Anda di halaman 1dari 7

DOMINANSI APIKAL

Laporan
Disusun untuk Memenuhi Tugas Matakuliah Fisiologi Tumbuhan yang Dibina
oleh
Prof. Dr Herawati Susilo Msc Phd dan Balqis Spd Msi


Oleh
Kelompok 1
Alfiah Nur Ramadani (120341421974)
Fetty Hariyanti (120341400023)
Fina Zakiyyah (120341421985)
Sinta Rofifah Winarto (120341421971)
Uswah (120341400023)
Whi Whan Wenda (120341421977)












UNIVERSITAS NEGERI MALANG
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
JURUSAN BIOLOGI
MARET 2014
A. Topik
Dominansi Apikal

B. Tujuan
1. Pengaruh dominasi apikal terhadap pertumbuhan tunas lateral
2. Pengaruh auksin terhadap dominasi apical

C. Data Hasil Pengamatan
Data Hasil Jumlah Tunas lateral
No Hari, Tangal
Pot 1 Pot 2 Pot 3
Jumlah
dibiarkan
tumbuh
normal
Ujung
apical
dipotong
Ujung apika
dipotong dan
diolesi lanolin
1
Senin, 10 Pebruari
2014
0 0 0
2
Rabu, 12 Pebruari
2014
0 0 0
3
Jumat, 14 Pebruari
2014
0 1 0
4
Minggu,16
Pebruari 2014
0 1 0
5
Selasa, 18 Pebruari
2014
0 1 1
6
Kamis, 20 Pebruari
2014
0 1 1
7
Sabtu, 22 Pebruari
2014
2 1 1
8
Senin, 24 Pebruari
2014
2 2 2
9
Rabu, 26 Pebruari
2014
2 2 2
10 Jumat, 28 Pebruari 2 2 2
2014
11
Minggu, 2 Maret
2014
2 2 2
D. ANALISIS DATA
Berdasarkan tabel hasil pengamatan, maka dapat dilihat bahwa pada
Pot 1, Pot 2 dan Pot 3 tumbuh tunas lateral pada ketiak daunnya. Pot 1
yang dibiarkan tumbuh dengan normal, pada pengamatan yang ke-7
ditemukan tunas lateral pada ketiak daun nomor 1 kanan dan pada ketiak
daun nomor 2 kiri. Pada pot 2 dengan ujung apical yang dipotong
ditemukan tunas lateral sebanyak 2, yang pertama tunas lateral tumbuh
pada pengamatan yang ke-4 dan tumbuh lagi pada pengamatan yang ke-8.
Pada pot 3 dengan ujung apical yang dipotong kemudian bekas
pemotongan diolesi lanolin ditemukan 2 tunas lateral yang tumbuh.
Pertama, tumbuh pada pengamatan yang ke-5 dan tumbuh lagi pada
pengamatan yang ke-8. Dari data tersebut dapat terlihat bahwa waktu
tumbuhnya tunas lateral pada setiap pot tidak sama. Tunas lateral pertama
kali muncul pada pot 2 dengan perlakuan pemotongan ujung apical
tanaman. Hal ini dimungkinkan bahwa pada pot 2 aktifitas hormone
auksin lebih aktif pada ketiak daun karena ujung dari tanaman cabe dari
pot 2 ini telah dipotong. Pada pot 1 yang dibiarkan tumbuh dengan normal
(tidak dipotong ujung daunnya), ujung apical tanaman tersebut terus
tumbuh namun pada pot ini juga tumbuh tunas lateral pada ketiak daunnya
sedangkan pada pot 3 yang berlanolin juga ditemukan tunas lateral. Hal ini
dimungkinkan aktifitas auksin yang terkonsentrasi pada ujung apical tidak
terganggu pada pot 1 sehingga tanaman cabe tersebut terus tumbuh dengan
baik.

