Anda di halaman 1dari 22

Laporan Pendahuluan

Oleh : Subhan, S.Kep


A. Konsep Dasar
1. Pengertian
Carsinoma prostat atau kanker prostat adalah pertumbuhan dan pembelahan sel
khususnya sel pada jaringan prostat yang tidak normal/abnormal yang merupakan kelainan
atau suatu keganasan pada saluran perkemihan khususnya prostat pada bagian lobus perifer
sehingga timbul nodul-nodul yang dapat diraba
a. Anatomi fisiologi
Kelenjar prostat
Prostat adalah suatu organ yang terdiri dari komponen kelenjar, stroma dan
muskular. Kelenjar ini mulai tumbuh pada kehamilan umur ! minggu karena pengaruh dari
horman androgen yang berasal dari testis janin. Prostat merupakan deri"at dari jaringan
embrional sinus urogenital. Kelenjar prostat bentuknya seperti konnus terbalik yang terjepit
#kemiri$. # % $
&etak kelenjar prostat disebelah inferior buli-bulu, didepan rektum dan membungkus
uretra posterior. 'kuran rata-rata prostat pada pria de(asa ) * + * !,, -m dan beratnya
kurang lebih !. gram. # $
Pada tahun /%! 0-. 123&, mengemukakan konsep tantang 4ona anatomi dari
prostat. 0enurut 0-. 123&, komponen kelenjar dari prostat sebagian besar
terletak/membentuk 4ona perifer. 5ona perifer ini ditambah dengan 4ona sentral yang terke-il
merupakan /, 6 dari komponen kelenjar. Komponen kelenjar yang lain # ,6 $ membentuk
4ona transisi. 5ona transisi ini terletak tepat di luar uretra di daerah "erumontanum. Proses
hiperplasia dimulai di 4ona transisi ini. Sebagian besar proses keganasan #7.-%. 6 $ bermula
di 4ona perifer, sebagian lagi dapat tumbuh di 4ona transisi dan 4ona sentral. #%$
Prostat menghasilkan suatu -airan yang merupakan salah satu komponen dari
-airan ejakulat. Cairan kelenjar ini dialirkan melalui duktus sekretorius dan bermuara di uretra
posterior untuk kemudian bersama -airan semen yang lain pada saat ejakulasi. Cairan ini
merupakan !, 6 dari "olume ejakulat. # $
8ika kelenjar ini mengalami hiperplasia jinak atau berubah menjadi kanker ganas
dapat membuntu uretra posterior dan mengakibatkan terjadinya obstruksi saluran kemih. # $
b. Etiologi
9ingga sekarang masih belum diketahui se-ara pasti penyebab terjadinya -a prostat
: tetapi beberapa hipotesa menyebutkan bah(a hiperplasia prostat erat kaitannya dengan
;eberapa hipotesis yang diduga sebagai penyebab timbulnya -a mammmae adalah: # $
a. 3danya perubahan keseimbangan antara hormon testosteron dan estrogen pada usia
lanjut.
b. Peranan dari gro(th fa-tor # faktor pertumbuhan $ sebagai pema-u pertumbuhan stroma
kelenjar prostat.
-. 0eningkatnya lama hidup sel-sel prostat karena berkurangnya sel yang mati
d. <eori sel stem menerangkan bah(a terjadinya proliferasi abnormal sel stem sehingga
menyebabkan produksi sel stroma dan se epitel kelenjar prostat menjadi berlebihan.
c. Patofisiologi ( 6 )
d. ejala Klini!
=angguan pola perkemihan baikfrekuensi, adanya desakan, nokturia akibat
membesarnya ukuran kelenjar yang mendesak urethra. <erjadinya obstruksi urethra
mengganggu perkemihan, lama-kelamaan berkembang terjadinya anemi
e. Pemeri!saan Diagnosti! ( 1"#"$"%"6"1$ )
. a. >nspeksi buli-buli: ada/ tidaknya penonjolan perut di daerah supra pubik # buli-buli
penuh / kosong $
b. Palpasi buli-buli: <ekanan didaerah supra pubik menimbulkan rangsangan ingin
ken-ing bila buli-buli berisi atau penuh.<erasa massa yang kontraktil dan
?;allottement@.
-. Perkusi: ;uli-buli yang penuh berisi urin memberi suara redup.
! . Colok dubur.
Pemeriksaan -olok dubur dapat memberi kesan keadaan tonus sfingter anus,
mukosa rektum, kelainan lain seperti benjolan di dalam rektum dan prostat. Pada
perabaan melalui -olok dubur harus di perhatikan konsistensi prostat #pada pembesaran
prostat jinak konsistensinya kenyal$, adakah asimetris adakah nodul pada prostat , apa
batas atas dapat diraba .
Aengan -olok dubur besarnya prostat dibedakan :
- =rade : Perkiraan beratnya sampai dengan !. gram.
- =rade ! : Perkiraan beratnya antara !.-). gram.
- =rade + : Perkiraan beratnya lebih dari ). gram.
+. &aboratorium.
- Aarah lengkap sebagai data dasar keadaan umum penderita .
- =ula darah dimak sudkan untuk men-ari kemungkinan adanya penyakit diabetus
militus yang dapat menimbulkan kelainan persarafan pada buli-buli #buli-buli
nerogen$.
- Baal ginjal #;'1, kreatinin serum$ diperiksa untuk mengetahui kemungkinan adanya
penyulit yang mengenai saluran kemih bagian atas .
- 3nalisis urine diperiksa untuk melihat adanya sel leukosit, bakteri, dan infeksi atau
inflamasi pada saluran kemih .
- Pemeriksaan kultur urine berguna dalam men-ari jenis kuman yang menyebadkan
infeksi dan sekligus menentukan sensitifitas kuman terhadap beberapa anti mikroba
yang diujikan.
). Blo(metri :
Blo(metri adalah alat kusus untuk mengukur pan-aran urin dengan satuan
ml/detik. Penderita dengan sindroma protalisme perlu di periksa dengan flo(metri
sebelum dan sesudah terapi.
Penilaian :
Bmak C.ml/detik --------obstruktif
Bmak .-, ml/detik-----borderline
Bmak D, ml/detik-------nonobstruktif
,. Eadiologi.
