Anda di halaman 1dari 16

VIII-1

BAB VIII
ORGANISASI PERUSAHAAN

8.1 Bentuk Perusahaan
Bentuk perusahaan yang direncanakan adalah perseroan terbatas (PT)
yang merupakan bentuk perusahaan yang mendapatkan modal dari penjualan
saham dimana tiap sekutu turut mengambil bagian sebanyak satu saham atau
lebih. Saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh suatu perusahan dan
orang yang memiliki saham berarti telah memberikan modal kepada perusahaan.
Dalam perseroan terbatas pemegang saham hanya bertanggung jawab menyetor
penuh jumlah yang disebutkan dalam tiap-tiap saham. Pabrik yang akan didirikan
direncanakan mempunyai:
Bentuk : Perseroan Terbatas
Lapangan usaha : Industri Anilin
Lokasi perusahaan : Tarjun Kec.Kelumpang Hilir Kab. Kotabaru, Kalsel
Kapasitas : 62.500 ton/tahun
Alasan pemilihan bentuk perusahaan ini didasarkan atas beberapa faktor
antara lain sebagai berikut:
1. Mudah untuk mendapatkan modal, yaitu dengan menjual saham perusahaan.
2. Tanggung jawab pemegang saham terbatas, sehingga kelancaran produksi
hanya dipegang oleh pimpinan perusahaan. Pemilik dan pengurus perusahaan
terpisah satu sama lain (pemilik perusahaan adalah pemegang saham dan
pengurus perusahaan adalah direksi beserta stafnya yang diawasi oleh dewan
komisaris) sehingga kelangsungan hidup perusahaan lebih terjamin, karena
tidak terpengaruh dengan berhentinya pemegang saham, direksi beserta
stafnya, atau karyawan perusahan.
3. Efisien dari segi manajemen.
Para pemegang saham dapat memilih orang yang ahli sebagai dewan
komisaris dan direktur utama yang cukup cakap dan berpengalaman.
4. Lapangan usaha lebih luas.
VIII-2

Suatu PT dapat menarik modal yang sangat besar dari masyarakat, sehingga
dengan modal ini PT dapat memperluas usahanya.
5. Merupakan badan usaha yang memiliki kekayaan tersendiri yang terpisah dari
kekayaan pribadi.
6. Mudah mendapatkan kredit dari bank dengan jaminan perusahaan yang ada .
7. Mudah bergerak di pasar modal.
Ciri-ciri Perseroan Terbatas (PT) yaitu didirikan dengan akta notaris
berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Dagang. Besarnya modal ditentukan
dalam akta pendirian dan terdiri dari beberapa saham dan pemilik perusahan
adalah para pemegang saham serta direksi dipilih oleh pemegang saham.
Pembinaan personalia diserahkan kepada direksi tersebut dengan memperhatikan
hukum perburuhan.

8.2 Bentuk Organisasi Fungsionil dan Staf
Bagan Struktur Organisasi Perusahaan Pabrik Anilin ditampilkan pada
gambar 8.1.

VIII-3

RUPS
Kepala Seksi Tank Yard
Manajer Pembelian & Pemasaran Manajer Umum & Keuangan
Manajer Teknik Manajer Produksi
Kepala Bagian Safety /
Keselamatan Kerja
Sekretaris
Dewan Komisaris
Direktur Umum
Kepala Seksi Gudang /
Logistik
Kepala Seksi Penjualan
Kepala Seksi Pembelian
Kepala Seksi Keamanan
Kepala Seksi Humas
Kepala Seksi Personalia
Kepala Seksi Administrasi
Kepala Seksi Keuangan
Kepala Seksi Pemeliharaan
Pabrik
Kepala Seksi Instrumentasi
Kepala Seksi Listrik
Kepala Seksi Utilitas
Kepala Seksi Quality
Control
Kepala Seksi Proses
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Karyawan
Direktur Produksi
Direktur Keuangan dan Umum

