Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KASUS

ORCHITIS






PEMBIMBING :
dr. Asep Hermana, Sp.B
dr. H. Irwan Adhenin, Sp.B

DISUSUN OLEH
Leny Anjani
Npm. 08310171
PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
2014


LAPORAN KASUS

1.1 Identitas
Nama : Tn.S
Umur : 65 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Haurkuning
Agama : Islam
Status : Sudah Menikah
Pendidikan terakhir : Sekolah Dasar
Pekerjaan : Buruh Bangunan
Tanggal masuk RSUD : 07 Maret 2014
Tanggal pemeriksaan : 07 Maret 2014

1.2 Anamnesis
Keluhan Utama :
Bengkak pada buah zakar kiri.

Riwayat Perjalanan Penyakit :
Os datang dengan keluhan bengkak pada buah zakar kiri sejak 2 bulan sebelum masuk
rumah sakit. Buah zakar terasa lebih berat di sebelah kiri, dengan ukuran awal sebesar bola
pingpong yang lama-lama sebesar telur ayam. Kadang-kadang terdapat keluhan nyeri pada
benjolan, dan rasa nyeri menjalar sampai ke selangkangan. Os juga merasakan panas pada
daerah buah zakar sampai ke selangkangan. Benjolan pada buah zakar, tidak hilang timbul
baik saat tidur, berdiri ataupun mengedan. Tidak terdapat cairan yang keluar dari benjolan.
Tidak terdapat keluhan nyeri pada benjolan saat berhubungan seksual. Tidak terdapat keluhan
mual dan muntah. Didapatkan riwayat demam selama satu minggu. Riwayat trauma dan
penyakit menular seksual disangkal. BAK normal tidak ada lendir ataupun darah, tidak ada
nyeri saat BAK, BAB tidak ada keluhan.




Riwayat Penyakit Dahulu :
Riwayat penyakit dengan keluhan yang sama disangkal.

Riwayat Penyakit dalam Keluarga :
Riwayat penyakit keluarga dengan keluhan yang sama disangkal.

1.3 Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum
Kesadaran : Compos mentis
Tekanan darah : 140/90 mmHg
Respirasi : 24 x/menit
Nadi : 94x/menit
Suhu : 36,8
0
C

Status generalis
Kepala : Conjungtiva tidak anemis, sklera tak ikterik
Leher : JVP tak meninggi, KGB tidak membesar
Thoraks : Bentuk dan gerak simetris
Paru-paru : VBS normal, kiri = kanan,
ronkhi -/-, wheezing -/-
Jantung : Bunyi jantung S1-S2 reguler,
Bunyi jantung tambahan (-)
Abdomen : Datar, lembut, BU + normal, NTE (-), hepar dan lien tidak teraba
Membesar,KGB inguinal tidak membesar
Ekstremitas : Akral hangat, CRT < 2, edema (-)






Status Lokalis :





1.4 Diagnosa Banding
- Orchitis sinistra
- Tumor testis sinistra
- Epididimitis
- Torsio testis sinistra




Pemeriksaan Penunjang
Hematologi :
Hb : 12,5 g/dl
Leukosit : 13700 / mm3
LED : 20 mm/jam
Wkt. Pendarahan : 2 00 menit
Wkt. Pembekuan : 4 00 menit

Kimia Klinik :
Glukosa Sewaktu : 125 mg/dl
SGOT : 19 U/I
SGPT : 14 U/I
Ureum : 27 mg/dl
Kreatinine : 0,92 m/dl