- Boto polos abdomen, dapat dilihat adanya batu pada traktus urinarius, pembesaran
ginjal atau buli-buli, adanya batu atau kalkulosa prostat dan kadang kadang dapat
menunjukkan bayangan buli-buli yang penuh terisi urine, yang merupakan tanda dari
suatu retensi urine.
- Pielografi intra "ena, dapat dilihat supresi komplit dari fungsi renal, hidronefrosis, dan
hidroureter, fish hook appearan-e # gambaran ureter berkelok kelok di "esikula $
in-lentasi pada dasar buli-buli, di"ertikel, residu urine atau filling defe-t di"esikula.
- 'ltrasonografi #'S=$, dapat dilakukan se-ara transabdominal atau trasrektal
#trasrektal ultrasonografi F <E'S$ Selain untuk mengetahui pembesaran prostat C
pemeriksaan 'S= dapatpula menentukan "olume buli-buli, meng ukur sisa urine dan
keadaan patologi lain seperti di"ertikel, tumor dan batu .Aengan <E'S dapat diukur
besar prostat untuk menentukan jenis terapi yang tepat. Perkiraan besar prostat
dapat pula dilakukan dengan 'S= suprapubik.
- Cystos-opy #sistoskopi$ pemeriksaan dengan alat yang disebut dengan -ystos-op.
Pemeriksaan ini untuk memberi gambaran kemungkinan tumor dalam kandung
kemih atau sumber perdarahan dari atas bila darah datang dari muara ureter, atau
batu radiolusen didalam "esika. Selain itu dapat juga memberi keterangan
mengenahi besarprostat dengan mengukur panjang uretra pars prostatika dan
melihat penonjalan prostat kedalam uretra.
7. Kateterisasi: 0engukur ?rest urine ? Gaitu mengukur jumlah sisa urine setelah miksi
sepontan dengan -ara kateterisasi . Sisa urine lebih dari .. -- biasanya dianggap
sebagai batas indikasi untuk melakukan inter"ensi pada hiper tropi prostat .
$. Dampa! &asalah .
Pada -a prostat dengan prostatektomi akan timbul beberapa masalah, dengan
gejala yang telah diuraikan pada sub bab patofisiologi . 0asalah ini dapat berdam pak pada
pola pola fungsi kesehatan klien.Aimana klien sebagai mahluk bio, psiko, sosial, spiritual.
Aampak masalah yang mun-ul dapat di bagi menjadi ! yaitu dampak masalah pre operasi
dan post operasi prostatektomi
Aampak masalah pre oprasi prostatektomi adalah :
a. Pola eleminasi .
<anda tanda dan gejala yang berhubungan dengan -a prostat akibat
pembesaran prostat yang berdampak pada penyumbatan parsial atau sepenuhnya pada
saluran kemih bagian ba(ah. Keluhan klien antara lain adalah nokturia, frekuensi,
hesisten-y, disuria, inkontinensia dan rasa tidak lampias sehabis miksi sampaitejadi
anemi. Aapat pula mun-ul hernia inguinalis dan hemoroid .
b. Pola persepsi dan konsepsi diri.
Kebanyakan klien yang akan menjalani operasi akan mun-ul ke-emasan.
Ketidak pastian tentang prosedur pembedahan, nyeri setelah operasi, insisi dan
immobilisasi dapat menimbulkan rasa -emas. Klien juga -emas akan ada perubahan
pada dirinya setelah operasi.
-. Pola tidur dan istirahat.
<anda dan gejala ;P9 antaralain nokturi dan frekuensi . ;ila keluhan ini mun-ul
pada klien maka tidur klien akan terganggu. 9al ini terjadi karena pengosongan kandung
kemih yang tidak lengkap pada setiap miksi sehingga interfal antara miksi lebih pendek.
3kibatnya klien akan sering terbangun pada malam hari untuk miksi dan (aktu tidur
akan berkurang.
Aampak masalah post operasi prostatektomi adalah:
a. Pola eliminasi
Klien post operasi prostatektomi dapat mengalami perubahan eliminasi. 9al ini terjadi
bila terdapat bekuan darah yang menyumbat kateter, edema dan prosedur
pembedahan . Perdarahan dapat terjadi pada klien post operasi prostektomi karena
fiksasi dari traksi yang kurang tepat. >nfeksi karena pemasangan kateter yang kurang
tepat ataupera(atan kateter kurangatau tidak aseptik dapat juga terjadi.
b. Pola tidur dan istirahat
Pada klien post prostektomi dapat mengalami gangguan tidur karena klien
merasakan nyeri pada lika operasi atau spasme dari kandung kemih. Karena
gangguan ini maka lama/ (aktu tidur klien berkurang.
-. Pola aktifitas.
Klien post prostatektomi aktifitasnya akan berkurang dari aktifitas biasa. Klien
-enderung mengurangi aktifitas karena nyeri yang dirasakan akibat dari prostatektomi i
nya. Klien akan banyak memilih di tempat tidur dari pada beraktifitas pada hari
pertama dan hari yang kedua post prostatektomi Sedangkan kebutuhan klien dibantu.
d. Pola reproduksi dan seksual.
Klien post prostatektomi dapat mengalami disfungsi seksual. 9al ini di sebabkan karena
situasi krisis # inkontinensia, kebo-oran urine setelah pengangkatan kateter $. Aengan
terjadinya disfungsi seksual maka dapat terjadi an-aman terhadap konsep diri karena
perubahan status kesehatan.
e. Pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat.
Perubahan penatalaksanaan dan pemeliharaan kesehatan dirumah dapat menimbulkan
masalah dalam pera(atan diri selanjutnya. Sehingga klien perlu informasi tentang
pera(atan selanjutnya khususnya saat dirumah supaya tidak terjadi perdarahan atau
tanda tanda infeksi.
%. Penatala!sanaan
9anya dengan dilakukan prostatektomi yang merupakan reseksi bedah bagian prostat yang
memotong uretra untuk memperbaiki aliran urin dan menghilangkan retensi urinaria akut, ada
beberapa alternatif pembedahan meliputi :
a. <ranssurethral rese-tion of prostate #<'EP$
Aimanan jaringan prostat obstruksi dari lobus medial sekitar uretra diangkat dengana
sistoskop/resektoskop dimasukkan melalui uretra
b. Suprapubi- /open prostatektomi
Aengan diindikasikan untuk massa lebih dari 7. g/7. --. penghambat jaringan prostat
diangkat melalui insisi garis tengah ba(ah dibuat melalui kandung kemih,pendekatan ini lebih
ditujukan bila ada batu kandung kemih. Pedekatan ini lebih ditujukan bila ada batu kandung
kemih.
