Anda di halaman 1dari 6

Osilator

2:05:00 am Admin Penunjang Belajar No comments


Penunjang Belajar Osilator

Osilator atau pembangkit sinyal adalah suatu rangkaian yang menghasilkan keluaran yang
amplitudonya berubah-ubah secara periodik dengan waktu. Keluarannya bisa berupa
gelombang sinusoida, gelombang persegi, gelombang pulsa, gelombang segitiga atau
gelombang gigi gergaji.



Gelombang sinusoidal merupakan hal paling mendasar dari semua jenis bentuk gelombang
lainnya. Itu sebabnya ketika anda mempelajari dasar-dasar arus listrik bolak-balik, amplifier
atau oscilator selalu tak lepas dari gelombang sinusoidal. Walaupun gelombang sinusoidal
sangat penting dalam bidang elektronik , gelombang nonsinusoidal juga tak kalah pentingnya.
Bidang study gelombang sinusoidal dan nonsinusoidul (pulse crcuit) sangat luas dan oleh
karena itu dalam ruang yang relatif terbatas ini penulis mencoba membahas topik dimaksud
secara singkat namun mendasar. Pembahasan meliputi bagaimana cara membangkitkan
gelombang sinusoidal, gelombang nonsinusoidal dan informasi ringkas tentang
penggunaannya dalam bidang elektronik.

Gelombang Sinusoidal
Bagi anda yang menggemari bidang elektronika kata oscillator tentu sudah tidak asing lagi.
Sebagaimana kita ketahui oscilator adalah suatu rangkaian elektronik yang bekerja sendiri
membangkitkan atau memproduksi getaran-getaran listrik berbentuk sinus / sinusoidal. Ada
banyak jenis oscilator umumnya bekerja berdasarkan prinsip umpan balik (feedback) Artinya
umpan balik diperlukan untuk mempertahankan oscillasi.
Sebagaimana telah disebutkan di atas ada tiga type oscillator pembangkil gelombang
sinusoidal yakni LC Oscillator, RC Oscillator dan Crystal Oscillator.

Mari kita lihat bagaimana cara kerja masing-masing type oscillator tadi.



LC Oscillator
Ada banyak model LC Oscillator namun tetap memiliki kesamaan dalam prinsip kerjanya.
Salah satu diantaranya Oscillator LC model Hartley seperti terlihat pada gambar. Cara kerja
rangkaian sebagai berikut.

Ketika rangkaian ini dihidupkan, arus listrik mengalir melalui RFC mengakibatkan
perubahan tegangan collector. Perubahan tegangan collector ini diteruskan oleh C3 ke bagian
bawah coil L1 sekaligus mensuplai energi. Karena bagian tengah L1 dibumikan (grounded)
maka bagian atas coil L1 bertegangan positif membuat Q1 lebih cepat saturasi. Dalam
keadaan saturasi supply tegangan ke coil L1 terhenti. Energi yang tersimpan dalam L1
mengisi Cl dalam polaritas negatip. Setelah energi tadi habis diserap oleh C1, C1 membuang
muatannya melalui L1 dan base Q1.
Tegangan discharge negatif yang dikirim dari C1 pada base Q1 membuat Q1 menyumbat (cut
oil). Setelah muatan C1 habis, tegangan balik positip dari L1 mengisi kembali C1 sekaligus
memberi tegangan positip pada base Q1. Q1 mulai konduksi kembali dan peristiwa yang
sama terus menerus berulang secara periodik selama supply energi ke rangkaian ini tidak
diputus.

Aliran arus listrik DC dalam rangkaian oscillator ditandai dengan panah utuh (solid). Arus
listrik mengalir dari chasis ke emitor - collector dan kembali ke catu daya (power supply)
setelah melalui RFC. Arus listrik AC ditandai dengan panah putus-putus. Arus listrik AC
(feedback) mengalir dari collector Q1- ke C3 - ke L1 - dan kembali ke Q1. Output oscillator
(sine wave) ini dapat diambil dari collector Q1 dengan kopling capacitor.

Osilator Hartley

Osilator Hartley seperti pada gambar 17.8 banyak digunakan pada rangkaian penerima radio
AM dan FM. Frekuensi resonansi ditentukan oleh harga 1 T dan 1 C . Kapasitor 2C
berfungsi sebagai penggandeng AC ke basis 1 Q . Tegangan panjar 1 Q diberikan oleh
resistor 2 R dan 1 R . Kapasitor 4 C sebagai penggandeng variasi tegangan kolektor dengan
bagian bawah 1 T . Kumparan penarik RF ( 1 L ) menahan AC agar tidak ke pencatu daya. 1
L juga berfungsi sebagai beban rangkaian. 1 Q adalah dari tipe n-p-n dengan konfigurasi
emitor bersama.