Gambar 8.1 Struktur Organisasi Perusahaan
VIII-4

8.3 Manajemen Perusahaan
Umumnya perusahaan modern mempunyai kecenderungan bukan saja
terhadap produksi, melainkan juga terhadap penanganan hingga menyangkut
organisasi dan hubungan sosial atau manajemen keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh
aktivitas yang terdapat dalam suatu perusahaan atau suatu pabrik diatur oleh
manajemen. Dengan kata lain bahwa manajemen bertindak memimpin,
merencanakan, menyusun, mengawasi, dan meneliti hasil pekerjaan. Perusahaan
dapat berjalan dengan baik secara menyeluruh, apabila perusahaan memiliki
manajemen yang baik antara atasan dan bawahan.
Fungsi dari manajemen adalah meliputi usaha memimpin dan mengatur
faktor-faktor ekonomis sedemikian rupa, sehingga usaha itu memberikan
perkembangan dan keuntungan bagi mereka yang ada di lingkungan perusahaan.
Dengan demikian, jelaslah bahwa pengertian manajemen itu meliputi semua tugas
dan fungsi yang mempunyai hubungan yang erat dengan permulaan dari
pembelanjaan perusahaan (financing). Dengan penjelasan ini dapat diambil suatu
pengertian bahwa manajemen itu diartikan sebagai seni dan ilmu perencanaan
(planning), pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan dari sumber
daya manusia untuk mencapai tujuan (criteria) yang telah ditetapkan.
Manajemen dibagi menjadi tiga kelas pada perusahaan besar yaitu:
1. Top manajemen
2. Middle manajemen
3. Operating manajemen
Orang yang memimpin (pelaksana) manajemen disebut dengan manajer.
Manajer ini berfungsi atau bertugas untuk mengawasi dan mengontrol agar
manajemen dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan ketetapan yang digariskan
bersama. Syarat-syarat manajer yang baik adalah:
1. Harus menjadi contoh (teladan)
2. Harus dapat menggerakkan bawahan
3. Harus bersifat mendorong
VIII-5

4. Penuh pengabdian terhadap tugas-tugas
5. Berani dan mampu mengatasi kesulitan yang terjadi
6. Bertanggung jawab, tegas dalam mengambil atau melaksanakan keputusan yang
diambil
7. Berjiwa besar

8.4 Uraian Tugas, Wewenang dan Tanggung Jawab
1. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
Pemegang kekuasaan tertinggi pada struktur organisasi garis dan staf adalah
Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilakukan minimal satu kali dalam
setahun. Bila ada sesuatu hal, RUPS dapat dilakukan secara mendadak sesuai dengan
jumlah forum. RUPS dihadiri oleh pemilik saham, Dewan Komisaris dan Direktur.
Hak dan wewenang RUPS:
1. Meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direktur lewat suatu sidang.
2. Dengan musyawarah dapat mengganti Dewan Komisaris dan Direktur serta
mengesahkan anggota pemegang saham bila mengundurkan diri.
3. Menetapkan besar laba tahunan yang diperoleh untuk dibagikan, dicadangkan,
atau ditanamkan kembali.

2. Dewan Komisaris
Dewan Komisaris dipilih dalam RUPS untuk mewakili para pemegang
saham dalam mengawasi jalannya perusahaan. Dewan Komisaris ini bertanggung
jawab kepada RUPS. Tugas-tugas Dewan Komisaris adalah:
1. Menentukan garis besar kebijaksanaan perusahaan.
2. Mengadakan rapat tahunan para pemegang saham.
3. Meminta laporan pertanggungjawaban Direktur secara berkala.
4. Melaksanakan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh kegiatan dan
pelaksanaan tugas Direktur.

