untuk pasien
. Menentukan ke#utu-an dan ketersediaan dara-
!. Komunikasi dengan a-li #eda- tentang 1aktu turnike
2
Pro1esioalisme
1. Mampu melakukan identifikasi ren9ana pem#eda-an
2. Mampu mem#eri kemuda-an pada a-li #eda-
3. Mampu mem#erita-ukan keadaan pasien pada a-li #eda-
4. Mampu mem#eri analgesia 4ang adekuat pas9a#eda-
2- Ke6 otes
1. &ntuk pem#eda-an onkologi dan #eda- plastik daera- kepala8le-er8mulut dapat
mempengaru-i .alan nafas
2. /etela- pem#eda-an onkologi dan #eda- plastik daera- kepala8le-er8mulut dapat ter.adi
perdara-an 4ang sulit ter.adi
2- Pokok +a,asa /Su+!okok +a,asa
0esiden pada ak-ir rotasi -arus mengerti@
1. ,eda- onkologi umum
2. ,eda- plastik dan rekonstruksi
3. Anestesia umum pada #eda- onkologi dan #eda- plastik
4. Analgesia regional pada #eda- onkologi dan #eda- plastik
3- Caktu : 0otasi atau stase selama 2 #ulan pada ta-apan klinis pertamaAsemester 2
4- Metode:
Pre8tes
1. Men.elaskan teknik anestesia umum dan analgesia regional 4ang di#utu-kan untuk #eda-
onkologi dan #eda- plastik
2. Men.elaskan penatalaksanaan .alan nafas sulit
Kognitif
!" Pembela$aran terpadu
#" Pembela$aran independen
%" Pembela$aran berdasarkan problema
&" Iuliah perkenalan
'" Diskusi kelompok kecil dan umpan balik
(" Problema penatalaksanaan pasien
)" 1imulasi pasien5 skenario5 pa$angan dll
2!
1kill
!" Demonstrasi>pa$angan dan supervisi klinis
#" Problema penatalaksanaan pasien
Communication and Interpersonal 1kill
!" Demonstrasi>pa$angan dan supervisi klinis
#" Problema penatalaksanaan pasien
Profesionalisme
!" Problema penatalaksanaan pasien
Pengetahuan
!" Iuliah perkenalan
#" Diskusi kelompok kecil5 and feed backs"
9- Sum+er Pem+ela*ara/Media
!" 9irtual patients
#" 7eading assigment
%" Audiovisual
:- E0aluasi
!" Iognitif .
2/4 -23tended /edical 4uestion0
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers>raters
@1C2 -@b$ective 1tructure Clinical 23amination0
/inicheck
#" 1kill .
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers
@1C2
/inicheck
%" Communication and Interpersonal 1kills
2$
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>rater
&" Profesionalisme
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>raters
'" Pengetahuan
/C4 -Pre8tes0
2/4 -23tended /edical 4uestion0
;- Uraia:
Anestesia pada #eda- onkologi dan #eda- plastik
1. Melakukan kun.ungan preoperatif untuk menilai kondisi pasien dan prosedur operasi
4ang akan dilakukan (li-at modul perioperatif care*
2. Menetapkan status fisis pasien) meren9anakan tindakan anestesia 4ang akan dilakukan
dan memperole- persetu.uan setela- mendapatkan informasi
3. ,ila akan dilakukan anestesia umum li-at modul anestesia umum
4. ,ila akan dilakukan analgesia regional li-at modul analgesia regional
. Tindakan pada masa siuman atau emergence li-at modul anestesia umum
!. Penangulangan n4eri pas9a#eda- li-at modul anestesia umum dan analgesia regional.
<- Kata kata ku5i
1. Anestesia umum
2. Analgesia regional
3. Penanggulangan n4eri pas9a#eda-
4. Intu#asi sulit
. ,eda- onkologi
!. ,eda- plastik dan rekonstruksi
$. N4eri pas9a#eda-
'=- Da1tar 5ek !eutu +ela*ar !rosedur aest,esia
2%
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anetesia
/uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
Kun.ungan preoperasi
1. Penilaian pasien pemeriksaan fisis dan la#oratorium
2. Penetapan status fisis pasien
3. Meren9anakan tindakan anestesia umum atau regional
4. Meren9anakan algoritma pada intu#asi sulit
. Meren9anakan penanggulangan n4eri pas9a#eda-
!. Informed consent
$. Men4iapkan kelengkapan alat8alat dan o#at8o#at untuk
tindakan anestesia 4ang tela- diren9akan) termasuk
mesin anestesia) 9airan) dara-) alat dan o#at8o#at
resusitasi dll
%. Men4iapkan .enis pemantauan selama anestesia
'. Men4iapkan pengaturan posisi pasien selama operasi
1+. Meren9akan teknik k-usus @ seperti teknik -ipotensi #ila
diperlukan
11. Melakukan antisipasi ter-adap keadaan emergen9e
12. Mempersiapkan terapi n4eri pas9a#eda-
13. Mengeta-ui indikasi pasien masuk I6&
''- Da1tar tilik
,erikan tanda 3 dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilan tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda O #ila tidak diker.akan serta TAD #ila tidak dilakukan pengamatan
2'
3 Memuaskan@ 5angka-Atugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
O Tidak memuaskan@ Tidak mampu untuk menger.akan langka-Atuga sesuai prosedur
/tandard atau penuntun
TAD Tidak diamati@ 5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta didik
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No.0ekam medis
Daftar Tilik
No KegiatanA Tindakan Anestesia Kesempatan ke
1 2 3 4
2!+
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
Melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-Apenga.ar
Nama terang pelati-Apenga.ar
MATERI A>UAN :
Materi A9uan Anestesia #eda- onkologi8plastik
Kasus pasien #eda- onkologi pada umumn4a adala- kasus dengan pem#esaran 4ang tampak
dan atau tera#a pada permukaan kulit mulai dari kepala sampai u.ung kaki. Kasus #eda- plastik
adala- #eda- plasti9 rekonstruksi dan #eda- plastik kosmetik. Anestesia pada #eda- onkologi8
plastik dapat dilakukan dengan anestesia umum atau analgesia regional.
Teknik anestesia umum maupun regional tidak ada kek-ususan tertentu.
2!1
,e#erapa pro#lema 4ang dapat di-adapi pada tindakan anestesia adala- kusulitan .alan nafas)
perdara-an atau karena kondisi pen4akit primer #erat 4ang dialami pasien.
Kasus8kasus dengan kesulitan 3entilasi atau kesulitan intu#asi misaln4a tumor #esar daera- le-er
kepala) tumor rongga mulut apalagi #ila muda- #erdara-) -arus selalu dipikirkan ren9ana
tindakan penatalaksanaan .alan nafas dan anestesia 4ang akan dilakukan. Pada keadaan #a-1a
kesulitan memperta-ankan .alan nafas suda- dapat diprediksi) algoritma .alan nafas sulit suda-
-arus diren9anakan) se-ingga alat8alat dan o#at8o#atan 4ang diperlukan suda- dipersiapkan le#i-
dulu (li-at modul Anestesia #eda- THT*. Apa#ila diprediksi #a-1a tidak akan sulit tern4ata sulit
intu#asi) dan pasien suda- dalam keadaan tidak sadar upa4akan untuk mem#angunkan pasien
kem#ali. Pada kasus 4ang diduga akan tim#ul perdara-an karena operasi) .alur intra3ena dengan
kanula intra3ena diameter #esar -arus suda- dipersiapkan.
REFERENSI
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2) 5arson 6P. 6lini9al Anaest-esiolog4) 3t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++2
2. 6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
3. Miller_s Anest-esia 0D Miller !
t-
ed 2++
M=DUL '2 ANESTESIA BEDA. UROLOGI
Mengem#angkan kompetensi <aktu@ /emester 3
/esi dalam kelas
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian kompetensi
2 O 1 .am -classroom session0
3 O 2 .am -coaching session0
% pekan -facilitation 8 assessment0
2!2
Persia!a Sesi
Audiovisual Aid@
(" 56D Proektor dan laar
)" 5aptop
*" "HP
+" Flipchart
!," Pemutar video
Materi presentasi@ 6D PowerPoint Presentation
1. Indikasi persiapan anestesia #eda- urologi dengan pen4ulit
2. Persiapan8persiapan preanestesia #eda- urologi
3. Teknik anestesia #eda- urologi
4. Pen9ega-an komplikasi8komplikasi anestesia #eda- urologi
. Penatalaksaan pasien pas9a8anestesia #eda- urologi
!. Teknik rekam medis anestesia #eda- urologi
/arana@
!. 0uang #ela.ar
$. 0uang pemeriksaan pasien
%. Kamar operasi
'. 0uang pemuli-an
1+. ,angsal pera1atan
Kasus@ anestesia pasien langsung ) di ruang ra1at) di kamar pemeriksaan) dan kamar operasi
Alat ,antu 5ati-@ Model Anatomi A /imulator tidak ada
Penuntun ,ela.ar@ li-at Materi A9uan
Daftar Tilik Kompetensi@ li-at Daftar Tilik
0eferensi@
1. Morgan ;=) Mik-ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 3
t-
ed) Ne1 >ork86-i9ago8/an
:ran9is9o@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!.
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anest-esia)
t-
ed) Ne1 >ork@ 5ippin9ott <illiams
7 <ilkinsE 2++!
3. Miller 0D. Miller_s Anest-esia) !
t-
ed) P-iladelp-ia85ondon8Toronto@ 6-ur9-ill 5i3ingstoneE
2++
4. Martini :H. :undamental of Anatom4 7 P-4siolog4. $
t-
ed) 2++!

/elain referensi 1a.i# di atas) peserta didik dian.urkan untuk .uga mempela.ari referensi tam#a-an
untuk /u#8Modul Persiapan Alat dan "#at anestetik 4ang lain.
'-Tu*ua Pem+ela*ara Umum
2!3
/etela- mengikuti modul ini) peserta didik akan mampu mem#erikan anestesia pada tindakan
diagnostik danAatau #eda- urologi) sistoskopi) #eda- prostat) onkologi urologi) operasi #atu gin.al ter#uka)
dan operasi uretero8reno sistoskopi.
'-'-Tu*ua Pem+ela*ara K,usus
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan@
1.1.1.Ko$niti#:
Men.elaskan indikasi untuk pem#eda-an urologi
Men.elaskan persiapan preanestesia untuk pem#eda-an urologi) termasuk pasien gagal gin.al dengan
-emodialisa reguler.
Men.elaskan implikasi perioperatif gagal gin.al akutAkronik
Men.elaskan konsekuensi fisiologik operasi endoskopik prostat
Men.elaskan posisi untuk nefrektomi
Men.elaskan implikasi perdara-an 3ena ka3a inferior karena keganasan gin.al
Men.elaskan implikasi pen4akit primer 4ang men4ertai #eda- urologi termasuk distres pernafasan)
-ipertensi) pen4akit .antung koroner) dan dia#etes
Men.elaskan penanggulangan n4eri pas9a#eda- dengan o#at8o#at antiinflamasi nonsteroid (N/AID*dan
opioid epiduralAsistemik
Men.elaskan analgesia regional untuk #eda- urologi ma4or
Men.elaskan implikasi 23tracorporeal 1hock =ave Lithothrpsi (=/<5*
Men.elaskan ge.ala8ge.ala dan tanda8tanda sindroma Bransurethral 7eseksion of the Prostate
-BU7P sndrome*
1.1.2.)si1omotor:
Mampu melakukan penatalaksanaan .alan nafas normal atau dengan dera.at kesulitan sedang memakai
bag<mask) 5MA) dan pipa endotrakeal
Mampu mengoperasionalkan alat8alat pemantauan se9ara #enar dan men.elaskan risiko dan keuntungan
penggunaan pemantauan in3asif
Mampu melakukan dan memperta-ankan akses 3ena
Mampu melakukan induksi dan pemeli-araan anestesia umum pada pasien A/A8I dan II) serta A/A III
dan ID dengan le#i- mandiri
Mampu mem#erikan analgesia regional spinal) epidural se9ara le#i- mandiri
Mampu menginterpretasi -asil analisa gas dara-) dan men.elaskan gangguan keseim#angan asam8#asa
4ang paling sering) termasuk asidosis dan alkalosis meta#olik serta peren9anaan terapin4a
Mampu mengenali ge.ala8ge.ala dan tanda8tanda sindroma T&0P dan 9ara penatalaksanaann4a.
1.1.3.Keterampilan Komuni1asi :nterpersonal<K:)@:
Pada ak-ir stase peserta didik akan@
1.1.3.1.Mengeta-ui pem#uatan ren9ana #ersama anestesia8#eda- untuk prosedur8prosedur
se#elum masuk ke kamar operasi.
2!4
1.1.3.2.Mampu men.elaskan kepada pasien atau keluarga pasien untuk memperole- persetu.uan
setela- mendapatkan informasi tentang manfaat dan risiko anestesia.
1.1.3.3.Mengeta-ui ke#utu-an8ke#utu-an untuk mendukung prosedur anestesia) seperti
analgesia regional dan pemantauan selama tindakan #eda-8anestesia
1.1.3.4.Men.amin ke#utu-an tenaga untuk dapat mengatur posisi pasien atau meminda-kan
pasien
1.1.3..Mampu men.elaskan kepada pasien dan keluarga pasien ke#utu-an dan manfaat dari
o#at analgetik.
1.1.3.!.Mengeta-ui ke#utu-an anti#iotika profilaksis untuk pasien
1.1.3.$.Mampu untuk menentukan #erapa ke#utu-an dara- untuk operasi urologi tertentu.
1.1.3.%.Mampu mem#i9arakan #ersama (diskusi* dengan #agian #eda- kemungkinan8
kemungkinan 4ang ter.adi dari prosedur #eda- 4ang akan dilakukan) misaln4a
sindroma T&0P.
1.1.3.'.Mampu melakukan komunikasi tentang kondisi pasien dengan petugas ruang pemuli-an
tentang kesulitan penatalaksanaan pasien (misal sindroma T&0P*
1.1.%.)ro#esionalisme:
Pada ak-ir stase peserta didik -arus@
1.1.4.1.Mengeta-ui ren9ana pem#eda-an
1.1.4.2.Mampu melakukan tindakan sesuai prosedur #aku.
1.1.4.3.Mampu mem#eri kemuda-an untuk prosedur #eda-
1.1.4.4.Mampu mengkomunikasikan pro#lema8pro#lema pasien kepada a-li #eda- urologi
terutama dalam kondisi 4ang tidak #aik.
1.1.4..Mampu mengeta-ui dan mengatasi pro#lema8pro#lema 4ang ter.adi pada saat maupun
pas9a pem#eda-an urologi k-usus) misaln4a sindroma T&0P dan perdara-an
pas9a#eda-.
1.1.4.!.Mampu men9iptakan kemuda-an pera1atan di PA6&
1.1.4.$.Mampu mengatasi n4eri pas9a#eda- 4ang optimal dengan #er#agai teknik analgesia
(-Ke6otes
2!
2.1.Posisi litotomi merupakan posisi 4ang paling sering dipergunakan untuk pasien #eda- urologi dan
ginekologi. Posisi 4ang tidak tepat dapat men4e#a#kan 9edera iatrogenik.
2.2.Posisi litotomi #erkaitan dengan peru#a-an fisiologi 4ang pentingE kapasitas residu fungsional
#erkurang) memprediksi pasien ter.adi atelektasis dan -ipoksia. Menaikkan kaki akan
meningkatkan aliran #alik 3ena. =le3asi kedua tungkai dapat meningkatkan aliran #alik dara-
3ena mendadak. Tekanan Arteri 0ata8rata (MAP* sering meningkat) tetapi 9ura- .antung tidak
#eru#a- signifikan. /e#alikn4a) menurunkan kedua tungkai mendadak akan menurunkan aliran
#alik dara- 3ena 4ang men4e#a#kan -ipotensi. Tekanan dara- selalu segera diukur setela-
tungkai diturunkan.
2.3.Karena durasi prosedur pendek (182+ menit* dan setting outpatient dari sistoskopi) #iasan4a
dipergunakan anestesia umum.
2.4.Anestesia epidural dan spinal dapat meng-asilkan anestesia 4ang memuaskan. 5e3el #lok sampai
T1+ meng-asilkan anestesia 4ang #aik untuk -ampir semua prosedur traktus urinarius #agian
#a1a- misaln4a sistoskopi) sedangkan le3el #lok sampai T! untuk tindakan traktus urinarius #agian
atas.
2..Manifestesi sindroma T&0P men9akup terutama overload 9airan sirkulasi) intoksikasi air) dan
#iasan4a toksisitas 9airan irigasi.
2.!.A#sor#si 9airan irigasi 4ang ter.adi #ergantung pada lama irigasi dan tekanan A tinggi letak 9airan
irigasi.
2.$.2ika di#andingkan dengan anestesia umum) analgesia regional sedikit menim#ulkan ke.adian
trom#osis pas9a#eda-E .uga le#i- sedikit men4em#un4ikan ge.ala dari sindroma T&0P atau
perforasi #uli8#uli.
2.%.Pasien dengan ri1a4at aritmia .antung dan pasien 4ang mempun4ai alat pa9u .antung atau
internal cardiac defibrilator -ICD0 dapat mempun4ai risiko 4ang di9etuskan ole- shock wave
selama e3tracorporeal shock wave lithotrips (=/<5*. 1hock wave dapat merusak komponen
dalam pa9u .antung dan ICD.
2-Pokok Ba,asa/Su+!okok Ba,asa
1. ;agal gin.al akut
2. ;agal gin.al kronik
3. Hemodialisis .
4. Akses 3ena untuk -emodialisis ( kanulasi kateter HD8lumen *
. ;e.ala8ge.ala uremik
!. /indroma T&0P
$. Prostatektomi radikal
%. "perasi ileal 9onduit pada keganasan #uli8#uli
'. Analgesia regional pada #eda- prostat
2!!
3-Caktu
0otasi dilakukan selama 2 (dua* #ulan dapat dilakukan pada ta-un pertama untuk kasus operasi
urologi ringan sampai sedang dan ta-un ketiga untuk kasus8kasus operasi urologi #erat (li-at pemetaan
kurikulum*.
4-Metode
'.1.)reHtes:
.1.1.2elaskan kek-ususan teknik anestesia pada #eda- urologi
.1.2.2elaskan 9ara melakukan posisi pasien pada operasi gin.al
.1.3.2elaskan kek-ususan pasien dengan -ipertrofi prostat
.1.4.2elaskan sindroma T&0P
.1..2elaskan teknik anestesia pada gagal gin.al kronik
.1.!.2elaskan teknik anestesia pada gagal gin.al akut
.1.$.2elaskan anestesia pada litotripsi
'.2.Strate$i )em0elaCaran.
.2.1.Pembela$aran terpadu
'"#"#"Pembela$aran independen
'"#"%"Pembela$aran berdasarkan problema
'"#"&"Practice Base Learning
'.3.)roses )em0elaCaran:
.3.1.Kulia- introduksi
.3.2.Diskusi kelompok kecil dan umpan baliks
'"%"%"Problema penatalaksanaan pasien
'"%"&"1imulated patient5 scenarios5 and displas
2!$
9-Media
!.1.9irtual patients
("#"7eading assignment
("%"Audio 9isual
:-Alat Batu Pem+ela*ara
$.1.0uang Kulia-
$.2.Kamar operasi
$.3.Pasien
;-E0aluasi
%.1.=MH -23tended /edical 4uestion0
*"#"/ultiple observationl and assessments
*"%"/ultiple observers
*"&"@1C2 -@b$ective 1tructure Clinical 23amination0
<- Da1tar >ek Peutu Bela*ar Prosedur Aestesia
No Da1tar >ek Peutu Bela*ar Prosedur Aestesia
Suda,
Diker*aka
Belum
Diker*aka
PERSIAPAN PRE ANESTESIA:
1 Informed consent
2 Puasa 4ang 9ukup
3 Pemeriksaan mesin anestesia men4eluru-
4 Pemasangan akses intra3ena
2!%
Pemeriksaan peralatan dan instrumen anestesia lainn4a
! "#at8o#at anestetik
$ "#at8o#at darurat
ANESTESIA UMUM DENGAN SUNGKUP/ETT/
LMA/TI%A:
1 Premedikasi
2 Induksi anestesia
2 Pemeli-araan anestesia
3 Pemuli-an aanestesia
ANALGESIA REGIONAL: BLOK EPIDURAL/SAB
1 Posisi pasien (duduk atau lateral*
2 Penun$uk anatomi daera- tempat insersi .arum
2 Desinfeksi daera- tempat insersi .arum dan sekitarn4a
3 Pemasangan kain penutup steril
4 Alat8alat dan o#at8o#at analgetik regional
PERACATAN PAS>A7ANESTESIA
1 Komplikasi dan penatalaksanaann4a
2 Penga1asan ter-adap .alan nafas) pernafasan) dan
sirkulasi (Calan nafas5 Breathing5 dan Circulation*
>atata:
/uda- diker.akan A ,elum diker.akan #eri tanda
'=- DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila tidak
dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-8langka-) tugas atau keterampilan diker.akan ole- peserta
2!'

didik sesuai dengan prosedur /tandard atau penuntun


Tidak
memuaska
Peserta didik tidak mampu untuk menger.akan langka-8langka-) tugas
atau keterampilan sesuai dengan prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak diamati 5angka-8langka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole-
peserta lati- selama penilaian ole- pelati-
Nama Peserta Didik@
Nomor Peserta Didik@
Tanggal Penilaian@
Nama Pasien Nomor 0ekam Medis@
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / La"ka, Kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
2$+
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / La"ka, Kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tandatangan Instruktur
(tandatangan dan nama terang*
No Kasus ke
1 2 3 4
1. Anestesia untuk #eda- #atu #uli8#uli
2. Anestesia untuk &0/ (&retero 0eno /istoskopi*
3. Anestesia pada T&0P (Bransurethral 7eseksion of the Prostate*
4. Anestesia pada T&0 ,uli
. Anestesia pada #atu gin.al dan posisi gin.al
!. Anestesia pada ileal 9onduit
$. Anestesia pada =/<5
%. Anestesia pada keganasan gin.al dengan perdara-an
'. Analgesia regional pada #eda- urologi
1+. Menegakkan diagnosis /indroma T&0P
11. Melakukan penanggulangan /indroma T&0P
2$1
MATERI A>UAN:
URAIAN ANESTESIA BEDA. UROLOGI
'-Peda,ulua:
1.1.2e#inisi :
>ang dimaksud dengan anestesia #eda- urologi adala- tindakan anestesia untuk tindakan #eda-
pada kasus8kasus urologi seperti sistostomi) operasi #atu #uli8#uli) prostatektomi ter#uka) T&0 #uli8
#uli) T&0 prostat) &0/) =/<5) operasi #atu gin.al) operasi pengangkatan gin.al (nefrektomi*) operasi
tumor gin.al dan #uli8#uli dengan P/ A/A 184) dapat #erupa anestesia umum (in-alasi dengan intu#asi
=TT atau 5MA* maupun analgesia regional (/A, atau epidural*.
1.2.Ruan$ 3in$1up:
1.2.1.Anestesia umum (in-alasi* dengan intu#asi =TT atau 5MA
1.2.2.Analgesia regional /A,
1.2.3.Analgesia regional =pidural
1.3.:in/i1asi:
Kasus8kasus #eda- urologi seperti@
1.3.1./istostomi
1.3.2."perasi #atu #uli8#uli
1.3.3.Prostatektomi ter#uka
1.3.4.T&0 #uli8#uli
1.3..T&0 Prostat
1.3.!.&0/
1.3.$.=/<5)
1.3.%."perasi #atu gin.al (nefrektomi*
1.3.'."perasi tumor gin.al
2$2
1.%.)emeri1saan )enunCan$:
Pemeriksaan penun.ang diperlukan untuk menentukan status fisis (P/* A/A) #erdasarkan status
atau keadaan pasien saat terse#ut.
(-Materi A5ua Aestesia Beda, Urolo"i
,eda- atau tindakan urologi meliputi sistoskopi) ureteroskopi) T&0P) prostatektomi ter#uka)
nefrolitotomi) nefrektomi) sistektomi radikal) or9-idopeO4) or9-ie9tom4) #eda- plastik urogenital) teknik
laparoskopi) transplantasi gin.al) =/<5) dan #eda- laser.
Tindakan anestesia dapat dilakukan dengan anestesia umum) analgesia regional epidural atau
su#ara-noid atau mungkin -an4a analgesia topikal.) #ergantung pada .enis tindakan 4ang dilakukan.
Anestesia umum untuk prosedur singkat dapat dilakukan dengan anestesia intra3ena. Analgesia regional
untuk prosedur instrumentasi atau operasi traktus urinarius #agian atas memerlukan ketinggian #lok
men9apai T!) sedang untuk traktus urinarius #agian #a1a- 9ukup sampai T1+. ,ilamana akan dilakukan
anestesia umum) maka #atuk -arus di9ega- atau pasien #ergerak8gerak karena -al ini dapat men4e#a#kan
peningkatan perdara-an atau perforasi #uli8#uli karena instrumentasi.
Teknik anestesia umum dan anestesia epidural dan su#ara-noid pada #eda- urologi umumn4a
tidak #er#eda dengan prosedur #eda- lain. Pemantauan fungsi8fungsi 3ital .uga tidak #er#eda dengan
tindakan #eda- lain.
,e#erapa -al k-usus dalam #eda- urologi adala- posisi) usia) komplikasi. Posisi litotomi -arus
dilakukan sedemikian rupa agar tidak ter.adi komplikasi aki#at penekanan atau peregangan saraf
#erle#i-an demikian .uga dengan posisi gin.al lateral deku#itus.
&sia lan.ut 4ang sering pada pasien dengan -ipertrofi prostat -arus di1aspadai akan
kemungkinan menderita gangguan pen4akit .antung koroner) -ipertensi) gangguan pernafasan) dia#etes
melitus) gangguan gin.al dan lain lain. Teknik anestesia 4ang akan dilakukan -arus dilakukan sesuai
dengan gangguan 4ang diderita pasien. Komplikasi perdara-an sering ter.adi pada operasi prostat ter#uka)
#atu 9etakAstag-orn) nefrektomi dengan perlengkatan pada pem#ulu- dara- #esar.
/indroma T&0P merupakan komplikasi 4ang ter.adi karena a#sor#si 9airan irigasi se9ara
#erle#i-an pada 1aktu operasi prostat dengan T&0P. ;e.ala dapat tim#ul segeraAdini (a#sor#si
intra3askular langsung* atau setela- #e#erapa .am (a#sor#si peritoneal dan peri3askular*. ;e.ala sindroma
T&0P meliputi@ peru#a-an pada susunan saraf pusat) agitasi) nausea) 9onfusion) gangguan pengli-atan)
ke.ang) dan koma. ;angguan kardio3askular #erupa@ -iper8 atau -ipotensi) #radikardia) disritmia) edema
paru) -enti .antung ) karena fluid shift -iper3olemia masuk ke ruang interstitial) dan gangguan elektrolit.
Terapi restriksi 9airan) pem#erian diuretik (furosemid*) larutan garam -ipertonik untuk -iponatremia
simptomatik se9ara lam#at peningkatan tidak mele#i-i 12 m=MA5 per -ari.
2$3
/etela- mema-ami) menguasai dan menger.akan modul ini) maka di-arapkan seorang a-li
anestesia akan memiliki kompetensi melakukan tindakan anestesia dan penerapann4a dapat diker.akan di
0/ Pendidikan atau 0/ 2aringan Pendidikan.
2-Kom!etesi Terkait de"a Modul #3ist o# S1ill$
Ta-apan8ta-apan anestesia@
3.1.)ersiapan )reanestesia:
3.1.1.Anamnesis
3.1.2.Pemeriksaan fisis
3.1.3.Pemeriksaan penun.ang
3.1.4.Informed consent
3.2.)ersiapan )reme/i1asi
3.3.)ersiapan )asien, AlatHalat, O0atHo0atan, /an Cairan
3.%.)ela1sanaan Anestesia:
3.4.1.Konsulen demonstrasi dengan kelompok
3.4.2.Dengan #im#ingan konsulen
3.4.3.Melakukan sendiri atas penga1asan konsulen
3.'.)en$a1"iran Anestesia
3.*.Follo7Hup )ascaHanestesia:
3.!.1.Mana.emen n4eri pas9a#eda-.
3.!.2.Terapi 9airan) nutrisi) dan lain8lain.
3- al"oritma da Prosedur
Tidak ada
4-Tekik Aestesia
.1.Anestesia umum dengan intu#asi =TT
2$4
.2.Anestesia umum (in-alasi* dengan 5MA
.3.Analgesia regional /A,
.4.Analgesia regional #lok epidural
'.1. Anestesia Fmum /en$an :ntu0asi ETT atau 3!A:
.1.1.Persiapan operasi@ puasa !8% .am (de1asa*) atau 4 .am( anak8anak *
.1.2.Pasang akses 3ena (infusi* dengan kateter intra3ena diameter #esar
.1.3.Periksa sum#er oksigen dan gas anestesia lainn4a (N2"*
.1.4.Periksa kesiapan mesin anestesia) tes mesin dengan manual baging maupun dengan
3entilator
.1..Pasien di premedikasi dengan opiod (petidin) fentanil) atau morfin* dan sedatif (dia?epam)
mida?olam* selama 1+81 menit
.1.!.Preoksigenasi dengan "2 !8% lAmenit 38 menit
.1.$.Induksi dengan induktor seperti propofol) tiopental)ketamin) atau etomidat
.1.%.In.eksi relaksan (depolarisasi atau non depolarisasi* seperti suksinilkolin atau rokuronium
.1.'.Intu#asi dengan =TT (kingking atau non8kingking*
.1.1+.0umatan anestesia dengan "2 2 ltrAmenit @ N2" 2 ltrAmenit dan in-alation agent (-alotan)
isofluran) atau se3ofluran* +)82F untuk anak dan #a4i sesuai dengan Fresh ?as Flow
(:;:* dan relaksan otot.
.1.11.&ntuk 5MAE 5MA dipasang setela- pasien suda- tidur dalam ditandai dengan -ilangn4a
refleks #ulu mata) kemudian di sam#ungkan ke konektor mesin anestesia dan di#erikan
in-alation agent 1 kali MA6 dan rumatan "2 2 ltrAmenit @ N2" 2 ltrAmenit dan in-alation
agent (-alotan) isofluran) atau se3ofluran* +)82 F untuk anak dan #a4i sesuai dengan :;:
dan pasien #ernafas spontan
.1.12./elesai operasi) pasien di#angunkan dengan menurunkan in-alation agent se9ara #erta-ap
sampai nol dan menutup N2" dan menaikkan aliran "2 !8% ltrAmenit sampai pasien sadar
#enar (dapat angkat kepala atau dapat #erkomunikasi*
.1.13.&ntuk 4ang menggunakan relaksan otot) dire3ersal dengan prostigmin dan atropin sulfat
setela- pasien suda- nafas spontan dan #isa mengangkat kepala
.1.14.=kstu#asi setela- pasien sadar penu- dan dapat mengangkat kepala dan mengikuti perinta-
.1.1.Pasien ditransport ke PA6& dan dio#ser3asi selama 2 (dua* .am
2$
'.2.Kompli1asi Anestesia:
.2.1.Trauma rongga mulut dan plika 3okalis
.2.2.&ntuk 5MA trauma di rongga mulut
.2.3.Depresi nafas
.2.4./pasme #ronkialis
.2../adar lama
'.3.Anestesia /en$an Re$ional Su0 Ara"noi/ loc1 <SA@:
2$!


'.%.Kompli1asi:
.4.1./ulit #ernafas karena ketinggian #lok (T-4 keatas*
.4.2.Hipotensi
.4.3.PDPH atau N4eri Kepala Pas9a Penusukan Dura
.4.4.Hematom pada daera- insersi
2$$
No Prosedur Aestesia Blok Su+ara,oid
#Pedekata !i/line$
Pengisian dengan 9airan (05) 0 solution) N/) atau Koloid* ++81+++ ml
1 Periksa kesiapan alat8alat dan o#at analgetik lokal 4ang diperlukan.
2 /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis dan antisepsis
3 Posisikan pasien lateral deku#itus atau duduk) gan.al #a-u dan kepala pasien #ila
diposisikan lateral deku#itus.
4 Tentukan penun.uk anatomi 9ela- antara 5283) 5384 atau 548. 6ela- antara 5384 atau
prosesus spinosus 54 tegak lurus dari spina iliaka anterior superior (/IA/*.
5akukan tindakan asepsis dan antisepsis pada penun$uk anatomi 4ang tela- ditentukan"
! /untikkan analgetik lokal pada 9ela- 4ang akan dilakukan penusukan .arum spinal.
$ 5akukan penusukan .arum spinal (atau introduser* pada 9ela- 4ang tela- di#eri analgetik
lokal. Penusukan .arum -arus se.a.ar dengan prosesus spinosus atau sedikit mem#entuk
sudut keara- sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral atau sefalad.
% Dorong .arum sampai mele1ati resistensi ligamentum fla3um dan dura) sampai terasa
kehilangan tahanan pada rongga su#ara-noid.
' 6a#ut mandrin .arum) dan pastikan posisi .arum suda- tepat 4ang ditandai dengan
mengalir keluar 9airan sere#rospinal (6//* 4ang #ening. 2arum dapat dirotasikan '+^
untuk memastikan kelan9aran 9airan 4ang keluar. Penusukkan -arus diulang #ila 6//
tidak keluar atau keluar dara-.
1+ /am#ungkan .arum dengan spuit #erisi o#at analgetik lokal 4ang suda- dipersiapkan.
Aspirasi sedikit 6//) #ila lan9ar suntikan o#at analgetik lokal se9ara perla-an8la-an.
5akukan aspirasi ulang untuk memastikan u.ung .arum tetap pada posisi 4ang tepat dan
suntikan kem#ali o#at.
11 /etela- selesai) 9a#ut .arum dan kem#alikan posisi pasien sesuai dengan 4ang diinginkan.
Cara penuntikkan paramedian pada dasarna sama seperti di atas5 hana $arum spinal
disuntikkan pada !5' sm lateral dan ! sm kaudal dari celah penuntikkan ang ditu$u"
4-4-Re"ioal de"a Blok E!idural

'.*.Kompli1asi:
2$%
No Prosedur Aestesia Blok E!idural
#Pedekata Midlie$
Pengisian dengan 9airan kristaloid atau koloid (05) 0 sol) N/) atauKoloid* ++81+++
m5
1 Periksa kesiapan alat8alat dan o#at8o#at analgetik lokal 4ang diperlukan.
2 /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis dan antisepsis
3 Posisikan pasien lateral deku#itus atau duduk) gan.al #a-u dan kepala pasien #ila
diposisikan lateral deku#itus.
4 Tentukan penun$uk anatomi 9ela- antara 5283) 5384 atau 548. 6ela- antara 5384 atau
prosesus spinosus 54 tegak lurus dari spina iliaka anterior superior (/IA/*.
5akukan tindakan asepsis dan antisepsis pada penun$uk anatomi 4ang ditentukan.
! /untikkan analgetik lokal pada 9ela- 4ang akan dilakukan penusukan .arum epidural.
$ 5akukan penusukan .arum epidural pada 9ela- 4ang tela- di#eri analgetik lokal.
Penusukan .arum -arus se.a.ar dengan prosesus spinosus atau sedikit mem#entuk sudut
ke ara- sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral atau sefalad.
% Dorong .arum sampai mele1ati resistensi ligamentum fla3um) lalu 9a#ut mandrin .arum
' Pangkal .arum epidural di-u#ungkan dengan spuit 1+ ml 4ang #erisi Na6l +)'F atau
udara) dan .arum didorong sampai ke rongga epidural 4ang ditandai dengan adan4a loss
of resistance
1+ 5akukan tes dose) tes dose(8*) 9a#ut spuit) masukkan epidural kateter sesuai ke#utu-an
tinggi #lok)
11 /etela- selesai 9a#ut .arum) dan fiksasi dengan #aik serta kem#alikan posisi pasien
sesuai dengan 4ang diinginkan.kemudian in.eksikan o#at analgetik lokal sesuai
ke#utu-an.
6ara pen4untikkan paramedian pada dasarn4a sama seperti di atas) -an4a .arum spinal
disuntikan pada 1) sm lateral dan 1 sm kaudal dari 9ela- pen4untikan 4ang ditu.u.
.!.1.PDPH
.!.2./ulit #ernafas
.!.3.Hipotensi
.!.4.Hematom daera- insersi
9-Re1eresi
!.1.Morgan ;=) Mik-ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 3
t-
ed) Ne1 >ork86-i9ago8/an
:ran9is9o@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!.
!.2.,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anest-esia)
t-
ed) Ne1 >ork@ 5ippin9ott <illiams 7
<ilkinsE 2++!
!.3.Miller 0D. Miller_s Anest-esia) !
t-
ed) P-iladelp-ia85ondon8Toronto@ 6-ur9-ill 5i3ingstoneE 2++
!.4.Martini :H. :undamental of Anatom4 7 P-4siolog4. $
t-
ed) 2++!

MODUL '4 : ANESTESIA OBSTETRI I
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 2*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
Anestesia o#stetrik81 adala- suatu rotasi 4ang
mem#utu-kan 1aktu 1 #ulan (4 pekan* untuk
peserta didik semester 2) 4ang meliputi
anestesia untuk .enis operasi o#stetrik (seksio
sesarea*) kuretase.
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid.
!" LCD Proektor dan laar
#" Laptop
%" @6P
&" Flipchart
'" Pemutar video
2$'
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang Puli-
4. ,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
1. 6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 4
t-
ed) 2++!
2. 6lini9al Anest-esia P; ,aras-) 4
t-
ed) 2++!
3. Miller_s Anest-esia 0D Miller) !
t-
ed) 2++
TU&UAN UMUM
/etela- mengikuti rotasi ini peserta didik mampu melakukan persiapan preoperatif
dengan #aik dan 9ermat) melakukan pem#iusan umum dan regional pada pasien
o#stetrik seder-ana tanpa pen4ulit untuk memperole- ke#er-asilan 4ang tinggi)
melakukan pemantauan intraoperatif dengan #aik dan men9ega- komplikasi 4ang
mungkin ter.adi.
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk @
Iognitif
1. Memiliki pengeta-uan tentang fisiologi ke-amilan) farmakologi perinatal)
sirkulasi .anin) pola persalinan normal) penga1asan i#u8.anin) 3aria#ilitas den4ut
.antung .anin) persalinan kurang #ulan (prematur*) asfiksia neonatus.
2. Memiliki pengeta-uan tentang sirkulasi uteroplasenta.
2%+
3. Memiliki pengeta-uan tentang ke-amilan multipara) persalinan per3aginam
dengan ri1a4at seksio sesarea se#elumn4a.
4. Memiliki pengeta-uan farmakologi dan interaksi o#at antara sintosnon) metergin)
magnesium sulfat) indosin) prostaglandin) steroid 4ang #iasa dipakai pada pasien
o#stetrik dengan o#at anestetik.
. Mampu men.elaskan penatalaksanaan preoperatif termasuk premedikasi dan puasa
untuk pasien o#stetrik elektif.
!. Mampu men.elaskan persiapan alat dan o#at untuk anestesia umum dan
su#ara-noid (li-at prosedur anestesia umum dan su#ara-noid*.
$. Mampu men.elaskan indikasi anestesia umum atau su#ara-noid untuk pasien
o#stetrik tanpa pen4ulit.