-. Eetropubi- prostatektomi
0assa jairingan prostat hipertropi #lokasi tinggi dibagian pel"is$ diangkat melalui insisi
abdomen ba(ah tanpa pembukaan kandung kemih
d. Perineal prosteatektomi
0assa prostat besar diba(ah area pel"is diangkat melalui insisi diantara skrotum dan rektum,
prosedur radikal ini dilakukan untuk kanker dan dapat mengakibatkan impotensi.
'. Asuhan Kepera(atan
Pera(at melakukan asuhan kepera(atan dengan menggunakan proses kepera(atan.
Aengan proses kepera(atan, pera(at memakai latar belakang, pengetahuan yang komprehensif
untuk mengkaji status kesehatan klien, mengidentifikasi masalah dan diagnosa meren-anakan
inter"ensi, mengimplementasikan ren-ana dan menge"aluasi inter"ensi kepera(atan.
1. PE)KA*+A)
Pengkajian merupakan tahap a(al dan landasan proses kepera(atan. pengumpulan
data yang akurat dan sistematis akan membantu penentuan status kesehatan dan pola
pertahanan klien, mengidentifikasi kekuatan dan kebutuhan klien, serta merumuskan
diagnosis kepera(atan.
Pengkajian dibagi menjadi ! tahap, yaitu pengkajian pre operasi prostektomi dan penkajian
post operasi prostatektomi
a$ Pengkajian pre operasi prostatektomi
Pengkajian ini dilakukan sejak klien ini 0ES sampai saat operasinya, yang meliputi :
. >dentitas klien
0eliputi nama, jenis kelamin, umur, agama / keper-ayaan, status perka(inan,
pendidikan, pekerjaan, suku/ ;angsa, alamat, no. rigester dan diagnosa medis.
! . Ei(ayat penyakit sekarang
Pada klien -a prostat keluhan keluhan yang ada adalah frekuensi , nokturia, urgensi,
disuria, pan-aran melemah, rasa tidak lampias/ puas sehabis miksi, hesistensi,
intermiten-y, dan (aktu miksi memenjang dan akirnya menjadi retensio urine.
+ . Ei(ayat penyakit dahulu .
3danya penyakit yang berhubungan dengan saluran perkemihan, misalnya >SK
#>nfeksi Saluran Ken-ing $ yang berulang. Penyakit kronis yang pernah di derita.
Operasi yang pernah di jalani ke-elakaan yang pernah dialami adanya ri(ayat
penyakit A0 dan hipertensi .
) Ei(ayat penyakit keluarga .
adanya ri(ayat keturunan dari salah satu anggota keluarga yang menderita
penyakit -a prostat 3nggota keluargayang menderita A0, asma, atau hipertensi.
,. Ei(ayat psikososial
a. >ntra personal
Kebanyakan klien yang akan menjalani operasi akan mun-ul ke-emasan.
Ke-emasan ini mun-ul karena ketidaktahuan tentang prosedur pembedahan.
<ingkat ke-emasan dapat dilihat dari perilaku klien, tanggapan klien tentang
sakitnya.
b. >nter personal
0eliputi peran klien dalam keluarga dan peran klien dalam masyarakat.
7. Pola fungsi kesehatan
a. Pola persepsi dan tatalaksana hidup sehat
Klien ditanya tentang kebiasaan merokok, penggunaan tembakau,
penggunaan obat-obatan, penggunaan alkhohol dan upaya yang biasa
dilakukan dalam mempertahankan kesehatan diri #pemeriksaan kesehatan
berkala, gi4i makanan yang adekuat $
b. Pola nutrisi dan metabolisme
Klien ditanya frekuensi makan, jenis makanan, makanan pantangan, jumlah
minum tiap hari, jenis minuman, kesulitan menelan atau keadaan yang
mengganggu nutrisi seperti nause, stomatitis, anoreksia dan "omiting. Pada
pola ini umumnya tidak mengalami gangguan atau masalah.
-. Pola eliminasi
Klien ditanya tentang pola berkemih, termasuk frekuensinya, ragu ragu,
menetes - netes, jumlah klien harus bangun pada malam hari untuk berkemih,
kekuatan system perkemihan. Klien juga ditanya apakah mengedan untuk
mulai atau mempertahankan aliran kemih. Klien ditanya tentang defikasi,
apakah ada kesulitan seperti konstipasi akibat dari prostrusi prostat kedalam
re-tum.
d. Pola tidur dan istirahat .
Klien ditanya lamanya tidur, adanya (aktu tidur yang berkurang karena
frekuensi miksi yang sering pada malam hari # nokturia $. Kebiasaan tidur
memekai bantal atau situasi lingkungan (aktu tidur juga perlu ditanyakan.
'paya mengatasi kesulitan tidur.
e. Pola aktifitas .
Klien ditanya aktifitasnya sehari H hari, aktifitas penggunaan (aktu senggang,
kebiasaan berolah raga. 3pakah ada perubahan sebelum sakit dan selama
sakit. Pada umumnya aktifitas sebelum operasi tidak mengalami gangguan,
dimana klien masih mampu memenuhi kebutuhan sehari H hari sendiri.
f. Pola hubungan dan peran
Klien ditanya bagaimana hubungannya dengan anggota keluarga, pasien lain,
pera(at atau dokter. ;agai mana peran klien dalam keluarga. 3pakah klien
dapat berperan sebagai mana seharusnya.
g. Pola persepsi dan konsep diri
0eliputi informasi tentang perasaan atau emosi yang dialami atau dirasakan
klien sebelum pembedahan . ;iasanya mun-ul ke-emasan dalam menunggu
a-ara operasinya. <anggapan klien tentang sakitnya dan dampaknya pada
dirinya. Koping klien dalam menghadapi sakitnya, apakah ada perasaan malu
dan merasa tidak berdaya.
h. Pola sensori dan kognitif
Pola sensori meliputi daya pen-iuman, rasa, raba, lihat dan pendengaran dari
klien. Pola kognitif berisi tentang proses berpikir, isi pikiran, daya ingat dan
(aham. Pada klien biasanya tidak terdapat gangguan atau masalah pada
pola ini.
i. Pola reproduksi seksual
Klien ditanya jumlah anak, hubungannya dengan pasangannya,
pengetahuannya tantangsek sualitas. Perlu dikaji pula keadaan seksual yang
terjadi sekarang, masalah seksual yang dialami sekarang # masalah
kepuasan, ejakulasi dan ereksi $ dan pola perilaku seksual.
j. Pola penanggulangan stress
0enanyakan apa klien merasakan stress, apa penyebab stress, mekanisme
penanggulangan terhadap stress yang dialami. Peme-ahan masalah
biasanya dilakukan klien bersama siapa. 3pakah mekanisme
penanggulangan stressor positif atau negatif.
k. Pola tata nilai dan keper-ayaan
Klien menganut agama apa, bagaimana dengan aktifitas keagamaannya.