Rangkaian Osilator Hartley
Saat daya DC diberikan pada rangkaian, arus mengalir dari bagian negatif dari sumber lewat
1 R ke emitor. Kolektor dan basis keduanya dihubungkan ke bagian positif dari CC V . Ini
akan memberikan panjar maju pada emitor-basis dan panjar mundur pada kolektor. Pada
awalnya E I , B I dan C I mengalir lewat 1 Q . Dengan C I mengalir lewat 1 L , tegangan
kolektor mengalami penurunan. Tegangan ke arah negatif ini diberikan pada bagian bawah 1
T oleh kapasitor 4 C . Ini mengakibatkan arus mengalir pada kumparan
bawah. Elektromagnet akan membesar di sekitar kumparan.
Ini akan memotong kumparan bagian atas dan memberikan tegangan positif mengisi
kapasitor 1 C . Tegangan ini juga diberikan pada 1 Q melalui 2 C . 1 Q akhirnya sampai pada
titik jenuh dan mengakibatkan tidak terjadinya perubahan pada C V . Medan di bagian
bawah 1 T akan dengan cepat habis dan mengakibatkan terjadinya perubahan polaritas
tegangan pada bagian atas. Keping 1 C bagian atas sekarang menjadi negatif sedangkan
bagian bawah menjadi positif.
Muatan 1 C yang telah terakumulasi akan mulai dilucuti melalui 1 T melalui proses rangkaian
tangki. Tegangan negatif pada bagian atas 1 C menyebabkan 1 Q berubah ke negatif menuju
cutoff. Selanjutnya ini akan mengakibatkan C V membesar dengan cepat. Tegangan ke arah
positif kemudian ditransfer ke bagian bawah 1 T oleh 4C , memberikan balikan. Tegangan
ini akan tertambahkan pada tegangan 1 C . Perubahan pada C V beraNgsur-angsur berhenti,
dan tidak ada tegangan yang dibalikkan melalui 4 C . 1 C telah sepenuhnya terlucuti. Medan
magnet di bagian bawah 1 L kemudian menghilang. 1 C kemudian termuati lagi, dengan
bagian bawah berpolaritas positif dan bagian atas negatif. 1 Q kemudian berkonduksi
lagi. Proses ini akan berulang terus. Rangkaian tangki menghasilkan gelombang kontinu
dimana hilangnya
isi tangki dipenuhi lagi melalui balikan. Sifat khusus osilator Hartley adalah adanya tapped
coil. Sejumlah variasi rangkaian dimungkinkan. Kumparan mungkin dapat dipasang seri
dengan kolektor. Variasi ini biasa disebut sebagai osilator Series-fed Hartley. Rangkaian
seperti pada gambar 17.8 termasuk osilator Shunt-fed Hartley.

Osilator Hartley

Farid Aditya Nugroho 2C 0931130025

Pada Hartley osilator, rangkaian LC tuned dihubungkan antara kolektor
dan basis dari rangkaian penguat dengan menggunakan transistor.
Emitter dihubungkan dengan tapping point pada rangkaian LC tersebut.
Feedback dari LC sirkuit didapat dari tap tengah dari koil inductor
ataupun dua inductor yang dipasang seri.
Ketika rangkaian tersebut berosilasi, tegangan pada daerah L1 (dari
kolektor) relatif dengan Center tap, terjadi perbedaan fasa sebesar
180 derajat antara L2 (ke base) dibandingkan L1 dan Center Tap. Pada
saat frekuensi berosilasi, impedansi dari beban kolektor menjadi
resistif dan tegangan Base naik menyebabkan pengurangan pada tegangan
kolektor. Ditambahkan perbedaan fasa pada 180 derajat yang terjadi
antara base dan kolektor ditambah dengan pergeseran fasa original
dari feedback loop, menghasilkan output yang mepunyai fasa yang benar.
Jumlah dari feedback ditentukan dari posisi tapping pada inductor.
Jika dipasang mendekati kkolektor, maka jumlah feedback meningkat,
namun output yang diambil dari kolektor dan ground berkurang dan
sebaliknya. C1 dan C2 digunakan sebagai DC blocker. R1 dan R2
digunakan untuk voltage divided bias untuk rangkaian penguatnya. Rc
digunakan untuk menghasil Vce yang besar. Re digunakan untuk
mensatbilkan temperature transistor. Ce digunakan untuk by pass,
menghilangkan arus AC.
2. Osilator Hartley

Osilator Hartley
Osilator Hartley termasuk jenis osilator LC. Osilator Hartley tersusun dari dua buah induktor
yang disusun seri dan sebuah kapasitor tunggal. Kelebihan osilator hartley adalah mudahnya
mengatur nilai frekuensi yaitu dengan menempatkan sebuah kapasitor variabel pada
komponen kapasitornya. Selain itu amplitudo output osilator juga relatif tetap pada range
frekuensi kerja penguat osilator.

