Anda di halaman 1dari 14

Nama : Ari Alfian

NPM : 0915031025
Mata Kuliah :Peralatan Tegangan Tinggi
BUSHIN
1 Umum
Biasanya, untuk keamanan elektrik, konduktor tegangan tinggi dilalukan
menerobos suatu bidang yang dibumikan, melalui suatu lubang terbuka yang
dibuat sekecil mungkin dan biasanya membutuhkan suatu pengikat padu yang
disebut bushing.
2 K!n"tru#"i Suatu Bushing
Konstruksi suatu bushing sederhana ditunjukkan pada gambar 3.1.
Bagian utama dari suatu bushing adalah inti atau konduktor, bahan dielektrik dan
flans yang terbuat dari logam. Fungsi inti adalah menyalurkan arus dari bagian
dalam peralatan ke terminal luar dan bekerja pada tegangan tinggi. Dengan
bantuan flans, isolator diikatkan pada badan peralatan yang dibumikan.
Bushing untuk tegangan A sampai 3! k" dibuat dari porselen atau damar tuang#
untuk tegangan yang lebih tinggi, bahan isolasi yang lebih disukai adalah minyak
trafo, gulungan hardboard atau softpaper dan kombinasi dielektrik cair dan padat,
kemudian dibungkus dengan kerangka porselen.
am$ar 3%1 K!n"tru#"i "uatu bushing "e&erhana
$ambar 3.1 a memperlihatkan tekanan elektrik aksial %
a
yang dapat
menimbulkan peluahan luncur pada permukaan isolator. &ekanan elektrik radial %r
dapat menimbulkan peluahan parsial pada rongga'rongga yang terdapat di antara
flans dengan bagian luar isolator dan di antara inti dengan bagian dalam isolator.
(ntuk mencegah terjadinya peluahan ini, maka di antara isolator dengan flans
diberi lapisan konduktif dengan teknik penyemprotan# dan ujung lapisan yang
terbentuk ditekuk untuk mengurangi efek medan pinggir. (ntuk mencegah
peluahan parsial pada ruang'ruang udara terbuka yang terdapat di antara inti
dengan bahan isolasi, maka di antara inti dengan isolator dibuat juga lapisan
konduktif atau mengusahakan inti berpadu dengan isolator. )isalnya dengan
membuat isolasi dari bahan damar tuang sehingga intinya melekat langsung
dengan dielektriknya, dengan demikian peluahan parsial pada ruang di antara inti
dengan isolator dapat dicegah. )asalah peluahan luncur dapat dapat juga diatasi
dengan mengurangi efek medan pinggir, yaitu dengan menekuk ujung elektroda
dan membuat elektroda melekat ke bahan isolasi. Kemudian dengan pemilihan
profil isolator yang tepat, maka kuat medan pada bidang miring yang berbatasan
dengan udara dapat dikurangi di ba*ah nilai yang dii+inkan. ,ika tegangan suatu
bushing porselen ditinggikan, maka pada harga suatu tegangan tertentu akan
terjadi peluahan parsial pada rongga'rongga udara yang terdapat di antara
elektroda dengan isolator# dan jika tegangan terus dinaikkan maka akhirnya akan
terjadi peristi*a le*at'denyar. Dengan perkataan lain, kejadian le*at denyar pada
busing porselen lebih dahulu dia*ali dengan kejadian peluahan parsial, karena
pada bushing ini tidak ditemukan rongga'rongga udara di antara elektroda dengan
isolator. Karena damar mudah dilekatkan ke metal dan dapat dicetak dalam
berbagai bentuk, maka jenis isolasi damar mena*arkan berbagai kemungkinan
bentuk konstruksi.
-rinsip perataan distribusi tegangan pada a*alnya tidak
mempertimbangkan jenis bahan isolasi, tetapi pada akhirnya hal itu harus
diperhatikan karena adanya hubungan tegangan a*al peluahan pada pinggir
elektroda yang runcing dengan ketebalan bahan isolasi yang menyelubungi
elektroda tersebut. ,ika tidak memakai tabir elektroda sebagai pengendalimedan
pinggir, maka harus dipilih bahan isolasi yang tipis.
2%1 Perataan 'i"tri$u"i Tegangan Pa&a Suatu Bushing
Bushing untuk tegangan di atas .! k" biasanya dilengkapi dengan
elektroda perata distribusi tegangan, yaitu elektroda tipis yang dipasang di antara
flans dengan inti /lihat gambar 3.1 b0. %lektroda ini disebut elektroda perata atau
sering juga disebut elektroda pengantara (intermediate electrode). -enambahan
elektroda perata membuat diameter flans semakin besar. (ntuk mengurangi
penambahan diameter bushing, maka bahan elektroda perata dibuat dari bahan
logam tipis (foil). Dengan adanya beberapa elektroda perata di antara inti dengan
flans, maka ada beberapa kapasitor yang terhubung seri di antara inti dengan flans
seperti ditunjukkan pada gambar 3.1 c. Dengan mengatur diameter dan panjang
elektroda perata, nilai kapasitansi dari setiap kapasitor dapat dibuat sama /
1
1
2
0
sehingga potensial pada bidang batas antara bahan isolasi dengan medium sekitar
menjadi sama rata. 3al ini mendorong perlunya dibuat pembagian kapasitansi
yang merata dengan halus, yang dalam prakteknya hanya dapat direalisasi jika
bahan isolasi terbuat dari gulungan pita tipis. 4leh karena itu, prinsip perata
tegangan hanya dapat digunakan jika bahan isolasi bushing terbuat dari hardboard
atau softpaper dan film plastik. -ada gambar 3.2, diperlihatkan efek elektroda
perata terhadap distribusi medan elektrik pada suatu bushing silindris.
am$ar 3%2 (fe# (le#tr!&a Perata Terha&a) 'i"tri$u"i Me&an *i"tri#
&elah ditunjukkan pada gambar 3.1, bah*a tekanan elektrik yang dialami
oleh suatu bushing terdiri dari medan elektrik radial /%
r
0 dan aksial /%
a
0. &ekanan
elektrik kritis terdapat pada bidang batas permukaan isolasi dengan media sekitar.
Komponen radial %
r
dari kuat medan listrik dapat menyebabkan tembusnya bahan
isolasi, sementara komponen aksial %
a
pada keadaan tertentu dapat menyebabkan
peluahan luncur di sepanjang bidang batas. Kekuatan elektrik bahan isolasi
ditentukan oleh tegangan yang menimbulkan terjadinya le*at denyar pada bidang
batas, karena nilainya lebih rendah dari tegangan yang menimbulkan terjadinya
tembus listrik pada isolator. 4leh karena itu, dapat dikatakan bah*a tekanan
elektrik arah aksial jauh lebih kritis daripada tekanan elektrik arah radial.
2%2 Perhitungan Tegangan A+al Peluahan (Inception Voltage)
&ebal lapisan dielektrik di antara dua elektroda perata sangat kecil
dibandingkan dengan diameternya. 5ehingga perhitungan tegangan a*al peluahan
dapat dilakukan seperti halnya pada model kapasitor plat sejajar, di mana
tegangan a*al peluahan parsial bolak'balik pada pinggir elektroda dapat dihitung
secara pendekatan, yaitu6
( ) kV
s
k V
r
k e
7 , !