Kebiasaan klien dalam menjalankan ibadah.
%. Pemeriksaan fisik
a. Status kesehatan umum
Keadaan penyakit, kesadaran, suara bi-ara, status/ habitus, pernafasan,
tekanan darah, suhu tubuh, nadi.
b. Kulit
3pakah tampak pu-at, bagaimana permukaannya, adakah kelainan
pigmentasi, bagaimana keadaan rambut dan kuku klien ,
-. Kepala
;entuk bagaimana, simetris atau tidak, adakah penonjolan, nyeri kepala atau
trauma pada kepala.
d. 0uka
;entuk simetris atau tidak adakah odema, otot rahang bagaimana
keadaannya, begitu pula bagaimana otot mukanya.
e. 0ata
;againama keadaan alis mata, kelopak mata odema atau tidak. Pada
konjungti"a terdapat atau tidak hiperemi dan perdarahan. Slera tampak
ikterus atau tidak.
f. <elinga
3da atau tidak keluar se-ret, serumen atau benda asing. ;agaimana
bentuknya, apa ada gangguan pendengaran.
g. 9idung
;entuknya bagaimana, adakah pengeluaran se-ret, apa ada obstruksi atau
polip, apakah hidung berbau dan adakah pernafasan -uping hidung.
h. 0ulut dan faring
3dakah -aries gigi, bagaimana keadaan gusi apakah ada perdarahan atau
ulkus. &idah tremor ,parese atau tidak. 3dakah pembesaran tonsil.
i. &eher
;entuknya bagaimana, adakah kaku kuduk, pembesaran kelenjar limphe.
j. <horaks
;etuknya bagaimana, adakah gyne-omasti.
k. Paru
;entuk bagaimana, apakah ada pen-embungan atau penarikan. Pergerakan
bagaimana, suara nafasnya. 3pakah ada suara nafas tambahan seperti
ron-hi , (hee4ing atau egofoni.
l. 8antung
;agaimana pulsasi jantung #tampak atau tidak$.;agaimana dengan iktus atau
getarannya.
m. 3bdomen
;agaimana bentuk abdomen. Pada klien dengan keluhan retensi umumnya
ada penonjolan kandung kemih pada supra pubik. 3pakah ada nyeri tekan,
turgornya bagaimana. Pada klien biasanya terdapat hernia atau hemoroid.
9epar, lien, ginjal teraba atau tidak. Peristaklit usus menurun atau meningkat.
n. =enitalia dan anus
Pada klien biasanya terdapat hernia. Pembesaran prostat dapat teraba pada
saat re-tal tou-hI. Pada klien yang terjadi retensi urine, apakah trpasang
kateter, ;agaimana bentuk s-rotum dan testisnya. Pada anus biasanya ada
haemorhoid.
o. 2kstrimitas dan tulang belakang
3pakah ada pembengkakan pada sendi. 8ari H jari tremor apa tidak. 3pakah
ada infus pada tangan. Pada sekitar pemasangan infus ada tanda H tanda
infeksi seperti merah atau bengkak atau nyeri tekan. ;entuk tulang belakang
bagaimana.
J. Pemeriksaan diagnostik
'ntuk pemeriksaan diagnostik sudah dijabarkan penulis pada konsep dasar.
b$ Pengkajian post operasi prostatektomi
Pengkajian ini dilakukan setelah klien menjalani operasi, yang meliputi:
. Keluhan utama
Keluhan pada klien berbeda H beda antara klien yang satu dengan yang lain.
Kemungkinan keluhan yang bisa timbul pada klien post operasi prostektomi adalah
keluhan rasa tidak nyaman, nyeri karena spasme kandung kemih atau karena
adanya bekas insisi pada (aktu pembedahan. 9al ini ditunjukkan dari ekspresi klien
dan ungkapan dari klien sendiri.
!. Keadaan umum
Kesadaran, =CS, ekspresi (ajah klien, suara bi-ara.
+. Sistem respirasi
;agaimana pernafasan klien, apa ada sumbatan pada jalan nafas atau tidak. 3pakah
perlu dipasang O!. Brekuensi nafas , irama nafas, suara nafas. 3da (hee4ing dan
ron-hi atau tidak. =erakan otot ;antu nafas seperti gerakan -uping hidung, gerakan
dada dan perut. <anda H tanda -yanosis ada atau tidak.
). Sistem sirkulasi
Gang dikaji: nadi # takikardi/bradikardi, irama $, tekanan darah, suhu tubuh, monitor
jantung # 2K= $.
,. Sistem gastrointestinal
9al yang dikaji: Brekuensi defekasi, inkontinensia al"i, konstipasi / obstipasi,
bagaimana dengan bising usus, sudah flatus apa belum, apakah ada mual dan
muntah.
7. Sistem neurology
9al yang dikaji: keadaan atau kesan umum, =CS, adanya nyeri kepala.
%. Sistem muskuloskleletal
;agaimana aktifitas klien sehari H hari setelah operasi. ;agaimana memenuhi
kebutuhannya. 3pakah terpasang infus dan dibagian mana dipasang serta keadaan
disekitar daerah yang terpasang infus. Keadaan ekstrimitas.
J. Sistem eliminasi
3pa ada ketidaknyamanan pada supra pubik, kandung kemih penuh . 0asih ada
gangguan miksi seperti retensi. Kaji apakah ada tanda H tanda perdarahan, infeksi.
0emakai kateter jenis apa. >rigasi kandung kemih. Karna urine dan jumlah produksi
urine tiap hari. ;agaimana keadaan sekitar daerah pemasangan kateter.
/. <erapi yang diberikan setelah operasi
>nfus yang terpasang, obat H obatan seperti antibiotika, analgetika, -airan irigasi
kandung kemih.