Elektrolit :
Natrium : 137 mmol/L
Kalium : 4,4 mmol/L
Chlorida : 111 mmol/L


1.5 Usulan Pemeriksaan
- Analisa urin
- Kultur urin
- VDRL
- USG testis

1.6 Diagnosa Sementara
Orchitis Sinistra

1.7 Penatalaksanaan
Cefadroxil tablet 2x1
Dexamethason tablet 3x1
Parasetamol tab 3x1

1.8 Prognosis
- Quo ad vitam : dubia ad bonam
- Quo ad functionam : dubia ad bonam








II. TINJAUAN PUSTAKA

II.1 ANATOMI TESTIS
Testis merupakan organ yang berperan dalam proses reproduksi dan hormonal. Fungsi
utama dari testis adalah memproduksi sperma dan hormon androgen terutama testosteron.
Sperma dibentuk di dalam tubulus seminiferus yang memiliki 2 jenis sel yaitu sel sertoli dan sel
spermatogenik. Diantara tubulus seminiferus inilah terdapat jaringan stroma tempat dimana sel
leydig berada.
Testis normal berukuran rata-rata 4x3x2,5 cm. Organ ini diliputi oleh suatu lapisan yang
disebut dengan tunika albuginea, oleh suatu septa-septa jaringan ikat testis dibagi menjadi 250
lobus. Pada bagian anterior dan lateral testis dibungkus oleh suatu lapisan serosa yang disebut
dengan tunika vaginalis yang meneruskan diri menjadi lapisan parietal, lapisan ini langsung
berhubungan dengan kulit skrotum. Di sebelah posterolateral testis berhubungan dengan
epididimis, terutama pada pool atas dan bawahnya. Testis terdapat di dalam skrotum yang
merupakan lapisan kulit yang tidak rata dimana dibawahnya terdapat suatu lapisan yang disebut
tunika dartos yang terdiri dari serabut-serabut otot.
Peredarahan darah testis memiliki keterkaitan dengan peredarahan darah di ginjal karena
asal embriologi kedua organ tersebut. Pembuluh darah arteri ke testis berasal dari aorta yang
beranastomosis di funikulus spermatikus dengan arteri dari vasa deferensia yang merupakan
cabang dari arteri iliaka interna. Aliran darah dari testis kembai ke pleksus pampiniformis di
funikulus spermatikus. Pleksus ini di anulus inguinalis interna akan membentuk vena spermatika.
Vena spermatika kanan akan masuk ke dalam vena cava inferior sedangkan vena spermatika kiri
akan masuk ke dalam vena renalis kiri.

Saluran limfe yang berasal dari testis kanan mengalir ke kelenjar getah bening di daerah
interaaortacaval, paracaval kanan dan iliaka komunis kanan, sedangkan saluran limfe testis kiri
mengalirkan isinya ke kelanjar getah bening paraaorta kiri dan daerah hilus ginjal kiri, paracaval
kiri dan iliaka kiri




2. Epididimis
Anatomi:
Merupakan struktur per[anjangan dari bagian posterior testis. Duktus eferen yang berasal
dari testis memindahkan sperma yang baru dibuat menuju epdidimis. Epididimis dibentuk oleh
duktus epididimis yang kecil dan melilit secara padat. Saluran tersebut akan menjadi lebih kecil
ketika melalui bagian atas epididimis (head of epididimis). Epididimis berfungsi sebagai tempat
pematangan, penyimpanan dan sekresi

Epididimis terbagi menjadi 3 bagian yaitu:
- Head of epididymis : dibentuk oleh lobule yang berisi 1214 duktus eferen.
- Body of epididymis
- Tail of Epididymis : bagian epididimis yang akan menuju vas deferens.





3. Duktus deferens
Anatomi:
Merupakan perpanjangan saluran epididimis. Duktus deferens:
- Mempunyai dinding otot yang tebal dengan lumen yang halus sehingga memberikan
struktur yang kuat
- Dimulai dari bagian tail of epididimis yang terletak di ujung bawah testis
- Merupakan komponen utama spermatic cord
- Masuk ke dinding anterior abdomen melalui inguinal canal
- Berakhir dengan menyatu dengan duktus vesika seminalis untuk membentuk duktus
ejakulatori
- Bagian ujung duktus deferens akan membesar yang disebut Ampulla.
Vaskularisasi:
- Arteri : berasal dari arteri vesical superior yang akhirnya akan menyatu dengan arteri
testicular.
- Vena : berasal dari vena testicular, termasuk plexus pampiniform. Bagian ujungnya
menuju vena vesicular plexus atau vena prostatic plexus.







ORCHITIS
DEFINISI DAN ETIOLOGI
Orchitis adalah proses inflamasi (peradangan) satu atau kedua biji testis (zakar).Orkitis
bisa disebabkan oleh sejumlah bakteri dan virus. Virus yang paling sering menyebabkan orkitis
adalah virus gondongan (mumps). Hampir 15-25% pria yang menderita gondongan setelah masa
pubertasnya akan menderita orkitis.70% kasus orchitis biasanya didahului dengan kejadian
parotitis akibat infeksi virus Mumps. Bakteri yang menyebabkan orchitis biasanya merupakan
penyebaran dari epididimitis pada pria yang aktif secara seksual atau pada pasien BPH. Beberapa
bakteri yang dpat menyebabkan orchitis antara lain Neisseria gonorrhoeae, Clamydia
trachomatis, Eschericia coli, Klebsiella pneumoniae, Psedomonas Aeruginosa, Staphylococcus,
dan Streptococcus.

