Anda di halaman 1dari 66

BAB I

PENDAHULUAN
Mioma uteri, dikenal juga dengan sebutan fibromioma, fibroid ataupun
leiomioma, merupakan neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus dan jaringan
ikat yang menumpangnya.
1
Mioma uteri sering ditemukan pada wanita usia reproduksi. Kejadian
mioma uteri lebih tinggi pada usia diatas 35 tahun. Tingginya kejadian mioma
uteri antara usia 35 - 5 tahun, menunjukkan adanya hubungan mioma uteri
dengan estrogen. !i "ndonesia angka kejadian mioma uteri ditemukan #,3$% -
11,&'% dari semua penderita ginekologi yang dirawat.
1,#
(alaupun biasanya asimptomatik, mioma dapat menyebabkan banyak
problem termasuk metrorrhagia dan menorrhagia, rasa sakit bahkan infertilitas.
)erdarahan uteri yang sangat banyak merupakan indikasi yang paling banyak
untuk dilakukan histerektomi. *al ini menimbulkan masalah besar dalam
kesehatan dan terapi yang paling efektif belum didapatkan, karena sedikit sekali
informasi mengenai etiologi mioma uteri itu sendiri.
1,#,3,+

,erikut ini diajukan suatu kasus seorang wanita 3 tahun dengan diagnosis
mioma uteri, namun saat tindakan juga ditemukan adanya kista -okelat bilateral
dan terjadi -edera usus sehingga disamping dilakukan tindakan histerektomi juga
dilakukan bilateral salpingo-ooforektomi. .elanjutnya, penulis akan membahas
diagnosis dan penatalaksanaan pada kasus ini sesuai dengan literatur.
1
BAB II
STATUS PASIEN
2.1 Identitas Pasien
/ama 0 /y. 1
2mur 0 3 tahun
.uku 3 ,angsa 0 Melayu 3 "ndonesia
1gama 0 "slam
)endidikan 0 .!
)ekerjaan 0 )embantu 4umah Tangga
1lamat 0 5l. *..uud, 4T.5 6andika 4imbo Tengah
/ama 7rangtua 0 /y. .
2mur 0 '1 tahun
.uku 3 ,angsa 0 Melayu3 "ndonesia
1gama 0 "slam
)endidikan 0 -
)ekerjaan 0 "4T
1lamat 0 Muara ,ulian
7s datang ke poli 4.2! 4aden Mattaher pada #8 5uni #1+.
7s datang ke ruang 9K bagian 7bsgyn 4.2! 4aden Mattaher, *ari .enin,
Tanggal 3 5uni pukul $. (",.
2.2 Anamnesis
Keluhan Utama :
7s mengeluh sering nyeri perut sejak : sejak 1 bulan .M4..
Riwaat Pena!it Se!a"an# :
7s rujukan dari 4.. * dengan diagnosis sugestif adenomyosis.
2
7s mengeluh sering nyeri perut sejak : 1 bulan .M4.. 4asa nyeri dirasakan
pada seluruh perut seperti ditusuk-tusuk dan menjalar ke pinggang bahkan ke
kedua kaki. .elain itu, os sering merasa mual dan terkadang muntah. 7s juga
merasa berat pada perut bagian bawah dan merasa ada benjolan di perut bagian
bawah. )ada awalnya, 7s merasa benjolan itu ke-il sebesar telur puyuh. /amun,
7s merasa benjolan tersebut bertambah besar sehingga perutnya pun ikut
membesar setiap harinya. 7s mengaku tidak ada darah yang keluar dari alat
kelaminnya.
7s juga mengeluh terkadang demam, tidak nafsu makan dan berat badannya
menurun. .elanjutnya, os juga mengeluh nyeri saat buang air ke-il ;,1K< dan
buang air besar ;,1,<. 7s merasa akti=itasnya terganggu karena keluhan-keluhan
tersebut.
Riwaat Pena!it Dahulu
*ipertensi ;-<,*epatitis ;-<,1sma;-<, !M ;-<, )5K ;-<, T, ;-<, Tifoid ;-<,Malaria ;-<.
)ada tahun #1#, 7s pernah mengalami keluhan yang sama. 7s mengeluh
nyeri perut yang lebih sakit dari keluhan yang sekarang, nyeri menjalar sampai ke
pinggang. Keluhan disertai dengan keluarnya darah yang tidak berhenti-henti
selama : 3 bulan. )ada awalnya, jumlah darah yang keluar banyak dan akhirnya
darah hanya berupa flek-flek berwarna -okelat.
7s juga mengeluh nyeri saat bersenggama. Karena sangat nyeri, os merasa
keringat dingin dan hampir pingsan saat bersenggama. .ejak saat itu, os tidak
pernah lagi bersenggama. 1khirnya, pada !esember #1#, os menjalani operasi
pengangkatan indung telur atas indikasi kista.
Riwaat Ale"#i
)asien mengatakan alergi terhadap obat-obatan yang namanya ada >gin?
seperti antalgin. )asien juga mengatakan alergi terhadap makanan laut seperti
-umi--umi.
Data Ke$idanan
1. *aid
3
a. Menar-he 0 2mur 15 tahun
b. *)*T 0 1&-1#-#13 ;sejak operasi kista sampai sekarang
tidak menstruasi lagi<
-. *aid ;sebelum operasi kista< 0 Tidak teratur
d. @ama haid 0 3-+ hari
e. .iklus 0 5 hari
f. !ismenorrhea 0 "ya
g. (arna 0 Merah kehitaman,bergumpal
h. Alour albus 0
- 5umlah 0 banyak.
- (arna 0 putih.
- ,entuk 0 bergumpal-gumpal.
- ,au 0 tidak berbau.
- @ama 0 hampir setiap hari.
#. 4iwayat )erkawinan 0
)asien menikah satu kali, selama B $ bulan, pada usia #' tahun
3. 4iwayat Kehamilan, )ersalinan dan nifas 0 -
+. 4iwayat Kontrasepsi 0 -
2.% Peme"i!saan &isi!
1. Keadaan 2mum 0 .edang
#. Kesadaran 0 6ompos Mentis
3. 9ital .ign 0 T! 0 1#3& mm*g
*4 0 & C3menit
44 0 # C3menit
T 0 38,5 D 6
+. - ,erat badan sekarang 0 8' Kg
- ,erat badan sebelumnya 0 $5 Kg
5. Tinggi badan 0 15 -m.
Peme"i!saan &isi! Umum
Kepala
4ambut 0 Kebersihan -ukup, rontok ;-<.
4
(ajah 0 )u-at ;:<, sianosis ;-<, -loasma gra=idarum ;-<.
Mata 0 Konjungti=a anemis ;:3:<, sklera ikterik ;-3-<, pupil isokor,
refleks -ahaya ;:3:<.
T*T 0 !alam batas normal.
Mulut 0 .imetris, bibir sianosis ;-<, gigi karies ;-<, gusi perdarahan
;-<, lidah kotor ;-<.
@eher 0 )embesaran KE, ;-<, pembesaran kelenjar tiroid ;-<, 59)
5 F # -m*
#
7.
ThoraC
"nspeksi 0 ,entuk statis dan simetris kanan dan kiri, tarikan dada ;:<,
4etraksi ;-<, mammae !,/.
)alpasi 0 .tem fremitus kanan G kiri
)erkusi 0 .onor pada semua lapangan paru
1uskultasi 0
o )ulmo 0 9esikuler ;:3:<, ronkhi ;-3-<, wheeHing ;-3-<
o 6or 0 ,5 "-"" reguler, murmur ;-<, gallop ;-<
1bdomen
"nspeksi 0 )erut tampak sedikit membesar, membesar simetris dan
berbentuk -embung, bekas operasi ;:<, tanda-tanda
peradangan ;-<, striae ;-<, =enektasi ;-<.
)alpasi 0 Teraba seperti masa 3 jari di bawah pusat, masa sebesar
telur bebek besarnya sekitar B &C8 -m dengan permukaan
rata, konsistensi kenyal, mobile, nyeri ;:<.
)erkusi 0 )ekak di atas masa.
1uskultasi 0 ,ising usus ;:< normal.
5
Ikstremitas 0 .imetris ;:<, akral dingin ;-3-<, edema ;-3-<, CRT J # detik.
2.' Peme"i!saan (ine!)l)#i
Peme"i!saan lua"
)ertumbuhan rambut pubis0 !,/, klitoris0 !,/, labia mayora dan labia
minora simetris, sikatriks ;-<, edema ;-<, inflamasi ;-<, -airan keputihan ;:<
sedikit.
Ins*e!ul)
)ortio tampak li-in dan berukuran normal. 72I tertutup, fluksus ;-<,
perdarahan aktif ;-<, stosel ;-<, Aluor ;:< sedikit, erosi ;:<, laserasi ;-<, polip ;-<,
-a=um douglas tidak menonjol.
Pe me"i!saan $imanual
Tidak dilakukan.
2.+ Peme"i!saan Penun,an#
;#' 5uni #1+<
HE-AT.L.(I Hasil Unit Nilai Ru,u!an
@eukosit ',5 1
3
3 mm
3
3,5-1
Iritrosit +,'+ 1
8
3 mm
3
3,&-5,&
*emoglobin 13,& g3d@ 11-18,5
*ematokrit +#,5 % 35-5
Trombosit #+ 1
3
3 mm
3
15-3$
Eolongan !arah 7
KI-IA DARAH Hasil Unit Nilai Ru,u!an
&AAL HATI
)rotein total ',# g3dl 8,+-&,+
1lbumin + g3dl 3,5-5,
Elobulin 3,# g3dl 3-3,8
.E7T ## 23@ J +
.E)T #8 23@ J +1
&AAL (IN/AL
6
2reum #1,+ mg3dl 15-3$
Kreatinin ,' mg3dl @ ,$-1,3
) 8-1,1
(ULA DARAH
Elukosa )uasa 1$ mg3dl J 1#8
Elukosa # 5am )) 1#+ mg3dl J #
URIN RUTIN Hasil Unit Nilai Ru,u!an
)rotein ;-<
Elukosa ;-<
(RA0INDE1
TEST
;-<

)emeriksaan 4adiologi 0
2.E abdomen 0 kesan 0 pembesaran uterus e.- suspek mioma intramural,
dd3 malignan-y o=arial -yst sinistra diameter &,3 -m.
2.2 Dia#n)sis Ke",a
!iagnosis )re 7peratif 0 Mioma uteri : kista o=arium
!iagnosis )ost operatif 0 Mioma 2teri : kista -okelat bilateral perlengketan :
-edera usus.
/ama ma-am operasi 0 *isterektomi : bilateral salpingo-ooforektomi :
lysis he-ting usus.

2.3 Dia#n)sis $andin#
1denomyosis, endometriosis, kista o=arii, uterus gra=idus
2.4 Penatala!sanaan
7s datang ke poli kebidanan tanggal #8 5uni #1+ dan dipersiapkan untuk
operasi. )ada tanggal 3 juni #1+ persiapan operasi lengkap, pasien masuk 9K
untuk diobser=asi dan dijadwalkan operasi pada tanggal 1 5uni #1+. /amun,
operasi ditunda menjadi tanggal 3 5uli #1+. 7s menjalani operasi histerektomi
dan bilateral salpingo-ooforektomi.
7
2.5 &)ll)w u*
Tabel #.1 Aollow up pasien
Tan##al &)ll)w U* Ket.
13'31+ . 0 /yeri tekan perut bawah dan lemas
7 0 T! 0 1#3& mm*g, / 0 &# C3i
44 0 # C3i, T 0 38,5 D6
*, 0 13,& g3dl (,6 0 ',5 4,6 0 +,'+ )@T #+
1 0 Mioma intramural !!0 malignan-y o=arial -yst sinistra.
) 0 - "9A! 4@ # tts3i
- 4en-ana operasi hari kamis ; 3 5uli #1+ <
#3'31+ . 0 /yeri tekan perut bawah dan lemas
7 0 T! 0 1#3& mm*g, / 0 &# C3i
44 0 # C3i, T 0 38,5 D6
*, 0 13,& g3dl (,6 0 ',5 4,6 0 +,'+ )@T 0 #+
1 0 Mioma intramural !!0 malignan-y o=arial -yst sinistra.
) 0 - "9A! 4@ # tts3i
4en-ana operasi hari kamis ; 3 5uli #1+ <.
-
33'31+ . 0 /yeri tekan perut bawah
7 0 T! 0 1#3& mm*g, *4 0 &C3i
44 0 # C3i, T 0 38,5D6
*, 0 13,& g3dl (,6 G ',5 4,6 +,'+ )@T 0 #+
1 0 mioma intramural !!3 malignan-y o=arial -yst sinistra.
) 0 7s diantar ke 7K1 untuk operasi, operasi dimulai pukul
$035 (",
@aporan 7perasi 0
1. )asien posisi telentang dengan anestesi spinal.
#. !aerah lapangan operasi dilakukan desinfeksi.
3. @apangan operasi dipersempit dengan duke steril.
+. .tadium narkose dilakukan irisan pfanenstiel di atas dan
bawah bekas .6.
5. !inding perut dibuka se-ara tajam lapis demi lapis.
8. !ilakukan insisi mediana di atas insisi pfanenstiel sehingga
8
membentuk huruf >T? terbalik.
'. Tampak massa padat dengan ukuran & C & C 8 -m dari uterus
lengket dengan omentum dan usus.
&. Massa disisihkan, kemudian terjadi -edera usus kanan ;konsul
dr. .p.,<.
$. !ilakukan eksplorasi bagian kanan, terdapat masa -y-ti-
dengan ukuran 8 C 5 C 5 -m disisihkan pe-ah keluar
-airan -okelat kental kista -okelat kanan.
1. !ilakukan eksplorasi bagian kiri, terdapat massa -y-ti-
dengan ukuran 1 C & C 8 -m, lengket pada bagian belakang
disisihkan pe-ah keluar -airan kental kista
-okelat kiri.
11. Klem, gunting, dan jahit ligamentum kanan dan kiri.
1#. )un-ak =agina dipotong dan dijahit lapis demi lapis.
13. Kedua -ysta diangkat ,.7
1+. !inding =agina dipotong dan dijahit lapis demi lapis.
15. 7perasi selesai.
Mioma 2teri
Kista 6okelat ;kista endometriosis<
"ntruksi )ost 7p 0
- )uasa 5 hari
9
- Tidur pakai bantal
T3 post 7p 0
6eftriaksone 3 C 1
MetronidaHole #C1
1linamin A # C1
Ketorola- 3 C 1
Kaltrofen supp. 3 C 1
"9A! 4@ 0 !5% 0 /a6l # 0 1 0 1
6ek *b )ost 7p, *asil ;1&03'< 1+,1 g3dl
+3'31+ . 0 ;-<
7 0 T! 0 $38 mm*g, *4 0 &&C3i , 440 # C3i, T 0 38,5D6
*, 0 13,& mm*g.
1 0 )ost op histerektomi : ,.7 : lysing he-ting usus a3i mioma
uteri : kista -okelat bilateral perlengketan : -idera usus.
) 0 Tidur pakai bantal.
)uasa 5 hari, pakai /ET.
@anjutkan terapi
53'31+ . 0 ;-<
7 0 T! 0 13' mm*g, *4 0 &+C3i
44 0 #C3i, T 0 38,5D6 *, 0 13,& gr3dl (,6 0 5,'
1
3
3mm
3
4,6 0 +,& 1
8
3mm
3
1 0 )ost op histerektomi : ,.7 : lysing he-ting usus a3i mioma
uteri : kista -okelat bilateral perlengketan : -idera usus
) 0
"nj. 6eftriaksone 3 C 1
"nj. MetronidaHole #C1
"nj. 1linamin # C1
Ketorola- 3 C 1
Kaltropen susp. 3 C 1
"nj. 4aniditin # C 1
10
6linimiC 3 #+ jam
83'31+ . 0 /yeri luka operasi
7 0 K32 0 sedang, T! 0 1#3& .3/ 383& 44 0#C3i T 038,5D6
1 0
) 0
"nj. 6eftriaksone 3 C 1
"nj. MetronidaHole #C1
"nj. 1linamin # C1
Ketorola- 3 C 1
Kaltropen susp. 3 C 1
"nj. 4aniditin # C 1
6linimiC 3 #+ jam
'3'31+ . 0 Men-ret tidak terhitung
7 0 T! 0 1#3& .3/ 383& 44 0 # C3i
!rain 0 5 -- /ET 0 3 --
1 0 )ost op histerektomi : ,.7 : lysing he-ting usus a3i mioma
uteri : kista -okelat bilateral perlengketan : -idera usus
) 0 6ek elektrolit
13'31+ . 0 keluar feses dari perut
7 0 T! 0 113' .3/ 383& 44 1& C3i
1 0 )ost op histerektomi : ,.7 : lysing he-ting usus a3i mioma
uteri : kista -okelat bilateral perlengketan : -idera usus.
) 0 7s diantar ke 7K1 untuk operasi, operasi dimulai pukul
130 (",. !ilakukan operasi bersama dengan bagian bedah
;laparotomi eksplorasi : debridemen dan pemasangan !ouble 5
stent<
11
7s pindah rawat di Haal bedah.
BAB III
TIN/AUAN PUSTAKA
%.1. -I.-A UTERI
%.1.1 De6inisi
Mioma uteri adalah neoplasma jinak yang berasal dari lapisan miometrium
uteri dan jaringan ikat yang menumpangnya.
1
Mioma uteri sering juga disebut
sebagai fibromioma, leiomioma, fibroid.
1

