Anda di halaman 1dari 31

Sensasi dan Persepsi

Eko A Meinarno revised by Rita


2
Sensasi

Bermula dengan adanya stimulus
Berlanjut dengan sensasi proses yang
dilakukan oleh organ-organ indera terhadap
stimulus yang diterima
Organ sensasi: mata, telinga, hidung, lidah
dan kulit


Absolute threshold
Difference threshold just noticeable
difference
Webers law:ambang perbedaan memiliki
proporsi yang konstan dengan intensitas
stimulus awalnya
Sensory adaptation: adaptasi dari
kemampuan sensoris untuk menerima
keterpajanan terhadap suatu stimulus
Eko A Meinarno revised by Rita
3
Eko A Meinarno revised by Rita
4
Mata

Mampu melihat pijar api
lilin berjarak 30 mil,
dalam kondisi malam
hari (Galanter, 1962
dalam Feldman, 2003)


Gambar 2
Eko A Meinarno revised by Rita
5
Isu terkait mata:
Retina: yang mengubah gelombang elektromagnetik
dari cahaya menjadi suatu informasi yang berguna
untuk otak
Struktur mata: antara lain terdapat sel silindris (rods)
yang sensitif pada cahaya dan sel kerucut (cones)
yang peka atas fokus, warna dalam kondisi terang
Kelainan fungsi mata:
Buta warna (merah-hijau, biru-kuning, total)


Eko A Meinarno revised by Rita
6
Telinga

Tahukah bahwa telinga
mampu mendengar
bunyi detak jam sejauh
6 meter dalam kondisi
ruang yang sunyi?
(Galanter, 1962 dalam
Feldman, 2003)

Gambar 1
Eko A Meinarno revised by Rita
7
Telinga amat mengandalkan suara
Suara:
Pergerakan molekul udara yang dihasilkan
oleh getaran dari sebuah obyek

Dapat dibayangkan sebagai gelombang riak di
air tenang yang disentuh.
Eko A Meinarno revised by Rita
8
Perasa (lidah)
Ada empat jenis reseptor di lidah yang
mengenali rasa: pahit, manis, asam, asin
Ada orang-orang tertentu yang amat peka
Satu sendok teh gula dapat dirasakan oleh
lidah walau sudah dicampur dalam dua galon
air (Galanter, 1962 dalam Feldman, 2003)


Eko A Meinarno revised by Rita
9
Lidah dan rasa
Eko A Meinarno revised by Rita
10
Kulit
Yang terkait dengan sensasi kulit adalah
sentuhan, tekanan, suhu dan sakit (pain)
Kulit pada bagian tertentu dari tubuh cukup
peka, seperti jemari, ibu jari, bibir, hidung,
pipi dan ibu jari kaki (Kreuger, 1989, lihat
gambar 3-10)


Eko A Meinarno revised by Rita
11
Penghidu

Untuk penghidu, ia terkait dengan ingatan
(Schab, 1991; Bartoshuk dan Beauchamp,
1994; Gillyat, 1997)
Perempuan lebih peka terhadap bauan
(Engen, 1987)

Eko A Meinarno revised by Rita
12
Penghidu dan ingatan
Eko A Meinarno revised by Rita
13
Seperti apa gajah?
Empat orang buta mencoba menjelaskan bentuk gajah.
Mereka menyentuh bagian tubuh gajah.
Orang buta #1: gajah seperti ular
Orang buta #2: gajah seperti pohon kelapa
Orang buta #3: gajah tipis seperti daun
Orang buta #4: gajah seperti tembok

Mengapa hasil gambaran mereka berbeda?
Eko A Meinarno revised by Rita
14
Jika demikian, apakah persepsi?
Merupakan proses manusia untuk
menginterpretasi, menganalisis dan
mengintegrasikan stimuli yang didapat melalui
organ-organ sensasi

