Anda di halaman 1dari 43

+

KONSENSUS
PERDARAHAN UTERUS ABNORMAL
Syarief Thaufik Hidayat
HIFERI Cab. SEMARANG
+
Kelompok PALM merupakan kelainan struktur yang dapat dinilai dengan berbagai
teknik pencitraan dan atau pemeriksaan histopatologi
Kelompok COEIN merupakan kelainan non struktur yang tidak dapat dinilai dengan
teknik pencitraan atau histopatologi
Klasifikasi P0A
(FIu0)
!"#$ &'()*
A. !olip
B. "uenomiosis
C. #eiomioma
B. "!"#$%!%&'
!%) *'+,-+"!.#!
E. #/!$0"/+!1*'
F. $20"!1/-' )'.30%&1#/%
u. %%)/4,1-#!"
B. )atiogenik
I. &/1 ',1 &"!..#5#,)
Berdasarkan penyebab PUA
+
+
Berdasarkan jumlah, lama,
maupun saat terjadinya PUA
P0A
A. Akut B. Kionik C. Peiuaiahan tengah
(6%1,-4,%.1-0!"
7",,)#%$)
B. Periksa Hormon Tiroid ,
USG TV atau SIS
C. Memerlukan Kontrasepsi
Ya
Tidak
D. Asam Traneksamat 3x1 g dan
asam mefenamat 3x500 mg
G. Kontra Indikasi PKK
E. Observasi Selama 3 Siklus
F. Respon Tidak Adekuat
Tidak
H. PKK 3 Siklus I. Progestin Selama 14 hari,
kemudia stop selam 14 hari.
Ulang selama 3 siklus>
Tawarkan LNG IUS
J. Respon Tidak Adekuat
K. USG Transvaginal
atau SIS
N. Normal atau abnormal dan tidak
bisa dilakukan terapi konservatif
O. Fungsi Reproduksi Komplit
Tidak
P. Catat Siklus Menstruasi
Monitor Hb
Ya
O. Pertimbangkan ablasi
endometrium atau histerektomi
K. Polip atau Mioma
Submukosum
L. Hiperplasia
Endometrium
(tebal endomtrium
> 10 mm)
M. Adenomiosis
K. Pertimbangkan
reseksi dengan
histeroskopi
L. Perngambilan
Sampel
Endometrium
M. Pertimbangkan
MRI, Progrestin,
LNG IUS, leuprolide
atau histerektomi
A.Heavy Menstrual Bleeding
Hipotensi Ortostatik atau hemoglobin < 10gr /dl atau
perdarahan aktif dan banyak
A. Rawat inap
B. Rawat Jalan
C. Infus RL dan oksigen dan transfusi
darah jika Hb < 7,5 g /dl
D. EEK 2,5 mg, oral setiap 6 jam, ditambah
prometasin 25 mg oral atau injeksi setiap 4 6
jam. Asam traneksamat 3 x 1 gram diberikan
bersamaan dengan EEK
E. D&K jika perdarahan masih berlangsung dalam
12-24 jam
F. Setelah perdarahan akut berhenti, diberikan PKK
4x 1tab ( 4 hari ), 3x1 tab (3 hari), 2x1 tab ( 2hari),
dan 1x1 tab, 3 minggu dan 1 minggu bebas PKK.
PKK siklik selama 3 bulan . Dapat diberikan GnRH
agonis 3 siklik bersama PKK.
G. Jika terdapat kontra indikasi PKK dapat diberikan
progestin selama 14 hari. Ulangi 3 bulan.
H. USG transvaginal / transrektal, TSH, DPL,PT, aPTT
I . Tablet hematinik 1 x 1 tab
D. EEK 2,5 mg, oral setiap 6 jam, ditambah
prometasin 25 mg oral. Asam tranesamat
3x1 gram diberikan bersamaan dengan EEK
E. D&K jika perdarahan masih berlangsung
dalam 12-24 jam
F. Setelah perdarahan akut berhenti , diberikan
PKK 4x1 tab (4 hari) , 3x1 tab ( 3hari), 2x1tab
(2hari), dan 1x1 tab, 3 minggu dan 1 minggu
bebas PKK. PKK siklik selama 3 bulan.
G. Jika terdapat kontra indikasi PKK dapat
diberikan progestin selama 14 hari,
kemudian stop 14 hari . Ulangi 3 bulan
H. USG transvaginal / tansrektal, TSH, DPL, PT,
aPTT.