@eiomyomata uteri atau disebut juga mioma dan fibroid merupakan satu
proliferasi lokal oleh sel otot polos yang dikelilingi oleh pseudokapsul serat otot
yang terkompresi.
#
@eiomyoma adalah neoplasma otot polos yang jinak yang
berasal dari myometrium, sering juga disebut sebagai myoma uteri dan sering
disalah anggap sebagai fibroid karena jumlah kolagen di dalamnya yang
menimbulkan konsistensi fibrous.
3
@eiomyoma uteri adalah neoplasma jinak klonal yang berasal dari sel otot
polos pada dinding uteri. @eiomyoma atau disebut juga fibromyoma, myoma dan
fibroid mengandung kolagen dan elastin ekstraseluler yang lebih tinggi. Mioma
ini bisa membesar sehingga menyebabkan gangguan yang signifikan pada
permukaan dan ruang uteri.
+
12
%.1.2 E*idemi)l)#i
,erdasarkan otopsi, /o=ak menemukan #'% wanita berumur #5 tahun
mempunyai sarang mioma, pada wanita yang berkulit hitam ditemukan lebih
banyak. Mioma uteri belum pernah dilaporkan terjadi sebelum menarke,
sedangkan setelah menopause hanya kira-kira 1% mioma yang masih
bertumbuh. !iperkirakan insiden mioma uteri sekitar # F 3% dari seluruh
wanita. !i "ndonesia, mioma uteri ditemukan pada #,3$ F 11,'% pada semua
penderita ginekologi yang dirawat.
Tumor ini paling sering ditemukan pada wanita umur 35 F +5 tahun ;kurang
lebih #5%< dan jarang pada wanita # tahun dan wanita post menopause. (anita
yang sering melahirkan akan lebih sedikit kemungkinan untuk berkembangnya
mioma ini dibandingkan dengan wanita yang tak pernah hamil atau hanya 1 kali
hamil. .tatistik menunjukkan 8% mioma uteri berkembang pada wanita yang tak
pernah hamil atau hanya hamil 1 kali. )re=alensi meningkat apabila ditemukan
riwayat keluarga, ras, kegemukan dan nullipara.
3
%.1.% Eti)l)#i dan &a!t)" Risi!)
.ampai saat ini belum diketahui penyebab pasti mioma uteri dan diduga
merupakan penyakit multifaktorial. 1da beberapa faktor risiko yang berperan
dalam terjadinya mioma uteri, yaitu 0
1. 2sia penderita
Mioma uteri jarang ditemukan sebelum menar-he ;sebelum mendapatkan
haid<. )aling banyak mioma uteri ditemukan pada wanita berumur 35-+5 tahun,
jarang sekali pada wanita berumur # tahun. .edangkan pada wanita menopause
mioma uteri ditemukan sebesar 1%
3,5
.
#. *ormon endogen ;Endogenous Hormonal<
Mioma uteri sangat sedikit ditemukan pada spesimen yang diambil dari
hasil histerektomi wanita yang telah menopause, diterangkan bahwa hormon
13
esterogen endogen pada wanita-wanita menopause terletak pada le=el yang
rendah3sedikit. 7tubu et al menemukan bahwa konsentrasi estrogen pada jaringan
mioma uteri lebih tinggi dibandingkan jaringan miometrium normal terutama
pada fase proliferasi dari siklus menstruasi
3,5
.
3. Aaktor 4as dan Eenetik.
)ada wanita ras tertentu, khususnya wanita berkulit hitam, angka kejadian
mioma uteri tinggi. .elain itu, wanita dengan garis keturunan tingkat pertama
dengan penderita mioma uteri mempunyai #,5 kali kemungkinan untuk menderita
mioma dibandingkan dengan wanita tanpa garis keturunan penderita mioma uteri.
)enderita mioma yang mempunyai riwayat keluarga penderita mioma mempunyai
# ;dua< kali lipat kekuatan ekspresi dari 9IEA-K ;a mioma-related growth fa-tor<
dibandingkan dengan penderita mioma yang tidak mempunyai riwayat keluarga
penderita mioma uteri
3
.
+. )aritas
Mioma uteri lebih sering terjadi pada nulipara atau pada wanita yang relatif
infertil, tetapi sampai saat ini belum diketahui apakah infertil menyebabkan
mioma uteri atau sebaliknya mioma uteri yang menyebabkan infertil, atau apakah
kedua keadaan ini saling mempengaruhi.
5. "ndeks Massa Tubuh ;"MT<
7besitas juga berperan dalam terjadinya mioma uteri. *al ini mungkin
berhubungan dengan kon=ersi hormon androgen menjadi esterogen oleh enHim
aromatease di jaringan lemak
3
. *asilnya terjadi peningkatan jumlah esterogen
tubuh, dimana hal ini dapat menerangkan hubungannya dengan peningkatan
pre=alensi dan pertumbuhan mioma uteri.

8. Makanan
!ari beberapa penelitian yang dilakukan menerangkan hubungan antara
makanan dengan pre=alensi atau pertumbuhan mioma uteri. !ilaporkan bahwa
14
daging sapi, daging setengah matang ;red meat<, dan daging babi meningkatkan
insiden mioma uteri, namun sayuran hijau menurunkan insiden mioma uteri.
Tidak diketahui dengan pasti apakah =itamin, serat atau phytoestrogen
berhubungan dengan mioma uteri
3
.
'. Kehamilan
1ngka kejadian mioma uteri ber=ariasi dari hasil penelitian yang pernah
dilakukan ditemukan sebesar ,3%-',#% selama kehamilan. Kehamilan dapat
mempengaruhi mioma uteri karena tingginya kadar esterogen dalam kehamilan
dan bertambahnya =askularisasi ke uterus.
8
Kedua keadaan ini ada kemungkinan
dapat memper-epat terjadinya pembesaran mioma uteri.
'
,erdasarkan hasil
penelitian @e=-Toaff et-al ;1$&'< didapatkan akibat mioma uteri pada kehamilan
adalah pertumbuhan mioma tidak dapat diramalkan, implantasi plasenta yang
tejadi pada mioma akan meningkatkan kemungkinan terjadinya abortus,
persalinan prematur dan perdarahan postpartum, mioma yang multipel akan
disertai dengan peningkatan insiden malposisi janin dan persalinan prematur,
degenerasi mioma biasanya disertai dengan pola sonografik yang khas, frekuensi
dilakukan tindakan seksio sesarea semakin meningkat
1,3,'
.
Tabel 0 *ubungan antara faktor risiko pasien, risiko mioma dan pengaruh
hormon
3
&a!t)" Risi!) Alasan
)ost menopause Menurun *ipoestrogenism
Menar-he dini Meningkat @ebih lama terpapar
dengan estrogen
7besiti Meningkat )eningkatan kon=ersi
androgen menjadi estrogen
Kehamilan Menurun 4emodel uterus saat
in=olusi postpartum
7bat kontrasepsi
kombinasi
Menurun )aparan estrogen dihalang
progesterone
Merokok Menurun Tahap estrogen serum
15
menurun
4as 1frika-1merika Meningkat )erbedaan geneti- dalam
produksi hormone dan
metabolism
1da riwayat dalam
keluarga
Meningkat )erbedaan geneti- dalam
produksi hormone dan
metabolism
%.1.' Klasi6i!asi -i)ma Ute"i
Klasifikasi mioma dapat berdasarkan lokasi dan lapisan uterus yang
terkena
3,',&
.
1. L)!asi
a. 6er=i-al ;#,8%< umumnya tumbuh ke arah =agina menyebabkan infeksi.
b. "sthmi-a ;',#%< lebih sering menyebabkan nyeri dan gangguan traktus
urinarius
-. 6orporal ;$1%< merupakan lokasi paling laHim dan seringkali tanpa gejala
2. La*isan Ute"us
.arang mioma di uterus dapat berasal dari ser=iks uteri ;1-3%< dan
selebihnya adalah dari korpus uteri. Menurut tempatnya di uterus dan menurut
arah pertumbuhannya, maka mioma uteri dibagi menjadi mioma submukosa,
mioma intramural, mioma subserosa, dan mioma intraligamenter. 5enis mioma
16
uteri yang paling sering adalah jenis intramural ;5+%<, subserosa ;+&,#%<,
submukosa ;8,1%< dan jenis intraligamenter ;+,+%<.
1,#