FAKTOR RESIKO
Faktor resiko untuk orkitis yang tidak berhubungan dengan penyakit menular seksual
adalah:
Immunisasi gondongan yang tidak adekuat
Usia lanjut (lebih dari 45 tahun)
Infeksi saluran kemih berulang
Kelainan saluran kemih.
Faktor resiko untuk orkitis yang berhubungan dengan penyakit menular seksual adalah:
Berganti-ganti pasangan
Riwayat penyakit menular seksual pada pasangan
Riwayat gonore atau penyakit menular seksual lainnya
MANIFESTASI KLINIS
Pembengkakan skrotum
Testis yang terkena terasa berat, membengkak dan teraba lunak
Pembengkakan selangkangan pada sisi testis yang terkena
Demam
Dari penis keluar nanah
Nyeri ketika berkemih (disuria)
Nyeri ketika melakukan hubungan seksual atau ketika ejakulasi
Nyeri selangkangan
Nyeri testis, bisa terjadi ketika buang air besar atau mengedan
Semen mengandung darah.

DIAGNOSA
Diagnosis ditegakkan berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan fisik.
Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di selangkangan dan pembengkakan testis yang
terkena.
# Pemeriksaan lainnya yang biasa dilakukan adalah: Analisa air kemih
# Pembiakan air kemih
# Tes penyaringan untuk klamidia dan gonore
# Pemeriksaan darah lengkap
# Pemeriksaan kimia darah.


DIAGNOSIS BANDING
Torsi testis umumnya menampakkan gejala nyeri buah zakar yang mendadak
(terlokalisir pada satu testicle) yang mungkin disertai tanda-tanda dan gejala-gejala
kepekaan testicular dan/atau scrotal, pembengkakan dan kemerahan testicular dan/atau
scrotal, kenaikan dari buah pelir yang terpengaruh didalam scrotum, kehilangan
cremasteric reflex pada sisi yang terpengaruh.
Tumor testis kadang-kadang menyebabkan nyeri buah pelir namun biasanya tidak
mengakibatkan nyeri pada benjolan itu sendiri. Terdapat perubahan pada ukuran atau
tekstur dari buah pelir disertai sakit yang tumpul dari perut bagian bawah, punggung
bagian bawah atau area selangkangan.

PENGOBATAN
Penderita sebaiknya menjalani tirah baring, skrotumnya diangkat dan dikompres
dengan air es.
Jika penyebabnya adalah bakteri, diberikan antibiotik. Selain itu juga diberikan
obat pereda nyeri dan anti peradangan. Antibiotik yang biasa dipakai antara lain
ceftriaxone, ciprofloxacin, doksisiklin, azithromycin dan kotrimoksazol. Pastikan
sebelumnya tidak ada alergi terhadap obat2 dimaksud. Dan habiskan antibiotika yang
diberikan walaupun gejala penyakitnya sudah mereda.
Jika penyebabnya adalah virus, obat yang diberikan bertujuan menghilangkan
gejala-gejala yang ada. Obat anti nyeri, anti demam, obat anti peradangan non
steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau naproxen

Operatif :
Radikal Orchiectomy Inguinalis

KOMPLIKASI
Testis yang mengecil (atropi)
Abses (nanah) pada kantong testis
Infertilitas (susah punya anak), terutama jika terkena kedua testis.

PENCEGAHAN
Immunisasi gondongan bisa mencegah terjadinya orkitis akibat gondongan. Saat
ini sudah tersedia vaksin untuk mumps yaitu MMR (measles, mumps, rubella)
dan MMRV (MMR plus varisela, untuk usia 1-12 tahun).
Perilaku seksual yang aman dan terlindung (misalnya tidak berganti-ganti
pasangan dan menggunakan kondom) bisa mengurangi resiko terjadinya orkitis akibat
penyakit menular seksual.








KESIMPULAN
Penanganan pertama untuk orchitis dapat dilakukan Bed rest dan Elevasi skrotum
diikuti pemberian Antibiotik, Analgesik.
Pada pasien orchitis dengan penyebab utama bakteri terutama pada pasien di bawah
usia 35 tahun dan aktif secara seksual dapat diberikan antibiotik Ceftriaxone,
Doksisiklin ataupun Azitromycin.
Penanganan lanjut apabila ada komplikasi hidrokel/pyocele dilakukan drainase untuk
mengurangi tekanan pada tunica.
Beberapa kasus orchitis mereda secara spontan dalam waktu 3 10 hari. Dengan
pemberian antibiotic yang tepat kebanyakan kasus orchitis bacterial dapat sembuh
tanpa komplikasi













DAFTAR PUSTAKA


R. Sjamsuhidajat. Jong, W. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Edisi 2. Jakarta : EGC.

Snell, R. A. 2000. Anatomi Klinik. Edisi 6. Jakarta : EGC.

Benninghoff. 2003. Testis Gross Anatomy. http://www.urology-textbook.com/testis-
anatomy.html. 6 Januari 2014

Mark, B. 2010. Orchitis- Department of Emergency Medicine.
http://emedicine.medscape.com/article/777456. 6 Januari 2014