I. Tablet hematinik 1x1 tab
J. Bila terapi medikamentosa tidak berhasil atau ada kelainan organik, lakukan terapi
pembenahan seperti ablasi endometrium, miomektomi, polipektomi atau histerektomi
PUA kronik
> 3 bulan, lama , jumlah, frekuensi perdarahan
yang berlebihan dan tidak dapat diramalkan
Ya
Pemeriksaan awal
Anamnesis yang
terstruktur
Pemeriksaan Fisik
Fungsi
Ovulasi
Fertilitas
Gangguan
medis terkait ,
obat , gaya
hidup
Evaluasi
Uterus
Pemeriksaan tambahan
Darah Perifer lengkap
Pemeriksaan Hormonal
(Jika Oligoanovulasi)
Pemeriksaan koagulopati
bawaan jika (+) indikasi
A. Perdarahan Ireguler
B. Periksa hormon tiroid. Bila terdapat amenore atau oligomenore lakukan
pemerikasaan prolaktin. Lakukan pap smear terutama bila terdapat
perdarahan pasca koitus
C. Umur > 35 tahun atau risiko tinggi
Kanker endometrium
D. Pertimbangkan Kelainan Sistemik
Tidak
C. Biopsi Endometrium,
USG TV
E. Tata laksana infertilitas
Ya
E. Ingin hamil ?
Ya
F. Kontra indikasi PKK
G. PKK Selama 3 Bulan
H. Progrestin selama 14 hari , kemudian
Stop selama 14 hari diulang selama 3 bulan
I. Perdarahan berkurang
Ya
Tida
k
Tidak
J. Teruskan atau stop terapi hormonal
sesuai keinginan pasien
K. Pertimbangkan pemberian PKK atau progestin dosis tinggi. Pertimbangkan USG TV atau SIS untuk menyingkirkan
polip endometrium atau mioma uteri. Biopsi endometrium untuk menyingkirkan keganasan endometrium. Bila pengobatan
medikamentosa tidak berhasil pertimbangkan untuk melakukan ablasi endometrium, reseksi dengan histeroskopi atau histerektomi
Ya
+
ADENOMIOSIS
+
LEIOMIOMA
#+,-.,-./
Ingin hamil .
Tiuak Ya
C. Bisteioskopi ieseksi
C. Submukosum
B. Intiamuial Subseiosum
B. Penanganan meuis
(lihat ke P0A-E0)
B. }ika
gagal
B. 0peiasi
E. Penanganan meuis (koieksi anemia)
E. 0peiasi
E. Tata laksana
ekspektatif
E. Niomektomi
E. Bisteiektomi
E. Konseivatif: Embolisasi
aiteii
+
8!"#$%!%&' !%) *'+,-+"!.#!
Ingin hamil .
Tiuak Ya
Bipeiplasia enuometiium atipik
C. Bisteiektomi
B. B&K uan
Piogestin (6 bulan)
atau
LNu-I0S
atau
Analog unRB
E. Biopsi (akhii bulan ke-6)
HIPERPLASIA ENDOMETRIUM
+
COAGULOPATHY
Coagulopathy
Teiapimultiuisiplin
Asamtianeksamatuan
PKK atau LNu-I0S
}ika aua kontiainuikasi
LNu-I0S atau 0peiasi
A. PUA-O
B. Periksa hormon tiroid. Bila terdapat amenore atau oligomenore lakukan
pemerikasaan prolaktin. Lakukan pap smear terutama bila terdapat
perdarahan pasca koitus
C. Umur > 35 tahun atau risiko tinggi
Kanker endometrium
D. Pertimbangkan Kelainan Sistemik
Tidak
C. Biopsi Endometrium,
USG TV
E. Tata laksana infertilitas
Ya
E. Ingin hamil ?
Ya
F. Kontra indikasi PKK
G. PKK Selama 3 Bulan
H. Progrestin selama 14 hari , kemudian
Stop selama 14 hari diulang selama 3 bulan
I. Perdarahan berkurang
Ya
Tidak
Tidak
J. Teruskan atau stop terapi hormonal
sesuai keinginan pasien
K. Pertimbangkan pemberian PKK atau progestin dosis tinggi. Pertimbangkan USG TV atau SIS untuk menyingkirkan
polip endometrium atau mioma uteri. Biopsi endometrium untuk menyingkirkan keganasan endometrium. Bila pengobatan
medikamentosa tidak berhasil pertimbangkan untuk melakukan ablasi endometrium, reseksi dengan histeroskopi atau
histerektomi
Ya
O
V
U
L
A
T
O
R
Y
D
Y
S
F
U
N
C
TI
O
N
B. Periksa Hormon Tiroid ,
USG TV atau SIS
C. Memerlukan Kontrasepsi
Ya
Tidak
D. Asam Traneksamat 3x1 g dan
asam mefenamat 3x500 mg
G. Kontra Indikasi PKK
E. Observasi Selama 3 Siklus
F. Respon Tidak Adekuat
Tidak
H. PKK 3 Siklus I. Progestin Selama 14 hari,
kemudian stop selama 14
hari. Ulang selama 3 siklus.