%. Mampu men.elaskan ren9ana anestesia su#ara-noid untuk prosedur seksio
sesarea (li-at modul dan prosedur anestesia su#ara-noid*.
'. Mampu men.elaskan ren9ana anestesia umum (intu#asi) 5MA* untuk prosedur
seksio sesarea termasuk teknik induksi cepat dan penatalaksanaan .alan nafas
pada i#u -amil (li-at modul dan prosedur anestesia umum*.
1+. Mampu men.elaskan ren9ana anestesia umum intra3ena untuk tindakan kuretase.
11. Memiliki pengeta-uan tentang aortokaval compression dan penanganann4a.
12. Mampu men.elaskan e3aluasi #a4i #aru la-ir.
13. Mampu men.elaskan penatalaksanaan pospartum) penanganan n4eri dan mual
munta- pas9a#eda-.
Psikomotor
1. Mampu menentukan status fisis pasien #erdasarkan klasifikasi A/A I8II
2. Mampu menilai kondisi .alan nafas pasien -amil dan mem#uat ren9ana
penatalaksanaann4a dengan #aik.
3. Mampu melakukan penatalaksanaan preoperatif termasuk premedikasi dan puasa
untuk kasus o#stetrik elektif.
4. Mampu melakukan persiapan alat dan o#at untuk anestesia umum dan
su#ara-noid (li-at prosedur anestesia umum dan su#ara-noid*.
. Mampu mem#erikan anestesia su#ara-noid untuk prosedur seksio sesarea dan
operasi tanpa pen4ulit (li-at modul dan prosedur anestesia su#ara-noid*.
!. Mampu mem#erikan anestesia umum untuk prosedur seksio sesarea termasuk
teknik induksi cepat dan penatalaksanaan .alan nafas pada i#u -amil (li-at modul
dan prosedur anestesia umum*.
$. Mampu melakukan anestesia umum intra3ena untuk tindakan kuretase
%. Mampu melakukan e3aluasi #a4i #aru la-ir (li-at modul anestesia umum dan
pediatrik*.
'. Mampu melakukan penatalaksanaan pospartum) penanganan n4eri dan mual
munta- pas9a#eda-.
1+. Mampu melakukan pen9atatan -al penting dalam rekam medis preoperatif) intra
dan pas9a#eda- terkait dengan tindakan anestesia.
2%1
Iomunikasi>6ubungan Interpersonal
1. Mampu men.elaskan pada pasien atau keluarga pasien tentang kondisi pasien
preoperatif ) tindakan anestesia umum 4ang akan dilakukan serta risiko 4ang dapat
tim#ul.
2. Mampu mem#erikan pen.elasan kepada rekan se.a1at atau konsulen tentang
kondisi pasien untuk kemungkinan pemeriksaan tam#a-an) pem#erian o#at8
o#atan atau upa4a optimalisasi kondisi pasien.
3. Mampu men.elaskan tentang kondisi pasien kepada operator se#elum operasi
terutama untuk men9ega- ter.adi keadaan atau kondisi pasien 4ang tidak
diinginkan.
4. Mampu #erinteraksi atas dasar saling meng-ormati dan men9iptakan kondisi
ker.asama tim 4ang terli#at di kamar #eda-.
Profesionalisme
1. Mampu #eker.a sesuai prosedur.
2. Mampu #erinteraksi dengan se.a1at lain maupun paramedis dan tenaga kese-atan
lain atas dasar saling meng-ormati kompetensi masing8masing.
3. Mampu men.aga kera-asiaan pasien.
4. Mampu mema-ami) mem#erikan pen.elasan kepada pasien atau keluargan4a
tentang kondisi pasien sesuai -ak pasien.
. Mampu melakukan peker.aan se9ara efisien.
KEDNOTES:
1. Mor#iditas paling umum pada pasien o#setri (",* adala- perdara-an #erat
dan preeklampsia
2. Tanpa memandang kapan saat makan terak-ir semua pasien ", dianggap
lam#ung penu- dan #erisiko untuk ter.adin4a aspirasi paru.
3. -ampir semua opioid analgesia dan sedatif 4ang di#erikan parenteral
menem#us sa1ar plasenta dan mempengaru-i fetus. Teknik analgesia
regional le#i- disukai untuk penatalaksanaan n4eri persalinan.
4. Penggunaan 9ampuran o#at analgetik lokal dengan opioid untuk analgesia
lum#al epidural untuk penatalaksanaan n4eri persalinan se9ara n4ata akan
mengurangi keperluan o#at) di#andingkan dengan pem#erian o#at terse#ut
se9ara sendiri8sendiri.
. Analgesia optimal untuk persalinan #lokade neural setinggi T1+851 pada
kala I dan T1+8/4 pada kalaII persalinan.
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat mengelola pasien o#steri anestesia diperlukan pengeta-uan dan
2%2
keterampilan dalam penatalaksanaan perioperatf dari mulai persiapan pra#eda- sampai
penatalaksanaan pas9a#eda-. Melakukan penatalaksanaan n4eri persalinan dan
mem#erikan anestesia umum atau regional untuk seksio sesarea pada seksio sesarea
tanpa pen4ulit.
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu melakukan penatalaksanaan
anestesia o#stetri dari mulai persiapan preoperatif) penatalaksanaan .alan nafas i#u
-amil) fisiologi ke-amilan) farmakologi perinatal) sirkulasi .anin) pola persalinan
normal) penga1asan i#u dan .anin) deselerasi 9epat) lam#at dan 3aria#el den4ut .antung
.anin) 3aria#ilitas den4ut .antung .anin) persalinan prematur) multipara) perdara-an
trimester ke tiga) asfiksia dan resusitasi neonatus) analgesia regional untuk i#u
mela-irkan (I5A) P6=A*) persalinan per3aginam dengan ri1a4at seksio sesarea
se#elumn4a) anestesia dengan crash atau induksi cepat) akses 3askular) terapi 9airan dan
transfusi dara-) penatalaksanaan anestesia umum dan regional) pemantauan)
penatalaksanaan pas9a8anestesia.
METODE PEMBELA&ARAN
A..Proses pem#ela.aran dilaksanakan melalui metode @
##" Diskusi kelompok kecil
#%" Peer assisted learning -PAL0
#&" Bedside teaching
#'" Bask<based medical education
,. Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
!" ,a-an a9uan -references0
#" Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
%" Ilmu klinis dasar
6. Penuntun #ela.ar -learning guide0 terlampir
D. Tempat #ela.ar -training setting0 @ ruang ra1at pasien) kamar operasi) ruang puli-
pas9a#eda-.
MEDIA
1. Iursus A pelati-an
2%3
Pelati-an di skill lab intu#asi) 5MA) spinal pada manikin.
2. ,ela.ar mandiri
3. Kulia-
Kulia- k-usus Penatalaksanaan Anestesia "#stetrik dan 1 termasuk
semua su# pokok #a-asan dilakukan semester 2 pekan 1.
4. Diskusi kelompok
5aporan dan diskusi tentang pro#lema preoperatif) penatalaksanaan .alan nafas)
anestesia umum atau su#ra-noid) pemantauan dan penatalaksanaan pas9a#eda-.
. Kun.ungan preoperatif
!. ,im#ingan pem#iusan dan asistensi
Pelati-an di kamar #eda- intu#asi) 5MA) su#ara-noid pada pasien "#stetrik
dengan #im#ingan dan penga1asan staf penga.ar.
$. Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
%. 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas
'" Continuing Profesional Development -CPD0
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
Perpustakaan) internet) skill lab
E%ALUASI
1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan lisan untuk
menilai kiner.a a1al peserta didik dan melakukan identifikasi kekurangan 4ang
ada. Materi pre8tes terdiri atas @
8 Anatomi) fisiologi ke-amilan) farmakologi perinatal
8 Penegakan diagnosis dan A/A
8 Teknik pem#iusan (umum) regional*
8 Penga1asan intra operasi
8 Komplikasi dan penanganann4a
8 Penatalaksanaan pas9a#eda-
2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang
teridentifikasi) mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
2%4
3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam
penuntun #ela.ar pada manikin anestesia #ersama teman8temann4a -peer assisted
learning0) die3aluasi ole- teman8temann4a -peer assisted evaluation0.
4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di
#a1a- penga1asan fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien
sesunggu-n4a. Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan
langsung -direct observation0 dan mengisi lem#ar penilaian@
7 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak
dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien) misaln4a tindakan
anestesia tidak mulus se-ingga kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
. /etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk
memper#aiki kekurangan 4ang ditemukan.
!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun
#ela.ar.
$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai ceklis evaluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan
atau di#eri tugas untuk memper#aiki kiner.a.
'. Pen9apaian pem#ela.aran
Pre7tes :
1. 2elaskan tentang fisiologi ke-amilan) farmakologi perinatal) sirkulasi .anin) pola
persalinan normal) penga1asan i#u8.anin) 3aria#ilitas den4ut .antung .anin.
2. 2elaskan tentang komplikasi persalinan kurang #ulan (prematur*) asfiksia
neonatus.
3. 2elaskan tentang ke-amilan multipara) persalinan per3aginam dengan ri1a4at
seksio sesarea se#elumn4a.
4. 2elaskan farmakologi dan interaksi o#at antara sinto9inon) metergin) magnesium
2%
sulfat) indosin) prostaglandin) steroid 4ang #iasa dipakai pada kasus o#stetrik
dengan o#at anestetik.
. 2elaskan patofisiologi preeklampsia dan eklampsia) penatalaksanaann4a dan
pengaru-n4a ter-adap tindakan anestesia.
!. 2elaskan penatalaksanaan preoperatif termasuk premedikasi dan puasa untuk
pasien o#stetrik dan elektif.
$. 2elaskan persiapan alat dan o#at untuk anestesia umum dan su#ara-noid (li-at
prosedur anestesia umum dan regional*.
%. 2elaskan indikasi anestesia umum atau su#ara-noid untuk pasien o#stetrik
seder-ana tanpa pen4ulit.
'. 2elaskan teknik anestesia su#ara-noid untuk prosedur #eda- o#stetrik (li-at
modul dan prosedur analgesia regional*.
1+. 2elaskan teknik anestesia umum (intu#asi) 5MA* untuk prosedur seksio sesarea
termasuk teknik induksi cepat dan penatalaksanaan .alan nafas pada i#u -amil
(li-at modul dan prosedur anestesia umum*.
11. 2elaskan teknik anestesia intra3ena untuk tindakan kuretase.
12. 2elaskan e3aluasi #a4i #aru la-ir.
13. 2elaskan penatalaksanaan pospartum) penanganan n4eri dan mual munta-
pas9a#eda-.
,entuk pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan
(semester*.
,entuk u.ian @
8 &.ian ak-ir stase
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
!" Pengetahuan
8 M6H
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 &.ian lisan
#"Iognitif
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
%" 1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
2%!
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
&"Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
'"Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Anamnesis) periksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATI6/) o#at
4 Pemasangan monitor
ANESTESIA
1 Anestesia umum (intu#asi) 5MA*
2 Anestesia su#ara-noid
3 Anestesia intra3ena
4 Pem#erian 9airan dan transfusi
Komplikasi dan penanganann4a
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital
2 Penanganan mual munta- dan n4eri pas9a#eda-
2%$
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
2%%
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
2%'
MATERI A>UAN
Anestesia untuk o#stetri #er#eda dengan tindakan anestesia 4ang lain karena @
I#u masuk ruma- sakit pada -ari saat akan mela-irkan.
Ada dua insan 4ang perlu diper-atikan) 4aitu I#u dan #a4i 4ang akan dila-irkan.
Ter.adi peru#a-an8peru#a-an fisiologi 4ang dimulai pada tiga #ulan terak-ir
ke-amilan.
Adan4a risiko munta-) regurgitasi dan aspirasi setiap saat.
=fek o#at 4ang di#erikan dapat mempengaru-i #a4i karena menem#us sa1ar
plasenta.
Pada seksio sesarea dengan pasien normal) -arus diper-atikan peru#a-an8peru#a-an
fisiologi dan anatomi) karena peru#a-an terse#ut akan mempengaru-i tindakan
anestesia. ,ila pasien disertai pen4ulit lain seperti preeklampsi) asma #ronkial) maka
tindakan anestesian4a akan le#i- spesifik lagi. &ntuk -al itu diperlukan pengeta-uan
4ang mendalam mengenai fisiologi i#u -amil) fisiologi fetal) aliran dara- uterus
se-ingga dapat mengurangi mor#iditas dan mortalitas.
Pada 1anita -amil mulai 3 #ulan terak-ir) ter.adi peru#a-an fisiologis sistem
respirasi) kardio3askular) susunan saraf pusat) susunan saraf perifer) gastrointestinal)
muskuloskeletal) dermatologi) .aringan #ua- dada) dan mata.
a- Sistem Res!irasi
Peru#a-an pada parameter respirasi mulai pada pekan ke84 ke-amilan.
Peru#a-an fisiologis dan anatomi selama ke-amilan menim#ulkan peru#a-an dalam
fungsi paru) 3entilasi dan pertukaran gas.
Dentilasi semenit meningkat pada aterm kira8kira +F di atas nilai 1aktu tidak
-amil. Peningkatan 3olume semenit ini dise#a#kan karena peningkatan 3olume tidal
(4+F* dan peningkatan frekuensi nafas (1F*. Dentilasi al3eolus meningkat seperti
3olume tidal tetapi tanpa peru#a-an pada dead space anatomi.
Pada ke-amilan aterm Pa6"( menurun (3283mmHg*. Peningkatan konsentrasi
progesteron selama ke-amilan menurunkan am#ang pusat nafas di medula o#longata
ter-adap 6"(.
2'+
Pada ke-amilan aterm kapasitas residual fungsional (:06*5 e3pirator reserve
volume dan residual volume menurun. Peru#a-an8peru#a-an ini dise#a#kan karena
diafragma terdorong keatas ole- uterus 4ang gra3id. :06 menurun 182+F)
menim#ulkan peningkatan ZPintasanZ dan kurangn4a reser3e oksigen. Dalam
ken4ataann4a) Z$alan nafas closureZ #ertam#a- pada 3+F gra3ida aterm selama 3entilasi
tidal. Ke#utu-an oksigen meningkat se#esar 3+84+F. Peningkatan ini dise#a#kan
ke#utu-an meta#olisme untuk fetus) uterus) plasenta serta adan4a peningkatan ker.a
.antung dan respirasi. Produksi 6"( .uga #eru#a- sama seperti "(. :aktor8faktor ini akan
menim#ulkan penurunan 4ang 9epat dari Pa"( selama induksi anestesia) untuk
meng-indari ke.adian ini) se#elum induksi pasien mutlak -arus di#erikan oksigen 1++F
selama 3 menit (nafas #iasa* atau 9ukup 4 kali nafas dengan inspirasi maksimal (dengan
"2 1++F*. Dital 9apa9it4 dan resistensi paru menurun.
Ter.adi peru#a-an8peru#a-an anatomis) mukosa men.adi 3askular) edematus dan
gampang rusak) maka -arus di-indari intu#asi nasal dan ukuran pipa endotrakeal -arus
4ang le#i- ke9il daripada untuk intu#asi orotrakeal.
Penurunan :06) peningkatan 3entilasi semenit) .uga penurunan MA6 akan
men4e#a#kan parturien le#i- muda- dipengaru-i o#at anestetik in-alasi daripada
penderita 4ang tidak -amil. 6epatn4a induksi dengan o#at anestetik in-alasi karena @
-iper3entilasi akan men4e#a#kan le#i- #an4akn4a gas anestesia 4ang masuk ke
al3eolus.
pengen9eran gas in-alasi le#i- sedikit karena menurunn4a :06.
MA6 menurun.
Pada kala 1 persalinan) dapat ter.adi -iper3entilasi karena adan4a rasa n4eri (-is* 4ang
dapat menurunkan Pa6"( sampai 1% mmHg) dan menim#ulkan asidosis fetal. Pem#erian
analgetik (misal @ epidural analgesia* akan menolong. /emua parameter respirasi ini
akan kem#ali ke nilai ketika tidak -amil dalam !812 pekan pospartum.
+- Peru+a,a %olume Dara,
Dolume dara- i#u meningkat selama ke-amilan) termasuk peningkatan 3olume
plasma) sel dara- mera- dan sel dara- puti-. Dolume plasma meningkat 4+8+F)
sedangkan sel dara- mera- meningkat 182+F 4ang men4e#a#kan ter.adin4a anemia
fisiologis (normal H# @ 12grF) -ematokrit 3F*. Dise#a#kan -emodilusi ini) 3iskositas
dara- menurun kurang le#i- 2+F. Mekanisme 4ang pasti dari peningkatan 3olume
plasma ini #elum diketa-ui) tetapi #e#erapa -ormon seperti renin8angiotensin8
aldosteron) atrial natriuretik peptida) estrogen) progesteron mungkin #erperan dalam
mekanisme terse#ut. Dolume dara-) faktor I) DII) B) BII dan fi#rinogen meningkat. Pada
2'1
proses ke-amilan) dengan #ertam#a-n4a umur ke-amilan) .umla- trom#osit menurun.
Peru#a-an8peru#a-an ini adala- untuk perlindungan ter-adap perdara-an katastropik
tapi .uga akan merupakan predisposisi ter-adap fenomena trom#oem#oli. Karena
plasenta ka4a dengan trom#oplastin) maka #ila pada solusio plasenta) ada risiko
ter.adin4a DI6.
Peningkatan 3olume dara- mempun4ai #e#erapa fungsi penting @
&ntuk memeli-ara ke#utu-an peningkatan sirkulasi karena ada pem#esaran uterus
dan unit feto8plasenta.
Mengisi peningkatan reser3oar 3ena.
Melindungi i#u dari perdara-an pada saat mela-irkan.
/elama ke-amilan i#u men.adi -iperkoagulopati.
Delapan pekan setela- mela-irkan 3olume dara- kem#ali normal. 2umla- perdara-an
normal partus per3aginam kurang le#i- 4++8!++ml dan 1+++ml #ila dilakukan seksio
sesarea) tapi pada umumn4a tidak perlu dilakukan transfusi dara-.
5- Peru+a,a sistem Kardio0askular
6ura- .antung meningkat se#esar 3+84+F dan peningkatan maksimal di9apai
pada ke-amilan 24 pekan. Permulaann4a peningkatan den4ut .antung ketinggalan
di#elakang peningkatan 9ura- .antung dan kemudian ak-irn4a meningkat 1+81 kali
permenit pada ke-amilan 2%832 pekan. Peningkatan 9ura- .antung mula8mula
#ergantung pada peningkatan isi sekun9up dan kemudian dengan peningkatan den4ut
.antung) tetapi le#i- #esar peru#a-an isi sekun9up daripada peru#a-an den4ut .antung.
Dengan ekokardiografi terli-at adan4a peningkatan ukuran ruangan end diastolic
dan ada pene#alan dinding 3entrikular kiri. 6ura- .antung #er3ariasi #ergantung pada
#esarn4a uterus dan posisi i#u saat pengukuran dilakukan.
Pem#esaran uterus 4ang gra3id dapat men4e#a#kan kompresi aortoka3al ketika
1anita -amil terse#ut #erada pada posisi supine dan -al ini akan men4e#a#kan
penurunan venous return dan maternal -ipotensi) menim#ulkan keadaan 4ang dise#ut
supine hpotensive sndrome. /epulu- persen dari 1anita -amil men.adi -ipotensi dan
diaforetik #ila #erada dalam posisi terlentang) 4ang #ila tidak dikoreksi dapat
menim#ulkan penurunan aliran dara- uterus dan fetal asfiksia. =fek ini akan le#i- -e#at
lagi pada pasien dengan poli-idramnion atau ke-amilan kem#ar. 6ura- .antung
meningkat selama persalinan dan le#i- tinggi +F dari saat se#elum persalinan. /egera
pada periode pospartum) 9ura- .antung meningkat se9ara maksimal dan dapat men9apai
%+F di atas periode pra persalinan dan kira8kira 1++F di atas nilai ketika 1anita
2'2
terse#ut tidak -amil) -al ini dise#a#kan karena pada saat kontraksi uterus ter.adi
plasental autotransfusi se#an4ak 3++8++ml. 6DP meningkat 48!sm H(" karena ada
peningkatan 3olume dara- i#u. Peningkatan isi sekun9up dan den4ut .antung adala-
untuk memperta-ankan peningkatan 9ura- .antung. Peningkatan 9ura- .antung ini tidak
#isa ditoleransi dengan #aik pada pasien dengan pen4akit .antung 3al3ula (misal @ aorta
stenosis) mitral stenosis* atau pen4akit .antung koroner. ;agal .antung 4ang #erat dapat
ter.adi pada ke-amilan 24 pekan) selama persalinan dan segera setela- persalinan. 6ura-
.antung) den4ut .antung) isi sekun9up menurun ke sampai nilai se#elum persalinan pada
248$2 .am pospartum dan kem#ali ke le3el saat tidak -amil pada !8% pekan setela-
mela-irkan. Ke9uali peningkatan 9ura- .antung) tekanan dara- sistolik tidak #eru#a-
selama ke-amilan) tetapi) tekanan diastolik turun 181mmHg. Ada penurunan MAP
se#a# ada penurunan resistensi 3askular sistemik. Hormon8-ormon ke-amilan seperti
estradiol81$8J dan progesteron mungkin #erperan dalam peru#a-an 3askular ini.
Turunn4a pengaturan Jdan K reseptor .uga memegang peranan penting. /elama
ke-amilan .antung tergeser ke kiri dan atas karena diafragma tertekan ke atas ole- uterus
4ang gra3id.
;am#aran =K; 4ang normal pada parturien @
Disritmia #enigna
;elom#ang /T) T) H ter#alik
5eft aOis de3iation
d- Peru+a,a !ada Gi*al
;:0 meningkat selama ke-amilan karena peningkatan renal plasma flo1. 0,:
dan ;:0 meningkat 1+F pada trimester pertama ke-amilan) tetapi menurun lagi
sampai !+F di atas 1anita 4ang tidak -amil pada saat ke-amilan aterm. Hal ini aki#at
pengaru- -ormon progesteron. Kreatinin) ,&N) asam urat .uga menurun tapi umumn4a
normal. /uatu peningkatan dalam la.u filtrasi men4e#a#kan penurunan plasma ,&N dan
konsentrasi kreatinin kira8kira 4+8+F. 0ea#sor#si natrium pada tu#ulus meningkat)
tetapi) glukosa dan asam amino tidak dia#sor#si dengan efisien) maka glikosuri dan
amino a9id uri merupakan -al 4ang normal pada I#u -amil. Pel3is renalis dan ureter
#erdilatasi dan peristaltikn4a menurun. Nilai ,&N dan kreatinin normal pada parturien
(,&N %8' mgAdl) kreatinin +)4 mgAdl* adala- 4+F le#i- renda- dari 4ang tidak -amil.
Maka #ila pada 1anita -amil) nilain4a sama seperti 4ang tidak -amil #erarti ada
kelainan gin.al. Pasien preeklampsi mungkin ada di am#ang gagal gin.al) 1alaupun -asil
pemeriksaan la#oratorium normal. Diuresis fisiologi pada periode pospartum) ter.adi
antara -ari ke82 dan ke8. ;:0 dan kadar ,&N kem#ali ke keadaan se#elum -amil pada
2'3
pekan ke8! pospartum.
e- Peru+a,a !ada GIT
Peru#a-an anatomi dan -ormonal pada ke-amilan merupakan faktor predisposisi
ter.adin4a regurgitasi esofageal dan aspirasi paru. &terus 4ang gra3id men4e#a#kan
peningkatan tekanan intragastrik dan mengu#a- posisi normal gastro esofageal .un9tion.
Alkali fosfatase meningkat. Plasma kolinesterase menurun kira8kira 2%F) kemungkinan
dise#a#kan karena sintesan4a 4ang menurun dan karena -emodilusi. <alaupun dosis
moderat suksinilkolin umumn4a dimeta#olisme) pasien dengan penurunan akti3itas
kolinesterase ada risiko peman.angan #lokade neuro8muskuler.
Dise#a#kan karena peningkatan kadar progesteron plasma) pergerakan ;IT) a#sor#si
makanan dan tekanan sfingter esofageal #agian distal menurun. Peningkatan sekresi
-ormon gastrin akan meningkatkan sekresi asam lam#ung. "#at8o#at analgesia akan
memperlam#at pengosongan gaster. Pem#esaran uterus akan men4e#a#kan gaster
ter#agi men.adi #agian fundus dan antrum) se-ingga tekanan intragastrik akan
meningkat.
Akti3itas serum kolinesterase #erkurang 24F se#elum persalinan dan paling renda-
(33F* pada -ari ke83 pospartum. <alaupun akti3itas le#i- renda-) dosis normal
suksinilkolin untuk intu#asi (181) mgAkg* tidak di-u#ungkan dengan meman.angn4a
#lokade neuromuskular selama ke-amilan. Karena peru#a-an8peru#a-an terse#ut
1anita -amil -arus selalu diper-itungkan lam#ung penu-) dengan tidak menginda-kan
1aktu makan terak-ir misaln4a 1alaupun puasa suda- I ! .am lam#ung #isa sa.a masi-
penu-. Penggunaan antasid 4ang non8partikel se9ara rutin adala- penting se#elum
operasi sesarea dan se#elum induksi regional anestesia. <alaupun efek mekanis dari
uterus 4ang gra3id pada lam#ung -ilang dalam #e#erapa -ari tetapi peru#a-an ;IT 4ang
lain kem#ali ke keadaan se#elum -amil dalam ! pekan pospartum .
1- Peru+a,a SSP da susua sara1 !eri1er-
//P dan susunan saraf perifer #eru#a- selama ke-amilan) MA6 menurun 28
4+F selama ke-amilan. Halotan menurun 2F) isofluran 4+F) metoksifluran 32F.
Peningkatan konsentrasi progesteron dan endorfin adala- pen4e#a# penurunan MA6
terse#ut. Tetapi #e#erapa penelitian menun.ukan #a-1a konsentrasi endorfin tidak
meningkat selama ke-amilan sampai pasien mulai ada -is) maka mungkin endorfin tidak
#erperan dalam ter.adin4a per#edaan MA6 tetapi 4ang le#i- #erperan adala- aki#at
progesteron.
Terdapat pen4e#aran dermatom 4ang le#i- le#ar pada parturien setela- epidural
2'4
anestesia #ila di#andingkan dengan 4ang tidak -amil. Hal ini karena ruangan epidural
men4empit karena pem#esaran pleksus 3enosus epidural dise#a#kan karena kompresi
aortoka3al ole- uterus 4ang mem#esar. Tetapi penelitian8penelitian 4ang #aru
menun.ukkan #a-1a per#edaan ini suda- ada pada ke-amilan muda (%812 pekan* di
mana uterus masi- ke9il se-ingga efek o#struksi mekanik masi- sedikit ada maka
faktor8faktor lain pen4e#a#n4a. :aktor8faktor lain itu adala- @
0espiratori alkalosis kompensata.
Penurunan protein plasma atau protein likuor sere#rospinal.
Hormon8-ormon selama ke-amilan (progesteron*.
<alaupun mekanisme pasti dari peningkatan sensiti3itas //P dan susunan saraf perifer
pada anestesia umum dan antesi regional #elum diketa-ui tetapi dosis o#at anestetik
pada 1anita -amil -arus dikurangi. Peningkatan sensiti3itas ter-adap lokal anestesia
untuk epidural atau analgesia spinaltetap ada sampai 3! .am pospartum.
"- Peru+a,a sistem muskuloskeletal) dermatolo"i) +ua, dada da mata :
Hormon relaksin men4e#a#kan relaksasi ligamentum dan melunakkan .aringan
kolagen. Ter.adi -iperpigmentasi kulit daera- muka) le-er) garis tenga- a#domen aki#at
melano94t stimulating -ormon.
,ua- dada mem#esar. Tekanan intraokular menurun selama ke-amilan karena
peningkatan kadar progesteron) adan4a relaksin) penurunan produksi -umor aMueus
dise#a#kan peningkatan sekresi korionikgonadotrofin. Aki#at relaksasi ligamentum dan
kalogen pada kolumna 3erte#ralis dapat ter.adi lordosis. Pem#esaran #ua- dada terutama
pada i#u dengan le-er pendek dapat men4e#a#kan kesulitan intu#asi.
Peru#a-an pada tekanan intraokular #isa menim#ulkan gangguan pengli-atan.
Alira dara, utero!lasetal
0umatan uteroplacental blood flow (&P,:* sangat penting untuk
#erlangsungn4a ke-idupan fetus 4ang #aik) maka pengeta-uan tentang &P,: ini sangat
penting untuk tenaga medis dan paramedis 4ang mera1at penderita -amil. &P,:
dirumuskan se#agai #erikut @
2'
&AP &DP
&,: G 777777777777777777
&D0
UBF Kuterine blood flow
UAP Kuterine arterial pressure
U9P Kuterine venous pressure
U97Kuterine vascular
resistance
Maka semua keadaan 4ang menurunkan tekanan dara- rata8rata i#u atau meningkatkan
resistensi 3askular uterus akan menurunkan &P,: dan ak-irn4a menurunkan umbilikal
blood flow (&m,:*. Pada ke-amilan aterm) 1+F dari 9ura- .antung atau sekitar ++8
$++mlAmenit akan memasok uterus di mana %+F8n4a akan memasuki plasenta.
Pem#ulu- plasenta #erdilatasi se9ara maksimal) .adi placental blood flow sangat
#ergantung pada pada tekanan perfusi.
Ta0le : Causes of Decreased Uterine Blood Flow
2ecrease/ per#usion pressure
Decreased uterine arterial pressure
+ 1upine position -aortokaval
compression0
+ 6emorrhage>hpovolemia
+ Drug<induced hpotension
+ 6potension during smpathetic
blockade
Increased uterine venous pressure
+ 9ena kaval compression
+ Uterine contractions
+ Drug<induced uterine hpertonus
-oksitosin local anesthetics0
+ 1keletal muscle hpertonous -seiAures5
9alsava0
:ncrease/ uterine +ascular resistance
2ndogenous vasoconstrictors
Catecholamines -stres0
9asopresin -in responsse to
hpovolemia0
23ogenous vasoconstrictors
+ 2pinefrin
+ 9asopresors -phenilephrine >
ephedrine0
+ Local anesthetics -in high
concentrasions0
Dua arteri uterina merupakan sum#er utama pasokan dara- ke uterus) sedangkan
pasokan dari arteri o3arika sangat #er3ariasi #ergantung pada spesiesn4a. Kompleksn4a
2'!
pasokan arteri ini men4e#a#kan pengukuran langsung &,: sangat sulit) terutama pada
manusia) dan pada ke#an4akan kasus keadekuatan perfusi plasenta dapat diperkirakan
se9ara tidak langsung dengan monitor den4ut .antung fetus dan keadaan asam8#asa.
Pem#ulu- dara- uterus) misaln4a arteri spinalis) #an4ak mengandung sera#ut simpatis
4ang terutama terdapat pada tunika media. Penelitian pada distri#usi relatif J dan K
reseptor adrenergik pada pem#ulu- dara- ini menun.ukkan reseptor ini #erkurang
atau #a-kan tidak ada. Karena itu terapi 3asopresor dapat mem#a-a4akan fetus. "#at J
adrenergik dapat menurunkan &P,:.
ANESTESIA UNTUK SEKSIO SESAREA
/eksio sesarea adala- mela-irkan #a4i melalui insisi a#dominal dan dinding
uterus. Ke#er-asilan anestesia untuk seksio sesarea dapat dilakukan dalam #er#agai
.alan) tetapi anestetis -arus #etul8#etul mengerti tentang fisologi) patofisiologi dan
farmakologi i#u -amil dan fetus.
Tindakan anestesia 4ang #iasa dilakukan adala- analgesia regional dan anestesia
umum. Analgesia regional 4ang akan di#i9arakan disini adala- spinal dan epidural
anestesia karena kami .arang melakukan infiltrasi atau field block untuk seksio sesarea.
I- SPINAL ANALGESIA
Keuntungan analgesia spinaluntuk seksio sesarea adala- teknikn4a seder-ana)
induksin4a 9epat) kontak fetus dengan o#at8o#atan minimal) pasienn4a sadar dan #a-a4a
aspirasi sedikit.
Kerugian analgesia spinaladala- tinggin4a ke.adian -ipotensi) ada mual8munta-
intrapartum) kemungkinan adan4a P/H) lama ker.a o#at anestetik ter#atas.
Pro#lema pada analgesia spinaladala- adan4a -ipotensi. /etela- induksi
analgesia spinaluntuk seksio sesarea) ke.adian -ipotensi maternal (sistolik kurang dari
1++mmHg atau turun le#i- dari 3+mmHg dari tekanan dara- a1al* adala- se#esar %+F.
Peru#a-an -emodinamik ini dise#a#kan karena #lokade simpatis dan diper#esar ole-
penekanan aorta dan 3ena ka3a inferior ole- uterus 4ang gra3id ketika pasien dalam
posisi supine.
5e#i- tinggi #lokade simpatis) le#i- tinggi risiko -ipotensi dan tim#uln4a ge.ala
munta-8munta-. Posisi supine meningkatkan ke.adian -ipotensi se9ara n4ata. Ueland
dkk mengamati adan4a pengurangan tekanan dara- rata8rata dari 124A$2 ke !$A3%
mmHg pada i#u 4ang diletakkan dalam posisi supine setela- dilakukan spinal anestesia)
tetapi #ila dalam posisi lateral tekanan dara- rata8rata sekitar 1++A!+mmHg.
2'$
Maternal -ipotensi #isa mengan9am ke-idupan i#u dan fetus #ila penurunan
tekanan dara- dan 9ura- .antung tidak 9epat dikoreksi. Keadaan -ipotensi maternal 4ang
singkat) #isa men4e#a#kan penurunan /kor Apgar peman.angan 1aktu men9apai
keadaan nafas 4ang adekuat) dan men4e#a#kan asidosis pada fetus. ,ila -ipotensi tidak
le#i- dari 2 menit) asidosis fetal minimal dan tidak ada pengaru- pada neuro#e-a3ioral
#a4i 4ang #aru la-ir pada umur 284 .am. Dengan le#i- laman4a periode -ipotensi
6olman dkk menun.ukkan adan4a peru#a-an neurologis paling sedikit 4% .am pada #a4i
4ang la-ir dari I#u 4ang dilakukan seksio sesarea dengan epidural analgesia.
Karena analgesia spinalmempun4ai keuntungan8keuntungan untuk seksio
sesarea) #er#agai usa-a dilakukan untuk men9ega- -ipotensi maternal. Di9o#a dengan
pem#erian 1+++81++ ml 0inger laktat 183+ menit se#elum spinal anestesia. ,ila
di#erikan larutan dekstrosa untuk mengisi 3olume) #e#erapa peneliti meli-at adan4a
-iperglikemia fetal) asidosis dan a-kirn4a neonatal -ipoglikemia. /e#alikn4a #e#erapa
peneliti mengan.urkan pem#erian sedikit dektrosa (1F dektrosa di dalam 05* untuk
memperta-ankan euglikemia. Penggunaan se.umla- ke9il koloid dikom#inasikan
dengan kristaloid tidak menun.ukkan -asil 4ang konsisten untuk menurunkan ke.adian
-ipotensi maternal.
Dasopresor @
Nilai pem#erian 3asopresor untuk profilaksis masi- kontro3ersial. Pem#erian
efedrin se9ara rutin untuk men9ega- -ipotensi tidak diperlukan untuk semua kasus)
mala-an #isa ter.adi iatrogenik -ipertensi #ila kita gagal melakukan spinal analgesia.
Tetapi ada suatu persetu.uan #a-1a #ila ter.adi -ipotensi maternal tindakan 4ang
dilakukan adala- @
#eri 9airan
#ila memungkinkan u#a- posisi pasien
#eri efedrin) dimulai dengan dosis 81+mg intra3ena. (Dosis efedrin +)18
+)2mgAkg,,*
Dalam #e#erapa keadaan) tim#uln4a takikardia aki#at efedrin merupakan indikasi8
kontra) #ila demikian kita #isa mem#erikan fenilefrin. Penelitian terak-ir) menun.ukkan
#a-1a pem#erian fenilefrin 4+g intra3ena) intra operatif setela- dilakukan analgesia
spinalatau epidural anestesia untuk terapi maternal -ipotensi selama seksio sesarea)
tidak mempun4ai efek 4ang .elek pada fetus) tetapi -arus diingat #a-1a penelitian
terse#ut dilakukan pada i#u 4ang se-at) #a4i 4ang se-at dan tanpa insufisiensi
uteroplasenta.
Ke.adian -ipotensi selama analgesia spinaluntuk seksio sesarea pada pasien
dengan persalinan fase aktif le#i- renda- daripada 4ang sedang tidak dalam persalinan)
2'%
-al ini karena @
Autotransfusi sekitar 3++ml dara- ke dalam sirkulasi maternal aki#at kontraksi
uterus.
Penurunan ukuran uterus sekunder -ilangn4a 9airan amnion) #ila ketu#an suda-
pe9a-.
5e#i- tinggin4a katekolamin I#u pada 1anita 4ang sedang dalam persalinan.
Mual8munta- @
Mual8munta- sering ter.adi pada spinal anestesia. Hal ini dise#a#kan karena @
-ipotensi sistemik 4ang men4e#a#kan menurunn4a 6,: dan men4e#a#kan sere#ral
-ipoksia.
Traksi peritonium atau 3iseral 4ang men4e#a#kan reaksi 3agal #erupa #radikardia
dan penurunan 9ura- .antung.
Tela- dilakukan e3aluasi ter-adap keefektifan terapi 4ang 9epat untuk setiap
penurunan tekanan dara- untuk pen9ega-an mual8muntal. Kesimpulann4a #a-1a
pem#erian efedrin intra3ena) .ika di#erikan segera #ila tekanan dara- turun) dapat
men9ega- penurunan tekanan dara- dan akan mengurangi ke.adian mual8munta-. Dan
se#agi tam#a-an) nilai asam8#asa dara- um#ilikal #a4i 4ang i#un4a segera diterapi #ila
ada -ipotensi le#i- #aik daripada i#u 4ang .elas mengalami -ipotensi. Traksi pada uterus
dan atau peritonium #isa meningkatkan ke.adian mual8munta- #ila regional anestesian4a
tidak adekuat. /akit 3iseral dari traksi pada peritonium atau 3iseral a#dominalis akan
merangsang pusat munta- melalui ner3us 3agus. Penam#a-an opiat intratekal atau
epidural akan memper#aiki kualitas anestesia dan akan menurunkan ke.adian mual8
munta- selama operasi.
Mual8munta- setela- #a4i la-ir dapat dikurangi dengan pem#erian dosis ke9il
droperidol atau metoklopramid.
/akit Kepala @
/akit kepala pas9a spinal merupakan pro#lema utama setela- analgesia
spinalpada o#stetri. Ke.adian P/H #er3ariasi dari satu institusi ke institusi 4ang lainn4a)
#erkisar +81+F.
,e#erapa teknik untuk mengurangi ke.adian P/H @
suntikan .arum spinal -arus paralel dengan ara- sera#ut duramater.
makin ke9il .arumn4a) makin sedikit ke.adian P/H.
Kami (di ,andung* menggunakan .arum spinal No.2 A 2$.
Dengan No.2$ ke.adian P/H 283F.
u.ung .arum) ke.adian P/H dengan pencil point le#i- renda- daripada 4uincke.