Eambar 3.1. 5enis-jenis Mioma 2teri
1. Mioma 2teri .ubmukosa
Mioma submukosa berada dibawah endometrium dan menonjol ke dalam
rongga uterus. 5enis ini di jumpai 8,1% dari seluruh kasus mioma. !ari sudut
klinik mioma uteri submukosa mempunyai arti yang lebih penting dibandingkan
dengan jenis yang lain. 5enis ini sering memberikan keluhan gangguan perdarahan
yang banyak ireguler ;menometrorhagia<. Mioma uteri jenis lain meskipun besar
mungkin belum memberikan keluhan perdarahan, tetapi mioma submukosa,
walaupun ke-il sering memberikan keluhan gangguan perdarahan. )erdarahan
sulit untuk dihentikan sehingga sebagai terapinya dilakukan histerektomi
$,1
.
Mioma submukosa umumnya dapat diketahui dari tindakan kuretase,
dengan adanya benjolan waktu kuret, dikenal sebagai Currete bump ;benjolan
waktu kuret< . Tumor jenis ini sering mengalami infeksi, terutama pada mioma
submukosa pedunkulata. Mioma submukosa pedunkulata adalah jenis mioma
submukosa yang mempunyai tangkai ;polip<. Tumor ini dapat keluar dari rongga
rahim ke -er=iC atau =agina, dikenal dengan nama mioma geburt atau mioma yang
di lahirkan, yang mudah mengalami infeksi, ulserasi, dan infark. Mioma pada
-er=iC dapat menonjol ke dalam saluran -er=iC sehingga 72I berbentuk bulan
sabit. Mioma geburt dapat menyebabkan dismenore, namun ketika telah
dikeluarkan dari ser=iks dan menjadi nekrotik, akan memberikan gejala pelepasan
darah yang tidak regular dan dapat disalahartikan dengan kanker ser=iks.
1,3
)ada
beberapa kasus, penderita akan mengalami anemia dan sepsis karena proses di
atas.
1
Mioma submukosa ini terletak di bawah lapisan endometrium dan lebih
-enderung untuk menekan lapisan ini pada saat myoma tumbuh ke arah lumen
uterus.
5
17
Eambar 3.# Mioma .ubmukosa
Eambar 3.3 Eambaran 2.E mioma submukosa, tampak gambaran
massa hipoekhoik yang menekan endometrial line
#. Mioma 2teri .ubserosa atau .ubperitoneal
Mioma .ubserosa apabila tumbuh dapat berada pada permukaan serosa saja
atau keluar dari dinding uterus sehingga menonjol pada permukaan uterus dan
diliputi oleh serosa. @okasi tumor di subserosa korpus uteri dapat hanya sebagai
tonjolan saja, dapat pula sebagai satu massa yang dihubungkan dengan uterus
melalui tangkai. )ertumbuhan ke arah lateral dapat berada di dalam ligamentum
latum dan disebut sebagai mi)ma int"ali#amente" yang dapat menekan ureter
dan a.ilia-a
'
.
Mioma yang -ukup besar akan mengisi rongga peritoneal sebagai suatu
massa. )erlengketan dengan usus, omentum atau mesenterium di sekitarnya
menyebabkan sistem peredaran darah diambil alih dari tangkai ke omentum.
1kibatnya tangkai makin menge-il dan terputus, sehingga mioma akan terlepas
dari uterus sebagai massa tumor yang bebas dalam rongga peritoneum. Mioma
jenis ini dikenal sebagai jenis parasiti- (wandering fibroid).
3,11
. Mioma yang
bertangkai dapat mengalami torsi.
18
Eambar 3.+ Mioma .ubserosa
Eambar 3.5 Eambaran 2.E mioma subserosa
3. Mioma 2teri "ntramural
Mioma intramural disebut juga sebagai mioma intraepitelial. Mioma
intramural biasanya multiple. 1pabila masih ke-il, mioma intramural tidak
merubah bentuk uterus, tetapi bila besar akan menyebabkan uterus berbenjol-
benjol, uterus bertambah besar dan berubah bentuknya. Mioma ini sering tidak
memberikan gejala klinis yang berarti ke-uali rasa tidak enak karena adanya
massa tumor di daerah perut sebelah bawah. Kadang kala tumor tumbuh sebagai
mioma subserosa dan kadang-kadang sebagai mioma submukosa. !i dalam otot
rahim dapat besar, padat ;jaringan ikat dominan<, lunak ;jaringan otot rahim
dominan<. .e-ara makroskopis terlihat uterus berbenjol-benjol dengan permukaan
halus. )ada potongan, tampak tumor berwarna putih dengan struktur mirip
potongan daging ikan. Tumor berbatas tegas dan berbeda dengan miometrium
yang sehat, sehingga tumor mudah dilepaskan. Konsistensi kenyal, bila terjadi
degenerasi kistik maka konsistensi menjadi lunak. ,ila terjadi kalsifikasi maka
konsistensi menjadi keras. .e-ara histologik tumor ditandai oleh gambaran
kelompok otot polos yang membentuk pusaran, meniru gambaran kelompok sel
otot polos miometrium. Aokus fibrosis, kalsifikasi, nekrosis iskemik dari sel yang
mati. .etelah menopause, sel-sel otot polos -enderung mengalami atrofi, ada
kalanya diganti oleh jaringan ikat. )ada mioma uteri dapat terjadi perubahan
19
sekunder yang sebagian besar bersifat degenerasi. *al ini karena berkurangnya
pemberian darah pada sarang mioma. )erubahan ini terjadi se-ara sekunder dari
atropi postmenopausal, infeksi, perubahan dalam sirkulasi atau transformasi
maligna
3,11
.
Eambar 3.8 Eambaran 2.E mioma intramural
' Pat)#enesis dan Pat)6isi)l)#i
Meskipun mioma -ukup umum ditemukan, mioma uteri tidak begitu banyak
yang bergejala. Timbulnya gejala tergantung pada kombinasi ukuran, jumlah dan
letak mioma. .e-ara umum, pertumbuhan mioma merupakan akibat stimulasi
estrogen, yang ada hingga menopause. .eiring berjalannya waktu, mioma yang
awalnya asimtomatik dapat tumbuh dan menjadi bergejala. .ebaliknya, banyak
mioma yang menyusut seiring menopause dimana stimulasi estrogen menghilang
dan banyak gejala yang berkaitan dengan mioma hilang segera setelah
menopause
3,'
.

Meyer dan !e .noo mengajukan teori 6ell /est atau teori genioblast.
)er-obaan @ips-hultH yang memberikan estrogen kepada kelin-i per-obaan
ternyata menimbulkan tumor fibromatosa baik pada permukaan maupun pada
tempat lain dalam abdomen. Ifek fibromatosa ini dapat di-egah dengan
pemberian preparat progesteron atau testosteron. )uukka dan kawan-kawan
menyatakan bahwa reseptor estrogen pada mioma lebih banyak didapati daripada
miometrium normal. Menurut Meyer asal mioma adalah sel imatur, bukan dari
selaput otot yang matur. Mioma merupakan mono-lonal dengan tiap tumor
20
merupakan hasil dari penggandaan satu sel otot. Itiologi yang diajukan termasuk
didalamnya perkembangan dari sel otot uterus atau arteri pada uterus, dari
transformasi metaplastik sel jaringan ikat, dan dari sel-sel embrionik sisa yang
persisten
3,'
.
Mioma umumnya digolongkan berdasarkan lokasi dan ke arah mana mereka
tumbuh. Mioma memiliki pseudokapsul yang berasal dari sel otot polos uterus
yang terkompresi dan hanya memiliki beberapa pembuluh darah dan pembuluh
limfe. Mioma intramural merupakan mioma yang paling banyak ditemukan. 5enis
mioma ini seluruhnya atau sebagian besar tumbuh di antara lapisan uterus yang
paling tebal dan paling tengah yaitu miometrium. Mioma subserosa tumbuh
keluar dari lapisan tipis uterus yang paling luar yaitu serosa. 5enis mioma ini dapat
bertangkai ;pedun-ulated< atau memiliki dasar lebar. 5enis mioma ini perupakan
kedua terbanyak ditemukan. 5enis mioma ketiga yaitu mioma submukosa yang
tumbuh dari dinding uterus paling dalam sehingga menonjol ke dalam uterus.
5enis ini juga dapat bertangkai atau berdasar lebar
3,11
.
Mioma submukosa dapat tumbuh bertangkai menjadi polip, kemudian
dilahirkan melalui saluran ser=iks disebut mioma geburt. *al ini dapaat
menyebabkan dismenore, namun ketika telah dikeluarkan dari ser=iks dan
menjadi nekrotik, akan memberikan gejala pelepasan darah yang tidak regular dan
dapat disalahartikan dengan kanker ser=iks. )eningkatan jumlah perdarahan
menstrual pada penderita mioma dihubungkan dengan peningkatan luas
permukaan endometrium dan produksi prostaglandin
3,'
.
21
%.1.+ -ani6estasi Klinis
*ampir separuh kasus mioma uteri ditemukan se-ara kebetulan pada
pemeriksaan ginekologik karena tumor ini besifat silent dan tidak mengganggu,
hanya 35% - 5% penderita, mioma uteri yang menimbulkan gejala klinis. Eejala
yang timbul sangat tergantung pada tempat sarang mioma ini berada sama ada di
ser=iks, intramural, submukosa, subserosa, ukuran tumor, perubahan dan
komplikasi yang terjadi. Eejala tersebut dapat digolongkan sebagai berikut 0
1. )erdarahan uterus abnormal.
Eangguan perdarahan yang terjadi umumnya adalah hipermenore,
metroragia dan menoragia. !ijumpai pada sekitar 3% kasus. ,eberapa faktor
yang menjadi penyebab perdarahan ini adalah 0
-
)engaruh o=arium sehingga terjadi hiperplasia endometrium sampai adeno
karsinoma endometrium.
-
)ermukaan endometrium yang lebih luas daripada biasa.
-
1trofi endometrium di atas mioma submukosa.
-
Miometrium tidak dapat berkontraksi optimal karena adanya sarang
mioma diantara serabut miometrium, sehingga tidak dapat menjepit
pembuluh darah yang melaluinya dengan baik.
-
*ematometra mungkin berlaku dengan adanya obstruksi pada ser=iks.
8
Mioma yang sering menyebabkan gejala perdarahan ialah jenis submukosa
sebagai akibat pe-ahnya pembuluh-pembuluh darah. )erdarahan oleh mioma
dapat menimbulkan anemia berat. Mioma intramural juga dapat menyebabkan
22
perdarahan, oleh karena ada gangguan kontraksi otot uterus. 5enis subserosa tidak
menyebabkan perdarahan yang abnormal. Kalau ada perdarahan yang abnormal
harus diingat akan kemungkinan yang lain yang timbul bersamaan dengan mioma
yaitu adeno-ar-inoma, polyp, faktor fungsionil.
'
#. 4asa nyeri
Eejala ini tidak khas untuk mioma, walaupun sering terjadi. Keluhan yang
sering diutarakan adalah rasa berat dan dismenorea. Timbulnya rasa nyeri dan
sakit pada mioma mungkin disebabkan gangguan peredaran darah, yang disertai
nekrosis setempat, atau disebabkan proses radang dengan perlengketan ke
omentum usus.
4asa sakit kadang-kadang disebabkan torsi ;putaran tangkai< pada mioma
subserosa. !alam hal ini sifatnya akut disertai enek dan muntah-muntah. )ada
mioma yang sangat besar, rasa nyeri dapat disebabkan karena tekanan terhadap
urat saraf dan menjalar ke pinggang dan tungkai bawah.
3. Ifek penekanan.
Eangguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri. )enekanan
pada kandung kemih akan menyebabkan poliuri dan masalah frekuensi dan
urgensi, pada uretra dapat menyebabkan retensio urine, pada ureter dapat
menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis, pada rektum dapat menyebabkan
konstipasi, pada pembuluh darah dan pembuluh limfe di panggul dapat
menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul.
+. 1bortus .pontan dan infertilitas.
"nfertilitas dapat terjadi apabila sarang mioma menutup atau menekan pars
interstisialis tuba, sedangkan mioma submukosum juga memudahkan terjadinya
abortus oleh katena distorsi rongga uterus. 1pabila penyebab lain infertilitas
sudah disingkirkan, dan mioma merupakan penyebab infertilitas tersebut, maka
merupakan suatu indikasi untuk dilakukan miomektomi.
ioma uteri yang ditemukan pada wanita hamil, dapat mempengaruhi
kehamilan misalnya mempengaruhi letak janinL menghalangi kemajuan persalinan
23
karena letaknya pada ser=ik uteriL menyebabkan inersia maupun atonia uteri,
sehingga menyebabkan perdarahan pas-a persalinan karena adanya gangguan
mekanik dalam fungsi miometriumL menyebabkan plasenta sukar lepas dari
dasarnya dan mengganggu proses in=olusi dalam nifas. Memperhatikan hal-hal
tersebut di atas, adanya kehamilan pada mioma uteri memerlukan pengamatan
yang -ermat
1,8
.