Tawarkan LNG IUS
J. Respon Tidak Adekuat
K. USG Transvaginal
atau SIS
N. Normal atau abnormal dan tidak
bisa dilakukan terapi konservatif
O. Fungsi Reproduksi Komplit
Tidak
P. Catat Siklus Menstruasi
Monitor Hb
Ya
O. Pertimbangkan ablasi
endometrium atau histerektomi
K. Polip atau
Mioma
Submukosum
L. Hiperplasia
Endometrium
(tebal endomtrium
> 10 mm)
M. Adenomiosis
K. Pertimbangkan
reseksi dengan
histeroskopi
L. Perngambilan
Sampel
Endometrium
M. Pertimbangkan
MRI, Progrestin,
LNG IUS, leuprolide
atau histerektomi
A.PUA-E
E
N
D
O
M
E
T
R
I
A
L
A. PUA-E
Algoritma PUA-E
C. 3 bulan pertama
penggunaan PKK
C. penggunaan pkk
dilanjutkan, catat
siklus haid
D. pasien tidak ingin melanjutkan
PKK, atau perdarahan menetap > 3
bulan
E. cek klamidia dan gonorrhea ( endometritis). tanyakan soal
kepatuhan. naikan dosis estrogen. jika berusia > 35 th,
lakukan biopsi endometrium
F. Perdarahan Menetap,lakukan TVS,SIS atau histeroskopi
untuk menyingkirkan kelainan saluran reproduksi
B. Perdarahan Sela
(Breakthrough Bleeding)
G.Setelah 3 bulan pertama
penggunaan PKK
H. Amenorea
I. Singkirkan
Kehamilan
J. Naikkan Dosis Estrogen
atau lanjutkan pil yang
sama Singkirkan
Kehamilan
EFEK SAMPING PKK
Tidak
Ya
Tidak
EFEK SAMPING KONTRASEPSI PROGESTIN
A.Nyeri Pada
Uterus
Ya
Tidak
B. Disisiklin 2 x 100mg sehari , 10
sehari, pertimbangkan
pengangkatan AKDR
C. Penggunaan 4-6 bulan
pertama
D. Lanjutkan pemakaian AKDR
Jika perlu dapat ditambahkan
AINS
Ya
Tidak
E. Berikan PKK
untuk satu siklus
D. Perdarahan abormal berlanjut
Setelah 6 bulan atau pasien
ingin diterapi
F. Jika perdarahan abnormal menetap, angkat AKDR.
Pada pasien berusia > 35 tahun lakukan biopsi
endometrium
EFEK SAMPING AKDR
+
Perdarahan Uterus Abnormal
Klasifikasi
FIGO
Kelainan anatomi
Tidak tampak
Kelainan anatomi
Pemeriksaan fisik
& penunjang
Singkirkan
kehamilan
Perdarahan akut,
kronik,
intermenstrual
P A L M
Polip
endometrium
(PUA-P )
Adenomiosis
(PUA-A)
Leiomioma
(PUA-L)
Malignancy,
hiperplasia
(PUA-M)
C O E I N
Coagulopathy
(PUA-C)
Endometrial
(PUA-E)
Ovulatory
disfunction
(PUA-O)
Iatrogenik
(PUA-I)
Not yet
classified
(PUA-N)
Perdarahaan Haid Banyak /
Heavy Menstrual Bleeding (HMB)
Gangguan
Hemostasis
Gangguan Ovulasi/
Perdarahan Uterus
Disfungsional (PUD)
+
Perdarahan Haid Banyak/
Heavy Menstrual Bleeding (HMB)
Diagnosis Banding :
-Kelainan uterus
-Faktor Risiko Hipotiroid
-Riwayat kelainan hemostasis
pasien & keluarga
B
Singkirkan
Kehamilan, faktor
cervix
Anamnesa siklus haid Normal
Pemeriksaan Fisik, Pemeriksaan Dalam VT/RT
Lab : Hb, Ht, Leuk, Trombo, BT, CT, TTGO
USG TV/ SIS (MRI), Histeroskopi
Komplikasi
Kardiovaskuler,
anemia
Resusitasi cairan,
terapi komponen
darah
Polip endometrium
(PUA-P)
-Reseksi /
Histeroskopi ( C )
-Kuretase tanpa
kontrol tdk
dianjurkan ( C )
Adenomiosis
(PUA-A)
Ingin anak Tidak ingin