VIII-6

3. Direktur Utama
Direktur utama merupakan pimpinan tertinggi dalam perusahaan dan
bertanggung jawab sepenuhnya terhadap maju mundurnya perusahaan. Direktur
utama membawahi direktur teknik dan produksi serta direktur keuangan dan umum.
Tugas direktur utama meliputi :
1. Melaksanakan kebijakan perusahaan dan mempertanggungjawabkan pekerjaannya
pada pemegang saham pada akhir masa jabatannya.
2. Menjaga stabilitas organisasi perusahaan dan membuat kontinuitas hubungan yang
baik antara pemegang saham, pimpinan, karyawan dan konsumen.
3. Mengangkat dan memberhentikan kepala bagian dengan persetujuan Rapat
Pemegang Saham.
4. Mengkoordinir kerjasama dengan direktur teknik dan produksi serta direktur
keuangan dan umum.

4. Staf Ahli
Staf ahli terdiri dari tenaga-tenaga ahli yang bertugas membatu direktur
utama dalam menjalankan tugasnya, baik yang berhubungan dengan teknik maupun
administrasi. Staf ahli bertanggung jawab kepada direktur utama sesuai dengan
bidang keahliannya masing- masing.
Tugas dan wewenang staf ahli meliputi :
1. Memberikan nasehat dan saran dalam perencanaan pengembangan perusahaan.
2. Mengadakan evaluasi bidang teknik dan ekonomi perusahaan.
3. Memberikan saran-saran dalam bidang hukum

5. Direktur
Secara umum tugas direktur adalah mengkoordinir, mengatur dan
mengawasi pelaksanaan pekerjaan dalam lingkungan bagiannya sesuai dengan garis-
garis yang diberikan oleh pimpinan perusahaan. Direktur bertanggung jawab kepada
VIII-7

direktur utama. Direktur terdiri dari direktur teknik dan produksi serta direktur
keuangan dan umum.
Tugas direktur teknik dan produksi yaitu:
1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang produksi dan teknik.
2. Mengkoordinasikan, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala-
kepala bagian yang menjadi bawahannya.
Tugas direktur keuangan dan umum :
1. Bertanggung jawab kepada direktur utama dalam bidang keuangan, pemasaran dan
pelayanan umum.
2. Mengkoordinir, mengatur dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan kepala-kepala
bagian yang menjadi bawahannya.

6. Sekretaris
Sekretaris diangkat oleh Direktur untuk menangani masalah surat-menyurat
untuk pihak perusahaan, menangani kearsipan dan pekerjaan lainnya untuk
membantu Direktur dalam menangani administrasi perusahaan.

7. Manajer Produksi
Manajer Produksi bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.
Tugasnya mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan masalah proses
baik di bagian produksi maupun utilitas. Dalam menjalankan tugasnya Manajer
Produksi dibantu oleh tiga Kepala Seksi, yaitu Kepala Seksi Proses, Kepala Seksi
Quality Control dan Kepala Seksi Utilitas.

8. Manajer Teknik
Manajer Teknik bertanggung jawab langsung kepada Direktur Utama.
Tugasnya mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan masalah teknik
baik di lapangan maupun di kantor. Dalam menjalankan tugasnya Manajer Teknik
VIII-8

dibantu oleh tiga Kepala Seksi, yaitu Kepala Seksi Listrik, Kepala Seksi
Instrumentasi dan Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik (Mesin).

9. Manajer Umum dan Keuangan
Manajer Umum dan Keuangan bertanggung jawab langsung kepada Direktur
dalam mengawasi dan mengatur keuangan, administrasi, personalia dan humas.
Dalam menjalankan tugasnya Manajer Umum dan Keuangan dibantu oleh lima
Kepala Seksi (Kasie), yaitu Kepala Seksi Keuangan, Kepala Seksi Administrasi,
Kepala Seksi Personalia, Kepala Seksi Humas dan Kepala Seksi Keamanan.