Kehamilan sendiri dapat menimbulkan perubahan pada mioma uteri, antara
lain0
1. Tumor membesar terutama pada bulan-bulan pertama karena pengaruh
estrogen yang kadarnya meningkat.
#. !apat terjadi degenerasi merah pada waktu hamil maupun masa nifas seperti
telah diutarakan di atas, yang kadang-kadang memerlukan pembedahan segera
guna mengangkat sarang mioma. 1nehnya pengangkatan sarang mioma
demikian itu jarang menyebabkan banyak perdarahan.
3. Meskipun jarang, mioma uteri bertangkai dapat juga mengalami torsi dengan
gejala dan tanda sindrom abdomen akut.
%.1.2 Pe"u$ahan Se!unde" Pada -i)ma
3
A. At")6i
Tanda dan gejala-gejala berkurang atau menghilang sesuai dengan
ukuran mioma yang menge-il pada saat menopause atau sesudah kehamilan.
B. De#ene"asi Hialin
)erubahan ini sering terjadi terutama pada penderita usia lanjut karena
mioma telah menjadi matang. Tumor kehilangan struktur aslinya menjadi
homogen dimana tumor ini tetap berwarna putih tapi di dalamnya berwarna
kuning, lembut bahkan seperti gel3agar-agar bergelatin.
7. De#ene"asi Kisti! 8Li!ui6i!asi9
!apat meliputi daerah ke-il maupun luas dimana sebagian dari mioma
menjadi -air sehingga terbentuk ruangan-ruangan yang tidak teratur berisi seperti
agar- agar seolah-seolah menyerupai uterus yang gra=id atau kista o=arium.
.tress fisik dapat menyebabkan pe-ahnya tumor ini sehingga menyebabkan
e=akuasi isi -airan tersebut ke dalam uterus, rongga peritoneum dan ruang
24
retroperitoneal. !apat juga terjadi pembengkakan yang luas dan bendungan limfe
sehingga meyerupai limfangioma.
D. De#ene"asi -em$atu 8Calcireous Degeneration9
Mioma jenis subserosa yang tersering mengalami kalsifikasi ini
karena sirkulasi darah yang terganggu dan terutama pada wanita lanjut usia. *al
ini terjadi karena presipitasi 6a67
3
;kalsium karbonat< dan fosfat sebagai
kelanjutan dari sirkulasi darah yang terganggu itu. !engan 4oentgen dapat
teerlihat dengan jelas ;opak< dan dikenal sebagai >!omb "tone?.
E. Se*ti! atau In6e!si dan Su*u"asi
Terutama terjadi pada kehamilan dan nifas dikarenakan trombosis =ena
dan kongesti dengan perdarahan interstitial ;nekrosis subakut< sehingga pada
irisan melintang tampak seperti daging mentah dan merah yang diakibatkan
penumpukan pigmen hemosiderin dan hemofusin.
&. De#ene"asi -e"ah 8Carneous Degeneration9
"ni merupakan degenerasi dan infark yang antiseptik. ,iasanya pada
degenerasi merah juga menimbulkan rasa sakit yang biasanya akan sembuh
sendiri dan tampak khas apabila terjadi pada kehamilan muda disertai emesis,
haus, sedikit demam, kesakitan., tumor o=arium dan torsi mioma yang
bertangkai. Komplikasi potensial dari degenerasi dalam kehamilan meliputi
kelahiran preterm dan sangat jarang men-etuskan !"6 ;!isseminated
"ntra=as-ular 6oagulation<.
(. De#ene"asi Lema!
Merupakan degenerasi asimptomatik yang jarang dan merupakan
kelanjutan dari degenerasi hialin dan kistik.
%.1.3 Dia#n)sis
A. Anamnesis
1namnesis dapat ditemukan antara lain 0
1. Timbul benjolan diperut bagian bawah dalam waktu relatif lama.
#. Kadang-kadang disertai gangguan haid, buang air ke-il atau buang air besar.
3. /yeri perut bila terinfeksi, terpuntir mioma bertangkai, atau pe-ah.
25
B. Peme"i!saan 6isi!
1. )emeriksaan abdomen
)ada pemeriksaan abdomen uterus yang membesar dapat dipalpasi pada
abdomen. Tumor teraba sebagai nodul ireguler dan tetap, area perlunakan
memberi kesan adanya perubahan-perubahan degeneratif. Mioma lebih
terpalpasi pada abdomen selama kehamilan. )erlunakan pada abdomen yang
disertai nyeri lepas dapat disebabkan oleh perdarahan intraperitoneal dari
ruptur =ena pada permukaan tumor
3,'
.
#. )emeriksaan pel=is
)ada pemeriksaan pel=is ser=iks biasanya normal. /amun, pada keadaan
tertentu, mioma submukosa yang bertangkai dapat mengawali dilatasi ser=iks
dan terlihat pada osteum ser=ikalis. 2terus -enderung membesar, tidak
beraturan dan berbentuk nodul. )erlunakan tergantung pada derajat degenerasi
dan kerusakan =askuler. 2terus sering dapat digerakan, ke-uali apabila keadaan
patologik pada adneksa. Ka=um uterus dapat membesar karena tumor
submukosa. Kemungkinan adanya mioma bersama-sama dengan kehamilan
harus selalu dipertimbangkan
3,'
.
7. Peme"i!saan (ine!)l)#i Dan Bimanual
)emeriksaan bimanual dilakukan bila pemeriksaan belum jelas. Terutama
pada wanita gemuk dan ner=ous. Kadang-kadang perlu anestesi. 6orpus uteri
tidak dapat teraba sendiri. Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan
tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan se-ara kebetulan.
)emeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor
tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi ka=um !ouglasi. Konsistensi padat,
kenyal, mobil, permukaan tumor umumnya rata.
D. Peme"i!saan *enun,an#
1. )en-itraan
26
a. 2ltrasonografi
2.E pel=ik merupakan pen-itraan paling utama yang berguna dalam
membantu mengikuti perkembangan mioma. #ltra "onografi (2.E) untuk
menentukan jenis tumor, lokasi mioma, ketebalan endometrium dan keadaan
adneksa dalam rongga pel=is. @eiomioma yang besar terlihat sebagai massa
jaringan yang lunak pada rontgen abdomen bawah, diagnosis kuat bila
ditemukan adanya kalsifikasi.
b. *isterosalfingografi dan histerokopi
*isterosalfingografi dan histerokopi mungkin berguna pada kasus
mioma dengan infertilitas.
-. M4" ;Magneti- 4esonan-e "maging<
.angat akurat dalam menggambarkan jumlah, ukuran, dan lokasi mioma
tetapi jarang diperlukan. )ada M4", mioma tampak sebagai massa gelap
berbatas tegas dan dapat dibedakan dari miometrium normal. M4" dapat
mendeteksi lesi seke-il 3 mm yang dapat dilokalisasi dengan jelas, termasuk
mioma submukosa. M4" dapat menjadi alternatif ultrasonografi pada kasus-
kasus yang tidak dapat disimpulkan.
d. Aoto $ulk %ier &'ersidth ;,/7<, (ntra )ena *ielografi ;"9)< pemeriksaaan
ini penting untuk menilai massa di rongga pel=is serta menilai fungsi ginjal
dan perjalanan ureter.
#. @aboratorium
1kibat yang terjadi pada mioma uteri adalah anemia akibat perdarahan
uterus yang berlebihan dan kekurangan Hat besi. )emeriksaaan laboratorium yang
perlu dilakukan adalah !arah @engkap ;!@< terutama untuk men-ari kadar *b.
)emeriksaaan lab lain disesuaikan dengan keluhan pasien.
1nemia merupakan akibat paling sering dari mioma. *al ini disebabkan
perdarahan uterus yang banyak dan habisnya -adangan Hat besi. Kadang-kadang
27
mioma menghasilkan eritropoetin yang pada beberapa kasus menyebabkan
polisitemia. 1danya hubungan antara polisitemia dengan penyakit ginjal diduga
akibat penekanan mioma terhadap ureter yang menyebabkan peninggian tekanan
balik ureter dan kemudian menginduksi pembentukan eritropoetin ginjal.
*ematokrit menjadi normal setelah rahim diangkat dan terjadi peningkatan
eritropoietin. @eukositosis, panas dan kenaikan sedimentasi mungkin timbul bila
terdapat degenerasi atau infeksi akut pada myoma.
3. )emeriksaan khusus
1. @aparoskopi
@aparaskopi lebih jelas dalam menentukan asal dari myoma dan lebih
banyak digunakan untuk myomektomi. .ondage untuk -a=um uteri yang besar
dan tidak rata. @aparoskopi untuk menge=aluasi massa pada pel=is.
,. Tes kehamilan
Tes kehamilan adalah untuk tes hormon Chorioni+ gonadotropin, karena
bisa membantu dalam menge=aluasi suatu pembesaran uterus, apakah oleh
karena kehamilan atau oleh karena adanya suatu mioma uteri yang dapat
menyebabkan pembesaran uterus menyerupai kehamilan.
+. )atologi 1natomi
1,#,3
Mioma uteri biasanya multiple, terpisah dan sferis atau berlobulasi yang
tidak teratur. (alaupun mioma mempunyai pseudokapsul, mioma ini dapat jelas
dibedakan dari miometrium yang normal dan dapat di-enukleasi se-ara mudah
dari jaringan sekitarnya.
.e-ara makroskopik pada potongan melintang, mioma itu berwarna
lebih pu-at, bulat, li-in dan biasanya padat dan jika mioma yang baru saja
diangkat tersebut dibelah maka permukaan tumor akan terpisah dan mudah
dibedakan dari pseudokapsulnya.
.e-ara mikroskopik, mioma uteri terdiri dari berkas otot polos dan
28
jaringan ikat yang tersusun seperti konde3pusaran air ;whorl like
appearan+e<. .el-sel indi=idual berbentuk spindle, nuklei yang elongasi dan sel-
selnya berukuran sama besar.
%.1.4 Dia#n)sis Bandin#
)ada mioma subserosa, diagnosa bandingnya adalah tumor o=arium yang
solid, atau kehamilan uterus gra=idus. .edangkan pada mioma submu-osum yang
dilahirkan diagnosa bandingnya adalah in=ersio uteri. Kemudian, pada mioma
intramural, diagnosa bandingnya adalah adenomiosis, khoriokarsinoma,
karsinoma korporis uteri atau sar-oma uteri.
1,#,3,+
Kelainan yang mirip dengan keluhan dan tanda
11
0
a. Aden)m)sis.
)ada kondisi ini, kelenjar normal yang terletak pada lapisan uterus
menembus dinding otot uterus. /yeri terjadi ketika jaringan kelenjar yang
berpindah tempat berkembang selama siklus menstruasi dan mengelupas selama
menstruasi. )erdarahan abnormal terjadi ketika jaringan membesar dan darah
merembes dari otot. )enanganan berupa pembedahan atau terapi hormonal.
$. Dis6un#si h)"m)nal.
Kelainan hormon yang menyertai o=ulasi dapat menyebabkan perdarahan
berat dan penebalan lapisan uterus.
:. P)li*s ute"us 8end)met"ial9
)ertumbuhannya biasanya jinak, membesar dari lapisan uterus. !apat
menyebabkan perdarahan menstrual berat, noda setelah periode menstruasi atau
noda yang tidak berkaitan dengan menstruasi.
%.1.5 Penatala!sanaan
)enanganan mioma uteri tergantung pada usia, paritas, lokasi dan ukuran
tumor, dan terbagi atas
3,',1,11
0
29
A. Penan#anan !)nse";ati6
6ara penanganan konser=atif dapat dilakukan sebagai berikut 0
30
Suspek Mioma
Uteri
Mioma
Uteri
Anamnesis :
Gangguan Hai
Merasa aa
!en"o#an i
perut !a$a%
&e#u%an
penekanan
'emeriksaan
(imanua#
'emeriksaan
)am!a%an *!i#a
per#u+:
)es &e%ami#an,
USG, Histeroskopi )anpa &e%ami#an -engan
ke%ami#an
&e#u%an
*.+
&e#u%an */+ 'engo!atan
tergantung
komp#ikasi
(i#a meng%a#angi
"a#an #a%ir, paa
persa#inan
i#akukan seksio
sesarea
Uterus
0 12
mg
Uterus
1 12
mg
&e#u%an
'enekana
n
'erara%a
n
2ngin 'un3a Anak
4a )iak
Miomektomi !i#a
teknis
memungkinkan
5!ser6asi,
konser6ati7
Histerekto
mi
Umur agak tua :
-i#atasi an
&uret
'emeriksaan 'A
)iak
Ganas
Ganas
8i%at
'enge#o#aan
9a
:nometrium
'eoman -iagnosis an )erapi 5!stetri ; Gineko#ogi <SHS,
%#mn 92
1< 7bser=asi dengan pemeriksaan pel=is se-ara periodik setiap 3-8 bulan.
#< Monitor keadaan *b
3< )emberian Hat besi
+< )enggunaan agonis En4* leuprolid asetat 3,'5 mg "M pada hari 1-3
menstruasi setiap minggu sebanyak tiga kali. 7bat ini mengakibatkan
pengerutan tumor dan menghilangkan gejala. 7bat ini menekan sekresi
gonadotropin dan men-iptakan keadaan hipoestrogenik yang serupa yang
ditemukan pada periode postmenopause. Ifek maksimum dalam mengurangi
ukuran tumor diobser=asi dalam 1# minggu.
Terapi agonis En4* ini dapat pula diberikan sebelum pembedahan,
karena memberikan beberapa keuntungan0 mengurangi hilangnya darah selama
pembedahan, dan dapat mengurangi kebutuhan akan transfusi darah.
,aru-baru ini, progestin dan antipprogestin dilaporkan mempunyai efek
terapeutik. Kehadiran tumor dapat ditekan atau diperlambat dengan pemberian
progestin dan le=onorgestrol intrauterin.
B. Penan#anan )*e"ati6
"nter=ensi operasi atau pembedahan pada penderita mioma uteri dilakukan
apabila 0
1. )erdarahan uterus abnormal yang menyebabkan penderita anemia.
#. *ipermenorea pada mioma submukosa.
3. /yeri pel=is yang hebat.
+. Ketidakmampuan untuk menge=aluasi adneksa ;biasanya karena mioma
berukuran kehamilan 1# minggu atau sebesar tinju dewasa<.
5. )enekanan pada organ sekitarnya, misalnya gangguan buang air ke-il
;retensi urin<.
8. )ertumbuhan mioma setelah menopause.
'. "nfertilitas.
31
&. Meningkatnya pertumbuhan mioma ;pertumbuhan mioma -epat<.
$. Mioma subserosa bertangkai dan torsi.
1. ,ila dapat menjadi penyulit pada kehamilan berikutnya.
5enis operasi yang dilakukan pada mioma uteri dapat berupa 0
8,11
1. Miomektomi
Miomektomi adalah pengambilan sarang mioma tanpa pengangkatan
rahim3uterus. Miomektomi lebih sering di lakukan pada penderita mioma uteri
se-ara umum. .uatu studi mendukung miomektomi dapat dilakukan pada wanita
yang masih ingin be reproduksi tetapi belum ada analisa pasti tentang teori ini
tetapi penatalaksanaan ini paling disarankan kepada wanita yang belum memiliki
keturunan setelah penyebab lain disingkirkan
3,'
.
,ila miomektomi menyebabkan -a-at yang menembus atau sangat
berdekatan dengan endometrium, kehamilan berikutnya harus dilahirkan dengan
seksio sesarea. Kriteria preoperasi menurut 1meri-an 6ollege of 7bstetri-ians
Eyne-ologists ;167E< adalah sebagai berikut 0
Kegagalan untuk hamil atau keguguran berulang.
Terdapat leiomioma dalam ukuran yang ke-il dan berbatas tegas.
1pabila tidak ditemukan alasan yang jelas penyebab kegagalan kehamilan
dan keguguran yang berulang.
#. *isterektomi
*isterektomi adalah tindakan operatif yang dilakukan untuk mengangkat
rahim, baik sebahagian ;subtotal< tanpa ser=iks uteri ataupun seluruhnya ;total<
berikut ser=iks uteri. *isterektomi dapat dilakukan bila pasien tidak
menginginkan anak lagi, dan pada penderita yang memiliki mioma yang
simptomatik atau yang sudah bergejala
3,',1
.
Kriteria menurut ,meri+an College of &bstetri+ians -yne+ologists (,C&-)
untuk histerektomi adalah sebagai berikut
3,',11
0
1< Terdapatnya 1 sampai 3 mioma asimptomatik atau yang dapat teraba dari luar
dan dikeluhkan oleh pasien.
32
#< )erdarahan uterus berlebihan, meliputi perdarahan yang banyak dan
bergumpal-gumpal atau berulang-ulang selama lebih dari & hari dan anemia
akibat kehilangan darah akut atau kronis.
3< 4asa tidak nyaman di pel=is akibat mioma uteri meliputi nyeri hebat dan akut,
rasa tertekan punggung bawah atau perut bagian bawah yang kronis dan
penekanan pada =esika urinaria mengakibatkan frekuensi miksi yang sering.
3. )enanganan 4adioterapi
a. *anya dilakukan pada pasien yang tidak dapat dioperasi ;bad risk patient<.
b. 2terus harus lebih ke-il dari usia kehamilan 1# minggu.
-. ,ukan jenis submukosa.
d. Tidak disertai radang pel=is atau penekanan pada rektum.
e. Tidak dilakukan pada wanita muda, sebab dapat menyebabkan menopause.
f. Maksud dari radioterapi adalah untuk menghentikan perdarahan.
.elama kehamilan, terapi awal yang memadai adalah tirah baring, analgesia
dan obser=asi terhadap mioma. )enatalaksanaan konser=atif selalu lebih disukai
apabila janin imatur. /amun, pada torsi akut atau perdarahan intra abdomen
memerlukan interfensi pembedahan. .eksio sesarea merupakan indikasi untuk
kelahiran apabila mioma uteri menimbulkan kelainan letak janin, inersia uteri atau
obstruksi mekanik
1,3,8,'
.
%.1.1< K)m*li!asi
Komplikasi yang terjadi pada mioma uteri 0
5
1. !egenerasi ganas.
Mioma uteri yang menjadi leiomiosarkoma ditemukan hanya ,3#-,8% dari
seluruh miomaL serta merupakan 5-'5% dari semua sarkoma uterus. Keganasan
umumnya baru ditemukan pada pemeriksaan histologi uterus yang telah diangkat.
Ke-urigaan akan keganasan uterus apabila mioma uteri -epat membesar dan
apabila terjadi pembesaran sarang mioma dalam menopause.
33
#. Torsi ;putaran tangkai<.
.arang mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi, timbul gangguan
sirkulasi akut sehingga mengalami nekrosis. !engan demikian terjadilah sindrom
abdomen akut. 5ika torsi terjadi perlahan-lahan, gangguan akut tidak terjadi.
3. /ekrosis dan infeksi.
.arang mioma dapat mengalami nekrosis dan infeksi yang diperkirakan
karena gangguan sirkulasi darah padanya.
-i)ma Ute"i dan Kehamilan
)engaruh mioma uteri pada kehamilan adalah 0
- Kemungkinan abortus lebih besar karena distorsi ka=um uteri khususnya pada
mioma submukosum.
- !apat menyebabkan kelainan letak janin
- !apat menyebabkan plasenta pre=ia dan plasenta akreta
- !apat menyebabkan *)) akibat inersia maupun atonia uteri akibat gangguan
mekanik dalam fungsi miometrium
- !apat menganggu proses in=olusi uterus dalam masa nifas
- 5ika letaknya dekat pada ser=iks, dapat menghalangi kemajuan persalinan dan
menghalangi jalan lahir.
)engaruh kehamilan pada mioma uteri adalah 0
- Mioma membesar terutama pada bulan-bulan pertama karena pengaruh
estrogen yang meningkat
- !apat terjadi degenerasi merah pada waktu hamil maupun masa nifas seperti
telah diutarakan sebelumnya, yang kadang-kadang memerlukan pembedahan
34
segera guna mengangkat sarang mioma. /amun, pengangkatan sarang mioma
demikian itu jarang menyebabkan perdarahan.
- Meskipun jarang, mioma yang bertangkai dapat mengalami torsi dengan
gejala dan tanda sindrom akut abdomen.
- )ada masa nifas dapat terjadi sepsis, perdarahan post partum sekunder dan
apat mengganggu in=olusi masa nifas.
Terapi mioma dengan kehamilan adalah konser=atif karena miomektomi
pada kehamilan sangat berbahaya disebabkan kemungkinan perdarahan hebat dan
dapat juga menimbulkan abortus. 7perasi terpaksa jika lakukan kalau ada
penyulit-penyulit yang menimbulkan gejala akut atau karena mioma sangat besar.
5ika mioma menghalangi jalan lahir, dilakukan .6 ;.e-tio 6aesarea< disusul
histerektomi tapi kalau akan dilakukan miomektomi lebih baik ditunda sampai
sesudah masa nifas.
%.1.11 P")#n)sis
*isterektomi dengan mengangkat seluruh mioma adalah kuratif.
Miomektomi yang ekstensif dan se-ara signifikan melibatkan miometrium atau
menembus endometrium, maka diharuskan .6 pada persalinan berikutnya.
Mioma yang kambuh kembali setelah miomektomi terjadi pada 15-+% pasien
dan #33-nya memerlukan tindakan lebih lanjut.
11
%.2 END.-ETRI.SIS
%.2.1 De6inisi
35
Indometriosis adalah jaringan ektopik ;tidak pada permukaan dalam uterus<
yang memiliki susunan kelenjar atau stroma endometrium atau kedua-duanya
dengan atau tanpa makrofag yang berisi hemosiderin dan fungsinya mirip dengan
endometrium karena berhubungan dengan haid dan bersifat jinak, tetapi dapat
menyebar ke organ-organ dan susunan lainnya.
1#

