Anda di halaman 1dari 10

INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN

12211227 IIA

1
STRATEGI PELAYANAN KEBIDANAN DI KOMUNITAS

Setiap petugas kesehatan yang bekerja di masyarakat perlu memahami keadaan masyarakat
yang dilayaninya keadaan, budaya dan tradisi setempat sangat menentukan cara pendekatan yang
harus ditempuh. Pendekatan yang akan digunakan oleh bidan komuniti harus memperhatikan
strategi pelayanan kebidanan, tugas dan tanggung jawab bidan serta aspek perlindungan hukum
bagi bidan di Komunitas.
A. Pendekatan Edukatif Dalam Peran Serta Masyarakat
Dalam pendekatan ini ujung tombaknya adalah gerakan peberdayaan, yang memiliki
tiga mata tombak disebut TRISULA, yaitu konseling, kunjungan rumah, dan pengorganis
asian masyarakat. Ketiga mata tombak ini pada hakikatnya adalah upaya memfasilitasi proses
pemecahan masalah dalam diri sasaran/ klien. Pemberdayaan itupun tidak dilakukan secara
serta-merta, melainkan secara berjenjang. Para petugas kesehatan dan petugas lintas sektor
terkait memberdayakan pemuka-pemuka masyarakat, yang disusul dengan gerakan para
pemuka masyarakat untuk memberdayakan unsur-unsur masyarakat (yaitu kader), dan
akhirnya para kader bergerak memberdayakan seluruh msyarakat.
Pendekatan edukatif memerlukan kesabaran dan ketangguhan dari para petugas
(penggerak), karena mereka harus mengawal proses secara berkelanjutan hingga tercapainya
kemandirian masyarakat. Dijajaran kesehatan, penggerak awal adalah para petugas di Dinas
kesehatan Kabpaten/Kota, rumah sakit, serta puskesmas dan jaringannya.
1. Definisi
a. Secara umum
Rangkaian kegiatan yang di laksanakan secara sistemtis, terencana dan terarah
dengan partisipasi aktif individu, kelompok, masyarakat secara keseluruhan untuk
memecahkan masalah yang dirasakan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor
social, ekonomi dan budaya setempat.

b. Secara Khusus
Merupakan model dari pelaksanaan organisasi dalam memecahkan masalah yang
dihadai masyarakat dengan pendekatan pokok yaitu pemecahan masalah dan proses
pemecahan masalah tersebut.
INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

2
2. Tujuan Pendekatan Edukatif
a. Memecahan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang merupakan masalah
kebidanan komunitas.
b. Kembangkan kemampuan masyarakat, hal ini berbeda dengan memecahkan masalah
yang di hadapi atas dasar swadaya sebatas kemampuan.

3. Langkah-Langkah Pendekatan Edukatif
A. Pendekatan pada tokoh masyarakat
1. Nonformal untuk penjagaan lahan
2. Formal dengan surat resmi
3. Tatap muka antara provider dengan tokoh masyarakat.
4. Kunjungan rumah untuk menjelaskan maksud dan tujuan pengumpulan data.
5. Pertemuan provider dan tokoh masyarakat untuk menetapkan suatu kebijakan
alternative pemecahan masalah dalam rangka perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi.
6. Menjalin hubungan social yang baik dengan menghadiri upacara-upacara
agama, perkawinan, kematian dsb.
B. Pendekatan kepada provider
Diadakan pada waktu pertemuan tingkat kecamatan, tingkat desa/kelurahan, tingkat
dusun / lingkungan.
C. Pengumpulan data primer dan sekunder
Data umum, data teknis sesuai dengan kepentingan masing-masing-masing
sector, data perilaku sesuai dengan masalah yang ada, data khusus hasil pengamatan,
data orang lain. Pengembangan masyarakat perlu dilakukan baik sumber daya alam /
potensi desa, dan sumber daya manusia/kader kesehatan agar tahu mau dan mampu
mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong menggunakan
metode :
1. Pendekatan tingkat desa dilakukan dengan cara :
a. Pertemuan tersendiri dengan tokoh masyarakat.
INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