anak
-GnRH a + add
-LNG-IUS
6 bulan (C )
1. GnRHa/ LNG-IUS
2. Superficial :
reseksi/ ablasi
3. Histerektomi
Leiomioma
(PUA-L)
Ingin anak Tidak
ingin
anak Th/ medis (B)
submukosum
: operatif (B)
intramural/
subserous :
medis
Bila gagal :
operatif
Persiapan
operasi
miomektomi/
histerektomi :
medisinal (B)
Ekspektatif
pramenopause

Malignansi&Hiperplasia
(PUA-M)
Ingin
anak
Tidak
ingin
anak
Hiperplasia
atipik :
HT

Progestin tab
(B)
GnRHa (C )
LNG-IUS ( C )
! 6 bln D/C
Faktor risiko (+), usia
> 40, endometrium >
12 mm
Kuretase endometrium
Terapi Medisinalis : as. Traneksamat 2x 500 mg 4 hari,
AINS : Naproxen & asam mefenamat, Hematinik
+ Perdarahan Uterus Abnormal
Riw penyakit Von Willenband
Lab Dpl hemostasis abnormal
Th/ Asam traneksamat, pil KB
kombinasi, LNG-IUS
- Operatif bila gagal medika mentosa
- Th/ spesifik Von Willenbrand :
Desmopressin ( C)
DD/ : Leukemia
Siklus Haid Normal
Heavy Menstrual
bleeding
Kelainan
Anatomi
(+)
Kelainan Anatomi (-)
Gangguan Coagulopathy
(PUA-C)
Lab darah
hemostasis normal
Gangguan Hemostasis
lokal endometrium
(PUA-E)
-Endothelin-1 &
PGF2a
(vasokontriktor
rendah)
-Fibrinolisis
meningkat
Perdarahan Tengah
-Ingin KB : pil kombinasi
-As. Traneksamat 3x1g, as. Mefenamat 3x500mg
(A) observasi 3 siklus ! tdk ada perubahan: pil
KB kombinasi (A)
-Progestin siklik 14 hari interval 14 hari tanpa
obat selama 3 siklus(A)
LNG-IUS
+
PUA
Siklus haid
irreguler
(anovulasi)
Disfungsi
Ovarium
Iatrogenik
Not Yet
Classified
Perdarahan Uterus
Disfungsional (PUD)
Remaja
Usia
Reproduks
i
Usia Lanjut
(> 35
tahun)
Poros HPO
belum matur
Cadangan
Folikel
berkurang
-PCO
-Obesitas
Singkirkan
kehamilan
Trauma/
pembedahan
Skrining test
koagulopathy
Kadar P4 midluteal
TSH : hypothyroid
Fungsi hati & ginjal
Kontrasepsi
hormonal
D/C bila
endometrium > 12
mm/ risk fact +
Tdk perlu bila < 5 mm
Penyebab lain yang
jarang/ sulit
digolongkan
kategori lain
Terapi Progestin, Terapi E+P / Pil KB kombinasi
Terapi Estrogen pada estrogen breakthrought bleeding, endometrium
tipis (<5mm)
+
KONSENSUS HIFERI
MANAJEMEN PUA
! Akan menggunakan istilah PALM dan COEIN untuk terminologi
! Prosedur diagnostik dan terapi
! Level 1
! Dokter umum
! Klinik rawat jalan
! Praktek pribadi SpOG
! Level 2
! Rumah Sakit Kabupaten
! Klinik SpOG
! Level 3
! Rumah Sakit Rujukan Tipe B / A
! Rumah Sakit Khusus
+
diagnostik
+
Penanganan perdarahan akut dan banyak
+
Perdarahan intermiten dan kronik
+
Bleeding stop
! Ingin hamil " tatalaksana infertilitas " induksi ovulasi
! Tidak ingin hamil" regulasi siklus haid dengan OCP atau
progestin : siklik, 16-25
! Non siklik: DMPA, LNG IUS, implan, GnRH agonis, Ablasi, HT
! Untuk kasus remaja perlu diperhatikan sampai berapa lama
haid akan diregulasi
! Untuk kasus perimenopause perlu dilakukan pengaturan
hingga masa menopause dengan menggunakan pil KB dosis