-. 3nalisa data
Aata yang telah dikumpulkan kemudian dianalisa untuk menentukan masalah klien.
3nalisa merupakan proses intelektual yang meliputi kegiatan mentabulasi, menyeleksi,
mengklasifikasi data, mengelompokkan, mengkaitkan, menentukan kesenjangan
informasi, membandingkan dengan standart, menginterpretasikan serta akhirnya
membuat kesimpulan. Penulis membagi analisa menjadi !, yaitu analisa sebelum operasi
dan analisa setelah operasi.

#. D+A),-A KEPE.A/A0A)
<ahap akhir dari pengkajian adalah merumuskan diagnosa kepera(atan yang
merupakan penilaian atau kesimpulan yang diambil dari pengkajian keoera(atan. Aari
analisa data diatas dapat dirumuskan suatu diagnosis kepera(atan yang dibagi
menjadi !, yaitu diagnosa sebelum operasi dan diagnosa setelah operasi.
. Aiagnosa sebelum operasi
a. Perubahan eliminasi urine: frekuensi, urgensi, hesistan-y, inkontinensi, retensi,
nokturia atau perasaan tidak puas setelah miksi sehubungan dengan obstruksi
mekanik : pembesaran prostat. # ,,J $
b. 1yeri sehubungan dengan penyumbatan saluran ken-ing sekunder terhadap
pelebaran prostat. # ,,/ $
-. Cemas sehubungan dengan hospitalisasi, prosedur pembedahan, kurang
pengetahuan tantang aktifitas rutin dan aktifitas post operasi. # ,,J,. $
d. =angguan tidur dan istirahat sehubungan dengan sering terbangun sekunder
terhadap kerusakan eliminasi: retensi disuria, frekuensi, nokturia. # $
!. Aiagnosa setelah operasi
a. 1yeri sehubungan dengan spasme kandung kemih dan insisi sekunder pada
prostatektomi # ! ,J,/,. $
b. Perubahan eliminasi urine sehubungandengan obstruksi sekunder dari
prostatektomi bekuan darah odema # ! , , $
-. Potensial infeksi sehubungan dengan prosedur in"asif : alat selama
pembedahan, kateter, irigasi kandung kemih sering # ! , ,,J,. $
d. Potensial untuk menderita -edera: perdarahan sehubungan dengan tindakan
pembedahan # ! , / , . $
e. Potensial disfungsi seksual sehubungan dengan ketakutan akan impoten akibat
dari prostatektomi # !, J,. $
f. Kurang pengetahuan: tentang prostatektomi sehubungan dengan kurang
informasi . # !,J,/ $
g. =angguan tidur dan istirahat sehubungan dengan nyeri. #$

$. PE.E)1A)AA) .
Setelah merumuskan diagnosis kepera(atan, maka inter"ensi dan aktifitas
kepera(atan perlu di tetapkan untuk untuk mengurangi, menghilangkan dan men-egah
masalah kepera(atan klien. <ahap ini disebut sebagai peren-anaan kepera(atan yang terdiri
dari: menentukan prioritas diagnosa kepera(atan, menetapkan sasaran # goal $, dan tujuan
#obyektif $, menetapkan kriteria e"aluasi, merumuskan inter"ensi dan akti"itas kepera(atan.
#,$ Selanjutnya dibuat peren-anaan dari masing H masing diagnosa kepera(atan sebagai
berikut :
. Sebelum operasi
a . Perubahan eliminasi urine: frekuensi, urgensi, resistan-y, inkontinensi, retensi,
nokturia atau perasaan tidak puas setelah miksi sehubungan dengan obtruksi
mekanik: pembesaran prostat.
<ujuan: Pola eliminasi normal .
Kriteria hasil :
- Klien dapat berkemih dalam jumlah normal, tidak teraba distensi kandung kemih
- Eesidu pas-a berkemih kurang dari ,. ml
- Klien dapat berkemih "olunter
- 'rinalisa dan kultur hasilnya negatif
- 9asil laboratorium fungsi ginjal normal
Een-ana tindakan :
. 8elaskan pada klien tentang perubahan dari pola eliminasi .
!. Aorong klien untuk berkemih tiap ! H ) jam dan bila dirasakan .
+. 3njurkan klien minum sampai +... ml sehari, dalam toleransi jantung bila
diindikasikan
). Perkusi / palpasi area supra pubik
,. Obser"asi aliran dan kekuatan urine, ukur residu urine pas-a berkemih. 8ika
"olume residu urine lebih besar dari .. -- maka jad(alkan program
kateterisasi intermiten.
7. monitor laboratorium: urinalisa dan kultur, ;'1, kreatinin.
%. Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat: antagonis 3lfa - adrenergik
#pra4osin$
Easional :
. 0eningkatkan pengetahuan klien sehingga klien kooperatif dalam tindakan
kepera(atan.
! . 0eminimalkan retensi urine, distensi yang berlebihan pada kandung kemih
+ . Peningkatan aliran -airan, mempertahankan perfusi ginjal dan membersihkan
ginjal dan kandung kemih dari pertumbuhan bakteri.
). Aistensi kandung kemih dapat dirasakan di area supra pubik.
,. - Obser"asi aliran dan kekuatan urine untuk menge"aluasi adanya obstruksi
- 0engukur residu urine untuk men-egah urine statis karena dapat beresiko
infeksi
7. Statis urinarias potensial untuk pertumbuhan bakteri, peningkatan resiko >SK.
Pembesaran prostat dapat menyebabkan dilatasi saluran kemih atas #ureter
dan ginjal$, potensial merusak fungsi ginjal dan menimbulkan uremia.
%. 0engurangi obstruksi pada buli-buli, relaksasi didaerah prostat sehingga
gangguan aliran air seni dan gejala-gejala berkurang.
b. 1yeri sehubungan dengan penyumbatan saluran ken-ing sekunder terhadap
pelebaran prostat.
<ujuan : Klien menunjukan bebas dari ketidaknyamanan
Kriteria hasil :
- Klien melaporkan nyeri hilang / terkontrol
- 2kspresi (ajah klien rileks
- Klien mampu untuk istirahat dengan -ukup
- <anda-tanda "ital dalam batas normal
Een-ana tindakan :
. Kaji nyeri, perhatikan lokasi, intensitas # skala -. $, dan lamanya.
