Anda di halaman 1dari 22

1. Mengapa nafsu makan berkurang?

a. Nafsu makan menurun pada cuaca panas


b. Peregangan saluran pencernaan yang menghambat nafsu makan
c. Lambung yang masih terisi makanan menghambat nafsu makan
d. Usia. Seiring dengan perkembangan waktu, manusia dapat menyeimbangkan asupan
makanan dengan pelepasan energy untuk kebutuhan mendadak dan pertumbuhan
sehingga mereka akan tubuh berkembang secara normal
Buku Ajar Fisiologi Kedokteran,Guyton and Hall
a. Nafsu makan diatur oleh process2 metabolic seperti metabolisme
carbohydrate/protien/serta lipid. Yang mendorong kita untuk merasakan makan adalah
sebuah procces komplex dimana yang berperan utama adalah metabolism carbohydrate
apabila sudah tidak ada bahan bakunya kita aan merasakan lapar
Harrisons Principles of Internal Medicine 17th Ed, 2008
Pathophysiology, the biological basis for Disease in Adults and Children 5th Ed,
2006
Selain menyebabkan demam, IL-1 juga bertanggung jawab terhadap gejala lain seperti timbulnya
rasa kantuk/tidur, supresi nafsu makan, dan penurunan sintesis albumin serta transferin.
Penurunan nafsu makan merupakan akibat dari kerjasama IL-1 dan TNF-. Keduanya akan
meningkatkan ekspresi leptin oleh sel adiposa. Peningkatan leptin dalam sirkulasi menyebabkan
negatif feedback ke hipothalamus ventromedial yang berakibat pada penurunan intake makanan
(Luheshi et al., 2000)
krena hepatitis kan menggangu hepatost jd dy g bisa maksimal dalam proses metabolisme asam
lemak unt jd asetil koa dan akhirnya masih dalam asam lemak netral , asam lemak ini akan
merangsang nukleus ventromedial.nukleus ini adalah pusat kenyang
1. Batasan nafsu makan menurun
Menurunnya keinginan terhadap jenis makanan tertentu, bukannya semua jenis
makanan.Oleh karena itu, nafsu makan turut berperan membantu orang memilih mutu
makanan untuk dimakan.
Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall

2. Penyebab nafsu makan menurun
a. Nafsu makan menurun pada cuaca panas
b. Peregangan saluran pencernaan yang menghambat nafsu makan
c. Lambung yang masih terisi makanan menghambat nafsu makan
d. Usia. Seiring dengan perkembangan waktu, manusia dapat menyeimbangkan asupan
makanan dengan pelepasan energy untuk kebutuhan mendadak dan pertumbuhan sehingga
mereka akan tubuh berkembang secara normal
Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall

3. Pusat otak yang berpengaruh terhadap nafsu makan
a. Pusat kenyang (medial) : nucleus ventromedial
i. Rangsangan : berhenti makan
ii. Lesi : hiperfagia dan bila persediaan makanan banyak akan mengakibatkan
terjadinya sindrom obesitas
b. Pusat lapar (lateral) : area hipotalamik lateral (anyaman nucleus berkas proensefalon
medial pada pertemuan dengan serabut polidohipotalamik)
i. Rangsangan : membangkitkan perilaku makan
ii. Kerusakan : anoreksia (kehilangan nafsu makan) yang fatal pada manusia sehat,
kadangkala menyebabkan kematian karena kelaparan (lethal starvation)
c. Badan mamilaria : menjilat-jilat bibir dan menelan
Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall

4. Mekanisme kenyang
a. Hipotesis lipostatik
Jaringan lemak menghasilkan suatu sinyal humoral yang sebanding dengan jumlah lemak
dan bekerja pada hipotalamus untuk menurunkan asupan makanan dan meningkatkan
pemakaian energi
b. Hipotesis peptide usus
Makanan di saluran cerna menyebabkan pembebasan satu atau lebih polipeptida yang
bekerja pada hipotalamus untuk menghambat asupan makanan
c. Hipotesis glukostatik
Peningkatan pemakaian glukosa di hipotalamus menimbulkan perasaan kenyang
d. Hipotesis termostatik
Penurunan suhu tubuh di bawah suatu titik patokan tertentu merangsang nafsu makan dan
peningkatan di atas patokan tersebut menghambat nafsu makan
Fisiologi Kedokteran William F Ganong





Hipotesis ini didukung oleh:
Peningkatan kadar glukosa darah meningkatkan kecepatan pencetusan neuron
glukoreseptor dalam pusat kenyang di dalam nucleus ventromedial hipotalamus.
Peningkatan kadar glukosa darah secara bersamaan menurunkan letupan neuron
glukosensitif dalam pusat lapar di hipotalamus lateral
Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall

5. Mekanisme nafsu makan menurun
Jika cadangan energy tubuh (terutama cadangan lemak) sudah sangat berlimpah, maka
pusat kenyang hipotalamus dan daerah lain di otak menjadi sangat aktif dan orang tersebut
memperlihatkan rasa kenyang yang meningkatkan terutama pada jenis makanan tertentu.
Fisiologi Kedokteran Guyton & Hall
Pada keadaan urin yang berwarna seperti teh (merah kecoklatan), menunjukkan bahwa terjadi kelainan
atau gangguan pada metabolisme bilirubin (bilirubinuria), dimana metabolisme tersebut terjadi di hepar.
Menurut lokasinya secara anatomis, posisi organ hepar berada pada regio hipokondriaka dextra dan
epigastrika, bahkan kadang-kadang meluas sampai regio hipokondriaka sinistra. Karena terjadinya proses
peradangan pada hepar, maka akan menimbulkan nyeri tekan pada perut kanan atas.
(Price Sylvia A.2006.Patofisiologi:Konsep-konsep Klinis Penyakit volume 1 edisi 6.Jakarta:EGC)

