Anda di halaman 1dari 4

Saluran Pemasaran Agribisnis

A. Sistem Pemasaran
Sistem pemasaran pertanian merupakan satu kesatuan urutan lembaga-
lembaga atau agen-agen pemasaran. Tugasnya melakukan fungsi-fungsi
pemasaran untuk memperlancar aliran produk pertanian dari produsen awal ke
tangan konsumen akhir. Begitu pula sebaliknya memperlancar aliran uang, nilai
produk yang tercipta oleh kegiatan produktif yang dilakukan oleh lembaga-
lembaga pemasaran, baik dari tangan konsumen akhir ke tangan produsen awal
dalam suatu sistem komoditas (Gumbira. E. dan A. Harizt Intan, 2001).
Informasi pasar merupakan faktor yang menentukan apa yang diproduksi,
di mana, mengapa, bagaimana dan untuk siapa produk dijual dengan keuntungan
terbaik. Oleh sebab itu informasi pasar yang tepat dapat mengurangi resiko usaha
sehingga pedagang dapat beroperasi dengan margin pemasaran yang rendah dan
memberikan keuntungan bagi pedagang itu sendiri, produsen dan konsumen.
Keterbatasan informasi pasar terkait dengan letak lokasi usaha tani yang terpencil,
pengetahuan dan kemampuan dalam menganalisis data yang masih kurang dan
lain sebagainya . Di samping itu, dengan pendidikan formal masyarakat
khususnya petani masih sangat rendah menyebabkan kemampuan untuk mencerna
atau menganalisis sumber informasi sangat terbatas (Almasdi Syahza, )
B. Saluran Pemasaran
Saluran pemasaran adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk
menyalurkan produk dari produsen sampai ke konsumen atau industri pemakai.
Panjangnya saluran pemasaran menyebabkan besarnya biaya yang dikeluarkan
(marjin pemasaran yang tinggi) serta ada bagian yang dikeluarkan sebagai
keuntungan pedagang. Hal tersebut cenderung memperkecil bagian yang diterima
petani dan memperbesar biaya yang dibayarkan konsumen. Factor yang
mempengaruhi saluran pemasaran produk untuk sampai pada konsumen adalah
panjangnya saluran pemasaran.
Panjang pendeknya saluran pemasaran ditandai dengan jumlah pedagang
perantara yang harus dilalui mulai dari petani sampai ke konsumen akhir. Menurut
panjang pendeknya.
Saluran Pemasaran dapat dibagai menjadi 3 kelompok yaitu:
a. Penyaluran Langsung
Penyaluran Langsung merupakan saluran pemasaran yang paling pendek
dimana produk diantar dari produsen langsung ke konsumen. Contohnya, sayuran
atau buah-buahan yang baru dipetik dijual di pinggir jalan.
b. Penyaluran Semi-Langsung
Penyaluran Semi-Langsung ialah saluran pemasaran yang melewati satu
perantara baru ke konsumen. Contohnya, Hasil panen cabe yang dijual oleh petani
kepada pedagang pengumpul, kemudian pedagang pengumpul menjual langsung
ke konsumen.
c. Penyaluran Tidak Langsung
Penyaluran Tidak Langsung yaitu saluran pemasaran yang menggunakan
dua atau lebih perantara baru kemudian sampai ke konsumen.
Contohnya, buah-buahan yang dijual ke pedagang pengumpul kemudian diolah
menjadi minuman oleh pabrik baru kemudian dipasarkan oleh pengecer dan dibeli
oleh konsumen. Demikian halnya dengan produk peternakan seperti daging, susu,
telur dan hasil ikutannya. Contoh Saluran Pemasaran bila digambarkan yaitu:




Berdasarkan gambar aliran saluran pemasaran di atas, produsen berperan
dalam penyedian produk, baik produk jadi atau mentah. Produsen menyalurkan
produknya melalui agen-agen pemasaran sebelum sampai pada pengencer dan
selanjutnya kepada konsumen sebagai tujuan akhir para konsumen memasarkan
produknya. Lamanya waktu penyaluran prosuk pada konsumen sudah tentu akan
mempengaruhi besarnya biaya produk tersebut.
produsen Agen
Sub Agen
Grosir Pengecer Konsumen
Agen tunggal
C. Pertimbangan Saluran Pemasaran
Beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih saluran
pemasaran adalah:
1. Sifat Barang
Misalnya barang cepat rusak seperti: sayuran, susu, dan daging maka saluran yang
dipilih adalah Langsung. Begitu juga surat kabar, harus cepat sampai di tangan
konsumen.
2. Sifat Penyebaran Barang
Untuk barang harus tersedia di tempat di manapun dan mudah dicari seperti:
rokok, korek api, obat-obatan produsen cenderung menggunakan saluran
distribusi yang Panjang.
3. Alternatif Biaya
Adanya pertimbangan biaya dalam menetapkan saluran distribusi menyebabkan
saluran distribusi yang panjang akan menimbulkan biaya besar sehingga harga
jual menjadi lebih tinggi dan kelancaran penjualan barang terganggu.
4. Modal
Setiap usaha selalu memerlukan modal atau dana untuk beroperasi, begitu pula
halnya untuk saluran pemasaran. Bila modal kita cukup besar, maka saluran
distribusi juga akan semakin kompleks karena produsen akan membawa
barangnya ke pelosok wilayah.
5. Tingkat Keuntungan
Tergantung dari mata rantai penyaluran barang, semakin panjang mata rantainya
akan menyebabkan harga dikonsumen tinggi. Hal itu berarti kelancaran penjualan
akan tersendat/ terganggu sehingga semakin keuntungan menjadi berkurang.




DAFTAR PUSTAKA
Artha,http://agriunud.blogspot.com/2012/01/Saluran-Pemasaran-Agribisnis.html.
Diakses tanggal 29 agustus 2014
Almasdi Syahza, 2007. Model Pemasaran Produk Pertanian Berbasis Agribisnis
Sebagai Upaya Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan .Lembaga
Penelitian Universitas Riau, Pekanbaru
Gumbira. E. Dan a. Harizt intan, (2001), Manajemen Agribinis, Jakarta, Penerbit
Ghalia Indonesia.

Anda mungkin juga menyukai