2''
Dengan no. 2 pencil point ke.adian P/H sekitar 1F. Ke#an4akan P/Hringan dan
#isa sem#u- sendiri. Pem#erian kafein intra3ena atau peroral kadang8kadang dapat
menurunkan ke.adian sakit kepala .
0ingkasan analgesia spinaluntuk seksio sesarea @
1. ,erikan 9airan 4ang tidak mengandung dekstrosa (2+++ml* .ika tidak ada indikasi8
kontra.
2. Monitor tekanan dara-) nadi) =K;) saturasi "(.
3. "#at anestetik #upi3akain +)F atau le3o#upi3akain +)F
4. ;unakan .arum spinal 4uincke No.2$ atau =hitacre No.2$.
. Posisi kanan lateral saat induksi spinal anestesia.
!. Posisi pasien miring kiri sampai #a4i la-ir.
$. Terapi penurunan tekanan dara- i#u dengan efedrin 81+ mg dan #erikan 9airan. ,ila
ada indikasi8kontra pem#erian efedrin) #erikan fenilefrine 4+ug.
%. ,erikan oksigen melalui sungkup.
Indikasi8kontra analgesia spinaluntuk seksio sesarea @
1. perdara-an -e#at pada i#u.
2. -ipotensi -e#at
3. gangguan pem#ekuan
4. kelainan neurologis
. pasien menolak
!. kesulitan teknis
$. tu#u- pasien pendek atau mor#id o#esiti
%. sepsis) #aik lokal atau general.
III- ANESTESIA UMUM
Keuntungan anestesia umum adala- induksin4a 9epat) muda- dikendalikan)
kegagalan anestesia tidak ada) dapat meng-indari ter.adin4a -ipotensi.
Kerugiann4a adala- @ kemungkinan adan4a aspirasi) pro#lema penatalaksanaan .alan
nafas) #a4i terkena o#at8o#at narkotik serta ada kemungkinan awareness"
Maternal aspirasi @
Aspirasi pneumonia aki#at aspirasi 9airan lam#ung dise#ut se#agai sindroma
/endelson5 maka penting sekali menetralkan asam lam#ung. Tetapi pem#erian antasid
.angan #er#entuk partikel. 7obert dan 1hirle melaporkan adan4a aspirasi isi lam#ung
selama anestesia untuk seksio sesarea 1alaupun se#elumn4a di#eri antasid 4ang
#erpartikel. Pada penelitian -e1an dilaporkan #ila ter.adi aspirasi partikel antasid) #isa
men4e#a#kan peru#a-an struktur dan fisiologi paru. Antasid 4ang tidak #erpartikel
dapat meng-ilangkan pro#lema ini.
;likopirolat suatu antikolinergik dapat menurunkan sekresi gaster) tetapi dapat
men4e#a#kan relaksasi sfingter gastresofageal) se-ingga meningkatkan risiko regurgitasi
3++
dan aspirasi.
/imetidin dan ranitidin suatu -istamin (H2* reseptor antagonis dapat meng-am#at
sekresi asam lam#ung dan menurunkan 3olume gaster.
Metoklopramid dapat meningkatkan motilitas gaster dan karena itu tonus sfingter
esofagus meningkat) sering di#erikan se#elum anestesia umum pada seksio sesarea.
Metoklopramid .uga #erefek anti emetik sentral 4ang #eker.a di 6TY (chemoreceptor
trigger Aone*.
Penatalaksanaan .alan nafas @
Hal ini di-u#ungkan dengan peningkatan konsumsi "( dan penurunan kapasitas residual
fungsional. Preoksigenasi dengan oksigen 1++F mutlak -arus dilakukan se#elum mulai
induksi anestesia. ;orris dan Dewo mem#andingkan dua 9ara preoksigenasi)4ang
pertama dengan oksigen 1++F selama 3 menit dan 4ang kedua dengan 4 kali nafas
dalam 4ang maksimal selama 3+ detik. Tern4ata Pa"( rata8rata tidak #er#eda antara
kedua kelompok. "le- karena itu dalam keadaan fetal distres akut) 4 kali nafas dalam
dengan oksigen 1++F mungkin suda- men9ukupi.
Induksi 4ang 9epat dengan tekanan krikoid (manu3er /elli9k* diikuti intu#asi
endotrakeal adala- metode 4ang sering dilakukan. Monitor "( dan 6"( -arus dilakukan.
Pro#lema lain untuk anestesia umum pada seksio sesarea adala- kesulitan intu#asi.
,ila -al itu ter.adi) -arus dilakukan 3entilasi melalui sungkup atau dipasang 5M) tetapi
pro#lema adan4a aspirasi tetap tidak #isa di-ilangkan.
Depresi Neonatus @
Pen4e#a# depresi neonatus pada anestesia umum @
1. Pen4e#a# fisiologis @
-ipo3entilasi i#u
-iper3entilasi i#u
penurunan perfusi uteroplasenta dise#a#kan kompresi aortoka3al.
2. Pen4e#a# farmakologi @
o#at8o#at induksi
pelumpu- otot
renda-n4a konsentrasi oksigen
N(" dan o#at anestetik in-alasi lainn4a
efek meman.angn4a inter3al induction<deliver dan uterine incision<deliver.
3+1
1. Pen4e#a# fisiologis @
Peru#a-an8peru#a-an fisiologis dan ke-amilan men4e#a#kan parturien le#i-
muda- terpengaru- ole- peru#a-an 4ang 9epat dari gas dara-. Hipo3entilasi akan
mengurangi tekanan oksigen pada i#u dan akan men4e#a#kan peru#a-an asam8#asa
pada neonatus atau depresi #iokimia. Hiper3entilasi i#u selama anestesia umum akan
men4e#a#kan penurunan tekanan "( fetal karena @
ter.adi 3asokontriksi pem#ulu- um#ilikal sekunder ter-adap -ipokar#i i#u.
peru#a-an -emodinamik i#u aki#at peningkatan tekanan intratoraksal 4ang
men4e#a#kan penurunan aortic blood flow dan aliran darah uterin -UBF0.
Dentilasi semenit 4ang le#i- dari 1++mlAkgAmenit selama anestesia umum) -arus
di-indari. Kompresi aortoka3al men.adi le#i- penting #ila ada fetal asfiksia. ,ila pasien
diletakkan dalam posisi supine akan le#i- memper#uruk fetus. ,a4i akan le#i- #aik #ila
kita meng-indari ke.adian kompresi aortoka3al.
2. Pen4e#a# farmakologis @
a. "#at induksi @
>ang paling umum dipakai adala- tiopental dengan dosis 4mgAkg,,.
Tio#ar#iturat menem#us plasenta dengan 9epat dan ditemukan dalam dara- fetus dalam
#e#erapa detik setela- suntikan intra3ena pada i#u. Konsentrasi dalam dara- 3ena
um#ilikal le#i- renda- dari dara- 3ena i#u) konsentrasi dalam dara- arteri um#ilikal
le#i- renda- dari dara- 3ena um#ilikal. Adan4a per#edaan ini karena @
penurunan 4ang 9epat dari konsentrasi tio#ar#iturat dalam dara- I#u karena
redistri#usi 4ang 9epat.
distri#usi 4ang tidak -omogen dalam ruangan inter3illi.
ekstraksi tio#ar#iturat dari dara- 3ena um#ilikal ole- li3er fetus.
dilusi 4ang progresif melalui pintasan pada sirkulasi fetal.
Ketamin 181)mgAkg mungkin merupakan o#at induksi 4ang terpili- pada kasus8kasus
perdara-an. Propofol dengan dosis 282)mgAkg tidak menun.ukkan kele#i-an untuk
seksio sesarea. etomidat +)3mgAkg efek depresi miokardium le#i- ke9il dan
-emodinamik le#i- sta#il di#andingkan dengan tiopental.
#. Pelumpu- otot @
Penelitian8penelitian pada 8tu#okurarin) pankuronium) metokurin) dan
ssuksinilkolin menun.ukkan #a-1a setela- pem#erian o#at8o#atan ini) sedikit .umla-
o#at 4ang menem#us plasenta dan tidak mempengaru-i fetus. Tetapi) #lokade
neuromuskular 4ang lama pada I#u dan #a4i tela- dilaporkan setela- pem#erian
suksinilkolin pada I#u. Hal ini dise#a#kan karena at4pi9al pseudo9-oline esterase pada
3+2
I#u dan #a4i #aru la-ir. ,an4ak penulis mengan.urkan pem#erian dosis ke9il pelumpu-
otot non depolari?ing se#elum penggunaan suksinilkolin untuk men9ega- fas9i9ulasi
dan peningkatan tekanan intragastrik) tetapi tidak semua anest-esiologist setu.u pada
konsep ini dengan alasan @
pada parturien .arang ter.adi fasikulasi setela- pem#erian suksinilkolin.
suksinilkolin men4e#a#kan kenaikkan tekanan intragastrik 4ang tidak konsisten dan
tidak dapat diperkirakan.
suksinilkolin #ertendensi meningkatkan tekanan sfingter esofageal #agian distal.
intu#asi men.adi le#i- sulit #ila di#erikan non8depolarisasi se#elum pem#erian
suksinilkolin.
sakit otot setela- pem#erian suksinilkolin tidak perlu diper-atikan setela- seksio
sesarea.
Atrakurium @ transfer plasenta -an4a 82+F.
9. "ksigenasi @
"ksigenasi fetus dipengaru-i ole- konsentrasi oksigen inspirasi I#u. 5e#i- tinggi
konsentrasi oksigen inspirasi akan meninggikan tekanan "2 pada i#u dan fetal dan akan
memper#aiki kondisi #a4i saat la-ir. Konsentrasi "2 !8$F 9ukup untuk mendapatkan
-asil 4ang optimal.
d. N(" @
N(" menem#us plasenta dengan 9epat dan men9apai rasio konsentrasi dalam
dara- arteri um#ilikalA3ena um#ilikal +)% setela- pem#erian 1 menit. Pem#erian N2"
konsentrasi tinggi 4ang lama dapat men4e#a#kan renda-n4a /kor Apgar) mungkin
dise#a#kan karena difusi -ipoksia dan depresi //P se9ara langsung. Dalam praktek tidak
perna- mem#erikan N(" le#i- dari +F.
,er#agai o#at anestetik in-alasi tela- dipakai #ersama8sama N(" misaln4a
-alotan) enfluran) isofluran dan mendapatkan -asil 4ang #aik dengan #e#erapa efek
samping.
e. =fek inter3al Indu9tion8deli3er4 (ID* dan &terine in9ision deli3er4 (&D* @
Ada pemikiran 4ang #er#eda tentang 1aktu optimal untuk mela-irkan #a4i #ila
digunakan anestesia umum untuk seksio sesarea. ,e#erapa peneliti menemukan
keadaan neonatus 4ang le#i- #aik #ila inter3al ID kurang dari 1+ menit. >ang le#i- #aru)
Crawford dkk) mengatakan #a-1a #ila kompresi aortoka3al di-indari) konsentrasi "(
inspirasi !8$+F) tidak ada -ipotensi) maka pada ID 3+ menit tidak terdapat pengaru-
3+3
4ang n4ata pada status asam8#asa #a4i.
,ila digunakan N("A"( +F @ +F dan konsentrasi ke9il uap untuk
mendapatkan amnesia) tidak ada efek 4ang n4ata pada status asam8#asa #a4i dan /kor
Apgar #ila #a4i dila-irkan dalam 1aktu 1+ menit. :aktor lain 4ang mempengaru-i
kondisi #a4i adala- inter3al &D. Pada spinal anestesia) #ila tidak ada -ipotensi)
peman.angan ID inter3al tidak mempengaru-i Apgar dan status asam8#asa #a4i) tetapi
#ila &D inter3al le#i- dari 1%+ detik di-u#ungkan dengan le#i- renda-n4a /kor Apgar
dan #a4i 4ang asidotik.
/elama anestesia umum) #ila ID inter3al le#i- dari % menit atau &D inter3al
sama atau le#i- dari 1%+ detik) ditemukan adan4a penurunan /kor Apgar (kurang dari $*
dan asidosis neonatal.
,aru8#aru ini) penelitian peman.angan &D inter3al selama regional anestesia)
di-u#ungkan dengan peningkatan norepinefrin arteri um#ilikal fetus dan di-u#ungkan
dengan fetal asidosis.
Hasil 4ang .elek karena peman.angan &D inter3al adala- karena @
efek manipulasi uterus pada uteroplasental dan umbilical blood flow.
tekanan pada uterus dengan menitik #eratkan pada kompresi aortoka3al.
penekanan pada kepala #a4i ketika kesulitan mela-irkan #a4i.
in-alasi 9airan amnion aki#at pernafasan gasping #a4i dalam uterus.
Adan4a peningkatan konsentrasi epinefrin pada fetus merupakan tanda adan4a fetal
-ipoksia.
Awareness @
Pro#lema utama anestesia umum untuk seksio sesarea adala- ke.adian
awareness karena kita memakai dosis ke9il dan konsentrasi renda- o#at anestetik untuk
mengurangi efek pada fetus. Ke.adian awareness sekitar 1$83!F. Penggunaan
konsentrasi ke9il 3olotile anesteti9 dapat men9ega- awareness dan recall tanpa efek
4ang .elek pada neonatus atau perdara-an uterus 4ang #an4ak.
Kesim!ula aestesia umum utuk seksio sesarea :
1. Premedikasi dengan metoklopromid dan #eri antasid 4ang tidak #erpartikel (3+ ml*.
2. Monitor tekanan dara-) nadi) =K;) saturasi "() kapnograf) su-u) T":.
3. Pasien miring kiri.
4. Preoksigenasi dengan "( 1++F.
. Induksi dengan tiopentalAketaminApropofol G relaksan.
!. Intu#asi dengan pipa endotrakeal G #alon.
$. N("A"( +F G isofluran +)$F atau enfluran 1F atau se3ofluran 2F.
%. Hindari -iper3entilasi atau -ipo3entilasi.
3+4
'. Kosongkan lam#ung dengan N;T.
1. ID inter3al singkat.
2. &D inter3al singkat.
3. ,erikan narkotik pada i#u setela- #a4i la-ir.
4. =kstu#asi #ila i#u suda- sadar penu-.
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
LAMPIRAN
No Prosedur aest,esia umum
(Intu#asi setela- induksi anestesia umum*
Kasus ke
1 2 3 4
1 Persiapan operasi elektif @ puasa !8% .am (pasien de1asa*
2 Periksa kesiapan mesin anstesia) peralatan anestesia dan o#at8
o#at anestetik.
3 ,erikan premedikasi se9ara ID atau IM
4 5akukan induksi dengan o#at intra3ena
5akukan intu#asi
! Isi kaf pipa endotrakeal sampai tidak ada tanda #o9or (tetapi
.angan terlalu keras*
$ 6ek ke dalaman pipa endotrakeal dengan inspeksi gerakan
dada dan auskultasi #un4i nafasparu kiri dan kanan.
% Hu#ungkan mesin anestesia dengan pipa endotrakeal
3+
' Atur aliran oksigen) aliran gas anestesia (N2"* dan atur kadar
?at anestetik uap
1+ ,erikan nafas #uatan menggunakan balon anestesia sam#il
mengatur katup
11 Monitor fungsi 3ital@ oksigensi) saturasi H# (/p"2*)
3entilasi(=T6"2*) tekanan dara-) nadi) =K;) su-u) aliran
9airan infusi) produksi urin) perdara-an.
12 Atur ke#utu-an o#at suplemen analgetika opioid) ke#utu-an
?at in-alasi) dan ke#utu-an pelumpu- otot.
13 Ak-ir operasi 4akinkan pasien #ernafas spontan dan 3olume
nafas adekuat.(ke9uali #ila diren9anakan untuk melan.utkan
#antuan nafas pas9a#eda-* ,ila perlu #erikan antidotum ?at
4ang men4e#a#kan apnea #erkepan.angan atau -ipo3entilasi.
14 =kstu#asi dilakukan #ila nafas adekuat dan refleks protektif
#aik
1 Harus selalu dia1asi keadaan .alan nafas dan pernafasan pas9a
ekstu#asi
1! ,erikan analgetika adekuat pas9a#eda-..
Teknik intu#asi nasal pada prinsipn4a sama seperti di atas. Tetapi memerlukan analgesia topikal
dan tampon 3asokonstriktor pada mukosa nasal. pipa endotrakeal dimasukkan melalui lu#ang
-idung) didorong sampai ke faring) lalu dengan #antuan laringoskop didorong ke ara- glotis
mele1ati pita suara (dapat dengan #antuan forseps Magill*. Teknik ini .uga dapat dilakukan
se9ara buta.
No Prosedur aestesia itra0ea Kasus ke
1 2 3 4
1 Persiapan operasi elektif @ puasa !8% .am (pasien de1asa*
3+!
2 Periksa kesiapan mesin anstesia) peralatan anestesia dan o#at8
o#at anestetik.
3 ,erikan premedikasi se9ara ID atau IM
4 ,erikan oksigen 38 ! lA mnt dengan nasal kanul atau sungkup
muka
5akukan induksi dengan o#at intra3ena
! Monitor fungsi 3ital@ oksigensi) saturasi H# (/p"2*)
3entilasi(=T6"2*) tekanan dara-) nadi) =K;) su-u) aliran
9airan infusi) produksi urin) perdara-an.
$ Atur ke#utu-an o#at suplemen analgetika opioid) dan
ke#utu-an sedasi
% Ak-ir tindakan 4akinkan pasien #ernafas spontan dan 3olume
nafas adekuat (ke9uali #ila diren9anakan untuk melan.utkan
#antuan nafas pas9a#eda-* ,ila perlu #erikan antidotum ?at
4ang men4e#a#kan apnea #erkepan.angan atau -ipo3entilasi.
' Harus selalu dia1asi keadaan .alan nafas dan pernafasan
sampai ke ruang puli-
1+ ,erikan analgetika adekuat pas9a#eda-..
No
Prosedur Itu+asi LMA
(Intu#asi setela- induksi anestesia umum*
Kasus ke
1 2 3 4
1 Periksa kesiapan alat dan o#at 4ang diperlukan
2 Pastikan 5MA tela- dikempeskan dan di#eri lu#rikasi dengan
Na6l +)'F atau lidokain
3 ,erikan o#at premedikasi sesuai indikasi
4 ,erikan o#at induksi) sam#il #erikan oksigen) pastikan pasien
suda- tertidur 9ukup dalam
,erikan o#at pelumpu- otot #ila diperlukan
! Posisikan kepala pasien pada sniffing position.
3+$
$ ,uka mulut dan masukkan 5MA men4usuri palatum) dengan
.ari tenga- dorong 5MA keara- kranial sam#il men4usuri
palatum.
% Dorong 5MA terus sampai menemui resistensi di dasar
-ipofaring.
' Kem#angkan kaf 5MA) pastikan posisi 5MA dengan #aik dan
li-at kem#angan dada simetris untuk memastikan 3entilasi
4ang adekuat.
No Prosedur :n/u1si cepat Kasus ke
1 2 3 4
1 Periksa kesiapan alat dan o#at 4ang diperlukan
2 Diperlukan seorang asisten untuk melakukan manu3er /elli9k
(penekanan pada krikoid*
3 ,erikan preoksigenasi dengan oksigen 1++F selama 38 menit
4 ,erikan o#at induksi dan pelumpu- otot ker.a 9epat
Posisikan kepala pasien dengan le-er ekstensi
! Asisten melakukan penekanan pada krikoid
$ ,uka mulut dan masukkan daun laringoskop melalui sudut
kanan mulut
% Tempatkan u.ung daun pada 3alekula
' Angkat epiglotis sampai tampak rima glotis dan pita suara
1+ Masukkan pipa endotrakeal dengan tangan kanan
11 Asisten tetap melakukan penekanan pada krikoid sampai posisi
pipa endotrakeal suda- tepat di atas karina) di mana #un4i
nafaskanan dan kiri sama dengan 3entilasi #uatan
3+%
Prosedur Aestesia Blok Su+ara,oid
;o Prosedur Aestesia Blok Su+ara,oid
(pendekatan 9ara midline*
Iasus ke
! # % &
! Periksa kesiapan alat dan o#at analgetik lokal 4ang diperlukan.
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis dan antisepsis
% Posisikan pasien lateral deku#itus atau duduk) gan.al #a-u dan
kepala pasien #ila diposisikan lateral deku#itus.
& Tentukan penun$uk anatomi 9ela- antara 5283) 5384 atau 548.
6ela- antara 5384 atau prosesus spinosus 54 tegak lurus dari
spina iliaka anterior superior.
' 5akukan tindakan asepsis dan antisepsis pada penun$uk
anatomi 4ang ditentukan"
( ,erikan analgesia lokal pada 9ela- 4ang akan dilakukan
penusukan .arum spinal.
) 5akukan penusukan .arum spinal (atau introduser* pada 9ela-
4ang tela- di#eri analgesia lokal. Penusukan .arum -arus
se.a.ar dengan prosesus spinosus atau sedikit mem#entuk
sudut ke ara- sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral atau
sefalad.
* Dorong .arum sampai mele1ati resistensi ligamentum fla3um
dan dura) terasa kehilangan tahanan pada rongga su#ara-noid.
+ 6a#ut mandren .arum) dan pastikan posisi .arum suda- tepat
4ang ditandai dengan mengalir keluar 9airan sere#rospinal
3+'
4ang #ening. 2arum dapat dirotasikan '+^ untuk memastikan
kelan9aran likuor 4ang keluar. Penusukkan -arus diulang #ila
likuor tidak keluar atau keluar dara-.
!, /am#ungkan .arum dengan spuit #erisi o#at analgetik lokal
4ang suda- dipersiapkan. Aspirasi sedikit likuor) #ila lan9ar
suntikan o#at analgetik lokal se9ara perla-an. 5akukan aspirasi
ulang untuk memastikan u.ung .arum tetap pada posisi 4ang
tepat dan suntikan kem#ali o#at.
!! /etela- selesai 9a#ut .arum dan kem#alikan posisi pasien
sesuai dengan 4ang diinginkan.
Cara penuntikkan paramedian pada dasarna sama seperti
di atas5 hana $arum spinal disuntikkan pada !5' sm lateral
dan !sm kaudal dari celah penuntikkan ang ditu$u"
31+
MODUL '9 :
ANESTESIA OBSTETRI II
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 2*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
Anestesia o#stetrik8 2 adala- suatu rotasi 4ang
mem#utu-kan 1aktu paling sedikit 2 #ulan (%
pekan* untuk peserta didik semester 3 ke atas)
4ang meliputi anestesia untuk semua .enis
operasi o#stetrik) terutama untuk kasus dengan
pen4ulit atau pen4akit pen4erta.
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid.
!" LCD Proektor dan laar
#" Laptop
%" @6P
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@
CD PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang Puli-
4. ,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
311
0eferensi @
1. 6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r 4
t-
ed 2++!
2. 6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
3. Miller_s Anest-esia 0D Miller !
t-
ed 2++
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat mengelola pasien o#steri anestesia diperlukan pengeta-uan dan
keterampilan dalam penatalaksanaan perioperatf dari mulai persiapan pra#eda- sampai
penatalaksanaan pas9a#eda-. Melalukan penatalaksanaan n4eri persalinan dan
mem#erikan anestesia umum atau regional untuk seksio sesarea pada seksio sesarea
dengan pen4ulit.
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk @
Iognitif
!" Memiliki 3aria#ilitas den4ut .antung .anin) persalinan kurang #ulan
(prematur*) asfiksia neonatus.
#" Memiliki pengeta-uan tentang ke-amilan multipara) persalinan per3aginam
dengan ri1a4at seksio sesarea se#elumn4a) perdara-an ante) intra dan
pospartum.
%" Memiliki pengeta-uan tentang preeklampsia) eklampsia) sindrom H=55P .
&" Mampu men.elaskan tanda8tanda em#olusair ketu#an dan penatalaksanaann4a.
'" Mampu men.elaskan tanda8tanda pneumonia asam (aspirasi* dan sindrom
/endellson"
(" Memiliki pengeta-uan tentang sindrom /eigs pada kasus tumor .
)" Mampu men.elaskan kelainan atau pen4akit pasien o#stetrik dengan risiko
tinggi 4ang akan mempengaru-i .alann4a anestesia.
*" Mampu men.elaskan persiapan alat dan o#at untuk anestesia umum dan
regional meliputi su#ara-noid) epidural) kaudal (li-at prosedur anestesia
umum dan regional*.
+" Mampu men.elaskan indikasi anestesia umum atau regional untuk kasus
o#stetrik dan dengan pen4ulit dan pen4akit pen4erta.
!," Mampu men.elaskan ren9ana analgesia regional untuk prosedur #eda-
o#stetrik dan (li-at modul dan prosedur analgesia regional*.
!!" Mampu men.elaskan ren9ana anestesia umum untuk prosedur #eda- o#stetrik
dan termasuk teknik induksi cepat dan penatalaksanaan .alan nafas sulit pada
i#u -amil (li-at modul dan prosedur anestesia umum*.
!#" Mampu men.elaskan penatalaksanaan 9airan dan transfusi dara- pada kasus
o#stetrik8 .
312
!%" Mampu men.elaskan e3aluasi dan resusitasi #a4i #aru la-ir.
!&" Mampu men.elaskan penatalaksanaan anestesia operasi non o#stetrik pada
pasien o#stetrik.
!'" Mampu men.elaskan penatalaksanaan anestesia operasi laparoskopi.
!(" Mampu men.elaskan tentang I5A (Intrathecal labor analgesia* dan P6=A
-Patient controlled epidural analgesia0 untuk persalinan per3aginam.
!)" Mampu men.elaskan tindakan resusitasi i#u -amil.
!*" Mampu men.elaskan penatalaksanaan pospartum dan pas9a#eda- termasuk
penanganan n4eri dan mual munta-.
!+" Mampu men.elaskan indikasi ra1at I6& pas9a#eda-.
Psikomotor
1. Mampu menentukan status fisis pasien o#stetrik8 dengan pen4ulit atau
pen4akit pen4erta #erdasarkan klasifikasi A/A (III keatas*.
2. Mampu menilai kondisi .alan nafas pasien -amil dengan tingkat kesulitann4a)
dan mem#uat ren9ana penatalaksanaann4a dengan #aik.
3. Mampu melakukan identifikasi kelainan atau pen4akit pen4ulit preoperatif
pasien dengan risiko tinggi (preeklampsia) eklampsia) sindrom H=55P)
kelainan .antung) sindrom Meigs dll* 4ang akan mempengaru-i .alann4a
anestesia dan melakukan penatalaksanaann4a.
4. Mampu melakukan analgesia regional meliputi su#ara-noid) epidural) kaudal
untuk prosedur #eda- kasus o#stetrik dan dengan pen4ulit atau kelainan
pen4erta (li-at modul dan prosedur analgesia regional*.
. Mampu mem#erikan anestesia umum untuk prosedur #eda- o#stetrik dan
termasuk teknik induksi cepat dan penatalaksanaan .alan nafas sulit pada i#u
-amil (li-at modul dan prosedur anestesia umum*.
!. Mampu mengenali komplikasi (-ipertensi) -ipotensi) edema paru) aspirasi)
penurunan kesadaran dll* pada kasus o#stetrik dan 9ara penanganann4a.
$. Mampu melakukan terapi 9airan dan transfusi dara- pada kasus o#sterik .
%. Mampu mem#erikan anestesia operasi non o#stetrik pada pasien o#stetrik.
'. Mampu mem#erikan anestesia operasi laparoskopi.
1+. Mampu melakukan I5A (Intrathecal labor analgesia* dan P6=A -Patient
controlled epidural analgesia0 untuk persalinan per3aginam
11. Mampu melakukan resusitasi i#u -amil.
12. Mampu melakukan e3aluasi dan resusitasi #a4i #aru la-ir (li-at modul
anestesia umum dan pediatrik*.
13. Mampu melakukan penatalaksanaan pospartum) penanganan n4eri dan mual
munta-.
14. Mampu melakukan pen9atatan -al penting dalam rekam medis preoperatif)
intra dan pas9a#eda- terkait dengan tindakan anestesia.
1. Mampu menentukan indikasi ra1at I6& pas9a#eda-.
Iomunikasi>6ubungan Interpersonal
1. Mampu men.elaskan pada pasien atau keluarga pasien tentang kondisi pasien
preoperatif ) tindakan anestesia umum 4ang akan dilakukan serta risiko 4ang
dapat tim#ul.
2. Mampu mem#erikan pen.elasan kepada rekan se.a1at atau konsulen tentang
313
kondisi pasien untuk kemungkinan pemeriksaan tam#a-an) pem#erian o#at8
o#atan atau upa4a optimalisasi kondisi pasien.
3. Mampu men.elaskan tentang kondisi pasien kepada operator se#elum operasi
terutama untuk men9ega- ter.adi keadaan atau kondisi pasien 4ang tidak
diinginkan.
4. Mampu #erinteraksi atas dasar saling meng-ormati dan men9iptakan kondisi
ker.asama tim 4ang terli#at di kamar #eda-.
. Mampu memperole- kemuda-an pasien untuk ra1at I6& atau ruang lain
sesuai kondisi pasien pas9a#eda-.
Profesionalisme
1. Mampu #eker.a sesuai prosedur.
2. Mampu #erinteraksi dengan se.a1at lain maupun paramedis dan tenaga
kese-atan lain atas dasar saling meng-ormati kompetensi masing8masing.
3. Mampu men.aga kera-asiaan pasien.
4. Mampu mema-ami) mem#erikan pen.elasan kepada pasien atau keluargan4a
tentang kondisi pasien sesuai -ak pasien.
. Mampu melakukan peker.aan se9ara efisien.
KEDNOTES:
1. Mor#iditas paling umum pada pasien o#stetri (",* adala- perdara-an #erat
dan preeklampsia
2. Tanpa memandang kapan saat makan terak-ir semua pasien ", dianggap
lam#ung penu- dan #erisiko untuk ter.adin4a aspirasi paru.
3. Hampir semua opioid analgesia dan sedatif 4ang di#erikan parenteral
menem#us sa1ar plasenta dan mempengaru-i fetus. Teknik analgesia
regional le#i- disukai untuk penatalaksanaan n4eri persalinan.
4. Penggunaan 9ampuran o#at analgetik lokal dengan opioid untuk analgesia
lum#al epidural untuk penatalaksanaan n4eri persalinan se9ara n4ata akan
mengurangi keperluan o#at) di#andingkan dengan pem#erian o#at terse#ut
se9ara sendiri8sendiri.
. Analgesia optimal untuk persalinan #lokade neural setinggi T1+851 pada
kala I dan T1+8/4 pada kala II persalinan.
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat mengelola pasien o#steri anestesia diperlukan pengeta-uan dan
keterampilan dalam penatalaksanaan perioperatif dari mulai persiapan pra#eda- sampai
penatalaksanaan pas9a#eda-. Melalukan penatalaksanaan n4eri persalinan dan
mem#erikan anestesia umum atau regional untuk seksio sesarea pada pasien seksio
sesarea tanpa pen4ulit.
314
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu melakukan penatalaksanaan
anestesia o#stetri pada kasus sulit@
Preeklampsia atau eklampsia.
Ke-amilan dengan pen4akit #erat 4ang men4ertai.
=m#olusair ketu#an.
Pneumonia asam (aspirasi* dan sindrom Mendellson.
/indrom Meigs
METODE PEMBELA&ARAN
A. Proses pem#ela.aran dilaksanakan melalui metode @
!" Diskusi kelompok kecil
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
,. Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
!" ,a-an a9uan -references0
#" Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
%" Ilmu klinis dasar
6. Penuntun #ela.ar -learning guide0terlampir
D. Tempat #ela.ar -training setting0 @ ruang ra1at pasien) kamar operasi) ruang puli-
pas9a#eda-) ruang ra1at I6&.
MEDIA
1. Iursus A pelati-an
2. Pelati-an di skill lab intu#asi) 5MA) su#ara-noid) epidural) dan kaudal pada
manikin.
3. ,ela.ar mandiri
4. Kulia-
. Kulia- k-usus Penatalaksanaan Anestesia "#stetrik dan 2
termasuk semua su# pokok #a-asan dilakukan semester 3 pekan 1.
31
!. Diskusi kelompok
$. 5aporan dan diskusi tentang pro#lema preoperatif ) penatalaksanaan .alan nafas)
anestesia umum atau regional) pemantauan dan penatalaksanaan pas9a#eda-.
%. Kun.ungan preoperatif
'. ,im#ingan pem#iusan dan asistensi
1+. Pelati-an di kamar #eda- intu#asi) 5MA) su#ara-noid) epidural dan kaudal pada
pasien o#stetrik dan dengan #im#ingan dan penga1asan staf
penga.ar.
11. Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
12. 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas
!%" Continuing Profesional Development -CPD0
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
Perpustakaan) internet) skill lab
E%ALUASI
1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan lisan untuk menilai
kiner.a a1al peserta didik dan melakukan identifikasi kekurangan 4ang ada. Materi pre8
tes terdiri atas @
8 Anatomi) fisiologi ke-amilan) farmakologi perinatal
8 Penegakan diagnosis dan A/A
8 Teknik pem#iusan (umum) regional*
8 Penga1asan intraoperasi
8 Komplikasi dan penanganann4a
8 Penatalaksanaan pas9a#eda-
2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang
teridentifikasi) mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam penuntun
#ela.ar pada manikin anestesia #ersama teman8temann4a -peer assisted learning0)
die3aluasi ole- teman8temann4a -peer assisted evaluation0.
4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di #a1a-
31!
penga1asan fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien sesunggu-n4a.
Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan langsung -direct observation0
dan mengisi lem#ar penilaian@
8 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien) misaln4a tindakan
anestesia tidak mulus se-ingga kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
. /etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk memper#aiki
kekurangan 4ang ditemukan.
!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun
#ela.ar.
$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai ceklis evaluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan atau
di#eri tugas untuk memper#aiki kiner.a.
'. Pen9apaian pem#ela.aran dengan pre dan pos8tes.
Pre7tes :
1. 2elaskan tentang 3aria#ilitas den4ut .antung .anin) persalinan kurang #ulan
(prematur*) asfiksia neonatus.
2. 2elaskan tentang ke-amilan multipara) persalinan per3aginam dengan ri1a4at
seksio sesarea se#elumn4a) perdara-an ante) intra dan pospartum #eserta
komplikasin4a.
3. 2elaskan patofisiologi preeklampsia) eklampsia) sindrom H=55P .
4. 2elaskan tanda8tanda em#olusair ketu#an dan penatalaksanaann4a.
. 2elaskan tanda8tanda pneumonia asam (aspirasi* dan sindrom Mendellson.
!. 2elaskan kelainan atau pen4akit pasien o#stetrik dengan risiko tinggi 4ang akan
mempengaru-i .alann4a anestesia.
$. 2elaskan persiapan alat dan o#at untuk anestesia umum dan regional meliputi
su#ara-noid) epidural) kaudal (li-at prosedur anestesia umum dan regional*.
%. 2elaskan indikasi anestesia umum atau regional untuk kasus o#stetrik dan dengan
31$
pen4ulit dan pen4akit pen4erta.
'. 2elaskan ren9ana analgesia regional untuk prosedur #eda- o#stetrik dan (li-at
modul dan prosedur analgesia regional*.
1+. 2elaskan ren9ana anestesia umum untuk prosedur #eda- o#stetrik dan termasuk
teknik induksi cepat dan penatalaksanaan .alan nafas sulit pada i#u -amil (li-at
modul dan prosedur anestesia umum*.
11. 2elaskan penatalaksanaan 9airan dan transfusi dara- pada kasus o#stetrik .
12. 2elaskan e3aluasi dan resusitasi #a4i #aru la-ir.
13. 2elaskan penatalaksanaan anestesia operasi non o#stetrik pada pasien o#stetrik.
14. 2elaskan penatalaksanaan anestesia operasi laparoskopi.
1. 2elaskan tentang I5A (Intrathecal labor analgesia* dan P6=A -Patient controlled
epidural analgesia0 untuk persalinan per3aginam.
1!. 2elaskan tindakan resusitasi i#u -amil.
1$. 2elaskan penatalaksanaan pospartum dan pas9a#eda- termasuk penanganan n4eri
dan mual munta-.
1%. 2elaskan indikasi ra1at I6& pas9a#eda-.
,entuk pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan (semester*.
,entuk u.ian @
8 &.ian ak-ir stase
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
!" Pengetahuan
8 M6H
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 &.ian lisan
#"Iognitif
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
%" 1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
31%
&"Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
'"Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Anamnesis) periksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A @
KelainanApen4ulit @
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATIK) o#at
4 Pemasangan monitor
ANESTESIA
1 Anestesia umum (intu#asi) 5MA*
2 Analgesia regional (su#ara-noid) epidural*
3 Anestesia persalinan per3aginam (I5A) P6=A*
3 Pem#erian 9airan dan transfusi dara-
4 Komplikasi dan penanganann4a
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital
2 Penanganan mual munta- dan n4eri pas9a#eda-
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
31'
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur /tandard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur /tandard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
32+
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
321
MATERI A>UAN
PLASENTA PRE%IA
Perdara-an antepartum adala- pen4e#a# utama kematian i#u pada pasien8pasien
ke#idanan. Perdara-an -e#at pada periode antepartum umumn4a dise#a#kan karena
plasenta pre3ia atau solusio plasenta. Ke.adian plasenta pre3ia antara +)181F.
Perdara-an ini dise#a#kan karena ro#ekn4a plasenta. Pada plasenta pre3ia dengan
perdara-an aktif) seksio sesarea dilakukan dengan anestesia umum. ,erikan kristaloid)
koloid atau dara- untuk memperta-ankan 3olume intra3askular 4ang dili-at dari tekanan
dara-) frekuensi nadi) 6DP dan diuresis. ,ila plasenta pre3ia suda- ada perdara-an)
anestesia dilakukan dengan anestesia umum. ,ila #elum ada perdara-an dapat dengan
spinal atau epidural anestesia.
Induksi anestesia dengan dosis ke9il tiopental atau ketamin (1mgAkg* #ila ada
-ipotensi. Apa#ila operasin4a #ekas seksio) maka penanganan plasenta pre3ia ini -arus
le#i- -ati8-ati karena mungkin ada plasenta akreta) inkreta atau perkreta se-ingga
diperlukan -isterektomi setela- dilakukan seksio sesarea. Penanganan anestesia pada
seksio sesarea pada #ekas seksio -arus dipasang .arum infusi 4ang #esar) selimut
peng-angat dan dara-. 6lark dkk) mengamati -u#ungan antara .umla- seksio sesarea
se#elumn4a dan ke.adian plasenta pre3ia. Ke.adian plasenta akreta pada plasenta pre3ia
#ila pasien perna- satu kali di seksio adala- 24F) #ila suda- men.adi 4 kali atau le#i-
seksio sesarea) ke.adian plasenta akreta men9apai !$F.
Teknik anestesia 4ang ideal untuk prosedur ini masi- kontro3ersial) #isa dengan
regional atau anestesia umum dengan #er#agai keuntungan dan kerugiann4a masing8
masing.
SOLUSIOPLASENTAE
Adala- lepasn4a plasenta dari tempat implantasin4a 4ang normal dari desidua
#asalis) ke.adiann4a +)282F dan mortalitas perinatal sekitar +F. Diklasifikasikan
se#agai ringan) sedang dan #erat. Pen4e#a#n4a #isa karena trauma) tali pusat 4ang
pendek) 4ang ti#a8ti#a pada penekanan uterus) dan -ipertensi. Perdara-an mungkin
tersem#un4i dan #erkumpul di#elakang plasenta. ;e.ala klinis a1al #erupa sakit perut
-e#at disertai dengan tanda8tanda fetal distres.