10. Manajer Pembelian dan Pemasaran
Manajer Pembelian dan Pemasaran bertanggung jawab langsung kepada
Direktur Utama. Tugasnya mengkoordinir segala kegiatan yang berhubungan dengan
pembelian bahan baku dan pemasaran produk. Manajer ini dibantu oleh tiga Kepala
Seksi, yaitu Kepala Seksi Pembelian, Kepala Seksi Penjualan serta Kepala Seksi
Gudang/Logistik.

11. Kepala Bagian Safety/ Keselamatan Kerja
Tugas pokok Kepala bagian safety / keselamatan kerja adalah bertanggung
jawab atas peraturan undang-undang lindungan keselamatan kesehatan kerja
berfungsi untuk mencegah terjadinya kecelakaan, kebakaran, pencemaran dan
mencoba melakukan metoda minimized untuk mengatasinya apabila terjadi
kecelakaan yang dilakukan secara analisa. Serta mengkaji dan menganalisa dampak-
dampak yang mungkin terjadi pada suatu rencana desain awal atau modifikasi
peralatan/ unit kerja.




VIII-9

8.5 Sistem Kerja
Pabrik pembuatan Anilin ini direncanakan beroperasi 330 hari per tahun
secara kontinu 24 jam sehari. Berdasarkan pengaturan jam kerja, karyawan dapat
digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu:
1. Karyawan non-shift
Karyawan yang tidak berhubungan langsung dengan proses produksi,
misalnya direktur, staf ahli, manajer, bagian administrasi, bagian gudang, dan lain-
lain. Jam kerja karyawan non-shift ditetapkan sesuai Keputusan Menteri Tenaga
Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor: Kep.234/Men/2003 yaitu 8 jam
sehari atau 40 jam per minggu dan jam kerja selebihnya dianggap lembur.
Perhitungan uang lembur menggunakan acuan 1/173 dari upah sebulan (Pasal 10
Kep.234/Men/2003) dimana untuk jam kerja lembur pertama dibayar sebesar 1,5 kali
upah sejam dan untuk jam lembur berikutnya dibayar 2 kali upah sejam. Perincian
jam kerja non-shift adalah:
Senin Kamis
- Pukul 08.00 12.00 WIB : Waktu kerja
- Pukul 12.00 13.00 WIB : Waktu istirahat
- Pukul 13.00 17.00 WIB : Waktu kerja
Jumat
- Pukul 08.00 12.00 WIB : Waktu kerja
- Pukul 12.00 14.00 WIB : Waktu istirahat
- Pukul 14.00 17.00 WIB : Waktu kerja
2. Karyawan Shift
Untuk pekerjaan yang langsung berhubungan dengan proses produksi yang
membutuhkan pengawasan terus menerus selama 24 jam, para karyawan diberi
pekerjaan bergilir (shift work). Pekerjaan dalam satu hari dibagi tiga shift, yaitu tiap
shift bekerja selama 8 jam termasuk 1 jam istirahat dan 15menit pergantian shift
dengan pembagian sebagai berikut:
VIII-10

Shift I (pagi) : 08.00 16.00 WIB
Shift II (sore) : 16.00 00.00 WIB
Shift III (malam) : 00.00 08.00 WIB
Jam kerja bergiliran berlaku bagi karyawan. Untuk memenuhi kebutuhan
pabrik, setiap karyawan shift dibagi menjadi empat regu dimana tiga regu kerja dan
satu regu istirahat. Pada hari Minggu dan libur nasional karyawan shift tetap bekerja
dan libur 1 hari setelah setelah tiga kali shift.
Tabel 8.1 Jadwal Kerja Karyawan Shift
Grup
Hari
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
A I I I II II II III III III
B II II II III III III I I I
C III III III I I I II II II
D III III I I I II II II I

3. Karyawan borongan
Apabila diperlukan, maka perusahaan dapat menambah jumlah karyawan
yang dikerjakan secara borongan selama kurun jangka waktu tertentu yang ditentukan
menurut kebijaksanaan perusahaan.