Osilator Hartley merupakan oscilator yang banyak digunakan pada rangkaian penerima radio
AM dan FM. Frekuensi resonansi ditentukan oleh harga T1 dan C1. Kapasitor C2 berfungsi
sebagai kopling AC rangkaian tank circuit LC ke basis Q1 . Tegangan bias Q1 diberikan
melalui resistor R2 dan R1. Kapasitor C4 sebagai kopling jaringan umpan balik output
oscilator hartley dengan rangkaian input melalui tank circuit T1. Kumparan RF (L1)
merupakan pull up tegangan dan untuk menahan sinyal AC agar tidak mempengaruhi
rangkaian catu daya. Q1 pada rangkaian osciolator hartley dibawah merupakan transistor tipe
n-p-n dengan konfigurasi common emitor. Untuk lebih detil dapat dilihat pada rangkaian
oscilator hartley berikut.

Pada saat rangkaian oscilator hartley diatas diberikan sumber tegangan DC untuk pertama
kali, tegangan DC mengalir ke kolektor melalui L1 dan C4 termuati, pada saat yang sama
basis medapat bias maju memalui R2 sehingga transistor Q1 konduk dan tegangan pada
kolektor dialirkan ke ground melalui emitor dan R1. Pada awalnya IE, IB dan IC mengalir
pada Q1. Dengan IC mengalir lewat L1, tegangan kolektor mengalami penurunan. Tegangan
ke arah negatif ini diberikan pada bagian bawah T1 oleh kapasitor C4. Ini mengakibatkan
arus mengalir pada kumparan bawah. Elektromagnet pada T1 akan membesar di sekitar
kumparan. Ini akan memotong kumparan bagian atas T1 dan memberikan tegangan positif
untuk mengisi kapasitor C1. Tegangan ini kemudian diberikan pada Q1 melalui C2. Q1
akhirnya sampai pada titik jenuh dan mengakibatkan terjadinya perubahan pada VC . Medan
di bagian bawah T1 akan dengan cepat habis dan mengakibatkan terjadinya perubahan
polaritas tegangan pada bagian atas. Keping C1 bagian atas sekarang menjadi negatif
sedangkan bagian bawah menjadi positif. Muatan C1 yang telah terakumulasi akan mulai
dikosongkan melalui T1 pada proses rangkaian tangki (tank circuit). Tegangan negatif pada
bagian atas C1 menyebabkan Q1 berubah ke negatif menuju cutoff. Selanjutnya ini akan
mengakibatkan VC membesar dengan cepat. Tegangan ke arah positif kemudian ditransfer ke
bagian bawah T1 oleh C4, sebagai jaringan umpan balik. Tegangan ini akan tertambahkan
pada tegangan C1 . Perubahan pada VC berangsur-angsur berhenti, dan tidak ada tegangan
yang diumpanbalikan melalui C4. C1 telah sepenuhnya dikosongkan. Medan magnet di
bagian bawah L1 kemudian menghilang. C1 kemudian termuati lagi, dengan bagian bawah
berpolaritas positif dan bagian atas negatif. Q1 kemudian berkonduksi lagi. Proses ini akan
berulang terus. Rangkaian tangki oscilator menghasilkan gelombang kontinyu dimana
hilangnya muatan rangkaian tangki oscilator dipenuhi lagi melalui jaringan umpan balik C1.
Sifat khusus osilator Hartley adalah adanya tapped coil. Sehingga sejumlah variasi rangkaian
dimungkinkan pada rangkaian oscilator hartley. Kumparan mungkin dapat dipasang seri
dengan kolektor. Variasi ini biasa disebut sebagai oscilator Series-fed Hartley. Rangkaian
seperti pada gambar diatas termasuk oscilator Shunt-fed Hartley.

Read more at: http://elektronika-dasar.web.id/rangkaian/oscilator-hartley/
Copyright Elektronika Dasar