Pada solusio plasenta ada gangguan pem#ekuan dara- maka -arus diperiksa H#)
-ematokrit) 1aktu perdara-an) trom#osit) 1aktu protrom#in) fi#rinogen dan parsial
thromboplastin time. ,ila tidak ada -ipo3olemia i#u atau insufisiensi uteroplasenta dan
322
#ila pemeriksaan pem#ekuan normal dapat digunakan epidural analgesia kontin4u untuk
persalinan per3aginam. Pada solusioplasenta #erat) maka perlu dilakukan seksio sesarea
dengan anestesia umum dan mungkin diperlukan transfusi dara- masif. ,ila ketika
dila-irkan #a4in4a masi- -idup) maka perlu resusitasi aktif se#a# maternal -ipo3olemia
akan men4e#a#kan ter.adin4a s4ok pada neonatus.
Per#edaan solusioplasenta dan plasenta pre3ia terli-at pada ta#el di #a1a- ini @
Ta0le : Differential Diagnosis (Plasenta Pre3ia 3s. Plasenta A#rupsio*
Clinical Features Plasenta Pre3ia Plasenta A#rupsio
Bleeding
Blood
Clothing problems
1udden fetal distres
Painless
Fresh
Uncommon
Uncommon
Painful
Dark5 old5 mi3ed with cloths
Common
Common
RUPTURA UTERI
0uptur uteri paling sering ter.adi pada pasien 4ang tela- mengalami operasi pada
uterus misaln4a seksio sesarea atau in3asi trofo#las. Pada #e#erapa keadaan -arus
dilakukan -isterektomi. 2adi pasien8pasien 4ang mela-irkan per3aginam tetapi ada
ri1a4at seksio sesarea atau operasi uterus -arus dio#ser3asi dengan ketat) karena ada
kemungkinan ter.adi ruptur uteri karena adan4a sikatrik pada uterus merupakan
pro#lema utama) se-ingga epidural analgesia untuk persalinan pada pasien8pasien
terse#ut men.adi indikasi8kontra relatif karena -ilangn4a ge.ala sakit dari ruptur uteri)
karena rasa n4eri di#lokade ole- epidural analgesia.
,e#erapa penelitian dengan memakai #upi3akain +)28+)3$F menun.ukkan
#a-1a konsentrasi ini tidak meng-ilangkan sakit aki#at ruptur uteri. Demia9?uk dkk.
men4okong adan4a #e#erapa keuntungan dari epidural analgesia untuk persalinan pada
pasien dengan #ekas seksio. Kesimpulan ak-ir adala- epidural analgesia dapat
digunakan untuk persalinan per 3aginam pasien8pasien #ekas seksio tetapi den4ut
.antung #a4i dan intensitas kontraksi uterus -arus terus dimonitor.
PRE7EKLAMPSI DAN EKLAMPSI
Pre8eklampsi adala- suatu kelainan 4ang tidak manifes se#elum ke-amilan 2+
pekan. Ke.adian paling tinggi pada primi gra3ida) dan pre3alensi ter#esar pada multi
323
para. Pre8eklampsi k-as dengan adan4a trias @ -ipertensi) protein uria) dan edema 4ang
men4eluru-.
Dise#ut pre8eklampsi ringan #ila pada 1anita 4ang se#elumn4a normotensi ada
kenaikan tekanan diastolik men.adi I '+ mmHg dengan protein uria J +)2 grAlt. Dise#ut
pre8eklampsi #erat #ila tekanan sistolik I 1!+mmHg atau diastolik I 11+ mmHg)
peningkatan 4ang 9epat dari protein uria) oliguria J 1++ mlA24 .am) ada gangguan
sere#ral atau pengli-atan) edema paru atau sianosis. Pre8eklampsi #isa men.adi
ekslampsi pada setiap tingkatan #ila ter.adi ke.ang8ke.ang. Ke.ang8ke.ang #isa ter.adi
se#elum persalinan) selama persalinan dan segera pada periode pospartum.
=tiologin4a masi- #elum .elas) tapi semua peneliti setu.u #a-1a kelainan 4ang
esensial adala- adan4a iskemia utero plasental. Ada 3 faktor @
9edera imunologis pada plasenta
iskemia uterus
tim#uln4a koagulasi intra3askular
Mekanisme dasarn4a di-u#ungkan dengan faktor genetik) ketidakseim#angan
meta#olisme prostaglandin) gangguan defisiensi nutrisi atau kom#inasi dari faktor8faktor
tadi. >ang menarik) pen4akit ini mempun4ai pen4e#aran geografi dan sosio ekonomi)
le#i- #an4ak di negara #erkem#ang) n4ata menurun pada daera- 4ang le#i-
#erkem#ang. 2elas -al ini men4okong faktor nutrisi) genetik dan interaksi antara kedua
-al itu) tetapi 1alaupun -al ini terli-at pada #e#erapa penelitian) etiologi pasti tetap
#elum .elas. Kemungkinan ketidakseim#angan produksi trom#oksan dan prostasiklin
merupakan mekanisme dasar 4ang -arus dipertim#angkan. /ering pada primigra3ida)
ke.adian le#i- tinggi #ila ada pem#esaran uterus 4ang 9epat misaln4a ke-amilan le#i-
dari satu (kem#ar*) dia#etes melitus) poli-idramnion) mola -idatidosa.
Pato1isiolo"i Pre7eklam!si / Eklam!si
Peru#a-an patofisiologi dari pre8eklampsi dise#a#kan karena peru#a-an8
peru#a-an 3askular dalam plasenta selama trimester pertama ke-amilan. /uatu reaksi
antigen anti#odi antara .aringan i#u dan fetal menim#ulkan 3asikulitis plasenta. Pada
ke-amilan le#i- lan.ut akan mem#a1a ke ara- anoksia .aringan dan pelepasan
thromboplastin<like substance ke sirkulasi i#u) men4e#a#kan ge.ala pre8eklampsi.
Iskemia uteroplasenta men4e#a#kan ekskresi renin<like substance) 4ang men4e#a#kan
peningkatan produksi angiotensin dan aldosteron. Diduga ada peng-am#atan sistem
su#stansi 3asodilator) terutama prostaglandin. Aki#at 3asokontriksi menim#ulkan
ter.adin4a @
-ipertensi
lesi pada glomerulus 4ang men4e#a#kan proteinuria
324
penurunan ;:0 4ang menim#ulkan peningkatan rea#sor#si sodium dan ter.adi
edema.
Pen4e#a# kematian I#u adala- edema paru dengan gagal $antung kongestif -C6F0)
hipertensive serebral encephalopath) perdara-an otak) abruptio plasentae) renal
failure) necorosis hpophse.
a* /usunan /araf Pusat @
Komplikasi neurologis dari ke-amilan) termasuk sakit kepala) gangguan pengli-atan)
-iper8refleksia adala- tanda8tanda adan4a an9aman ter.adin4a kon3ulsi) tapi kon3ulsi
dapat .uga ter.adi tanpa tanda8tanda se#elumn4a. Kon3ulsi sulit diatasi) dan #isa
ter.adi status epileptikus. ,e#erapa peneliti men4atakan sere#ral edema adala- faktor
utama untuk ter.adin4a kon3ulsi) tapi penelitian #aru8#aru ini meragukan keterangan
tadi. /-ee-an dan 54n9- menemukan tidak ada fakta #a-1a ada pem#engkakan otak
dan men4atakan #a-1a sere#ral edema tidak mungkin ter.adi pada eklampsi.
Penelitian dengan 6T s9an pada 43 1anita -amil dengan eklampsi menemukan
edema ter.adi pada 2$ penderita) dan #eratn4a edema di-u#ungkan dengan laman4a
ke.ang8ke.ang intermiten. Pada penderita menun.ukkan adan4a kenaikan sekilas
dari tekanan intra kranial) dan perdara-an intra kranial) 4ang #isa fatal) ditemukan
pada 4 penderita. Daera- -ipoksik8iskemia merupakan lesi 4ang paling penting.
Penelitian 4ang lain dengan 6T8/9an) M0I) dan sere#ral angiografi men4okong
konsep #a-1a prinsip dasar patologi adala- 3asospastik iskemia 9edera daripada
edema 4ang men4eluru-. ,ila kon3ulsi #erat dan #erlangsung lama) #isa ter.adi
edema otak 4ang men4eluru-) .adi edema ini aki#at kon3ulsi #ukan se#agai pen4e#a#
kon3ulsi eklampsi.
Kon3ulsi eklampsi #er#eda etiologin4a dengan kon3ulsi -ipertensi ensefalopati. Pada
-ipertensi ensefalopati) kon3ulsi umumn4a ter.adin4a #ila kenaikan tekanan dara-
mele1ati am#ang autoregulasi otak. Pada keadaan terse#ut) ter.adi 3asodilatasi di
fokal area aki#at rusakn4a sa1ar dara- otak) dan ter.adi ekstra3asasi.
#* /istem Kardio3askular @
Ter.adi penurunan 3olume dara- kira8kira 1+81F di#andingkan dengan 1anita -amil
normal. 1istemic 9ascular 7esistance (/D0* meningkat. Peneliti lain) mendapatkan
#a-1a sampai 2F dari pasien menun.ukkan fungsi miokardial 4ang su#optimal) dan
men4okong #a-1a ada ketidak sesuai antara 6DP dan P6<P) 1alaupun keduan4a
umumn4a renda-.
Di#andingkan dengan ke-amilan 4ang normal) pada pre8eklampsi 3olume
intra3askular menurun) 9ura- .antung menurun) dan sistemik 3askular resisten
meningkat.
9* Koagulasi @
32
;angguan koagulasi sering ter.adi pada pasien pre8eklampsiAeklampsi dengan
trom#ositopenia) ter.adi pada 1A3 pasien pre8eklampsi. 2uga #isa ter.adi -emolisis)
terutama di-u#ungkan dengan kelainan fungsi -epar dan dise#ut H=55P s4ndrome
(6aemolsis5 2levated Liver enAimes5 Low Platelets* dan DI6 ter.adi kira8kira $F
kasus. Kelton dkk) men4okong #a-1a defisit fungsi trom#osit #isa terli-at tanpa
di-u#ungkan dengan .umla- trom#ositn4a.
0amanat-an dkk.) men4atakan #a-1a 1anita dengan pre8eklampsi #erat mempun4ai
1aktu perdara-an 4ang meman.ang dengan .umla- trom#osit 4ang adekuat)
-ematokrit meningkat aki#at -emokonsentrasi.
d* /istem 0espirasi @
,isa ter.adi kesulitan intu#asi karena gangguan lapangan pengli-atan ole- karena
adan4a edema saluran nafas #agian atas dan laring.
e* 5i3er @
Disfungsi -epar mungkin pen4e#a# dari kelu-an sakit epigastrium) dan tela-
diketa-ui #a-1a dise#a#kan karena iskemia -epatik nekrosis) 1alaupun -al ini .uga
#isa dise#a#kan karena perdara-an su# kapsula -epatis. Hipotensi 4ang ti#a8ti#a #isa
dise#a#kan karena ruptur -epar spontan) 1alaupun .arang ter.adi tetapi dapat
men4e#a#kan kematian. Penurunan fungsi li3er dapat mengu#a- klirens o#at 4ang
dimeta#olisme di -epar dan memerlukan pen4esuaian dosis o#at untuk men9ega-
o3erdosis.
f* ;in.al @
Kerusakan gin.al dI#uktikan dengan adan4a proteinuria) 1alaupun oliguria le#i-
sering dise#a#kan -ipo3olemia dan penurunan 0,: daripada ole- kerusakan gin.al.
Tela- di#uktikan #a-1a lesi primern4a adala- renal 3asospasme dan peningkatan
permea#ilitas glomerulus ter-adap molekul 4ang #esar. Dapat ter.adi A0: (Acut
7enal Failure* 4ang memerlukan dialisis 4ang #isa dipresipitasi ole- adan4a
-ipotensif terapi 4ang #erle#i-an atau ole- H#8uria (adan4a H=55P s4ndrome*.
Tetapi prognosisn4a #aik) /i#ai melaporkan dari 1% pasien A0: aki#at eklampsi) 1!
pasien #aik tanpa sekuele. /edangkan 4ang ( lagi) meninggal aki#at pen4e#a# di luar
gin.al.
Ta0le : Differential Diagnosis of 62LLP 1ndrome5 Bhrobotic Bhroboctic
Purpura5 6emoltic<Uremic 1ndrome5 and Fatt Liver of Pregnanc
2isor/er 6E33) TT) 6FS F3)
/icroangiopathic
hemoltic anemia
P P P
32!
Brombositopenic
bleeding
P P P P
;eurological
dsfunction
P PP
7enal dsfunction P PPP P
FLP M Fatt Liver of Pregnanc"
g* :eto8plasental unit @
Ter.adin4a disfungsi plasenta dengan gam#aran morfologi 4ang a#normal dan
kea#normalan pertum#u-an plasenta merupakan pen4e#a# utama dari ter.adin4a
preeklampsi. /ering ter.adi penurunan perfusi plasenta dan solusio plasenta) se-ingga
#isa menim#ulkan retardasi pertum#u-an intrauterine dan ter.adi kematian fetus.
Dengan pertim#angan keselamatan i#u) sering #a4i segera dila-irkan) dan se#agai
aki#atn4a ke.adian respirator4 distres le#i- tinggi pada neonatus 4ang la-ir dari I#u
preeklampsiAeklampsi. Neonatus 4ang imatur .uga menderita perkem#angan sistem
meta#olisme 4ang .elek) .adi mempun4ai risiko 4ang le#i- tinggi ter-adap o#at dari
pada #a4i 4ang se-at dari i#u 4ang gra3ida aterm.
Peatalaksaaa Pasie Pre7eklam!si
Penatalaksanaan pasien eklampsiApre8eklampsi idealn4a dilakukan se9ara multi
disipliner dan anestetis ikut dalam penatalaksanaan pre8eklampsi #erat pada stadium
dini. ,ila di#erikan Mg/"3) anestetis dapat menaksir fungsi neuromuskular) se-ingga
dapat mem#erikan ad3is dalam proteksi .alan nafas dan depresi nafas. Terapi ter#aik
untuk pre8eklampsi adala- segera mela-irkan fetus dan ge.ala umumn4a reda dalam 4%
.am setela- #a4i dila-irkan. Terapin4a simptomatis) sasaran utama adala- men9ega-
kon3ulsi) memper#aiki perfusi organ dan utero8plasental) menurunkan tekanan dara-
dan mengoreksi gangguan pem#ekuan. Pada kasus 4ang #erat) diperlukan pemantauan
tekanan arterial) 6DP dan tekanan arteri pulmonalis.
a* Pengendalian Kon3ulsi
32$
Terapi untuk ke.ang8ke.ang terdiri dari oksigenasi) 3entilasi) antikon3ulsan.
Pengendalian kon3ulsi pada pasien pre eklampsi masi- dalam perde#atan) di =ropa A
Inggris dengan o#at8o#at antikon3ulsan sedangkan di Amerika dengan Mg/"3.
/edangkan di negara8negara lain dengan memakai kedua o#at tadi) antikon3ulsan dan
Mg/"3. Pem#erian Mg/"3 sendiri tidak #eker.a se#agai antikon3ulsan karena tidak
menem#us ,,,) tetapi mem#erikan gam#aran palsu dengan -ilangn4a ke.ang8ke.ang
karena efek Mg/"3 untuk #lokade neuromuskular) tapi alasan ini tidak kena untuk
pasien 4ang #angun dan #ernafas spontan. Prinsip adan4a sere#ral 3asospasme
men4okong pem#erian Mg/"3 karena magnesium adala- suatu sere#ral 3asodilator
kuat) maka rasional kalau #isa mengendalikan komplikasi //P.
Di#andingkan dengan dia?epam) dia?epam G penta?osin) difenil-idantoin atau
epinutum) Mg/"4 paling #aik untuk terapi kon3ulsi. Magnesium le#i- unggul
daripada dia?epam #ila dili-at dari efekn4a ter-adap #a4i) tapi pada penelitian lain)
4ang ter#aik untuk neonatus adala- difenil-idantoin.
O+at7o+at Atiko0ulsa:
1* Magnesium /ulfat @
Magnesium sulfatadala- suatu //P depresant dan 3asodilator ringan. Dengan
relaksasi miometrium) ia .uga men4e#a#kan peningkatan aliran dara- utero
plasental. /etela- dosis a1al 4+8%+ mgAkg se9ara i.3.) diikuti infusi kontin4u 182
grA.am) magnesium sulfat diperta-ankan !8% meMAlt. 0efleks tendon 4ang dalam
dikurangi pada kadar magnesium sulfat 1+ meMAlt) dan #isa ter.adi respiratori
paralisis dan #lok .antung #ila kadar magnesium sulfat di atas 1281 meMAlt.
Magnesium potensiasi dengan non depolarisasi dan polarisasi pelumpu- otot.
Tranfer melalui plasenta men4e#a#kan #a4i .adi lema- dan depresi nafas.
Kalsium intra 3ena #isa mengurangi kelema-an pada pas9a#eda- aki#at
magnesium. ,a-a4a ter#esar dari magnesium infusi adala- #lokade
neuromuskular) .uga menurunkan resistensi perifer) dan meningkatkan 9ura-
.antung. =fek samping dan efek toksik magnesium pada I#u adala- @
kelema-an otot i#u
paralisis pernafasan
peru#a-an =K; @ inter3al P8H meman.ang) H0/ mele#ar) /A dan AD
#lok
-ilangn4a refleks tendon profunda
-enti .antung
=fek samping pada #a4i @
penurunan tonus otot
depresi nafas dan apnea
32%
Antidotum magnesium iala- dengan pem#erian kal9ium intra3ena. &mumn4a
di#erikan dengan dosis 1gr 6a.glukonas atau 6a.klorida intra3ena. Magnesium
diekskresi melalui gin.al.
Ta0le : 2ffets of Increasing Plasma /agnesium Levels
O0ser+e/ Con/ition mEE(3
;ormal plasma level
Bherapeutic range
2C? ranges -P<4 interval prolonged5 471
comple3 widens0
Loss of deep tendon refle3es
1inoatrial and atrioventricular block
7espirator paralsis
6enti $antung
!"'<<#",
&",<<(",
'",<<!,
!,
!'
!'
#'

2* Dia?epam @
Dia?epam dengan dosis 81+mg) #isa di#erikan #erulang8ulang sampai ada
efekn4a. Dosis kontin4u 1+ mgA.am sering digunakan untuk profilaksis) tapi #isa
menim#ulkan sedasi 4ang dalam dengan risiko gangguan .alan nafas. ,isa ter.adi
depresi fetal terutama pada #a4i prematur karena o#at ini menem#us sa1ar
plasenta se-ingga #isa men4e#a#kan neonatal -ipotonia) depresi nafas dan
-ipotermia. Penggunaan fluma?enil untuk mela1an efek sedasi pada i#u -amil)
i#u dan anak) #elum dilaporkan. Karena itu tiopental +81++mg i.3. le#i- disukai
se#agai antikon3ulsan.
3* :enitoin @
:enitoin le#i- populer daripada dia?epam karena kurangn4a efek samping sedasi
dan le3el terapeutik 4+81++ molAlt. Dosis a1al 1+ mgAkg dilarutkan dalam 1++
ml Na6l fisiologis) di#erikan i.3. dengan ke9epatan + mgAmenit. Dua .am
kemudian) di#erikan #olus 4ang kedua) di#erikan dengan 9ara 4ang sama dengan
dosis mgAkg. Terapi rumatan dimulai 12 .am setela- #olus 4ang kedua dengan
32'
ke9epatan 2++ mgA% .am se9ara oral atau intra3ena. Penggunaan 9ara ini sering
menim#ulkan komplikasi rasa ter#akar pada tempat infusi) diikuti dengan pusing
dan 3ertigo. Komplikasi -ipotensi #isa ter.adi) tapi sangat .arang.
#* Penatalaksanaan Kardio3askular
1. Pemantauan
Tekanan dara- (in3asif) nonin3asif*
6DP
6D<P
Masi- diperde#atkan tentang pemantauan kardio3askular 4ang paling adekuat
untuk pasien dengan pre8eklampsi #erat. Harus diingat #a-1a 6DP tidak selalu
menun.ukkan tekanan pengisian .antung kiri) dan konsekuensin4a) ada risiko ter.adin4a
edema paru #ila ada kele#i-an 3olume pada pasien 4ang mempun4ai disfungsi
3entrikular kiri. Karena pengisian 3olume sering diperlukan pada pasien8pasien ini)
maka 6DP merupakan alat pemantauan 4ang minimal pada pasien dengan pre8eklampsi
#erat) 1alaupun diakui #a-1a 6DP tidak atau kurang menun.ukkan tekanan pengisian
3entrikular kiri. ,ila ada -ipertensi 4ang #erat) dan digunakan o#at8o#at 3asodilator
kuat) mungkin se#aikn4a dipasang alat monitor tekanan dara- in3asif (.alur arterial*.
Penggunaan kateter arteri pulmonalis .arang dipakai) karena -argan4a ma-al) ke9uali
pada pasien8pasien dengan kegagalan terapi -idrala?in dosis normal untuk menurunkan
tekanan dara-) edema paru) oliguria 4ang tidak responsif. Tetapi pada pengalaman8
pengalaman penggunaan monitor tekanan dara- nonin3asif dan 6DP 9ukup #aik untuk
penatalaksanaan pasien.
2. Pengendalian -ipertensi @
Pasien -arus dira1at di ruma- sakit dan istira-at. Harus dipertim#angkan efek
postural) terutama untuk meng-indari kompresi aortaka3al. Pasien pre8eklampsi
umumn4a relatif -ipo3olemia) .uga ada 3asospasme) 4ang dapat mengurangi perfusi
.aringan) se-ingga akan #erefek #uruk pada i#u dan #a4i. <alaupun ada an.uran
untuk terapi -ipertensi se9ara agresif) ke#an4akan penulis setu.u untuk menurunkan
tekanan dara- se9ara gradual sampai le3el di atas tekanan normal) pada umumn4a
pada tekanan diastolik '+mmHg. Per-atian ditu.ukan pada perfusi plasenta dan fungsi
gin.al i#u) .uga adan4a 9edera sere#ral #ila tekanan dara- diturunkan terlalu 9epat.
Dalam -al konsep adan4a sere#ral 3asospasme dan sere#ral iskemia) penurunan
tekanan dara- se9ara -ati8-ati disertai dengan pemantauan kardio3askular 4ang
adekuat sangat #aik sekali.
Harus diingat #a-1a) se#elum pemakaian 3asodilator) -arus dilakukan dulu koreksi
-ipo3olemia) kalau tidak) #isa ter.adi penurunan tekanan dara- 4ang -e#at. "#at 4ang
dipili- adala- 4ang menim#ulkan arteriolar 3asodilatasi daripada 4ang 3enodilatasi
4ang akan men9ega- kenaikkan 9ura- .antung. Di-idrala?in adala- o#at 4ang paling
33+
populer karena #erefek dilatasi arterial dan mula ker.a 9epat.
a. Di-idrala?in
Hidrala?in (Apresolin* meningkatkan utero8plasental serta 0,: dan
merupakan o#at 3asodilator 4ang paling umum digunakan. Dosis 81+ mg i.3.
#erefek dalam 1aktu 1 menit dan #erak-ir sampai ! .am. Penam#a-an dosis
mg se9ara i.3.) diikuti dengan infusi 82+ mgA.am) di#erikan se9ara titrasi
#ergantung pada tekanan dara-. =fek o#at #isa men4e#a#kan -ipotensi dan
takikardia. Mula ker.a lam#at) dan pengulangan dosis tidak #ole- di#erikan
dengan inter3al kurang dari 2+ menit) #ila tidak) akan ter.adi -ipotensi 4ang
-e#at. Meninggikan 0,: dan UBF) serta meningkatkan den4ut .antung dan
9ura- .antung. Adan4a takikardia dapat diterapi dengan peng-am#at #eta
misaln4a proponolol.
#. Metil dopa
"#at ini umumn4a untuk pasien dengan -ipertensi kronis. Dipakai dalam dosis
standard) tapi dapat men4e#a#kan ngantuk) depresi dan postural -ipotensi) tapi
aman pada i#u -amil pada dosis 183 gA-ari dengan pem#agian dosis.
9. Nifedipin
Tidak #an4ak penelitian dalam pemakaian nifedipin untuk mengendalikan
tekanan dara- pada eklampsi A pre8eklampsi. Prinsipn4a kalsium antagonis
merupakan terapi 4ang logis dan dosis nifedipin su#lingual 1+ mg tiap 2+ menit
sampai maksimum 3+ mg. Ada laporan8laporan 4ang menguntungkan dari
fungsi gin.al) .umla- platelet.
d. Trimetafan
Keuntungan o#at ini adala- tidak adan4a efek sere#ral 3asodilatasi. "#at
dipe9a- ole- kolinesterase dan karena tidak menem#us sa1ar plasenta dapat
men4e#a#kan peman.angan efek suOamet-onium. ,isa ter.adi takikardia dan
men4e#a#kan penurunan 3enous return.
e. Nitroprusid dan Nitrogliserin
Nitrogliserin #eker.a primer pada kapasitas 3ena dan ter#ukti kurang efektif
#ila se#elumn4a di#erikan ekspansi 3olume. Dian.urkan untuk pengendalian
tekanan dara- pada 1aktu intu#asi. Nitroprusid) sodium nitroprusid (Niprid*
adala- suatu 3asodilator dengan mula ker.a4ang 9epat dan lama ker.a 4ang
pendek. "#at ini ideal untuk men9ega- peningkatan tekanan dara- 4ang sangat
#er#a-a4a 1aktu induksi anestesia atau untuk terapi krisis -ipertensi. Tetapi
pada ke-amilan -an4a dipakai untuk mengendalikan tekanan dara- aki#at
331
intu#asi) karena ketakutan akan adan4a intoksikasi sianida pada fetus. Kedua
o#at ini mempan4ai tendensi untuk menaikkan tekanan intra kranial i#u.
f. "#at8o#at peng-am#at adrenergik #eta
"#at8o#at ini .arang digunakan karena adan4a fakta8fakta 4ang men4okong
efek peng-am#at #eta pada fetus. ,aru8#aru ini 5a#etalol tela- dipakai pada
terapi eklampsiApre8eklampsi dengan -asil 4ang #aik) 1alaupun ada laporan
4ang mengan.urkan pemakaian se9ara -ati8-ati terutama #ila #a4in4a prematur.
3. Pengendalian Dolume Intra3askular
Meskipun ada #ukti8#ukti 4ang n4ata pada eklampsiA preeklampsi terdapat
penurunan 3olume intra3askular) masi- ada perde#atan tentang pengisian dengan 9airan)
setiap pasien -arus dipertim#angkan tersendiri #erdasarkan data kardio3askularn4a.
Tetapi prinsip dasar adala- pengisian dengan 9airan -arus dilakukan se#elum terapi
dengan 3asodilator. Apaka- 4ang di#erikan koloid atau kristaloid masi- diperde#atkan)
terutama pada pasien 4ang mempun4ai tekanan onkotik renda- dan ke#o9oran kapiler.
,ila ada edema 4ang luas) #erarti ada ke#o9oran kapiler) maka pengisian 3olume -arus
di#erikan dengan -ati8-ati. Ini penting untuk dipikirkan #a-1a #e#erapa dari pasien8
pasien ini mempun4ai penurunan kekem#angan 3entrikular) dan dapat ter.adi
peningkatan 6P<P 4ang #esar se9ara tidak diduga8duga setela- pem#erian se.umla-
ke9il pengisian 3olume. Konsep lama tentang pemakaian diuretik #erdasarkan pada
adan4a edema) tidak disokong lagi dan ke#an4akan klinisi per9a4a #a-1a pemakaian
diuretik ini akan memper-e#at defisit 3olume) dan penggunaan diuretik umumn4a
disala-kan.
4. Penatalaksanaan 0espirasi
Pro#lema utama adala- penatalaksanaan .alan nafas) karena ada laporan tentang
adan4a edema -e#at pada .alan nafas #agian atas. ,ila ada kon3ulsi) #isa ter.adi trauma
pada lida- 4ang #isa men4e#a#kan o#struksi .alan nafas) dan intu#asi men.adi sangat
sulit. Adan4a edema paru terutama dise#a#kan karena pem#erian 9airan 4ang
#erle#i-an. A0D/ .arang ter.adi.
. :ungsi ;in.al
<alaupun ada oliguria dan edema) tidak dian.urkan pem#erian diuretik) se#a#
pen4e#a#n4a adala- 3asospasme dan penurunan 3olume sirkulasi dara-. Pem#erian
3olume dan 3asodilator akan meningkatkan 0,: dan 9ura- .antung. Pemakaian
dopamin dengan dosis HLgAkgAmenit) 9ukup menguntungkan) 1alaupun ada
peningkatan sensiti3itas I#u ter-adap kat-e9-olamin disirkulasi dengan aki#at risiko
ter.adin4a -ipertensi. Pemakaian nifedipin .uga di9o#a untuk memper#aiki keluaran
332
gin.al. Diuretik .angan digunakan ke9uali #ila ada -ipertensi #erat) 6H:) retensi air 4ang
-e#at) #ila diperlukan efek potensiasi dengan o#at anti -ipertensi.
!. Koagulopati
DI6 #isa ter.adi pada pre8eklampsi 4ang #erat. Pem#erian trom#osit) ::P) sel
dara- mera- sering diperlukan. ,ila ada DI6) regional analgesia merupakan indikasi8
kontra.
Tekik Aestesia
Pada keadaan darurat 4ang #etul8#etul memerlukan operasi 4ang segera)
pengoptimalan keadaan pasien -arus selalu di.alankan. Per#aikan 3olume dara-)
pengendalian -ipertensi) memper#aiki fungsi gin.al) terapi antikon3ulsi akan
mempermuda- penatalaksanaan anestesia. 0egional analgesia tidak #ole- dilakukan #ila
.umla- trom#osit H 1++.+++Amm3.
1.a. =pidural Anestesia @
,isa digunakan untuk seksio sesarea pada pasien pre8eklampsi dengan 3olume
9airan dan pem#ekuan 4ang normal. Dengan regional anestesia ter.adi pengurangan
endogenous epinefrin dan norepinefrin) .adi akan memper#aiki aliran dara-
uteroplasental. Penurunan rasa n4eri dan ansietas mengurangi ge.olak tekanan
dara- dan ke#utu-an narkotik.
1.#. Analgesia spinal@
Di-u#ungan dengan -ipotensi 4ang #erat dan ti#a8ti#a aki#at #lokade simpatis)
4ang #isa men4e#a#kan penurunan perfusi uteroplasental dan fetal asfiksia.
2. Anestesia umum @
Mungkin diperlukan untuk seksio sesarea darurat dengan fetal distres. Adan4a
edema .aringan lunak dapat men4e#a#kan kesulitan saat induksi karena adan4a
pem#engkakan periglotis. Adan4a -ipertensi sistemik dan -ipertensi pulmonal
meningkatkan risiko ter.adin4a strok dan edema paru. Di-indari pemakaian ketamin.
,isa dipakai +)!$ MA6 enfluran) -alotan atau isofluran. Karena ada sensitasi pelumpu-
otot dengan magnesium) perlu dipakai monitor simulator saraf (T": Q Brain of Four*.
Anestesia umum indikasi untuk seksio sesarea darurat karena induksi 9epat dan
meng-indari pele#aran ruangan intra3askular aki#at #lokade simpatis.
Indikasin4a @
Hipo3olemia 4ang di-u#ungkan dengan perdara-an. Pasien dengan plasenta pre3ia
333
atau solusio plasenta akan le#i- #uruk dengan regional daripada dengan anestesia
umum.
:etal distres akut @ Pada keadaan ini diperlukan mela-irkan #a4i dengan segera.
Dengan regional anestesia akan le#i- lam#at) karena menunggu #eker.an4a o#at dan
persiapann4a.
"#at8o#at 4ang dipakai selama anestesia umum @
1. N("
/edikit sekali atau -ampir tidak menekan #a4i #ila di#erikan dengan minimal +F "(
dan di#erikan dalam periode H 2+ menit. Tidak ada depresi 4ang n4ata pada #a4i)
#ila di#erikan N(" +F se#elum #a4i la-ir. &ntuk seksio sesarea #erikan "( +8
$+F.
2. Halotan
Pada konsentrasi anestesia men4e#a#kan
atonia uteri dan pendara-an pospartum
depresi respirasi pada #a4i
Halotan .arang sekali digunakan ke9uali untuk manipulasi uterus) supa4a dinding uterus
men.adi rileks. /e-ingga -alotan se#aikn4a tidak dipakai untuk seksio sesarea.
Indikasi pemakaian -alotan -an4a untuk relaksasi uterus) misaln4a @ kontraksi tetanik
uterus) 3ersi luar atau 3ersi dalam) pelepasan plasenta se9ara manual) in3ersi uterus)
BandlTs ring.
3. Tiopental
Pada dosis 4 mgAkg tidak men4e#a#kan depresi pada #a4i.
4. Pelumpu- otot
&ntuk fasilitas intu#asi #isa dipakai suksinilkolin) kurare) 3ekuronium) pankuronium)
atrakurium. "#at8o#at ini tidak menem#us sa1ar plasenta.
. Pitosin
"#at8o#at oksitosin 4ang paling sering digunakan adala- sintetik -ormon pituitari
posterior 4aitu oksitosin (Pitosin* dan ergot alkaloid ergono3in (=rgotrat* dan metil
ergono3in (metergin*.
"ksitosin #eker.a pada otot polos uterus untuk menrangsangan frekuensi dan kekuatan
kontraksi. =fek pada sistem kardio3askular adala- penurunan tekanan sistolik)
diastolik) takikardia) aritmia. Pada dosis tinggi) #isa #eker.a se#agai antidiuretik)
4ang #isa mem#a1a keara- intoksikasi air) sere#ral edema) kon3ulsi #ila di#erikan
9airan i.3. 4ang #erle#i-an.
!. =rgot alkaloi
334
Dalam dosis ke9il meningkatkan kekuatan dan frekuensi kontraksi uterus)
dilan.utkan dengan relaksasi normal uterus. Pada dosis 4ang le#i- tinggi) kontraksi
men.adi le#i- kuat dan lama. Tonus saat istira-at meningkat) dan ter.adi kontaksi
tetanik. =fek pada sistem kardio3askular adala- 3asokontriksi dan -ipertensi)
terutama dengan adan4a o#at8o#atan 3asopresor. ,isa di#erikan intramuskular atau
per oral. /untikan intra3ena #isa menim#ulkan ter.adin4a -ipertensi) kon3ulsi) strok)
kerusakan retina) edema paru.
=kstu#asi @
Pada saat ekstu#asi #isa ter.adi kenaikan tekanan dara-. &ntuk mengatasin4a
#isa di#erikan analgetik (fentanil*) lidokain) Mg/"3) #eta8#loker.
Asu-an pas9a#eda- @
<alaupun terapi untuk pre8eklampsi adala- segera mela-irkan #a4i) tetapi
kon3ulsi masi- #isa ter.adi 1+ -ari sampai 2 pekan setela- mela-irkan. Terapi anti
kon3ulsi) anti -ipertensi mungkin masi- diteruskan #ila ada indikasi. Analgesia pas9a
#eda- -arus di#erikan karena rasa n4eri akan menaikkan tekanan dara-.
Kesim!ula
Penatalaksanaan pasien dengan pre8eklampsi #erat merupakan tantangan di
klinik. Anestetis -arus #eker.a dalam -al meng-ilangkan rasa n4eri) penatalaksanaan
fungsi kardio3askular) pengendalian keseim#angan9airan) fungsi respirasi) //P dan
organ lain.
Kun9i untuk praktek klinis @
6ega- dan terapi kon3ulsi dengan fenitoin atau Mg/"3.
:ungsi kardio3askular @ -ati8-ati dalam mengganti 3olume defisit dan #erikan
3asodilator (misal @ -idrala?in* untuk terapi -ipertensi.
2ika tidak ada indikasi8kontra) pili-an pertama adala- epidural anestesia.
Anestesia umum memerlukan @
penatalaksanaan .alan nafas 4ang trampil.
pengendalian tekanan dara- saat intu#asi dengan Nitrogliserin atau
Mg/"3Aalfentanil.
-ati8-ati potensiasi dan interaksi o#at) terutama magnesium dan pelumpu-
otot.
-ati8-ati penatalaksanaan pas9a#eda-.
DIABETES MELITUS
33
Pro#lema utama pada 1anita -amil 4ang menderita dia#etes melitus adala- @
+ insufisiensi plasenta
+ dia#etik nefropatia
+ superimposed preeclampsi
+ dia#etik ketoasidosis
Dia#etik ketoasidosis merupakan faktor utama peningkatan ke.adian mor#iditas dan
mortalitas perinatal. Ada #ukti #a-1a ketone dapat menem#us ple9enta dan
menurunkan Pa"( fetus.
Pem#erian anestesia pada parturien 4ang dia#etes #erdasarkan pada peru#a-an8
peru#a-an patofisiologi 4ang ter.adi) antara lain gangguan aliran dara- uteroplasental
dan gangguan transportasi oksigen. &P,: #erkurang 384F. Makin tinggi kadar gula
dara-n4a) &P,: makin terganggu.
Peatalaksaaa aestesia :
a. Persalinan per3aginam @
Dapat di#erikan epidural analgesia. Tela- diketa-ui #a-1a fetus pada permulaan kala
II kurang asidotik #ila i#u menerima epidural anestesia dari pada fetus 4ang tidak
menerima analgesia.
Asidosis meta#olik 4ang di-u#ungkan dengan tinggin4a konsentrasi laktat. /uatu
laporan penelitian mengatakan #a-1a epidural analgesia akan mengurangi kadar
katekolamin endogen i#u selama persalinan dan -al ini akan menguntungkan perfusi
plasenta.
Analgesia spinal.uga dapat digunakan.
Dipasang infusi 4ang tidak mengandung dekstrosa #ila diperlukan untuk terapi
-ipotensi. 2uga penting #a-1a fetus pada i#u 4ang dia#etes le#i- 9enderung -ipoksia
aki#at -ipotensi i#u.
#. Anestesia untuk seksio sesarea @
Ke.adian depresi kardio3askular le#i- tinggi pada regional anestesia untuk seksio
sesarea dan di-u#ungkan dengan le#i- tinggin4a #lokade simpatis karena penekanan
3ena ka3a inferior dan aorta ole- uterus 4ang gra3id.
Penelitian ta-un 1'$$ 4ang mem#andingkan analgesia spinaldan anestesia umum untuk
seksio sesarea se-at dan i#u dia#etes. Tern4ata #a-1a #a4i dari i#u dia#etes 4ang
menerima analgesia spinalle#i- asidotik dari pada #a4i dari i#u dia#etes 4ang menerima
33!
anestesia umum. Asidosis ini di-u#ungkan dengan i#u dia#etes dan mengalami
-ipotensi. ,ila dilakukan epidural analgesia) asidosis neonatal sekitar !+F ke.adian ini
aki#at -ipotensi i#u) se#a# pH selalu le#i- dari $)2 #ila #ila tidak ada -ipotensi i#u.
:aktor8faktor 4ang men4e#a#kan #a4i asidosis pada i#u 4ang dia#etes adala- @
plasenta memproduksi laktat) terutama #ila ada -ipoksia atau peningkatan
pen4impangan glikogen.
asidemia laktik fetal #isa ter.adi aki#at -ipoksia (sekunder ter-adap -ipotensi i#u*
pada keadaan -iperglikemia i#u.