2. Mengapa perut tidak nyaman?

3. Mengapa semakin mual muntah dan demam tidak terlalu tinggi?
4. Mekanisme efektor dimulai dengan aktivasi sel T helper (CD4), T sitotoksik (CD8), dan sistem
komplemen oleh sel fagosit yang terinfeksi. Th selanjutnya berdiferensiasi menjadi Th1 dan Th2.
Th1 akan melepaskan IFN-, IL-2, dan limfokin sedangkan Th2 melepaskan IL-4, IL-5, IL-6, dan
IL-10. Selanjutnya IFN- akan merangsang monosit melepaskan TNF-, IL-1, PAF, IL-6, dan
histamin. Limfokin juga merangsang makrofag melepas IL-1. IL-2 juga merupakan stimulan
pelepasan IL-1, TNF-, dan IFN-. Pada jalur komplemen, kompleks imun akan menyebabkan
aktivasi jalur komplemen sehingga dilepaskan C3a dan C5a (anafilatoksin) yang meningkatkan
jumlah histamin. Hasil akhir respon imun tersebut adalah peningkatan IL-1, TNF-, IFN-, IL-2,
dan histamin (Kresno, 2001; Soedarmo, 2002; Nainggolan et al., 2006).
5. IL-1, TNF-, dan IFN- dikenal sebagai pirogen endogen sehingga timbul demam. IL-1
langsung bekerja pada pusat termoregulator sedangkan TNF- dan IFN- bekerja tidak secara
langsung karena merekalah yang merangsang pelepasan IL-1. Bagaimana mekanisme IL-1
menyebabkan demam? Daerah spesifik IL-1 adalah pre-optik dan hipothalamus anterior dimana
terdapat corpus callosum lamina terminalis (OVLT). OVLT terletak di dinding rostral ventriculus
III dan merupakan sekelompok saraf termosensitif (cold dan hot sensitive neurons). IL-1 masuk
ke dalam OVLT melalui kapiler dan merangsang sel memproduksi serta melepaskan PGE2.
Selain itu, IL-1 juga dapat memfasilitasi perubahan asam arakhidonat menjadi PGE2. Selanjutnya
PGE2 yang terbentuk akan berdifusi ke dalam hipothalamus atau bereaksi dengan cold sensitive
neurons. Hasil akhir mekanisme tersebut adalah peningkatan thermostatic set point yang
menyebabkan aktivasi sistem saraf simpatis untuk menahan panas (vasokontriksi) dan
memproduksi panas dengan menggigil (Kresno, 2001; Abdoerrachman, 2002).
6. Muntah adalah pengusiran paksa gastrointestinal isi melalui kerongkongan dan mulut.Ini terjadi
ketika reseptor dirangsang yang berkontribusi impuls ke pusat muntah di otak.Muntah terjadi
setelah adanya rangsangan yang diberikan kepada pusat muntah (vomiting center, VC) atau pada
zona pemicu kemoreceptor (chemoreceptor trigger zone, CTZ) yang berada di sistim syaraf pusat
(central nervous system). Pusat-pusat koordinasi muntah ini dapat diaktifkan oleh berbagai cara.
Pusat muntah(postrema) menerima input dari :
1. Peregangan atau irritan reseptor di dalam perut (lambung berlebihan menanggapi distensi atau
mencerna iritasi atau emetics)
2. Chemoreceptor pemicu di lantai keempat ventrikel otak (menanggapi kenaikan ICP)
3. Reseptor mekanis di tenggorokan
4. Vestibular aparat (bertanggung jawab atas perjalanan / motion sickness)

Muntah yang terjadi karena stress fisiologis, berlangsung karena adanya sinyal yang dikirimkan
melalui lapisan otak luar dan limbic system ke pusat muntah (VC). Muntah yang berhubungan
dengan gerakan terjadi jika VC distimulasi melalui sistim pengaturan otot (vestibular atau
vestibulocerebellar system) dari labirin yang terdapat pada telingan bagian dalam.Sinyal kimia
dari aliran darah dan cairan cerebrospinal (jaringan syaraf otak sampai tulang ekor) dideteksi oleh
CTZ. Ujung syaraf dan syaraf-syaraf yang ada didalam saluran pencernaan merupakan
penstimulir muntah jika terjadi iritasi saluran pencernaan, kembung dan tertundanya proses
pengosongan lambung.

Ketika pusat muntah (VC) distimulasi, maka motor dari cascade akan bereaksi menyebabkan
muntah. Kontraksi non peristaltic didalam usus halus meningkat, gallbladder berkontraksi dan
sebagian isi dari usus dua belas jari masuk kedalam lambung. Kondisi ini diikuti dengan
melambatnya gerakan peristaltik yang akan mendorong masuknya isi usus halus dan sekresi
pankreas kedalam lambung dan menekan aktivitas lambung. Sementara itu, otot-otot pernapasan
akan berkontraksi untuk melawan celah suara yang tertutup, sehingga terjadi pembesaran
kerongkongan.