Indometriosis merupakan suatu keadaan dimana jaringan endometrium
yang masih berfungsi terdapat baik diluar endometrium ka=um uteri maupun di
miometrium ;otot rahim<.
+
,ila jaringan endometrium tersebut berimplantasi di
dalam miometrium disebut endometriosis interna atau adenomiosis, sedangkan
jaringan endometrium yang berimplantasi di luar ka=um uteri disebut
endometriosis eksterna atau endometriosis sejati.
1#-1+
)embagian ini sekarang
sudah tidak dianut lagi karena baik se-ara patologik, klinik ataupun etiologik
adenomiosis dan endometriosis berbeda.
13
Kista endometriosis adalah suatu jenis kista yang berasal dari jaringan
endometrium. 2kuran kista bisa ber=ariasi antara .+-+ in-hi. 5ika kista
mengalami ruptur, isi dari kista akan mengisi o=arium dan rongga pel=is.
%.2.2 E*idemi)l)#i
Indometriosis selama kurang lebih 3 tahun terakhir ini menunjukkan
angka kejadian yang meningkat. 1ngka kejadian antara 5 F 15% dapat ditemukan
di antara semua operasi pel=i-. Mang menarik adalah bahwa endometriosis lebih
sering ditemukan pada wanita yang tidak menikah pada umur muda, dan tidak
mempunyai banyak anak.
1+
!i 1merika .erikat, endometriosis timbul pada ' F 1% populasi, biasanya
berefek pada wanita usis produktif. )re=alensi endometriosis pada wanita infertile
adalah sebesar # F 5% dan &% pada wanita dengan nyeri pel=is. Terdapat
keterkaitan keluarga, dimana resiko meningkat 1 kali lipat pada wanita dengan
keluarga derajat pertama yang mengidap penyakit ini.
1#
%.2.% L)!asi End)met")sis
36
,erdasarkan urutan tersering endometrium ditemukan ditempat-tempat
sebagai berikut 0
1< 7=ariumL
#< )eritoneum dan ligamentum sakrouterinum, ka=um !ouglasi, dinding
belakang uterus, tuba Aallopi, plika =esiko uterina, ligamentum
rotundum, dan sigmoid.
3< .eptum rekto=aginalL
+< Kanalis inguinalisL
5< 1pendiksL
8< 2mbilikusL
'< .er=iks uteri, =agina,
kandung ken-ing, =ul=a,
perineumL
&< )arut laparotomiL
$< Kelenjar limfeL dan
1< (alaupun sangat jarang, endometriosis dapat ditemukan di lengan,
paha, pleura, dan perikardium.
%.2.' Pat)#enesis
.ampai saat ini belum ada yang dapat menerangkan se-ara pasti penyebab
terjadinya endometriosis. /amun demikian beberapa ahli men-oba menerangkan
kejadian endometriosis, antara lain 0
#.3.1 Teori implantasi dan regurgitasi ;5ohn 1. .ampson<
Indometriosis terjadi karena darah haid mengalir kembali ;regurgitasi<
melalui tuba ke dalam rongga pel=is.
1#,13
.udah dibuktikan bahwa dalam darah
haid ditemukan sel-sel endometrium yang masih hidup. .el-sel yang masih hidup
ini kemudian dapat mengadakan implantasi di pel=is.
1+
Teori ini paling banyak
penganutnya, tetapi teori ini belum dapat menerangkan kasus endometriosis di
luar pel=is.
#.3.# Teori metaplasia ;4ober Meyer<
Indometriosis terjadi karena rangsangan pada sel-sel epitel yang berasal
dari selom yang dapat mempertahankan hidupnya di dalam pel=is. 4angsangan ini
akan menyebabkan metaplasi dari sel-sel epitel itu, sehingga terbentuk jaringan
endometrium.
13
.e-ara endokrinologis, epitel germinati=um dari o=arium,
37
endometrium dan peritoneum berasal dari epitel selom yang sama.
1#
Teori 4obert
Meyer akhir-akhir ini semakin banyak ditentang. !isamping itu masih terbuka
kemungkinan timbulnya endometroisis dengan jalan penyebaran melalui darah
atau limfe, dan dengan implantasi langsung dari endometrium saat operasi.
1+
#.3.3 Teori penyebaran se-ara limfogen ;*alban<
Teori ini dikemukakan atas dasar jaringan endometrium menyebar melalui
saluran limfatik yang mendrainase rahim, dan kemudian diangkut ke berbagai
tempat pel=is dimana jaringan tersebut tumbuh se-ara ektopik. 5aringan
endometrium ditemukan dalam limfatik pel=is pada sampai #% dari penderita
endometriosis.
1+
#.3.+ Teori imunologik
,anyak peneliti berpendapat bahwa endometriosis adalah suatu penyakit
autoimun karena memiliki kriteria -enderung lebih banyak pada perempuan,
bersifat familiar, menimbulkan gejala klinik, melibatkan multiorgan, dan
menunjukkan akti=itas sel ,-poliklonal. !i samping itu telah dikemukakan bahwa
danaHol yang semula dipakai untuk pengobatan endometriosis yang disangka
bekerja se-ara hormonal, sekarang ternyata telah dipakai untuk mengobati
penyakit autoimun atas dasar bahwa danaHol menurunkan tempat ikatan "gE pada
monosit, sehingga mempengaruhi akti=itas fagositik.
1#
%.2.+ Pat)l)#i
@okasi yang sering terdapat endometriosis ialah pada o=arium, dan
biasanya di dapati pada kedua o=arium. )ada o=arium tampak kista-kista biru
ke-il sampai kista besar berisi darah tua menyerupai -oklat ;disebut kista -oklat
atau endometrioma<. !arah tua dapat keluar sedikit-sedikit karena luka pada
dinding kista, dan dapat menyebabkan perlekatan antara permukaan o=arium
dengan uterus, sigmoid dan dinding pel=is. Kista -oklat kadang-kadang dapat
mengalir dalam jumlah banyak ke dalam rongga peritoneum karena robekan
dinding kista, dan menyebabkan a+ute abdomen. Tuba pada endometriosis
biasanya normal. )ada salah satu atau kedua ligamentum sakrouterinum, ka=um
!ouglasi, dan permukaan uterus sebelah belakang dapat ditemukan satu atau
38
beberapa bintik sampai benjolan ke-il yang berwarna kebiru-biruan. 5uga pada
permukaan sigmoid atau rektum seringkali ditemukan benjolan yang berwarna
kebiru-biruan ini. .ebagai akibat dari timbulnya perdarahan pada waktu haid dari
jaringan endometriosis, mudah sekali timbul perlekatan antara alat-alat di sekitar
ka=um !ouglasi.
13
%.2.2 (am$a"an -i!")s!)*i!
)ada pemeriksaan mikroskopik ditemukan -iri--iri khas bagi
endometriosis yakni kelenjar-kelenjar dan stroma endometrium, serta perdarahan
bekas dan baru berupa eritrosit, pigmen hemosiderin dan sel-sel makrofag berisi
hemosiderin. !isekitarnya tampak sel-sel radang dan jaringan ikat, sebagai reaksi
dari jaringan endometriosis.
1+
%.2.3 (am$a"an Klinis
1kti=itas jaringan endometriosis sama halnya dengan endometrium yakni
sangat bergantung pada hormon. 1kti=itas jaringan endometriosis akan terus
meningkat selama hormon masih ada dalam tubuh, setelah menopause gejala
endometriosis akan menghilang.
1#
Eejala-gejala yang dapat ditemukan pada
penyakit endomeriosis berupa 0
1< !ismenorea adalah nyeri haid siklik merupakan gejala yang sering
dijumpai. Terjadi 1-3 hari sebelum haid dan dengan makin banyaknya
darah haid yang keluar keluhan dismenorea pun akan mereda.
1
penyebab
dari dismenorea ini belum diketahui, tetapi diduga berhubungan dengan
adanya =askularisasi dan perdarahan dalam sarang endometriosis pada
waktu sebelum dan semasa haid.
13
#< !ispareunia merupakan gejala tersering dijumpai setelah dismenorea,
keluhan ini disebabkan adanya endometriosis di dalam ka=um !ouglasi.
13
3< !iskeHia atau nyeri waktu defekasi terutama pada waktu haid, disebabkan
adanya endometriosis pada dinding rektosigmoid.
13
+< Eangguan miksi dan hematuria bila terdapat endometriosis di kandung
ken-ing, tetapi gejala ini jarang terjadi.
13
39
5< Eangguan haid dan siklusnya dapat terjadi pada endometriosis apabila
kelainan pada o=arium demikian luasnya sehingga fungsi o=arium
terganggu.
13
8< "nfertilitas juga merupakan suatu gejala endometriosis yang masih sulit
dimengerti.
15
Tetapi faktor penting yang menyebabkan infertilitas pada
endometriosis ialah mobilitas tuba terganggu karena fibrosis dan
perlekatan jaringan disekitarnya.
13
)ada pemeriksaan ginekologik, khususnya pada pemeriksaan =agino-
rekto-abdominal, ditemukan pada endometriosis ringan benda-benda padat
sebesar butir beras sampai butir jagung di ka=um !ouglasi, dan pada ligamentum
sakrouterinum dengan uterus dalam retrofleksi dan terfiksasi. 7=arium mula-mula
dapat diraba sebagai tumor ke-il, akan tetapi dapat membesar sampai sebesar
tinju.
13
%.2.4 Klasi6i!asi End)met"i)sis
Indometriosis dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori berdasarkan lokasi
dan tipe lesi,yaitu0
1. )eritoneal endometriosis
)ada awalnya lesi di peritoneum akan banyak tumbuh =askularisasi
sehingga menimbulkan perdarahan saat menstruasi. @esi yang aktif akan
menyebabkan timbulnya perdarahan kronik rekuren dan reaksi inflamasi sehingga
tumbuh jaringan fibrosis dan sembuh. @esi berwarna merah dapat berubah
menjadi lesi hitam tipikal dan setelah itu lesi akan berubah menjadi lesi putih
yang miskin =askularisasi dan ditemukan debris glandular.
#. 7=arian Indometrial 6ysts ;Indometrioma<
7=arian endometrioma diduga terbentuk akibat in=aginasi dari korteks
o=arium setelah penimbunan debris menstruasi dari perdarahan jaringan
endometriosis. Kista endometrium bisa besar ;N3-m< dan multilokus, dan bisa
tampak seperti kista -oklat karena penimbunan darah dan debris ke dalam rongga
kista.
40
3. !eep /odular Indometriosis
)ada endometriosis jenis ini, jaringan ektopik menginfiltrasi septum
rekto=aginal atau struktur fibromuskuler pel=is seperti uterosakral dan
ligamentum utero-o=arium. /odul-nodul dibentuk oleh hiperplasia otot polos dan
jaringan fibrosis di sekitar jaringan yang menginfiltrasi. 5aringan endometriosis
akan tertutup sebagai nodul, dan tidak ada perdarahan se-ara klinis yang
berhubungan dengan endometriosis nodular dalam.
Klasi6i!asi end)met"i)sis menu"ut A:)sta 8153%9
1'
1< 4ingan
= Indometriosis menyebar tanpa perlekatan pada anterior atau
posterior ka=um !ouglasi atau permukaan o=arium atau
peritoneum pel=is.
#< .edang
= Indometriosis pada satu atau kedua o=arium disertai parut dan
retraksi atau endometrioma ke-il.
= )erlekatan minimal juga di sekitar o=arium yang mengalami
endometriosis.
= Indometriosis pada anterior atau posterior ka=um !ouglasi dengan
parut dan retraksi atau perlekatan, tanpa implantasi di kolon
sigmoid.
3< ,erat
= Indometriosis pada satu atau dua o=arium, ukuran lebih dari # C #
-m
#
.
= )erlekatan satu atau dua o=arium atau tuba atau ka=um !ouglasi
karena endometriosis.
= "mplantasi atau perlekatan usus dan3 atau traktus urinarius yang
nyata.
Klasi6i!asi end)met"i)sis menu"ut Re;isi American Fertility Society 8154+9
1+
41