!. ;eri tindakan kenyamanan, -ontoh: membantu klien melakukan
posisi yang nyaman, mendorong penggunaan relaksasi / latihan nafas dalam.
+. ;eri kateter jika diinstruksikan untuk retensi urine yang akut :
mengeluh ingin ken-ing tapi tidak bisa.
). Obser"asi tanda H tanda "ital.
,. Kolaborasi dengan dokter untuk memberi obat sesuai indikasi,
-ontoh: eperidin # Aumerol $
Easional :
. 0emberi informasi untuk membantu dalam menentukan pilihan >nter"ensi
!. 0eningkatkan relaksasi, memfokuskan kembali perhatian dan dapat
meningkatkan kemampuan koping.
+ Eetensi urine menyebabkan infeksi saluran kemih, hidro ureter dan hidro nefrosis
). 0engetahui perkembangan lebih lanjut
,. 'ntuk menghilangkan nyeri hebat / berat, memberikan relaksasi mental dan fisik.
-. -emas sehubungan dengan hospitalisasi, prosedur pembedahan, kurang
pengetahuan tentang aktifitas rutin dan aktifitas post operasi.
<ujuan: Cemas berkurang / hilang sehingga klien mau kooperatif dalam tindakan
pera(atan.
Kriteria hasil :
- Klien melaporkan -emas menurun / berkurang.
- Klien memahami dan mau mendiskusikan rasa -emas.
- Klien dapat menunjukan dan mengidentifikasi -ara yang sehat dalam
menghadapi -emas.
- Klien tampak rileks dan dapat beristirahat yang -ukup.
- <anda H tanda "ital dalam batas normal
Een-ana tindakan :
. ;ina hubungan saling per-aya dengan
klien atau keluarga.
!. Aorong klien atau keluarga untuk menyatakan perasaan / masalah.
+. ;eri informasi tentang prosedur / tindakan yang akan dilakukan, -ontoh: kateter,
urine berdarah, iritasi kandung kemih. Ketahui seberapa banyak informasi yang
diinginkan klien.
). 8elaskan pentingnya peningkatan asupan -airan.
,. 8elaskan pembatasan aktifitas yang diharapkan :
a. tirah baring untuk hari pertama post operasi
b.ambulasi progresif yang dimulai hari pertama post operasi
-.hindari aktifitas yang mengen-angkan daerah kandung kemih
7. Obser"asi tanda - tanda "ital.
Easional :
. 0enunjukan perhatian dan keinginan untuk membantu. 0embantu dalam
mendiskusikan tentang subyek sensitif.
!. 0engidentifikasi masalah, memberikan kesempatan untuk menja(ab pertanyaan,
memperjelas kesalahan konsep dan solusi peme-ahan masalah.
+. 0embantu klien memahami tujuan dari apa yang dilakukan dan mengurangi
masalah karena ketidaktahuan.
). 'rine yang en-er dapat menghambat pembentukkan klot.
,. Pemahaman klien dapat membantu mengurangi -emas yang berhubungan
dengan ke-emasan akibat ketidaktahuan.
7. Perubahan tanda H tanda "ital mungkin menunjukkan tingkat
ke-emasan yang dialami klien.
d. =angguan tidur dan istirahat sehubungan dengan sering terbangun sekunder
terhadap kerusakan eliminasi: retensi, disuria, frekuensi, nokturia.
<ujuan: Kebutuhan tidur dan istirahat terpenuhi.
Kriteria hasil:
- Klien mampu istirahat / tidur dengan (aktu yang -ukup.
- Klien mengungkapkan sudah bisa tidur.
- Klien mampu menjelaskan faktor penghambat tidur.
Een-ana tindakan:
. 8elaskan pada klien dan keluarga
penyebab gangguan tidur / istirahat dan kemungkinan -ara untuk
menghindarinya.
!. Ciptakan suasana yang mendukung dengan mengurangi kebisingan.
+. ;eri kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab gangguan tidur.
). ;atasi masukan -airan (aktu malam hari dan berkemihsebelum tidur.
,. ;atasi masukan minuman yang mengandung kafein.
Easional :
. 0eningkatkan pengetahuan klien sehingga klien mau kooperatif
terhadap tindakan kepera(atan.
!. Suasana yang tenang akan mendukung istirahat klien.
+. 0enentukan ren-ana untuk mengatasi gangguan.
). 0engurangi frekuensi berkemih malam hari.
,. Kafein dapat merangsang untuk sering berkemih.
!. Sesudah operasi
a. 1yeri sehubungan dengan spasmus kandung kemih dan insisi sekunder pada
prostatektomi
<ujuan: 1yeri berkurang atau hilang.
Kriteria hasil :
- Klien mengatakan nyeri berkurang / hilang.
- 2kspresi (ajah klien tenang.
- Klien akan menunjukkan ketrampilan relaksasi.
- Klien akan tidur / istirahat dengan tepat.
- <anda H tanda "ital dalam batas normal.
- Keluarnya urine melalui sekitar kateter sedikit.
Een-ana tindakan :
. 8elaskan pada klien tentang gejala dini spasmus kandung kemih.
!. Pemantauan klien pada inter"al yang teratur selama )J jam,
untuk mengenal gejala H gejala dini dari spasmus kandung kemih.
+. 8elaskan pada klien bah(a intensitas dan frekuensi akan
berkurang dalam !) sampai )J jam.
). ;eri penyuluhan pada klien agar tidak berkemih ke seputar
kateter.
,. 3njurkan pada klien untuk tidak duduk dalam (aktu yang lama
sesudah tindakan <'E-P.
7. 3jarkan penggunaan teknik relaksasi, termasuk latihan nafas
dalam, "isualisasi.
%. 8agalah selang drainase urine tetap aman dipaha untuk
men-egah peningkatan tekanan pada kandung kemih. >rigasi kateter jika
terlihat bekuan pada selang.
J. Obser"asi tanda H tanda "ital
/. Kolaborasi dengan dokter untuk memberi obat H obatan
# analgesik atau anti spasmodik $
lEasional :
. Kien dapat mendeteksi gajala dini
spasmus kandung kemih.
!. 0enentukan terdapatnya spasmus
sehingga obat H obatan bisa diberikan.
+. 0eberitahu klien bah(a
ketidaknyamanan hanya temporer.
). 0engurang kemungkinan spasmus.
,. 0engurangi tekanan pada luka insisi
7. 0enurunkan tegangan otot, memfokuskan kembali perhatian dan dapat
meningkatkan kemampuan koping.