Pada saat otot perut (abdominal) berkontraksi, isi lambung akan didorong masuk kedalam
kerongkongan. Relaksasi dari otot-otot perut memungkinkan isi kerongkongan masuk kembali
kedalam lambung.Siklus dari muntah-muntah berlangsung cepat sampai semua isi lambung yang
masuk ke kerongkongan dikeluarkan semua.Pada kondisi muntah juga terjadi peningkatan pro-
duksi air ludah, peningkatan kecepatan pernapasan dan detak jantung serta pelebaran pupil mata.
(mekanisme : Lambung memberikan sinyal ke zona kemoreseptor oleh system syaraf aferen en s.
simpatis kontraksi antiperistaltik makanan kembali ke duodenum en lambung setelah
masuk ke usus banyak terkumpul makanan di lambung mengganggu kerja lambung en
duodenum duodenum teregang kontraksi kuat diafragma en otot dinding abdominal
tekanan di dalam lambung tinggi terjadi bernafas yang dalam en naiknya tulang lidah serta
laring untuk menarik sfingter esophagus bagian atas supaya terbuka Sfingter bagian bawah
berelaksasi en pengeluaran isi lambung melalui esophagus makanan keluar)

7. Mengapa urin kecoklatan spt air teh?
Ikterus hemolitikfungsi ekskresi hati hanya terganggu sedikit, tapi sel darah merah dihemolisis
sangat cepat dan sel hati tidak dapat mengekskresi bilirubin secepat pembentukannya. Oleh karena
itu, konsentrasi plasma bilirubin bebas meningkat di atas nilai normal. Juga, kecepatan pembentukan
urobilinogen dalam usus sangat meningkat, dan sebagian besar urobilinogen di absorpsi ke dalam
darah dan akhirnya di ekskresikan ke dalam urin.

Fase ikterik pada hepatitis sering diawali dengan hilangnya warna pada tinja karena penurunan
sekresi pigmen empedu dan urin yang gelap kerena bilirubinuria. Urobilinogen urin akan menghilang
untuk sementara waktu bila terjadi fase obstruktif akibat kolestasis.
Patofisiologi vol 1, Sylvia & Wilson, EGC
Fase ikterik pada hepatitis sering diawali dengan hilangnya warna pada tinja karena penurunan
sekresi pigmen empedu dan urin yang gelap kerena bilirubinuria. Urobilinogen urin akan
menghilang untuk sementara waktu bila terjadi fase obstruktif akibat kolestasis.
Patofisiologi vol 1, Sylvia & Wilson, EGC
Karena adanya obstruksi posthepatik.Sehingga bilirubin 2 banyak yang diabsorbsi oleh
darah(plasma darah).Dan dibawa keginjal sehingga terjadi hiperbilirubinemia terkonjugasi yang
menyebabkan urine berwarna seperti teh.
Sedangkan feses tetap normal karena mungkin sebelum obstruksi terjadi sudah terdapat bilirubin
2 di duodenum sehingga feses masih terwarnai normal.

Lisis eritrosit berlebihan

Bilirubin unconjugated

pembentukan urobilinogen

ekskresi pada urin

Urin berwarna gelap / teh
((Sumber: Fisiologi Kedokteran Guyton n Hall Ed. 11))


8. Mengapa sklera ikterik dan konjungtiva tdk anemis?
Karena adanya obstruksi di post hepatik sehingga bilirubin yang ada dihepar masih banyak dan belum
tersalurkan ke bawah.Hal ini berakibat bilirubin2 unconjugated tidak tereduksi oleh hati dan
mewarnai jaringan2,sklera mata dll.
Ikterus dapat terlihat bila kadar bilirubin dalam serum melebihi 2-8 mg% atau lazimnya lebih dari
3mg%, akibat terikatnya bilirubin direk pada jaringan elastin.
Patologi Robin, Kumar, FK UI

9. Mengapa ada nyeri tekan di kanan atas?
10. Pada keadaan urin yang berwarna seperti teh (merah kecoklatan), menunjukkan bahwa terjadi
kelainan atau gangguan pada metabolisme bilirubin (bilirubinuria), dimana metabolisme tersebut
terjadi di hepar. Menurut lokasinya secara anatomis, posisi organ hepar berada pada regio
hipokondriaka dextra dan epigastrika, bahkan kadang-kadang meluas sampai regio hipokondriaka
sinistra. Karena terjadinya proses peradangan pada hepar, maka akan menimbulkan nyeri tekan
pada perut kanan atas.
((Patofisiologi vol 1, Sylvia & Wilson, EGC))

11. Bagaimana px enzim transaminase dan mengapa?
12. di hati.
Pemeriksaan Untuk Mengukur Hasil Pemeriksaan Menunjukkan
Alkalin Fosfatase
Enzim yg dihasilkan di dalam hati,
tulang & plasenta;
Penyumbatan saluran empedu,
yg dilepaskan ke hati bila terjadi
cedera atau pada aktivitas normal
tertentu, mis. pertumbuhan tulang
atau kehamilan
cedera hati & beberapa kanker
Alanin
Transaminase
(ALT) / SGPT
Enzim yg dihasilkan di hati, yg
dilepaskan ke dalam darah jika sel
hati mengalami luka
Luka pada sel hati (mis. hepatitis)
Aspartat
Transaminase
(AST) / SGOT
Enzim yg dilepaskan ke dalam darah
jika hati, jantung, otot atau otak
mengalami luka
Luka di hati, jantung, otot atau
otak
Bilirubin
Komponen dari cairan pencernaan
(empedu) yg dihasilkan oleh hati
Penyumbatan aliran empedu,
kerusakan hati, pemecahan sel
darah merah yg berlebihan
Gamma-glutamil
Transpeptidase
Enzim yg dihasilkan oleh hati,
pankreas & ginjal; dilepaskan ke
dalam darah hika organ-organ tsb
mengalami luka
Kerusakan organ, keracunan
obat, penyalahgunaan alkohol,
penyakit pankreas
Laktik
Dehidrogenase
Enzim yg dilepaskan ke dalam darah
jika organ tertentu mengalami luka
Kerusakan hati, jantung, paru-
paru atau otak & pemecahan sel
darah merah yg berlebihan
5-nukleotidase
Enzim yg hanya terdapat di hati;
dilepaskan ke dalam darah jika hati
mengalami cedera
Penyumbatan saluran empedu
atau gangguan aliran empedu
Albumin
Protein yg dihasilkan oleh hati &
secara normal dilepaskan ke dalam
darah;
salah satu fungsinya adalah menahan
cairan dalam pembuluh darah
Kerusakan hati
Alfa-fetoprotein
Protein yg dihasilkan oleh hati janin
dan buah zakar (testis)
Hepatitis berat atau kanker hati
atau kanker testis
Antibodi
Antibodi untuk melawan
mitokondria, merupakan komponen
Sirosis bilier primer & penyakit
autoimun tertentu, mis. hepatitis
Mitokondrial sel sebelah dalam menahun yg aktif
Waktu
Prothrombin
(Prothrombin
Time)
Waktu yg diperlukan darah untuk
membeku
(pembekuan memerlukan vit. K &
bahan-bahan yg dibuat oleh hati