E. PEMBAHASAN
Tunas apical adalah tunas yang tumbuh di pucuk batang. Dominasi
apical dan pembentukan cabang lateral dipengaruhi oleh keseimbangan
konsentrasi hormone.
Dominasi apikal diartikan sebagai persaingan antara tunas pucuk dengan
tunas lateral dalam hal pertumbuhan. Selama masih ada tunas
pucuk/apikal, pertumbuhan tunas lateral akan terhambat sampai jarak
tertentu dari pucuk. Dominasi apikal disebabkan oleh auksin yang
didifusikan tunas pucuk ke bawah (polar) dan ditimbun pada tunas lateral.
Hal ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral karena konsentrasinya
masih terlalu tinggi. Pucuk apikal merupakan tempat memproduksi auksin
( Dahlia, 2001).
Berdasarkan praktikum dan pengamatan yang telah dilakukan pada
ketiga tanaman cabe dengan perlakuan berbeda, diketahui bahwa tunas
lateral paling cepat tumbuh pada pot 2 yaitu pada pengamatan yang ke-4,
kemudian tunas lateral ditemukan tumbuh lagi pada pot 3 yaitu pada
pengamatan yang ke-5 dan tunas lateral terakhir yang tumbuh ditemukan
pada pot 1 yaitu pada pengamatan yang ke-7. Data tersebut menunjukkan
bahwa terjadi perbedaan tenggang waktu tumbuhnya tunas lateral. Tunas
lateral tumbuh dengan cepat pada pot 2 yang menandakan bahwa aktifitas
hormone auksin pada pot 2 didistribusikan pada nodus sehingga
tumbuhlah tunas lateral dengan cepat. Hal tersebut sesuai dengan teori
yang menyatakan bahwa pemotongan pucuk tanaman akan mempengaruhi
kondisi hormone auksin. Hormon auksin yang terakumulasi pada daerah
pucuk akan terdistribusi kebagian meristem yang lain seperti nodus yang
berada pada daerah dekat mata tunas (Suharjo, 2011).
Pada pot 1 yang pucuk tanamannya tidak dipotong dan dibiarkan
tumbuh dengan normal , tunas lateral tumbuh setelah pengamatan yang ke-
7. Pucuk apical yang tidak terpotong ini menyebabkan adanya dominansi
apical yang akan menghambat tumbuhnya tunas lateral. Hal ini sesuai
dengan teori yang menyebutkan bahwa auksin yang disintetis pada ujung
batang ini akan ditransport secara basipetal ke bagian batang yang lebih
bawah secara terus-menerus sehingga menyebabkan konsentrasi auksin
pada bagian ketiak daun cukup tinggi. Konsentrasi auksin yang cukup
tinggi ini akan menghambat aktivitas pembentukan tunas lateral pada
ketiak daun karena konsentrasinya yang masih terlalu tinggi. Konsentrasi
auksin yang tinggi ini akan menghambat pertumbuhan tunas lateral yang
dekat dengan pucuk tanaman (Salisbury dan ross, 1995). Sedangkan
tumbuhnya tunas lateral pada ketiak daun nomor 1 dan pada ketiak daun
nomor 2 pada pot 1 ini menandakan bahwa konsentrasi auksin yang berada
pada daerah tersebut sudah tidak terlalu tinggi karena konsentrasi auksin
yang masih tinggi berada pada daerah yang dekat dengan ujung (pucuk)
tanaman sehingga tunas lateral pada pot 1 ini tumbuh pada nodus yang
cukup jauh dengan ujung batang. Hal ini sesuai dengan literatur yang
menyebutkan bahwa apabila pertumbuhan batang telah mencukupi, maka
secara alami cabang lateral akan tumbuh pada nodus bagian bawah yang
cukup jauh dari pucuk batang. Hal ini disebabkan karena semakin jauh
dari pucuk batang pengaruh dominansi apical semakin berkurang
(Hopkins, 2009)
Pada pot 3 yang dipotong tunas apikalnya dan diolesi dengan lanolin
yang mengandung auksin 0.01%. Pemotongan tunas apical ini
menyebabkan hormone auksin akan dialihkan ke bagian lateral sehingga
tunas lateral dapat tumbuh. Bekas pemotongan ujung apical yang diolesi
dengan lanolin ini berfungsi sebagai pengganti auksin sehingga seolah-
olah pada ujung batang terdapat hormone auksinnya. Apabila lanolin ini
berfungsi dengan baik, maka akan menyebabkan tanaman cabe pada pot 3
ini akan mengalami dominansi apical. Berdasarkan hasil praktikum dan
pengamatan pada pot 3, tunas lateral dapat tumbuh pada pengamatan yang
ke-5 di ketiak daun nomor 3 (dekat dengan ujung). Hal ini seharusnya
tidak terjadi karena adanya lanolin yang berfungsi sebagai pengganti
auksin pada ujung batang ini akan membuat tanaman cabe pada pot 3
mengalami pertumbuhan apical dan menghambat pembentukan tunas
lateral. Adanya ketidaksesuaian hasil praktikum dengan teori ini mungkin
disebabkan karena penggantian lanolin yang tidak teratur oleh praktikan
sehingga pengaruh lanolin sebagai pengganti hormone auksin terhadap
tanaman menjadi berkurang.