3
b. Menumpang pada pertemuan lain seperti Musyawarah Masyarakat Desa /
MMD maupun pertemuan tingkat dusun / lingkungan.
2. Pengumpulan data untuk mencari kebutuhan yang real dan kebutuhan yang
diinginkan masyarakat/felt needs dalam rangka Survey Mawas Diri/SMD
3. Penyajian data pada waktu MMD yang berisi : analisa situasi secara singkat,
analisa data, permasalahan, penyebab terjadinya masalah.
4. Komitmen bersama dari hasil kesepakatan MMM dalam suatu kebijakan
alternative pemecahan untuk ; perencanaan kegiatan, perencanaan pelaksanaan,
dan perencanaan evaluasi.
5. Sosial budaya, ekonomi dalam kesehatan wanita antara lain pelayanan kesehatan
tidak terjangkau, pengetahuan yang rendah untuk mengenal tanda dan gejala
dari berbagai komplikasi terkait dengan kehamilan, persalinan dan nifas.
Wanita adalah manusia yang mempunyai hak asasi terutama hak dalam
bidang kesehatan yaitu hak untuk memelihara kesehatan reproduksinya. Bidan
berperan dalam memberikan dukungan pada wanita untuk memperoleh status
yang sama di masyarakat untuk memilih dan memutuskan perawatan kesehatan
dirinya. Dalam memberikan asuhannya hendaknya women center care / asuhan
yang berpusat pada wanita, dimana fokusnya mencakup seluruh aspek
kehidupan yang memandang wanita sebagai manusia yang utuh, membutuhkan
pemenuhan kebutuhan biologi, psikologi, social, spiritual dan cultural selama
hidupnya. Bidan harus mempunyai pengetahuan yang luas dalam segala aspek
yaitu kehamilan, persalinan, nifas, KB, serta kesehatan reproduksi dalam
pasangan usia subur karena bidan komuniti adalah partner dari seorang wanita
dalam menghadapi berbagai pengalaman hidupnya.
Model asuhannya adalah wanita sebagai figure sentral pada proses
asuhan karena wanita yang mengerti kebutuhannya sendiri sedangkan bidan
adalah pemberi asuhan professional yang membantu ibu untuk pengambilan
keputusan dan menanggapi pilihan ibu. Salah satu factor yang mencerminkan
INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

4
wanita sebagai pusat asuhan diasumsikan dengan kepuasan terhadap asuhan
kebidanan yaitu factor asuhan yang berkelanjutan (continuity of care).
4. Strategi Dasar Pendekatan Edukatif
a. Mengembangkan provider
Provider adalah sector-sektor yang bertanggung jawab secara teknis terhadap
program-program yang dikembangkan dalam pengembangan kemampuan masyarakat
untuk dapat memecahkan masalahnya sendiri secara swadaya dan gotong royong.
Perlu adanya kesamaan presepsi dan sikap mental positif terhadap pendekatan yang di
tempuh serta sepakat untuk mensukseskan .
Langkah-langkah pengembangan provider
1) Pendekatan terhadap pemuka atau pejabat masyarakat.
Bertujuan untuk mendapat dukungan, sehingga dapat menentukan kebijakan
nasional atau ragional. Bentuknya pertemuan perorangan, dalam kelompok kecil,
pernyataan beberapa pejabat yang berpengaruh.
2) Pendekatan terhadap pelaksana dari sector diberbagai tingkat administrasi sampai
dengan tingkat desa.
Tujuan yang akan dicapai adalah adanya kesepahaman, memberi dukungan dan
merumuskan kebijakan serta pola pelaksanaan serta makro. Bentuknya lokakarya,
seminar, raker, musyawarah.
3) Pengumpulan data oleh oleh sector kecamatan/desa
Merupakan pengenalan situasi dan masalah menurut pandangan petugas/provider.
Macam data yang dikumpulkan data umum, data khusus dan data perilaku.
b. Pengembangan masyarakat
Pengembangan masyarakat adalah penghimpunan masyarakat untuk mampu dan mau
mengatasi maslahnya sendiri secara swadaya sebatas kemampuan. Dengan
melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk menentukan maslah, merencanakan
alternative, melaksanakan dan menilai usaha pemecahan masalah yang dilaksanakan.
Langkah-langkahnya melipti pendekatan tingkat desa, survey mawas diri,
perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta pemantapan dan pembinaan.


INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

5
B. Pelayanan yang Berorientasi pada Kebutuhan Masyarakat
Proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan tentukan prioritas dari
kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarakat untuk berusaha memenuhi
kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas sumber-sumber yang ada di masyarakat
sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong. Terdiri dari tiga asfek penting
meliputi proses, masyarakat dan memfungsikan masyarakat.
Terdiri dari 3 jenis pendekatan :
1. Specific Content Approach
Yaitu pendekatan perorangan atau kelompok yang merasakan masalah melalui proposal
program kepada instansi yang berwenang.
Contoh : pengasapan pada DBD

2. General Content Objektive Approach
Yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan
dalam wadah tertentu
Contoh : posyandu meiputi KIA, imunisasi, gizi, KIE dsb.