www.medicastore.com


13. Selain enzim transaminase apakah ada yg lain?

14. Macam macam ikterik

klasifikasi
Ikterus hemolitikfungsi ekskresi hati hanya terganggu sedikit, tapi sel darah merah dihemolisis
sangat cepat dan sel hati tidak dapat mengekskresi bilirubin secepat pembentukannya. Oleh
karena itu, konsentrasi plasma bilirubin bebas meningkat di atas nilai normal. Juga, kecepatan
pembentukan burobilinogen dalam usus sangat meningkat, dan sebagian besar urobilinogen di
absorpsi ke dalam darah dan akhirnya di ekskresikan ke dalam urin.
Ikterus Obstruktif disebabkan oleh obstruksi duktus biliaris (Batu empedu atau kanker
menutupi duktus koledokus) atau kerusakan sel hati (hepatitis), kecepatan pembentukan bilirubin
adalah normal, tapi bilirubin yang di bentuk tidak dapat lewat dari darah ke dalam usus. Bilirubin
bebas biasanya masih masuk ke sel hati dan dikonjugasi dengan cara yang biasa. Bilirubin
terkonjugasi ini kemudian kembali ke dalam darah, ungkin karena pecahnya kanalikuli biliaris
yang terbendung dan pengosongan langsung ke saluran limfe yang meninggalkan hati. Dengan
demikian, kebanyakan bilirubin dlam plasma menjadi bilirubin terkonjugasi dan bukan bilirubin
bebas.
Patofisiologi, Sylvia A Price & Lorraine M. Wilson, 2006
Klasifikasi berdasarkan patogenesisnya:
Ikterus prehepatik/ hemolitik: penyakit rhesus, kelainan herediter ( anemia hemolitik
congenital), toksik eksogen dan endogen, transfuse darah, infeksi ( plasmodium
falcifarum, clostridium perfringens), obat-obatan.
Ikterus intrahepatic: konsentrasi baik bilirubin terkonjugasi maupun tak terkonjugasi
didalam serum akan meninggi tetapi terdapat lebih banyak bilirubin terkonjugasi.
Penyebabnya hepatitis virus, bakteri, parasit, alcohol, obat dan racun
(parasetamol,,leptospirosis sindrom gilbert, Sindrom krigler najjar I dan II.
Ikterus post hepatic/kolestasis : disebabkan oleh obstruksi aliran getah empedu didalam
subtansi hati atau bagian ekstrahepatik saluran biliaris. Penyebabnya: obat-obatan (garam
emas,obat KB,benzodiazepine), batu empedu,tumor pancreas,tumor ductus
choledocus,sirosis biliar..

3tipe ikterus:
prehepatik(hemolitik):pembentukan bilirubin yang berlebihan karena peningkatan hemolisis
dimana kapasitas hati untuk membentuk bilirubin konjugasi berlebihan kemacetan nya adalah
dari glukoronil transferase sehingga pada pasien2 ini bilirubin non konjugasi meningkat
dalam plasma. Ex:malaria tropika berat,anemia pernisisosa,transfusi darah yang tidak
kompatibel
intrahepatik,akibat dari:
- kerusakan sel hati ; oleh racun dan peradangan ,sehingga transpor dan konjugasi
bilirubin terganggu
- tidak tersedianya atau defisiensi dr glukoronil transferase atau imaturitas sistem
glukoronilisasi pada waktu lahir
- penghambatan glukoronil transferase oleh steroid
- gangguan bawaan sejak lahir
ex:hepatitis A,B,C,D atau E,leptospirosis,sirosis hepatis,kolestasis karena
obat(klorpromazin),zat yang meracuni hati ex:fosfor,kloroform,anastetik
lain,karbontetraklorid
pascahepatik:sumbatan duktus koledokus oleh batu empedu atau tumor mengakibatkan
refluks bilirubin konjugasi kedalam aliran darah
- obstruksi saluran empedu didalam hepar,ex:sirosis hepatis,abses
hati,hepatokolangitis,tumor maligna primer dan sekunder
- obstruksi dalam lumen saluran empedu,ex:batu,askaris
- kelainan dinding saluran empedu,ex:atresia bawaan,striktur traumatik,tumor saluran
empedu
BUKU AJAR ILMU BEDAH,WIM DE JONG
Fase prehepatik
pembentukan bilirubin +- 4 mg per kg bb setiap harinya terjadi pembentukan bilirubin , 70-
80 % dari pemecahan sel darah merah yang matang , 20-30% dari protein hem lainya yang
berada di sutul dan hati . heme di pecah di res .
Transport plasma .bilirubin tidak larut dalam air karena tidak terkonjugasi lalu ada albumin
yang mengikat jadi bisa larut ke dalam air .
Fase intra hepatik
Liver uptake , adanya proses pengambilan bilirubin tak terkonjugasi oleh hati adanya
protein pengikat ligandin / protein y . tapi albumin tidak di transport .
Konjugasi . bilirubin yang bebas yang terkonsentrasi dalam sel hati mengalami konjugasi
dengan asam glukoronik / bilirubin konjugasi yang dikatalis oleh enzim mikrosomal
glukoronil transferase . jadi bilirubin bisa larut dalam air .
Fase post hepatik
Ekskresi bilirubin : bilirubin yang terkonjugasi di keluarkan ke kanalikuli bersama bahan lain
. anion dan obat dapat mempengaruhi proses ini .lalu B2 ke usus dan ginjal . ginjal dapat
mengeluarkan diglukoronida tetapi tidak bilirubin unkonjugasi .
IPD jilid !! edisi 4