.......................................................................3.1
Di mana s adalah tebal lapisan dielektrik dalam cm dan kk adalah factor
konfigurasi yang tergantung pada jenis elektroda dan dielektrik. 8ilai k
k
dapat
diasumsikan seperti pada &abel 3.1.
Ta$el 3%1 ,a#t!r K!nfigura"i (le#tr!&a
K!nfigura"i K
#
-inggir 9 ujung logam
Di udara :
Dalam 5F
.
21
-inggir metal atau grafit dalam minyak 3!
-inggir grafit di udara 12
2%3 Ka)a"itan"i Satu *a)i"an
Agar pemakaian isolasi optimal maka ukuran elektroda perata diatur
sedemikian sehingga beda tegangan pada setiap lapisan merata, yaitu sebesar6
N
V
V =
.......................................................................................3.2
Di mana ;" adalah beda tegangan di antara dua elektroda perata yang berdekatan,
8 adalah jumlah total lapisan.
(ntuk memperoleh keadaan di atas, kapasitansi setiap kapasitoryang
dibentuk oleh dua elektroda yang berdekatan harus sama /
1
1
2
atau
n'1
1
n
0.
Ada dua kemungkinan yang dapat dilakukan untuk memperoleh keadaan tersebut,
yaitu6 mengatur tebal lapisan atau diameter elektroda, atau mengatur panjang
elektroda perata.
(kuran elektroda perata suatu bushing dapat dihitung dengan bantuan
gambar 3.3, di mana ditunjukkan suatu lapisan dielektrik yang berada di antara
elektroda perata ke n dengan elektroda perata ke n'1. <apisan dinomori mulai dari
titik pusat /n 1 !0 sampai ke pinggir flans /n 1 n0.
am$ar 3%3 Sim$!l U#uran (le#tr!&a Perata
)isalkan tebal lapisan dielektrik adalah6
1
=
n n n
r r S
................................................................................3.3
,ika selisih pinggir dua elektroda berdekatan di sisi kiri b
ln
sama dengan di
sisi kanan b
rn
, maka diperoleh bushing yang simetris. 5elisih pinggir elektroda kiri
dan kanan akan berbeda jika dielektrik yang berbatasan dengan isolator bushing
berbeda, misalnya pada trafo daya, di mana sebagian isolator bushing berbatasan
dengan udara dan sebagian lagi berbatasan dengan minyak trafo. Dalam hal ini,
bahagian isolator bushing yang berbatasan dengan udara lebih panjang dari
bahagian isolator bushing yang terbenam dalam minyak trafo.
Dengan mengabaikan efek medan pinggir, maka kapasitansi yang dibentuk
dua elektroda berdekatan adalah sebagai berikut6
1
!
ln
2