VIII-11

8.6 Jumlah Karyawan dan Tingkat Pendidikan
Dalam melaksanakan kegiatan perusahaan/ pabrik, dibutuhkan susunan
karyawan seperti pada struktur organisasi. Jumlah karyawan yang dibutuhkan adalah
sebagai berikut.
Tabel 8.2 Jumlah Karyawan dan Kualifikasinya
NO. Jabatan Pendidikan Minimum
1 Dewan Komisaris Teknik Kimia/Manajemen (S1)
2 Direktur Utama Teknik Kimia/Manajemen (S1)
3 Direktur Teknik Kimia/Ekonomi/Manajemen (S1)
4 Sekretaris Akutansi (S1)/ Kesekretariatan (D3)
5 Kepala Bagian Keselamatan Kerja Kesehatan Masyarakat (S1)
6 Manajer Produksi Teknik Kimia (S1)
7 Manajer Teknik Teknik Mesin/Kimia (S1)
8
Manajer Umum dan Keuangan Ekonomi/Manajemen (S1)
9
Manajer Pembelian dan Pemasaran Ekonomi/Manajemen (S1)
10
Kepala Seksi Proses Teknik Kimia (S1)
11
Kepala Seksi Quality Control Teknik Kimia (S1)/Kimia (S1)
12
Kepala Seksi Utilitas Teknik Kimia (S1)
13
Kepala Seksi Listrik Teknik Elektro (S1)
14
Kepala Seksi Instrumentasi Teknik Instrumentasi Pabrik (D4)
15
Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik Teknik Mesin (S1)
16
Kepala Seksi Keuangan Ekonomi (S1)
17
Kepala Seksi Administrasi Manajemen/Akutansi (S1)
18
Kepala Seksi Personalia Ilmu Komunikasi/ Psikologi (S1)
19
Kepala Seksi Humas Hukum (S1)
20
Kepala Seksi Keamanan Pensiunan TNI
21
Kepala Seksi Pembelian Manajemen Pemasaran (D3)
VIII-12

22
Kepala Seksi Penjualan Manajemen Pemasaran (D3)
23
Kepala Seksi Tank Yard Teknik Lingkungan (S1)
24
Kepala Seksi Gudang / Logistik Politeknik (D3)
25
Karyawan Proses Teknik Kimia (S1)/ Politeknik (D3)
26
Karyawan Quality Control Teknik Kimia (S1)/Kimia (S1)
27
Karyawan Utilitas Teknik Kimia (S1)/Politeknik (D3)
28
Karyawan Unit Pembangkit Listrik Teknik Elektro/Mesin (S1)
29
Karyawan Instrumentasi Pabrik Teknik Instrumentasi Pabrik (D4)
30
Karyawan Pemeliharaan Pabrik Teknik Mesin(S1)/Politek. Mesin (D3)
31
Karyawan Bag. Keuangan Akutansi/Manajemen (D3)
32
Karyawan Bag. Administrasi Ilmu Komputer (D1)
33
Karyawan Bag. Personalia Akutansi/Manajemen (D3)
34
Karyawan Bag. Humas Akutansi/Manajemen (D3)
35
Karyawan Pembelian Manajemen Pemasaran (D3)
36
Karyawan Penjualan/ Pemasaran Manajemen Pemasaran (D3)
37
Petugas Keamanan SLTP/STM/SMU/D1
38
Karyawan Gudang / Logistik SLTP/STM/SMU/D1
39
Dokter Kedokteran (S1)
40
Perawat Akademi Perawat (D3)
41
Petugas Kebersihan SLTP/SMU
42
Supir SMU/STM

8.7 Sistem Penggajian
Penggajian karyawan didasarkan kepada jabatan, tingkat pendidikan,
pengalaman kerja, keahlian dan resiko kerja.