3. Proses Objektive Apporoach
Yaitu pendeketan yang lebih menekankan pada proses yang dilaksanakan masyarakat
sebagai pengambilan prakarsa kemudian dikembangakan sendiri sesuai kemampuan.
Contoh : kader

C. Menggunakan atau Memanfaatkan Fasilitas dan Potensi yang Ada di Masyarakat
Masalah kesehatan pada umumnya disebabkan oleh rendahnya status social-ekonomi
yang diakibatkan ketidak tahuan dan ketidak mampuan memelihara diri sendiri (self care)
sehingga apabila berlangsung terus akan berdampak pada status kesehatan keluarga dan
masyarakat juga produktifitasnya.
1. Definisi
a. Usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu
menumbuhkan kemampuan orang, berkomunikasi dan menguasai fisiknya.
INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

6
b. Pengembangan manusia yang tujuannya adalah mengembangakan potensi dan
kemampuan manusia dalam mengontrol lingkungannya.
2. Langkah-langkah
a. Ciptakan kondisi agar potensi setempat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan.
b. Tingkatkan potensi yang ada.
c. Usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada
d. Tingakatkan kesejahtraan masyarakat secara keseluruhan
3. Prinsip-prinsip dalam mengembangkan masyarakat
a. Program ditentukan oleh atau bersama masyarakat
b. Program disesuaikan denagan kemampuan masyarakat
c. Dalam pelaksanaan kegiatan harus ada pembimbing, pengarahan dan dorongan agar
dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya
d. Petugas harus bersedia mendampingi dengan mengambil fungsi sebagai katasilator
untuk mempercepat proses.
4. Bentuk-bentuk program masyarakat
a. Program inisiatif yaitu pengembangan masyarakat melaui koordinasi dengan
dinasterkait/ kerjasama lintas sector.
b. Program adaptif yaitu pengembangan masyarakat hanya ditugaskan pada salah satu
instansi/departemen yang bersangkutan saja secara khusus untuk melaksanakan
kegiatan tersebut/kerjasama lintas program
c. Program proyek yaitu pengembangan masyarakat dalam bentuk usaha-usaha terbatas
di wilayah tertentun dan program disesuaikan denga kebutuhan wilayah tersebut.

Fasilitas dan potensi yang ada di masyarakat yaitu sumber daya alam / potensi desa, dan
sumber daya manusia/kader kesehatan. Bidan dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan
anak di komuniti perlu memperhatikan factor lingkungan antara lain:
1. Lingkungan Sosial
Masyarakat yang berada di dalam komuniti memiliki ikatan social, budaya. Dukun
penolong persalinan sangat dekat dengan masyarakat terutama di kalangan keluarga di desa
oleh karena menggunakan pendekatan social budaya sewaktu memberi pelayanan. Bidan
INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

7
dalam memberikan pelayanan kepada ibu hamil dan bersalin diupayakan tidak bertentangan
dengan kebiasaan, adapt istiadat, kepercayaan dan agama di masyarakat. Oleh karena itu
peran serta masyarakat memegang peranan penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu,
anak balita, keluarga serta keluarga berencana. Peran serta masyarakat ini selalu digerakkan
dan ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.
Kondisi tingkat pendidikan dan ekonomi menentukan tingkat partispasinya di dalam
turut serta berperan meningkatkan kesehatan masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan
masyarakat semakin meningkat perhatian tersebut, menimbulkan peningkatan tuntutan
masyarakat.
Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah bersama masyarakat menentukan arah
upaya kesehatan yang dilakukan kepada masyarakat. Pelayanan kebidanan komuniti perlu
mendapat dukungan politik dari organisasi swasta ataupun pemerintah terutama mendukung
adanya undang-undang dan pelaksanaanya.
2. Lingkungan flora fauna
Kebutuhan gizi manusia tergantung kepada keberadaan flora dan fauna. Masyarakat
dianjurkan melakukan penghijauan. Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman bergizi dan
berkhasiat akan mendukung terwujudnya kesehatan keluarga. Peternakan juga mendukung
kondisi gizi manusia. Bidan yang bekerja di komuniti memperhatikan pengaruh flora dan
fauna ini. Pemanfaatan tumbuh-tumbuhan dan hewan ternak disampaikan melalui
penyuluhan kesehatan merupakan bantuan bidan kepada masyarakat terutama pada kaum ibu.
Kerjasama dengan petugas gizi dan pertanian diperlukan di dalam peningkatan gizi
masyarakat.






INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

8
TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB BIDAN DI KOMUNITAS

A. Tugas Utama Bidan Di Komunitas
1. Pelaksana asuhan atau pelayanan kebidanan.
a. Melaksanakan asuhan kebidanan dengan standar profesional.
b. Melaksanakan asuhan kebidanan ibu hamil normal dengan komplikasi, patologis dan
resiko tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
c. Melaksanakan asuhan ibu bersalin normal dengan komplikasi, patologis dan resiko
tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
d. Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal dengan komplikasi,
patologis dan resiko tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
e. Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu nifas dan menyusui normal dengan
komplikasi, patologis dan resiko tinggi dengan melibatkan klien/keluarga.
f. Melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi dan balita dengan melibatkan
klien/keluarga.
g. Melaksanakan asuhan kebidanan pada wanita atau ibu dengan gangguan sistem
reproduksi dengan melibatkan klien/keluarga.
h. Melaksanakan asuhan kebidanan komunitas melibatkan klien/keluarga.
i. Melaksanakan pelayanan keluarga berencana melibatkan klien/keluarga.
j. Melaksanakan pendidikan kesehatan di dalam pelayanan kebidanan.

2. Pengelola pelayanan KIA/KB.
a. Mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat terutama pelayanan kebidanan
untuk individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat diwilayah kerjanya dengan
melibatkan keluarga dan masyarakat.
b. Berpartisipasi dalam tim untuk melaksanakan program kesehatan dan program sektor
lain diwilayah kerjanya melalui peningkatan kemampuan dukun bayi, kader kesehatan,
dan tenaga kesehatan lain yang berada diwilayah kerjanya.
c. Pendidikan klien, keluarga, masyarakat dan tenaga kesehatan.
INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

9
Melaksanakan bimbingan/penyuluhan, pendidikan pada klien, masyarakat dan tenaga
kesehatan termasuk siswa bidan/keperawatan, kader, dan dukun bayi yang
berhubungan dengan KIA/KB.
d. Penelitian dalam asuhan kebidanan.
Melaksanakan penelitian secara mandiri atau bekerjasama secara kolaboratif dalam
tim penelitian tentang askeb.

B. Tugas Tambahan Bidan Di Komunitas
1. Upaya perbaikan kesehatan lingkungan.
2. Mengelola dan memberikan obat - obatan sederhana sesuai dengan kewenangannya.
3. Survailance penyakit yang timbul di masyarakat.
4. Menggunakan tehnologi tepat guna kebidanan.

C. Tanggung Jawab Bidan Di Komunitas
1. Kesehatan ibu & anak dalam keluarga dan masyarakat
Bidan bertanggung jawab atas kesehatan ibu & anak dalam keluarga & masyarakat &
dalam memberikan pelayanan kesehatan harus sesuai dengan kompetensi & kewenangannya
tanpa memendang status social & mengutamakan kepentungan msayarakat di atas
kepentingan pribadi
2. Kesehatan reproduksi remaja
Meliputi :
Penyebab kesehatan remaja
Pernikahan dini
Pergaulan bebas
Akibat kehamilan remaja
Akibat medis
Aborsi
Bumil anemia
Kekurangan gizi intra uterin
BBLR
Akibat pergaulan bebas
INDAHTIRTYA DIII KEBIDANAN
12211227 IIA

10
Goncangan psikologis
Dikucilkan keluarga & masyarakat
3. Menurunkan morbiditas & mortalitas ibu, bayi & balita
Dengan cara:
Meningkatkan keterampilan
Mencegah 3 terlambat
Deteksi dini
Kerja sama lintas sector
4. meningkatkan peran serta masyarakat

Selain itu ada tanggungjawab bidan yang perlu diperhatikan , bidan bertanggungjawab
dalam pengambilan keputusan dan tindakan :
1. Mengintegrasikan komponen proses pemecahan masalah.
2. Melakukan asuhan kebidanan pada individu.
3. Mendemonstrasikan dan mengabsahkan praktek.
4. Berkomunikasi dan bekerjasama dengan anggota teknis.
5. Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan.
6. Melaksanakan investigasi tentang masalah kesehatan dan kebutuhan masyarakat.