15. DD
Hepatitis (infeksi hepar akut)
Definisi : suatu proses inflamasi dan nekrosis yang menyerang pada sel2 hepar

Etiologi
Etiologi
Virus yang menginfeksi hati secara primer adalah virus hepatitis A, B, C, D, dan E. hepatitis juga
terjadi oleh karena sebagian infeksi virus sistemik pada demam kuning, mononucleosis infeksiosa
(virus Ebstein-Barr), infeksi setomegalivirus, herpes simplek, dan infeksi varisela-zoster.
(Parakrama & Taylor.2006.Ringkasan Patologi Anatomi.____:____)
Penyakit ini disebabkan oleh karena virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Selain itu juga disebabkan
oleh bakteri (pneumococcus, E. coli, Salmonella typhi), konsumsi alkohol, obat-obatan, parasit
(amoeba, malaria), reaksi hati terhadap penyakit infeksi umum (demam typhoid,
bronchopneumonia, tuberculosis)
Transmisi secara enteric
Terdiri atas virus hepatitis A (HAV) dan virus hepatitis E (HEV):
virus tanpa selubung
tahan terhadap cairan empedu
ditemukan di tinja
tidak dihubungkan dengan penyakit hati kronik
tidak terjadi viremia yang berkepanjangan atau kondisi karier intestinal
virus hepatitis A (HAV)
digolongkan dalam picornavirus, subklasifikasi sebagai hepatovirus
diameter 27-28 nm dengan bentuk kubus simetrik
untai tunggal (single stranded), molekul RNA linier: 7,5 kb
pada manusia terdiri atas satu serotype, tiga atau lebih genotype
mengandung lokasi netralisasi imunodominan tunggal
mengandung tiga atau empat polipeptida virion di kapsomer
replikasi di sitoplasma hepatosit yang terinfeksi, tidak terdapat bukti yang nyata adanya replikasi
di usus
menyebar pada primate non manusia dan galur sel manusia
virus hepatitis E (HEV)
kemungkinan diklasifikasikan pada family yang berbeda yaitu pada virus yang menyerupai
hepatitis E
diameter 27-34 nm
molekul RNA linier; 7,2 kb
genome RNA dengan tiga overlap ORF (open reading frames) mengkode protein srtuktural dan
protein non-struktural yang terlibat pada replikasi HEV. RNA replicase, helicase, cystein
protease, methyltransferase
pada manusia hanya terdiri atas satu serotype, empat sampai lima genotype utama
lokasi netralisasi imunodominan pada protein structural dikodekan oleh ORF kedua
dapat menyebar pada sel embrio diploid paru
replikasi hanya terjadi pada hepatosit



Transmisi melalui darah
Terdiri atas virus hepatitis B (HBV), virus hepatitis D (HDV) dan virus hepatitis C (HCV):
virus dengan selubung (envelope)
rusak bila terpajan cairan empedu/detergen
tidak terdapat dalam tinja
dihubungkan dengan penyakit hati kronik
dihubungkan dengan viremia yang persisten
virus hepatitis B
virus DNA, hepatotropik, hepadnaviridae
terdiri atas 6 genotipe (A sampai H), terkait dengan derajat beratnya dan respon terhadap terapi
42 nm partikel sferis dengan:
o Inti nukleokapsid, densitas electron, diameter 27 nm
o Selubung luar lipoprotein dengan ketebalan 7 nm
Inti HBV mengandung ds DNA partial (3,2 kb) dan:
o Protein polymerase DNA dengan aktivitas reverse trancriptase
o Antigen hepatitis B core (HBcAg), merupakan protein structural
o Agen hepatitis B e (HBeAg), protein non structural yang berkorelasi secara tidak
sempurna dengan replikasi aktif HBV
Selubung lipoprotein HBV mengandung:
o Antigen permukaan hepatitis B (HBsAg), dengan tiga selubung protein: utama, besar, dan
menengah
o Lipid minor dan komponen karbohidrat
o HBsAg dalam bentuk partikel non infeksius dengan bentuk sferis 22 nm atau tubular
Satu serotype utama dengan banyak subtype berdasarkan keanekaragaman protein HBsAg
Virus HBV mutan merupakan konsekuensi kemampuan proof reading yang terbatas dari reverse
transcriptase atau munculnya resistensi, hal tersebut meliputi:
o HBeAg negative mutasi precorelcore
o Mutasi yang diinduksi oleh vaksin HBV
o Mutasi YMDD oleh karena lamivudin
Hati merupakan tempat utama replikasi disampin tempat lainnya
Virus hepatitis D (HDV)
Virus RNA tidak lengkap, memelutkan bantuan dari HBV untuk ekspresinya, patogenesitas
tapi tidak untuk replikasi
Hanya dikenal satu serotype dengan tiga genotype
Partike sferis 35-27 nm, diselubungi oleh lapisan lipoprotein HBV (HBsAg) 19 nm struktur
mirip inti.
Mengandung suatu antigen nuclear phosphoprotein (HDV antigen)
o Mengikat RNA
o Terdiri dari 2 isoforms: yang lebih kecil mengandung 195 asam amino dan yang lebih
besar mengandung 214 asam amino
o Antigen HDV yang lebih kecil mengangkut RNA ke dalam inti; merupakan hal
esensial untuk replikasi
o Antigen HDV yang lebih besar: menghambat replikasi HDV RBA dan berperan pada
perakitan HDV
RNA HDV merupakan untai tunggal, covalently close dan sirkular
Mengandung kurang dari 1680 nukleotida, merupakan genom RNA terkecil diantara virus
binatang
Replikasi hanya pada hepatosit