rendah
Progesterone Testosterone Spironolactone
17-nydroxy-der|vanves
Chlormadlnone aceLaLe
CyproLerone aceLaLe
MegesLrol aceLaLe
Medroxy-progesLerone-aceLaLe
19-Nor-progesterone-
der|vanves
nomegesLrol aceLaLe
romegesLone
1rlmegesLone
19-Nortestosterone der|vanves
noreLhlsLerone
LynesLrenol
noreLhlnodrel
LevonorgesLrel
3-keLo desogesLrel
norgesumaLe
ulenogesL
CesLoden
Schlndler A eL al. MaLurlLas 46S1 (2003) S7-S16
H H
CH
3

H
H
3
C
O
O
u8CSl8LnCnL
Progestin
rogesnn rogesto
gen|c
Ann-
gonado-
trop|c
Ann-
estrogen|c
Lstrogen|c Androgen|c Ann-
androgen
|c
G|ucocorn
cod
Ann-m|nera|o-
cornco|d
rogesLerone + + + - - + +
uydrogesLerone + - + - - -
MedrogesLerone + + + - - - -
17o-Pydroxy-derlvauves
Chlormadlnone aceLaLe + + + - - + + -
CyproLerone aceLaLe + + + - - ++ + -
MegesLrol aceLaLe + + + - + + -
Medroxy-progesLerone-aceLaLe + + + - - + -
19-norprogesLerone derlvauves
nomegesLrol aceLaLe + + + - - - -
romegesLone + + + - - - - -
1rlmegesLone + + + - - -
SplronolacLone derlvauves + + + - - + - +
urosplrenone + + + - - + - +
19-norLesLosLerone derlvauves
noreLhlsLerone + + + + + - - -
LynesLrenol + + + + + - -
noreLhlnodrel + + + + + - -
LevonorgesLrel + + + - + - - -
norgesumaLe + + + - + - - -
3-keLo-uesogesLrel + + + - + - - -
CesLoden + + + - + - + +
ulenogesL + + - + - -
Aknhtas b|o|og| progesteron a|am| dan progesnn s|ntenk
rogesnn Cvu|anon |nh|b|non
dose mg per day p.o.
1ransformanon dose
mg per cyc|e
1ransformanon dose
mg per day p.o.
rogesLerone 300 4200 200-300
uydrogesLerone >30 140 10-20
MedrogesLone 10 60 10
MedroxyprogesLerone aceLaLe 10 80 3-10
Chlormadlnone aceLaLe 1.3-2.0 20-30 10
CyproLerone aceLaLe 1 20 1.0
noreLhlsLerone 0.3 100-130 /
noreLhlsLerone aceLaLe 0.3 30-60 /
LynesLrenol 2.0 70.0 /
LLhynodlol 2.0 13.0 /
LevonogesLrel 0.03 6.0 0.13
uesogesLrel 0.06 2.0 0.13
CesLodene 0.03 3.0 /
norgesumaLe 0.2 7.0 /
ulenogesL 1.0 6.0 /
urosplrenone 2.0 30 /
romegesLone 0.3 10 0.3
nomegesLrol aceLaLe 3.0 100 3.0
1rlmegesLone 0.3 / /
Lfeknhtas progestogen|k berbaga| progesnn pada |eve| endometr|um dan
gonadotrop|n ( dos|s untuk hambat ovu|as| )
rogesnn k Ak Lk Gk Mk Sn8G C8G
rogesLerone 30 0 0 10 100 0 36
uydrogesLerone 73 0 - - - - -
Chlormadlnone aceLaLe 67 3 0 8 0 0 0
CyproLerone aceLaLe 90 6 0 6 8 0 0
MedroxyprogesLerone
aceLaLe
113 3 0 29 160 0 0
MegesLrol aceLaLe 63 3 0 30 0 0 0
nomegesLrol 123 6 0 6 0 0 0
romegesLone (83020) 100 0 0 3 33 0 0
urosplrenone 33 63 0 6 230 0 0
noreLhlsLerone 73 13 0 0 0 16 0
LevonorgesLrel 130 43 0 1 73 30 0
norgesumaLe 13 0 0 1 0 0 0
3-keLo-desogesLrel 130 20 0 14 0 13 0
CesLodene 90 83 0 27 290 40 0
ulenogesL 3 10 0 1 0 0 0
kemampuan ahn|tas progesteron dan berbaga| progesnn terhadap
reseptor stero|d dan "#$%& '()*()+ ,$-.#()
Diambil dari: Schindler AE, et al. Maturitas. 2003;46(suppl 1):S7-S16.