Martin pada tahun #8 mengusulkan sistem kalsifikasi stadium untuk
mengetahui tingkat keper-ayaan dari tindakan laparaskopi diagnostik terhadap
endometriosis. Tingkat keper-ayaan laparaskopi terdiri atas + tingkatan0
Tingkat 10 Mungkin endometriosis F 9esikel peritoneal, polip merah, polip
kuning, hiper=askularisasi, jaringan parut, adhesi.
Tingkat #0 !iduga endometriosis F Kista -oklat dengan aliran bebas dari -airan
-oklat
42
Tingkat 30 )asti endometriosis F @esi jaringan parut gelap, lesi merah dengan latar
belakang jaringan ikat sebagai jaringan parut, kista -oklat dengan area
mottle merah dan gelap dengan latar belakang putih.
Tingkat +0 Indometriosis F @esi gelap dan jaringan parut pada pembedahan
pertama.
Eambar. 1dhesi akibat endometriosis
%.2.5 Dia#n)sis
!iagnosis biasanya berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik,
dipastikan dengan pemeriksaan laparoskopi. )ada endometriosis yang ditemukan
pada lokasi seperti forniks =aginae posterior, perineum, parut laparotomi dan
sebagainya, biopsi dapat memberi kepastian mengenai diagnosis. )emeriksaan
laboratorium pada endometriosis tidak memberi tanda yang khas, hanya apabila
ada darah dalam tinja atau air ken-ing pada waktu haid dapat menjadi petunjuk
tentang adanya endometriosis pada rektosigmoid atau kandung ken-ing.
#
Anamnesis
!iagnosis dimulai dari anamneses, dimana keluhan atau gejala yang sering
ditemukan adalah 0

/yeri perut bawah yang progresif dan dekat paha yang terjadi pada dan
selama haid ;dismenorea<
1+

!ispareuni, dapat meluas menjadi nyeri punggung


1+
43

/yeri saat defekasi, terutama saat haid


1+

/yeri Kronik dan terdapat eksaserbasi akut

)oli dan hipermenorea

"nfertilitas
Peme"i!saan &isi!
)ada pemeriksaan pel=is ditemukan nyeri tekan yang sangat mudah
dideteksi saat menstrusi. @igament uterosakral dan kul-de-sa- yang bernodul
dapat ditemukan. 2terus terfiksasi se-ara retro=ersi akibat dari perlengketan.
/odul kebiruan dapat ditemukan pada =aginan akibat infiltrasi dari dinding
posterior =aginal.
1#

Peme"i!saan La$)"at)"ium
)emeriksaan laboratorium pada endometriosis tidak member tanda yang
khas, hanya apabila ada darah pada tinja atau urin pada waktu haid menunjukkan
tentang adanya endometriosis pada rekstosigmoid atau kandung kemih.
1+
Peme"i!saan Radi)l)#i
)embuatan foto roentgen dengan memasukkan barium dalam kolon dapat
memberikan gambaran dengan filling defe-t pada rektosigmoid dengan batas yang
jelas dan mukosa yang utuh.
3
Trans=aginal sonografi adalah metode yang berguna
untuk mengidentifikasi kista -oklat klasik dari o=arium. Tampilan tipikal adalah
kista yang berisis e-ho homogeny internal drajat rendah yang konsisten dengan
darah lama.
1#
Eambaran sonografi dari endometrioma ber=ariasi dari kisa
sederhana hingga kista kompleks dengan e-ho internal hingga massa solid, tanpa
=akular. M4" berguna untuk melihat keterlibatan re-tum dan menunjukkan se-ara
akurat endometriosis rekto=aginal dan kul-de-sa-.
13
Peme"i!saan La*a")s!)*i dan Bi)*si
44
@aparoskopi dengan biopsy adalah satu F satunya -ara defenitif untuk
endometriosis. Merupakan prosedur in=asi=e dengan sensiti=itas $'% dan
spesifisitas ''%. Temuannya adalah lesi biru-hitam dan +lassi+ powder burn.
1#
Eambaran mikroskopik pada o=arium tampak kista biru ke-il sampai besar berisi
darah tua menyerupai -oklat. Kista ini dapat keluar dan menyebabkan perlekatan
dan bahkan penyakit abdomen akut. )ada permukaan re-tum dan sigmoid sering
dijumpai bejolan kebiruan tersebut. )ada pemeriksaan mikroskopik ditemukan -iri
F -iri khas endometrium. !isekitarnya tampak sel radang dan jaringan ikat.
Kista -oklat o=arium
)owder burn lesion
45
End)met"i)sis sedan#=$e"at
!iagnosis banding endometriosis berdasarkan gejala, yakni
18
1< !ismenorea 0 dismenorea primer, dismenorea sekunder yang disebabkan
antara lain adenomiosis, mioma, infeksi, dan stenosis ser=ikalis.
#< !ispareunia 0 kurangnya lubrikasi,kelainan gastrointestinal ;irritable
bowel syndrome<, kongestif =askular pel=ik, dan sebagainya.
3< "nfertilitas 0 ano=ulasi, defisiensi fase luteal, infeksi atau penyakit tuba.
!iagnosis banding endometriosis adalah pel'i+ inflammatory disease, apendisitis,
kista o=arii, torsi o=arii, kehamilan ektopik, infeksi saluran kemih, dan penyakit
di=ertikular.
13
%.2.1< Pen:e#ahan
Kehamilan adalah -ara pen-egahan yang paling baik untuk endometriosis.
Eejala-gejala endometriosis memang berkurang atau hilang pada waktu dan
sesudah kehamilan karena regresi endometrium dalam sarang-sarang
endometriosis. 7leh sebab itu hendaknya perkawinan jangan ditunda terlalu lama,
dan sesudah perkawinan hendaknya diusahakan supaya mendapat anak-anak yang
diinginkan dalam waktu yang tidak terlalu lama. .ikap demikian itu tidak hanya
merupaka profilaksis yang baik terhadap endometriosis, melainkan menghindari
terjadinya infertilitas sesudah endometriosis timbul. .elain itu jangan melakukan
46
pemeriksaan yang kasar atau melakukan kerokan pada waktu haid, karena dapat
menyebabkan mengalirnya darah haid dari uterus ke tuba dan ke rongga panggul.
#
%.2.11 Penatala!sanaan
.tandar terapi medis pada pasien endometriosis meliputi 0 analgesik
;/.1"! atau a-etaminophen<, pil kontrasepsi oral, agen androgenik ;danaHol
O!ano-rine