Virus hepatitis C (HCV)
Selubung glikoprotein. Virus RNA rantai tunggal
Partikel sferis, inti nukleokapsid 33 nm
Termasuk klasifikasi Flaviridae, genus hepacivirus
Genom HCV terdiri atas 9400 nukleotida, mengkode protein besarsekitar residu 3000 asam
amino
o 1/3 bagian dari poliprotein terdiri ats protein structural
o Protein selubung dapat menimbulkan antibody netralisasi
o Region hipervariabel terletak di E2
o Sisa 2/3 dari poliprotein terdiri atas protein non structural (dinamakan NS2, NS3, NS4A,
NS4B, dan NS5B) terlibat dalam replikasi HCV
Hanya ada satu serotype yang dapat diidentifikasi, terdapat banyak genotype dengan distribusi
yang bervariasi di seluruh dunia.
IPD FK UI, Jilid I

Patogenesis

gejala hepatitis akut terbagi dalam 4 tahap yaitu :
- Fase Inkubasi
Merupakan waktu antara masuknya virus dan timbulnya gejala atau ikterus.
- Fase Prodormal (pra ikterik)
Fase diantara timbulnya keluhan-keluhan pertama dan timbulnya gejala ikterus. Awitannya dpt singkat atau
insidious ditandai dg malaise umum, mialgia, atralgia, mudah lelah, gejala saluran napas atas dan anoreksia.
Diare atau konstipasi dpt terjadi. Nyeri abdomen biasanya ringan dan menetap di kuadran kanan atas atau
epigastrium, kadang diperberat dg aktivitas akan tetapi jarang menimbulkan kolesistisis.
- Fase Ikterus
Ikterus muncul setelah 5-10 hari, tetapi dpt jg muncul bersamaan dg munculnya gejala.
- Fase konvalesen (penyembuhan)
Diawali dg menghilangnya ikterus dan keluhan lain, tetapi hepatomegali dan abnormalitas fungsi hati tetap ada.
Muncul perasaan sudah lebih sehat dan kembalinya nafsu makan. Keadaan akut biasanya akan membaik dalam
2-3 minggu.
(IPD, jilid 1 edisi IV)

Patofisiologi
Peradangan dan infiltrat pada hepatocytes oleh sel mononukleous. Proses ini menyebabkan
degrenerasi dan nekrosis sel perenchym hati.
Respon peradangan menyebabkan pembekakan dalam memblokir sistem drainage hati,
sehingga terjadi destruksi pada sel hati. Keadaan ini menjadi statis empedu (biliary) dan empedu tidak
dapat diekresikan kedalam kantong empedu bahkan kedalam usus, sehingga meningkat dalam darah
sebagai hiperbilirubinemia, dalam urine sebagai urobilinogen dan kulit hepatoceluler jaundice.
Hepatitis terjadi dari yang asimptomatik sampai dengan timbunya sakit dengan gejala ringan.
Sel hati mengalami regenerasi secara komplit dalam 2 sampai 3 bulan lebih gawat bila dengan
nekrosis hati dan bahkan kematian. Hepattis dengan sub akut dan kronik dapat permanen dan
terjadinya gangguan pada fungsi hati. Individu yang dengan kronik akan sebagai karier penyakit dan
resiko berkembang biak menjadi penyakit kronik hati atau kanker hati
Patofisiology Sylvia

(ramya)


Gejala
kiki
Klasifikasi
Berdasarkan onsetnya
a. Hepatitis Akut
= Hepatitis yang berlangsung kurang dari 6 bulan. Hepatitis ini mempunyai gejala yang lebih
nyata dan prognosis yang lebih baik daripada hepatitis kronis.

b. Hepatitis kronis
= Hepatitis yang berlangsung lebih dari 6 bulan. Gejala Hepatitis ini muncul bertahap.
Dengan harapan kesembuhan yang tidak sebagus hepatitis akut.

Klasifikasi
a. hepatitis in apparent
tidak terjadi gejala. (Dengan pemeriksaan faal hati peningkatan serum trasaminase dan biopsi,
menemukan kelainan)
b. hepatitis anikterik
keluhan ringan dan samar-samar(anoreksia dan gangguan pencernaan). Pemeriksaan lab
hiperbilirubinemia ringan dan bilirubinuria. Urin secara makros berwarna separti teh tua dan bila
dikocok timbul busa dan warna kuning kehijauan.
c. hepatitis ikterik
perjalan penyakitnya jinak dan akan sembuh 8 minggu
d. hepatitis fullminan
prognosis jelek kematian akan terjadi dalam 7-10 hari dalam waktu singkat terdapat gangguan
neurologi, fetor hepatik dan mutah2 yang persisten. Demam dan ikterus menghebat. Pemeriksaan
hati mengecil, purpura dan perdarahan saluran cerna.
e. hepatitis persisten
penurunan blirubin dan transaminasi terjadi perlahan-lahan. Tetap mengeluh lemah dan cepat
lelah, meski nafsu makan membaik. Akan sembuh sempurna dalam waktu1-2 tahun
f. hepatitis subakut
perjalanan penyakit progresif. Pemeriksaan biokimia lebih menunjukkan tanda2 obstruksi dengan
peningkatan fostfatase alkali dan kolesterol dalam serum. Sesudah ikterus lama akan sembuh
12 bulan
g. hepatitis kolangitik
ikterus hebat disertai pruritus,biasanya berlangsung lebih dari 4mggu.
h. Sindrom pasca hepatitis
Keluhan subyektif menetap seperti anorksia, lemah, perasaan tidak enak diperut, gangguan
pencernaan, BB tidak naik
Kapita Selekta jilid 1
Patofisiologi, Sylvia A Price & Lorraine M. Wilson, 2006
Virus Sinoni
m
Agen Cara
Penulara
n
Masa
inkubasi
Usia Risiko
penularan
Keadaan
kronis
karier
Penyak
it
kronis
Pemeriksaan
laboratorium
profilaksis
HAV Hepat
itis
infeks
isosa
Virus
RNA
Fekal-
oral,
makana
n, air
15-45
hari
(rata-
rata: 30
Anak-
anak,
dewasa
muda
Sanitasi
buruk, hub.
Seks
dengan
Tidak Tidak IgM anti
HAV : infeksi
akut
IgG anti HAV
-Vaksin HAV
- Vaksin
hepatitis IG
diberikan
hr) orang
terinfeksi
: infeksi lama,
imun terhadap
HAV
sebelum atau
setelah pajanan
HBV Hepat
itis
serum
Virus
DNA
Parenter
al
Rata-
rata :
60-90 hr
Setiap
usia
Aktivitas
homoseksu
al,
pengguna
obat
melalui
suntikan i.v,
bayi yang
lahir dari
ibu
terinfeksi
Ya Ya -HBsAg :
pada awitan
dan infeksi
akut;Karier
HBV
-Anti-HBs :
memberikan
imunitas
terhadap HBV
-Vaksin HBIG