VIII-13

Tabel 8.3 Perincian Gaji Karyawan
NO. Jabatan Jumlah
Gaji
(Rp)/bln
Total Gaji
(Rp)/bln
1 Dewan Komisaris 5 20.000.000,- 100.000.000,-
2 Direktur Utama 1 40.000.000,- 40.000.000,-
3 Direktur 3 30.000.000,- 90.000.000,-
4 Sekretaris 4 4.000.000,- 16.000.000,-
5 Manajer 4 10.000.000,- 40.000.000,-
6 Staf Ahli 5 5.000.000,- 25.000.000,-
7 Kepala Seksi Proses 1 10.000.000,- 8.000.000,-
8 Kepala Bagian Safety 1 8.000.000,- 8.000.000,-
9 Kepala Quality Control 1 8.000.000,- 8.000.000,-
10 Kepala Seksi Utilitas 1 8.000.000,- 8.000.000,-
11 Kepala Seksi Listrik 1 8.000.000,- 8.000.000,-
12 Kepala Seksi Instrumentasi 1 8.000.000,- 8.000.000,-
13 Kepala Seksi Pemeliharaan Pabrik 1 8.000.000,- 8.000.000,-
14 Kepala Seksi Keuangan 1 10.000.000,- 10.000.000,-
15 Kepala Seksi Administrasi 1 6.000.000,- 6.000.000,-
16 Kepala Seksi Personalia 1 6.000.000,- 6.000.000,-
17 Kepala Seksi Humas 1 6.000.000,- 6.000.000,-
18 Kepala Seksi Keamanan 1 4.000.000,- 4.000.000,-
19 Kepala Seksi Pembelian 1 6.000.000,- 6.000.000,-
20 Kepala Seksi Penjualan 1 6.000.000,- 6.000.000,-
21 Kepala Seksi Tank Yard 1 6.000.000,- 6.000.000,-
22 Kepala Seksi Gudang / Logistik 1 4.000.000,- 4.000.000,-
23 Karyawan Proses 24 5.000.000,- 120.000.000,-
24 Karyawan Quality Control 6 4.000.000,- 18.000.000,-
VIII-14

25 Karyawan Utilitas 12 4.000.000,- 36.000.000,-
26 Karyawan Unit Pembangkit Listrik 7 4.000.000,- 21.000.000,-
27 Karyawan Instrumentasi Pabrik 8 4.000.000,- 24.000.000,-
28 Karyawan Pemeliharaan Pabrik 7 4.000.000,- 21.000.000,-
29 Karyawan Bag. Keuangan 4 4.500.000,- 12.000.000,-
30 Karyawan Bag. Administrasi 3 3.000.000,- 9.000.000,-
31 Karyawan Bag. Personalia 3 3.000.000,- 9.000.000,-
32 Karyawan Bag. Humas 3 3.000.000,- 9.000.000,-
33 Karyawan Pembelian 6 3.000.000,- 18.000.000,-
34 Karyawan Penjualan/ Pemasaran 6 3.000.000,- 18.000.000,-
35 Petugas Keamanan 12 2.000.000,- 24.000.000,-
36 Karyawan Gudang / Logistik 6 2.000.000,- 12.000.000,-
37 Dokter 1 4.500.000,- 4.500.000,-
38 Perawat 2 2.500.000,- 5.000.000,-
39 Petugas Kebersihan 5 1.500.000,- 12.000.000,-
40 Supir 5 1.500.000,- 9.000.000,-

TOTAL 158

844,500,00,-

8.8 Tata Tertib
Setiap pekerja diwajibkan :
1. Melaksanakan semua tugas yang diterima dan menggunakan wewenang yang
diberikan sesuai dengan Peraturan Perusahaan ini dan ketentuan hukum yang
berlaku, senantiasa memerhatikan kepentingan perusahaan atau atasannya.
2. Mematuhi ketentuan jam kerja penuh.
3. Mengerjakan sendiri semua tugas dan tanggung jawab yang dibebankan
kepadanya dan tidak diperkenankan mengalihkan kepada orang lain, kecuali atas
perintah atau persetujuan atasannya.
VIII-15