=
n
n
n r
n
r
r
a
C

.............................................................................3.=
Di mana >
r
adalah permeabilitas relati?e bahan dielektrik isolator bushing.
Karena semua kapasitor
n
terhubung seri satu dengan lainnya, dan
tegangan pada setiap satu kapasitor sama sebesar ;", maka kapasitansi
n
1
konstan 1 .
Ada dua kemungkinan perataan yang dilakukan, yaitu perataan arah radial
dan perataan tegangan arah aksial. Berikut ini akan dijelaskan perhitungan
dimensi elektroda perata untuk masing'masing jenis perataan tersebut.
2%- Perataan Tegangan Arah .a&ial
(ntuk perataan tegangan pada arah radial, maka kuat medan radialnya %
r
1
;"95
n
harus konstan. 3al ini dapat dipenuhi apabila tebal lapisan dielektrik 5
n
konstan. Dengan persamaan dapat diturunkan kapasitansi
n@1
6
n
n
n r
n
r
r
a
C
1
1 !
1
ln
2
+
+
+
=

......................................................................3.7
Agar tegangan pada setiap lapisan sama, maka harus dipenuhi persyaratan

n@1
1
n
. Dengan mempersamakan persamaan 3.= dengan 3.7, maka diperoleh6
1
1
1
ln
ln

+
+
=
n
n
n
n
n n
r
r
r
r
a a .......................................................................3..
Bila lapisan dielektrik sangat tipis dibandingkan terhadap radius elektroda, atau
5
n
1 r
n
'r
n'1
AA r
n
, maka dapat dituliskan6
n
n
n n
r
r
a a
1
1

+

...............................................................................3.B
Dengan persamaan 3.B dapat ditentukan tebal lapisan berikutnya dengan
menggunakan data tebal lapisan sebelumnya. Biasanya, radius lapisan paling
dalam diketahui lebih dahulu, yaitu sama dengan radius konduktor di mana
pemilihan radius konduktor ditentukan dengan mempertimbangkan arus yang
akan dialirkannya. &ebal dielektrik 5
n
diperoleh dari ;" yang dirancang pada satu
lapisan dielektrik dan harga maksimal medan radial %
r
yang dii+inkan terjadi pada
bahan dielektrik6
rmaks
n
E
V
S

=
...................................................................................3.:
,ika panjang a
!
ditetapkan, maka ukuran elektroda'elektroda yang lain dapat
ditentukan.
2%5 Perataan Tegangan Arah A#"ial
(ntuk perataan aksial, kuat medan aksialnya harus konstan6
tan 9 kons b V E
n a
= =
.................................................................3.C
Kemudian selisih pinggir elektroda berdekatan pada setiap sisi /kiri dan
kanan0 harus sama panjang dan konstan # B
ln
1 konstan 1 b
1
, b
rn
1 konstan 1 b
r.
Dengan demikian panjang satu elektroda dapat dituliskan6
r n n
b b a a =
+ 1 1
.......................................................................3.1!
Agar
n@1
1
n
, maka syaratnya adalah6
1
1 1
ln ln