P<, agen progestogen ;medroksiprogesteron asetat O)ro=era

P<,
hormon pelepas-gonadotropin ;En4*< misalnya leuprolid O@upron

P, goserelin
OQoladeC

P, triptorelin OTrelstar !epot

P, nafarelin O.ynarel

P<, and
antiprogestogen ;gestrinone<.
+
!asar pengobatan hormonal endometriosis ialah bahwa pertumbuhan dan
fungsi jaringan endometriosis sama seperti jaringan endometrium yang normal,
dimana jaringan endometriosis juga dikontrol oleh hormon-hormon steroid. !ata
laboratorium menunjukkan bahwa
jaringan endometriosis mengandung
reseptor estrogen, progesteron dan
androgen, yakni estrogen merangsang
pertumbuhan jaringan endometriosis,
androgen menyebabkan atrofi, sedang
progesteron masih diperdebatkan,
namun progesteron sintetik yang
mengandung efek androgenik
tampaknya menghambat pertumbuhan
endometriosis.
1'
!ari dasar tersebut, prinsip
pertama pengobatan hormonal
endometriosis adalah men-iptakan
lingkungan hormon rendah estrogen
dan asiklik, sehingga diharapkan kadar
estrogen yang rendah menyebabkan
atrofi jaringan endometriosis dan
47
keadaan yang asiklik men-egah terjadinya haid yang berarti tidak terjadinya
pelepasan jaringan endometrium yang normal maupun jaringan endometriosis.
Kemudian prinsip kedua adalah men-iptakan lingkungan hormon tinggi androgen
atau tinggi progestogen yang se-ara langsung menyebabkan atrofi jaringan
endometriosis. !i samping itu, prinsip tinggi androgen atau tinggi progestogen
juga menyebabkan keadaan rendah estrogen yang asiklik karena gangguan pada
pertumbuhan folikel.
1&
a. And")#en
)reparat yang dipakai adalah metiltestosteron sublingual dengan dosis 5-1
mg3hari. ,iasanya diberikan 1 mg3hari pada bulan pertama dilanjutkan dengan 5
mg3hari selama #-3 bulan berikutnya. Keberatan pemakaian androgen adalah
timbulnya efek samping maskulinisasi, dan bila terjadi kehamilan dapat
menyebabkan -a-at bawaan. Keuntungannya adalah untuk terapi nyeri,
dispareuni, dan untk membantu menegakkan diagnosis. 5ika nyeri akibat
endometriosis biasanya akan berkurang dengan pengobatan androgen satu bulan.
$. Est")#en=*")#est)#en
Kontrasepsi yang dipilih sebaiknya mengandung estrogen rendah dan
progestogen yang kuat atau yang mempunyai efek androgeni- yang kuat. Terapi
standard yang dianjurkan adalah ,3 mg etinil estradiol dan ,3 mg norgestrel per
hari. ,ila terjadi perdarahan, dosis ditingkatkan menjadi ,5 mg estradiol dan ,5
mg norgestrel per hari atau maksimal ,& mg estradiol dan ,& mg norgestrel per
hari. )emberian tersebut setipa hari selama 8-$ bulan, bahkan #-3 tahun.
:. P")#est)#en
!osis yang diberikan adalah medroksiprogesteron asetat 3-5 mg per hari
atau noretisteron asetat 3 mg per hari. )emberian parenteral dapat menggunakan
medroksiprogesteron asetat 15 mg setiap 3 bulan sampai 15 mg setiap bulan.
@ama pengobatan yakni 8-$ bulan.
48
d. Dana>)l
!anaHol adalah turunan isoksaHol dari 1' alfa etiniltestosteron. !anaHol
menimbulkan keadaan asiklik, androgen tinggi, dan estrogen rendah. Kadar
androgen meningkat disebabkan oleh sifatnya yang androgeni- dan danaHol
mendesak testosterone sehingga terlepas dan kadar testosterone bebas meningkat.
Kadar estrogen rendah disebabkan karena danaHol menekan sekresi En4*, @*,
dan A.* dan menghambat enHim steroidogenesis di folikel o=arium sehingga
estrogen turun.
!osisnya +-& mg per hari dengan lama pemberian minimal 8 bulan.
Ifek sampingnya berupa akne, hirsutisme, kulit berminyak, perubahan suara,
pertambahan berat badan, dan edema. Kontraindikasi absolute yaitu kehamilan
dan menyusui, sedangkan kontraindikasi relati=e yaitu disfungsi hepar, hipertensi
berat, gagal jantung ongestif, atau gagal ginjal.
Te"a*i Pem$edahan
Indometriosis yang -ukup berat ;stadium """ atau "9< dapat menyebabkan
kelainan anatomis pel=is, dimana hal tersebut sangat memungkinkan merusak
fertilitas ;kesuburan< dengan -ara mengganggu jangkauan oosit dan transportasi
sepanjang tuba fallopi. Keadaan ini umumnya diterapi dengan -ara pembedahan.
1$
)ada umumnya terapi pembedahan pada endometriosis bersifat bedah
konser=atif yakni mengangkat saranng-sarang endometriosis dengan
mempertahankan fungsi reproduksi dengan -ara meninggalkan uterus dan jaringan
o=arium yang masih sehat, dan perlekatan sedapat mungkin dilepaskan.
1,#
pembedahan konser=atif dapat dilakukan dengan dua -ara pendekatan yakni
laparotomi atau laparoskopi operatif.
#
)embedahan konser=atif pada pasien usia
duapuluhan akhir dan awal empatpuluhan terutama bila fertilitas di masa depan
dikehendaki, maka endometriosis yang -ukup luas diterapi dengan 1< reseksi
endometriomataL #< melepaskan perlekatan tuba dengan atau tanpa neurektomi
presakral ;untuk mengurangi dismenorea<L 3< suspensi uterus ;melepaskan fiksasi
retro=ersi fundus uteri dari ka=um !ouglasi akibat perlekatan endometriotik<L +<
49
menghilangkan apendiks dikarenakan tidak jarang sarang-sarang endometriosis
terdapat pada serosa apendiks.
)embedahan radikal dilakukan pasien usia + tahun dengan menderita
endometriosis yang luas disertai banyak keluhan. )ilihan pembedahan radikal
histerektomi total, salpingo-ooforektomi bilateral dan pengangkatan sarang-sarang
endometriosis yang ditemukan.
1#,15,#
Komplikasi tersering pembedahan adalah pe-ahnya kista, tidak dapat
terangkatnya seluruh dinding kista se-ara baik dan sempurna. *al ini
mengakibatkan tingginya perlekatan pas-a-pembedahan. 2ntuk men-egah
pe-ahnya kista, dianjurkan pengobatan terapi hormonal praoperatif selama
beberapa bulan. 6ara lain untuk men-egah pe-ahnya kista dengan pungsi kista
per-laparaskopi yang kemudian dilanjutkan terapi hormonal selama 8 bulan, tetapi
-ara ini masih belum banyak dilakukan dan masih diperdebatkan.
1#
%.2.12 K)m*li!asi
,eberapa komplikasi dari endometriosis adalah sebagai berikut 0
"nfertilitas
/yeri pel=is kronik
1dhesi
4uptur kista
%.2.1% PR.(N.SIS
)erhatian jangka panjang harus dilakukan dikarenakan semua terapi
menwarkan perbaikan, bukan penyembuhan. (alaupun telah dilakukan
pembedahan definiti=e, rekurensi endometriosis masih dapat terjadi, namun
resikonya sangat rendah ;sekitar 3%<. Terapi penggantian estrogen tidak
meningkatkan resiko rekurensi. 4ekurensi setelah pengobatan medis ber=ariasi
dan terkadang sama atau lebih tinggi dari rekurensi pembedahan.
50
Indometriosis ditemukan dapat menghilang se-ara spontan pada 133 wanita
yang tidak ditatalaksana se-ara aktif.
1
manajemen medis ;supresi o=ulasi< efektif
untuk mengurangi nyeri pel=is tapi tidak efektif untuk pengobatan endometriosis
yang berkaitan dengan infertilitas. /amun, tetap ada potensi untuk konsepsi.
Kombinasi estrogen progestin meredakan nyeri hingga &-&5% dari pasien
dengan endometriosis yang berkaitan dengan nyeri pel=is. .etelah 8 bulan terapi
danaHol, sebesar $% pasien dengan endoimetriosis sedang mengalami penurunan
nyeri pel=is. Total abdominal hystere+tomy and bilateral salpingo-oophore+tomy
dilaporkan efektif hingga $% dalam meredakan nyeri. Kehamilan masih
mungkin bergantung pada keparahan penyakit. Tanda dan gejala se-ara umum
menurun dengan adanya onset menopause dan selama kehamilan.
51
BAB I0
ANALISIS KASUS
1. A*a!ah dia#n)sis *ada !asus ini sudah te*at?
)ada kasus ini, pasien /y. 1 usia 3 tahun pre operatif didiagnosis mioma
uteri dan kista o=arium. /amun, post operatif diagnosis berubah menjadi mioma
uteri dan kista endometriosis ;kista -okelat<. !iagnosis mi)ma ute"i sudah tepat
didasarkan dari 0
Anamnesis :
1. 7s mengeluh sering ne"i *e"ut sejak : 1 bulan .M4.. 4asa nyeri
dirasakan pada seluruh perut seperti ditusuk-tusuk dan menjalar ke
pinggang bahkan ke kedua kaki.
#. 7s sering merasa mual dan te"!adan# muntah. 7s juga me"asa $e"at
*ada *e"ut $a#ian $awah dan me"asa ada $en,)lan di *e"ut $a#ian
$awah. )ada awalnya, os merasa benjolan itu ke-il sebesar telur puyuh.
/amun, os merasa benjolan tersebut bertambah besar sehingga perutnya
pun ikut membesar setiap harinya. 7s mengaku tidak ada darah yang
keluar dari alat kelaminnya.
3. 7s juga mengeluh terkadang demam, tidak nafsu makan dan berat
badannya menurun.
+. 7s juga mengeluh nyeri saat buang air ke-il ;,1K< dan buang air besar
;,1,<. 7s merasa akti=itasnya terganggu karena keluhan-keluhan
tersebut.
Eejala tersebut sesuai berdasarkan teori gejala mioma uteri yaitu sebagai berikut 0
1. )erdarahan uterus abnormal.
2. Rasa ne"i
Eejala ini tidak khas untuk mioma, walaupun sering terjadi. Keluhan yang
sering diutarakan adalah "asa $e"at dan dismenorea. Timbulnya rasa nyeri dan
sakit pada mioma mungkin disebabkan gangguan peredaran darah, yang disertai
52
nekrosis setempat, atau dise$a$!an *")ses "adan# den#an *e"len#!etan !e
)mentum usus.
4asa sakit kadang-kadang disebabkan torsi ;putaran tangkai< pada mioma
subserosa. !alam hal ini sifatnya akut disertai ene! dan muntah=muntah. )ada
mioma yang sangat besar, "asa ne"i da*at dise$a$!an !a"ena te!anan
te"hada* u"at sa"a6 dan men,ala" !e *in##an# dan tun#!ai $awah.
3. Ifek penekanan.
Eangguan ini tergantung dari besar dan tempat mioma uteri. Pene!anan
*ada !andun# !emih akan menyebabkan poliuri dan masalah frekuensi dan
urgensi, pada uretra dapat menyebabkan retensio urine, pada ureter dapat
menyebabkan hidroureter dan hidronefrosis, pada rektum dapat menyebabkan
konstipasi, pada pembuluh darah dan pembuluh limfe di panggul dapat
menyebabkan edema tungkai dan nyeri panggul.
Peme"i!saan 6isi! dida*at!an :
"nspeksi : Pe"ut tam*a! sedi!it mem$esa", membesar simetris
dan berbentuk -embung, bekas operasi ;:<, tanda-tanda
peradangan ;-<, striae ;-<, =enektasi ;-<.
)alpasi 0 Te"a$a se*e"ti masa % ,a"i di $awah *usat, masa
sebesar telur bebek besarnya sekitar B &C8 -m dengan
permukaan rata, konsistensi kenyal, mobile, nyeri ;:<.
)erkusi 0 )ekak di atas masa.
1uskultasi 0 ,ising usus ;:< normal
Ins*e!ul)
)ortio tampak li-in dan berukuran normal. 72I tertutup, fluksus ;-<, perdarahan
aktif ;-< , stosel ;-<, Aluor ;:< sedikit, erosi ;:<, laserasi ;-<, polip ;-<, -a=um
douglas tidak menonjol.
Peme"i!saan $imanual
)ada pasien ini tidak dilakukan pemeriksaan bimanual.
,erdasarkan teori pemeriksaan fisik mioma uteri 0
1. )emeriksaan abdomen
53
)ada pemeriksaan abdomen ute"us an# mem$esa" da*at di*al*asi *ada
a$d)men. Tumor teraba sebagai nodul ireguler dan tetap, area perlunakan
memberi kesan adanya perubahan-perubahan degeneratif.
#. )emeriksaan pel=is
)ada pemeriksaan *el;is se";i!s $iasana n)"mal. /amun, pada keadaan
tertentu, mioma submukosa yang bertangkai dapat mengawali dilatasi ser=iks dan
terlihat pada osteum ser=ikalis. Ute"us :ende"un# mem$esa", tidak beraturan
dan berbentuk nodul. )erlunakan tergantung pada derajat degenerasi dan
kerusakan =askuler. 2terus sering dapat digerakan, ke-uali apabila keadaan
patologik pada adneksa. Ka=um uterus dapat membesar karena tumor submukosa.
Peme"i!saan (ine!)l)#i Dan Bimanual
)emeriksaan bimanual dilakukan bila pemeriksaan belum jelas. Terutama
pada wanita gemuk dan ner=ous. Kadang-kadang perlu anestesi. 6orpus uteri
tidak dapat teraba sendiri. Teraba tumor yang berasal dari rahim dan pergerakan
tumor dapat terbatas atau bebas dan ini biasanya ditemukan se-ara kebetulan.
)emeriksaan ginekologik dengan pemeriksaan bimanual didapatkan tumor
tersebut menyatu dengan rahim atau mengisi ka=um !ouglasi. Konsistensi padat,
kenyal, mobil, permukaan tumor umumnya rata.
)emeriksaan penunjang didapatkan 0
)emeriksaan penunjang lainnya dalam batas normal, ke-uali pemeriksaan 2.E 0
)emeriksaan 4adiologi 0
2.E abdomen 0 kesan 0 pembesaran uterus e.- suspek mioma intramural,
dd3 malignan-y o=arial -yst sinistra diameter &,3 -m.
,erdasarkan teori pemeriksaan penunjang mioma uteri yaitu 0
2.E pel=ik merupakan pen-itraan paling utama yang berguna dalam
membantu mengikuti perkembangan mioma. #ltra "onografi (2.E) untuk
menentukan jenis tumor, lokasi mioma, ketebalan endometrium dan keadaan
adneksa dalam rongga pel=is. @eiomioma yang besar terlihat sebagai massa
54
jaringan yang lunak pada rontgen abdomen bawah, diagnosis kuat bila ditemukan
adanya kalsifikasi.
Kista o=arium juga dibuat sebagai diagnosis pre operatif, karena
diagnosis banding dari hasil 2.E pasien ini adalah malignan-y o=arial -yst
sinistra diameter &,3 -m. .elain itu, gejala pada pasien ini juga mengarah pada
diagnosis kista o=arium yaitu 0
1. 4asa nyeri pada perut bagian bawah dan panggul
#. /yeri sanggama
3. /afsu makan menurun
+. 4asa penuh pada perut bagian bawah
5. Eangguan miksi
8. pembengkakan perut
,erdasarkan teori gejala kista o=arium, yaitu 0
1. )erasaan sebah.
#. 4asa nyeri pada perut bagian bawah dan panggul.
3. Makan sedikit terasa -epat kenyang.
+. .ering kembung.
5. /yeri sanggama.
8. /afsu makan menurun.
'. 4asa penuh pada perut bagian bawah.
&. Eangguan miksi karena adanya tekanan pada kandung kemih dan juga
tekanan pada dubur.
$. Eangguan menstruasi. )ada umumnya tumor o=arium tidak mengubah pola
haid ke-uali tumor itu sendiri mengeluarakan hormon seperti pada tumor sel
granulosa yang dapat menyebabkan hipermenorrea.
)ada saat operasi, ditemukan mioma uteri berupa masaa padat dengan
ukuran & C & C 8 -m dari uterus, lengket dengan omentum dan usus. Ketika
masa disisihkan, terjadi -edera usus. .elain itu, pada saat dilakukan
eksplorasi ditemukan kista endometriosis bilateral ;kista -okelat bilateral<.
55
Kista -okelat bilateral dengan ukuran kista sebelah kanan 8 C 5 C 5 -m dan
ukuran kista sebelah kiri 1 C & C 8 -m. 7leh karena itu, diagnosis post operatif
adalah mioma uteri : kista -okelat bilateral perlengketan : -edera usus.
2. A*a!ah *enatala!sanaan *ada !asus ini sudah te*at ?
Terapi pada pasien ini sudah tepat, yaitu pada masa padat dengan ukuran & C
& C 8 -m dari uterus dilakukan histerektomi dengan alasan sesuai teori 0
Kriteria menurut ,meri+an College of &bstetri+ians -yne+ologists (,C&-)
untuk histerektomi adalah sebagai berikut
3,',11
0
19 Te"da*atna 1 sam*ai % mi)ma asim*t)mati! atau an# da*at te"a$a da"i
lua" dan di!eluh!an )leh *asien.
#< )erdarahan uterus berlebihan, meliputi perdarahan yang banyak dan
bergumpal-gumpal atau berulang-ulang selama lebih dari & hari dan anemia
akibat kehilangan darah akut atau kronis.
%9 Rasa tida! naman di *el;is a!i$at mi)ma ute"i meli*uti ne"i he$at dan
a!ut@ "asa te"te!an *un##un# $awah atau *e"ut $a#ian $awah an#
!")nis dan *ene!anan *ada ;esi!a u"ina"ia men#a!i$at!an 6"e!uensi
mi!si an# se"in#.
1danya perlengketan dengan omentum dan usus ditatalaksana dengan lysis
he-ting usus untuk melepaskan adhesi ;perlengketan<. .etelah masa disisihkan,
pada pasien ini terjadi -edera usus kanan sehingga dilakukan konsul dengan
dr..p.,. *asil konsul dengan dr. .p., pada pasien ini terjadi ruptur sigmoid
sehingga dilakukan operasi repair sigmoid.
)ada saat operasi juga ditemukan kista -okelat yang masuk dalam
klasifikasi berat, yaitu kista -okelat bilateral, ukuran kista yang sebelah kanan 8 C
5 C 5 -m dan ukuran kista sebelah kiri 1 C & C 8 -m. ,erdasarkan teori,
klasifikasi endometriosis berat menurut 1-osta, yaitu 0
= Indometriosis pada satu atau dua o=arium, ukuran lebih dari # C # -m
#
.
= )erlekatan satu atau dua o=arium atau tuba atau ka=um !ouglasi karena
endometriosis.
= "mplantasi atau perlekatan usus dan3 atau traktus urinarius yang nyata.
56
)ada umumnya terapi pembedahan pada endometriosis bersifat bedah
konser=atif yakni mengangkat saranng-sarang endometriosis dengan
mempertahankan fungsi reproduksi dengan -ara meninggalkan uterus dan jaringan
o=arium yang masih sehat, dan perlekatan sedapat mungkin dilepaskan.