4. Senantiasa menjaga dan memelihara dengan baik semua barang milik perusahaan
yang dipercayakan kepadanya, dan segera melaporkan kepada atasannya apabila
terjadi kerusakan atau kehilangan.
5. Setiap saat bersikap sopan dan mampu bekerjasama dengan atasan atau pekerja
lainnya.
6. Setiap hari memeriksan dan mengatur semua perlengkapan kerja di tempat
masing-masing, baik sebelum memulai maupun pada saat mengakhiri pekerjaan.
7. Mengenakan Kartu Tanda Pengenal pada baju bagian atas yang mudah terlihat
selama jam kerja dan pada waktu melaksanakan tugas.
8. Menjaga kebersihan lingkungan kerja.
9. Memakai atau menggunakan alat-alat keselamatan / perlengkapan kerja bagi
pekerja yang diharuskan.
10. Mencegah kemungkinan timbulnya bahaya yang dapat merugikan orang lain
maupun investasi perusahaan.
11. Melaporkan segera kepada atasan atau yang berwenang atas terjadinya kecelakaan
/ gangguan keamanan di lingkungan kerja.

8.9 JAMSOSTEK dan Fasilitas Tenaga Kerja
Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) merupakan suatu perlindungan
bagi tenaga kerja dalam bentuk santunan berupa uang sebagai pengganti sebagian dari
penghasilan yang hilang atau berkurang sebagai akibat dari peristiwa-peristiwa
tertentu sewaktu menjalankan pekerjaannya.
a) Ruang Lingkup
1. Sesuai dengan Undang-undang No. 3/1992, termasuk peraturan
pelaksanaannya, perusahaan mengikutsertakan setiap karyawannya dalam
program Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK) yang meliputi :
(a) Jaminan kesehatan kerja
(b) Jaminan kematian
(c) Jaminan hari tua
VIII-16

2. Perusahaan menyediakan jaminan kesehatan karyawan melalui Program
Bantuan Kesehatan.
b) Iuran
1. Iuran kecelakaan kerja dan kematian ditanggung oleh perusahaan
2. Iuran jaminan hari tua akan ditanggung oleh perusahaan sebesar 3,7 % dan
ditanggung oleh karyawan sendiri sebesar 2% dari gaji bulanan, yang dibayar
langsung oleh perusahaan ke kantor ASTEK (pasal 1 ayat 3, PP No. 14/1993).
3. Perhitungan iuran dapat berubah dengan ketetapan pemerintah yang berlaku.

Selain upah resmi, perusahaan juga memberikan beberapa fasilitas kepada
setiap tenaga kerja antara lain:
1. Fasilitas cuti tahunan.
2. Tunjangan hari raya dan bonus.
3. Fasilitas asuransi tenaga kerja, meliputi tunjangan kecelakaan kerja dan tunjangan
kematian, yang diberikan kepada keluarga tenaga kerja yang meninggal dunia
baik karena kecelakaan sewaktu bekerja maupun di luar pekerjaan.
4. Pelayanan kesehatan secara cuma-cuma.
5. Penyediaan sarana transportasi / bus karyawan.
6. Penyediaan kantin, tempat ibadah dan sarana olah raga.
7. Penyediaan seragam dan alat-alat pengaman (sepatu, seragam dan sarung tangan).
8. Fasilitas kenderaan untuk para manajer bagi karyawan pemasaran dan pembelian.
9. Family Gathering Party (acara berkumpul semua karyawan dan keluarga) setiap
satu tahun sekali.
10. Bonus 0,5 % dari keuntungan perusahaan akan didistribusikan untuk seluruh
karyawan.

Anda mungkin juga menyukai