+ +
=
n
n
n
n
n
n
r
r
a
a
r
r
.................................................................3.11
Dengan pendekatan bah*a lapisan dielektrik dianggap sangat tipis
dibandingkan terhadap radius elektroda, atau 5
n
1 r
n
'r
n'1
AA r
n
, maka dapat
dituliskan6
1
1
1

+
+

n
n
n
n
n n
r
r
a
a
S S
....................................................................3.12
Dimensi lapisan berikutnya diperoleh dengan menggunakan data dimensi
lapisan sebelumnya. -anjang lintasan ka*at denyar < dihitung dengan pendekatan
sebagai berikut /lihat gambar 3.2 a06
r
Nb L
.....................................................................................3.13
(rutan perhitungan bushing dengan perata aksial adalah sebagai berikut6
1. &entukan terlebih dahulu jumlah lapisan 8 dengan berpedoman kepada
pengalaman, bah*a tegangan pegujian A /"
p
0 di antara dua lapisan
adalah sekitar 12 k". 5ebagai contoh, untuk bushing 11! k" dengan "
p
sebesar 2.! k", maka banyak lapisannya adalah sekitar 812.!912122.
2. -ilih panjang le*at denyar < dengan mempertimbangkan bah*a pada
tegangan "
p
, kuat medan rata'rata pada permukaan bidang batas harus
lebih rendah dari batas yang ditentukan. (ntuk udara batas kuat medan
dapat dimisalkan sekitar 3 s9d = k"9cm# dan di dalam minyak tergantung
dari konstruksi dan komponen minyak yang digunakan. &etapi secara
umum dapat diambil nilainya sekitar 2 sampai = kali lebih tinggi dari yang
dii+inkan untuk udara. Dengan diketahuinya <, maka panjang b
r
dan b
1
dapat dihitung dengan persamaan .
3. Biasanya, radius inti r
!
dan panjang total a
!
sudah diketahui sebelumnya.
Kemudian ditetapkan nilai a*al r
1
, dengan demikian nilai r yang lain dapat
dihitung dengan persamaan .
=. Akhirnya, dilakukan pemeriksaan terhadap hasil perhitungan. 3arus
dipenuhi syarat bah*a kuat medan radial %
r
tertinggi pada saat tegangan
sama dengan tegangan uji /"
p
0 tidak boleh melebihi kekuatan dielektrik
bahan isolasi, dan tegangan kerja tertinggi yang dii+inkan harus jauh lebih
kecil dari "
e
/lihat persamaan 3.30.
3 Be$era)a P!#!# Pengu/ian Tegangan Tinggi
Adapun pokok'pokok pengujian tegangan tinggi dapat dilihat pada tabel di
ba*ah ini 6
Ta$el 3%2 Be$era)a )!#!# )engu/ian tegangan tinggi
Kelas
Dsolasi
/k"0
&egangan -engujian A E
0
&egangan -engujian E
0
Dmpuls Kering
F /1 G =!0 mikrodetik
/k"0
-asangan <uar /k"0
-asangan
Dalam /k"0
Kering
1 )enit
Basah
1! Detik
Kering
1 )enit
-asangan
<uar
-asangan
Dalam
3 27 2! 2! 7! =7
. 3! 27 27 .7 .!
1! =7 37 37 1!! C!
2! B! .! .! 1.7 17!
3! C7 :! :! 22! 2!!
/=!0 /12!0 /1!!0 /2B70
/7!0 /1=70 /12!0 /3!!0
.! 1B7 1=7 3:7
B! 2!! 1.7 ==!
E0 / 0 K*asi'standar pengujian dielektrik untuk bushing
- Pengu/ian I"!lat!r
-engujian lompatan 7! H dilakukan dan grafik hubungan tegangan dengan
*aktu diambil, hanya untuk keadaan kering. (ntuk lebih jelasnya tentang
pengujian terhadap isolator, lihat tabel di ba*ah ini 6
Ta$el 3%3 Pengu/ian i"!lat!r
Dsolator
$antung
Dsolator
&egangan
&inggi
I-in'&ypeJ
Dsolator %3" I-in'&ypeJ
27!
mm
1:!
mm
-in
Besar
-in
Kecil
1!
k"
2!
k"
3!
k"
=!
k"
7!
k"
.!
k"
&egangan
<ompatan
7! H, Bolak'
balik,
7! 3+, Kering
/k"0
:! .! 7! =7 :7 11! 137 1.! 1:7 21!
&egangan
<ompatan
7! H, Bolak'
balik,
7! 3+, Basah
/k"0
7! 32 3! 2B 77 B7 C7 117 137 177
&egangan
<ompatan
7! H, Dmpuls
/k"0
127 1!! 12! 1.! 2!! 2=! 2:! 32!