Hiperinsulinisme dapat meningkatkan konsumsi oksigen. Hiperglikemia dan
-iperinsulinisme fetal #isa men4e#a#kan penurunan oksigenasi fetal.
Analgesia spinalaman digunakan untuk seksio sesarea pada i#u dia#etes) asal @
dia#etes terkontrol
.angan #erikan dekstrosa untuk mengisi 3olume se#elum dilakukan spinal anestesia.
-indari -ipotensi i#u.
2adi #erikan infusi 4ang #e#as dekstrosa dan terapi segera -ipotensi dengan efedrin dan
posisi pasien miring kekiri.
ASMA BRONKIAL
Progesteron mempun4ai efek relaksasi #ronkus) se-ingga ada per#aikan pen4akit
asma selama ke-amilan) tetapi -al ini tidak selalu pasti. Terapi o#at8o#atan untuk
pro#lema respirasi sama antara 1anita -amil dan 1anita 4ang tidak -amil.
,ila diperlukan analgesia untuk persalinan #iasan4a epidural kontin4u. ,ila akan
dilakukan seksio sesarea -arus diingat kemungkinan interaksi o#at karena penderita
asma umumn4a mendapat terapi @
metilsantin) misaln4a teofilin) aminofilin
#eta8mimetik) misaln4a metaproterenol) al#uterol (sal#utamol*) ter#utalin)
fenoterol.
kortikosteroid.
0egional anestesia mempun4ai sedikit pengaru- pada respirasi) #isa dengan analgesia
spinalatau epidural anestesia. Ada #e#erapa laporan tentang ke.adian #ronkospasme
pada pasien asma 4ang dilakukan spinal anestesia. Analgesia spinalmem#lokade motorik
se-ingga dapat mempengaru-i otot a#domen se-ingga mempengaru-i fungsi ekspirasi.
Pada pasien dengan pro#lema respirasi ini se#aikn4a di-indari pem#erian anestesia
umum. Tetapi #ila diperlukan anestesia umum) maka -arus diper-atikan -al8-al se#agai
33$
#erikut @
-indari pemakaian Peng-am#at reseptor H2 seperti simetidin) ranitidin.
pem#erian premedikasi sulfas atropin dapat mengurangi sekresi dan #ersifat
#ronkodilator.
#erikan antasid kurang le#i- 3+ ml.
Induksi dengan ketamin (#erefek #ronkodilator karena pelepasan katekolamin sentral*)
intu#asi dengan suksinilkolin atau 3ekuronium. "#at8o#at anetesi in-alasi -alotan)
enfluran dan isofluran #erefek #ronkodilator. Tetapi pemakaian -alotan dapat
men4e#a#kan takikardia 3entrikular dan aritmia pada pasien 4ang di#eri aminofilin atau
o#at #eta8mimetik.
.AMIL KEMBAR
Dapat dengan spinal anestesia) epidural anestesia atau anestesia umum.
Pro#lema pada -amil kem#ar adala- @
kompresi aortoka3al le#i- #esar dan le#i- tinggi angka ke.adian -ipotesi.
diafragma tertekan ke atas se-ingga muda- ter.adi -ipoksia.
risiko aspirasi le#i- #esar.
#a4in4a sering prematur atau pertum#u-an ter-am#at. Teknik anestesian4a @ le#i-
disukai analgesia epidural daripada analgesia spinal) se#a# dengan analgesia
epidural ke.adian -ipotensi dan pen4e#aran analgetik lokal ke ara- sefalad le#i-
.arang. Dengan analgesia spinalke.adianCke.adian terse#ut le#i- sering.
Anestesia umum .uga dapat digunakan. >ang -arus diper-atikan ID dan &D inter3al
-arus singkat se#a# ada risiko pelepasan plasenta.
OBESITAS
"#esitas adala- gam#aran klinis 4ang sering ditemukan di negara8negara di
mana malnutrisi dan kemelaratan .arang di.umpai.
Ada #e#erapa 9ara meng-itung #erat #adan @
1* ,erat #adan relatif
,, se#enarn4a
(kg*
33%
,, relatif G 77777777777777777777
77777
T, (sm* 8 1++
M
1++B
Kriterian4a @ kurang '+F @ kurus
antara '+F8
11+F
@ normal
le#i- 11+F8
12+F
@ kele#i-an
,,
le#i- 12+F @ o#esitas
2* Dengan Indeks massa tu#u- (,MI* @
,, (kg*
,MI G 77777777777
777
T,
(sm*2
Kriterian4a @ ,MI kurang 2 @ tidak
o#esitas
antara 2882' @ kele#i-an
,,
le#i- atau sama
dengan 3+
@ o#esitas
Mor#id o#esitas adala- #ila #erat #adann4a 2 kali ,, ideal.
Mor#id o#esitas di#agi ( golongan 4aitu "#esitas seder-ana (/"* dan /indroma
o#esitas -ipo3entilasi ("H/* atau Pi9k1i9kian sindroma. "H/ adala- #ila suda- ada
-ipo3entilasi) -iperkapnia. Pasien "H/ terli-at somnolen) letargi) pletora) sianosis)
edema) pem#esaran .antung kanan) polisitemia) penurunan kapasitas 3ital) -ipertensi
33'
pulmonal) -iper3olemia.
Pro#lema utama pada i#u o#esitas adala- @
adan4a pen4akit sertaan seperti -ipertensi) insufisiensi respirasi) dia#etes melitus.
#an4akn4a 3olume isi lam#ung dengan pH 4ang renda-.
sulit melakukan regional anestesia
komplikasi o#stetrin4a tinggi
laringoskopi8intu#asi sulit
ke.adian ke9elakaan punksi dural tinggi
kegagalan epidural analgesia le#i- tinggi (42F di#anding !F pada pasien #iasa*.
EMBOLUS>AIRAN AMNION
=m#olus9airan amnion ter.adi 1 @ 2+.+++ A 1 @ 3+.+++ persalinan dan ke#an4akan
meninggal. Patogenesis kelainan ini adala- ro#ekan amnion atau korion) ter#ukan4a
3ena uterin dan endoser3ikal dan tekanan mendorong 9airan amnion masuk ke sirkulasi
3ena. ;e.ala8ge.alan4a adala- distres nafas) s4ok) pendara-an (dari DI6*) koma) edema
paru) sianosis) peru#a-an mental) ke.ang8ke.ang. ,ila pasien #isa -idup) pro#lema 4ang
lainn4a adala- gagal gin.al) gagal nafas dan koagulopati.
:aktor predisposisin4a adala- pasien dengan pem#erian oksitosin) mukonium dalam
9airan amnion) intraurin fetal deat-) solusio plasenta) umur tua) multipara) manipulasi
3agina) seksio sesarea.
Terapin4a adala- resusitasi) segera la-irkan #a4in4a. Intu#asi dan :i"( tinggi) P==P)
#erikan furosemid) transfusi komponen dara- untuk mengoreksi edema paru dan
peru#a-an -ematologi.
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
LAMPIRAN
34+
;o )rose/ur anestesia umum
-Intubasi setelah induksi anestesia umum0
Iasus ke
! # % &
! Persiapan operasi elektif . puasa (<* $am -pasien dewasa0
# Periksa kesiapan mesin anestesia5 peralatan anestesia dan
obat<obat anestetik"
% Berikan premedikasi secara I9 atau I/
& Lakukan induksi dengan obat intravena
' Lakukan intubasi
( Isi kaf pipa endotrakeal sampai tidak ada tanda bocor -tetapi
$angan terlalu keras0
) Cek kedalaman pipa endotrakeal dengan inspeksi gerakan
dada dan auskultasi buni nafas paru kiri dan kanan"
* 6ubungkan mesin anestesia dengan pipa endotrakeal
+ Atur aliran oksigen5 aliran gas anestesia -;#@0 dan atur
kadar Aat anestetik uap
!, Berikan nafas buatan menggunakan balon anestesia sambil
mengatur katup
!! /onitor fungsi vital. oksigensi5 saturasi 6b -1p@#05
ventilasi-2BC@#05 tekanan darah5 nadi5 2I?5 suhu5 aliran
cairan infusi5 produksi urin5 perdarahan"
!# Atur kebutuhan obat suplemen analgetika opioid5 kebutuhan
Aat inhalasi5 dan kebutuhan pelumpuh otot"
!% Akhir operasi akinkan pasien bernafas spontan dan volume
nafas adekuat"-kecuali bila direncanakan untuk melan$utkan
bantuan nafas pascabedah0 Bila perlu berikan antidotum# Aat
ang menebabkan apnea berkepan$angan atau hipoventilasi"
!& 2kstubasi dilakukan bila nafas adekuat dan refleks protektif
baik
!' 6arus selalu diawasi keadaan $alan nafas dan pernafasan
341
pasca ekstubasi
!( Berikan analgetik adekuat pascabedah""
Beknik intubasi nasal pada prinsipna sama seperti di atas" Betapi memerlukan analgesia topikal
dan tampon vasokonstriktor pada mukosa nasal" pipa endotrakeal dimasukkan melalui lubang
hidung5 didorong sampai ke faring5 lalu dengan bantuan laringoskop didorong ke arah glotis
melewati pita suara -dapat dengan bantuan forcep /agill0" Beknik ini $uga dapat dilakukan
secara buta"
;o )rose/ur anestesia intra+ena Iasus ke
! # % &
! Persiapan operasi elektif . puasa (<* $am -pasien dewasa0
# Periksa kesiapan mesin anestesia5 peralatan anestesia dan
obat<obat anestetik"
% Berikan premedikasi secara I9 atau I/
& Berikan oksigen %< ( l> mnt dengan nasal kanul atau sungkup
muka
' Lakukan induksi dengan obat intravena
( /onitor fungsi vital. oksigensi5 saturasi 6b -1p@#05
ventilasi-2BC@#05 tekanan darah5 nadi5 2I?5 suhu5 aliran
342
cairan infusi5 produksi urin5 perdarahan"
) Atur kebutuhan obat suplemen analgetik opioid5 dan
kebutuhan sedasi
* Akhir tindakan akinkan pasien bernafas spontan dan volume
nafas adekuat -kecuali bila direncanakan untuk melan$utkan
bantuan nafas pascabedah0 Bila perlu berikan antidotum Aat
ang menebabkan apnea berkepan$angan atau hipoventilasi"
+ 6arus selalu diawasi keadaan $alan nafas dan pernafasan
sampai ke ruang pulih
!, Berikan analgetik adekuat pascabedah""
;o
)rose/ur :ntu0asi 3!A
-Intubasi setelah induksi anestesia umum0
Iasus ke
! # % &
! Periksa kesiapan alat dan obat ang diperlukan
# Pastikan L/A telah dikempeskan dan diberi lubrikasi dengan
;aCl ,5+H atau lidokain
% Berikan obat premedikasi sesuai indikasi
& Berikan obat induksi5 sambil berikan oksigen5 pastikan pasien
sudah tertidur cukup dalam
' Berikan obat pelumpuh otot bila diperlukan
( Posisikan kepala pasien pada sniffing position"
) Buka mulut dan masukkan L/A menusuri palatum5 dengan
$ari tengah dorong L/A ke arah kranial sambil menusuri
palatum"
* Dorong L/A terus sampai menemui resistensi di dasar
hipofaring"
+ Iembangkan kaf L/A5 pastikan posisi L/A dengan baik dan
lihat kembangan dada simetris untuk memastikan ventilasi
343
ang adekuat"
;o )rose/ur :n/u1si cepat Iasus ke
! # % &
! Periksa kesiapan alat dan obat ang diperlukan
# Diperlukan seorang asisten untuk melakukan manuver 1ellick
-penekanan pada krikoid0
% Berikan preoksigenasi dengan oksigen !,,H selama %<' menit
& Berikan obat induksi dan pelumpuh otot ker$a cepat
' Posisikan kepala pasien dengan leher ekstensi
( Asisten melakukan penekanan pada krikoid
) Buka mulut dan masukkan daun laringoskop melalui sudut
kanan mulut
* Bempatkan u$ung daun pada valekula
+ Angkat epiglotis sampai tampak rima glotis dan pita suara
!, /asukkan pipa endotrakeal dengan tangan kanan
!! Asisten tetap melakukan penekanan pada krikoid sampai
posisi pipa endotrakeal sudah tepat di atas karina5 di mana
buni nafas kanan dan kiri sama dengan ventilasi buatan
Prosedur Aestesia Blok Su+ara,oid
344
;o Prosedur Aestesia Blok Su+ara,oid
(pendekatan 9ara midline*
Iasus ke
! # % &
! Periksa kesiapan alat dan o#at analgetik lokal 4ang diperlukan.
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis dan antisepsis
% Posisikan pasien lateral deku#itus atau duduk) gan.al #a-u dan
kepala pasien #ila diposisikan lateral deku#itus.
& Tentukan penun$uk anatomi 9ela- antara 5283) 5384 atau 548.
6ela- antara 5384 atau prosesus spinosus 54 tegak lurus dari
spina iliaka anterior superior.
' 5akukan tindakan asepsis dan antisepsis pada penun$uk
anatomi 4ang ditentukan"
( ,erikan analgesia lokal pada 9ela- 4ang akan dilakukan
penusukan .arum spinal.
) 5akukan penusukan .arum spinal (atau introduser* pada 9ela-
4ang tela- di#eri analgesia lokal. Penusukan .arum -arus
se.a.ar dengan prosesus spinosus atau sedikit mem#entuk
sudut ke ara- sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral atau
sefalad.
* Dorong .arum sampai mele1ati resistensi ligamentum fla3um
dan dura) terasa ke-ilangan ta-anan pada rongga su#ara-noid.
+ 6a#ut mandren .arum) dan pastikan posisi .arum suda- tepat
4ang ditandai dengan mengalir keluar 9airan sere#rospinal
4ang #ening. 2arum dapat dirotasikan '+^ untuk memastikan
kelan9aran likuor 4ang keluar. Penusukkan -arus diulang #ila
likuor tidak keluar atau keluar dara-.
!, /am#ungkan .arum dengan spuit #erisi o#at analgetik lokal
4ang suda- dipersiapkan. Aspirasi sedikit likuor) #ila lan9ar
suntikan o#at analgetik lokal se9ara perla-an. 5akukan aspirasi
ulang untuk memastikan u.ung .arum tetap pada posisi 4ang
tepat dan suntikan kem#ali o#at.
!! /etela- selesai 9a#ut .arum dan kem#alikan posisi pasien
sesuai dengan 4ang diinginkan.
34
Cara penuntikkan paramedian pada dasarna sama seperti
di atas5 hana $arum spinal disuntikkan pada !5' sm lateral
dan !sm kaudal dari celah penuntikkan ang ditu$u"
Prosedur Aestesia Blok E!idural
;o Prosedur Aestesia Blok E!idural
(pendekatan 9ara midline*
Iasus ke
! # % &
! Periksa kesiapan alat dan o#at analgetik lokal 4ang diperlukan
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis dan antisepsis
% Posisikan pasien lateral deku#itus atau duduk) gan.al #a-u dan
kepala pasien #ila diposisikan lateral deku#itus.
& Tentukan penun$uk anatomi 9ela- antara 5283) 5384 atau 548.
6ela- antara 5384 atau prosesus spinosus 54 tegak lurus dari
spina iliaka anterior superior.
' 5akukan tindakan asepsis dan antisepsis pada penun$uk
anatomi 4ang ditentukan"
( ,erikan analgesia lokal pada 9ela- 4ang akan dilakukan
penusukan .arum epidural
) 5akukan penusukan .arum epidural pada 9ela- 4ang tela-
di#eri analgesia lokal. Penusukan .arum -arus se.a.ar dengan
prosesus spinosus atau sedikit mem#entuk sudut ke ara-
sefalad) dengan ara- #e3el ke lateral atau sefalad.
* 6a#ut mandren dan sam#ungkan .arum dengan spuit 4ang
#erisi 3 ml udara atau 9airan Na6l +)'F.
+ Dorong .arum perla-an dengan penekanan 4ang konstan pada
spuit sampai mele1ati resistensi ligamentum fla3um) terasa
kehilangan tahanan pada rongga epidural 4ang dapat
dirasakan saat udara atau 9airan dalam spuit dapat didorong
dengan muda-. Penusukkan -arus di-entikan dan .arum
di9a#ut #ila menem#us rongga su#ara-noid 4ang ditandai
keluarn4a likuor atau keluar dara-.
34!
!, Pastikan #e3el .arum mengara- ke sefalad) perla-an masukan
kateter epidural sampai kira8kira 48 sm keluar dari u.ung
.arum dan perla-an tarik .arum keluar.
!! :iksasi kateter pada punggung pasien dan kem#alikan posisi
pasien sesuai semula
!# 5akukan aspirasi pada kateter untuk memastikan tidak ada
likuor atau dara- dan lakukan test dose dengan o#at analgetik
lokal lidokain 2F 3 ml dan epinefrin 1@2++.+++ untuk
memastikan kateter tidak menem#us rongga su#ara-noid atau
pem#ulu- dara-.
Cara penuntikkan dengan teknik -anging drop pada
dasarna sama seperti di atas hana sa$a kepala $arum
epidural ditetesi cairan ;aCl ,5+H dan bila u$ung $arum
mencapai rongga epidural maka tekanan negatif dalam
rongga akan menarik cairan ke dalam"
Prosedur aestesia +lok kaudal
;o Prosedur aestesia +lok kaudal Iasus ke
! # % &
! Periksa kesiapan alat dan o#at analgetik lokal 4ang diperlukan.
# /iapkan kelengkapan tindakan untuk asepsis dan antisepsis.
% Posisikan pasien lateral deku#itus dan gan.al #a-u dan kepala
pasien.
& Tentukan penun$uk anatomi pada -iatus sakralis 4ang letakn4a
pada garis tenga- kira8kira sm dari u.ung tulang koksigeus.
' 5akukan tindakan asepsis dan antisepsis pada penun.uk
anatomi 4ang ditentukan.
( ,erikan analgesia lokal pada 9ela- 4ang akan dilakukan
penusukan .arum kaudal.
) 5akukan penusukan .arum kaudal pada 9ela- 4ang tela- di#eri
34$
analgesia lokal. Penusukan .arum mem#entuk sudut 4^
dengan kulit dengan ara- #e3el ke sefalad menem#us
mem#ran sakrokoksigeus dan men4entu- #agian anterior
tulang sakrum. Ara-kan .arum mem#entuk 3+^ dengan kulit
dorong sampai terasa seperti ke-ilangan ta-anan.
* 6a#ut mandren dan sam#ungkan .arum dengan spuit 4ang
#erisi 3 ml 9airan Na6l +)'F.
+ 5akukan aspirasi untuk memastikan tidak keluarn4a likuor
atau dara-. Dorong 9airan 4ang ada dalam spuit untuk
memastikan posisi u.ung .arum suda- tepat dengan tidak
adan4a ta-anan. Penusukkan harus dihentikan dan $arum
dicabut bila menembus rongga subarahnoid ang ditandai
keluarna likuor atau keluar darah"
!, /untikan o#at analgetik lokal 4ang suda- disiapkan dalam
spuit.
!! Kem#alikan posisi pasien sesuai dengan 4ang diinginkan.
MODUL ':: ANESTESIA BEDA. T.T I
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 2*
/esi di dalam kelas Anestesia THT 1 adala- suatu rotasi 4ang
34%
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
mem#utu-kan 1aktu 1 #ulan (4 pekan* untuk
peserta didik semester 2) 4ang meliputi
anestesia untuk .enis operasi THT seder-ana
tanpa pen4ulit.
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid.
!" LCD Proektor dan laar
#" Laptop
%" @6P
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang Puli-
4. ,angsal 0a1at InapAPengamatan 5an.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
Alat ,antu 5ati- @ Model anatomi A/imulator
Penuntun ,ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar Tilik Kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
TU&UAN UMUM
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan mempun4ai 9ukup pengeta-uan
dan kemampuan untuk melakukan pela4anan anestesiologi untuk #er#agai prosedur
34'
#eda- THT seder-ana tanpa pen4ulit) men9akup e3aluasi pasien preoperatif)
meran9ang pelaksanaan anestesia) pem#erian anestesia intraoperatif) pemantauan
pasien) penatalaksanaan masa siuman (emergence0 dan pas9a#eda- (pemuli-an*.
TU&UAN K.USUS
Ko$niti#
1. Mampu menginterpretasikan anatomi .alan nafas atas) laring -ingga trakea dan
telinga.
2. Mampu mendiskusikan efek pemakaian N2" pada #eda- telinga tenga-.
3. Mampu mendiskusikan tinggin4a insiden P"ND pas9a#eda- telinga.
4. Mampu men.elaskan teknik -ipotensi.
. Mampu men.elaskan interaksi katekolamin dengan ?at 3olatil.
!. Mampu men.elaskan pengaru- 3asokonstriktor lokal ter-adap kardio3askular
dan penatalaksanaan masukn4a se9ara tak senga.a infiltrasi epinefrin ke dalam
intra3askular.
$. Mampu men.elaskan teknik pem#iusan tonsilektomi #eserta risiko dan
komplikasi serta penanganann4a.
%. Mampu men.elaskan mekanisme ter.adin4a spasme laring dan penanganann4a.
'. Mengeta-ui patofisiologi Wapnea tidurP .
1+. Men.elaskan alasan untuk mengeliminasi N2" dari 9ampuran gas anestetik
selama periode apnea.
11. Mendiskusikan Papnei9 oO4genationP dan ke9epatan peningkatan Pa6"2 4ang
ter.adi.
)si1omotor .
1. Mem#erikan anestesia pada semua prosedur 4ang dise#utkan dalam sasaran
keterampilan kognitif
2. Menangani peru#a-an kardio3askular aki#at penggunaan epinefrin ole- a-li
#eda- THT.
3. Mem#erikan anestesia untuk pem#eda-an tumor kepala8le-er) termasuk
pemantauan) mana.emen 9airan dan penanganan n4eri pas9a#eda-.
4. Men9ega- dan mengatasi P"ND.
. Mem#erikan analgesia topikal pada .alan nafas) termasuk in.eksi transkrikoid.
!. Mem#erikan propofol untuk induksi anest-esia maupun untuk sedasi.
$. Melakukan teknik -ipotensi.
Komuni1asi @
1. Memperole- persetu.uan setela- mendapatkan informasi 4ang adekuat.
2. ,erkoordinasi dengan tim #eda- tentang mana.emen .alan nafas 4ang -arus
3+
#er#agi tempat dengan a-li #eda-.
3. ,erkoordinasi dengan tim #eda- .ika ter.adi gangguan pada .alan nafas.
4. Menginformasikan tim #eda- .ika ter.adi ketidaksta#ilan -emodinamik aki#at
in.eksi epinefrin.
. Men4atakan ketidakla4akan penggunaan teknik -ipotensi kepada tim #eda-.
)ro#esionalisme .
1. ,eker.a sesuai standard 4ang #erlaku.
2. Memastikan persiapan matang se#agai antisipasi kesulitan penanganan .alan
nafas.
3. Men.aga dengan seksama .alan nafas pasien selama dan sesuda- operasi.
KEDNOTES:
1. &ntuk operasi THT) .alan nafas -arus #er#agi dengan a-li #eda- THT.
2. Keadaan patologis) adan4a sikatrik aki#at operasi se#elumn4a atau iradiasi)
deformitas kongenital) trauma atau manipulasi dapat men4e#a#kan o#struksi
.alan nafas akut atau kronis) perdara-an) dan kemungkinan .alan nafas sulit .
3. Penggunaan N2" dan pelumpu- otot merupakan -al penting 4ang -arus
dilakukan. Pasien untuk operasi THT mungkin mempun4ai ri1a4at perokok
#erat) ke9anduan alko-ol) apnea tidur o#struktif) dan infeksi kronis saluran nafas
#agian atas.
4. =kstu#asi setela- operasi .alan nafas #agian atas memerlukan peren9anaan 4ang
#aik. Perdara-an .alan nafas #agian atas 4ang #an4ak) edema) atau patologi
mungkin menunda ekstu#asi di kamar #eda-.
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat mem#erikan anestesia untuk #eda- THT diperlukan pengeta-uan dan
keterampilan dalam@ e3aluasi .alan nafas sulit) #lok saraf untuk .alan nafas) o#at
3asokonstriktor) .alan nafas #ersama) #eda- endo#ronkial) epiglotitis) a#ses
retrofaringeal) tumor .alan nafas) angioedema .alan nafas) post<tonsillectom bleeding)
Bhe A1A Calan nafas sulit"
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu mema-ami tentang@ anatomi .alan
nafas) analgesia topikal) e3aluasi .alan nafas) #lok saraf untuk .alan nafas) o#at
3asokonstriktor) teknik -ipotensi) dan .alan nafas #ersama.
31
METODE PEMBELA&ARAN
A. Proses pem#ela.aran dilaksanakan melalui metode @
!" Diskusi kelompok kecil
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
,. Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
!" ,a-an a9uan -references0
#" Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
%" Ilmu klinis dasar
6. Penuntun #ela.ar -learning guide0terlampir
D. Tempat #ela.ar -training setting0 @ ruang ra1at pasien) kamar operasi)
ruang puli- pas9a#eda-.
MEDIA
Perpustakaan) internet) skill lab
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
1. Kursus A pelati-an
Pelati-an di skill lab @ intu#asi dan pemasangan 5MA pada manikin.
2. ,ela.ar mandiri
3. Kulia-
Kulia- k-usus Penatalaksanaan Anestesia THT 1 termasuk semua su# pokok
#a-asan dilakukan semester 2 pekan 1.
4. Diskusi kelompok
5aporan dan diskusi tentang pro#lema preoperatif ) penatalaksanaan
.alan nafas) anestesia umum dengan intu#asi) 5MA) IDA) pemantauan
dan penatalaksanaan pas9a#eda-.
. Kun.ungan preoperatif
!. ,im#ingan pem#iusan dan asistensi di kamar operasi
32
Pelati-an di kamar #eda-) intu#asi) 5MA pada pasien THT dengan
#im#ingan dan penga1asan staf penga.ar.
$. Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
%. 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas
+" Continuing Profesional Development -CPD0
E%ALUASI
1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan lisan untuk menilai
kiner.a a1al peserta didik dan melakukan identifikasi kekurangan 4ang ada. Materi
pre8tes terdiri atas @
8 anatomi .alan nafas
8 analgesia topikal
8 e3aluasi .alan nafas
8 #lok saraf untuk .alan nafas
8 o#at 3asokonstriktor
8 teknik -ipotensi
8 .alan nafas #ersama
8 penegakan diagnosis dan A/A
8 Penga1asan intra operasi
8 Komplikasi dan penanganann4a
8 Penatalaksanaan pas9a#eda-
2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang
teridentifikasi) mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam
penuntun #ela.ar pada manikin anestesia #ersama teman8temann4a -peer assisted
learning0) die3aluasi ole- teman8temann4a -peer assisted evaluation0.
4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di
#a1a- penga1asan fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien
sesunggu-n4a. Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan
33
langsung dan mengisi lem#ar penilaian@
7 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak
dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien) misaln4a tindakan
anestesia tidak mulus se-ingga kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
. /etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk
memper#aiki kekurangan 4ang ditemukan.
!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun
#ela.ar.
$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai ceklis evaluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan
atau di#eri tugas untuk memper#aiki kiner.a.
'. Pen9apaian pem#ela.aran @
Isi pre8tes @
1. 2elaskan semua pertan4aan pada penatalaksanaan .alan nafas
2. 2elaskan teknik anestesia 4ang aman untuk operasi tonsilektomi (T7A* termasuk
premedikasi) dan n4eri pas9a#eda-.
3. 2elaskan mengatasi komplikasi ke.adian mual dan munta- pas9a#eda- telinga.
4. 2elaskan penaru- difusi N2" ke dalam telinga tenga-.
. Apa #a-a4a pemakaian kokain dan adrenalin 4ang dilakukan ole- a-li THT
untuk 3asokonstriktor.
!. 2elaskan kapan dipergunakan teknik -ipotensi kendali pada operasi THT
$. 2elaskan penatalaksanaan 9airan intraoperatif pada kasus #eda- kepala8le-er.
%. ,agaimana mem#erikan medikasi dan melaksanakan pemuli-an 4ang mulus dan
mengatasi n4eri pas9a#eda-.
,entuk pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan
(semeser*.
34
,entuk u.ian @
8 &.ian ak-ir stase
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
!" Pengetahuan
8 M6H
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 &.ian lisan
#"Iognitif
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
%" 1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
&"Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
'"Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
3
1 Anamnesis) periksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATI6/) o#at
4 Pemasangan monitor
ANESTESIA
1 Induksi Anestesia umum (intu#asi) 5MA*
2 0umatan dan pengak-iran anestesia
3 Anestesia intra3ena
4 Pem#erian 9airan dan transfusi
Komplikasi dan penanganann4a
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital
2 Penanganan mual munta- dan n4eri pas9a#eda-
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur standard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
3!
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
3$
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
MATERI A>UAN
I- Pertim+a"a Umum
&ntuk operasi THT) .alan nafas -arus #er#agi dengan a-li #eda-. Keadaan
patologis) adan4a sikatrik aki#at operasi se#elumn4a atau iradiasi) deformitas
kongenital) trauma atau manipulasi dapat men4e#a#kan o#struksi .alan nafas akut atau
kronis) perdara-an) dan kemungkinan .alan nafas sulit. Diskusi pra#eda- dengan a-li
#eda- dan analisis 9atatan anestesia 4ang lalu mengenai penatalaksanaan .alan nafas
perioperatif) ukuran dan posisi pipa endotrakeal) posisi pasien) penggunaan N2" dan
pelumpu- otot merupakan -al penting 4ang -arus dilakukan. Pasien mungkin
memerlukan pemeriksaan .alan nafas saat pasien masi- sadar dengan di#erikan sedasi
dan analgesia topikal atau intu#asi saat masi- sadar dengan serat optik se#elum induksi
anestesia umum.
Pasien untuk operasi THT mungkin mempun4ai ri1a4at perokok #erat) ke9anduan
alko-ol) apnea tidur o#struktif) dan infeksi kronis saluran nafas #agian atas. Mungkin
diperlukan pemeriksaan la#oratorium pra#eda-) pen9itraan) dan pemeriksaan fungsi
.antung) paru dan -epar.
3%
/e#agai tam#a-an pada pemantauan /tandard) mungkin diperlukan tekanan dara-
intra8arterial dan keluaran urin.
=kstu#asi setela- operasi .alan nafas #agian atas memerlukan peren9anaan 4ang
#aik. Tampon faring diam#il) faring diisap) dan pasien dioksigenasi. =kstu#asi dilakukan
#ila refleks .alan nafas tela- puli- kem#ali se9ara penu-. Perdara-an .alan nafas #agian
atas 4ang #an4ak) edema) atau patologi mungkin menunda ekstu#asi di kamar #eda-.
II- O!erasi Teli"a
Pertim+a"a Umum
"perasi telinga sering termasuk melakukan pemotongan dan pemeli-araan saraf
fasial (saraf otak ke DII*. Telinga Tenga- #er-u#ungan dengan orofaring melalui Tu#a
=ustaki. Kalau tu#a ini terganggu aki#at trauma) edema) inflamasi) atau kelainan
kongenital) lu#ang angin (venting* normal dari tekanan telinga tenga- tidak ter.adi. Pada
keadaan ini) konsentrasi N2" 4ang tinggi dapat meningkatkan tekanan telinga tenga-
sampai 3++84++ mmHg dalam 1aktu 3+ menit. /e#alikn4a) pem#er-entian ti#a8ti#a dari
N2" dapat menim#ulkan resor#si 4ang 9epat dan menim#ulkan tekanan negatif dalam
telinga tenga-. Peru#a-an ini dapat mengaki#atkan peru#a-an anatomi telinga tenga-)
ruptur mem#ran timpani) disartikulasi stapes artifi9ial) kerusakanAdisrupsi graf) dan mual
munta- pas9a#eda- (P"ND*.
/elama pem#eda-an) kepala pasien sering dalam posisi ele3asi dan diputar pada
satu sisi. Posisi kepala 4ang ekstrim -arus dinilai se#elum operasi untuk menentukan
#atas rentang pergerakan) terutama pada pasien artritis atau pen4akit sere#ro3askular.
Mata -arus ditutup dengan plester.
Aestesia
Induksi dengan -ipnotik (tiopental) propofol) atau etomidat* dan pelumpu- otot
4ang mempun4ai lama ker.a singkat atau dengan induksi in-alasi) pemeli-araan
anestesia dengan anestetik 3olatil. Penggunaan N2" -arus didiskusikan dengan a-li
#eda-) N2" -arus di-entikan 3+ menit se#elum pemasangan graft mem#ran timpani.
Tindakan #eda- mikrogram pada telinga memerlukan -emostasis adekuat.
Anestetik 3olatil dan alfa atau #eta adrenergik antagonis #agus untuk memperta-ankan
tekanan dara- rata8rata !+8$+ mmHg. =le3asi kepala 1
+
untuk menurunkan #endungan
3ena dan pem#erian epinefrin lokal untuk 3asokonstriksi umumn4a dapat memper#aiki
kondisi lapangan operasi.
3'
Miringotomi dengan pemasangan pipa paling sering dilakukan untuk operasi
#eda- anak se-ari (#eda- ra1at .alan anakAam#ulatori*. Prosedur ini sangat singkat dan
umumn4a dapat dilakukan dengan anestesia sungkup muka dengan atau tanpa
pemasangan .alur 3ena. Tidak diperlukan pelumpu- otot. ,ila prosedur dilakukan tanpa
memasang .alur 3ena) fentanil intranasal (182 ugAkg ##* dan asetaminofen pra#eda- (2+
mgAkg* dapat digunakan untuk penatalaksanaan n4eri pas9a#eda-.
Harus di#erikan antiemetik karena ke.adian P"ND sangat sering pada operasi
telinga.
III- O!erasi Nasal
"perasi nasal dapat dilakukan dengan analgesia lokal atau anestesia umum. Pada
kedua teknik anestesia terse#ut) a-li #eda- akan mem#erikan kokain 4F pada mukosa
nasal) diikuti dengan suntikan lidokain 182F 4ang mengandung adrenalin 1A1++.+++ C
1A2++.+++ untuk -emostasis. "#at ini dapat menim#ulkan ter.adin4a takikardia)
-ipertensi) dan aritmia) terutama #ila dilakukan anestesia dengan -alotan. Pada pasien
de1asa se-at) kokain .angan di#erikan mele#i-i 1) mgAkg ## (setiap tetes larutan
kokain 4F mengandung 3 mg kokain*. Harus di#erikan dosis 4ang le#i- ke9il #ila
digunakan #esama8sama dengan epinefrin) anestesia dengan -alotan) atau pasien dengan
pen4akit kardio3askular. Anestesia umum di#erikan supa4a pasien tidak #ergerak)
proteksi .alan nafas) dan amnesia.
/etela- operasi kosmetik nasal) -idung tidak sta#il dan pemasangan sungkup muka
-arus dengan penu- per-itungan atau mala-an .angan dilakukan. 2mergens (#angun dari
anestesia* dan ekstu#asi 4ang mulus merupakan suatu ke-arusan untuk menurunkan
pedara-an pas9a#eda- dan meng-indari spasme laring dan keperluan 3entilasi tekanan
positif dengan sungkup muka.
Ke-ilangan dara- selama operasi nasal #an4ak dan sulit diperkirakan. Tampon
mulut dapat mengurangi ke.adian P"ND dengan men9ega- masukn4a dara- ke dalam
lam#ung. Tampon ini -arus dikeluarkan se#elum dilakukan ekstu#asi. Pipa orogastrik
-arus dipasang untuk mengeluarkan dara- 4ang masuk ke lam#ung.
Pasien dengan epistaksis #erat 4ang dilakukan ligasi arteri maksilaris interna atau
dilakukan em#olisasi sering mengalami 9emas) lela-) -ipertensi) takikardia) dan
-ipo3olemi. Pasien ini memerlukan penenteraman -ati) -idrasi) dan pera1atan. Pasien
ini dianggap lam#ung penu- dan induksi anestesia dan intu#asi endotrakeal -arus
diren9anakan dengan tepat. Hipertensi -arus dikontrol untuk mengurangi ke-ilangan
dara-. Tampon nasal posterior) 1alaupun #erguna) dapat men4e#a#kan edema dan
-ipo3entilasi. Dise#a#kan karena ke-ilangan dara- 4ang #an4ak sulit dinilai) -arus
3!+
dilakukan pemasangan .alur 3ena 4ang adekuat ( no 1! atau no 14* dan dara- untuk
transfusi -arus tersedia. Penarikan pa9king nasal posterior dapat men4e#a#kan
ke-ilangan dara- 4ang #an4ak.
III- Tosilektomi da Adeoidektomi
Pemeriksaan pra#eda- seperti ri1a4at gangguan perdara-an) apnea tidur
o#struktif) tidak ada gigi (ompong*. Harus dilakukan pemeriksaan koagulasi. Pasien
dengan apnea tidur o#struktif mungkin o#esitasAgemuk dan mungkin 3entilasi dan
intu#asi sulit. ,an4ak pasien mempun4ai pen4akit infeksi saluran nafas atas 4ang kronis
dan #erulang8ulang ter.adin4a. ,ila pasien sedang mengalami infeksi akut 4ang ditandai
dengan adan4a demam) #atuk produktif) ge.ala saluran nafas #agian #a1a-) disertai
pen4akit lain) atau umur J 1 ta-un dipertim#angkan untuk mengundurkan operasin4a
atau dira1at di I6& untuk o#ser3asi.
Ke#an4akan pasien anak dilakukan induksi in-alasi) diikuti dengan pemasangan
.alur 3ena. Teknik anestesian4a umumn4a dilakukan dengan 3olatil anestetik ditam#a-
dengan opioid (misaln4a morfin +)1 mgAkg intra3ena*. ;likopirolat (81+ ugAkg
intra3ena* kadang8kadang di#erikan untuk mengurangi sekresi dan dipertim#angkan
pem#erian antiemetik. &ntuk fasilitas intu#asi dilakukan dengan pelumpu- otot) akan
tetapi) tidak selalu diperlukan pelumpu- otot untuk dapat dilakukann4a intu#asi. /elama
manipulasi kepala dan mout- gag dapat ter.adi o#struksi pipa =TT) diskoneksi) atau
ter9a#ut. "ral 0A= tu#e mem#erikan oral akses 4ang le#i- #aik untuk a-li #eda- dan
kurang kinking dengan adan4a retraktor. "ral 0A= tu#e) sama seperti =TT oral 4ang
lainn4a) -arus difiksasi pada garis tenga- mandi#ula.
Pada ak-ir pem#eda-an) tampon -arus diangkat dan pipa orogastrik dimasukkan
untuk mengosongkan lam#ung dari dara- 4ang tertelan dan dilakukan pengisapan faring.
=kstu#asi dapat dilakukan saat anestesia WdalamP atau setela- pasien #angun dan
refleks proteksi .alan nafas tela- puli-. ,atuk aki#at adan4a =TT dapat ditekan dengan
pem#erian lidokain 181) mgAkg intra3ena menit se#elum ekstu#asi. Penggunaan .alan
nafas orofaringeal ("PA* setela- pem#eda-an dapat men4e#a#kan rusakn4a luka operasi
dan perdara-an #ila penempatan tidak dilakukan se9ara -ati8-ati di garis tenga-. Nasal
.alan nafas dapat se#agai alternatif.