%. Sumbatan pada selang kateter oleh bekuan darah dapat menyebabkan distensi
kandung kemih dengan peningkatan spasme.
J. 0engetahui perkembangan lebih lanjut.
/. 0enghilangkan nyeri dan men-egah spasmus kandung kemih.
b. Perubahan pola eliminasi urine sehubungan dengan
obstruksi sekunder dari prostatektomi bekuan darah, edema.
<ujuan: 2liminasi urine normal dan tidak terjadi retensi urine.
Kriteria hasil:
- Klien akan berkemih dalam jumlah normal tanpa retensi.
- Klien akan menunjukan perilaku yang meningkatkan kontrol kandung kemih.
- <idak terdapat bekuan darah sehingga urine lan-ar le(at kateter.
Een-ana tindakan:
. Kaji output urine dan karakteristiknya
+. Pertahankan irigasi kandung kemih yang konstan selama !) jam pertama
). Pertahankan posisi do(er kateter dan irigasi kateter.
,. 3njurkan intake -airan !,..-+... ml sesuai toleransi.
7. Setalah kateter diangkat, pantau (aktu, jumlah urine dan ukuran aliran.
Perhatikan keluhan rasa penuh kandung kemih, ketidakmampuan berkemih,
urgensi atau gejala H gejala retensi.
Easional:
. 0en-egah retensi pada saat dini.
!. 0en-egah bekuan darah karena dapat
menghambat aliran urine.
+. 0en-egah bekuan darah menyumbat
aliran urine.
). 0elan-arkan aliran urine.
,. 0endeteksi dini gangguan miksi.
-. Potensial infeksi sehubungan dengan prosedur in"asif:
alat selama pembedahan, kateter, irigasi kandung kemih sering.
<ujuan: Klien tidak menunjukkan tanda H tanda infeksi .
Kriteria hasil:
- Klien tidak mengalami infeksi.
- Aapat men-apai (aktu penyembuhan.
- <anda H tanda "ital dalam batas normal dan tidak ada tanda H tanda sho-k.
Een-ana tindakan:
. Pertahankan sistem kateter steril,
berikan pera(atan kateter dengan steril.
!. 3njurkan intake -airan yang -ukup
# !,.. H +... $ sehingga dapat menurunkan potensial infeksi.
+. Pertahankan posisi urobag diba(ah.
). Obser"asi tanda H tanda "ital, laporkan
tanda H tanda sho-k dan demam.
,. Obser"asi urine: (arna, jumlah, bau.
7. Kolaborasi dengan dokter untuk
memberi obat antibiotik.
Easional:
. 0en-egah pemasukan bakteri dan infeksi .
!. 0eningkatkan output urine sehingga resiko terjadi >SK dikurangi
dan mempertahankan fungsi ginjal.
+. 0enghindari refleks balik urine yang dapat memasukkan bakteri
ke kandung kemih
). 0en-egah sebelum terjadi sho-k
,. 0engidentifikasi adanya infeksi
7. 'ntuk men-egah infeksi dan membantu proses penyembuhan
d. Potensial untuk menderita -idera: perdarahan sehubungan dengan tindakan
pembedahan .
<ujuan: <idak terjadi perdarahan.
Kriteria hasil:
- Klien tidak menunjukkan tanda H tanda perdarahan .
- <anda H tanda "ital dalam batas normal .
- 'rine lan-ar le(at kateter .
Een-ana tindakan:
. 8elaskan pada klien tentang sebab
terjadi perdarahan setelah pembedahan dan tanda H tanda perdarahan .
!. >rigasi aliran kateter jika terdeteksi gumpalan dalm saluran kateter .
+. Sediakan diet makanan tinggi serat dan memberi obat untuk memudahkan
defekasi .
). 0en-egah pemakaian termometer rektal, pemeriksaan rektal atau huknah,
untuk sekurang H kurangnya satu minggu .
,. Pantau traksi kateter: -atat (aktu traksi di pasang dan kapan traksi dilepas .
7. Obser"asi:
- <anda H tanda "ital tiap ) jam
- 0asukan dan haluaran
- Karna urine
Easional :
a. 0enurunkan ke-emasan klien dan mengetahui tanda H tanda
perdarahan .
b. =umpalan dapat menyumbat kateter, menyebabkan peregangan dan
perdarahan kandung kemih
-. Aengan peningkatan tekanan pada fosa prostatik yang akan
mengendapkan perdarahan .
d. Aapat menimbulkan perdarahan prostat .
e. <raksi kateter menyebabkan pengembangan balon ke sisi fosa prostatik,
menurunkan perdarahan. 'mumnya dilepas + H 7 jam setelah
pembedahan .
f. Aeteksi a(al terhadap komplikasi, dengan inter"ensi yang tepat
men-egah kerusakan jaringan yang permanen .
e. Potensial disfungsi seksual sehubungan dengan ketakutan akan impoten akibat dari
prostatektomi
<ujuan: Bungsi seksual dapat dipertahankan
Kriteria hasil:
- Klien tampak rileks dan melaporkan ke-emasan menurun .
- Klien menyatakan pemahaman situasi indi"idual .
- Klien menunjukkan keterampilan peme-ahan masalah .
- Klien mengerti tentang pengaruh prostatektomi pada seksual.
Een-ana tindakan :
. ;eri kesempatan pada klien untuk memperbin-angkan tentang pengaruh
prostatektomi terhadap seksual .
! . 8elaskan tentang :
a . Kemungkinan kembali ketingkat tinggi seperti semula .
b . Kejadian ejakulasi retrograd #air kemih seperti susu$
+ . 0en-egah hubungan seksual +-) minggu setelah operasi .
) . Aorong klien untuk menanyakan kedokter salama di ra(at di rumah sakit dan
kunjungan lanjutan .
Easional :
. 'ntuk mengetahui masalah klien .
! . Kurang pengetahuan dapat membangkitkan -emas dan berdampak disfungsi
seksual.
+ . ;isa terjadi perdarahan dan ketidaknyamanan
) . 'ntuk mengklarifikasi kekhatiran dan memberikan akses kepada penjelasan
yang spesifik.
f . Kurang pengetahuan: tentang prostatektomi sehubungan dengan kurang informasi
<ujuan: Klien dapat menguraikan pantangan kegiatan serta kebutuhan berobat
lanjutan .