&egangan
&embus /K?0
1=! 12! C! :! 17! 2!! 27! 2B! 3!! 37!
&egangan B7 77 =7 =! c0 c0 c0 c0 c0 c0
Ketahan 7! 3+
/k"0
a0
&egangan
Ketahanan 7! 3+
dalam minyak
/k"0
b0
B7 .7
&egangan
Frekuensi &inggi
/k"0
&egangan frekuensi tinggi selama 3'7 detik
atatan 6
a0 &egangan diterapkan selama 2 menit
b0 &egangan diterapkan selama 1 menit
c0 -engujian lapisan dilakukan sebagai berikut 6
(ntuk setiap lapisan tegangan sebesar C! H dari tegangan lompatan
minimum untuk setiap lapisan diterapkan selama 2 menit.
(ntuk dua lapisan tegangan sebesar C! H dari tegangan lompatan kering
diterapkan selama 2 menit.
5 Pengu/ian Pa&a Bushing
-engujian yang dilakukan terhadap suatu bushing meliputi 6 pengukuran
&g K, pengukuran peluahan parsial, pengujian ketahanan A, pengujian peluahan
terlihat, pengujian ketahanan impuls penuh, pengujian ketahanan impuls terpotong
dan surja hubung.
5%1 Pengu#uran Tg 0
-engukuran &g K merupakan pengujian rutin. Alat ukur yang digunakan
adalah jembatan Schering. &g K diukur dengan bushing tetap terpasang pada
peralatan atau dicelupkan dalam minyak. Konduktornya dihubungkan ke terminal
tegangan tinggi trafo uji sedang tangki atau badan dihubungkan ke terminal
detektor jembatan Schering. &egangan pengujian dinaikkan secara bertahap,
kemudian diturunkan secara bertahap juga. Kapasitansi dan &g K pada setiap tahap
tegangan diukur. Kemudian kur?a yang menyatakan hubungan tegangan dengan
kapasitansi dan &g K digambar.
5%2 Pengu#uran Peluahan Par"ial
-engukuran ini merupakan pengujian rutin yang bertujuan untuk
menemukan adanya deteriorasi atau kegagalan isolasi karena terjadinya peluahan
muatan sebagian dalam isolator bushing. -engukuran dilakukan dengan detektor
peluahan parsial. -engukuran dilakukan untuk berbagai tegangan sehingga
diperoleh kur?a yang menyatakan hubungan besaran peluahan dengan tegangan.
5%3 Pengu/ian Ketahanan A1
Langkaian dan prosedur pengujiannya sama dengan pengujian isolator.
<ama pengujian adalah satu menit. -engujian dilakukan pada kondisi kering dan
basah. Bushing dinyatakan baik jika selama pengujian tidak terjadi lompatan api.
5%- Pengu/ian Peluahan Terlihat
-engujian ini dimaksudkan untuk menentukan apakah bushing
menimbulkan interferensi radio saat bekerja. -eluahan terlihat dengan mata adalah
peluahan yang terjadi pada cincin perata /grading ring0 dan tanduk pelindung
/arching horn0. Alat penguji sama dengan alat penguji ketahanan A, hanya
dilakukan dalam ruang gelap.
5%5 Pengu/ian Ketahanan Im)ul" Penuh
-engujian ketahanan impuls penuh dilakukan dalam dua keadaan, yaitu
dalam keadaan bushing terpasang sebagaimana di lapangan dan dalam keadaan
dicelup dalam minyak. &egangan pengujian adalah tegangan impuls penuh
standar, dengan polaritas yang sesuai dengan spesifikasi. &egangan impuls
diberikan lima kali. ,ika terjadi dua kali lompatan api, maka bushing dinyatakan
gagal uji. ,ika lompatan api terjadi satu kali, maka diadakan pengujian tambahan
1! kali lagi. ,ika tidak terjadi lompatan api, maka bushing dinyatakan lulus uji.
,ika bushing dicelupkan dalam minyak isolasi, maka pengujian dilakukan
dengan tegangan impuls standar, gelombang penuh dan 17 H lebih tinggi dari
tegangan pengujian bushing di udara. &egangan impuls diberikan lima kali.
Bushing dinyatakan lulus uji jika tidak terjadi lompatan api.