/etela- ekstu#asi pasien ditempatkan di satu sisi) dengan posisi sedikit
Trendelenburg dan #erikan "2 1++F. Dengarkan adan4a o#struksi pernafasan se#elum
pasien dikirim ke PA6&. Transport pasien dengan pem#erian oksigen. Di PA6&) pasien
di#eri oksigen 3ia sungkup ) pemantauan #ergantung pada protokol di PA6&) dan
periksa apaka- faring suda- kering se#elum dipulangkan dari ruma- sakit.
3!1
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
3!2
MODUL '; : ANESTESIA BEDA. T.T II
Mengem#angkan Kompetensi <aktu (/emester 2*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi Pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
Anestesia THT 2 adala- suatu rotasi 4ang
mem#utu-kan 1aktu paling sedikit 2 #ulan (%
pekan* untuk peserta didik semester 3 keatas)
4ang meliputi anestesia untuk .enis operasi
THT dengan pen4ulit.
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid.
!" LCD Proektor dan laar
#" Laptop
%" @6P
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang puli-
4. ,angsal ra1at inapApengamatan lan.ut
Kasus @ pasien di ruang #angsal THT atau poliklinik THT
Alat #antu lati- @ model anatomi Asimulator
Penuntun #ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar tilik kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
3!3
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
TU&UAN UMUM
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik akan mempun4ai 9ukup pengeta-uan
dan kemampuan untuk melakukan pela4anan anestesiologi untuk #er#agai prosedur
#eda- THT 4ang disertai pen4ulit) men9akup e3aluasi pasien preoperatif)
meran9ang pelaksanaan anestesia) pem#erian anestesia intraoperatif) pemantauan
pasien) penatalaksanaan masa siuman (emergence* dan pas9a#eda- (pemuli-an*.
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk @
Ko$niti#
1. Mampu menilai tingkat kesulitan .alan nafas.
2. Mampu men.elaskan urutan langka-8langka- tindakan panendoskopik
(laringoskopi) esofagoskopi) #ronkoskopi dll*.
3. Meren9anakan teknik) o#at8o#at dan peralatan anestesia 4ang akan digunakan)
termasuk pemantauan pasien untuk #ronkoskopi serat optik dan #ronkoskopi
kaku.
4. Mampu men4impulkan kemungkinan komplikasi tindakan panendoskopi.
. Mampu mem#uat daftar teknik 4ang digunakan untuk mengendalikan
-emodinamik pada saat laringoskopi dan #ronkoskopi kaku.
!. Mampu men.elaskan risiko dan komplikasi tonsilektomi serta penanganann4a.
$. Mampu men.elaskan mekanisme ter.adin4a spasme laring dan penanganann4a.
%. Mampu men.elaskan algoritma penanganan kesulitan .alan nafas.
'. Mampu men.elaskan teknik tonsilektomi darurat pada a#ses peritonsilar dengan
trismus.
1+. Mampu men.elaskan prosedur trakeostomi perkutan dan krikotirotomi darurat.
11. Mampu men.elaskan prinsip 3entilasi .et 3enturi pada #eda- laser) laring dan
trakea.
12. Mengeta-ui patofisiologi apnea tidur .
)si1omotor .
1. Mem#erikan anestesia pada semua prosedur 4ang dise#utkan dalam sasaran
keterampilan kognitif
2. Menge3aluasi .alan nafas 4ang a#normal se9ara klinis dan radiologis.
3!4
3. Mem#erikan anestesia untuk tindakan #ronkoskopi kaku dan serat optik.
4. Melakukan asistensiA mem#antu prosedur intu#asi dengan #ronkoskopi serat
optik.
. Mem#erikan anestesia untuk pem#eda-an tumor kepala8le-er) termasuk
pemantauan) mana.emen 9airan dan penanganan n4eri pas9a#eda-.
!. Mem#erikan anest-esia topikal pada .alan nafas) termasuk in.eksi transkrikoid.
$. Memperta-ankan .alan nafas dengan tekanan .alan nafas positif pada o#struksi
parsial .alan nafas atas.
%. Melakukan teknik -ipotensi.
'. Memperagakan tindakan krikotirotomi darurat pada manikin.
1+. Melakukan krikotirotomi .arum dan 3entilasi .et pada pasien.
Komuni1asi @
1. Memperole- persetu.uan setela- mendapatkan informasi 4ang adekuat.
2. ,erkoordinasi dengan tim #eda- tentang mana.emen .alan nafas 4ang -arus
#er#agi tempat dengan a-li #eda-.
3. ,erkoordinasi dengan tim #eda- .ika ter.adi gangguan .alan nafas.
4. Menginformasikan tim #eda- .ika ter.adi ketidaksta#ilan -emodinamik aki#at
in.eksi epinefrin.
. Men4atakan ketidakla4akan penggunaan teknik -ipotensi kepada tim #eda-.
!. Mendiskusikan perlun4a pera1atan pas9a#eda- di I6&.
)ro#esionalisme .
1. ,eker.a sesuai standard 4ang #erlaku.
2. Memastikan persiapan matang se#agai antisipasi kesulitan penanganan .alan
nafas.
3. Meng-argai kegunaan C dengan demikian menggunakan dengan -ati8-ati dan
#enar C #ronkoskopi serat optik.
4. Men.aga dengan seksama .alan nafas pasien selama dan sesuda- operasi.
KEDNOTES:
1. Perdara-an kem#ali (re<bleeding* setela- tonsilektomi pada pediatri
umumn4a ter.adi dalam 24 .am setela- operasi tapi #isa .uga le#i- lam#at
sampai 81+ -ari.
2. Induksi anestesia pada anak dengan perdara-an karena perdara-an tonsil
dan -ipo3olemi dapat men4e#a#kan -ipotensi #erat dan -enti .antung.
3. Dise#a#kan karena lam#ung penu- dengan dara-) idealn4a induksi 9epat
dengan tekanan pada krikoid dan dengan posisi sedikit Trendelen#urg-
-arus dilakukan untuk melindungi trakea dan glotis dari aspirasi dara-
3!
atau 9airan lam#ung.
4. A#ses parafaringeal atau a#ses tonsilar dapat disertai dengan adan4a
trismus) disfagia) dan distorsi serta mengganggu .alan nafas.
. Trismus) edema .alan nafas) distorsi anatomi) sering mem#uat 3isualisasi
dengan laringoskopi untuk mem#uka glotis sulit.
!. Anestesia umum merupakan indikasi8kontra kalau ter.adi stridor pada
saat istira-at. Pertim#angan dilakukan trakeostomi dengan analgesia
lokal melalui daera- 4ang selulitis) 1alaupun tidak ideal) untuk men.amin
.alan nafas.
$. Indikasi tindakan laringoskopi adala- untuk diagnostik (#iopsi* atau
terapi (mengam#il polip pita suara* 4ang mempun4ai kemungkinan
mem#a-a4akan .alan nafas.
%. Pada direk laringoskopi dapat ter.adi edema .alan nafas pas9a#eda-.
GAMBARAN UMUM
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu mengelola pasien untuk operasi
THT dengan risiko tinggi.
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu mema-ami tentang #agaiaman 9ara
mem#erikan anestesia untuk operasi THT dengan risiko tinggi dengan aman) dapat
men9ega- dan melakukan terapi segera #ila ter.adi komplikasi.
METODE PEMBELA&ARAN
A..Proses pem#ela.aran dilaksanakan melalui metode @
!" Diskusi kelompok kecil
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
,. Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
!" ,a-an a9uan -references0
#" Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
%" Ilmu klinis dasar
6. Penuntun #ela.ar -learning guide0terlampir
D. Tempat #ela.ar -training setting0 @ ruang ra1at pasien) kamar operasi)
3!!
ruang puli- pas9a#eda-.
MEDIA
1. Kursus A pelati-an
Pelati-an di skill lab intu#asi) 5MA) spinal pada manikin.
2. ,ela.ar mandiri
3. Kulia-
Kulia- k-usus Penatalaksanaan Anestesia THT 2 termasuk semua
su# pokok #a-asan dilakukan semester 3 pekan 1.
4. Diskusi kelompok
5aporan dan diskusi tentang pro#lema preoperatif ) penatalaksanaan
.alan nafas sulit) ren9ana anestesia umum ) pemantauan dan
penatalaksanaan pas9a#eda-.
. Kun.ungan preoperatif
!. ,im#ingan pem#iusan dan asistensi di kamar operasi
Pelati-an di kamar #eda- intu#asi) 5MA) IDA pada pasien THT
dengan pen4ulit di #a1a- #im#ingan dan penga1asan staf
penga.ar.
$. Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
%. 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas
+" Continuing Profesional Development -CPD0
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
Perpustakaan) internet) skill lab
E%ALUASI
1.Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan
lisan untuk menilai kiner.a a1al peserta didik dan melakukan identifikasi
3!$
kekurangan 4ang ada. Materi pre8tes terdiri atas @
1. anatomi .alan nafas
2. analgesia topikal
3. e3aluasi .alan nafas sulit
4. #lok saraf untuk .alan nafas
. o#at 3asokonstriktor
!. .alan nafas #ersama
$. #eda- endo#ronkial
%. epiglotitis
'. a#ses retrofaringeal
1+. angioedema .alan nafas
11. tumor .alan nafas
12. perdara-an pas9atonsilektomi
13. Bhe A1A .alan nafas sulit
14. Komplikasi dan penanganann4a
1. Penatalaksanaan pas9a#eda- dan indikasi ra1at I6&
2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang
teridentifikasi) mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam
penuntun #ela.ar pada manikin anestesia #ersama teman8temann4a -peer assisted
learning0) die3aluasi ole- teman8temann4a -peer assisted evaluation0.
4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di
#a1a- penga1asan fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien
sesunggu-n4a. Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan
langsung dan mengisi lem#ar penilaian@
7 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak
dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien)
misaln4a tindakan anestesia tidak mulus se-ingga
kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
. /etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk
memper#aiki kekurangan 4ang ditemukan.
!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun
#ela.ar.
3!%
$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai 9eklis e3aluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan
atau di#eri tugas untuk memper#aiki kiner.a.
'. Pen9apaian pem#ela.aran @
Isi pre8tes @
1. 2elaskan seluru- penatalaksanaan .alan nafas sulit sesuai algoritma .alan nafas
sulit menurut A/A
2. 2elaskan teknik anestesia 4ang aman pada perdara-an tonsil 4ang memerlukan
tindakan #eda- ulang
3. 2elaskan teknik anestesia untuk tindalkan panendoskopi (laringoskopi)
esofagoskopi) #ronkoskopi*
4. 2elaskan patofisiologi apnea tidur
. 2elaskan komplikasi trakeostomi 4ang dilakukan untuk 3entilasi lama dan
trakeostomi akut untuk mengatasi o#struksi .alan nafas.
!. 2elaskan #entuk pita suara pada #er#agai keadaan) pada trauma adan4a tumor
atau paralisis.
$. 2elaskan adan4a 9o8eOisting pro#lem pada tumor kepala le-er.
%. 2elaskan ran9angan pem#erian anestesia umum pada pasien 4ang dilakukan
glosektomi atau mandi#ulektomi.
'. 2elaskan pera1atan pas9a#eda- pasien dengan #eda- laring seperti
-emilaringektomi) supraglotik) atau laringektomi total.
,entuk pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan
(semester*.
,entuk u.ian @
8 &.ian ak-ir stase
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
!" Pengetahuan
8 M6H
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
3!'
8 &.ian lisan
#"Iognitif
8 =MH (23tended /edical 4uestion*
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
%" 1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6= (@b$ective 1tructure Clinical 23amination*
8 /inicheck
&"Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
'"Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Anamnesis) periksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A @
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATI6/) o#at
4 Pemasangan monitor
ANESTESIA
1 Induksi anestesia umum (intu#asi) 5MA*
2 Maintena9e dan pengakiran anestesia
3$+
3 Anestesia intra3ena
4 Pem#erian 9airan dan transfusi
Komplikasi dan penanganann4a
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital
2 Penanganan mual munta- dan n4eri pas9a#eda-
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur standard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
3$1
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
3$2
Tanda tangan dan nama terang
MATERI A>UAN
'- Perdara,a tosil
Perdara-an kem#ali (rebleeding* setela- tonsilektomi pada pediatri umumn4a
ter.adi dalam 24 .am setela- operasi tapi #isa .uga le#i- lam#at sampai 81+ -ari. Dapat
terli-at adan4a -ematemesis) takikardia) sering menelan) pu9at dan o#struksi .alan nafas.
,an4akn4a ke-ilangan dara- sering tidak dapat diperkirakan karena dara-n4a ditelan.
Induksi anestesia pada anak dengan perdara-an dan -ipo3olemi dapat
men4e#a#kan -ipotensi #erat dan -enti .antung. Diperlukan akses intra3ena 4ang
adekuat dan pasien -arus diresusitasi dengan adekuat (#ila diperlukan dengan produk
dara-* se#elum dilakukan tindakan pem#eda-an. Hematokrit) pemeriksaan koagulasi)
dan tersedian4a produk dara- -arus dipastikan. Dosis o#at anestetik -arus dikurangi
pada pasien dengan -ipo3olemia.
Dise#a#kan karena lam#ung penu- dengan dara-) idealn4a induksi 9epat dengan
tekanan pada krikoid dan dengan posisi sedikit Trendelen#urg- -arus dilakukan untuk
melindungi trakea dan glotis dari aspirasi dari dara- atau 9airan lam#ung. Dua #ua- isap
-arus siap dan stilet pipa endotrakeal satu nomor le#i- ke9il dari 4ang diperkirakan
-arus suda- tersedia. A-li #eda- -arus suda- siap di kamar #eda-. =kstu#asi paling
aman setela- pasien #angun.
(- A+ses !ara1ari"eal atau a+ses tosilar
Dapat disertai dengan adan4a trismus) disfagia) dan distorsi serta .alan nafas 4ang
terganggu. A-li #eda- -arus mampu untuk melakukan dekompresi a#ses dengan
melakukan aspirasi dengan .arum se#elum induksi anestesia. ,ila diperlukan) dilakukan
intu#asi dengan serat optik dengan pasien dalam keadaan #agun. Penatalaksanaan
anestesia dan prosedur ekstu#asi sama dengan untuk tonsilektomi. Pada angina 5ud1ig
suatu selulitis pada rongga su#mandi#ula dan su#lingua 4ang dapat meluas ke
kompartemen le-er di #agian anterior. Trismus) edema .alan nafas) distorsi anatomi
3$3
sering mem#uat 3isualisasi dengan laringoskopi untuk mem#uka glotis sulit. Anestesia
umum merupakan indikasi8kontra kalau ter.adi stridor pada saat istira-at. Pertim#angan
dilakukan trakeostomi dengan analgesia lokal melalui daera- 4ang selulitis) 1alaupun
tidak ideal) untuk men.amin .alan nafas.
2- Lari"osko!i la"su"
Indikasi tindakan laringoskopi adala- untuk diagnostik (#iopsi* atau terapi
(mengam#il polip pita suara* 4ang mempun4ai kemungkinan mem#a-a4akan .alan
nafas. =3aluasi pemeriksaan pen9itraan (M0I atau 6T8s9an* dan pemeriksaan
la#oratorium (pulmonar flow<volume loops* dapat menolong melakukan identifikasi
a#normalitas .alan nafas dan kemungkinan pro#lema perioperatif. ,an4ak pasien
mempun4ai ri1a4at perokok dan pen4akit kardiopulmonal.
Pada laringoskopi langsung dapat ter.adi edema .alan nafas pas9a#eda-) dan untuk
terapi dapat di#erikan deksametason 481+ mg intra3ena. Tam#a-an terapi lain adala-
ele3asi kepala) -umidifikasi oksigen melalui sungkup ) nebuliAer racemic epinefrin.
Kadang8kadang) peng-entian nebuliAer racemic epinefrin menim#ulkan kem#alin4a
edema .alan nafas.
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
MODUL '< : ANESTESIA BEDA. MATA
Mengem#angkan kompetensi <aktu (/emester 2*
3$4
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
Anestesia #eda- mata adala- suatu rotasi 4ang
mem#utu-kan 1aktu paling sedikit 2 #ulan (%
pekan* untuk peserta didik semester 2 keatas)
4ang meliputi anestesia #eda- mata ra1at inap
dan ra1at .alan.
PERSIAPAN SESI
Audiovisual Aid.
!" LCD Proektor dan laar
#" Laptop
%" @6P
&" Flipchart
'" Pemutar video
Materi presentasi@
CD PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang puli-
4. ,angsal ra1at inapApengamatan lan.ut
Kasus @ pasien di ruang mata atau poliklnik mata
Alat #antu lati- @ model anatomi Asimulator
Penuntun #ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar tilik kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4)
4t- ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
TU&UAN UMUM
/etela- mengikuti rotasi ini peserta didik mempun4ai 9ukup pengeta-uan dan
3$
kemampuan untuk melakukan pela4anan anestesiologi untuk #er#agai prosedur #eda-
mata #aik untuk operasi ra1at .alan maupun ra1at inap) men9akup e3aluasi pasien
preoperatif) meran9ang pelaksanaan anestesia) pem#erian anestesia intraoperatif)
pemantauan pasien) penatalaksanaan masa siuman (emergence0 4ang mulus) men9ega-
komplikasi 4ang mungkin ter.adi dan penatalaksanaan pas9a#eda- (pemuli-an*.
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan untuk @
Iognitif
1. Mema-ami anatomi mata dan iner3asi 4ang dapat #er-u#ungan dengan
anestesia.
2. Mema-ami fisiologi tekanan intraokular dan -al8-al 4ang mempengaru-in4a.
3. Mema-ami farmakologi dan dampak fisiologik o#at8o#at topikal 4ang #iasa
digunakan dalam prosedur #eda- mata serta interaksin4a dengan o#at8o#at
anestetik.
4. Mema-ami seleksi pasien untuk #eda- mata ra1at .alan.
. Mema-ami persiapan pra#eda-) antara lain@
puasa pada pasien de1asa dan pediatrik
premedikasi
persetu.uan setela- menerima informasi 4ang adekuat
Mema-ami pemantauan standard 4ang -arus ada pada setiap prosedur
#eda- mata.
Mema-ami teknik anestesia 4ang #enar untuk #er#agai prosedur #eda-
mata.
Mema-ami risiko dan komplikasi #er#agai prosedur #eda- mata.
Psikomotor@
1. Melakukan pemeriksaan dan persiapan anestesia 4ang #enar untuk pasien #eda-
mata.
2. Mendeteksi kelainan fisis maupun sistem tu#u- 4ang diderita pasien #eda- mata)
mem#uat klasifikasi A/A dengan #enar serta meren9anakan teknik anestesia
3$!
4ang tepat) termasuk persiapann4a.
3. Men.elaskan teknik analgesia regional untuk #eda- mata.
4. Melakukan teknik anestesia untuk men9ega- peningkatan tekanan intraokular.
. Mem#erikan anestesia umum dengan teknik 4ang tepat untuk #eda- mata.
!. Melakukan pemantauan 4ang 9ermat di-u#ungkan dengan risiko dan komplikasi
#eda- mata.
$. Dapat mendeteksi dini komplikasi 4ang ter.adi dan mengam#il tindakan 4ang
tepat untuk mengatasi.
%. Mampu men.elaskan keuntungan dan kerugian Pekstu#asi sadarP dan Pekstu#asi
dalamP.
Iomunikasi@
1. Dapat men.elaskan se9ara lisan maupun tertulis kepada pasien atau keluargan4a
tentang teknik anestesia 4ang akan dilakukan) kemungkinan interaksi dengan
teknik pem#eda-an serta kemungkinan komplikasin4a.
2. Mengadakan komunikasi dengan a-li #eda- tentang interaksi keadaan pasien
dengan teknik anestesia dan mendiskusikan -al8-al 4ang perlu ditempu- untuk
men9ega- komplikasi.
3. Melakukan sera- terima pasien dengan mem#erikan men.elaskan se9ara terang
dengan petugas di ruang puli-.
Profesionalisme.
1. Men4adari perlun4a komunikasi dengan seluru- tim #eda- mata untuk men9ega-
dan mengantisipasi komplikasi 4ang mungkin tim#ul selama dan sesuda-
prosedur #eda- mata.
2. Meren9anakan dan mem#erikan anestesia dengan penu- tanggung.a1a# sesuai
/"P) etika dan norma 4ang #erlaku dengan prioritas pada keselamatan pasien.
3. Disiplin 1aktu) datang tepat 1aktu
4. ,eker.a efisien dan 9epat men4esuaikan
. Mema-ami ke#utu-an pasien8pasien geriatri
KEYNOTES:
1. Ke#an4akan o#at anestetik menurunkan atau tidak mempun4ai pengaru-
pada tekanan intraokular
2. Tekanan intraokular normaln4a adala- 1282+ mmHg
3. Traksi otot ekstraokular atau tekanan pada #ola mata dapat menim#ulkan
3ariasi 4ang le#ar dari aritmia .antung dari mulai #radikardia dan
3entrikular ektopik sampai asistol 3entrikular atau 3entrikular fi#rilasi
(refleks okulokardiak0.
4. Penatalaksanaan refleks okulokardiak adala-@ 1* segera #erita-u a-li
#eda-n4a dan -entikan sementara pem#eda-an sampai den4ut .antung
meningkat) 2* konfirmasi adekuat 3entilasi) oksigenasi) dan ke dalaman
anestesia) 3* #erikan atropin intra3ena (1+ ugAkg* #ila gangguan konduksi
3$$
menetap) 4* pada episode 4ang mem#andel) lakukan infiltrasi otot rektus
dengan analgesia lokal. 0efleks pada umumn4a melema- sendiri (-ilang
sendiri* dengan pengulangan traksi pada otot ekstraokular.
. Tetes mata 4ang di#erikan se9ara topikal dia#sor#si melalui pem#ulu-
dara- dalam sakus kon.unti3a dan mukosa duktus nasolakrimalis
se-ingga dapat mempun4ai efek sistemik.
GAMBARAN UMUM
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu mengelola pasien untuk operasi
mata #aik operasi mata elektif atau darurat.
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan mampu mema-ami tentang anatomi mata
dan fisiologi tekanan intraokular) farmakologi o#at8o#atan topikal mata) farmakologi
o#at8o#at analgetik lokal) kelainan8kelainan kongenital multipel 4ang meli#atkan
kelainan mata) patofisiologi mual8munta-) patofisiologi refleks okulokardiak)
patofisiologi sindroma seperti -ipertermia malignan) anestesia #eda- mata intraokular)
anestesia #eda- mata ekstraokular) pemantauan pasien dalam sedasi ringan sampai #erat)
penatalaksanaan pas9a#eda- mata ter-adap n4eri) mual munta- dan komplikasi 4ang
lain) anestesia umum nafas spontan 3s anestesia umum nafas kendali
METODE PEMBELA&ARAN
A..Proses pem#ela.aran dilaksanakan melalui metode @
1. Diskusi kelompok ke9il
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
,. Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
1. ,a-an a9uan
2. Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
3. Ilmu klinis dasar
6. Penuntun #ela.ar terlampir
D. Tempat #ela.ar @ ruang ra1at pasien) kamar operasi) ruang puli- pas9a#eda-.
3$%
MEDIA
1. Kursus A pelati-an
Pelati-an di skill lab intu#asi) 5MA pada manikin.
2. ,ela.ar mandiri
3. Kulia-
Kulia- k-usus penatalaksanaan anestesia #eda- mata termasuk
semua su# pokok #a-asan dilakukan semester 2 pekan 1.
4. Diskusi kelompok
5aporan dan diskusi tentang pro#lema preoperatif ) penatalaksanaan
.alan nafas) anestesia umum (intu#asi) 5MA*) pemantauan dan
penatalaksanaan pas9a#eda-.
. Kun.ungan preoperatif
!. ,im#ingan pem#iusan dan asistensi di kamar operasi
Pelati-an di kamar #eda- intu#asi) 5MA) pada pasien #eda- mata
dengan #im#ingan dan penga1asan staf penga.ar.
$. Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
%. 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas
+" Continuing Profesional Development -CPD0
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
Perpustakaan) internet) skill lab
E%ALUASI
1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan lisan untuk
menilai kiner.a a1al peserta didik dan melakukan identifikasi kekurangan 4ang
ada. Materi pre8tes terdiri atas @
8 Anatomi mata dan fisiologi tekanan intraokular
8 :armakologi o#at8o#atan topikal mata
8 :armakologi o#at8o#at analgetik lokal
8 Kelainan8kelainan kongenital multipel 4ang meli#atkan kelainan mata
3$'
8 Patofisiologi mual8munta- (P"ND*
8 Patofisiologi refleks okulokardiak
8 Patofisiologi sindroma seperti -ipertermia malignan
8 Anestesia #eda- mata intraokular
8 Anestesia #eda- mata ekstraokular
8 Pemantauan pasien dalam sedasi ringan sampai #erat
8 Anestesia umum nafas spontan 3s anestesia umum nafas kendali
8 Penga1asan intra operasi) komplikasi dan penanganann4a
8 Penatalaksanaan pas9a#eda- mata ter-adap n4eri) mual munta- dan
komplikasi lainn4a
2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang
teridentifikasi) mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam
penuntun #ela.ar pada manikin anestesia #ersama teman8temann4a -peer assisted
learning0) die3aluasi ole- teman8temann4a -peer assisted evaluation0.
4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di
#a1a- penga1asan fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien
sesunggu-n4a. Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan
langsung dan mengisi lem#ar penilaian@
7 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak
dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien)
misaln4a tindakan anestesia tidak mulus se-ingga
kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
. /etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk
memper#aiki kekurangan 4ang ditemukan.
!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun
#ela.ar.
3%+
$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai 9eklis e3aluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan
atau di#eri tugas untuk memper#aiki kiner.a.
'. Pen9apaian pem#ela.aran @
Isi pre8tes @
1. 2elaskan anatomi dan fisiologi #ola mata
2. 2elaskan pem#entukan dan pengaliran -umor aMueosa
3. 2elaskan fisiologi tekanan intraokular dan pengaru- anestesia dan pem#eda-an
ter-adap tekanan intraokular
4. 2elaskan refleks 4ang ter.adi 4ang #erkaitan dengan manipulasi mata
. 2elaskan o#at 4ang dipergunakan pada mata ter-adap pelaksanaan anestesia
!. ,agaimana mempersiapkan anestesia untuk #er#agai ma9am operasi mata serta
penatalakasanaan anestesia pada #er#agai situasi .
$. 2elaskan komplikasi mata pas9a#eda-
,entuk pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan
(semester*.
,entuk u.ian @
8 &.ian ak-ir stase
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
1. Pengeta-uan
8 M6H
8 =MH
8 &.ian lisan
2.Kognitif
8 =MH
8 Multiple o#ser3ation and assessments
8 Multiple o#ser3ers
8 "/6=
3%1
8 Mini9-e9k
3. /kill
8 Multiple o#ser3ation and assessments
8 Multiple o#ser3ers
8 "/6=
8 Mini9-e9k
4.6ommuni9ation and Interpersonal /kills
8 Multiple o#ser3ation and assessments
8 Multiple o#ser3ers
.Profesionalisme
8 Multiple o#ser3ation and assessments
8 Multiple o#ser3ers
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Anamnesis) pemeriksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A @
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATI6/) o#at
4 Pemasangan monitor
ANESTESIA
1 Anestesia umum (intu#asi) 5MA*
2 Teknik MA6
3 =kstu#asi dan emergens 4ang mulus
4 Pem#erian 9airan
Komplikasi dan penanganann4a
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
3%2
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital
2 Penanganan mual munta- dan n4eri pas9a#eda-
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur standard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
3%3
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
3%4
MATERI A>UAN
Fisiolo"i Tekaa Itraokular
Mata dapat dipertim#angkan se#agai suatu #idang 9ekung dengan dinding 4ang
kaku. ,ila isi dari 9ekungan itu meningkat) tekanan intraokular (TI" 4ang normaln4a
1282+ mmHg* akan meningkat. /e#agai 9onto-) glaukoma adala- suatu keadaan 4ang
dise#a#kan o#struksi aliran -umor aMueous. Hal 4ang sama) tekanan intraokular akan
naik #ila 3olume dara- dalam #ola mata meningkat. /uatu peningkatan dari tekanan
3ena akan meningkatkan tekanan intraokular dengan menurunkan drainase aMueous dan
meningkatkan 3olume dara- koroidal. Peru#a-an ekstrim tekanan dara- dan 3entilasi
.uga mempengaru-i tekanan intraokular (li-at ta#el 1*. /etiap ke.adian anestesia 4ang
mengu#a- parameter ini dapat mempengaru-i tekanan intraokular (misaln4a
laringoskopi) intu#asi) o#struksi .alan nafas) #atuk) posisi trendelen#urg*.
Alternatifn4a) pengurangan ukuran #ola mata tanpa peru#a-an proporsional pada
isin4a akan meningkatkan tekanan intraokular. Tekanan pada mata karena sungkup muka
4ang sangat rapat) posisi telungkup 4ang tidak #aik) perdara-an retro#ul#er dapat
men4e#a#kan peningkatan TI" 4ang #esar.
Tekanan intraokular menolong memperta-ankan #entuk dan karena itu #erarti
untuk fungsi mata untuk meli-at. Dariasi tekanan intraokular 4ang temporari umumn4a
dapat ditolerensi dengan #aik ole- mata 4ang normal. Dalam ken4ataann4a)
#erkedipAblinking meningkatkan tekanan se#esar mmHg dan melirik
AmengedipAsFuinting meningkatkan tekanan se#esar 2! mmHg. Keadaan episode
peningkatan TI" selintas pada pasien dengan tekanan arteri optalmik renda- (misaln4a
-ipotensi kendali) arteriosklerosis 4ang mengenai arteri retina*) akan tetapi) mungkin
mem#a-a4akan perfusi retina dan men4e#a#kan iskemi retina.
Ta#el 1@ Pengaru- 3aria#el kardiak dan respirasi ter-adap TI"
Daria#el =fek pada TI"
Tekanan 3ena sentral
Meningkat
Menurun
```
aaa
3%
Tekanan dara- arteri
Meningkat
Menurun
`
a
Pa6"2
Meningkat (-ipo3entilasi*
Menurun (-iper3entilasi*
``
aa
Pa"2
Meningkat
Menurun
+
`
Keterangan @ aQ menurun (ringan) sedang) #erat*) `Q (ringan) sedang) #erat*) +Q
tidak ada efekn4a.
,ila #ola mata ter#uka selama operasi tertentu (ta#el 2* atau setela- trauma 4ang
menim#ulkan perforasi) tekanan intraokular sama dengan tekanan atmosfir. /etiap faktor
4ang normaln4a meningkatkan tekanan intraokular akan #ertendensi menurunkan
3olume intraokular dengan drainase aMueous atau ekstrusi 3itreus melalui luka 4ang
ter#uka. =kstrusi 3itreus adala- suatu komplikasi 4ang serius 4ang dapat menim#ulkan
kerusakan pengli-atan 4ang permanen.
Ta#el 2@ Prosedur pem#eda-an mata ter#uka
=kstraksi katarak
Per#aikan laserasi kornea
Transplantasi kornea (keratoplasti penetrasi*
3%!
Iridektomi perifer
Pengam#ilan #enda asing
Per#aikan ruptur #ola mata
Implantasi lensa intraokular sekunder
Tra#ekulektomi (dan prosedur filter 4ang lain*
Ditrektomi
Per#aikan luka 4ang #o9or

E1ek o+at aestetik ter,ada! tekaa itraokular
Ke#an4akan o#at anestetik menurunkan atau tidak mempun4ai pengaru- pada
tekanan intraokular (ta#el 3*. Anestetik in-alasi menurunkan tekanan intraokular
se#anding dengan dalamn4a anestesia) makin dalam anestesia makin turun tekanan
intraokular. Penurunan ini dise#a#kan ole- #er#agai -al @ 1* penurunan tekanan dara-
mengurangi 3olume koroidal) 2* relaksasi otot ekstraokular akan menurunkan tegangan
dinding #ola mata) 3* konstriksi pupil memfasilitasi pengaliran aMueous. "#at anestetik
intra3ena .uga menurunkan TI" dengan penge9ualian ketamin 4ang umumn4a
menaikkan tekanan dara- dan tidak menim#ulkan relaksasi otot ekstraokular.
Ta#el @ =fek o#at anestetik pada tekanan intraokular
"#at =fek pada TI"
Anestetik in-alasi
Anestetik 3olatil
N2"
aa
a
Anestetik intra3ena
,ar#iturat
,en?odia?epin
Ketamin
aa
aa
K
3%$
"pioid a
Pelumpu- "tot
Depolarisasi (suksinilkolin*
Non depolarisasi
``
+Aa
Pem#erian topikal o#at antikolinergik men4e#a#kan dilatasi pupil (midriasis*)
4ang mempresipitasi angle<closure glaucoma. Dosis sistemik sulfas atropin tidak
di-u#ungkan dengan -ipertensi intraokular) dengan penge9ualian pasien dengan
glaukoma.
/uksinilkolin meningkatkan tekanan intraokular se#esar 81+ mmHg selama 81+
menit setela- pem#erian) melalui kontraksi otot ekstraokular. Tidak seperti otot skelet
4ang lainn4a) otot ekstraokular mengandung sel dengan mutiple neuromuscular $unction.
Pengulangan depolarisasi dari sel ini ole- suksinilkolin men4e#a#kan kontraksi 4ang
lama. Peningkatan tekanan intraokular mempun4ai #e#erapa efek. Itu akan
men4e#a#kan nilai pengukuran palsu dari pemeriksaan tekanan intraokular di #a1a-
anestesia pada pasien glaukoma) se-ingga ada kemungkinan ter.adin4a dilakukan
tindakan operasi 4ang se#etuln4a tidak diperlukan. /elan.utn4a) peningkatan tekanan
intrakranial dapat men4e#a#kan ekstrusi dari isi #ola mata melalui luka operasi atau
trauma. =fek ak-ir dari kontraksi 4ang lama dari otot ekstraokular adala- a#normaln4a
forced duction test selama 2+ menit. Tindakan ini untuk menge3aluasi pen4e#a#
im#alan9e otot ekstraokular dan mungkin dipengaru-i ole- tipe operasi stra#ismus 4ang
dilakukan. ,endungan dari pem#ulu- dara- koroidal .uga #erperan ter-adap kenaikan
tekanan intraokular. "#at pelumpu- non depolarisasi tidak meningkatkan tekanan
intraokular.
Re1leks okulokardiak
Traksi otot ekstraokular atau tekanan pada #ola mata dapat menim#ulkan 3ariasi
4ang le#ar dari aritmia .antung dari mulai #radikardia dan 3entrikular ektopik sampai
sinus arest atau 3entrikular fi#rilasi. 0efleks ini) permulaann4a diuraikan pada ta-un
1'+%) terdiri dari .alur trigeminal aferen (D1* dan 3agal aferen. 0efleks okulokardiak
paling umum ter.adi pada pasien pediatrik 4ang dilakukan operasi stra#ismus. Meskipun
demikian) refleks ini dapat ter.adi pada semua kelompok umur dan selama prosedur
mata apapun) termasuk ekstraks katarak) enukleasi) per#aikan a#lasio retina. Pada pasien
3%%
4ang #angun) adan4a okulokardiak refleks akan men4e#a#kan pasien .adi somnolen dan
mual.
"#at antikolinergik sering menolong dalam men9ega- refleks okulokardiak.
Atropin atau glikopirolat intra3ena segera di#erikan se#elum dilakukan operasi le#i-
efektif daripada premedikasi intramuskular. Ini -arus diingat #a-1a pem#erian
antikolinergik dapat #er#a-a4a pada pasien tua) 4ang mempun4ai pen4akit .antung
koroner. ,lok retro#ul#er atau mendalamkan anestesia dapat digunakan) akan tetapi)
teknik ini mempun4ai risiko tersendiri. ,lok retro#ul#er dalam ken4ataann4a dapat
menim#ulkan refleks okulokardiak. Ke#utu-an profilaksis masi- kontro3ersial.
Penatalaksanaan refleks okulokardiak adala-@ 1* segera #erita-u a-li #eda-n4a dan
-entikan sementara pem#eda-an sampai den4ut .antung meningkat) 2* konfirmasi
adekuat 3entilasi) oksigenasi) dan kedalaman anestesia) 3* #erikan atropin intra3ena (1+
ugAkg* #ila gangguan konduksi menetap) 4* pada episode 4ang mem#andel) lakukan
infiltrasi otot rektus dengan analgesia lokal. 0efleks pada umumn4a melema- sendiri
(-ilang sendiri* dengan pengulangan traksi pada otot ekstraokular.
Eks!asi "as itraokular
;elem#ung gas mungkin disuntikkan ole- dokter mata ke dalam posterior 9-am#er
selama operasi 3itreus. /untikan udara intra3itreal akan #ertendensi mendatarkan retina
4ang a#lasio dan ter.adi pen4em#u-an se9ara anatomi. ;elem#ung udara ini akan
diserap dalam -ari dengan difusi gradual melalui .aringan dan masuk ke dalam aliran
dara-. ,ila pasien di#erikan N2") #esarn4a gelem#ung ini akan meningkat) -al ini
dise#a#kan karena N2" 3 kali le#i- larut daripada nitrogen di dalam dara-. 2adi) -al ini
#ertendensi untuk difusi ke dalam gelem#ung udara le#i- 9epat daripada nitrogen
(komponen utama udara* 4ang dia#sor#si ke dalam aliran dara-. ,ila gelem#ung udara
mem#esar setela- mata ditutupAdi.a-it) akan ter.adi kenaikan tekanan intraokular.
/ulfur -eksaflourida (/:!* adala- gas 4ang innert 4ang kurang larut dalam dara-
di#andingkan dengan nitrogen dan N2". Mempun4ai lama ker.a 4ang le#i- pan.ang
(sampai 1+ -ari* di#andingkan dengan gelem#ung udara se-ingga dapat mem#erikan
keuntungan #agi dokter mata. &kuran gelem#ung men.adi dua kali lipat dalam 1aktu 24
.am setela- pen4untikkan) se#a# nitrogen dari udara inspirasi masuk ke gelem#ung le#i-
9epat daripada /:! difusi ke aliran dara-. Meskipun demikian) ke9uali kalau 3olume
#esar dari /:! disuntikkan) pem#esaran gelem#ung 4ang lam#at tidak selalu
meningkatkan tekanan intraokular. Kalau pasien di#erikan N2") ukuran gelem#ung
akan meningkat dengan 9epat dan men4e#a#kan -ipertensi intraokular. Inspirasi dengan
N2" $+F akan meningkatkan gelem#ung 3 kali lipat dari 1 ml gelem#ung dan
peningkatan tekanan dua kali lipat pada mata 4ang tertutup dalam 1aktu 3+ menit.
3%'
Peng-entian N2" akan men4e#a#kan rea#sor#si gelem#ung) 4ang men.adi 9ampuran
N2" dengan /:!. Konsekuensi dari penurunan tekanan intraokular akan mempresipitasi
pelepasan retina.
Komplikasi8komplikasi ini termasuk pem#esaran gelem#ung gas dapat di9ega-
dengan meng-entikan N2" paling lam#at 1 menit se#elum men4untikkan udara atau
/:!. Dengan .elas .umla- 1aktu 4ang diperlukan untuk mengeluarkan N2" dari dara-
akan #ergantung pada #e#erapa faktor) termasuk fres- gas flo1 rate dan 3entilasi
al3eolus 4ang adekuat. Kedalamam anestesia -arus diperta-ankan dengan pem#erian
o#at anestetik 4ang lain. N2" -arus di-indari sampai gelem#ung diserap ( -ari setela-
pen4untikkan udara dan 1+ -ari setela- pen4untikkan /:!*.