Kriteria hasil:
- Klien akan melakukan perubahan perilaku.
- Klien berpartisipasi dalam program pengobatan.
- Klien akan mengatakan pemahaman pada pantangan kegiatan dan kebutuhan
berobat lanjutan .
Een-ana tindakan:
. ;eri penjelasan untuk men-egah aktifitas berat selama +-) minggu .
!. ;eri penjelasan untuk men-egah mengedan (aktu ;3; selama )-7 minggu: dan
memakai pelumas tinja untuk laksatif sesuai kebutuhan.
+. Pemasukan -airan sekurangHkurangnya !,..-+... ml/hari.
). 3njurkan untuk berobat lanjutan pada dokter.
,. Kosongkan kandung kemih apabila kandung kemih sudah penuh .
Easional:
. Aapat menimbulkan perdarahan .
!. 0engedan bisa menimbulkan perdarahan, pelunak tinja bisa mengurangi
kebutuhan mengedan pada (aktu ;3; .
+. 0engurangi potensial infeksi dan gumpalan darah .
). 'ntuk menjamin tidak ada komplikasi .
,. 'ntuk membantu proses penyembuhan .
g . =angguan tidur sehubungan dengan nyeri
<ujuan: Kebutuhan tidur dan istirahat terpenuhi.
Kriteria hasil:
- Klien mampu beristirahat / tidur dalam (aktu yang -ukup.
- Klien mengungkapan sudah bisa tidur .
- Klien mampu menjelaskan faktor penghambat tidur .
Een-ana tindakan:
. 8elaskan pada klien dan keluarga penyebab gangguan tidur dan
kemungkinan -ara untuk menghindari.
!. Ciptakan suasana yang mendukung, suasana tenang dengan
mengurangi kebisingan .
+. ;eri kesempatan klien untuk mengungkapkan penyebab
gangguan tidur.
). Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat yang dapat
mengurangi nyeri # analgesik $.
Easional:
. meningkatkan pengetahuan klien
sehingga mau kooperatif dalam tindakan pera(atan .
!. Suasana tenang akan mendukung
istirahat .
+. 0enentukan ren-ana mengatasi
gangguan .
). 0engurangi nyeri sehingga klien bisa
istirahat dengan -ukup .
%. PELAK-A)AA) ( 1# )
Pelaksanaan adalah realisasi dari peren-anaan kepera(atan oleh pera(at dan
klien, baik sebelum operasi dan sesudah operasi. ;eberapa petunjuk pada implementasi
adalah sebagai berikut: $ >nter"ensi dilaksanakan sesuai dengan ren-ana setelah
di"alidasi: ! $ Keterampilan interpersonal, intelektual, teknikal, dilakukan dengan -ermat
dan efisien pada situasi yang tepat: + $ Keamanan fisik dan psikologis dilindungi: ) $
Aokumentasi inter"ensi dan respon klien.
2. E3AL4A-+
2"aluasi adalah bagian akhir dari proses kepera(atan . Semua tahap proses
kepera(atan # diagnosis, tujuan, inter"ensi $ harus die"aluasi. <ujuan e"aluasi adalah
untuk apakah tujuan dalam ren-ana kepera(atan ter-apai atau tidak dan untuk
melakukan pengkajian ulang .# ! $
3da tiga alternatif yang dapat dipakai pera(at dalam memutuskan, sejauh
mana tujuan yang telah ditetapkan itu ter-apai, yaitu tujuan ter-apai, tujuan ter-apai
sebagian dan tujuan tidak ter-apai. 'ntuk dapat menilai maka dilihat dari perilaku klien
sebagai berikut: # + $
. <ujuan ter-apai jika klien mampu menunjukkan perilaku pada (aktu atau tanggal yang
telah ditentukan, sesuai dengan pernyataan tujuan.
!. <ujuan ter-apai sebagian jika klien telah mampu menunjukkan perilaku, tetapi tidak
seluruhnya sesuai dengan pernyataan tujuan yang telah ditentukan .
+. <ujuan tidak ter-apai jika klien tidak mampu atau tidak mau sama sekali menunjukkan
perilaku yang diharapkan, sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
DA50A. P4-0AKA
1. Purnomo, ;asuki ;. !.... Dasar dasar urologi. 0alang: CL >nfomedika.
2. &ong, ;arbara C. //7. Pendekatan Medikal Bedah 3, Suatu pendekatan proses keperawatan.
;andung: Gayasan >katan 3lumni Pendidikan Kepera(atan Padjajaran.
3. Sjamsuhidayat, E # et al $. //%. Buku Ajar Bedah. 8akarta: Penerbit buku kedokteran, 2=C.
4. &ap / 'PB >lmu ;edah. //). Pedoan Diagnosa dan !erapi. Surabaya: Bakultas Kedokteran
3irlangga.
". Aoenges, 0arilyn 2. !.... #en$ana Asuhan %eperawatan, Pedoan untuk Peren$anaan dan
Pendokuentasian Perawatan Pasien, edisi 3. 8akarta: Penerbit buku kedokteran,
2=C.
&. 0ansjoer, 3rif. !.... %apita Selekta %edokteran, edisi 3 jilid kedua. 8akarta: 0edia 3es-ulapius
BK'>.
'. 9ardjo(ijoto, Sunaryo. ///. Benign Prostat (iperplasia. Surabaya: BK '13>E / ES'A Ar.
Soetomo.
). ;la-k, 8oy-e 0 # et al $.//. Medi$al Surgi$al *ursing, A Ps+$hoph+siologi$ Approa$h, ,ourth
edition.
-. 2ngram, ;arbara. ///. #en$ana Asuhan %eperawatan Medikal Bedah,.olue 3. 8akarta:
Penerbit buku kedokteran, 2=C.
1/. Carpenito, &ynda 8uall. //J. #en$ana Asuhan dan Dokuentasi %eperawatan, Diagnosa
%eperawatan dan Masalah %ola0orati,, edisi 2. 8akarta: Penerbit buku kedokteran,
2=C.
11. Carpenito, &ynda 8uall. //J. Buku Saku Diagnosa %eperawatan, edisi &. 8akarta: Penerbit buku
kedokteran, 2=C.
12. Keliat, ;udi 3nna. //). Proses %eperawatan. 8akarta: Penerbit buku kedokteran, 2=C.
13. &ismidar, 9. //.. Proses %eperawatan. 8akarta: 'ni"ersitas >ndonesia H press.