5%2 Pengu/ian Ketahanan Im)ul" Ter)!t!ng &an Sur/a Hu$ung
Adakalanya bushing diuji dengan tegangan tinggi impuls terpotong.
-engujian ini biasanya dilakukan terhadap bushing bertegangan di atas 22! k".
5aat ini dilakukan juga pengujian peluahan surja hubung terhadap bushing
tegangan tinggi. -engujian dilakukan seperti halnya pengujian ketahanan impuls
penuh di atas.
2 Pemeri"aian 3"hiel&ing4
-enggunaan elektroda perata atau penambahan perisai /shielding0 untuk
meningkatkan mutu peralatan atau untuk menjaga ketelitian pengukuran dengan
sensiti?itas tinggi bukanlah hal baru.
-engukuran dengan sensiti?itas tinggi sering dilakukan dalam percobaan'
percobaan yang menggunakan tegangan tinggi. -engukuran peluahan parsial
dalam prakteknya dapat terganggu ketika ada bagian sirkit bertegangan tinggi
yang menunujukkan reaksi seperti antena atau penerima gelombang
elektromagnetik dari luar. 5elain itu, gelombang elektromagnetik dapat timbul
ketika terjadi peristi*a tembus listrik pada sirkit bertegangan tinggi, dan hal ini
dapat menyebabkan efek gangguan terhadap sekitarnya. Dalam prakteknya
menunjukkan bah*a pengaruh gangguan dari luar pada pengukuran tegangan
tinggi dengan sensiti?itas tinggi secara umum lebih kuat daripada gangguan yang
disebabkan oleh penelitian tegangan tinggi itu sendiri. Dni berdasarkan
kenyataannya bah*a pulsa'pulsa pengganggu yang berasal dari sirkit bertegangan
tinggi hanya sesekali dan terjadi dalam *aktu yang singkat. 5ebagai contoh alat
yang menyebabkan gangguan eksternal adalah kendaraan dengan bodi yang tidak
tepat atau motor listrik yang menghasilkan interferensi permanen.
-eniadaan yang hampir sempurna terhadap gangguan dari luar terhadap
pengukuran, dan pada *aktu yang sama peniadaan gangguan dari penelitian
terhadap sekitarnya, dapat dengan menggunakan logam tanpa cacat. -ada
prakteknya, logam ini dijadikan perisai, dan cara kerja logam ini menyerupai
sangkar Faraday. 5tandar yang di*ajibkan terhadap logam yang direncanakan
akan digunakan untuk perisai memiliki perbedaan yang cukup besar dengan
logam yang dijadikan sebagai lantai laboratorium tegangan tinggi.
-emasangan sangkar Faraday yang sempurna sangat diperlukan untuk
setiap penelitian. &etapi perhatian ini lebih ditekankan ketika pengukuran
peluahan parsial dengan sensiti?itas tinggi dilakukan.
5 Silin&er K!n"entri"
Bushing yang telah dilengkapi dengan elektroda perata dapat diilustrasikan
menjadi sebuah silinder konsentris seperti yang ditunjukkan oleh gambar 3.= di
ba*ah ini.
am$ar 3%- Iri"an )enam)ang "ilin&er #!n"entri"
Adapun medan listrik yang dialami oleh - di titik sebarang dapat ditulis
dengan 6
r

!
V
E
p
ln
=
3.1=
Di mana 6 %
p
1 medan listrik yang dialami oleh - /890
" 1 tegangan yang diterapkan /"olt0
M 1 jarak - dengan sumbu silinder dalam /m0
L 1 jari'jari silinder luar /m0
r 1 jari'jari silinder dlam /m0
)edan listrik maksimal yang dialami oleh silinder konsentris adalah 6
r

r
V
E
maks
ln
=
3.17
,ari'jari optimal /r
op
0 adalah nilai jari'jari silinder dalam yang
menyebabkan besar medan listrik maksimal yang terkecil yang terjadi pada
silinder konsentris dan dapat ditulis dengan 6
B , 2

r
op
= =
3.1.
Dan,

V
r
V
E
op
op
B , 2
= =
3.1B
Di mana 6 %
op
1 medan listrik maksimal yang terkecil yang dialami oleh
silinder konsentris /890