E1ek Sistemik dari o+at mata
Tetes mata 4ang di#erikan se9ara topikal dia#sor#si melalui pem#ulu- dara- dalam
sakus kon.ungti3a dan mukosa duktus nasolakrimalis. /atu tetes (kira8kira 1A2+ ml* dari
fenilefrin 1+F #erisi mg o#at) se#anding dengan dosis intra3ena fenilefrin +)+81 mg
4ang digunakan untuk terapi -ipotensi. "#at 4ang di#erikan se9ara topikal dia#sor#si
dengan ke9epatan intermediat antara suntikan intra3ena dan su#kutis (dosis toksik
fenilefrin 4ang di#erikan se9ara su#kutan adala- 1+ mg*. Anak8anak dan geriatri
#erisiko untuk efek toksik dari o#at 4ang di#erikan se9ara topikal dan -arus menerima
paling #an4ak larutan fenilefrin 2)F.
Ta#el 3@ =fek sistemik dari o#at mata
"#at Mekanisme Ker.a =fek
A9et4l9-olin 6-olinergik agonist (miosis* ,ron-ospasme)
#radikardia) -ipotensi
A9eta?olamide In-i#isi 9ar#onik an-idrase
(menurunkan TI"*
Diuresis) -ipokalemi)
meta#olik asidosis
Atropin Antikolinergik (midriasis* 6entral antikolinergik
s4ndrome
3'+
649lopentolate Antikolinergik (midriasis* Disorientasi) psikosis)
kon3ulsi
=kotiopat Kolinesterase in-#itor (miosis)
penurunan TI"*
,ronkospasme)
peman.angan efek
suksinilkolin dan
mi3akurium
=pinefrin /impat-eti9 agonis (midriasis)
menurunkan TI"*
Hipertensi) #radikardia)
takikardia) sakit kepala
P-enilefrin Alp-a adrenergik agonis
(midriasis) 3asokonstriksi*
Hipertensi) takikardia)
disritmia
/9opolamine Antikolinergik (midriasis)
3asokonstriksi*
6entral antikolinergik
s4ndrome
Timolol ,eta adrenergik #loking
(menurunkan TI"*
,radikardia) asma) gagal
.antung 9ongestif
=kotiopat adala- suatu kolinesterase in-i#itor ire3ersi#el 4ang digunakan untuk
terapi glaukoma. Pada pem#erian topikal dapat ter.adi a#sor#si sistemik dan #eraki#at
penurunan akti3itas kolinesterase plasma. Dise#a#kan karena suksinilkolin dan
mi3akurium dimeta#olisme ole- en?im ini) ekotiopat akan memperpan.ang lama
ker.an4a. Peng-am#atan akti3itas kolinesterase #erak-ir untuk 38$ pekan setela-
pem#erian ekotiopat tetes di-entikan. =fek samping muskarinik) seperti #radikardia
selama induksi) dapat di9ega- pem#erian antikolinergik misaln4a atropin dan
glikopirolatr.
Tetes mata epinefrin dapat men4e#a#kan -ipertensi) takikardia) dan 3entrikular
disritmia) efek disritmogenik potensiasi dengan -alotan. Pem#erian langsung epinefrin
pada anterior 9-am#er mata tidak menim#ulkan toksisitas kardio3askular.
3'1
Timolol) suatu #eta adrenergik antagonis non selektif) mengurangi tekanan
intraokular dengan menurunkan produksi -umor aMueous. Pem#erian timolol topikal
pada mata) umumn4a digunakan untuk terapi glaukoma) .arang di-u#ungkan dengan
#radikardia 4ang resisten dengan atropin) -ipotensi) dan #ronkospasme selama anestesia
umum.
Aestesia umum utuk +eda, mata
Pemili-an antara anestesia umum dan analgesia lokal -arus dilakukan dengan
mengikut sertakan pasien) spesialis anestesia) dan spesialis #eda- mata 4ang melakukan
tindakan pem#eda-an. ,e#erapa pasien menolak dilakukan analgesia lokal dise#a#kan
ke9emasan takut #angun selama prosedur pem#eda-an atau sakit saat dilakukan
analgesia lokal. <alaupun tidak ada #ukti #a-1a sala- satu teknik anestesia le#i- aman)
analgesia lokal kurang menim#ulkan stres. Anestesia umum diindikasikan untuk pasien
anak dan de1asa 4ang tidak kooperatif) misaln4a kepala sedikit #ergerak 4ang dapat
menim#ulkan ke9elakaan selama dilakukan #eda- mikrogram. Kom#inasi lokal8general
anestesia) suatu teknik sedasi dalam) sering menim#ulkan pro#lema dengan .alan nafas)
maka -arus di-indari dise#a#kan mempun4ai risiko kom#inasi aki#at analgesia lokal
dan anestesia umum.
Premedikasi
Pasien 4ang akan dilakukan operasi mata mungkin ketakutan) terutama #ila
dilakukan multiple prosedur dan ada kemungkinan ke#utaan 4ang permanen. Pasien
pediatrik sering di-u#ungkan dengan adan4a 9a9at kongenital (misaln4a sindrom ru#ela)
sindrom ;olden-ar) Down sndrom*. Pasien de1asa pada umumn4a geriatri) dengan
#an4ak sekali pen4akit sistemik (misaln4a -ipertensi) dia#etes melitus) pen4akit .antung
koroner*. :aktor8faktor terse#ut -arus diper-atikan #ila memili- premedikasi.
Iduksi
Pemili-an teknik induksi untuk operasi mata terutama #ergantung pada pen4akit
4ang men4ertain4a daripada kepada pen4akit mata atau tindakan pem#eda-ann4a. /atu
penge9ualian adala- pasien dengan ruptur #ola mata. Kun9i dari induksi anestesia pada
pasien dengan 9edera mata ter#uka adala- mengendalikan tekanan intraokular dengan
melakukan induksi 4ang mulus. K-ususn4a) #atuk selama induksi -arus di-indari
dengan mendalamkan anestesia dan paralisis. 0espons TI" ter-adap laringoskopi dan
intu#asi) dapat ditumpulkan dengan pem#erian lidokain intra3ena 1) mgAkg ## atau
3'2
opioid (misaln4a remifentanil +)81 ugAkg atau alfentanil 2+ ugAkg*. Pelumpu- otot 4ang
digunakan .angan suksinilkolin karena mempengaru-i TI". Ke#an4akan pasien dengan
9edera #ola mata ter#uka tidak puasaAlam#ung penu- dan memerlukan teknik rapid<
seFuence induction.
Pemataua da Rumata
Pada operasi mata) anestetis .au- dari .alan nafas pasien) se-ingga penting untuk
melakukan pemantauan ketat dengan oksimetri pulsa dan kapnograf. Kinking dan
o#struksi pipa endotrakeal dapat dikurangi dengan menggunakan pipa endotrakeal
k-usus 4ang melengkung di daera- #i#ir. Kemungkinan aritmia 4ang dise#a#kan
okulokardiak refleks men4e#a#kan pentingn4a dilakukan pemantauan =K; kontin4u
dan #un4i den4ut nadi -arus dapat didengar. Pada pediatri) temperatur tu#u- #a4i sering
meningkat selama operasi mata karena kain operasi 4ang men4elimuti seluru- tu#u-n4a.
Pemantauan end<tidal 6"2 dapat mem#edakann4a dengan -ipertermia malignan.
N4eri dan stres pada operasi mata le#i- ke9il di#andingkan dengan operasi
a#domen #esar. 5e3el anestesia 4ang le#i- dangkal suda- 9ukup asal pasien tidak
#ergerak saat operasi. Kurangn4a rangsangan kardiak dari operasi mata diga#ung
dengan ke#utu-an kedalaman anestesia dapat men4e#a#kan -ipotensi pada geriatri.
Pro#lema ini umumn4a dapat di9ega- dengan memperta-ankan -idrasi 4ang adekuat)
mem#erikan dosis ke9il efedrin (28 mg*) atau paralisis adekuat dengan pelumpu- otot
non depolarisasi. Dengan memakai pelumpu- otot maka dapat diatur le3el anestesia
4ang le#i- dangkal.
Munta- 4ang dise#a#kan rangsangan 3agal umumn4a merupakan pro#lema
pas9a#eda-) terutama pada operasi stra#ismus. =fek 3alsal3a dan peningkatan tekanan
3ena sentral karena munta-) mempun4ai efek #uruk ter-adap -asil operasi dan
meningkatkan risiko te.adin4a aspirasi. Pem#erian metoklopromid (1+ mg pada de1asa*
atau 8HT3 antagonis (misaln4a ondansetron 4 mg pada de1asa* intraoperatif
menurunkan ke.adian post operative nausea and vomiting (P"ND*. Antiemetik -arus
di#erikan pada pasien 4ang menerima opioid atau ada ri1a4at P"ND. Deksametason (4
mg pada de1asa* .uga di#erikan pada pasien dengan ri1a4at P"ND 4ang sangat .elas.
Ekstu+asi da emer"es
<alaupun #enang .a-it modern dan teknik penutupan luka operasi menurunkan
risiko ter#ukan4a luka operasi pas9a#eda-) tetap -arus dilakukan emergens dari
anestesia 4ang mulus. ,atuk aki#at adan4a pipa endotrake-al dapat di9ega- dengan
3'3
esktu#asi saat le3el anestesia 4ang 9ukup dalam. Ketika operasi #erak-ir) pelumpu- otot
dila1an dan pasien #ernafas spontan. "#at anestetik diteruskan saat melakukan
pengisapan .alan nafas. N2" kemudian di-entikan) dan di#erikan lidokain 1) mgAkg##
untuk menumpulkan refleks #atuk sementara. =kstu#asi dilakukan 182 menit setela-
pem#erian lidokain dan selama #ernafas spontan dengan oksigen 1++F. Kontrol .alan
nafas 4ang tepat sangat penting sampai refleks #atuk dan menelan puli-. Akan tetapi)
teknik ini tidak men4enangkan untuk pasien dengan risiko aspirasi 4ang tinggi.
N4eri -e#at setela- operasi mata tidak #iasa ter.adi. Prosedur tekuk sklera)
enukleasi dan per#aikan ruptur #ola mata adala- operasi mata 4ang paling sakit. Dosis
ke9il narkotik intra3ena (misaln4a petidin 182 mg untuk de1asa* umumn4a 9ukup
efektif. N4eri -e#at mungkin merupakan tanda adan4a -ipertensi intraokular) a#erasi
kornea) atau komplikasi #eda- lainn4a.
Re1eresi :
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
2. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
3'4
MODUL (=:
ANESTESIA BEDA.
PEDIATRI I
Mengem#angkan kompetensi <aktu (semester 2*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian kompetensi
Anestesia #eda- pediatrik 1 adala- suatu rotasi
4ang mem#utu-kan 1aktu 1 #ulan (4 pekan* untuk
peserta didik semester 2) 4ang meliputi anestesia
untuk .enis operasi THT seder-ana tanpa pen4ulit.
PERSIAPAN SESI
Audio3isual Aid@
(" 56D pro4ektor dan la4ar
)" 5aptop
*" "HP
+" Flipchart
!," Pemutar 3ideo
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
. 0uang #ela.ar
!. 0uang pemeriksaan
$. 0uang puli-
%. ,angsal ra1at inapApengamatan lan.ut
Kasus @ pasien di ruang #angsal anak atau dari poliklinik anak
Alat #antu lati- @ model anatomi Asimulator
Penuntun #ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar tilik kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
3'
3. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. 6lini9al Anaest-esiolog4) 4t-
ed) Ne1 >ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
4. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. 6lini9al Anaest-esia) t- ed.
P-iladelp-ia@5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!

'- TU&UAN-
Tu*ua Pem+ela*ara Umum :
1. Memiliki pengeta-uan mengenai anatomi) fisiologi) patofisiologi) farmakologi)dan prinsip8prinsip
teknik anestesia pada #a4i dan anak.
2. Melati- kemampuan dan keterampilan dalam mem#erikan anestesia untuk prosedur pem#eda-an
#a4i dan anak 4ang seder-ana ) men9akup e3aluasi dan penilaian kondisi pasien preoperatif)
meran9ang penatalaksanaan anestesia) melakukan tindakan anestesia intraoperatif) pemantauan
selama operasi) penatalaksanaan masa siuman dan pemuli-an serta penanggulangan n4eri
pas9a#eda-.
3. Melati- kemampuan untuk mengatasi kondisi kedaruratan dan komplikasi tindakan anestesia
pada #a4i dan anak.
Tu*ua Pem+ela*ara K,usus :
Ko"iti1 :
1. Mampu men.elaskan per#edaan anatomi) fisiologi) farmakologi dan psikologis pada #a4i anak dan
orang de1asa.
2. Mampu men.elaskan -al apa sa.a 4ang perlu diper-atikan pada kun.ungan praanestesia) meliputi
anamnesis) pemeriksaan fisis) pemeriksaan penun.ang) premedikasi) puasa pada #a4i dan anak.
3. Mampu men.elaskan penatalaksanaan perioperatif pasien #a4i dan anak dengan infeksi saluran
nafas atas.
4. Mampu men.elaskan .enis dan ukuran =TT) 5MA) laringoskop ) sistem sirkuit nafas #eserta
peralatan pelengkap lain (9unam Magill) stilet).alan nafas oroAnasofarings) dll* 4ang dipakai untuk
anestesia #a4i) anak.
. Mampu men.elaskan pem#erian 9airan perioperatif #a4i dan anak) seperti .umla- dan .enis 9airan
4ang di#erikan.
!. Mampu meng-itung 3olume dara- total dan #an4akn4a perdara-an 4ang #ole- -ilang selama
operasi dan kapan mem#utu-kan transfusi dara-.
3'!
$. Mampu men.elaskan o#at premedikasi apa sa.a ) 9ara pem#eriann4a serta pen4ulit 4ang #isa
ditim#ulkan dari pem#erian o#at premedikasi untuk #a4i dan anak.
%. Mampu men.elaskan 9ara induksi kasus #eda- seder-ana untuk #a4i dan anak.
'. Mampu men.elaskan #agaimana melaksanakan pemuli-an 4ang mulus dan mengatasi n4eri
pas9a#eda- pada kasus seder-ana #a4i dan anak.
1+. Mampu men.elaskan mekanisme ter.adin4a spasme laring) spasme #ronkus) edema glotis pada
#a4i dan anak.
11. Mampu men.elaskan 9ara men9ega- dan mengatasi spasme laring) spasme #ronkus) edema glotis
4ang ter.adi pada #a4i dan anak.
12. Mampu men.elaskan penatalaksanaan analgesia regional kaudal epidural ) dosis dan .enis o#at
analgetik lokal apa sa.a 4ang dapat dipakai untuk #a4i dan anak serta pen4ulit 4ang #isa
ditim#ulkan.

Psikomotor :
1. Mampu melakukan 02P pada #a4i dan anak.
2. Mampu melakukan tindakan anestesia ) pemantauan ) penatalaksanaan masa siuman dan
pemuli-an pada kasus #eda- seder-ana.
3. Mampu menge3aluasi .alan nafas 4ang normal dan a#normal se9ara klinis dan
radiologis pada #a4i dan anak.
4. Mampu melakukan 3entilasi pada #a4i dan anak dengan .alan nafas 4ang normal maupun dengan
kelainan) menggunakan sungkup muka) #alon dan .alan nafas orofaring 4ang sesuai.
. Mampu melakukan intu#asi pada #a4i dan anak dengan .alan nafas 4ang normal maupun dengan
kelainan) menggunakan laringoskop) =TT) 5MA 4ang sesuai.
!. Mampu memasang .alur intra3ena) intraosseus)3ena um#ilikalis pada pasien #a4i dan anak.
$. Mampu mem#erikan terapi 9airan perioperatif kasus #a4i dan anak.
%. Mampu melakukan transfusi dara- dan memakai peng-angat intraoperatif kasus #a4i dan anak.
'. Mampu melakukan analgesia regional kaudal epidural pada #a4i.
1+. Mampu melakukan penatalaksanaan n4eri pas9a#eda- pada #a4i dan anak.
11. Mampu mengenali dan mengatasi spasme laring) spasme #ronkus) edema glotis dan trakea pada
#a4i dan anak.
Komuikasi da keteram!ila iter!ersoal :
1. Melakukan koordinasi dan diskusi mengenai penatalaksanaan anestesia pada kasus #eda-
seder-ana #a4i dan anak.
2. Melakukan koordinasi) konsultasi) diskusi dengan a-li #eda-) dokter anak dan pi-ak 4ang terkait
mengenai penatalaksanaan perioperatif.
3. Men.elaskan kepada orang tua dan keluarga pasien mengenai pentingn4a dilakukan operasi dan
ren9ana anestesia 4ang akan dilakukan.
4. Melakukan persetu.uan setela- mendapatkan informasi 4ang adekuat se9ara lisan dan tertulis.
3'$
. Melakukan koordinasi 4ang #aik dengan tim #eda- #ila ter.adi komplikasi intraoperatif.
!. Men4atakan ketidakla4akan kondisi pasien untuk men.alani operasi kepada a-li #eda-) dokter
anak maupun orang tua pasien.
Pro1esioalisme :
1. ,eker.a sesuai standard prosedur 4ang #erlaku.
2. Memastikan persiapan 4ang matang dalam melakukan tindakan) mengantisipasi kesulitan dan
pro#lema 4ang dapat tim#ul.
3. Mampu mem#erikan ke4akinan dan mendapatkan keper9a4aan dari pi-ak orangtua maupun dari
a-li #eda- 4ang #ersangkutan.
4. Men.aga kondisi pasien dengan seksama selama dan sesuda- operasi selesai.
KEYNOTES
(- POKOK BA.ASAN-
/u# pokok #a-asan @
!" Anatomi ) fisiologi 7 psikologi #a4i dan anak.
#" :armakologi o#at anestetik untuk #a4i dan anak.
%" Terapi 9airan dan elektrolit pada #a4i dan anak.
&" Persiapan pra#eda- anak dan #a4i.
'" Kondisi .alan nafas normal dan a#normal.
(" Penatalaksanaan kasus anak di ruang puli-
)" Penatalaksanaan n4eri pas9a#eda-.
*" Kasus #eda- darurat anak seder-ana.
+" /pasme laring) #ronkus) edema glotis.
!," Analgesia regional kaudal epidural.
!!" Pediatric Life 1upport"
!#" ;eonatal Life 1upport"
KATA KUN>I :
Neonatus ) pediatri ) kelainan kongenital ) anatomi ) fisiologi ) farmakologi ) psikologi ) .alan nafas ) terapi
9airan dan elektrolit ) transfusi ) resusitasi ) analgesia regional8umum ) #eda- darurat ) pera1atan pas9a
#eda-8anestesia ) penatalaksanaan n4eri.
CAKTU-
3'%
0otasi pendidikan anestesia #eda- #a4i dan anak untuk peserta PPD/ dilakukan pada semester ID keatas)
#erlangsung selama 3 O 4 pekan) 4ang men9akup % pekan di kamar operasi dan 4 pekan di ruang ra1at
intensif #a4i dan anak.

2- METODE-
A- Proses !em+ela*ara dilaksaaka melalui metode:
1@ /is1usi 1elompo1 1ecil
2@ peer assiste/ learnin$ #PAL$
3@ 0e/si/e teac"in$
%@ tas1H0ase/ me/ical e/ucation
B- Peserta didik !ali" tidak suda, ,arus mem!ela*ari:
1@ +a,a a5ua ilmu dasar 6a" +erkaita de"a to!ik !em+ela*ara
2@ ilmu kliis dasar
>- Peutu +ela*ar terlam!ir
.1 Tem!at +ela*ar : +a"sal +eda,) kamar o!erasi) +a"sal !era8ata !as5a+eda, ) rua"
resusitasi-
Pelaksaaa-
8 Kulia- dilakukan pada semester ID pekan 1.
8 5ati-an penatalaksanaan .alan nafas dan intu#asi pada manikin #a4i pada semester ID pekan 1.
8 5aporan dan diskusi kasus di #a1a- dan #im#ingan penga1asan staf penga.ar sesuai sasaran
pem#ela.aran.
8 Bedside teaching dan penanganan pasien se9ara langsung di kamar persiapan anestesia) kamar
operasi ) ruang resusitasi ) ruang puli- ) ruang pera1atan
3- MEDIA-
1. Kursus / !elati,a
2. Bela*ar madiri
3. Kulia,
%. Grou! diskusi
'. %isite) 0e/ site teac"in$
*. Bim+i"a tidaka aestesia da !emuli,a
5. Kasus mor+iditas da mortalitas
8. Continuin$ pro#esional /e+elopment
4- NARASUMBER SARAN N ALAT BANTU PEMBELA&ARAN-
8 /DM @ /taf Penga.ar Di3isi Anestesia Pediatrik Departemen Anestesiologi80eanimasi dan Terapi
Intensif :K #ersangkutan serta 0/ pendidikan 4ang terkait.
8 /arana @ ruang kulia- dan perpustakaan Departemen Anestesiologi dan Terapi intensif) fasilitas
internet) seluru- ruang operasi elektif dan darurat di lingkungan 0/ pendidikan terkait.
8 Alat #antu @ manikin #a4i A anak.
3''
9- E%ALUASI-
1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk)M6H) esai dan oral sesuai dengan tingkat
masa pendidikan) 4ang #ertu.uan untuk menilai kiner.a a1al 4ang dimiliki peserta didik dan untuk
melakukan identifikasi kekurangan 4ang ada.
Materi pre8tes terdiri atas@
Per#edaan anatomi)fisiologi)farmakologi dan psikologi anak dan de1asa.
Menilai kondisi penderita saat kun.ungan pra#eda- @ AnamnesaA-eteroanamnesa)pemeriksaan
fisis 7 penun.ang.
Penatalaksanaan puasa pada #a4iAanak.
Men4iapkan peren9anaan premedikasi) induksi dan rumatan anestesia sesuai pro#lema
aktualApotensial 4ang ada.
Peren9anaan pemantauan selama anestesia dan pem#eda-an.
Peralatan dan perlengkapan anestesia pediatrik.
Terapi 9airan perioperatif dan kapan perlu transfusi.
"#at8o#at premedikasi dan induksi
"#at8o#at anestetik in-alasi dan parenteral
Analgesia regional kaudal epidural untuk pediatri
Anestesia pada pem#eda-an seder-ana #a4i dan anak.
Penatalaksanaan n4eri pas9a#eda- pada penderita pediatrik
Penatalaksanaan penderita pediatrik di ruang puli-
2. /elan.utn4a dilakukan diskusi kelompok ke9il #ersama dengan fasilitator untuk mem#a-as
kekurangan 4ang teridentifikasi) mem#a-as isi dan -al8-al 4ang #erkenaan dengan penuntun #ela.ar)
kesempatan 4ang akan diperole- pada saat bedside teaching dan proses penilaian.
3. /etela- mempela.ari penuntun #ela.ar ini) ma-asis1a di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8
langka- 4ang tertera dalam penuntun #ela.ar dalam #entuk role<pla dengan teman8temann4a (peer
assisted learning* atau kepada /P (1tandardiAed patient*. Pada saat terse#ut) 4ang #ersangkutan tidak
diperkenankan mem#a1a penuntun #ela.ar) penuntun #ela.ar dipegang ole- teman8temann4a untuk
melakukan e3aluasi (peer assisted evaluation*. /etela- dianggap memadai) melalui metoda bedside
teaching di #a1a- penga1asan fasilitator) peserta didik mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada
model anatomik dan setela- kompetensi ter9apai peserta didik akan di#erikan kesempatan untuk
melakukann4a pada pasien sesunggu-n4a. Pada saat pelaksanaan) e3aluator melakukan penga1asan
langsung) dan mengisi formulir penilaian se#agai #erikut@
Perlu !er+aika: pelaksanaan #elum #enar atau se#agian langka- tidak dilaksanakan
>uku!: pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien) misal pemeriksaan terlalu lama atau kurang
mem#eri ken4amanan kepada pasien
Baik: pelaksanaan #enar dan #aik (efisien*
4. /etela- selesai bedside teaching) dilakukan kem#ali diskusi untuk mendapatkan pen.elasan dari
#er#agai -al 4ang tidak memungkinkan di#i9arakan di depan pasien) dan mem#eri masukan untuk
memper#aiki kekurangan 4ang ditemukan.
. /elf assessment dan Peer Assisted 2valuation dengan mempergunakan penuntun #ela.ar
!. PendidikAfasilitas@
Pengamatan langsung dengan memakai formulir 9eklis e3aluasi (terlampir*
Pen.elasan lisan dari peserta didikA diskusi
4++
Kriteria penilaian keseluru-an@ 9akapA tidak 9akapA lalai.
$. Di ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan dan #ila diperlukan di#eri tugas 4ang dapat
memper#aiki kiner.a (task<based medical education*
%. Pen9apaian pem#ela.aran@
E0aluasi-
Isi e0aluasi :
Per#edaan anatomi)fisiologi)farmakologi dan psikologi anak dan de1asa.
Menilai kondisi penderita saat kun.ungan pra#eda- @ anamnesaA-eteroanamnesa)pemeriksaan fisis
dan penun.ang.
Penatalaksanaan puasa pada #a4iAanak.
Men4iapkan peren9anaan premedikasi) induksi dan rumatan anestesia sesuai pro#lema
aktualApotensial 4ang ada.
Peren9anaan pemantauan selama anestesia dan pem#eda-an.
Peralatan dan perlengkapan anestesia pediatrik.
Terapi 9airan perioperatif dan kapan perlu transfusi.
"#at8o#at premedikasi dan induksi
"#at8o#at anestetik in-alasi dan parenteral
Anestesia pada pem#eda-an seder-ana #a4i dan anak.
Analgesia regional kaudal epidural untuk pediatri
Penatalaksanaan n4eri pas9a#eda- pada penderita pediatrik
Penatalaksanaan penderita pediatrik di ruang puli-.
Betuk e0aluasi :

Kognitif
8 2/4
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 @1C2
8 /inicheck
1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 @1C2 -@b$ective 1tructure Clinical 23amination0
8 /inicheck
Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
Profesionalisme
4+1
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
Pengeta-uan
8 /C4 (pre8tes*
8 2/4
:- DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA PEDIATRIK-
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia
/uda-
diker.akan
,elum
diker.akan
PERSIAPAN PRE ANESTESIA
1 Persetu.uan setela- mendapatkan informasi 4ang adekuat
2 Persiapan puasa
3 AnamnesaA-eteroanamnesa 7 pemeriksaan fisis
Pemeriksaan tam#a-an
Pendekatan psikologis
4 Pemeriksaan mesin anestesia ) gas anestesia ) pengisap
6airan dan dara- tersedia
Infusi lan9ar
! Peralatan intu#asi dan o#at8o#atan anestesia ) o#at darurat
Pemantauan fungsi 3ital
D6 s4ok siap 7 #erfungsi
PELAKSANAAN ANESTESIA
1 Premedikasi
Induksi anestesia
Intu#asi danAatau regional anestesia
1 Penderita diatur dalam posisi 4ag diperlukan
Per-atikan pen4ulit potensial aki#at posisi
4+2
2 0umatan anestesia
Pemuli-an dari anestesia
3 Pera1atan dan pemantauan di ruang puli-
Penatalaksanaan n4eri pas9a#eda-
>atata: Suda, / Belum diker*aka +eri tada
;- DAFTAR TILIK-
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila tidak
dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan prosedur
standard atau penuntun
T/D Tidak diamati 5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati- selama
penilaian ole- pelati-
Nama !eserta didik Ta""al
Nama !asie No Rekam Medis
4+3

DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
4+4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
<- Re1eresi-
1. :undamental of Anatom4 7 P-4siolog4 :H Martini $
t-
ed 2++!
2. ,asi9 7 6lini9al P-arma9olog4 Kat?ung ,; '
t-
ed 2++4
3. 6lini9al Anest-esiolog4 ;= Morgan) 2r 4
t-
ed 2++!
4. 6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
. Miller_s Anest-esia 0D Miller !
t-
ed 2++
!. P-arma9olog4 7 P-4siolog4 in Anest-eti9 Pra9ti9e 0K /toelting 4
t-
ed 2++!.
$. Anest-esia for Infans and 6-ildren /mit- et al $
t-
ed 2++!.
4+

M=DUL (' ANESTESIA PEDIATRIK II
Mengem#angkan kompetensi <aktu (semester 4*
/esi dalam kelas
/esi dengan fasiitas pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian kompetensi
2 O 1 .am -classroom session0
3 O 2 .am -coaching session0
% pekan -facilitation 8 assessment0
Persia!a Sesi
Audio3isual Aid@
1. 56D pro4ektor dan la4ar
2. 5aptop
3. "HP
&" Flipchart
. Pemutar 3ideo
Materi presentasi@ 6D PowerPoint
1. Indikasi persiapan anestesia
2. Persiapan preoperatif
3. Teknik persiapan alat) mesin dan o#at anestetik
4. Pen9ega-an komplikasi anestesia
. Penatalaksaan pasien pas9a8anestesia
!. Teknik rekam medis anestesia
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. Kamar operasi
4. 0uang puli-
. ,angsal ra1at
Kasus @ anestesia pasien langsung ) di ruang ra1at) kamar pemeriksaan dan kamar operasi
Alat ,antu 5ati- @ model anatomi (manikin pediatrik*
Penuntun #ela.ar @ li-at materi a9uan
Daftar tilik kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
4+!
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2) 5arson 6P. 6lini9al Anaest-esiolog4) 3t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++2
2. 6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
3. Miller_s Anest-esia 0D Miller !
t-
ed 2++
4. Martini :H. :undamental of Anatom4 7 P-4siolog4. $
t-
ed. 2++!
. ,asi9 7 6lini9al P-arma9olog4 Kat?ung ,; '
t-
ed 2++4
/elain referensi 1a.i# di atas) peserta didik dian.urkan untuk .uga mempela.ari referensi tam#a-an
untuk su#8modul persiapan alat dan o#at anestetik 4ang lain.
Tu*ua Pem+ela*ara Umum
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki pengeta-uan prinsip8prinsip dasar dan teknik
lan.utan anestesia pediatrik) mampu mempersiapkan) mem#erikan anestesia dan mengelola pas9a8
anestesia elektif maupun darurat untuk #er#agai tindakan #eda- pediatrik dengan kondisi pen4ulit dan
kelainan .alan nafas.
Tu*ua Pem+ela*ara K,usus
/etela- melalui sesi ini peserta didik akan memiliki kompetensi #erikut ini@
'- KOMPETENSI
Mampu mengenali dan melakukan persiapan preoperatif pasien) melakukan pem#iusan umum maupun
regional 4ang #aik dan tepat) pemantauan) me9ega- komplikasi dan penatalaksanaan pas9a8anestesia
pediatrik dengan pen4ulit.
RANA. KOMPETENSI
/etela- melalui sesi ini peserta didik akan memiliki kemampuan@
Kognitif
1. Men.elaskan penatalaksanaan anestesia untuk kasus #a4i dan anak dengan sepsis) kelainan .alan
nafas) kesulitan intu#asi dan 3entilasi seperti la#iopalatognatoskisis #ilateral komplit) Pierre
0o#in) tumor gigi mulut dan .alan nafas.
2. Men.elaskan -al penting apa sa.a 4ang -arus diper-atikan pada kasus #a4i dengan kelainan
kongenital dan anomali seperti -ernia diafragmatika) omfalokel) gastroskisis) fistel trakeo8
esofagus.Mampu men.elaskan penatalaksanaan anestesia untuk kasus #a4i dengan kelainan
kongenital dan anomali seperti -ernia diafragmatika) omfalokel) gastroskisis) fistel trakeo8
esofagus.
3. Men.elaskan mekanisme ter.adin4a spasme laring) spasme #ronkus) edema glotis dan trakea pada
#a4i dan anak.
4+$
4. Men.elaskan mekanisme ter.adin4a -ipotermia pada kasus pediatrik) 9ara men9ega-) 9ara
mengatasi dan komplikasi apa sa.a 4ang dapat ditim#ulkann4a
. Men.elaskan 9ara men9ega- dan mengatasi spasme laring) spasme #ronkus) edema glotis dan
trakea 4ang ter.adi pada #a4i dan anak.
!. Men.elaskan penatalaksanaan analgesia regional) dosis dan .enis o#at analgetik lokal apa sa.a
4ang dapat dipakai untuk #a4i dan anak.

Psikomotor
1. Mampu menge3aluasi .alan nafas 4ang normal dan a#normal se9ara klinis dan radiologis pada
pasien pediatrik.
2. Mampu men4iapkan kamar #eda- se9ara lengkap untuk operasi pediatrik.
3. Mampu memasang dan mengatur alat) o#at8o#at) 9airan dan kelengkapan lain 4ang diperlukan
untuk operasi pediatrik.
4. Mampu mempersiapkan alat untuk monitor nonin3asif dan in3asif.
. Mampu mempersiapkan alat untuk transfusi dara- pasien pediatrik.
!. Mampu melakukan penge9ekan kelengkapan alat pem#iusan) mesin anestesia dan o#at ) 9airan
4ang diperlukan untuk anestesia umum maupun regional.
$. Mampu melakukan akses 3ena perifer dengan .arum 2+824; dan akses 3ena sentral.
%. Mampu melakukan induksi anestesia umum pada pasien pediatrik dengan pen4ulit.
'. Mampu melakukan 3entilasi pada pasien pediatrik dengan kelainan .alan nafas menggunakan
sungkup muka5 #ag dan oral .alan nafas 4ang sesuai.
1+. Mampu melakukan intu#asi trakea denganAtanpa teknik 9epat) terutama pada pasien pediatrik
dengan pen4ulit maupun kelainan .alan nafas.
11. Mampu melakukan 3entilasi tekanan positif melalui pipa trakea.
12. Mampu mem#erikan anestesia pediatrik dengan posisi pasien lateral) litotomi dan telungkup.
13. Mampu melakukan tindakan anestesia pada kasus k-usus dengan kelainan kongenital dan
anomali (li-at prosedur anestesia umum) intu#asi dan pemasangan 5MA*.
14. Mampu melakukan .alur akses A pengam#ilan dara- intraarterial.
1. Mampu melakukan transportasi pasien ke ruang puli-) ruang ra1at atau PI6&
1!. Mampu melakukan tindakan atau terapi ter-adap komplikasi 4ang #iasa ter.adi di ruang puli-.
Kemampuan komunikasi
$. Melakukan koordinasi dan diskusi mengenai penatalaksanaan anestesia pada kasus #eda- #a4i
dan anak.
%. Melakukan koordinasi) konsultasi) diskusi dengan a-li #eda- dan dokter anak mengenai
penatalaksanaan perioperatif) terutama untuk kasus sulit dan #erpro#lema.
'. Mengumpulkan data dan literatur mengenai penatalaksanaan anestesia #a4i dan anak) terutama
untuk kasus sulit dan #erpro#lema.
1+. Men.elaskan kepada orang tua dan keluarga pasien mengenai pentingn4a dilakukan operasi dan
ren9ana anestesia 4ang akan dilakukan.
11. Memperole- persetu.uan setela- mendapatkan informasi 4ang adekuat se9ara lisan dan tertulis.
12. Melakukan koordinasi 4ang #aik dengan tim #eda- #ila ter.adi komplikasi intraoperatif.
13. Men4atakan ketidakla4akan kondisi pasien untuk men.alani operasi kepada a-li #eda-) dokter
anak maupun orang tua pasien.
14. Mendiskusikan perlun4a pera1atan di ruang pera1atan intensif anak pas9a#eda-.
4+%
Profesionalisme
1. Meng-ormati dan #ersikap etis pada pasien) keluarga pasien) se.a1at lain) atasan) #a1a-an
2. Mengeta-ui tugas se-ari -ari
3. Datang A-adir tepat 1aktu
4. Mampu melakukan peker.aan sesuai prosedur
. Mengatasi pro#lema #ersama a-li #eda- agar tidak ter.adi penundaan operasi.
(- KEYNOTES
1. Kapasitas residu fungsional pada #a4i le#i- ke9il se-ingga 9adangan oksigen pada periode apnea
ter#atas) se-ingga muda- ter.adi atelektasis dan -ipoksemia.
2. ,a4i memiliki kepala 4ang #esar) lida- 4ang #esar) laring 4ang le#i- sempit) le#i- anterior dan
sefalad) epiglotis 4ang le#i- pan.ang) trakea 4ang le#i- pendek dan #agian tersempit sekitar
kartilage krikoid) dan #ernafas terutama le1at -idung) se-ingga memerlukan teknik k-usus dalam
melakukan 3entilasi dan intu#asi.
3. :ungsi pompa .antung kiri 4ang #elum sempurna di mana 9ura- .antung sangat #ergantung pada
la.u .antung (H0*.
4. Hipotermia sangat muda- ter.adi karena kulit 4ang tipis) 9adangan lemak 9oklat 4ang sedikit) luas
penampang tu#u- 4ang mempermuda- pelepasan panas) se-ingga aki#atn4a dapat meng-am#at
proses siuman dan pemuli-an) mengganggu fungsi .antung dan menekan pernafasan) dan
mempengaru-i ker.a o#at anestetik.
. ,a4i dan anak memiliki 3olume 3entilasi permenit 4ang le#i- tinggi dengan kapasitas residu
fungsional 4ang renda- ter-adap aliran dara- paru 4ang tinggi men4e#a#kan konsentrasi gas
in-alasi al3eolus 9epat meningkat se-ingga proses induksi dan pemuli-an le#i- 9epat ter.adi.
!. Infeksi saluran nafas atas dalam 284 pekan se#elum tindakan anestesia dan intu#asi meningkatkan
risiko ter.adin4a spasme laring.
$. /pasme laring dapat di9ega- dengan melakukan ekstu#asi saat pasien masi- teranestesia 9ukup
dalam atau saat suda- sadar #etul.
%. =dema laring dan trakea sering ter.adi pada anak usia di #a1a- 4 ta-un) antara lain aki#at
intu#asi #erulang) penggunaan =TT 4ang terlalu #esar) operasi daera- kepala le-er 4ang lama.
'. Teknik pem#iusan untuk #eda- pediatrik didasarkan pada pengeta-uan mengenai anatomi)
fisiologi) patofisiologi) farmakologi) pem#erian 9airan dan transfusi dara-.
1+. Pemili-an teknik anestesia #erdasarkan kasus #eda- elektif atau darurat) #ergantung pada .enis
operasi) lama operasi) penatalaksanaan pas9a#eda- dan fasilitas ruma- sakit.
11. Ter.adi peru#a-an fisiologi pernafasan) kardio3askular aki#at tindakan selama anestesia pada
operasi pediatrik.
12. Pada kasus operasi a#domen pediatrik terdapat indikasi untuk melakukan induksi 9epat
13. /etting 3entilator merupakan -al penting selama anestesia umum untuk #eda- pediatrik.
14. ,e#erapa prosedur operasi memiliki posisi dan risiko tersendiri misaln4a posisi telungkup)
miring) duduk) litotomi) posisi gin.al.
1. Terapi 9airan dan transfusi dara- merupakan sala- satu prosedur 4ang sering dilakukan sesuai
indikasi selama operasi.