Perbandingan potensi progestogens
+
- THE MOLECULE
Nomegestrol acetate
= NOM / NOMA
# Modifikasi:
# penghilangan CH3 (19)
meningkatkan afinitas terhadap reseptor progesteron
# Esterifikasi asetat pada (17 !) hidroksi
menghilangkan afinitas terhadap
reseptor mineralocorticoid
# substitusi CH3 pada atom C6
meningkatkan absorpsi , aktifitas kinetik &
bioavailabilitas
+
! Absorpsi cepat : kadar puncak plasma dalam 2 jam
! Eliminasi : di usus (2/3) & urin (1/3)
! Waktu paruh > 30 jam
(sekitar 60 jam untuk NOM & semua metabolite nya)
! Dosis - sekali sehari
! Keadaan steady state tercapai dalam 5 atau 6 hari
! Tidak ada akumulasi NOM
FARMAKOKINETIK
+
8 Efek progestomimetik kuat
8 Efek anti-estrogenik yang
nyata
8 Efek anti-gonadotrofik
8 Tanpa :
8 Efek androgenik
8 Efek samping :
8 gluco & mineralocorticoid
8 metabolic & vascular
EFEK BIOLOGI
+
TOLERANSI KLINIS
! Berat badan :
! Tidak ada perbedaan BB sebelum/ sesudah terapi
! Kriteria lain :
! Tekanan darah
! Keadaan kulit & dermoskeleton
! Tingkah laku
! Libido
$ Tidak ada perbedaan signifikan pada parameter-parameter
diatas di observasi sebelum & sesudah terapi NOM
+
TOLERANSI METABOLIK : lipid
! NOM tidak
mempengaruhi
parameter lipid,
seperti :
! Total cholesterol
! HDL cholesterol
! Triglycerida
! Apoprotein
+
TOLERANSI METABOLIK
! Pasien :
! 12 wanita dengan BB normal
tanpa riwayat kelainan metabolik
sebelumnya
! 5 mg NOM / hari
! Selama 20 hari siklus
sepanjang 6 bulan
! Glikemia & insulinemia
dievaluasi :
! Sebelum & sesudah stimulasi
glukosa
! sebelum & sesudah 6 bulan
terapi
! Hasilnya mengkonfirmasikan tidak
adanya perbedaan yang signifikan
dalam :
! Kadar insulin
! Kadar glukosa darah
+
! SGOT SGPT, alkaline phosphatases
! Gamma GT
! Bilirubine
! 5 nucleotidase
! Tidak berubah selama terapi dengan Nomegestrol
acetate
TOLERANSI METABOLIK :
fungsi hati
+
TOLERANSI METABOLIK :
koagulasi
! NOM tidak menginduksi berbagai
parameter berikut :
! Prothrombin
! Activated partial thromboplastin time
! II, VII, X complexes
! Fibrinogen
! Fibrin monomer
! Antithrombin III
! Plasminogen
+
Progestin pilihan pada
% Gangguan menstruasi
% Pre-menstrual syndrome (PMS)
% Perdarahan disfungsional abnormal
% Perdarahan uterin karena hiperplasia endometrium
% Terapi substitusi pada menopause ( + estrogen )
+
Dosis & pemberian
! Rata-rata dosis harian 5 mg
! Lama terapi yang umum
! 10 hari per siklus
! dari hari ke 16 sampai & termasuk hari ke 25
+
PROGESTIN IDEAL.........LUTENYL
PILIHANNYA !
! Bersifat progestomimetik kuat
! Terikat secara selektif pada reseptor progesteron bukan pada
reseptor yang lain
! Memiliki tolerabilitas yang baik tidak bersifat
mineralokortikoid dan androgen
! Memiliki profil kardiovaskuler yang baik termasuk
memberikan benefit kardiovaskuler contoh terhadap NO, CRP
dan Hcy
! Memiliki profil perdarahan yang baik keteraturan siklus
! Aman pada organ reproduksi dan tidak memicu terjadinya
keganasan contoh karsinoma mammae
+
TERIMA KASIH