HCV NAN
BH
Virus
RNA
Terutam
a
melalui
darah,
hub.
seksual
Rata-
rata :
50hr
Setiap
usia
Pengguna
obat suntik,
pasien
hemodialisi
s, hub seks,
bayi dari
ibu yang
terinfeksi
Ya Ya Anti HCV
RNA HCV
mendeteksi
infektivitas

Tidak ada
vaksin yang
diketahui
HDV Agen
delta
Virus
RNA
Terutam
a
melalui
darah
tetapi
sebagian
melalui
hubunga
n seks
dan
parenter
al
Rata-
rata : 35
hr
Setiap
usia
Pengguna
obat i.v ,
penderita
hemofilia
Tidak Ya IgM anti-
HDV :
menetap pada
infeksi kronis
Dapat dicegah
dengan pajanan
sebelum atau
setelah
profilaksis
HEV Agen
penye
bab
NAN
BH
Virus
RNA
Fekal-
oral,
melalui
air
Rata-
rata : 40
hr
Dewas
a muda
hingga
perteng
ahan
Air minum
terkontamin
asi
Tidak Tidak Titer IgG anti-
HEV:
meningkat
setelah
resolusi gejala
Penelitian
dilakukan,
tetapi belum
diketahui
vaksin yang
efektif



Diagnosis
Point Anamnesis Hepatitis
tipe panas, lama
nyeri perut kanan atas
mual, muntah
air seni seperti teh
mata kuning
riwayat kontak penyakit kuning : keluarga, lingkungan, sosial ekonomi
riwayat sakit serupa
riwayat obat2an
riwayat alkoholisme
riwayat minum jamu
riwayat suntik
riwayat transfusi
Point pemeriksaan fisik hepatitis
ikterik
hepatomegali , deskripsi pemeriksaannya : nyeri tekan, ukuran (berapa cm dari px dan ac), tepi
tajam --> hepatitis akut, tepi tak rata --> sirosis, hepatoma, tepi tumpul --> hepatitis kronis,
permukaan licin --> hepatitis, permukaan berbenjol --> hepatoma, konsistensi lunak/kenyal -->
akut, konsistensi keras --> ganas)
Pemeriksaan Serologis
Transmisi secara enterik
a. HAV
IgM anti HAV dapat dideteksi selama Fase akut dan 3-6 bulan setelahnya.
Anti HAV yang positif tanpa IgM anti HAV Mengindikasikan infeksi lampau.
b. HEV
Belum tersedia pemeriksaan serologi komersial yang telah disetujui FDA.
IgM dan IgG anti HEV baru dapat dideteksi oleh pemeriksaan untuk riset.
IgM anti HEV dapat bertahan selama 6 minggu setelah puncak dari penyakit.
IgG anti HEV dapat tetap terdeteksi selama 20 bulan.



Transmisi melalui darah
a. HBV
Diagnosis serologis telah tersedia dengan mendeteksi keberadaan dari IgM antibodi
terhadapantigen core hepatitis (IgM anti HBc dan HbsAg)
1. Keduanya ada saat gejala muncul
2. HBsAg mendahului IgM anti HBc
3. HBsAg merupakan pertanda ang pertama kali diperiksa secara rutin.
4. HBsAg dapat menghilang biasanya dalam beberapa minggu sampai bulan
setelah kemunculannya, sebelum hilangnya IgManti HBc.
HbeAg dan HBV DNA
1. HBV DNA diserum merupakan pertanda pertama yang muncul akan tetapi tidak
rutin diperiksa.
2. HbeAg biasanya terdeksi setelah kemunculan HBsAg.
3. Kedua pertanda tersebut menghilang dalam beberapa minggu atau bulan pada
infeksi yang sembuh sendiri. Selanjutnya akan muncul anti HBs dan anti HBe
menetap.
4. Tidak diperlukan untuk diagnosis rutin.
IgG anti HBc
1. Menggantikan IgM anti HBc pada infeksi yang sembuh
2. Membedakan infeksi masa lampau atau infeksi yang berlanjut.
3. Tidak muncul pada pemberian vaksin HBV
Antibodi terhadap HBsAg (anti HBS)
1. Antibodi yang terakhir muncul.
2. Merupakan antibodi penetral
3. SeCara umum mengindikasikan kesembuhan dan kekebalan.
4. Dimunculkan dengan vaksinasi HBV