1!. Pasien pediatrik terutama neonatus memiliki risiko -ipotermia 4ang tinggi se-ingga perlu
diketa-ui pen4e#a#n4a) 9ara pen9ega-an) 9ara penanggulangan dan komplikasi 4ang dapat
ditim#ulkann4a
1$. Penting memiliki pengeta-uan mengenai farmakologi klinis o#at anestetik intra3ena) in-alasi)
opioid) sedatif) pelumpu- otot.
4+'
1%. Mual munta-) -ipotermia dan n4eri pas9a#eda- merupakan komplikasi 4ang sering ter.adi
pas9a#eda- pediatrik.
2- GAMBARAN UMUM
Anestesia Pediatrik II diperlukan pada kasus8kasus pediatrikAneonatus elektif maupun darurat 4ang
disertai pen4ulit. Kasus pediatrik terse#ut misaln4a operasi -ernia diafragmatika) omfalokel) gastroskisis)
fistel trakeo8eofageal) atresia ileum) .e.unum 4ang disertai distensi a#domen) la#iopalatognatoskisis)
operasi tumor .alan nafas) 4ang disertai kondisi pen4ulit seperti sepsis) gangguanAanomali organ)
kongenital) maupun kelainan .alan nafas. Dengan demikian) pemili-an .enis prosedur dan o#at8
o#atanA#a-an anestesia -arus dipadankan dengan kondisi pasien) .enis tindakan #eda-) laman4a prosedur
#eda-) risiko dan fasilitas ruma- sakit. Hal8-al seperti inila- 4ang kemudian perlu untuk diketa-ui dan
dikuasai ole- petugas pelaksana anestesia dan modul ini disusun untuk men9apai tu.uan terse#ut.
3- TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- proses ali- pengeta-uan) keterampilan dan perilaku melalui modul ini) di-arapkan peserta didik
memiliki kemampuan untuk@
1. memili-Aseleksi pasien pediatrik untuk operasi 4ang relatif sulit dan disertai kondisi pen4ulit
2. melaksanakan persiapan preoperatif
3. menguasai teknik anestesia k-usus dan penggunaan o#at 4ang sesuai untuk anestesia pediatrik
4. mem#erikan anestesia umum dan regional
. melakukan pemantauan
!. mengelola pas9a8anestesia pasien pediatrik
4- METODE PEMBELA&ARAN
Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
1. ,a-an a9uan
2. Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
3. Ilmu klinis dasar
Tu*ua ' : memili,/seleksi !asie !ediatrik utuk o!erasi 6a" relati1 sulit da disertai kodisi
!e6ulit
Metode pem#ela.aran
!" 1mall group medical education
#" Demo 8 Coaching discussion
%" Peer assisted learning -PAL0
41+
&" Bedside teaching
'" Bask<based
!. Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
Pemili-an pasien #ergantung pada kepada kasus elektif atau darurat) kondisi pasien) .enis
operasi) lama operasi) penatalaksanaan pas9a#eda-) dan fasilitas ruma- sakit.
Tu*ua ( : melaksaaka !ersia!a !reo!erati1
Metode pem#ela.aran
!" 1mall group medical education
#" Demo 8 Coaching discussion
%" Peer assisted learning -PAL0
&" Bedside teaching
'" Bask<based
!. Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
/emua pasien apaka- muda atau tua) -arus dilakukan anamnesa) pemeriksaan fisis dan penun.ang
pra#eda-) persetu.uan setela- mendapatkan informasi 4ang adekuat dan dilakukan persiapan
preoperatif (puasa) premedikasi) 9airan) persiapan komponen dara- #ila diperlukan* se#elum
dimulai tindakan anestesia.
Tu*ua 2 : me"uasai tekik aestesia k,usus da !e""uaa o+at 6a" sesuai utuk aestesia
!ediatrik
Metode pem#ela.aran
1. Diskusi kelompok ke9il
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
'" Demo 8 Coaching
!. Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
1. Mengeta-ui #a-1a anestesia kasus #eda- pediatrik seder-ana tanpa pen4ulit dapat dilakukan
dengan anestesia umum) analgesia regional) atau MA6
2. Menguasai .enis8.enis anestesia untuk tindakan #eda- pediatrik seder-ana tanpa kondisi pen4ulit
dan persiapan untuk melaksanakan prosedur terse#ut.
3. Menguasai resusitasi neonatus lan.utan
Tu*ua 3 : melaksaaka aestesia umum da re"ioal
411
Metode pem#ela.aran
!" Diskusi kelompok ke9il
#" /tudi Kasus
%" Bedside teaching
&" Demo 7 6oa9-ing dengan menggunakan Penuntun ,ela.ar
'" Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
Anestesia umum in-alasi dengan sungkup muka) intu#asi dan 5MA) intra3ena (li-at modul
anestesia umum dan prosedur intu#asi pediatrik*.
Analgesia regional spinal) epidural) kaudal (li-at modul analgesia regional*
Tu*ua 4 : melakuka !emataua
Metode pem#ela.aran
1. Diskusi kelompok ke9il
2. /tudi Kasus
%" Bedside teaching
4. Demo 7 6oa9-ing dengan menggunakan Penuntun ,ela.ar
. Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
li-at modul anestesia umum dan regional
1. Pemantauan anestesia kasus #eda- pediatrik nonin3asif dan in3asif meliputi =K;) NI,P) saturasi
"2) temperatur) keluaran urin) tekanan 3ena sentral dan IA,P
2. Pemantauan selama prosedur anestesia se.ak a1al -ingga ak-ir prosedur #eda-
Tu*ua 9 : me"elola !as5a7aestesia !asie +eda, !ediatrik
Metode pem#ela.aran
1. Diskusi kelompok ke9il
2. /tudi Kasus
%" Bedside teaching
&" Demo 8 Coaching
. Praktek klinis
Materi dan keterampilan 4ang -arus dikuasai@
1. Mual munta-) -ipotermia dan n4eri pas9a#eda- merupakan komplikasi 4ang sering ter.adi
pas9a#eda- pediatrik
2. Penggunaan anestetik in-alasi meningkatkan risiko mual munta- pas9a#eda-.
3. Pro#lema 4ang #er-u#ungan dengan analgesia spinal atau epidural adala- -ipotensi ortostatik)
#lokade sensori dan motorik 4ang meman.ang dan retensi urin.
412
9- MEDIA
1. Kursus A pelati-an
Pelati-an di skill lab 3entilasi sungkup) intu#asi) 5MA pada manikin pediatrik.
2. ,ela.ar mandiri
3. Kulia-
Kulia- k-usus Penatalaksanaan Anestesia ,eda- Pediatrik I
termasuk semua su# pokok #a-asan dilakukan semester 3.
4. Diskusi kelompok
e. 5aporan dan diskusi tentang pro#lema preoperatif )
f. penatalaksanaan .alan nafas) anestesia umum (intu#asi) 5MA*) regional
g. pemantauan
-. penatalaksanaan pas9a#eda-
. Pemeriksaan preoperatif
!. ,im#ingan pem#iusan dan asistensi di kamar operasi
a. Pelati-an anestesia umum dan regional di kamar #eda- pada pasien #eda- pediatrik
#. Dilakukan dengan #im#ingan dan penga1asan staf penga.ar.
$. Tugas #a9a dan tulisan (tin.auan pustaka) $ournal reading*
%. 5aporan kasus) mor#iditas dan mortalitas
+" Continuing Profesional Development -CPD0
:- ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
Perpustakaan) internet) skill lab
;- E%ALUASI
%.1. Pada a1al pertemuan dilaksanakan pre8tes dalam #entuk esai dan lisan untuk menilai kiner.a a1al
peserta didik dan melakukan identifikasi kekurangan 4ang ada. Materi pre8tes terdiri atas @
1. Pemili-anAseleksi pasien operasi pediatrik seder-ana
413
2. Persiapan preoperatif
3. Pemili-an teknik anestesia dan penggunaan o#at 4ang sesuai untuk anestesia #eda- pediatrik
4. Penatalaksanaan anestesia umum dan regional
. Pemantauan
!. Penatalaksanaan pas9a8anestesia pasien pediatrik

%.2. Diskusi kelompok ke9il #ersama fasilitator untuk mem#a-as kekurangan 4ang teridentifikasi)
mem#a-as tuntunan #ela.ar dan proses penilaian.
%.3. Peserta didik di1a.i#kan untuk mengaplikasikan langka-8langka- dalam penuntun #ela.ar pada
manikin anestesia #ersama teman8temann4a -peer assisted learning0) die3aluasi ole- teman8
temann4a -peer assisted evaluation0.
%.4. /etela- dinilai memadai) peserta didik melalui metode bedside teaching di #a1a- penga1asan
fasilitator mengaplikasikan penuntun #ela.ar kepada pasien sesunggu-n4a. Pada saat pelaksanaan)
e3aluator melakukan penga1asan langsung dan mengisi lem#ar penilaian@
7 Perlu !er+aika : pelaksanaan #elum #enar atau #e#erapa langka- tidak dilakukan
7 >uku! +aik : pelaksanaan suda- #enar tetapi tidak efisien) misaln4a tindakan anestesia tidak
mulus se-ingga kurang mem#eri ken4amanan kepada pasien
7 Baik : pelaksanaan #enar) #aik dan efisien
%.. /etela- bedside teaching dilakukan diskusi dan mem#eri masukan untuk memper#aiki
kekurangan 4ang ditemukan.
%.!. 1elf assessment dan peer assisted evaluation dengan mempergunakan penuntun #ela.ar.
%.$. PendidikAfasilitator melakukan @
8 Pengamatan langsung dengan memakai 9eklis e3aluasi (terlampir*
8 Diskusi dan pen.elasan lisan dari peserta didik
8 Kriteria penilaian keseluru-an @ #aikA9ukupAkurang
%.%. Bask<based medical education) pada ak-ir penilaian peserta didik di#eri masukan atau di#eri
tugas untuk memper#aiki kiner.a.
%.'. Pen9apaian pem#ela.aran @
Isi !re7tes @
1. 2elaskan per#edaan anatomi) fisiologi) farmakologi pada #a4i anak dan orang de1asa.
2. 2elaskan -al apa sa.a 4ang perlu diper-atikan pada kun.ungan praanestesia) meliputi
anamnesis) pemeriksaan fisis) pemeriksaan penun.ang) premedikasi) puasa pada #a4i dan
anak.
3. 2elaskan penatalaksanaan perioperatif pasien #a4i dan anak dengan infeksi saluran nafas atas.
414
4. 2elaskan per#edaan) .enis dan ukuran =TT) 5MA) laringoskop dan sistem sirkuit nafas 4ang
dipakai untuk anestesia #a4i) anak dan orang de1asa.
. 2elaskan pem#erian 9airan intraoperatif #a4i dan anak) seperti .umla- dan .enis 9airan 4ang
di#erikan.
!. ,agaimana meng-itung 3olume dara- total pada #a4i dan anak) #an4akn4a perdara-an 4ang
#ole- -ilang selama operasi dan kapan mem#utu-kan transfusi dara-.
$. 2elaskan o#at premedikasi apa sa.a dan 9ara pem#eriann4a untuk #a4i dan anak.
%. 2elaskan 9ara induksi apa sa.a 4ang dapat dilakukan untuk #a4i dan anak.
'. 2elaskan prinsip persiapan anestesia untuk #eda- pediatrik elektif dan darurat
1+. 2elaskan penatalaksanaan anestesia untuk kasus #a4i dan anak dengan pro#lema .alan nafas)
kesulitan intu#asi dan 3entilasi seperti la#iopalatognatoskisis #ilateral komplit) Pierre 0o#in)
tumor gigi mulut dan .alan nafas.
11. 2elaskan penatalaksanaan anestesia untuk kasus #a4i dan anak dengan kelainan kongenital
dan anomali seperti -ernia diafragmatika) omfalokel) gastroskisis) fistel trakeo8esofagus) dan
-al penting apa sa.a 4ang -arus diper-atikan pada masing8masing kelainan.
12. 2elaskan penanggulangan n4eri pas9a#eda- pasien pediatrik.
Betuk !re7tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan (semester*.
Betuk u*ia :
8 &.ian ak-ir staseA rotasi pos8tes tulis dan u.ian pasien
8 &.ian ak-ir profesi
,isa dalam #entuk @
1. Pengeta-uanKognitif
8 M6H
8 =MH
&.ian lisan
8 /ultiple observation and assessments
8 "/6=
8 /inicheck
#" 1kill
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
8 "/6=
8 /inicheck
%"Communication and Interpersonal 1kills
8 /ultiple observation and assessments
8 /ultiple observers
4.Profesionalisme
8 /ultiple observation and assessments
41
8 /ultiple observers
<- DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Anamnesis) periksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A @
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATI6/) o#at
4 Pemasangan monitor
Interpretasi -asil monitor
ANESTESIA
1 Anestesia umum (intu#asi) 5MA*
2 Analgesia regional
3 Anestesia intra3ena dan MA6
4 Pem#erian 9airan dan transfusi
. Pemanatauan fungsi 3ital) kesadaran) kardio3askular)
pernafasan. Tekanan dara-) nadi) saturasi H# (/p"2*)
3entilasi (=T6"2 #ila ada*) .umla- urin) su-u
!. Pengak-iran anestesia) masa siuman
$. Tindakan ekstu#asi
Komplikasi dan penanganann4a
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital pas9a#eda-
2 Penanganan komplikasi) respirasi) kardio3askular)
kesadaran) meta#olik) gastrointestinal (mual munta-* dan
n4eri pas9a#eda-
3 Penetapan kriteria untuk #ole- kem#ali ke ruang ra1at
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
41!
Prosedur Intu#asi pada pasien pediatrik @
41$
41%
No. Prosedur itu+asi edotrakeal !ada Pasie Pediatrik
(Intu#asi /etela- Anestesia &mum*
Dilakuka
1.
2.
3.
4.
.
!.
$.
%.
'.
1+.
11.
12.
13.
14.
1.
Periksa kesiapan alat dan o#at 4ang diperlukan. Periksa laringoskop dan
lampun4a #erfungsi dengan #aik.
8 5aringoskopi #a4i (Millerr dan Ma9intos-*
8 =TT dengan kaf atau tanpa kaf
8 Mandrain #a4i
8 6unam Magill
8 /ungkup #a4i
8 Mate de3i9e
,erikan o#at premedikasi untuk menenangkan pasien.
Posisikan pasien dalam Psniffing positionP dengan menggan.al #agian #a1a-
le-er) atau menggan.al #a1a- #a-u setinggi 81+ sm. Hindari -iperekstensi
le-er.
,erikan oksigen 1++F melalui sungkup muka. Pastikan tidak ada kesulitan
3entilasi.
Pegang sungkup sem#ari melakukan manu3er angkat dagu dengan satu tangan.
2ika .alan nafas #elum #e#as) lakukan #uka mulut dan dorong mandi#ula ke
depan dengan dua tangan.
>akinkan 3entilasi #aik dengan meli-at kem#ang8kempisn4a #alon (anesthetic
bag*.
,erikan o#at induksi. Pastikan kesadaran pasien -ilang.
,ila .alan nafas aman dapat di#erikan pelumpu- otot. Pastikan o#at tela-
#eker.a pada otot nafas.
,erikan nafas #uatan dengan oksigen 1++F selama 283 menit.
5akukan laringoskopi dengan laringoskop #ila- lurus (Miller*.
Pegang gagang dengan tangan kiri.
Pastikan lagi 9a-a4a lampu laringoskop 9ukup terang.
,uka mulut pasien. Masukkan daun melalui sudut kanan mulut.
;eser lida- ke kiri sam#il meneruskan daun ke dalam) men4usuri pinggir
kanan lida- menu.u laring. Per-atikan epiglotis.
5etakkan u.ung daun pada vallecula.
Angkat epiglotis ke depan (#ukan diungkit* dengan daun.
,ila epiglotis terangkat dengan #enar akan tampak rima glotis dengan pita
suara #er1arna puti-) #er#entuk -uruf D ter#alik.
Masukkan pipa endotrakeal dengan tangan kanan -ingga #atas #er1arna
-itam mele1ati pita suara) atau .ika pipa mempun4ai kaf dimasukkan -ingga
seluru- kaf mele1ati pita suara.
>akinkan #un4i nafas kanan dan kiri sama.
5akukan fiksasi pipa endotrakeal.
,erikan nafas #uatan dengan resuscitation bag atau anesthesia bag"
2ika dilakukan intu#asi sadar atau dengan nafas spontan) -arus di#erikan
'=- DAFTAR TILIK
,erikan tanda E dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan memuaskan)
dan #erikan tanda B #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila tidak dilakukan pengamatan
E Memuaska 5angka- A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau penuntun
F Tidak memuaska Tidak mampu untuk menger.akan langka- Atugas sesuai dengan prosedur
standard atau penuntun
T/D Tidak diamati 5angka-) tugas atau keterampilan tidak dialakukan ole- peserta 5ati- selama
penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
No 2AFTAR T:3:K
Ke$iatan ( lan$1a" 1linis
Kesempatan 1e
1 2 3 % '
41'
Peserta din4atakan@
V 5a4ak
V Tidak la4ak
Melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
''- MATERI A>UAN: ANESTESIA PEDIATRIKII
Pasien kasus #eda- pediatrik dengan pen4ulit 4ang men.alani anestesia -arus dilakukan penatalaksanaan
preoperatif E alloAautoanamnesis) pemeriksaan fisis) pemeriksaan penun.ang) persetu.uan setela-
mendapatkan informasi 4ang adekuat dan lakukan persiapan anestesia (puasa) ren9ana premedikasi*"
Pasien elektif anak puasa 2) 4) !) % .am #ergantung pada intake n4a. Dilakukan penetapan status fisis
A/A.
Persiapan anestesia meliputi /TATI6/) o#at) mesin anestesia sesuai dengan tindakan anestesia 4ang
dipili-. Periksa kesiapan alat dan o#at 4ang diperlukan seperti @ laringoskop #a4iAanak (Miller dan
Ma9intos-* dan lampun4a #erfungsi dengan #aik) =TT dengan kaf atau tanpa kaf) mandren #a4i) 9unam
Magill) sungkup #a4i) 5MA. ,erikan o#at premedikasi untuk menenangkan pasien) #isa se9ara oral atau
intramuskular. /etela- semua persiapan alat dan o#at lengkap) pastikan ada asisten 4ang mem#antu
tindakan anestesia. Pemasangan .alur intra3ena dan .alur infusi terkadang memerlukan premedikasi atau
induksi in-alasi terle#i- da-ulu. Posisikan pasien dalam Psniffing positionP dengan menggan.al #agian
#a1a- le-er) atau menggan.al #a1a- #a-u setinggi 81+ sm. Hindari -iperekstensi le-er. ,erikan oksigen
1++F melalui sungkup muka. Pastikan dulu apaka- ada kesulitan 3entilasi. Pegang sungkup sem#ari
melakukan manu3er angkat dagu dengan satu tangan. 2ika 3entilasi tidak #e#as) lakukan mout- opening
dan dorong mandi#ula dengan dua tangan. ,ila 3entilasi sulit dapat dilakukan dengan #er#agai sungkup
muka atau 5MA atau intu#asi sadar tanpa relaksan. ,ila 3entilasi #aik dengan meli-at kem#ang8
kempisn4a #alon (anesthetic bag*. ,erikan o#at induksi. Pastikan kesadaran pasien -ilang. ,ila .alan
nafas aman dapat di#erikan pelumpu- otot. Pastikan o#at tela- #eker.a pada otot nafas. ,erikan nafas
42+
#uatan dengan oksigen 1++F selama 283 menit. 5akukan laringoskopi dengan laringoskop #ila- lurus
(Miller*. Pegang gagang dengan tangan kiri. Pastikan lagi 9a-a4a lampu laringoskop 9ukup terang. ,uka
mulut pasien. Masukkan daun melalui sudut kanan mulut. ;eser lida- ke kiri sam#il meneruskan daun ke
dalam) men4usuri pinggir kanan lida- menu.u laring. Per-atikan epiglotis. 5etakkan u.ung daun pada
vallecula. Angkat epiglotis ke depan (#ukan diungkit* dengan daun. ,ila epiglotis terangkat dengan #enar
akan tampak rima glotis dengan pita suara #er1arna puti-) #er#entuk -uruf D ter#alik. Masukkan pipa
endotrakeal dengan tangan kanan -ingga #atas #er1arna -itam mele1ati pita suara) atau .ika pipa
mempun4ai kaf dimasukkan -ingga seluru- kaf mele1ati pita suara. >akinkan #un4i nafas kanan dan kiri
sama. 5akukan fiksasi pipa endotrakeal. ,erikan nafas #uatan dengan resuscitation bag atau anesthesia
bag" 2ika dilakukan intu#asi sadar atau dengan nafas spontan) -arus di#erikan sedasi 4ang 9ukup dan
anestetik topikal. &ntuk meng-indari refleks 3agal dapat di#erikan in.eksi atropin +)1 mg intra3ena.
Analgesia regional dilakukan sesuai modul analgesia regional dengan memakai prinsip anatomi) fisiologi
dan farmakologi untuk pasien pediatrik. 5akukan pemantauan fungsi 3ital oksigenasi) saturasi H#
(/p"2*) tekanan dara-) nadi) =K;) su-u) aliran 9airan infusi) 3entilasi dengan =T6"2 kalau ada)
produksi urin) .umla- perdara-an. ,ila diperlukan pemasangan .alur 3ena sentral atau intra arterial. Atur
ke#utu-an o#at untuk perta-ankan sedasi) analgesia dan relaksasi. &ntuk #e#erapa kasus di#utu-kan
pemasangan N;T.
Ak-ir operasi 4akinkan pasien #ernafas spontan dan 3olume nafas adekuat (ke9uali #ila diren9anakan
untuk melan.utkan #antuan nafas pas9a#eda-*. ,ila perlu #erikan antidotum o#at8o#at 4ang
men4e#a#kan apnea #erkepan.angan atau -ipo3entilasi . 5akukan pengak-iran anestesia dengan mulus)
dan menga1asi masa siuman. 5akukan penga1asan ter-adap komplikasi pas9a#eda- dan
penanggulangan ter-adap mual munta-) n4eri) o#struksi .alan nafas) gangguan oksigenasi) #radipnea)
apnea) gangguan tekanan dara-) dan lama puli- sadar. Mortalitas dapat ter.adi #ergantung pada kondisi
a1al) A/A) atau pen4akit pen4erta.
'(- REFERENSI
1. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2) 5arson 6P. 6lini9al Anaest-esiolog4) 3t- ed) Ne1
>ork@ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++2
2. 6lini9al Anest-esia P; ,aras- 4
t-
ed 2++!
3. Miller_s Anest-esia 0D Miller !
t-
ed 2++
4. Martini :H. :undamental of Anatom4 7 P-4siolog4. $
t-
ed. 2++!
421
422
MODUL (( ANESTESIA BEDA. SARAF I
Mengem#angkan kompetensi <aktu (semester 4*
/esi di dalam kelas
/esi dengan fasilitasi pem#im#ing
/esi praktek dan pen9apaian
kompetensi
2 B 1 .am (classroom session*
3 B 2 (coaching session*
4 pekan (facilitation 8 assessment*
PERSIAPAN SESI
Audio3isual Aid@
1. 56D pro4ektor dan la4ar
2. 5aptop
3. "HP
&" Flipchart
. Pemutar 3ideo
Materi presentasi@
6D PowerPoint
/arana@
1. 0uang #ela.ar
2. 0uang pemeriksaan
3. 0uang puli-
4. ,angsal ra1at inapApengamatan lan.ut
Kasus @ pasien di ruang PA6&
Alat #antu 5ati- @ model anatomi Asimulator
Penuntun #ela.ar @ li-at a9uan materi
Daftar tilik kompetensi @ li-at daftar tilik
0eferensi @
423
1. 6ottrell 2=) /mit- D/. Anest-esia and Neurosurger4) 4
t-
ed. /t 5ouis @ Mos#4E
2++1.
2. Ne1field P) 6ottrell 2=. 6andbook of ;euroanesthesia) 4t- ed) P-iladelp-ia @
5ippin9ott <illiams7<ilkins E 2++$.
3. Morgan ;=) Mik--ail M/) Murra4 M2. Clinical Anaesthesiolog) 4t- ed) Ne1
>ork @ 5ange Medi9al ,ooksAM9;ra18HillE 2++!
4. ,aras- P;) 6ullen ,:) /toelting 0K. Clinical Anaesthesia) t- ed. P-iladelp-ia @
5ippin9ott <illiams 7 <ilkins E 2++!
. I/NAM5 parti9ipant 1ork#ook 2++$.
/elain referensi 1a.i# di atas) peserta didik dian.urkan untuk .uga mempela.ari
referensi tam#a-an untuk anestesia untuk #eda- saraf seperti 4ang diuraikan #erikut
ini@
1. Matta ,:) Menon DK) Turner 2M (eds* Be3tbook of ;euroanaesthesia and
Critical care) 1
st
ed.) ;reen1i9- Medi9al Media 5td.) 5ondon.
2. Al#in M/ (1''$*. Be3tbook of ;euroanesthesia with ;eurosurgical and
;euroscience Perspectives. M9;ra18Hill) Ne1 >ork.113$811$.
3. ,isri T) Himendra A) /ura-man =. Neuroanestesia. ,andung 1''%.
TU&UAN UMUM
mampu melakukan penatalaksanaan perioperatif pasien #eda- saraf.
TU&UAN K.USUS
/etela- mengikuti sesi ini peserta didik akan memiliki kompetensi dalam rana-8rana-
#erikut ini @

Kognitif@
1. Mema-ami neurofisologi) neurofarmakologi.
2. Mema-ami penilaian preoperatif pasien untuk operasi intrakranial
3. Mema-ami patofisiologi kelainan intrasere#ral #aik trauma atau non trauma.
4. Mema-ami #agaimana melakukan identifikasi peningkatan tekanan intrakranial
. Mema-ami pemantauan untuk prosedur intrakranial
!. Mema-ami persiapan penatalaksanaan .alan nafas pada operasi ser3ikal
$. Mema-ami pemili-an anestesia untuk #eda- saraf
%. Mema-ami 9ara pendekatan kega1atan pada kraniotomi
'. Mema-ami 9ara meren9anakan anestesia 4ang memungkinkan dilakukan
pemantauan neurofisiologis
424
1+. Mema-ami pili-an8pili-an untuk mengatasi peningkatan tekanan intrakranial
11. Mema-ami 9ara melakukan proteksi otak perioperatif.
Psikomotor
1. Mampu melakukan persiapan untuk operasi intrakranial
2. Mampu menilai ;6/ se9ara 9epat
3. Mampu melakukan mana.emen .alan nafas pada operasi spinal ser3ikal
4. Melakukan pemasangan .alur intraarterial dan intra3ena dengan .arum
#esar (ke#er-asilan $F*
. Mampu memasang kateter 3ena sentral tanpa mengganggu drainase 3ena
sere#ral ($F #er-asil*
!. Mampu melakukan induksi anestesia umum untuk operasi #esar (masi-
di super3isi*
$. Mampu melakukan intu#asi pasien dengan kelanan sere#ral atau 9er3ikal
dengan #enar (dengan intu#asi serat optik) kalau ada*.
%. Mampu mem#erikan anestesia pada prosedur diagnostik (M0I) 6T/9an*
'. Mampu menangani komplikasi pas9a#eda- saraf diruang puli-
1+. Mampu melakukan proteksi otak perioperatif.
Komunikasi
1. ,erkomunikasi dengan a-li #eda- tentang prosedur 4ang akan dilakukan)
posisi 4ang diperlukan) dan keadaan kek-ususan lainn4a.
2. Mengeta-ui -asil pemeriksaan diagnostik 4ang diperlukan untuk ren9ana
anestesia
3. Ikut dalam ren9ana pemantauan pas9a#eda- pada pasien #eda- saraf 4ang
kritikal.
Profesionalisme
1. Mampu mengenali dan mema-ami urgensi dari #er#agai kasus #eda- saraf
2. Mem#erikan pela4anan 4ang #aik untuk penatalaksanaan perioperatif pasien
#eda- saraf.
KEDNOTES:
2. Tekanan perfusi sere#ral adala- per#edaan tekanan arteri rata8rata dan
tekanan intrakranial (6PPQMAP8I6P*.
3. Kur3a autoregulasi #ergeser kekanan pada pasien dengan -ipertensi
kronis
4. Aliran dara- otak (normaln4a +84 mlA1++ g .aringanAmenit* diatur ole-
autoregulasi) Pa6"2) dan Pa"2.
. Aliran dara- otak #eru#a- pada Pa6"2 2+8%+ mmHg) setiap peru#a-an 1
42
mmHg aliran dara- otak #eru#a- F (182 mlA1++ gr .aringanAmenit*.
!. Aliran dara- #eru#a- 8$F per 1
+
6. Hipotermia menurunkan aliran dara-
otak dan meta#olisme otak) sedangkan -ipertermia akan meningkatkan
aliran dara- otak dan meta#olisme otak.
$. Proteksi otak dilakukan pada periode perioperatif dengan metode dasar
(A,6*) -ipotermia) dan farmakologik.
%. Pemantauan selama anestesia dan periode pas9a#eda- dengan standard
pemantauan @ tekanan dara-) H0) /p"2) su-u) kalau ada train of four.
Indikasi pemantauan .alur arterial adala- . Indikasi pemantauan 6DP
adala-
'. /a1ar otak dapat rusak pada tumor) trauma) -ipertensi) strok) -iperkapnia
#erat) -ipoksia) dan ke.ang.
1+. Isi rongga kranium adala- .aringan otak (%+F*) dara- (12F*) dan 9airan
sere#rospinal (%F*. /etiap peningkatan sala- satu komponen akan
dikompensasi dengan penurunan 3olume 4ang lain untuk men9ega-
kenaikan tekanan intrakranial.
11. Dengan penge9ualian ketamin) semua o#at anestetik intra3ena
menurunkan meta#olisme otak dan aliran dara- otak.
12. Autoregulasi antara MAP +81+ mmHg. MAP 4ang J + mmHg akan
menim#ulkan iskemia otak dan #ila MAP I 1+ mmHg dapat
menim#ulkan edema otak atau perdara-an otak.
13. Hipotermia merupakan metode 4ang efektif untuk proteksi otak selama
iskemia fokal atau glo#al.
14. Pada penelitian manusia dan #inatang #ar#iturat efektif untuk
perlindungan otak pada keadaan fokal iskemia.
1. /emua o#at anestetik in-alasi #ersifat sere#ral 3asodilator.
1!. /asaran terapi pada trauma otak adala- normotensi) normokania)
normo3olemia) isoosmoler) normotermi
1$. Tekanan intrakranial normal 81 mmHg) #ila suda- I 2+ mmHg -arus
segera diterapi) akan tetapi -erniasi otak suda- dapat ter.adi pada tekanan
intrakranial 1% mmHg
GAMBARAN UMUM
&ntuk dapat mengelola pasien pem#eda-an #eda- saraf maka para peserta didik -arus
mengerti dan mema-ami neuroanatomi) neurofisiologi) neurofarmakologi) pemantauan)
penatalaksanaan kenaikan tekanan intrakranial) anestesia untuk pasien dengan trauma
otak) proteksi otak perioperatif.
TU&UAN PEMBELA&ARAN
/etela- men4elesaikan sesi ini peserta didik di-arapkan mampu@
Mem#erikan anestesia pada operasi intrakranial) operasi di luar otak akan tetapi
42!
pasienn4a mempun4ai kelainan otak) #eda- spinal dan kolumna 3ere#ralis.
METODE PEMBELA&ARAN
Peserta didik suda- -arus mempela.ari@
1. ,a-an a9uan
2. Ilmu dasar 4ang #erkaitan dengan topik pem#ela.aran
3. Ilmu klinis dasar
TuCuan 1: Mampu mem#erikan anestesia pada operasi intrakranial) Metode
pem#ela.aran
1. Diskusi kelompok ke9il
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
TuCuan 2: Mampu mem#erikan anestesia untuk operasi di luar otak akan tetapi
pasienn4a mempun4ai kelainan otak.
1. Diskusi kelompok ke9il
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
TuCuan 3: Mampu mem#erikan anestesia untuk #eda- spinal dan 9olumna 3ere#ralis)
!" Diskusi kelompok kecil
#" Peer assisted learning -PAL0
%" Bedside teaching
&" Bask<based medical education
MEDIA
!" Papan tulis
#" Komputer
%" 56D dan slide pro$ector
&" Pasien di kamar #eda- dan PA6&
42$
ALAT BANTU PEMBELA&ARAN
!" 9irtual patients
#" 7eading assigment
%" Audio3isual
&" Perpustakaan) internet) skill lab
E%ALUASI
!" Kognitif @
=MH
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers>raters
@1C2
/inicheck
#" 1kill > psikomotor.
/ultiple observations and assessments
/ultiple observers
@1C2
/inicheck
%" Afektif . Profesionalisme5 Communication and Interpersonal 1kills
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>rater
/ultiple @bservations and assessments
/ultiple observers>rater
Pre<tes
1. 2elaskan anatomi //P @ supratentorian dan inflratentorial.
2. 2elaskan fisiologi //P@ 6,:) /M0"2) I6P.
3. 2elaskan tentang efek o#at anestetik intra3ena) anestetik in-alasi) narkotik
analgetik) pelumpu- otot) manitol) lasik ter-adap aliran dara- otak) produksi
42%
likuor sere#rospinalis) meta#olisme otak) dan tekanan intrakranial.
4. Terangkan tentang penatalaksaaan .alan nafas pada pasien dengan 9edera trauma
otak.
. 2elaskan tentang patofisiologi peningkatan tekanan intrakranial (-al8-al apa sa.a
4ang dapat menim#ulkan peningkatan tekanan intrakranial*.
!. Terangkan tentang 9ara penilaian ;6/.
$. ,agaimana tanda8tanda peningkatan tekanan intrakranial pada pasien 4ang masi-
sadar dan tidak sadar.
%. ,agaimana penatalaksanaan pasien dengan peningkatan tekanan intrakranial.
'. 2elaskan tentang A,6D= neuroanestesia.
1+. 2elaskan tentang 9ara melakukan proteksi otak pada periode perioperatif.
,entuk pre8tes @ M6H) u.ian esai dan lisan sesuai tingkat masa pendidikan
(semester*.
,entuk u.ian @
8 &.ian ak-ir rotasi
8 &.ian ak-ir profesi (lisanAu.ian nasional*
,isa dalam #entuk @
!" Kognitif
=MH
/ultiple observation and assessments
/ultiple observers
"/6=
/inicheck
#" 1kill>psikomotor
/ultiple observation and assessments
/ultiple observers
"/6=
/inicheck
42'
%" Afektif. Profesionalisme Communication and Interpersonal 1kills
/ultiple observation and assessments
/ultiple observers
DAFTAR >EK PENUNTUN BELA&AR PROSEDUR ANESTESIA
Tindakan A operasi @
No Daftar 9ek penuntun #ela.ar prosedur anestesia /uda-
dilakukan
,elum
dilakukan
PERSIAPAN PRA ANESTESIA
1 Anamnesis) periksaan fisis) pemeriksaan penun.ang
2 Penentuan A/A
3 Persiapan alat) mesin pem#iusan) /TATIK) o#at
4 Pemasangan monitor
ANESTESIA
1 Induksi) rumatan dan pengak-iran anestesia umum
2 Pemantauan
3 Pem#erian 9airan dan transfusi
4 Komplikasi dan penanganann4a
=kstu#asi
PENATALAKSANAAN PAS>ABEDA.
1 Penga1asan A,6 dan tanda 3ital
2 Penanganan komplikasi dan n4eri pas9a#eda-
6atatan@ /uda- A ,elum diker.akan #eri tanda (U *
43+
DAFTAR TILIK
,erikan tanda dalam kotak 4ang tersedia #ila keterampilanAtugas tela- diker.akan dengan
memuaskan) dan #erikan tanda #ila tidak diker.akan dengan memuaskan serta TAD #ila
tidak dilakukan pengamatan
Memuaska 5angka-A tugas diker.akan sesuai dengan prosedur standard atau
penuntun
Tidak
memuaska
Tidak mampu untuk menger.akan langka-A tugas sesuai dengan
prosedur standard atau penuntun
T/D Tidak
diamati
5angka-) tugas atau keterampilan tidak dilakukan ole- peserta lati-
selama penilaian ole- pelati-
Nama peserta didik Tanggal
Nama pasien No 0ekam Medis
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
431
DAFTAR TILIK
No Ke"iata / la"ka, kliis
Kesem!ata ke
' ( 2 3 4
Peserta din4atakan @
5a4ak
Tidak la4ak
melakukan prosedur
Tanda tangan pelati-
Tanda tangan dan nama terang
432
MATERI A>UAN
Dokter anestesia akan terli#at se9ara men4eluru- dalam penanganan pasien 9edera
kepala) mulai di &nit ;a1at Darurat (&;D*) kamar #eda-) dan pera1atan di &nit
Pera1atan Intensif (&PI*. Penatalaksanaan perioperatif ini memerlukan pengeta-uan
4ang mendalam mengenai fisiologi otak 4ang normal dan patofisiologi 9edera kepala
akut se-ingga -arus mengerti tentang fisiologi dan farmakologi dari aliran dara- otak)
meta#olisme sere#ral) dan tekanan intrakranial.
Alira dara, otak
Aliran dara- otak #ergantung pada tekanan arteri sere#ral dan resistensi
pem#ulu-8pem#ulu- sere#ral. Aliran dara- otak rata8rata sekitar +8
4bmlA1++bgrAmenit. ,ila aliran dara- otak < 2+ mlA1++ grAmenit) elektroensefalografi
(==;* menun.ukkan tanda iskemik. ,ila aliran dara- otak !8' mlA1++ grAmenit) 6a
(O
masuk ke dalam sel. Aliran dara- otak proporsional ter-adap tekanan perfusi otak.
Tekanan perfusi otak adala- per#edaan tekanan arteri rata8rata (pada saat masuk*
dengan tekanan 3ena rata8rata (saat keluar* pada sinus sagitalis lmph > serebral venous
$unction. Nilai normaln4a %+8'+bmmHg. Akan tetapi) se9ara praktis) adala- per#edaan
tekanan arteri rata8rata (/APM mean arterial pressure* dan tekanan intrakranial rata8rata
4ang diukur setinggi foramen Monroe. Tekanan perfusi otak bGbMAPb tekanan
intrakranial) akan menurun #ila ada penurunan tekanan arteri atau kenaikkan tekanan
intrakranial. ,ila tekanan perfusi otak turun sampai + mmHg) ==; akan terli-at
melam#at dan ada peru#a-an8peru#a-an ke ara- sere#ral iskemia. Tekanan perfusi otak
kurang darib4+bmmHg) ==; men.adi datar) menun.ukkan adan4a proses iskemik 4ang
#erat 4ang #isa re3ersi#el atau ire3ersi#el. ,ila tekanan perfusi otak kurang
darib2+bmmHg untuk .angka 1aktu lama) ter.adi iskemik neuron 4ang ire3ersi#el .
Pasien 9edera kepala dengan tekanan perfusi otak kurang dari $+ mmHg akan
mempun4ai prognosa 4ang #uruk. Pada tekanan intrakranial 4ang tinggi) supa4a tekanan
perfusi otak adekuat) maka perlu tetap memperta-ankan tekanan dara- 4ang normal atau
sedikit le#i- tinggi. &sa-a kita adala- untuk memperta-ankan tekanan perfusi otak
normal) ole- karena itu) -ipertensi 4ang memerlukan terapi adala- #ila tekanan arteri
rata8rata le#i- #esar darib13+814+bmmHg.
433
Gambar 21> / +ubun#an $olume dan *ekanan