F. KESIMPULAN
Adapun kesimpulan dari praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
1. Dominansi apical merupakan persaingan antara tunas apical dengan
tunas lateral dalam hal pertumbuhan. Apabila terdapat pengaruh
dominansi apical atau selama masih terdapat tunas apikal, maka
pertumbuhan tunas lateral akan terhambat sampai jarak tertentu dari
pucuk tanaman.
2. Kandungan hormone auksin yang ada pada pot 3 ini mempengaruhi
pertumbuhan tunas lateral. Seharusnya, kandungan auksin akan
menghambat pembentukan tunas lateral dan mendukung adanya
dominansi apical.

G. DISKUSI
1. Adakah perbedaan pertumbuhan tunas lateral antara ketiga tanaman
tersebut?
Ada, yaitu terletak pada waktu tumbuhnya tunas lateralnya.
Pertumbuhan tunas lateral yang tumbuh lebih dahulu pada tanaman
yang tunas apikalnya dipotong. Kemudian pada urutan ke dua adalah
tanaman yang tunas apikalnya dipotong dan diberi lanolin. Pada
tanaman yang tunas apikalnya tidak dipotong, tunas lateralnya tumbuh
paling akhir.
2. Apa yang menyebabkan perbedaan antara ketiga tanaman tersebut?
Perbedaan waktu tumbuh tunas lateral ketiga tanaman tersebut
disebabkan karena perbedaan perlakuan yang diberikan. Pada tanaman
yang tunas apikalnya dipotong tanpa diberi lanolin (pot 2) muncul
tunas lateral lebih dulu karena hormone auksin diujung didistribusikan
pada nodus. Sedangkan pada tanaman yang tunas apikalnya tidak
dipotong (pot 1), tunas lateral muncul paling akhir karena adanya
dominansi apical yang mempengaruhi ujung tanaman untuk tumbuh
memanjang dan menghambat pertumbuhan tunas lateral.
3. Sampai tunas lateral yang keberapa dari bawah dapat dilihat pengaruh
dominansi apikal?
Pada tunas lateral kedua dapat dilihat pengaruh dominansi apikalnya
karena pada daerah tersebut terjadi pembentukan sel dan perpanjangan
sel serta pembesaran sel. Adanya hormone auksin dapat menghambat
pertumbuhan tunas lateral.

H. Daftar Pustaka
Suharjo, K.J. Usman, 2011. Penuntun Praktikum Fisiologi Tumbuhan.
Bengkulu: Laboratorium Agronomi UNIB
Salisbury, F.B. dan C.W. Ross. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3.
Bandung: ITB
Hopkins, William G. 2008. Introduction to Plant Physiology 4
th
ed. United
States of America: John Willey and Sons Inc.
Dahlia. 2001. Petunjuk Praktikum Fisiologi Tumbuhan. UM Press:
Malang.