b. HDV
Pasiaen HBsAg positif dengan:
1. Anti HDV dan atau HDV RNA sirkulasi (Pemeriksaan belum dapat pesetujuan)
2. IgM anti HDV dapat muncul sementara.
Koinfeksi HBV/ HDV
1. HBsAg Positif
2. IgM anti HBc positif
3. Anti HDV dan atau HDV RNA
Suprainfeksi
1. HBsAg positif
2. IgG anti HBc positif
3. Anti HDV dan atau HDV RNA
Titer anti HDV akan menurun sampai tak terdeteksi dengan adanya perbaikan
infeksi.
c. HCV
Deteksi anti HCV
Anti HCV dapat dideteksi pada 60% pasiaen selama fase akut ari penyakit, 35%
sisanya akan terdeteksi pada beberapa minggu atau bulan kemudian.
Anti HCV tidak muncul pada <5% pasien yang terinfeksi (pada pasien infeksi HIV,
anti HCV tidak muncul dalam presentase yan lebih besar).
Pemeriksaan IgM anti HCV dalam pengembangan. (Belum disetujiu FDA).
Secara umum anti HCV akan tetap terdeteksi untuk periode yang panjang, baik pada
pasien yang mengalami kekambuhan spontan maupun yang berlanjut menjadi
kronik.
HCV RNA
1. Merupakan peranda yang paling awal muncul pada hepatitis akut C
2. Muncul setelah beberapa minggu infeksi
3. Pemeriksaan yang mahal. Untuk mendiagnosis yang tidak rutin dilakukan,
kecuali pada keadaan dimana dicurigai adanya infeksi pada pasien dengan anti
HCV negatif.
4. Ditemukan infeksi kronik HCV
(ILMU PENYAKIT DALAM JILID I FK UI)

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan :
1. rawat jalan, kecuali pasien dengan mual atau anoreksia berat yang akan menyebabkan
dehidrasi
2. mempertahankan asupan kalori dan cairan yang adekuat
tidak ada rekomendasi diet khusus
makan pagi dengan porsi yang cukup
3. aktivitas fisis yang berlebihan dan berkepanjangan harus dihindari
4. pembatasan aktivitas sehari2 tergantung dari derajat kelelahan dan malaise
5. tidak ada pengobatan spesifik untuk hepatitis A, D, E.
6. obat2 yang tidak perlu harus dihentikan
Tidak terdapat terapi spesifik untuk hepatitis virus akut. Tirah baring selama fase akut penting
dilakukan, dan diet rendah lemak dan tinggi karbohidrat umumnya merupakan makanan yang paling
dapat dimakan oleh penderita. Pemberian makanan secra intravena mungkin perlu diberikan selama
fase akut bila pasien teru-menerus muntah. Aktivitas fisik biasanya perlu dibatasi ing gejala mereda
dan tes fungs hati kembali normal.

Pengobatan terpilih untuk hepatitis B kronis atau hepatitis C kronis simtomatik adalah
terapi antivirus dengan interveron-alfa. Terapi antivirus untuk hepatitis D kronis membutuhkan
pasien uji experimental. Jenis hepatitis kronis ini memiliki risiko tertinggi untuk berkembangnya
sirosis. Kecepatan respon yang terjadi bervariasi dan lebih besar kemungkinan berhasil dengan
durasi infeksi yang lebih pendek. Penderita imunosupresi dengan hepatitis B kronis serta anak-anak
yang terinfeksi saat lahir tampaknya tidak berespons terhadap terapi interferon. Transplantasi hati
merupakan terai pilihan bagi penyakir stadium akhir, meskipun terdapat kemungkinan yang tinggi
untuk terjadinya reinfeksi hati yang baru.

Sumber : patofisiologi Sylvia A.price Lorraine M.Wilson hal. 492

komplikasi

Komplikasi
o komplikasi tersering adl perjalanan klinis yg lebih lama 2 8 bln ( hepatitis kronik
persisten, terjadi pada 5 10 % pasien. Walupun pemulihan terlambat, penderita hepatitis
kronik persisten hampir seluruhnya sembuh
o 5 10 % pasien hepatitis virus mengalami kekambuhan setelah sembuh dari serangan
awal. Terjadi karena individu berada dalam faktor resiko tinggi ( penyalahgunaan zat,
penderita kanker )
o Setelah hepatitis virus akut, sebagian kecil pasien mengalami hepatitis kronis aktif bila
terjadi kerusakan hati seperti digerogoti dan terjadi sirosis. Prognosisnya buruk, kematian
biasanya terjadi dlm 5 th pd lebih dari separuh pasien2 ini akibat gagal hati/komplikasi
sirosis.
o Komplikasi lanjut hepatitis yang cukup bermakna adl berkembangnya karsinoma
hepatoseluler primer. Faktor penyebab utamanya adl infeksi HBV kronis dan sirosis
terkait
Patofisiologi, Sylvia A Price & Lorraine M. Wilson, 2006
Prognosis
Hepatitis A
Prognosis pada umumnya baik dan pasien sembuh sempurna.angka mortalitas pada
suatu endemi 1 per seribu .Penyakit ini tidak berkembang menjadi kronik.
Hepatitis B
Prognosis pengidap kronik HbsAg sangat tergantung dari kelainan histologik yang
didapatkan pada jaringan hati. Semakin lama seorang pengidap kronik mengidap infeksi
HBV maka makin besar kemungkinan untuk menderita penyakit hati kronik akibat
infeksi HBV tersebut.Penelitian menunjukkan bahwa 40% pengidap infeksi HBV kronik
yang dapat mencapai usia dewasa akan meninggal akibat sirosis hati,
Sumber:Gastroenterologi Hepatologi,H.Ali Sulaiman dkk.