)ada pasien ini dilakukan pembedahan radikal yaitu histerektomi total dan
bilateral salpingo-ooforektomi karena pasien menderita endometriosis yang luas
disertai banyak keluhan. )ada kasus ini, kista pe-ah keluar -airan -okelat kental
yang memberi kesan kista -oklat. *al ini sesuai dengan kepustakaan yang
menyebutkan bahwa gambaran kista endometriosis akan tampak kista-kista biru
ke-il sampai kista besar ;kadang-kadang sebesar tinju< berisi darah tua
menyerupai -oklat ;kista -oklat<. )ada kista -oklat, darah tua keluar sedikit-sedikit
karena luka pada dinding kista dan dapat menyebabkan perlekatan antara
permukaan o=arium dengan uterus, sigmoid dan dinding pel=is. .ebagai akibat
dari timbulnya perdarahan pada waktu haid dari jaringan endometriosis, mudah
sekali timbul perlekatan antara alat-alat di sekitar ka=um !ouglasi.
Komplikasi tersering pembedahan adalah pe-ahnya kista. *al ini terjadi
pada pasien ini sehingga mengakibatkan tingginya perlengketan pas-a
pembedahan. 7leh karena itu, pada pasien ini dilakukan operasi bersama dengan
bagian bedah.
Terapi post operasi pada pasien ini, yaitu 0
1. Tidur pakai bantal dan puasa 5 hari : menggunakan /ET.
)uasa 5 hari merupakan upaya agar pemulihan saluran -erna terjadi sedini
mungkin. *al ini bertujuan agar adhesi ;perlengketan< tidak berulang. ,ila fungsi
saluran pen-ernaan telah pulih, retensi /ET minimal ;J # --3#+ jam< bisa
diberikan diet -air yang se-ara bertahap dirubah menjadi diet lunak atau padat
sesuai kondisi klinis pasien.
#. "nj. 6eftriaksone
)ada pasien ini injeksi -eftriaksone diberikan untuk men-egah terjadinya
infeksi dengan dosis 3 C 1. ,erdasarkan teori -eftriaksone berfungsi untuk infeksi
intra abdominal, profilaksis perioperatif, dan infeksi pada pasien dengan
57
gangguan pertahanan tubuh. !osis dewasa adalah 1-# gram satu kali sehari. )ada
infeksi berat yang disebabkan organisme yang moderat sensitif, dosis dapat
dinaikkan sampai + gram satu kali sehari. @amanya pengobatan berbeda-beda
tergantung dari penyebab penyakit seperti pengobatan dengan antibiotik pada
umumnya, pemberian obat harus diteruskan paling sedikit sampai +& - '# jam,
setelah penderita bebas panas atau pembasmian kuman ter-apai dengan
nyata.Kelebihan -eftriaCone yaitu spektrum akti=itas anti bakteri nya luas,
men-akup bakteri gram negatif dan gram positif dengan masa kerja yang panjang
dimana efek bakterisidal ;membunuh bakteri< dapat bertahan selama #+ jam.
6eftriaCone -epat berdifusi ke dalam jaringan dan -airan tubuh
3. "nj. MetronidaHole
)ada pasien ini diberikan injeksi metronidaHol dengan dosis # C 1.
,erdasarkan teori metronidaHol memiliki akti=itas yang tinggi terhadap bakteri
anaerob dan protoHo, metronidaHol intra=ena alternatif efektif bila rute per oral
tidak memungkinkan. 1pabila diberikan bersama dengan -eftriaCone,
metronidaHol juga berfungsi untuk penyakit radang panggul ;pel'i+ inflammatory
disease<. !osis profilaksis bedah dengan infus intra=ena, dewasa 5 mg saat
induksiL sampai 3 dosis lanjutan 5 mg dapat diberikan tiap & jam untuk
prosedur risiko tinggi.
+. "nj. 1linamin
)ada pasien ini diberikan injeksi alinamin # C 1. ,erdasarkan teori
1linamin-A adalah sediaan Thiamini tetrahydrofurfuryl disulfidum ;TTA!<,
bentuk disulfida Thiamina.
"njeksi 1@"/1M"/-A berupa larutan steril dalam air, dan terdapat dalam ampul
1 ml. 6ara kerjanya yaitu membantu proses metabolisme dalam tubuh, alinamin
ini juga berfungsi untuk meningkatkan peristaltik usus. Tiap ml mengandung0
Aursultiamine *6l ;Thiamini tetrahydrofurfuryl disulfidum
hydro-hloridum<
#.'3 mg
;sesuai dengan basanya TTA! #.5 mg<
Elu-osum # mg
5. Ketorola-
58
)ada pasien ini diberikan ketorola- 3 C 1 sebagai analgetik. ,erdasarkan
teori Ketorola- tromethamine merupakan suatu analgesik non-narkotik. 7bat ini
merupakan obat anti-inflamasi nonsteroid yang menunjukkan akti=itas antipiretik
yang lemah dan anti-inflamasi. Ketorola- tromethamine menghambat sintesis
prostaglandin dan dapat dianggap sebagai analgesik yang bekerja perifer karena
tidak mempunyai efek terhadap reseptor opiat.
Ketorola- diindikasikan untuk penatalaksanaan jangka pendek terhadap
nyeri akut sedang sampai berat setelah prosedur bedah. !urasi total Ketorola-
tidak boleh lebih dari lima hari. Ketorola- se-ara parenteral dianjurkan diberikan
segera setelah operasi. *arus diganti ke analgesik alternatif sesegera mungkin,
asalkan terapi Ketorola- tidak melebihi 5 hari. Ketorola- tidak dianjurkan untuk
digunakan sebagai obat prabedah obstetri atau untuk analgesia obstetri karena
belum diadakan penelitian yang adekuat mengenai hal ini dan karena diketahui
mempunyai efek menghambat biosintesis prostaglandin atau kontraksi rahim dan
sirkulasi fetus.
Ketorola- ampul ditujukan untuk pemberian injeksi intramuskular atau
bolus intra=ena. !osis untuk bolus intra=ena harus diberikan selama minimal 15
detik. Ketorola- ampul tidak boleh diberikan se-ara epidural atau spinal. Mulai
timbulnya efek analgesia setelah pemberian "9 maupun "M serupa, kira-kira 3
menit, dengan maksimum analgesia ter-apai dalam 1 hingga # jam. !urasi median
analgesia umumnya + sampai 8 jam. !osis sebaiknya disesuaikan dengan
keparahan nyeri dan respon pasien. @amanya terapi 0 )emberian dosis harian
multipel yang terus-menerus se-ara intramuskular dan intra=ena tidak boleh lebih
dari # hari karena efek samping dapat meningkat pada penggunaan jangka
panjang. !osis dewasa, 1mpul 0 !osis awal Ketorola- yang dianjurkan adalah 1
mg diikuti dengan 1F3 mg tiap + sampai 8 jam bila diperlukan. *arus diberikan
dosis efektif terendah. !osis harian total tidak boleh lebih dari $ mg untuk orang
dewasa dan 8 mg untuk orang lanjut usia, pasien gangguan ginjal dan pasien
yang berat badannya kurang dari 5 kg. @amanya terapi tidak boleh lebih dari #
hari. )ada seluruh populasi, gunakan dosis efektif terendah dan sesingkat
mungkin. 2ntuk pasien yang diberi Ketorola- ampul, dosis harian total kombinasi
59
tidak boleh lebih dari $ mg ;8 mg untuk pasien lanjut usia, gangguan ginjal dan
pasien yang berat badannya kurang dari 5 kg<.
8. 6linimiC
Bentu! Sediaan:
.le/y bag 1 m@ dalam bentuk multi+hamber bag.
&a"ma!)l)#i:
Total kalori0 51 Kkal
/on-protein kalori0 + Kkal
Karbohidrat dan protein menghasilkan + Kkal3g
Indi!asi:
/utrisi parenteral ketika enteral feeding tidak memungkinkan,
dikontraindikasikan, atau tidak men-ukupi.
60
D)sis:
!osis disesuaikan dengan kebutuhan energi pasien, umumnya #5 Kkal3kg,,3hari
dengan ke-epatan infus #,5 m@3kg,,3jam ;direkomendasikan 1 bag dihabiskan
N& jam<.
K)nt"aindi!asi:
Eagal ginjal tanpa dialisis, hipersensitif, gangguan hati berat, gangguan
metabolisme protein, asidosis metabolik, hiperkalemia, dan hipernitremia.
Pe"in#atan dan Pe"hatian:
Keseimbangan asam basa, gangguan fungsi ginjal dan hati, insufisiensi jantung,
intoleransi glukosa ;diabetes<.
E6e! Sam*in#:
*iperglikemia, flebitis, o'erfeeding
Sa"an *ada Pasien ini
1. )asien ini bekerja sebagai pembantu rumah tangga. 7leh karena itu, pasien
ini disarankan untuk tidak bekerja terlalu berat terlebih dahulu karena
kondisi tubuh post operasi yang masih lemah.
#. )asien disarankan untuk kontrol ulang 1 minggu setelah keluar dari rumah
sakit.
3. )erhatian jangka panjang harus dilakukan oleh pasien karena semua terapi
yang diberikan menawarkan perbaikan bukan penyembuhan. 7leh karena
itu, jika pasien merasa ada keluhan lagi, maka pasien harus -epat berobat ke
dokter untuk men-egah penyakit yang lebih parah atau terjadinya
keganasan.

P")#n)sis pada pasien ini 0
Ruo ad =itam 0 dubia ad bonam
Ruo ad fungsionam 0 dubia ad malam
Ruo ad =itam pasien ini dubia ad bonam karena pasien ini sudah di
diagnosis dan ditatalaksana dengan tepat. ,erdasarkan teori histerektomi dan
bilateral salpingo-ooforektomi dilaporkan efektif hingga $% dalam meredakan
keluhan.
61
Ruo ad fungsionam pasien ini dubia ad malam karena pada pasien ini uterus
nya sudah diangkat sehingga fungsinya sebagai wanita untuk hamil sudah tidak
berfungsi lagi. .elain itu, pada pasien ini terjadi komplikasi pembedahan yaitu
-edera usus sehingga prognosis nya se-ara fungsi tubuh tidak terlalu baik.

BAB 0
KESI-PULAN
)ada kasus pasien ini, diagnosis post operasi yaitu mioma uteri dan kista
-okelat bilateral ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang dan hasil operasi. Mioma uteri pada kasus ini ditegakkan
karena adanya keluhan nyeri perut yang hebat, mual dan muntah, rasa berat di
perut, nafsu makan menurun, berat badan menurun, dan gangguan ,1, dan
,1K. )emeriksaan fisik juga menunjukkan abdomen membesar dan pemeriksaan
62
penunjang ;2.E< juga memberikan kesan mioma uteri. Mioma uteri adalah
neoplasma jinak yang berasal dari lapisan miometrium uteri dan jaringan ikat
yang menumpangnya.
1
Mioma uteri sering juga disebut sebagai fibromioma,
leiomioma, fibroid.
1

!iagnosis kista -okelat ;kista endometriosis< ditegakkan setelah operasi.
Ketika mengeksplorasi bagian kanan dan kiri daerah operasi ditemukan masa
yang ketika pe-ah mengeluarkan -airan -okelat kental. Kista 6okelat ;kista
endometriosis< adalah suatu jenis kista yang berasal dari jaringan endometrium.
2kuran kista bisa ber=ariasi antara .+-+ in-hi. 5ika kista mengalami ruptur, isi
dari kista akan mengisi o=arium dan rongga pel=is.
!iagnosis pada kasus ini sudah tepat dan ditatalaksana dengan tepat yaitu
histerektomi dan bilateral salpingo-ooforektomi. )rognosis Suo ad =itam pasien
ini dubia ad bonam dan prognosis Suo ad fungsionam pasien ini dubia ad malam
sesuai dengan penjelasan pada analisis kasus.
DA&TAR PUSTAKA
1. .aifuddin 1,, 4a-himhadhi T, (iknjosastro, Eulardi *. "lmu kebidanan
sarwono prawirohardjo. +
nd
ed. 5akarta0 )T ,ina )ustaka .arwono
)rawirohardjoL #&. *al.&$1-5$.
#. ,erek, 5onathan .. ,eningn !isease of female 4eprodu-ti=e Tra-t dan
*ystere-tomi dalam ,erek T /o=akUs Eyne-ology. Idisi 1+. @ipin-ott and
(illian T (ilkins. 2.1. #'.
3. (iknjosastro *, .aifuddin 1,, dan 4a-himhadhi T. "lmu Kandungan. Idisi
pertama. 5akarta0 )T ,ina )ustaka .arwono )rawirohardjoL #&. *al. 33'-
5$.
63
+. .jamsuhidajat 4 dan 5ong (!. Tumor ginekologi. 5akarta0 IE6L #5. *al
'#8-&.
5. 6handarnata @ dan Kumala ). "ntisari )rinsip-prinsip ilmu bedah. .-hwartH
.", .hires ET., .pan-er A6 dan *usser (6 editor. Idisi ke-enam. 5akarta0
IE6L #. *al 5$$-8#1.
8. @e=eno K5, Eant /A, 6unningham AE. et al. 7bsetri williams. #1
rd
ed.
5akarta0 IE6L #5. *al. 131-3'.
'. ,agian obstetri- dan ginekologi AK 2/)1!. Einekologi. ,andung0 Ilstar
offsetL 1$&+. *al. 1+1-83.
&. Kumar 9, 6otran 4., dan 4obbins .@. ,uku 1jar )atologi. Idisi ke-tujuh.
9olume #. 5akarta0 IE6L #'. *al. ''3-'.
$. 5aparies (. ,uku ajar onkologi klinis. !esen ( editor. Idisi ke-dua. 5akarta0
,alai )enerbit AK2"L #&.
1. 4asjidi ". Manual histerektomi. 5akarta0 IE6L #&. *al 55-1$.
11. Mi-hele 6, .helley 7, Mi-hael *. ElassU offi-e gynae-ology. Idisi ke-enam.
2.10 @ippin-ott (illiams T (ilkinL #8.
1#. M-)hee, .tephen 5, papadakis M, et al. 7=arian 6an-er T 7=arian Tumors
dalam 6urrent Medi-al !iagnose T Treatment #1. Idisi +$. M-Eraw-*ill.
2.1.#1.
13. ,aHiad 1, 5a-oeb TQ, ,asalamah 1, 4a-hman "1. End)met"i)sis. !alam 0
,aHiad 1, 5a-oeb TQ, .urjana I5, 1lkaff Q, editor. Indokrinologi Einekologi.
Kelompok .tudi Indokrinologi 4eproduksi "ndonesia ;K.I4"<, Idisi Ke-1,
5akarta 1$$3L 1'-#3.
1+. )rabowo, 4aden ). End)met"i)sis. !alam 0 (iknjosastro *, .aifuddin 1,,
4a-himhadhi T, editor. "lmu Kandungan. Mayasan ,ina )ustaka .arwono
)rawirohardjo, Idisi Ke-#, 5akarta #5L 31+-#'.
15. Manuaba, "da ,agus E. End)met"i)sis. !alam 0 Manuaba, editor. Kapita
.elekta )enatalaksanaan 4utin 7bstetri Einekologi dan K,. )enerbit ,uku
Kedokteran IE6, 5akarta #1L 5#8-3#.
18. Mounsey 1, (ilgus 1, .lawson !6. Dia#n)sis and -ana#ement )6
End)met"i)sis. !alam 0 ,meri+an ,+ademy of .amily *hysi+ian #8, 9ol.
'+, /o. +L 5$+-8#.
1'. ,ulun .I. -e:hanisms )6 Disease End)met"i)sis. !alam 0 The %ew
England 0ournal of edi+ine #$, 9ol. 38, /o. 3L #8&-'$.
1&. 7li=e !@, )ritts I1. T"eatment End)met"i)sis. !alam 0 (ood 15, editor.
The %ew England 0ournal of edi+ine #1, 9ol. 3+5, /o. +L #88-'5.
1$. Moore 5E. End)met"i)sis dan Aden)mi)sis. !alam 0 6hristina M, editor.
Isensial 7bstetri dan Einekologi. )enerbit ,uku *ipokrates, Idisi Ke-#,
5akarta #1L +1-$.
64
#. Taber ,. End)met"i)sis. !alam 0 Melfiawati, editor. Kapita .elekta 7bstetri
dan Einekologi. )enerbit ,uku Kedokteran IE6, 5akarta 1$$+L #-5.
65
24