Eko A Meinarno revised by Rita
15
Hukum Persepsi (visual), menurut
hukum Gestalt
Closure/Kesempurnaan (hlm. 98)
Proksimitas/Kedekatan (hlm. 99)
Similarities/Kesamaan (hlm. 99)
Simplicity/Kesederhanaan (hlm. 99)

Eko A Meinarno revised by Rita
16
Closure/Kesempurnaan: pengelompokkan
yang sengaja digabungkan ketimbang
terpisah
Eko A Meinarno revised by Rita
17
Proximity/Kedekatan
Eko A Meinarno revised by Rita
18
Similarity/Kesamaan: yang terlihat
sama dijadikan satu kesatuan)
Gambar sebelah
dipersepsikan
sebagai grup biru
dan merah bukan
grup merah-biru-
merah-biru
Eko A Meinarno revised by Rita
19
Simplicity/Kesederhanaan: yang
diinterpretasi yang paling mudah saja
Perceptual Analysis

Focusing on the Parts of the Whole:
Feature analysis VS Gestalt
Top Down and Bottom up Processing
Top Down Processing higher level
Bottom Up Processing memproses individual
dari stimulus
Eko A Meinarno revised by Rita
20
Eko A Meinarno revised by Rita
21
Salah satu bentukan persepsi: gambar
dan latar
Perceptual Constancy
Mobil dilihat dari lantai 32 tetap akan kita
persepsikan besar
Depth Perception
Kemampuan untuk melihat ke dalaman
Motion Perception
Ketika kereta api mulai berjalan dan melihat
pohon yang bergerak maka kita akan
mempersepsikan bahwa KA kitalah yang mulai
berjalan

Eko A Meinarno revised by Rita
22
Eko A Meinarno revised by Rita
23
Ilusi: stimuli fisik yang konsisten
menghasilkan kesalahan dalam persepsi
Eko A Meinarno revised by Rita
24
Kebudayaan dan Persepsi
Ada kontribusi kebudayaan atas persepsi
Dapat terlihat pada gambar 3-21 (hal. 107),
bahwa pada suku-suku Afrika tidak
menginterpretasikan konsep kedalaman
dalam gambar 2 dimensi
Ada kaitan dengan pengetahuan awal,
kebutuhan, motivasi dan pengharapan
tentang dunia sekitar

Eko A Meinarno revised by Rita
25

The Devils tuning fork
Berapa jumlah batang garpu tala ini?
Dua atau tiga..?
Unconsious Perception
Subliminal Perception
Persepsi terhadap suatu stimulus yang tidak
kita sadari
Extra Sensory Perception
Persepsi yang tidak melibatkan pancaindra
Eko A Meinarno revised by Rita
26
Eko A Meinarno revised by Rita
27
Pertanyaan Kritis
Bagaimana materi ini bisa berguna kepada
mahasiswa, khususnya mahasiswa FKM?
Mungkinkah kita menyamakan persepsi?
Apa bentuk perbedaan persepsi
masyarakat terhadap program-program
kesehatan pemerintah?

Eko A Meinarno revised by Rita
28
Kata-kata kunci dalam materi ini
Sensasi
Persepsi
Organ sensasi
Sel silindris
Sel kerucut
Kedekatan


Ilusi
Gambar dan latar
Proksimitas
Kesamaan
Kemudahan

Eko A Meinarno revised by Rita
29
Keterangan gambar dan potongan film
Gambar 1: mata, diambil dari Encarta Dictionary
Gambar 2
Gambar 3
Gambar 4
Gambar 5
Gaambar 6
Gambar 7
Gambar 8
Eko A Meinarno revised by Rita
30
Keterangan gambar dan potongan film (lanjutan)
Potongan film 1
Potongan film 2

Eko A Meinarno revised by Rita
31
Rujukan
Feldman, Robert S. (2003). Essentials of
understanding psychology. McGraw Hill.
Boston.
Encarta Dictionary. (2004). Microsoft.
Humansenses: Smell, taste. (2003).
BBC/Discovery Channel. Distributor: PT
Intermedia Prima Vision. Jakarta.
Beautiful Life.